1CERITA SEX - Teman Chating Kaprikornus Kawan ML # Dunia internet ialah dunia yang mengasyikkan sekaligus dunia yang maya. Kita bisa mengetahui semua situs dengan bebas. Terutama dunia porno, aneka macam jenis ras insan sanggup kita ketahui seluk beluk dan lekuk tubuhnya. Dunia chatting tidak kalah hebatnya dengan itu semua, kita bisa ngobrol dengan orang-orang sesama pengguna MIRC di seluruh dunia.
CERITA SEX - dongeng intim,cerita x,cerita sec,cerita sekz,cerita zex,cerita sesk,cerita bokep,cerita sek,kisah sek,rumah sek, dongeng tanteku,cerita ml sama tante,cerita tante2,cerita ngesek tante,cerita dengan tante,cerita ngesex sama tante,cerita ngesex, dengan tante,cerita ngesek sama tante,cerita sama tante,cerita ngesek dengan tante,cerita ngeseks dengan tante, dongeng selingkuh sama tante, cerita ml tante tante, cersex tante, cerita tante, ceritaseks, dongeng Porno.
CERITA SEX - dongeng intim,cerita x,cerita sec,cerita sekz,cerita zex,cerita sesk,cerita bokep,cerita sek,kisah sek,rumah sek, dongeng tanteku,cerita ml sama tante,cerita tante2,cerita ngesek tante,cerita dengan tante,cerita ngesex sama tante,cerita ngesex, dengan tante,cerita ngesek sama tante,cerita sama tante,cerita ngesek dengan tante,cerita ngeseks dengan tante, dongeng selingkuh sama tante, cerita ml tante tante, cersex tante, cerita tante, ceritaseks, dongeng Porno.
Sambil santai menghisap rokok, saya mulai iseng berkenalan dengan orang-orang sesama MIRC-is. Sebut saja nicknya “Mahon_f”, salah satu sahabat gres MIRC saya. Setelah ngobrol ke sana kemari, beliau menyebut diri anak Semarang dan gres setahun tinggal di sana, jadi bahasa Indonesianya agak kaku.
Tetapi anehnya, bicaranya rada2 berani dibanding cewek lainnya, sehabis ditelusuri, beliau ialah anak bule dari USA. Bapaknya hijrah kerja di Semarang. Aku minta juga pic-nya dan pribadi dikirim lewat DCC. Lumayan juga orangnya, agak montok, rambut pirang, ikal dan cantik. Hanya kulitnya merah lantaran kebanyakan kena sengat matahari.Nggobrol usang dan hasilnya saya mulai iseng untuk mengetahui kehidupan seksualnya. Ternyata beliau termasuk orang yang menganut free sex.
Aku minta nomor telponnya dan membuat kesepakatan dengannya untuk bertemu. Aku ialah anak Yogyakarta yang kuliah di Politeknik Negeri di Bandung, jadi harus jauh-jauh kesana dulu untuk bisa bertemu dengannya. Sedangkan beliau masih kuliah di sebuah universitas swasta di Semarang.Akhir bulan saya pulang dan mampir ke Semarang untuk bertemu dengan Mahony (nama dia). Aku naik bus dan hingga disana kira-kira pukul 4 sore, kemudian saya telpon beliau supaya menjemputku.
Suzuki Vitara metalik tiba menghapiriku yang isinya 2 orang bule muda yang cantik-cantik.
“Kamu malam panjang yaa..?” sapa beliau sambil melempar senyum, membuat otakku tidak karuan menjawabnya.
“Benar dan Kamu Mahony ya..?” balasku.
“Iya, apa khabar malam panjang..?” sapa dia.
Dada ini bergetar juga melihat gaya pakaiannya yang bersinglet ketat dan celama jeans rombeng sobek di lututnya.
“Ayo masuk..! Dan *****., kenalkan kakakku, Garrel..” kata dia.
Kami bersalaman, sambil melapas beling mata hitamnya beliau memperkenalkan namanya.
“Hallo.. Aku Garrel, nama Kamu siapa..?” tanya dia.
“Aku Harris (samaran).” balasku sambil bersalaman.
Aku masuk ke dalam kendaraan beroda empat dan berangkat lantaran sudah mengundang banyak mata memadang ke arah kami. Si Mahony pindah ke belakang menemani saya di belakang, sedangkan kakaknya gantian mengemudi mobil.
