Kenikmatan Ngentot Cewek Amoy Keturunan Cina

Cerita Sex Bergambar - Peristiwa ini bermula semenjak saya berenang di kolam renang Pasar Atom Surabaya. Pada ketika itu saya beserta teman-teman telah sepakat untuk mengadakan renang bersama setelah kami selesai menempuh ulangan umum cawu 3 tahun anutan 2001-2002 yang diadakan oleh SMU kami. Hal itu kami lakukan sebagai rasa bersyukur kami alasannya yaitu kami telah berhasil menjalani ulangan umum yang paling menentukan dengan hasil yang memuaskan. Walaupun nilainya belum keluar tapi kami optimis kalau kami akan menerima nilai yang bagus di raport kelak dan hal itu memang benar-benar terjadi ketika penerimaan raport berlangsung.
Kenikmatan Ngentot Cewek Amoy Keturunan Cina Kenikmatan Ngentot Cewek Amoy Keturunan Cina
Kenikmatan Ngentot Cewek Amoy Keturunan Cina

Saat itu kami berangkat menuju ke lokasi beramai ramai menaiki sepeda motor. Kami ingin meluapkan kegembiraan di ketika itu dengan naik motor memenuhi jalan. Padahal pada ketika itu jumlah kami tak terlalu banyak. Hanya 12 orang dengan 6 motor. Awalnya saya tak mau ikut serta. Tapi alasannya yaitu ada temanku yang tidak punya partner untuk berangkat, so saya mau aja. Itung itung bantu teman. Selain itu temanku yang tidak kebagian kendaraan itu cewek yang lumayan cakep, so saya ho-oh aja deh.

Sepanjang perjalanan kami bersendau gurau bersama. Aku pun tak mau ketinggalan untuk usil dengan cewek yang saya bonceng. Sebetulnya saya kasihan juga sih untuk ngerjain dia. Tapi saya ingin mencicipi dadanya. Segera saja kutekan penuh kopling dan kulepas secara cepat dengan gas yang buka secara besar pula sehingga motorku pribadi lompat dan otomatis dadanya tertekan kepunggungku dan ohh.. benar-benar empuk hangat dan kenyal sekali dadanya. Apalagi beliau ketika itu hanya memakai baju ketat putih yang tipis. Sehingga BHnya terlihat dengan jelas. benar-benar pemandangan yang indah.

"Maaf, ya," kataku basa basi.
"Nggak apa kok. Hati hati ya.." katanya sambil memelukku dengan erat.

So kontan aja penisku pribadi bangkit. Barang siapa sih yang nggak senang kalau ditempeli payudara yang kenyal kaya gitu. Dia memelukku erat sekali. Entah kenapa. Mungkin beliau takut jatuh. Selama diperjalanan saya happy banget. Karena dada temanku itu ditempelkan terus kepunggungku.

Setelah lama diperjalanan, alhasil kami hingga juga. Teman-teman kami pribadi masuk ke dalam areal pasar Atom menyerupai pernah mengunjungi tempat tersebut. Tetapi ternyata dugaanku salah. Mereka malah mencari satpam dan bertanya perihal eksistensi kolam renang tersebut. Karuan saja saya jadi tertawa terbahak bahak, walau dalam hati. Setelah bertanya kami segera menuju kolam renang tersebut.

Setibanya di sana saya sangat senang sekali. Karena pengunjungnya yaitu gadis gadis ABG yang cakep cakep dan sexy sexy. Mereka rata rata memiliki badan yang proposional. Karena sudah nggak mampu menahan kegembiraanku, segera saja saya bersuit suit dengan keras sekali hingga sampai diantara mereka ada yang tersenyum ada juga yang hirau tak acuh. Dan hebatnya lagi pengunjung pada siang hari itu pengunjungnya nggak ada yang cowok. Semuanya cewek cewek ABG yang berkulit putih mulus dan berbodi menggairahkan. Sebetulnya ada sih cowoknya. Tapi usia mereka masih dibilang terlalu kecil. Menurutku umur mereka berkisar antara 7-10 tahun. So, mereka pasti nggak tahu apa apa kalau kakak-kakak mereka yang cakep cakep saya 'kerjai' apalagi di situ tidak ada penjaga kolam renangnya. Whaaoo, the greatest chance.

