Showing posts sorted by date for query ngentot-dengan-wanita-lain-didepan. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query ngentot-dengan-wanita-lain-didepan. Sort by relevance Show all posts

Cerita Porno Bakir Balig Cukup Akal Terhot Di Daerah Karoke

Cerita Porno Dewasa Terhot Di Tempat Karoke – Rumah Seks Com: Berita Dewasa Cerita Sex Terbaru 2015, Cerita Bokep Terlengkap, Cerita Sex Terupdate, Cerita Porno Terbagus, Cerita XXX TerPanas, Cerita ML Sedarah, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Ngewe Tante Girang, Cerita Dewasa Terpopuler, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Porno | Perkenalkan nama ku Rudi. Aku berumur 24 tahun, dan skr masih kuliah di sebuah unversitas swasta di Jogja. Aku berasal dari keluarga yg dibilang mampu. Ayahku seorang pejabat di Jakarta. Jadi, taraf hidupku bisa dibilang mewah. Di Jogja, saya mengontrak bersama teman-teman sekampusku.



Ya meskipun saya tergolong orang yang mampu, saya lebih menentukan kontrak bersama teman-temanku daripada tinggal di rumah sendiri, walaupun orang tuaku berkali-kali memperlihatkan untuk membeli rumah di Jogja, alasannya saya lebih suka hidup bersosialisasi, berkumpul-kumpul dengan teman-temanku.

Kisahku terjadi dikala masa liburan kuliah sehabis ujian selesai semester. Semua teman-teman sekontrakanku berasal dari kota-kota di sekitar Jogja. Seperti, Klaten, Solo, Magelang. Jadi, liburan menyerupai ini mereka niscaya pulang ke kota masing-masing. Hasilnya, saya sendirian saja di kontrakan. Tapi kesendirianku terobati alasannya dikontrakan ini kami memasang jalan masuk internet, jadi saya bisa browsing, mencari informasi-informasi di internet.

Atau bisa chatting, sapa tau ada cewek yang bisa menemaniku. Setelah beberapa usang browsing, saya menemukan satu lembaga yang membahas perihal tempat-tempat ‘underground’ di wilayah Jogja. Setelah kubaca satu per satu obrolan-obrolan mereka di lembaga itu, saya tertarik dengan pembahasan perihal satu kawasan karaoke yang menyediakan cewek2 untuk menemani karaokean. Dan tak jarang, cewek2nya bisa diajak ml di dalam ruang karaoke.

“Wah, boleh dicoba nih”, pikirku. Setelah selesai membaca semua dialog perihal kawasan karaoke itu, saya pun memantapkan tekad untuk mencoba kesana malam ini seorang diri. Pasang muka tembok aja. Lagian saya bayar juga toh. Aku pun bergegas mandi dan berpakaian sekeren mungkin serta tak lupa menyemprotkan parfum imporku. Kemudian saya naik ke honda Jazz ku dan eksklusif meluncur ke lokasi.

Kuparkirkan mobilku, kemudian saya berjalan menuju resepsionis.
“Mau karaoke mas?” Tanya resepsionisnya.
“iya mbak. Tarifnya berapa ya disini?” tanyaku.
“masnya sendirian ya? Kalau sendiri pake yg ukuran small aja mas……”, kemudian saya dijelaskan perihal harga2, paket2 dan kemudahan yg didapat. Ternikmat.com Kemudian saya menentukan satu paket, dimana saya bisa menerima 4 orang cewek untuk menemani, 1 botol Jack’D dan 3 jam karaoke.

Kemudian ada seorang cewek yg sedikit berumur, kutaksir umurnya sekitar 35 tahun. “Mari mas saya antarkan untuk pilih sobat karaokenya”, kata cewek itu. Ternyata cewek itu menyerupai “mami”nya neh. Kemudian kami pergi meninggalkan resepsionis dan melewati sebuah bar, dan berhenti di sebuah lorong yg di dindingnya ada sebuah beling satu arah.

Dan di dalamnya ada sebuah ruangan besar yang ada banyak cewek2 yg sedang duduk berderetan di kursi2 yg disusun sedemikian rupa, sehingga tamu2 sanggup leluasa untuk memilih. Dan semuanya menggunakan gaun2 yang sangat menantang pria. Roknya sangat pendek, hingga hampir celana dalamnya kelihatan jikalau mereka membuka sedikit pahanya, berdada terbuka hingga memamerkan belahan tokednya, tanpa lengan semua jadi hanya seutas tali yang melingkari lehernya atau di pundaknya sehingga memamerkan lengan mereka yang mulus2

“Gile, pilih yang mana nih???”, pikirku.

Pilih…pilih..pilih… dan si mami juga memberikanku beberapa masukan perihal “anak2nya”. Akhirnya pilihanku jatuh pada 3 cewek yang kelihatannya sedang asyik ngobrol.

“kan jatahnya 4 cewek mas, kok Cuma pilih 3?”, tanya si mami.
“3 dulu aja mbak, tu aja udh kebanyakan. Aku kan Cuma sendiri” jawabku.
“Oya udh kalo gitu, tunggu sebentar ya”. Kemudian mami itu masuk ke pintu di sebelah beling dan berteriak “ANDIN… CIKA… VENI…”.

Sementara itu, saya dihampiri seorang waitress, “mari mas, saya antarkan ke room nya. Nanti sobat karaokenya eksklusif ke room kok”, ajak pelayan itu. Kemudian kami berjalan menyusuri lorong panjang, dan disitu terdapat banyak room untuk berkaraoke. Dan terdengar juga suara2 orang yg sedang berkaraoke disitu, walaupun hanya menyerupai berdebam. Akhirnya hingga di room pesenanku.

Kemudian saya masuk dan pelayan itu meninggalkanku sendiri. Ada sofa panjang di 1 sisi ruangan dan didepannya ada sebuah meja, yg sudah terdapat 1 botol Jack’D, 1 pitcher cola, sekeranjang buah, dan 5 buah gelas. Dan terdapat 1 layar monitor besar di sisi yang lain lengkap dengan sound system disampingnya serta tergantung di langit2 room.

“Ah tak ada salahnya saya siapkan dulu kesan pertama”, pikirku. Kemudian saya susun 4 gelas di atas meja, saya tuangkan Jack D dan cola di dalamnya, dan ku selipkan selembar uang seratus rubian di bawahnya. Tak usang kemudian pintu terbuka dan masuk 3 cewek bagus yg kupilih tadi., yg eksklusif duduk di sebelahku.

Kemudian kami berkenalan, yg pertama, “hai, namaku cika”. Cika punya wajah yg oriental, tampaknya org keturunan China gitu, dan wajahnya manis bgt. Kulitnya putih bersih, bodinya langsing, tapi tak lebih tinggi dariku, ukuran bra sekitar 34B. Yang kedua,

“Aku Andin”. Yang ini facenya Jawa bgt, cantik, kulitnya putih, dan bra nya sekitar 36A. Yang ketiga,
“Veni”, yg ini favoritku, wajahnya menyerupai blasteran gitu, sangat cantik, dan tubuhnya sangat proporsional, dan branya sekitar 34B.

Mereka semua menggunakan gaun yang jauh di atas lutuh sehingga sangat memamerkan kemulusan paha masing2 dan berdada rendah sehingga sangat terperinci terlihat belahan dada mereka. Libido ku pun eksklusif naik, begitu juga penisku yang mulai berontak dibalik celana. Ingin rasanya kugarap mereka sekaligus. Tapi saya belum punya rencana.

“Ayo diminum dulu, sekaligus buat perkenalan. Aku Rudi. Kalian semua cantik2 ya.” Kataku pada mereka.
“Loh kok udah dituangin mas. Ini kan kiprah kita” kata Cika.
“Ah gak papa. Ayo kita minum”, sembari mengangkat gelasku. Dan mereka pun mengangkat gelas masing2, dan kulihat mereka lsg menyambar uang yg kuselipkan tadi dan dimasukkan ke kantong masing2.

Selesai minum, Vika bertanya,

“mau nyanyi apa nih mas?”. Setelah ngobrol2 sejenak dan memilih2 lagu, kemudian kami berkaraoke bersama2. 1 lagu… 2 lagu… 3 lagu… sambil menghabiskan minuman yang ada. Ternikmat.com Sudah hampir habis setengah botol lebih, gaya2 mereka terlihat semakin panas.
“wah mulai mabok neh mereka”, pikirku.

Goyangan2 mereka semakin erotis, dan tak jarang bergoyang ber2 bersama temannya, kadang mereka juga menari ber3 dan memperlihatkan tarian yang sangat memancing gairah. Sedangkan saya hanya duduk dan menikmatinya sambil mengamati keadaan mencari waktu yang tepat untuk bisa menggarap mereka, penisku juga bangun terus dari tadi.

“Tapi bisa gak ya?”, saya bertanya2 dalam hati.

Kemudian, mereka mulai memutar lagu2 dugem, dan saya ditarik sepakat Veni.

“ayo mas ikut jogged dong, jangan duduk aja”, ajak Veni sambil menarik lenganku. Kemudian kami berjoged berdua,

Veni membelakangiku sambil menggoyang2kan pantatnya tepat didepan penisku. Aku pun ikut bergoyang sambil sedikit2 mendekat2kan penisku ke celananya.

“wah mas payah neh, segitu aja “dedek”nya udah bangun”, kata Veni. Aku kaget, ternyata Veni menyadari jikalau penisku sudah menantang dari tadi.
“Abis kalian goyangnya seksi banget seh dari tadi”. Kemudian Cika bergabung bersama kami. Dia berjoged seksi di belakangku dan mengarah ke aku. Sesekali payudaranya mengenai punggungku, dan dikala itu saya sengaja berjoged dengan gaya sedikit memundurkan punggungku. Kenyal baget tokednya ni cewek, dan tak ada tanda penolakan dari Cika.

Kemudian Andin tiba dengan membawa minuman untuk kami, eksklusif kami minum habis. Andin sedikit tersenyum kearahku, tiba2 ia mengelus penisku yg seudah tegang dari luar jeansku, kemudian berbalik dan mengembalikan gelasku ke meja, kemudian bergabung berdansa.

“Wow, tampaknya 3 cewek ini memberi lampu hijau neh”, pikirku. Paling asal saya kasih duit lagi, mereka mau saya ajak sex party disini.
“Coba nekad aja lah” pikirku, sambil tetap berjoged, saya merogoh kantongku, mengambil 2 lembar seratus ribuan, kemudian kupeluk Veni dari belakang, dan memperlihatkan uang tersebut ke Veni dan goyangan pantatnya ternyata lebih erotis lagi di depan penisku.

Pelan2 kuelus uang itu di lehernya. Tak ada tanda penolakan, kemudian sedikit turun kebawah dan balasannya kuselipkan masuk ke branya, sambil sedikit kusentuh tokednya.

“Mas horny ya?” tanya Veni sambil mengelus penisku dari luar.
“iya nih Ven, rasanya udah gak nyaman banget neh” jawabku.
“Gak nyaman gimana mas?”, tanyanya lagi
“Capek tegang terus dedekku, butuh pelampiasan kayanya”, jawabku mencoba to the point.
“bisa diatur kok mas”. Wow, berhasil nih.
“tapi dimana? Disini?”, tanyaku.
“Iya lah, disini aja, Aku mau kok. Paling Cika ama Andin juga mau, asal mas kasih mereka tip juga kaya saya tadi”, jawab Veni. Matre!!! Tapi gak problem buatku.

Kulepaskan pelukanku kemudian kurogoh lagi celana ku dan menyiapkan 2 lbr uang di tangan kiri dan 2 lbr di kanan. Lalu kudekati Cika dan Andin yg sedang berjoged. Kupeluk leher mereka berdua kemudian memamerkan uang yg sedang kupegang di depan mata mereka. Ternikmat.com Respon mereka eksklusif sumringah melihat lembaran uang merah yg kupegang, dan kumasukkan uang itu ke bra mereka. Cika mengelus penisku dari luar,

“wah, horny ya sama kita2?” tanya Cika.
“iya nih, kalian seksi2 seh. Mau bantuin saya gak?” tanyaku dengan sedikit berdebar2, “Mau banget mas..”, Andin yg menjawab sambil eksklusif memasukkan tangannya ke celanaku dan meremas penisku.
“ih, besar juga”, Andin sedikit terkejut. Ukuran penisku memang tergolong memuaskan untuk wanita, panjang 17cm diameter 4cm.

Tapi sebelum pesta dimulai, saya melihat botol minuman kami sudah habis.

“Eh, pesenin minuman lagi dong. Pesenin Galliano ya”, pintaku pada mereka. Kemudian Veni yg keluar sebentar untuk memesan.

Sementara itu, Andin meredupkan lampu ruangan sehingga suasana menjadi agak gelap, dan tiba2 Andin menarikku ke kursi, mendudukkanku dan berjongkok didepanku. Dia eksklusif membuka resletingku, menurunkan celanaku sedikit dan mengeluarkan penisku. Tanpa ba-bi-bu eksklusif djilatnya penisku yang sudah tegang sempurna.

Sementara Cika tetap bernyanyi, untuk menyamarkan keadaan, supaya waitress2 diluar tak curiga, sambil melirik2 ke arah kegiatanku dan Andin. Terlihat Andin sedikit susah memasukkan penisku ke mulutnya, alasannya ukuran penisku yang besar itu. Dia lebih sering menjilati kepalanya, batangnya, dan memasukkan penisku hanya sebahas kepalanya saja.

