Showing posts sorted by relevance for query reni-gadis-karaoke-yang-ku-renggut. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query reni-gadis-karaoke-yang-ku-renggut. Sort by date Show all posts

Reni Gadis Karaoke Yang Ku Renggut Keperawanannya

Reni Gadis Karaoke Yang Ku Renggut Keperawanannya
Cerita SeksReni Gadis Karaoke Yang Ku Renggut Keperawanannya Istri sudah punya. Anak juga sudah sepasang. Rumah, meskipun cuma rumah BTN juga sudah punya. Mobil juga meski kreditan sudah punya. Mau apalagi? Pada awalnya saya cuma iseng-iseng saja. Lama-lama jadi keterusan juga. Dan itu semua sebab makan buah terlarang.

klub karaoke. Tidak disangka di sana banyak juga gadis-gadis anggun berusia remaja. Tingkah laris mereka sangat menggoda. Dan mereka memang sengaja tiba ke sana untuk mencari kesenangan. Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari pria hidung belang.
Terus jelas waktu itu saya bahwasanya tertarik dengan salah seorang gadis di sana. Wajahnya cantik, Tubuhnya juga padat dan sintal, kulitnya kuning langsat. Dan saya memperkirakan umurnya tidak lebih dari delapan belas tahun. Aku ingin mendekatinya, tapi ada keraguan dalam hati. Aku hanya memandanginya saja sambil menikmati minuman ringan, dan mendengarkan lagu-lagu yang dilantunkan pengunjung secara bergantian.

Tapi sungguh tidak diduga sama sekali ternyata gadis itu tahu jikalau saya semenjak tadi memperhatikannya. Sambil tersenyum beliau menghampiriku, dan eksklusif saja duduk disampingku. Bahkan tanpa malu-malu lagi meletakkan tangannya di atas pahaku. Tentu saja saya sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini.

“Sendirian aja nih…, Omm..”, sapanya dengan senyuman menggoda.
“Eh, iya..”, sahutku agak tergagap.
“Perlu teman nggak..?” beliau eksklusif memperlihatkan diri.

Aku tidak sanggup eksklusif menjawab. Sungguh mati, saya benar-benar tidak tahu jikalau gadis muda belia ini sungguh bakir merayu. Sehingga saya tidak sanggup lagi ketika beliau minta ditraktir minum. Meskipun gres beberapa dikala kenal, tapi sikapnya sudah begitu manja. Bahkan seakan beliau sudah usang mengenalku. Padahal gres malam ini saya tiba ke klub karaoke ini dan bertemu dengannya.

Semula saya memang canggung, Tapi lama-kelamaan jadi biasa juga. Bahkan saya mulai berani meraba-raba dan meremas-remas pahanya. Memang beliau mengenakan rok yang cukup pendek, sehingga sebagian pahanya jadi terbuka.

Hampir tengah malam saya gres pulang. Sebenarnya saya tidak biasa pulang hingga larut malam begini. Tapi istriku tidak rewel dan tidak banyak bertanya. Sepanjang malam saya tidak sanggup tidur. Wajah gadis itu masih terus membayang di pelupuk mata. Senyumnya, dan kemanjaannya membuatku jadi menyerupai kembali ke masa remaja.

Esoknya Aku tiba lagi ke klub karaoke itu, dan ternyata gadis itu juga tiba ke sana. Pertemuan kedua ini sudah tidak membuatku canggung lagi. Bahkan sekarang saya sudah berani mencium pipinya. Malam itu saya benar-benar lupa pada anak dan istri di rumah. Aku bersenang-senang dengan gadis yang sebaya dengan adikku. Kali ini saya justru pulang menjelang subuh.

Mungkin sebab istriku tidak pernah bertanya, dan juga tidak rewel. Aku jadi keranjingan pergi ke klub karaoke itu. Dan setiap kali datang, selalu saja gadis itu yang menemaniku. Dia menyebut namanya Reni. Entah benar atau tidak, saya sendiri tidak peduli. Tapi malam itu tidak menyerupai biasanya. Reni mengajakku keluar meninggalkan klub karaoke. Aku berdasarkan saja, dan berputar-putar mengelilingi kota Jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas.

Entah kenapa, tiba-tiba saya punya pikiran untuk membawa gadis ini ke sebuah penginapan. Sungguh saya tidak menyangka sama sekali ternyata Reni tidak menolak ketika saya mampir di halaman depan sebuah losmen. Dan beliau juga tidak menolak ketika saya membawanya masuk ke sebuah kamar yang telah kupesan.

Jari-jariku eksklusif bergerak aktif menelusuri setiap lekuk tubuhnya. Bahkan wajahnya dan lehernya kuhujani dengan ciuman-ciuman yang membangkitkan gairah. Aku mendengar beliau mendesah kecil dan merintih tertahan. Aku tahu jikalau Reni sudah mulai dihinggapi kobaran api gairah asmara yang membara.
Perlahan saya membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan satu persatu saya melucuti pakaian yang dikenakan Reni, hingga tanpa busana sama sekali yang menempel di badan Reni yang padat berisi. 
Reni mendesis dan merintih pelan dikala ujung lidahku yang lembap dan hangat mulai bermain dan menggelitik puting payudaranya. Sekujur tubuhnya eksklusif bergetar ahli dikala ujung jariku mulai menyentuh cuilan tubuhnya yang paling rawan dan sensitif. Jari-jemariku bermain-main dipinggiran tempat rawan itu. Tapi itu sudah cukup menciptakan Reni menggelinjang dan semakin bergairah.

