1CERITA SEX - Akhirnya Ngeseks Juga Sama Ibu Guru SMA # Ibu Rina yakni seorang guru sejarah disalah satu sekolah SMA. Umurnya 30 tahun, cerai tanpa anak.Ibu guru Rina sangat cantik, kata orang beliau menyerupai Demi Moore di film Striptease.
bokep,cerita sek,kisah sek,rumah sek, dongeng tanteku,cerita ml sama tante,cerita tante2,cerita ngesek tante,cerita dengan tante,cerita ngesex sama tante,cerita ngesex, dengan tante,cerita ngesek sama tante,cerita sama tante,cerita ngesek dengan tante,cerita ngeseks dengan tante, cerita selingkuh sama tante, cerita ml tante tante, cersex tante, cerita tante, ceritaseks, dongeng Porno.
Tingginya 170 dan beratnya sekitar 50 kg serta ukuran payudaranya 36B. Semua murid-muridnya, terutama yang pria pengin banget melihat badan polosnya telanjang. Makara dongeng seks remaja ku ini yakni ngentot dengan ibu guru Rina yang cantik.
bokep,cerita sek,kisah sek,rumah sek, dongeng tanteku,cerita ml sama tante,cerita tante2,cerita ngesek tante,cerita dengan tante,cerita ngesex sama tante,cerita ngesex, dengan tante,cerita ngesek sama tante,cerita sama tante,cerita ngesek dengan tante,cerita ngeseks dengan tante, cerita selingkuh sama tante, cerita ml tante tante, cersex tante, cerita tante, ceritaseks, dongeng Porno.
Tingginya 170 dan beratnya sekitar 50 kg serta ukuran payudaranya 36B. Semua murid-muridnya, terutama yang pria pengin banget melihat badan polosnya telanjang. Makara dongeng seks remaja ku ini yakni ngentot dengan ibu guru Rina yang cantik.
Suatu hari Rina terpaksa harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya, untuk ulangan susulan. Si Anto harus mengulang alasannya yakni ia kedapatan menyontek di kelas. Anto juga populer alasannya yakni kekekaran tubuhnya, maklum beliau sudah semenjak SD bergulat dengan olah raga beladiri, alhasil ia harus menjaga kebugaran tubuhnya.
Bagi Rina, kedatangan Anto ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Ia juga rahasia naksir dengan anak itu. Karenanya ia bermaksud memberi anak itu ‘pelajaran’ suplemen di Minggu siang ini.”Sudah tanggapan Anto?”, Rina masuk kembali ke ruang tamu sesudah meninggalkan Anto selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang diberikannya.”Hampir bu””Kalau sudah nanti masuk ke ruang tengah ya saya tinggal ke belakang..””Iya..””Bu Rina, Saya sudah selesai”, Anto masuk ke ruang tengah sambil membawapekerjaannya.”Ibu dimana?””Ada di kamar.., Anto sebentar ya”, Rina berusaha membetulkan t-shirtnya. Ia sengaja mencopot BH-nya untuk merangsang muridnya itu. Di balik kaus longgarnya itu bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yang menyembul.
Begitu ia keluar, mata Anto nyaris copot alasannya yakni melotot, melihat badan gurunya. Rina membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tidak menyerupai biasanya dikala ia tampil di muka murid-muridnya.”Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa..”Muka Anto merah alasannya yakni malu, alasannya yakni Rina tersenyum dikala pandangannya terarah ke buah dadanya.”Bagus bagus…, Kamu sanggup gitu kok pakai menyontek segala..?””Maaf Bu, hari itu saya lupa untuk belajar..””oo…, begitu to?””Anto kau mau menolong saya?”, Rina merapatkan duduknya di karpet ke badan muridnya.”Apa Ibu?”, badan Anto bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya, sementara tangan Rina yang satu mengusap-uasap tempat ‘vital’ nya.”Tolong Ibu ya…, dan kesepakatan jangan bocorkan pada siapa–siapa”.”Tapi tapi…, Saya”.”Kenapa?, oo…, kau masih perawan ya?”.Muka Anto pribadi saja merah mendengar perkataan Rina”Iya””Nggak apa-apa”, Ibu bimbing ya...
