Showing posts with label Ngentot. Show all posts
Showing posts with label Ngentot. Show all posts

Kumpulan Cerita Sex Anak Majikan Ngentot Dengan Pembantu Nya

Kumpulan Cerita Sex 2018 - Lima bulan sudah saya bekerja sebagai seorang pembantu rumahtangga di keluarga Pak Umar. Aku memang bukan seorang yang makan ilmu bertumpuk, hanya lulusan SD saja di kampungku. Tetapi lantaran niatku untuk bekerja memang sudah tidak sanggup ditahan lagi, kesannya saya pergi ke kota jakarta, dan beruntung sanggup memperoleh majikan yang baik dan sanggup memperhatikan kesejahteraanku.

bu umar pernah berkata kepadaku bahwa beliau menerimaku menjadi pembantu rumahtangga dirumahnya lantaran usiaku yang relatif masih muda. Beliau tak tega melihatku luntang-lantung di kota besar ini. “Jangan-jangan kau nanti malah dijadikan wanita panggilan oleh para calo WTS yang tidak bertanggungjawab.” Itulah yang diucapkan beliau kepadaku.
Usiaku memang masih 18 tahun dan terkadang saya sadar bahwa saya memang lumayan cantik, berbeda dengan para gadis desa di kampungku. Pantas saja jikalau Ibu umar berkata begitu terhadapku.
Namun akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, yaitu wacana perlakuan anak majikanku Mas Anto terhadapku. Mas Anto yaitu anak bungsu keluarga Bapak umar. Dia masih kuliah di semester 4, sedangkan kedua kakaknya telah berkeluarga. Mas Anto baik dan sopan terhadapku, hingga saya jadi aga segan bila berada di dekatnya. Sepertinya ada sesuatu yang bergetar di hatiku. Jika saya ke pasar, Mas Anto tak segan untuk mengantarkanku. Bahkan saat naik mobil saya tidak diperbolehkan duduk di jok belakang, harus di sampingnya. Ahh.. Aku selalu jadi merasa tak Enak. Pernah suatu malam sekitar pukul 20.00, Mas anto hendak membikin mie instan di dapur, saya bergegas mengambil alih dengan alasan bahwa yang dilakukannya pada dasarnya yaitu peran dan kewajibanku untuk sanggup melayani majikanku. Tetapi yang terjadi Mas Anto justru berkata kepadaku, “Nggak usah, Sarni. Biar saya saja, ngga apa-apa kok..”
“Nggak.. nggak apa-apa kok, Mas”, jawabku tersipu sembari menyalakan kompor gas.
Tiba-tiba Mas Anto menyentuh pundakku. Dengan lirih beliau berucap, “Kamu sudah capek seharian bekerja, Sarni. Tidurlah, besok kau harus bangkit khan..”
Aku hanya tertunduk tanpa sanggup berbuat apa-apa. Mas Anto kemudian melanjutkan memasak. Namun saya tetap termangu di sudut dapur. Hingga kembali Mas Anto menegurku.
“Sarni, kenapa belum masuk ke kamarmu. Nanti kalau kau kecapekan dan terus sakit, yang repot kan kita juga. Sudahlah, saya sanggup masak sendiri kalau hanya sekedar bikin mie menyerupai ini.”
Belum juga habis ingatanku saat kami berdua sedang nonton televisi di ruang tengah, sedangkan Bapak dan Ibu Umar sedang tidak berada di rumah. Entah kenapa tiba-tiba Mas Anto memandangiku dengan lembut. Pandangannya membuatku jadi salah tingkah.
“Kamu cantik, Sarni.”
Aku cuma tersipu dan berucap,
“Teman-teman Mas Anto di kampus kan lebih cantik-cantik, apalagi mereka kan orang-orang kaya dan pandai.”
“Tapi kau lain, Sarni. Pernah tidak kau membayangkan jikalau suatu saat ada anak majikan menyayangi pembantu rumahtangganya sendiri?”
“Ah.. Mas Anto ini ada-ada saja. Mana ada cerita menyerupai itu”, jawabku.
“Kalau kenyataannya ada, bagaimana?”
“Iya.. nggak tahu deh, Mas.”
Kata-katanya itu yang hingga saat ini membuatku selalu gelisah. Apa benar yang dikatakan oleh Mas Anto bahwa ia mencintaiku? Bukankah beliau anak majikanku yang tentunya orang kaya dan terhormat, sedangkan saya cuma seorang pembantu rumahtangga? Ah, pertanyaan itu selalu terngiang di benakku.
Tibalah saya memasuki bulan ke tujuh masa kerjaku. Sore ini cuaca memang sedang hujan meski tak seberapa lebat. Mobil Mas Anto memasuki garasi. Kulihat perjaka ini berlari menuju teras rumah. Aku bergegas menghampirinya dengan membawa handuk untuk menyeka tubuhnya.

