Showing posts with label Cerita Sex Tante. Show all posts
Showing posts with label Cerita Sex Tante. Show all posts

Cerita Sex - Ngesek Dengan Bos Ku Ibu Mila

1CERITA SEX - Ngesek Dengan Bos Ku Ibu Mila #  Selama satu ahad Ibu Mertuaku berada di Jakarta, hampir setiap hari setiap ada kesempatan saya dan Ibu Mertuaku selalu mengulangi persetubuhan kami. Apalagi sehabis Indri istriku ditugaskan ke Medan selama tiga hari untuk mengerjakan proyek yang sedang di kerjakan kantor istriku, Aku dan Ibu mertuaku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang kami peroleh, kami berdua semakin lupa diri. Aku dan Ibu mertuaku tidur seranjang, layaknya suami istri, ketika hasrat birahi kami tiba saya dan Ibu Mertuaku eksklusif merampungkan hasrat kami berdua. Kusirami terus menerus rahim Ibu Mertuaku dengan spermaku, kesannya fatal.

Selama satu ahad Ibu Mertuaku berada di Jakarta CERITA SEX - Ngesek Dengan Bos Ku Ibu Mila
CERITA SEX - kisah intim,cerita x,cerita sec,cerita sekz,cerita zex,cerita sesk,cerita bokep,cerita sek,kisah sek,rumah sek, kisah tanteku,cerita ml sama tante,cerita tante2,cerita ngesek tante,cerita dengan tante,cerita ngesex sama tante,cerita ngesex, dengan tante,cerita ngesek sama tante,cerita sama tante,cerita ngesek dengan tante,cerita ngeseks dengan tante, cerita selingkuh sama tante, cerita ml tante tante, cersex tante, cerita tante, ceritaseks, kisah Porno.

Setelah istriku kembali dari Medan Bapak mertuaku minta biar Ibu mertuaku segera pulang ke Gl, dengan berat hati akhirnya Ibu mertuakupun kembali ke desa Gl. 

Setelah Ibu mertuaku kembali kedesa GL hari hariku jadi sepi Aku begitu ketagihan dengan permainan sex Ibu Mertuaku saya rindu jeritan jeritan joroknya, ketika orgasme sedang melandanya.
Pertengahan juni kemudian Ibu mertuaku menelponku ke kantor, saya begitu bangga sekali Kami berdua sudah sama sama saling merindukan, untuk mengulangi persetubuhan kami, tapi yang paling membuatku kaget ialah ketika Ibu mertuaku memperlihatkan kabar, kalau dia terlambat tiba bulan dan sehabis diperiksa ke dokter, Ibu mertuaku positip hamil. Aku kaget sekali, saya pikir, Ibu Mertuaku sudah tidak sanggup hamil lagi.

Aku minta kepada Ibu mertuaku, biar benih yang ada dalam kandungannya dijadikan saja, namun Ibu mertuaku menolaknya, Ibu mertuaku bilang itu sama saja dengan bunuh diri, alasannya ialah suaminya sudah usang tidak pernah lagi menggaulinya, tetapi masih sanggup hamil. Baru saya tersadar, yah kalau Bapak mertuaku tahu istrinya hamil, niscaya Bapak mertuaku murka besar apalagi jikalau Bapak mertuaku tahu kalau yang menghamili istrinya ialah menantunya sendiri.
Juga atas saran Dokter, berdasarkan dokter di usianya yang kini ini, sangat riskan sekali bagi Ibu mertuaku untuk hamil atau mempunyai anak lagi, jadi Ibu mertuaku tetapkan untuk mengambil tindakan.
“Bu, apa perlu saya tiba ke desa Gl?”Ibu mertuaku melarang, “Tidak usah sayang nanti malah bikin Bapak curiga, lagi pula ini hanya operasi kecil”.Setelah saya yakin bahwa Ibu mertuaku tidak perlu ditemani, otak jorokku eksklusif terbayang badan telanjang Ibu mertuaku.
“Bu saya kangen sekali sama Ibu, saya kepengen banget nih Bu”
“Iya Mas, Ibu juga kangen sama Mas Pento. Tunggu ya sayang, sehabis problem ini selesai, selesai bulan Ibu datang. Mas Pento boleh entotin Ibu sepuasnya”.
Sebelum kuakhiri percakapan, saya bilang sama Ibu mertuaku biar jangan hingga hamil lagi, Ibu mertuaku hanya tersenyum dan berkata kalau dia kecolongan. Gila.. , kekerabatan gelap antara saya dengan Ibu mertuaku menghasilkan benih yang mendekam di rahim Ibu mertuaku, saya sangat resah sekali.
Saat saya sedang asyik asyiknya melongo memikirkan apa yang terjadi antara saya dan Ibu mertuaku, saya dikagetkan oleh bunyi dering telepon dimejaku.
“Hallo, selamat pagi”.“Pento kau tolong ke ruang Ibu sebentar”.Ternyata Bos besar yang memanggil, akupun beranjak dari kawasan dudukku dan bergegas menuju rangan Ibu Mila. Ibu Mila, perempuan setengah baya, yang sudah menjanda alasannya ialah ditinggal mati suaminya jawaban kecelakaan, ketika latihan terjun payung di Sawangan. Aku taksir, usia Ibu Mila kurang lebih 45 tahun, Ibu Mila seorang perempuan yang begitu penuh wibawa, walaupun sudah berusia 45 tahun namun Ibu Mila tetap terlihat cantik, hanya sayang Tubuh Ibu Mila agak gemuk.
“Selamat pagi Bu, ada apa Ibu memanggil saya”.
“Oh nggak.. , Ibu cuma mau Tanya mengenai pekerjaan kemarin, yang diberikan sama Bp. Anwar sudah selesai kau kerjakan atau belum?”.
“Oh.. ya Bu.. sudah, kini saya sedang memeriksanya kembali sebelum saya serahkan, biar tidak ada kesalahan”. Jawabku.
“Oh.. ya.. sudah kalau begitu, Kamu kelihatan pucat kenapa? Kamu sakit?”. Tanya Ibu Mila.
“Oh nggak Bu Saya tidak apa-apa”.
“Kalau kau kurang sehat, ijin saja istirahat dirumah, jangan dipaksakan nanti malah tambah parah penyakit mu”.
“Ah.. nggak apa-apa Bu saya sehat kok”. Jawabku.
Saat saya hendak meninggalkan ruangan Ibu Mila, saya sangat terkejut sekali, ketika Ibu Mila berkata, “Makanya kalau menduakan hati hati dong Pen Jangan terlalu berani. Sekarang kesannya ya beginilah Ibu mertuamu hamil”.
Aku sangat terkejut sekali, bagai disambar petir rasanya mukaku panas sekali, saya sungguh-sungguh mendapatkan aib yang luar biasa.
“Dari mana Ibu tahu?” tanyaku dengan bunyi yang terbata bata.
“Maaf Pen Bukannya Ibu ingin tahu urusan orang lain, Tadi waktu Ibu menelfon kau kamu kok online terus Ibu jadi penasaran, Ibu masuk saja ke line kamu. Sebenarnya, sehabis Ibu tahu kau sedang bicara apa, ketika itu Ibu hendak menutup telepon rasanya kok lancang dengerin pembicaraan orang lain, tapi Ibu jadi tertarik begitu Ibu tahu bahwa kau menduakan dengan Ibu mertuamu sendiri”.
Aku murka sekali, tapi apa daya Ibu Mila ialah atasanku, selain itu Ibu Mila ialah saudara sepupu dari pemilik perusahaan kawasan saya bekerja, sanggup bisa malah saya dipecat. Aku hanya membisu dan menundukan kepalaku, saya pasrah.
“Ya sudah, damai saja diam-diam kau kondusif ditangan Ibu”
“Terima kasih Bu”, jawabku lirih sambil menundukkan mukaku
“Nanti sore sehabis jam kerja kau temenin Ibu ke rumah, ada yang hendak Ibu bicarakan dengan kamu, OK”.
“Tentang apa Bu?” tanyaku.
“Ibu mau mendengar semua kisah wacana hubunganmu dengan Ibu mertuamu dan jangan menolak” pintanya tegas.
Akupun keluar dari ruangan Ibu Mila dengan perasaan tidak karuan, saya murka atas perbuatan Ibu Mila yang dengan lancang mendengarkan pembicaraanku dengan Ibu mertuaku dan rasa aib alasannya ialah kekerabatan gelapku dengan Ibu mertuaku diketahui oleh orang lain.
“Kenapa Pen? Kok mukamu kusut gitu habis dimarahin sama si gendut ya”, Tanya Wilman sohibku.
“Ah, nggak ada apa apa Wil Aku lagi capek aja”.
“Oh saya pikir si gendut itu marahin kamu”.
“Kamu itu Wil, gendat gendut, ntar kalau Ibu Mila denger mati kamu”.

Hari itu saya sudah tidak konsentrasi dalam pekerjaanku Aku hanya melongo dan memikirkan Ibu mertuaku, kasihan sekali dia harus dikuret sendirian, terbayang dengan terang sekali wajah Ibu mertuaku kekasihku, rasanya saya ingin terbang ke desa GL dan menemani Ibu mertuaku, tapi apa daya Ibu mertuaku melarangku. Apalagi nanti sore saya harus pergi dengan Ibu Mila, dan saya harus menceritakan kepadanya semua yang saya alami dengan Ibu mertuaku, uh.. rasanya mau meledak dada ini

Aku berharap biar jam tidak usah bergerak, namun detik demi detik terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa sudah jam setengah lima. Ya saya hanya sanggup pasrah, mau tidak mau saya harus mencerikan semua yang terjadi antara saya dengan Ibu mertuaku biar rahasiaku tetap aman.
“Kring.. “, kuangkat telepon di meja kerjaku.
“Gimana? Sudah siap”, Tanya Ibu Mila. “Ya Bu saya siap”, “Ya sudah kau jalan duluan tunggu Ibu di ATM BNI pemuda”.
Ternyata Ibu Mila tidak ingin kepergiannya denganku diketahui karyawan lain. Dengan menumpang kendaraan beroda empat kawanku Wilman, saya diantar hingga atm bni, dengan alasan saya mau mengambil uang, dan akan pergi ketempat familiku, akhirnya wilman pun tidak jadi menunggu dan mengantarkanku pulang menyerupai biasanya.