Tergesa-gesa saya menanggalkan seluruh pakaian yang kukenakan, dan menuntun tangan gadis itu ke arah batang penisku. Entah kenapa, tiba-tiba Reni menatap wajahku, dikala jari-jari tangannya menggenggam batang penis kebanggaanku ini, Tapi hanya sebentar saja beliau menggenggam penisku dan kemudian melepaskannya. Bahkan beliau melipat pahanya yang indah untuk menutupi keindahan pagar ayunya.

“Jangan, Omm…”, desah Reni tertahan, ketika saya mencoba untuk membuka kembali lipatan pahanya.
“Kenapa?” tanyaku sambil menciumi cuilan belakang telinganya.
“Aku…, hmm, aku…” Reni tidak sanggup meneruskan kata-katanya. Dia malah menggigit bahuku, tidak sanggup untuk menahan gairah yang semakin besar menguasai seluruh cuilan tubuhnya. Saat itu Reni kemudian tidak sanggup lagi menolak dan melawan gairahnya sendiri, sehingga bertahap lipatan pahanya yang menutupi vaginanya mulai sedikit terkuak, dan saya kemudian merenggangkannya kedua belah pahanya yang putih mulus itu sehingga saya sanggup dengan puas menikmati keindahan bentuk vagina gadis muda ini yang mulai tampak merekah.

Dan matanya eksklusif terpejam dikala mencicipi sesuatu benda yang keras, panas dan berdenyut-denyut mulai menyeruak memasuki liang vaginanya yang mulai membasah. Dia menggeliat-geliat sehingga menciptakan batang penisku jadi sulit untuk menembus lubang vaginanya. Tapi saya tidak kehilangan akal. Aku memeluk tubuhnya dengan erat sehingga Reni dikala itu tidak sanggup leluasa menggerak-gerakan lagi tubuhnya. Saat itu juga saya menekan pinggulku dengan berpengaruh sekali biar seranganku tidak gagal lagi.

Berhasil!, begitu kepala penisku memasuki liang vagina Reni yang sempit, saya eksklusif menghentakkan pinggulku ke depan sehingga batang penisku melesak ke dalam liang vagina Reni dengan seutuhnya, seketika itu juga Reni memekik tertahan sambil menyembunyikan wajahnya di bahuku, Seluruh urat-urat syarafnya eksklusif mengejang kaku. Dan keringat eksklusif bercucuran membasahi tubuhnya. Saat itu saya juga sangat tersentak kaget, saya mencicipi bahwa batang penisku seakan merobek sesuatu di dalam vagina Reni, dan ini pernah kurasakan pula pada malam pertamaku, dikala saya mengambil kegadisan dari istriku. Aku hampir tidak percaya bahwa malam ini saya juga mengambil keperawanan dari gadis yang begitu saya sukai ini. Dan saya seolah masih tidak percaya bahwa Reni ternyata masih perawan.
Aku sanggup mengetahui ketika kuraba pada cuilan pangkal pahanya, terdapat cairan kental yang hangat dan berwarna merah. Aku benar-benar terkejut dikala itu, dan tidak menyangka sama sekali, Reni tidak pernah mengatakannya semenjak semula. Tapi itu semua sudah terjadi. Dan rasa terkejutku seketika lenyap oleh desakan gairah membara yang begitu berkobar-kobar.
Aku mulai menggerak-gerakan tubuhku, biar penisku sanggup bermain-main di dalam lubang vagina Renny yang masih begitu rapat dan kenyal, Sementara Reni sudah mulai tampak tidak kesakitan dan sesekali tampak di wajahnya beliau sudah sanggup mulai mencicipi kenikmatan dari gerakan-gerakan maju mundur penisku seakan membawanya ke batas ujung dunia tak bertepi.
Malam itu juga Reni menyerahkan keperawannya padaku tanpa ada unsur paksaan. Meskipun beliau kemudian menangis sehabis semuanya terjadi, Dan saya sendiri merasa menyesal sebab saya mustahil mengembalikan keperawanannya. Aku memandangi bercak-bercak darah yang mengotori sprei sambil memeluk badan Reni yang masih polos dan sesekali masih terdengar isak tangisnya.
“Maafkan aku, Reni. Aku tidak tahu jikalau kau masih perawan. Seharusnya kau bilang semenjak semula…”, kataku mencoba menghibur.

Reny hanya membisu saja. Dia melepaskan pelukanku dan turun dari pembaringan. Dia melangkah gontai ke kamar mandi. Sebentar saja sudah terdengar bunyi air yang menghantam lantai di dalam kamar mandi. Sedangkan saya masih duduk di ranjang ini, bersandar pada kepala pembaringan.

Aku menunggu hingga Reni keluar dari kamar mandi dengan badan terlilit handuk dan rambut yang basah. Aku terus memandanginya dengan aneka macam perasaan berkecamuk di dalam dada. Bagaimanapun saya sudah merenggut kegadisannya. Dan itu terjadi tanpa sanggup dicegah kembali. Reni duduk disisi pembaringan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain.


