Showing posts sorted by relevance for query keperkasaanku-vs-gairah-nafsu-tante-maya. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query keperkasaanku-vs-gairah-nafsu-tante-maya. Sort by date Show all posts

Keperkasaanku Vs Gairah Nafsu Tante Maya

Keperkasaanku Vs Gairah Nafsu Tante Maya
Cerita SexKeperkasaanku VS Gairah Nafsu Tante Maya # Cerita ini berawal dari perkenalanku dengan seorang ibu rumah tangga, yang entah bagaimana ceitanya ibu rumah tangga tersebut mengetahui nomor HPku.


“Iya.. iya Mbak..” kataku gugup.

“Hayo mikir siapa, lagi mikirin Via ya?” tanyanya menggodaku.

“Nggak kok, malahan mikirin Mbak Maya tuh” celetukku.

“Masa sih.. Kaprikornus GR nih” dengan bunyi yang menggoda.

Dandy, boleh kan kalau saya mau ketemu kamu?” tanya Maya.

“Boleh aja Mbak.. Dengan senang hati” jawabku semangat.

“Oke deh, kita mau ketemuan dimana?” tanyanya semangat.

“Terserah Mbak deh, Dandy ngikut aja” jawabku pasrah.

“Oke deh, nanti sore saya tunggu kau di excelso di Tunjungan Plasa” katanya.

“Oke, hingga nanti Dandy.. Aku tunggu jan 18.00″ sambil berkata demikian, HP nya pribadi off.

Waktu memperlihatkan pukul 16.30, datang saatnya saya pulang kantor dan segera meluncur ke Tunjungan Plaza. Sebelumnya saya prepare di kantor, saya mandi dan membersihkan diri sesudah seharian saya bekerja. Untuk perlengkapan mandi, memang setiap hari saya membawa alasannya yakni memang saya sering olahraga sesudah jam kantor.
Tiba di TP, saya segera memarkir kendaraan beroda empat starletku yang butut di lantai 3. Jam ditanganku memperlihatkan pukul 18 kurang seperempat. Aku segera menuju ke excellso ibarat yang dikatakan Maya.
Cerita Sex - Aku segera mengambil kawasan duduk disisi pagar kaca, sehingga saya dapat melihat orang hilir pulang kampung di area pertokoan terbesar di Surabaya ini. Saat mataku melihat situasi di sekelilingku, bola mataku berhenti pada seorang perempuan setengah baya yang duduk sendirian. Menurut tebakan aku, perempuan ini berumur sekitar 35 tahun ke atas. Wajahnya yang tidak mengecewakan putih, menciptakan saya tertegun. Mataku yang mulai nakal, berusaha menjelajahi pemandangan yang sangat menggiurkan di depanku. Kakinya yang jenjang, ditambah dengan bagian pahanya yang putih di balik rok mininya, menciptakan semakin saya gemas. Dalam hatiku, wah betapa bahagianya saya kalau orang tersebut yakni Maya yang menghubungi saya siang tadi.

Disaat saya membayangkan sosok di depan mataku, tiba-tiba perempuan itu berdiri dan menghampiri kawasan dudukku. Dadaku berdegup kencang ketika beliau benar-benar mengambil kawasan duduk semeja dengan aku.

“Maaf, kau Dandy ya?” tanyanya sambil menatapku.

“Iy.. iyaa.. Kamu Maya?” tanyaku balik sambil berdiri.

Jarinya yang lentik menyentuh tanganku untuk bersalaman dan darahku terasa mendesir ketika tangannya yang halus meremas tanganku dengan halus.

“Silahkan duduk May” kataku sambil menarik satu dingklik di depanku.

“Terima kasih” kata Maya sambil tersenyum.

“Dari tadi anda duduk disitu kok tidak pribadi kesini?” tanyaku.

“Aku tadi sempat ragu, apakah kau memang Dandy” jelasnya.

“Aku tadi juga berpikir, apakah perempuan yang cakep ini kamu?” kataku sambil senyum.

Kami bercerita panjang lebar perihal apapun yang dapat diceritakan, kadang kala kami berdua saling canda, saling menarik hati dan sesekali bicara yang ‘nyerempet’ ke arah sex. Lesung pipinya yang dalam, menambah tepat saja wajahnya yang semakin matan.
Dari pembicaraan tersebut, terungkaplah kalau Maya yakni seorang perempuan yang sedang kiprah di Surabaya. Maya yakni seorang pengusaha dan kebetulan selama 3 hari dinas di Surabaya.
“May, kau kenal Via dimana?” tanyaku mnyelidik.

“Via yakni sobat chattingku di YM, saya dan via sering online bersama. Dan kami terbuka satu sama lain dalam hal apapun. Begitu juga untuk kisah rumah tangga, bahkan duduk kasus sex sekalipun.” verbal mungil Maya menjelaskan dengan penuh semangat.

“OOo, begitu..” kataku sambil manggut-manggut.

“Ini yakni hari pertamaku di Surabaya dan saya berencana menginap 3 hari, hingga urusan kantorku selesai” jelasnya tanpa saya tanya.

“Sebenarny tadi Via juga mau dateng tetapi alasannya yakni ada program keluarga, mungkin besok gres dapat dateng” jelasnya kembali.

“Memang Mbak Maya nginap dimana?” tanyaku.

“Kebetulan sama perwakilan kantor disini, di bookingin di Hotel E..” jelasnya.

“Mmm, emang Mbak sama sapa sih?” tanyaku menyelidik.

“Ya sendirilah, Dandy.. Makanya ketika itu saya tanya Via” kata Maya.

“Tanya apa?” tanyaku mengejar.

“Apakah punya sobat yang dapat temanin saya selama di Surabaya” kata Maya.

“Dan dari situlah saya tahu nomor HP kamu” lanjutnya.

Tanpa terasa jam tanganku memperlihatkan pukul 21.15 wib, dan saya liat sekelilingku pertokoan mulai sepi alasannya yakni memang sudah mau tutup.

“Dan.. Kamu mau anter saya balik ke hotel?” tanya Maya.

“Boleh, masa iya saya tega biarin Mbak Maya sendirian balik ke hotel” kataku.

Setelah dialog singkat, kami segera menuju parkiran kendaraan beroda empat dan segera meluncur ke Hotel E.. Yang tidak jauh dari sentra pertokoan Tunjungan Plasa.

Aku dan Maya bergegas menuju lift untuk naik ke lantai 3, dan sesampainya di kamar nomor 306, Maya mengatakan saya untuk masuk sejenak. Bau parfum yang menggugah syaraf kelaki-lakianku serasa berontak ketika saya berjalan di belakangnya.

“Silahkan duduk Dan, saya mau mandi dulu” kata Maya sambil melempar tas kecilnya, diatas ranjang.

