Showing posts sorted by date for query gila-agus-membolehkan-aku-ngentot-rina. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query gila-agus-membolehkan-aku-ngentot-rina. Sort by relevance Show all posts

Nyonya Muda Jatuh Kedalam Pelukan Markus

Nyonya Muda Jatuh Kedalam Pelukan Markus
Cerita SeksNyonya Muda Jatuh Kedalam Pelukan MarkusRini yaitu seorang nyonya muda berumur 27 tahun dan belum mempunyai anak. Dalam kehidupan perkawinannya dengan Herman selalu berjalan mulus dan penuh kebahagian. Rini dikarunia postur tubuh yang cukup tinggi 161cm dan berkulit putih mulus dan ditambah tonjolan buah dada yang sedang. Pasangan ini dalam kesehariannya selalu sibuk dalam mengejar kariernya.

Rini malam itu keluar rumah untuk menghilangkan kepenatan selama dalam pekerjaannya.Malam itu tujuan mereka yaitu sebuah Restoran ternama yang terletak pada sebuah hotel dikota itu.. Dengan kebahagiaan yang dalam pasangan ini menikmati suasana malam di restoran itu sambil makan malam. Setelah merasa kenyang dan menuntaskan pembayaran, Pasangan ini kemudian beranjak pulang . Hendra menyetir BMWnya keluar dari pelataran parkir hotel itu menuju kejalan raya.

Suasana jalan malam itu amat ramai dan dipenuhi oleh pasangan2 muda yang bermalam minggu. Namun dalam keramaian itu tanpa disengaja Hendra mobilnya menyenggol kendaraan beroda empat di sebelahnya. Lalu Hendra menepikan mobilnya dan kendaraan beroda empat yang terserempet olehnya tadi juga menepi. Hendra keluar dari mobilnya dan melihat keadaan mobilnya, oo,, nggak apa apa cuma lecet dikit ! kata Hendra kepada Rini. Namun tidak demikian dengan pengemudi kendaraan beroda empat Kijang itu. Sopirnya yang berbadan kekar dan ditaksir berumur 53 tahun itu murka marah disertai kata kata garang kepada Hendra. Heyyyy… kemana aja mata kau haaaaaa…. bentak sopir itu. maaf pak saya yang salah , jawab Hendra sabar. Coba kau lihat bumper mobilku.. kata sopir itu lagi, hancur kan? Nah kau harus menggantinya kalau tidak malam ini kau ku tahan kata sopir itu lagi.Hendra melihat kendaraan beroda empat bapak itu, dan memang penyok dan ia bersedia menggantinya.
Sopir kijang itu kemudian meminta SIM Hendra , Lho apa hak bapak minta SIM saya kata Hendra, asal kau tahu ya anak muda, saya polisi sini, kau bisa ku bawa kekantor bagaimana? Haaa… dengan angkuh Bapak berkata pada Hendra. Lalu Hendra menyerahkan SIMnya pada oknum polisi itu.Karena hari dikala itu malam, Hendra minta pada oknum itu untuk menuntaskan problem itu esok harinya, sambil memperlihatkan alamat rumahnya. Oknum itupun menyanggupi sehabis sempat memandang kedalam kendaraan beroda empat Hendra dan melihat Rini yang malam itu sangat manis dan anggun dengan blus ungu ketat.

Rini yang berada dalam kendaraan beroda empat dikala itu melihat bencana itu dengan cemas dan mengkhawatirkan Hendra dengan melihat kesombongan oknum itu.Setelah oknum itu dan Hendra sepakat menuntaskan problem itu esok harinya di rumah Hendra. Lalu masing2 masuk kemobilnya dan bergerak untuk pulang.

Minggu pagi itu ibarat yang di sepakati, oknum itu tiba kerumah Hendra dan diterima Hendra dengan baik. Dengan sedikit basa busuk oknum itu memperkenalkan diri dan namanya yaitu Markus dan bertugas di kepolisian kota itu dengan pangkat iptu.Pagi ahad itu disepakati untuk kebengkel bersama Hendra untuk menanyakan perbaikan kendaraan beroda empat Iptu Markus itu.Sebelum berangkat Rini dengan ramah menyilahkan tamu itu untuk minum pagi dulu sehabis berjabat tangan dengan oknum polisi itu. Oknum polisi yang berjulukan Markus itu amat terpesona akan kecantikan Rini yang pagi itu amat segar bugar dengan kaos ketat dan celana 3/4 hingga betis.