Kurang lebih lima belas menit saya menunggu Ibu Mila, tapi yang ditunggu-tunggu belum tiba juga, ketika kesabaranku hampir habis kulihat kendaraan beroda empat Mercedes hitam milik Ibu Mila masuk ke halaman dan parkir. Ibu Mila pun turun dari kendaraan beroda empat dan berjalan kearah ATM.
“Hi.. Pento ngapain kau disini?”, sapa Ibu Mila.
Aku jadi bingung, namun Ibu Mila mengedipkan matanya, akupun mengerti maksud Ibu Mila, biar kami bersandiwara alasannya ialah ada beberapa orang yang sedang antri mengambil uang.
“Oh nggak Bu, saya lagi nunggu temen tapi kok belum tiba juga”, sahutku.
Ibu Milapun bergabung antri di depan ATM.
“Gimana, temenmu belum tiba juga?” Saat Ibu Mila keluar dari ruang ATM.
“Belum Bu”.
“Ya sudah pulang bareng Ibu aja toh kita kan searah”.
Aku pun berjalan kearah kendaraan beroda empat Ibu Mila, saya duduk di depan disamping supir pribadi Ibu Mila sementara Ibu Mila sendiri duduk dibangku belakang.
“Ayo, Pak Bari kita pulang” “Iya Nya.. “, sahut Pak bari “Untung saya ketemu kau disini Pento Padahal tadi saya sudah cari kau dikantor kata sahabat temanmu kau udah pulang”.
Uh.. batinku Ibu Mila mulai bersandiwara lagi.
“Memangnya ada apa Ibu mencari saya?”.
“Mengenai tawaran yang kau bikin tadi siang gres sempat Ibu periksa sore tadi, ternyata ada beberapa kekurangan yang harus ditambahkan. Yah dari pada nunggu besok mendingan kau selesaikan sebentar di rumah Ibu OK”.
Aku hanya membisu saja, pikiranku benar-benar kacau ketika itu, hingga sampai saya tidak tahu kalau saya sudah hingga dirumah Ibu Mila.
“Ayo masuk”, ajak Ibu mia.
Aku sungguh terkagum kagum melihat rumah bossku yang sanggat besar dan megah. Aku dan Ibu Mila pun masuk kerumahnya semakin kedalam saya semakin bertambah kagum melihat isi rumah Ibu Mila yang begitu antik dan mewah.
“Selamat sore Nya”,
“Sore Yem, Oh ya.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan kiprah yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kau antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disana”.
“Baik Nya”.
Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Mila.
“Silakan Den, ini kamarnya”.
Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Sebuah kamar yang besar dan glamor sekali. Langsung saya duduk di sofa yang ada di dalam kamar.
“Kring.. , kring.. “, kuangkat telepon yang melekat di dinding.
“Hallo, Pento, itu kamar anakku, kini ini anakku sedang kuliah di US, kau mandi dan pakai saja pakaian anakku, biar baju kerjamu tidak kusut”.
“Oh.. iya Bu terimakasih”.
Langsung saya menuju kamar mandi, membersihkan seluruh tubuhku denga air hangat, sehabis selesai akupun membuka lemari pakian yang sangat besar sekali dan menentukan baju dan celana pendek yang pas denganku.
Sudah hampir jam tujuh malam tapi Ibu Mila belum muncul juga, yang ada malah Iyem yang tiba mengantarkan makan malam untukku. Saat saya sedang asyik menikmati makan malamku, pintu kamar terbuka dan kulihat ternyata Ibu Mila yang masuk, saya benar benar terpana melihat pakaian yang dikenakan oleh Ibu Mila tipis sekali. Setelah mengunci pintu kamar Ibu Mila tiba menghampiri dan ikut duduk di sofa. Sambil terus melahap makananku saya memandangi badan Ibu Mila, walaupun gendut tapi Ibu Mila tetap cantik.
Setelah beberapa ketika saya menghabiskan makananku Ibu Mila berkata kepadaku, “Sekarang, kau harus menceritakan semua bencana yang kau alami dengan Ibu Mertuamu, Ibu mau dengar semuanya, dan lepas semua pakaian yang kau kenakan”.
“Tapi Bu”, protesku.
“Pento, kau mau istrimu tahu, bahwa suaminya ada affair dengan ibunya bahkan kini ini Ibu kandung istrimu sedang mengandung anakmu”.
Aku benar benar sudah tidak punya pilihan lagi, kulepas kaos yang kukenakan, kulepas juga celana pendek berikut cd ku, saya telanjang bundar sudah. Karena aib kututup kontolku dengan kedua tanganku.
“Sial!”, makiku dalam hati, saya benar benar dilecehkan oleh Ibu Mila ketika itu.
“Lepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar kontolmu”, hardik Ibu Mila.
“Mm.. , tidak mengecewakan juga kontolmu”.
Malu sekali saya mendengar komentar Ibu Mila wacana ukuran kontolku, yang ukurannya hanya standar Indonesia.
“Nah, kini ceritakan semuanya”.

Dengan perasaan malu, akupun menceritakan semua bencana yang saya alami bersama Ibu Mertuaku, mau tidak mau burungkupun bangun dan tegak berdiri, alasannya ialah saya menceritakan secara detail apa yang saya alami. Kulihat Ibu Mila mendengarkan dan menikmati ceritaku, sesekali Ibu Mila menarik napas panjang. Tiba tiba Ibu Mila bangun berdiri dan melepaskan seluruh pakaian yang dia kenakan, saya terdiam dan terpana menyaksikan badan gendut orang paling besar lengan berkuasa dikantorku, kini sudah telanjang bundar dihadapanku. Walaupun banyak lemak disana sini namun pancaran kemulusan badan Ibu Mila menciptakan jakunku turun naik.
“Kenapa diam, ayo lanjutkan ceritamu”, bentaknya lagi.“Baik Bu”, akupun melanjutkan ceritaku kembali, namun saya sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi ketika Ibu Mila menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok ngocok kontolku, saya sudah tidak fokus lagi pada ceritaku.
“Ahh.. “, jeritku tertahan ketika lisan Ibu Mila mulai mengulum kontolku.
“Ahh.. Bu.. , nikmat sekali”.
Kuangkat kepala Ibu Mila, kamipun berciuman dengan liarnya, kupeluk badan gendut bossku.
“Bu.. kita pindah keranjang saja”, pintaku,
Sambil terus berpelukan dan berciuman kami berdua berjalan menuju ranjang. Kurebahkan badan Ibu Mila, ku lumat kembali bibirnya, kami berdua bergulingan diatas pembaringan, saling merangsang birahi kami.
“Ahh.. “, Jerit Ibu Mila ketika mulutku mulai mencium dan menjilati teteknya.
“Uhh Pento.. enak.. sayang”.
Ketelusuri badan Ibu Mila dan jilatan lidahkupun menuju memek Ibu Mila yang licin tanpa sehelai rambutpun. Kuhisap memek Ibu Mila dan kujilati seluruh lendir yang keluar dari memeknya. Banjir sekali Mungkin alasannya ialah Ibu Mila sudah sangat terangsang mendengar ceritaku.
“Ahh”, jerit Ibu Mila ketika dua jariku masuk ke lubang surganya, dan tanganku yang satu lagi meremas-remas teteknya.
Aku berharap biar orang yang telah melecehkanku ini cepat mencapai orgasmenya, saya makin beringas lidahku terus menjilati memek Ibu Mila yang sedang dikocok kocok dua jari tanganku. Usahaku berhasil, Ibu Mila memohon biar saya segera memasukan kontolku le lubang memeknya, tapi saya tidak mengindahkan keinginannya, kupercepat kocokan jari tanganku dilubang memek Ibu Mila, badan Ibu Milapun makin menegang.“Aaarrgghh.. Pento”, jerit Ibu Mila tubuhnya melenting, kakinya menjepit kepalaku ketika topan orgasme melanda dirinya.
Aku puas sekali melihat kondisi Ibu Mila, menyerupai orang yang kehabisan napas, matanya terpejam, kubiarkan Ibu Mila menikmati sisa sisa orgasmenya. Kucumbu kembali Ibu Mila kujilati teteknya, kumasukan lagi dua jariku kedalam memek nya yang sudah sangat basah.
“Ampun.. Pento.. biarkan Ibu istirahat dulu”, pintanya.
Aku tidak memperdulikan permintaannya, kubalik badan telentangnya, badan Ibu Mila tengkurap kini.
“Jangan.. dulu Pen.. too.. Ibu lemas sekali”.
Aku angkat badan tengkurapnya, Ibu Mila pasrah dalam posisi nungging. Matanya masih terpejam. Kugesek ukiran kontolku kelubang memek Ibu Mila. Kutekan dengan keras dan.. Blesss masuk semua batang kontolku tertelan lubang nikmat memek Ibu Mila.
“Iiihh.. Pen.. to.. kamu.. jahat”.

Akupun mulai mengeluar masukan kontolku ke lubang memek Ibu Mila, orang yang paling di takuti dikantorku kini ini sedang bertekuk lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah desah, bahkan memohon mohon padaku. Aku puas sekali, kupompa dengan cepat keluar masuknya kontoku di lubang memek Ibu Mila, bunyi plak.. plak.. jawaban beradunya pantat Ibu Mila dengan tubuhku menambah nikmat persetubuhkanku.
“Uhh.. “, jeritku ketika kontolku mulai berdenyut denyut.Akupun sudah tidak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku. Kupompa dengan cepat kontolku, Ibu Milapun makin belingsatan kepalanya bergerak kekiri dan kekanan.“Ahh Ibu.. saya mau.. keluar.. “.Dan cret.. cret, muncrat sudah spermaku masuk kedalam Memek dan rahim Ibu Mila, beberapa detik kemudian Ibu Mila pun menyusul mendapatkan orgasmenya, dengan satu teriakan yang keras sekali, Ibu Mila tidak peduli apakah Iyem pembantunya mendengar jeritannya diluar sana.
Ibu Mila rebah tengkurap, akupan rebah di belakangnya sambil terus memeluk badan gendut Ibu Mila. Nikmat sekali.. , Orgasme yang gres saja kami raih bersamaan, kulihat Ibu Mila sudah lelap tertidur, dari celah penggalan memek Ibu Mila, air manyku masih mengalir, saya benar benar puas alasannya ialah orang yang telah melecehkanku sudah kubuat KO. Kuciumi kembali badan Ibu Mila, kontolkupun tegak kembali, ku balik badan Ibu Mila biar telentang, kuangkat dan kukangkangi kakinya. Kugesek-gesekan kontolku di lubang memek Ibu Mila.

“Uhh Pento.. Ibu lelah sekali sayang”, Lirih sekali bunyi Ibu Mila.
Aku sudah tidak peduli, eksklusif kutancapkan kontolku ke lubang nikmat Ibu Mila, Bless.. Licin sekali, kupompa keluar masuk kontolku, badan Ibu Mila terguncang guncang jawaban kerasnya sodokan keluar masuk kontolku, rasanya ketika itu saya menyerupai bersetubuh dengan mayat, tanpa perlawanan Ibu Mila hanya memejamkan matanya. Kukocok dengan cepat dan keras keluar masuknya kontolku di lubang memek Ibu Mila.. , dan eksklusif ku cabut kontolku dan kumuncratkan air maniku diatas perut Ibu Mila.
Karena lelah akupun tertidur sisamping badan telanjang Ibu Mila, sambil kupeluk tubuhnya, ketika saya terbangun kulihat jarum jam sudah membuktikan pukul setengah sebelas malam, buru buru saya bergegas membersihkan tubuhku dan mengenakan pakaian kerjaku.