Aku memeluk pinggangnya, dan menciumi punggungnya yang putih dan halus. Reni menggeliat sedikit, tapi tidak menolak ketika saya membawanya kembali berbaring di atas ranjang. Gairahku kembali bangun dikala handuk yang melilit tubuhnya terlepas dan terbentang pemandangan yang begitu menggairahkan tiba dari keindahan kedua belah payudaranya yang kencang dan montok, serta keindahan dari bulu-bulu halus tipis yang menghiasi di sekitar vaginanya.
Dan secepat kilat saya kembali menghujani tubuhnya dengan kecupan-kecupan yang membangkitkan gairahnya. Reni merintih tertahan, menahan gejolak gairahnya yang mendadak saja terusik kembali.
“Pelan-pelan, Omm. Perih…”, rintih Reni tertahan, dikala saya mulai kembali mendobrak benteng pagar ayunya untuk yang kedua kalinya. Renny menyeringai dan merintih tertahan sambil mengigit-gigit bibirnya sendiri, dikala saya sudah mulai menggerak-gerakan pinggulku dengan irama yang tetap dan teratur.

Perlahan tapi pasti, Reni mulai mengimbangi gerakan tubuhku. Sementara gerakan-gerakan yang kulakukan semakin liar dan tak terkendali. Beberapa kali Reni memekik tertahan dengan badan terguncang dan menggeletar bagai tersengat kenikmatan titik puncak ribuan volt. Kali ini Reni mencapai puncak orgasme yang mungkin pertama kali gres dirasakannya. 


Selamat membaca, semoga terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web Video HotVideo SexVideo SeksVideo MesumVideo 17Video PornoVideo BugilVideo NgentotVideo BokepVideo DewasaVideo ABG, Film Bokep, Film Porno, Film Dewasa, Cerita Sex ‪, ‎Cerita 17 Tahun,‬ ‪‎Cerita Bokep‬, ‪‎Cerita Dewasa, ‎Cerita Hot‬, Cerita Hot‎Cerita Kenikmatan, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Porno,‬ ‎Cerita Artis, ‎Cerita Tante‎Cerita Sex, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Sex Dewasa, ‎Tante Girang, ‎Cerita Seks Tante, ‎Ngentot Memek, ‎Cersex‬, Cerita ‎Ngentot, ‎Cerita JandaCerita ABGCerita 17Cerita Mesum


3

Si Penjual Pecel Ternyata Janda Muda Yang Sexy

Si Penjual Pecel Ternyata Janda Muda Yang Sexy
CERITA SEX - Si Penjual Pecel Ternyata Janda Muda Yang Sexy # Hujan dari tadi fajar masih menguyur Jakarta, jam sudah menujukkan pukul 10 , dengan malas saya melongok keluar jendela, kulihat didepan pekaranganku ada seorang perempuan tampaknya berjualan masakan yang berteduh.

penjual pecel , kasian kulihat sambil menggigil beliau bediri menepi dari hujan, kubukan pintu , beliau kaget sambil tersenyum beliau menyapaku.