“Bapak belum pulang?” tanyanya padaku.
“Belum, Mas.”
“Ibu.. pergi..?”
“Ke rumah Bude Mami, begitu ibu bilang.”
Mas Anto yang sedang duduk di sofa ruang tengah kulihat masih tak berhenti menyeka kepalanya sembari membuka bajunya yang rada basah. Aku yang telah menyiapkan segelas kopi susu panas menghampirinya. Saat saya hampir meninggalkan ruang tengah, kudengar Mas anto memanggilku. Kembali saya menghampirinya.
“Kamu tiba-tiba membikinkan saya minuman hangat, padahal saya tidak menyuruhmu kan”, ucap Mas Anto sembari berdiri dari tempat duduknya.
“Santi, saya mau bilang bahwa saya menyukaimu.”
“Maksud Mas Apa bagaimana?”
“Apa saya perlu jelaskan?” sahut Mas Anto padaku.
Tanpa sadar saya kini berhadap-hadapan dengan Mas Anto dengan jarak yang sangat dekat, bahkan sanggup dikatakan terlampau dekat. Mas Anto meraih kedua tanganku untuk digenggamnya, dengan sedikit tarikan yang dilakukannya maka tubuhku telah dalam posisi sedikit terangkat merapat di tubuhnya. Sudah pasti dan otomatis pula saya semakin sanggup menikmati wajah ganteng yang rada berair final guyuran hujan tadi. Demikian pula Mas Anto yang semakin sanggup pula menikmati wajah bulatku yang dihiasi bundarnya bola mataku dan mungilnya hidungku.
Kami berdua tak sanggup berkata-kata lagi, hanya saling melempar pandang dengan dalam tanpa tahu rasa masing-masing dalam hati. Tiba-tiba entah lantaran dorongan rasa yang menyerupai apa dan bagaimana bibir Mas Anto menciumi setiap lekuk mukaku yang segera sehabis hingga pada kepingan bibirku, saya membalas pagutan ciumannya. Kurasakan tangan MasAnto merambah naik ke arah dadaku, pada kepingan gumpalan dadaku tangannya meremas lembut yang membuatku tanpa sadar mendesah dan bahkan menjerit lembut. Sampai disini begitu campur aduk perasaanku, saya merasakan nikmat yang berlebih tapi pada kepingan lain saya merasakan nikmat yang berlebih tapi pada kepingan lain saya merasakan takut yang entah bagaimana saya harus melawannya. Namun campuran rasa yang demikian ini segera terhapus oleh rasa nikmat yang mulai sanggup menikmatinya, saya terus melayani dan membalas setiap ciuman bibirnya yang di arahkan pada bibirku berikut setiap lekuk yang ada di kepingan dadaku. Aku semakin tak kuat menahan rasa, saya menggelinjang kecil menahan desakan dan gelora yang semakin memanas.
Ia mulai melepas satu demi satu kancing baju yang kukenakan, sampailah saya telanjang dada hingga buah dada yang begitu ranum menonjol dan memperlihatkan diri pada Mas Anto. Semakin saja Mas Anto memainkan bibirnya pada ujung buah dadaku, dikulumnya, diciuminya, bahkan ia menggigitnya. Golak dan getaran yang tak pernah kurasa sebelumnya, saya kini melayang, terbang, saya ingin menikmati langkah berikutnya, saya merasakan sebuah kenikmatan tanpa batas untuk saat ini.
Aku telah mencoba untuk memerangi gejolak yang meletup kolam gunung yang akan memuntahkan isi kawahnya. Namun suara hujan yang kian menderas, serta situasi rumah yang hanya tinggal kami berdua, serta bisik goda yang saya tak tahu darimana datangnya, kesemua itu membuat kami berdua semakin larut dalam permainan cinta ini. Pagutan dan rabaan Mas Anto ke seluruh tubuhku, membuatku pasrah dalam rintihan kenikmatan yang kurasakan. Tangan Mas Anto mulai mereteli pakaian yang dikenakan, iapun telanjang bulat kini. Aku tak tahan lagi, segera ia menarik dengan keras celana dalam yang kukenakan. Tangannya terus saja menggerayangi sekujur tubuhku. Kemudian pada saat tertentu tangannya membimbing tanganku untuk menuju tempat yang diharapkan, dibagian bawah tubuhnya. Mas Anto dan terdengar merintih.
Buah dadaku yang mungil dan padat tak pernah lepas dari remasan tangan Mas Anto. Sementara tubuhku yang telah telentang di bawah tubuh Mas Anto menggeliat-liat menyerupai cacing kepanasan. Hingga lenguhan di antara kami mulai terdengar sebagai tanda permainan ini telah usai. Keringat ada di sana-sini sementara pakaian kami terlihat berserakan dimana-mana. Ruang tengah ini menjadi begitu berantakan terlebih sofa tempat kami bermain cinta denga penuh gejolak.
Ketika senja mulai datang, usailah pertempuran nafsuku dengan nafsu Mas Anto. Kami duduk di sofa, tempat kami tadi melaksanakan sebuah permainan cinta, dengan rasa sesal yang masing-masing berkecamuk dalam hati. “Aku tidak akan mempermainkan kamu, Sarni. Aku lakukan ini lantaran saya menyayangi kamu. Aku sungguh-sungguh, Sarni. Kamu mau mencintaiku kan..?” Aku terdiam tak sanggup menjawab sepatah katapun.

