Showing posts sorted by relevance for query nama-sari-sebagai-imajinasi-senggamaku. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query nama-sari-sebagai-imajinasi-senggamaku. Sort by date Show all posts

Nama Sari Sebagai Imajinasi Senggamaku

Nama Sari Sebagai Imajinasi Senggamaku
Walaupun bulan ini penuh dengan kesibukanku Nama SARI Sebagai Imajinasi SenggamakuWalaupun bulan ini penuh dengan kesibukanku Nama SARI Sebagai Imajinasi SenggamakuVita Mahasiswi Kampus Yang Digilir 2 Pria

Selamat membaca, biar terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web Video HotVideo SexVideo SeksVideo MesumVideo 17Video PornoVideo BugilVideo NgentotVideo BokepVideo DewasaVideo ABG, Film Bokep, Film Porno, Film Dewasa, Cerita Sex ‪, ‎Cerita 17 Tahun,‬ ‪‎Cerita Bokep‬, ‪‎Cerita Dewasa, ‎Cerita Hot‬, Cerita Hot‎Cerita Kenikmatan, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Porno,‬ ‎Cerita Artis, ‎Cerita Tante‎Cerita Sex, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Sex Dewasa, ‎Tante Girang, ‎Cerita Seks Tante, ‎Ngentot Memek, ‎Cersex‬, Cerita ‎Ngentot, ‎Cerita JandaCerita ABGCerita 17Cerita Mesum

Sumber : InternetPornografi

3

Vita Mahasiswi Kampus Yang Digilir 2 Pria

Vita Mahasiswi Kampus Yang Digilir 2 Pria
Cerita Seks TerbaruVita Mahasiswi Kampus Yang Digilir 2 Pria # Sore itu saya gres pulang dari rumah temanku. Karena perjalanan pulang melewati kampusku, maka sekalian saya menyempatkan diri untuk mampir ke sana dengan tujuan melihat nilai UTS-ku dan mencatat jadwal SP (Semester Pendek). Kumasuki halaman kampus dan kuparkirkan sepeda motor Honda Vario ku. Saat itu waktu telah menawarkan jam 17.35, di daerah parkir pun hanya terlihat 3-4 kendaraan.

Sore itu saya gres pulang dari rumah temanku Vita Mahasiswi Kampus Yang Digilir 2 PriaVita berjalan mundur sambil menutupi dada dan kemaluannya untuk menghindar, namun beliau terdesak di sudut ruangan. Kesempatan itu segera digunakan Pak Atmo untuk mendekap badan Vita. Dia eksklusif memegangi kedua pergelangan tangan Vita dan mengangkatnya ke atas. "Ahh.. jangan gitu Pak, lepasin saya atau.. eemmhh..!" belum sempat Vita melanjutkan perkataannya, Pak Atmo sudah melumat bibirnya dengan ganas. 
Sekarang Vita sudah mulai berhenti meronta sehingga tangan Pak Atmo sudah mulai melepaskan pegangannya dan perlahan-lahan mulai turun ke payudara kanan Vita kemudian meremas-remasnya dengan gemas. Entah mengapa dari tadi saya hanya membisu saja tanpa berbuat apa-apa selain terdiam menonton adegan panas itu, sangat kontras nampaknya Vita yang berparas anggun itu sedang digerayangi oleh Pak Atmo yang bau tanah dan bopengan itu, menyerupai beauty and the beast saja, dalam hati berkata, "Dasar bandot tua, sudah ganggu program orang masih minta bab pula."

Ciuman Pak Atmo pada bibir Vita sekarang mulai merambat turun ke lehernya, dijilatinya leher jenjang Vita kemudian beliau mulai menciumi payudara Vita sambil tangannya mengobok-obok liang vagina Vita. Diperlakukan menyerupai itu Vita sudah tidak sanggup apa-apa lagi, hanya pasrah sambil mendesah-desah, "Pak.. aakhh.. jangan.. eemmhh.. sudah Pak!" Setelah puas "menyusu" Pak Atmo mulai menjelajahi badan bab bawah Vita dengan jilatan dan ciumannya. Setelah mengambil posisi berjongkok Pak Atmo mengaitkan kaki kanan Vita di bahunya dan mengarahkan mulutnya untuk mencium kemaluan yang sudah berair itu sambil sesekali menusukan jarinya. Sementara Pak Atmo mengerjai bab bawah, saya melumat bibirnya dan meremas buah dadanya yang semok itu, putingnya yang sudah tegang itu kupencet dan kupuntir.