Lalu Hendra dan Markus berangkat kebengkel dengan kendaraan beroda empat Markus. Setelah di ketahui yang rusak dan yang harus diganti maka Hendra menyetujui anggaran perbaikan kendaraan beroda empat Markus itu dan alasannya yaitu Hendra tidak membawa kendaraan beroda empat maka Dijanjikan esok hari Senin kendaraan beroda empat Pak Markus masuk bengkel. Siang harinya Markus menagntar Hendra kerumahnya yang terbilang asri dikota itu. Setelah pamit pada Hendra dan Rini maka Markus pulang.

Senin itu kendaraan beroda empat Pak markus di perbaiki dibengkel dan gres tamat esok harinya. Setelah mobilnya tamat dan kembali ibarat sedia kala maka Markus mendatangi rumah Hendra malam selasa itu untuk minta perhiasan biaya perbaikan.
Setiba dirumah Hendra malam selasa,ia mengetuk pintu rumah itu.Pak Markus memencet bel dan tidak usang kemudian pintu dibuka oleh Rini. Oo… pak Markus apa kabar pak? tanya Rini sambil menyilahkan markus masuk kedalam ruang tamu dikala itu. Mengenai yang kemaren Buk.. kan pak Hendra berjanji akan menambah kekurangan biayanya. jawab pak markus. Oo ya… saya ngerti jawab Rini… Tapi Mas Hendra sedang ke Medan untu seminggu ini dan ia titip pesan bahwa problem itu semoga saya saja yang handel , jelas Rini. sepakat bu… saya ngerti koq jawab Pak Markus. Wah…. mau minum apa pak? tanya Rini .. saya teh saja bu… jawab Markus.. bentar ya pak… saya bikinkan…kata Rini sambil beranjak kedapurnya. dikala itu Timbul pikiran kotor di otak Markus alasannya yaitu Rini hanya sendiri dan suaminya tidak dirumah ditambah oranglain tidak ada.Maka ia berencana untuk menaklukan Rini alasannya yaitu semenjak ia lihat malam itu di kendaraan beroda empat ia slalu membayangkan sosok Rini.

Beberapa dikala kemudian Rini keluar dari dapur dan membawa minuman dan sedikit masakan kecil. Nih pak tidak seberapa dicicipi ya pak? Rini menyilahkan tamunya minum sambil jongkok . Saat itu Markus melihat kepingan dada rini yang putih mulus itu ditutupi bra putih.Lalu Rini duduk didepan pak Markus.sambil berbincang bincang kesana kemari dan hari beranjak malam dikala itu, namun pak Markus belum juga mau pulang. Sedang Rini sudah salah tingkah malam itu. Sebab ia merasa tidak yummy hati kalau menyuruh tamunya pulang .
Markus yaitu Oknum polisi yang sudah berpengalaman dengan perempuan . Sebagai polisi ia amat cendekia memanipulasi keadaan dan memancing informasi dari seseorang. Dengan keahliannya ia pancing Rini untuk memberitahukan ttg kehidupannya ttg pekerjaan dan kehidupan ranjangnya. Tanpa disadarinya Rini terjebak dalam alur manipulasi markus yang seumur dengan ayahnya itu.

Rini yang biasanya amat membanggakan Hendra dalam banyak sekali hal ,saat itu tak berkutik dengan kata2 Markus yang menandakan bahwa sebagai laki2 Hendra itu tidak bisa dibanggakan alasannya yaitu tidak bisa melindungi istrinya ditambah hingga dikala ke tahun 3 perkawinan mereka belum di karunia anak. Rini merasa di telanjangi dan merasa pikirannya kosong dengan kemampuan Markus membawa emosi Rini kearah pemberontakan diri.
Dengan sedikit menggeser duduknya kesamping Rini, Markus dengan leluasa memegang jari Rini yang dikala itu terpaku. Sambil berkata, Dek Rini nggak usah khawatir, serahkan problem adek itu pada saya , bujuk Markus,sambil merangkul pundak Rini kedadanya.Rini berdasarkan seakan ia menerima daerah pemberian dikala itu.sambil membelai rambut dan balik indera pendengaran Rini Pak Markus terus memperlihatkan sugesti dan manipulasi keadaan pada Rini.Rini terhanyut alasannya yaitu nya.

