Cerita Sex Lubang Hangat Wanita Hamil

Cerita Sex -Untuk anak muda yang belum beristeri hal ini mungkin tidak akan pernah tau bagaimana nikmatnya bersenggama dengan wanita yang sedang hamil. Bagi yang telah beristeri tapi isterinya mandul atau bapaknya yang mandul pun tidak akan mungkin mencicipi memek panas dan hangat punya wanita yang sedang hamil.

 pemerkosaan perawan dan dongeng hot lainnya yang diambil dari kisah faktual untuk menghibur  Cerita Sex Lubang Hangat Wanita Hamil
Cerita Sex Lubang Hangat Wanita Hamil
Mencari ditempat hiburan malam atau ditempat prostitusi pun tidak akan mungkin menemukan wanita yang sedang hamil menyampaikan dirinya atau menjajakan dirinya.

Aku pernah merasakannya dan bukan dengan isteriku begini kisahnya:

Aku menyusuri Jalan di daerah perumahan elit yang mulai sepi sebab kebetulan hujan gerimis. Di tengah perjalanan saya melihat perempuan setengah baya berdiri di bawah pohon di pinggir jalan. Aku merasa kasihan lalu saya menghentikan kendaraan beroda empat dan menghampirinya.

Aku bertanya, “Ibu sedang menunggu apa?”

Dia memandangku agak curiga tapi kemudian tersenyum. Dalam hati saya memuji, manis juga ibu ini walaupun umurnya kelihatannya di atasku sekitar 34 – 36 tahun kalau digambarkan menyerupai artis Misye Arsita dan ketika itu perutnya agak membuncit kecil kelihatan sedang hamil muda.

“Kalau ke Manukan naik angkot apa ya Dik?”

“Wah jam segini sudah habis Bu angkotnya, gimana kalo saya antar?”

Dia kelihatan gembira. “Apa tidak merepotkan?”

“Kebetulan rumah saya juga satu arah dari sini, mari naik!”

Setelah ia ikut mobilku, Ibu itu bercerita bahwa ia berasal dari Jawa Tengah, ia sedang mencari suaminya yang kebetulan gres 2 ahad kerja sebagai sopir bis jurusan Semarang-Surabaya, keperluannya ke sini hendak mengabarkan kalau anaknya yang pertama yang berumur 15 tahun kecelakaan dan dirawat di rumah sakit sehingga butuh uang untuk perawatan anaknya. Kebetulan alamat yang di tulis oleh suaminya tidak ada nomer teleponnya.

Sesampainya di alamat yang dituju kami berhenti. Setelah di depan rumah ketika akan mengetuk pintu ternyata pintunya masih digembok, lalu kami bertanya pada tetangga sebelah yang kebetulan satu profesi.

“Suami Ibu paling cepat 2 hari lagi pulangnya. Baru saja sore tadi bisnya berangkat ke Semarang. Kebetulan kami satu PO.”

Kemudian kami permisi pergi. Kelihatan di dalam kendaraan beroda empat ia duka sekali.

“Terus sekarang Ibu mau ke mana?” tanyaku.

“Sebenarnya saya pengin pulang tapi.. pasti saya nanti di marahi mertua saya kalau pulang dengan tangan kosong, lagian uang saya juga sudah nggak cukup untuk pulang.”

“Begini saja, Ibu kan rumahnya jauh, capek kan gres nyampek trus pulang lagi.. apalagi kelihatanya ibu sedang hamil, berapa bulan?”

“Empat bulan ini Dik, trus saya harus gimana?”

“Dalam dua hari ini Ibu tinggal saja di rumah saya, kan nggak jauh dari Manukan nanti setelah dua hari ibu saya antar ke sini lagi, gimana?”

“Yah terserah adik saja yang penting saya mampu istirahat malam ini.”

“Oh ya, boleh kenalan.. nama Ibu siapa dan usianya sekarang berapa?”

“Panggil saja saya Mbak Menik, dan sekarang saya 35 tahun.”

