Cerita Dewasa Kondom Buat Ngentot Pacar


 pemerkosaan perawan dan dongeng hot lainnya yang diambil dari kisah kasatmata untuk menghibur  Cerita Dewasa Kondom Buat Ngentot Pacar
Cerita Dewasa Kondom Buat Ngentot Pacar

Cerita Dewasa Ngentot - Hari terasa semakin larut, sedangkan langit bertambah mendung dan menggelap sebagai tanda akan turunnya hujan. hari ini hatiku agak gundah alasannya yaitu mas Arif yg saya tunggu-tunggu belum juga datang menjemputku.

Nama saya Ririn, saya bekerja disebuah toko milik seorang keturunan yg kaya di kota S, bos saya berjulukan Tek Kiu, bertubuh gendut tapi kekar, orangnya bermata sipit dan selalu melirik kearah daerah dimana saya duduk menunggu didepan rak barang.

Arif yaitu pria yg sering datang ketoko membeli barang dan selalu menarik hati aku, walaupun ia tdk membeli apa-apa, bahkan sesekali ia membeli pembalut wanita dan kemudian memberikannya kepadaku. Akhirnya ia datang juga dibawah hujan rintik sempurna pada pukul 21.00, sempurna ketika toko mau tutup, ia pribadi menuju kearahku, menatap dan berkata kalem,

“Saya mau beli kondom,” dengan wajah kalem, kemudian ia tertawa kecil melihat wajahku yg memerah.
“Memangnya buat siapa mas Arif?” jawabku ,
“Buat kau dong..” sahutnya langsung.

Wajahku pribadi memerah dikala itu juga sambil mencubit tngannya yg berada diatas tanganku. Aku pribadi berjalan cepat ke arah meja bosku dan mengambil tas kecilku sambil pamit untuk pulang.

Aku menarik dan menggandeng tangan Arif, dan mengajaknya ke motor yg ia parkirkan didepan parkiran kami, motornya mas Arif yaitu motor laki, Tiger 2000, daerah duduknya licin sekali sehingga kalau Ririn dibonceng selalu saja terpeleset ke bawah.

Hari ini Arif kelihatan santai sekali, rambutnya diklimis menarik dan senyumannya yg penuh arti seakan memiliki rencana kejutan, apa lagi hujan grimis yg membasahi wajahnya membuatnya terlihat gagah dan menggairahkan hari ini.

Arif menyalakan mesin dan saya naik keatasnya, menyerupai biasanya dalam perjalanan saya selalu memegang ke belakang supaya tdk terpeleset kedepan tapi hari ini entah kenapa saya tdk lagi berpegangan dan membiarkan tubuhku terseret kebawah sehingga pantat kami beradu menjadi satu dan dadaku menempel bersahabat dipunggungnya.

“Ih… Mas Arif, kapan kapan daerah duduknya digantiin sama yg nggak licin aja, habis Ririn kan cape kalo pegangan kebelakang terus”, seruku rada merengek.
“Sapa yg suruh pegang ke belakang. Ha..Ah..Ah..” katanya sambil tertawa. Arif memang orangnya periang, dan sering tertawa bahkan terbahak bila mendengar sesuatu yg lucu.

Akhirnya kuberanikan melingkarkan tanganku di pinggangnya sambil mempererat tekanan didadaku, entah kenapa hari itu saya ingin sekali memeluk mas Arif, terasa hangat disuasana yg gerimis dan hambar itu.

Aku kos dikota S begitu pula dengan mas Arif, ia juga anak kos, bahkan kesayangan ibu kosnya sehingga tdk direlakan pindah walaupun mas Arif sekarang sudah mapan kerjanya. Hari sudah larut malam, kami tiba di kos pukul 22 malam, maklum mas Arif nyetirnya pelan lagi pula gerimis bikin takut tergelincir. Sumber Cerita Sex Bispak

“Waduh kosnya mas Arif udah Dikunci nih”, katanya sambil melihat Jam tangan Akhirnya kutawarkan untuk tidur di kosku saja, alasannya yaitu memang ibu kos tdk tinggal di daerah kos kami, sambil menggandeng mas Arif dari parkiran ke dalam kamar kostku.
“Stt…” bisik ku ketika mas Arif hendak mengucapkan kata
“Semuanya pada tidur entar tergangu ” kataku kemudian.