“ahhhh, hangat banget mulutmu sayang…..”, sambil tokednya tak luput kugenggam, kuelus2 dari luar gaunnya.

Kemudian kugenggam dengan kedua tanganku rambut Andin di belakang kepalanya, supaya saya bisa melihat terperinci penisku dipermainkan Andin. Kudorong2 sedkiti penisku dikala ia memasukkan penisku ke melalui bibir mungilnya itu,

“mmhhh….mmhhh….” bunyi yg keluar dari verbal Andin. Kemudian ia mengeluarkan kontolku, dijilati kepalanya, sambil mengocok2 penisku.
“Jangan didorong2 gitu dong mas. Gede banget nih. Gak cukup verbal Andin”, protes Andin.
“Iya..iya… maaf ya cantik”, kataku sambil mengelus pipinya, sementara tangannya masih mengocok penisku.

Tiba2 pintu room terbuka dan Veni masuk. Aku segera membetulkan celanaku, dan Andin eksklusif berdiri dan bergabung karaokean sama Cika. Aku kemudian berdiri dan bergabung bersama mereka.

“Sekarang giliran sapa?” tanya Veni kepada teman2nya.
“Barusan guwe, kini terserah mau lo ato Cika duluan”, jawab Andin.
“GILA. Aku digilir coy.
“Aku duluan aja gimana?” kata Cika.
“Ya udah gak papa”, jawab Veni.

Sekitar 15 menit kemudian, minuman datang, dan pelayan kembali meninggalkan kami.

“Disini ada kameranya gak sih?” tanyaku.
“Gak ada kok mas. Tenang aja. Cuma ada 1 waitress yg niscaya stand by didepan pintu”.

Pintu room itu memang ada sedikit kacanya, untuk pelayan diluar pintu memastikan tamu2 yang sangat kurang asuh atau mencegah tindakan mesum di dalam room.

“wah, terus gimana dong?”, tanyaku pada mereka.
“Tenang aja mas. Pokoknya mas niscaya puas deh”, kata Andin meyakinkanku. “Pokoknya ikutin aja aba-aba kita.

Aman deh”. Kemudian Cika pergi ke meja dan menuangkan minuman ke 4 gelas. Dan membawa 1 gelas ke aku, eksklusif kehabiskan minumanku. Kemudian Cika menarikku ke pojok kursi, menjauhi pintu room. Sama menyerupai Andin tadi, ia menyuruhku duduk dan berjongkok didepanku. Menurunkan jeansku hingga setengah paha.

Kemudian eksklusif mengulum penisku. Dijilatinya dengan telaten setiap centi penisku.

“Sssshhhhhhhh…. Enak banget sayang…..”, saya memujinya dan Cika hanya tersenyum.

Cewek keturunan China emang terkenal telaten waktu mengoral. Kemudian ia kelihatan membuka branya dan dimasukkan ke kantongnya, tapi ia tetap menggunakan gaun. Jilatannya turun kearah biji penisku. Disedot2 telur2nya, dijilati, kemudian dicium2inya. Ternikmat.com Kemudian ia kembali mengulum penisku. Tanganku mulai bergerilya. Kuremas2 tokednya yg pas di telapak tanganku, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Tanganku menyusup kedalam gaunnya, kupelintir2 pentilnya yang bertahap mulai mengeras.

“mmhhhh…mhhhh….mmppphhh……”, Cika mendesah2 tak karuan. Aku merogoh kantongku lagi sambil berbisik ke Cika,
“Say, kalo ml berani gak?”. Dia mengangkat kepalanya dan mencium bibirku, melumat bibirku dan memasukkan lidahnya ke mulutku.

Kubalas dengan memutar2 lidahku berpautan dengan lidahnya di dalam mulutku. Kemudian melepaskan ciumannya, melirik kearah tanganku dan berkata,

“Boleh”. Yessss….

Aku mengeluarkan tanganku dari kantong sambil mengeluarkan selembar uang merah, dan memasukkannya ke kantong Cika.

“Tapi berdiri ya mas. Dideket mereka”, sambil menunjuk kearah Andin dan Veni yg sedang bernyanyi sambil berjoged.

“Supaya samar mas. Kalo sekilas keliatan dari luar kan kita lagi karaokean rame2”. Gak problem buatku. Kemudian

Cika berdiri dan melepas celana dalamnya, dan kami berjalan kearah Andin dan Veni yg sedang bernyanyi.
Cika seolah berbisik sebentar dengan kedua temannya. Kemudian Andin merangkul leher Veni dan kembali bernyanyi lagi. Seolah mereka menutup2i dari pandangan waitress dari luar pintu room perihal acara kita ini. Lalu Cika mengajakku berdansa, dan menari erotis didepanku.

Sambil sesekali kuremas toket Andin yang sedang bernyanyi. Kemudian kupeluk Cika dikala menghadapku. Kucium bibirnya yang tipis, kusedot2 lidahnya, kumasukkan lidahku ke mulutnya dan menyusuri setiap sudut mulutnya. Kuturunkan gaunnya di cuilan dada sehingga terlihat terperinci tokednya yang indah.

Tangan kananku meremas2 tokednya, sementara tangan kiriku memainkan memeknya, kuelus2 clitorisnya, yang mengakibatkan erangan2 dari mulutnya sembari berciuman denganku. Aku melepaskan ciumanku dan mengulum2 pentil tokednya yang berwarna pink. Kemudian saya berjongkok didepan Cika, ia mengangkat satu kakinya ke pundakku, sehingga saya sanggup melihat terperinci memeknya yang ditumbuhi bulu2 halus disekitarnya. Aku menjilati clitorisnya, memasuk2an lidahku ke dalam memeknya.

“Sssshhhhhh…. Mmmmmhhhhhh…… sssssssshhhhhhhhh…..”, ia mendesah2 nikmat.

Cika memegangi kepalaku dan sedikit menekan2 kepalaku seolah ingin saya berlama2 mengoral memeknya. Sekitar 10 menit saya puas memainkan memeknya. Aku pun berdiri, menurunkan celanaku setengah paha, dan nongol deh penisku yang sudah super tegang, dan membalik tubuh Cika sehingga ia membelakangiku. Dia sedikit melebarkan kakinya dan membungku ke depan.

Dia mengarahkan kontolku kearah memeknya. Digesek2an penisku di memeknya. Dan mengatakan air liurnya dengan tangannya ke kepala penisku. Sambil memegang 2 tokednya dari belakang, kudorong kontolku yang sudah tepat di bibir memeknya. Masuk kepalanya, Cika kelihatan sedikit menahan tubuhku dan sedikit memekik.

“aww….sshhhhh… pelan mas. Gede banget….”.
“Memekmu sempit banget say…”. Kemudian kudorong lagi penisku semakin dalam ke memeknya Cika, sambil

kadang kutarik sebentar penisku dari dalam memeknya. “mmhhhhh….sssshhhh….sshhh…. aahhhhhhhhhh”, desahan Cika mulai tak karuan.

Setelah penisku masuk seluruhnya, mulai kugenjot pelan2 memeknya. Dan Cika mengimbangi dengan ikut memutar2 pantatnya, dan kurasakan sensasi yang luar biasa. Makin usang makin cepat kugenkot,

“ahh..ah…ahh…ahh…lebih…. ceppet… maasss… masukin… ampe… mentok….”. Kupercepat irama goyanganku, dan

Cika bisa mengimbanginya. Kudekap tubuh Cika, kuremas2 tokednya sambil kujilati lehernya, dan penisku tetap mengocok memeknya. “ahh..ah..enak banget memekmu sayang….”.

“teruss mas…teruss… saya mau keluar… mas.. mas.. ahhhhh… ssssssshhhhhh….”.
“Aaaaaahhhhhhhhhhhhhhh… aaarrrrggggggg………….”

Tubuhnya sedikit bergetar dalam pelukanku sambil mendesah2 tak karuan menahan orgasmenya. Kuperlambat goyanganku menjadi sangat lambat. Sambil kuraih bibirnya, kukulum2 lidahnya, tanganku tetap meremas2 tokednya, dan kontolku masih menggoyang memeknya dengan tempo yang sangat lambat.

Kurogoh lagi kantong celanaku, kuambil selembar uang merah. Kemudian Veni membawakanku segelas minuman.

Kuminum minuman itu dengan posisi kontolku masih menancap di memek Cika. Cika pun sedikit memutar2 pantatnya dan menjepit2 dinding memeknya sehingga penisku serasa diputar2 sambil dipijit2. Setelah menaruh gelas di meja, Veni kembali dan kutarik lengannya. Kumasukkan lembaran uang yang kupegang tadi ke kantong celananya.

“Sekarang kau ya sayang..”, kau membisikkan Veni. Veni menganggukkan kepalanya sambil tersenyum genit kepadaku.
“Di sofa yuk mas”, bisiknya sambil menjilat telingaku. Aku mencabut penisku dari memek Cika dan berjalan mengikuti Veni ke pojok sofa kawasan tadi saya dioral Cika.

Sementara Cika kini yang mengambil alih kiprah Veni berjaga dan menutup2i kami. Aku eksklusif duduk dan Veni eksklusif mengangkat bajuku sehingga terlihat dadaku yang bisa dibilang sedikit atletis.diciumi dadaku, dikulum2 putting susuku dengan lembut dan telaten. Ternikmat.com Tangannya sambil mengocok lembut penisku yang memang belum kututup. Kemudian jilatannya turun ke perutku dan berakhir didepan penisku yang masih sedikit berair oleh cairan memek Cika.

Dikulum2nya tanpa rasa jijik, sambil matanya menatapku dan tersenyum2 genit. Dijilati kepala penisku, disedot2… Kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya. Diantara 3 cewek ini, Cuma Veni yang bisa deep throat. Dimasukkannya penisku hingga hampir lebih dari setengahnya masuk ke dalam mulutnya. Aku pun sambil menggerakan sedikit pinggulnya, sehingga terlihat saya sedang mengentot mulutnya.

Puas mengoralku, ia pun berdiri dan eksklusif menaikiku, mengangkat roknya dan terlihat g-stringnya. Dia meminggirkan talinya ke samping dan mengarahkan memeknya ke penisku. Digesek2an penisku di memeknya. Dimasukkan pelan2 penisku ke dalam memeknya, sambil digoyang2kan naik turun. “sshhhh….mmmm…..”
mulutnya mulaih mendesah . Kuremas2 tokednya yang menantang di depan mataku. Kuturunkan gaunnya kemudian kujilati putingnya.

“ahhh…ahhh..ahhh… yummy mas….”.

Sudah setengah penisku masuk, tiba2 kudorong penisku hingga masuk semuanya ke memeknya.

“aww…aw…. Pelan mas… agak sakit… gede seh punya mas…”, protesnya.
“Iya maaf sayang. Tapi yummy kan?”, tanyaku

Dia mengangguk dan tersenyum.

Kemudian ia mulai bergerak naik turun, dan kuimbangi dengan ikut menggoyangkan pantatku. Kucium bibirnya yang tipis, kumainkan lidahku melawan lidahnya. Tanganku tetap meremas2 tokednya yang kenyal banget, sambil kupercepat irama goyangan pantatku.

Plok….plok…plok…..plok…. pantatnya beradu dengan pahaku. “mmpphhh….mpphhh….mmmppphhh….. ” desahannya didalam cimuan.

10 menit kupompa penisku dalam memeknya, tiba2 ia melepaskan ciuman dan pelukanku kemudian menegakkan badannya. Sambil tetap bergerak naik turun seolah ingin memuaskan dirinya sendiri memainkan penisku dalam memeknya. Dia mulai meremas2 sendiri tokednya yang padat, serta mengibas2kan rambutnya, dan Veni terlihat menggigit bibirnya sendiri menyerupai menahan kenikmatan.

“ahh… ahh…ahh… ahh… mmhhh… mmhhh….”, mulutnya meracau tak karuan.

Aku pun hanya duduk dan menikmati penisku yang dipijat2 oleh memek Veni, dan memandang Veni yang bergerak naik turun diatas penisku sambil bergoyang erotis.

“Kuat juga ni cewek. Keliatannya masih belum keluar”, pikirku dalam hati.

Tak usang kemudian Andin tiba dan duduk disebelahku. Dia menyodorkan gelas berisi minuman.

“Lawaran ya mas. Berani gak?”, tanya Andin
“Wessss… sapa takut. Sini”, eksklusif kuambil gelas yang diberikan Andin, dan kutegak minumanku. Shitt…..

Tenggorokanku eksklusif terbakar rasanya. Dadaku juga panas. Birahiku juga ikut terbakar sehabis menenggak minuman itu.

Langsung kutarik tubuh Andin mendekatiku, kuturunkan gaunnya dan eksklusif kuciumi tokednya, kujilat2 dan kusedot2 putingnya dan kuremas2 tokednya yang lain.

Sementara itu, Veni masih memainkan penisku di memeknya, ia bergerak naik turun, memutar2 pantatnya.

Sungguh sensasi yang luar biasa dikala itu.

“Ssshhhh… sssshhh…. Ssshhh…..”, Andin rupanya menikmati permainan lidahku di tokednya, ia sedikit menaikkan badannya supaya tokednya pas berada di depan wajahku, serta memeluk kepalaku, dan saya bisa leluasa memainkan tokednya yang indah.

Tanganku turun menyibak rok gaunnya, dan mulai menyentuh memeknya. Ternyata celana dalamnya sudah dilepas, sehingga tanganku bisa leluasa memainkan klitorisnya. Kugesek2an tanganku, sambil kadang2 kumasukkan sedikit jariku ke memeknya.

