Kumpulan Cerita Sex 2018 - Kali ini saya menyayangi dua wanita yang berada di kampus yang sama, dan mereka berteman juga. Sebenarnya saya menjalin relasi dengan Nisya terlebih dahulu, tapi saya tidak mampu menolak saat Tina sahabat Nisya juga menyatakan cintanya padaku. Akupun menolaknya waktu itu tapi ia bilang akan merahasiakan perasaannya padaku dan tidak ingin mengecewakan Nisya juga.
Diapun begitu baik dan juga perhatian padaku sehingga akupun merasa simpati padanya. Dan risikonya kamipun melaksanakan relasi menyerupai dalam adegan cerita sex meskipun tanpa status yang jelas, dan bukan hanya sekali kami melakukannya, tapi berkali-kali. Tentu saja semua itu tanpa sepengetahuan Nisya pacarku yang juga sahabat dari Tina kami berdua sangat rapi merahasiakannya.
Tina begitu memanjakan saya dengan perhatiannya, saya menjadi kasihan melihatnya apalagi saat saya harus bermesraan dengan Nisya di depannya. Karena Nisya sering kali bersifat manja padaku, namun dengannya saya belum pernah melaksanakan adegan layaknya dalam cerita sex. Meskipun ia terlihat manja bahkan tidak jarang kami saling berpelukan di depan teman-teman kami.
Mungkin itu juga salah satu yang membuat Tina mencintaiku, ia melihat betapa saya sangat menyayangi Nisya. Seperti sore ini kami berada di kawasan nongkrong menyerupai biasanya, Nisya dengan manja berkata “Sayang..sini duduk dekat-dekat aku..” Akupun duduk di sebelahnya alasannya ialah ialah di sana tempatnya lesehan, dengan manjanya Nisya rebahan di pangkuanku, dan saya melirik ke arah Tina ia menghela nafas panjang.
Aku tahu kalau Tina cemburu melihat kedekatan kami. Nisya bercanda dengan teman-teman kami yang berada di sana, sampai risikonya ia nyeloteh soal Tina yang belum ada gandengan “Sepertinya sahabat kita cuma Tina yang betah lama-lama ngejomblo..” Canda Nisya dan membuat yang lain tertawa, saya lihat TIna juga tertawa tanpa berkata apa-apa ia hanya tersenyum.
Kami memang biasa saling canda dan tidak pernah sampai marahan gara-gara obrolan yang kelewat batas. Malam itu setelah mengantar Nisya ke rumahnya akupun menuju rumah Tina yang saya lihat tadi ia pulang dengan Via sahabat kami, sampai di depan rumahnya Tina langsung naik ke atas mobilku alasannya ialah ialah tadi saya sudh menelponnya terlebih dahulu dan diapun bersiap di depan rumahnya.
Mobilku melaju tanpa arah dan saya terharu saat Tina langsung memeluk tubuhku, ia terus menciumi pipiku. Dengan tangan memegang kemudi akupun membelai rambutnya dengan tanganku satunya “Maaf ya bebs.. saya sering bikin kamu sakit hati..” Dia semakin erat memelukku sambil berkata “Ini sudah konsekuensi bagiku sayang.. dan saya harus menerimanya..” Lanjutnya.
Karena Tina sudah mulai badung pada selangkanganku risikonya kontolku ikut menegang, akupun menghentikan mobilku lalu mulai meraba cuilan tubuh Tina juga. Aku cium leher
jenjangnya sambil meremas toketnya juga “OOOuuuggggggghhhh… eeeeeuuuuummmppphhh… aaaaaaaaggggghhh… aaaggghhh… aaaggggggghhhhhh… aaaaaggghh… ” Terus saja saya meremas buah dadanya.
Tinapun tidak tinggal diam tangannya mulai mencari kontolku yang masih berada di dalam celanaku. Setelah ia buka celanaku dan nampak kontolku diapun mengelusnya tapi lama kelamaan Tina menunduk lalu dengan lembutnya ia mengulum kontolku “OOooouuuugghhh… ooouugghhhhh… niiiikmaaat… saaaayaaang…. aaaaaggggghhh… aaaaaaggghh” Semakin buas Tina mengulum kontolku.
Saat itulah saya membaringkan tubuh Tina pada jok mobilku, dengan sedikit mendorongnya akupun memasukkan kontolku ke dalam memeknya. Tanpa kesulitan akupun langsung mampu menancapkan kontolku alasannya ialah ialah kami biasa melaksanakan adegan layaknya dalam cerit sex ini di dalam kendaraan beroda empat sebelumnya. Dan saya goyang pinggulku menyerupai biasa Tinapun mendesah menikmatinya.
Dia mendesah dengan nikmatnya “OOouugghhh… aaaaggghhh… teruuuuus… aaaaggghhh… aaaaaggghhhh…. aaaaggggggghhhhh… aaaaggggghh… ” Desahnya membuat saya semakin keras menggoyang pinggulku, tangan Tina memegang agak keras lenganku semakin cepat pula saya menghentakan kontolku. Sampai risikonya saya merasa kalau spermaku akan segera tumpah.
