Cerita Porno Bakir Balig Cukup Akal Terhot Di Daerah Karoke

Cerita Porno Dewasa Terhot Di Tempat Karoke – Rumah Seks Com: Berita Dewasa Cerita Sex Terbaru 2015, Cerita Bokep Terlengkap, Cerita Sex Terupdate, Cerita Porno Terbagus, Cerita XXX TerPanas, Cerita ML Sedarah, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Ngewe Tante Girang, Cerita Dewasa Terpopuler, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Porno | Perkenalkan nama ku Rudi. Aku berumur 24 tahun, dan skr masih kuliah di sebuah unversitas swasta di Jogja. Aku berasal dari keluarga yg dibilang mampu. Ayahku seorang pejabat di Jakarta. Jadi, taraf hidupku bisa dibilang mewah. Di Jogja, saya mengontrak bersama teman-teman sekampusku.



Ya meskipun saya tergolong orang yang mampu, saya lebih menentukan kontrak bersama teman-temanku daripada tinggal di rumah sendiri, walaupun orang tuaku berkali-kali memperlihatkan untuk membeli rumah di Jogja, alasannya saya lebih suka hidup bersosialisasi, berkumpul-kumpul dengan teman-temanku.

Kisahku terjadi dikala masa liburan kuliah sehabis ujian selesai semester. Semua teman-teman sekontrakanku berasal dari kota-kota di sekitar Jogja. Seperti, Klaten, Solo, Magelang. Jadi, liburan menyerupai ini mereka niscaya pulang ke kota masing-masing. Hasilnya, saya sendirian saja di kontrakan. Tapi kesendirianku terobati alasannya dikontrakan ini kami memasang jalan masuk internet, jadi saya bisa browsing, mencari informasi-informasi di internet.

Atau bisa chatting, sapa tau ada cewek yang bisa menemaniku. Setelah beberapa usang browsing, saya menemukan satu lembaga yang membahas perihal tempat-tempat ‘underground’ di wilayah Jogja. Setelah kubaca satu per satu obrolan-obrolan mereka di lembaga itu, saya tertarik dengan pembahasan perihal satu kawasan karaoke yang menyediakan cewek2 untuk menemani karaokean. Dan tak jarang, cewek2nya bisa diajak ml di dalam ruang karaoke.

“Wah, boleh dicoba nih”, pikirku. Setelah selesai membaca semua dialog perihal kawasan karaoke itu, saya pun memantapkan tekad untuk mencoba kesana malam ini seorang diri. Pasang muka tembok aja. Lagian saya bayar juga toh. Aku pun bergegas mandi dan berpakaian sekeren mungkin serta tak lupa menyemprotkan parfum imporku. Kemudian saya naik ke honda Jazz ku dan eksklusif meluncur ke lokasi.

Kuparkirkan mobilku, kemudian saya berjalan menuju resepsionis.
“Mau karaoke mas?” Tanya resepsionisnya.
“iya mbak. Tarifnya berapa ya disini?” tanyaku.
“masnya sendirian ya? Kalau sendiri pake yg ukuran small aja mas……”, kemudian saya dijelaskan perihal harga2, paket2 dan kemudahan yg didapat. Ternikmat.com Kemudian saya menentukan satu paket, dimana saya bisa menerima 4 orang cewek untuk menemani, 1 botol Jack’D dan 3 jam karaoke.

Kemudian ada seorang cewek yg sedikit berumur, kutaksir umurnya sekitar 35 tahun. “Mari mas saya antarkan untuk pilih sobat karaokenya”, kata cewek itu. Ternyata cewek itu menyerupai “mami”nya neh. Kemudian kami pergi meninggalkan resepsionis dan melewati sebuah bar, dan berhenti di sebuah lorong yg di dindingnya ada sebuah beling satu arah.

Dan di dalamnya ada sebuah ruangan besar yang ada banyak cewek2 yg sedang duduk berderetan di kursi2 yg disusun sedemikian rupa, sehingga tamu2 sanggup leluasa untuk memilih. Dan semuanya menggunakan gaun2 yang sangat menantang pria. Roknya sangat pendek, hingga hampir celana dalamnya kelihatan jikalau mereka membuka sedikit pahanya, berdada terbuka hingga memamerkan belahan tokednya, tanpa lengan semua jadi hanya seutas tali yang melingkari lehernya atau di pundaknya sehingga memamerkan lengan mereka yang mulus2

“Gile, pilih yang mana nih???”, pikirku.

Pilih…pilih..pilih… dan si mami juga memberikanku beberapa masukan perihal “anak2nya”. Akhirnya pilihanku jatuh pada 3 cewek yang kelihatannya sedang asyik ngobrol.

“kan jatahnya 4 cewek mas, kok Cuma pilih 3?”, tanya si mami.
“3 dulu aja mbak, tu aja udh kebanyakan. Aku kan Cuma sendiri” jawabku.
“Oya udh kalo gitu, tunggu sebentar ya”. Kemudian mami itu masuk ke pintu di sebelah beling dan berteriak “ANDIN… CIKA… VENI…”.

Sementara itu, saya dihampiri seorang waitress, “mari mas, saya antarkan ke room nya. Nanti sobat karaokenya eksklusif ke room kok”, ajak pelayan itu. Kemudian kami berjalan menyusuri lorong panjang, dan disitu terdapat banyak room untuk berkaraoke. Dan terdengar juga suara2 orang yg sedang berkaraoke disitu, walaupun hanya menyerupai berdebam. Akhirnya hingga di room pesenanku.