Kubuka kunci dan kami pun berada didalam kamar kosku yg berukuran cukup luas, tdk ada kamar mandi didalamnya risikonya akupun berjalan dengan tubuh lembap kuyub menuju lemari dan mengambil selembar handuk bersih dan melemparkannya ke arah mas Arif kemudian ke ranjang dan merapikannya.

Betapa kagetnya ketika kurasakan ada dua belah tangan tiba-tiba mendekap pinggangku dari belakang, dan kurasakan wajahnya menempel di leberku dan mengeluarkan nafas hangat yg menyapu sela-sela telingaku. Aku hanya mampu membetulkan pakiaku sambil mendesah

“Mass….”

Tanpa kusadari saya menatap ke cermin didepanku kudapatkan memang ternyata badanku telah benar-benar lembap kuyub sehingga bentuk tubuhku tercetak melekat pada baju menonjolkan payudaraku yg berukuran 34B dan mancung kedepan.

Tiba tiba pula ia mengangkat tubuhku sehingga mampu kulihat cahaya matanya yg berkilat dengan butiran2 air yg ada diwajahnya, benar-benar mempesona dan membiusku sehinga saya tdk memberotak sedikitpun ketika ia mulai membawa dan membaringkanku diatas ranjang kamarku.

Dia berdiri sambil menatapku sedangkan tangannya telah berusaha membuka kancing kemeja yg kugunakan, tangan kirinya membelai pipiku dan sesekali menyingkirkan ranbutku yg sepanjang pundak dari leherku.

Akhirnya ketakberdayaanku semakin membuat ia berani menurunkan wajahnya dan mengecup lembut bibirku, kemudian menciumi leherku membuat tubuhku mengelinjang pasrah.

Dan setelah beberapa dikala tanpa kusadari ia telah berhasil melepaskan kancing kemejaku dan kemudian terasa tangannya masuk kedalam baju dalamku dari arah pusar membuka keatas baju dalam yg kugunakan hingga keleherku dan kemudian ia meremas-remas kedua payu daraku sambil terus menjelajahi permukaan leherku membuat darahku berdesir kencang dan panas mengalir disekitar kemaluanku.

“Eh…..hhhh…..”, desahku yg disambut dengan kuluman bibir mas Arif.

Tak terasa lembap sudah seluruh tubuhku menahan gejolak dari rangsangan mas Arif, sedang kakiku sudah tdk tahan saling menggesek-gesekkan untuk menenangkan gejolak pada bab memekku yg terasa sedikit gatal dan jengah alasannya yaitu tdk disentuh sedikitpun olehnya.

Sampai risikonya terasa sebuah tangan kekar menyelusup diantara celana dalamku dan menggesek-gesekkan memekku dengan lembut, sementara ia melepaskan pangutan dibibirku membuat lenguhan ku kini mampu terdengar

“Oh…..”, teriakku kecil begitu tangan kekar itu berhasil menemukan tonjolan kecil klitorisku.

Terasa ingin melonjak begitu kemaluanku yg dari tadi dianak tirikan kini risikonya terjamah juga oleh tangan mas Arif.

“Mas …. ” bisikku sambil memegang bersahabat tangannya sembil menatap wajahnya,
“Ouww……”, teriakku begitu ia menggesek keras dibibir memekku, kucubit kecil tangannya sambil menatap wajahnya yg menatap pandangan pasrah wajahku,
tidak terasa BHku terlah terlepas dan mulutnya sekarang bergantian mengulum kedua payu daraku.

