Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Ngentot Teman Baruku Yang HOT".
Perkenalakan Namaku Rahmat, usiaku dikala ini 24 tahun, status ku Saat ini ialah sebagai Mahasiswa. Kalau menurut teman-temanku, saya ini termasuk orang yang ulet dan Mandiri, selain kuliah saya juga bekerja. Disini saya akan menceritakan kisah mesum-ku dengan seorang janda muda dan hot sekali. Awal mula dongeng seks ini bermula pada dikala saya jalan-jalan dengan teman-temanku.
Ketika itu saya dan teman-temanku berjalan-jalan di tempat para berkumpulnya kalangan anak muda. Pada dikala itu ketika sedang melintas di jalan Tebet saya melihat ada seorang cewek, lalu tanpa berfikir panjang saya menghentikan mobilku, lalu aku-pun menghampirinya dan kesudahannya kami-pun berkenalan. Setelah berkenalan, aku-pun tahu nama cewek tersebut ialah Denisa.
Kamipun kemudian mengobrol, setelah beberapa dikala kami mengobrol, akupun kesudahannya tahu bahwa ia ternyata masih berumur 20 tahun. Gambaran wacana gadis itu menyerupai ini, tinggi tubuh sekitar 168 cm, berat bdan 65 kg dan ukuran BH-nya bila saya perkirakan sekitar 34B. Setelah kami selesai mengobrol, kesudahannya saya memperlihatkan untuk mengantar pulang Denisa, dan dia-pun setuju.
Dalam perjalanan pulang kami berbicara wacana hobi, makanan kesukaan, dan lain-lain. Setelah setengah jam perjalanan kesudahannya kami-pun hingga dirumah Denisa. Sebelum saya berpamitan pulang saya meminta nomer telefon Denisa, dengan alasan saya ingin komunikasi semoga pertemanan kami berlanjut. Singkat dongeng pada esok harinya kira-kira pada pukul 09.00 pagi, Denisa menghubungi saya by Phone,
“ Pagi Rahmat, ayo bangkit jangan tidur terus ? ” ucap salam Denisa padaku,
“ Iya pagi juga, Maaf… ini siapa yah ? ”, tanyaku penasaran.
“ Ihh.. masa kau lupa sih sama aku, Aku Denisa yang semalam kenalan sama kamu… ” ucapnya mengingatkanku,
“ Oh… Denisa, iya, iya saya ingat, ngomong-ngomong kau lagi diimana Nih ” tanyaku,
“ Aku lagi di Roxy Nih, hari ini kau ada program nggak Mat ? ” ucapnya,
“ Emmmm… saya nggak ada program deh kayaknya, eMatg kenapa Niss ? ”, jawab-ku.
“ Aku mau ngerepotin kamu, boleh nggak Mat ? ” ucapnya.
“ EMatg mau ngrepotin apa sih Nis, to the point aja deh ”, jawabku.
“ Kamu mau nggak jemput saya ? ”, ucapnya.
“ EMatg kau diimana, biar saya jemput ? ” tanyaku.
“ Aku lagi di Roxy Nih, jemput yah, jam 10.00 kau hingga sini ya !!! ”, ucapnya.
“ Oke deh Niss, wait me !!! ”, ucapku.
Singkat dongeng setelah saya telefon kami terputus, aku-pun kemudian Mandi, dan eksklusif meluncur ke arah Roxy. Kira-kira setelah setengah jam perjalanan, akupun hingga di roxy. Disana kami hanya ngobrol sejenak, lalu kami-pun memutuskan untuk pergi. Kemudian kami-pun meNisnggalkan tempat itu.
“ Kita mau kemana Nih Niss ? ”, tanya-ku.
“ Terserah kau aja deh Mat, saya nurut… ”,
“ Emmm… kemana yah… Oh iya gimana kalau kita main kerumahku aja? gimana, mau nggak Nis ? ” ucapku memperlihatkan kepada Denisa,
“ Oke deh Mat terserah kau aja ”, jawabnya.