Markus yang penuh dengan pengalaman bisa mengusai Rini dan ibarat terhipnotis, Rini berdasarkan saja dan memejamkan matanya dikala Markus mencium bibirnya yang merah jambu itu. Lalu tangan kekar yang ditumbuhi bulu itu meraih pinggiran buah dada Rini dan memilinnya.Rini hanya melongo dan hanyut terbawa alunan permainan tangan Markus. Lalu markus menghentikan tindakannya dan minta diri untuk pulang alasannya yaitu malam sudah larut. Ia tahu dikala itu Rini telah pasrah akan perbuatannya namun ia untur alasannya yaitu ia tidak mau terburu nafsu. Bu… saya pulang ya? Besok saya kesini lagi.. ooo ya bagaimana kalau saya jemput dari kantor besok? tanya Markus… ooo nggak usah pak. Dirumah saja jawab Rini seakan memberi peluang pada Markus untuk tiba esok malam.
Malam yang dijanjikan itu dengan menumpang taksi Markus hingga dirumah Rini. malam Bu… sapa markus.. ooo masuk pak… duduk dulu ya? kata Rini. malam itu Rini berdandan ibarat menanti seorang yang istimewa. Dengan bincang2 sebentar kemudian pak Markus pindah duduk disamping Rini dan memulai tindakan yang tertunda malam kemaren. Rini yang dikala itu memang telah dikuasai markus membiarkan setiap tindakan tangan dan ekspresi Markus yang berani membelai dada dan meremasnya.
Karena malam itu Markus ingin menjalankan aksinya maka ia bangkit dan mengunci pintu rumah itu dari dalam. Lalu ia kembali kesamping Rini dan dengan leluasa memegang apa saja yang ia sukai di tubuh Rini. Markus merasa tidak nyaman di ruang tamu itu kemudian membimbing Rini kekamarnya. Dikamar yang asri dan ber AC itu markus kemudian melepaskan satu persatu busana Rini hingga yang tertinggal hanya bra dan cdnya saja. Dengan keahlian dan lihainya ia giring Rini untuk menurut. Markuspun kemudian membuka busananya dan kemudian kedua makluk berbeda usia itu sama2 bugil dan membelai. Markus dengan sosok yang keakr diusianya yang mulai renta itu tapi penisnya tidak demikian penisnya tegak bangkit dan siap disarangkan ke kemaluan Rini.

Markus kemudian memperlihatkan kesempatan pada Rini untuk mengulum penisnya… Rini dengan aib kemudian mengulumnya dalam bibirnya dan menjilatnya hingga penuh semua rongga mulutnya. Sedang Markus pun terus memasukan jari tangannya kekemaluan Rini dan memainkan klitoris Rini. Tidak usang kemudian Rini orgasme dan lobang vaginanya lembap oleh cairan cintanya. pak Markus belum juga klimak namun pada waktu ke2 ia keluarkan maninya dimulut Rini dan tertelan oleh Rini, dikala itu Rini mau muntah alasannya yaitu ia tidak biasa begitu dengan suaminya.


Selamat membaca, semoga terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web Video HotVideo SexVideo SeksVideo MesumVideo 17Video PornoVideo BugilVideo NgentotVideo BokepVideo DewasaVideo ABG, Film Bokep, Film Porno, Film Dewasa, Cerita Sex ‪, ‎Cerita 17 Tahun,‬ ‪‎Cerita Bokep‬, ‪‎Cerita Dewasa, ‎Cerita Hot‬, Cerita Hot‎Cerita Kenikmatan, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Porno,‬ ‎Cerita Artis, ‎Cerita Tante‎Cerita Sex, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Sex Dewasa, ‎Tante Girang, ‎Cerita Seks Tante, ‎Ngentot Memek, ‎Cersex‬, Cerita ‎Ngentot, ‎Cerita JandaCerita ABGCerita 17Cerita Mesum