“ Permisi mas numpang neduh “ kulihat paras perempuan ini cukup manis , walaupun berair kehujanan.
“ gak papa mbak , jual apa mbak “ saya memastikan.
“ Pecel mas “
:”Oh ayo masuk mbak , saya mau nyoba pecelnya kebeneran blom sarapan “
Diapun berjalan masuk kerumahku
“ Diluar aja ya mas , abis berair nih baju saya , nanti rumahnya jadi kotor “
“ ngak papa mbak , ayo masuk aja , masak saya makan pecel campur air hujan , jikalau mules mbak tanggung loh “ saya tertawa.
Akhirnya beliau mau masuk juga kerumahku.
“ maaf ya mas , jadi ngotorin , mau pecelnya komplit ya mas ? “
“Iya mbak , udah laris banyak mbak ? “ saya basa basi
“ Ah blom mas, boro boro , pagi pagi udah ujan begini mana ada orang mau keluar jajan “
Sambil menyiapkan pecel saya memperhatikan mbak ini , orangnya hitam manis , badannyaagak kecil tapi susunya keliatan cukup besar malah kebesaran untuk porsi tubuhnya dan bokongnya juga nonggeng.
Aduh pagi pagi bikin Penis saya bediri dan pikiran jadi ngeres liatin bodinya.
“ Monggo mas, pecelnya “ saya agak kaget, beliau tertawa alasannya yaitu melihat saya lagi memperhatikan susunya.
Sambil makan kulihat beliau celingukan melihat kedalam rumah , Kulihat beliau menyerupai orang kebingungan.
“ Ada apa mbak kok kaya resah ?”
“ Ini mas boleh gak saya ikut ke wc mas, saya kebelet banget dari tadi “ sambil mukanya merah menahan malu. “ maaf loh mas merepotkan “
“ Oh ayo masuk aja tuh diujung kiri mbak “
Dia segera buruburu lari ke wc , sesudah bbrp usang beliau keluar dan mukanya telah ceria.
“ Aduh makasih ya mas . udah lega “
“ Mas tinggal dengan siapa mas, kok sepi banget , emang gak ada pembantunya mas?”
Dia nyerocos bertanya , aduh tipikal anak yang ceria sedikit cerewet hehehe.
“ Saya masih sendiri mbak dan belom ada pembantu, abis gak tau mau cari dimana “
Oh ya saya masih bujangan , kerja di perusahaan alat kedokteran , saya memang gres pindah kesini kurang lebih 1 bulan, jadi belom sempet mikir cari pembantu. Makanya rumahku acak-acakan .
“ Emangnya mau cari yang gimana mas “ Tanya mbak ini
“ Yah yang penting dapat kerja dan dapat masak sedikit lah , sekalian untuk beresin rumah “
“ Emang mau digaji berapa mas ?”
Aku jadi resah , saya tidak tau pasaran berapa.
“ Wah saya juga gak tau mbak , mungkin kira kira 750 ribu untuk awalnya dah, semua saya tanggung”
“Memang mbak ada kenalan yang mau kerja . boleh tuh nanti saya kasih persen ke mbak dah “
“Gimana jikalau saya aja mas, saya capek jualan pecel , keliling tiap hari , penghasilan juga pas makan saja, gak cukup ngirim ibu di kampung , jadi pengen kerja rumahan aja, makan tidur terjamin “
“ Saya aja ya mas, tapi gajinya tambahin ya mas, genepin dah sejuta , hehehe , ntar saya sekalian semua kerjaan saya beresin , mas juga saya pijitin dah kalo cape , iya ya mas “
“Bener nih mbak mau kerja , dapat mbak kerja rumahan , tapi musti rajin loh , saya sih baiklah aja honor mbak sejuta tapi jangan kecewain saya ya “
“ Aduh mas niscaya mas , saya kerja rajin , akad mas , makasih ya mas, “ beliau bahagia sekali.
“ Eh saya belom tau nama kau sapa mbak “
“Oh ya saya rohana mas, panggil aja nana juga boleh , mas siapa namanya “
“ Saya Rony , kau umur berapa na , sudah bekeluarga belom “
“Saya umur 20 mas, saya sudah cerai mas, saya menikah setahun terus suami saya kerja jadi tki , eh gak pulang, udah 2 tahun denger kabar kawin lagi disana “ kulihat muka duka diwajahnya.
“ Sudah jangan disedihin , kau cari uang yang banyak nanti juga cowo ngantri , punya anak ngak “
“ Ngantri kaya beli karcis aja mas hehehe , belom mas saya gak punya anak , dulu saya kawin muda jadi gak mau punya anak dulu , makanya saya kb pake iud mas”
Aduh bener cerewet nih anak hahaha
“ ya udah kau mau mulai kapan kerjanya “
“ Hari ini juga ya mas, abis ujan saya pulang eksklusif ambil pakaian kemari ya mas , saya udah bosen tinggal dikontrakan sengsara banget mas”
Sore kudengar ada yang mengetuk pintu rumahku , kuliat nana dengan kantong plastic berisi pakaian berdiri didepan pintu.

“ Ayo masuk , kebeneran hari sabtu saya libur kantor . ayo saya tunjukin kamar mu “
“ Aduh kamarnya yummy ya mas, ada kasurnya , kalo di kontrakan cuma ditiker dan sering bocor lagi”
Besok pagi2 saya berdiri kulihat meja makan sudah ada kopi dan sarapan mie instan. Wah inilah enaknya ada pembantu.
Kulihat nana sedang mengepel . waduh beliau hanya menggunakan legging pendek yang tipis dan kaos oblong.
Pantatnya lingkaran dan tercetak ketat alasannya yaitu celana legingnya yg hitam tipis.
Dia terseyum sambil menyapaku
“ Pagi mas, sarapan dulu , udah nana sediain “
“ Ya makasih ya na, kau sudah sarapan ?”
“Sudah mas “
Aku duduk di sofa sambil melihat tv, tapi saya tidak konsen, matanya tertuju bongkahan pantatnya yang besar dan bergerak gerak dikala beliau ngepel , dan dikala beliau menghadap kedepanku, saya melihat susunya yg besar walau dibungkus bh warna hitamnya yang seakan tidak cukup menampung susunya, kulihat belahan susunya ,aduh pusing kepalaku. Penisku eksklusif bediri, alasannya yaitu saya hanya menggunakan celana pendek dari materi katun tanpa celana dalam , maka tonjolan Penisku ketara sekali. Kulihat beliau melirik melihat tonjolan Penisku sambil tersenyum malu, tapi sesekali tetap melirik.
Semakin erat beliau mengepel ke daerah dudukku , semakin terang kulihat belahan pantatnya dan belahan susunya. Aku sedang menebak kok kayanya beliau tidak pakai celana dalem alasannya yaitu tidak keliataan batas celananya. Pantatnya lingkaran tepat dan masih kenceng banget , saya agak menunduk mengintip celah belahan pantatnya , kelihatan tumpukan dua daging menyerupai apem yang menggunduk, wah Vaginanya tembem banget , belahan Vaginanya tercetak terang , makin menciptakan saya pusing, Penisku eksklusif keras.