Cerita Sex - Mataku menyelidik, apakah benar Maya sendirian dalam kamar. Dan memang benar kelihatannya beliau sendirian. Aku lihat kopor kecilnya yang masih rapi, nampak hanya beberapa helai gaun yang berada di atas ranjang. Saat mataku masih asyik menjelajahi ruangan kamar Maya, tiba-tiba sesosok tubuh yang jenjang dengan hanya mengenakan sehelai handuk yang menutupi tubuhnya yang molek.
“Dandy, saya minta tolong nih buangan airnya di bathup nggak dapat dibuang” kata Maya sambil tetap berdiri di muka pintu kamar mandi.
Aku segera bangun dari dudukku dan berjalan menuju kamar mandi. Ketika saya melewati tubuh Maya, mataku yang badung sedikit mencuri pandang di bagian dada Maya yang terkesan menyembul keluar alasannya yakni terhimpit ketatnya handuk yang menutupi tubuhnya. Aroma sabun lux kuning merasuk menusuk hidungku, saya segera menuju bathup yang dimaksud oleh Maya.

Aku memakai tangkai sendok untuk mencungkil karet epilog bathup yang memang rapat sekali. Aku berusaha membuka secepatnya alasannya yakni pikiran kotor mulai menjejali otakku. Dan akhirnya”sswaasshh..” bunyi air pribadi keluar ketika karet penutupnya sudah terlepas.

“Oke May.. Sudah terbuka nih, silahkan lanjutin mandinya” kataku sambil masih membelakangi tubuh Maya yang sedang berdiri di belakangku. Ketika saya membalikkan badanku, betapa kagetnya saya dengan pemandangan di depan mataku. Tubuh Maya tidak dibalut lagi oleh handuk putih yang menempel di tubuhnya tadi.

“Ma-Maaff.. Aku mau keluar May” kataku gugup.

Maya tidak menjawab dan bahkan tidak memberiku jalan. Wanita itu pribadi berhamburan memeluk tubuhku, dan merangkul leherku dengan erat.

“Dan, Via sudah ceritakan kehebatan permainan sex kamu” aroma anyir mulutnya yang segar, menciptakan jantungku semakin berdetak kencang.

“Mmm, anu Mbak.. Mungkin Via terlalu berlebihan” kataku.
“Berikan saya kenikmatan itu Dan..” sambil berkata demikian, bibir mungil Maya pribadi mendarat di bibirku. Lidahnya yang liar serasa menggeliat mencari lidahku.
Cerita Sex - Lidahku yang sudah mulai terpancing birahi, pribadi menyambut keliaran pengecap Maya. Tanganku yang tadi hanya berdiam diri, kini saya beranikan memeluk tubuhnya yang sexy bagaikan Britney Spears. Aku mencicipi dadanya yang molek mendesak dadaku yang bidang. Sesekali tanganku mulai semakin berani menjelajahi pinggul Maya, pantatnya yang masih terlihat kencang walaupun sudah menginjak 35 tahun. Aku meremas pantatnya berkali-kali sehingga hal itu menciptakan nafsu Maya semakin naik.

Bibirku yang sudah mulai marah dan terbawa birahiku yang mulai merangkak ke kepalaku. Lehernya yang jenjang menjadi sasaran empuk bibirku yang mulai menari-nari di atasnya.

“Ooohh.. Dandy.. Geelli..” desah Maya.

Serangan bibirku semakin menjadi di leher Maya, sehingga beliau hanya dapat merem melek mengikuti jilatan lidahku.

Setelah saya puas dilehernya, saya mulai menurunkan tubuhkan sehingga bibirku kini berhadapan dengan 2 buat bukit kembarnya yang masih ketat dan kencang. Aku semakin terbawa dalam fatwa birahi yang meledak-ledak, bibir Maya yang mulai terasuki nafsu birahinya sendiri mulai ganas melahap bibriku.

Jari jemarinya yang lentik, tampaknya terlatih untuk membuka semua kancing yang menempel di hem yang saya kenakan.

Disaat saya mulai telanjang dada, bibirnya mulai menjalar ke arah leherku dan sesaat kemudian bibirnya sudah mendarat pada dadaku. Jilatan lidahnya yang semakin liar, tampaknya tidak ingin menyisakan sedikitpun dada bidangku.

Darahku mendesir hebat hingga menciptakan saya terangsang hebat, ketika lidahnya menari di puntingku. Daerah yang paling sensitif di tubuhku, yang dapat menggugah nafsu birahiku secara sepontan.

“Ohh.. May.. Aaakh” saya merintih sambil menekan tengkuknya ke dada bidangku.

Maya benar-benar sudah di kuasai oleh birahi yang tinggi, dan tanpa saya sadari ketika saya sudah mencicipi kaki sudah dingin. Ternyata Maya sudah melepas jeans yang saya pakai sebelumnya, sehingga kini saya hanya menganakan celana dalam saja.

Lidahnya semakin usang semakin ke bawah dan sampailah lidahnya memainkan pusarku. Tangannya meremas kedua pantatku sehingga saya benar-benar terangsang hebat.

Dengan gaya yang sudah fasih, giginya berusaha menarik celana dalamku dari depan. Kedua tanganya dengan gampang menarik CD ku dari belakang.

“Gila.. Pantes Via puas, habis penismu gede ibarat ini” kata Maya memuji.

Adik kecilku yang tadi sudah ingin melepaskan diri dari belenggu CD yang membatasinya kesannya dapat lepas. Aku melihat kebawah dan melihat Maya yang sedang tertegun dengan besarnya penisku. Penisku berdiri tegak sekali dan sesaat kemudian.

“Mmm.. Srup.. Srupp” verbal Maya yang mungil mulai mengulum batang penisku.

“Aakhh.. May.. Nikmmaat.. Sekkalii” rintihku.

Tanganku menekan dalam-dalam kepala belakang Maya, utnuk memudahkan bergerak maju mundur dan ketika penisku benar-benar terlean dalam verbal Maya, kenikmatan yang luar biasa saya rasakan ketika ujung penisku menthok pada dasar verbal Maya.

“Sss.. Maayy.. Uhh” saya mendesah kenikamatan.

Maya tidak mempedulikan desahan, rintihan dan eranganku, perempuan itu denagn buasnya mengulum, menjilat, mengocok dan mengoral batang kemaluanku.

Sampai saya tidak berpengaruh berdiri.

