Showing posts sorted by relevance for query aku-digilir-3-pembantu-pria-untuk. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query aku-digilir-3-pembantu-pria-untuk. Sort by date Show all posts

Aku Digilir 3 Pembantu Laki-Laki Untuk Bermain Seks

Aku Digilir 3 Pembantu Laki-Laki Untuk Bermain Seks
Aku Digilir 3 Pembantu Pria Untuk Bermain Seks - Tidurku yang tak nyaman lantaran dilanda mimpi buruk, terasa makin tak nyaman lantaran nafasku tiba tiba terasa sesak, dan tubuhku menyerupai terhimpit sesuatu. Rasanya saya tidak mengidap penyakit asma. Namun selangkanganku terasa lezat Dan nikmat, menyerupai ada penis yang mengaduk vaginaku.
idurku yang tak nyaman lantaran dilanda mimpi jelek Aku Digilir 3 Pembantu Pria Untuk Bermain Sekspayudaraku diremas lembut, membuatku perlahan tersadar dari tidurku, untuk kemudian mendapati ternyata Wawan yang membuatku terbangun dengan menyetubuhiku. 

Aku yang masih belum sadar betul, terkejut melihatnya ada di kamarku, apalagi sedang menyetubuhiku, membuatku menjerit ketakutan dan mendorongnya, namun ia terlalu berat buat cewek mungil sepertiku. “Lho Non Eliza, katanya mulai kemarin saya boleh menikmati Non?” tanya Wawan memprotesku. Aku pribadi sadar, teringat kemarin memang saya menjanjikan hal ini. “Tapi bukan gini caranya Wan! Masa saya lagi tidur kau ajak beginian. 

Nggak sopan tahu! Lagian saya tadi masih belum sadar benar, bangun bangun ada orang lain di kamarku, kukira saya sedang diperkosa rampok tau!”, kataku ketus. Sedikit jual mahal boleh dong? Mendengar omelanku, Wawan terdiam. Tapi penisnya yang menancap di vaginaku tidak mengendur sedikitpun. Aku menghela nafas panjang, kemudian berkata “Ya sudah, cepat lanjutkan. Mana kau ini usang lagi kalau main. Oh tunggu!!”, tiba tiba saya teringat dan menurunkan volume suaraku, “Gila kau ya Wan, kakakku mana??”. Wawan cengengesan dan berkata, “tenang Non, liat ini jam berapa? Kakak non sudah pergi setengah jam yang kemudian kok. Dan saya sudah tidak tahan untuk bermain lagi dengan non nih”. Oh.. saya sedikit lega, dan melihat jam, yang ternyata sudah jam 08:15 pagi. “Lalu, semenjak jam berapa kau nggghh… ” belum selesai saya bertanya, Wawan sudah mulai menggenjotku dengan tak sabar, hingga saya melenguh, keenakan.
“Oh..Wan… kamu…”, desahku nikmat. Wawan tersenyum penuh kemenangan, membuatku sedikit jengkel juga, tapi hanya sebentar, lantaran rasa nikmat pribadi melandaku ketika Wawan mengulangi gayanya kemarin, ia memeluk pinggangku, dan menarikku berdiri. Penis yang amat kokoh itu pribadi terbenam begitu dalam, membuatku melenguh lenguh.
Bukan hanya lantaran takut, tapi juga tak ingin penis itu lepas dari vaginaku, membuatku tanpa sadar kembali melingkarkan kakiku ke pinggangnya. Rasanya bacokan penis itu semakin dalam, dan saya yang sudah melingkarkan tanganku ke lehernya supaya tubuhku tidak terjatuh ke belakang, memagut bibirnya penuh nafsu tak perduli dengan wajahnya yang amburadul. 