Mas Anto menyeka butiran air bening di sudut mataku, kemudian mencium pipiku. Seolah beliau menyatakan bahwa hasrat hatinya padaku yaitu kejujuran cintanya, dan akan sanggup membuatku yakin akan ketulusannya. Meski saya tetap bertanya dalam sesalku, “Mungkinkah Mas Anto akan sanggup menikahiku yang hanya seorang pembantu rumahtangga?”
Sekitar pukul 19.30 malam, barulah rumah ini tak berbeda dengan waktu-waktu kemarin. Bapak dan Ibu umar menyerupai biasanya tengah menikmati tayangan jadwal televisi, dan Mas Anto mendekam di kamarnya. Yah, seolah tak ada bencana apa-apa yang pernah terjadi di ruang tengah itu.
Sejak permainan cinta yang penuh nafsu itu kulakukan dengan Mas Anto, waktu yang berjalanpun tak terasa telah memaksa kami untuk terus sanggup mengulangi lagi nikmat dan indahnya permainan cinta tersebut. Dan yang pasti saya menjadi seorang yang harus sanggup menuruti kemauan nafsu yang ada dalam diri. Tak peduli lagi siang atau malam, di sofa ataupun di dapur, asalkan keadaan rumah lagi sepi, kami selalu tenggelam hanyut dalam permainan cinta denga gejolak nafsu birahi. Selalu saja setiap kali saya membayangkan sebuah gaya dalam permainan cinta, tiba-tiba nafsuku bergejolak ingin segera saja rasanya melaksanakan gaya yang sedang melintas dalam benakku tersebut. Kadang saya pun melakukannya sendiri di kamar dengan membayangkan wajah Mas Anto. Bahkan saat di rumah sedang ada Ibu umar namun tiba-tiba nafsuku bergejolak, saya masuk kamar mandi dan memberi instruksi pada Mas Anto untuk menyusulnya. Untung kamar mandi bagi pembantu di keluarga ini letaknya ada di belakang jauh dari jangkauan tuan rumah. Aku melakukannya di sana dengan penuh gejolak di bawah guyuran air mandi, dengan lumuran busa sabun di sana-sini yang rasanya membuatku semakin saja menikmati sebuah rasa tanpa batas wacana kenikmatan.
Walau setiap kali usai melaksanakan hal itu dengan Mas Anto, saya selalu dihantui oleh sebuah pertanyaan yang itu-itu lagi dan dengan praktis mengusik benakku: “Bagaimana jikalau saya hamil nanti? Bagaimana jikalau Mas Anto malu mengakuinya, apakah keluarga Bapak Umar mau merestui kami berdua untuk menikah sekaligus sudi menerimaku sebagai menantu? Ataukah saya bakal di usir dari rumah ini? Atau juga pasti saya disuruh untuk menggugurkan kandungan ini?” Ah.. pertanyaan ini benar-benar membuatku seolah gila dan ingin menjerit sekeras mungkin. Apalagi Mas Anto selama ini hanya berucap: “Aku mencintaimu, Sarni.” Seribu juta kalipun kata itu terlontar dari ekspresi Mas Anto, tidak akan berarti apa-apa jikalau Mas Anto tetap diam tak berterus terang dengan keluarganya atas apa yang telah terjadi dengan kami berdua.
Akhirnya terjadilah apa yang selama ini kutakutkan, bahwa saya mulai sering mual dan muntah, yah.. saya hamil! Mas Anto mulai gugup dan panik atas bencana ini.
“Kenapa kau sanggup hamil sih?” Aku hanya diam tak menjawab.
“Bukankah saya sudah memberimu pil semoga kau nggak hamil. Kalau begini kita yang repot juga..”
“Kenapa mesti repot Mas? Bukankah Mas Anto sudah berjanji akan menikahi Sarni?”
“Iya.. iya.. tapi tidak secepat ini Santi. Aku masih mencintaimu, dan saya pasti akan menikahimu, dan saya pasti akan menikahimu. Tetapi bukan sekarang. Aku butuh waktu yang tepat untuk bicara dengan Bapak dan Ibu bahwa saya mencintaimu..”
Yah.. setiap kali saya mengeluh soal perutku yang kian bertambah usianya dari hari ke hari dan berganti dengan minggu, Mas Anto selalu kebingungan sendiri dan tak pernah mendapatkan jalan keluar. Aku jadi semakin terpojok oleh kondisi dalam rahim yang tentunya kian membesar.
Genap pada usia tiga bulan kehamilanku, keteguhkan hatiku untuk melangkahkan kaki pergi dari rumah keluarga Bapak umar. Kutinggalkan semua kenangan sedih maupun suka yang selama ini kuperoleh di rumah ini. Aku tidak akan menyalahkan Mas Anto. Ini semua salahku yang tak sanggup menjaga kekuatan dinding imanku.
Subuh pagi ini saya meninggalkan rumah ini tanpa pamit, sehabis kusiapkan sarapan dan sepucuk surat di meja makan yang isinya bahwa saya pergi lantaran merasa bersalah terhadap keluarga Bapak Umar.
Hampir setahun sehabis kepergianku dari keluarga Bapak umar, Aku kini telah menikmati kehidupanku sendiri yang tak selayaknya saya jalani, namun saya bahagia. Hingga pada suatu pagi saya membaca surat pembaca di tabloid terkenal. Surat itu isinya bahwa seorang perjaka Anto mencari dan mengharapkan isterinya yang bernama Sarni untuk segera pulang. Pemuda itu tampak sekali berharap sanggup bertemu lagi dengan si calon isterinya lantaran beliau begitu mencintainya.
Aku tahu dan mengerti benar siapa calon isterinya. Namun saya sudah tidak ingin lagi dan pula saya tidak pantas untuk berada di rumah itu lagi, rumah tempat tinggal perjaka bernama Anto itu. Aku sudah tenggelam dalam kubangan ini. Andai saja Mas Anto suka pergi ke lokalisasi, tentu beliau tidak perlu harus menulis surat pembaca itu. Mas Anto pasti akan menemukan calon istrinya yang sangat dicintainya. Agar Mas Anto pun mengerti bahwa hingga kini saya masih merindukan kehangatan cintanya. Cinta yang pertama dan terakhir bagiku.


3

Kumpulan Cerita Sex Nikmatnya Ngentot Didalam Kendaraan Beroda Empat

Kumpulan Cerita Sex 2018 - Kali ini saya menyayangi dua wanita yang berada di kampus yang sama, dan mereka berteman juga. Sebenarnya saya menjalin relasi dengan Nisya terlebih dahulu, tapi saya tidak mampu menolak saat Tina sahabat Nisya juga menyatakan cintanya padaku. Akupun menolaknya waktu itu tapi ia bilang akan merahasiakan perasaannya padaku dan tidak ingin mengecewakan Nisya juga.

Diapun begitu baik dan juga perhatian padaku  sehingga akupun merasa simpati padanya. Dan risikonya kamipun melaksanakan relasi menyerupai dalam adegan cerita sex meskipun tanpa status yang jelas, dan bukan hanya sekali kami melakukannya, tapi berkali-kali. Tentu saja semua itu tanpa sepengetahuan Nisya pacarku yang juga sahabat dari Tina kami berdua sangat rapi merahasiakannya.
Tina begitu memanjakan saya dengan perhatiannya, saya menjadi kasihan melihatnya apalagi saat saya harus bermesraan dengan Nisya di depannya. Karena Nisya sering kali bersifat manja padaku, namun dengannya saya belum pernah melaksanakan adegan layaknya dalam cerita sex. Meskipun ia terlihat manja bahkan tidak jarang kami saling berpelukan di depan teman-teman kami.