Cerita Sex - Setelah Maya puas dengan aksinya, Maya bangun dari posisi pertama yang sebelumnya jongkok di bawah selangkangan aku. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk mendorong tubuhnya sehinga tubuh Maya terduduk di kloset. Aku pribadi jongkok dan membuka kedua pahanya yang putih. Lubang vaginanya yang memerah dan disekelilingi rambut-rambut yang begitu lebat. Aroma wangi dari lubang kewanitaannya, menciptakan tubuhku berdesir hebat. Tanpa menunggu usang lagi, lidahku pribadi saya julurkan ke permukaan bibir vagina.

Tanganku bereaksi untuk menyibak rambut yang tubuh disekitar selangkangannya untuk memudahkan aksiku menjilati vaginanya.

Cerita Sex - Beberapa ketika kemudian Maya ibarat orang kesurupan dan ingin memcau birahinya sekencang mungkin. Aku berusaha mempermainkan birahinya, disaat Maya semakin liar. Tempo yang semula tinggi dengan impulsif saya kurangi hingga ibarat gerakan lambat, sehingga centi demi centi batang kemaluanku terasa sekali mengoyak dinding vagina Maya.

“Danddy.. Terus.. Sayangg.. Jangan berhenti..” Maya meminta.

Permainanku tersebut benar-benar memancing birahi Maya untuk mencapai kepuasan birahinya. Sesaat kemudian, Maya benar-benar tidak dapat mengontrol birahinya. Tubuhnya bergetar hebat.

Danddyy.. Aakuu.. Kelluuarr.. Aaakkhkhh.. Goyang sayang” rintih Maya.

Gerakan penisku ibarat goyangan anisa bahar yang patah-patah, menciptakan birahi Maya semakin tak terkendali.

“Dann.. Ddy.. Aaammppunn” rintih Maya panjang.

Bersamaan dengan rintihan tersebut, saya menekan penisku dengan dalam hingga mentok dilangit-langit vagina Maya. Aku mencicipi semburan cairan membasahi seluruh batang kemaluanku.

“Creek.. Crek.. Crek..” bunyi penisku masih bergerak keluar masuk di lubang vagina Maya. Aku semakin tidak peduli dengan Maya yang sudah mendapat kedua orgasmenya, alasannya yakni saya sendiri lagi berusaha untuk mencari kepuasan birahiku. Perlahan, saya turunkan kaki kanan Maya yang pada posisi pertama saya naikkan ke atas wastafel.

Posisi Maya, kini sedikit menungging dengan posisi berdiri. Penisku yang masih tertancap pada lubang vaginanya pribadi saya hujamkan kembali ke lubang vagina Maya.

“Ohh.. Dandyy.. kamu.. memang.. ahli..” kata Maya sambil merintih.
Kedua telapak tanganku mencengkeram pinggul Maya dan menekan tubuhnya supaya penisku dapat lebih menusuk ke dalam lubang vaginanya.
“May.. vagina kau memang asyik banget” pujiku.

“Kamu suka minum jamu ya kok masih seret?” tanyaku.

Maya hanya tersenyum dan kembali memejamkan matanya menikmati bacokan penisku yang tiada hentinya. Batang kemaluanku terasa dipijat oleh vagina Maya dan hal tersebut menjadikan kenikmatan yang luar biasa. Permainan sexku benar-benar dapat diterima Maya alasannya yakni ternyata perempuan tersebut dapat mengimbangi permainan aku.

Sampai kesannya saya tidak dapat menahan kenikmatan yang mulai tadi sudah mengoyak birahiku.

“May.. Aku mau.. Keluuar..” kataku mendesah.

“Aku juga sayang.. Oooh.. Nikmat terus.. Terus..” Maya merintih.

“Dandyy.. Keluarin didalam.. Aku ingin rasain semprotan kamu..” pinta Maya.

“Iya May.. Ooogh.. Akakhh..” rintihku.


Selamat membaca, semoga terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web Video HotVideo SexVideo SeksVideo MesumVideo 17Video PornoVideo BugilVideo NgentotVideo BokepVideo DewasaVideo ABG, Film Bokep, Film Porno, Film Dewasa, Cerita Sex ‪, ‎Cerita 17 Tahun,‬ ‪‎Cerita Bokep‬, ‪‎Cerita Dewasa, ‎Cerita Hot‬, Cerita Hot‎Cerita Kenikmatan, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Porno,‬ ‎Cerita Artis, ‎Cerita Tante‎Cerita Sex, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Sex Dewasa, ‎Tante Girang, ‎Cerita Seks Tante, ‎Ngentot Memek, ‎Cersex‬, Cerita ‎Ngentot, ‎Cerita JandaCerita ABG, Cerita 17, Cerita Mesum


3

Rina Abg Yang Dipaksa Melayani Nafsu Si Badri

Rina Abg Yang Dipaksa Melayani Nafsu Si Badri
CERITA DEWASA - Rina ABG Yang Dipaksa Melayani Nafsu Si Badri # Sebelum bercerita, saya pengen ngenalin diri terlebih dahulu. Nama ku Rina,campuran ambon manado. Aku ingin menceritakan kisahku dikala saya masih berumur 15 thn dan belum terjamah oleh lelaki manapun. 

Rina ABG Yang Dipaksa Melayani Nafsu Si Badri Rina ABG Yang Dipaksa Melayani Nafsu Si BadriCERITA DEWASA - Segera handuk kulepas dan juga celana dalamku yg belum sempat ku buka td. Aku mulai menyirami tubuhku dengan air yg dingin... terlebih dahulu bab kepala yg saya siram,katanya sih supaya tubuh sanggup menyesuaikan suhu air dan sanggup mencegah flu jawaban mandi malam. Setelah itu barulah ku guyur seluruh badanku dgn air. Kurasakan setiap alur air yg merambat mengikuti lekuk2 tubuhku,menuruni leher hingga ke sela2 susuku... turun lagi hingga vaginaku yg sudah di tumbuhi bulu2 halus. Aku mulai menggosok tubuh dengan sabun hingga ke ujung2 kaki...tidak lupa tanganku singgah sebentar di vaginaku utk membersihkannya... ku gosok2 pecahan vaginaku hingga terkadang rasa geli menghampiriku...

Setelah mandi saya pun kembali ke kamar. Malam ini kurasakan hawa nya berbeda, panas... dan menyerupai biasanya klo begini,aku tidur hanya memakai CD dan BH. BH yang saya ambil dan pakai kali ini udah agak kekecilan atau mungkin susuku yang udah bertambah besar sehingga pengait BH ini sudah susah utk saya kaitkan... akhirnnya alasannya ialah kesal saya pun melepaskan BH itu. Akhirnya saya pun tidur hanya memakai CD aja.

Dalam asiknya2 tidur... saya mencicipi menyerupai ada yang sedang menggoyang-goyang tubuhku... namun krn rasa ngantuk yg sangat... maka saya gk eksklusif bangun, hanya membuka mata perlahan-lahan...