“ Kamu-kan gres kenal sama aku, emangnya kau nggak takut apa ? ”, tanya-ku
“ Takut ??? eMatg harus taku apa sama kamu, hhe… ” ucapnya dengan sedikit bercanda.
“ Kamu nggak takut kalau saya perkosa apa ? ” ucapku bercanda.
Tapi ia dengan santainya menjawab, “ Ga usah diperkosa juga mau kok… he… he… ”, sambil melirik kearahku dan mencubit Matja pinggangku.
Kemudian saya bertanya,
“ Bener Nih? ”.
“ Oke… Siapa takut … ” jawabnya dengan beraNis.
Lalu segera kita meluncur ke arah rumahku di bilangan Sudirman yang memang sehari-harinya selalu kosong. Begitu hingga saya lalu mempersilahkan Denisa untuk masuk lalu kami duduk bersebelahan dan saya menarik hati dia.
“ Bener Nis kau nggak takut diperkosa? ”,
Dengan berani Denisa malah menjawab,
“ Mau perkosa saya sekarang? ”, ujarnya sambil membusungkan dadanya yang semok itu.
Aku tidak tahu siapa yang memulai tiba-tiba bibir kami sudah saling bertemu dan saling melumat, dan memainkan pengecap nya di mulutku. Tangan kirinya melepas bajuku dan saya tak mau ketinggalan, saya ikut membuka kaos ketatnya itu dan melepas BHnya. Ciumanku menjalar menyusuri leher dan belakang kupingnya.
“ Ahh… eSsss…… terus Bebs… ”,
Denisa udah mulai meracau tidak terperinci dikala pengecap saya turun ke dadanya diantara kedua bukitnya. Lidahku terus menjalar ke payudaranya namun tidak hingga pada putingnya. Denisa mendesah-desah,
“ Mat isep Mat ayo Mat saya pingin Kamu isep Mat… ”,
Namun saya tidak memperdulikannya dan masih bermain di sekitar putingnya dan turun ke perut sambil perlaha-lahan tanganku membuka celananya dan masih tersisa celana dalamnya. Akhirnya kepalaku ditarik Denisa dan ditempelkannya teteknya ke mulutku.
“ Ayo Mat isep Mat jangan siksa saya Mat… ”,
Akhirnya mulutku menghisap tetek sebelah kirinya sedangkan asisten ku meremas-remas tetek sebelah kanannya.
“ Ouhhh… Sss…. ahhh…. eSsss…… enak Mat terus sedot yang keras Mat gigit Mat ouhhh… ”, racaunya.
Sambil kusedot teteknya bergantian kiri dan kanan tanganku bergerilya di bab pangkal pahanya sambil menggosok- gosok klitorsnya dari bab luar celana dalamnya. Denisa-pun tidak sabar, kesudahannya ia membuka celanaku termasuk celana dalamku sehingga mencuatlah torpedoku yang sudah berdiri tegak itu dan Denisa terpana.
“ Gila gede banget Mat punya Kamu… ”,
Dan tanpa dikomando eksklusif Denisa memasukan kejatananku ke dalam mulutnya yang mungil, terasa penuh sekali verbal itu, Denisa menjilat-jilat ujung kemaluanku terus turun ke bawah hingga selurh batangnya terjilat olehnya.
“ Sss…. ahhh…. enak Niss… terus… Nis ”,
saya pun menahan Nikmat yang luar biasa.
Akhirnya saya berinisiatif dan memutar tubuhku sehingga posisi kami menjadi 69. Sesaat saya menjilati bab bibir kewanitaan-nya Denisa mendesah.
“ Sss…. ahhh…. enak Mat eSsss…… terus Mat… ”,
Akhirnya Denisa menggelinjang mahir ketika lidahku menyentuh bab klitorisnya.
“ Ahh… ouh… saya hingga Mat… ”,
Sambil mulutnya terus mengelum kejantanan-ku sedotan Denisa-pun semakin cepat dan berpengaruh pada kejantanan-ku maka saya merasakkan denyut-denyut pada kejantanan-ku.