Berjalan melintasi tugu muda dan simpang lima, kemudian entah ke mana saya tidak tahu arah lantaran asyik ngobrol dengan si Mahony. Dia banyak menceritakan perihal situasi kota Semarang yang terlalu panas dan perihal teman-temannya dis***** Mahony orang yang supel dan cuek, jadi tidak terlalu kaku bicara dengan beliau walaupun kadang bicaranya dicampur dengan bahasa Inggris.
Setelah usang berkeliling Semarang, hasilnya hingga di sebuah rumah besar di perumahan elite Semarang. Kami disambut oleh seorang perempuan bule setengah baya yang berbahasa Indonesia dengan fasih. Itu ialah Ibunya Mahony. Dimana di rumah itu hanya tinggal orang renta Mahony, dua orang anaknya dan tiga orang pembantu. Kami bertiga ngobrol menyerupai sudah kenal usang saja, padahal kami beru bertemu.
Malam hari tiba dan saya dipaksa untuk menginap dan tinggal disana, saya sih baik-baik saja, lagian disuguhi dengan kulit-kulit mulus setiap saat. Aku tidak kuat, kemaluannku terus menegang melihat itu semua, serta nafas yang tidak beraturan lantaran otak kotorku sudah dipenuhi bisikan-bisikan nafsu dari sang iblis.Aku pamit mandi, kesempatan itu tidak saya sia-siakan dengan melepaskan hasrat dengan beronani. Kamar mandi yang besar, lengkap dengan kolam mandi tidur dan sebuah beling besar di seberang. Tanpa komando, saya pribadi melepas baju dan celana. Membasahi tubuhku dengan air hangat sambil mengocok batang kemaluanku perlahan. Berinspirasi membayangkan si Mahony dengan payudara yang menggantung indah dan Garrel tanpa selembar benang pun. Perlahan kukocok sambil memejamkan mataku.
Tanpa sadar, sebuah tangan yang halus memegang pinggulku, terbelalak saya buka mata, terpana dan tidak bisa bergerak, Mahony sudah di depan mataku sambil tersenyum memegang handuk.
“Waduh tertangkap berair nich..!” bisikku dalam hati.
“Kamu lupa mengunci pintu, Haris..” katanya tersenyum.
Suara yang lembut membuat jantungku berdegup kencang. Rupanya Mahony tiba membawakan handuk buatku, dan kini beliau mulai melepaskan baju singlet ketatnya. Seribu sumpah serapah keluar dalam batinku mengagumi keindahan badan moleknya. Tanpa berkedip dan nafas tidak beraturan, saya melihat pemandangan indah itu. Si Mahony secara perlahan membuka singletnya dan celana jeansnya. Hanya tinggal bra (36) dan celana dalamnya saja yang tersisa. Begitu mulus nan indah.
Perlahan beliau merangkulku, sejuta maki ketidakpercayaan berkecamuk di dalam dada. Mencium lembut bibirku, saya hanya melamun alasannya ialah belum pernah saya melihat bule berbugil ria di depanku, kecuali di dalam film BF yang sering saya toton.
“Kenapa Kamu, Haris..?” tanya beliau membuyarkan lamunanku.
“Ehh.. ee.. tidak apa-apa kok.., ntar kalo tertangkap berair Ibu kau gimana..?” tanyaku.
“Tidak apa-apa, beliau gres tidur di kamarnya..” jawabnya.
Inilah kesempatanku, batinku mendukungku terhadap semua ***** Aku balas kecupan bibirnya dengan lembut, berpanggut dan terus berpanggut. Tanpa sadar, ritme kecupan kami menjadi cepat, mungkin lantaran nafsu kami yang sudah mulai berkobar. Bunuh saya dengan api nafsumu, hancurkan, lepaskan dalam semua kegirangan ***** Lama kami berpanggut di bawah siraman air dan uap hangat. Sampai saya beranikan diri membuka tali BH-nya, kini tampaklah sebuah gunung kembar menjulang dengan penuh gairah. Segera kusambut dengan usapan terlembutku.
Cerita Panas – Kuremas dan kuresapi apa yang ada di dalam payudaranya. Aku kecup leher, dadanya dengan perlahan sambil tanganku meremas pantatnya. Putting yang tampak menantang dengan warna merah renta tampak menarik hati dengan jemari lentiknya. Aku permainkan lidahku di seputar putingnya, melingkar, gigitan kecil menghiasi kulit mulusnya.
