Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Sex Gadis Cantik Diperkosa Oleh Preman".
Selesai mandi saya ke ruang tamu nonton bola, beberapa orang tetanggaku datang ke rumahku menyerupai biasanya jika ada pertandingan bola live rumahku rame layaknya bioskop. Di sela-sela nonton kami sering mengobrol mulai update politik, kabar tetangga hingga urusan wanita.
Pak Salman ialah seorang tetanggaku yang tekenal suka bercanda tapi yang berbau pornografi, ia tiba-tiba nyeletuk katanya ia membeli sebuah obatperangsang wanita Cair yang harganya mahal, diapun mulai dongeng panjang lebar wacana khasiat obat Perangsang Cair itu katanya bisa meningkatkan libido wanita dengan cepat, akupun iseng-iseng minta ke ia obat perangsang wanita itu pengin buktikan, alasannya ialah kami memang sudah cukup bersahabat diapun tanpa pikir panjang menunjukkan sebotol kecil obat perangsang wanita itu, tapi pesannya jangan dipakai semua, sisanya ia minta dikembalikan, percaya ga percaya akupun mengambilnya, meski dalam hati bertanya juga mau dicobain ke siapa ya, wanita di rumahku Cuma ada pembantuku sementara istriku sedang pulang ke rumah orang tuanya…. ah sudahlah sementara disimpan dulu…
Pertandingan bola sudah berlangsung 45 menit, televisi sudah menghadirkan komentator dan diselingi iklan, di waktu jeda menyerupai itu bapak-bapak biasanya juga ikut komentar sambil ngobrol satu sama lain. Akupun ke luar sebentar untuk menjernihkan mataku yang sedikit pedes, saya keluar di halaman rumah untuk beberapa saat. Kemudian muncullah dua anak SMA masih dengan seragamnya menyapaku alasannya ialah lewat depan rumahku, saya mengenali mereka berdua anak tetangga RT sebelah, namanya Fera dan Dita. Setelah berjalan beberapa langkah melewati rumahku tiba-tiba mereka berhenti dan sepertinya saling berbisik kemudian kembali lagi mendekatiku, mereka menyodorkan sebuah Proposal untuk kegiatan Karangtaruna, saya terima proposalnya dan saya suruh mereka kembali lagi nanti sore untuk ambil uangnya.
Akupun masuk ke rumah melanjutkan nonton TV pertandingan sepakbola, semakin seru dan sesekali bapak-bapak bersorak ketika tim kesayangannya berhasil menjebol gawang lawan. Beberapa menit kemudian pertandinganpun final dengan hasil imbang 2-2. Satu persatu mulai pamit pulang dan rumahkupun kembali sepi. Pembantuku mulai membersihkan ruangan dan mencuci gelas-gelas kotor alasannya ialah memang tadi tetanggaku aneka macam yang datang. Perutku mulai terasa lapar dari tadi belum makan, akupun menuju ruang makan.
Cerita Seks – Pembantuku mengembangkan teh panas dan menaruhnya di dekatku, wangsit jahil muncul dalam pikiranku, saya ingin menguji keampuhan obat perangsang cair yang diberi Pak Salman tadi, kuteteskan obat Perangsang cair ke dalam teh panas dan saya memanggil pembantuku, “Dina, ini tehnya buat kau aja, saya dari tadi sudah terlalu banyak minum manis, saya air putih saja”. Dina pun menunjukkan air putih kepadaku dan membawa teh panas itu ke dapur. “Jangan dibuang lo Din, sayang, kau minum aja gapapa”, kataku.
Dan jebakanku pun berhasil, kuperhatikan dari ruang makan, Dina meminum teh panas yang sudah kucampur dengan obat perangsang wanita tadi. Hampir setengah gelas ia teguk, dan ia melanjutkan mencuci gelas dan piring, beberapa dikala kemudian ia meminum lagi teh itu dan menghabiskannya, mungkin alasannya ialah gelasnya mau sekalian dicuci.