“ahhhhh.. mmmhhh…. Ahhh… mmmhhhh…. Sshhhhhh”, Andin mendesah2 menikmati permainanku.
“Sekarang ama kau ya say”, saya membisikkan Andin. Dia mengangguk.
“Ven, gantian dong”, ia berkata pada Veni.
“Wah, padahal belum keluar neh. Tapi ya udah deh, ntar lagi. Memekku pegel neh. Kontolnya gede say”, kata Veni yang kemudian mengecup bibirku sambil melepas penisku dari memeknya.

Kemudian ia berjalan ke arah Cika dan bergabung karaokean bersama Cika.

“Say, doggy style yuk. Kamu berlutut di bawah, hadep kursi”, pintaku kepada Andin, saya pun ingin pegang kendali disini, gak cuma ikut aba-aba mereka, tapi tetap mengutamakan keamanan. Daripada digrebek disini…?

Andin pun eksklusif mengiyakan dengan turun kebawah dan nungging menghadap sofa, sedangkan saya eksklusif bersiap2 di belakangnya.

Kunaikkan roknya, dan kugesek2an penisku di bibir memeknya.

“Mmmmmhhh……..”, Andin pun ikut mengerakkan pantatnya seiring gesekan2 penisku. Kemudian ku genggam pantatnya dan mulai kudorong masuk pelan2 penisku. Ternikmat.com Tidak terlalu susah, alasannya penisku sudah berair oleh cairan memek Veni, dan memek Andin pun sudah berair banget alasannya permainanku tadi.

Seperempat penisku sudah masuk ke memeknya. Dan saya menghentikan gerakanku.

“Oouuuhhhh…. Mmmmhhhhh……..”, Andin mendesah sambil menggerakkan maju pantatnya, kemudian dimundurkan lagi. Pelaannn… pelaannnn…. Sampai balasannya semua penisku masuk ke memeknya alasannya gerakan

Andin sendiri. Andin mempercepat gerakannya. Akupun hanya membisu dan mencicipi penisku dipijit2 memek Andin, sambil meremas2 tokednya yang menggantung2 dan bergoyang2 seiring gerakannya.

“Aww…awww…. Ohh…ohhh…. Mmmmhhh…mmhhh…ssssssshhhhhhh hhhhhh…” mulutnya meracau tak karuan. Aku mendekap Andin sambil menjilat2 telinganya, dan gerakannya menjadi semakin liar.
“Ahhhh… yummy banget memekmu sayang…. oouuuhhhhh…. Anget….”, bisikku ditelinganya.
“iya mas… ahhhh… ahhhh…. ****** mas juga…. Eennaakkkk…. Oouuhhh….”, ia membalas pujianku.

5 menit ia menggoyangku, saya pung kembali tegap dan meremas pantanya dengan kedua tanganku, dan menghentikan goyangannya. Sekarang saya yang ingin pegang kendali. Kugerakkan pinggulku, penisku menyodok2 memeknya, semakin cepat… cepat… cepat…

“Ahh… ahhh…. Ahhh… ahhh.. teruss… terus…. Teruss… ampe… mentok…. Mas…..”, ia meminta untuk dipuaskan penisku.

Aku pun semakin mempercepat goyangan ku, dan sesekali menghentakkan kontolku masuk ke memeknya.

“Aawwww….aawww…..enak mas… enakk…..”
“Memekmu juga mantep Ndin…”, pujiku

10 menit saya mengobok2 memek Andin hingga balasannya ia kelihatan memekik dan menggenggam pahaku seolah memintaku untuk menghentikan sejenak goyanganku.

“Aaawwwww….. Oouuuuhhhh…..aku keluar…… masss….. ooohhhhhhh…. Stop dulu…. Masss…….oohhhhhh…….”, kepalanya terlihat ambruk ke sofa sambil terlihat menggigit2 bibirnya menaham kenikmatan.

Tapi saya tidak menghentikan goyanganku. Tetap kugerakkan penisku, meskipun tidak secepat tadi.

“Aaahhhh… mas….. nakal….. ihhh…..”.

Kulepaskan penisku dari memeknya kemudian berdiri. Posisi Andin tetap menungging di depan sofa, sedangkan saya menaikkan satu kakiku ke atas sofa dan menurukan sedikit badanku, menyodorkan penisku ke mulutnya. eksklusif disambut penisku yang sudah didepan mulutnya.

“Mmmmhhhh… mmppphhhhh….mmmmm…..”, dikulum2nya penisku. Dimainkan lidahnya dalam mulutnya dikala penisku masuk ke dalam mulutnya. tak ada rasa jijik yang terlihat dari raut mukanya.
“Aahhhhh…….. yummy banget say”, saya terus memujinya. Dia mengeluarkan penisnya dan menjilati kepalanya sambil matanya melirik ke arahku, sambil tersenyum.

Aku merogoh kantongku lagi dan memasukkan selembar uang merah ke kantongnya.

Aku bangun ke arah Veni dan Cika yang sedang asyik karaokean berdua. Kutarik Veni dan eksklusif kulumat bibirnya. Kita berciuman mesra sambil kuremas2 tokednya. Cika menyodorkan mike karaoke ke Andin. Andin eksklusif mengambil mike itu dan eksklusif melanjutkan nyanyian Cika sebelumnya.

Kemudian cika berjongkok didepanku dan eksklusif memasukkan penisku yang memang belum kutup lagi ke dalam mulutnya. Kupegang kepala Cika dan kugerakkan sedikit pantatku maju mundur, ingin mengentot verbal Cika. Cika pun menyambut dengan ikut menggerakkan kepalanya, dan memainkan penisku dengan panasnya. Semantara itu, Veni melepaskan ciumannya dan menarik kepalaku ke arah tokednya. Kusambut tokednya yang kenyal itu, kusedot2 dan kukulum2 putingnya.

“Ssshhhh….. aahhh….. mas ini besar lengan berkuasa banget seh ml nya…..”, puji Veni.
“Yah gimana ya, lagi hot banget seh ne. Kan sayang kalo cepet2 keluar. Tar kalian gak puas lagi ama aku”, jawabku yg kemudian kembali menjilat2i pentilnya.
“Iya nih mas, malah kita ber3 yang kewalahan”, kata Cika sambil mengocok2 halus penisku.

Aku pun hanya tersenyum ke arahnya dan kembali menarik kepala supaya memasukkan lagi penisku melalui bibir tipisnya itu. Cika pun kembali mengulum2 penisku dengan panasnya. Diputar2 kepalanya supaya mengatakan sensasi yang berbeda di penisku.

Kemudian Veni ikut berjongkok didepanku. Mereka berdua saling bergantian mengulum2 penisku. Gila…nikmat banget dioralin 2 cewek kaya gini.

“Aaaahhhhhh yummy sayangg……..”, kataku sedikit berteriak.

Veni mengulum penisku, dimasukkan sedalam2nya penisku kedalam mulutnya, kemudian dihisap2nya lagi.

Sementara itu Cika menjilat2ti biji penisku, disedot2 telornya. Wah sungguh kenikmatan yang tiada tara dikala itu.

Setelah beberapa saat, kutarik Veni, kusuruh ia bersandar di tembok. Kuangkat 1 kakinya. Dengan gaya berdiri, kuarahkan penisku ke memeknya, dengan 1 hentakan penisku eksklusif masuk ke memeknya.

“Aaawww…. Oohhhhh….. mentokk… mass……”

Kegerakkan pantatku, eksklusif ke tempo cepat. Birahiku sudah diubun2 dan sudah ingin kukeluarkan pejuhku.

Kusodok2 memek Veni. Veni menggigit bibirnya, dan tangannya mengelus2 tembok disamping2nya tak karuan, tangan yg satu meremas2 tokednya sendiri.

“Ahhh…ah… ahh…ahhh.. ahhh…. Hhhhhhh……. Mmmmmmmhhhhh……”, ia mendesah tak karuan.

Cika menghampiriku dan menuangkan pelan minuman di gelas yang ia bawakan. Shit… ternyata lawaran lagi.

Dadaku eksklusif panas. Kemudian menarik kepalaku ke arah tokednya, dan eksklusif ku sedot2 putingnya, sambil tetap menggenjot Veni. Tak lama, Cika pun kembali berkaraoke bersama Andin. Kufokuskan permainanku ke Veni.

Sekarang ia memelukku, dan mencium bibirku, memainkan lidahnya didalam mulutku, menyapu setiap rongga mulutku. Sesekali kuhentakkan penisku masuk ke memeknya dengan sedikit keras.

“Mmmpppphhh….. mmmmppppphhhhh……”, ia mengerang dalam ciumannya.
Veni melepas ciumannya dan mendesah2 tak karuan.
“Aahhhh…. Aahhhh….. mas…. Masss…… ssshhhhhhhhhhh…….. oohhhhhh…..”

Tak usang kemudian, ia memelukku dengan erat dan menggigit samping leherku sambil sedikit mengerang dan badannya sedikit bergetar.

“Aaaaahhhhhhhhhhhhh…….. mmmmmppppppphhhhhhhh………. Aawwwhhhhhhhh……..”, ia mengerang2
“Aku….. Keluarrr….. mass……. Ooouuuuhhhhhhhhhh………….”, Veni mencapai orgasmenya.
“Hhhhhhhhhh….. yummy banget memekmu say”, saya memujinya

Kupelankan gerakanku, sambil meremas2 tokednya, dan sesekali mencium putingnya. Ekspresi Veni dikala itu, sambil memejamkan matanya ia menggigit bibirnya sambil tersenyum seolah menikmati orgasmenya, dan memegang kepalaku ingin saya terus memainkan putingnya. Aku pun tetap menggerakkan penisku dengan pelan, dan mencicipi ada cairan yang mengalir keluar dari memeknya. Hangat rasanya.

Setelah berhasil menciptakan orgasme 3 cewek ini, saya mencabut penisku dari memek Veni, dan berjalan menghampiri Cika. Cika tetap mengarah ke monitor di depan ruangan. Aku melirik ke arah pintu, dan melihat tidak ada waitress yang stand by disitu. Ternikmat.com Biraku sudah diubun2, pejuhku serasa berontak ingin segera dikeluarkan dari penampungannya, eksklusif saja kuangkat rok Cika, ia pun merespon sambil melebarkan sedikit kakinya dan agak membungkuk ke depan.

Langsung ketancapkan penisku ke memeknya yang sudah basah. Penisku eksklusif masuk seluruhnya, seolah ditelan memeknya. Langsung kegerakkan pantatku, dan Cika pun mengimbangi gerakanku. Kupercepat gerakanku, sambil kuremas2 toked Andin yang sedang bernyanyi disebelahnya, dan tangaku yang satu meremas toked Cika.

“Aahhh… ahhh….ahhh… hhhhhh…. Ooohhhhh….”, Cika mendesah2 kenikmatan.
“Iyaa… iyaa…. Memekmu juga…. Enak… hhhh…. Hhhh….”, saya menggenjot memek Cika dengan tempo yang cepat.

15 menit kemudian saya mencicipi pejuhku sudah mau keluar. Kudekap Cika, menjilati telinganya, dan tetap kugoyang pinggulku tanpa mengurangi temponya.

“Akkuuuu… hammmpir… kkelluarrr sayy…….”, bisikku ke Cika.
“Iya masss…. Iyaa….. jgn.. di dalem….. masss….. oohhhhh…… mentok….. rasanya….. sssshhhh…. Ssshhhhh……”
“Keluarin dimulutku aja mas”, Andin tiba2 membisikkanku sambil menjilat telingaku.

Dan ia sudah berjongkok di sampingku, menggulung rambutnya ke belakang, dan bersiap mendapatkan pejuhku.

Penisku sudah berdenyut2, dan kuhentak keras memek Cika.

“Aaawww….. aawwwww…….”, Cika sedikit berteriak.

Dan eksklusif kulepaskan penisku dari memek Cika, dan eksklusif kuarahkan ke verbal Andin yang sudah bersiap di sebelahku. Langsung dimasukkan penisku ke mulutnya dan dikulum2.

“Sayy.. sayyyy… aaarrrggghhhhhh….. ooohhhhhhhhhhh………”, pejuhku keluar di dalam verbal Andin yang mungil.

Andin sedikit kaget pejuhku keluar begitu banyak di dalam mulutnya dan terlihat sedikit pajuhku mengalir keluar dari sudut bibirnya.

“hhhhhh…. Hhhh…. Hhhh….”, Andin terlihat asik mengulum2 penisku sementara pejuhku masih di dalam mulutnya. Kemudian ia melepas penisku dan menelan semua pejuhku. Dia mengumpulkan pejuh2 yang sempat keluar dari mulutnya dengan jarinya, dan memasukkan jarinya ke dalam mulutnya, seolah tak ingin ada pejuh yang tersisa.

Tiba2 Cika ikut jongkok di depan penisku dan eksklusif mengulum penisku, membersihkan sisa2 pejuh di kepala penisku. Menjilati setiap centi penisku, seolah ingin kebagian pejuhku juga. Setelah puas mengoralku, ia bangun dan berjalan ke sofa. Aku pun mengenakan jeansku lagi dan duduk di sofa. Masih terengah2 alasannya pesta seks barusan, saya mengambil segelas berisi minuman di meja dan eksklusif menegaknya. Dan menyandarkan badanku ke sofa. Mereka bertiga juga ikut duduk di sofa, sambil tetap bernyanyi.