Malam itu, ia kusuruh tidur di kamar samping yang biasanya dipakai untuk kamar tamu yang mau menginap. Rumahku terdiri dari 3 kamar, kamar depan kupakai sendiri dan isteriku, sedang yang belakang untuk anakku yang pertama. Malam itu saya tidur nyenyak sekali, kebetulan malam Sabtu dan di kantorku hanya berlaku 5 hari kerja jadi Sabtu dan Minggu saya libur. Sebenarnya saya ingin pergi ke Malang tapi sebab ada tamu, kutangguhkan kepergianku ahad depan.

Sekitar jam 8 pagi saya bangun, kulihat sudah ada kopi yang sudah agak hambar di meja makan serta beberapa kudapan manis di piring. Mungkinkah ibu itu yang menyajikan semua ini. Lalu setelah kuteguk kopi itu saya bergegas ke kamar mandi untuk basuh muka dan kencing. Karena agak ngantuk saya kurang mengawasi apa yang terjadi, ketika saya selesai kencing saya tidak sadar kalau di bathup Mbak Menik sedang telanjang dan berendam di dalamnya. Matanya melotot melihat kemaluanku yang menjulur bebas, ketika saya membalik ke samping saya kaget dan sempat tertegun melihat badan telanjang Mbak Menik, badan yang kuning langsat dan mulus itu terlihat mengkilat sebab berair oleh air dan buah dadanya.. wow besar juga ternyata, 36B. Pasti empunya asing seks. Lalu mataku berpindah ke sekitar pusarnya, di atas liang senggamanya tumbuh bulu kemaluannya yang lebat. Tak sadar kemaluanku tegak berdiri dan saya lupa kalau belum mengancingkan celana, dan Mbak Menik sempat tertegun melihat kejantananku yang lumayan besar, panjangnya 17 cm tapi kemudian.

“Aouuww, Dik itunyaa!” kata Mbak Menik sambil menutup buah dadanya dengan tangan serta mengapitkan kakinya.

Aku gres sadar lalu buru-buru keluar.

Di kamar saya masih membayangkan keindahan badan Mbak Menik. Andai saja saya mampu menikmati badan itu, saya malah berpikiran ngeres sebab memang sudah lama saya tidak mendapat jatah dari isteriku, ditambah lagi situasi di rumah itu hanya kami berdua. Lalu timbul niat isengku untuk mengintip lagi ke kamar mandi, ternyata ia sudah keluar lalu kucari ke kamarnya. Saat di depan pintu samar-samar saya mendengar ada bunyi rintihan dari dalam kamar samping, kebetulan nako jendela kamar itu terbuka lalu kusibakkan tirainya perlahan-lahan. Sungguh pemandangan yang amat syur. Kulihat Mbak Menik sedang masturbasi, kelihatan sambil berbaring di ranjang ia masih telanjang bulat, kakinya dikangkangkan lebar, tangan kirinya meremas liang kewanitaannya sambil jarinya dimasukkan ke dalam lubang senggamanya, sedang tangan kanannya meremas buah dadanya bergantian. Sesekali pantatnya diangkat tinggi sambil mulutnya mendesis menyerupai orang kepedasan, wajahnya kelihatan memerah dengan mata terpejam.

“Ouuhh.. Hhhmm.. Ssstt..”

Aku semakin penasaran ingin melihat dari dekat, lalu kubuka pintu kamarnya pelan-pelan tanpa bunyi saya berjingkat masuk. Aku semakin tertegun melihat pemandangan yang merangsang birahi itu. Samar-samar kudengar ia mendesis…desis…i..

“Sss… Ahh..”

Ternyata ia sedang membayangkan sedang bersetubuh, ia sedang bermasturbasi. Aku sangat garang menyaksikannya tubuhnya yang mulus walau perutnya agak membuncit, justru menambah nafsuku. Lalu pelan-pelan kulepaskan pakaianku satu-persatu hingga saya telanjang bulat. Batang kemaluanku sudah sangat tegang, kemudian tanpa bunyi saya menghampiri Mbak Menik, kuikuti gerakan tangannya meremasi buah dadanya. Dia tersentak kaget lalu menarik selimut dan menutupi tubuhnya.

“Sedang apa Anda di sini!, tolong keluar!” katanya agak gugup.

