Showing posts with label Cerita Dewasa Plus. Show all posts
Showing posts with label Cerita Dewasa Plus. Show all posts

Cerita Dewasa Belajar Seks Dari Panti Pijat Plus

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Dewasa Belajar Seks Dari Panti Pijat Plus".  

Namaku Andra, sebut saja Andra **** (edited). Aku kuliah di sebuah PTS di Bandung sebuah kota metropolis yang gemerlap, yang identik dengan kehidupan malamnya. Di tengah kuliahku yang padat dan sibuk, saya mempunyai suatu pengalaman yang tak akan kulupakan pada waktu saya masih semester satu dan masih berdampak hingga sekarang. Latar belakangku yaitu dari keluarga baik-baik, kami tinggal di sebuah perumahan di daerah ****** (edited) di Bandung. Sebagai mahasiswa gres saya termasuk aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan, kebetulan saya menyukai kegiatan outdoor ataupun alam bebas. Aku memang mewarisi bakat ayahku yang merupakan seorang pemburu yang handal, hal inilah yang membuat darah petualangku menggelora.


Memasuki pertengahan semester saya mulai kenal dan dekat dengan seorang cewek, sebut saja namanya Ema. Aku tertarik padanya alasannya ia orangnya juga menyukai kegiatan alam bebas, berburu misalnya. Awalnya sih saya agak heran juga kenapa cewek cantik menyerupai beliau suka “mengokang” senapan yang notabene berat dan kemudian menguliti binatang hasil buruannya dengan beringas. Hemmm… kegaranganya kolam macan betina inilah yang saya sukai, saya suka melihat buah dadanya yang menantang dibalut baju pemburu yang ketat dan kebiasaannya menggigit bibir bawahnya dikala mengokang senapan.

Bibir merah yang seksi itu sering mengundang gairahku. Karena ada kecocokan, kami risikonya jadian juga dan resmi pacaran tepatnya pada waktu final semester pertama. Kami berdua termasuk pasangan yang serasi, apa mau dikata lagi tubuhku yang tinggi tegap dapat mengimbangi parasnya yang langsing dan padat. Pacaran kami pada awalnya normal-normal saja, yahhh.. sebatas ciuman saja biasa kan? Dan saya melihat bahwa Ema itu orangnya blak-blakan kok.

Semuanya berubah setelah pengalamanku di sebuah panti pijat. Hari itu Minggu 12 April 1999 saya masih ingat betul hari itu, saya dan ayahku berburu di sebuah gunung di daerah Jatiluhur tentu saja setelah berburu seharian tubuh terasa capai dan lemah. Malamnya saya memutuskan untuk mencari sebuah panti pijat di Bandung, dengan mengendarai Land Rover-ku saya mulai menyusuri kota Bandung. Dan risikonya tempat itu kutemukan juga, saya masuk dan pribadi menemui seorang gadis di meja depan dan saya dipersilakan duduk dulu. Tak lama kemudian muncullah seorang gadis yang berpakaian layaknya baby sitter dengan warna putih ketat dan rok setinggi lutut.

Wuahh… cantik juga dia, dan pasti juga merangsang libidoku. Dengan ramah ia mempersilakan saya masuk ke ruang pijat, ruangan selebar 4×4 dengan satu ranjang dan sebuah kipas angin menggantung di atasnya. “Bajunya dibuka dulu ya Bang…” katanya dengan tersenyum manis, “OK lahh..” sambutku dengan semangat. “Tapi kipasnya jangan dinyalain yah, dingin nih..” beliau pun mengangguk tanda paham akan keinginanku. Kubuka sweaterku dan saya pun berbaring, saya memang sengaja tidak memakai t-shirt malam itu. “Celananya sekalian dong Bang,” katanya. “Emmm.. Lo yang bukain deh, males nih..” beliau pun tersenyum dan agaknya memahami juga hasratku. “Ahh.. kau manja deh,” katanya, dengan cekatan tangannya yang mulus dan lentik itu pun mencopot sabuk di pinggangku kemudian melucuti celanaku. Wah beliau kelihatannya agak nafsu juga melihat tubuhku dikala hanya ber-CD, terlihat “adik”-ku manis tersembul dengan gagahnya di dalam sarangnya.

“Eh.. ini dicopot sekalian ya? biar enak nanti mijitnya!”
“Wahhh… itu nanti aja deh, nanti malah berdiri lagi,” kataku setengah bercanda.
Lagi-lagi ia menyunggingkan senyum manisnya yang menawan. Kemudian saya tengkurap, ia mulai memijitku dari punggung atas ke bawah.
“Wah.. pijitanmu enak ya?” pujiku.
“Nanti kau akan mencicipi yang lebih enak lagi,” jawabnya.
“Oooh jadi servis plus nih?” tanyaku.
“Mmm… buatmu saya senang melakukannya,” pijatannya semakin ke bawah dan sekarang tangannya sedang menari di pinggangku, wah geli juga nih, dan kemaluanku pun mulai “bereaksi kimia”.
“Eh.. balikkan tubuh dong!” pintanya.
“Ok.. ok..”
Aku pribadi saja berbaring. Tentu saja batanganku yang ereksi berat terlihat semakin menggunung.
“Wahh.. belum-belum saja sudah ngaceng yaa..” godanya sambil tangannya memegang kemaluanku dengan jarinya seakan mengukur besarnya.
“Habisnya kau merangsang sihh..” kataku.
“Nah kalo begitu sekarang waktunya dicopot yah? biar enak itu punyamu, kan sakit kalau begitu,” pintanya.
“OK, copot aja sendiri,” saya memang udah nggak tahan lagi, abis udah ereksi penuh sih.

Dengan bersemangat gadis itu memelorotkan CD-ku, tentu saja kemaluanku yang sudah berdiri tegak dan keras mengacung sempurna di mukanya.
“Ck.. ck.. ckk.. besar amat punyamu, berapa kali ini kau latih tiap hari,” katanya sembari tertawa.
“Ah… emangnya saya suka ‘lojon’ apa…” jawabku.
Ia menyentuh kepala kemaluanku dengan penuh nafsu, dan mengelusnya. Tentu saja saya kaget dan keenakan, habis gres pertama kali sih.
“Ahhh.. mau kau apakan adikku?” tanyaku.
“Tenanglah belum waktunya,” ia mengelusnya dengan lembut dan merabai juga kantong zakarku.
“Wah.. hh.. jangan berhenti dulu, saya mau keluar nih,” sergahku.
“Haha.. gres digitukan aja udah mau keluar, payah kamu,” ledeknya.
“Entar lagi lah, pijitin dulu badanku,” kataku.
“OK lah…”
Ia mulai mengambil minyak pijat dan memijat tangan dan dadaku. Wahhh ia naik dan duduk di perutku. Sialan! belahan dadanya yang putih mulus pun kelihatan, saya pun terbelalak memandangnya.
“Sialan! bahenol bener tetekmu,” dan tanganku pun mulai gerilya meraba dan memeganginya, ia pun mengerjap, pijatannya pun otomatis terhenti.

Setelah agak lama saya merabai gunungnya ia pun turun dari perutku, ia perlahan membuka kancing bajunya hingga turun ke bawah, sambil menatapku dengan penuh nafsu. Ia sengaja mempermainkan perasaanku dengan agak perlahan membuka bajunya.
“Cepatlahh.. ke sini, kasihan nih adikku udah menunggu lama…” saya sambil mengocok sendiri kemaluanku, habis nggak tahan sih.
“Eits… jangan!” ia memegang tanganku.
“Ini bagianku,” katanya sambil menuding adikku yang seakan mau meledak.
Tak lama ia kemudian mengambil minyak pijat dan mengoleskan ke kemaluanku.
“Ehmm… ahhh…” saya pun menggelinjang, namun ia tak peduli, malah tangannya semakin cekatan memainkan kemaluanku.
“Augghh… saya nggak tahan nihhh…”
Kemudian ia mulai menghisapnya seraya tangannya mengelus buah zakarku.
“Aduhhh… arghh.. saya mau keluar nihhh!”
Kemudian kemaluanku berdenyut dengan keras dan risikonya “Croottt…” maniku memancar dengan derasnya, ia terus mengocoknya seakan maniku seakan dihabiskan oleh kocokannya.
“Aahhh…” saya melenguh panjang, badanku semua mengejang. Ia kelihatanya suka cairanku, ia menjilatinya hingga bersih, saya pun lemas.
“Gimana… enak kan? tapi kau payah deh gres digituin dikit aja udah ‘KO’,” godanya.
“Habbiss kau gitukan sih, siapa tahannn…”
Ia memakluminya dan agaknya tahu kalau saya gres pertama kalinya.
“Tuh kan lemes, punyamu mengkerut lagi,” sambil ia memainkan kemaluanku yang sudah nggak berdaya lagi.
“Entar ya, nanti kukerasin lagi,” katanya.
“Hufff… OK lah,” kataku pasrah.

Dengan masih menggunakan bra dan CD ia mulai memijatku lagi. Kali ini ia memijat pahaku dan terkadang ia menjilati kemaluanku yang sudah lemas.
“Ihhh… lucu ya kalau sudah lemes, kecil!” ia mengejekku.
Aku yang merasa di-”KO”-nya membisu saja. Sembari ia memijat pahaku, dadanya yang bahenol kadang juga menggesek kakiku, wahhh kenyal sekali!
“Kenapa liat-liat, napsu ya ama punyaku?” katanya.
“Wahhh, bisa-bisa adikku terusik lagi nih,” jawabku.
Aku sambil mengelus dan mengocok sendiri kemaluanku sembari melihat geliat gadis itu memijatku.
“Wah dasar tukang coli kamu…” serangnya.
“Biar aja, akan kubuktikan kalo saya bisa bangun lagi dan meng-’KO’ kamu,” kataku dengan semangat.
Benar juga kemaluanku yang tadinya tidur dan lemas lambat laun mulai naik dan mengeras.
“Tuh.. berdiri lagi,” katanya girang.
“Pasti!” kataku.

Aku tidak melewatkan kesempatan itu, segera kuraih tangannya dan saya segera menindihnya.
“Uhhh.. pelan dikit doong!” katanya.
“Biar aja, habis kau napsuin sih…” kataku.
Dengan cepat saya melucuti BH dan CD-nya. Sekarang kelihatan semua gunung kembarnya yang padat berisi dengan puting merahnya serta lubang kemaluannya yang bagus dan merah. Langsung saja kujilati puncak gunungnya dengan penuh nafsu, “Emmm.. nikmat, ayo terusin..” desahnya membuatku berdebar. Kulihat tangannya mulai merabai kemaluannya sendiri sehingga kelihatan berair sekarang. Tandanya ia mulai bergairah berat, saya pun mengambil alih tangannya dan segera menjulurkan lidahku dan kumainkan di lubang kemaluannya yang lezat. Ia semakin menjadi, desahannya semakin keras dan geliat tubuhnya bagaikan cacing, “Ahhh… uhhh ayo lah puaskan aku…” ia pun mulai menggapai batang kemaluanku yang sudah keras, “Ayolah masukkan!” tanpa basa-basi saya pun menancapkan barangku ke lubang kemaluannya.
“Slep.. slepp!”
“Arghh… ihhh… ssshhh,” ia agak kaget rupanya mendapatkan hujaman pusakaku yang besar itu.
“Uahhh.. ennakkk…” katanya.

Mulutnya megap-megap kelihatan menyerupai ikan yang kekurangan air, saya pun semakin semangat memompanya. Tapi apa yang terjadi alasannya terlalu bernafsunya saya tidak bisa mengontrol maniku. “Heggh… hegghh… ahhh, ehmm… saya mau keluar lagi nihh!” kataku.
“Sshhh… ahhh ah… payah lo, gue tanggung ni… entar donk!”
“Aku sudah tidak tahan lagii…”
Tak lama kemudian batang kemaluanku berdenyut kencang.
“Aaaku keluarrr…” erangku.
“Ehhh… cepat cabut!” sergapnya.
Aku pun mencabut batang kemaluanku dan ia pun segera menghisapnya.
“Ahhh… shhh…!”
“Crot… crottt… crottt” memancar dengan derasnya maniku memenuhi mulutnya dan berceceran juga di gunung kembarnya yang masih tegang.
“Ugghh…” saya pun pribadi tumbang lemas.
“Aduh… gimana sih, saya nanggung nihh… loyo kamu.”
Aku sudah tidak bisa berkata lagi, dengan agak sewot ia berdiri.
“Ahhh… kau menghabiskan cairanku yaaa.. lemes nihh,” kataku.
“Udah lahh.. saya pergi,” katanya sewot.
“Ya udah sana… thanks ya Sayang…” ia pun berlalu sambil tersenyum.