Benar benar saya pusing , dan tersiksa Penisku rasanya mau keluar.
Ingin kuelus pantatnya, kuremas pantatnya yang molek itu ,untung saya masih sadar, jikalau beliau teriak kan gawat. Tapi belahan Vaginanya bener bener menggoda, aduh janda ini mempunyai Vagina yang menggiurkan. Rasanya pengen kujilat bibir Vaginanya yang bisul , niscaya yummy banget. Glek glek tak terasa saya menelan ludah.

Kehidupan ku dirumah lebih rame sesudah ada nana, beliau orangnya ceria dan sedikit bawel.
Biasanya sehabis makan malem saya sering menemaninya ngobrol, alasannya yaitu kasian kalo sendirian nanti kesepian , jikalau gak betah saya repot juga.
Tak terasa sudah 2 mingu beliau bekerja, sehabis makan malam saya bertanya dengan dia
“ Na kau udah 2 ahad kerja, gimana betah gak , ada apa yang kurang gak”
“ Wah betah banget mas, mas baek saya udah kaya dirumah sendiri , makasih ya mas, “
“ Ya sama sama, baguslah , takut kau ngak betah masih duka mikirin bekas suamimu “ saya menggodanya.
“ Ih amit2 mas, nana mah udah lupa sama beliau , mau yummy aja , sorry ya “
“ Bener nih ? ntar kangen sudah usang gak dikelonin ama suami ?” saya tersenyum
“ Ah mas pembangkang ya godain nana . gak mas, nana gak pengen sama dia, “
“ gak pengen sama beliau , kalo sama yg laen mau gak ? “
“ Ya tergantung mas siapa orangnya “ sambil beliau melirik dan tersenyum padaku.
“ Kan kau udah janda , kalo udah usang gak rasa dikelonin kan niscaya rasanya gimana gitu “
“ mas ini kaya pengalaman aja , ih mas genit ah “
“ tapi bener kan na, ayo jujur dah sama mas, niscaya pengen , orang bilang kalo udah pernah rasain niscaya nagih “
Dia terseyum aib , kucolek pinggangnya beliau terkejut, beliau bales mencubit pinggang ku
“ Ih mas genit ya , tapi emang sih mas, jikalau lagi pengen sampe pusing kepala jikalau gak kesampean ,tapi saya mah gak kepengenan ama suami saya, beliau mah loyo mas, kalo maen sebentar aja udahan , malah bikin nana pusing “
“ eh kelepasan jadi aib mas nyeritain”
“ gak papa , kan Cuma saya yang denger gak ada orang lain , ajarin dong na gimana caranya , mask an belom pernah” hehehe belagak jejaka, padahal mah gak pernah absen.
“ Ih aib mas, makanya mas kawin dong “
“ Kalo kawin mah mau na, nikahnya ogah , hahahaha “
“ Ih mas mah mau enaknya aja “
“ Ayo dong gimana kau kalo maen sama lakimu “
“ Ya gitu dah mas, suami saya maunya minta di emut dulu itunya mas “
“ Apanya itunya na “ saya berlagak bego
“ Ya itu mas, Penisnya , eh maaf mas jadi ngomongnya jorok “
“ Gak papa na, kan Cuma kita bedua, emang yummy na diemut Penisnya ?”
“ Iyalah mas, sampe beliau kelojotan kadang malah muncrat dulu mas , sebel dah “
“ Terus suami mu senengnya ngapain kau ?””
“ beliau paling seneng nyedotin susu saya mas, pentil saya dipelintir sambil disedotin , ih merinding mas banyanginnya “
“ Kamu suka kan , yummy gak “
“ Iya yummy banget mas, tapi suami say amah mau yummy sendiri, buru buru maunya masukin Penisnya ke Vagina nana , abis gitu gres goyang bbrp kali udah muncrat dah, kan nana jadi nanngung mas”
Wah saya mendengar kisah nana jadi makin napsu , jadi kaya baca kisah porno hahhaha.
“ Sekarang udah jadi janda kau kalo lagi kepengen gimana na ?”
“Ihhh mas aib ah , gak gimana lah ditahan aja , paling kalo gak tahan ya sendiri perjuangan mas, hehe “
Pura pura kucolek pinggangnya tapi sengaja agak keatas sehingga kena susunya , terasa keras sekali susunya padahal keliatannya beliau pakai bh yang tipis.
“ Es sori salah colek na”
“gak papa mas, awas lo nanti tuh adeknya bediri “ sambil beliau menunjuk Penisku yang memang sudah bediri.
“ Ih nakutin mas, adeknya bediri gede banget “
Dia tertawa menggodaku.
“Biarin nanti beliau ludahin kau loh “
“ Auuuu takut jangan mas” nana pura pura ketakutan,
Hari ini lewat dengan aman, adikku yang cape rasanya tegang terus.

Keseokan harinya ahad siang , saya santai saja dirumah , kuliat nana sedang menggosok baju dibelkang, beliau tetap menyerupai biasa menggunakan legging pendek hitam dan kaos oblong. Belahan pantatnya terang sekali tercetak dan dari bab depannya juga terlihat Vaginanya tercetak tembem banget Vaginanya , aduh bikin Penisku rasanya mau meledak. Belahan Vaginanya terang sekali alasannya yaitu keliatannya nana sengaja memakainya dengan menarik keatas sehingga belahan Vagina dan pantatnya terang tercetak.