Wah, jebakanku berhasil, Dina sudah meminum semua, saya tinggal menunggu reaksi obat perangsang wanita itu. Beberapa menit kemudian Dina mengambil sapu untuk membersihkan ruang tamu, saya akal-akalan hambar masuk ke kamar dan membaca koran, tapi pintu kamar kubiarkan terbuka untuk memperhatikan gerak-gerik Dina dari kejauhan, ternyata benar gelagat Dina mulai tampak aneh, ia menyapu tak selincah biasanya, tatapannya menyerupai terdiam menyerupai orang yang sedang memikirkan sesuatu.
Dina meletakkan sapunya dan masuk ke dalam kamarnya.
Aku keluar kamar akal-akalan ke kamar mandi, sesampai di depan kamar Dina kuintip ia dari lubang yang di pintu.
Wah….dugaanku benar, Dina masturbasi untuk memuaskan nafsunya, ternyata khasiat
obat perangsang wanita itu sudah terbukti, kulanjutkan mengintip Dina mencoba tak mengeluarkan suara, takut mengganggu konsentrasi Dina, lagipula saya menikmati pemandangan itu, ternyata badan Dina cantik juga, wajahnya nampak cantik sewaktu melaksanakan masturbasi, ia membuka lebar-lebar pahanya, selangkangannya diraba-raba dengan tangannya sendiri dan satu lagi tangannya meremas-remas payudaranya.
Matanya terpejam bibirnya sedikit tergigit menyerupai menahan nikmat yang begitu hebat. Kemudian jarinya ia masukkan ke dalam Vaginanya yang lebat dengan rambut hitam di sekelilingnya. Dikocok-kocoknya memek Dina jarinya keluar masuk semakin cepat kemudian melambat dan kemudian dipercepat lagi, dimainkannya itil yang sedikit nampak berwarna merah, diputar-putar kemudian digesek-gesek. Wajahnya mendongak ke atas dengan mata tetap terpejam Dina mempercepat jarinya keluar masuk ke dalam vaginanya.
Terus terang akupun mulai terangsang, saya membuka perlahan retsletingku dan kukeluarkan kontolku, dengan tangan kananku kuurut-urut penisku maju mundur, saya onani di depan pintu kamar Dina. Sambil terus mengintip dari lubang pintu itu kubayangkan saya sedang meniduri Dina, saya berada di atas badan Dina dan memasukkan penisku ke dalam memeknya, bayangan itu semakin terang dalam pikiranku yang semakin kotor, saya mengocok penisku terus menerus tapi berusaha tak mengeluarkan suara, takut Dina mengetahuinya, beberapa dikala kemudian Dina sedikit mengerang tapi mencoba menahan suaranya, pinggulnya naik sedikit ke atas kepalanya merebah ke samping tangannya keluar masuk memeknya semakin cepat dan kemudian terhenti, Dina terkulai lemas sepertinya ia sudah mencapai puncaknya,
Dina orgasme, sementara saya masih onani alasannya ialah nanggung penisku sedang nikmat-nikmatnya dikocok, kuintip Dina masih terkulai lemas dengan pahanya masih terbuka lebar, kukocok-kocok kembali semakin cepat sambil kuperhatikan gundukan memeknya yang basah, oh menggairahkan sekali, tak lama kemudian saya pun mengeluarkan sperma di depan pintu Dina, cepat-cepat kubersihkan dengan keset di dekat pintu kamarnya dan kumasukkan kembali kontolku, saya pun kembali ke kamarku berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Dari kamar kulihat Dina melanjutkan menyapu lantai ruang tamu, kuperhatikan Dina dan kuingat pemandangan tadi ternyata Dina cantik juga sewaktu telanjang.