Terakhir saya minum obat anti hamil yaitu ketika saya digangbang di ruang UKS 2 hari yang lalu, tapi saya tak kuatir hamil, alasannya sekarang saya sedang bukan dalam masa subur. Aku sudah tak lagi punya niat untuk jual mahal, lantaran rasa nikmat yang sudah menjalar ke seluruh tubuhku benar benar menghancurkan nalar sehatku. Wawan terus memompa vaginaku sambil berjalan, rasanya nikmat sekali. Aku heran dan menduga duga ke mana ia mau membawaku, sambil mulai memperhatikan keadaanku. Bajuku masih melekat, walaupun tanpa bra. Aku memang tak pernah tidur dengan menggunakan bra. Tapi celana panjangku dan celana dalamku tidak ada, dan sempat saya melihat dari pintu kamarku ketika Wawan membawa tubuhku keluar, kutemukan kedua benda itu tergeletak di lantai kamarku. Kini Wawan menuruni tangga, rupanya hendak mengajak rekannya kemarin untuk bersama sama menikmati tubuhku.
Gawat juga nih. Kalau tiap pagi sarapan sex menyerupai ini, bagaimana saya konsentrasi di sekolah? Tapi saya tak kuasa menolak kenikmatan ini, dan pasrah saja mengikuti kemauan Wawan. 
Setiap langkahnya di tangga menciptakan penisnya memompa vaginaku, dan saya orgasme ringan hingga cairan cintaku mengalir semakin banyak, seharusnya membasahi paha Wawan, yang terlihat bahagia senang saja. Akhirnya ia membawaku ke kamar tidur pembantu laki laki di rumahku, dimana pak Arifin dan Suwito sudah menunggu. Dengan nafas tersengal sengal lantaran sodokan Wawan yang semakin gencar, saya yang menyadari akan segera digangbang lagi, mencoba mengingatkan mereka dengan terputus putus bercampur desahan dan lenguhan, “kalian… harus inghh… ingat… yaaah…. ngggh…. saya nantiiii…. harus… sekolah….”. 
Mereka tertawa, dan Suwito berkata, “Tenang non Eliza, cuma satu ronde kok. Kami kan juga harus kerja membersihkan bab luar rumah Non…”. Suwito membelai pantatku dan melanjutkan “aduh non, kalau begini non elok banget lho non, mana ada aktor porno yang secantik nona kita ini ya?”. Pak Arifin menyibakkan rambutku yang terurai ke belakang telingaku dan menimpali, “Kita ini benar benar beruntung sanggup kerja di sini. Di mana lagi kita sanggup menikmati nona amoy secantik non Eliza ini.. seterusnya lagi. Non Eliza sendiri kan yang minta? Kalau begini mah, bayaran gak naik juga kita betah lho Non kerja hingga bau tanah di sini”.
Mereka tertawa bahagia sementara saya yang antara aib bercampur terangsang, tak sanggup menanggapi gurauan mereka, lantaran Wawan sudah melanjutkan pompaan penisnya yang sekeras batangan besi itu, membuatku menggeliat dan melenguh dalam pelukannya. “Nggggh.. Waaan….aduuuh….emmpph”, Wawan memagutku dengan buas, hingga saya tak sanggup lagi bebas melenguh. Yang lain sabar menanti gilirannya dengan caranya masing masing, Suwito membelai dan meremas pantat dan payudaraku, sementara pak Arifin membelai belai rambutku yang panjang hingga sepunggung ini, sambil menghirup bau harum rambutku. 

Dengan badan yang dirangsang 3 orang sekaligus menyerupai ini, menciptakan orgasme demi orgasme meluluh lantakkan tubuhku, hingga jadinya datanglah ketika saat yang paling nikmat itu, saya kembali mendapat multi orgasme. “Mmmmmph… hnngggh.. oooohhhh… aaa….duuuuuh….” erangku ketika tubuhku terlonjak lonjak tak karuan, cairan cintaku membanjir dan membanjir. Betisku melejang lejang, pinggangku tertekuk ke belakang ketika saya menikmati orgasmeku dengan total. 
cintaku. Entah apa yang mendorongku, tapi saya hampir tak sanggup mempercayai bahwa itu yaitu suaraku sendiri ketika saya memanggil Wawan, “Wan, sini saya oralin bentar”.

Wawan yang sedang duduk di lantai beristirahat, tentu saja tak perlu kuminta dua kali, ia segera bangun mendekatiku dan menyodorkan penisnya untuk kuoral, dan tanpa aib malu saya memegang penis yang sudah mengendur itu, kukulum kulum dan kuseruput hingga pipiku terlihat kempot, hingga tak ada sperma yang tersisa, sementara Wawan melenguh lenguh keenakan. Benar benar edan! Bagaimana mungkin saya sanggup seliar ini? Bahkan saya merasa sperma itu begitu lezat dan gurih, apakah ini lantaran saya mulai ketagihan minum sperma?

Mungkin saja, lantaran sekarang saya sudah tak sabar lagi menunggu Suwito orgasme, lantaran saya ingin segera menjilati dan menyedot sperma lagi. Maka sehabis penis Wawan selesai kuoral hingga bersih, saya segera menggerakkan pinggulku menyambut bacokan demi bacokan Suwito, dan benar saja, tak hingga 10 menit Suwito sudah menggeram. Ingin saya memintanya keluar di mulutku, namun saya takut dianggap tidak adil lantaran tadi Wawan sudah keluar di dalam. Maka saya membisu saja, membiarkan Suwito memuaskan hasratnya untuk menyemprotkan spermanya dalam liang vaginaku. Setelah kurasakan tak ada semprotan lagi, saya segera mendorong tubuhnya hingga penisnya terlepas dari jepitan liang vaginaku, dan buru buru saya berkata, ”To, cepat sini…”. Suwito pun segera menghampiriku, membenamkan penisnya ke mulutku, dan saya segera menyedot nyedot dengan memejamkan mataku, mencicipi tetes demi tetes sperma yang teroleskan di lidahku. Rasanya nikmat sekali, asin dan begitu gurih.

Cerita Dewasa di atas. Jangan lupa bookmark web hotbos.blogspot.com yah caranya klik CTRL+D secara bersamaan kemudian klik OK. - terima kasih


3