Showing posts with label pembantu. Show all posts
Showing posts with label pembantu. Show all posts

Kumpulan Cerita Seks Menikmati Tubuh Istri Karyawanku Di Kantor

Kumpulan Cerita Seks  - Hari itu salah seorang eksekutif perusahaan, Pak Freddy, sedang mengadakan resepsi pernikahan anaknya di sebuah hotel bintang lima di kawasan Senayan. Tentu saja akupun diundang, dan malam itu akupun meluncur menuju kawasan resepsi diadakan. Aku pergi bersama dengan Jason, temanku waktu kuliah di Amerika dahulu. Sesampainya di hotel tampak para permintaan sebagian besar membawa pasangannya masing-masing. Iri juga melihat mereka ditemani oleh istri dan anak mereka, sedangkan aku, lantaran masih bujangan, ditemani oleh si bule ini.

"Selamat malam Pak.." sapa seseorang agak mengagetkanku. Aku menoleh, ternyata Lia sekretarisku yang menyapaku. Dia tiba bersama tunangannya. Tampak sexy dan anggun sekali ia malam itu, disamping juga anggun.
Berbeda sekali jikalau dibandingkan ketika saya sedang menikmati tubuhnya,.. Liar dan nakal. Dengan gaun malam yang berdada rendah, belahan buah dadanya yang besar tampak menggoda. "Malam Lia" balasku. Mata Jason tak henti-hentinya menatap Lia, dengan pandangan kagum.

Lia hanya tersenyum manis saja dilihat dengan penuh nafsu ibarat itu. Tampak ia menjaga tingkah lakunya, lantaran tunangannya berada di sampingnya. Kamipun kemudian berbincang-bincang sekedarnya. Lalu akupun permisi hendak menyapa para permintaan lain yang datang, terutama para klienku. "Malam Pak Robert.." seorang perempuan anggun tiba-tiba menyapaku. Dia yaitu Santi, istri dari Pak Arief, manajer keuangan di kantorku. Mereka gres menikah sekitar tiga bulan yang lalu. "Oh Santi.. Malam" kataku "Pak Arief dimana?" "Sedang ke restroom.. Sendirian aja Pak?" tanyanya. "Sama teman" jawabku sambil memandangi ia yang malam itu tampak anggun dengan gaun malamnya dengan anggun. Belahan gaunnya yang tinggi memamerkan pahanya yang putih menggiurkan. Dadanya walaupun tak sebesar Lia, tampak membusung menantang.

"Makanya, cari istri dong Pak.. Biar ada yang nemenin" katanya sambil tersenyum manis. "Belum ada yang mau nih" "Ahh.. Bapak mampu saja.. Pasti banyak banget cewek yang mau sama bapak.. Kalau belum married saya juga mau lho.." jawabnya menggoda. Memang Santi ini rasanya punya perasaan tertentu padaku. Tampak dari cara bicaranya dan cara ia memandangku. "Oh.. Kalau saya sih mau lho sama kamu biarpun kamu sudah married" kataku sambil menatap wajahnya yang cantik. "Ah.. Pak Robert.. Bisa aja.." jawabnya sambil tersipu malu.

"Bener lho mau saya buktiin?" godaku "Janganlah Pak.. Nanti kalau ketahuan suamiku mampu gawat" jawabnya perlahan sambil tersenyum. "Kalau nggak ketahuan gimana.. Nggak apa khan?" rayuku lagi. Santi tampak tersipu malu. Wah.. Aku mendapatkan angin nih.. Memang saya sejak berkenalan dengan Santi beberapa bulan yang kemudian sudah membayangkan nikmatnya menyetubuhi perempuan ini. Dengan kulit putih, khas orang Bandung, rambut sedikit ikal sebahu, bibir tipis, dan masih muda lagi.

Dia gres berumur 24 tahunan."Gimana nih setelah kawin.. Enak nggak? Pasti masih hot y. "Godaku lagi. "Biasa aja kok Pak.. Kadang enak.. Kadang nggak.. Tergantung moodnya" jawabnya lirih. Dari jawabannya saya punya dugaan bahwa Pak Arief ini tidak begitu memuaskannya di atas kawasan tidur. Mungkin lantaran usia Pak Arief yang sudah berumur dibandingkan dengan dirinya yang masih penuh gejolak hasrat seksual perempuan muda. Pasti jarang sekali ia mengalami orgasme. Uh.. Kasihan sekali pikirku.