“ Nis, saya juga mau hingga Nis ahh… ”,
“ Barengan ya… ”,
Mendengar itu Denisa makin garang menyedot-nyedot dan menjilati kejantanan-ku dan akhirnya…
“ Aachh… Sss… ahhh… … ”
“ Crottt… Crottt… Crottt… ”
Akhirnya kejantanan-ku menyemprotkan air mani dalam verbal Denisa dan ia menelan semuanya sehingga kamipun keluar secara bersamaan. Akhirnya Denisa-pun menggelimpang disampingku setelah menjilati seluruh kejantanan-ku hingga bersih.
“ Makasih ya Mat saya dah lama nggak ngerasain klimaks semenjak suami saya kabur… ”, kata Denisa
“ Emang suami kau kemana? ”,
“ Nggak tau tiba-tiba ia menghilang setelah saya ngelahirin anak saya ”,
“ Lho… kau udah punya anak? ”,
“ Iya Mat.. anakku udah umur 1 tahun, Mat ”,
Kemudian Denisa memeluk saya dengan eratnya. Lalu ia mendongakkan kepalanya ke arah aku, lalu saya cium bibirnya lembut dia-pun membalasnya tapi lama-kelamaan ciuman itu bermetamorfosis ciuman penuh nafsu. Kemudian Denisa memegang kemaluan saya yang masih terbuka dan meremas-remasnya sehingga secara otomatis torpedo-ku eksklusif berdiri dan mengeras.
Kemudian Denisa menaiki tubuh saya lalu menjilati habis seluruh tubuh saya mulai dari verbal hingga ujung kaki.
“ Sss… ahhh… … ”, desahku sejalan dengan jilatan di tubuhku.
Kemudian Denisa mengulum kejantanan-ku terlihat terperinci dari atas bagaiMata kejantanan-ku keluar masuk mulutnya yang mungil itu.
“ Ah. Ssss…… enak Bebs terus sedot Bebs… Sss… ahhh… ouhhh… ”, desahanku semakin mengeras.
Lalu kuputar tubuhku sehingga posisi 69 dengan Denisa diatas tubuhku lalu saya menjilati kewanitaan Denisa dan saya hisap klitoris Denisa.
“ Ahh… enak… sss ahhh.. terus Bebs, saya Bebs…. kau Sss… ahhh… ouhh… ”, desah Denisa.
Kemudian Denisa memutar tubuhnya kembali dan ia memegang torpedo-ku yang sudah siap tempur itu, dipaskannya ke liang kewanitaan- setelah pas perlahan-lahan diturunkannya pantat Denisa. Sehingga perlahan-lahan masuklah kejantanan- saya ke liang senggama Denisa
“ Aow… Ssss…… ohh… geede banget sih punya kau yang ”, lirih Denisa.
“ Punya kau juga sempit banget Yang, enak… Sss…. ahhh…. ”, kataku.
Perlahan-lahan saya tekan terus kejantanan-ku ke dalam kewanitaan-nya yang sempit itu. Akhirnya setelah amblas semuanya Denisa mulai mengerakan pinggulnya naik turun sehingga membuat kejantanan- saya menyerupai disedot-sedot. Denisa berada diatasku sekitar 15 menit sebelum kesudahannya ia mengerang.
“ Ahh… Bebs saya keluar, ahhhhhhhhh… ”, racaunya.
Setelah itu tubuh ia melemas dan memeluk saya namun alasannya ialah saya sendiri juga mengejar puncak ku maka eksklusif kubalik tubuhnya tanpa melepas kejantanan-ku yang ada di dalam kewanitaan-nya. Setelah saya berada diatasnya maka eksklusif kugenjot Denisa dari atas terus menerus hampir kurang lebih 20 menit hingga kesudahannya Denisa mengalami klimaks yang ketiga kali dalam waktu yang singkat ini.
“ Ahh… Bebs saya keluar lagi Bebs ahh… ”, Desah Denisa.
“ Kamu lama banget sih Bebs ”, desah Denisa sambil terus menggoyangkan pinggulnya memutar.
“ Ahh… Ouh… terus Bebs Ssss… Ahhh… enak Bebs terus… ”, racaunya.