Aku pun segera ganti baju renang di kamar mandi pria. Setelah berganti baju saya melaksanakan pemanasan ala Ninjitsu, beladiri Ninja Jepang. So, kontan saja saya pribadi jadi sentra perhatian para cewek cewek yang berenang di situ. Mereka yang semula sibuk berenang kian kemari ataupun yang sedang bermain main dengan air ditepi kolam menjadi terpukau akan gerakan pemanasan yang saya lakukan. Karena gerakan yang saya lakukan ini memang tergolong sulit dan sangat ekstrem serta mampu berakibat fatal kalau tidak dilakukan dengan benar.

Pertama tama, saya berlari lari kecil mengelilingi kolam sebanyak lima kali, setelah itu saya mulai melemaskan kakiku dan mulai melaksanakan salto, roll, dan berbagai gerakan berbahaya lainnya termasuk lompat harimau. Itulah hebatnya Ninjitsu, semua tehnik beladiri yang membahayakan mampu dilakukan tanpa matras. Makara jangan heran bila para TNI mampu melaksanakan gerakan roll depan dan roll belakang dengan cepat tanpa beralaskan matras sedikitpun alasannya yaitu mereka telah dilatih dengan beladiri Ninjutsu terutama pasukan elit Kopassus.

Setelah puas melaksanakan pemanasan, saya segera berenang ke sana kemari sambil melihat cewek cewek cakep disekitarku. "Andai mampu 'kucoba' vagina mereka semua," ujarku dalam hati sambil memandang pantat mereka serta payudara mereka yang benar-benar sexy. Tanpa kusengaja saya menabrak temanku yang saya usilin tadi. Aku pun minta maaf dan diapun baiklah aja. Tapi setelah minta maaf, saya tidak mampu pergi begitu aja. Karena pakaian renang yang digunakan oleh temanku itu tidak hingga menutupi seluruh payudaranya. Kira kira seperempat adegan dari payudaranya itu mampu terlihat dibalik baju renangnya yang cukup ketat. Aku pun tanpa sengaja berdecak kagum sambil memandang payudara temanku itu. Baru kali ini saya lihat payudara cewek beneran. Di depanku lagi.

Aku benar-benar nggak nyangka kalau beliau memiliki payudara yang rupawan dan cukup besar serta menggairahkan. Payudaranya berwarna kuning langsat. Sama menyerupai warna kulitnya yang mulus itu.

"Whoo, rupawan sekali," kataku tanpa sengaja terucap begitu saja dari mulutku.
"Apanya?" kata beliau sambil pura pura tidak mengerti.
"Payudara kau Sar. It's so big and wonderful," kataku sambil berdecak kagum.
"Ahh, mampu aja," kata Sari sambil tersipu aib dan menyibakkan air kemukaku lalu pergi berenang menjauhiku.
"Hhmm.. Aku jadi ingin nyoba punyanya beliau nih.." kataku sambil menatap kagum kepada Sari yang sudah berenang menjauh dariku.

Pasti beliau masih perawan pantatnya sexy banget sich.. Setelah itu saya mulai berenang sambil melihat para cewek cewek di sekitarku. Sementara itu, sahabat temanku lagi asyik asyiknya mengadakan laga cepat dalam hal berenang dengan jarak yang lumayan jauh. Kira kira 300 m. Bagiku permainan itu kurang seru. Mending ngegodain cewek cewek. Siapa tahu mampu dapat dan mampu diajak ber 'ohh-yess' ria, istilah para siswa siswi SMU kami untuk mengatakan kekerabatan seks.

Setelah selesai berkeliling kolam renang, kulihat ada seorang cewek yang duduk sendirian di pinggiran kolam sambil memainkan air dengan kakinya yang indah. Dari tatapan matanya ke kolam renang mampu dipastikan bahwa beliau sedang memikirkan sesuatu.

"Hai.. Cewek.. Kenalan dong.." kataku memulai perkenalan.
"Hai.." katanya ramah sambil memandangku dengan lembut.
"Hai namaku Laksono. Panggil saya Sony," kataku sambil mengulurkan tangan.
"Melly Apriana. Panggil aja Melly," jawabnya sambil membalas uluran tanganku.

Waktu kami berjabat tangan, tangan doi tidak pribadi saya lepas. Karena tangannya halus banget serta putih mulus sama menyerupai bodynya yang menggairahkan. Mungkin alasannya yaitu risih, beliau segera menarik tangannya dariku sambil memalingkan mukanya yang memerah.