Sumber : InternetPornografi


3

Gila !! Agus Membolehkan Saya Ngentot Rina Istrinya

Gila !! Agus Membolehkan Saya Ngentot Rina Istrinya
CERITA SEX - GILA !! Agus Membolehkan Aku Ngentot Rina Istrinya #  Kurasa tidak perlu saya ceritakan ihwal nama dan asalku, serta tempat dan alamatku sekarang. Usiaku kini sudah mendekati empat puluh tahun, bila dipikir-pikir seharusnya saya sudah punya anak, alasannya ialah saya sudah menikah hampir lima belas tahun lamanya. Walaupun saya tidak begitu ganteng, saya cukup beruntung alasannya ialah menerima isteri yang menurutku sangat cantik. Bahkan sanggup dikatakan ia yang tercantik di lingkunganku, yang biasanya menjadikan kecemburuan para tetanggaku.

Rini. Selebihnya saya tidak tahu latar belakang mereka. Boleh dibilang kami ibarat saudara saja alasannya ialah hampir setiap hari kami ngobrol, yang terkadang di teras rumahnya atau sebaliknya.

Pada suatu malam, saya ibarat biasanya berkunjung ke rumahnya, sehabis ngobrol panjang lebar, Agus menawariku nonton VCD blue yang katanya gres dipinjamnya dari temannya. Aku pun tidak menolak alasannya ialah selain belum jauh malam kegiatan lainnya pun tidak ada. Seperti biasanya, film blue tentu ceritanya itu-itu saja. Yang membuatku kaget, tiba-tiba isteri Agus ikut nonton bersama kami.

Waduh, gimana ini Gus..? Nggak lezat nih..!

Nggak apa-apalah Mas, toh itu tontonan kok, nggak sanggup dipegang. Kalau Mas nggak keberatan, Mbak Res diajak sekalian. katanya menyebut isteriku.
Aku tersinggung juga waktu itu. Tapi sehabis kupikir-pikir, apa salahnya? Akhirnya saya pamit sebentar untuk memanggil isteriku yang tinggal sendirian di rumah.

Gila kamu..! Apa enaknya nonton gituan kok sama tetangga..? kata isteriku ketika kuajak.

Akhirnya saya aib juga sama isteriku, kuputuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah Agus. Mendingan eksklusif tidur saja supaya besok cepat bangun. Paginya saya tidak bertemu Agus, alasannya ialah sudah lebih dahulu berangkat. Di teras rumahnya saya hanya melihat isterinya sedang minum teh. Ketika saya lewat, ia menanyaiku ihwal yang tadi malam. Aku bilang Resty tidak mau kuajak sehingga saya eksklusif saja tidur.

Mataku jelalatan menatapinya. Busyet.., dasternya hampir transparan menampakkan lekuk tubuhnya yang semenjak dulu menggodaku. Tapi ah.., mereka kan tetanggaku. Tapi dasar memang pikiranku sudah tidak beres, kutunda keberangkatanku ke kantor, saya kembali ke rumah menemui isteriku. Seperti biasanya bila sudah begini saya eksklusif menarik isteriku ke tempat tidur. Mungkin alasannya ialah sudah biasa Resty tidak banyak protes. Yang luar biasa ialah pagi ini saya benar-benar gila. Aku bergulat dengan isteriku ibarat kesetanan. Kemaluan Resty kujilati hingga tuntas, bahkan kusedot hingga isteriku menjerit. Edan, kok saya hingga segila ini ya, padahal hari masih pagi.Tapi hal itu tidak terpikirkan olehku lagi.

Isteriku hingga terengah-engah menikmati apa yang kulakukan terhadapnya. Resty eksklusif memegang kemaluanku dan mengulumnya, entah kenikmatan apa yang kurasakan dikala itu. Sungguh, tidak sanggup kuceritakan.

Mas.., kini Mas..! pinta isteriku memelas.
Akhirnya saya mendekatkan kemaluanku ke lubang kemaluan Resty. Dan tempat tidur kami pun ikut bergoyang.