“ Iya saya juga enak Bebs terus Bebs ahh… enak Bebs mentok banget Sss…. ahhh…. ”, racauku tak kalah hebatnya.
Akhirnya setelah saya menggenjot Denisa selama kurang lebih 40 menit saya mencicipi menyerupai ada yang mendesak ingin keluar dari bab kejantanan-ku.
“ Bebs, saya mau keluar Bebs ”,
“ Mau di dalam atau diluar Bebs? ”, kataku.
“ Bentar Bebs saya juga mau keluar lagi ahh… ”, desah Denisa.
“ Di dalem aja Bebs biar saya tambah puas ”, desah Denisa lagi.
“ Ahh… Ssss…… Bebs saya keluar Bebs ahh… ”, racauku
“ Barengan Bebs saya juga hingga Sss…. ahhh…. ahh… oh… ”, desah Denisa.
“ Ahh… Bebs saya keluar Bebs ahh… Ssss…… ohh… ”, desahku.
“ Aahh ”, menyemprotlah air maniku sebanyak 9 kali.
“ Emmhh… ”, dikala itu juga si Denisa mengalami klimaks.
“ Makasih ya Bebs ”, kata Denisa sambil mencium bibirku mesra.
Setelah itu kami eksklusif membersihkan diri di kamar Mandi dan didalam kamar Mandi-pun kami sempat ‘main’ lagi ketika kami saling membersihkan punya pasangan kami masing-masing tiba-tiba Denisa jongkok dan mengulum punyaku kembali dan au dalam posisi berdidi mencoba menahan Nikmatnya. Namun saya tidak tahan menahan gejolak yang ada maka saya duduk di ws dan Denisa duduk di atasku dengan posisi menghadapku dan ia memasukkan kembali kejantanan-nya kedalam kewanitaan-nya.
“ Bless… ahh… Ssss…… enak Bebs ahh… ”, racaunya mulai meNikmati permainan.
Namun setelah 15 menit saya merasa bosan dengan posisi menyerupai itu maka saya suruh memutar tubuhnya membelakangi saya dan saya angkat perlahan tanpa melepas kejantanan-ku dan saya suruh Denisa menungging dengan berpegangan pada tepian kolam Mandi dan ketika ia menungging eksklusif saya genjot maju mundur sambil meremas-remas payudaranya yang mengayun-ayun.
“ Sss…. ahhh…. Mat saya mau keluar Mat… ”, desahnya.
“ Mat, aaahhh… ”, terasa lendir kawin Denisa kembali membasahi kejantanan-ku.
Karena kondisi Denisa yan lemas maka saya memutuskan untuk melepaskan kejantanan-ku dan Denisa melanjutkannya dengan mengulum kejantanan-ku hingga akhirnya…
“ Nis saya mau keluar Bebs… Sss…. ahhh…. ”, Sambil kutekan dalam-dalam kepalanya ke arah kejantanan-ku sehingga terlihat kejantanan-ku amblas semua ke mulutnya yang mungil itu.
Dan ketika Denisa menyedot kejantanan-ku maka…
“ Sss…. ahhh…. Nis… ”,
Dan pada kesudahannya saya semprotkan seluruh air maniku ke verbal Denisa dan saya lihat Denisa menelan semua air maniku tanpa ada yang tumpah dari mulutnya bahkan ia membersihkan kejantanan-ku dengan menjilati sisa-sisa seluruh air mani yang ada.
Setelah itu kami saling membersihkan tubuh kami masing-masing dan kami kembali ke kamar dengan tubuh yang sama-sama telanjang lingkaran dan kami tiduran sambil berpelukan tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh kami dan kami saling mencium dan meraba serta ngobrol-ngobrol sejenak.
Tanpa terasa kami sudah berada di rumahku hampir selama 4 jam. Maka kesudahannya kami mengenakan baju kami masing-masing dan setelah itu saya mengantarkan Denisa pulang ke kostsannya di tempat Roxy dan berjanji untuk saling menghubungi. Hingga dikala dongeng ini saya tulis, kami masih sering berafiliasi dan melaksanakan kekerabatan intim.