“Bu.. Bu.. Mila bangun Bu.. “.
Akhirnya dengan malas Ibu Mila membuka matanya.
“Sudah malam Bu saya mau pulang”.
“Pento kau liar sekali, rasanya badan Ibu menyerupai tidak bertulang lagi”.
Ibu Milapun bangun mengenakan pakaiannya, kami berdua berjalan keluar kamar.
“Tunggu sebentar ya Pento, kemudian Ibu Mila masuk kekamarnya, beberapa ketika kemudian Ibu Mila keluar dari kamarnya dengan senyumnya yang menawan.
“Ini untuk kamu”.
“Apa ini Bu?”, Tanyaku, ketika Ibu Mila menyodorkan sebuah amplop kepadaku.
Aku menolak tunjangan Ibu Mila, namun Ibu Mila terus memaksaku untuk menerimanya. Terrpaksa kukantongi amplop yang diberikan Ibu Mila kemudian kembali kami berciuman dengan mesranya.
Dalam perjalanan pulang saya masih tidak menyangka bahwa saya gres saja bersetubuh dengan Ibu Mila. Entah nasib baik ataukah nasib jelek tapi saya benar benar menikmatinya.
Sudah membaca ceritanya..?, semoga terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web 1ceritasex.blogspot.com yah caranya klik CTRL+D secara bersamaan kemudian klik OK. - terima kasih.

Sumber : Internet

3

Cerita Dewasa Pesta Sex Di Acara Ultah Tante

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Dewasa Pesta Sex Di Acara Ultah Tante".

Sebut saja namaku Hana. Agustus kemarin gres saja saya merayakan ultahku yang ke 36. Sebuah perayaan ultah yang sangat berkesan buatku, karenanya saya tidak tahan untuk tidak meceritakannya di situs ini. Situs ini kukenal secara tidak sengaja ketika pada suatu ketika saya online di sebuah warnet, ternyata begitu layar Internet Explorer terbuka eksklusif masuk ke situs ini.


Terus terang cerita-cerita di situs ini sangat menggugah hasratku, meskipun saya tahu ada beberapa kisah yang jelas-jelas hanya karangan belaka. Namun saya merasa agak ‘minder’ untuk menceritakan pengalamanku yang begitu-begitu saja, hingga kesannya saya mengalami hal yang sangat berkesan di ultah ku kemarin.

Sebagai ibu rumah tangga dengan suami yang super sibuk, saya sering merasa jenuh di rumah. Pergaulanku pun tidak terlalu luas. Aku bukan tipe wanita yang senang kumpul-kumpul, ke kafe, hura-hura dan sebagainya. Hiburanku paling hanya TV, telepon dan komputer. Aku sering chating untuk menghilangkan kejenuhanku. Dari chat itulah saya mulai mengenal yang namanya perselingkuhan.

Kepulangan suamiku yang hanya 4-5 hari dalam sebulan terang membuatku sepi akan kasih sayang. Dan tentunya sepi pelayanan. Tapi mungkin saya juga terpengaruh oleh teman-teman chatku. Sebelum kenal chating, saya tidak begitu perduli dengan kesepianku. Namun setelah banyak bergaul di chat, saya mulai merasa bahwa selama ini hasrat birahiku tak pernah terpenuhi.

Rahmat yakni pria pertama yang berselingkuh denganku. Umurunya lima tahun lebih muda dariku dan sudah menikah. Tubuhnya cukup ideal dan saya puas setiap berkencan dengannya. Namun kami tidak mampu sering-sering alasannya istri Rhmat bukan tipe wanita yang mampu dibohongi. Setelah Rahmat saya pun semakin membuka diri dengan menggunakan nick chat yang bikin penasaran. Beberapa pria mulai sering mengisi kekosongan birahiku. Ada Ferry, manager sebuah perusahaan kontraktor berusia 30 tahun yang lihai memancing birahiku. Lalu ada Dhani yang seumuran denganku yang tidak pernah puas dengan pelayanan istrinya. Dan masih ada beberapa lagi.

Aku mulai mengenal daun muda ketika berkenalan dengan Frans, mahasiswa salah satu PTS di Jakarta yang usianya lebih muda 15 tahun dariku. Waktu itu saya agak segan berkenalan dengannya alasannya usianya yang terpaut jauh sekali denganku. Namun Frans memberiku pengalaman lain. Suatu ketika ia datang ke rumahku ketika rumahku sedang sepi. Dan dengan gairah mudanya yang menggelegak, Frans memperlihatkan sensasi tersendiri padaku. Apalagi dengan ‘Mr. Happy’ miliknya yang king size. That was great.

Aku pun jadi tertarik dengan daun-daun muda yang bertebaran di chat room. Sampai kesannya saya mengoleksi sekitar 20 daun muda dengan usia antara 17-25 tahun yang keep contact denganku. Memang gres 4 orang dari mereka yang sempat berkencan denganku, namun yang lainnya tetap saya kontak via telepon. Hingga kesannya menjelang ultah ku Agustus kemarin saya punya rencana yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Aku mengontak 8 daun muda yang kupilih untuk merayakan ultah bersamaku. Pilihan pertama jatuh pada Felix, siswa kelas 3 di salah satu SMU yang cukup terkenal di Jakarta Selatan.

“Halo tante..”, sapanya ceria ketika saya menghubungi HP-nya.
“Ya sayang, Sabtu ini ada program nggak?”, tanyaku tanpa basa-basi.
“Ya biasa tante, paginya sekolah dulu”, jawabnya sedikit manja.
“Tapi sorenya free kan, tante ada program nih..”, tanpa kesulitan Felix menyanggupi undanganku.

Selanjutnya Arga, mahasiswa salah satu PTS di Depok. Tanpa kesulitan pula Arga menyanggupi undanganku. Kemudian Frans, salah seorang instruktur di pusat kebugaran milik seorang binaragawan ternama di negeri ini. Frans juga menyanggupi. Aku senyum-senyum sendiri membayangkan tubuh Frans yang tegap berotot dan ukuran Mr. Happynya yang.. wow! Aku pernah sekali berkencan dengannya dan saya takjub dengan Mr. Happy miliknya yang panjangnya 3 kali Nokia 8850 milikku. Selanjutnya Dodi, siswa SMU di salah satu sekolah swasta yang cukup elit di bilangan Jakarta Selatan. Lalu Stanley, mahasiswa PTS ternama di kawasan Grogol dengan sepupunya Jonathan yang juga kuliah di tempat yang sama. Lantas Rhino, gitaris di salah satu kafe di kawasan Selatan. Dan terakhir tentu saja Frans, daun muda pertamaku.

Hari yang kunantikan pun tiba, tepatnya sehari sebelum ultahku. Pagi-pagi sekali saya menitipkan Juliet, anakku yang duduk di dingklik SMP, ke rumah kakakku. Aku beralasan ada reuni SMA weekend ini. Setelah itu saya mampir ke salah satu bakery di bilangan Hayam Wuruk untuk mengambil kudapan manis ultah pesananku. Kemudian saya eksklusif check in di suite room salah satu hotel berbintang di kawasan Thamrin. Di kamar saya segera re-check daun-daun mudaku untuk memastikan kehadiran mereka. Semua beres, mereka akan hadir sekitar jam 5 sore.

Sekarang gres jam 11 siang. Cukup lama juga hingga jam 5 sore nanti. Sambil tiduran di ranjang saya membayangkan apa yang akan terjadi nanti. Kok malah jadi horny. Aku mondar-mandir di kamar tak karuan. Untuk mengusir kejenuhan saya turun ke bawah, sekalian merasakan makan siang di restoran hotel tersebut. Di salah satu meja, saya melihat 5 orang wanita seusiaku dan 1 orang pria yang wajahnya masih cute sekali. Mungkin masih kuliah atau sekolah. Mereka makan sambil ngobrol dan tertawa-tawa. Sama sekali tak menyadari kehadiranku, hingga kesannya salah seorang dari wanita-wanita itu beradu pandang denganku. Dia memberitahu yang lain, dan si cute melambai ke arahku. Aku tersenyum dan membalas lambaiannya.

Selesai makan, saya mendapat selembar memo dari salah seorang pelayan. Aku membaca isi pesannya,

“DANIEL, 0856885— PLZ CALL ME”. Aku tersenyum. Sampai di kamar, saya menghubungi nomor tersebut.
“Halo..” terdengar ribut sekali di ujung sana.
“Halo, Daniel?” tanyaku.
“Ya, siapa nih?” tanya si pemilik bunyi itu lagi.
“Aku dapet memo dari kamu..”
“Ohh.. iya, nama kau siapa?” kami berkenalan, dan ternyata Daniel yakni si cute yang saya lihat di resto bersama 5 wanita tadi.

Dan saya surprise sekali setelah mengetahui bahwa Daniel juga sedang merayakan ultahnya hari ini. Dia juga surprise setelah kubilang bahwa saya juga akan merayakan ultah di sini. Kemudian Daniel mengundangku untuk merayakan ultah di kamar yang disewanya di bawah. Kebetulan! Sambil mengisi waktu nggak ada salahnya pemanasan dulu.

Family room yang disewa Daniel penuh dengan balon aneka warna. Kelima wanita yang kulihat tadi ada di situ. Salah satunya yakni adik maminya Daniel, dan yang lain teman-temannya. Rupanya Daniel ‘dipelihara’ sebagai gigolo oleh kelima wanita tersebut. Candra, adik maminya Daniel yakni wanita pertama yang mengenalkan anak itu ke dalam dunia sex.

Lalu ada Shinta dan Melly, sobat kerja Candra, serta Yuni dan Liana, sobat aerobik Candra. Dan hari itu mereka berlima sepakat untuk merayakan ultah Daniel di kamar tersebut semenjak tadi malam. Tepat jam 12 tadi malam Daniel menirima suapan kudapan manis ultah dari ekspresi wanita-wanita itu secara bergantian, dan jam 5 pagi tadi mereka gres selesai melepas birahi bersama.

Acara kali ini semacam games, dimana Daniel dalam keadaan telanjang bundar diikat dengan mata tertutup atas ranjang dengan pen|s yang tegak. Kemudian secara acak kelima wanita itu memasukkan pen|s Daniel ke dalam vag|na mereka, dan ketika itu Daniel harus menebak, siapa yang sedang menindihnya. Kalau benar, Daniel diperbolehkan melepaskan ikatannya dan melepas birahinya dengan wanita yang tertebak. Tapi kalau salah, wanita tersebut akan menyodorkan vaginanya ke ekspresi Daniel, dan anak itu harus memuaskannya dengan lidahnya.