Samar2 gk ada yg terlihat krn gelapnya kamarku... namun dikala mata mulai menyesuaikan dengan keadaan gelapnya kamar,di bantu dengan cahaya yg berpancar lewat fentilasi,kudapati ada sesosok tubuh di ujung daerah tidurku... krn kaget saya eksklusif bangkit sambil menutup tubuh dengan selimut...
Lelaki yang berada dalam kamar itupun sudah tidak mengenakan apa2 lagi... serasa saya ingin teriak sekencang-kencangnya namun tdk ada tenaga seakan di terhipnotis oleh keadaan ini. Mataku mulai melihat sesuatu yang nampak menonjol dr laki-laki itu... tonjolan yang selama ini belum pernah saya lihat secara langsung...
Terdiam seakan dihipnotis,aku hanya melihat lelaki itu mengitari daerah tidurku.... perlahan mulai naik dan skrg beliau bersahabat skali dgn ku sehingga saya sanggup mengenalinya.... beliau menutupi mulutku dan menyampaikan bahwa klo saya hingga teriak maka kita akan sama-sama tanggung malunya. Aku hanya termangu tidak menyangka akan terjadi menyerupai ini... air matakupun mulai menetes satu demi satu...

CERITA DEWASA - Badri melihatku yang hanya diam saja mulai melepaskan tangannya dari mulutku... dan mulai menurunkan selimut yang menutupi leher hingga ujung kakiku... saya hanya pasrah dikala tangannya mulai menyentuh susuku... di remas susuku secara perlahan,di usap2 hingga ke ujung pentil... lalu tanggannya mulai turun ke perut hingga ke celana dalamku. Di usap2nya vagina ku dari luar celana dalam,dari celahnya beliau mulai memasukan tangannya utk menyentuh eksklusif vaginaku... bagaikan tersengat listrik dikala ujung jarinya mulai menyentuh bibir vaginaku...

Tiba2 ada keinginanku utk melepaskan diri, mempertahankan kehormatan yang saya punya... saya dorong badri sekuat tenaga... badri yg badannya besar dan tinggi itupun terjatuh dr daerah tidur... secepatnya saya menutup badanku dengan selimut dan lari menuju pintu,namun badri sudah menangkap dan memelukku dr belakang lalu membantingku kembali ke daerah tidur....

Aku tergeletak tak berdaya... selimut yang menutupi tubuhku sudah di pindahkan,aku terlentang... susuku sekarang mengacung tinggi ke atas menunggu hisapan dari badri... celana dalamku sekarang sudah di lepas... dan saya siap utk di setubuhi oleh badri...

Namun ternyata badri bukanlah orang yang ingin cepat2 menghabiskan hidangannya... beliau perlahan mulai menjilati kakiku hingga ke pahaku. Badri termangu sejenak memandangi vaginaku yang sudah ada di depan matanya.... tiba2 bagaikan singa yang lapar,mulutnya eksklusif menerkam vaginaku... dijilatinya dengan rakus,sela2 vaginaku di hisap dan di tarik-tarik memakai mulutnya... kelentitku di hisap... saya mulai mencicipi suatu kenikmatan yg belum pernah saya rasakan... ini ialah insiden pertama dalam hidupku.... saya mulai menutup mata mencicipi setiap jilatan liar di vaginaku...

CERITA DEWASA - Perlahan saya bangkit dari posisi tidurku... Badri menyodorkan tonjolan yang pertama saya lihat td... sambil tutup mata,kubuka lisan dan mendapatkan penis badri yang besar dan panjang itu di dalam mulutku.. mulutku terasa sesak oleh penisnya,di dorong-dorong penisnya di dalam mulutku hingga terasa kena di dinding tenggorokanku... di maju mundurkannya secara perlahan kepala ku hingga susuku pun ikut bergoyang...
Setelah badri puas, beliau mulai menindih ku... ujung penisnya sekarang diarahkan di depan vaginaku.. krn vaginaku sudah licin jawaban hisapan badri di tambah dengan cairan dr vaginaku sendiri,badri menggosok-gosokan kepala penisnya yg sudah di sunat itu di vaginaku...kemudian perlahan di memasukan penisnya yang besar dann panjang itu... saya hanya sanggup menggigit bibirku dan menutup mata... saya rasakan penisnya mulai merobek setiap inci dlm vaginaku,masuk secara perlahan-lahan hingga karenanya tembuslah perawanku... saya mencicipi perih yg luar biasa di dalam vaginaku.... darah mulai menetes keluar dr dalam vaginaku... badri terlihat senyum penuh kemenangan krn sudah berhasil menjebol pertahananku...
badri mulai menggenjot perlahan penisnya,,sedangkan saya masih bertahan dengan rasa perih yg kurasakan... terasa vaginaku akan sobek utk kedua kalinya dikala badri menusukan sepenuhnya penisnya didalam vaginaku... terasa ujung penisnya menyentuh rahimku.... mataku membelalak ke atas hingga hanya putihnya yg kentara sambil tanganku meremas pundak badri....

perlahan-lahan saya mulai terbiasa dengan sodokan badri,aku mulai mencicipi kenikmatan dikala penisnya masuk penuh ke dalam vagina ku....ohhhh... terus sayangggg.... yummy banget.... ucapku perlahan di tepi telinganya...kedua kakiku sekarang mulai menekan pantatnya biar sanggup menusukan lebih dalam lagi penisnya...aaaahhhhh..... sayanggggg.... suaraku mulai agak serak pertanda saya udah mendekati klimaks.Iya sayaaaannnggg... bentar lagi kita keluarin bareng2 yaaaaggghhh...balas badri tanpa mengurangi tempo goyangan penisnya....
Mendadak sodokan penis badri menjadi cepat... saya yg sudah sangat kenikmatan sontak eksklusif meremas rambut badri,,dan badri kembali mencumbuiku dengan ganasnya,telinga dan leherku dijilatinya dengan buas..... daerah tidur berderak derik bagaikan sedang di pacu... tiba-tiba saya mencicipi kenikmatan tiada taranya dan menyerupai ada yg akan meledak dr dalam tubuhku.... penis badripun kurasakan bertambah besar dan panjang menambah kenikmatan klimaksku...
Hingga karenanya keluarlah air kenikmatanku dan kedutan2 vaginaku,aku hanya sanggup melenguh kenikmatan.... ooooohhhhh oooooohhhh oooooohhhhh dengan mata tertutup sambil meremas-remas rambut,bahu dan bab belakang tubuh badri.... sungguh kenikmatan tiada tara yang kurasakan...
Tak usang lalu badripun mencapai klimaksnya di dalam vaginaku sambil meremas susuku yang udah kenceng banget... kurasakan semburan yg hangat keluar dr ujung penis badri sambil beliau menciumku liar.... tanpa kusadari pantatku ikut bergoyang mendapatkan klimaksnya badri...