Cerita Seks – Jam menunjukkan pukul 5 sore, saya keluar dari kamar untuk memberi makan ikan-ikanku di akuarium, Dina mendekatiku membawa sebuah tas kecil, ia tampak cantik sepertinya segar habis mandi dan berdandan dengan sedikit make up di wajahnya, ia pamit mau pulang alasannya ialah di rumahnya ada hajatan mungkin besok sore gres bisa kembali lagi.
saya memberi uang Rp.50.000 untuk naik angkot dan ojek. Dina pun berlalu dari pandanganku dan kuperhatikan dari belakang bokongnya yang tampak sintal dan seksi, kubayangkan ia telanjang menyerupai tadi sore waktu ia saya intip sedang masturbasi. Dina memang cantik untuk ukuran seorang pembantu, sayang mungkin alasannya ialah faktor ekonomi jadi orangtuanya tidak bisa membiayainya sekolah.
Beberapa dikala kemudian pintu rumahku diketuk, sepertinya ada tamu.
Ternyata Dita, anak SMA yang tadi memberiku usulan dan saya kesepakatan mau menunjukkan derma sore ini, saya menyuruhnya masuk. “Mana Fera?”,tanyaku. “Fera ke rumah Pak RW ngambil derma juga, kami bagi tugas”,jawab Dita. Aku pun masuk ke dapur dan membuat Dita minuman, dikala memasukkan gula ke dalam gelas, muncul niat jahilku, saya teringat dengan obat tetes yang tadi sukses mengerjai Dina pembantuku.
Akupun mencoba untuk ngerjain Dita, kuteteskan beberapa tetes ke dalam teh yang saya buat untuk Dita dan kubawa ke ruang tamu. Aku mempersilakannya minum dan kukatakan padanya bahwa pembantuku sedang ada perlu dan pulang ke rumahnya, jadi saya yang mengembangkan minuman. “Ah jadi ngrepotin om, makasih ya”, Dita meminum seteguk dan kami pun ngobrol, kuperhatikan Dita menjelaskan panjang lebar wacana kegiatan yang akan dilaksanakan sambil kuperhatikan sesekali ia meneguk minuman yang kucampur obat tetes itu.
Aku menunggu reaksinya tapi berpura-pura memperhatikan apa yang ia omongkan. Beberapa menit kemudian Dita mulai tersedak, omongannya mulai sedikit gagap dan sebentar-bentar terhenti, saya tersenyum kecil dan dalam hati bersorak alasannya ialah obat perangsang wanita itu mulai menunjukkan reaksinya, kaki Dita bergerak-gerak kecil menyerupai menggesekkan pahanya ke memeknya, tapi ia berusaha menyembunyikannya dariku, padahal saya tahu itu alasannya ialah libidonya mulai naik. “Minumnya dihabiskan mumpung masih anget, apa saya tambah lagi?” kataku.
“ah u…udah ga usah ma…makasih”, jawabnya sambil sedikit terbata dan menghabiskan minumnya, Dita bangun dan mau pamit. Dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman, kupegang tangannya dan kurasakan sedikit bergetar. “Nanti aja pulangnya, kita ngobrol dulu”, kudekati tubuhnya dan kupegang tangannya yang satu lagi. kami pun berpegangan tangan dan bangun berhadapan, Dita mulai salah tingkah, kutarik badan pelan-pelan dan sedikit menyentuh tubuhku, kurasakan dadanya berdegup kencang ia menundukkan pandangannya. Kuangkat dagunya dan ia menatapku, kami bertatapan dengan mesra kusentuh bibirnya yang mungil, Dita membisu saja dan kurasakan dadanya semakin berdegup kencang.
Kudekatkan tubuhku hingga badan kami bersentuhan kupegang pinggulnya, dan menariknya ke tubuhku pelan-pelan. Kudekatkan bibirku ke wajahnya, kusentuh bibirnya dengan bibirku, Dita membisu saja malah memejamkan matanya seolah mengijinkan saya menciumnya, selanjutnya bibir kami pun berpagutan, kami berciuman cukup mesra layaknya dua orang yang saling mencintai. Tanganku mulai bergerilya, kuremas-remas bokongnya dengan tanganku, kontolku mulai ereksi alasannya ialah bersentuhan dengan memeknya yang kenyal. Tubuh kami bergerak-gerak menyerupai sedang mencari kenikmatan yang mulai terasa mengalir ke darah kami masing-masing.