"Kamu nggak berenang?" tanyaku basa kedaluwarsa sambil beranjak naik dari kolam renang untuk duduk disebelahnya.
"Nggak. Lagi BeTe nih," kata doi sambil memainkan air kolam dengan kakinya yang indah.
"Kenapa sih? Cakep cakep kok BeTe. What's the problem? Mungkin saya mampu bantu mecahin masalahnya," kataku untuk berusaha memperakrab kekerabatan kami.
"Itu tuh, pelajaran kimiaku selalu dapat angka merah. Aku sudah ikut les ke LBB Ganesha Operation tapi saya tetep nggak paham walaupun sudah tanya ke tentornya berkali kali." jawab doi sambil menyibakkan rambutnya yang diterpa angin.
"Wah, cakep banget beliau kalau lagi begitu. Ketiaknya putih mulus. Makara nafsu nih," pikirku sambil menelan ludah.

Bayangkan saja, siapa yang nggak nafsu kalau sudah ada cewek cakep, putih mulus, sintal, padat berisi, dan tinggi semampai duduk bersebelahan dengan kita dan hanya dipisahkan oleh jarak yang kurang dari 30 cm..

"Kamu kelas berapa?" tanyaku sambil memandang wajahnya yang begitu ayu mempesona.
"Kelas satu, sekarang naik ke kelas dua," jawabnya sambil tersenyum ke aku.
"Kamu les di Ganesha yach? Sama dong.." kataku sambil ikutan mainin air.
"Benar?? Kamu beneran? Kamu kelas berapa?" tanyanya seakan tak percaya sambil menatapku langsung.

Wah benar-benar ayu parasnya. Makara nafsu nich..

"Sama kayak kamu," kataku sambil memandang wajahnya.
"Kamu gelombang berapa? Kok kita nggak pernah ketemu?" tanya doi penasaran.
"Gelombang dua," jawabku singkat.
"Sama donk. Kok nggak ketemu yach. Kamu di GO mana?" tanya doi sambil menatap wajahku terus menerus.

Wah jadi geer nich. Aku ingin cepet cepet ngerasakan vagina miliknya. Tapi saya tahu, untuk menerima itu memerlukan proses yang panjang dan melelahkan.

"Sidosermo Indah," jawabku sambil menatapnya balik.
"Oo, pantes nggak ketemu, saya khan di GO Jimerto. Oh ya, kau sekolah dimana?" tanya doi yang mulai penasaran sama aku.
"SMU Negeri 10. Kamu?"
"SMU Santa Maria."

Oo, pantes dianya cakep banget. Anak sekolah sana, ceweknya kan terkenal cakep cakep dan sexy sexy.

"Rumah kau dimana?" tanyaku biar tidak kehilangan jejaknya.
"Jimerto. Kamu?"
"Jemur Sari"
"Jimerto mana sich saya punya sahabat yang rumahnya di sana juga lho," pancingku untuk menerima alamat rumahnya.
"Ohh ya. Aku di Jimerto VII/5," kata doi sambi tersenyum ramah.

Wah cewek ini sudah cakep, ramah, dan juga enak diajak bicara. Dia benar-benar cewek tipeku. Hanya saja suku bangsa kami berbeda. Dia keturunan Cina sedangkan saya Jawa. Tapi biarpun begitu beliau itu benar-benar cakep dan sexy lagi.

"Kamu sudah punya pacar belum?" tanyaku ingin tahu.
"Belum, kenapa sih?" tanya doi sambil memandangku.

Wih nggak kebayang, deg degan juga waktu itu. Bayangin aja, cewek secakep kayak beliau belum punya cowok. Apa sih kekurangannya. Sebetulnya beliau itu lebih dari cukup. Bahkan mampu dikatakan cukup menarik. Pantat oke, payudara oke, tinggi boleh, penampilan oke, rambut oke, wajah oke, mau apalagi?

"Lagi kosong dong," kataku menggodanya.
"Iya nih.. Kamu gimana?" tanya doi sambil memandangku.
"Sama," jawabku singkat.

Doi hanya membalasnya dengan senyuman simpul yang cukup indah.

"Ehh, tunngu bentar ya saya mau ke toilet dulu. Kamu tunngu aja di sini nanti kita ngobrol lagi, oke?" kata doi sambil memandangku mesra.
"Oke."jawabku sambil memandangnya hingga beliau menghilang ke toilet wanita.

Wao, caranya berjalan benar-benar ingin membuatku mencobanya. Pantatnya yang sexy dan padat bergoyang kiri kanan, kiri kanan, kiri kanan. Dan kakinya yang rupawan itu menjulang ramping. benar-benar sexy anak itu, kataku dalam hati.

