1CERITA SEX - Ngesek Dengan Bos Ku Ibu Mila # Selama satu ahad Ibu Mertuaku berada di Jakarta, hampir setiap hari setiap ada kesempatan saya dan Ibu Mertuaku selalu mengulangi persetubuhan kami. Apalagi sehabis Indri istriku ditugaskan ke Medan selama tiga hari untuk mengerjakan proyek yang sedang di kerjakan kantor istriku, Aku dan Ibu mertuaku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang kami peroleh, kami berdua semakin lupa diri. Aku dan Ibu mertuaku tidur seranjang, layaknya suami istri, ketika hasrat birahi kami tiba saya dan Ibu Mertuaku eksklusif merampungkan hasrat kami berdua. Kusirami terus menerus rahim Ibu Mertuaku dengan spermaku, kesannya fatal.
CERITA SEX - kisah intim,cerita x,cerita sec,cerita sekz,cerita zex,cerita sesk,cerita bokep,cerita sek,kisah sek,rumah sek, kisah tanteku,cerita ml sama tante,cerita tante2,cerita ngesek tante,cerita dengan tante,cerita ngesex sama tante,cerita ngesex, dengan tante,cerita ngesek sama tante,cerita sama tante,cerita ngesek dengan tante,cerita ngeseks dengan tante, cerita selingkuh sama tante, cerita ml tante tante, cersex tante, cerita tante, ceritaseks, kisah Porno.
Setelah istriku kembali dari Medan Bapak mertuaku minta biar Ibu mertuaku segera pulang ke Gl, dengan berat hati akhirnya Ibu mertuakupun kembali ke desa Gl.
Setelah Ibu mertuaku kembali kedesa GL hari hariku jadi sepi Aku begitu ketagihan dengan permainan sex Ibu Mertuaku saya rindu jeritan jeritan joroknya, ketika orgasme sedang melandanya.
Pertengahan juni kemudian Ibu mertuaku menelponku ke kantor, saya begitu bangga sekali Kami berdua sudah sama sama saling merindukan, untuk mengulangi persetubuhan kami, tapi yang paling membuatku kaget ialah ketika Ibu mertuaku memperlihatkan kabar, kalau dia terlambat tiba bulan dan sehabis diperiksa ke dokter, Ibu mertuaku positip hamil. Aku kaget sekali, saya pikir, Ibu Mertuaku sudah tidak sanggup hamil lagi.
Aku minta kepada Ibu mertuaku, biar benih yang ada dalam kandungannya dijadikan saja, namun Ibu mertuaku menolaknya, Ibu mertuaku bilang itu sama saja dengan bunuh diri, alasannya ialah suaminya sudah usang tidak pernah lagi menggaulinya, tetapi masih sanggup hamil. Baru saya tersadar, yah kalau Bapak mertuaku tahu istrinya hamil, niscaya Bapak mertuaku murka besar apalagi jikalau Bapak mertuaku tahu kalau yang menghamili istrinya ialah menantunya sendiri.
Juga atas saran Dokter, berdasarkan dokter di usianya yang kini ini, sangat riskan sekali bagi Ibu mertuaku untuk hamil atau mempunyai anak lagi, jadi Ibu mertuaku tetapkan untuk mengambil tindakan.
“Bu, apa perlu saya tiba ke desa Gl?”Ibu mertuaku melarang, “Tidak usah sayang nanti malah bikin Bapak curiga, lagi pula ini hanya operasi kecil”.Setelah saya yakin bahwa Ibu mertuaku tidak perlu ditemani, otak jorokku eksklusif terbayang badan telanjang Ibu mertuaku.“Bu saya kangen sekali sama Ibu, saya kepengen banget nih Bu”
“Iya Mas, Ibu juga kangen sama Mas Pento. Tunggu ya sayang, sehabis problem ini selesai, selesai bulan Ibu datang. Mas Pento boleh entotin Ibu sepuasnya”.