Kemudian saya masuk dan pelayan itu meninggalkanku sendiri. Ada sofa panjang di 1 sisi ruangan dan didepannya ada sebuah meja, yg sudah terdapat 1 botol Jack’D, 1 pitcher cola, sekeranjang buah, dan 5 buah gelas. Dan terdapat 1 layar monitor besar di sisi yang lain lengkap dengan sound system disampingnya serta tergantung di langit2 room.

“Ah tak ada salahnya saya siapkan dulu kesan pertama”, pikirku. Kemudian saya susun 4 gelas di atas meja, saya tuangkan Jack D dan cola di dalamnya, dan ku selipkan selembar uang seratus rubian di bawahnya. Tak usang kemudian pintu terbuka dan masuk 3 cewek bagus yg kupilih tadi., yg eksklusif duduk di sebelahku.

Kemudian kami berkenalan, yg pertama, “hai, namaku cika”. Cika punya wajah yg oriental, tampaknya org keturunan China gitu, dan wajahnya manis bgt. Kulitnya putih bersih, bodinya langsing, tapi tak lebih tinggi dariku, ukuran bra sekitar 34B. Yang kedua,

“Aku Andin”. Yang ini facenya Jawa bgt, cantik, kulitnya putih, dan bra nya sekitar 36A. Yang ketiga,
“Veni”, yg ini favoritku, wajahnya menyerupai blasteran gitu, sangat cantik, dan tubuhnya sangat proporsional, dan branya sekitar 34B.

Mereka semua menggunakan gaun yang jauh di atas lutuh sehingga sangat memamerkan kemulusan paha masing2 dan berdada rendah sehingga sangat terperinci terlihat belahan dada mereka. Libido ku pun eksklusif naik, begitu juga penisku yang mulai berontak dibalik celana. Ingin rasanya kugarap mereka sekaligus. Tapi saya belum punya rencana.

“Ayo diminum dulu, sekaligus buat perkenalan. Aku Rudi. Kalian semua cantik2 ya.” Kataku pada mereka.
“Loh kok udah dituangin mas. Ini kan kiprah kita” kata Cika.
“Ah gak papa. Ayo kita minum”, sembari mengangkat gelasku. Dan mereka pun mengangkat gelas masing2, dan kulihat mereka lsg menyambar uang yg kuselipkan tadi dan dimasukkan ke kantong masing2.

Selesai minum, Vika bertanya,

“mau nyanyi apa nih mas?”. Setelah ngobrol2 sejenak dan memilih2 lagu, kemudian kami berkaraoke bersama2. 1 lagu… 2 lagu… 3 lagu… sambil menghabiskan minuman yang ada. Ternikmat.com Sudah hampir habis setengah botol lebih, gaya2 mereka terlihat semakin panas.
“wah mulai mabok neh mereka”, pikirku.

Goyangan2 mereka semakin erotis, dan tak jarang bergoyang ber2 bersama temannya, kadang mereka juga menari ber3 dan memperlihatkan tarian yang sangat memancing gairah. Sedangkan saya hanya duduk dan menikmatinya sambil mengamati keadaan mencari waktu yang tepat untuk bisa menggarap mereka, penisku juga bangun terus dari tadi.

“Tapi bisa gak ya?”, saya bertanya2 dalam hati.

Kemudian, mereka mulai memutar lagu2 dugem, dan saya ditarik sepakat Veni.

“ayo mas ikut jogged dong, jangan duduk aja”, ajak Veni sambil menarik lenganku. Kemudian kami berjoged berdua,

Veni membelakangiku sambil menggoyang2kan pantatnya tepat didepan penisku. Aku pun ikut bergoyang sambil sedikit2 mendekat2kan penisku ke celananya.

“wah mas payah neh, segitu aja “dedek”nya udah bangun”, kata Veni. Aku kaget, ternyata Veni menyadari jikalau penisku sudah menantang dari tadi.
“Abis kalian goyangnya seksi banget seh dari tadi”. Kemudian Cika bergabung bersama kami. Dia berjoged seksi di belakangku dan mengarah ke aku. Sesekali payudaranya mengenai punggungku, dan dikala itu saya sengaja berjoged dengan gaya sedikit memundurkan punggungku. Kenyal baget tokednya ni cewek, dan tak ada tanda penolakan dari Cika.

Kemudian Andin tiba dengan membawa minuman untuk kami, eksklusif kami minum habis. Andin sedikit tersenyum kearahku, tiba2 ia mengelus penisku yg seudah tegang dari luar jeansku, kemudian berbalik dan mengembalikan gelasku ke meja, kemudian bergabung berdansa.

“Wow, tampaknya 3 cewek ini memberi lampu hijau neh”, pikirku. Paling asal saya kasih duit lagi, mereka mau saya ajak sex party disini.
“Coba nekad aja lah” pikirku, sambil tetap berjoged, saya merogoh kantongku, mengambil 2 lembar seratus ribuan, kemudian kupeluk Veni dari belakang, dan memperlihatkan uang tersebut ke Veni dan goyangan pantatnya ternyata lebih erotis lagi di depan penisku.