Setelah kami berdua sama-sama tergolek, tiba-tiba isteriku bertanya, Kok Mas tiba-tiba nafsu banget sih..?

Aku membisu saja alasannya ialah aib menyampaikan bahwa sebetulnya Rini lah yang menaikkan tensiku pagi ini.

Sorenya Agus tiba ke rumahku, Sepertinya Mas punya kelainan sepertiku ya..? tanyanya sehabis kami berbasa-basi.

Maksudmu apa Gus..? tanyaku heran.
Isteriku tadi cerita, katanya tadi pagi ia melihat Mas dan Mbak Resty bergulat sehabis ngobrol dengannya.
Loh, saya heran, dari mana Rini nampak kami melakukannya? Oh iya, gres kusadari ternyata jendela kamar kami saling berhadapan.
Agus eksklusif menambahkan, Nggak usah aib Mas, saya juga maniak Mas. katanya tanpa malu-malu.

Begini saja Mas, tanpa harus memahami perasaanku, Agus eksklusif melanjutkan, Aku punya ide, gimana bila nanti malam kita bikin acara..?

Acara apa Gus..? tanyaku penasaran.
Nanti malam kita bikin pesta di rumahmu, gimana..?
Pesta apaan..? Gila kamu.
Pokoknya damai aja Mas, kau cuman nyediain makan dan musiknya aja Mas, nanti minumannya saya yang nyediain. Kita berempat aja, sekedar refresing ajalah Mas, kan Mas belum pernah mencobanya..?

Malamnya, menjelang pukul 20.00, Agus bersama isterinya sudah ada di rumahku. Sambil makan dan minum, kami ngobrol ihwal masa muda kami. Ternyata ada persamaan di antara kami, yaitu menyukai dan cenderung maniak pada sex. Diiringi musik yang disetel oleh isteriku, ada perasaan yang agak gila kurasakan. Aku tidak sanggup menjelaskan perasaan apa ini, mungkin imbas minuman yang dibawakan Agus dari rumahnya.

Tiba-tiba saja nafsuku bangkit, saya mendekati isteriku dan menariknya ke pangkuanku. Musik yang tidak begitu kencang terasa ibarat menyelimuti pendengaranku. Kulihat Agus juga menarik isterinya dan menciumi bibirnya. Aku semakin terangsang, Resty juga semakin bergairah. Aku belum pernah mencicipi perasaan ibarat ini. Tidak berapa usang Resty sudah telanjang bulat, entah kapan saya menelanjanginya. Sesaat saya merasa bersalah, kenapa saya melaksanakan hal ini di depan orang lain, tetapi kemudian hal itu tidak terpikirkan olehku lagi. Seolah-olah nafsuku sudah menggelegak mengalahkan pikiran normalku.

Kuperhatikan Agus perlahan-lahan mendudukkan Rini di meja yang ada di depan kami, mengangkat rok yang dikenakan isterinya, kemudian membukanya dengan cara mengangkatnya ke atas. Aku semakin tidak karuan memikirkan kenapa hal ini sanggup terjadi di dalam rumahku. Tetapi itu hanya sepintas, berikutnya saya sudah menikmati permainan itu. Rini juga tinggal hanya mengenakan BH dan celana dalamnya saja, dan masih duduk di atas meja dengan lutut tertekuk dan terbuka menantang.

Perlahan-lahan Agus membuka BH Rini, tampak dua bukit putih mulus menantang menyembul sehabis penutupnya terbuka.
Kegilaan apa lagi ini..? batinku.Seolah-olah Agus mengerti, alasannya ialah selalu saya perhatikan memperlihatkan bergantian denganku. Kulihat isteriku yang masih terbaring di sofa dengan verbal terbuka menantang dengan nafas tersengal menahan nafsu yang menggelora, seperti tidak keberatan bila posisiku digantikan oleh Agus.
Kemudian kudekati Rini yang kini tinggal hanya mengenakan celana dalam. Dengan tubuh yang sedikit gemetar alasannya ialah memang ini pengalaman pertamaku melakukannya dengan orang lain, kuraba pahanya yang putih mulus dengan lembut. Sementara Agus kulihat semakin beringas menciumi sekujur tubuh Resty yang biasanya akulah yang melakukannya.