Aku menyaksikan permainan yang seru itu di salah satu kursi di situ. Ramai sekali mereka bermain. Kadang saya senyum-senyum ketika Daniel salah menebak. Anak itu lihai sekali melaksanakan oral sex, sudah 3 wanita yang klimaks akhir permainan lidahnya. Aku menikmati permainan itu, yang ujung-ujungnya mereka kembali berpesta sex berenam. Candra mengajakku bergabung. Sebetulnya saya agak keberatan, alasannya saya belum pernah melaksanakan korelasi seks dengan melibatkan wanita lain. Namun saya ngiler juga melihat tubuh Daniel yang cukup setuju itu, apalagi dengan k0ntolnya yang wow!

Lumayan juga buat pemanasan. Aku sempat dua kali klimaks di pesta mereka. Yang pertama dengan Daniel, dan yang kedua..ehm, ketika oral sex dengan Liana. Jujur saja, awalnya saya agak jengah ketika merasakan kulit tubuhku bersentuhan dengan kulit wanita-wanita itu, apalagi ketika menyentuh bagian-bagian sensitif. Namun gairah birahi yang menyala-nyala dapat membuatku melupakan semua rasa risau tersebut. Akhirnya saya sangat menikmati juga bermain dengan wanita-wanita itu.

Sayangnya menjelang jam 5 saya harus selesai lebih awal, kerena sebentar lagi orang-orang yang akan merayakan ultahku akan datang. Padahal saya gres saja menikmati permainan mereka. Aku pun pamit, namun sebelum kembali ke kamar saya mengundang mereka ke kamarku untuk bergabung dengan pesta ultahku nanti malam. Mereka setuju, terutama kelima wanita tersebut alasannya mendengar ada 8 daun muda yang kuundang untuk memuaskan hasratku.

Masih kurang lima menit, saya menunggu sendirian di kamar yang luas tersebut. Frans yang pertama kali datang. Pria bertubuh tegap itu eksklusif mencium bibirku sambil mengucap happy birthday. Dengan gaya jantannya Frans bermaksud menggendong tubuhku menyerupai biasa, namun saya menahannya.

“Ntar Frans, tunggu yang lain..”, kataku.

Wajah Frans terlihat bingung.

Aku pun menjelaskan rencana ultahku kepadanya. Pria itu tertawa terbahak-bahak.

“Gila.. tante maniak banget ya, emang kuat?”, goda Frans.

Aku tersenyum. Tak lama kemudian Frans datang. Anak itu terkejut mendapati ada pria lain di kamar itu. Aku pun kembali menjelaskan rencanaku kepadanya. Frans hingga geleng-geleng. Lalu Felix dan Dodi datang secara bersamaan dengan raut wajah keduanya yang sama-sama bingung. Frans dan Frans tertawa-tawa melihat kebingungan mereka. Kemudian Stanley dan Jonathan juga datang bersamaan, namun mereka tidak terlalu kaget alasannya saya sering bermain bertiga dengan mereka. Lalu Arga, dan terakhir Rhino.

Lengkaplah sudah. Aku mengajak mereka ke sauna untuk mandi bersama. Aku melihat beberapa dari mereka agak risih. Mungkin mereka tidak terbiasa berada dalam satu ruangan dengan sesama pria dalam keadaan telanjang. Hanya Stanley, Jonathan, Frans dan Frans yang mampu menguasai keadaan. Yang lain masih terlihat agak nervous.

Selesai bersauna, saya mengeluarkan anggur yang kubawa dari rumah tadi. Anggur itu sudah kucampur dengan obat perangsang dan obat berpengaruh konsentrasi tinggi. Aku jamin siapa pun yang meminumnya mudah sekali terangsang dan dapat bertahan lama. Aku memperlihatkan mereka satu persatu. Kemudian kita ngobrol-ngobrol di atas ranjang sambil minum. Oya, semenjak dari sauna tadi, tak satu pun tubuh kami yang ditutupi pakaian. Kami sudah bertelanjang bulat.

Kami terus ngobrol-ngobrol sambil saya menunggu reaksi obat tersebut. Sekitar setengah jam kemudian mereka mulai menunjukkan gejala-gejala terangsang. Beberapa bahkan k0ntolnya mulai mengeras. Aku mencoba memperabukan gairah mereka dengan menjamahi tubuhku sendiri. Sambil minum kuusap-usapkan tanganku ke seluruh tubuh, kumainkan payudaraku, dan kuusapi permukaan vaginaku. Aku tertawa dalam hati. Dari tingkah laku dan ekspresinya, terang sekali kalau birahi mereka sudah naik ke kepala. Namun tak ada yang berani memulai, hingga Frans yang duduk di dekat kakiku memberanikan diri menyentuhku. Frans ikut-ikutan menjamah tubuhku, disambung Felix, dan kesannya semua bergumul menyentuhku. Ah great! The party has just begun.

Aku asyik berciuman dengan Frans dengan panuh nafsu, sementara Arga dan Dodi menjilati kedua payudaraku. Tangan kiriku asyik mengocok penis Felix sedangkan yang kanan dengan lincah memuaskan Frans. Lidah Jonathan menari lincah di perutku, memperlihatkan sensasi kenikmatan tersendiri. Sementara Stanley dan Rhino melengkapi kenikmatan dengan menjelajahi kawasan di bawah perut dengan pengecap dan jari-jari mereka. Ahh.. gres kali ini saya merasakan gejolak yang luar biasa. Setiap jengkal tubuhku rasanya dimanja dengan sentuhan mereka. Kami pun bertukar-tukar posisi.

Hampir dua jam kami melaksanakan fore-play tersebut. Frans yang pertama berhasrat menembus lubang vaginaku. Sambil bersandar di dada Frans yang bidang, sementara Stanley dan Felix asyik mencumbui tubuhku yang terawat, saya mendapatkan kenikmatan yang diberikan Frans. Ahh.. anak itu ahli sekali memainkan temponya. K0ntolnya yang memang berukuran besar terasa memenuhi vaginaku. Setelah Frans, gantian Jonathan yang menghujamkan k0ntolnya yang bertindik mutiara itu ke dalam vaginaku.

“Ahh.. ahh.. terus Jo.. aaahhh..”, saya mulai mendesah merasakan bola mutiara itu memijit-mijit dinding vaginaku.

Uhh.. nikmat sekali. Daun mudaku yang satu ini memang kreatif sekali mendandani k0ntolnya. Suatu kali ketika saya berkencan dengannya, Jonathan memasang sepuluh anting-anting kecil yang terbuat dari silikon di sekeliling leher k0ntolnya. Hasilnya..wow, saya mengalami multi orgasme hingga 17 kali berturut-turut. Saat itu hampir saya kehabisan nafas.

Seperti biasa ketika saya main dengan Jonathan, Stanley kumat gilanya. pen|s Jonathan yang berdiameter 5 cm itu sudah hampir memenuhi vaginaku, Stanley menambahnya dengan menghujamkan k0ntolnya yang berukuran kurang lebih sama dengan Jonathan ke dalam vaginaku. Akkhhh.. nikmatnya! Aku hingga menggigit tangan Felix yang sedang memelukku.

“Ahh.. ahh.. ooohhh..”, birahiku semakin memuncak. Saat itu Rhino eksklusif menyumpal mulutku dengan k0ntolnya yang belum disunat itu. Mmm.. nikmat sekali.

Aku mengulum dan memainkan ujung pen|s Rhino yang kenyal. I like this.. saya menggigitinya menyerupai permen karet. Anak itu mengerang keasyikan. Aku merasa birahiku semakin memuncak. Dan..ahhh, saya pun mencapai orgasmeku. Jonathan dan Stanley mencabut penis mereka pelan-pelan. Kemudian gantian Stanley yang memasukkan k0ntolnya yang lembap itu ke dalam mulutku.

Di bawah, Frans kembali bergumul dengan vaginaku. Lidahnya lincah menari-nari membangkitkan kembali gairahku hingga birahiku kembali naik. Lantas dituntaskannya dengan pen|s supernya tersebut. Ahhh.. nikmatnya. Kami terus berpesta, bergumul dan berganti-ganti posisi. Tanpa terasa malam hampir mencapai pukul 12. Artinya sebentar lagi hari ultahku akan tiba. Saat itu segenap kepuasan telah menyelimuti kami dari pesta semenjak sore tadi. Tubuh-tubuh macho itu tergeletak melepas ketegangannya di tengah-tengah tubuhku, sambil kami bercumbu-cumbu kecil.

Akhirnya alarm handphoneku yang sengaja kupasang, berbunyi. Now it’s the time!

Tepat jam 12 saya mengeluarkan kudapan manis ultah yang kubeli tadi siang dari dalam lemari es. Kuletakkan di atas meja. Kedelapan daun mudaku berdiri mengelilingi meja tersebut. Acara potong kudapan manis pun dimulai. Potongan pertama kuletakkan di atas cawan, kemudian kuberikan pada Frans yang berdiri di sebelahku. Kusuapkan sepotong ke mulutnya dengan mulutku. Kemudian potongan kedua kuberikan pada Frans dengan cara yang sama. Lalu berturut-turut Stanley, Jonathan, Arga, Dodi, Rhino dan terakhir Felix.

Kami pun berpesta dengan kudapan manis itu dan tentunya beberapa botol anggur yang telah kuberi obat perangsang tadi. Selesai makan, atas wangsit Frans saya diminta berbaring di atas meja, kemudian tubuhku dibaluri sisa krim dari kudapan manis dan sedikit disirami anggur. Kemudian dengan buas, kedelapan daun mudaku melumat tubuhku dengan pengecap mereka. Ahh.. nikmat sekali rasanya. Aku merasa menyerupai ratu yang dimanja gundik-gundiknya.

Mereka tak hanya menjilati, tapi juga mencumbui seluruh permukaan kulitku. Sshh.. oohhh.. Felix memang berakal sekali menjelajahi payudaraku. Anak itu berduet dengan Arga melumat payudara dan puting susuku. Frans, Rhino dan Frans asyik berebutan mengeroyok vag|na dan pantatku. Uhhh.. rasanya vaginaku ingin meleleh dibuatnya.
Sudah 8 kali saya orgasme dengan permainan ini, namun mereka terus asyik melumat tubuhku tanpa henti. Gila, obat perangsang derma salah seorang temanku itu memang top banget.

“Sshhh.. ooohhh..”, untuk yang ke-9 kalinya saya mencapai orgasme.

Karena tak tahan saya pun bangkit. Tubuhku sudah lembap oleh air liur mereka. Aku melirik ke jam di handphoneku. 00:57. Sebentar lagi Daniel dan tante-tantenya akan kemari.

“Sebentar ya sayang..”, saya menyingkir sedikit dari daun-daun mudaku untuk mengirim SMS ke Daniel.

Tak lama kemudian anak itu membalas. Yup, confirm! Mereka sedang di lift dan sebentar lagi akan tiba.