Mungkin itu juga salah satu yang membuat Tina mencintaiku, ia melihat betapa saya sangat menyayangi Nisya. Seperti sore ini kami berada di kawasan nongkrong menyerupai biasanya, Nisya dengan manja berkata “Sayang..sini duduk dekat-dekat aku..” Akupun duduk di sebelahnya alasannya ialah ialah di sana tempatnya lesehan, dengan manjanya Nisya rebahan di pangkuanku, dan saya melirik ke arah Tina ia menghela nafas panjang.

Aku tahu kalau Tina cemburu melihat kedekatan kami. Nisya bercanda dengan teman-teman kami yang berada di sana, sampai risikonya ia nyeloteh soal Tina yang belum ada gandengan “Sepertinya sahabat kita cuma Tina yang betah lama-lama ngejomblo..” Canda Nisya dan membuat yang lain tertawa, saya lihat TIna juga tertawa tanpa berkata apa-apa ia hanya tersenyum.

Kami memang biasa saling canda dan tidak pernah sampai marahan gara-gara obrolan yang kelewat batas. Malam itu setelah mengantar Nisya ke rumahnya akupun menuju rumah Tina yang saya lihat tadi ia pulang dengan Via sahabat kami, sampai di depan rumahnya Tina langsung naik ke atas mobilku alasannya ialah ialah tadi saya sudh menelponnya terlebih dahulu dan diapun bersiap di depan rumahnya.
Mobilku melaju tanpa arah dan saya terharu saat Tina langsung memeluk tubuhku, ia terus menciumi pipiku. Dengan tangan memegang kemudi akupun membelai rambutnya dengan tanganku satunya “Maaf ya bebs.. saya sering bikin kamu sakit hati..” Dia semakin erat memelukku sambil berkata “Ini sudah konsekuensi bagiku sayang.. dan saya harus menerimanya..” Lanjutnya.

Karena Tina sudah mulai badung pada selangkanganku risikonya kontolku ikut menegang, akupun menghentikan mobilku lalu mulai meraba cuilan tubuh Tina juga. Aku cium leher
jenjangnya sambil meremas toketnya juga “OOOuuuggggggghhhh… eeeeeuuuuummmppphhh… aaaaaaaaggggghhh… aaaggghhh… aaaggggggghhhhhh… aaaaaggghh… ” Terus saja saya meremas buah dadanya.

Tinapun tidak tinggal diam tangannya mulai mencari kontolku yang masih berada di dalam celanaku. Setelah ia buka celanaku dan nampak kontolku diapun mengelusnya tapi lama kelamaan Tina menunduk lalu dengan lembutnya ia mengulum kontolku “OOooouuuugghhh… ooouugghhhhh… niiiikmaaat… saaaayaaang…. aaaaaggggghhh… aaaaaaggghh” Semakin buas Tina mengulum kontolku.

Saat itulah saya membaringkan tubuh Tina pada jok mobilku, dengan sedikit mendorongnya akupun memasukkan kontolku ke dalam memeknya. Tanpa kesulitan akupun langsung mampu menancapkan kontolku alasannya ialah ialah kami biasa melaksanakan adegan layaknya dalam cerit sex ini di dalam kendaraan beroda empat sebelumnya. Dan saya goyang pinggulku menyerupai biasa Tinapun mendesah menikmatinya.

Dia mendesah dengan nikmatnya “OOouugghhh… aaaaggghhh… teruuuuus… aaaaggghhh… aaaaaggghhhh…. aaaaggggggghhhhh… aaaaggggghh… ” Desahnya membuat saya semakin keras menggoyang pinggulku, tangan Tina memegang agak keras lenganku semakin cepat pula saya menghentakan kontolku. Sampai risikonya saya merasa kalau spermaku akan segera tumpah.

Aku tekan semakin keras kontolku pada memek Tina sambil mengerang keras “OOOuugghhhh…. Tin… aaaagggggghhhh… aaaagggggghhhh…. aaaggghhhh… aaaggghhh… ” Tina rupanya juga mencapai puncak kenikmatan saat itu juga, diapun memeluk erat tubuhku. HIngga risikonya kontolku melemas dan saya duduk kembali di jok mobilku saya lihat Tina begitu puas ia terssenyum padaku.


3

Kumpulan Kisah Sex Nikmatnya Ngentot Dengan Kania Yang Sexy

Kumpulan Cerita Sex 2018 - Awalnya saya tidak pernah menduga kalau balasannya saya akan melaksanakan adegan menyerupai dalam dongeng ngentot, di saat usiaku baru menginjak 18 tahun. Saat ini saya masih duduk di kelas 3 bangku SMU, namaku Bima dari dulu saya memang banyak di dekati cewek baik di sekolah maupun di lingkungan rumahku. Namun saya tidak pernah menanggapi mereka alasannya yakni saya tidak suka untuk menjalin hubungan.

Pikirku dengan pacaran tidak akan membawa apa-apa, apalagi saya seorang gamer hampir setiap ada kesempatan saya selalu di depan gadgetku. Untuk main game dan itu yaitu hobiku sejak saya masih SMP sampai saat ini, meskipun penampilanku memakai kaca mata namun tidak membuatku terlihat cupu alasannya yakni dengan tinggi badan yang profesional di tambah bentuk badan yang lumayan atletis.