Pelan2 kuelus uang itu di lehernya. Tak ada tanda penolakan, kemudian sedikit turun kebawah dan balasannya kuselipkan masuk ke branya, sambil sedikit kusentuh tokednya.

“Mas horny ya?” tanya Veni sambil mengelus penisku dari luar.
“iya nih Ven, rasanya udah gak nyaman banget neh” jawabku.
“Gak nyaman gimana mas?”, tanyanya lagi
“Capek tegang terus dedekku, butuh pelampiasan kayanya”, jawabku mencoba to the point.
“bisa diatur kok mas”. Wow, berhasil nih.
“tapi dimana? Disini?”, tanyaku.
“Iya lah, disini aja, Aku mau kok. Paling Cika ama Andin juga mau, asal mas kasih mereka tip juga kaya saya tadi”, jawab Veni. Matre!!! Tapi gak problem buatku.

Kulepaskan pelukanku kemudian kurogoh lagi celana ku dan menyiapkan 2 lbr uang di tangan kiri dan 2 lbr di kanan. Lalu kudekati Cika dan Andin yg sedang berjoged. Kupeluk leher mereka berdua kemudian memamerkan uang yg sedang kupegang di depan mata mereka. Ternikmat.com Respon mereka eksklusif sumringah melihat lembaran uang merah yg kupegang, dan kumasukkan uang itu ke bra mereka. Cika mengelus penisku dari luar,

“wah, horny ya sama kita2?” tanya Cika.
“iya nih, kalian seksi2 seh. Mau bantuin saya gak?” tanyaku dengan sedikit berdebar2, “Mau banget mas..”, Andin yg menjawab sambil eksklusif memasukkan tangannya ke celanaku dan meremas penisku.
“ih, besar juga”, Andin sedikit terkejut. Ukuran penisku memang tergolong memuaskan untuk wanita, panjang 17cm diameter 4cm.

Tapi sebelum pesta dimulai, saya melihat botol minuman kami sudah habis.

“Eh, pesenin minuman lagi dong. Pesenin Galliano ya”, pintaku pada mereka. Kemudian Veni yg keluar sebentar untuk memesan.

Sementara itu, Andin meredupkan lampu ruangan sehingga suasana menjadi agak gelap, dan tiba2 Andin menarikku ke kursi, mendudukkanku dan berjongkok didepanku. Dia eksklusif membuka resletingku, menurunkan celanaku sedikit dan mengeluarkan penisku. Tanpa ba-bi-bu eksklusif djilatnya penisku yang sudah tegang sempurna.

Sementara Cika tetap bernyanyi, untuk menyamarkan keadaan, supaya waitress2 diluar tak curiga, sambil melirik2 ke arah kegiatanku dan Andin. Terlihat Andin sedikit susah memasukkan penisku ke mulutnya, alasannya ukuran penisku yang besar itu. Dia lebih sering menjilati kepalanya, batangnya, dan memasukkan penisku hanya sebahas kepalanya saja.

“ahhhh, hangat banget mulutmu sayang…..”, sambil tokednya tak luput kugenggam, kuelus2 dari luar gaunnya.

Kemudian kugenggam dengan kedua tanganku rambut Andin di belakang kepalanya, supaya saya bisa melihat terperinci penisku dipermainkan Andin. Kudorong2 sedkiti penisku dikala ia memasukkan penisku ke melalui bibir mungilnya itu,

“mmhhh….mmhhh….” bunyi yg keluar dari verbal Andin. Kemudian ia mengeluarkan kontolku, dijilati kepalanya, sambil mengocok2 penisku.
“Jangan didorong2 gitu dong mas. Gede banget nih. Gak cukup verbal Andin”, protes Andin.
“Iya..iya… maaf ya cantik”, kataku sambil mengelus pipinya, sementara tangannya masih mengocok penisku.

Tiba2 pintu room terbuka dan Veni masuk. Aku segera membetulkan celanaku, dan Andin eksklusif berdiri dan bergabung karaokean sama Cika. Aku kemudian berdiri dan bergabung bersama mereka.

“Sekarang giliran sapa?” tanya Veni kepada teman2nya.
“Barusan guwe, kini terserah mau lo ato Cika duluan”, jawab Andin.
“GILA. Aku digilir coy.
“Aku duluan aja gimana?” kata Cika.
“Ya udah gak papa”, jawab Veni.

Sekitar 15 menit kemudian, minuman datang, dan pelayan kembali meninggalkan kami.

“Disini ada kameranya gak sih?” tanyaku.
“Gak ada kok mas. Tenang aja. Cuma ada 1 waitress yg niscaya stand by didepan pintu”.

Pintu room itu memang ada sedikit kacanya, untuk pelayan diluar pintu memastikan tamu2 yang sangat kurang asuh atau mencegah tindakan mesum di dalam room.

“wah, terus gimana dong?”, tanyaku pada mereka.
“Tenang aja mas. Pokoknya mas niscaya puas deh”, kata Andin meyakinkanku. “Pokoknya ikutin aja aba-aba kita.

Aman deh”. Kemudian Cika pergi ke meja dan menuangkan minuman ke 4 gelas. Dan membawa 1 gelas ke aku, eksklusif kehabiskan minumanku. Kemudian Cika menarikku ke pojok kursi, menjauhi pintu room. Sama menyerupai Andin tadi, ia menyuruhku duduk dan berjongkok didepanku. Menurunkan jeansku hingga setengah paha.