Kudorong tubuhnya ke pintu kupeluk ia dan ciuman ku turunkan ke lehernya, kuciumi lehernya yang putih dan itu membuat Dita semakin pasrah dalam kenikmatan, kuturunkan lagi wajahku menciumi dadanya, sambil perlahan tanganku mengangkat kaosnya ke atas, kuremas dadanya dengan tanganku, Dia menggelinjang kuciumi kembali lehernya dan kubuka pengait BHnya dari belakang.
Cerita Seks – Kini puting susunya nampak terang di depanku, kumainkan dengan jariku dan kuremas-remas kemudian kuhisap-hisap, Dita menggelinjang dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Dita mulai kesetanan, saya semakin garang saja melihat Dita yang pasrah menyerahkan tubuhnya untuk kunikmati.
Tanganku turun ke bawah menyelinap ke dalam celana Dita, kurasakan kehangatan memek Dita yang masih mungil, kugesek-gesek dengan jariku dan kucoba memasukkan dengan lembut jariku ke dalam memeknya.
Dita memegang tanganku menyerupai menahan dan menyuruhku memasukkan jariku dengan perlahan. Akupun memasukkan jariku jauh lebih ke dalam, Dita mendesah semakin nikmat. Aku juga semakin bersemangat mengocok-ngocok jariku ke dalam vaginanya.
Tanganku ingin semakin bebas meraba-raba memeknya sehingga saya turunkan saja celana Dita sekaligus celana dalamnya, Dita memelukku erat menyerupai tidak ingin kehilangan kenikmatan itu. Kubalas pelukannya dengan memeluknya juga semakin erat, kuraba-raba memeknya dan kujilati puting susunya. Aku sangat menikmati permainan itu.
Kugendong badan Dita masuk ke dalam kamarku, kurebahkan ia di atas kasur, kutelanjangi ia dan ia membisu saja hanya sedikit menutup vaginanya dengan tangannya mungkin malu. Akupun melepaskan baju dan celanaku, sehingga kami berdua sama-sama telanjang bulat. Aku tidak menyangka bisa menerima rejeki nomplok sehebat ini.
Seorang cewek cantik SMA yang tentunya sedang nikmat-nikmatnya kini bertelanjang bundar di depanku dan pasrah saya entot. Oh ini berkat obat perangsang wanita Potenzol dari Pak Salman. Aku membuka pahanya lebar-lebar dan menidurinya, kuciumi bibirnya sambil tanganku meremas-remas kedua belah dadanya, penisku menyerupai menemukan sarangnya, tangan Dita memegang penisku dan mengarahkan ke dalam lubang senggamanya, beberapa dikala kemudian sleeppppp penisku masuk ke dalam vagina Dita, dinding vagina yang masih sempit menunjukkan sensasi kenikmatan yang luar biasa bagiku. penisku menyerupai disedot-sedot oleh memeknya, sempit kenyal dan hangat,oh nikmat sekali.
Kukeluar masukkan Penisku dengan lembut alasannya ialah takut menyakiti Dita, kukocok-kocok dengan perlahan kukeluarkan dan kumasukkan lebih ke dalam. Dita mengerang kenikmatan, bibirnya digigit dengan giginya, saya juga semakin nikmat saja. Kuangkat pahanya ke atas, kutarik penisku dan kumasukkan dari arah atas memeknya, kumasukkan lagi perlahan dan sleepp… kontolku masuk lagi ke lubang memeknya yang semakin hangat, kini penisku menancap semakin dalam di lubang vagina Dita.
Dita memelukku semakin erat, terus saja kukocok-kocok kontolku keluar masuk dan semakin cepat kemudian semakin cepat dan penisku terasa panas spermaku menyerupai mau keluar, cepat-cepat kucabut penisku takut spermaku masuk di dalam, nanti Dita hamil. Kugesek-gesekkan kontolku di pecahan dada Dita, tangan Dita membantu mengurut-urut penisku, dan cuuurrrr spermaku pun keluar membasahi dada Dita. Kukocok-kocok terus untuk membersihkan sisa-sisa sperma di dalam penisku.