Akupun terlihat keren dan bukannya membanggakan diri sendiri, tapi memang sejak dulu saya sering di dekati cewek. Namun hatiku belum terbuka untuk melkaukannya, sampai balasannya akupun sering membuka situs dewasa, dengan seringnya membaca dongeng sex abg dan lainnya membuat saya terkadang ingin menikmatinya tapi saya masih belum mampu melakukannya alasannya yakni saya masih malu.
Pernah sekali saya membawa sahabat cewek ke kamarku, saat itu memang tidak ada orang di rumah.

Tapi saya hanya mencium pipinya dan melihat ia tertunduk malu akupun menjadi tidak berani melanjutkannya, apalagi saya dengar dari temanku si Beni kalau kita akan melaksanakan adegan menyerupai dalam dongeng ngentot mengalir saja tanpa harus ada yang memaksa itu baru nyaman dan begitu terasa.
Sampai balasannya akupun mengenal sosok cewek yang lebih anyir tanah dariku, Kania namanya ia sudah duduk di bangku kuliah. Sebenarnya akupun tidak begitu menyukai Kania namun alasannya yakni ia begitu agresif akupun tergiur padanya, tidak jarang Kania menyentuhku dengan cubitan kecil “Iiihh..lucunya kau Bim..” Katanya saat kami bertemu di sebuah cafe kawasan kami biasa makan.

Perkenalan kamipun berlanjut dan membuat saya semakin mengenalnya lebih bersahabat lagi, sampai pada suatu hari saya di ajak Kania ke rumah temannya. Sampai di sana ternyata ada empat orang cewek termasuk Kania, dan cuma saya perjaka diantara mereka. Kania dengan manja memperkenalkan saya sebagai pacarnya akupun hanya tersenyum di depan mereka, dan ada salah satu temannya yang mengodaku.

Tapi saya berlagak menyerupai perjaka yang sudah dewasa, padahal saya belum pernah sekalipun melaksanakan adegan menyerupai dalam adegan dongeng sex ngentot abg. Hingga balasannya saya di bawa masuk kedalam kamar sahabat Kania “Di dalam aja yuk BIm.. bentar lagi perjaka mereka pada datang..”Malas juga kalau harus ngbrol dengan sahabat perjaka Kania, yang notabene bukan sahabat selistingku.
Akupun masuk ke dalam kamar sahabat Kania, rupanya rumah itu memang di tempati cewek yang tadi ia perkenalkan padaku. Di dalam kamar itu Kania sibuk dengan gadgetnya alasannya yakni merasa di kacangin balasannya akupun merampas gadget yang ia pegang, ternyata Kania sedang membaca dongeng ngentot. Kini saya yang menjadi salah tingkah di depannya tanpa tahu harus berbuat apa, akupun mengembalikan hpnya.

Dia mendekat kemudian memelukku dari belakang “Kenapa..emangnya Bima belum pernah membaca hal ginian..” Akupun menjawab “Kata siapa..itu mah.. biasa dah saya baca..” Kataku dengan sombongnya “Kalau gitu Bima tahu dong caranya..” Glek.. mati aku, pikirku saat Kania berkata menyerupai itu, diapun mendekat dan wajahnya pas berada di depan wajahku.
 Perlahan ia lepas kaca mata yang saya pakai, kemudian ia mendaratkan bibirnya pada bibirku “Bima.. saya sayang kamu..” Kembali ia melumat bibirku dan kamipun berciuman dengan mesranya di dalam kamar itu, meski terdengar suara candaan sahabat Kania dari luar saya tidak perduli. Aku benar-benar terbuai dengan lumatan bibir Kania  yang menggairahkan.

Tangannya mulai meraba-raba tubuhku sampai ia temukan kontolku, perlahan namun pasti menggeliat juga kontolku di remasnya “Oooouuuggggggghhhhhh…… oooouuugggghhh… aaaaggggggghh… Kaniaaaaa… aaaagggghh…” Aku tidak berbuat apa-apa kecuali menikmati sentuhan tangannya pada kontolku, menyerupai dalam adegan dongeng ngentot yang sering saya baca.

Ketika kontolku membesar dan semakin panjang diapun menyuruhku untuk berbaring di atas kawasan tidur. Bagai kerbau yang sudah jinak saya mengikuti perintahnya, dan saya lihat Kania naik ke atas tubuhku dan ia mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya, dan tidak butuh lama untuk melaksanakan hal itu, saya terbelalak saat pantatnya mulai bergoyang di atas tubuhku.

Aku begitu menikmatinya “Ooouuuuuggggghhh… aaaaaaaagggggghh…. aaaaaggggghh… Kaaaniiiiaaaa… aaaggghh.. teruuuuusss… sayaaaang…. aaaggggghhh..” Rasanya tidak mampu saya bayangkan, ternyata menyerupai ini kenikmatan yang di ceritakan Beni padaku, Kania semakin bergelinjangan bahkan ia memutar-mutar tubuhnya dan juga semakin dalam kontolku dalam
memeknya.

Diapun mendesah panjang sambil terus berpegangan pada dadaku “OOoouuggggghh… aaaaaaaggggghhh… ooooouuugggghh… aaaagggggghh.. sayaaaaang… aaaaagggghh..” Desahnya membuat saya semakin tidak mampu menahan kenikmatan, saya berusaha menahannya dengan cara memejamkan mataku. Karena dari tad saya tidak tahan juga melihat badan mulus kania yang terus bergoyang di atasku.