Kemudian eksklusif mengulum penisku. Dijilatinya dengan telaten setiap centi penisku.

“Sssshhhhhhhh…. Enak banget sayang…..”, saya memujinya dan Cika hanya tersenyum.

Cewek keturunan China emang terkenal telaten waktu mengoral. Kemudian ia kelihatan membuka branya dan dimasukkan ke kantongnya, tapi ia tetap menggunakan gaun. Jilatannya turun kearah biji penisku. Disedot2 telur2nya, dijilati, kemudian dicium2inya. Ternikmat.com Kemudian ia kembali mengulum penisku. Tanganku mulai bergerilya. Kuremas2 tokednya yg pas di telapak tanganku, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Tanganku menyusup kedalam gaunnya, kupelintir2 pentilnya yang bertahap mulai mengeras.

“mmhhhh…mhhhh….mmppphhh……”, Cika mendesah2 tak karuan. Aku merogoh kantongku lagi sambil berbisik ke Cika,
“Say, kalo ml berani gak?”. Dia mengangkat kepalanya dan mencium bibirku, melumat bibirku dan memasukkan lidahnya ke mulutku.

Kubalas dengan memutar2 lidahku berpautan dengan lidahnya di dalam mulutku. Kemudian melepaskan ciumannya, melirik kearah tanganku dan berkata,

“Boleh”. Yessss….

Aku mengeluarkan tanganku dari kantong sambil mengeluarkan selembar uang merah, dan memasukkannya ke kantong Cika.

“Tapi berdiri ya mas. Dideket mereka”, sambil menunjuk kearah Andin dan Veni yg sedang bernyanyi sambil berjoged.

“Supaya samar mas. Kalo sekilas keliatan dari luar kan kita lagi karaokean rame2”. Gak problem buatku. Kemudian

Cika berdiri dan melepas celana dalamnya, dan kami berjalan kearah Andin dan Veni yg sedang bernyanyi.
Cika seolah berbisik sebentar dengan kedua temannya. Kemudian Andin merangkul leher Veni dan kembali bernyanyi lagi. Seolah mereka menutup2i dari pandangan waitress dari luar pintu room perihal acara kita ini. Lalu Cika mengajakku berdansa, dan menari erotis didepanku.

Sambil sesekali kuremas toket Andin yang sedang bernyanyi. Kemudian kupeluk Cika dikala menghadapku. Kucium bibirnya yang tipis, kusedot2 lidahnya, kumasukkan lidahku ke mulutnya dan menyusuri setiap sudut mulutnya. Kuturunkan gaunnya di cuilan dada sehingga terlihat terperinci tokednya yang indah.

Tangan kananku meremas2 tokednya, sementara tangan kiriku memainkan memeknya, kuelus2 clitorisnya, yang mengakibatkan erangan2 dari mulutnya sembari berciuman denganku. Aku melepaskan ciumanku dan mengulum2 pentil tokednya yang berwarna pink. Kemudian saya berjongkok didepan Cika, ia mengangkat satu kakinya ke pundakku, sehingga saya sanggup melihat terperinci memeknya yang ditumbuhi bulu2 halus disekitarnya. Aku menjilati clitorisnya, memasuk2an lidahku ke dalam memeknya.

“Sssshhhhhh…. Mmmmmhhhhhh…… sssssssshhhhhhhhh…..”, ia mendesah2 nikmat.

Cika memegangi kepalaku dan sedikit menekan2 kepalaku seolah ingin saya berlama2 mengoral memeknya. Sekitar 10 menit saya puas memainkan memeknya. Aku pun berdiri, menurunkan celanaku setengah paha, dan nongol deh penisku yang sudah super tegang, dan membalik tubuh Cika sehingga ia membelakangiku. Dia sedikit melebarkan kakinya dan membungku ke depan.

Dia mengarahkan kontolku kearah memeknya. Digesek2an penisku di memeknya. Dan mengatakan air liurnya dengan tangannya ke kepala penisku. Sambil memegang 2 tokednya dari belakang, kudorong kontolku yang sudah tepat di bibir memeknya. Masuk kepalanya, Cika kelihatan sedikit menahan tubuhku dan sedikit memekik.

“aww….sshhhhh… pelan mas. Gede banget….”.
“Memekmu sempit banget say…”. Kemudian kudorong lagi penisku semakin dalam ke memeknya Cika, sambil

kadang kutarik sebentar penisku dari dalam memeknya. “mmhhhhh….sssshhhh….sshhh…. aahhhhhhhhhh”, desahan Cika mulai tak karuan.

Setelah penisku masuk seluruhnya, mulai kugenjot pelan2 memeknya. Dan Cika mengimbangi dengan ikut memutar2 pantatnya, dan kurasakan sensasi yang luar biasa. Makin usang makin cepat kugenkot,

“ahh..ah…ahh…ahh…lebih…. ceppet… maasss… masukin… ampe… mentok….”. Kupercepat irama goyanganku, dan

Cika bisa mengimbanginya. Kudekap tubuh Cika, kuremas2 tokednya sambil kujilati lehernya, dan penisku tetap mengocok memeknya. “ahh..ah..enak banget memekmu sayang….”.

“teruss mas…teruss… saya mau keluar… mas.. mas.. ahhhhh… ssssssshhhhhh….”.
“Aaaaaahhhhhhhhhhhhhhh… aaarrrrggggggg………….”