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3
Selesai mandi saya ke ruang tamu nonton bola, beberapa orang tetanggaku datang ke rumahku menyerupai biasanya jika ada pertandingan bola live rumahku rame layaknya bioskop. Di sela-sela nonton kami sering mengobrol mulai update politik, kabar tetangga hingga urusan wanita.
Pak Salman ialah seorang tetanggaku yang tekenal suka bercanda tapi yang berbau pornografi, ia tiba-tiba nyeletuk katanya ia membeli sebuah obatperangsang wanita Cair yang harganya mahal, diapun mulai dongeng panjang lebar wacana khasiat obat Perangsang Cair itu katanya bisa meningkatkan libido wanita dengan cepat, akupun iseng-iseng minta ke ia obat perangsang wanita itu pengin buktikan, alasannya ialah kami memang sudah cukup bersahabat diapun tanpa pikir panjang menunjukkan sebotol kecil obat perangsang wanita itu, tapi pesannya jangan dipakai semua, sisanya ia minta dikembalikan, percaya ga percaya akupun mengambilnya, meski dalam hati bertanya juga mau dicobain ke siapa ya, wanita di rumahku Cuma ada pembantuku sementara istriku sedang pulang ke rumah orang tuanya…. ah sudahlah sementara disimpan dulu…
Pertandingan bola sudah berlangsung 45 menit, televisi sudah menghadirkan komentator dan diselingi iklan, di waktu jeda menyerupai itu bapak-bapak biasanya juga ikut komentar sambil ngobrol satu sama lain. Akupun ke luar sebentar untuk menjernihkan mataku yang sedikit pedes, saya keluar di halaman rumah untuk beberapa saat. Kemudian muncullah dua anak SMA masih dengan seragamnya menyapaku alasannya ialah lewat depan rumahku, saya mengenali mereka berdua anak tetangga RT sebelah, namanya Fera dan Dita. Setelah berjalan beberapa langkah melewati rumahku tiba-tiba mereka berhenti dan sepertinya saling berbisik kemudian kembali lagi mendekatiku, mereka menyodorkan sebuah Proposal untuk kegiatan Karangtaruna, saya terima proposalnya dan saya suruh mereka kembali lagi nanti sore untuk ambil uangnya.
Akupun masuk ke rumah melanjutkan nonton TV pertandingan sepakbola, semakin seru dan sesekali bapak-bapak bersorak ketika tim kesayangannya berhasil menjebol gawang lawan. Beberapa menit kemudian pertandinganpun final dengan hasil imbang 2-2. Satu persatu mulai pamit pulang dan rumahkupun kembali sepi. Pembantuku mulai membersihkan ruangan dan mencuci gelas-gelas kotor alasannya ialah memang tadi tetanggaku aneka macam yang datang. Perutku mulai terasa lapar dari tadi belum makan, akupun menuju ruang makan.
Cerita Seks – Pembantuku mengembangkan teh panas dan menaruhnya di dekatku, wangsit jahil muncul dalam pikiranku, saya ingin menguji keampuhan obat perangsang cair yang diberi Pak Salman tadi, kuteteskan obat Perangsang cair ke dalam teh panas dan saya memanggil pembantuku, “Dina, ini tehnya buat kau aja, saya dari tadi sudah terlalu banyak minum manis, saya air putih saja”. Dina pun menunjukkan air putih kepadaku dan membawa teh panas itu ke dapur. “Jangan dibuang lo Din, sayang, kau minum aja gapapa”, kataku.
Dan jebakanku pun berhasil, kuperhatikan dari ruang makan, Dina meminum teh panas yang sudah kucampur dengan obat perangsang wanita tadi. Hampir setengah gelas ia teguk, dan ia melanjutkan mencuci gelas dan piring, beberapa dikala kemudian ia meminum lagi teh itu dan menghabiskannya, mungkin alasannya ialah gelasnya mau sekalian dicuci.