Tak lama Pak Ariefpun tiba dari kejauhan. "Wah.. Pak Arief.. Punya istri anggun begini kok ditinggal sendiri" kataku menggoda. Santi tampak senang saya puji ibarat itu. Tampak dari tatapan matanya yang haus akan kehangatan laki-laki tulen ibarat saya ini. "Iya Pak.. Habis dari belakang nih" jawabnya. Tatapan matanya tampak curiga melihat saya sedang mengobrol dengan istrinya yang jelita itu. Mungkin ia sudah dengar kabar akan ke-playboyanku di kantor. "Ok saya tinggal dulu ya Pak Arief.. Santi" kataku lagi sambil ngeloyor pergi menuju kawasan hidangan.

Aq punmenyantapnya nikmat. Maklum perutku sudah keroncongan, terlalu banyak basa-basi dengan para tamu permintaan tadi. Kulihat si Jason masih ngobrol dengan Lia dan tunangannya. Ketika saya mencari Santi dengan pandanganku, ia juga sedang mencuri pandang padaku sambil tersenyum. Pak Arief tampak sedang mengobrol dengan tamu yang lain.

Memang payah juga bapak yang satu ini, tidak mampu membahagiakan istrinya. Santi kemudian berjalan mengambil hidangan, dan akupun pura-pura menambah hidanganku. "San.. Kita terusin ngobrolnya di luar yuk" ajakku berbisik padanya "Nanti saya dicari suami saya gimana Pak.." "Bilang aja kamu sakit perut.. Perlu ke toilet. Aku tunggu di luar"Kataku sambil menahan nafsu melihat lehernya yang putih jenjang, dan lengannya yang berbulu halus Tak lama Santipun keluar ruangan resepsi menyusulku.

Kamipun pergi ke lantai di atas, dan menuju toilet. Aku berencana untuk bermesraan dengan ia di sana. Kebetulan saya tahu suasananya pasti sepi. Sebelum hingga di toilet, ada sebuah ruangan kOsong,, sebuah meeting room, yang terbuka. Wah kebetulan nih, pikirku. Kutarik Santi ke dalam dan kututup pintunya. Tanpa basa-basi lagi, saya cium bibirnya yang indah itu.

Santipun membalas bergairah. Tangankupun bergerak merambahi buah dadanya, sedangkan tanganku yang satu mencari kaitan retsleting di belakang tubuhnya. Kulepas gaunnya sebagian sehingga tampak buah dadanya yang ranum hanya tertutup BH mungil berwarna krem. Kuciumi leher Santi yang jenjang itu, dan kusibakkan cup BHnya kebawah sehingga buah dadanya mencuat keluar.

Langsung kujilati dengan rakus buah dada itu, saya hisap dan saya permainkan putingnya yang sudah mengeras dengan lidahku. "Oh.. Pak Robertt.." desah Santi sambil menggeliat. "Enak San.." "Enak Pak.. Terus Pak.." desahnya lirih. Tangankupun meraba pahanya yang mulus, dan hingga pada celana dalamnya. Tampak Santi sudah begitu kasar sehingga celananya sudah lembab oleh cairan kewanitaannya. Santipun kemudian tak sabar dan membuka kancing kemeja batikku. Dicium dan dijilatinya putingku..

Lalu terus ke bawah ke perutku. Kemudian ia berlutut dan dibukanya retsleting celanaku, dan tangannya yang lentik berbulu halus itu merogoh ke dalam mengeluarkan kemaluanku dari celana dalamnya. Memang kami sengaja tidak mau telanjang lingkaran lantaran kondisi yang tidak memungkinkan. "Ohh.. Besar sekali Pak Robert.. Santi suka.." katanya sambil mengagumi kemaluanku dari dekat. "Memang punya suamimu seberapa?" tanyaku tersenyum menggoda. "Mungkin cuma separuhnya Pak Robert.. Oh.. Santi suka.." katanya tak melanjutkan lagi jawabannya lantaran mulutnya yang mungil itu sudah mengulum kemaluanku.

"Enak Pak?" tanyanya sambil melirik badung kepadaku. Tangannya sibuk meremas-remas buah zakarku sementara lidahnya menjilati batang kemaluanku. "Enak sayang.. Ayo isap lagi" jawabku menahan rasa nikmat yang menjalar hebat. sementara kedua tangannya meremas-remas pantatku. Sangat sexy sekali melihat pemandangan itu. Seorang perempuan anggun yang sudah bersuami, bertubuh padat, sedang berlutut didepanku dengan pipi yang menggelembung menghisap kemaluanku. Terlebih ketika kemaluanku keluar dari mulutnya, tanpa menggunakan tangannya dan hanya menggerakkan kepalanya mengikuti gerak kemaluanku, Santi mengulumnya kembali.