Masih tampak terang warna kemerahan bekas gigitan dan sisa-sisa ludah pada payudara kirinya yang tadi menjadi bulan-bulanan Pak Atmo. Tak usang kemudian kurasakan beliau mencengkram lenganku dengan keras dan nafasnya makin memburu, ciumannya pun makin dalam. Rupanya beliau mencapai orgasme alasannya yaitu oral seks-nya Pak Atmo dan kulihat Pak Atmo juga sedang asyik menghisap cairan yang keluar dari liang senggamanya sehingga menciptakan badan Vita menegang beberapa ketika dan dari mulutnya terdengar erangan-erangan yang terhambat oleh ciumanku. Sekarang saya menciptakan posisi Vita menungging di matras yang kugelar di lantai. Kesetubuhi beliau dari belakang, sambil meremas-remas pantat dan payudaranya. 

Pak Atmo melepaskan pakaiannya hingga bugil, kemudian beliau berlutut di depan wajah Vita. Tanpa diperintah Vita segera meraih penis yang besar dan hitam itu, mula-mula dijilatinya benda itu, dikulumnya buah pelir itu sejenak kemudian dimasukkannya benda itu ke mulutnya. Pak Atmo mendengus dan merem melek kenikmatan oleh kuluman Vita, beliau menjejali penis itu hingga masuk seluruhnya ke lisan Vita.
Vita pun agak kewalahan diserang dari 2 arah menyerupai ini. Beberapa ketika kemudian Pak Atmo mengeluarkan geraman panjang, beliau menahan kepala Vita yang ingin mengeluarkan penisnya dari mulutnya, sementara saya makin mempercepat goyanganku dari belakang. Tubuh Vita mulai bergetar jago alasannya yaitu sodokan-sodokanku dan juga alasannya yaitu Pak Atmo yang sudah titik puncak menahan kepalanya dan menyeburkan spermanya di dalam lisan Vita, sangat banyak sperma Pak Atmo yang tercurah hingga cairan putih itu meluap keluar membasahi bibirnya, jeritan titik puncak Vita tersumbat oleh penis Pak Atmo yang cukup besar sehingga dari mulutnya hanya terdengar, "Emmpphh.. mm.. hmmpphh.." tangannya menggapai-gapai, dan matanya terbeliak-beliak nikmat.

Kemudian Pak Atmo melepas penisnya dari lisan Vita, kemudian beliau berbaring telentang dan menyuruh Vita memasukkan penis yang bangun kokoh itu ke dalam vaginanya. Sesuai perintah Pak Atmo, beliau menduduki dan memasukkan penis Pak Atmo, ekspresi kesakitan nampak pada wajahnya alasannya yaitu penis Pak Atmo yang besar tidak gampang memasuki liang vaginanya yang masih sempit, Pak Atmo meremas-remas payudara Vita yang sedang bergoyang di atas penisnya itu. Aku kemudian memintanya untuk membersihkan barangku yang sudah belepotan sperma dan cairan kemaluannya, ketika penisku sedang dijilati dan dikulum olehnya, kutarik ikat rambutnya hingga rambutnya tergerai bebas. "Wah anggun banget si Mbak ini, mana memeknya masih sempit lagi, benar-benar beruntung saya malam ini," kata Pak Atmo memuji Vita. "Dasar muka nanas, kalo beliau pacar gua udah gua hajar lo dari tadi!" gerutuku dalam hati.

Setelah penisku dibersihkan Vita, kuatur posisinya tengkurap di atas Pak Atmo, dan kumasukkan penisku ke duburnya, sungguh sempit liang anusnya itu hingga beliau menjerit histeris ketika saya berhasil menancapkan penisku di sana. Kami bertiga kemudian mengatur gerakan biar sanggup harmonis antara penis Pak Atmo di vaginanya dan penisku di anusnya. Aku menghujam-hujamkan penisku dengan ganas sambil meremas-remas payudara dan pantatnya juga sesekali kujilati lehernya. Sementara Pak Atmo juga aktif memainkan payudara yang hanya beberapa sentimeter dari wajahnya itu. Tak usang kemudian Vita menjerit keras, "Akkhh..!" tubuhnya menegang dan tersentak-sentak kemudian terkulai lemah menelungkup, begitu tubuhnya rebah eksklusif disambut Pak Atmo dengan kuluman di bibirnya. Aku dan Pak Atmo melepas penis kami dan bangun di depan Vita secara bergantian beliau mengulum dan mengocok penis kami hingga sperma kami muncrat membasahi wajahnya.