“Ok sayang.. kalian semua betul-betul hebat. Tante senang sekali merayakan pesta ultah menyerupai ini. Nah.. sebagai imbalan, tante punya surprise buat kalian semua..”, cetusku sambil senyum-senyum.

Kedelapan pria itu saling berpandangan dengan bingung.

“Wah, surprise apalagi nih tante?”, tanya Frans.

Aku mengecup bibir anak itu.

“Liat aja bentar lagi”, jawabku.

Baru saja saya meyelesaikan kalimatku, pintu kamar berbunyi. Aku segera memakai kimono dan menghampiri pintu.

“Happy birthday Hana..”
Daniel dan tante-tantenya berteriak ribut mengejutkan semua pria yang ada di dalam kamarku. Aku mempersilakan masuk dan mengenalkan mereka. Melihat kedelapan daun mudaku yang tanpa busana, kelima wanita itu eksklusif menanggalkan pakaian mereka tanpa basa-basi.

“Oke semua, this is the real party.. Enjoy it!”, seruku pada mereka.

Bagai pasukan yang dikomando, mereka eksklusif mencari pasangan dan memilih tempat masing-masing untuk melepas birahinya. Aku menghampiri Daniel yang masih berpakaian lengkap.

“Sayang.. sekarang saatnya kita berduaan. Biar saja mereka berpesta, tante ingin menikmati tubuh kau sendirian.. mmm.. mmm..”, desahku seraya mencium bibir Daniel.

Pria macho itu eksklusif menggendong tubuhku dan membawaku ke bathroom. Daniel mendudukkanku di atas meja wastafel, dan kami pun melanjutkan ciuman kami. Tanganku lincah melucuti kemeja yang membungkus tubuh Daniel. Anak itu juga melepas kimono yang kupakai. My God! Untuk kesekian kali saya mengagumi tubuh kekar Daniel yang putih itu. Aku mendekap tubuhnya hingga dadanya menempel ketat di payudaraku. Ssshh.. hangat sekali. Daniel menciumi leher dan bahuku habis-habisan. Gairahku kembali naik.

Dengan lembut Daniel mendorong tubuhku hingga setengah berbaring di atas wastafel tersebut. Kemudian dengan liar anak itu menjelajahi tubuhku dengan lidahnya. Ahhh.. ia berakal sekali mencumbui puting susuku. Sementara sebelah tangannya mengusap-usap permukaan kemaluanku. Kedua tanganku hingga meremas rambut Daniel untuk menahan kenikmatanku. Daniel membasahi jari-jarinya dengan lidahnya, kemudian dimasukannya jari tengahnya yang kekar itu ke dalam lubang vaginaku.

“Sshhh.. ooohhh..”, saya mendesah merasakan kenikmatan itu.

Daniel melirik ke wajahku yang sedang berekspresi menyerupai orang ketagihan. Bibir, pengecap dan giginya tak henti-henti mencumbui puting susuku. Daniel memang lihai sekali memainkan tempo. Tak hingga lima belas menit, jari-jari Daniel berhasil membuatku klimaks. Aku memeluk dan mencium anak itu.

Kemudian gantian saya yang turun ke bawah untuk menikmati k0ntolnya yang aduhai itu. Gila, masih lemesnya aja segini, gimana udah tegang nanti. pen|s Daniel yang tidak disunat itu terlihat lucu dengan daging lebih di ujungnya. Dengan lincah saya menjilati sekeliling pen|s anak itu. Daniel meremas rambutku dengan penuh nafsu. Lidahku mulai menjelajahi batang k0ntolnya yang besar itu. Uhhh.. gila besar sekali. Sampai pegel lidahku menjilatinya.

Sesekali Daniel menggesek-gesekkan batang k0ntolnya itu ke mulutku dengan geMas. Aku semakin liar saja melumatnya. Pelan-pelan saya mulai melahap pen|s Daniel. Mmm.. mmm.. enak sekali. Aku mengulum ujung pen|s Daniel yang kenyal, dan menarik-nariknya menyerupai permen karet. Anak itu sempat bergidik menahan nikmat. Sambil mengulum ujungnya, kedua tanganku memainkan batang k0ntolnya yang sudah lembap oleh air liurku itu. Lidahku semakin lincah dan liar.

Akhirnya pen|s Daniel mencapai ukuran klimaksnya. Dan.. wow betul-betul fantastis. Aku mengukurnya dengan jariku. Gila, nyaris dua jengkal tanganku. Kayaknya tadi waktu party bareng tante-tantenya nggak segede ini. Makan apa sih ni anak. pen|s Daniel sudah keras, kepalanya sudah menyembul dari balik kulitnya dan urat-urat yang perkasa mulai menghiasi sekeliling batang k0ntolnya. Daniel mengusap-usapkan k0ntolnya ke sekujur wajahku. Ahhh.. nikmat sekali. Sebentar lagi saya akan merasakan kejantanannya.

Sambil berpegangan di wastafel, saya siap dengan posisi nungging. Perlahan-lahan Daniel menyelipkan batang pen|s jumbonya itu ke dalam liang vaginaku. Aahhh.. saya merasa menyerupai seorang perawan yang gres menikmati malam pertama. pen|s Daniel terasa sulit menembus vaginaku. Pelan-pelan Daniel menusukkan semakin dalam, dan.. kesannya pen|s Daniel amblas ke dalam vaginaku. Uhhh.. rasanya ketat sekali di dalam.

“Shh.. tante.. lubangnya sempit banget sih.. enak banget nih..ahhh..”, Daniel mendesah di telingaku.

Pelan-pelan Daniel mulai memaju-mundurkan k0ntolnya. Ohh..ohhh..ooohhh.. nikmat sekali. Sementara kedua tangannya yang kekar meremas payudaraku.

“Aahhh.. ahh.. Daniel.. aahhh.. enak sekali sayang.. aahhh..”, Aku merasakan tubuhku akan meledak menahan rasa nikmat yang luar biasa.

Baru kali ini saya merasa menyerupai ini. Dan tak lama kemudian saya pun mencapai klimaks. Ahhh.. Daniel mencabut batang k0ntolnya dari vaginaku. Gila, anak itu masih cool aja. Masih dalam posisi berdiri, saya memeluk tubuh kekarnya, sambil menciumi dadanya yang bidang.

“Gila, kau ahli sayang.. mmmhhh..”, desahku seraya melumat bibirnya.

Daniel lalu menggendong tubuhku dan ia mulai melumat payudara dan puting susuku. Ahhh.. asyik sekali.

“Tante.. saya mau sambil berdiri ya..”, desahnya.

Aku mengangguk. Tanpa kesulitan Daniel kembali meyelipkan batang k0ntolnya yang masih keras ke dalam vaginaku yang sudah becek. Oohhh.. kami bermain dengan posisi berdiri. Berat badanku membuat pen|s Daniel menancap semakin dalam. Nikmat sekali rasanya.

Entah berapa kali saya dan Daniel saling melepas nafsu di kamar mandi itu. Tubuhku hingga lemas alasannya terlalu sering orgasme. Daniel yang masih stay cool duduk di atas toilet, sementara saya duduk di pangkuannya sambil merebahkan tubuhku di dadanya yang bidang.

“Hhh.. kau gila sayang, ahli banget sih..”, cetusku sambil mencubit hidung Daniel.

Anak itu tersenyum sambil mengusap rambutku.

“Tante juga hebat.. gila tadi tante party sama cowo-cowo itu ya?”, tanya Daniel sedikit takjub.

Aku mengangguk manja. Anak itu hingga geleng-geleng.

“Kamu juga sering kan party bareng tante-tantemu itu? Hayo ngaku..”, celetukku dengan nada bercanda.

Daniel tertawa. Sambil melepas lelah saya menyebarkan kisah dengan Daniel. Aku hingga geleng-geleng mendengar ceritanya. Di usianya yang masih semuda itu ternyata pengalaman seksualnya jauh lebih banyak daripadaku. Dengan segala kelebihan fisik yang dimilikinya, anak itu seringkali menyelesaikan masalah dengan rayuan dan pesona bercintanya. Mulai dari sobat sekelasnya yang rela membuatkan PR-nya dan Daniel membayarnya dengan memberi kenikmatan birahi pada si cewe itu. Kemudian tantenya yang kepergok berselingkuh di salah satu restoran, juga merelakan tubuhnya dipuaskan Daniel sebagai imbalan tutup mulut. Bahkan hingga wali kelasnya yang menurutnya memang indah itu, rela membubuhkan nilai 9 di raport Daniel dengan imbalan pelayanan birahi yang memuaskan dari anak itu.

“Tante, kita keluar yuk, kayaknya pada berisik banget deh..”, ajak Daniel tiba-tiba.

Aku mengangguk setuju. Sejak tadi memang di luar kamar mandi tersebut berisik sekali. Suara lenguhan, desahan hingga jeritan manja sayup-sayup terdengar ketika saya berpacu nafsu dengan Daniel di kamar mandi tadi.

Betapa terkejutnya saya ketika keluar dari kamar mandi melihat pemandangan yang selama ini hanya dapat saya nikmati lewat blue film. Para daun mudaku tersebar di aneka macam sudut asyik menyebarkan kenikmatan dengan tante-tantenya Daniel.

Jonathan dan Stanley yang selalu kompak asyik memuaskan Shinta di salah satu sofa. Arga, Rhino dan Dodi juga sibuk menggumuli Melly, yang paling indah dan seksi di antara wanita-wanita itu. Sementara Candra bagai seorang ratu tergolek di atas ranjang, sementara Frans dan Felix dengan buas menggeluti tubuhnya yang memang mulus. Si macho-ku Frans rupanya yang jadi favorit hingga Yuni dan Liana berebut menikmati Mr. King-nya. Aku geleng-geleng melihatnya seraya memeluk tubuh Daniel yang ada di sebelahku. Inikah yang namanya orgy? Betul-betul gila. Aku tak menyangka kalau pesta ultahku menjadi sefantastis ini.

Aku dan Daniel pun bergabung dengan mereka. Entah berapa jam lamanya saya larut dalam pesta gila itu. Kami berganti-ganti pasangan seenaknya. Entah sudah berapa kali kami orgasme. Namun khasiat obat perangsang yang kubawa itu memang luar biasa. Stamina kami menyerupai tak ada habis-habisnya.

Pesta gila itu kesannya terhenti oleh Candra yang punya wangsit untuk bikin games. Wanita itu ingin membuat game menyerupai yang dilakukannya pada Daniel sore tadi sebagai hadiah ultahku. Tentu saja saya setuju. Dengan posisi nungging, saya berlutut di atas ranjang. Kepalaku rebah di atas bantal, mataku tertutup, sementara kedua tanganku diikat. Kedua pahaku kubuka lebar-lebar. Permainan pun dimulai. Pria-pria yang ada di situ secara acak akan memasukkan batang k0ntolnya ke dalam vaginaku. Jika saya mampu menebak siapa yang sedang beraksi, saya boleh melepas ikatanku dan melapas hasratku dengan pria tersebut. Namun jikalau saya salah menebak, saya harus mengulum pen|s pria tersebut hingga ia orgasme.