Keperkasaanku VS Gairah Nafsu Tante Maya

Selamat membaca, semoga terhibur dengan Cerita Dewasa di atas. Jangan lupa bookmark web Video HotVideo SexVideo SeksVideo MesumVideo 17Video PornoVideo BugilVideo NgentotVideo BokepVideo DewasaVideo ABG, Film Bokep, Film Porno, Film Dewasa, Cerita Sex ‪, ‎Cerita 17 Tahun,‬ ‪‎Cerita Bokep‬, ‪‎Cerita Dewasa, ‎Cerita Hot‬, Cerita Hot‎Cerita Kenikmatan, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Porno,‬ ‎Cerita Artis, ‎Cerita Tante‎Cerita Sex, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Sex Dewasa, ‎Tante Girang, ‎Cerita Seks Tante, ‎Ngentot Memek, ‎Cersex‬, Cerita ‎Ngentot, ‎Cerita JandaCerita ABG, Cerita 17, Cerita Mesum

3

Aku Menikmati Badan Tante Hesti

Aku Menikmati Badan Tante Hesti
Cerita Sex -  Aku Menikmati Tubuh Tante Hesti # saya semakin terobsesi untuk mencari sasaran tante kesepian lain untuk memuaskan libidoku yang tinggi. Kali ini sasaranku juga istri tetanggaku yaitu Hesti. Hesti seorang ibu satu anak berusia 3 tahun. Usianya kutaksir gres sekitar 28 tahunan.

 saya semakin terobsesi untuk mencari sasaran tante kesepian lain untuk memuaskan libidoku  Aku Menikmati Tubuh Tante HestiCerita Sex - Hubunganku dengan Hesti memang tidak terlalu dekat, namun kami sering saling menyapa apabila berpapasan di jalan. Dan anaknya pun sering bermain dengan anakku. Ia type perempuan yang ramah dan supel. Untuk berangkat bekerja Hesti memakai sepeda motor matic nya. Ia berangkat sendirian. Tampaknya kawasan kerjanya dan suaminya, berbeda arah, sehingga mereka memakai sepeda motor masing-masing. Dan ini menyulitkan ku untuk melaksanakan pendekatan padanya. Tak bisa kulakukan lagi cara pendekatan yang sama dengan Nanik yaitu beralasan berangkat bareng-bareng. Aku harus putar otak untuk bisa medekatinya.
Namun yang namanya rejeki kadang tiba tiba-tiba. Pagi itu saya sedang memanaskan mesin motorku dan bersiap untuk berangkat kerja. Ketika itu kulihat Hesti berjalan kaki ke ujung gang untuk berangkat kerja. Koq, tumben gak bawa motor? Gumanku dalam hati.
Karena hari itu hari Jumat, kulihat penampilan Hesti cukup kasual. Dengan setelan celana jeans warna hitam dan blouse batik sebagai atasan, tidak bisa menyembunyikan bentuk tubuhnya yang aduhai. Bentuk dadanya yang membusung kedepan dan bokongnya yang melenggak-lenggok kekanan ke kiri dengan indahnya.

Bergegas ku ambil helm serta jaket dan buru-buru pamit pada istriku untuk berangkat kerja. Kuikuti Hesti dari kejauhan. Dan begitu hingga di ujung gang segera kuhampiri dia.
“Lho koq ga bawa motor mbak Hesti? Mau kerja ya?”
“Iya mas, kebetulan motorku lagi di pinjem adik untuk interview. ”
“ Oh begitu…..”
“ Mbak Hesti kerja di Kelapa Gading khan, Kebetulan saya lagi ada urusan ke Sunter dan lewat kelapa gading. Bareng aja yuk.” Ajakku
Sebenarnya alasanku ke Sunter hanya pura-pura ku saja biar saya bisa ada alasan mendekatinya, kalo saya bilang mau ke Kelapa Gading, nanti terbaca donk niatku sesungguhnya. Hehehe
Hesti tampak ragu dengan ajakanku
“Gak usah deh mas, saya naik angkot saja, lagi pula saya gak bawa helm.”
“Udah gak apa apa Mbak, kalo pagi gini khan polisi belum ada. Masih pada tidur’” candaku.
Akhirnya ia luluh dengan ajakanku dan segera naik ke atas motorku.
Motor ku berjenis motor sport sehingga posisi duduk pembonceng agak menunduk dan tentu saja ini memperlihatkan manfaat pemanis bagiku. Untuk mengantisipasi hal tersebut Hesti menempatkan tasnya diantara posisi dudukku dengan duduknya. Namun tetap saja sesekali, tonjolan payudara nya menyentuh punggungku.

Cerita Sex - Kulajukan sepeda motorku dengan santai biar saya punya waktu yang cukup lama untuk ngobrol dengannya. Obrolan kami ringan-ringan saja seputar pekerjaan dan kantornya.
Tak lama kami pun tiba di kantornya yang berupa komplek ruko yang terletak tidak jauh dari Mall Kelapa Gading.
Setelah Hesti turun dari motorku, ia pun mengucapkan terima kasih
“Terima kasih Mas Ardi atas tumpangannya.”
“Iya sama-sama Hes.”
Karena sudah mulai akrab, saya pun tidak lagi memanggilnya Mbak. Itupun alasannya yaitu Hesti yang memintanya.
“Oya nanti pulang bareng yuk. Aku pulang dari Sunter sore hari, kau pulang jam berapa?”
“Aku pulang jam 5 sore sih mas, tapi gak usah repot – repot, saya naik angkot aja, nanti merepotkan mas Ardi lagi.” Elaknya.
“ Enggak merepotkan koq Hes, daripada kau naik angkot kemaleman sampe rumah.”
“ Nanti jam 5 saya tunggu di sini ya,” Desakku.
“Ya udah deh mas, tapi bener gak ngerepotin khan?” Tanyanya lagi.
“Enggak koq hening aja.”
“ Oya saya minta pin BB donk biar nanti praktis ngabarin kalo sudah sampai.”
Dia kemudian menyebutkan serangkain aksara dan angka Pin BB nya
“Ya udah saya masuk dulu ya mas.”
“Ok Hes. Selamat bekerja ya.”
Hesti pun tersenyum manis padaku
Aku segera melajukan motorku dengan cepat ke arah kantor ku di Sudirman, Sudah niscaya terlambat ini.
Tapi ya sudahlah, tinggal nanti cari alasan kenapa terlambat sama si boss.
***
Pukul 4 sore, saya buru-buru menuju mesin absen finger scan dan keluar dari kantor secepatnya. Segera ku menuju ke parkiran motor dan melaju ke Kelapa Gading untuk menjemput Hesti, sang perempuan idaman lain.hehehe
Pukul 4. 40 saya pun tiba di Kelapa Gading. Aku sengaja menunggunya agak jauh dari kantornya biar tidak menjadikan gossip dari rekan-rekan kerjanya. Segera ku kirim pesan via BBM yang mengabarkan keberadaanku. Tak lama BBM itu pun berbalas kalo ia sedang membereskan pekerjaannya dan bersiap pulang.