Selamat membaca, semoga terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web Video HotVideo SexVideo SeksVideo MesumVideo 17Video PornoVideo BugilVideo NgentotVideo BokepVideo DewasaVideo ABG, Film Bokep, Film Porno, Film Dewasa, Cerita Sex ‪, ‎Cerita 17 Tahun,‬ ‪‎Cerita Bokep‬, ‪‎Cerita Dewasa, ‎Cerita Hot‬, Cerita Hot‎Cerita Kenikmatan, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Porno,‬ ‎Cerita Artis, ‎Cerita Tante‎Cerita Sex, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Sex Dewasa, ‎Tante Girang, ‎Cerita Seks Tante, ‎Ngentot Memek, ‎Cersex‬, Cerita ‎Ngentot, ‎Cerita JandaCerita ABG, Cerita 17Cerita Mesum

Sumber : InternetPornografi


3

Gila !! Agus Membolehkan Saya Ngentot Rina Istrinya

Gila !! Agus Membolehkan Saya Ngentot Rina Istrinya
CERITA SEX - GILA !! Agus Membolehkan Aku Ngentot Rina Istrinya #  Kurasa tidak perlu saya ceritakan ihwal nama dan asalku, serta tempat dan alamatku sekarang. Usiaku kini sudah mendekati empat puluh tahun, bila dipikir-pikir seharusnya saya sudah punya anak, alasannya ialah saya sudah menikah hampir lima belas tahun lamanya. Walaupun saya tidak begitu ganteng, saya cukup beruntung alasannya ialah menerima isteri yang menurutku sangat cantik. Bahkan sanggup dikatakan ia yang tercantik di lingkunganku, yang biasanya menjadikan kecemburuan para tetanggaku.

Rini. Selebihnya saya tidak tahu latar belakang mereka. Boleh dibilang kami ibarat saudara saja alasannya ialah hampir setiap hari kami ngobrol, yang terkadang di teras rumahnya atau sebaliknya.

Pada suatu malam, saya ibarat biasanya berkunjung ke rumahnya, sehabis ngobrol panjang lebar, Agus menawariku nonton VCD blue yang katanya gres dipinjamnya dari temannya. Aku pun tidak menolak alasannya ialah selain belum jauh malam kegiatan lainnya pun tidak ada. Seperti biasanya, film blue tentu ceritanya itu-itu saja. Yang membuatku kaget, tiba-tiba isteri Agus ikut nonton bersama kami.

Waduh, gimana ini Gus..? Nggak lezat nih..!

Nggak apa-apalah Mas, toh itu tontonan kok, nggak sanggup dipegang. Kalau Mas nggak keberatan, Mbak Res diajak sekalian. katanya menyebut isteriku.
Aku tersinggung juga waktu itu. Tapi sehabis kupikir-pikir, apa salahnya? Akhirnya saya pamit sebentar untuk memanggil isteriku yang tinggal sendirian di rumah.

Gila kamu..! Apa enaknya nonton gituan kok sama tetangga..? kata isteriku ketika kuajak.

Akhirnya saya aib juga sama isteriku, kuputuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah Agus. Mendingan eksklusif tidur saja supaya besok cepat bangun. Paginya saya tidak bertemu Agus, alasannya ialah sudah lebih dahulu berangkat. Di teras rumahnya saya hanya melihat isterinya sedang minum teh. Ketika saya lewat, ia menanyaiku ihwal yang tadi malam. Aku bilang Resty tidak mau kuajak sehingga saya eksklusif saja tidur.

Mataku jelalatan menatapinya. Busyet.., dasternya hampir transparan menampakkan lekuk tubuhnya yang semenjak dulu menggodaku. Tapi ah.., mereka kan tetanggaku. Tapi dasar memang pikiranku sudah tidak beres, kutunda keberangkatanku ke kantor, saya kembali ke rumah menemui isteriku. Seperti biasanya bila sudah begini saya eksklusif menarik isteriku ke tempat tidur. Mungkin alasannya ialah sudah biasa Resty tidak banyak protes. Yang luar biasa ialah pagi ini saya benar-benar gila. Aku bergulat dengan isteriku ibarat kesetanan. Kemaluan Resty kujilati hingga tuntas, bahkan kusedot hingga isteriku menjerit. Edan, kok saya hingga segila ini ya, padahal hari masih pagi.Tapi hal itu tidak terpikirkan olehku lagi.

