Showing posts with label Cerita Seks Pembantu. Show all posts
Showing posts with label Cerita Seks Pembantu. Show all posts

Pembantu Pengganti 17 Tahun, Lugu Dan Perawan

Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - Setelah sebelumnya ada dongeng seks bergambar Kisah Percintaan Mahasiswi Cantik Seorang Biseksual, kini ada dongeng cukup umur terbaru Pembantu Pengganti 17 tahun, Lugu Dan Perawan  , selamat membaca. 

 Setelah sebelumnya ada dongeng seks bergambar Pembantu Pengganti 17 tahun, Lugu Dan Perawan

Ahh…pusing juga dengan pembantu, udah hampir 1 Minggu ini pembantuku mudik gara-gara lebaran dan katanya ga mau balik lagi. Aku dan istriku ialah Pegawai Swasta yang tiap hari harus masuk dari Jam 8 Pagi hingga jam 5 sore. Kami memiliki seorang anak pria sudah kelas 3 SD. Dari anak kami masih kecil udah beberapa kali ganti-ganti pembantu, dan kami sudah kapok dengan namnya penyalur yang kebanyakan Cuma ambil uang pertamanya saja, paling usang 2 bulan pembantunya sudah minta pulang.

Hari itu nasib kami mungkin lagi baik, pembantu tetangga kerumah dan mengatakan temannya katanya mau kerja. Dewi namanya, orisinil dari kampung di tempat skitar Jawa Tengah, wajahnya manis, berkerudung, kulitnya putih mungkin alasannya ialah biasa berkedurung, umur masih muda sekali, 17 tahun katanya. Setelah nego gaji, dan memberi uang tips buat pembantu tetanggaku, hari itu Dewi mulai bekerja.

Aku tunjukkan kamar untuknya, dan tak lupa saya berikan uang buat beli keperluan mandinya. Awalnya sih saya tidak ada rasa apa2 dengan pembantuku, saya suka dengan anak ini alasannya ialah kerjanya memang rajin, awalnya saya tidak sengaja pas hari Libur, saya di rumah dan entah istriku sedang ada keperluan keluar bersama anakku, ketika itu Adzan Maghrib dan menyerupai biasa Pembantuku dewi Selesai mandi dan siap2 menjalankan Ibadah di kamarnya, saya tanpa sengaja lewat disebelah kamarnya dan pintu kamar yang dari Kayu itu terdapat celah kecil, Otak kotorku jadi timbul, saya intip dari celah itu, ia mulai buka kerudung, dan kaos yg dipakainya (dari kamar mandi ia tetap kerudung, kaos dan celana pelatihan panjang),

owh… ternyata ia tidak pakai Bra, payudaranya kecil tapi keliahatan mengkel kalo buah hehehe, dan ia mulai buka celana trainingnya, sayang tidak terlihat jelas, alasannya ialah posisinya miring jadi hanya kelihatan buah dadanya yg sebelah kiri, dan ahhh…putih sekali dalamnya, mungkin alasannya ialah kulitnya terbiasa tertutup kerudung.

setelah itu, ia pribadi pakai epilog untuk ibadah, tanpa pakai Bra dan CD lagi., saya tunggu hingga ia selesai, dan sehabis selesai ia tanggalkan seluruh penutupnya lagi, dan saya sempat terkesiap walau hanya sekejap, ketika ia berbalik kearah lemari, terlihat kemaluannya yang keliatan bersih, mungil dan nyaris tanpa rambut, (mungkin alasannya ialah kurang begitu erat saya melihatnya), ia pribadi membuka lemari dan stop…aku tidak lanjutkan kegiatanku, takut ketauan juga hahaha.

Selang beberapa hari saya kini rajin bangun pagi banget, bukan alasannya ialah apa, tapi tiap hari sebelum subuh, jadi rutinitas ngintip si Dewi, ternyata menjadi kebiasaan buat ia juga, jikalau ibadah ga pakai Baju, pribadi pakai epilog buat ibadah saja, jadi tiap pagi saya sarapan tubuh montok dewi, hingga kayalan yang selalu di pikiran ini, ingin juga dibentuk kenyataan.