Sebelum kuakhiri percakapan, saya bilang sama Ibu mertuaku biar jangan hingga hamil lagi, Ibu mertuaku hanya tersenyum dan berkata kalau dia kecolongan. Gila.. , kekerabatan gelap antara saya dengan Ibu mertuaku menghasilkan benih yang mendekam di rahim Ibu mertuaku, saya sangat resah sekali.
Saat saya sedang asyik asyiknya melongo memikirkan apa yang terjadi antara saya dan Ibu mertuaku, saya dikagetkan oleh bunyi dering telepon dimejaku.
“Hallo, selamat pagi”.“Pento kau tolong ke ruang Ibu sebentar”.Ternyata Bos besar yang memanggil, akupun beranjak dari kawasan dudukku dan bergegas menuju rangan Ibu Mila. Ibu Mila, perempuan setengah baya, yang sudah menjanda alasannya ialah ditinggal mati suaminya jawaban kecelakaan, ketika latihan terjun payung di Sawangan. Aku taksir, usia Ibu Mila kurang lebih 45 tahun, Ibu Mila seorang perempuan yang begitu penuh wibawa, walaupun sudah berusia 45 tahun namun Ibu Mila tetap terlihat cantik, hanya sayang Tubuh Ibu Mila agak gemuk.“Selamat pagi Bu, ada apa Ibu memanggil saya”.
“Oh nggak.. , Ibu cuma mau Tanya mengenai pekerjaan kemarin, yang diberikan sama Bp. Anwar sudah selesai kau kerjakan atau belum?”.
“Oh.. ya Bu.. sudah, kini saya sedang memeriksanya kembali sebelum saya serahkan, biar tidak ada kesalahan”. Jawabku.
“Oh.. ya.. sudah kalau begitu, Kamu kelihatan pucat kenapa? Kamu sakit?”. Tanya Ibu Mila.
“Oh nggak Bu Saya tidak apa-apa”.
“Kalau kau kurang sehat, ijin saja istirahat dirumah, jangan dipaksakan nanti malah tambah parah penyakit mu”.
“Ah.. nggak apa-apa Bu saya sehat kok”. Jawabku.
Saat saya hendak meninggalkan ruangan Ibu Mila, saya sangat terkejut sekali, ketika Ibu Mila berkata, “Makanya kalau menduakan hati hati dong Pen Jangan terlalu berani. Sekarang kesannya ya beginilah Ibu mertuamu hamil”.
Aku sangat terkejut sekali, bagai disambar petir rasanya mukaku panas sekali, saya sungguh-sungguh mendapatkan aib yang luar biasa.
“Dari mana Ibu tahu?” tanyaku dengan bunyi yang terbata bata.
“Maaf Pen Bukannya Ibu ingin tahu urusan orang lain, Tadi waktu Ibu menelfon kau kamu kok online terus Ibu jadi penasaran, Ibu masuk saja ke line kamu. Sebenarnya, sehabis Ibu tahu kau sedang bicara apa, ketika itu Ibu hendak menutup telepon rasanya kok lancang dengerin pembicaraan orang lain, tapi Ibu jadi tertarik begitu Ibu tahu bahwa kau menduakan dengan Ibu mertuamu sendiri”.
Aku murka sekali, tapi apa daya Ibu Mila ialah atasanku, selain itu Ibu Mila ialah saudara sepupu dari pemilik perusahaan kawasan saya bekerja, sanggup bisa malah saya dipecat. Aku hanya membisu dan menundukan kepalaku, saya pasrah.“Ya sudah, damai saja diam-diam kau kondusif ditangan Ibu”
“Terima kasih Bu”, jawabku lirih sambil menundukkan mukaku
“Nanti sore sehabis jam kerja kau temenin Ibu ke rumah, ada yang hendak Ibu bicarakan dengan kamu, OK”.
“Tentang apa Bu?” tanyaku.