Aku tekan semakin keras kontolku pada memek Tina sambil mengerang keras “OOOuugghhhh…. Tin… aaaagggggghhhh… aaaagggggghhhh…. aaaggghhhh… aaaggghhh… ” Tina rupanya juga mencapai puncak kenikmatan saat itu juga, diapun memeluk erat tubuhku. HIngga risikonya kontolku melemas dan saya duduk kembali di jok mobilku saya lihat Tina begitu puas ia terssenyum padaku.
Diapun begitu baik dan juga perhatian padaku sehingga akupun merasa simpati padanya. Dan risikonya kamipun melaksanakan relasi menyerupai dalam adegan cerita sex meskipun tanpa status yang jelas, dan bukan hanya sekali kami melakukannya, tapi berkali-kali. Tentu saja semua itu tanpa sepengetahuan Nisya pacarku yang juga sahabat dari Tina kami berdua sangat rapi merahasiakannya.
Tina begitu memanjakan saya dengan perhatiannya, saya menjadi kasihan melihatnya apalagi saat saya harus bermesraan dengan Nisya di depannya. Karena Nisya sering kali bersifat manja padaku, namun dengannya saya belum pernah melaksanakan adegan layaknya dalam cerita sex. Meskipun ia terlihat manja bahkan tidak jarang kami saling berpelukan di depan teman-teman kami.
Mungkin itu juga salah satu yang membuat Tina mencintaiku, ia melihat betapa saya sangat menyayangi Nisya. Seperti sore ini kami berada di kawasan nongkrong menyerupai biasanya, Nisya dengan manja berkata “Sayang..sini duduk dekat-dekat aku..” Akupun duduk di sebelahnya alasannya ialah ialah di sana tempatnya lesehan, dengan manjanya Nisya rebahan di pangkuanku, dan saya melirik ke arah Tina ia menghela nafas panjang.
Aku tahu kalau Tina cemburu melihat kedekatan kami. Nisya bercanda dengan teman-teman kami yang berada di sana, sampai risikonya ia nyeloteh soal Tina yang belum ada gandengan “Sepertinya sahabat kita cuma Tina yang betah lama-lama ngejomblo..” Canda Nisya dan membuat yang lain tertawa, saya lihat TIna juga tertawa tanpa berkata apa-apa ia hanya tersenyum.
Kami memang biasa saling canda dan tidak pernah sampai marahan gara-gara obrolan yang kelewat batas. Malam itu setelah mengantar Nisya ke rumahnya akupun menuju rumah Tina yang saya lihat tadi ia pulang dengan Via sahabat kami, sampai di depan rumahnya Tina langsung naik ke atas mobilku alasannya ialah ialah tadi saya sudh menelponnya terlebih dahulu dan diapun bersiap di depan rumahnya.
Mobilku melaju tanpa arah dan saya terharu saat Tina langsung memeluk tubuhku, ia terus menciumi pipiku. Dengan tangan memegang kemudi akupun membelai rambutnya dengan tanganku satunya “Maaf ya bebs.. saya sering bikin kamu sakit hati..” Dia semakin erat memelukku sambil berkata “Ini sudah konsekuensi bagiku sayang.. dan saya harus menerimanya..” Lanjutnya.
Karena Tina sudah mulai badung pada selangkanganku risikonya kontolku ikut menegang, akupun menghentikan mobilku lalu mulai meraba cuilan tubuh Tina juga. Aku cium leher
jenjangnya sambil meremas toketnya juga “OOOuuuggggggghhhh… eeeeeuuuuummmppphhh… aaaaaaaaggggghhh… aaaggghhh… aaaggggggghhhhhh… aaaaaggghh… ” Terus saja saya meremas buah dadanya.
Tinapun tidak tinggal diam tangannya mulai mencari kontolku yang masih berada di dalam celanaku. Setelah ia buka celanaku dan nampak kontolku diapun mengelusnya tapi lama kelamaan Tina menunduk lalu dengan lembutnya ia mengulum kontolku “OOooouuuugghhh… ooouugghhhhh… niiiikmaaat… saaaayaaang…. aaaaaggggghhh… aaaaaaggghh” Semakin buas Tina mengulum kontolku.
Saat itulah saya membaringkan tubuh Tina pada jok mobilku, dengan sedikit mendorongnya akupun memasukkan kontolku ke dalam memeknya. Tanpa kesulitan akupun langsung mampu menancapkan kontolku alasannya ialah ialah kami biasa melaksanakan adegan layaknya dalam cerit sex ini di dalam kendaraan beroda empat sebelumnya. Dan saya goyang pinggulku menyerupai biasa Tinapun mendesah menikmatinya.
Dia mendesah dengan nikmatnya “OOouugghhh… aaaaggghhh… teruuuuus… aaaaggghhh… aaaaaggghhhh…. aaaaggggggghhhhh… aaaaggggghh… ” Desahnya membuat saya semakin keras menggoyang pinggulku, tangan Tina memegang agak keras lenganku semakin cepat pula saya menghentakan kontolku. Sampai risikonya saya merasa kalau spermaku akan segera tumpah.
Aku tekan semakin keras kontolku pada memek Tina sambil mengerang keras “OOOuugghhhh…. Tin… aaaagggggghhhh… aaaagggggghhhh…. aaaggghhhh… aaaggghhh… ” Tina rupanya juga mencapai puncak kenikmatan saat itu juga, diapun memeluk erat tubuhku. HIngga risikonya kontolku melemas dan saya duduk kembali di jok mobilku saya lihat Tina begitu puas ia terssenyum padaku.