“Mbak nggak usah panik.. kita sama-sama butuh.. sama-sama kesepian, kenapa tidak kita salurkan bersama,” kataku merajuk sambil terus berusaha mendekatinya tapi ia terus menghindar.

“Ingat Dik, saya sudah bersuami dan beranak tiga,” ia terus menghiba.

“Mbak, saya juga sudah beristri dan punya anak, tapi kalau sekarang terus terperinci saya sangat terpesona oleh Mbak. Nggak ada orang lain di sini.. cuma kita berdua.. pasti nggak ada yang tahu. Ayolah saya akan memuaskan Mbak, saya komitmen nggak akan menyakiti Mbak, kita lakukan atas dasar suka sama suka dan sama-sama butuh, mari Mbak!”

“Tapi saya sekarang sedang hamil, Dik.. kumohon jangan,” pintanya terus.

Aku hanya tersenyum, dan saya berhasil menyambar selimutnya, lalu dengan cepat kutarik ia dan kujatuhkan di atas ranjang dan secepat kilat kutubruk tubuhnya, dan wajahnya kuhujani ciuman tapi ia terus meronta sambil berusaha mengelak dari ciumanku. Segera tanganku beroperasi di dadanya. Buah dadanya yang lumayan besar itu jadi garapan tanganku yang mulai nakal.

“Ouughh jangaan Diik.. Kumohon lepaskaan..” rintihnya.

Tanganku yang lain menjalari daerah kewanitaannya, bulu-bulu lebatnya telah kulewati dan tanganku kesudahannya hingga di liang senggamanya, terasa sudah basah. Lalu kugesek-gesek klirotisnya dan kurojok-rojok dinding kemaluannya, terasa hangat dan lembab penuh dengan cairan mani.

“Uhh.. ss..”

Akhirnya ia mulai pasrah tanpa perlawanan. Nafasnya mulai tersengal-sengal.

“Yaahh.. Ohh.. Jangaann Diik, Jangan lepaskan, akuuuuuu….. ssshhhhhhhh..”

Gerakan Mbak Menik semakin liar, ia mulai membalas ciumanku, bibirku dan bibirnya saling berpagutan. Aku senang, kini ia mulai menikmati permainan ini. Tangannya meluncur ke bawah dan berusaha menggapai laras panjangku, kubiarkan tangannya menggenggamnya dan mengocoknya. Aku semakin beringas lalu kusedot puting susunya dan sesekali menjilati buah dadanya yang masih kencang walaupun sudah menyusui tiga anaknya.

“Yahh.. addduhhhhh diiikkkkk… ssshhhhh..” katanya sambil menggelinjang.

Kemudian saya bangun, kulebarkan kakinya dan kutekuk ke atas. Aku semakin garang melihat liang kewanitaannya yang merah mengkilat. Dengan serta merta kuelus dan kuraba kemaluannya yang cantik merekah itu.

“Aaahh.. Ohh.. mmmhhh… ssshhhhh Diik.. yaakh……..ssshh..”.

Klirotisnya tampak merah merekah, menambah gairahku untuk menggagahinya.

“Sudaahh Dikk.. sekarang.. ayolah sekarang.. masukkan.. saya sudah nggak tahan..” pinta Mbak Menik.

Tanpa buang waktu lagi kukangkangkan kedua kakinya sehingga liang kewanitaannya kelihatan terbuka. Kemudian kuarahkan batang kejantananku ke lubang senggamanya dan agak sempit rupanya atau mungkin sebab diameter kemaluanku yang terlalu lebar.

“Pelan-pelan Dik, punya kau besar sekali.. ahh..”

Dia menjerit ketika kumasukkan seluruh batang kemaluanku hingga saya mencicipi mentok hingga dasar rahimnya. Lalu kutarik dan kumasukkan lagi, lama-lama kupompa semakin cepat.

“Oughh.. ahh.. ahh.. ahh..” Mbak Menik mengerang tak beraturan, tangannya menarik kain sprei, tampaknya ia menikmati betul permainanku.