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3
Perkenalakan Namaku Rahmat, usiaku dikala ini 24 tahun, status ku Saat ini ialah sebagai Mahasiswa. Kalau menurut teman-temanku, saya ini termasuk orang yang ulet dan Mandiri, selain kuliah saya juga bekerja. Disini saya akan menceritakan kisah mesum-ku dengan seorang janda muda dan hot sekali. Awal mula dongeng seks ini bermula pada dikala saya jalan-jalan dengan teman-temanku.
Ketika itu saya dan teman-temanku berjalan-jalan di tempat para berkumpulnya kalangan anak muda. Pada dikala itu ketika sedang melintas di jalan Tebet saya melihat ada seorang cewek, lalu tanpa berfikir panjang saya menghentikan mobilku, lalu aku-pun menghampirinya dan kesudahannya kami-pun berkenalan. Setelah berkenalan, aku-pun tahu nama cewek tersebut ialah Denisa.
Kamipun kemudian mengobrol, setelah beberapa dikala kami mengobrol, akupun kesudahannya tahu bahwa ia ternyata masih berumur 20 tahun. Gambaran wacana gadis itu menyerupai ini, tinggi tubuh sekitar 168 cm, berat bdan 65 kg dan ukuran BH-nya bila saya perkirakan sekitar 34B. Setelah kami selesai mengobrol, kesudahannya saya memperlihatkan untuk mengantar pulang Denisa, dan dia-pun setuju.
Dalam perjalanan pulang kami berbicara wacana hobi, makanan kesukaan, dan lain-lain. Setelah setengah jam perjalanan kesudahannya kami-pun hingga dirumah Denisa. Sebelum saya berpamitan pulang saya meminta nomer telefon Denisa, dengan alasan saya ingin komunikasi semoga pertemanan kami berlanjut. Singkat dongeng pada esok harinya kira-kira pada pukul 09.00 pagi, Denisa menghubungi saya by Phone,
“ Pagi Rahmat, ayo bangkit jangan tidur terus ? ” ucap salam Denisa padaku,
“ Iya pagi juga, Maaf… ini siapa yah ? ”, tanyaku penasaran.
“ Ihh.. masa kau lupa sih sama aku, Aku Denisa yang semalam kenalan sama kamu… ” ucapnya mengingatkanku,
“ Oh… Denisa, iya, iya saya ingat, ngomong-ngomong kau lagi diimana Nih ” tanyaku,
“ Aku lagi di Roxy Nih, hari ini kau ada program nggak Mat ? ” ucapnya,
“ Emmmm… saya nggak ada program deh kayaknya, eMatg kenapa Niss ? ”, jawab-ku.
“ Aku mau ngerepotin kamu, boleh nggak Mat ? ” ucapnya.
“ EMatg mau ngrepotin apa sih Nis, to the point aja deh ”, jawabku.
“ Kamu mau nggak jemput saya ? ”, ucapnya.
“ EMatg kau diimana, biar saya jemput ? ” tanyaku.
“ Aku lagi di Roxy Nih, jemput yah, jam 10.00 kau hingga sini ya !!! ”, ucapnya.
“ Oke deh Niss, wait me !!! ”, ucapku.
Singkat dongeng setelah saya telefon kami terputus, aku-pun kemudian Mandi, dan eksklusif meluncur ke arah Roxy. Kira-kira setelah setengah jam perjalanan, akupun hingga di roxy. Disana kami hanya ngobrol sejenak, lalu kami-pun memutuskan untuk pergi. Kemudian kami-pun meNisnggalkan tempat itu.
“ Kita mau kemana Nih Niss ? ”, tanya-ku.
“ Terserah kau aja deh Mat, saya nurut… ”,
“ Emmm… kemana yah… Oh iya gimana kalau kita main kerumahku aja? gimana, mau nggak Nis ? ” ucapku memperlihatkan kepada Denisa,
“ Oke deh Mat terserah kau aja ”, jawabnya.
“ Kamu-kan gres kenal sama aku, emangnya kau nggak takut apa ? ”, tanya-ku
“ Takut ??? eMatg harus taku apa sama kamu, hhe… ” ucapnya dengan sedikit bercanda.