Otak ngeres saya sudah panas sekali , rasanya pengen sekali meremas pantatnya.
Tiba datang saya ada akal, diatas meja gosoknya ada lemari yang berisi alat pertukangan ku. Aku pura pura mau mencari obeng , akupun kebelakang,
“ Na , ada liat obang gak”
“Ngak mas, nana gak tahu tuh”
“Oh iya kayanya ada dilemari atas kau tuh, sebentar saya liat ya “
Saya menghampiri dia, saya berdiri dibelakangnya pura pura membuka lemari diatasnya, pelan kumajukan badanku hingga kurasa Penisku menyentuh pantatnya , pertama beliau agak kaget, tapi beliau membisu saja.
“Aduh dimana ya , mas lupa ,s ebentar mas bongkar dulu “
Aku berpura pura mencari sambil pelan Penisku kutempelkan disela pantatnya , pelan kugesek gesek Penisku sambil mencari barang.
Kulihat nana gelisah , tapi beliau membisu saja, terus kutempel dan kugosok Penisku kebelahan pantatnya, aduh yummy banget rasanya digesek kebelahan pantatnya, gosokan sudah ditarohnya disamping, nana hanya bediri membisu sambil tangannya memegang meja gosok dengan tegang.

Sengaja kutekan makin berpengaruh Penisku kebelahan pantatnya, nana tetap membisu dan keliatannya menikmatinya. Oh yummy sekali rasanya Penisku bergesekan dengan pantat nana.
Sengaja saya bergeser Penisku kekanan , eh pantat nana mengikuti kemana Penis saya bergerak, hehe rupanya janda muda ini sdh napsu juga. Pelan nana sedikit mengangkat pantatnya , oh rupanya beliau berusaha menggesekkan Penisku ke bab Vaginanya. Sekarang posisi nana sdh sedikit nungging sehingga kurasakan Penisku emang nyelip kebagian bawah Vaginanya , kini malah beliau yg aktif menggesek Penisku ke belakang Vaginanya. Dalam posisi nungging nana makin aktif pantatnya ditekan berpengaruh sekali kebelakang, hingga saya harus menahan jangan hingga terdorong.
Tercium aroma tubuhnya , mungkin ini yang namanya hormon perempuan dikala birahi , baunya sangat menggairahkan , sulit untuk dideskripsikan tapi benar menciptakan saya sangat napsu . oh yummy sekali baunya.

“ehmmm” kudengar lirih dengusan nana, kurasakan beliau memegang meja dengan sangat berpengaruh dan kurasakan celanaku bab Penisnya agak basah. Wah beliau sudah banjir kayanya.
Kurasa Penisku dijepit oleh sela pahanya dengan sangat kuat, kaki nana kurasakan gemetar mungkin mencicipi kenikmatan yg sudah usang tidak dirasakannya. Ingin rasanya saya memeluk susunya dan lsg menelanjanginya.
Aku segera pura pura sdh selesai mencari obengnya , saya sengaja mau buat beliau nanggung agar beliau ketagihan.