Wah, jebakanku berhasil, Dina sudah meminum semua, saya tinggal menunggu reaksi obat perangsang wanita itu. Beberapa menit kemudian Dina mengambil sapu untuk membersihkan ruang tamu, saya akal-akalan hambar masuk ke kamar dan membaca koran, tapi pintu kamar kubiarkan terbuka untuk memperhatikan gerak-gerik Dina dari kejauhan, ternyata benar gelagat Dina mulai tampak aneh, ia menyapu tak selincah biasanya, tatapannya menyerupai terdiam menyerupai orang yang sedang memikirkan sesuatu.
Dina meletakkan sapunya dan masuk ke dalam kamarnya.
Aku keluar kamar akal-akalan ke kamar mandi, sesampai di depan kamar Dina kuintip ia dari lubang yang di pintu.
Wah….dugaanku benar, Dina masturbasi untuk memuaskan nafsunya, ternyata khasiat
obat perangsang wanita itu sudah terbukti, kulanjutkan mengintip Dina mencoba tak mengeluarkan suara, takut mengganggu konsentrasi Dina, lagipula saya menikmati pemandangan itu, ternyata badan Dina cantik juga, wajahnya nampak cantik sewaktu melaksanakan masturbasi, ia membuka lebar-lebar pahanya, selangkangannya diraba-raba dengan tangannya sendiri dan satu lagi tangannya meremas-remas payudaranya.
Matanya terpejam bibirnya sedikit tergigit menyerupai menahan nikmat yang begitu hebat. Kemudian jarinya ia masukkan ke dalam Vaginanya yang lebat dengan rambut hitam di sekelilingnya. Dikocok-kocoknya memek Dina jarinya keluar masuk semakin cepat kemudian melambat dan kemudian dipercepat lagi, dimainkannya itil yang sedikit nampak berwarna merah, diputar-putar kemudian digesek-gesek. Wajahnya mendongak ke atas dengan mata tetap terpejam Dina mempercepat jarinya keluar masuk ke dalam vaginanya.
Terus terang akupun mulai terangsang, saya membuka perlahan retsletingku dan kukeluarkan kontolku, dengan tangan kananku kuurut-urut penisku maju mundur, saya onani di depan pintu kamar Dina. Sambil terus mengintip dari lubang pintu itu kubayangkan saya sedang meniduri Dina, saya berada di atas badan Dina dan memasukkan penisku ke dalam memeknya, bayangan itu semakin terang dalam pikiranku yang semakin kotor, saya mengocok penisku terus menerus tapi berusaha tak mengeluarkan suara, takut Dina mengetahuinya, beberapa dikala kemudian Dina sedikit mengerang tapi mencoba menahan suaranya, pinggulnya naik sedikit ke atas kepalanya merebah ke samping tangannya keluar masuk memeknya semakin cepat dan kemudian terhenti, Dina terkulai lemas sepertinya ia sudah mencapai puncaknya,
Dina orgasme, sementara saya masih onani alasannya ialah nanggung penisku sedang nikmat-nikmatnya dikocok, kuintip Dina masih terkulai lemas dengan pahanya masih terbuka lebar, kukocok-kocok kembali semakin cepat sambil kuperhatikan gundukan memeknya yang basah, oh menggairahkan sekali, tak lama kemudian saya pun mengeluarkan sperma di depan pintu Dina, cepat-cepat kubersihkan dengan keset di dekat pintu kamarnya dan kumasukkan kembali kontolku, saya pun kembali ke kamarku berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Dari kamar kulihat Dina melanjutkan menyapu lantai ruang tamu, kuperhatikan Dina dan kuingat pemandangan tadi ternyata Dina cantik juga sewaktu telanjang.