“ Kamu nggak takut kalau saya perkosa apa ? ” ucapku bercanda.
Tapi ia dengan santainya menjawab, “ Ga usah diperkosa juga mau kok… he… he… ”, sambil melirik kearahku dan mencubit Matja pinggangku.
Kemudian saya bertanya,
“ Bener Nih? ”.
“ Oke… Siapa takut … ” jawabnya dengan beraNis.
Lalu segera kita meluncur ke arah rumahku di bilangan Sudirman yang memang sehari-harinya selalu kosong. Begitu hingga saya lalu mempersilahkan Denisa untuk masuk lalu kami duduk bersebelahan dan saya menarik hati dia.
“ Bener Nis kau nggak takut diperkosa? ”,
Dengan berani Denisa malah menjawab,
“ Mau perkosa saya sekarang? ”, ujarnya sambil membusungkan dadanya yang semok itu.
Aku tidak tahu siapa yang memulai tiba-tiba bibir kami sudah saling bertemu dan saling melumat, dan memainkan pengecap nya di mulutku. Tangan kirinya melepas bajuku dan saya tak mau ketinggalan, saya ikut membuka kaos ketatnya itu dan melepas BHnya. Ciumanku menjalar menyusuri leher dan belakang kupingnya.
“ Ahh… eSsss…… terus Bebs… ”,
Denisa udah mulai meracau tidak terperinci dikala pengecap saya turun ke dadanya diantara kedua bukitnya. Lidahku terus menjalar ke payudaranya namun tidak hingga pada putingnya. Denisa mendesah-desah,
“ Mat isep Mat ayo Mat saya pingin Kamu isep Mat… ”,
Namun saya tidak memperdulikannya dan masih bermain di sekitar putingnya dan turun ke perut sambil perlaha-lahan tanganku membuka celananya dan masih tersisa celana dalamnya. Akhirnya kepalaku ditarik Denisa dan ditempelkannya teteknya ke mulutku.
“ Ayo Mat isep Mat jangan siksa saya Mat… ”,
Akhirnya mulutku menghisap tetek sebelah kirinya sedangkan asisten ku meremas-remas tetek sebelah kanannya.
“ Ouhhh… Sss…. ahhh…. eSsss…… enak Mat terus sedot yang keras Mat gigit Mat ouhhh… ”, racaunya.
Sambil kusedot teteknya bergantian kiri dan kanan tanganku bergerilya di bab pangkal pahanya sambil menggosok- gosok klitorsnya dari bab luar celana dalamnya. Denisa-pun tidak sabar, kesudahannya ia membuka celanaku termasuk celana dalamku sehingga mencuatlah torpedoku yang sudah berdiri tegak itu dan Denisa terpana.
“ Gila gede banget Mat punya Kamu… ”,
Dan tanpa dikomando eksklusif Denisa memasukan kejatananku ke dalam mulutnya yang mungil, terasa penuh sekali verbal itu, Denisa menjilat-jilat ujung kemaluanku terus turun ke bawah hingga selurh batangnya terjilat olehnya.
“ Sss…. ahhh…. enak Niss… terus… Nis ”,
saya pun menahan Nikmat yang luar biasa.
Akhirnya saya berinisiatif dan memutar tubuhku sehingga posisi kami menjadi 69. Sesaat saya menjilati bab bibir kewanitaan-nya Denisa mendesah.
“ Sss…. ahhh…. enak Mat eSsss…… terus Mat… ”,
Akhirnya Denisa menggelinjang mahir ketika lidahku menyentuh bab klitorisnya.
“ Ahh… ouh… saya hingga Mat… ”,
Sambil mulutnya terus mengelum kejantanan-ku sedotan Denisa-pun semakin cepat dan berpengaruh pada kejantanan-ku maka saya merasakkan denyut-denyut pada kejantanan-ku.