Tubuhnya sedikit bergetar dalam pelukanku sambil mendesah2 tak karuan menahan orgasmenya. Kuperlambat goyanganku menjadi sangat lambat. Sambil kuraih bibirnya, kukulum2 lidahnya, tanganku tetap meremas2 tokednya, dan kontolku masih menggoyang memeknya dengan tempo yang sangat lambat.

Kurogoh lagi kantong celanaku, kuambil selembar uang merah. Kemudian Veni membawakanku segelas minuman.

Kuminum minuman itu dengan posisi kontolku masih menancap di memek Cika. Cika pun sedikit memutar2 pantatnya dan menjepit2 dinding memeknya sehingga penisku serasa diputar2 sambil dipijit2. Setelah menaruh gelas di meja, Veni kembali dan kutarik lengannya. Kumasukkan lembaran uang yang kupegang tadi ke kantong celananya.

“Sekarang kau ya sayang..”, kau membisikkan Veni. Veni menganggukkan kepalanya sambil tersenyum genit kepadaku.
“Di sofa yuk mas”, bisiknya sambil menjilat telingaku. Aku mencabut penisku dari memek Cika dan berjalan mengikuti Veni ke pojok sofa kawasan tadi saya dioral Cika.

Sementara Cika kini yang mengambil alih kiprah Veni berjaga dan menutup2i kami. Aku eksklusif duduk dan Veni eksklusif mengangkat bajuku sehingga terlihat dadaku yang bisa dibilang sedikit atletis.diciumi dadaku, dikulum2 putting susuku dengan lembut dan telaten. Ternikmat.com Tangannya sambil mengocok lembut penisku yang memang belum kututup. Kemudian jilatannya turun ke perutku dan berakhir didepan penisku yang masih sedikit berair oleh cairan memek Cika.

Dikulum2nya tanpa rasa jijik, sambil matanya menatapku dan tersenyum2 genit. Dijilati kepala penisku, disedot2… Kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya. Diantara 3 cewek ini, Cuma Veni yang bisa deep throat. Dimasukkannya penisku hingga hampir lebih dari setengahnya masuk ke dalam mulutnya. Aku pun sambil menggerakan sedikit pinggulnya, sehingga terlihat saya sedang mengentot mulutnya.

Puas mengoralku, ia pun berdiri dan eksklusif menaikiku, mengangkat roknya dan terlihat g-stringnya. Dia meminggirkan talinya ke samping dan mengarahkan memeknya ke penisku. Digesek2an penisku di memeknya. Dimasukkan pelan2 penisku ke dalam memeknya, sambil digoyang2kan naik turun. “sshhhh….mmmm…..”
mulutnya mulaih mendesah . Kuremas2 tokednya yang menantang di depan mataku. Kuturunkan gaunnya kemudian kujilati putingnya.

“ahhh…ahhh..ahhh… yummy mas….”.

Sudah setengah penisku masuk, tiba2 kudorong penisku hingga masuk semuanya ke memeknya.

“aww…aw…. Pelan mas… agak sakit… gede seh punya mas…”, protesnya.
“Iya maaf sayang. Tapi yummy kan?”, tanyaku

Dia mengangguk dan tersenyum.

Kemudian ia mulai bergerak naik turun, dan kuimbangi dengan ikut menggoyangkan pantatku. Kucium bibirnya yang tipis, kumainkan lidahku melawan lidahnya. Tanganku tetap meremas2 tokednya yang kenyal banget, sambil kupercepat irama goyangan pantatku.

Plok….plok…plok…..plok…. pantatnya beradu dengan pahaku. “mmpphhh….mpphhh….mmmppphhh….. ” desahannya didalam cimuan.

10 menit kupompa penisku dalam memeknya, tiba2 ia melepaskan ciuman dan pelukanku kemudian menegakkan badannya. Sambil tetap bergerak naik turun seolah ingin memuaskan dirinya sendiri memainkan penisku dalam memeknya. Dia mulai meremas2 sendiri tokednya yang padat, serta mengibas2kan rambutnya, dan Veni terlihat menggigit bibirnya sendiri menyerupai menahan kenikmatan.

“ahh… ahh…ahh… ahh… mmhhh… mmhhh….”, mulutnya meracau tak karuan.

Aku pun hanya duduk dan menikmati penisku yang dipijat2 oleh memek Veni, dan memandang Veni yang bergerak naik turun diatas penisku sambil bergoyang erotis.

“Kuat juga ni cewek. Keliatannya masih belum keluar”, pikirku dalam hati.

Tak usang kemudian Andin tiba dan duduk disebelahku. Dia menyodorkan gelas berisi minuman.

“Lawaran ya mas. Berani gak?”, tanya Andin
“Wessss… sapa takut. Sini”, eksklusif kuambil gelas yang diberikan Andin, dan kutegak minumanku. Shitt…..

Tenggorokanku eksklusif terbakar rasanya. Dadaku juga panas. Birahiku juga ikut terbakar sehabis menenggak minuman itu.

Langsung kutarik tubuh Andin mendekatiku, kuturunkan gaunnya dan eksklusif kuciumi tokednya, kujilat2 dan kusedot2 putingnya dan kuremas2 tokednya yang lain.

Sementara itu, Veni masih memainkan penisku di memeknya, ia bergerak naik turun, memutar2 pantatnya.

Sungguh sensasi yang luar biasa dikala itu.