Perlahan-lahan jari-jemariku mendekati kawasan kemaluan Rini. Kuelus bab itu, walau masih tertutup celana dalam, tetapi aroma khas kemaluan perempuan sudah terasa, dan bab tersebut sudah mulai basah. Perlahan-lahan kulepas celana dalamnya dengan hati-hati sambil merebahkan badannya di atas meja. Nampak bulu-bulu yang belum begitu panjang menghiasi bab yang berada di antara kedua paha Rini ini.

Peluklah saya Mas, tolonglah Mas..! erang Rini seolah sudah siap untuk melakukannya.

Tetapi saya tidak melakukannya. Aku ingin menyampaikan kenikmatan yang betul-betul kenikmatan kepadanya malam ini. Kutatapi seluruh bab tubuh Rini yang memang betul-betul sempurna. Biasanya saya hanya sanggup melihatnya dari kejauhan, itu pun dengan terhalang pakaian. Berbeda kini bukan hanya melihat, tapi sanggup menikmati. Sungguh, ini suatu yang tidak pernah terduga olehku. Seperti ingin melahapnya saja.

Kemudian kujilati seluruhnya tanpa sisa, sementara tangan kiriku meraba kemaluannya yang ditumbuhi bulu hitam halus yang tidak begitu tebal. Bagian ini terasa sangat lembut sekali, verbal kemaluannya sudah mulai basah. Perlahan kumasukkan jari telunjukku ke dalam.

Sshh.., akh..! Rini menggelinjang nikmat.
Kuteruskan melakukannya, kini lebih dalam dan memakai dua jari, Rini mendesis.

Kini mulutku menuju dua bukit menonjol di dada Rini, kuhisap bab putingnya, tubuh Rini bergetar panas. Tiba-tiba tangannya meraih kemaluanku, menggenggam dengan kedua telapaknya seolah takut lepas. Posisi Rini kini berbaring miring, sementara saya berlutut, sehingga kemaluanku tepat ke mulutnya. Perlahan ia mulai menjilati kemaluanku. Gantian badanku kini yang bergetar hebat.

Rini memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Ya ampun, hampir saya tidak sanggup menikmatinya. Luar biasa enaknya, sungguh..! Belum pernah kurasakan ibarat ini. Sementara di atas Sofa Agus dan isteriku ibarat membentuk angka 69. Resty ada di bawah sambil mengulum kemaluan Agus, sementara Agus menjilati kemaluan Resty. Napas kami berempat saling berkejaran, seperti melaksanakan perjalanan panjang yang melelahkan. Bunyi Music yang entah sudah beberapa lagu seolah menambah semangat kami.

Kini tiga jari kumasukkan ke dalam kemaluan Rini, ia melenguh andal hingga kemaluanku terlepas dari mulutnya. Gantian saya kini yang menciumi kemaluannya. Kepalaku ibarat terjepit di antara kedua belah pahanya yang mulus. Kujulurkan lidahku sepanjang-panjangnya dan kumasukkan ke dalam kemaluannya sambil kupermainkan di dalamnya. Aroma dan rasanya semakin memuncakkan nafsuku. Sekarang Rini terengah-engah dan kemudian menjerit tertahan meminta supaya saya segera memasukkan kemaluanku ke lubangnya.


Selamat membaca, biar terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web Video HotVideo SexVideo SeksVideo MesumVideo 17Video PornoVideo BugilVideo NgentotVideo BokepVideo DewasaVideo ABG, Film Bokep, Film Porno, Film Dewasa, Cerita Sex ‪, ‎Cerita 17 Tahun,‬ ‪‎Cerita Bokep‬, ‪‎Cerita Dewasa, ‎Cerita Hot‬, Cerita Hot‎Cerita Kenikmatan, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Porno,‬ ‎Cerita Artis, ‎Cerita Tante‎Cerita Sex, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Sex Dewasa, ‎Tante Girang, ‎Cerita Seks Tante, ‎Ngentot Memek, ‎Cersex‬, Cerita ‎Ngentot, ‎Cerita JandaCerita ABGCerita 17Cerita Mesum

Sumber : InternetPornografi



3