“ Nis, saya juga mau hingga Nis ahh… ”,
“ Barengan ya… ”,
Mendengar itu Denisa makin garang menyedot-nyedot dan menjilati kejantanan-ku dan akhirnya…
“ Aachh… Sss… ahhh… … ”
“ Crottt… Crottt… Crottt… ”
Akhirnya kejantanan-ku menyemprotkan air mani dalam verbal Denisa dan ia menelan semuanya sehingga kamipun keluar secara bersamaan. Akhirnya Denisa-pun menggelimpang disampingku setelah menjilati seluruh kejantanan-ku hingga bersih.
“ Makasih ya Mat saya dah lama nggak ngerasain klimaks semenjak suami saya kabur… ”, kata Denisa
“ Emang suami kau kemana? ”,
“ Nggak tau tiba-tiba ia menghilang setelah saya ngelahirin anak saya ”,
“ Lho… kau udah punya anak? ”,
“ Iya Mat.. anakku udah umur 1 tahun, Mat ”,
Kemudian Denisa memeluk saya dengan eratnya. Lalu ia mendongakkan kepalanya ke arah aku, lalu saya cium bibirnya lembut dia-pun membalasnya tapi lama-kelamaan ciuman itu bermetamorfosis ciuman penuh nafsu. Kemudian Denisa memegang kemaluan saya yang masih terbuka dan meremas-remasnya sehingga secara otomatis torpedo-ku eksklusif berdiri dan mengeras.
Kemudian Denisa menaiki tubuh saya lalu menjilati habis seluruh tubuh saya mulai dari verbal hingga ujung kaki.
“ Sss… ahhh… … ”, desahku sejalan dengan jilatan di tubuhku.
Kemudian Denisa mengulum kejantanan-ku terlihat terperinci dari atas bagaiMata kejantanan-ku keluar masuk mulutnya yang mungil itu.
“ Ah. Ssss…… enak Bebs terus sedot Bebs… Sss… ahhh… ouhhh… ”, desahanku semakin mengeras.
Lalu kuputar tubuhku sehingga posisi 69 dengan Denisa diatas tubuhku lalu saya menjilati kewanitaan Denisa dan saya hisap klitoris Denisa.
“ Ahh… enak… sss ahhh.. terus Bebs, saya Bebs…. kau Sss… ahhh… ouhh… ”, desah Denisa.
Kemudian Denisa memutar tubuhnya kembali dan ia memegang torpedo-ku yang sudah siap tempur itu, dipaskannya ke liang kewanitaan- setelah pas perlahan-lahan diturunkannya pantat Denisa. Sehingga perlahan-lahan masuklah kejantanan- saya ke liang senggama Denisa
“ Aow… Ssss…… ohh… geede banget sih punya kau yang ”, lirih Denisa.
“ Punya kau juga sempit banget Yang, enak… Sss…. ahhh…. ”, kataku.
Perlahan-lahan saya tekan terus kejantanan-ku ke dalam kewanitaan-nya yang sempit itu. Akhirnya setelah amblas semuanya Denisa mulai mengerakan pinggulnya naik turun sehingga membuat kejantanan- saya menyerupai disedot-sedot. Denisa berada diatasku sekitar 15 menit sebelum kesudahannya ia mengerang.
“ Ahh… Bebs saya keluar, ahhhhhhhhh… ”, racaunya.
Setelah itu tubuh ia melemas dan memeluk saya namun alasannya ialah saya sendiri juga mengejar puncak ku maka eksklusif kubalik tubuhnya tanpa melepas kejantanan-ku yang ada di dalam kewanitaan-nya. Setelah saya berada diatasnya maka eksklusif kugenjot Denisa dari atas terus menerus hampir kurang lebih 20 menit hingga kesudahannya Denisa mengalami klimaks yang ketiga kali dalam waktu yang singkat ini.
“ Ahh… Bebs saya keluar lagi Bebs ahh… ”, Desah Denisa.
“ Kamu lama banget sih Bebs ”, desah Denisa sambil terus menggoyangkan pinggulnya memutar.
“ Ahh… Ouh… terus Bebs Ssss… Ahhh… enak Bebs terus… ”, racaunya.