Pengalaman malam itu seakan telah merubah pandanganku wacana cewek. Aku berpikir semua cewek yaitu penyuka seks dan penyuka akan kemaluan lelaki. Atas dasar itulah kejadian ini terjadi. Siang itu saya bertemu sama pacarku.
“Ehhh.. abis ngapain kau Ndra? kok kelihatanya lemes amat? sakit yah…” tanyanya.
“Ah nggak kok, kemaren abis berburu sama ayahku,” jawabku singkat.
“Ohh.. gitu ya,” ia kelihatannya mulai paham.
Memang siang itu mukaku kelihatan kusut, sayu dan acak-acakan. Pokoknya kelihatan sekali deh kalau orang habis ML jor-joran, tapi kelihatannya “Yayang”-ku tidak curiga.
“Eh besok hari Rabu kan kita nggak kuliah,” katanya.
“Iya memang enggak..” jawabku.
“Kita berenang yuk?” ajaknya.
“Emm… OK jadi!” jawabku mantap.
Yayangku memang hobi berenang sih, jadi ya OK saja deh. Karena hari itu sudah sore, waktu menawarkan pukul 04:55, saya segera menggandeng tangan Ema, “Ayo lah kita pulang, yok kuantar..” beliau pun menurut sambil memeluk tanganku di dadanya.
Malamnya saya tidak bisa tidur, gadis pemijat itu pun masih berputar di otakku dan tidak mau pergi. Bayangan-bayangan gerakan tangannya yang luwes serta hisapan kenikmatan yang kurasakan waktu itu tidak bisa dilupakan begitu saja dari benakku, “Sialan! bikin konak aja luh…” gerutuku. Aku pun hanya gelisah dan tidak bisa tidur, alasannya kemaluanku tegang terus. Aku pun berusaha melupakannya dengan memeluk guling dan berusaha untuk tidur, tetapi hangat liang kemaluannya mencengkeram berpengaruh pusakaku masih saja menghantui pikiranku. “Ahhhh…aku nggak tahan nih…” segera kucopot celana dan CD-ku, kuambil baby oil di meja, saya pun onani ria dengan nikmatnya, “ahhh…” kugerakkan tanganku seolah menirukan gerakan tangan gadis itu sambil membayangkan penggalan demi penggalan kemarin malam itu. “Huff…” nafasku semakin memburu, gerakan tanganku semakin cepat dibuatnya. Kurang lebih 5 menit kemudian “Crott!” tumpahlah cairan maniku membasahi perut dan sprei sekitarku. Aku pun pribadi tidur, “Zzz..”
Paginya pukul 07:00 kakak perempuanku masuk ke kamar untuk membangunkanku. Karena kamarku tidak dikunci, betapa terbelalaknya beliau dikala melihat saya tanpa celana tidur terlentang dan melihat batanganku sudah berdiri dan di perutku terdapat bekas mani yang mengering.
“Andraaa… apa-apaan kau ini ha!” hardiknya, saya terkejut dan pribadi mengambil selimut untuk menutupi batangan kerasku yang menjulang.
“Eh … Kakak.. emm…” kataku gugup.
“Kamu ngapain ha…? sudah besar nggak tau aib huh..!”
Au hirau taacuh saja, malah saya pribadi melepas selimut dan meraih celanaku sehingga kemaluanku yang tegang tampak lagi oleh kakakku.
“Iiihhh… nggak tau malu, barang gituan dipamerin,” ia bergidik.
“Biar aja… yang penting nikmat,” jawabku enteng, kakak perempuanku yang satu ini memang blak-blakan juga sih. Ia menatapnya dengan santai, kemudian matanya tertuju pada baby oil yang tergeletak di kasurku.
“Sialan… kau memakai baby oil-ku yah? Dasarrr!”
Ia ngomel-ngomel dan berlalu, saya pun hanya tertawa cekikikan. “Brak!” terdengar bunyi pintu dibanting olehnya, “Dasar perempuan! nggak boleh liat pemuda seneng,” gerutuku.
Aku pun dengan santainya keluar kamar dan sarapan sebelum mandi, kulihat kakak perempuanku sedang lihat TV.
“Eh… Kak minta sampoonya dan sabunnya dong!” pintaku.
“Ogah ah… entar kau buat macam-macam, pokoknya nggak mau,” jawabnya ketus.
“Huhh.. weee!” saya mencibir.
Aku pribadi saja mandi dan sarapan. Sekitar pukul 08:00 kustater Land Rover kesayanganku dan pribadi kupacu ke tempat Ema, mungkin ia sudah menungguku. Benar juga hingga di depan pagar rumahnya ia sudah menungguku di depan teras rumahnya.
“Haii… kok agak terlambat sih Say?” tanyanya.
“Eh… sori nih trouble dengan kakak perempuan,” dalihku.
“OK lah, mari kita berangkat!”
Kami pun pribadi tancap menuju tempat tujuan kami yaitu kolam renang di daerah Cipanas. Yah, maklum saja itu hari Rabu maka perjalanan kami lancar alasannya tidak terjebak macet. Kurang lebih 2 jam perjalanan kalem kami hingga di tempat tersebut.
“Eh.. yang sini sajalah, tempatnya enak loh,” pintanya.
“Baiklah Sayaang…” kataku.
Kami berdua pribadi saja masuk.
“Yang, saya ganti dulu yah… kau ikut nggak?” ajaknya.
“Yuk, sekalian saja saya juga mau ganti.”
Di kolam renang itu paling hanya terdapat segelintir orang yang sedang berenang, alasannya tempat itu ramai biasanya pada hari Minggu.
“Emmm… kita ganti baju bersama saja yah? biar asyikk..” katanya.
Aku spontan menganggukkan kepalaku. Di dalam ruang ganti kami pun segera meletakkan tas kami dan segera melepas baju, Yayangku ganti baju terlebih dahulu. Ia mencopot dulu kaosnya, Ema memang penyuka kaos ketat dan celana jins, melihatnya melepas kaosnya saya pun hanya terpaku tak berkedip.
“Kenapa Sayang… ayolah lepas bajumu,” katanya sambil tersenyum.
“Habbis… saya suka memandangmu waktu begitu sih,” dan beliau hanya tertawa kecil.
Aku pun segera mencopot t-shirtku dan celana panjangku dan cuma CD yang kutinggalkan. Tanpa ragu-ragu saya pun memelorotkan CD-ku di depan pacarku alasannya ingin ganti dengan celana renang, “Wahhh… Yayang ni..” katanya sedikit terkejut. Rupanya ia agak kaget juga melihat batang kemaluanku yang setengah ereksi.
“Kok tegang sih Say?” selidiknya manja.
“Habis kau bahenol sih..” jawabku seraya memakai celana renang yang super ketat.
“Wahhh… hemmm,” goda pacarku dikala melihat kemaluanku tampak menyembul besar di balik celana renang itu, beliau itu memang asyik orangnya.
“Nahh… saya sudah beres,” kataku setelah memakai celana itu.
“Eh.. bantu saya dong!” beliau tampaknya kesulitan melepas branya.
“Sini saya lepasin…” kataku.
Kemudian kulepaskan branya. Astaga, sepasang daging bahenol dan putih terlihat jelas, hemmm spontan saja batang kemaluanku tegang dibuatnya.
“Ah… sayang, dadamu mengagumkan sekali,” kataku sambil berbisik di belakang telinganya.
Langsung saja ia kupeluk dari belakang dan kuciumi telinganya.
“Eeh.. kau ingin ML di sini yah?” jawabnya sambil memegang tengkukku.
Aku tidak menjawab. Tanganku pribadi bergerilya di kedua gunung kembarnya, kuremas-remas dengan mesra dan kupelintir lembut putingnya yang masih merah segar, “Ah… Sayang!” desahnya pendek, batang kemaluanku yang sudah tegak kugesek-gesekkan di pantatnya, wahhh.. nikmat sekali, beliau masih memakai celana sih.
“Aduh… keras sekali, Yayang ngaceng yah…” godanya.
“Dah tau nanya.. hhh,” kataku terengah.
Buah dadanya semakin keras saja, rupanya ia mulai terangsang dengan remasanku dan ciumanku di telinganya.
“Ehhhmm… uhhh,” lenguhnya sambil memejamkan mata.
Melihat gelagat tersebut saya menurunkan tanganku ke ritsleting celananya, kulepas kancingnya dan kupelorotkan ritsletingnya, ia agaknya masih agak ragu juga, terbukti dengan memegang tanganku berupaya menahan gerakan tanganku yang semakin pembangkang di daerah selangkanganya. Tetapi dengan ciumanku yang membabi buta di daerah tengkuknya dan remasanku yang semakin mesra, risikonya tanganku dilepasnya, kelihatannya ia sudah terangsang berat. Tanpa basa-basi tanganku pribadi menelusup ke CD-nya. Wahh… terasa bulu-bulu halus menumbuhi sekitar liang kemaluannya. Kuraba klitorisnya, “Aghhh… oouhh.. sayang kau pembangkang deh,” dengusnya sambil mengerjap. Ia pribadi membalikkan tubuhnya, memelukku erat dan meraih bibirku, “Cupppp…” wah ia lihai juga melaksanakan French Kiss. Dengan penuh nafsu ia melahap bibirku. Cewekku yang satu ini memang binal menyerupai singa betina kalau sudah terangsang berat.
Agak lama kami ber-French Kiss ria, perlahan ia mulai menurunkan kepalanya dan ganti memangsa leherku, “Aahhh… geli sayang,” kataku. Rupanya debar jantungku yang menggelegar tak dirasakan olehnya. ia pribadi mendorongku ke tembok, dan ia pun menciumi dadaku yang bidang dan berbulu tipis itu. “Wah… dadamu seksi yah…” katanya bernafsu. Menjulurlah lidahnya menjilati dadaku “Slurrppp…” jilatan yang cepat dan teratur tersebut tak kuasa menahan adikku kecil yang agak menyembul keluar di balik celana renangku. Jilatannya semakin lama semakin turun dan risikonya hingga ke pusarku. Tangan pacarku kemudian merabai batang kemaluanku yang sudah keras sekali. Aku pun sangat bergairah sekali alasannya mengingatkanku pada gadis panti pijat yang merabai lembut kemaluanku. “Ahhh.. Sayang…” desahku tertahan. Dengan cekatan ia memelorotkan celana renangku yang gres saja kupakai, alhasil batanganku yang keras dan panjang pun mendongak gagah di depan mukanya.
“Ihh… gila punyamu Sayang…” katanya.
“Ema… hisap dong Sayang!” pintaku.
Ia agak ragu melaksanakan itu, maklum ia masih virgin sih. Ia belum menuruti permintaanku, ia hanya mengocok pelan namun gerakan kocokannya pun masih kaku, sangat berbeda dengan gadis pemijat tempo hari.
“Ssshhh… uahhh…” saya pun mendesah panjang menahan kenikmatanku.
“Sss… sayang hisap dong!”
Aku pun menarik kepalanya dan mendekatkan bibirnya yang mungil ke kepala kemaluanku, sekali lagi ia agak ragu membuka mulut.
“Aah… nggak mau Say, mana muat di mulutku…” jawabnya ragu.
“Egh… damai saja sayang, pelan-pelan lah,”
Dia agaknya memahami gejolakku yang tak tertahan. Akhirnya ia memegang batanganku dan menjulurkan lidahnya yang mungil menjilati kepala kemaluanku.
“Slurpp… slurpp…” sejuk rasanya.
“Mmhhh… ahh, nah begitu Sayang… ayo teruss… ahh ssshh, buka mulutmu sayang.”
Ia masih saja menjilati kepala dan leher kemaluanku yang mengacung menantang langit, lama-lama ia berilmu juga menyenangkan lelaki, jilatannya semakin berani dan menjalar ke kantong semarku. “Ih… amis nih sayang.. tadi nggak mandi ya?” katanya menarik hati dikala menjilati buah zakarku yang ditumbuhi bulu-bulu halus, saya memang merawat khusus adikku yang satu ini. “Ihh.. nggak lah sayang, kan yang penting nikmat,” kataku tertahan. Mulut mungil Ema perlahan membuka, saya pun membimbing batang kemluanku masuk ke mulutnya. “Mmhh.. eghh…” terdengar bunyi itu dari ekspresi Ema dikala batangku masuk, tampaknya ia menikmatinya. Ia pun mulai menghisapnya dengan bernafsu.
“Slerpp.. cep..”
“Ahhh… mmmm.. oohhh…” desahku penuh kenikmatan.
“Mmmhh… sayang, nikmatttt sekali…” gumamku tidak jelas.
Setelah agak lama, saya pun menarik kemaluanku dari ekspresi Ema. Segera kubopong tubuhnya ke dingklik panjang di dalam ruang ganti. Kurebahkan badannya yang lencir dan bahenol di sana, dengan keadaan pusakaku yang masih mengacung, kupelorotkan celana jins Ema dengan penuh nafsu, “Syuutt…” dan tak lupa CD-nya. Ia pun tampaknya pasrah dan menikmatinya alasannya tangannya merabai sendiri puting susunya.
Kemudian tampaklah lubang kemaluannya yang merah dan basah, saya pun segera mendekatkan kepalaku dan… “Slurp,” lidahku kujulurkan ke klitorisnya.
“Hemmm… slurp…”
“Aachhh… uhhh!” desahnya panjang menahan kenikmatan yang dirasakan tarian lidahku di kemaluannya yang sangat lincah, makanya Ema mati keenakan dibuatnya.
“Sssh… sshhss…” desisnya bagaikan ular kobra.
“Andraaa… saya nggak tahan lagiii…” ia menggeliat tak karuan.
“Akuuu… nyampai nihhh…”
Jilatanku semakin kupercepat dan kutambah ciuman mesra ke bibir kemaluannya yang harum, “Cup… cupp,” kelihatannya ia hampir mencapai puncak alasannya kemaluannya memerah dan banjir.
“Sshh… aahh… oohhh Yaangg… saya keluarrr…” erangnya menahan kenikmatan yang luar biasa.
Benar juga cairan kemaluannya membanjir menebar amis yang khas. Hemm enak, saya masih saja menjilatinya dengan penuh nafsu.
“Aduhhh… hhh… Sayang, saya udah nihh…” katanya lemas.
“Ma, saya masih konak nih…” kataku meminta.
Langsung saja tanganku ditariknya dan mendudukkanku di atas perutnya, batang kemaluanku yang masih tegang menantang belum mendapat jatahnya. Langsung saja Ema mengambil lotion “Tabir Surya” dan mengolesinya ke batang kemaluanku dan ke dadanya yang montok, dan ia segera mengapitkan kedua gunung geulis-nya supaya merapat. Ia mengambil lagi lotion itu, dan mengusapkan ke kemaluanku, “Ahhhh…” saya pun hanya merem-melek. Kemudian ia menarik batang kemaluanku di antara jepitan gunung kembarnya. Wahh… nikmat juga rasanya, saya pun memaju-mundurkan pantatku layaknya orang yang sedang bersetubuh.
“Bagaimana rasanya sayang…” tanyanya manja dan memandangku sinis.
“Aahhh… mmmm… ssss nikmat sayang…” ia pun tertawa kecil.
Ia merapatkan lagi gunungnya sehingga rasanya semakin nikmat saja.
“Uuahhh… nikkmattt sayangg…!” erangku.
Ia hanya tersenyum melihat mukaku yang merah dan terengah menahan nikmat.
“Rasain… habis kau pembangkang sih…” katanya.
“Tapi lebih… nikmat memekmu sayang.”
“Hush…” katanya.
Gerakanku semakin cepat, saya ingin segera mencapai puncak yang nikmat.
“Uuhhh… uhhh… mmm… arghh…” erangku tertahan.
Tak lama saya merasa hampir keluar.
“Sayy… saya hampir nyampe nihh…” desahku.
“Keluarin aja Ndra… pasti nikmatt…”
Tak lama batang kemaluanku berdenyut dan…
“Crottt… crutt…”
“Uuahhh… hemmm… ssshh!” nikmat sekali rasanya.
Spermaku memancar dengan deras dan banyak.
“Ooohh…” gumamku.
Spermaku memancar membasahi leher Ema yang jenjang dan mengena juga janggut dan bibirnya.
“Ihhh… baunya asing ya..”
Ia mencoba membersihkan cairan kental itu dengan tangannya, saya pun turun dari atas tubuhnya. “Aahhh… nikmat Sayang…” tapi dalam hatiku saya belum puas jikalau belum menjebol liang kemaluan Ema. Ema pun segera membersihkan maniku yang belepotan.
“Iihhh… kok kayak gini sih?” tanyanya penuh selidik.
“Itu namanya cairan kenikmatan sayang…” jawabku enteng.
“Ooo…” katanya akal-akalan tahu.
“Habis bercinta enaknya berenang yuk?” ajaknya.
“OK,” kataku.
Ema pun segera berpakaian renang dan saya juga. Setelah siap kami pun keluar kamar, wah ternyata di luar sepi sudah tidak ada orang lagi, padahal masih menawarkan pukul 2:00 siang. Ternyata lama juga kami bercinta. “Byurrr…” kami berdua pun mencebur dan berenang, saya yang sudah terkuras kejantanannya sejak kemarin malam segera ketepi dan hanya melihat Ema berenang. Gerakan renangnya yang bagai ikan duyung, dibalut baju renangnya yang seksi serta kulitnya yang putih mulus, membangkitkan lagi gairahku. Terbesit di pikiranku untuk bercinta di kolam renang, kebetulan tidak ada orang dan petugas jaganya jauh.
“Ema sini sayang…!” panggilku.
“OK… ada apa Ndra?”
Ia berenang mendekat ke arahku, saya pun masuk ke air, saya pribadi memeluknya dan mencium bibirnya dengan ganas.
“Kamu membuatku nggak tahan sayang…” kataku.
Untung saja kolam renangnya tidak dalam sehingga bisa enak kami bercinta. “Ughhh…” desahnya agak terkejut, ia pun membalas ciumanku. Aku tidak melucuti pakaian renangnya, saya cuma menyibakkan sedikit cawat bawahnya sehingga liang kemaluannya kelihatan. Uhhh, kelihatan menggairahkan sekali kemaluannya di dalam air yang jernih itu. Dengan ganas saya menciumi bibirnya yang berair serta meremas lembut dadanya yang terbalut baju renang yang tipis itu. Ema kelihatan sangat cantik dan segar dengan tubuh dan rambut yang berair terurai.
“Ahhh… sayang… nanti kelihatan orang,” katanya khawatir.
“Tenang Sayang… tak ada yang melihat kita begini…” kataku.
“Baiklah… Ndra kubuat kau ‘KO’ di kolam,” tantangnya.
Ia pribadi memelorotkan celana renangku, batang kemaluanku yang sudah tegang pun menyembul dan kelihatan asyik di dalam air. Ema mengocok kemaluanku di dalam air. “Mmm…” geli dan sejuk rasanya. Tanpa menunggu lama lagi saya ingin memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya.
“Ema… kumasukin yah?”
Ema pun tanpa ragu menganggukkan kepala tanda setuju.
“Baik Sayang…”
Kudekap erat tubuhnya supaya dekat, ternyata Ema sudah membimbing batang kemaluanku masuk ke lubang kemaluannya.
“Argghh…” ia menyeringai dikala kepala kemaluanku menyentuh bibir kemaluannya.
Aku pun segera mengangkat Ema ke pinggir kolam dan kubaringkan dia, kutekuk lututnya sehingga lubang kemaluannya kelihatan menganga.