Cerita Seks – Jam menunjukkan pukul 5 sore, saya keluar dari kamar untuk memberi makan ikan-ikanku di akuarium, Dina mendekatiku membawa sebuah tas kecil, ia tampak cantik sepertinya segar habis mandi dan berdandan dengan sedikit make up di wajahnya, ia pamit mau pulang alasannya ialah di rumahnya ada hajatan mungkin besok sore gres bisa kembali lagi.
saya memberi uang Rp.50.000 untuk naik angkot dan ojek. Dina pun berlalu dari pandanganku dan kuperhatikan dari belakang bokongnya yang tampak sintal dan seksi, kubayangkan ia telanjang menyerupai tadi sore waktu ia saya intip sedang masturbasi. Dina memang cantik untuk ukuran seorang pembantu, sayang mungkin alasannya ialah faktor ekonomi jadi orangtuanya tidak bisa membiayainya sekolah.
Beberapa dikala kemudian pintu rumahku diketuk, sepertinya ada tamu.
Ternyata Dita, anak SMA yang tadi memberiku usulan dan saya kesepakatan mau menunjukkan derma sore ini, saya menyuruhnya masuk. “Mana Fera?”,tanyaku. “Fera ke rumah Pak RW ngambil derma juga, kami bagi tugas”,jawab Dita. Aku pun masuk ke dapur dan membuat Dita minuman, dikala memasukkan gula ke dalam gelas, muncul niat jahilku, saya teringat dengan obat tetes yang tadi sukses mengerjai Dina pembantuku.
Akupun mencoba untuk ngerjain Dita, kuteteskan beberapa tetes ke dalam teh yang saya buat untuk Dita dan kubawa ke ruang tamu. Aku mempersilakannya minum dan kukatakan padanya bahwa pembantuku sedang ada perlu dan pulang ke rumahnya, jadi saya yang mengembangkan minuman. “Ah jadi ngrepotin om, makasih ya”, Dita meminum seteguk dan kami pun ngobrol, kuperhatikan Dita menjelaskan panjang lebar wacana kegiatan yang akan dilaksanakan sambil kuperhatikan sesekali ia meneguk minuman yang kucampur obat tetes itu.
Aku menunggu reaksinya tapi berpura-pura memperhatikan apa yang ia omongkan. Beberapa menit kemudian Dita mulai tersedak, omongannya mulai sedikit gagap dan sebentar-bentar terhenti, saya tersenyum kecil dan dalam hati bersorak alasannya ialah obat perangsang wanita itu mulai menunjukkan reaksinya, kaki Dita bergerak-gerak kecil menyerupai menggesekkan pahanya ke memeknya, tapi ia berusaha menyembunyikannya dariku, padahal saya tahu itu alasannya ialah libidonya mulai naik. “Minumnya dihabiskan mumpung masih anget, apa saya tambah lagi?” kataku.
“ah u…udah ga usah ma…makasih”, jawabnya sambil sedikit terbata dan menghabiskan minumnya, Dita bangun dan mau pamit. Dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman, kupegang tangannya dan kurasakan sedikit bergetar. “Nanti aja pulangnya, kita ngobrol dulu”, kudekati tubuhnya dan kupegang tangannya yang satu lagi. kami pun berpegangan tangan dan bangun berhadapan, Dita mulai salah tingkah, kutarik badan pelan-pelan dan sedikit menyentuh tubuhku, kurasakan dadanya berdegup kencang ia menundukkan pandangannya. Kuangkat dagunya dan ia menatapku, kami bertatapan dengan mesra kusentuh bibirnya yang mungil, Dita membisu saja dan kurasakan dadanya semakin berdegup kencang.
Kudekatkan tubuhku hingga badan kami bersentuhan kupegang pinggulnya, dan menariknya ke tubuhku pelan-pelan. Kudekatkan bibirku ke wajahnya, kusentuh bibirnya dengan bibirku, Dita membisu saja malah memejamkan matanya seolah mengijinkan saya menciumnya, selanjutnya bibir kami pun berpagutan, kami berciuman cukup mesra layaknya dua orang yang saling mencintai. Tanganku mulai bergerilya, kuremas-remas bokongnya dengan tanganku, kontolku mulai ereksi alasannya ialah bersentuhan dengan memeknya yang kenyal. Tubuh kami bergerak-gerak menyerupai sedang mencari kenikmatan yang mulai terasa mengalir ke darah kami masing-masing.