“Ibu mau mendengar semua kisah wacana hubunganmu dengan Ibu mertuamu dan jangan menolak” pintanya tegas.
Akupun keluar dari ruangan Ibu Mila dengan perasaan tidak karuan, saya murka atas perbuatan Ibu Mila yang dengan lancang mendengarkan pembicaraanku dengan Ibu mertuaku dan rasa aib alasannya ialah kekerabatan gelapku dengan Ibu mertuaku diketahui oleh orang lain.
“Kenapa Pen? Kok mukamu kusut gitu habis dimarahin sama si gendut ya”, Tanya Wilman sohibku.
“Ah, nggak ada apa apa Wil Aku lagi capek aja”.
“Oh saya pikir si gendut itu marahin kamu”.
“Kamu itu Wil, gendat gendut, ntar kalau Ibu Mila denger mati kamu”.
Hari itu saya sudah tidak konsentrasi dalam pekerjaanku Aku hanya melongo dan memikirkan Ibu mertuaku, kasihan sekali dia harus dikuret sendirian, terbayang dengan terang sekali wajah Ibu mertuaku kekasihku, rasanya saya ingin terbang ke desa GL dan menemani Ibu mertuaku, tapi apa daya Ibu mertuaku melarangku. Apalagi nanti sore saya harus pergi dengan Ibu Mila, dan saya harus menceritakan kepadanya semua yang saya alami dengan Ibu mertuaku, uh.. rasanya mau meledak dada ini
Aku berharap biar jam tidak usah bergerak, namun detik demi detik terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa sudah jam setengah lima. Ya saya hanya sanggup pasrah, mau tidak mau saya harus mencerikan semua yang terjadi antara saya dengan Ibu mertuaku biar rahasiaku tetap aman.
“Kring.. “, kuangkat telepon di meja kerjaku.
“Gimana? Sudah siap”, Tanya Ibu Mila. “Ya Bu saya siap”, “Ya sudah kau jalan duluan tunggu Ibu di ATM BNI pemuda”.
Ternyata Ibu Mila tidak ingin kepergiannya denganku diketahui karyawan lain. Dengan menumpang kendaraan beroda empat kawanku Wilman, saya diantar hingga atm bni, dengan alasan saya mau mengambil uang, dan akan pergi ketempat familiku, akhirnya wilman pun tidak jadi menunggu dan mengantarkanku pulang menyerupai biasanya.
Kurang lebih lima belas menit saya menunggu Ibu Mila, tapi yang ditunggu-tunggu belum tiba juga, ketika kesabaranku hampir habis kulihat kendaraan beroda empat Mercedes hitam milik Ibu Mila masuk ke halaman dan parkir. Ibu Mila pun turun dari kendaraan beroda empat dan berjalan kearah ATM.
“Hi.. Pento ngapain kau disini?”, sapa Ibu Mila.
Aku jadi bingung, namun Ibu Mila mengedipkan matanya, akupun mengerti maksud Ibu Mila, biar kami bersandiwara alasannya ialah ada beberapa orang yang sedang antri mengambil uang.
“Oh nggak Bu, saya lagi nunggu temen tapi kok belum tiba juga”, sahutku.
Ibu Milapun bergabung antri di depan ATM.
“Gimana, temenmu belum tiba juga?” Saat Ibu Mila keluar dari ruang ATM.
“Belum Bu”.
“Ya sudah pulang bareng Ibu aja toh kita kan searah”.
Aku pun berjalan kearah kendaraan beroda empat Ibu Mila, saya duduk di depan disamping supir pribadi Ibu Mila sementara Ibu Mila sendiri duduk dibangku belakang.
“Ayo, Pak Bari kita pulang” “Iya Nya.. “, sahut Pak bari “Untung saya ketemu kau disini Pento Padahal tadi saya sudah cari kau dikantor kata sahabat temanmu kau udah pulang”.
Uh.. batinku Ibu Mila mulai bersandiwara lagi.