“Mas besar lengan berkuasa banget ya. 2 jam full ml nya. Kita bertiga dibentuk puas pula. Kalo Cuma maen berdua ama mas, bisa lemes dong”, celetuk Andin.
“Ah bisa aja kamu. Gak segitunya kali.”, jawabku.
“Kapan2 maen kesini lagi ya mas”, Veni berbisik sambil mengelus penisku dari luar.

Aku Cuma mengangguk dan tersenyum.

Setelah terasa puas, saya minta mereka untuk minta bill ke waitress nya.

“Kan masih kurang setengah jam lagi mas”, tanya Veni
“Udah cukup deh. Aku udah capek banget nih. Mau istirahat dulu. Kapan2 kita lanjutin lagi. Okey…..”, jawabku.
“Okayy……”, mereka serempak menjawab.

Mereka bertiga menggunakan bra dan celana dalam masing2, dan merapikan gaun dan rambut mereka yang sedikit acak2an.

Kemudian Andin keluar memanggil waitress. Setelah beberapa lama, waitress tiba membawa bill. Aku selesaikan problem pembayaran dan keluar dari room. Mereka ber3 mengantarku hingga ke parkiran. Sambil berjalan, tak lupa saya tukeran no hp mereka. Dan sebelum masuk mobil, tak lupa kucium bibir mereka satu per satu dan mengatakan selembar lagi uang merah kepada mereka masing2. Kulihat tukang parkir disitu hanya tersenyum dan geleng2 kepala. Lalu kunaik mobilku dan eksklusif pulang ke kontrakanku.

Sungguh malam yang menyenangkan. Baca juga Cerita Panas Dewasa Eksanti Bawahanku Yang Aduhai. Terima kasih sudah membaca kisah seks di web tantemesum.info
3

Ngentot Dengan Perempuan Lain Didepan Istriku

Ngentot Dengan Perempuan Lain Didepan Istriku
CERITA DEWASA - Ngentot Dengan Wanita Lain didepan Istriku # Aku sudah Berkeluarga, tapi saya punya selingkuhan yang juga sangat kucintai. Aku sudah menganggap ia sebagai istriku saja. Karena itu saya akan memanggilnya dalam dongeng ini sebagai istriku. Dari dialog selama ini ia menyampaikan bahwa ia ingin melihatku ‘bercinta’ dengan perempuan lain. Akhirnya tibalah pengalaman kami ini.

 Ngentot Dengan Wanita Lain didepan Istriku  Ngentot Dengan Wanita Lain didepan IstrikuCERITA DEWASA - cerita sex, intim, dongeng x, dongeng sec, dongeng sekz, dongeng zex,cerita sesk, cerita bokep,cerita sek, kisah sek, rumah sek, dongeng tanteku, dongeng ml sama tante, dongeng tante2, dongeng ngesek tante, dongeng dengan tante, cerita ngesex sama tantecerita ngesex, dengan tante,cerita ngesek sama tante, dongeng sama tante, dongeng ngesek dengan tante,cerita ngeseks dengan tante, cerita selingkuh sama tante, cerita ml tante tante, cersex tante, cerita tante, ceritaseks, cerita Porno.

Siang di hari Sabtu itu terasa panas sekali, tiupan AC kendaraan beroda empat yang menerpa eksklusif ke arahku dan ‘istriku’ kalah dengan radiasi matahari yang tembus melalui kaca-kaca jendela
Aku sedang melaju kencang di jalan tol menuju arah Bogor untuk suatu keperluan bisnis. Seperti telah direncanakan, kubelokkan kendaraan beroda empat ke arah pom bensin di Sentul. sesudah tadi tak sempat saya mengisinya. Dalam setiap antrian kendaraan beroda empat yang cukup panjang terlihat ada gadis-gadis penjaja minuman berenergi. Sekilas cukup mencolok alasannya seragamnya yang cukup kontras dengan warna sekelilingnya.

Dari sederetan gadis-gadis itu tampak ada seorang yang paling cantik, putih, cukup harmonis dengan warna-warni seragamnya. Ia terlalu manis untuk bekerja diterik matahari ibarat ini walaupun memakai topi. Tatkala tersenyum, senyumnya lebih mengukuhkan lagi jikalau di sini bukanlah tempat yang pantas baginya untuk bekerja. Aku sempat khawatir jikalau ia tidak berada di deretanku dan saya masih hanyut dalam banyak sekali terkaan tentangnya, saya tidak sempat bereaksi ketika ia mengangguk, tersenyum dan menunjukkan produknya. Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, “Buka dong kacanya..” Segera saya sadar dengan keadaan dan refleks membuka beling jendelaku. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar.
Meluncurlah kata-kata standar yang ia ucapkan setiap kali bertemu calon pembeli. Suaranya yummy didengar, tapi saya tak menyimaknya. Aku malah balik bertanya, “Kamu ngapain kerja di sini?”

“Mom, kita kan masih perlu sekretaris, kenapa tidak ia aja kita coba.”
“Ya, boleh aja”, jawab istriku.
“Gimana mau?” tanyaku kepada gadis itu.
“Mau.. mau Mas”, katanya.
Setelah kenalan sebentar dan saling tukar nomor telepon, kulanjutkan perjalananku sesudah mengisi bensin hingga penuh. Istriku alhasil tahu jikalau maksudku yang utama hanyalah ingin ‘berkenalan’ dengannya. Ia sangat sepakat dan antusias.
Malam sekitar jam 20:00 HP istriku berdering, sesuai pembicaraan ia akan tiba menemui kami. Setelah diberi tahu alamat hotel kami, beberapa dikala kemudian ia muncul dengan penampilan yang cukup rapi. Ia cepat sekali bersahabat dengan istriku alasannya ternyata berasal dari tempat yang sama adalah **** (edited), Jawa Barat. Tidak hingga setengah jam kami sudah merasa betul-betul sebagai suatu keluarga yang akrab. Ia sudah berani mendapatkan usulan kami untuk ikut menginap bersama. Ia sempat pamit sebentar untuk menyuruh sopir salah satu keluarganya untuk pulang saja, dan telepon ke saudaranya bahwa malam itu ia tidak pulang.

Setelah dongeng kesana-kemari alhasil dialog kami menjurus ke masalah seks. Setelah agak kaku sebentar kemudian suasana mencair kembali. Kini ia mulai menimpali walau agak malu-malu. Singkat dongeng ia masih perawan, sudah dijodohkan oleh keluarganya yang ia belum begitu puas. Keingintahuannya terhadap problem seks termasuk agak tinggi, tapi pacarnya itu sangat pemalu, termasuk agak hirau taacuh dan agak kampungan walau berpendidikan cukup. Kami ceritakan bahwa dalam problem seks kami selalu terbuka, punya banyak koleksi photo pribadi, bahkan kali ini kami ingin menciptakan photo ketika ‘bercinta’.


“Udah ah, kita sambil tiduran aja yuk ngobrolnya”, ajak istriku.

“Nih kau pakai kimono satunya”, kata istriku sambil menyampaikan baju inventaris hotel. Sedangkan saya yang tidak ada persiapan untuk menginap alhasil hanya memakai kaos dan celana dalam. Ia dan istriku sudah merebahkan badannya di tempat tidur, kemudian saya menghampiri istriku eksklusif memeluknya dari atas. Kucumbu istriku dari mulai bibir, pipi, leher, dan buah dadanya. Istriku mengerang menikmatinya. Aku menghentikan cumbuanku sejenak kemudian meminta tamu istimewaku untuk mengambil photo dengan kamera digital yang selalu kami bawa. Tampak ia agak kikuk, kurang menguasai keadaan ketika saya menolehnya.

CERITA DEWASA - Setelah saya mengajarinya bagaimana memakai kamera yang kuberikan itu, kemudian kuteruskan mencumbu istriku. Dengan telaten kucumbu istriku dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kini tamuku sepertinya sudah menguasai keadaan, ia dengan leluasa mengintip kami dari lensa kamera dari segala sudut. Akhirnya istriku mencapai klimaksnya sesudah liang senggamanya kumainkan dengan lidah, dengan jari, dan terakhir dengan batang istimewaku. Sedangkan saya belum apa-apa.

“Sekarang gantian Rin, kau yang maen saya yang ngambil photonya”, kata istriku.

“Ah Mbak ini ada-ada aja”, kata Rini malu-malu.
Sebagai laki-laki, saya sangat paham dari bahasa tubuhnya bahwa ia tidak menolak. Dalam keadaan telanjang lingkaran saya bangun dan eksklusif memeluk Rini yang sedang memegang kamera. Tangan kirinya ditekuk ibarat akan memegang pinggangku, tapi telapaknya hanya dikepal seolah ragu atau malu. Kuraih kamera yang masih di tangan kanannya kemudian kuberikan kepada istriku.

Kini saya lebih leluasa memeluk dan mencumbunya, kuciumi pipi dan lehernya, sedang tanganku terus menggerayang dari bahu hingga lekukan pantatnya. Pundaknya beberapakali bergerak merinding kegelian. Kedua tangannya sekarang ternyata sudah berani membalas memelukku. Kemudian saya memangkunya dan merebahkannya di tempat tidur. Kukulum bibir mungilnya, kuciumi pipinya, kugigit-gigit kecil telinganya, kemudian kuciumi lehernya punuh sabar dan telaten. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang dan kadang badannya menggelinjang-gelinjang.
Tidak terlalu susah saya membuka kimononya, sejenak kemudian tampak pemandangan yang cukup mempesona. Dua bukit yang cukup segar terbungkus rapi dalam BH yang pas dengan ukurannya. Kulitnya putih, higienis dengan postur tubuh yang cukup indah. Sejenak saya menoleh ke bawah, tampak pahanya cukup menawan. Sementara itu onggokan kecil di selangkangan pahanya yang terbungkus CD menambah panorama keindahan.
Ia tidak menolak ketika saya membuka BH-nya, demikian juga ketika saya melepaskan kimononya melewati kedua tangannya. Kuteruskan permainanku dengan mengitari sekitar bukit-bukit segar itu. Seluruh titik di bab atasnya telah kutelusuri tidak ada yang terlewatkan, sekarang kedua bukti itu kuremas perlahan. Ia mendesah, “Eeehhh..”

Tatkala kukulum puting susunya, badannya refleks bergerak-gerak, desahnya pun semakin terperinci terdengar. Kuulangi lagi cumbuanku dari mulai mengulum bibirnya, mencium pipinya, kemudian lehernya. Kemudian kuciumi lagi bukit-bukit indah itu, dan kemudian kupermainkan kedua puting susunya dengan lidahku. Gelinjangnya semakin terasa bergerak mengiringi desahannya yang terasa merdu sekali.

CERITA DEWASA - Petualanganku kuteruskan ke bab bawahnya. Ia mencegah ketika saya akan membuka CD-nya yang merupakan pakaian satu-satunya yang tersisa. “Ya nggak usah dibuka” ujarku, “Aku elus-elus aja ya bab atasnya pakai punyaku”, bujukku. Ia tidak bereaksi, tapi saya eksklusif saja menyingsingkan CD-nya ke bawah. Tampaklah dua bibir yang mengapit lembah cintanya dihiasi bulu-bulu tipis. Kupegang burungku sambil duduk mengangkang di atas kedua pahanya, kemudian kuelus-eluskan burung itu ke ujung lembah yang sebagian masih tertutup CD. Agak usang dengan permainan itu, alhasil mungkin alasannya ia juga penasaran, maka ia tidak menolak ketika kulepaskan CD-nya.

Kini kami sama-sama telanjang, tak satu helai benang pun yang tersisa. Kuteruskan permainan burungku dengan lebih leluasa. Tak usang kemudian cairan kenikmatannya pun sudah meleleh menyatakan kehadirannya. Burungku pun lebih lancar menjelajah. Tapi alasannya lembahnya masih perawan agak susah juga untuk menembusnya.
Ketika kucoba untuk memasukkan burungku ke dalam lembah sorganya, tampak bibir-bibir kenikmatannya ikut terdorong bersama kepala burungku. Menyadari alam yang dilaluinya belum pernah dijamah, saya cukup sabar untuk melaksanakan permainan hingga lembah kenikmatannya betul-betul menerimanya secara alami. Gelinjang, desahan, dan lisan wajahnya yang sedang menahan kenikmatan membuatku semakin bersemangat dan lebih percaya diri untuk tidak segera ejakulasi. Ia sudah tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Akhirnya kepala burungku berhasil menembus lubang kenikmatan itu.


Kuteruskan permainanku dengan mengeluarkan dan memasukkan lagi kepala burungku. Ia merintih kenikmatan, ia pasrah saja dengan keadaan yang terjadi, alasannya itu saya yakin bahwa rintihan itu bukan rintihan kesakitan, kalaupun ada, maka akan kalah dengan kenikmatan yang diperolehnya. Selanjutnya kulihat burung yang beruntung itu lebih mendesak ke dalam. Aku sudah tidak tahan untuk memasukkan seluruh burungku ke tempatnya yang terindah.

Kemudian kurebahkan badanku di atas tubuhnya yang indah, kuciumi pipinya sambil pantatku kugerakkan naik turun. Sementara burungku lebih jauh menjangkau ke dalam lembah nikmatnya. Akhirnya seluruh berat badanku kuhempaskan ke tubuh mungil itu. Dan.., “Blesss….” seluruh burungku masuk ke dalam nirwana dunia yang indah. Ia mengerang, gerakan burungku pun segera kuhentikan hingga liang kewanitaannya menyesuaikan dengan situasi yang baru.