“Ssshhhh… sssshhh…. Ssshhh…..”, Andin rupanya menikmati permainan lidahku di tokednya, ia sedikit menaikkan badannya supaya tokednya pas berada di depan wajahku, serta memeluk kepalaku, dan saya bisa leluasa memainkan tokednya yang indah.

Tanganku turun menyibak rok gaunnya, dan mulai menyentuh memeknya. Ternyata celana dalamnya sudah dilepas, sehingga tanganku bisa leluasa memainkan klitorisnya. Kugesek2an tanganku, sambil kadang2 kumasukkan sedikit jariku ke memeknya.

“ahhhhh.. mmmhhh…. Ahhh… mmmhhhh…. Sshhhhhh”, Andin mendesah2 menikmati permainanku.
“Sekarang ama kau ya say”, saya membisikkan Andin. Dia mengangguk.
“Ven, gantian dong”, ia berkata pada Veni.
“Wah, padahal belum keluar neh. Tapi ya udah deh, ntar lagi. Memekku pegel neh. Kontolnya gede say”, kata Veni yang kemudian mengecup bibirku sambil melepas penisku dari memeknya.

Kemudian ia berjalan ke arah Cika dan bergabung karaokean bersama Cika.

“Say, doggy style yuk. Kamu berlutut di bawah, hadep kursi”, pintaku kepada Andin, saya pun ingin pegang kendali disini, gak cuma ikut aba-aba mereka, tapi tetap mengutamakan keamanan. Daripada digrebek disini…?

Andin pun eksklusif mengiyakan dengan turun kebawah dan nungging menghadap sofa, sedangkan saya eksklusif bersiap2 di belakangnya.

Kunaikkan roknya, dan kugesek2an penisku di bibir memeknya.

“Mmmmmhhh……..”, Andin pun ikut mengerakkan pantatnya seiring gesekan2 penisku. Kemudian ku genggam pantatnya dan mulai kudorong masuk pelan2 penisku. Ternikmat.com Tidak terlalu susah, alasannya penisku sudah berair oleh cairan memek Veni, dan memek Andin pun sudah berair banget alasannya permainanku tadi.

Seperempat penisku sudah masuk ke memeknya. Dan saya menghentikan gerakanku.

“Oouuuhhhh…. Mmmmhhhhh……..”, Andin mendesah sambil menggerakkan maju pantatnya, kemudian dimundurkan lagi. Pelaannn… pelaannnn…. Sampai balasannya semua penisku masuk ke memeknya alasannya gerakan

Andin sendiri. Andin mempercepat gerakannya. Akupun hanya membisu dan mencicipi penisku dipijit2 memek Andin, sambil meremas2 tokednya yang menggantung2 dan bergoyang2 seiring gerakannya.

“Aww…awww…. Ohh…ohhh…. Mmmmhhh…mmhhh…ssssssshhhhhhh hhhhhh…” mulutnya meracau tak karuan. Aku mendekap Andin sambil menjilat2 telinganya, dan gerakannya menjadi semakin liar.
“Ahhhh… yummy banget memekmu sayang…. oouuuhhhhh…. Anget….”, bisikku ditelinganya.
“iya mas… ahhhh… ahhhh…. ****** mas juga…. Eennaakkkk…. Oouuhhh….”, ia membalas pujianku.

5 menit ia menggoyangku, saya pung kembali tegap dan meremas pantanya dengan kedua tanganku, dan menghentikan goyangannya. Sekarang saya yang ingin pegang kendali. Kugerakkan pinggulku, penisku menyodok2 memeknya, semakin cepat… cepat… cepat…

“Ahh… ahhh…. Ahhh… ahhh.. teruss… terus…. Teruss… ampe… mentok…. Mas…..”, ia meminta untuk dipuaskan penisku.

Aku pun semakin mempercepat goyangan ku, dan sesekali menghentakkan kontolku masuk ke memeknya.

“Aawwww….aawww…..enak mas… enakk…..”
“Memekmu juga mantep Ndin…”, pujiku

10 menit saya mengobok2 memek Andin hingga balasannya ia kelihatan memekik dan menggenggam pahaku seolah memintaku untuk menghentikan sejenak goyanganku.

“Aaawwwww….. Oouuuuhhhh…..aku keluar…… masss….. ooohhhhhhh…. Stop dulu…. Masss…….oohhhhhh…….”, kepalanya terlihat ambruk ke sofa sambil terlihat menggigit2 bibirnya menaham kenikmatan.

Tapi saya tidak menghentikan goyanganku. Tetap kugerakkan penisku, meskipun tidak secepat tadi.

“Aaahhhh… mas….. nakal….. ihhh…..”.

Kulepaskan penisku dari memeknya kemudian berdiri. Posisi Andin tetap menungging di depan sofa, sedangkan saya menaikkan satu kakiku ke atas sofa dan menurukan sedikit badanku, menyodorkan penisku ke mulutnya. eksklusif disambut penisku yang sudah didepan mulutnya.

“Mmmmhhhh… mmppphhhhh….mmmmm…..”, dikulum2nya penisku. Dimainkan lidahnya dalam mulutnya dikala penisku masuk ke dalam mulutnya. tak ada rasa jijik yang terlihat dari raut mukanya.
“Aahhhhh…….. yummy banget say”, saya terus memujinya. Dia mengeluarkan penisnya dan menjilati kepalanya sambil matanya melirik ke arahku, sambil tersenyum.