Suasanya sunyi senyap. pen|s pertama mulai menyusup perlahan ke dalam lubang vaginaku. Aku berharap k0ntolnya Jonathan, alasannya mudah sekali mengenalinya. Perlahan pen|s itu terus masuk ke dalam liang vaginaku. Ups.. tidak ada aksesoris apa-apa. Berarti bukan Jonathan. Siapa ya? Aku jadi penasaran. pen|s itu sudah amblas seluruhnya kedalam vaginaku. Ughh.. nikmatnya. Tapi siapa ya? Aku melaksanakan kegel untuk memancing desahan pria itu. Sial, nggak bersuara. Yang ada malah bunyi Shinta, Melly, Candra, Yuni dan Liana yang berah-uh-ah-uh mengacaukanku. Ah.. saya betul-betul bingung.

“Stanley?” tebakku.

Wanita-wanita itu cekikikan. Sang pria sama sekali tak bersuara. Tiba-tiba tubuh pria tersebut menunduk hingga saya mampu merasakan dengusan nafasnya. Dibukanya tutup mataku.

“Aww.. Frans!”, teriakku.

Gimana saya nggak mampu ngenalin sih. Dasar. Mereka semua tertawa. Sebagai konsekuensi, saya harus mengulum k0ntolnya hingga anak itu orgasme. Permainan terus berlanjut. Berkali-kali saya gagal. Mungkin ada sekitar 7 kali saya tidak mampu menebak. Padahal kadang salah seorang dari mereka beraksi lebih dari satu kali. Tapi saya tetap tidak mengenali. Sialnya Jonathan malah melepas aksesoris yang menjadi ciri khasnya. Huh.. Tapi saya senang. Bukan Hana namaku kalau tidak mengenali pen|s si macho, Frans. Aku eksklusif menjerit keasyikan begitu tahu tebakanku tepat. Dengan cool Frans melepaskan ikatanku dan kami melepas birahi dengan ditonton oleh yang lain. Setelah orgasme, permainan dilanjutkan.

Berikutnya ketebak lagi. Gimana nggak, siapa lagi yang k0ntolnya mampu membuatku merasa menyerupai perawan. Ughhh.. nikmat sekali ketika pen|s super besar itu amblas di dalam vaginaku. Aku yang memang sudah mampu menebak mencoba mengulur waktu sebentar. Nikmat sekali pen|s ini. Aku melaksanakan kegel berkali-kali, hingga tiba-tiba pen|s itu memuntahkan spermanya yang kental di dalam vaginaku. Si pemilik pen|s mengerang menahan nikmat. Aku mampu mendengar bunyi gumaman heran orang-orang yang ada di situ.

“Gotcha Daniel!”, seruku sambil tersenyum penuh kemenangan.

Yang lain berteriak heboh. Daniel pun eksklusif membuka tutup mata dan tali yang mengikatku.

“Tante curang ih..”, rajuknya manja.

Aku tertawa dan memeluk tubuh anak itu. Kami pun bercumbu sambil disaksikan yang lain. Tak butuh waktu lama untuk mengembalikan birahi Daniel setelah saya ‘mencuri’ spermanya tadi. Dengan gayanya yang buas, Daniel membuat kami orgasme bersama.

Permainan itu berlangsung hingga menjelang pagi. Setelah semua selesai, Daniel dan tante-tantenya pamit untuk kembali ke kamarnya. Sementara saya juga mau istirahat. Kami pun tertidur pulas sekali. Lewat jam dua belas kami gres bangun. Satu persatu daun mudaku pamit pulang, hingga kesannya saya sendirian di kamar yang besar itu.

Sambil berdiri di pintu, saya menyaksikan pemandangan kamar yang berantakan. Botol-botol minuman berserakan di mana-mana, begitu juga krim-krim bekas kue. Posisi kursi, meja dan sofa sudah nggak jelas, ranjang apalagi sudah mawut-mawutan. Tapi saya merasa puas sekali. Betul-betul pesta ultah yang berkesan. Dan yang lebih berkesan lagi saya dapat daun muda baru, Daniel.

Sejak kejadian itu, saya menjadi dekat dengan Daniel dan juga tante-tantenya. Aku jadi bersahabat karib dengan Candra. Dan dari mereka juga saya mulai mengenal kehidupan malam. Petualangan sex-ku pun makin beragam. Aku mulai sering ikut acara-acara gila yang diadakan Candra dan teman-temannya.

Februari kemarin, saya bercerai dengan suamiku. Toh saya pikir ada atau nggak ada suami sama saja. Dia jarang sekali di rumah. Hak didik Juliet pun kuserahkan dengan lapang dada pada suamiku. Dan kini saya semakin bebas tanpa adanya suami dan anak. Aku mampu keluar rumah sesukaku dan ikut acara-acara gilanya Candra. Bahkan tak jarang saya menjadi tuan rumah untuk acara-acara tersebut, alasannya rumah peninggalan suamiku ini memang besar sekali. Aku pun juga bebas mengundang daun-daun mudaku ke rumah untuk memuaskanku kapan saja saya mau.

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3

Cerita Sex Aku Pasrah Diperkosa Tanteku

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Sex Aku Pasrah Diperkosa Tanteku".

Hari itu saya pulang agak cepat sebab ada beberapa klien yang mengubah jadwal appointmentnya, saya turun didepan pagar danmeminta Pak Supir untuk eksklusif menuju kantor suamiku, toh saya tidak ada rencana pergi lagi hari ini. Suasana rumah terasa sepi, saya melirik jam tanganku, pantas…baru pukul dua lewat sekarang ini, masih siang dan kedua anak – anakku belum pulang dari sekolah, yang bungsu sekarang sudah SMP kelas 1 dan kakaknya SMP kelas 3, kuingat mereka mengatakan siang ini ada Eskul sehingga pulang
agak sore.