“Siap Sayang…”
Aku mulai memasukkan sedikit.
“Uhhhh…” padahal gres kepalanya saja yang masuk.
“Aahhh.. Sayang, punyamu terlalu besarr…”
Aku pun segera menekan lagi dan risikonya “Blesss…” seluruhnya bisa masuk.
“Uhhh… ahhh… mmmhhh,” erangnya menahan gesekanku.
“Sshhh… ssss, enak kan Sayyy…” kataku terengah.
“Huuff… uhhh… ayoo terus Ssayy… ennnakk…”
Terdengar bunyi yang tak asing lagi, “Crep.. crepp… sslepp…” asyik kedengarannya, saya semakin giat memompanya. Kemudian saya ingin ganti posisi, saya suruh Ema menungging.
“Ayolah Sayang… puaskan aku…”
Ia pun menungging dengan seksinya, terlihat lubang kemaluannya merekah, menarik untuk ditusuk. “Sleppp…” batang kemaluanku kumasukkan.
“Ahhh.. ssss… ahhh…” desahnya penuh kenikmatan.
Nafasnya semakin memburu.
“Huff… ehhh… mmm…” saya terengah.
Kupercepat gerakanku, “Slep… slep.. slep.. slep…”
“Ahhh… Ssayangg… bentar lagi saya nyampe nihh…” kataku terburu.
“Aakuu… jugaa…”
Himpitan liang kemaluan Ema yang kencang dan berair membuat maniku tak kuasa lagi untuk keluar, dan risikonya Ema pun mencapai puncaknya.
“Ooohhh… akuu lagi Sayanggg…”
Cairan kemaluannya pun membanjir, hal ini semakin membuatku juga tidak tahan.
“Aaahhh… saya juga Sayangg!” erangku penuh kenikmatan.
“Cepat cabut… keluarin di luarr…!” sergahnya.
Dengan cepat segera kucabut kemaluanku, Ema pun tanggap ia pun memegangnya dan mengocoknya dengan cepat.
“Aauuhhh! nikmattt!”
“Crut…” spermaku pun keluar.
“Eerghhh… ahh…” tapi sedikit, maklum terforsir.
“Aahh… kok sedikit Sayanggg…” katanya meledek.
“Eemmhh… ah… habis nih cairanku…”
Aku pun lemah tak berdaya dan ia pun berbaring di pangkuanku. Aku mengelus rambutnya yang basah, kukecup keningnya, “Cup! I love you Sayang…”
Sejak itulah kami sering melakukannya, baik di kendaraan beroda empat maupun pada di sebuah gubuk di hutan kala kami berburu bersama. Dalam hatiku saya berkata, gadis pemijatlah yang membuatku jadi begini, membuatku menjadi begini, membuatku menjadi “bercinta”. Yah…!

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3

Cerita Dewasa Pengalaman Seks Dengan Banyak Wanita

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Dewasa Pengalaman Seks Dengan Banyak Wanita".

Sebetulnya untuk apa sih mahluk yg berjulukan perempuan itu diciptakan di muka bumi ini? Ya tentu saja untuk dinikmati oleh laki-laki. Bukankah setiap cm tubuh perempuan itu sangat nikmat dan lezat untuk dinikmati. Perempuan itu diciptakan untuk dicipok, dicupang, dicumbu, diremas2, dibelai2, diraba-raba dan dientot! Itulah sebabnya perempuan punya barang yg namanya memek, yg sangat nikmat dientot kontol lelaki. Nah kalau ada perempuan bahenol, seksi, bohay, punya toket besar, kulit mulus (tidak harus putih yg penting mulus!) dan memek keset dll yg bikin horny tentunya rugi banget kalo dibiarkan lewat begitu saja. Harus bisa dinikmati, bukan hanya dipandang2 doang sambil menelan air liur tapi kalo bisa ya dicipok, dicumbu hingga dientot, terus dientot hingga puassssss!


Sebagai lelaki sejati yg sehat, normal dan punya hasrat libido yg tinggi tentunya sangat senang ngentot memek perempuan. Kebetulan saya punya wajah yg ganteng, body yg atletis, tenaga kuda, hasrat libido yg tinggi dan yg paling penting punya kontol yg keras, besar dan panjang (kalau lagi konak/ereksi), kontol yg kayak gini yg sangat disukai oleh perempuan. Tidak susah utk mengajak perempuan utk bercinta. Toh perempuan pun menikmati relasi seks itu. Entah sudah berapa banyak memek yg mencicipi kejantanan ku itu, entah sudah berapa banyak tubuh perempuan yg saya nikmati dan sudah berapa banyak perawan yg menyerahkan mahkota keperawanannya kepadaku.

Sudah tidak terhitung. Mungkin sudah belasan! Hmm rasanya nikmat, lezat dan besar hati melihat wajah perempuan yg lagi terangsang dan pasrah sudah tidak perawan lagi. Memek perawan itu rata2 sempit dan keset! Kalau selaput daranya sudah dijebol, umumnya ada darahnya bahkan ada yg hingga berdarah banyak sekali, sampai2 harus dibersihkan dulu sebelum dientot lagi namun ada juga yg tidak berdarah sama sekali meskipun saya tahu betul, memek itu masih perawan dan belum pernah dientot sebelumnya. Mungkin emang sudah sobek sebelumnya ketika terjatuh, main sepeda atau main loncat tali waktu kecil dulu.

Macem-macem deh memek perempuan itu. Ada juga memek perempuan yg lembap (becek) dan kering. Ada yg masih keset walaupun sudah tidak perawan lagi namun ada juga memek yg sudah ambrol, sudah tidak ada jepitannya lagi. Barangkali memek itu sudah dilewati banyak kepala bayi yg besar2 dan tidak pernah dirawat. Memek yg sudah ambrol itu tentunya sudah tidak enak dan tidak ada rasanya dientot!

Karena hobbyku bercinta maka hampir dalam setiap kesempatan saya selalu berusaha mencari mangsa buruanku, perempuan2 yg seksi, untuk kunikmati tubuhnya dan biasanya dalam setiap lingkungan ada saja perempuan yg bersedia menyerahkan tubuh seksinya bulat-bulat untuk kunikmati. Seperti kali ini, di program penyelaman di kepulauan Seribu oleh Club Diving, beberapa waktu yg lalu, selain saya jadi instruktur selam membantu pak Mario, mataku pun dengan liar mencari-cari mangsa, perempuan-perempuan bahenol, untuk kunikmati tubuhnya. Aku senang di club diving ini karena selain saya hobby menyelam, perempuan disini rata-rata cukup molek dan mereka sering memakai pakaian renang atau bikini yg memamerkan kemolekan tubuh mereka. Wuiihhhhh mata rasanya sejuk dan nikmat banget memandang tubuh molek perempuan seksi.

Acara penyelaman di Kepulauan Seribu kali ini, banyak diikuti oleh penerima perempuan (peserta lelaki tdk usah dibahas. Tidak penting!) yg punya body seksi dan molek dan pada program briefing di kolam renang Senayan, mereka telah datang dgn pakaian renang dan bikini mereka masing2. Tubuh2 perempuan molek dan seksi diumbar-umbar disitu. Diantara banyak body seksi itu ada seorang penerima perempuan yg punya body yg bikin jakun lelaki naik turun dan jantung lelaki deg2an. Bodynya betul2 seksi dan kulitnya mulus kolam porselen meskipun kulitnya tidak putih tapi kecoklatan berkilat-kilat ditimpa sinar matahari. Kulit kecoklatan itu malah membuat kesan makin seksi dan panas.

Sudah semenjak tadi ia curi-curi pandang kepadaku dan matanya melirik kebagian bawah pusarku yg ditutupin celana renang ketat. Aha saya tahu, beliau rupanya tergiur dengan kontolku yg panjang dan besar. Meskipun tertutupi oleh celana renang, tapi tonjolan kontolku masih terlihat terperinci dan perempuan bisa membayangkan seberapa besar dan panjangnya kontolku itu. Aku sengaja memakai celana renang yg kesempitan, satu nomor lebih kecil dari yg seharusnya, semoga belana renang itu menutup barang vitalku dengan sangat ketat sehingga kontolku masih menonjol. Dan celana renangku itu sengaja saya pilih yg minimalis, model segitiga, sehingga beberapa helai bulu2 jembutku yg lebat bermunculan dipinggir-pinggir celana renang.

Sebetulnya perempuan itu, namanya Mulan, sudah ingin saya terkam namun sayangnya saya keduluan lelaki lain. Rupnya selain saya juga ada lelaki lain yg mengincar perempuan itu untuk dinikmati tubuhnya. Lelaki itu tak lain dan tak bukan yakni pak Mario, ketua perkumpulan dan atasanku sendiri di club itu. Busyeeeet dah! Aku harus bersaing dgn atasanku sendiri. Diam-diam pak Mario juga punya hobby memangsa belum dewasa buahnya sendiri. Aku memutuskan untuk mengalah. Kalau saya tetap ngotot untuk mendapatkan Mulan, saya bisa berabe! Padahal club diving ini yakni salah satu ladang perburuanku yg paling bagus, karena banyak ceweq seksinya. Biarlah toh lain waktu saya bisa memburunya. Yg penting, sebetulnya perempuan itu juga punya hasrat kepadaku. Tinggal tunggu timingnya saja yg pas!

Untuk menghapus kekecdwaanku karena tidak mendapatkan Mulan, akupun mengalihkan perhatian kepada perempuan lain. Dan tak lama kemudian ada perempuan lain yg juga seksi dan molek yg berhasil kujerat. Namun terus terang saja, dibanding Mulan, ceweq ini kurang seksi. Aku masih sangat penasaran untuk mendapatkan Mulan. Karena itu meskipun perempuan itu sudah dalam pelukanku, dicumbu, dicipok dan dientot, saya selalu membayangkan tubuh seksi Mulan, untuk mendongkrak gairah seksualku. Dalam hati saya beguman ”Mulan, suatu dikala nanti kau pasti akan kudapatkan! Dan saya tidak akan membiarkan tubuhmu walaupun hanya sejengkal!”

Acara penyelaman berlangsung dengan sukses. Tidak ada kejadian-kejadian yg buruk. Mungkin karena persiapan yg sangat matang dan cuaca juga sangat mendukung. Saat itu hari sangat cerah, laut sangat bersahabat. Tidak ada gelombang laut yg tinggi atau arus laut yg deras. Seluruh penerima penyelaman sudah tiba dengan selamat di dermaga Ancol, Jakarta Utara. Kami semua tiba di dermaga Ancol ketika hari telah menjelang tengah malam. Suasana ramai dikala itu karena para penjemput sudah semenjak tadi menunggu dan satu demi satu mereka pulang dengan para penjemputnya.

Ketika satu per satu para penerima meninggalkan dermaga itu, suasana pelan-pelan menjadi sunyi. Hanya tinggal beberapa orang saja yg masih disitu menunggu penjemputnya datang. Aku melihat Mulan masih disitu. Tampaknya beliau masih menunggu penjemputnya. Wah kebetulan saya bisa mendekatinya. Aku lihat pak Mario masih sibuk mengatur kepulangan para penerima penyelaman lainnya. Pasti pak Mario sudah puas menikmati tubuh Mulan. Aku lihat tadi mereka rahasia pergi ke suatu tempat dengan perahu. Pasti disana mereka telah bercinta!