“ Oh gak ada na, kayanya di kendaraan beroda empat “ sambil saya bergeser menutup lemari atas.
Keliatan beliau kaget dan agak kecewa
“ gak ada ya mas “ tapi matanya keliatan sudah redup banget, keliatannya beliau kecewa saya menyudahi tabrakan Penisku.
Hehehe rasain lu dalam hatiku, agar beliau ketagihan dalam hatiku.
Kutinggal nana , saya kedepan pura pura mencari di mobilku, tak usang saya masuk kulihat nana gak ada , oh rupanya beliau ke kamar mandi, nah loh ngapain ya , saya cepat cepat mendekati kamar mandinya,
Kudengar pelan ada bunyi desahan nana,
“ohhh mas , ooohh masssss “ suaranya lirih sekali
Kuintip melalui lubang kunci , oh kulihat nana sedang membungkuk menghadap kedinding, sayang saya hanya dapat melihat punggung dan sedikit pantatnya yang besar , kulihat beliau menunduk dan tangannya memegang Vaginanya.
Hahaha beliau sedang masturbasi rupanya, beliau udah ngak tahan.
“ Ooooooooo massssss “ akhirnya kulihat beliau menegang, udah keluar rupanya, oh beliau memanggil aku, keliatannya sudah keluar. Kudengar beliau mencuci Vaginanya, segera saya pergi takut dipergoki olehnya.
Aku duduk disofa sambil melihat tv , dikala nana keluar kamar mandi sengaja ku Tanya
“ kenapa na , sakit perut ? kok kaya kesakitan tadi saya dengar”
“ eh iya mas “ sambil kemaluan beliau menjawabku
“ ah masa kok suaranya begitu “
“ Ah mas bikin saya aib , mas sih yang mulai “
“loh mas salah apa na ?” Tanya ku pura pura gak ngerti
“ gara gara mas sih , itunya digesekin ama punya nana “ sambil tertunduk aib nana tersenyum.
“Tapi yummy kan, kan udah usang gak ngerasain “
“ abis kau juga sih pake celana gitu jadi kecetak semua tuh pantatmu”
“hihi mas suka ya mas liatnya “
“ Kalo hingga mas lupa diri ancaman lo na”
“ Ah biarin aja kalo mas mah nana gak takut’
Wah gawat kayanya beliau member lampu hijau nih.
Kulihat beliau meneruskan gosokannya yang tertinggal gara gara tabrakan hahaha
Malam sehabis makan malam saya duduk didepan tv , biasanya nana sudah duduk dulu didepan menungguku, kok tumben gak keliatan ?
“Na na, kau dimana na , lagi ngapain “
Tidak ada sahutan , saya berdiri mendekat kekamarny
“Na kenapa na “
Kulihat nana terbaring diranjang kayanya sedang sakit, nana terbaring telentang, beliau menggunakan legging warna cream , saya lsg meyasar belahan Vaginanya yg jadi lebih menggungung alasannya yaitu posisinya tidur. Aduh napsuin sekali posisinya sudah tinggal nembak aja hahaha.
“ maaf mas, nana pusing ?”
“loh kenapa , sini mas periksa “
Kupegang keningnya , ngak panas , saya curiga jangan jangan beliau pura pura memang memancing aku.
Wah kebeneran dah , otak jorok pun bekerja. Aku ingat saya punya stok stetoskop dikamarku, barang sample dari dealer.
“ Sebentar mas periksa ya , mas ambil alat dulu kekamar “
“ ia mas , makasih ya mas repotin “
Akupun bergegas kekamar, kubuka celanaku, saya sengaja ganti dengan celana yang longgar banget dan tanpa cd hingga Penisku saja dsering keluar dari samping. Segera kuraih stetoskop .
“ Sini na, ayo mas periksa “
Stetoskop kutempelkan kedadanya bawah leher terus berpindah , turun pelan kebawah.
“ Na kaosnya buka ya , susah gak dapat denger ketutup kaen “
“Iya mas “ sambil beliau berdiri mencopot kaosnya melalui kepalanya
.
Gilaaaa itu susu kayanya mau meletus dari bh warna merah bau tanah nya. Aku gres pertama kali melihat susu yang penuh banget dibungkus bh begini.
Aku segera pura pura mulai menilik lagi , masih seputar susunya saya tempelkan stetoskop ku.
Aku pura pura kerepotan alasannya yaitu ada bh nya ,
“ Na ini bh nya ganggu saya gak dapat periksa, dibuka ya bh nya “
Ia mengangguk “ iya mas, terserah mas aja “ sambil tersenyum aib , beliau mencoba membuka bhnya
Saya membantu membuka kaitan belakangnya, saya berdebar debar menunggu apa yg akan muncul dari balik bh itu.

Wahhh segunduk daging warna coklat padat dan keras dengan ujung pentilnya hitam sebesar ujung jari kelingking ku.
Dalam posisi duduk susunya tetap tegak tidak turun ,oh tepat sekali susu ini, lingkaran dan bentuknya manis sekali dengan bulatan hitam yg tidak terlalu besar , ujung pentilnya sudah mengeras.
Aku membaringkannya . kemudian mulai menilik , stetoskopku atau tepatnya telapakku mulai bergerilya , menyenggol ujung pentilnya yg kanan, nana keliatan agak kaget dikala kusentuh pentilnya, beliau memejamkan matanya , sambil menggigit bibir bawahnya.
Kuputar tanganku menjelajahi gunung susunya dari yang kanan terus turun kekiri, dikala menemui pentilnya kusenggol senggol ujung pentilnya .

“ Ehmm “ kudengar nana keliatannya menahan napsu yang sudah menggelora.
Kuelus terus susunya berpindah dari pentil kiri terus ke kanan, sambil sedikit kupijit, muka nana sudah merah menahan napsu, bibirnya digigit kencang sambil kepalanya sedikit bergoyang.
Pelan tanganku menuntun stetoskop turun keperutnya, perutnya manis rata , dan mulus , kuputar sekitar pusarnya, beliau tambah belingsatan. Pelan tanganku mengelus dari luar celana leggingnya , kuelus permukaan Vaginanya , aduh tercapaim juga cita-cita mengelus Vaginanya.
Vaginanya benar benar gemuk, dan keliatannya belahan Vaginanya ketara sekali, niscaya tebal nih bibir Vaginanya.

Pelan kugesek bibir Vaginanya , nana makin gak karuan, pelan pelan beliau makin merentangkan pahanya sehingga saya makin praktis menggesek Vaginanya, pelan kedua jariku menjepit bibir Vaginanya , kuurut pelan , terus jariku menelusuri belahan Vaginanya.
“Mas massssss “ nana sudah gak tahan kayanya rupanya.ku elus atas daging Vaginanya , legging sudah berair sekali, pelan tanganku turun nmenyentuh Vaginanya, benar, Vaginanya bisul besar kaya hamburger.

“ Dibuka ya na, susah ni ada celananya “
Dia mengangguk sambil membantu mengangkat pantatnya , kutarik leggingnya.
Terpampanglah Vagina yg hitam mengkilap alasannya yaitu sudah berair dengan cairan dari Vaginanya, Vaginanya menyerupai setanggkup daging yang dibelah dua, ya persisi kaya hamburger big mac hahaha.