Kudorong tubuhnya ke pintu kupeluk ia dan ciuman ku turunkan ke lehernya, kuciumi lehernya yang putih dan itu membuat Dita semakin pasrah dalam kenikmatan, kuturunkan lagi wajahku menciumi dadanya, sambil perlahan tanganku mengangkat kaosnya ke atas, kuremas dadanya dengan tanganku, Dia menggelinjang kuciumi kembali lehernya dan kubuka pengait BHnya dari belakang.
Cerita Seks – Kini puting susunya nampak terang di depanku, kumainkan dengan jariku dan kuremas-remas kemudian kuhisap-hisap, Dita menggelinjang dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Dita mulai kesetanan, saya semakin garang saja melihat Dita yang pasrah menyerahkan tubuhnya untuk kunikmati.
Tanganku turun ke bawah menyelinap ke dalam celana Dita, kurasakan kehangatan memek Dita yang masih mungil, kugesek-gesek dengan jariku dan kucoba memasukkan dengan lembut jariku ke dalam memeknya.
Dita memegang tanganku menyerupai menahan dan menyuruhku memasukkan jariku dengan perlahan. Akupun memasukkan jariku jauh lebih ke dalam, Dita mendesah semakin nikmat. Aku juga semakin bersemangat mengocok-ngocok jariku ke dalam vaginanya.
Tanganku ingin semakin bebas meraba-raba memeknya sehingga saya turunkan saja celana Dita sekaligus celana dalamnya, Dita memelukku erat menyerupai tidak ingin kehilangan kenikmatan itu. Kubalas pelukannya dengan memeluknya juga semakin erat, kuraba-raba memeknya dan kujilati puting susunya. Aku sangat menikmati permainan itu.
Kugendong badan Dita masuk ke dalam kamarku, kurebahkan ia di atas kasur, kutelanjangi ia dan ia membisu saja hanya sedikit menutup vaginanya dengan tangannya mungkin malu. Akupun melepaskan baju dan celanaku, sehingga kami berdua sama-sama telanjang bulat. Aku tidak menyangka bisa menerima rejeki nomplok sehebat ini.
Seorang cewek cantik SMA yang tentunya sedang nikmat-nikmatnya kini bertelanjang bundar di depanku dan pasrah saya entot. Oh ini berkat obat perangsang wanita Potenzol dari Pak Salman. Aku membuka pahanya lebar-lebar dan menidurinya, kuciumi bibirnya sambil tanganku meremas-remas kedua belah dadanya, penisku menyerupai menemukan sarangnya, tangan Dita memegang penisku dan mengarahkan ke dalam lubang senggamanya, beberapa dikala kemudian sleeppppp penisku masuk ke dalam vagina Dita, dinding vagina yang masih sempit menunjukkan sensasi kenikmatan yang luar biasa bagiku. penisku menyerupai disedot-sedot oleh memeknya, sempit kenyal dan hangat,oh nikmat sekali.
Kukeluar masukkan Penisku dengan lembut alasannya ialah takut menyakiti Dita, kukocok-kocok dengan perlahan kukeluarkan dan kumasukkan lebih ke dalam. Dita mengerang kenikmatan, bibirnya digigit dengan giginya, saya juga semakin nikmat saja. Kuangkat pahanya ke atas, kutarik penisku dan kumasukkan dari arah atas memeknya, kumasukkan lagi perlahan dan sleepp… kontolku masuk lagi ke lubang memeknya yang semakin hangat, kini penisku menancap semakin dalam di lubang vagina Dita.
Dita memelukku semakin erat, terus saja kukocok-kocok kontolku keluar masuk dan semakin cepat kemudian semakin cepat dan penisku terasa panas spermaku menyerupai mau keluar, cepat-cepat kucabut penisku takut spermaku masuk di dalam, nanti Dita hamil. Kugesek-gesekkan kontolku di pecahan dada Dita, tangan Dita membantu mengurut-urut penisku, dan cuuurrrr spermaku pun keluar membasahi dada Dita. Kukocok-kocok terus untuk membersihkan sisa-sisa sperma di dalam penisku.
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.