Anto kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pengetahuannya ihwal seks hanya di dapatnya dari buku dan video saja.”Anto…, letakkan tanganmu di dada Ibu”,Dengan gemetar Anto meletakkan tangannya di dada Rina yang turun naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Rina yang molek itu.”Oohh…, enakk…, begitu caranya…, remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..” Dengan semangat Anto melaksanakan apa yang gurunya katakan.”Ibu…, Boleh saya hisap susu Ibu?”.Rina tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang berkata sambil menunduk, “Boleh…, lakukan apa yang kau suka”.
Tangan Anto semakin berani mempermainkan clitoris gurunya yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu membuktikan pertahanan gurunya akan segera jebol.”Ooaahh…, Anntoo”, Tangan Rina mencengkeram bahu muridnya, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah usang tidak dirasakannya.”Hmm…, kau lihai Anto…, Sekarang…, coba kau berbaring”.Anto berdasarkan saja. Penisnya segera menegang ketika mencicipi tangan lembut gurunya.”Wah…, wahh.., besar sekali”, tangan Rina segera mengusap-usap penis yang telah mengeras tersebut.
Begitu ia keluar, mata Anto nyaris copot alasannya yakni melotot, melihat badan gurunya. Rina membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tidak menyerupai biasanya dikala ia tampil di muka murid-muridnya.”Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa..”Muka Anto merah alasannya yakni malu, alasannya yakni Rina tersenyum dikala pandangannya terarah ke buah dadanya.”Bagus bagus…, Kamu sanggup gitu kok pakai menyontek segala..?””Maaf Bu, hari itu saya lupa untuk belajar..””oo…, begitu to?””Anto kau mau menolong saya?”, Rina merapatkan duduknya di karpet ke badan muridnya.”Apa Ibu?”, badan Anto bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya, sementara tangan Rina yang satu mengusap-uasap tempat ‘vital’ nya.”Tolong Ibu ya…, dan kesepakatan jangan bocorkan pada siapa–siapa”.”Tapi tapi…, Saya”.”Kenapa?, oo…, kau masih perawan ya?”.Muka Anto pribadi saja merah mendengar perkataan Rina”Iya””Nggak apa-apa”, Ibu bimbing ya...
Rina kemudian duduk di pangkuan Anto. Bibir keduanya kemudian saling berpagutan, Rina yang berangasan alasannya yakni haus akan kehangatan dan Anto yang berdasarkan saja ketika badan hangat gurunya menekan ke dadanya. Ia sanggup mencicipi puting susu Rina yang mengeras. Lidah Rina menjelajahi verbal Anto, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan bagai ular.Setelah puas, Rina kemudian bangun di depan muridnya yang masih melongo. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos seakan akan menantang untuk diberi kehangatan oleh perjaka yang juga muridnya ini.”Lepaskan pakaiannmu Anto”, Rina berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.”Ahh cepat Anto”, Rina mendesah tidak sabar.
Anto kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pengetahuannya ihwal seks hanya di dapatnya dari buku dan video saja.”Anto…, letakkan tanganmu di dada Ibu”,Dengan gemetar Anto meletakkan tangannya di dada Rina yang turun naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Rina yang molek itu.”Oohh…, enakk…, begitu caranya…, remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..” Dengan semangat Anto melaksanakan apa yang gurunya katakan.”Ibu…, Boleh saya hisap susu Ibu?”.Rina tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang berkata sambil menunduk, “Boleh…, lakukan apa yang kau suka”.