Isteriku hingga terengah-engah menikmati apa yang kulakukan terhadapnya. Resty eksklusif memegang kemaluanku dan mengulumnya, entah kenikmatan apa yang kurasakan dikala itu. Sungguh, tidak sanggup kuceritakan.

Mas.., kini Mas..! pinta isteriku memelas.
Akhirnya saya mendekatkan kemaluanku ke lubang kemaluan Resty. Dan tempat tidur kami pun ikut bergoyang.

Setelah kami berdua sama-sama tergolek, tiba-tiba isteriku bertanya, Kok Mas tiba-tiba nafsu banget sih..?

Aku membisu saja alasannya ialah aib menyampaikan bahwa sebetulnya Rini lah yang menaikkan tensiku pagi ini.

Sorenya Agus tiba ke rumahku, Sepertinya Mas punya kelainan sepertiku ya..? tanyanya sehabis kami berbasa-basi.

Maksudmu apa Gus..? tanyaku heran.
Isteriku tadi cerita, katanya tadi pagi ia melihat Mas dan Mbak Resty bergulat sehabis ngobrol dengannya.
Loh, saya heran, dari mana Rini nampak kami melakukannya? Oh iya, gres kusadari ternyata jendela kamar kami saling berhadapan.
Agus eksklusif menambahkan, Nggak usah aib Mas, saya juga maniak Mas. katanya tanpa malu-malu.

Begini saja Mas, tanpa harus memahami perasaanku, Agus eksklusif melanjutkan, Aku punya ide, gimana bila nanti malam kita bikin acara..?

Acara apa Gus..? tanyaku penasaran.
Nanti malam kita bikin pesta di rumahmu, gimana..?
Pesta apaan..? Gila kamu.
Pokoknya damai aja Mas, kau cuman nyediain makan dan musiknya aja Mas, nanti minumannya saya yang nyediain. Kita berempat aja, sekedar refresing ajalah Mas, kan Mas belum pernah mencobanya..?

Malamnya, menjelang pukul 20.00, Agus bersama isterinya sudah ada di rumahku. Sambil makan dan minum, kami ngobrol ihwal masa muda kami. Ternyata ada persamaan di antara kami, yaitu menyukai dan cenderung maniak pada sex. Diiringi musik yang disetel oleh isteriku, ada perasaan yang agak gila kurasakan. Aku tidak sanggup menjelaskan perasaan apa ini, mungkin imbas minuman yang dibawakan Agus dari rumahnya.

Tiba-tiba saja nafsuku bangkit, saya mendekati isteriku dan menariknya ke pangkuanku. Musik yang tidak begitu kencang terasa ibarat menyelimuti pendengaranku. Kulihat Agus juga menarik isterinya dan menciumi bibirnya. Aku semakin terangsang, Resty juga semakin bergairah. Aku belum pernah mencicipi perasaan ibarat ini. Tidak berapa usang Resty sudah telanjang bulat, entah kapan saya menelanjanginya. Sesaat saya merasa bersalah, kenapa saya melaksanakan hal ini di depan orang lain, tetapi kemudian hal itu tidak terpikirkan olehku lagi. Seolah-olah nafsuku sudah menggelegak mengalahkan pikiran normalku.

Kuperhatikan Agus perlahan-lahan mendudukkan Rini di meja yang ada di depan kami, mengangkat rok yang dikenakan isterinya, kemudian membukanya dengan cara mengangkatnya ke atas. Aku semakin tidak karuan memikirkan kenapa hal ini sanggup terjadi di dalam rumahku. Tetapi itu hanya sepintas, berikutnya saya sudah menikmati permainan itu. Rini juga tinggal hanya mengenakan BH dan celana dalamnya saja, dan masih duduk di atas meja dengan lutut tertekuk dan terbuka menantang.

Perlahan-lahan Agus membuka BH Rini, tampak dua bukit putih mulus menantang menyembul sehabis penutupnya terbuka.
Kegilaan apa lagi ini..? batinku.Seolah-olah Agus mengerti, alasannya ialah selalu saya perhatikan memperlihatkan bergantian denganku. Kulihat isteriku yang masih terbaring di sofa dengan verbal terbuka menantang dengan nafas tersengal menahan nafsu yang menggelora, seperti tidak keberatan bila posisiku digantikan oleh Agus.
Kemudian kudekati Rini yang kini tinggal hanya mengenakan celana dalam. Dengan tubuh yang sedikit gemetar alasannya ialah memang ini pengalaman pertamaku melakukannya dengan orang lain, kuraba pahanya yang putih mulus dengan lembut. Sementara Agus kulihat semakin beringas menciumi sekujur tubuh Resty yang biasanya akulah yang melakukannya.