Cerita Sex - Tak lama masuk lagi BBM darinya. Kali ini Hesti mengabarkan kalo ia harus mengikuti meeting mendadak dengan pimpinan alasannya yaitu ada kekacauan sytem manajemen yang terjadi di bagiannya. Dia mempersilahkan saya untuk pulang saja dan tidak usah menunggunya alasannya yaitu ia tidak tahu jam berapa meeting akan selesai. Tapi saya meyakinkan ia kalo saya akan tetap menunggu saja. Kasian juga kalo ia harus pulang malam naik angkot. Padahal sih dalam hati alasannya yaitu ada maunya.hehe
Aku pun kembali menunggu di dekat sebuah kios rokok di pojokan kawasan parkir komplek ruko tersebut. Untuk membunuh waktu, saya pun ngobrol dengan tukang parkir dan penjaga kios rokok tersebut.

Pukul 19.30, masuk BBM yang mengabarkan kalo Hesti sudah menuntaskan meeting dengan pimpinannya dan sebentar lagi akan keluar kantor. Aku pun memberi tahu dimana posisiku. Tak lama sosok Hesti terlihat keluar di sertai dua orang temannya. Setelah berpisah dengan teman-temannya, Hesti kemudian berjalan menghampiriku di kios rokok.
“ih mas Ardi sudah dibilangin pulang saja, masih aja nungguin aku,” gerutunya tapi sambil tersenyum.
“Biarin, abis nya kasian ngeliat kau cantik-cantik malam-malam naik angkot.” Ujarku sambil memujinya.
Hesti sedikit tersepu mendengar pujianku
“Ih mas Ardi bisa aja, cantikan juga mbak Santi,” ia menyebut nama istriku.
Aku hanya tertawa saja menanggapinya.
“Ya sudah pulang yuk,” ajakku padanya.

Segera kupakai jaket serta helmku dan menyalakan mesin motor, Hesti pun segera menaiki jok motor. Akupun mulai melajukan motorku ke arah kawasan tinggal kami.
Kursakan hawa malam itu begitu cuek dan udara terasa lembab, gejala akan turun hujan. Dan benar saja, ketika saya melaju di jalan Pegangsaan Dua, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, hujan turun dengan derasnya, secara tiba-tiba. Aku pun segera berusaha mencari kawasan berteduh. Tak lama saya pun menemukan sebuah warung yang sudah tutup dengan teras yang cukup untuk kami berteduh. Warung itu letaknya cukup tersembunyi dan tidak ada penerangan di terasnya. Penerangan hanya dari kendaraan yang lewat dan sedikit cahaya dari lampu merkuri penerang jalan.
Aku dan Hesti setengah berlari menghindari hujan menuju teras warung tersebut, sedang motorku kubiarkan di bawah guyuran hujan. Karena terlambat mencari kawasan berteduh, kulihat pakaian Hesti sudah cukup berair terkena guyuran Hujan. Sedang aku, alasannya yaitu mengenakan Jaket kulit, hanya celana ku saja yang basah.
Segera kulepaskan jaket yang kukenakan, dan kukibaskan biar air yang melekat di penggalan luarnya mengering. Kusampirkan jaketku di pundak Hesti yang kulihat mulai menggigil kedinginan. Tangannya menyilang di depan dadanya. Kurapatkan jaketku biar ia bisa merasa lebih hangat. Ia melihat ke arahku dan megucapkan terima kasih dengan bibir yang sedikit gemetar menahan dinginnya suhu udara malam itu.

Ku perhatikan keadaan warung tersebut. Warung semi permanen itu dibangun dengan setengah tembok, setengahnya lagi kayu. Lantainya terbuat dari campuran semen dan pasir saja yang tidak di beri ubin . Kulihat kondisinya mulai sedikit berdebu, tampaknya warung ini sudah cukup lama tutup, mungkin alasannya yaitu bangkrut. Memang kulihat di sekitar warung tersebut suasananya cukup sepi, di sebelah kirinya terdapat lahan yang cukup luas yang tampaknya yaitu garasi truk-truk ekspedisi yang malam itu terlihat kosong. Di sebelah kanannya yaitu lahan kosong yang ditumbuhi ilalang cukup tinggi.

Cukup lama kami berteduh di teras warung tersebut, hujan turun semakin deras disertai kilat dan petir. Hesti sering terpekik kala kilat menampakkan cahayanya di langit disertai bunyi petir yang menggelegar. Posisi berdirinya didekatkannya padaku. Aku pun berinisiatif setengah memeluknya dari belakang. Awalnya saya hanya memegang pinggangnya tetapi lama kelamaan saya pun melingkarkan tanganku di depan perutnya. Entah alasannya yaitu terbawa suasana atau kedinginan, Hesti mendiamkan saja perbuatanku itu. Kepala dan punggungnya malah di sandarkan ke dadaku. Aku terus memeluknya dari belakang sambil melihat ke arah jalan raya di mana kemudian lintasnya semakin sepi. Sudah satu jam kami berteduh di kawasan tersebut. Tidak ada satupun dari kami yang besuara, sibuk dengan pikiran masing-masing.

Sambil memeluknya dari belakang, saya mencium kedaluwarsa harum rambutnya yag tergerai basah. Karena posisi kami yang berhimpitan, mau tidak mau batang kemaluanku melekat di bongkahan pantatnya yang cukup kenyal. Dan sesekali bergesekan. Lama kelamaan hasrat kelelakian ku pun bangkit. Kejantananku bertahap mengeras di balik celana jeansku. Hesti tampaknya menyadari perubahan biologis di tubuhku itu tetapi ia hanya melirikku sekilas sambil tersenyum. Merasa menerima lampu hijau saya mulai berani untuk berbuat lebih. Segera kususupkan tanganku ke balik blus batiknya dan mengusap usap dengan halus dinding perutnya. Kurasakan otot-oto perut yang cukup liat dengan kulit yang halus. Bener-benar aduhai bodi si hesti batinku.Hesti sedikit mengelinjang ketika telapak tanganku menyentuh kulit perutnya.