Mereka mungkin tidak menduga kalau saya tidak pernah lepas memperhatikan sepak terjang mereka disana. Mereka telah bercinta, bercinta di alam bebas dan liar! Sungguh nikmat! Seandainya saja saya yg jadi pak Mario. Aku memperhatikan disekujur leher Mulan yg jenjang itu ada banyak bekas-bekas merah. Rupanya pak Mario mencupang Mulan cukup banyak. Aku lihat Mulan melirik-lirik ke arahku dan ketika saya balas meliriknya, ia akal-akalan hirau tak acuh! Tidak salah lagi, ia masih memendam hasrat kepadaku! Bagus! Ini suatu kesempatan yg baik untukku!

Malam merambat semakin larut. Ini sudah mendekati dini hari. Aku lihat Mulan semakin gelisah. Berkali-kali ia melihat arlojinya. Tampaknya ia menunggu2 penjemputnya yg tidak kunjung datang. Pak Mario melihat Mulan yg belum pulang-pulang juga, ia segera menghampiriku.
”Fahmi, tolong kau bantu kepulangan si Mulan. Kelihatannya penjemputnya tidak datang.! Aku akan mengantar penerima yg lain, kebetulan mereka rumahnya searah dengan rumahku!” katanya.
Kebetulan! Aku juga ingin bersama Mulan. Tidak usah dikomando lagi, akupun mendekati Mulan menunjukkan jasa mengantar pulang walau saya tidak tahu dimana rumahnya. Aku berlagak jadi jagoan padahal saya punya maksud2 tertentu padanya. Ada udang dibalik rempeyek eh salah, ada udang di balik batu!

”Belum pulang?”tanyaku basa kedaluwarsa membuka percakapan. Sebuah pertanyaan yg tolol karena ia memang masih disitu.
”Iya nih mas, saya sudah pesan temanku untuk menjemputku disini kemarin sebelum berangkat tapi dianya sekarang tidak datang2. Aku telpon ke hp-nya tidak dijawab.” katanya manja. Ia memanggilku dengan sebutan mas, sebuah sebutan yg terdengar mesra dan manja.
”Dia sahabat cowoqmu?”
”Ooh bukan. Teman satu kos! Kalau sudah terlalu malam nanti pintu kosnya dikunci sama yg punya rumah! Aku tidak bisa masuk!”

Syukurlah! Ia tidak dijemput oleh pacarnya. Sepertinya beliau tidak punya pacar. Kalaupun ia punya pacar, pasti pacarnya akan sewot melihat banyak bekas cupang di lehernya. Sepertinya Mulan yakni perempuan yg bebas merdeka. Aku jadi lebih mudah untuk mendekatinya.

”Temanmu itu kayaknya tidak datang! Ini sudah tengah malam. Bagaimana kalau saya antar pulang! Kebetulan saya bawa mobil! Kasihan kan melihat kau pulang sendirian. Malam-malam begini lagi!”

Sekejap Mulan tampak sangat senang. Matanya berbinar-binar menatapku. Aku tidak tahu apakah ia senang karena saya mau mengantarnya pulang atau karena ia ingin bersamaku. ”Yang bener? Mas Fahmi mau mengantarku pulang? Rumahku jauh lho dari sini. Aku tinggal di kawasan Depok!”
”Gak masalah! Saya kan pake kendaraan beroda empat bisa pergi kemana aja. Lagi pula kawasan Depokl tidak aman malam-malam gini, apalagi untuk seorang perempuan”jawabku. Mulan pun tersenyum sumringah. Wajahnya tampak sangat seksi dibawah terpaan sinar bulan malam itu.

Singkat cerita, Mulan alhasil pulang bersamaku dengan menumpang mobilku. Hatiku bersorak gembira! Akhirnya kesempatan yg kutunggu-tunggu datang juga! Sepanjang perjalanan pulang, saya tidak bisa berkonsentrasi penuh menyetir mobil. Berkali-kali saya melirik ke arah Mulan, mengintip belahan toketnya yg besar mengintip dari balik kaosnya yg tipis, agak transparan dan berbelahan dada rendah. Busyeeeet! Dia gak pake BH! Pak Mario pasti sudah puas meremas-remas toket yg molek itu dan menghisap puting teteknya. Sebentar lagi giliran saya yg akan meremas-remas toket itu dan menghisap-hisap putingnya. Nikmat sekali!

Mulan memang senang berpakaian seksi. Selain senang memakai baju atau kaos tipis dan berbelahan dada yg rendah, ia juga malas pakai BH. Dan malam itu, di dalam mobilku, ia juga memakai hot pant, celana pendek yg sangat ketat, memamerkan pahanya yg mulus! Ketika mau pindah gigi, saya akal-akalan kelupaan meraih tongkat perseneling dan meraba pahanya yg mulus. Mulan akal-akalan tidak tahu. Seprtinya ia senang pahanya saya raba-raba. Lama kelamaan saya jadi makin horny. Batang kontolku jadi making keras, memanjang dan membengkak. He he he mungkin batang kontolku lebih panjang, lebih keras dan lebih besar daripada batang perseneling kendaraan beroda empat ini. Mulan! Mulan! Siap-siaplah, batang rudal ini sudah siap tempur. Sebentar lagi kau akan merintih-rintih keenakan kalo batang kontolku menembus memekmu yg hangat itu, he he he. Hmm kayak apa ya memeknya si Mulan itu? Hangat, becek, lembut, keset dan sempit? Pak Mario pasti tahu karena ia sudah puas menikmati memeknya!

Aku sudah tidak tabah lagi! Kalau bisa tidak usah menunggu esok hari tapi malam ini saya sudah harus dapat menjeratnya dan mengajaknya tidur gumanku dalam hati. Kalau ditunggu besok belum tentu saya akan bertemu dengan beliau lagi. Malam ini yakni kesempatan yg sangat baik. Walaupun kami masih letih sehabis mengikuti kegiatan penyelaman, tapi sepertinya kami masih cukup fit untuk bercinta dgn ganas dan liar. Kini apa akalku untuk mencari alasan semoga ia mau kuajak ke atas ranjang? Tiba-tiba saya dapat logika yg jitu! Aku segera ungkapkan kepada Mulan.

”Mulan, sekarang kan sudah sangat larut malam. Sudah hampir pagi malahan. Kayaknya kos kau sudah dikunci. Percuma kalo saya antar kau kesana kau juga tidak bisa masuk. Bagaimana kalo malam ini kau menginap di tempatku saja.” saya akal-akalan berbaik hati menunjukkan penginapan kepada Mulan.

Mulan tidak segera menjawab. Ia berpikir sebentar dan tampaknya tertarik dengan usulku.
”Hmm boleh juga! Tapi saya tidak enak dgn keluargamu. Mungkin isterimu akan keberatan kalau saya menginap di rumahmu karena saya kan perempuan.”

Aku mau tertawa terbahak-bahak mendengar kata2nya. Isteri? Walaupun saya sanggup mencari isteri namun hingga dikala ini saya masih senang hidup bebas tidak terikat oleh perkawinan. Saat ini perkawinan bagiku yakni suatu ikatan yg membatasi kebebasanku.
”Oh jangan kuatir! Aku tidak punya istri. Rumahku cukup besar lagi pula saya sekarang tinggal sendirian. Yg ada hanya seorang pembantu. Ayah dan ibuku sedang ke Australia menengok adikku yg sekolah disana! Kau bebas di rumahku. Bagaimana? Setuju kan menginap di rumahku malam ini? Ayolah, jangan malu2. Ini demi kebaikanmu juga kan? Lebih aman kau ada di rumahku daripada kau terkunci di luar rumah kos.”

Lebih aman? He he he bukankah saya ini mirip buaya darat yg siap menerkam mangsanya? Yg tengah membujuk mangsanya untuk dijebak dibawa ke sarangnya? Jika Mulan pulang ke rumah kosnya, kemungkinan ia tidak jadi mangsa buaya darat sepertiku ini.

Tidak susah untuk meyakinkan Mulan karena alasanku sangat masuk akal! Ia pun tersenyum mengangguk-angguk sambil memandang ke arahku tanda ia setuju. Horeee! Hatiku bersorak! Hampir2 saya tidak dapat menyembunyikan perasaan senangku malam itu. Mangsa yg empuk dan lezat sebentar lagi akan kunikmati!

Aku segera membelokkan kendaraan beroda empat menuju ke arah rumahku. Aku menginjak pedal gas kuat-kuat mempercepat lajunya mobilku walaupun jalanan malam itu sangat lengang. Aku sudah tidak tabah ingin segera hingga di rumah. Bukan karena saya mengantuk ingin cepat2 tidur, bukan pula saya merasa letih ingin cepat2 beristirahat di rumah tapi ingin cepat-cepat bercinta dgn Mulan di rumahku, di ranjangku yg hangat dan empuk! Dimana sudah banyak perempaun yg kuseret disana untuk bercinta denganku. Kami pun lalu tidak berkata apa2 lagi karam oleh pikiran masing2. Entah apa yg ada dibenak Mulan dikala itu. Mungkinkah ia memikirkan diriku?

Singkat cerita, sampailah kami di rumahku. Aku segera bisa masuk ke dalam rumah karena saya selalu memegang kunci rumahnya, jadi tidak perlu membangunkan si pembantu. Aku pun menurunkan Mulan di teras depan sementara saya segera menyimpan kendaraan beroda empat kesayanganku ke dalam garasi yg terletak di samping rumah. Tampak Mulan mengagumi rumah ortuku yg besar dan megah. Maklumlah, ortuku yakni mantan pejabat tinggi di masa orde baru, sekitar sepuluh tahun yl. Tidak heran ortuku bisa membeli rumah yg begini megah dan mewah!

Setelah beres menyimpan kendaraan beroda empat saya pun membimbing Mulan menuju kamar tidur yg tersedia untuk tamu-tamu. Sesampainya kami di dalam kamar saya segera mengunci pintu kamar tidur itu dari dalam. Kamar tidur itu sangat besar dan luas, dihiasi ranjang tidur yg besar, empuk dan mewah. Kamar tidur itu memiliki kamar mandi di dalamnya. Kamar tidur itu dihubungkan oleh sebuah pintu menuju kamar lainnya, yaitu kamar tidurku. Aku sering menyelinap dari kamar tidurku melalui pintu itu utk menemui perempuan yg saya bawa ke rumah dan bercinta dengan hot, ganas dan liar di atas ranjang. Tidak jarang pejuhku (air mani/sperma), cairan memek, darah perawan atau kondom2 bekas pakai, celana dalamku, BH atau celana dalam wanita, pembalut wanita berceceran menodai sprei, sarung bantal, tirai jendela, kolong ranjang bahkan wallpaper dinding kamarku karena saking hotnya kami bercinta.

Pembantuku yg sudah renta itu sudah cukup maklum dengan tingkah polahku itu dan beliau selalu tutup ekspresi perihal hal itu kepada kedua ortuku. Dengan tabah ia membersihkan semua bekas-bekas percintaanku itu sebelum dipergoki oleh kedua ortuku. Ortuku tidak tahu sama sekali kejadian itu, mereka hanya tahu saya seorang anak lelaki yg baik-baik dan tidak banyak tingkah. Karena itu mereka sangat memanjakanku. Mereka hanya merasa heran mengapa saya tidak kunjung menikah walaupun mereka tahu pacarku banyak dan sering dikelilingi oleh ceweq2 cantik dan seksi. He he he andai saja mereka tahu busuknya saya ini!

”Nah Mulan ini kamarmu! Kamu bisa istirahat disini. Ini kamar mandinya kalau2 kau ada perlu ke kamar mandi. Saya sarankan sebelum tidur sebaiknya kau mandi dulu. Sudah ada sabun, sampoo dan air hangatnya. Kan enak kalau tidur dengan tubuh yg bersih” kataku sambil menyerahkan handuk dan kimono mandi kepadanya.

”Oh iya terima kasih” katanya sambil mendapatkan handuk dan kimono mandi itu.”Sepertinya enak sekali ya malam-malam gini mandi dgn air hangat!” katanya.

Aku pun segera meninggalkan Mulan sendirian di kamar itu dan pergi ke kamarku melalui pintu itu. Namun sesampai di kamarku, saya buru2 mengintip ke lubang kunci pintu penghubungku. Kulihat dengan santainya Mulan melepaskan satu per satu pakaian yg masih melekat di tubuhnya sehingga ia kini telanjang bulat. Tubuhnya yg molek tampak sangat indah. Betis kaki dan pinggangnya yg ramping, perutnya yg rata, pantatnya yg berisi, toketnya yg kecil namun kecang tampak menyembul dari dadanya. Kulitnya mulus kecokalatan. Rambutnya yg hitam legam tergerai melewati bahunya. Bulu2 jembutnya yg halus tumbuh menghiasi memeknya. Ia bagaikan dewi cinta yg gres turun ke bumi. Aaaah alangkah enaknya kalau memek itu dientot!

Tiba-tiba saya menyesal tidak membawa kamera photo untuk mengabadikan sang dewi cinta itu. Ooh saya segera ingat! Dulu saya pernah memasang kamera di berberapa sudut kamar itu untuk merekam belahan percintaanku dgn beberapa perempuan di kamar itu untuk kenang2an. Kamera itu belum diaktifkan. Aku tidak boleh lupa mengaktifkan kamera karena saya tidak mau belahan percintaanku dgn Mulan yg hot itu berlalu begitu saja. Aku segera mengecek keadaan kamera itu dan syukurlah semuanya masih terpasang dgn baik dan siap untuk diaktifkan. Sekarang saya tinggal menunggu ia masuk ke kamar mandi sebelum saya menyelinap ke dalam kamarnya.

Dengan tubuh yg masih telanjang bulat, Mulan melangkah dengan anggun ke dalam kamar mandi. Kakinya tampak ramping kolam sepasang kaki menjangan. Pantatnya yg seksi bergoyang-goyang kekiri kekanan ketika ia melangkah membuat saya semakin bernafsu. Mulan rupanya tidak sadar ada sepasang mata yg tidak puas-puasnya menatap pemandangan yg cantik itu. Ia lalu memutar knop showernya kemudian air hangat menyembur dari shower membelai-belai tubuhnya yg mulus.