“Aahh.. sshh.. aahh..” rintihnya ketika lidahku mengenai ujung putingnya.Perlahan saya jilat ujung klitorisnya yang berwarna merah merekah, jilat dan jilat.
Aku hisap putingnya dan saya putar-putar dengan lidahku, sambil sesekali bergerak ke samping tubuhnya, rusuk, dan punggung. Aku memang suka menjilati badan lawan mainku hingga benar-benar berair seluruh tubuhnya dengan lidahku.
Perlahan saya turun ke arah perut, pantat, paha, betis kemudian naik lagi ke arah selangkangannya. Aku tidurkan beliau di lantai kamar mandi, sambil saya angkat kedua kakinya hingga terkuak kini selangkangannya. Benar-benar indah vaginanya yang tanpa sebatang bulu pun menumbuhinnya, berwarna merah dengan klitoris yang sedikit menyembul. Aku urut dengan lidahku sepanjang pahanya menuju ke atas, berhenti di pinggir selangkangannya. Sambil saya remas-remas payudaranya, kuputar-putar lidahku di sekitar bibir kemaluannya, amis dan sangat basah. Rupanya beliau sudah terbakar nafsu emosi tanggapan cumbuanku. Dia terus meremas payudaranya sambil mendesah tidak karuan.
“Aahh.. shh.. ooh.., Haris.. shh..” desahnya mengencang.
Kujilati terus klitorisnya dan sesekali kukorek isi vaginanya dengan lidahku. Kubuka pinggir vaginanya dengan kedua tanganku, kemudian kujilati serpihan dalam vaginanya, kutusuk dengan lidahku hingga benar-benar berair dengan cairan hangat vaginanya. Aku lihat beliau memejamkan mata sabil mendesis keras disertai dengan kata-kata berbahasa Inggris yang saya tidak mengerti artinya. Kadang menjambak rambutku disertai dengan lolongan panjang dan menekan kepalaku ke arah liang senggamanya dan mengangkat pinggulnya, saya tidak tahu apakah beliau sudah ejakulasi atau belum, saya tidak perduli, saya terlalu sibuk dengan vagina indahnya.
Tiba-tiba beliau bangkit dan membalikkanku dengan posisi telentang. Dengan liar beliau kecupi dada dan putingku, hal itu tentu saja membuatku terbang dan meratap, alasannya ialah memang putingku ialah kawasan “rawanku”, sambil saya sendiri mengocok batang kemaluanku yang terus menegang. Di kangkanginya tubuhku sambil dituntunnya kemaluanku ke arah vaginanya.
“Bllueess.. ss..” terasa nikmat sekali sehabis beberapa bulan saya menahan gejolak nafsuku.Buah dadanya yang naik turun membuat sebuah pemandangan yang erotis bagi mataku. Tubuhku bergoncang jago oleh lantaran goyangannya. Bagai kerasukan iblis seks, beliau bergerak dengan tidak karuan, mendongak ke atas ke kiri dan ke kanan. Oohh.. saya sungguh terpuaskan. Aku coba melihat ke arah beling kamar mandi, oohh.. pamandangan yang bisa mambuatku terangsang sendiri oleh lantaran tingkah liarnya.
Terasa menggigit dan hangat di dalam vaginanya. Dia mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun, saya sungguh menikmatinya.
“Clep.. clep.. clepp..” bunyi bibir vagina bertemu dengan pangkal batang kejantananku di sertai dengan air hangat.
Kulepaskan beliau dan gantian saya yang berada di atas. Dengan posisi batang kejantananku yang masih menancap bersahabat di vaginanya, saya mulai menggoyangnya dengan irama teratur, buah dadanya bergerak-gerak naik turun.
“Ahh.. ahh.. nikmat Hariss.. oh yes..!” desahnya yang membuat nafsuku terbakar hebat.
Kukangkangi beliau di atas dengan posisi duduk, dengan batang kemaluanku yang masih tercepit, kurapatkan kedua kakinya, kemudian saya mulai menggoyang. Dia mulai bergelinjang lagi alasannya ialah posisi itu begitu menekan vaginanya untuk bergesekan dengan batang kemaluanku.
“Clepp.. clep.. clep.. cleepp..” disertai erangan kenikmatan keluar dari bibir kami.