Cerita Dewasa di atas. Jangan lupa bookmark web hotbos.blogspot.com yah caranya klik CTRL+D secara bersamaan kemudian klik OK. - terima kasih.

3

Cerita Dewasa Pesta Sex Di Salon Kecantikan

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Dewasa Pesta Sex Di Salon Kecantikan".  

Tidak seharusnya saya menceritakan dongeng sex yang memalukan ini, tapi mau bagaimana lagi kejadian ini terjadi dan sudah terlanjur basah. Baiklah, saya akan mulai menceritakan kisah sex ini. Perkenalkan namaku Topan, umurku 31 tahun, saya ialah laki-laki yang sudah berkeluarga. Istriku berusia lebih muda dariku 3 tahun, kalau kata orang-orang bau tanah sih selisih usia kami sangatlah bagus.


Nama istriku ialah Gita, menurutku dan menurut teman-temaku bentuk tubuh istriku mampu dibilang sangat Ideal. Dia mempunyai berat tubuh 53 kg dan tinggi tubuh 166 cm. Selain itu istriku mempunyai ukuran buah dada yang benar-benar pas dengan postur tubuhnya, kira-kira ukuran buah dada istriku sekitar 34B. Ditambah lagi istriku ini mempunyai kulit putih dan mulus, serta mempunyai rambut panjang, lurus dan hitam berkilau.

Dalam rumah tangga kami telah dikaruniai seorang buah hati. Tetapi tidak lama setelah istriku melahirkan anak pertama kami, bentuk tubuhnya tidak seindah dulu, mampu dikatakan mengembanglah istilahnya. Karena saya ingin menerima bentuk tubuh istriku yang menyerupai dulu kala, saya mempunyai inisiatif untuk mengajaknya ke salah satu salon perawatan tubuh.

Tetapi pada ketika itu tawaranku ditolak dengan halus oleh istriku, beliau berkata nanti saja merawat tubuhnya, tunggu hingga anak kami umur berumur 1 tahun dulu, dimana bila beliau tidak menyampaikan asi lagi kepada anak pertama kami. Singkat dongeng 1 tahun-pun telah berlalu. Seperti yang saya janjikan dulu, kesudahannya kami-pun menuju ke salah satu salon tempat perawatan tubuh didaerah kami.

Disalon itu saya membaca jenis pelayanan perawatan tubuh, saya pikir salon sempurna sekali untuk istri saya. Selain jenis pelayanannya lengkap, salon itu juga di support oleh para jago kecantikan dan perawatan tubuh, dan kebetulan sekali para spesialais itu ialah wanita. Perawatan itu-pun mulai berjalan, istriku datang kesalon itu dalam seminggu mampu hingga 3 kali, perawatan itu berjalan selama 3 bulan.

Karena istriku perawatan di salon itu cukup lama, sampai-sampai para pegawai salon tersebut hafal kepada kami. Setelah Gita selasai melaksanakan perawan, istriku-pun kesudahannya menjadi pelanggan setia salon tersebut. Setelah itu-pun kami masih sering ke salon itu. Walaupun istriku sudah tidak perawatan lagi, kami kesana untuk sekedar untuk creambat, facial, atau untuk merapihkan rambut kami.

Oh iya, pada ketika awal bulan pertama perawatan istriku, saya tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruang perawatan bertujuan untuk melihat proses perawatan istriku. Memang seharusnya saya tidak boleh masuk sih, sebab memang salon tersebut memang khusus untuk wanita. Tetapi pada kesudahannya mereka-pun menyampaikan kepadaku sebuah kamar khusus sebab saya ialah pelanggan tetap.

Letak kamar tersebut berada sebuah kamar yang letaknya dibagian dalam salon tersebut. Penginapan itu berupa kamar-kamar untuk pelanggan, dimana terjaga privasinya. Dengan akomodasi kamar AC, Jacuzi, Spa dan tidak lupa springbed yang nyaman, dengan tujuan bagi wanita yang sudah beristri, sang suami mampu ikut menem didalam tanpa mengganggu pelanggan salon yang lain khususnya wanita.

Dengan adanya penawaran menyerupai itu tentu saya ambil. Selesai reservasi kami diantar ke sebuah kamar yang telah saya pesan didepan. Kami dipersilahkan masuk dan menunggu dipanggilkan ahlinya perawatan tubuh. Tidak terlalu lama pintu kamar diketok seseorang. Ternyata datang juga orang yang kami tunggu, beliau seorang wanita berjulukan , kulitnya putih bersih, cantik dan cukup sexy juga menurutku.

Ternyata selama ini lah yang sering menang perawatan tubuh istriku. Waktu saya panggil mbak beliau aib katanya umurnya masih muda dari saya, kesudahannya untuk lebih bersahabat saya panggil saja,

“ Mbak Gita ada keluhan apa? Atau mau sekedar relaksasi saja? ” tanya.

“ Yah sekedar relaksasi aja Tik, saya sudah lumayan lama nih nggk ke salon ini ” jawab Gita.

Lalu Watik-pun mengusulkan kepada Gita kalo massage ringan disertai luluran keseluruh tubuh. Sebelumnya mempersilahkanku duduk disofa didalam kamar tersebut, sambil menyarankan sebuah minuman semacam jamu kepadaku. Yang katanya mampu menambah stamina dan menghilangkan lelah ditubuh. Sembari menunggu istriku akupun memesan minuman yang disarankan Watik.

Setelah beberapa menit kesudahannya datang juga minuman tersebut, sebelumnya saya fikir minuman itu pahit, setelah saya minum ternyata rasanya manis dan disajikan hangat. Tidak lama kesudahannya watik menyalakan sebuah alat aroma terapi untuk menambah suasana yang nyaman dan rilex. Kemudian Gita disuruh melepaskan semua pakaiannya, sebab yang pertama ialah luluran keseluruh tubuh.

Setelah tubuh istriku Gita telanjang total serta merta Gita berbaring diatas kasur memunggungi. Mulailah melumuri punggung hingga kekaki Gita dengan ramuan lulur yang saya sendiri kurang paham. Sambil jari jemari kedua tangannya memijat Gita mulai dari leher, bahu, punggung pantat dan sampe ke kaki. Setelah agak lumayan lama, beliau menyuruh istriku berbalik menghadap kedepan.

Otomatis terlihat-lah buah dada Gita yang dulu sehabis menyusui terlihat kendor dengan warna puting agak kehitam-hitaman, sekarang sudah kencang dan warna putingnya terlihat merah muda menggemaskan. Dilulurinya seluruh tubuh Gita oleh dari atas sampe bawah tak luput buah dada dan kewanitaannya. Mulai pemijatan ringan dari leher turun kedada, sampe buah dada dan puting istriku tak luput dari pijatannya.

“ Gimana mbak Gita, enak yaaa? ” tanya.

“ Iya Tik, pijatanmu bener-bener bikin relax dan nikmat rasanya ” jawab istriku.

Dengar hal menyerupai itu dimana kondisinya yang sangat nyaman dan rilex sepertinya pikiranku cuex aja, aahhh itu khan proses umum dalam terapi pikirku. melanjutkan pijatannya sampe kebawah dan sekarang tidak hanya memijat paha dan kaki Gita saja tetapi jari-jemari yang lentik memainkan bibir Kewanitaan dan klitoris Gita. Karena itu klitoris Gita-pun semakin terlihat, dan sebesar biji kacang tanah.

Semenjak melahirkan istriku Gita selalu mencukur rambut disekitar Kewanitaannya agar nampak bersih. Desahan demi desahan terdengar lirih tapi pasti, nafsu birahi Gita perlahan mulai meninggi. Hebat juga pikirku si ini bener jago dalam merangsang sesama wanita. Ya memang dalam pandangan istriku sebelumnya merasa jijik melihat sex lesbi, tetapi anehnya istriku hanya membisu ketika diperlakukan menyerupai itu oleh watik.

“ Mbak Gita, apa boleh Kewanitaan dalamnya saya beri lulur supaya bersih? ” tanya Watik .

“ Boleh aja kok Tik ” jawab Gita terbata-bata oleh kenikmatan.

“ Mas ngijinin khan, kalo Kewanitaan mbak Gita juga saya bersihkan, supaya kalo berafiliasi lebih nikmat mas ” kata Watik kepadaku sambil merayu dan minta ijin dahulu.

“ Boleh aja kok Tik ”, Jawabku,

Tapi dalam hati berkata, asing juga pikiranku mampu menyerupai itu, selain itu saya juga terangsang melihat perlakuan kepada Gita. Mungkin sebab minuman tadi atau aroma terapi yang bener-bener membuatku rilex dan bersikap cuex. Setelah mendapat ijin, melanjutkan niatnya. Saya lihat jari telunjuk Watik-pun mulai keluar masuk ke dalam kewanitaan Gita yang terlihat menggemaskan itu.

Dengan Pelan-pelan dengan gerakan yang lembut, sedang ibu jari menggosok-gosok klitoris istriku. Tidak terlalu lama dan keliatannya Gita juga belum klimaks, menyudahi permainannya. mengatakan kepadaku bahwa ini kepingan dari ritual rilexsasi katanya, jadi tidak perlu sampe klimaks. Terlihat di raut muka Gita akan ketidakpuasannya.

Selesai hal tersebut, meminta Gita mandi untuk membersihkan badan. Tadinya Gita ogah-ogahan beranjak dari tempat tidur, mungkin aja sebab tidak puas. Tapi berkata katanya ini gres sebagian saja dan nanti akan ada yang lebih hebat. Mau juga Gita mandi dijacuzi dengan air hangat hingga bersih. Selesai mandi dan mengeringkan badannya dengan handuk.

Setelah itu Gita duduk disofa disampingku sambil berbalut handuk saja. sedikit ngobrol-ngobrol dan katanya,

“ apa mau dilanjutkan atau istirahat dahulu? ”

Belum sempat saya jawab ehh Gita udah nggak tabah ngomong duluan, katanya

“ ok aja selagi seger badannya. ”

“ Apa ndak sebaiknya mbak Gita minta pendapat dan ijin dari mas Topan sebagai suami? ” Pinta kepada Gita.

“ Gimana mas boleh ndak proposal tadi? ” pinta Gita.

“ Boleh-boleh aja khan memang sudah seharusnya ” jawabku.

Karena dalam pikiranku memang menyerupai itu prosesnya. Kemudian saya menanyakan pada ,

“ Sebetulnya proses selanjutnya menyerupai apa? ”

Kemudian watik-pun menerangkan,

“ Untuk selanjutnya pijatan-pijatan yang ringan dan kalo mau juga mampu hingga kepuasan kenikmatan yang dalam, itupun kalo mas Topan mengijinkan ”, terangnya kepadaku.

“ Bukannya saya tadi sudah memperbolehkan ” jawabku.

“ Iya mas, tapi nanti ada satu syarat bila mas Topan bener-bener menyetujui ” kata .

“ Kira-kira menyerupai apa syarat tersebut? ” tanyaku.

Watik-pun menjelaskan bahwa sebenarnya syaratnya sangat mudah yaitu menyuruhku tetap membisu dan tidak boleh mencampurinya waktu bekerja, atau tidak menjamin akan kesuksesan terapi ini. Dengan berat hati asal mampu menyenangkan istriku ndak apa-apa untuk mengambil resikonya. Setelah semua setuju kesudahannya meminta Gita melepaskan ikatan handuk yang melingkar menutupi keindahan tubuh sexy nya.

Lalu Watik menyuruh Gita untuk berbaring rilex di tempat tidur dengan menghadap kedepan. Perlahan-lahan tapi pasti mulai memijat kembali seluruh tubuh Gita. Tak lupa kedua buah dada Gita ikut diremas-remas dan dipilin putingnya hingga tegak berdiri. Dan tak lupa kewanitaannya Gita juga digosok dan lubangnya dimasukin jari telunjuk , dengan gerakan yang simultan, mulai kelihatan desahan-desahan Gita.

Terlihat kewanitaannya mulai berair dan licin. Desahan kenikmatan dan racauan Gita mulai terdengar sangat jelas. Sebentar lagi terlihat istriku Gita akan klimaks, secara disengaja menghentikan aktifitasnya.

“ Tik kenapa berhenti? Aku hampir nyampee nichh ” kata Gita.

“ Tenang aja mbak Gita, sekarang mbak tanya suami dulu apa masih mau diteruskan atau tidak ” jawab Gita.

“ Mas bolehh yaaa diterusin, saya dah nanggung nich please yaaa please banget ” Gita merayuku.

“ Gimana mas Topan? ” tanya Watik .

Akupun mengiyakan sebab kulihat Gita sudah bener Birahi Tinggi. Kemudian tiba-tiba saja mengajakku pindah dari sofa dan duduk dikursi kayu biasa dan dengan cekatan beliau mengikatku dengan kencang ke kursi. Sebelum hilang kagetku mencoba menenangkanku, katanya ini sebagai jaminan kata-kataku supaya tidak mengganggu pekerjaannya.

Setelah itu keluar kamar, didalam saya lihat Gita sepertinya sudah tidak memperdulikan saya lagi. Kulihat kedua tangannya sibuk meremas buah dada dan menggosok bibir kewanitaannya, seperti sudah tidak sabar. Sesaat kemudian masuk, dan yang bikin saya kaget dibelakangnya beliau mengajak 2 orang laki-laki tinggi sekitar 182 cm, berkulit hitam dan berotot kekar.
Keduanya memakai piyama, memperkenalkan bahwa keduanya ialah asistennya dan ini ialah service plus dari salon. Belum sempat hilang kagetku, memberi isyarat kepada keduanya. Serta merta mereka melepaskan piyamanya. Busyet ternyata dibalik piyama, mereka tidak mengenakan selembar kainpun. Terlihat kejantanannya belum bangun tapi sudah lumayan besar.