Aku merogoh kantongku lagi dan memasukkan selembar uang merah ke kantongnya.

Aku bangun ke arah Veni dan Cika yang sedang asyik karaokean berdua. Kutarik Veni dan eksklusif kulumat bibirnya. Kita berciuman mesra sambil kuremas2 tokednya. Cika menyodorkan mike karaoke ke Andin. Andin eksklusif mengambil mike itu dan eksklusif melanjutkan nyanyian Cika sebelumnya.

Kemudian cika berjongkok didepanku dan eksklusif memasukkan penisku yang memang belum kutup lagi ke dalam mulutnya. Kupegang kepala Cika dan kugerakkan sedikit pantatku maju mundur, ingin mengentot verbal Cika. Cika pun menyambut dengan ikut menggerakkan kepalanya, dan memainkan penisku dengan panasnya. Semantara itu, Veni melepaskan ciumannya dan menarik kepalaku ke arah tokednya. Kusambut tokednya yang kenyal itu, kusedot2 dan kukulum2 putingnya.

“Ssshhhh….. aahhh….. mas ini besar lengan berkuasa banget seh ml nya…..”, puji Veni.
“Yah gimana ya, lagi hot banget seh ne. Kan sayang kalo cepet2 keluar. Tar kalian gak puas lagi ama aku”, jawabku yg kemudian kembali menjilat2i pentilnya.
“Iya nih mas, malah kita ber3 yang kewalahan”, kata Cika sambil mengocok2 halus penisku.

Aku pun hanya tersenyum ke arahnya dan kembali menarik kepala supaya memasukkan lagi penisku melalui bibir tipisnya itu. Cika pun kembali mengulum2 penisku dengan panasnya. Diputar2 kepalanya supaya mengatakan sensasi yang berbeda di penisku.

Kemudian Veni ikut berjongkok didepanku. Mereka berdua saling bergantian mengulum2 penisku. Gila…nikmat banget dioralin 2 cewek kaya gini.

“Aaaahhhhhh yummy sayangg……..”, kataku sedikit berteriak.

Veni mengulum penisku, dimasukkan sedalam2nya penisku kedalam mulutnya, kemudian dihisap2nya lagi.

Sementara itu Cika menjilat2ti biji penisku, disedot2 telornya. Wah sungguh kenikmatan yang tiada tara dikala itu.

Setelah beberapa saat, kutarik Veni, kusuruh ia bersandar di tembok. Kuangkat 1 kakinya. Dengan gaya berdiri, kuarahkan penisku ke memeknya, dengan 1 hentakan penisku eksklusif masuk ke memeknya.

“Aaawww…. Oohhhhh….. mentokk… mass……”

Kegerakkan pantatku, eksklusif ke tempo cepat. Birahiku sudah diubun2 dan sudah ingin kukeluarkan pejuhku.

Kusodok2 memek Veni. Veni menggigit bibirnya, dan tangannya mengelus2 tembok disamping2nya tak karuan, tangan yg satu meremas2 tokednya sendiri.

“Ahhh…ah… ahh…ahhh.. ahhh…. Hhhhhhh……. Mmmmmmmhhhhh……”, ia mendesah tak karuan.

Cika menghampiriku dan menuangkan pelan minuman di gelas yang ia bawakan. Shit… ternyata lawaran lagi.

Dadaku eksklusif panas. Kemudian menarik kepalaku ke arah tokednya, dan eksklusif ku sedot2 putingnya, sambil tetap menggenjot Veni. Tak lama, Cika pun kembali berkaraoke bersama Andin. Kufokuskan permainanku ke Veni.

Sekarang ia memelukku, dan mencium bibirku, memainkan lidahnya didalam mulutku, menyapu setiap rongga mulutku. Sesekali kuhentakkan penisku masuk ke memeknya dengan sedikit keras.

“Mmmpppphhh….. mmmmppppphhhhh……”, ia mengerang dalam ciumannya.
Veni melepas ciumannya dan mendesah2 tak karuan.
“Aahhhh…. Aahhhh….. mas…. Masss…… ssshhhhhhhhhhh…….. oohhhhhh…..”

Tak usang kemudian, ia memelukku dengan erat dan menggigit samping leherku sambil sedikit mengerang dan badannya sedikit bergetar.

“Aaaaahhhhhhhhhhhhh…….. mmmmmppppppphhhhhhhh………. Aawwwhhhhhhhh……..”, ia mengerang2
“Aku….. Keluarrr….. mass……. Ooouuuuhhhhhhhhhh………….”, Veni mencapai orgasmenya.
“Hhhhhhhhhh….. yummy banget memekmu say”, saya memujinya

Kupelankan gerakanku, sambil meremas2 tokednya, dan sesekali mencium putingnya. Ekspresi Veni dikala itu, sambil memejamkan matanya ia menggigit bibirnya sambil tersenyum seolah menikmati orgasmenya, dan memegang kepalaku ingin saya terus memainkan putingnya. Aku pun tetap menggerakkan penisku dengan pelan, dan mencicipi ada cairan yang mengalir keluar dari memeknya. Hangat rasanya.