Tubuh Rina menegang ketika mencicipi jilatan dan hisapan verbal perjaka itu di susunya. Perasaan yang ia pernah rasakan 3 tahun kemudian dikala ia masih bersama suaminya.”Oohh…, jilat terus sayang…, ohh”, Tangan Rina mendekap dekat kepala Anto ke payudaranya.Anto semakin buas menjilati puting susu gurunya tersebut, mulutnya tanpa ia sadari mengakibatkan suara yang nyaring. Hisapan Anto makin keras, bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan puting gurunya tersebut.”mm…, badung kamu”, Rina tersenyum mencicipi tingkah muridnya itu.”Sekarang coba kau lihat tempat bawah pusar Ibu”.Anto berdasarkan saja. Duduk diantara kaki Rina yang membuka lebar. Rina kemudian menyandarkan punggungya pada dinding di belakangnya.”Coba kau rasakan”, ia membimbing telunjuk Anto memasuki vaginanya.”Hangat Bu..”Bisa kau rasakan ada semacam pentil…?””Iya..””Itu yang dinamakan kelentit, itu yakni titik peka cewek juga. Coba kau gosok-gosok”Pelan-pelan jari Anto mengusap-usap clitoris yang mulai menyembul itu.”Terus…, oohh…, ya…, gosok…, gosok”, Rina mengerinjal-gerinjal keenakan ketika clitorisnya digosok-gosok oleh Anto.”Kalo diginiin nikmat ya Bu?”, Anto tersenyum sambil terus menggosok-gosok jarinya.”Oohh…, Antoo…, mm”, badan Rini telah berair oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.
Tangan Anto semakin berani mempermainkan clitoris gurunya yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu membuktikan pertahanan gurunya akan segera jebol.”Ooaahh…, Anntoo”, Tangan Rina mencengkeram bahu muridnya, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah usang tidak dirasakannya.”Hmm…, kau lihai Anto…, Sekarang…, coba kau berbaring”.Anto berdasarkan saja. Penisnya segera menegang ketika mencicipi tangan lembut gurunya.”Wah…, wahh.., besar sekali”, tangan Rina segera mengusap-usap penis yang telah mengeras tersebut.
Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu masuk ke verbal Rina. Ia segera menjilati penis muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala penis muridnya itu dihisapnya keras-keras, sehingga Anto merintih keenakan.”Ahh…, enakk…,enakk”, Anto tanpa sadar menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk semakin menekan penisnya makin ke dalam kuluman Rina. Gerakannya makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Rina.”oohh Ibu…, Ibbuu”Muncratlah cairan mani Anto di dalam verbal Rina, yang segera menjilati cairan itu sampai tuntas.”Hmm…, manis rasanya Anto”, Rina masih tetap menjilati penis muridnya yang masih tegak.”Sebentar ya saya mau minum dulu”.Ketika Rina sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba ia mencicipi seseorang mendekapnya dari belakang.”Anto…, agar Ibu minum dulu”.”Tidak…, nikmati saja ini”, Anto yang masih tegang berat mendorong Rina ke kulkas.Gelas yang dipegang rina jatuh, untungnya tidak pecah. Tangan Rina kini menopang tubuhnya ke permukaan pintu kulkas.”Ibu…, sekarang!””Ahhkk”, Rina berteriak, saat Anto menyodokkan penisnya dengan keras ke liang vaginanya dari belakang. Dalam hatinya ia sangat menikmati hal ini, perjaka yang tadinya pasif bermetamorfosis liar.”Antoo…, enakk…, ohh…, ohh”. Tubuh Rina bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan yang tiada taranya. Tangan Anto satu menyangga tubuhnya, sementara yang lain meremas payudaranya. Dan penisnya yang keras melumat liang vaginanya.”Ibu menikmati ini khan”, bisik Anto di telinganya”Ahh…, hh”, Rina hanya merintih, setiap mencicipi sodokan keras dari belakang.”Jawab…, Ibu”, dengan keras Anto mengulangi sodokannya.”Ahh…,iyaa””Anto…, Anto jangann…, di dal.. La” belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Rina telah mencicipi cairan hangat di liang vaginanya menyemprot keras.
Kepalang berair ia kemudian menyodokkan keras pinggulnya.”Uuhgghh”, penis Anto yang berlepotan mani itupun amblas lagi ke dalam liang Rina.”Ahhhhhhh...”.Sudah membaca ceritanya..?, semoga terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web 1ceritasex.blogspot.com yah caranya klik CTRL+D secara bersamaan kemudian klik OK. - terima kasih.
Sumber : Internet