Karena sudah nafsu segera saja saya masuk ke toilet untuk mencarinya. Apalagi di situ tidak ada penjaganya.

"Melly.. Mel.. Kamu dimana Mel?" kupanggil namanya dengan perasaan was was juga.

Sebab dimana mana perjaka khan tidak boleh masuk ke toilet cewek, begitupun sebaliknya. Tiba tiba saya melihat ada satu pintu diruang ganti yang tertutup. Sementara yang lain terbuka termasuk toiletnya. Aku yakin pasti itu Melly. Segera saja saya mendekat.


Walaupun diselimuti oleh rasa takut yang berdebar debar, saya tetap akan melanjutkan niatku. Karena saya sudah sangat nafsu sama dia. Semakin dekat semakin terdengar bunyi Melly yang sedang mendesah desah, persis menyerupai bunyi cewek yang mendesah desah alasannya yaitu kenikmatan.

"Ohh.. Ah.. Ach.. Oh.. Ohh.. Yes.. Oh.. Ah.. Yess.. Oh.."

Karena sudah sangat penasaran segera saja saya menerobos pintu itu dengan cara merangkak lewat bawah. Kebetulan pintu ruang gantinya hanya sebatas dada hingga kaki. Makara kepala dan kaki mampu terlihat dari luar. Dan saya menerobos masuk lewat lubang dibawahnya.

Ahh, saya benar-benar tak percaya akan penglihatanku sendiri. Dia sedang duduk dimeja kecil tempat meletakkan pakaian dengan keadaan telanjang bundar sambil menggosok gosok vaginanya dengan jarinya secara cepat sambil memejamkam mata dan mendesah desah kenikmatan. Tampaknya beliau sedang asyik bermasturbasi ria. Sampai hingga waktu saya panggil berkali kali beliau tak menyahut. Mungkin alasannya yaitu beliau sedang keasyikan menikmati masturbasinya.

"Mmff.. Achh.. Ohh.. Mmff.." bunyi itu keluar dari mulutnya begitu saja dan badan Melly mengejang ngejang kenikmatan dan keluarlah cairan yang merembet dari dalam vaginanya menuju ke luar. Tampaknya beliau gres saja mengalami orgasme. Setelah beliau mengalami orgasme yang hebat, barulah beliau sadar kalau saya sudah di depannya dan daritadi saya sudah memperhatikannya bagaimana beliau bermasturbasi dan mengalami orgasme yang dahsyat.

"Lhoo.. Kok kau mampu ke sini sih. Ini khan toilet cewek. Kamu kok masuk seenaknya aja sich. Ayo keluar!," teriak doi terkejut sambil menutupi kedua payudaranya dan vaginanya dengan tangannya.
"Hei tunggu dulu Mel. Oh ya, ngomong ngomong orgasme kau tadi gimana enak nggak? Kelihatannya kau mengalami suatu orgasme yang jago tuh," kataku sambil memandang keindahan tubuhnya yang tidak ditutupi oleh sehelai benang pun.
"Ayolah Mel. Jujur aja. Kamu kok masturbasi sich?" tanyaku sambil memandang wajahnya yang mulai memerah.
"Itu bukan urusanmu. Sekarang keluar dari sini!," bentak doi.
"Kamu nggak perlu berkata begitu. Ayolah, mengaku sajalah," kataku sambil mulai mendekap tubuhnya dan menciuminya.
"Ok, saya tadi bayangin kau lagi bersetubuh sama saya waktu masturbasi. Habis kau cakep sich," kata doi sambil mulai membalas ciuman ciuman mautku.
"Oh ya. Kenapa kau nggak bilang terus terang," kataku terkejut sambil menghentikan ciumanku ke seluruh wajahnya.
"Karena saya malu. Aku aib mengatakannya kalau saya suka kamu. Apalagi setelah saya mendengar kalau kau belum punya pacar," kata doi sambil menundukkan kepala dengan muka yang mulai memerah.
"Hei kau nggak perlu berbuat menyerupai itu. Kamu mampu ngomong pribadi ke aku. Aku nggak apa apa kok," rayuku sambil meremas remas payudaranya yang menggairahkan.
"Mel, saya sebenarnya juga suka kamu, tapi saya aib ngomong ke kamu. Kamu cakep banget Mel. Kamu cewek yang sexy dan sensual. Maukah kau jadi pacarku?" kataku sambil memandangnya serius.
"Tentu Say," jawabnya sambil mencium bibirku.