Mulan mandi dengan kalem sepertinya ia menikmati betul mandi dgn air hangat. Aku pun cepat-cepat pergi mandi juga. Selesai mandi saya segera menyelinap ke dalam kamarnya. Kudengar sayup-sayup Mulan bersenandung dgn merdu dari balik kotak showernya. Lalu dengan tubuh yg telanjang lingkaran dgn rudal yg siap tempur, saya rahasia menyelinap masuk ke dalam kamar mandi. Kamar mandi itu memang tidak bisa dikunci jadi saya dengan bebas bisa masuk ke dalam kamar mandi itu. Ia berdiri sambil mengusap-usap rambutnya membelakangiku, tidak sadar bahwa saya sudah ada di belakangnya dgn keadaan yg sama polosnya, telanjang bulat!

”Oooh..” ia menjerit kaget ketika ia mencicipi ada sepasang tangan memeluk dirinya dari belakang. Ia lalu merintih-rintih tertawa kecil kegelian ketika saya mencium leher, tengkuk, daun telinganya dan bahunya. Ia sama sekali tidak marah bahkan tampak senang ketika saya datang memeluk dirinya dari belakang. ”Aduuh mas Fahmi kirain siapa! Bikin kaget saja!” jeritnya dengan manja!

Hmm bukan main. Meskipun ia sudah menyiramkan air hangat di sekujur tubuhnya, saya masih bisa mencium amis tubuhnya yg harum. Bau tubuhnya yg harum itu membuat saya semakin terangsang dan bergairah utk bercinta dgn dia. Mulan memang perempuan luar biasa. Pantas saja pak Mario jatuh bertekuk lutut padanya. Aku pun sudah mulai mabuk kepayang kepadanya!

Tubuh Mulan menggelinjang kegelian ketika tanganku meraba-raba tubuhnya. Ia pun segera menangkap kedua tanganku yg jahil dan menuntunnya untuk meraba-raba dan menjelajahi daerah-daerah sensitifnya. Tangannya menuntun jari jemariku untuk meremas-remas sepasang teteknya yg kenyal dan padat, lalu menelusuri perutnya, pahanya dan masuk ke kawasan vitalnya, yaitu selangkangannya. Tanganku segera menyibak bulu-bulu jembutnya yg halus dan lembut dan mulai memasuki lobang memeknya. Aduuh memeknya terasa hangat dan sempit. Pasti enak banget nih kalau dientot. Tak lama kemudian tanganku pun menemukan benda yg paling sensitif dari memek perempuan yaitu kelitorisnya. Aku meremas-remas klitorisnya. Mulan mengelinjang, menggeliat semakin keras semantara mulutnya mendesis-desis tanda ia merasa nikmat.

Sementara di atas, saya mencium-cium leher, tengkuk, pundak dan belahan belakang telinganya. Aku pun mulai tidak tabah dan semakin bernafsu. Aku segera membalikkan tubuh Mulan sehingga tubuhnya menghadapku. Sepasang matanya yg cantik menatap lekat-lekat kepada kedua bola mataku. Wajahnya sudah memerah, tanda ia sudah horny alias sudah sangat terangsang! Bibirnya yg merah dan ranum setengah terbuka sementara gigi geliginya yg cantik tersembunyi di balik bibirnya yg seksi. Dengan penuh nafsu saya mecipok bibir itu, melumat-lumat bibir yg hangat dan ranum membasah itu. Lidah kami saling menjulur dan memilin-milin dalam ekspresi kami. Mulan sekarang tidak bisa mendesis-desis lagi karena mulutnya sekarang sudah dilumat-lumat dgn ganas oleh mulutku.

Tubuh Mulan yg ramping itu lebih pendek dariku. Aku terpaksa agak berjongkok ketika akan menghisap toketnya. Aku menurunkan tubuhku sehingga wajahku sempurna di depan dadanya kemudian dengan ganasnya saya menggigit dan menghisap-hisap toketnya yg sebelah kanan, sedangkan tangan kiriku meremas-remas toketnya. Setelah puas, gantian mulutku menghisap-hisap puting toketnya yg sebelah kiri dan tangan kananku dgn ganas meremas-remas toketnya yg sebelah kanan. Puting toket Mulan membengkak, mengeras dan memarah ketika ia jadi horny. Mulan menjerit-jerit tertahan mencicipi nikmatnya toketnya diremas-remas dan dihisap-hisap. Tangannya meremas-remas kepalaku dan menarik-narik rambutku. Semakin ia merasa nikmat, semakin keras jeritannya dan semakin keras pula ia meremas-remas dan menarik-narik rambutku! Aaah…Mulan!

Di bawah pusarku, kontolku bagaikan rudal yg siap ditembakkan, sudah berdiri tegak dgn gagahnya, tampak keras, besar dan panjang. Walaupun saya sudah tidak tabah ingin segera batang kontolku memasuki lobang memeknya namun saya tidak segera melakukannnya. Aku mengosok-gosokan kepala kontol yg mirip topi baja tentara itu, di depan memeknya, mengesek-gesek labira mayora dan klitorisnya. Labira mayoranya tampak sudah memerah dan membengkak. Pembengkakan labira mayora itu membuat memek menjadi makin sempit dan menjepit kontol dengan makin keras sedangkan klitorisnya sudah membesar sebesar biji kacang tanah. Setiap kali kepala kontol menggesek-gesek klitorisnya, tubuh Mulan menggelinjang. Ingin mulutnya berteriak saking nikmatnya namun mulutku tetap melumatnya membuatnya tidak bisa bersuara. Hanya tubuhnya yg menggelinjang dan bergetar dengan hebatnya!

Puas menggosok-gosokan kepala kontol di depan memeknya, saya pun berkemas-kemas untuk mengentot memek itu. Tangan kiriku dgn sigap menyibak bulu-bulu jembutnya dgn halus dan membuka labira mayora dan labira minora memek itu sehingga lobang memeknya terbuka semakin besar. Sedangkan tangan kananku membimbing dan mengarahkan batang kontolku untuk memasuki dan menembus memek itu.

Yak..pelan namun pasti kontolku memasuki lobang memeknya. Aahh…aku mendesah pelan! Nikmat sekali! Lobang memek itu terasa hangat, lembut, keset dan sempit. Mulan pun menjerit tertahan. Ia pun merasa nikmat dientot! Aku segera menekan lebih keras pantatku semoga kontolku masuk lebih dalam kedalam lobang memeknya. Satu..dua..tiga..akhirnya batang kontolku masuk seluruhnya kedalam lobang memeknya. Tidak terbayangkan betapa nikmatnya ketika kontolku masuk kedalam lobang memeknya. Batang kontolku mirip dijepit, diurut-urut, dan dipijit2 oleh tangan2 yg halus, lembut, empuk dan hangat. Kontolku semakin terangsang!

Aku tahu Mulan sudah tidak perawan lagi jadi saya tidak mencicipi adanya selaput daranya yg sobek dalam lobang memeknya di tembus batang kontolku. Hmm siapa ya lelaki yg beruntung telah merenggut keperawanan Mulan? Perawan atau bukan, bagiku tidak masalah, memek itu masih sangat nikmat dientot! Inilah yg sering dibilang orang sorga dunia! Memang tidak terkira nikmatnya ngentot memek perempuan. Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana Mulan. Sepertinya ia tidak beda denganku, ia menjerit2 pelan dan tubuhnya menggelinjang andal keenakan dientot.

Selanjutnya, entah bagaimana, barangkali sudah naluri, saya pun mengangkat pantatku pelan-pelan dan kemudian menghujam dengan keras selangkangan Mulan sehingga kontolku menusuk sedalam2nya di dalam memeknya. Setiap saya mengangkat pantatku dan menghujamkan kontolku kedalam memeknya, tubuh Mulan bergetar dan menggeliat dengan andal diiringi bunyi desahan dan desisnya. Kami berdua seakan terbang ke surga kenikmatan duniawi. Diam-diam saya merasa heran, lobang memek Mulan yg tampak kecil dan sempit itu ternyata bisa menelan seluruh batang kontolku di dalamnya tinggal sepasang biji pelerku yg menggantung di depan memeknya.

Batang kontolku sudah tidak kelihatan ditelan seluruhnya oleh memek Mulan yg luar biasa itu padahal batang kontolku kalau sudah eraksi tampak sangat panjang, besar dan keras. Ah..barangkali ini keajaiban memek perempuan. Jangankan kontol yg panjang, besar dan keras, kepala bayi yg besar itu pun bisa lolos melewati lobang memek. Aku belum pernah melihat ada kontol yg sebesar dan kekeras kepala bayi meskipun itu kontol orang negro atau kontol orang Arab yg terkenal panjang, keras dan besar!

Kami alhasil ngentot dengan posisi berdiri ditengah-tengah siraman air shower yg hangat. Benar! Kami ngentot dgn posisi berdiri. Ini yakni salah satu posisi kesukaanku. Mirip-mirip dgn posisi misionaris, dimana kedua tubuh kami spt bersatu dan kami bisa saling memandang wajah kami. Bedanya posisi ini dilakukan sambil berdiri bukan sambil tiduran. Keuntungan posisi ini, si perempuan tidak harus menahan beban berat badanku. Untuk memudahkan kontolku masuk ke dalam memeknya, saya harus membuka selangkangannya lebar-lebar, untuk itu salah satu kaki Mulan saya angkat sehingga selangkangannya terbuka lebih lebar dan memeknya dengan mudah dientot. Berkali-kali saya menggenjot pantatku menghujamkan kontolku dalam-dalam ke lobang memeknya. Berkali-kali pula Mulan mendesah tertahan.

Entah sudah berapa lama kami ngentot, kira-kira mungkin sudah satu jam dan entah sudah berapa kali saya menggenjot pantatku, mungkin sudah berpuluhan kali hingga suatu dikala saya mencicipi sudah hingga pada klimaksnya, menyemprotkan pejuh (air maniku). Aku pun menggangkat pantatku jauh2 dan menggenjotnya keras-keras! Yak!Kontolku pun masuk dgn keras kedalam memeknya. Mulan pun tampaknya sudah tahu bahwa saya sudah hampir mencapai klimaksnya. Aku menahan kontolku jauh di dalam memeknya menunggu selama beberapa dikala hingga akhirnya…yak satu, dua, tiga…aku pun mengejan dengan keras!

Croooot-crooooot! Croooot-crot! Crot! Crooot! Diiringi dengan jeritan tertahan, kontolku menyemprotkan air mani dlm memeknya. “Aaaahhhhh!” Tubuhku bergetar dengan hebat. Aku mirip melepaskan beban berat. Rasanya nikmat sekali, tidak terkatakan. Entah sudah berapa banyak mani yg disemprotkan kontolku dan sudah berapa jauh air mainku masuk ke dalam memeknya! Aku tidak tahu, yg saya rasakan saya merasa legaaaa! Mulan pun mencicipi hal sama. Ia marasa sangat nikmat. Ia menjerit lepas dengan keras! Tubuhnya menggelinjang dan memeknya semakin sempit dan keras menjepit kontolku…akh betapa nikmatnya! Inilah puncak kenikmatan ngentot itu.

Orang sering menyebutnya sudah mencapai orgasme atau ejakulasi. Pada lelaki, ejakulasi (keluar mani dari batang kontol) biasanya diikuti oleh orgasme (puncak kenikmatan seks) sedangkan perempuan orgasmenya tercapai tidak selalu bersamaan dgn keluarnya air mani. Dalam suatu permainan cinta, perempuan bisa saja mengalami orgasme berkali-kali kalau pasangannya si lelaki bakir merangsang si perempuan. Mungkin Mulan sudah mencapai orgasme berkali-kali sebelum saya ejakulasi karena kulihat ia berkali-kali mengejan dan menggelinjang serta mendesis-desis, mendesah dan berteriak keras. Kini saya tahu bagaimana nikmatnya memek Mulan dientot. Aku rasa pak Mario pun mencicipi hal sama ketika ia ngentot memeknya Mulan!

Setelah tercapai klimaks itu pelan-pelan tubuh kami mulai mengendor. Kami merasa sangat rileks! Kontolku jadi semakin lembek, kecil dan memendek sedangkan memek Mulan semakin kendor. Aku dengan mudah mencabut kontolku. Tubuh kami sangat lemas bagaikan habis beroleh raga berat. Dengan lunglai Mulan menjatuhkan badannya ke badanku. Kepalanya jatuh terkulai dibahuku. Ia berbisik lemah ditelingaku ”Mas Fahmi…Ooh saya merasa sangat bahagia! Kau benar2 hebat! Benar2 jantan! Aku marasa sangat puassssss!” desisnya. Aku sangat besar hati mendengar pujiannya. Sebagai perempuan, Mulan pun sungguh luar biasa!

Aku sebetulnya juga merasa lemas juga namun saya tetap berdiri sambil menahan tubuh Mulan. Jika saya tidak menahannya, kami bisa sama-sama jatuh ke bawah! Sejenak saya tidak tahu harus berbuat apa hanya berdiri mematung di bawah siraman air hangat shower sambil menahan tubuh Mulan.

Aku melihat ada cairan kental keputiha2an perlahan-lahan keluar dari memek Mulan menembus bulu-bulu jembutnya halus dan lembut. Itulah air maniku yg meleleh keluar. Rupanya cukup banyak air mani yg disemprotkan kontolku ke dalam memeknya! Jari jemari Mulan yg lentik mengusap-usap cairan mani itu yg sudah bercampur dengan cairan memeknya dan air siraman shower. Mulan kemudian mengisap-isap dan menjilati jari jemarinya yg berlumuran cairan mani itu dengan nikmatnya bagaikan anak kecil sedang menjilati es krim kesukaannya seraya ia berguman ”Hmm air manimu sungguh harum dan nikmat!”

”Oooh Fahmi kita ngetot lagi yuk! Kau masih berpengaruh kan? Aku ingin ngentot lagi!” bisiknya setengah memohon kepadaku. Rupanya ia merasa keenakan dientot tadi. Luar biasa! Dalam keadaan letih sehabis kegiatan penyelaman, ia masih bisa meladeniku bercinta dgn liar. Seakan tidak ada lelah-lelahnya dan tidak ada habis-habisnya staminanya, ia minta dientot lagi! Benar-benar kuat! Sanggupkah saya melayani keinginannya?