Saat melewati kamar di lantai bawah, saya tercekat…kudengar bunyi nafas yang agak memburu dan desah tertahan…dan semakin terperinci ketika saya mendekat, kulihat pintu kamar tidak tertutup rapat dan ada sedikit celah yang memungkinkan saya bias melihat isi kamar dari pantulan cermin yang terletak berserangan dengan letak pintu, dan kini saya yang terhenyak.
Suatu perasaan ‘menggelitik’ mulai menerpaku…turun ke kebawah ke antara kedua kaki ku…aku tahu kalau kemaluanku mulai melembab menyaksikan pemandangan itu.
Dari pantulan cermin kulihat Dino, keponakan suamiku telentang diatas ranjang, telanjang dan tangannya sedang menggenggam kemaluannya, bergerak teratur naik turun, tentu saja saya tahu kalau cowok itu sedang bermasturbasi, namun yang membuatku terpana yaitu kemaluannya itu…, besar dan panjang…sekilas terlihat kalau genggaman tangan cowok itu sama sekali tak menutupi kepala kemaluannya yang Nampak merah dan berkilauan.
Dino masih mendesah perlahan dan tiba tiba ia mempercepat gerakan tangannya lalau tubuhnya mengejang dan dari kepala kemaluannya keluar dengan semprotan yang cukup keras melambung keudara dan cairan itu mendarat didadanya, beberapa kali kepala kemaluan itu Nampak menyemprotkan cairan dan balasannya dengan lesu tangan cowok berusia 20 tahun itu mengendur dan menggapai tissue di meja sisi ranjang
Aku yang sempat terpana segera sadar dan cepat cepat menuju kamarku, kalau saja hingga terlihat, aku…tantenya menontonnya bermartubasi wah……………
Ketika saya mengganti pakaian dengan baju santai.. saya gres menyadari kalau celana dalamku ternyata sangat basah……………
Tanganku sudah menyelinap kedalam celana dalam yang kukenakan.. dan jari-jariku memainkan clitorisku.., saya semakin basah…dan pikiranku semakin menerawang membayangkan kemaluan muda yang besar dan kekar itu………, dan akhirnya….dengan lenguhan dan desah tertahan saya mencapai orgasme ku…ah…tapi tak senikmat yang kuinginkan.
Perkawinanku sudah menginjak tahun kelima belas, saya tidak bisa mengatakan kalau saya tidak bahagia, suamiku baik, perhatian, dengan 2 anak yang sehat dan memenuhi impian setiap orang tua, namun saya juga tidak bias mengatakn kalau saya puas dengan kehidupan sexku.
Suamiku selain sibuk juga hanya menyebabkan sex sebagai pemenuhan kewajiban, memang setiap kali kami bekerjasama sex saya bias terpuaskan, namun frekuensi yang jarang, kadang belum tentu seminggu sekali bahwasanya jauh dari yang bahwasanya kuharapkan.
Untunglah saya juga memiliki kesibukan, sebagai beauty consultan sebuah perusahaan kosmetik terkemuka saya memiliki jadwal yang cukup padat, namun berselingkuh sungguh sebelumnya tidak pernah terlintas dalam pikiranku.
Sambil rebah saya terus menerawang ………pada awalnya saya agak keberatan ketika suamiku memberikan bahwa Dino keponakannya yang hendak melanjutkan kuliah di kota kami untuk sementara akan tinggal di rumah kami hingga mendapatkan tempat kost yang sesuai.
Aku merasa bahwa kehadiran orang lain akan mengganggu privacy kami yang selama ini tenang, di rumah kami hanya berempat, aku, suamiku dan kedua anakku yang masih SD dan SMP, serta seorang pembantu yang sudah lama ikut kami.
“Pikirkanlah ma…” kata suamiku ketika untuk kesekian kalinya menanyakan jawabanku,
“Dulu papa sempat dibantu oleh Tante Ina, ibunya Dino ketika kuliah dan almarhum Oom Broto masih hidup, Papa pikir paling tidak bisalah membalas budi baik mereka dulu, dan Papa dengar dino itu anak yang baik, sopan dan malah bias membantu Andre dan Tony dengan pelajaran mereka kan ?” suamiku mencoba meyakinkanku.
Aku menyerah dan berpikir tidak ada salahnya mencoba lagi pula kami masih ada kamar kosong dilantai bawah.
Ketika Dino datang saya cukup senang sebab cowok yang kecilnya kurus itu kini telah berubah menjadi menjadi cowok yang tinggi, kekar, lumayan tampan dan memiliki sikap yang sopan, pun setelah ia tinggal dirumah kami cowok itu tetap sangat sopan dan ringan tangan, membantu semua yang bisa dikerjakannya, anak anak pun senang sebab dengan senang hati Dino membantu pelajaran mereka.
Selama beberapa bulan ini tanpa terasa Dino sudah menjadi episode dari keluarga kami, dan saya tidak pernah sebelumnya memandang Dino sebagai seorang lelaki.
Namun kejadian tadi secara total mengubah pandanganku………………
Rasa penasaran yang sedemikian besar mebuatku ingin mengetahui lebih jauh perihal cowok itu, saya keluar dari kamar dan menuruni tangga sambil memanggilnya.
“Din…Dino…sibuk ?” tanyaku ketika saya melihatnya
“Nggak tante…ada yang bisa dibantu?” tanyanya dengan sopan, cowok itu sudah keluar dari kamarnya, dan tentu saja sudah mengenakan jeans dan kaos yang mencetak tubuh kekarnya.
“Tante lapar… boleh nggak tolongin tante beliin nasi bungkus di restoran padang?, kalau nyuruh si bibik nanti lama, kau kan naik motor pasti lebih cepat, beli 2 bungkus ya.. kau temenin tante makan” kataku lagi.
“Baik tante” jawabnya dan setelah mendapatkan uang yang saya berikan ia melesat pergi
Setelah bunyi deru motornya terdengar menjauh saya bergegas ke kamarnya, masih kutemukan tissue yang telah teremas dan tergeletak dimeja disamping tempat tidurnya, dan kulihat kalau laptopnya masih dalam keadaan menyala.
Dengan cepat saya mencoba melihat isi computer cowok itu dan sungguh terperanjat saya melihat di my picture foto foto ku terpampang disana.
Foto foto itu yaitu foto-foto yang dibuat ketika kami rekreasi, makan di restoran dan segudang kegiatan lain, namun sudah di cropping dan tertinggal hanya diriku seorang, semua diberi nama dengan awalan ‘tanteku yang cantik’
Aku tidak berani terlalu lama membongkar data data yang ada sebab selain tidak terlalu mahir, juga agak schok dengan kenyataan yang ada…Dino..? …Menilaiku cantik ..?
“Tumben kau dirumah, nggak ada kegiatan hari ini ?” tanyaku sambil menikmati nasi bungkus yang tadi dibeli.
“Nggak Tante.. hari ini kebetulan jadwal kuliah kosong” jawab Dino
“Kok nggak ke pacar kamu?” tanyaku lagi sambil menjangkau gelas minum
“Wah..nggak punya Tante, selain nggak ada yang mau juga Dino mau cepet cepet selesai kuliah” katanya dengan wajah memerah.
“Nggak ada yang mau ?..mana mungkin ..kamu tuh tampan lho.., kau ‘kali yang nolak terus” kataku lagi.
“Iya ..Tante, nggak ada yang mau..” wajah anak muda itu semakin memerah.
“Ok.. deh..” kataku setelah meneguk minumanku, “Tante mau istirahat dulu ya…, mumpung pas bias pulang siang…” kataku sambil meninggalkan ruang makan menuju kamar dan sambil berjalan saya merasa betapa mata anak muda mengawasi ayunan pinggulku ketika berjalan.
Hampir saya terlelap ketika bunyi ramai menggetarkan gendang telingaku…dan anak anakku menerobos masuk kamar, mengucapkan salam dan bergantian mengecup pipiku, pikiran dan perhatiankupun kini kembali ke dunia ‘nyata’ dan kesibukan sebagai Ibu rumah tangga berlangsung menyerupai biasa.
“Aduh Pa..Mama nggak bisa, besok ada presentasi dan seminar penting, dan Mama harus menyajikan bahan yang telah disiapkan team dihadapan para audience” jawabku ketika suamiku memintaku untuk menemaninya menengok kebun kami di tempat pegunungan.
“Tapi kan besok hari Sabtu..izin sajalah, kasihan anak – anak, Papa sudah kesepakatan sama mereka” kata suamiku lagi.
“Habis Papa sih.. bikin rencana nggak ngomong dulu.., nggak mungkin Mama membatalkan begitu saja, siapa yang bisa menggantikan ?, ajak Dino juga biar ada yang bantu papa jaga anak – anak” jawabku lagi.
“Hmm.. sudah kuajak, tapi besok ia ada ujian katanya” suamiku menjawab.
“Ok..lah, tapi si Bibik dibawa ya Ma, biar ia bantu mengawasi anak – anak, soalnya Mang Abdul penjaga kebun kita sudah wanti-wanti kalau duduk perkara pagar disana sudah mendesak..nanti kalau ada yang nyerobot jadi repot” suamiku balasannya mengalah.
“Boleh, ajak aja si Bibik, Mama juga akan lebih tenang..”jawabku, Bibik pembantu kami itu sudah ikut kami semenjak saya masih kecil dan setelah saya berumah tangga saya memamng minta kepada orang tuaku biar Bibik bisa ikut aku, pada usianya yang menjelang 60 tahun ia masih sangat sehat dan bisa mengerjakan semua sebaik dulu.
Pukul dua siang seminar dan presentasi produk gres sudah selesai dan saya segera meluncur pulang, di kendaraan beroda empat saya sempat menelpon anak – anak dan antusiasme dalam bunyi mereka sedikit banyak membuatku merasa tidak enak…untunglah mereka bergembira pikirku.
“Bu masih ada rencana pergi..?” Tanya pak Udin sopir yang juga sudah lama ikut kami.
“Tidak Pak., kenapa..?” tanyaku
“Kalau boleh saya mau ijin Bu, anak saya hari ini dating dari desa..kangen juga sudah lama nggak ketemu”jawab sopir renta dengan sopan.
“Oh..boleh Pak.. “ kataku member ijin.
Setelah memarkir kendaraan beroda empat di garasi pak Udin pamit dan saya masuk rumah yang kali ini benar benar sepi.
“Lho..sudah pulang tante..?” bunyi Dino mengejutkanku
“Sudah selesai seminarnya, dan kau katanya ujian..? jawabku sambil bertanya.
“Sudah tadi tante.. dari Jam 8.00 hingga jam 12.00, habis itu eksklusif pulang” jawab cowok itu.
“Kamu sudah makan..?” tanyaku lagi.
“Juga sudah..tante sudah makan ?, kalau belum biar Dino siapkan” katanya menunjukkan diri.
“Sudah tadi diseminar tapi kalau nggak keberatan bikini tante minuman hirau taacuh dong…dikulkas kayaknya masih ada juice ..” kataku
“Baik Tante” jawab cowok itu patuh.
“Trims.., Tante salin baju dulu ya..? kataku sambil melangkahkan kakiu naik tangga menuju kamarku.
Setelah membersihkan diri, saya mengikat rambutku ekor kuda, dan saya agak lama menentukan pakaianku…..tiba tiba saja terbersit pikiran nakalku ingin menarik hati cowok itu.
Akhirnya saya memilih baju longgar dan rok mini yang biasa kugunakan ketika main tennis, saya sengaja tidak mengenakan BH sehingga payudaraku menggantung bebas, dengan tinggi 160 Cm, berkulit putih, saya tidak memiliki payudara menyerupai Pamela Anderson, tapi dengan usia yang menjelang 40, payudara dengan BH No. 36 B masih tegak dan belum terlalu turun.
Wajahku tidaklah terlalu cantik, mataku agak sipit, maklum keturunan Chinese, tapi saya tahu kalau saya cukup menarik dengan hidung mancung dan bibir yang penuh walau tidak tebal.
Ketika saya melangkah turun sekilas kulihat Dino menatapku dengan terpesona, namun saya berpura-pura tidak menyadarinya dan sambil mendapatkan gelas juice yang diangsurkannya saya mengajaknya duduk disofa depan TV. Dan dengan patuh Dino menurut, kulihat tangannya membawa sebuah buku.
Siang hari begini mana ada program TV yang menarik?, maka akupun mengajaknya ngobrol.
“Buku apa itu Din..?’” tanyaku.
“Oh.. ini .. perihal akupunktur dan anatomi serta susunan syaraf insan Tan…” jawabnya
“Lho..kamu ini kuliah di ekonomi atau mau jadi akupnktur?”
“Ah…ini sekedar iseng … buat nambah pengetahuan..habis jenuh berguru ekonomi terus..buta refreshing..gitu..” jawabnya lagi.
“Biasanya anak muda tuh kalau refreshing baca nya buku porno” jawabku sembarangan.
“Ah..Tante..nggak semua dong begitu” jawabnya dengan wajah anak muda itu memerah dan dari sudut mataku saya menilainya, dengan tinggi diatas 170 Cm, rutin kefitness menjadikannya kekar dan berisi dengan perut yang rata, rambut ikal bergelombang dan sudut verbal yang membuat wajahnya nampak ramah bahwasanya cowok berusia 20 tahun ini sangat menarik.
“Terus apalagi yang diajarin buku itu?” tanyaku
“Ya macam – macam Tan.. termasuk refleksiologi” jawabnya cepat.
“Refleksi, kayak pijat refleksi gitu………?” tanyaku
“Iya betul” jawabnya lagi.
Pikiran untuk menggodanya semakin berpengaruh menerpa hatiku dan sikap sopan serta aib – aib cowok ini menjadikanku semakin ingin menggodanya.
“Berarti kau sudah bisa dong..?” tanyaku
“Wah nggak tahu Tante..belum pernah dipraktekan, kan nggak gampang mencari sukarelawan untuk jadi kelinci percobaan” jawabnya tersenyum.
“Ya udah…kebetulan Tante lagi santai..ayo kau praktek ilmumu”
Tanpa menunggu saya pindah kesofa panjang dan telungkup disana.
“Lho..kok diam…?, ayo kau coba refleksi yang kau pelajari” kataku dan ketika saya mendongak saya melihat wajahnya menyerupai tidak percaya menatapku.
“Nggak..ah…Dino nggak berani…”jawabnya
“Iya deh…Tante sudah tua….pasti kau segan ya merefleksi orang tua” kataku menggoda
“Ih.. Tante sama sekali nggak tua, Tante cantik sekali” jawabnya dan terkejut sendiri dengan pujiannya
“Cantik?, memang kau pikir tante cantik ?” tanyaku
“Tapi……….”Jawabnya ragu
“Tapi apa..? pelan pelan saja.., jangan pakai tenaga dulu…” saya meyakinkannya walau saya tahu maksudnya ‘tidak berani’ itu bukan duduk perkara pijatnya.
Dengan wajah seakan – akan ‘apa boleh buat’ Dino beringsut dan duduk diujung sofa akrab kakiku.
Tangannya agak basah, hirau taacuh dan sedikit gemetar ketika ia menyentuh telapak kakiku.
“Kok tanganmu hirau taacuh sih…?” tanyaku
“Nggak apa – apa kok Tan..”suaranya agak serak kertika ia menjawab.
Tangan kekar itu lalu mulai memegang kaki kiriku dan menekan tapak kakiku, hatiku juga bergemuruh tidak karuan..gila…masa cuma dipegang tapak kaki saja saya mulai hangat diantara kedua pahaku.
Setelah beberapa lama ia memijat kedua tapak kakiku balasannya saya yang tidak tahan
Aku berbalik mengubah posisi dan setengan duduk dengan berselonjor
“Ah.. kau jadi bikin Tante pegel deh.., kau pijitin kaki Tante ya, pijat biasa saja Ok..?” kataku
“Ba..baik..Tante..” Jawabnya agak terbata
“kamu duduknya agak kesini dikit….nah…gitu” kataku menggurui.
Demikianlah Dino kini duduk akrab pinggangku, membelakangiku dan tangannya memijit mijit lembut.
“Mmmh..enak juga pijitan kau Din..terus aja keatas hingga paha..nggak apa kok” dan kakiku yang satunya kutekuk, lupa kalau saya mengenakan mini skirt sehingga pasti Dino bisa melihat celana dalamku terpampang.
pantantnya sudah diatas lututku dan hatiku juga semakin terbawa oleh rasa terangsang yang mulai mempengaruhiku.
Aku menggapai gelas minumku dan mencoba minum tanpa merubah posisi, suatu pikiran bandel lain menyergapku dan toh ia sedang membelakangiku, dengan sengaja saya menumpahkan juice yang tersisa kebadanku setelah sebelumnya menyenggol punggungnya.
“Aduh..maaf Tante…” Kata Dino terkejut ketika melihat cairan juice itu membasahi perutku hingga kepaha.
“nggak apa…Din..Tante yang salah” jawabku
“Din..tolong ambil handuk kecil di kamar mandi ya…” katku lagi dan dengan setengah berlari cowok itu melesat, sempat kulihat kalau episode depan celana yang dikenakannya menggembung. Aku tersenyum.
“Iya disitu yang basah..agak keatas…”kataku ketika Dino sudah kembali dan mengelap pahaku yang basah
“Tapi ..basahnya kedalam …Din..kamu tolong T ante ya.. “ kataku lalu kuangkat baju gombrong yang kukenakan hingga atas dan sedikit episode payudaraku terlihat.
Dengan teliti dan hati hati anak muda itu mengelap tubuhku dengan handuk yang diambilnya, sambil berlutut disamping sofa.
“Nggak apa – apa ya Din..tolongin tante..” kataku lagi..sambil menatap wajah yang berada akrab dengan perutku itu.
“I..I..Iya tante…jawabnya dengan bunyi yang hamper tk terdengar.
“Kebawah Din…ah… rok nya mengganggu..lalu dengan cepat saya meloloskan rok tennis yang kukenakan dan kini saya setengah terbaring dengan hanya bercelan dalam dibagian bawah.
Semakin gemetar tangan Dino mengelap pahaku dan perutku.
“Tapi episode dalam juga berair Din…”kataku lagi
“Lepaskan celana dalam tante ya..biar kau leluasa” saya meyuruhnya
Kini terperinci terpampang didepan wajahnya kemaluanku, dengan bulu yang tercukur rapih , dan saya agak merenggangkan kakiku sehingga rekahannya terlihat olehnya.
Nafas cowok itu sudah sangat memburu dan akupun merasa semakin basah…dengan tangan kiriku saya mengambil handuk yang digunakannya dan melemparkannya entah kemana.., lalu kutuntun jari jari tangan yang kekar itu menyentuh dan sedikit memasuki lubang kemaluan yang telah membasah itu.
Tangan kananku tahu tahu sudah meremas gelembung depan celana cowok itu, dan dengan lirih saya berkata “Din..kmau sudah melihat tante punya.., boleh tante melihat punyamu..?”
Wajah yang semakin memerah itu hanya mengangguk dan ia bangun didepanku membuka ikat pinggangnya dan saya membantunya dengan sekali tarik saya menurunkan celana yang dikenakannya termasuk celana dalamnya.
‘Prang’ Kemaluan yang sudah mengeras itu bangun dan menunjuk depan wahaku, dan saya sungguh harus mengagumi keindahanmya, dengan otot yang tampak melingkar, kepala yang besar kemerahan dan tanpa menunggu saya mencoba menggenggamnya.
Aku yakin kalau panjangnya pasti lebih dari delapan belas centimeter dengan lingkar yang besar dan buah zakar yang menggantung, ditutupi bulu – bulu yang agak keriting.
Kedua tanganku tak henti mengusap dan menggenggamnya dengan sesekali tangan kiriku mengusap buah zakarnya dan tanpa dapt menahan kepala kemaluan itu sudah masuk dalam mulutku.
Hanya sepertiga mungkin yang bisa masuk mulutku.. dan lidahku mulai menari, menjilat dan mengecup, menghisap dan sesekali batang kemaluan itu kugigit perlahan.
Kuminta ia duduk dan kami bertukar tempat, saya yang kini berlutut didepannya dan ia duduk di sofa, dengan arahan kusuruh ia melepaskan kaos yang dikenakannya dan sesekali tanganku membelai dada yang kekar itu.
Aku sudah melepaskan baju gombrong yang kukenakan…dan kini kami sama sama sudah tak berpakaian, saya terus menjilat dan menghisap kemaluan Dino dengan penuh nafsu dan desahan serta erangan tak tertahankan keluar dari verbal cowok itu.
“Ahhh..tante…enak….aduh….hhh”
“Ssshhh….aaaahhh…aduh Tante….”
Denyutan dibatang kemaluan itu semakin keras dan saya tahu kalau cowok itu mulai tak tahan, dengan kepala kemaluanitu dalam mulutku tanganku melaksanakan gerakan mengocok dan tangan satunya meremas zakarnya….
“Tanteeee…..ahhh..oohhh….ssssshhhhh” agak berteriak cowok itu dan sebuah semburan berpengaruh dari lubang dikepala kemaluan itu mengenai belakang lidahku membuatku hamper tersedak lalu memenuhi mulutku dengan cairan kental dan panas yang tanpa berpikir kutelan habis…., namun semburan itu tidak cuma sekali, beberapa kali dalam jumlah yang cukup banyak, dan kecepatanku menelan tidak sebanding dengan kecepatan semburan itu.., sebagian keluar dari sisi bibirku…namun saya taatp tidak melepaskan jepitan bibirku dikepala kemaluan keponakan suamiku itu hingga berhenti, lalu dengan lidahkua saya membersihkannya, lalu mendongak menatapnya dengan tersenyum.
“Enak…?” tanyaku…?
Ia hanya mengangguk dan tangannya mengusap kepalaku.
“gantian …” bisikku dan kini saya telentang disofa.
Kuminta Dino mengulum pentil payudaraku dan lidahnya bergerak sesuai perintahku. Aku tahu kalau anak muda itu masih ‘hijau’ maka saya ‘menuntunya’ untuk menelusuri tubuhku dengan lidahnya dan mengajarkannya bagaimana seharusnya ia menggunakan lidahnya ketika mulutnya mencapai kemaluanku
“ya..disitu…ahhh…..di emut Din…emut clitoris tante…ahhhh, yah masukan lidahmu …ohhh….” namun irama yang tidak konstan serta pecahnya perhatian antara menikmati dan menyuruhnya membuatku sulit mencapai puncak yang kudambakan.
Belum lima menit Dino menjilatiku saya melihat kalau kemaluannya sudah mengeras lagi…dasar anak muda………………………….