“Memangnya ada apa Ibu mencari saya?”.
“Mengenai tawaran yang kau bikin tadi siang gres sempat Ibu periksa sore tadi, ternyata ada beberapa kekurangan yang harus ditambahkan. Yah dari pada nunggu besok mendingan kau selesaikan sebentar di rumah Ibu OK”.
Aku hanya membisu saja, pikiranku benar-benar kacau ketika itu, hingga sampai saya tidak tahu kalau saya sudah hingga dirumah Ibu Mila.
“Ayo masuk”, ajak Ibu mia.
Aku sungguh terkagum kagum melihat rumah bossku yang sanggat besar dan megah. Aku dan Ibu Mila pun masuk kerumahnya semakin kedalam saya semakin bertambah kagum melihat isi rumah Ibu Mila yang begitu antik dan mewah.
“Selamat sore Nya”,
“Sore Yem, Oh ya.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan kiprah yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kau antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disana”.
“Baik Nya”.
Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Mila.
“Silakan Den, ini kamarnya”.
Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Sebuah kamar yang besar dan glamor sekali. Langsung saya duduk di sofa yang ada di dalam kamar.
“Kring.. , kring.. “, kuangkat telepon yang melekat di dinding.
“Hallo, Pento, itu kamar anakku, kini ini anakku sedang kuliah di US, kau mandi dan pakai saja pakaian anakku, biar baju kerjamu tidak kusut”.
“Oh.. iya Bu terimakasih”.
Langsung saya menuju kamar mandi, membersihkan seluruh tubuhku denga air hangat, sehabis selesai akupun membuka lemari pakian yang sangat besar sekali dan menentukan baju dan celana pendek yang pas denganku.
Sudah hampir jam tujuh malam tapi Ibu Mila belum muncul juga, yang ada malah Iyem yang tiba mengantarkan makan malam untukku. Saat saya sedang asyik menikmati makan malamku, pintu kamar terbuka dan kulihat ternyata Ibu Mila yang masuk, saya benar benar terpana melihat pakaian yang dikenakan oleh Ibu Mila tipis sekali. Setelah mengunci pintu kamar Ibu Mila tiba menghampiri dan ikut duduk di sofa. Sambil terus melahap makananku saya memandangi badan Ibu Mila, walaupun gendut tapi Ibu Mila tetap cantik.
Setelah beberapa ketika saya menghabiskan makananku Ibu Mila berkata kepadaku, “Sekarang, kau harus menceritakan semua bencana yang kau alami dengan Ibu Mertuamu, Ibu mau dengar semuanya, dan lepas semua pakaian yang kau kenakan”.
“Tapi Bu”, protesku.
“Pento, kau mau istrimu tahu, bahwa suaminya ada affair dengan ibunya bahkan kini ini Ibu kandung istrimu sedang mengandung anakmu”.
Aku benar benar sudah tidak punya pilihan lagi, kulepas kaos yang kukenakan, kulepas juga celana pendek berikut cd ku, saya telanjang bundar sudah. Karena aib kututup kontolku dengan kedua tanganku.
“Sial!”, makiku dalam hati, saya benar benar dilecehkan oleh Ibu Mila ketika itu.
“Lepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar kontolmu”, hardik Ibu Mila.
“Mm.. , tidak mengecewakan juga kontolmu”.
Malu sekali saya mendengar komentar Ibu Mila wacana ukuran kontolku, yang ukurannya hanya standar Indonesia.
“Nah, kini ceritakan semuanya”.
Dengan perasaan malu, akupun menceritakan semua bencana yang saya alami bersama Ibu Mertuaku, mau tidak mau burungkupun bangun dan tegak berdiri, alasannya ialah saya menceritakan secara detail apa yang saya alami. Kulihat Ibu Mila mendengarkan dan menikmati ceritaku, sesekali Ibu Mila menarik napas panjang. Tiba tiba Ibu Mila bangun berdiri dan melepaskan seluruh pakaian yang dia kenakan, saya terdiam dan terpana menyaksikan badan gendut orang paling besar lengan berkuasa dikantorku, kini sudah telanjang bundar dihadapanku. Walaupun banyak lemak disana sini namun pancaran kemulusan badan Ibu Mila menciptakan jakunku turun naik.