Kalau mau jujur saya pun bekerjsama sudah cukup lelah! Tapi permohonan Mulan yakni sebuah tantangan yg menggairahkan. Gengsi dong kalau saya menolak keinginannya hanya karena saya sudah tidak berpengaruh lagi. Sebagai perempuan, Mulan yakni perempuan yg luar biasa. Sehabis bercinta habis2an dgn pak Mario di alam liar di tambah dgn kegiatan penyelaman, ia masih berpengaruh bercinta dgnku dan kini ia masih ingin bercinta lagi. Perempuan aja berpengaruh masa saya yg lelaki tulen dan gagah perkasa harus manyerah kalah oleh seorang perempuan? Tidak! Apapun itu saya tidak boleh menolak tantangannya untuk bercinta lagi!

Aku memondong tubuh Mulan keluar dari kamar mandi. Tanggannya bergelayut manja di leherku.
”Mas Fahmi, mau kau bawa kemana aku?” bisiknya manja.
”Kau mau kubawa ke atas ranjang. Kita bercinta lagi disana!” kataku.
”Mas, tubuh kita masih basah! Nanti spreinya basah!” protesnya.
”Gak apa-apa! Malahan lebih nikmatkan bercinta dgn tubuh masih basah!” kataku. Memang tubuh kami masih basah. Kami belum sempat mengeringkan tubuh kami dgn handuk, tapi saya tidak perduli.

Tantangan Mulan untuk bercinta lagi harus kuladeni! Malu dong sebagai lelaki perkasa, saya kalah dgn perempuan. Aku tidak boleh kalah! Aku harus mengambarkan bahwa saya masih gagah perkasa!
Aku melempar tubuh Mulan ke atas kasur diiringi teriakan keras Mulan. Kasur itu dengan lembut memantulkan tubuh Mulan!

”Aaaw! Ah mas Fahmi jahat! Masak sih badanku dilempar begini?” jeritnya manja sambil tertawa-tawa. Aku tahu beliau sama sekali tidak kesakitan dilempar begitu.

Mulan terbaring di atas ranjang. Ia kemudian bangun dan memberi isyarat semoga saya menghampirinya. Aku berdiri di tepi ranjang. Ia pun kemudian duduk di tepi ranjang dan menarik tubuhku semoga lebih mendekat lagi. Tiba-tiba ia meraih batang kontolku yg tergantung. Aku kaget tapi kemudian tersenyum. Rupanya ia ingin main-main dengan kontolku. Aku membiarkan saja ketika ia mengocok-kocok kontolku.

”Aaaah! Yaaah! Aduuuh nikmaaat! Teruslah, lebih keras lagi ya lebih keras lagi kocokannya” saya berteriak-teriak penuh nikmat! Mulan semakin bersemangat mengocok-kocok batang kontol itu.

Puas mengocok2 kontolku, kemudian wajahnya menghampiri kontolku dan dengan lembut ia menjulurkan lidahnya menjilati kepala kontolku. ”Aaah! Aduuh enak sekali!” Aku menjerit kegelian, he he batang kontol emang sensitif dan yg paling sensitif yakni kepala kontolnya. Mulan memang sangat lihai mempermainkan kontolku dgn mulutnya. Sepertinya ia sudah sangat berpengalaman padahal kutaksir usianya masih begitu muda, awal dua puluhan namun beliau sudah begitu berpengalaman bercinta.

Lidah Mulan masih menjulur-julur dan kini mulai menjilat-jilati belahan bawah batang kontol hingga tiba pada butir-butir biji peler yg tergantung di pangkal batang kontol. Batang kontol itu ditumbuhi bulu-bulu jembut yg keriting dan lebat. Aku hingga merem melek menikmati belaian lidahnya. Ketika jari jemarinya yg lentik menyibak semak belukar jembut itu, tiba-tiba ia melotot! Ada setitik tahi lalat yg cukup besar di kulit di atas batang kontol. Mulanya tidak kehilatan karena ditutupi oleh bulu2 jembut tapi ketika jembut itu disibakkan barulah tampak tahi lalat yg cukup besar!

”Hei…ada tahi lalatnya!” jerit Mulan.

Aku tersenyum tidak berkomentar. Apa anehnya ada tahi lalat di dekat batang kontol! Kalau saya sudah beristri, tahi lalat itu bisa jadi persoalan besar kalau ada perempuan lain yg melihatnya tapi sekarang gak persoalan karena saya belum beristri. Aku membelai-belai rambut Mulan yg tumbuh lebat dan hitam legam itu sementara Mulan masih asyik menghisap dan menjilat2 kontolku. Ia sudah tidak perduli dgn tahi lalat itu.

“Aww!” Tiba-tiba saya merasa sakit. Rupanya Mulan mencabut beberapa helai bulu2 jembutku!
”Hey..mengapa kau mencabut jembutku!” kataku keheranan. Mulan tidak menjawab hanya tersenyum saja memandangku dgn genit. Ia kemudian menyimpan bulu2 jembut yg dicabut itu.

Akupun tidak memperdulikannya lagi dan kembali asyiik menikmati hisapan ekspresi Mulan. Walaupun ekspresi Mulan tampaknya kecil dengan bibir yg tipis namun ekspresi itu bisa menelan seluruh batang kontolku yg besar, panjang dan keras. Aku marasa sangat nikmat ketika kontolku menyodok-nyodok ekspresi Mulan hingga ke pangkal tenggorokannya.”yak..aaaah teruskan! Yaaaah teruskan! Ooooh sungguh nikmat!” desisku.

Entah sudah berapa lama ekspresi Mulan mempermainkan kontolku. Setelah puas main-main dgn kontolku ia lalu berbaring terlentang dgn tubuh yg polos di atas ranjang. Ia kemudian merenggangkan kedua kakinya sehingga selangkangannya terbuka lebar. Kini saya bisa melihat dengan terperinci memeknya Mulan. Selama beberapa dikala saya tertegun memandangi pemandangan itu. Baru saya sadar ternyata Mulan punya memek yg indah.

”Aaaaah Mulan! Memekmu sungguh indah!” desisku sambil menatap tajam ke arah selangkangannya. Memeknya tampak membengkak kemerah2an dihiasi oleh bulu-bulu jembut yg tumbuh alami diatas bibir memeknya. Mulan hanya tertawa mendengar komentarku. Dengan tangannya ia memberi isyarat semoga saya mengecup memeknya. Aku pun menyorongkan kepalaku ke dalam selangkangannya diantara kedua pahanya yg mulus. Dengan sigap Mulan menyambar kepalaku dan membenamkan kepalaku semakin dalam di antara kedua pahanya. Mulutku pun alhasil mengecup bibir memeknya Mulan.

Mulutku mengecup bibir memeknya Mulan bagaikan saya mengecup bibirnya yg ranum sementara kedua tanganku menyibakkan bulu jembutnya semoga tidak menghalangiku mengecup memeknya Mulan. Lidahku pun terjulur masuk kedalam lobang memeknya dan menggelitik klitorisnya.

”Aaaaah! Ya terus! Ya ya ya begitu! Aaaah! Ooooh! Aaaaw! Teruskan lebih keras lagi! Ya yaaaa! Aaaaaah!” Mulan menjerit-jerit keenakan ketika lidahku mempermainkan klitorisnya. Ia menjerit-jerit, tubuhnya bergetar andal dan kepalanya digeleng2kan kekiri kekanan. Ia merasa nikmat sekali memeknya dikecup.

Labira mayora memek Mulan memakin membengkak dan memerah, sementara lidahku mencicipi ada cairan hangat yg keluar dari dalam lobang memek. Itulah cairan pelumas memek. Biasanya ketika ada batang kontol yg keluar masuk lobang memek itu, cairan itu keluar melumasi sekitar lobang memek sehingga tidak terjadi gesekan2 yg dapat menjadikan iritasi. Orang menyebut memek becek atau lembap pada memek yg banyak memproduksi cairan pelumas itu. Waktu kontol keluar masuk memek sering kedengaran bunyi pluk-pluk karena cairan memek itu. Biasanya cairan memek itu keluar kalau si perempuan sudah terangsang berat dan berarti memeknya siap dientot!

Sedangkan memek yg punya cairan memek yg sedikit sering disebut memek yg kering! Biasanya sering ditambahin minyak pelumas dari luar supaya kontol bisa bebas keluar masuk dan tidak membikin memek sakit. Perempuan yg diperkosa karena tidak terangsang, maka memeknya tidak mengeluarkan cairan pelumas dan memeknya semakin mengkerut. Tapi karena dipaksain oleh si pemerkosa supaya kontolnya masuk lobang memek itu maka seringkali terjadi pendarahan bahkan kadang2 hingga memeknya sobek dan si perempuan merasa kesakitan! Karena memeknya Mulan dirangsang terus, ia jadi semakin horny dan secara otomatis cairan memek itu keluar! Itu berarti memek Mulan sudah siap dientot lagi.

Aku lalu berdiri sempurna ditengah2 selangkangannya. Selangkangannya sudah terbuka dgn lebar. Tanganku kiriku dgn sigap membuka lobang memeknya lebih lebar lagi sedangkan tangan kananku memegang kontol, membimbing dan mengarahkan batang kontol supaya dapat dgn sempurna masuk ke dalam memeknya. Tiba-tiba saya teringat untuk kemanan seks.

” Mulan, apakah saya harus pakai kondom supaya aman?” kataku. Beberapa perempuan yg bercinta dgnku memang ada yg memintaku semoga memakai kondom supaya lebih aman walaupun saya lebih suka polosan saja.

Mulan menggeleng sambil berbisik ”mas, saya gak mau ada karet masuk ke dalam lobang memekku!” Waaah kebetulan! Aku jadi semakin bersemangat lagi Tanpa ragu-ragu lagi, batang kontolku yg sudah membengkak itu ku desakkan masuk kedalam memeknya! ”Aaaah! Aduuuh!” Mulan merintih2 ketika barang kontol itu kembali masuk menusuk ke dalam memeknya. Aaah sungguh nikmat! Memek itu terasa hangat, becek, sempit dan keset meskipun cairan memeknya membanjiri lobang memeknya.

Aku bertambah hot menggenjot pantatku naik turun di atas selangkangannya. Meskipun begitu rasanya masih kurang afdol, maka saya pun merebahkan diriku diatas tubuh Mulan menindihnya. Dengan posisi begitu, kontolku lebih dalam menancap ke dalam memeknya. Selanjutnya, belahan yg hot di dalam kamar mandi terulang lagi di atas ranjang ini. Tubuhku di atas tubuhnya, pantatku naik turun menggenjot selangkangannya sementara kontolku keluar masuk dalam lobang memeknya. Sepertinya tidak bisa digambarkan bagaimana nikmatnya ngentot itu. Kami mendesah-desah, menjerit-jerit penuh kenikmatan. Setiap kali saya menggenjot pantatku, Mulan menjerit keras-keras. Kami bagaikan terbang ke atas awan ke surga kenikmatan duniawi.

Kami pun mencoba banyak sekali posisi ngentot. Ketika tubuh Mulan diatasku sementara kontolku menusuk memeknya dari bawah, maka saya menjerit keras-keras saking enaknya ketika Mulang mengoyang2kan pinggulnya kesamping kiri kanan, kedepan dan belakang atau berputar-putar. Gerakan2 ini menciptakan sensasi rasa nikmat yg luar biasa! Kontolku semakin terjepit keras-keras! Mulan memang benar2 hebat! Aku menjadi semakin terangsang melihat wajah Mulan yg kemerah2an karena horny. Kedua tanganku dengan sigap meremas-remas kedua teteknya yg kenyal itu.

Sudah cukup lama kami ngentot, mungkin lebih dari satu jam. Rasanya tidak ada capek-capeknya. Maka sampailah titik klimaksnya. Sebentar lagi kontolku akan menyemprotkan air maninya untuk yg kedua kalinya setelah di kamar mandi sementara ku lihat Mulan sudah berkali-kali mencapai orgasme. Pantatku kuangkat tinggi2 lalu kuhujamkan keras-keras sehingga kontolku menancap dalam2 di memeknya. ”Aaaaackh!” Mulan mendesah! Kemudian saya menahan kontol itu tetap di dalam memeknya sambil menunggu…satu dua tiga..yak alhasil dengan diiringi teriakan keras, saya mengejan berkali-kali dan Crot! Crooot! Crooot! Crot! Cronooot! Tak tertahankan lagi kontolku menyemprotkan cairan sperma dgn lancarnya ke dalam lobang memeknya. Aaaaaah! Mulan! Mulan aaaaah kau sungguh2 hebat! Aaaaah! Aku berteriak legaaaa! Mulan pun tidak kalah kerasnya menjerit2 penuh kenikmatan! Aku merasa semakin bertambah nikmat ketika kontolku memancarkan air mani, memeknya semakin keras menjepit kontol itu. Yaaah inilah sorga dunia!

Kami melongo selama beberapa dikala mencicipi kenikmatan yg luar biasa. Lalu saya berguling dari atas tubuh Mulan. Kini kami sama-sama terbaring terlentang kelelahan. Masih telanjang bulat. Kontolku sudah tercabut dari memeknya. Cairan spermaku berceceran di mana-mana, di atas perutnya, di pahanya dan menodai kain sprei dan sarung bantal. Saat itu kami gres mencicipi sangat lelah karena semenjak pulang dari program penyelaman kami berkali-kali bercinta terus tidak ada henti2nya mengumbar nafsu birahi kami. Tanpa sadar kami tertidur kelelahan dan penuh rasa puaaaaas!

Aku tersentak bangun ketika sinar matahari yg menyelinap dari balik tirai jedela menyinari wajahku. Rupanya hari sudah menjelang siang. Ku lihat Mulan masih tertidur pulas memunggungi diriku. Masih telanjang bulat. Rupanya ia benar2 kelelahan. Tiba-tiba saya teringat bahwa sore hari nanti ayah dan ibuju akan tiba di bandara pulang dari kunjungannya di Australia. Waduh bisa berabe kalau mereka menemukan diriku sedang tidur telajang lingkaran bersama perempuan yg tidak dikenalnya di kamar itu.

Aku segera membangunkan Mulan. Maka kami segera mandi lagi, membersihkan segala keringat, cairan mani atau cairan memek yg mengotori tubuh kami. Kami pun segera berbenah dan segera keluar dari kamar itu. Masih ada peran bagiku. Aku harus mengantarkan Mulan hingga ke rumah kosnya dan memikirkan alasan apa yg cukup masuk logika akan keterlambatan ini. Tidak lupa saya pun memerintahkan pembantuku untuk membersih semua bekas-bekas percintaan kami semalam di kamar itu, di dalam kamar mandi, di kain sprei dan sarung bantal, gorden jendela, pokoknya semuanya. Aku tidak mau ortuku curiga atas perbuatan kami di kamar itu.