Tubuhnya sudah bersimbah keringat namun ia tetap menyerupai kuda binal yangterus bergerak layaknya dalam adegan dongeng ngentot “Oooouuuggggggghhhh… aaaaagggghh…. ooouuuggggghh.. aaaggghh..” Tiba-tiba saya merasa selangkanganku tidak mampu menahan kenikmatan, kontolku semakin mengeras dan balasannya memuncratkan sesuatu yang terasa hangat dari dalam.
Kania tsenyum ambil berbisik lirih di telingaku “OOoouuugggghh.. Bimaaa.. sayaang… saya puas…. sayaaang….” Dia tidak lag bergerak namun tetap di atas tubuhku, dan saya mendekapnya dengan erat, seakan tidak ingin melepasnya. Aku tahu kalau di luar teman-temannya pasti tahu apa yang kami lakukan, tapi saya tidak takut kalau sampai mereka menggoda kami, alasannya yakni saya benar-benar terpuaskan oleh kania.
3

Kumpulan Kisah Sex Aku Dan Kakak Ngentot Dengan Ibu Kandungku Sendiri

Kumpulan Cerita Sex 2018 - Sudah 2 minggu Papaku berada di luar kota alasannya yakni urusan kantornya. Aku dirumah tinggal bersama Mama (41 tahun), Adik perempuanku (12 tahun), dan Kakak laki-lakiku (20 tahun), sedangkan saya sendiri berumur 18 tahun.
Mamaku seorang perempuan yang sangat menarik, wajahnya cukup cantik, kulitnya mulus, tapi saya nggak pernah kepikiran untuk menyetubuhinya, sampai pada suatu siang, saya nggak kekampus, adikku masih disekolah, sedangkan kakakku ada dikamarnya.
“Ataa…kemari sebentar, sayang!” Terdengar bunyi mama memanggilku dari arah kamar mandi. Aku langsung bergegas kesana,
“Ada apa, mama?” Tanyaku.
“Sayang, tolong diputar kran air ini, keras sekali” Mama hanya mengenakkan handuk yang tidak terlalu lebar di tubuhnya. Paha mulusnya terlihat jelas, serta belahan dadanya yang indah nampak juga. Darahku sempat berdesir menyaksikan pemandangan itu.Aku langsung menuju keran air dan memutarnya, ternyata keran itu benar-benar keras. Aku mengerahkan semua tenagaku, dan akhirnya air memancar dengan deras sehingga mengenai sebagian pakaianku.
“Aku jadi berair nih mama” Kataku.
“Buka aja pakaian kamu, semoga nanti mama yang nyuciin” Aku langsung membuka pakaianku kecuali celana dalam yang saya kenakan.
“Itu juga kan basah, dibuka aja sekalian” Kata mama. Aku jadi malu telanjang didepan mama. Akhirnya saya melepaskan celana dalamku. Batang penisku setengah berdiri menggelantung di selangkanganku. Mama tersenyum,
“Wah, besar juga anu kamu” Wajahku memerah, mama kemudian melepas handuknya dan memberikannya padaku
“Nih keringin tubuh kau dengan ini”. Aku sangat terkejut, mama tidak memakai BH beliau hanya mengenakkan CD saja. Buah dadanya yang bundar indah terpamapang terperinci didapan mataku.
“Kok kau jadi terdiam begitu, belun pernah liat yang ginian yah?” Mukaku tambah merah. Mama kemudian membalikkan tubuhnya dan segera mandi dengan air yang memancar dari shower.
Aku belum beranjak sedikitpun.
“Nak, tolong punggung mama disabunin”. Aku mengambil sabun cair, dan mulai menggosokkan punggung mama. Aku rasakan kulit mama yang masih kencang dan lembut. Punggung mama yang mulus saya gosok namun mampu desebut membelai dari pada menggosok punggung mama.
Kami menghadap sebuah cermin besar yang ada dikamar mandi, sampai kepingan depan tubuh mama terlihat terperinci dengan payudara yang masih kencang dan besar juga putting payudara mama yang berwarna coklat renta namun sangan indah dan kontras dengan kulit mama yang putih. Mama memejamkan matanya menikmati usapanku. Jantungku berdetak keras tanda deras nya fatwa darah di dalam tubuhku yang membangkitkan hormon kejantananku dan juga nafsu yang semakin naik.
Dengan tangan yang agak gemetar saya mulai memutar gosokan tanganku di punggung mama agak ke dapan dan membelai kepingan sisi tubuh mama. Aku semakin tak dpat mengontrol nafsu dan libidoku. Jiwa ku bergejolak antara tidak atau lakukan untuk mulai merangsang mama. Namun pertahanan iktikad ku jebol juga. Aku dekatkan tubuhku yang bugil makin mendekat tubuh mama, dan saya dekatkan kepalaku ke leher mama. Lalu kemudian kuberanikan diri untuk muncium leher mama, tanganku mulai meremas buah dadanya.
“Jangan, sayang, ini mama kamu”. Tapi mama tidak berusaha untuk melemaskan diri. Aku terus meremas-remas buah dadanya. Aku rasakan buah dada mama yang kenyal dan empuk. Dengan sabun yang masih ada di telapak tanganku, buah dada mama terasa sangat licin namun saya sangat menikmati remasanku di payudara mama. Mama memejamkan matanya dan bibirnya mulai terbuka dan saya melihat mama menggigit bibir nya sendiri, mungkin mama juga menikmati perlakuan aku, anak kandung nya sendiri.
“Oohh..sshh..jangaann, Ataaa..”. Tiba-tiba mama sadar, ia berbalik kearahku, mukanya sangat marah dan.. “Plaakk” tangan kirinya menamparku. Aku dan mama kemudian diam seribu bahasa. Lalu mama bersuara..
“Apa yang kau lakukan tadi, kau mau menyetubuhi mama?”. Aku masih diam. Mama maju mendekatiku, saya jadi takut kalau mama akan menamparku lagi. Aku semakin tak karuan alasannya yakni ketakutan. Ingin rasanya saya langsung lari keluar dan tidak akan bertemu mama lagi, namun..