Aku duduk menghadap ke nana, sengaja celana kukuatur sehingga Penisku mengintip dari samping, Penisku sudah tegang sekali sehingga kepalanya muncul dari samping celana ku.
Kulihat nana sudah membuka matanya , matanya tertuju ke Penisku yang mengintip dari samping celana.
Kuelus bibir Vaginanya dan tanganku menyusuri belahan Vaginanya yang sudah berair sekali. Nana sudah mendesar terus , kakinya sudah dibuka lebar.
“ Masssssss aduh massssss “

Kubelah Vaginanya kulihat dalam Vaginanya merah bau tanah dan berair mengkilap sekali, saya bahwasanya sudah gak nahan pengen segera menjilati Vagina ini. Kukorek pelahan Vaginanya , kucari dibagian atas ada sepotong kecil daging itil yang mengkilat berair dank keras.
Besarnya kira kira kaya kacang tanah, dikala kuelus, nana sdh kaya orang kemasukan.
“ massss aduh massss diapainnn nana mas “
Vaginanya gundul habis dicukur rupanya, saya suka yang begini jadi yummy dijilatnya gak rebut ama jembut. Kalo yg gondrong sering jembutnya nyelip di gigi hahahaha.
Kuelus terus itilnya , nana sdh gak dapat diam, terus goyang, tanganku sudah berair semua.
“ na kau tau kau sakitnya apa “
“ Apaaa mas, “
“ Kamu sdh usang gak disuntik sama ini “ kataku sambil kukeluarkan Penisku , dan segera nana memegangnya.
“ Mauuuu mau mas , ayo mas suntik nana mas pake Penis mas yang gede banget kepalanya ini mas “
“ Aduh mas Penisnya kepalanya kok gede banget mas, nana ngeri bayangin masuk ke Vagina nana
Penisku panjang biasa aja Cuma memang kepalanya yg kaya jamur gede banget, banyak perempuan yang ampun waktu diterobos sama kepala Penis ini semua bilang sakit tapi yummy banget awalnya
“ mas nana emut ya Penisnya “
Belum kujawab nana sudah berdiri eksklusif memasukkan Penisku kemulutnya.
Terasa panas Penisku, pelan mulutnya keluar masuk Penisku.
“ oughhh bessall angettt mas , maremmm muass “.
Oh yummy sekali emutan mulutnya, Penisku ditelusurinya dr atas terus kebawahm terus memutar kepala Penisku, digenggamnya Penisku, kemudian dibelahnya lobang kencingku dengan lidahnya, aduh ampun rasanya bukan maen, terus diisapnya lubang kencingku. Rasanya mau meledak.
Nana kemudian turun diemutnya biji ku, satu persatu dijilati kemudian disedotnya masuk kemulutnya bergantian. Rasanya sudah mau keluar , kemudian kedua biji sekaligus disedotnya masuk kemulutnya dan didalam mulutnya biji ku diputar oleh lidahnya.

Belom pernah saya disepong seenak ini, janda ini memang hebat permainan mulutnya. Lalu beliau berpindah menjilati Penisku sementara tangannya meremas remas bijiku.
Segera kusudahi saya takut keluar duluan.
Aku segera jongkok didepan Vaginanya,
“ mas mau ngapain mas , jangan mas, kotor mas “
“ oh kau belom pernah diginiin ya na, wah kau dapat ketagihan “
Segera kubuka pahanya, kujilati mulai dr bibir Vaginanya, pelan kujilati bibir Vaginanya , licin alasannya yaitu sudah banyak cairan lendir yang keluar, kemudian ujung lidahku masuk menusuk kedalam belahan Vaginanya.

Lidahku menari nari dibelahan Vaginanya , kemudian kusedot semua bibir Vaginanya kucoba masukan kedalam mulutku dan kusedot, terasa cairan agak gurih terhisap,
“ Aduh mas ampun mas yummy banget mas, itu diapain mas Vagina nana , ooooooo mas “
Lidahku terus mengorek belahan Vagina nana yang tembem, saya jadi gemes sekali membayangkan betapa enaknya dijepit oleh Vagina yg tembem ini.
Lidahku naek keatas kusentuh itilnya , kujilati , nana sudah gak karuan
“ masssss ampunn mas , yummy banget masssss, massss auhhhhh “
Kuisap isap itilnya, terasa yummy menyerupai mengulum kacang, kuisap isap pentilnya
“ Auuuuuu masssss nana keluar massssss “.


Selamat membaca, semoga terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web Video HotVideo SexVideo SeksVideo MesumVideo 17Video PornoVideo BugilVideo NgentotVideo BokepVideo DewasaVideo ABG, Film Bokep, Film Porno, Film Dewasa, Cerita Sex ‪, ‎Cerita 17 Tahun,‬ ‪‎Cerita Bokep‬, ‪‎Cerita Dewasa, ‎Cerita Hot‬, Cerita Hot‎Cerita Kenikmatan, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Porno,‬ ‎Cerita Artis, ‎Cerita Tante‎Cerita Sex, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Sex Dewasa, ‎Tante Girang, ‎Cerita Seks Tante, ‎Ngentot Memek, ‎Cersex‬, Cerita ‎Ngentot, ‎Cerita JandaCerita ABGCerita 17Cerita Mesum