Perlahan-lahan jari-jemariku mendekati kawasan kemaluan Rini. Kuelus bab itu, walau masih tertutup celana dalam, tetapi aroma khas kemaluan perempuan sudah terasa, dan bab tersebut sudah mulai basah. Perlahan-lahan kulepas celana dalamnya dengan hati-hati sambil merebahkan badannya di atas meja. Nampak bulu-bulu yang belum begitu panjang menghiasi bab yang berada di antara kedua paha Rini ini.

Peluklah saya Mas, tolonglah Mas..! erang Rini seolah sudah siap untuk melakukannya.

Tetapi saya tidak melakukannya. Aku ingin menyampaikan kenikmatan yang betul-betul kenikmatan kepadanya malam ini. Kutatapi seluruh bab tubuh Rini yang memang betul-betul sempurna. Biasanya saya hanya sanggup melihatnya dari kejauhan, itu pun dengan terhalang pakaian. Berbeda kini bukan hanya melihat, tapi sanggup menikmati. Sungguh, ini suatu yang tidak pernah terduga olehku. Seperti ingin melahapnya saja.

Kemudian kujilati seluruhnya tanpa sisa, sementara tangan kiriku meraba kemaluannya yang ditumbuhi bulu hitam halus yang tidak begitu tebal. Bagian ini terasa sangat lembut sekali, verbal kemaluannya sudah mulai basah. Perlahan kumasukkan jari telunjukku ke dalam.

Sshh.., akh..! Rini menggelinjang nikmat.
Kuteruskan melakukannya, kini lebih dalam dan memakai dua jari, Rini mendesis.

Kini mulutku menuju dua bukit menonjol di dada Rini, kuhisap bab putingnya, tubuh Rini bergetar panas. Tiba-tiba tangannya meraih kemaluanku, menggenggam dengan kedua telapaknya seolah takut lepas. Posisi Rini kini berbaring miring, sementara saya berlutut, sehingga kemaluanku tepat ke mulutnya. Perlahan ia mulai menjilati kemaluanku. Gantian badanku kini yang bergetar hebat.

Rini memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Ya ampun, hampir saya tidak sanggup menikmatinya. Luar biasa enaknya, sungguh..! Belum pernah kurasakan ibarat ini. Sementara di atas Sofa Agus dan isteriku ibarat membentuk angka 69. Resty ada di bawah sambil mengulum kemaluan Agus, sementara Agus menjilati kemaluan Resty. Napas kami berempat saling berkejaran, seperti melaksanakan perjalanan panjang yang melelahkan. Bunyi Music yang entah sudah beberapa lagu seolah menambah semangat kami.

Kini tiga jari kumasukkan ke dalam kemaluan Rini, ia melenguh andal hingga kemaluanku terlepas dari mulutnya. Gantian saya kini yang menciumi kemaluannya. Kepalaku ibarat terjepit di antara kedua belah pahanya yang mulus. Kujulurkan lidahku sepanjang-panjangnya dan kumasukkan ke dalam kemaluannya sambil kupermainkan di dalamnya. Aroma dan rasanya semakin memuncakkan nafsuku. Sekarang Rini terengah-engah dan kemudian menjerit tertahan meminta supaya saya segera memasukkan kemaluanku ke lubangnya.


Selamat membaca, biar terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web Video HotVideo SexVideo SeksVideo MesumVideo 17Video PornoVideo BugilVideo NgentotVideo BokepVideo DewasaVideo ABG, Film Bokep, Film Porno, Film Dewasa, Cerita Sex ‪, ‎Cerita 17 Tahun,‬ ‪‎Cerita Bokep‬, ‪‎Cerita Dewasa, ‎Cerita Hot‬, Cerita Hot‎Cerita Kenikmatan, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Porno,‬ ‎Cerita Artis, ‎Cerita Tante‎Cerita Sex, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Sex Dewasa, ‎Tante Girang, ‎Cerita Seks Tante, ‎Ngentot Memek, ‎Cersex‬, Cerita ‎Ngentot, ‎Cerita JandaCerita ABGCerita 17Cerita Mesum

Sumber : InternetPornografi



3