Oh god, alhasil kudapatkan juga cewek ini. Cewek cakep impianku.

"Mulai sekarang kau nggak perlu melaksanakan masturbasi dan ngebayangin sedang bersetubuh denganku, Mel. Mulai sekarang kita akan bersetubuh sungguhan."kataku sambil mulai merenggangkan kedua pahanya.

Tetapi dengan cepat doi merapatkan pahanya kembali dan menggelengkan kepalanya.

"Kenapa Mel? Ayo kita lakukan. Ini sebagai perwujudan cinta kita Mel." rayuku sambil meremas remas payudaranya.
"Bukannya saya nggak mau Son, tapi saya masih perawan. Aku belum pernah bekerjasama seks. Aku takut sakit," kata doi sambil memelukku dan memberi saya ciuman di pipi.
"Tenang Mel, sakitnya cuma sebentar dan sekali ini aja kok. Untuk selanjutnya sudah nggak sakit lagi. Aku akan melakukannya dengan hati hati," kataku dengan penuh kasih sayang.
"Kamu kesepakatan ya?" kata doi sambil memandangku serius.
"Tentu Mel. I love you honey," kataku sambil meregangkan pahanya.

Tampaknya vaginanya Melly masih utuh. Berarti beliau masih perawan. Oh god, apa yang harus kulakukan. Haruskah kuperawani dia. Aku sebenarnya nggak tega, tapi alasannya yaitu sudah nggak berpengaruh nahan nafsu, segera saja kugosok gosok vaginanya dengan jariku.

"Ahh.. Ohh, achh.. Sonn.. Ahh.. Ohh.. Yes.. Kamu.. Na.. Kkal.. Ahh.. Ohh.. Yes.. Oh.. Yes.. A.. Yo.. Mas.. Suk.. Kin.. Dong" kata doi sambil mengeliat geliat alasannya yaitu nikmat bercampur geli.

Jujur aja, saya melaksanakan itu untuk mengetahui dimana lubang vaginanya. Karena gres kali ini saya bersetubuh. Aku nggak tahu harus dimasukkan kemana. Tanpa kusengaja jari tengah tanganku masuk secara tak sengaja kesebuah lubang didaerah vaginanya. Mungkin inilah lubangnya. Karena waktu jariku masuk ke sini, Melly makin keenakan dan ngomong.

"A.. Yo.. Yach.. Situ.. Si. Tu.. Masukin kesitu.." kata Melly sambil memejamkan mata erat sekali.
"Ok, lets do it," pikirku.

Segera kulepas celanaku dan penisku pun pribadi menyembul keluar. Tampaknya penisku sudah terlalu lama 'on' nya. Makara ukurannya sekarang sudah benar-benar gede. Segera saja kuregangkan kakinya dan Mellypun hanya memejamkan mata menunggu kenikmatan yang akan menimpanya. Lalu kumasukkan penisku ke vaginanya yang sudah berlendir alasannya yaitu beliau tadi melaksanakan masturbasi. Dari dalam vaginanya tercium busuk harum yang khas. Tampaknya harapanku untuk memasukkan penisku ke dalam vaginanya tidak berhasil dan doi pun menjerit keras banget.

"Arrgghh, sakit.. sakit.. Hati hati.." teriak doi.

Akupun jadi bingung. Aku takut semua cewek yang di luar masuk kemari dan menemukanku sedang bersetubuh dengan Melly, mampu gawat nih. Maka itu segera kuhentikan mendorong penisku ke dalam vaginanya Melly dan mulai mencium bibirnya sambil mempermainkan lidahnya dengan lidahku. Diapun tampaknya sangat senang dengan permainan lidahku. Secara perlahan lahan beliau ikut merespon permainan lidahku. Setelah beliau mulai tenang. Segera kusambar pakaian renangnya dan meyuruhnya untuk menggigitnya untuk menahan sakit.

"Mel, kau kalau sakit, gigit ini yach," kataku sambil memasukkan adegan tali dari pakaian renangnya ke mulutnya.

Segera saja kudorong pelan pelan. Dan Mellypun semakin keras menggigit pakaiannya sambil menggeleng gelengkan kepalanya dengan lemah. Aku tahu beliau mencicipi sakit yang amat sangat alasannya yaitu vaginanya memang benar-benar sempit dan nikmat. Aku hingga memejamkan mata untuk lebih menikmati kerapatan dan kehangatan vaginanya. Setelah ? adegan penisku masuk saya mencicipi suatu lapisan yang agak sulit ditembus. Tapi saya nggak mau sulit sulit mikirin cara untuk nembusnya. Khan Melly sudah nggak akan teriak lagi.