Ketika itu mereka menggandeng tangan Gita istriku untuk turun dari tempat tidur. Sesaat kemudian menyerupai kerbau yang dicokok hidungnya, Gita eksklusif berjongkok dihadapan mereka. Tanpa ada perintah, Gita eksklusif menghisap salah satu kejantanan pria tersebut hingga bener-bener membesar. Kira-kira besarnya sebesar kaleng fanta slim dan panjangnya sekitar 21cm.

Aku lihat Gita hanya berhasil mengulum topi bajanya tidak hingga mampu masuk semua di mulutnya yang mungil. Salah seorang laki-laki negro tersebut mengangkat Gita dan membaringkannya diatas tempat tidur. Ditempelkan kejantanannya yang besar dibibir kewanitaan istriku, secara perlahan-lahan dan pasti kejantanan itu dipaksa masuk kelubang kewanitaan Gita.

Bleeezzz masuk juga kejantanan tersebut disertai erangan, desahan kenikmatan Gita. Mula-mula kejantanan tersebut dimaju mundurkan secara perlahan-lahan hingga kewanitaan Gita terbiasa dan tidak merasa sakit. Terlihat sangat terang sekali kejantanan orang negro itu menggosok dan mengaduk-aduk kewanitaan Gita. Terlihat wajah Gita hanya sesaat sudah akan mencapai klimaksnya yang tertunda.

“ Aaaahhhaaahhh akuuu keeluarrr ssssstttttt ” teriak Gita.

Melihat Gita yang semakin bergairah, satu orang negro yang laen mendekatkan kejantanannya kemulut Gita. Tanpa ada perintah, eksklusif kejantanan hitam dan besar dikulum walaupun hanya topi bajanya saja yang masuk. Gerakan kejantanan sinegro dalam kewanitaan Gita yang beraturan keluar masuk membuat Gita semakin larut dalam nafsu sexnya.

Sambil mengulum kejantanan sesekali dikeluarkan serta meracau,

“ ohhhoohhhh yesss eennakk teeruusss… kenthuuu akku sepuaassmu aahhhhaaahhh… akuu.. saya mau nyaammpeee ooooohhhhhhhhh. ” desah Gita,

Sampai kesudahannya Gita-pun menerima klimaks yang kedua hanya dalam selang waktu kurang dari lima menit dan aku-pun hanya mampu menonton dari dekat.

“ Gimana mbak Gita, enak mana dikenthu suamimu apa mencicipi kejantanan orang negro ini? ” tanya .

“ Eeenakkk baangettt Tik, aku… akuuu pengen terruuusss… aaaahhhhh aakkuuu keluar lagiiii Annn. ” jawab Gita.

Seperti sebuah shock therapy ditelingaku mendengar balasan Gita istriku.

“ Wah mas Topan terangsang jugaaa yah liatin istrinya dikerjain orang laen. ” kata Watik .

Memang jujur saja saya bener-bener terangsang, sampe si adikku keliatan menyembul didalam celana jeans panjangku. Negro yang dikulum kejantanannya gantian menggantikan temannya untuk mencicipi kewanitaannya Gita. Sekarang Gita disuruh Dogstyle, tak kalah besar kejantanan yang kedua ini dengan mudah masuk dan mengobok-ngobok kewanitaan istriku. Karena kewanitaannya Gita sudah berair dengan sperma kewanitaannya yang telah 2 kali klimaks.

“ Gimana mbak Gita, tuh lihat suami kau juga terangsang liat mbak dientotin orang, liat tuh adiknya keliatan khan nonjol dalam celana hehehe… ” canda watik kepada istriku.

“ Maaasss… masss suka yaaa liat Gita diiientotin ama orang laen sssshhhhhh… ” kata Gita sambil mendesah keenakan.

“ Ngomong aja mas ndak usah aib ini service gratis kok dari kami, khan itung-itung sebagai suatu variasi kenikmatan sex dalam keluarga hehehe… ” rayu Watik kepadaku.

Mau ndak mau saya mengakuinya sebagai suatu rekreasi kehidupan sex. Aku liat Gita sedang di Dogstyle dan dari depan Gita mengulum kejantanan negro yang satunya. Dengan sangat bernafsu, Gita mengulum kejantanan si negro hingga keluar air liur dan terdengar suara-suara srruuuupp… sruuuup… menyerupai orang sedang makan sup. Setelah itu menyuruh kedua negro tadi melaksanakan penetrasi ke anus dan kewanitaan Gita. Mendengar itu Gita kaget dan berusaha menolak.

“ Tenang aja mbak Gita, paling sakit sedikit kok, mau khan bikin suasananya tambah panas? ” rayu .

Belum sempat dijawab, seorang negro yang lagi memompa kejantanannya dalam kewanitaan Gita eksklusif mengeluarkan kejantanannya dan mengarahkan ke anusnya Gita. Sedang yang seorang lagi sudah siap dengan berbaring menunggu Gita memasukan kejantanannya kedalam kewanitaannya. Zlebbb… 2 kejantanan melaksanakan penetrasi saling bergantian di anus dan di kewanitaan istriku Gita.

Mendapatkan sensasi permainan sex yang baru, membuat Gita kehilangan kontrol meracau mendesah mengeluarkan kata-kata yang sungguh mengagetkan.

“ Ooohhhh yaaaa teerruuusss… terruuus eenntooot akuuu ssoodomi akkku enntottt kewanitaaniikkuuu… ohhh yeeeesss ooohhhh maasss aaakkuuu… aaakkkuuu uuddaahhh ....aggghhhh........ ” teriak Gita.

Entah berapa kali Gita mengalami klimaks dan saya liat kedua negro sudah sekitar satu jam menyetubuhi istriku. Melihat itu hanya senyum-senyum, kemudian beliau melepaskan ikatanku sebab saya juga merasa tidak akan mengganggu. Kemudian 2 orang negro mulai keliatan akan klimaks, dengan komando kedua negro itu mencabut kejantanannya sejurus kemudian membaringkan Gita terlentang diatas tempat tidur.

Dan satu persatu mereka menyemprotkan spermanya ke dalam verbal istriku dan dipaksanya untuk menelan. Terlihat sperma kedua negro itu putih kekuning-kuningan serta lengket dan agak bau. Mau tidak mau istriku menelannya, bener-bener bagaikan seorang pelacur. Selesai kedua negro itu memakai piyamanya dan ngeloyor keluar kamar.

“ Gimana mbak, puas dengan permainan tadi? ” tanya .

“ Puas sekali An makasih yaaa.. ” “ Buat mas Topan juga makasih mas ” jawab Gita.

“ Tenang mbak Gita, masih punya haGita juga buat mas Topan ” jawab .

Belum hilang rasa penasaranku apa yang bakal saya terima. Tiba-tiba melepaskan semua bajunya dan telanjang bundar didepanku.

“ Tadi mas khan dah liat istrinya bermain sama orang lain, sekarang mas gantian saya service , mau khan mas? ” tanya Watik.

Tanpa menunggu lama, saya lepas juga semua pakaian yang menempel dibadanku. Aku ciumi bibirnya terus turun ke bukitnya yang putih dan montok. Aku remas-remas dan sedikit digigit, sedang tangan kananku mengexplorasi kewanitaannya . Aku masukin satu jari telunjuk kekewanitaannya, tambah lagi 2 jari tengah dan jari manis mengobok-obok kewanitaannya . Kini hanya mampu mendesah dan meracau kenikmatan.

“ Mass… masss Topan akuuu keluar masss aaahhh ssssshhhhh ” teriak pada klimaks pertamanya.

Tanpa menunggu foreplay yang lebih lama sebab ketika itu adikku sudah bangun tegak walaupun tak sebesar punya kedua negro tadi, saya masukin ke kewanitaannya . Langsung saya pompa dengan keras hinga terdengar tabrakan bunyi ketika buah pelirku memukul-mukul bibir Kewanitaannya . Aku terlentangkan sambil saya kulum kedua bukit buah dadanya bergantian. Kemudian saya balik beliau dengan posisi Dogystyle hingga mencapai 2kali klimaks.

“ Teruuusss maasss ooohhh nikmat banget masss…. terruuuussss entoott akuuu masss ssshhhhh aahhhhh aakkkuu keluaarrrr… ” teriak .

Setelah sekitar lebih dari 30 menit, kurasakan kejantananku mulai berdenyut tanda mau klimaks. Cepat-cepat saya minta untuk mengulumnya aaahhh.. kesudahannya saya keluarin spermaku kedalam verbal dan ditelan oleh . Selama percintaanku dengan , istriku Gita hanya melihat disamping kami. Tidak mengganggu atau melarang menyerupai saya melihat Gita ketika bersetubuh dengan 2 pria negro.

“ Wah mbak Gita, ternyata suami kau hebat juga yaaaa. Aku aja ampe 2 kali keluar. ” Puji Watik kepadaku .

Gita hanya mengiyakan saja mendengar kebanggaan untukku. Kemudian mengingatkan kalo tadi sepertinya Gita berkata lonthe untuk dirinya. Mendengar itu Gita jadi tersipu-sipu aib sambil mencubit . Posisi kami bertiga ketika ini sedang telanjang semua. akan memberi haGita lagi kepada Gita, pikirku ini haGita kagak ada habis-habisnya.

“ Semoga mbak Gita dan mas Topan tetep berkunjung ke salon kami. Maka kasih haGita spesial buat mbak Gita, semoga mbak Gita tidak tersinggung. ” kata .

Sesaat merogoh tas yang dibawanya dan mengeluarkan seuntai kalung berwarna silver, ditengahnya ada gantungan bertuliskan salon tersebut dan diujung kalung tersebut di sambungkan oleh 2 cicin menyerupai anting. eksklusif menelpon ke recepsionist untuk mendatangkan kembali kedua negro tadi. Kaget juga saya dan Gita, apa mau ada percintaan lagi pikir kami berdua. Sebelum kami bertanya eksklusif menenangkan kami.

“ Jangan takut mas, hanya minta tunjangan tenaga mereka berdua aja kok. ” kata Watik .

Akhirnya datang juga kedua negro tadi. meminta istriku Gita berbaring terlentang di atas tempat tidur. Setelah itu kedua negro itupun naik ke kasur dan tanpa kode mereka menjilati kedua puting susu istriku. Terlihat kedua puting susu istriku semakin mencuat menegang tanda istriku mulai terangsang. eksklusif memerintahkan mereka berdua memegangi kedua tangan dan kaki istriku. juga meminta istriku menggigit pelindung gigi. Heran pikirku mau diapakan lagi istriku ini.

“ Jangan khawatir mas dan mbak, relax aja nanti pasti bagus deh hasilnya. ” katanya.

Belum hingga saya mau menjawab tiba-tiba saya melihat sudah memegang jarum, dan keliatannya jarum tersebut biasa dipakai buat bikin lubang piercing. Langsung blesss… blesss… dua kali menusukan jarum tersebut ke kedua puting Gita yang sudah menegang. Dan dengan cekatan, memasukkan ujung kalung tadi yang ada antingnya, masing-masing ujung ke satu puting.

Terlihat istriku Gita meronta kesakitan sambil menggigit pelindung giginya yang diberikan oleh . Sebelum dan kedua negro tersebut pergi, mengajakku untuk menonton kepingan percintaan kembali Gita dengan si negro. Aku dan hanya menonton Gita disetubuhi untuk yang kedua kalinya dan sekarang kedua negro tersebut menyetubuhi Gita bergantian hingga satu jam lebih.

Dengan tehnik bergantian saling menggantikan, bila sang negro satu mau keluar beliau berhenti dan digantikan rekannya begitu terus berlanjut. Terdengar racauan, teriakan dan desahan kenikmatan Gita yang tak terlukiskan hebatnya. Hal ini menerima tepuk tangan dari dan berkata,

“ Sekarang mbak Gita bener-bener menyerupai lonte sejati dan selamat buat mas Topan yang sudah menjadi germonya. ”

“ Plok… plok… plok… ” bunyi tepuk tangan merak dengan meriahnya.

Memang itu dikatakan dalam suasana yang sangat bersahabat jadi tidak sampe rasanya saya pengen marah. Setelah satu jam lebih, kesudahannya kedua negro itupun mencapai klimaksnya dan menumpahkan seluruh spermanya ke dalam rahim istriku Gita. Akhirnya mengucapkan terima kasih pada kami berdua atas kunjungannya dan kami pun chekout.

“ Mas, lain kali kita kesana lagi yaaa. ” pinta Gita.

Aku jawab, “ ok aja, asal saya juga boleh main sama tukang salonnya yang cantik-cantik.

Dalam perjalanan kerumah, kami bercerita ihwal kesan-kesan di salon tersebut. Dan tak lupa istriku Gita terus memandangi kalung barunya yang menggantung didada, tepatnya menggantung dikedua puting susunya. Karena pulangnya ternyata Gita hanya mengenakan baju yang sedikit longgar tanpa memakai Bra yang dipakainya sebelum ke salon. Kami ketika itu hanya berfikir senang saja tanpa memikirkan apakah perbuatan kami ini salah atau benar.  

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3

Cerita Sex Aku Pasrah Diperkosa Tanteku

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Sex Aku Pasrah Diperkosa Tanteku".