Pengalaman bercinta dengan Mulan sungguh pengalaman yg betul2 luar biasa walaupun bukannya untuk pertama kali saya bercinta dgn perempuan cantik dan bahenol. Dan saya akan selalu mengenang pengalaman itu. Beberapa waktu kemudian ketika saya terkenang-kenang lagi dengan Mulan, maka saya memutar kembali rekaman video kisah percintaan kami di dalam kamar dan kamar mandi itu dan menyaksikan betapa ganas, liar dan hot-nya kami bercinta! Adakah perempuan lain yg lebih panas dan lebih hot daripada si bohay dan si molek Mulan? Dimanakah beliau sekarang? Bagaimana kabarnya? Petualangan cinta apa lagi yg dilakoninya?

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3

Cerita Dewasa Karena Iseng Dapat Jatah Ngentot

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Dewasa Karena Iseng Dapat Jatah Ngentot".

Cerita ini gres terjadi 2 ahad yang lalu ketika gw menjahili supervisor gw yang cantik… Nama gw galan karyawan call center bank swasta terkemuka di di indonesia. Jabatan gw hanya sbgai agent biasa yg kerjanya dimaki-maki nasabah setiap harinya, tapi beruntungnya gw dapet supervisor yang cantik dan seksi berjulukan Serma. Cewek putih,langsing dan berdada molek ditambah bongkahan pantat yang sangat sensual ini sungguh menggoda. Dengan tinggi 168 cm dan berdada 34 B ditambah kemeja ketat dan rok pendeknya selalu membuat hancur konstrasi gw.


To the point aja, bos gw si serma yang cantik itu tiba-tiba memanggil gw untuk ke mejanya, gw kira gw bakal kena omelan alasannya yakni kerjaan gw yang awut-awutan tetapi ternyata hanya untuk dicekin smartphone nya yang katanya sering ngeheng.
” Lan lo mampu bantu liatin HP gw ga? Ko sering ngehang ya? Trus sinyalnya sering ilang?” tanyanya dengan raut wajah bingung, sungguh ekspresi kebingungannya bikin gw gemes,seolah-olah pengen gw jilat itu muka dengan pengecap gw.
” Ya udh sini gw liatin tapi HPnya gw bawa dulu ya nanti pas makan siang klo udah bener gw kasih lagi.” balas gw untuk usul dia.

Smartphonenya gw bawa ke meja gw, gw coba otak-atik dikit padahal gw juga ga ngerto-ngerti bgt soal beginian galau juga gw kenapa si serma tiba-tiba minta tolong ke gw.
Setelah lama gw oprek HPnya kesannya gw ga nemu penyakit dr smartphonenya, selintas muncul anutan jelek gw, mumpung HPnya ada di gw, gw cek aja foto2 dalam galerinya. Dan apa yang gw dapet, gw liat ada beberapa foto hotnya. Ada pose ketika beliau lagi tiduran dengan BHnya aja,ada foto di beling kamar mandi dengan toketnya yang putingnya yang coklat cantik dan 1 lagi yang paling mantep ada 1 pose dimana ada foto Serma lagi tiduran di kasur dengan hanya menggunakan g-string hitam dan tanpa BH.

Niat jahat gw timbul, foto-foto ini mampu jadi modal buat gw untuk mencicipi badan nya yang sensual itu. Dengan cepat gw kirim foto-foto itu ke smartphone gw. Setelah selesai gw balikin smartphonenya.
” Ka serma gw ga ngerti nih,dari tadi gw oprek tapi masih lemot aja, coba lo bawa ke counter aja deh.” sapa gw dengan anutan sebentr lagi gw akan dapetin badan moleknya.
” Yahh lu gimana sih kirain gw lu ngerti. Ya udah deh gapapa nnti gw bawa. Makasih ya.”.dengan wajah kecewa.

Sehari berselang tepatnya pukul 8 malam ketika suanasana kantor mulai sepi, hanya ada beberapa orang shift malam, tanpa pikir panjang gw kirim balik foto-foto hotnya beliau ke smartphonenya beliau dengan akomodasi messanger. Gw liat beliau lagi duduk sambil menatap serius PC dan kaget setelah mendapat pesan gw.
Dan dengan cepat beliau balas pesan gw, dengan mata yang melotor ke arah gw.”KURANG AJAAAARRRRR APA-APAAN INI?? BERANINYA LO NGAMBIL FOTO-FOTO GW. GW LAPORIN LO KE KABAG….” Balasnya denga emosi.

” Silahkan, dengan senang hati palingan kalo kaka bilang efek ke gw cuma di pecat, untuk ngelapor ke polisi kayanya ga bakal, apa mau Perusahaan membuka malu karyawannya? Dan klo kaka lapor apa kaka gak malu?” dengan perasaan penuh kemenangan.
” Hapus sekarang juga, dan jangan bikin gw marah. Inget gw supervisor lo.” ancamnya sambil tetap menatap tajam ke arah gw, gw pun hanya senyum sinis.
” Gw akan hapus setelah gw mampu menjamah badan seksi lu.” ancam gw.
“Bajingan, jadi lu ancem gw” balasnya dengan cepat di mesangger.
” Ya terserah apa penilaian kaka..mau saya jamah sedikit atau kaka malu dan ga mungkin kaka pun akan di pecat.”
Keadaan gw udah diatas angin sekarang dan ka serma membalas.
” Apa mau lo sekarang?” Balasan dengan kata2 menyerah.
” Saya tunggu kaka di toilet wanita sekarang, jangan lapor siapa pun atau kita hancur bersama.” balas gw dengan kontol yang sudah menegak membayangkan sesaat lagi menatap badan seksi ka serma.
Gw pun segera meninggalkan meja gw dan beranjak ke toilet wanita, mengapa gw pilih disana krna gw tau jam segitu toilet itu sudah sepi karna hanya ada beberapa wanita saja yang tersisa di kantor.
Gw pun membuka pintu kamar mandi secara mengendap-endap, lalu gw pilih bilik kamar mandi yang paling ujung.
Gw kirim pesan ka serma ” gw udah dikamar mandi dan gw ada dibilik ujung, cepet kesini kontol gw udah tegang ” kiriman pesan gw semakin cabul.
5 menit berselang tidak ada tanggapan dan gw makin panik, jangan jangan beliau lapor satpam atau panggil karyawan lain untuk grebek gw.
Dan tiba-tiba pintu kamar mandi kebuka, jantung gw bedegup kencang, siapa kah yang membuka pintu itu.
Dan tak lama ketukan bilik kamar mandi berbunyi,gw buka pintunya ka Serma udah ada di depan bilik.
Gw: ” silahkan masuk kaka cantik.”
Dia pun mengikuti bagai kerbau yang ditusuk hidungnya, dengan muka yang sangat marah beliau masuk. Bilik kamar mandi yang sempit membuat jarak kau sangat dekat. Gw liat beliau menggunakan kemeja putih yang ketat sehingga toketnya menonjol dengan menantang. Ditambah rok mininya yang sejengkal diatas lutut membuat bokongnya semakin terlihat besar.
Serma : ” apa yang lu mau?”
Gw : ” badan lu ka serma, puasin gw sekarang dan gw persilahkan lu hapus foto2 lu sendiri di hp gw.”
Sema : ” gw supervisor lo, gw atasan lo, hingga hati lu kaya gini?”
Kedua tangan gw eksklusif gw tempelin ke toketnya, luar biasa sintalnya toket dia, beliau kaget dengan apa yang gw lakuin.
Gw : ” gw ga peduli, gw cuma butuh badan lu skrg aja, setelah itu gw akan lupain kejadian.”
Secara perlahan tapi pasti gw raba toketnya secara perlahan, matanya menatap dendam ke gw. Semakin lama rabaan gw semakin cepat dan memjurus brulat. Gw pun membuka kancing kemejanya dan eksklusif melucuti bajunya.
Gw liat toketnya luar biasa menantang dengan bh berwarna hitam berenda sedikit di tepiannya. Gw buka kaitan di belakang dan gw cantelkan di pintu bilik. Dua buah bukit kembar dan puting yang coklat sungguh membuat kontol gw makin membesar. Segera saja gw jilati puting kanan dan toket kiri gw raba dengan tangan gw.
Gw isep terus toketnya, gw jilat dengan rakus dan sesakli gw digigit. Puting satunta pun gw pilin hingga kesannya nafasnya mulai tak beraturan. Gw tukar posisi sekarang toket kirinya yang gw jilat dan ise, toket kanan yang sudah berair gw raba secara keras dan gw puter-puter putingnya.
Keluarlah bunyi dari mulutnya. ” Aaaaaahhhhhhhh….”, gak gw sangka beliau menikmati juga apa yang gw lakukan.
Sambil terus menmenjelajahi toketnya yang ranum dengan jilatan,hisapan dan pelitiran puting. Kaitan rok belakng perlahan gw buka dan seletingnya pun gw turunkan. Secara otomatis turun lah rok kak serma.
Oh my god ternyata beliau sedang menggunakan g-string hitamyang hanya menutupi memeknya dengan bentuk segitiga dan tali tipis menyelip di balahan pantatnya.
Toketnya semakin brutal gw jilat dan sering kali gw gigit kecil yang membuat beliau mendesah kenikmatan. Tanganku sekarang keduanya ada di pantatnya, kuraba pantat semoknya dengan tangan kiri dan tangan kananku kuraba memeknya yang mulai berair dengan cairan kewanitaannya, ternyata ka serma terangsang juga..
Setelah puas mencicipi toketnya kusuruh ka serma duduk diatas toilet yang terlebih dahulu saya tutup biar beliau bs duduk.
Kubuka g-stringnya, mukanya gamang antara menuruti tetapi disisi lain beliau tidak ikhlas. Dan setelah kubuka kulihat memeknya yang dihiasi bulu sedikit dan tertata rapih.
Aku eksklusif bertjongkok dihadapnya, ku jilati memeknya yang basah, kumainkan klirotisnya dengan pengecap ku dan sesekali saya sapu memeknya. Tangan ku tak mau diam,ku maikan jariku di anusnya, keluar lah desahan kembali dari mulutnya, ” ahh galan, lu jahat, lu bikin gw sange, lu harus tanggung jwab puasin gw sekarang…ahhhhh…terus lan…enakkk…ooohhhhh…”
Ternyata beliau sambil memilin kedua putingnya sendiri.
Gw masukin pengecap gw ke memknya dan jari yang kiri memaikan itilnya, beliau kelojotan dengan apa yang gw lakuin. Ga bertahan lama pahanya menjepit kepala gw dan membuat gw sulit bernafas. Gw tau di mau orgasme dan gw isep itilnya dengan berpengaruh dan secra bersamaan beliau melungguh panjang ” ooohhhhhh galannnnn gw keluaarrrr, ” keluarlah cairan hangat secara perlahan yang membuktikan beliau orgasme, beliau bersandar di toilet dengan kaki mengakang dengan wajah lemas.
” Bangsat lu lan,lu bikin gw orgasme.”.
Gw: ” tapi lu suka kan????sekarang giliran gw ya.”
Gw buka celana gw, cd dan kemeja gw secara cepat dan menyembulah kontol gw yang standar dengan panjang 14 cm ini.
Gw jambak rambutnya dan mengarahkan mulutnya ke kontol gw.
” Jangan agresif dong, pake jenggut segala, gw tau kok apa yang harus gw lakuin” sanggaj ka serma.
Gw hanya tersenyum dengan responya.
Dia mulai memegang kontol gw dengan tangan kirinya dan mulai mencium kepala kontol gw, tangan kirinya mengocok-ngocok pelir gw yang membuat gw terbang ke enakan.
” Kontol lo boleh juga, kapan-kapan klo gw mau lagi boleh ya?”.pinta kak serma.
Gw kaget dengan permintaannya dan gw hanya berkata.
” Ga usah banya mulut ka, sepong gw sekarang gw udah sange. Masa’ yang ngecrot lu doank. Gw juga mau.” Tandas gw.
Dengan cekatan beliau mulai memasukan kontol gw kemulutnya secara beraturan, beliau jilatin lubang kebcing gw, beliau jilatin semua bab kontol gw tanpa ada basa-basi lagi. Mulutnya sudah penuh dengan kontol gw, beliau keluar masukan kontol gw dari mulutnya. Gak sangaka andal beliau nyepong. Setelah 5 menit beliau sepong gw, kesannya gw mau ngecrot juga dan gw gak rela klo harus ngecrot dengan cara ini.
Gw tarik kontol gw dari mulutnya, beliau pun protes. ” Apa-apaan sih gw lagi enak ini.”
Gw: ” gw akan kasih yang lebi enak, nungging lu sekarang.”
Dia pun menurutinya, gak sangka gw betapa mudahnya gw menyuruh supervisor gw ini bertindak cabul.
Sekarang beliau udah nungging dan gw mampu liat anus dan memeknya dr belakang, pantatnya gw cubit dan beliau marah, ” brengsek,sakit tau cepet masukin kontol lu, kerjaan gw masih banyak.”
Tanpa berpikir panjang gw arah kontol gw ke memeknya secara perlaha, dan ternyata beliau udah ga perawan, memeknya cukup mudah dimasukin tapi tetep pijatan daging memeknya cuku lumayan.
Kontol gw udah masuk semua dan gw dieimin sebentar, setelah itu mulai gw genjot maju mundur dengan ritma perlahan.
” Ooohhhh lan terus entotin gw, masukin semua kontol lo, puasin gw.” Pintanya.
Gw ketawa dalam hati, ga gw sangka bahasa pelacur juga klo udah sange. Ritme mulai gw tingkat kan genjotannya. Sambil toketnya gw raba dari belakang. Dia semakin mendesah, ” oooohhhhhh galan bangsattt, cepet lan…cepet……enak sayang…..perkosa gw….sekarang gw pnya lo sayang….pake gw sesuka lu…aaaaaaahhhhhhh…terussssss….bangsaattt…. ” Celoteh ka serma terdengar cabul tapi semakin membuat gw terngsang.
Bosen dengan gaja blowjob,sekarang gw cabut kontol gw, sekarang gw duduk diatas toilet dan gw minta ka serma bangkit diatas gw, tanpa diminta beliau mengerti dan mengarahkan kontol gw memeknya.
Bleeeessssssssss…..masuklah semua kontol gw di memeknya, beliau membisu menikmati kontol gw berada di memeknya. Gw cium bibirnya secara brutal dan beliau mulai menaik turunkan pinggulnya. Ciuman gw beralih ek toket, gw emut putingnya dan gw grebek toket satunya, ” ahhhhh galaannnnnnn lu gilaaaaa gw nikmat banget, ooohhhhhhhhhhh isep terus lann….teruuuuuusssss….”
Genjotannya semakin mengiila sehingaa keluar bunyi keceplaaakkk…..kecplaaakkk…kecplaaaakkkkk,, bunyi campuran lendir kewanitaan beliau yang mulai membasahi paha kami.
Dia sangat buas, genjotannya semokin meningkat.
” Galaaaaannn….galannnn….gw mau keluarrrrr gw ga kuat….ooooohhhhhh….” Pintanya.
” Sebentar ka kita keluarin bareng. Sebentar lagiiiiiiii, ohhhhhhhh lo pelacur gw malem ini…” Balas gw..
Dia tidak merespon perkataan bejat gw dan tak lama, ” galaaaannn gw keluaaaaaaaaarrrr.n….aaaargghhtttttttttttttt…. …” beliau orgasme, cairan hangat keluar dari memeknya.
Dan tak sempat bertanya kontolku pun ngecrot di dalam rahimnya.
” Ka sermaaaa gw keluaaaaarrrrr ooooooohhhhhhhhhhh….”
Kami pun orgasme bersama dan beliau memeluk badan gw yang terkulai lemas diatas tolilet.
2 menit keheningan terjadi, kontol gw masih di memeknya hingga mengkerut. Dia mulai mengeluarkan perkataan dengan nafas terengah

