1CERITA SEX - Perjaku Hilang Bersama Neneng Yang Bahenol # Setelah semenjak siang hari bekerja mengangkut beras kekios tempatnya bekerja Udin nangkring bersama beberapa kuli yang lain. Sudah dua hari anak kampung yang gres 16 tahun itu bekerja.
CERITA SEX - kisah intim,cerita x,cerita sec,cerita sekz,cerita zex,cerita sesk,cerita bokep,cerita sek,kisah sek,rumah sek, kisah tanteku,cerita ml sama tante,cerita tante2,cerita ngesek tante,cerita dengan tante,cerita ngesex sama tante,cerita ngesex, dengan tante,cerita ngesek sama tante,cerita sama tante,cerita ngesek dengan tante,cerita ngeseks dengan tante, cerita selingkuh sama tante, cerita ml tante tante, cersex tante, cerita tante, ceritaseks, kisah Porno.
Badannya cukup berisi alasannya sudah biasa bekerja di sawah membantu bapaknya di kampung. Saat Panceklik ia mencoba mencari pemanis ke kota “X”, dan menerima pekerjaan di kios beras pak Nurdin.
Saat asik melihat kuli lain yang sedang main kartu tiba beberapa perempuan yang biasa mangkal disitu dan melayani birahi para kuli dengan bayaran yang memang “murah”, untuk ukuran orang gedean. Seperti biasa dengan bunyi yang sedikit keras mereka menarik hati para kuli itu.
“Wah neng lagi bokek euy, kalo boleh ngutang mah akang mau”, kata salah seorang diantara mereka.
“Wah emang warung nasi, kalo mau maen ya bayar dulu tidak bisa ngutang atuh”, perempuan muda yang berjulukan Neneng itu menjawab.
Neneng tidak terlalu cantik, badannya montok usiannya sudah kepala tiga, janda ditinggal kabur suaminya, “Eh kang itu siapa, anak gres ya?”, kata Neneng ketika melihat Udin yang sedikit keheranan melihat kedatangannya.
“iya masih ingusan, dari Garut gres dua hari disini”, Neneng tersenyum genit dan mendekati Udin yang dari tadi melihatnya.
“kenapa jang kok kayak tidak pernah liat perempuan aja”
“Ah enggak teh”, Udin menjawab dengan malu-malu.
“Wah neng anak kecil belon bisa apa-apa mendingan sama saya saja”
“Apa ngutang tidak sudi, mendingan sama barang gres masih orsinil kan asik dapet perjaka, ayo jang ikut saya saja kan bisa ngobrol berdua dari pada di sini sama mereka.”
“Awas jang jangan kena di rayu entar kena sipilis kamu”
“Eh jangan suka nakutin orang ya saya mah rajin ke dokter nggak bakalan kena sipilis udah disuntik tau”, sambil mengacungkan tinjunya Neneng memaki para kuli itu dengan sedikit marah.
Udin agak rikuh juga alasannya Neneng menggandeng tangannya, kemudian mereka berdua ngobrol disalah satu warung kopi.
“Jang mau nemenin saya gak, tidak usah bayar lah ya…, kini kau anterin saya pulang ayo, ntar saya kasih sesuatu yang lezat pisan, mau kan…”
Udin cuma bisa tersenyum dan mengangguk perlahan. Kemudian mereka berjalan berduamenyusuri gang di belakang pasar menuju ke rumah Neneng yang kebetulan akrab dengan pasar. Sampai dirumah Neneng kemudian menyuruh Udin masuk dan kemudian mengunci pintu, Udin sedikit keheranan.
“ayo atuh jangan malu-malu, nggak apa-apa disini mah sudah biasa kayak gini sini”, Kata Neneng.
“Aku ngerti kok kau belum pernah makanya mau saya ajarin mau kan”, kata Neneng sambil membelai dada Udin yang bidang.Udin hanya membisu gemetaran, tidak tahu harus berbuat apa kepalanya mengangguk perlahan.
“Baju kau dibuka aja ya”, kata Neneng sambil menarik kaos yang digunakan Udin, dan kemudian ia membuka risleting celana yang digunakan Udin.
Dengan garang Neneng mencium bibir Udin yang kebingungan diperlakukan ibarat ini, namun alasannya godaan Neneng Udin juga mulai terbakar birahi. Neneng mendorong Udin ketempat tidur sehingga Udin jatuh terlentang diatas daerah tidur, kemudian Neneng menarik celana Udin sehingga anak itu bugil. Kontol Udin sudah berdiri dan dengan refleks ia menutupi kontolnya itu. Neneng hanya tersenyum melihatnya.
“Wah sama saya sih nggak usah malu-malu udah sering lihat yang kayak gitu..”
Kemudian Neneng membuka bajunya, Udin makin salah tingkah melihat ada perempuan yang bugil didepan dia. Kemudian neneng naik ke daerah tidur dan menciumi bibir, dada dan menggigit puting uding.
“ahhh aduh geli teh”, Udin mendesah kegelian diperlakukan ibarat itu.
“Sekarang aja ya dimasukin sama teteh.”
Neneng memengang kontol Udin dan mengarahkannya ke memeknya. Udin melihatnya masih dengan tubuh gemetaran.