Setelah berhasil menciptakan orgasme 3 cewek ini, saya mencabut penisku dari memek Veni, dan berjalan menghampiri Cika. Cika tetap mengarah ke monitor di depan ruangan. Aku melirik ke arah pintu, dan melihat tidak ada waitress yang stand by disitu. Ternikmat.com Biraku sudah diubun2, pejuhku serasa berontak ingin segera dikeluarkan dari penampungannya, eksklusif saja kuangkat rok Cika, ia pun merespon sambil melebarkan sedikit kakinya dan agak membungkuk ke depan.

Langsung ketancapkan penisku ke memeknya yang sudah basah. Penisku eksklusif masuk seluruhnya, seolah ditelan memeknya. Langsung kegerakkan pantatku, dan Cika pun mengimbangi gerakanku. Kupercepat gerakanku, sambil kuremas2 toked Andin yang sedang bernyanyi disebelahnya, dan tangaku yang satu meremas toked Cika.

“Aahhh… ahhh….ahhh… hhhhhh…. Ooohhhhh….”, Cika mendesah2 kenikmatan.
“Iyaa… iyaa…. Memekmu juga…. Enak… hhhh…. Hhhh….”, saya menggenjot memek Cika dengan tempo yang cepat.

15 menit kemudian saya mencicipi pejuhku sudah mau keluar. Kudekap Cika, menjilati telinganya, dan tetap kugoyang pinggulku tanpa mengurangi temponya.

“Akkuuuu… hammmpir… kkelluarrr sayy…….”, bisikku ke Cika.
“Iya masss…. Iyaa….. jgn.. di dalem….. masss….. oohhhhh…… mentok….. rasanya….. sssshhhh…. Ssshhhhh……”
“Keluarin dimulutku aja mas”, Andin tiba2 membisikkanku sambil menjilat telingaku.

Dan ia sudah berjongkok di sampingku, menggulung rambutnya ke belakang, dan bersiap mendapatkan pejuhku.

Penisku sudah berdenyut2, dan kuhentak keras memek Cika.

“Aaawww….. aawwwww…….”, Cika sedikit berteriak.

Dan eksklusif kulepaskan penisku dari memek Cika, dan eksklusif kuarahkan ke verbal Andin yang sudah bersiap di sebelahku. Langsung dimasukkan penisku ke mulutnya dan dikulum2.

“Sayy.. sayyyy… aaarrrggghhhhhh….. ooohhhhhhhhhhh………”, pejuhku keluar di dalam verbal Andin yang mungil.

Andin sedikit kaget pejuhku keluar begitu banyak di dalam mulutnya dan terlihat sedikit pajuhku mengalir keluar dari sudut bibirnya.

“hhhhhh…. Hhhh…. Hhhh….”, Andin terlihat asik mengulum2 penisku sementara pejuhku masih di dalam mulutnya. Kemudian ia melepas penisku dan menelan semua pejuhku. Dia mengumpulkan pejuh2 yang sempat keluar dari mulutnya dengan jarinya, dan memasukkan jarinya ke dalam mulutnya, seolah tak ingin ada pejuh yang tersisa.

Tiba2 Cika ikut jongkok di depan penisku dan eksklusif mengulum penisku, membersihkan sisa2 pejuh di kepala penisku. Menjilati setiap centi penisku, seolah ingin kebagian pejuhku juga. Setelah puas mengoralku, ia bangun dan berjalan ke sofa. Aku pun mengenakan jeansku lagi dan duduk di sofa. Masih terengah2 alasannya pesta seks barusan, saya mengambil segelas berisi minuman di meja dan eksklusif menegaknya. Dan menyandarkan badanku ke sofa. Mereka bertiga juga ikut duduk di sofa, sambil tetap bernyanyi.

“Mas besar lengan berkuasa banget ya. 2 jam full ml nya. Kita bertiga dibentuk puas pula. Kalo Cuma maen berdua ama mas, bisa lemes dong”, celetuk Andin.
“Ah bisa aja kamu. Gak segitunya kali.”, jawabku.
“Kapan2 maen kesini lagi ya mas”, Veni berbisik sambil mengelus penisku dari luar.

Aku Cuma mengangguk dan tersenyum.

Setelah terasa puas, saya minta mereka untuk minta bill ke waitress nya.

“Kan masih kurang setengah jam lagi mas”, tanya Veni
“Udah cukup deh. Aku udah capek banget nih. Mau istirahat dulu. Kapan2 kita lanjutin lagi. Okey…..”, jawabku.
“Okayy……”, mereka serempak menjawab.

Mereka bertiga menggunakan bra dan celana dalam masing2, dan merapikan gaun dan rambut mereka yang sedikit acak2an.

Kemudian Andin keluar memanggil waitress. Setelah beberapa lama, waitress tiba membawa bill. Aku selesaikan problem pembayaran dan keluar dari room. Mereka ber3 mengantarku hingga ke parkiran. Sambil berjalan, tak lupa saya tukeran no hp mereka. Dan sebelum masuk mobil, tak lupa kucium bibir mereka satu per satu dan mengatakan selembar lagi uang merah kepada mereka masing2. Kulihat tukang parkir disitu hanya tersenyum dan geleng2 kepala. Lalu kunaik mobilku dan eksklusif pulang ke kontrakanku.

Sungguh malam yang menyenangkan. Baca juga Cerita Panas Dewasa Eksanti Bawahanku Yang Aduhai. Terima kasih sudah membaca kisah seks di web tantemesum.info
Previous
Next Post »
0 Komentar