Ka serma : ” hapus fotonya sekarang dan gw nrimo klo lo minta hal ini kapan pun itu.”
Gw : ” serius lo?”
Ka serma : ” gw seriusss…selama ini gw hanya mampu puasin diri gw dengan jari, tapi sekarang gw pnya kontol lo yang mampu puasin gw. Tapi inget ini diam-diam kita berdua.”
Gw: ” siaaapppp,, semoga kita mampu bekerja sama dengan baik ka.” Sahut gw dengan bercanda.
Dan beliau tak membalas dan mencium bibir gw. setelah itu kita berpakaian dan keluar secara bergantian dan bekerja kembali seolah tidak ada yang terjadi.
Setelah kejadian itu kau sering bertemu di kosan ku untuk bercinta dan saling memuaskan.

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3

Cerita Dewasa Menikmati Tubuh Seksi Mertuaku

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Dewasa Menikmati Tubuh Seksi Mertuaku".

Lazimnya tradisi tahunan untuk pulang mudik lebaran, saya bersama istri dan anak-anakku pun pada hari lebaran kemarin ikut mudik ke rumah mertuaku di kota P, Jawa Barat."Aduh senangnya Oma dan Opa bila kalian datang..", kata mama mertuaku sambil memeluk dan mencium kedua anak-anakku.


Apa kabar, Pa?", kataku sambil menyalami Papa mertua.

"Baik, Roy..", jawab Papa mertuaku sambil tersenyum.

"Apa kabar, Ma?", kataku sambil menyalami mama mertua.

"Mama baik, Roy..", jawab mama mertuaku sambil memeluk dan cium pipiku kiri kanan.

"Mama kangen..", bisik mama mertuaku ketika mencium pipiku

Aku hanya tersenyum. Seperti ceritaku sebelumnya ("Aku dan Mertua"), saya sudah lama menjalin kekerabatan cinta kasih dengan ibu mertuaku.Begitulah, kami semua berkumpul dan melewati hari lebaran di kota P selama 3 hari, dan sesuai dengan rencanaku sebelumnya, saya sekeluarga akan segera pergi menuju kota lain untuk bersilaturahmi dengan saudara-saudara yang lain esok harinya.

"Kalian akan pulang kapan?", tanya Papa mertua kepada istriku.

"Rencananya besok pagi kami akan segera ke Bandung, Pa..", kata istriku.
Terlihat wajah mama mertuaku berubah sambil mencuri pandang ke arahku.
"Kalian akan ke sini lagi tidak?", tanya mama mertua.
"Sepertinya tidak, Ma..", jawab istriku.
"Kami dari Bandung nanti akan eksklusif pulang ke Jakarta..", lanjut istriku.
"Ya bila begitu, kalian nanti malam harus istirahat biar berpengaruh untuk jalan besok", kata mama mertuaku.
"Ya, Ma..", kataku sambil berdiri berdiri.
"Mau kemana, Pa?", tanya istriku.
"Aku mau periksa kondisi kendaraan beroda empat dulu, Ma..", jawabku sambil pergi meninggalkan mereka di ruang keluarga.

Ketika saya sedang memeriksa kondisi mobil, mama mertuaku datang menghampiri."Roy..", tanya mama mertua."Ya ada apa, Ma?", kataku.

"Mama kangen kamu. Apakah kau tidak?", tanya mama mertua. Selintas kulihat istri dan anak-anakku masih mengobrol dengan Papa mertua beserta beberapa saudara.

"Saya juga kangen dengan Mama..", kataku sambil menatap matanya
Mama mertuaku tersenyum manis. Walau umurnya sudah kepala empat, tapi kecantikan dan kemolekan tubuh mertuaku itu masih tampak terang di mataku

"Nanti sore atau malam, mampu tidak bila kita jalan sebentar, Roy?", tanya mama mertuaku penuh harap."Mm.. Kita coba nanti, Ma..", kataku sambil tersenyum. Kami lalu saling melempar senyum penuh arti. Kemudian mama mertuaku pergi dan masuk ke dalam rumah.

Sore harinya.

Pa, Mama ada perlu ke supermarket dulu..", kata mama mertuaku kepada suaminya.Emannya mau beli apa?", tanya Papa mertua."Mama mau belikan sesuatu untuk bawah umur si Roy untuk di jalan besok pagi, sekalian Mama mau beli keperluan Mama..", kata mama mertua.

"Mama mau pinjam dulu si Roy ya, Sayang..?", kata mama mertua kepada istriku.

"Ya, Ma..", kata istriku.

"Mana anak-anak?", tanyaku pada istriku.

"Udah pada tidur sore..", kata istriku.

"Ya sudah, saya pergi ngantar Mama dulu ya, Sayang..", kataku sambil mencium kening istriku. Istriku mengangguk. Kemudian saya dan mama mertua eksklusif pergi."Senang sekali Mama mampu berduaan dengan kamu, Roy", kata mama mertua sambil mengusap pahaku.

Aku hanya tersenyum sambil melirik ke mertuaku yang tangannya mulai pembangkang naik dan masuk ke dalam celana Hawaii-ku, lalu jarinya mulai mengelus selangkanganku."Sudah beberapa bulan Mama tidak merasakan..", kata mama mertua sambil mengusap-ngusap dan meremas kontolku yang sudah mulai berdiri dari luar celana dalamku.


"Kita kemana, Ma?", tanyaku sambil mencicipi desiran kenikmatan ketika tangan mertuaku meremas dan mengocok kontolku pelan.

"Ke daerah biasa saja, Roy..", kata mertuaku.

"Iya, Ma.. Tapi tangan Mama udah dulu dong, ah.. Nanti saya tidak mampu jalan..", kataku sambil tersenyum

"Hi.. Hi.. Iya deh..", kata mama mertuaku pembangkang sambil tertawa.Tak lama kemudian kumasukkan kendaraan beroda empat ke pelataran hotel kelas melati di kota P tersebut. Setelah check-in, segera saya dan mama mertua masuk ke kamar yang telah ditentukan.

"Mama sangat kangen, Roy..", kata mama mertua sambil memelukku erat setelah di dalam kamar.
"Saya juga kangen sama Mama..", kataku sambil mengecup bibirnya.

"Mm.. Mmhh..", gumam mama mertua sambil belas melumat bibirku sementara tangannya eksklusif masuk ke dalam celana Hawaii-ku, lalu masuk lagi ke celana dalam.

"Ohh.. Enak, Ma..", bisikku ke telinganya sambil meremas buah dadanya yang besar.

"Mama selalu pengen bersahabat dengan kamu, Roy..", bisik mama mertua sambil menurunkan celana Hawaii-ku dan memerosotkannya hingga lepas.

Akupun segera melepas kaos yang kupakai dan celana dalam yang sudah menggembung. Sementara mama mertua juga sama melepas semua pakaiannya hingga telanjang bulat.

Cerita seks -  "Sudah berapa lamu saya tidak bersama Mama?", tanyaku sambil memeluk tubuh telanjang mama mertuaku. Kontolku yang sudah tegang dan tegak menyentuh-nyentuh bulu memek dan perut mertuaku."Sudah tiga bulan kau tidak kunjungi Mama, Roy..", kata mama mertua sambil memegang dan mengocok kontolku.

"Mama rasanya hampir gila tidak mampu bersama kau selama itu", katanya lalu melumat bibirku.Lama kami berciuman sambil saling usap, saling raba, saling remas tubuh masing-masing.Ohh.. Mmhh..", desah mama mertua ketika tanganku mengusap potongan memeknya lalu jariku masuk ke lubang memeknya yang sudah sangat basah.

Royy.. Oohh..", desah mama mertua makin keras ketika saya menurunkan kepala ke dadanya lalu kujilati puting susunya bergantian sembari tangan dan jariku masih tetap memainkan memeknya.

"Royy.. Mama sudah tidak berpengaruh lagiihh..", bisik mama mertuaku sambil menggerakan pinggulnya seiring bacokan jariku ke memeknya.

"Setubuhi Mama sekarang..", pintanya lirih sambil melepaskan diri dari pelukanku lalu ia berbaring di ranjang.

Aku tersenyum, lalu saya pun segera naik ke atas ranjang dan kunaiki tubuh telanjang mama mertuaku."Ayo lekas lakukan, Roy..", katanya sambil meraih kontolku lalu diarahkan ke lubang memeknya.Mama nggak tabah amat sih..", kataku sambil tersenyum lalu kukecup bibirnya, kemudian kutekan kontolku perlahan hingga alhasil kontolku masuk semua ke dalam memek mertuaku.

"Ohh.. Shh.. Enakk, Royy..", desah mertuaku sambil menggoyang pinggulnya.

"Mama tidak tabah sebab sudah lama tidak menerima kenikmatan dari kamu, sayang..", bisik mama mertuaku.

"Makanya ketika Mama mendapat kabar bila kau akan datang berkunjung, hati Mama sangat senang.. Ohh..", lanjut mertuaku.

"Apalagi ketika melihat kau datang, gairah Mama eksklusif muncul.. Hanya saja Mama tahan terus..", katanya sambil melumat bibirku.

Saya juga waktu melihat Mama menyambut, eksklusif pengen..", kataku sambil terus memompa kontol di memeknya.
"Ohh.. Nikmat sekali, Royy..", desah kenikmatan keluar dari mulutnya.

"Setubuhi mama lebih cepat, sayang..", pintanya sambil mencengkram tubuhku erat.

Aku mengerti bila mama mertuaku hampir mencapai orgasmenya, maka saya segera mempercepat pompaan kontolku.

"Ohh.. Ohh.. Mama mau keluarr.. Ohh..", lenguhan panjang terdengar dari ekspresi mertuaku sambil memejamkan matanya. Serr! Serr! Lendir birahi mama mertua menyembur disertai dekapan yang sangat erat di tubuhku.

"Rooyy.. Nikmat sekalii..", desah mama mertua sambil badannya terkulai lemas.

Aku tersenyum melihat mama mertua memejamkan matanya sebab menikmati kenikmatan yang tiada tara.



"Ma, balikkan badannya dong..", pintaku sambil mencabut kontolku dari memeknya.

"Apa, Roy? Nungging?", tanya mama mertua.

"Bukan, Ma.. Mama tengkurap saja", kataku.



Mama mertuaku menuruti apa permintaanku. Dia tengkurap sambil membuka kakinya agak lebar sehingga memeknya tampak merekah merangsang. Lalu kuarahkan kontolku ke lubang memeknya kemudian kutekan hingga masuk semua.

"Mmhh.. Enak sekali, Ma..", kataku sambil mengeluarmasukkan kontolku di memeknya.

"Ohh.. Roy.. Enak sekali..", kata mama mertuaku sambil menggoyangkan pantatnya.

Aku terus mengeluarmasukkan kontolku sambil meremas-remas bongkahan pantat mama mertua yang besar dan bulat. Sesekali kusentuh lubang pantatnya dengan jariku.

"Roy, kau ngapain?", tanya mama mertua ketika saya mencoba memasukkan sedikit ujung jariku ke lubang pantatnya.

"Nggak apa-apa, Ma.. Tapi enak kan, Ma?", tanyaku sambil tetap memompa kontolku di memeknya.

"Iya sih enak.. Tapi jijik kan, Roy..", kata mama mertua sambil memejamkan mata ketika kumasukkan jariku sedikit lebih dalam lagi ke lubang pantatnya.

Tak lama kurasakan sesuatu yang ingin menyembur dari kontolku. Kupercepat gerakan kontolku sambil menikmati perasaan nyaman yang mulai meningkat di kontolku.

"Saya mau keluar, Ma..", kataku serak.

"Keluarkan di memek Mama saja Roy.. Biar enak..", kata mama mertua.
Croott! Crott! Croott! Air maniku menyembur banyak di dalam memek mama mertuaku. Kutekan kontolku dalam-dalam ke memeknya. Terasa kontolku berdenyut-denyut nikmat. Kudekap mama mertua dari belakang tanpa melepas kontolku dari lubang memeknya.

"Nikmat sekali, Ma.. Memek mama masih nikmat..", pujiku.

"Makanya, sering-seringlah kau kunjungi Mama biar Mama mampu berikan semua kasih sayang dan kenikmatan buat kamu..", bisik mama mertuaku.

Setelah beres-beres, saya dan mama mertua segera keluar dari hotel tersebut lalu menuju supermarket untuk berbelanja keperluan yang dibutuhkan. Kulihat wajah mama mertuaku sangat cerah dan ceria. Sangat jauh berbeda daripada ketika sebelum kami bersetubuh lebih dari 1 jam yang lalu tadi.

Selesai berbelanja, kami lalu segera pulang. Di rumah, mama mertua dan saya berlaku menyerupai tidak ada apa-apa yang telah terjadi di antara kami sehingga tidak ada yang curiga.

Keesokan paginya saya sekeluarga segera pergi menuju Bandung untuk mengunjungi sanak saudara lainnya.

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3