Posisi tersebut tentulah sangat besar lengan berkuasa menggesek klitorisnya, sambil tanganku meremas buah dadanya. Ooh.. betapa nikmat dosa *****
“Aaahh.. ahh.. ooh.. ooh.. I am coming.. I am coming.. oohh.. oohh.. aahh.. aahh..” desahnya liar.
Sesaat berikutnya, beliau mulai berkelojotan dengan jari yang meremas besar lengan berkuasa pundakku, hingga menjadikan luka gores yang pedih, hal itu justru menambah nilai kenikmatan tersendiri sehabis nanti bekerjasama intim dengannya.
Aku berganti posisi dengan menggangkat satu kakinya ke atas, sehingga beliau berposisi miring, sedangkan saya dengan leluasa melihat batang kemaluanku keluar masuk ke vaginanya yang sudah sangat bajir, berkilat-kilat oleh cairan vaginanya yang memerah dan merekah. Kugoyang terus hingga keringatku pun berjatuhan di pahanya. Bayangan yang tercipta di beling kamar mandi sungguh terlihat indah, bagai dua mahluk yang terlibat pertempuran sengit. Saling menindih dan saling mengerang kenikmatan.
“Clep.. clep.. cllepp.. ahh.. ahh.. sshh..” bunyi yang bergema di kamar mandi tersebut.Dia keluar untuk yang kedua kalinya dan saya pun dengan mata terpejam berusaha menghancurkan lubang vaginanya dengan sperma yang akan keluar menyembur ke vaginanya.
Cerita Seks – Beradu dengan gemuruh nafsu di dalam dada ini, keringat pun berjatuhan di perut dan dada Mahony yang berkilat lantaran mulus kulitnya. Hingga pada akhirnya, sesuatu yang akan meledak bergerak turun dari dalam perut bawahku. Kugoyangkan dengan keras dan irama tempo yang sangat cepat biar kenikmatana itu sanggup kuraih bersamaan dengannya.
“Aahh.. ah.. ahh.. oohh.. oohh.. aahh..” desah panjangnya.
“Aaahh.. aahh..” desahku mengimbangi semburan spermaku.
“Crroott.. ccrroott.. ccrroott.. sseerr.. serr..” banyak sekali sperma yang keluar menyembur di kawasan perut dia.
Tiba-tiba Mahony memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil di kocok.
“Aahh..” membuatku melayang, ditelannya sperma yang keluar dari batang kemaluannku, dijilati hingga terasa linu batang kejantananku.
“Eemm.. srruupp.. srrupp.. ahh.. sshh.. shh..” desisnya.
Aku bersandar pada dinding kamar mandi dengan nafas tidak baraturan seakan mau pacah rongga dada ***** Turut pula beliau bersandar di perutku sambil terus menjilati kemaluanku.
Dikecupnya bibirku sambil berucap, “Thanks..!”
Aku hanya melamun tanpa bisa berkata-kata oleh lantaran nafasku yang memburu.
Beberapa ketika kemudian, saya mandi dengannya di shower sambil bercanda dan tertawa, dan malam harinya, babak kedua terus berlanjut lantaran beliau menyusul ke kamar tidurku. Hingga larut, kami masih bercengkrama dengan nafsu kami hingga tertidur dengan tanpa menggunakan selembar benang pun.
Pagi yang indah menyambutku dengan sebuah kecupan hangat di kening. Sambil beranjak dari tempat tidurku, beliau menenteng celana dalamnya yang belum terpakai semalam. Siang itu, saya pulang ke Bandung, dengan diantarkannya hingga terminal Semarang. Kami berpisah dengan lambaian tangan dan sebuah kecupan panjang bibir di dalam mobil. Sebelumnya, beliau memperlihatkan alamat e-mailnya dan berharap saya tidak melupakan kenangan yang kami lakukan berdua.
Beberapa hari kemudian, saya membuka e-mailku. Sebuah e-mail manis dari Mahoney disertai dengan kartu ucapan selamat pagi yang indah, membuat hatiku bersorak gembira. Isi goresan pena terakhirnya, “Kapan Kamu maen ke Semarang lagi..?”
“Ha.. ha.. ha..” dalam hati saya tertawa, apakah ini nyata..?
Yang pasti, kutelepon beliau malam harinya dan beliau mengharapkan saya untuk main dan bermalam lagi di rumahnya, di Semarang.
Sudah membaca ceritanya..?, semoga terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web 1ceritasex.blogspot.com yah caranya klik CTRL+D secara bersamaan kemudian klik OK. - terima kasih.
Sumber : Internet