Dan kesempatan itu jadinya tiba juga, ketika itu Istriku mengajak menginap di rumah orangtuanya yang tidak mengecewakan jauh ada di luar kota, katanya udah usang ia pingin kesana sekalian mengajak anakku liburan, dengan alasan saya udah buat kesepakatan dengan teman2 kantor mau pergi, saya ga sanggup ikut. Hari sudah siang sehabis saya pulang mengantar istriku ke terminal Bis, dan menyerupai biasa siang itu saya intip lagi dewi yang menjalankan rutinitasnya…

sore hari dan menjelang maghrib tiba, dewi pergi kekamar mandi, saya pelan2 masuk keKamarnya dan bersembunyi di bawah tempat tidurnya, tidak berselang beberapa usang ia masuk dan pribadi menyerupai biasanya mengelar sajadah dan membuka pakaiannya, saya menunggu hingga ritualnya selesai, ketika ia mau berpakaian, pribadi saya bekap mulutnya dengan obat bius yang sudah saya siapkan, ia berontak sebentar dan pribadi tertidur.

Aku tidurkan ia di tempat tidur, dan saya ambil camera yang sudah kusiapkan, saya ambil photo sebanyak banyaknya dengan banyak sekali posisi dan saya copy ke laptopku.
Aku tak tahan bekerjsama ingin pribadi menidurinya, tapi rasanya kurang nikmat meniduri orang yang sedang pingsan, kayak tidur sama robot pikirku, pintu kamar saya kunci, dan waktu sudah memperlihatkan pukul 9 malam, dewi sudah mulai siuman,” ohhh…”sambil ia memegangi kepalanya, tubuhnya saya tutupi selimut namun tanpa pakaian.

Aku pribadi ambil minum dan mnyodorkannya “kenapa saya pak? Ehh.. “dia tersadar ketika mau mengambil minuman yg saya sodorkan, ia tidak menggunakan pakaian, ia cepat2 menarik selimutnya, dan tidak jadi mendapatkan air yg saya sodorkan, saya tersenyum sinis, dan duduk didekatnya.

“Bapak tau, kau suka facebookan juga kan?, Bapak suka liat kau senyum2 di Handphone., “maksudnya apa pak, kok nanya ke saya gitu?” dengan wajah sedikit jengah dan bingung.

“Neh..Bapak punya photo2 kau lagi telanjang, dan Bapak sudah copy ke Laptop Bapak, kau mau ga photo2 ini Bapak sebar di Pesbuk?” ujarku, saya yakin ia ngerti, walau lulusan SMP, pembantu kini udah ga gaptek ma tekhonologi yg disebut Handphone, jikalau computer mungkin masih banyak yg belum tau juga. Dewi terbelalak kaget melihat ke kamera yang saya tunjukkan. “Jangan Pak…nanti gimana keluarga saya dikampung kalo lihat” sambil berkata wajahnya berubah agak pucat. Ehmm…siasatku berjalan mulus,

“ya udah jikalau gitu, Bapak ga macem-macem, cukup kau tidur terlentang gitu, Bapak Cuma mau mngelus2 memek kau dan nyium payudara aja”,
“ah aib pak…saya belum pernah telanjang didepan orang lain”,
“kan Cuma sama saya aja, Bapak juga ga akan bilang sama siapa2 kok”

aku udah gak nahan juga, rudalku sudah mengacung dibalik CDku., saya tarik selimutnya, walau dengan teriakan jangann pak…namun Dewi tidak melawan, saya mulai mengelus-elus memeknya, dan kuciumi payudaranya yang gak terlalu besar itu

“ahhh…jangan pak..geliii, ahhh…” tanganku yang kanan meremas2 payudaranya yang kanan, sedangkan mulutku sudah mulai mengulum pentilnya yang berwarna agak kecoklatan, dan tangan kiriku mulai mengelus2  kemaluannya yang ternyata sudah ditumbuhi bulu halusm, kemarin saya intip tidak terlihat terang beberapa helai rambutnya yg agak panjang

”Ahh…Ohhh…pakkk…jangannnnzz..” dewi mulai terangsang, tangannya yang tadinya berusaha menepis tangan kiriku, kini hanya memegangi tangan kiriku saja, tanpa berusaha menolak. Cukup usang saya beri rangsangan, hingga jadinya mulai kumasukan jari tengahku kedalam kemaluannya perlahan, ia teriak

“Ahhhh….Pakkk…” kini saya lumat bibirnya juga yang mungil, dewi sedikit gelagepan…
”Oups.”, kini saya mulai tindih badannya, kulumat bibirnya, dan tangan kananku bermain disekitar kemaluannya.