“Kalo kau mau begitu, baiklah, terus terang mama juga terangsang dan ingin merasakan batang penis kau ini, tapi jangan sampai orang lain tahu.” Mama berkata sambil memegang batang penisku yang sudah tegang.
Seperti mendengar petir di siang bolong..!! nafsu ku yang sudah tidak mampu saya kontrol akhirnya mendapatkan penyaluran nya dan gejolak jiwaku lepas sudah ketika mendengar perkataan mama tadi. Aku langsung memeluknya, ketika tubuh bugil ku bersentuhan dengan tubuh bugil mama yang berair seakan ada hentakan listrik di dalam tubuhku. Kulit tubuh mama yang lembut sekarang bersentuhan kulit tubuhku. Libido ku naik sampai puncakya. Dan entah apa yang mampu saya lukiskan dengan kata-kata ketika saya mencium bibir mama.
Bibir ku bersentuhan dengan bibirnya, ku cium dengan penuh nafsu, mama pun membalasnya dengan liar. “Mmmmmhh..mmmhhh”. Lidah kami saling beradu satu sama lain. Tubuh kami saling berhimpit, buah dada mama menekan di dadaku,terasa hangat dan sensasi yang mama berikan sangat indah dan nikmat. Penisku juga menekan kepingan bawah perut mama yang masih terbilang agak rata walaupun ada sedikit menggembung. Aku rasakan kehangatan tubuh mama walaupun tubuh kami dalam keadaan basah.Tangan mama megusap penisku.
Akh.. nikmatnya ketika jari-jemari mama yang panjang lemtik dan telapak tangan mama mengusap permukaan penisku yang makin keras dari pangkal sampai ujung kepala penis, sementara tanganku berada di buah dadanya. Aku remas dengan nafsu,namun saya ingin mama juga menikmati remasan anak nya pada buah dada mamanya, saya berusana meremasnya dengan lembut namun..
Mama kemudian turun kebawah kemudian jongkok, wajahnya sekarang berada tepat didepan batang penisku yang sudah tegang. Mama menjulurkan lidahnya kekepala pelirku dan akhirnya memasukkan batang penisku kemulutnya.
“Ooohh..sshh..eenaakk mama..maa”. Mama terus mengisap batang penisku. Lidahnya menjalar diseluruh permukaan batang sampai ke kantung zakar. Hangatnya rongga verbal mama sangat terasa di seluruh permukaan batang penisku. Mama memainkan pengecap nya di uah jakarku. Lidah mama menyentuh lubang penisku, kemudian turun sewrah dengan urat penisku, makin ke pangkalnya, kemudian mama megulum buah jakarku. Cerita Dewasa
Aku bergidik menahan dan merasakan kenikmatan itu, pengecap nya kemudian naik lagi menuju kepala penis dan ketika sampai di ujung penisku, mama dengan lahap memasukan lagi penisku ke dalam mulutnya dang kemudian menghisapnya dengan keras. Aku pegang kepala mama ku sambil membelai rambutnya dan agak sedikti menekan kepala mama ke selangkangan ku.
Nafasku makin teregah-engah, kemudian saya melihat ke bawah ke arah mama yang dengan nafsu dan cepat mengocok batang penisku di dalam mulutnya. Aku melihat ekspresi wajah mama yang elok dan terasa semakin elok ketika melihat ia mengulum dan mengocok penisku. Aku makin merasakan sensai itu ketika mama memandang saya kemudian berusaha terseyum walau penisku masih ada di dalam mulutnya.
“Sayaaang, kalo kau udah pengen keluar, keluarin aja, nanti mama telan” sahut mama sambil mengulum kepala penisku. Terlihat ludah mama membasahi seluruh permukaan penisku sampai terlihat mengkilat dan ada cairan yang sedikit kental yang menempel di antara bibir dan batang penisku.
Aku yang memang sangat menikmati perlakuan mama sudah tidak mampu menahan untuk orgasme. Sambil melanjutkan kocokan nya mama meremas pantat ku Aku kemudian menyemprotkan cairan spermaku… “Crot..crot..crot…” saya semprotkan semua air mani ku di dalam verbal mama. Sambil sedikit mengerang dan sedikit berteriak saya leaskan seluruh nafsu itu di dalam verbal mama ku yang cantik. Mama langsung menelan semuanya, semua calon cucu-cucunya mama telan habis.
Aku merasakan hisapan besar lengan berkuasa di penisku.terdengat bunyi “Glek..” ketika mama menelan semua cairan kental dari penisku. Lalu mama mengeluarkan penisku dari dalam mulutnya, mama mengusap bibirnya yang berair oleh spermaku dan kemudian melanjutkan mengulum penisku membersihkan sisa spermaku. Tubuhku seakan lemas, lutut ku seakan tidak mampu menahan lagi berat tubuh ini, penisku mulai melembek dan terasa agak linu di ujung nya tapi yang absurd biasanya kalau saya onani, sesudah saya menyemprotkan sperma.
Tak ada 1 menit penisku langsung lembek dan mengecil namun ketika ini mungkin kodisinya masih keras 80%, melihat itu mama kemudian tersenyum. Aku di biarkan oleh mamaku untuk beristirahat sebentar,namun tidak sampai 2 menit penisku mulai mengeras lagi, nafsu dan libido ku naik lagi melihat mama yang bugil. Mama kemudian berbaring dilantai,
“Naaakk, vagina mama di hisap yaa..!” Aku langsung membungkuk dan menjiati seluruh permukaan memeknya.Kelentitnya saya jilat dan kugigit-gigit. Aku mencium aroma khas kewanitaan mama yang mebuat nafsu ku tak terkendali lagi. Aku merasakan cairan vagina mama yang bening dan terasa nikmat dan gurih. Aku hisap lubang tempat saya lahir dulu, saya masukan pengecap ku ke dalam vagina mama yang lembut dan hangat itu. Vagina mama makin berair oleh cairan vagina mama dan juga oleh ludahku.