“Kenapa diam, ayo lanjutkan ceritamu”, bentaknya lagi.“Baik Bu”, akupun melanjutkan ceritaku kembali, namun saya sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi ketika Ibu Mila menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok ngocok kontolku, saya sudah tidak fokus lagi pada ceritaku.“Ahh.. “, jeritku tertahan ketika lisan Ibu Mila mulai mengulum kontolku.
“Ahh.. Bu.. , nikmat sekali”.
Kuangkat kepala Ibu Mila, kamipun berciuman dengan liarnya, kupeluk badan gendut bossku.
“Bu.. kita pindah keranjang saja”, pintaku,
Sambil terus berpelukan dan berciuman kami berdua berjalan menuju ranjang. Kurebahkan badan Ibu Mila, ku lumat kembali bibirnya, kami berdua bergulingan diatas pembaringan, saling merangsang birahi kami.
“Ahh.. “, Jerit Ibu Mila ketika mulutku mulai mencium dan menjilati teteknya.
“Uhh Pento.. enak.. sayang”.
Ketelusuri badan Ibu Mila dan jilatan lidahkupun menuju memek Ibu Mila yang licin tanpa sehelai rambutpun. Kuhisap memek Ibu Mila dan kujilati seluruh lendir yang keluar dari memeknya. Banjir sekali Mungkin alasannya ialah Ibu Mila sudah sangat terangsang mendengar ceritaku.
“Ahh”, jerit Ibu Mila ketika dua jariku masuk ke lubang surganya, dan tanganku yang satu lagi meremas-remas teteknya.
Aku berharap biar orang yang telah melecehkanku ini cepat mencapai orgasmenya, saya makin beringas lidahku terus menjilati memek Ibu Mila yang sedang dikocok kocok dua jari tanganku. Usahaku berhasil, Ibu Mila memohon biar saya segera memasukan kontolku le lubang memeknya, tapi saya tidak mengindahkan keinginannya, kupercepat kocokan jari tanganku dilubang memek Ibu Mila, badan Ibu Milapun makin menegang.“Aaarrgghh.. Pento”, jerit Ibu Mila tubuhnya melenting, kakinya menjepit kepalaku ketika topan orgasme melanda dirinya.Aku puas sekali melihat kondisi Ibu Mila, menyerupai orang yang kehabisan napas, matanya terpejam, kubiarkan Ibu Mila menikmati sisa sisa orgasmenya. Kucumbu kembali Ibu Mila kujilati teteknya, kumasukan lagi dua jariku kedalam memek nya yang sudah sangat basah.
“Ampun.. Pento.. biarkan Ibu istirahat dulu”, pintanya.
Aku tidak memperdulikan permintaannya, kubalik badan telentangnya, badan Ibu Mila tengkurap kini.
“Jangan.. dulu Pen.. too.. Ibu lemas sekali”.
Aku angkat badan tengkurapnya, Ibu Mila pasrah dalam posisi nungging. Matanya masih terpejam. Kugesek ukiran kontolku kelubang memek Ibu Mila. Kutekan dengan keras dan.. Blesss masuk semua batang kontolku tertelan lubang nikmat memek Ibu Mila.
“Iiihh.. Pen.. to.. kamu.. jahat”.
Akupun mulai mengeluar masukan kontolku ke lubang memek Ibu Mila, orang yang paling di takuti dikantorku kini ini sedang bertekuk lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah desah, bahkan memohon mohon padaku. Aku puas sekali, kupompa dengan cepat keluar masuknya kontoku di lubang memek Ibu Mila, bunyi plak.. plak.. jawaban beradunya pantat Ibu Mila dengan tubuhku menambah nikmat persetubuhkanku.