“akhhh…” Udin mendesah ketika kontolnya masuk kedalam memek Neneng, matanya terpejam menikmati sensasi yang gres ia rasakan di kontolnya.“akhh…sss lezat kan Din,” Neneng bergerak naik turun sambil meremas-remas susunya.
Udin merem-melek menikmati goyangan Neneng, kontolnya serasa dipijat dan disedot di dalam memek Neneng, kemudian pantatnya mulai naik turun mengikuti gerakan Neneng dan tangannya meremas-remas seprei, gres ketika Neneng membimbing tangannya ke susu Neneng
“Remas Din… Aakhh”. Udin meremas-remas susu neneng, dan ketika susu itu disodorkan kemulutnya Udin mulai mengemutnya persis ibarat masih bayi, tapi kemudian berhenti ketika Neneng menegakkan badannya.
Neneng masih asik menggoyang pantatnya dan tangannya meremas-remas dada Udin. Udin mulai gelisah tangannya kadang meremas susu, kadang meremas seprei dan kadang memegang pinggang Neneng seakan-akan mengatur semoga neneng menekan sedalam mungkin.
“Aduh… teh… Aakh”,Udin mendesah, bicaranya mulai ngaco, nafasnya mulai memburu dan badannya mulai kejang, kepalanya mendongkak keatas, matanya terpejam dan pantatnya mengangkat naik dan crot…crot…crot… Entah berapa kali semburan yang keluar dari kontolnya dan karenanya Udin terkulai lemas.
“Yaaa kan teteh belum, tapi tidak apa-apa istirahat dulu aja ya”, kata Neneng dengan nada sedikit kecewa, mereka tidur sambil berpelukan.
Saat pagi hari Ujang berdiri dan melihat Neneng yang tidur terlentang, ia melihat perempuan itu masih telanjang dan tertarik ketika melihat gundukan daging yang ditumbuhi rambut halus, kemudian ia mulai meraba memek Neneng. Saat Neneng mencicipi memeknya ada yang mengusap-usap ia terbangun melihat Udin tersenyum dan membiarkan Udin memperlakukannya ibarat itu. Udin kemudian naik ke atas tubuh Neneng menindihnya dan mengarahkan kontolnya ke memek Neneng kemudian menekannya.
“Akh…ngehh”
“Enak kan Din sss… Akh.. Tekan yang dalem din.. Akhh…”
Udin menggerakkan pantatnya maju mundur dan Neneng Menggoyangkan pinggulnya mengikuti gerakan maju mundur pantat Udin. Hanya desahan yang terdengan dari verbal mereka berdua.
“aduh din…terus… Akh.. Yaaa terus din yang kerasss akhh din yeah…terus akhh…”
“Akh teh udin mau keluarehh akh teh… sss.. Akkkh…ngahouch…”
“Teteh dateng din akh…din… Aouchhh…”
Badan mereka berdua menegang, Neneng mengangkat tinggi-tinggi pantat dan dadanya, sedangkan Udin ibarat busur panah, pantanya menekan memek Neneng dan tangannya meremas seprei dan sesaat kemudian mereka terkulai lemas. Kepala Udin rebahan di susu Neneng dan kemudian tidur terlentang di sisi Neneng. Beberapa ketika kemudian.
“Din yang tadi gratis tapi kalo mau teteh bersihin sekalian Udin harus bayar yah murah kok cuman 20000 aja.”
Udin hanya mengangguk sambil tersenyum. Kemudian Neneng mulai menjilati seluruh tubuh Udin dada Udin kemudian turun kebawah. Saat hingga di kontol Udin Neneng menjilati kepala kontoln Udin yang masih sedikit tersisa spermanya yang mulai kering, dan kemudian mengulumnya.
“akh…teh..sss… Aduh..geli… Akhh…”, Udin mendesah dan badannya gemetaran, da kontolnya mulai mengeras lagi.
Neneng terus mengulum kontol Udin sambil mengocoknya. Udin menggerakkan pantatnya naik turun.
“akhh…teh…teehhhh ouch…”
Sperma Udin muncart dimulut Neneng dan sebagian meler keluar dan membasahi kontolnya. Neneng menelan semuanya dan kemudian menjilati sisa-sisa sperma Udin hingga bersih. Setelah mandi Udin membayar uang ibarat yang telah dijanjikannya dan kembali pergi ke pasar.
“Din, kau gres berapa hari kerja disini udah kesiangan, saya tahu kau kemana, kalo nurut sama bapak mah kau teh jangan terpengaruh sama perempuan kayak gitu ntar kena penyakit ancaman kan”, Pak Nurdin menasehati Udin.
Udin hanya membisu tanpa komentar apa-apa. Tapi alasannya terlanjur ketagihan Udin sering pergi bersama Neneng dan tanpa disadarinya ia ketularan penyakit dan ketika akan berobat Udin tidak bisa menebus obatnya alasannya uangnya sudah habis untuk mebayar Neneng dan kemudian ia pulang ke kampung dengan perasaan aib yang teramat sangat.
Sudah membaca ceritanya..?, semoga terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web 1ceritasex.blogspot.com yah caranya klik CTRL+D secara bersamaan kemudian klik OK. - terima kasih.
Sumber : Internet