Hari itu saya pulang agak cepat sebab ada beberapa klien yang mengubah jadwal appointmentnya, saya turun didepan pagar danmeminta Pak Supir untuk eksklusif menuju kantor suamiku, toh saya tidak ada rencana pergi lagi hari ini. Suasana rumah terasa sepi, saya melirik jam tanganku, pantas…baru pukul dua lewat sekarang ini, masih siang dan kedua anak – anakku belum pulang dari sekolah, yang bungsu sekarang sudah SMP kelas 1 dan kakaknya SMP kelas 3, kuingat mereka mengatakan siang ini ada Eskul sehingga pulang
agak sore.


Saat melewati kamar di lantai bawah, saya tercekat…kudengar bunyi nafas yang agak memburu dan desah tertahan…dan semakin terperinci ketika saya mendekat, kulihat pintu kamar tidak tertutup rapat dan ada sedikit celah yang memungkinkan saya bias melihat isi kamar dari pantulan cermin yang terletak berserangan dengan letak pintu, dan kini saya yang terhenyak.
Suatu perasaan ‘menggelitik’ mulai menerpaku…turun ke kebawah ke antara kedua kaki ku…aku tahu kalau kemaluanku mulai melembab menyaksikan pemandangan itu.
Dari pantulan cermin kulihat Dino, keponakan suamiku telentang diatas ranjang, telanjang dan tangannya sedang menggenggam kemaluannya, bergerak teratur naik turun, tentu saja saya tahu kalau cowok itu sedang bermasturbasi, namun yang membuatku terpana yaitu kemaluannya itu…, besar dan panjang…sekilas terlihat kalau genggaman tangan cowok itu sama sekali tak menutupi kepala kemaluannya yang Nampak merah dan berkilauan.
Dino masih mendesah perlahan dan tiba tiba ia mempercepat gerakan tangannya lalau tubuhnya mengejang dan dari kepala kemaluannya keluar dengan semprotan yang cukup keras melambung keudara dan cairan itu mendarat didadanya, beberapa kali kepala kemaluan itu Nampak menyemprotkan cairan dan balasannya dengan lesu tangan cowok berusia 20 tahun itu mengendur dan menggapai tissue di meja sisi ranjang
Aku yang sempat terpana segera sadar dan cepat cepat menuju kamarku, kalau saja hingga terlihat, aku…tantenya menontonnya bermartubasi wah……………
Ketika saya mengganti pakaian dengan baju santai.. saya gres menyadari kalau celana dalamku ternyata sangat basah……………
Tanganku sudah menyelinap kedalam celana dalam yang kukenakan.. dan jari-jariku memainkan clitorisku.., saya semakin basah…dan pikiranku semakin menerawang membayangkan kemaluan muda yang besar dan kekar itu………, dan akhirnya….dengan lenguhan dan desah tertahan saya mencapai orgasme ku…ah…tapi tak senikmat yang kuinginkan.
Perkawinanku sudah menginjak tahun kelima belas, saya tidak bisa mengatakan kalau saya tidak bahagia, suamiku baik, perhatian, dengan 2 anak yang sehat dan memenuhi impian setiap orang tua, namun saya juga tidak bias mengatakn kalau saya puas dengan kehidupan sexku.
Suamiku selain sibuk juga hanya menyebabkan sex sebagai pemenuhan kewajiban, memang setiap kali kami bekerjasama sex saya bias terpuaskan, namun frekuensi yang jarang, kadang belum tentu seminggu sekali bahwasanya jauh dari yang bahwasanya kuharapkan.
Untunglah saya juga memiliki kesibukan, sebagai beauty consultan sebuah perusahaan kosmetik terkemuka saya memiliki jadwal yang cukup padat, namun berselingkuh sungguh sebelumnya tidak pernah terlintas dalam pikiranku.
Sambil rebah saya terus menerawang ………pada awalnya saya agak keberatan ketika suamiku memberikan bahwa Dino keponakannya yang hendak melanjutkan kuliah di kota kami untuk sementara akan tinggal di rumah kami hingga mendapatkan tempat kost yang sesuai.
Aku merasa bahwa kehadiran orang lain akan mengganggu privacy kami yang selama ini tenang, di rumah kami hanya berempat, aku, suamiku dan kedua anakku yang masih SD dan SMP, serta seorang pembantu yang sudah lama ikut kami.
“Pikirkanlah ma…” kata suamiku ketika untuk kesekian kalinya menanyakan jawabanku,
“Dulu papa sempat dibantu oleh Tante Ina, ibunya Dino ketika kuliah dan almarhum Oom Broto masih hidup, Papa pikir paling tidak bisalah membalas budi baik mereka dulu, dan Papa dengar dino itu anak yang baik, sopan dan malah bias membantu Andre dan Tony dengan pelajaran mereka kan ?” suamiku mencoba meyakinkanku.
Aku menyerah dan berpikir tidak ada salahnya mencoba lagi pula kami masih ada kamar kosong dilantai bawah.
Ketika Dino datang saya cukup senang sebab cowok yang kecilnya kurus itu kini telah berubah menjadi menjadi cowok yang tinggi, kekar, lumayan tampan dan memiliki sikap yang sopan, pun setelah ia tinggal dirumah kami cowok itu tetap sangat sopan dan ringan tangan, membantu semua yang bisa dikerjakannya, anak anak pun senang sebab dengan senang hati Dino membantu pelajaran mereka.
Selama beberapa bulan ini tanpa terasa Dino sudah menjadi episode dari keluarga kami, dan saya tidak pernah sebelumnya memandang Dino sebagai seorang lelaki.
Namun kejadian tadi secara total mengubah pandanganku………………
Rasa penasaran yang sedemikian besar mebuatku ingin mengetahui lebih jauh perihal cowok itu, saya keluar dari kamar dan menuruni tangga sambil memanggilnya.
“Din…Dino…sibuk ?” tanyaku ketika saya melihatnya
“Nggak tante…ada yang bisa dibantu?” tanyanya dengan sopan, cowok itu sudah keluar dari kamarnya, dan tentu saja sudah mengenakan jeans dan kaos yang mencetak tubuh kekarnya.
“Tante lapar… boleh nggak tolongin tante beliin nasi bungkus di restoran padang?, kalau nyuruh si bibik nanti lama, kau kan naik motor pasti lebih cepat, beli 2 bungkus ya.. kau temenin tante makan” kataku lagi.
“Baik tante” jawabnya dan setelah mendapatkan uang yang saya berikan ia melesat pergi
Setelah bunyi deru motornya terdengar menjauh saya bergegas ke kamarnya, masih kutemukan tissue yang telah teremas dan tergeletak dimeja disamping tempat tidurnya, dan kulihat kalau laptopnya masih dalam keadaan menyala.
Dengan cepat saya mencoba melihat isi computer cowok itu dan sungguh terperanjat saya melihat di my picture foto foto ku terpampang disana.
Foto foto itu yaitu foto-foto yang dibuat ketika kami rekreasi, makan di restoran dan segudang kegiatan lain, namun sudah di cropping dan tertinggal hanya diriku seorang, semua diberi nama dengan awalan ‘tanteku yang cantik’
Aku tidak berani terlalu lama membongkar data data yang ada sebab selain tidak terlalu mahir, juga agak schok dengan kenyataan yang ada…Dino..? …Menilaiku cantik ..?
“Tumben kau dirumah, nggak ada kegiatan hari ini ?” tanyaku sambil menikmati nasi bungkus yang tadi dibeli.
“Nggak Tante.. hari ini kebetulan jadwal kuliah kosong” jawab Dino
“Kok nggak ke pacar kamu?” tanyaku lagi sambil menjangkau gelas minum
“Wah..nggak punya Tante, selain nggak ada yang mau juga Dino mau cepet cepet selesai kuliah” katanya dengan wajah memerah.
“Nggak ada yang mau ?..mana mungkin ..kamu tuh tampan lho.., kau ‘kali yang nolak terus” kataku lagi.
“Iya ..Tante, nggak ada yang mau..” wajah anak muda itu semakin memerah.
“Ok.. deh..” kataku setelah meneguk minumanku, “Tante mau istirahat dulu ya…, mumpung pas bias pulang siang…” kataku sambil meninggalkan ruang makan menuju kamar dan sambil berjalan saya merasa betapa mata anak muda mengawasi ayunan pinggulku ketika berjalan.
Hampir saya terlelap ketika bunyi ramai menggetarkan gendang telingaku…dan anak anakku menerobos masuk kamar, mengucapkan salam dan bergantian mengecup pipiku, pikiran dan perhatiankupun kini kembali ke dunia ‘nyata’ dan kesibukan sebagai Ibu rumah tangga berlangsung menyerupai biasa.
“Aduh Pa..Mama nggak bisa, besok ada presentasi dan seminar penting, dan Mama harus menyajikan bahan yang telah disiapkan team dihadapan para audience” jawabku ketika suamiku memintaku untuk menemaninya menengok kebun kami di tempat pegunungan.
“Tapi kan besok hari Sabtu..izin sajalah, kasihan anak – anak, Papa sudah kesepakatan sama mereka” kata suamiku lagi.
“Habis Papa sih.. bikin rencana nggak ngomong dulu.., nggak mungkin Mama membatalkan begitu saja, siapa yang bisa menggantikan ?, ajak Dino juga biar ada yang bantu papa jaga anak – anak” jawabku lagi.
“Hmm.. sudah kuajak, tapi besok ia ada ujian katanya” suamiku menjawab.
“Ok..lah, tapi si Bibik dibawa ya Ma, biar ia bantu mengawasi anak – anak, soalnya Mang Abdul penjaga kebun kita sudah wanti-wanti kalau duduk perkara pagar disana sudah mendesak..nanti kalau ada yang nyerobot jadi repot” suamiku balasannya mengalah.
“Boleh, ajak aja si Bibik, Mama juga akan lebih tenang..”jawabku, Bibik pembantu kami itu sudah ikut kami semenjak saya masih kecil dan setelah saya berumah tangga saya memamng minta kepada orang tuaku biar Bibik bisa ikut aku, pada usianya yang menjelang 60 tahun ia masih sangat sehat dan bisa mengerjakan semua sebaik dulu.
Pukul dua siang seminar dan presentasi produk gres sudah selesai dan saya segera meluncur pulang, di kendaraan beroda empat saya sempat menelpon anak – anak dan antusiasme dalam bunyi mereka sedikit banyak membuatku merasa tidak enak…untunglah mereka bergembira pikirku.
“Bu masih ada rencana pergi..?” Tanya pak Udin sopir yang juga sudah lama ikut kami.
“Tidak Pak., kenapa..?” tanyaku
“Kalau boleh saya mau ijin Bu, anak saya hari ini dating dari desa..kangen juga sudah lama nggak ketemu”jawab sopir renta dengan sopan.
“Oh..boleh Pak.. “ kataku member ijin.
Setelah memarkir kendaraan beroda empat di garasi pak Udin pamit dan saya masuk rumah yang kali ini benar benar sepi.
“Lho..sudah pulang tante..?” bunyi Dino mengejutkanku
“Sudah selesai seminarnya, dan kau katanya ujian..? jawabku sambil bertanya.
“Sudah tadi tante.. dari Jam 8.00 hingga jam 12.00, habis itu eksklusif pulang” jawab cowok itu.
“Kamu sudah makan..?” tanyaku lagi.
“Juga sudah..tante sudah makan ?, kalau belum biar Dino siapkan” katanya menunjukkan diri.
“Sudah tadi diseminar tapi kalau nggak keberatan bikini tante minuman hirau taacuh dong…dikulkas kayaknya masih ada juice ..” kataku
“Baik Tante” jawab cowok itu patuh.
“Trims.., Tante salin baju dulu ya..? kataku sambil melangkahkan kakiu naik tangga menuju kamarku.
Setelah membersihkan diri, saya mengikat rambutku ekor kuda, dan saya agak lama menentukan pakaianku…..tiba tiba saja terbersit pikiran nakalku ingin menarik hati cowok itu.
Akhirnya saya memilih baju longgar dan rok mini yang biasa kugunakan ketika main tennis, saya sengaja tidak mengenakan BH sehingga payudaraku menggantung bebas, dengan tinggi 160 Cm, berkulit putih, saya tidak memiliki payudara menyerupai Pamela Anderson, tapi dengan usia yang menjelang 40, payudara dengan BH No. 36 B masih tegak dan belum terlalu turun.
Wajahku tidaklah terlalu cantik, mataku agak sipit, maklum keturunan Chinese, tapi saya tahu kalau saya cukup menarik dengan hidung mancung dan bibir yang penuh walau tidak tebal.
Ketika saya melangkah turun sekilas kulihat Dino menatapku dengan terpesona, namun saya berpura-pura tidak menyadarinya dan sambil mendapatkan gelas juice yang diangsurkannya saya mengajaknya duduk disofa depan TV. Dan dengan patuh Dino menurut, kulihat tangannya membawa sebuah buku.
Siang hari begini mana ada program TV yang menarik?, maka akupun mengajaknya ngobrol.
“Buku apa itu Din..?’” tanyaku.
“Oh.. ini .. perihal akupunktur dan anatomi serta susunan syaraf insan Tan…” jawabnya
“Lho..kamu ini kuliah di ekonomi atau mau jadi akupnktur?”
“Ah…ini sekedar iseng … buat nambah pengetahuan..habis jenuh berguru ekonomi terus..buta refreshing..gitu..” jawabnya lagi.
“Biasanya anak muda tuh kalau refreshing baca nya buku porno” jawabku sembarangan.
“Ah..Tante..nggak semua dong begitu” jawabnya dengan wajah anak muda itu memerah dan dari sudut mataku saya menilainya, dengan tinggi diatas 170 Cm, rutin kefitness menjadikannya kekar dan berisi dengan perut yang rata, rambut ikal bergelombang dan sudut verbal yang membuat wajahnya nampak ramah bahwasanya cowok berusia 20 tahun ini sangat menarik.
“Terus apalagi yang diajarin buku itu?” tanyaku
“Ya macam – macam Tan.. termasuk refleksiologi” jawabnya cepat.
“Refleksi, kayak pijat refleksi gitu………?” tanyaku
“Iya betul” jawabnya lagi.
Pikiran untuk menggodanya semakin berpengaruh menerpa hatiku dan sikap sopan serta aib – aib cowok ini menjadikanku semakin ingin menggodanya.
“Berarti kau sudah bisa dong..?” tanyaku
“Wah nggak tahu Tante..belum pernah dipraktekan, kan nggak gampang mencari sukarelawan untuk jadi kelinci percobaan” jawabnya tersenyum.
“Ya udah…kebetulan Tante lagi santai..ayo kau praktek ilmumu”
Tanpa menunggu saya pindah kesofa panjang dan telungkup disana.
“Lho..kok diam…?, ayo kau coba refleksi yang kau pelajari” kataku dan ketika saya mendongak saya melihat wajahnya menyerupai tidak percaya menatapku.
“Nggak..ah…Dino nggak berani…”jawabnya
“Iya deh…Tante sudah tua….pasti kau segan ya merefleksi orang tua” kataku menggoda
“Ih.. Tante sama sekali nggak tua, Tante cantik sekali” jawabnya dan terkejut sendiri dengan pujiannya
“Cantik?, memang kau pikir tante cantik ?” tanyaku
“Tapi……….”Jawabnya ragu
“Tapi apa..? pelan pelan saja.., jangan pakai tenaga dulu…” saya meyakinkannya walau saya tahu maksudnya ‘tidak berani’ itu bukan duduk perkara pijatnya.
Dengan wajah seakan – akan ‘apa boleh buat’ Dino beringsut dan duduk diujung sofa akrab kakiku.
Tangannya agak basah, hirau taacuh dan sedikit gemetar ketika ia menyentuh telapak kakiku.
“Kok tanganmu hirau taacuh sih…?” tanyaku
“Nggak apa – apa kok Tan..”suaranya agak serak kertika ia menjawab.
Tangan kekar itu lalu mulai memegang kaki kiriku dan menekan tapak kakiku, hatiku juga bergemuruh tidak karuan..gila…masa cuma dipegang tapak kaki saja saya mulai hangat diantara kedua pahaku.
Setelah beberapa lama ia memijat kedua tapak kakiku balasannya saya yang tidak tahan
Aku berbalik mengubah posisi dan setengan duduk dengan berselonjor
“Ah.. kau jadi bikin Tante pegel deh.., kau pijitin kaki Tante ya, pijat biasa saja Ok..?” kataku
“Ba..baik..Tante..” Jawabnya agak terbata
“kamu duduknya agak kesini dikit….nah…gitu” kataku menggurui.
Demikianlah Dino kini duduk akrab pinggangku, membelakangiku dan tangannya memijit mijit lembut.
“Mmmh..enak juga pijitan kau Din..terus aja keatas hingga paha..nggak apa kok” dan kakiku yang satunya kutekuk, lupa kalau saya mengenakan mini skirt sehingga pasti Dino bisa melihat celana dalamku terpampang.
pantantnya sudah diatas lututku dan hatiku juga semakin terbawa oleh rasa terangsang yang mulai mempengaruhiku.
Aku menggapai gelas minumku dan mencoba minum tanpa merubah posisi, suatu pikiran bandel lain menyergapku dan toh ia sedang membelakangiku, dengan sengaja saya menumpahkan juice yang tersisa kebadanku setelah sebelumnya menyenggol punggungnya.
“Aduh..maaf Tante…” Kata Dino terkejut ketika melihat cairan juice itu membasahi perutku hingga kepaha.
“nggak apa…Din..Tante yang salah” jawabku
“Din..tolong ambil handuk kecil di kamar mandi ya…” katku lagi dan dengan setengah berlari cowok itu melesat, sempat kulihat kalau episode depan celana yang dikenakannya menggembung. Aku tersenyum.
“Iya disitu yang basah..agak keatas…”kataku ketika Dino sudah kembali dan mengelap pahaku yang basah
“Tapi ..basahnya kedalam …Din..kamu tolong T ante ya.. “ kataku lalu kuangkat baju gombrong yang kukenakan hingga atas dan sedikit episode payudaraku terlihat.
Dengan teliti dan hati hati anak muda itu mengelap tubuhku dengan handuk yang diambilnya, sambil berlutut disamping sofa.
“Nggak apa – apa ya Din..tolongin tante..” kataku lagi..sambil menatap wajah yang berada akrab dengan perutku itu.
“I..I..Iya tante…jawabnya dengan bunyi yang hamper tk terdengar.
“Kebawah Din…ah… rok nya mengganggu..lalu dengan cepat saya meloloskan rok tennis yang kukenakan dan kini saya setengah terbaring dengan hanya bercelan dalam dibagian bawah.
Semakin gemetar tangan Dino mengelap pahaku dan perutku.
“Tapi episode dalam juga berair Din…”kataku lagi
“Lepaskan celana dalam tante ya..biar kau leluasa” saya meyuruhnya
Kini terperinci terpampang didepan wajahnya kemaluanku, dengan bulu yang tercukur rapih , dan saya agak merenggangkan kakiku sehingga rekahannya terlihat olehnya.
Nafas cowok itu sudah sangat memburu dan akupun merasa semakin basah…dengan tangan kiriku saya mengambil handuk yang digunakannya dan melemparkannya entah kemana.., lalu kutuntun jari jari tangan yang kekar itu menyentuh dan sedikit memasuki lubang kemaluan yang telah membasah itu.
Tangan kananku tahu tahu sudah meremas gelembung depan celana cowok itu, dan dengan lirih saya berkata “Din..kmau sudah melihat tante punya.., boleh tante melihat punyamu..?”
Wajah yang semakin memerah itu hanya mengangguk dan ia bangun didepanku membuka ikat pinggangnya dan saya membantunya dengan sekali tarik saya menurunkan celana yang dikenakannya termasuk celana dalamnya.
‘Prang’ Kemaluan yang sudah mengeras itu bangun dan menunjuk depan wahaku, dan saya sungguh harus mengagumi keindahanmya, dengan otot yang tampak melingkar, kepala yang besar kemerahan dan tanpa menunggu saya mencoba menggenggamnya.
Aku yakin kalau panjangnya pasti lebih dari delapan belas centimeter dengan lingkar yang besar dan buah zakar yang menggantung, ditutupi bulu – bulu yang agak keriting.
Kedua tanganku tak henti mengusap dan menggenggamnya dengan sesekali tangan kiriku mengusap buah zakarnya dan tanpa dapt menahan kepala kemaluan itu sudah masuk dalam mulutku.
Hanya sepertiga mungkin yang bisa masuk mulutku.. dan lidahku mulai menari, menjilat dan mengecup, menghisap dan sesekali batang kemaluan itu kugigit perlahan.
Kuminta ia duduk dan kami bertukar tempat, saya yang kini berlutut didepannya dan ia duduk di sofa, dengan arahan kusuruh ia melepaskan kaos yang dikenakannya dan sesekali tanganku membelai dada yang kekar itu.
Aku sudah melepaskan baju gombrong yang kukenakan…dan kini kami sama sama sudah tak berpakaian, saya terus menjilat dan menghisap kemaluan Dino dengan penuh nafsu dan desahan serta erangan tak tertahankan keluar dari verbal cowok itu.
“Ahhh..tante…enak….aduh….hhh”
“Ssshhh….aaaahhh…aduh Tante….”
Denyutan dibatang kemaluan itu semakin keras dan saya tahu kalau cowok itu mulai tak tahan, dengan kepala kemaluanitu dalam mulutku tanganku melaksanakan gerakan mengocok dan tangan satunya meremas zakarnya….
“Tanteeee…..ahhh..oohhh….ssssshhhhh” agak berteriak cowok itu dan sebuah semburan berpengaruh dari lubang dikepala kemaluan itu mengenai belakang lidahku membuatku hamper tersedak lalu memenuhi mulutku dengan cairan kental dan panas yang tanpa berpikir kutelan habis…., namun semburan itu tidak cuma sekali, beberapa kali dalam jumlah yang cukup banyak, dan kecepatanku menelan tidak sebanding dengan kecepatan semburan itu.., sebagian keluar dari sisi bibirku…namun saya taatp tidak melepaskan jepitan bibirku dikepala kemaluan keponakan suamiku itu hingga berhenti, lalu dengan lidahkua saya membersihkannya, lalu mendongak menatapnya dengan tersenyum.
“Enak…?” tanyaku…?
Ia hanya mengangguk dan tangannya mengusap kepalaku.
“gantian …” bisikku dan kini saya telentang disofa.
Kuminta Dino mengulum pentil payudaraku dan lidahnya bergerak sesuai perintahku. Aku tahu kalau anak muda itu masih ‘hijau’ maka saya ‘menuntunya’ untuk menelusuri tubuhku dengan lidahnya dan mengajarkannya bagaimana seharusnya ia menggunakan lidahnya ketika mulutnya mencapai kemaluanku
“ya..disitu…ahhh…..di emut Din…emut clitoris tante…ahhhh, yah masukan lidahmu …ohhh….” namun irama yang tidak konstan serta pecahnya perhatian antara menikmati dan menyuruhnya membuatku sulit mencapai puncak yang kudambakan.
Belum lima menit Dino menjilatiku saya melihat kalau kemaluannya sudah mengeras lagi…dasar anak muda………………………….