Aku pun segera memundurkan penisku sedikit dan menghunjamkannya ke dalam vaginanya. Akhirnya berhasil juga kurobek selaput daranya dan ohh.. Vaginanya nikmat sekali. Benar-benar vagian perawan. Benar-benar mencengkeram dan sempit serta lembut. Segera saja kumaju mundurkan penisku di dalam vaginanya dan baju yang digigit oleh Melly kulepaskan. Dan semenjak baju yang digigitnya saya lepaskan, beliau sudah nggak menjerit jerit lagi. Dia justru mendesah desah kenikmatan sambil memejamkan matanya.

"Ohh.. Ahh.. Ah.. Ah.. Ahh.. Ahh.. Ah.. Ahh.. Ohh.. Yess.. Ahh.. Ach.. Achh.. Ahh," doi mendesah desah dengan badan yang sudah mulai memanas dan berkeringat.

Sementara saya pun tak mau menyia nyiakan kesempatan ini. Karena gres sekarang saya melaksanakan seks dan rasanya, benar-benar ueenak sekali. Lebih enak daripada kita onani sendiri. Aku pun mulai menciuminya sambil meremas remas kedua payudaranya yang berukuran lumayan. Sementara itu penisku tetap saja keluar masuk menjelajahi vagina Melly yang masih sempit. Aku pun mulai memeluknya dengan erat sambil kuelus elus punngungnya yang mulus itu. Setelah beberapa menit, tiba tiba kurasakan saya sudah nggak sanggup menahan muatan penisku lagi.

Langsung aja kupercepat genjotanku di dalam vagina Melly dan Mellypun mulai mendesah desah nikmat sambil mengelus ngelus pungungku dan menciumi leherku sambil bilang I love you berkali kali. Aku sudah nggak ngerti berapa kali beliau ngomong begitu. Yang terperinci suaranya sangat menggairahkan.. Dengan bunyi suara itu saya jadi bersemangat dalam menggenjotnya. Tapi tak lama kemudian badan Melly tiba tiba saja mengejang. Tubuh yang rupawan dan menggairahkan itu mengejang ngejang. Dan Melly mulai memelukku erat sambil memejamkan mata yang sangat erat. Tampaknya beliau sedang mengalami orgasme.

"Mmff.. Mmff.. Acchh.. Achh.. Mmff," kata kata itu keluar dari mulutnya dengan bunyi yang nyaris tak terdengar.

benar-benar menggairahkan suaranya pada ketika itu. Dalam vaginanya kurasakan keluar cairan yang hangat. Cairan itu benar-benar membuat vaginanya menjadi semakin becek. Akupun jadi semangat untuk memompanya. Setelah beberapa menit, saya segera memeluk tubuhnya dengan erat dan kusemprotkan spermaku kedasar vaginanya. Aku merasa puas banget ketika itu. Bayangkan sudah dapat anaknya dapat pula perawannya. Benra benar beruntung aku.

Setelah saya menyemprotkan seluruh spermaku ke dalam vaginanya Melly. Segera kukecup bibirnya dan kumainkan lidahku didalamnya dan Mellynya meresponnya dengan tenaga yang sangat lemah sekali. Tampaknya beliau benar-benar sudah kecapaian. Energinya terkuras setelah bersetubuh denganku tadi. Lima menit kemudian ketika beliau sudah sadar, segera kuremas remas payudaranya dan kugigit gigit kecil puting payudaranya yang berwarna merah muda. Sementara itu beliau hanya mendesah desah saja dipelukanku.

Akupun mengajaknya berenang dan kukenalkan beliau kepada sahabat temanku. Mereka semua terperangah melihat kecantikan Melly. Setelah itu kamipun pulang ke rumah kami masing masing dan semenjak itu saya jadi sering kerumahnya Melly untuk melaksanakan seks dengannya dan untuk selalu dapat bertemu dengan dia, tempat lesku saya alihkan ke GO Jimerto. Tentunya setelah dapat surat keterangan dari GO Sidosermo.

End by Kumpulan Cerita Sex Bergambar - Cerita Dewasa, Cerita Mesum, ABG Bugil, Cerita Ngentot Tante, Kisah Janda Hot dan Cerita Seks Terbaru 2017. Sumber http://www.ceritasex2017.com/
Previous
Next Post »
0 Komentar