“Uhh.. “, jeritku ketika kontolku mulai berdenyut denyut.Akupun sudah tidak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku. Kupompa dengan cepat kontolku, Ibu Milapun makin belingsatan kepalanya bergerak kekiri dan kekanan.“Ahh Ibu.. saya mau.. keluar.. “.Dan cret.. cret, muncrat sudah spermaku masuk kedalam Memek dan rahim Ibu Mila, beberapa detik kemudian Ibu Mila pun menyusul mendapatkan orgasmenya, dengan satu teriakan yang keras sekali, Ibu Mila tidak peduli apakah Iyem pembantunya mendengar jeritannya diluar sana.Ibu Mila rebah tengkurap, akupan rebah di belakangnya sambil terus memeluk badan gendut Ibu Mila. Nikmat sekali.. , Orgasme yang gres saja kami raih bersamaan, kulihat Ibu Mila sudah lelap tertidur, dari celah penggalan memek Ibu Mila, air manyku masih mengalir, saya benar benar puas alasannya ialah orang yang telah melecehkanku sudah kubuat KO. Kuciumi kembali badan Ibu Mila, kontolkupun tegak kembali, ku balik badan Ibu Mila biar telentang, kuangkat dan kukangkangi kakinya. Kugesek-gesekan kontolku di lubang memek Ibu Mila.
“Uhh Pento.. Ibu lelah sekali sayang”, Lirih sekali bunyi Ibu Mila.
Aku sudah tidak peduli, eksklusif kutancapkan kontolku ke lubang nikmat Ibu Mila, Bless.. Licin sekali, kupompa keluar masuk kontolku, badan Ibu Mila terguncang guncang jawaban kerasnya sodokan keluar masuk kontolku, rasanya ketika itu saya menyerupai bersetubuh dengan mayat, tanpa perlawanan Ibu Mila hanya memejamkan matanya. Kukocok dengan cepat dan keras keluar masuknya kontolku di lubang memek Ibu Mila.. , dan eksklusif ku cabut kontolku dan kumuncratkan air maniku diatas perut Ibu Mila.
Karena lelah akupun tertidur sisamping badan telanjang Ibu Mila, sambil kupeluk tubuhnya, ketika saya terbangun kulihat jarum jam sudah membuktikan pukul setengah sebelas malam, buru buru saya bergegas membersihkan tubuhku dan mengenakan pakaian kerjaku.
“Bu.. Bu.. Mila bangun Bu.. “.
Akhirnya dengan malas Ibu Mila membuka matanya.
“Sudah malam Bu saya mau pulang”.
“Pento kau liar sekali, rasanya badan Ibu menyerupai tidak bertulang lagi”.
Ibu Milapun bangun mengenakan pakaiannya, kami berdua berjalan keluar kamar.
“Tunggu sebentar ya Pento, kemudian Ibu Mila masuk kekamarnya, beberapa ketika kemudian Ibu Mila keluar dari kamarnya dengan senyumnya yang menawan.
“Ini untuk kamu”.
“Apa ini Bu?”, Tanyaku, ketika Ibu Mila menyodorkan sebuah amplop kepadaku.
Aku menolak tunjangan Ibu Mila, namun Ibu Mila terus memaksaku untuk menerimanya. Terrpaksa kukantongi amplop yang diberikan Ibu Mila kemudian kembali kami berciuman dengan mesranya.
Dalam perjalanan pulang saya masih tidak menyangka bahwa saya gres saja bersetubuh dengan Ibu Mila. Entah nasib baik ataukah nasib jelek tapi saya benar benar menikmatinya.Sudah membaca ceritanya..?, semoga terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web 1ceritasex.blogspot.com yah caranya klik CTRL+D secara bersamaan kemudian klik OK. - terima kasih.
Sumber : Internet