Kusuruh Dino telentang dan dengan posisi diatas saya mengarahkan kemaluannya memasuki kemaluanku yang sudah teramat berair …….dengan perlahan saya menurunkan pinggulku dan kepala kemaluan yang besar itu, jauh lebih besar dari milik suamiku mulai menembus masuk….cukup lama saya berjuang biar kemaluan itu bisa menembus masuk kemaluanku yang ternyata cukup sempit untuk miliknya dan balasannya setelah hamper semua terbenam saya mulai bergerak, kedepan …kebelakang kadang pinggulku berputar dan naik turun.
Dino cukup kreatif…. Tangannya juga bekerja meremas dan sesekali kepalanya terangkat mencium dan mengulum pentil payudaraku.
“Ssshh…ah.. Dino….batangmua besar..aduh..enak….” saya mulai meracau dan seirama denga gerakanku, saya merasa gelombang kenikmatan mulai menerjang dan naik…naik….dan AAAhhhhhhhhhhh……..dengan setengah berteriak saya mencapai orgasmeku, orgasme yang sangat dahsyat yang sudah betahun tahun tidak pernah bisa diberikan suamiku.
Aku ambruk didada cowok itu dan bibirku mencari bibirnya, kami berciuman cukup lama.
Aku tahu kalau Dino masih belum ‘keluar’ lagi…, namun saya sudah terlalu lelah untuk berada diatas.., maka saya melepaskan diri..menyuruhnya diatas dan kini dengan saya dibawah kakiu terbuka lebar dengan salah satu kakiku menyangkut kesenderan sofa dan Dino dengan mudah kali ini memasukiku.
Gerakan anak muda itu teratur dan terasa bagaimana kemaluan besar itu menusuk dan mengexplorasi episode dalam kemaluanku hingga episode yang belum tersenah tersentuh oleh suamiku dan gelinjang serta perasaan nikmta yang tak tertahankan membuat gelombang menuju orgasme kembali menerjangku.
Dino semakin mempercepat gerakannya dan saya mencoba mengimbangi gerakannya dengan goyangan pinggulku dan balasannya denga tertahan “Tante..Dino mau keluar……”
“Keluarin Din……” dan saya menjepit pinggang cowok itu dengan kedua kaki yang kutautkan sehingga kemaluannya terbenam semakin dalam dan balasannya dengan erangan keras bersamaan dengan orgasmeku, saya mencicipi cairan hangat menyemprot jauh didalam..
Suara desahan, erangan dan nafas memburu kami terdengar terperinci dikeheningan ruangan dan balasannya kami berdua melemas berpelukan erat.

“Din…., maafin Tante ya…., Tante membuatmu melaksanakan ini, lupa kalau Tante sudah tua” kataku
“Tante…., Dino selalu mengagumi Tante…tante yaitu wanita paling cantik yang dino kenal…dan Tante sama sekali tidak tua…” jawabnya sambil mengecup bibirku.
“Tapi ini tidak bisa jadi kebiasaan Din…., kalau Oom tahu………..” kataku tidak melanjutkan.
“Dino tahu, ……. Tante…jangan kuatir”
Sore itu kami banyak bercakap – cakap dan tidak merasa perlu mengenakan pakaian kami, dan sebelum maghrib tiba kami menyelesaikan permainan yang ketiga kalinya, kali ini ia memasukan kemaluannya dalam posisi dari belakang dan diselesaikan dengan posisi misionari…kembali rahimku mendapatkan siraman sperma hangat yang menyemprot dan memberikanku kenikmatan yang sudah hamper terlupakan.
Pukul 8 malam anak – anak dan suamiku pulang dan malam itu saya tidur dengan sangat nyenyaknya.

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, erita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3