Cerita Sex - Karena malam makin cuek dan hasrat kelelakianku terus bergejolak, ku beranikan diri tanganku main lebih ke atas. Dengan cepat kususupkan ke balik bra yang dikenakannya. Hesti cukup kaget dengan apa yang kulakukan dan berusaha berontak dan menepis kedua tanganku, tetapi dengan tidak kalah cekatan, saya memeluknya lebih keras dari belakang dan kedua telapak tanganku mencengkram dengan cukup besar lengan berkuasa payudaranya. Kurasakan payudara itu mempunyai daging yang begitu kenyal dan terasa tonjolan puting susu yang makin mengeras. Segera saja saya mengusap usap puting dan payudara Hesti dengan telapak tanganku. Akhirnya pertahanan Hesti pun melemah, nafasnya mulai tersengal-sengal. Kuciumi leher jenjangnya dan ia pun menggelinjang sambil merintih tertahan
“aaahhhh….”
Karena badan Hesti yang menggelinjang, tubuhku pun sedikit terdorong ke belakang dan tersandar pada pintu warung. Tiba-tiba kunci pada pintu warung itu terlepas di karenakan dudukan kayu kawasan kait gembok pengunci warung tersebut sudah lapuk tergoda rayap. Pintu warung itu pun terdorong sedikit terbuka.
Aku segera menghentikan kegiatanku dan segera menarik kedua tanganku dari balik bajunya. Segera kuambil senter kecil yang selalu kubawa dari kantong jaketku. Kudorong pintu warung itu biar terbuka lebih lebar, dan segera kusinari seisi ruangan itu dengan cahaya senterku. Ruangan di dalam warung itu berukuran 3 x 3 meter. 
Di dalamnya sudah kosong hanya ada sebuah lemari beling yang sudah usang, mungkin bekas kawasan meletakan barang dagangan. Sebuah dingklik kayu menyerupai dingklik yang biasa kita temui di sekolah dasar dan di pojokan ada sebuah bale/dipan yang terbuat dari potongan-potongan bilah bambu berukuran 1,5 x 2 m.
Ruangan itu sedikit berdebu dan di langit-langit kutemukan fiting lampu yang berisi bohlam kecil berdaya 5 watt dan saklar model tarik. Ku tarik saklar tersebut dan ternyata lampu itu masih menyala, entah menerima pasokan listrik dari mana, mungkin ada sambungan dari garasi truk di sebelahnya.
Ruangan itu menjadi lebih terperinci walau cahayanya masih temaram. Suhu dalam ruangan tersebut lebih hangat di banding di luar. Segera saja Hesti kuajak masuk ke penggalan dalam warung. Hesti agak ragu, tetapi kutarik lengannya biar ia segera masuk. Jauh lebih baik dan hangat di dalam di banding di luar.

Hesti meniup sedikit debu yang melekat pada bale-bale dan ia pun duduk di sisi bale tersebut. Aku segera menutup pintu warung dari dalam biar ruangan menjadi lebih hangat, dan saya pun duduk disamping Hesti, lama kami melongo sambil menelisik dengan seksama keadaan ruangan tersebut.
Akhirnya saya teringat akan permainan kami yang terputus di luar tadi. Hesti kemudian membuka jaket yang di sampirkan di bahunya dan meletakkan di sandaran kursi kayu. Aku segera menggeser tubuhku dan memposisikan tubuhku berhadapan dengan Hesti. Hesti terlihat manis di bawah cahaya temaram lampu 5 watt, rambutnya sedikit awut-awutan dan basah.

Cerita Sex - Segera saja kuraih tengkuk Hesti dengan tangan kananku dan mendekatkan wajahnya ke padaku. Segera kulumat bibir Hesti yang telah merekah. Sementara tangan kiriku melingkar di pinggangnya. Cukup lama kami berpagutan dengan posisi duduk saling berhadapan.
Aku pun mulai merebahkan badan Hesti ke bale-bale sambil lisan kami tetap berpagutan. Kugeser tubuhnya agak ketengah dan ia pun mengangkat kakinya naik ke atas bale-bale. Sudah tak kupedulikan lagi debu tipis yang melekat di bale tersebut. Hasrat kami jauh lebih menggebu di banding debu.

Sambil terus mengulum bibirnya, lidahku dengan liar mengeksplore rongga lisan Hesti. Ku susupkan kembali tanganku ke balik blouse nya dan berusaha meraih payudaranya. Kumainkan lagi puting susu itu dengan telapak tanganku walapun blouse dan bra masih melekat di tubuhnya. Namun lama kelamaan posisi itu tidak membuatku nyaman. Kuhentikan pagutan bibirku dan segera kutarik ke atas blouse batiknya. Hesti mengangkat tangannya ke atas dan mengangkat sedikit kepalanya. Blouse itu pun lolos dari tubuhnya. Setelah blouse nya terlepas, segera kuraih kait bara di punggung Hesti. Ia sedikit melengkungkan punggungnya biar tanganku praktis meraih dan melepas kait bra yang dikenakannya. Bra itu pun akibatnya terlepas. Kini tampak di hadapanku badan Hesti yang setengah telanjang dengan bentuk payudara yang bundar tepat dan puting susu yang tidak terlalu besar berwarna coklat muda mendekati merah muda. Sesaat saya terpana dengan keindahan badan Hesti.

Hesti sadar saya memperhatikan tubuhnya lekat-lekat, ia pun mendekapkan tangannya menutupi payudaranya. Aku segera manarik tangan Hesti ke atas dan menahannya dengan tanganku. Payudara itu kembali mencuat dengan puting susu yang tampaknya menantang untuk di hisap. Segera saja ku dekatkan wajahku ke payudaranya dan ku hisap puting susu payudara sebelah kirinya. Hesti melenguh dan punggungnya melengkung mencicipi nikmat dari rangsangan yang kuberikan. Tanganku tetap menahan tangan Hesti di atas. Mulutku terus menghisap puting susu dan memainkan nya dengan lidahku bergantian di kedua payudaranya. Hesti menggelinjang makin hebat, kepalanya tergolek ke kanan ke kiri dengan lisan yang terus meracau menahan nikmat.
“Aahhh…..ouuhhh….issshhhh….”
Cukup lama saya memainkan kedua payudaranya. Setelah puas saya pun mulai membuka kancing dan retsleting celana jeans Hesti kemudian meloloskannya melewati kedua tungkai kakinya. Celana dalam hitam berenda yang dikenakannya kulepas juga. Di hadapanku sekarang tampak gundukan daging yang ditumbuhi bulu halus yang tersusun rapi. Terlihat garis yang membentuk belahan memeknya berwarna kemerahan. Liang vagina itu terlihat sempit, hampir tidak percaya jikalau Hesti sudah pernah melahirkan.