“Ssssshhhh…yeeeeeaaahh…teerruuss sayaaang” Tidak lama kemudian, mama sudah tidak tahan lagi, tubuhnya mengejang, pantatnya bergerak-gerak tak karuan.
“Ataa..sshh..mamaa sudah maauu keluaarr…sshh..ooh..yeeess” Cairan putih mengalir dari lubang senggamanya, saya langsung menelan seluruh cairan itu. Emh nikmat nya..
Tiba-tiba pintu kamar mandi yang tidak terkunci itu terbuka, kakakku Rudi masuk, beliau sangat kaget melihat yang saya dan mamaku lakukan.
“Apa-apaan kalian, awas nanti saya adukan ke papa”
“Jangan, Rudi sayang, jangan dilaporin ama papa, kalo kau mau kau boleh ikut juga”. Kata mama Sementara saya hanya diam dan tak tahuapa yang harus lakukan.
“Boleh nih mam?” Rudi langsung melepaskan pakaiannya. Mama merubah posisinya. Dia sekarang nungging, kak Rudi berada didepannya, penisnya sedang dihisap mama. Kak Rudi terlihat menikmati isapan mama di batang penis nya. Aku berada dibagian pantat mama. Bongkahan pantatnya ku remas, batang penisku kumasukkan kedalam liang senggamanya. Liang itu masih terasa sempit.
“Oohh…yeess…mmhh…sshh”. mama mendesah ketika perlahan batang penisku masuk menusuk ke dalam vagina mami yang lembut dan hangat.Aku memaju-mundurkan pantatku. “Clook..clookk..clook” saya merasakan jepitan dan remasan otot vagina mami di batang penisku. Daging vagina mama yang lembu, berair dan licin semakin membuat gerakan keluar masuk penisku makin lancar. Sambil saya kocok penisku di dalam vagina mama, saya remas buah dada mama dari belakang dan juga saya cium kepingan belakang lehernya.
Aku remas pantat mama, saya belai tubuhnya yang maiknbasah oleh keringat. Aku pegang pinggang mama yang ramping sambil saya tarik seirama dengan gerakan tusukan penisku di dalam vagina nya. Mama tampak sangat menikmatinya. Kupompa penisku menghujam vagina mama. Pantatnya yang bahenol beradu dengan pangkal pahaku. Kupeluk mamaku dari belakang sambil terus bergoyang perlahan meremas payudaranya.
15 menit kemudian mama berbaring menyamping, kak Rudi menyetubuhi dari belakang. Pantat kak Rudi maju mundur, kaki kanan mama terangkat keatas, tangan mama mengocok-ngocok batang penisku. Suara erangan aku, rintihan nikmat kak rudi dan desahan mama memenuhi ruangan kamar mandi kami. Lalu, kak Rudi berbaring terlentang dilantai, mama naik diatas tubuhnya, penis kak Rudi berada diliang senggama mama, mama menaik turunkan pantatnya, sesekali mama membungkuk dan mereka saling mengulum di bibir.
“Maa, punyaku dimasukkan dimana niih” Tanyaku.
“Sini sayang masukkan di lubang pantat mama”. Kata mama sambil terengah-engah dan mendesah menikmati sodokan dari kak Rudi. Aku kemudian jongkok di belakang tubuh mama, saya pengang pinggulnya semoga pantat dan pinggul mama yang berputar dan bergoyang berhent, kak rudi tidak berhenti-hentiya meremas buah dada mama malah kadang mengulum putting payudara mama yang menbuat mama semakin keenakan. Aku kemudian memasukkan batang penisku ke lubang anus mama. Aku rasakan lubang anus mama yang sempit dan juga hangat, dan dengan batual ludah gerakan masuk-keluar penisku di anus mama menjadi lancar.
Mama sangat menikmati perlakuan kedua anak kandungnya itu. Terlihat dari ekspresi wajah mama, mama mendesah nikmat, mengerang dan menjerit pelan ketika kenikmatan yang mama rasakan makin memuncak. Nampak dicermin mama sedang disetubuhi oleh kedua anak laki-lakinya, posisi mama berada diantara saya dan kak Rudi.
“Sshh…sssshh..yeess..oohhyeee” celoteh mama yang makin tak kuasa menahan kenikmatan yang di berikan kedua anak kandung nya, dan benar tak lama tubuh mama tiba-tiba bergetar, bergidik dan diakhhiri desahan dan lengguhan panjang yang keluar dari verbal mama sampai tubuh mama abruk di atas tubuh kak Rudi. Kami yang menyadari mama telah orgasme mebiarkan beberapa ketika untuk mama menikmati orgasmenya sebelum kami lanjutkan gerakan penis kami masing-masing di dalam tubuh mama.
Beberapa menit kemudian saya dan kak Rudi sudah hampir orgasme.
“Sini sayang,” kata mama. Mama jongkok dilantai, saya dan Rudi berdiri dedepannya. Mama mengocok dan mengulum penis kami berdua secara bergantian. Dan akhirnya ‘Crot..crot..crot..’ kami berdua orgasme, cairan sperma kami memancar hampir bersamaan. Aku dan kak rudi menikmati ketika cairan kental dari penis kami muncrat dan memancar ke arah verbal mama.
“srluup…srllllp… ” Mama menelan habis cairan kami. Sebelum menelan habis cairan sperma kami berdua, mama memainkan dulu cairan sperma kami berdua di mulutnya dan memperlihatkan kepada kami ketika cairan putih kental itu memenuhi rongga verbal mama.
Memang tidak semua cairan sperma kak rudi dan saya mama telan ada sebagian yang menyebar di pipi mama. Lalu akhirnya mama kembali menelan calon-calon cucunya lagi. Mama membersihkan bibirnya dari sisa air mani kami berdua dengan mengusapkan tangan nya, kemudian kami berciuman.
Lalu kau bertiga mandi bersama-sama. Sampai sekarang kami bertiga sering bersetubuh. Kadang-kadang saya dan mama tanpa kak Rudi atau sebaliknya, tapi tanpa sepengetahuan papa.

3