“ Iya saya juga enak Bebs terus Bebs ahh… enak Bebs mentok banget Sss…. ahhh…. ”, racauku tak kalah hebatnya.
Akhirnya setelah saya menggenjot Denisa selama kurang lebih 40 menit saya mencicipi menyerupai ada yang mendesak ingin keluar dari bab kejantanan-ku.
“ Bebs, saya mau keluar Bebs ”,
“ Mau di dalam atau diluar Bebs? ”, kataku.
“ Bentar Bebs saya juga mau keluar lagi ahh… ”, desah Denisa.
“ Di dalem aja Bebs biar saya tambah puas ”, desah Denisa lagi.
“ Ahh… Ssss…… Bebs saya keluar Bebs ahh… ”, racauku
“ Barengan Bebs saya juga hingga Sss…. ahhh…. ahh… oh… ”, desah Denisa.
“ Ahh… Bebs saya keluar Bebs ahh… Ssss…… ohh… ”, desahku.
“ Aahh ”, menyemprotlah air maniku sebanyak 9 kali.
“ Emmhh… ”, dikala itu juga si Denisa mengalami klimaks.
“ Makasih ya Bebs ”, kata Denisa sambil mencium bibirku mesra.
Setelah itu kami eksklusif membersihkan diri di kamar Mandi dan didalam kamar Mandi-pun kami sempat ‘main’ lagi ketika kami saling membersihkan punya pasangan kami masing-masing tiba-tiba Denisa jongkok dan mengulum punyaku kembali dan au dalam posisi berdidi mencoba menahan Nikmatnya. Namun saya tidak tahan menahan gejolak yang ada maka saya duduk di ws dan Denisa duduk di atasku dengan posisi menghadapku dan ia memasukkan kembali kejantanan-nya kedalam kewanitaan-nya.
“ Bless… ahh… Ssss…… enak Bebs ahh… ”, racaunya mulai meNikmati permainan.
Namun setelah 15 menit saya merasa bosan dengan posisi menyerupai itu maka saya suruh memutar tubuhnya membelakangi saya dan saya angkat perlahan tanpa melepas kejantanan-ku dan saya suruh Denisa menungging dengan berpegangan pada tepian kolam Mandi dan ketika ia menungging eksklusif saya genjot maju mundur sambil meremas-remas payudaranya yang mengayun-ayun.
“ Sss…. ahhh…. Mat saya mau keluar Mat… ”, desahnya.
“ Mat, aaahhh… ”, terasa lendir kawin Denisa kembali membasahi kejantanan-ku.
Karena kondisi Denisa yan lemas maka saya memutuskan untuk melepaskan kejantanan-ku dan Denisa melanjutkannya dengan mengulum kejantanan-ku hingga akhirnya…
“ Nis saya mau keluar Bebs… Sss…. ahhh…. ”, Sambil kutekan dalam-dalam kepalanya ke arah kejantanan-ku sehingga terlihat kejantanan-ku amblas semua ke mulutnya yang mungil itu.
Dan ketika Denisa menyedot kejantanan-ku maka…
“ Sss…. ahhh…. Nis… ”,
Dan pada kesudahannya saya semprotkan seluruh air maniku ke verbal Denisa dan saya lihat Denisa menelan semua air maniku tanpa ada yang tumpah dari mulutnya bahkan ia membersihkan kejantanan-ku dengan menjilati sisa-sisa seluruh air mani yang ada.
Setelah itu kami saling membersihkan tubuh kami masing-masing dan kami kembali ke kamar dengan tubuh yang sama-sama telanjang lingkaran dan kami tiduran sambil berpelukan tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh kami dan kami saling mencium dan meraba serta ngobrol-ngobrol sejenak.
Tanpa terasa kami sudah berada di rumahku hampir selama 4 jam. Maka kesudahannya kami mengenakan baju kami masing-masing dan setelah itu saya mengantarkan Denisa pulang ke kostsannya di tempat Roxy dan berjanji untuk saling menghubungi. Hingga dikala dongeng ini saya tulis, kami masih sering berafiliasi dan melaksanakan kekerabatan intim.
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.