Dengan setengah berlutut di hadapannya, Kurenggangkan kedua pahanya dan kudekatkan wajahku ke liang vaginanya. Segera saja ku sapukan dengan lembut lidahku ke liang vaginanya. Hesti kembali menjerit dan punggungya kembali melengkung. Ku mainkan lidahku terus menembus liang vagina. Vagina itu benar-benar rapat dan wangi. Terus saja kusapukan lidakhku menerobos lobang kenikmatannya dan sesekali menyentuh klitorisnya. Hesti terus merintih dan menggelinjang. Liang itu benar-benar berair oleh cairan kewanitaannya. Kurasakan kedutan halus otot-otot vaginanya di lidahku.

Cerita Sex - Cukup lama Hesti menghisap kontolku, akhinya ku cabut perlahan batang kontolku dari mulutnya dan kurebahkan badan Hesti ke bale-bale. Kudekatkan kepala kontolku yang sudah berair oleh air liurnya ke arah liang vagina Hesti. Kedua paha nya di renggangkan dan lututnya di tekuk. Liang vagina itu sedikit merekah. Terlihat berwarna merah muda dan berkilat berair oleh cairan yang membanjirinya. Perlahan ku tempelkan kepala kontolku tepat di pintu masuk liang vaginanya.

Ku majukan perlahan pinggulku dan kepala kontolku pun meyeruak masuk mencoba menembus pertahanan Hesti. Terasa sempit. Hesti pun menyerupai nya menahan rasa sakit. Ketika batang kontolku terbenam setengahnya di liang vaginanya. Kucoba memaju mundurkan batang kontolku perlahan. Akhirnya dengan sedikit paksaan, batang kontoku terbenam seluruhnya dalam liang vagina Hesti. Hesti menjerit tertahan mencicipi tubuhnya di masuki batang kontol yang cukup besar.
“aaacchhhhh…..iiissshhhhttt…..ooouuuuchhhh.”
Saking sempitnya, vaginanya terlihat menggembung, sesak menampung batang kontolku.
Kudiamkan sesaat batang kontolku di dalam vagina Hesti. Merasakan sensasi kedutan-kedutan halus otot vaginanya yang mencengkram erat seluruh batang kontolku. Sunggung sensasi yang tidak terkira.
Perlahan ku maju mundurkan pinggulku lagi dan penisku terlihat bergerak maju mundur di liang vaginanya. Batang itu terlihat berair berkilat dilumuri cairan kewanitaan Hesti. Semakin lama kupercepat gerakan pinggulku dan Hesti pun makin meracau dan merintih mencicipi kenikmatan persetubuhan kami.
“Aaacchhhhh……ooouuchhhh…..acchhhhh……sssttt……mmmaaa asss….”
Terus saja kuhujamkan batang kontolku ke vagina Hesti. Posisiku setengah berlutut di topang kedua tanganku yang diposisikan mengapit kedua payudara Hesti. Daging kenyal itu bergesekan dengan kulit lenganku mencipatan sensasi tersendiri. Payudara itu terus berguncang mengikuti irama sodokan pinggulku.
Serunya aktifitas kami di atas bale-bale membuat bunyi berderit yang cukup riuh di ruangan tersebut. Belum lagi bunyi nafas kami yang memburu dan rintihan serta bunyi Hesti yang terus meracau, membuat suara-suara di malam sunyi itu.
Tiba-tiba Blackberry Hesti berdering, Hesti agak kaget. Segera di raihnya Blackberry yang diletakan di dalam tas tak jauh dari tubuhnya. Terlihat nama suaminya di layar BB. Hesti member instruksi dengan telunjuknya, memintaku biar berhenti sesaat menggenjot tubuhnya.“iya mas…..” jawab Hesti.“Aku masih di jalan, ini lagi berteduh. Aku numpang sama temen naik motor,” Hesti pun berbohong pada suaminya“Iya sebentar lagi saya jalan,” tutupnya.Begitu bunyi percakapan Hesti dengan suaminya di telepon.
Ketika mendapatkan telpon, saya tidak menghentikan genjotanku, saya hanya mengurangi temponya, sehingga ia pun berbicara sedikit tertajah biar tidak hingga merintih. Di cubitnya perutku, sambil merajuk.
“Hampir aja ketahuan,’ ungkapnya lagi.
Tidak tampak perasaan bersalah di wajahnya walau vagina yang seharusnya menjadi hak suaminya tengah di masuki oleh kontol tetangganya. Tampak birahinya yang menggebu mengalahkan logika dan kebijaksanaan sehatnya. Segera saya menggenjot kembali pinggulku denga tempo yang lebih cepat. Hesti kembali merintah dan tak lama ia pun menjerit panjang sambil meremas lenganku dengan kerasnya. Di bawah sana terasa kedutan dan otot vaginanyamencengkram makin keras di barengi dengan punggungnya yang sedikit melengkung menahan ledakan kenikmatan yang dirasakannya. Hesti mencapai klimaksnya.

vagina Hesti mencengkram dengan erat tampaknya enggan melepaskan batang kontolku. Hujan di luar makin reda seiring berakhirnya pertempuran kami. Suhu ruangan tidak lagi cuek namun panas diiringi bunyi nafas yang terengah-engah.
Perlahan saya melepaskan bibir Hesti dan mengeluarkan batang kontolku dari vaginanya. Terlihat batang kontolku sangat basah. Dan kulihat lubang memeknya yang tadi sempit sekarang merekah menyerupai bunga dan terlihat lelehan cairan putih spermaku. Aku pun bangun berdiri dan mulai berpakaian. Hampir satu jam kami bersetubuh di warung itu. Hesti tampaknya benar-benar kepayahan. Aku pun membantunya untuk bangun dan mengenakan pakaiannya.
Kepalanya di sandarkan di bahuku dan kupapah tubuhnya menuju motor yang terpakir di luar. Dengan lembut Hesti mencium pipiku sambil berbisik  “Besok lagi ya sayang………”
Selamat membaca, semoga terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web Video HotVideo SexVideo SeksVideo MesumVideo 17Video PornoVideo BugilVideo NgentotVideo BokepVideo DewasaVideo ABG, Film Bokep, Film Porno, Film Dewasa, Cerita Sex ‪, ‎Cerita 17 Tahun,‬ ‪‎Cerita Bokep‬, ‪‎Cerita Dewasa, ‎Cerita Hot‬, Cerita Hot‎Cerita Kenikmatan, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Porno,‬ ‎Cerita Artis, ‎Cerita Tante‎Cerita Sex, ‎Cerita Ngentot, ‎Cerita Sex Dewasa, ‎Tante Girang, ‎Cerita Seks Tante, ‎Ngentot Memek, ‎Cersex‬, Cerita ‎Ngentot, ‎Cerita JandaCerita ABG, Cerita 17, Cerita Mesum

Sumber : InternetPornografi
3