Kusuruh Dino telentang dan dengan posisi diatas saya mengarahkan kemaluannya memasuki kemaluanku yang sudah teramat berair …….dengan perlahan saya menurunkan pinggulku dan kepala kemaluan yang besar itu, jauh lebih besar dari milik suamiku mulai menembus masuk….cukup lama saya berjuang biar kemaluan itu bisa menembus masuk kemaluanku yang ternyata cukup sempit untuk miliknya dan balasannya setelah hamper semua terbenam saya mulai bergerak, kedepan …kebelakang kadang pinggulku berputar dan naik turun.
Dino cukup kreatif…. Tangannya juga bekerja meremas dan sesekali kepalanya terangkat mencium dan mengulum pentil payudaraku.
“Ssshh…ah.. Dino….batangmua besar..aduh..enak….” saya mulai meracau dan seirama denga gerakanku, saya merasa gelombang kenikmatan mulai menerjang dan naik…naik….dan AAAhhhhhhhhhhh……..dengan setengah berteriak saya mencapai orgasmeku, orgasme yang sangat dahsyat yang sudah betahun tahun tidak pernah bisa diberikan suamiku.
Aku ambruk didada cowok itu dan bibirku mencari bibirnya, kami berciuman cukup lama.
Aku tahu kalau Dino masih belum ‘keluar’ lagi…, namun saya sudah terlalu lelah untuk berada diatas.., maka saya melepaskan diri..menyuruhnya diatas dan kini dengan saya dibawah kakiu terbuka lebar dengan salah satu kakiku menyangkut kesenderan sofa dan Dino dengan mudah kali ini memasukiku.
Gerakan anak muda itu teratur dan terasa bagaimana kemaluan besar itu menusuk dan mengexplorasi episode dalam kemaluanku hingga episode yang belum tersenah tersentuh oleh suamiku dan gelinjang serta perasaan nikmta yang tak tertahankan membuat gelombang menuju orgasme kembali menerjangku.
Dino semakin mempercepat gerakannya dan saya mencoba mengimbangi gerakannya dengan goyangan pinggulku dan balasannya denga tertahan “Tante..Dino mau keluar……”
“Keluarin Din……” dan saya menjepit pinggang cowok itu dengan kedua kaki yang kutautkan sehingga kemaluannya terbenam semakin dalam dan balasannya dengan erangan keras bersamaan dengan orgasmeku, saya mencicipi cairan hangat menyemprot jauh didalam..
Suara desahan, erangan dan nafas memburu kami terdengar terperinci dikeheningan ruangan dan balasannya kami berdua melemas berpelukan erat.

“Din…., maafin Tante ya…., Tante membuatmu melaksanakan ini, lupa kalau Tante sudah tua” kataku
“Tante…., Dino selalu mengagumi Tante…tante yaitu wanita paling cantik yang dino kenal…dan Tante sama sekali tidak tua…” jawabnya sambil mengecup bibirku.
“Tapi ini tidak bisa jadi kebiasaan Din…., kalau Oom tahu………..” kataku tidak melanjutkan.
“Dino tahu, ……. Tante…jangan kuatir”
Sore itu kami banyak bercakap – cakap dan tidak merasa perlu mengenakan pakaian kami, dan sebelum maghrib tiba kami menyelesaikan permainan yang ketiga kalinya, kali ini ia memasukan kemaluannya dalam posisi dari belakang dan diselesaikan dengan posisi misionari…kembali rahimku mendapatkan siraman sperma hangat yang menyemprot dan memberikanku kenikmatan yang sudah hamper terlupakan.
Pukul 8 malam anak – anak dan suamiku pulang dan malam itu saya tidur dengan sangat nyenyaknya.

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, erita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3