Terus menerus merangsangnya dengan menggigit-gigit kecil di ujungnya, membuat pinggangku turun naik melengkung mendapatkan rasa geli yg sangat, hingga risikonya kekagetanku terkuak begitu kurasakan pedoman darahku semakin mendesir desir dikepalaku dan lagi kulihat di cermin pemandangan mas Arif sedang mengocok sendiri k0ntolnya sambil terus merangsang memek dan mengulum payu daraku.

“Aduh massss……..hhhmmm”, saya sudah tdk tahan lagi seakan mau meradang seluruh tubuhku.

Cerita Sex Dewasa | Mataku terbelalak begitu mendadak kurasakan dua buah jari mas Arif masuk keliang memekku dengan cepat, membuat pedoman darahku terhenti sejenak menjawab kegelisahanku sedari tadi.

“Masukiinn Nass …” jawabku pasrah atas pebuatan mas Arif itu,

Sementara mas Arif menurunkan rok ku dan menurunkan celana dalam hingga lutut, ia bergerak naik keatas ranjang kami, kulihat k0ntol mas Arif sekitar 16 cm dengan ia meter 2 ukuran ibu jari, ia mengarahkan pada memekku yg telah banjir dan memerah itu, sambil memandang kearahku.

Aku hanya menutupkan mataku sambil mencicipi detik-detik benda panjang itu mulai memasuki gerbang kewanitaanku, merangsek maju perlahan memenuhi sekuruh rongga udara dan memompa udara dalam memekku terus menuju kedalah rahimku, sampai….

“Ohhh… Teruuss mass…”, bisikkku mencicipi memekku telah dipenuhi oleh k0ntol mas Arif dan menjadi semakin gerah saja.

“hhh. ….” suaraku berulang dengan maju mundurnya k0ntol mas Arif, terus meracau sambil menutup kedua mulutku supaya tdk membangunkan tetangga kos.
“ohh………hhmmmm…….hsss….”, desisan ku tdk besar lengan berkuasa dengan hentakan-hentakan k0ntol mas Arif yg semakin cepat hingga risikonya saya …………
“aduuuhh …mass…………..oooooohhhhhhh….”,

Aku bangun memeluk mas Arif dan kakiku bergerak ingin melingkarkan ke pinggang mas Arif meminta ia menghentikan genjotannya tapi tertahan oleh rok yg memang hingga dilututku, saya menggelinjang kian kemari, kepalaku tak kuasa menahan pedoman kenikmatan itu hingga menggeleng tak tentu arah.

Aku orgasme terlebih dahulu dari mas Arif,
“Maaf mas”, kataku begitu terlepas dari rasa kecamuk diseluruh tubuhku, seprai ranjangku terlihat lembap pada bab bawah kelaminku mengalir cairan orgasmeku, terasa geli kemaluan mas Arif di memekku.

Sampai risikonya saya mengambil inisiatif untuk melepaskannya dari kemaluanku sambil berbisik, mas agar lisa kocokin ya, kataku sambil mengocok keras k0ntol mas Arif, terus hingga ia melenguh tak tertahankan, kutarik mangkuk kecil diatas meja riasku dan kutaruh didepan menyambut semprotan cairan sperma yg keluar berulang- ulang dari k0ntolnya. Sumber Cerita Sex Bispak

Akhirnya mas Arif dan saya tertidur pulas sambil berpelukan, tentu saja dengan keadaan terakhir kami, rok dan celana dalamkupun masih tetap dilututku sedang baju dalamku telah turun menutupi kembali payu daraku.

Ini memang bukan ML ku dengan Arif yg pertama, sebelumnya saya pernah ML dengan mantan kekasihku, akan tetapi malam itu yaitu peristiwa yg terindah yg saya alami hingga sekarang, dibalik dinginnya gerimis kota dan hentakan-hentakan mas Arif yg perkasa membuaiku hingga ke negeri awan.

Keesokan harinya terlihat sepreiku bebercak besar air kenikmatan yg kami buat dikemaluanku semalam. Sampai sekarang ini kami melaksanakan relasi nafsu kami tanpa diketahui seorang pun. Sumber http://www.ceritasex2017.com/
Previous
Next Post »
0 Komentar