“Ouh…pak…”, kini wajahku udah didepan kemaluannya, saya pribadi jilat liang vaginanya “Pakkkk…katanaya tadi…, ahh…” ia kaget dan badannya bangun, dan tangannya menjmbak rambutku, saya tak perduli kuhisap dan kulumat bibir vaginanya , tak berapa lama

“pakkk…saya mau pipisssss…ahhh…ahhhh”, Dewi mengejang
“Ohhhh………”, “gimana enakkan?” kataku, sambil kubuka celanaku dan terlihatlah rudalku yg sudah mengacung, Dewi memejamkan matanya,

“Ihhh…Bapak mau ngapain?”,
“kalau kau mau Bapak tidak sebarin tuh Photo, cepet hisap punya Bapak” ujarku.
Dia menggeleng2 kepala tanpa membuka matanya,
“Ya udah Bapak sebarin deh sekalian video barusan, kan tadi bpak rekam tuh” ujarku mengancam, jadinya ia mengangguk tanpa membuka matanya,

“Ya udah jikalau kau gam au lihat, gpp buka aja lisan kamu”, jadinya dewi membuka mulutnya tanpa membuka matanya. Aku mundur majukan rudalku di dalam mulutnya yg mungil, 

sedapppp….walau awalnya Dewi menyerupai mau muntah, jadinya Dewi terbiasa juga, dan sehabis itu saya ambil posisi 69, saya lumat lagi Liang Vaginanya dengan rakus, dan biasanya ia akan berhenti kegiatannya mengulum Penisku, ketika lidahku menyentuh liang vaginanya yang di dalam. Aku rasa pemanasannya udah cukup, Dewi pun sudah trangsang lagi, saya mulai perlahan menuntun rudalku ke depan kemaluannya, kali ini Dewi tidak menolak, mungkin alasannya ialah sudah terangsang berat, kumasukkan perlahan, namun tetap saja ia teriak

“Ahhh…sakittt pak…”, walau sudah banyak juga carian yg keluar,
namun tetap saja saya agak kesusahan memasukkan penisku ke Vaginanya, jadinya perlu beberapa ketika Penisku sanggup masuk juga semua kedalam liang Vaginanya dengan sedikit paksaan dan erangan Dewi, saya maju mundurkan perlahan

“Ahhh…ohhh…pakkk..zzz”, Dewi mendesis tidak jelas, saya mulai menaikkan ritme lebih cepat, dan Dewi memelukku erat2, sambil berucap tidak jelas…”AHhh…ohhh…Pakkk ohhh…”dan jadinya ia teriak lagi

“PAkkk…Dewi pingin pipis lagi…akhhh..ohhh”
badannya mengejang dan sambil mengangkat badannya ia peluk badanku dengan kencang. Kali ini saya tidak kasih istirahat, pribadi tetap saya maju mundurkan Penisku….
”udah pak…udah …ahhh” pintanya, saya tak perduli kuhisap payudaranya, kulumat bibirnya, dan tetap saya maju mundurkan lagi, beberapa ketika nafsunya mulai bangun lagi,
“teruss pakkk…ahhh…ohhh, teruss”,

aku naikkan ritmenya lagi, dengan lebih cepat, hingga jadinya saya merasa sudah mulai akan keluar juga, namun sebelumnya ia mengejang lagi…”Ouwhhh…Ahhhhh”…aku pun serasa sudah mau keluar dan sudah diujungnya, dengan cepat saya cabut dan keluar di perutnya…”ahhh”, tenagaku habis, begitu juga Dewi yg kulihat hamper pingsan. Kucium dan kupeluk, darah keperawannya keluar membasahi sprei, ia menangis. “ Tenang…kamu ga akan hamil kok wi, Bapak jamin tidak ada yang tahu….”

Akhirnya dengan bahaya membuatkan Video, saya sanggup minta jatah ke dewi hampir setiap saya ingin dan saya sudah mulai berani mengeluarkan spermaku ke dalam Vaginanya, stelah saya ajarkan dulu ia untuk minum pil KB., atau kadang saya yang menggunakan Kondom. END.


3