Bibirnya tampak meracau dan merintih, saya semakin bernafsu, dimataku ia ketika itu ialah wanita yang haus dan minta dipuaskan, tanpa berpikir saya sedang meniduri istri orang apalagi ia sedang hamil.

“Ouuhh Diik.. Mbak mau kelu.. arrrrr……. aahh..” Dia menjerit sambil tangannya mendekap erat punggungku.

Kurasakan,

“Seerr.. serr..” ada cairan hangat yang membasahi kejantananku yang sedang tertanam di dalam kemaluannya.

Dia mengalami orgasme yang pertama. Aku kemudian menarik lepas batang kejantananku dari kemaluannya. Aku belum mendapat orgasme. Kemudian saya memintanya untuk doggy style. Dia kemudian menungging, kakinya dilebarkan. Perlahan-lahan kumasukkan lagi batang kebanggaanku dan,

“Sleep..” batang itu mulai masuk hingga seluruhnya amblas lalu kugenjot maju mundur.

Mbak Menik menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan batang kejantananku.

“Gimaa.. na…. Mbaak, enak kan?” kataku sambil mempercepat gerakanku.

“Yahh….. ssshhhhhh… duhhhh dik…… aahh.. aaah.. uuhh.. aahh.. ehh.. kok…… gini….. shhhhhhh”

Dia semakin bergoyang liar menyerupai orang kesurupan. Tanganku menggapai buah dadanya yang menggantung cantik dan bergoyang bersamaan dengan perutnya yang membuncit. Buah dada itu kuremas-remas serta kupilin putingnya. Akhirnya saya merasa hingga ke klimaks, dan ternyata ia juga menerima orgasme lagi.

“Creett.. croott.. serr..” spermaku menyemprot di dalam rahimnya bersamaan dengan maninya yang keluar lagi.

Kemudian kami ambruk bersamaan di ranjang. Aku berbaring, di sebelah kulihat Mbak Menik dengan wajah penuh keringat tersenyum puas kepadaku.

“Mbak capek…….. ahhhhhhhhhhhh” katanya.

“Mbak, setelah istirahat bolehkah saya minta lagi?” tanyaku.

“Sebenarnya saya juga masih pengin, tapi kita sarapan dulu kemudian kita lanjutkan lagi.”

Akhirnya selama 2 hari Sabtu dan Minggu saya tidak keluar rumah, menikmati badan bahenol Mbak Menik yang sedang hamil 4 bulan. Berbagai gaya kupraktekkan dengannya dan kulakukan di kamar mandi, di dapur dan di meja makan bahkan sempat di halaman belakang sebab rumahku dikelilingi tembok. Di tanah kubentangkan tikar dan kugumuli ia sepuasnya. Pada istriku kutelepon kalau saya ada peran luar kota selama 2 hari, pulangnya hari Senin. Mbak Menik bilang selama 2 hari itu ia betul-betul mencicipi seks yang bekerjsama tidak menyerupai ketika ia bersetubuh dengan suaminya yang asal sabung lalu KO. Dan ia berjanji kalau sedang mengunjungi suaminya, ia akan menyempatkan meneleponku untuk minta jatah dariku.

Minggu malam kuantarkan ia ke kost suaminya tapi hanya hingga ujung gang dan tidak lupa kuberi ia sedikit uang sebagai bantuanku pada anaknya yang sedang di rumah sakit.

Begitulah seterusnya, bila ia ke Surabaya menemui suaminya. ia menghubungiku lewat telepon di kantor dan saya menemuinya di terminal. Kami melaksanakan persetubuhan di hotel, suatu pengalaman yang sangat nikmat.

Cerita sex 2017, dongeng sex dewasa, dongeng dewasa, dongeng abg dewasa, dongeng mesum abg, dongeng tante sex, dongeng ngentot, dongeng seks sedarah, dongeng bokep, sex ditempat umum, dongeng sex anak, dongeng sex hot, dongeng hot janda, dongeng sex ibu, dongeng sex sedarah, dongeng sex terbaru, dongeng hot dewasa, dongeng sampaumur tante, dongeng sampaumur panas, dongeng sex mesum. Sumber http://www.ceritasex2017.com/
Previous
Next Post »
0 Komentar