"Hm.. tongkol bapak enak banget.. Santi suka tongkol yang besar begini" desahnya. Tiba-tiba terdengar bunyi handphone. Santipun menghentikan isapannya. "Iya Mas.. Ada apa?" jawabnya. "Lho Mas udah pikun ya.. Khan Santi tadi usah bilang.. Santi mau ke toilet.. Sakit perut.. Gimana sih" Santi berbicara kepada suaminya yang tak sabar menunggu. Sementara tangan Santi yang satu tetap meraba dan mengocok kemaluan atasan suaminya ini. "Iya Mas.. Mungkin salah makan nih.. Sebentar lagi Mas.. Sabar ya.." Kemudian tampak suaminya berbicara agak panjang di telpon, sehingga waktu tersebut digunakan Santi untuk kembali mengulum kemaluanku sementara tangannya masih memegang handphonenya.

"Iya Mas.. Santi juga cinta sama Mas.." katanya sambil menutup telponnya. "Suamiku sudah nunggu. Tapi biarin aja deh ia nunggu agak lama, soalnya Santi pengin puas dulu". Sambil tersenyum badung Santi kembali menjilati kemaluanku. Aku sudah ingin menikmati kehangatan tubuh perempuan istri bawahanku ini. Kutarik tangannya semoga berdiri, dan akupun tiduran di atas meja meeting di ruangan itu. Tanpa perlu dikomando lagi Santi menaiki tubuhku dan menyibak gaun dan celana dalamnya sehingga vaginanya tepat berada di atas kemaluanku yang sudah menjulang menahan gairah.

Santi kemudian menurunkan tubuhnya sehingga kemaluankupun menerobos liang vaginanya yang masih sempit itu. "Oh.. My god.." jeritnya tertahan. Kupegang pinggangnya dan kemudian saya naik-turunkan sehingga kemaluanku maju mundur menjelajahi liang nikmat istri anggun Pak Arief ini. Kemudian tanganku bergerak meremas buah dadanya yang bergoyang ketika Santi bergerak naik turun di atas tubuhku. Sesekali kutarik badannya sehingga buah dadanya bergerak ke depan wajahku untuk kemudian saya hisap dengan gemas.

"Ohh Pak Robertt.. Bapak memang jantan.." desahnya "Ayo Pak.. Puaskan Santi Pak.." Santi berkata sambil menggoyang-goyangkan badannya maju mundur di atas kemaluanku.Setelah itu ia kembali menggerakkan badannya naik turun mengejar kepuasan bercinta yang tak didapatkan dari suaminya. Setelah beberapa menit saya turunkan tubuhnya dan saya suruh ia menungging sambil berpegangan pada tepian meja.

Aku sibakkan gaunnya, dan tampak pantatnya yang putih menggairahkan hanya tertutup oleh celana dalam yang sudah tersibak kesamping. Kuarahkan kemaluanku ke vaginanya, dan langsung kugenjot dia, sambil tanganku meremas-remas rambutnya yang ikal itu. "Kamu suka San?" kataku sambil menarik rambutnya ke belakang. "Suka Pak.. Robert.. Suka..""Suamimu memang nggak mampu ya" "Dia lemah Pak.. Oh.. God.. Enak Pak.. Ohh" "Ayo bilang.. Kamu lebih suka ngent*tin suamimu atau aku" tanyaku sambil mencium wajahnya yang mendongak ke belakang lantaran rambutnya saya tarik. "Santi lebih suka dient*tin Pak Robert.. Pak Robert jantan..

Suamiku lemah.. Ohh.. God.." jawabnya. "Kamu suka tongkol besar ya?" tanyaku lagi "Iya Pak.. Oh.. Terus Pak.. Punya suamiku kecil Pak.. Oh yeah.. Pak Robert besar.. Ohh yeah oh.. God. Suamiku jelek.. Pak Robert ganteng. Oh god. Enakhh.." Santi mulai meracau kenikmatan. "Oh.. Pak.. Santi hampir hingga Pak.. Ayo Pak puaskan Santi Pak.." jeritnya. "Tentu sayang.. Aku bukan suamimu yang lemah itu.." jawabku sambil terus mengenjot ia dari belakang. Tangankupun sibuk meremas-remas buah dadanya yang bergoyang menggemaskan. "Ahh.. Santi hingga Pak.." Santi melenguh ketika gelombang orgasme menerpanya. Akupun hampir sampai. Kemaluanku sudah berdenyut- denyut ingin mengeluarkan laharnya.

Kutarik tubuh Santi hingga ia kembali berlutut di depanku. Kukocok-kocok kemaluanku dan tak lama tersemburlah spermaku ke wajahnya yang cantik. Kuoles- oleskan sisa-sisa cairan dari kemaluanku ke seluruh wajahnya. Kemudian Santipun mengulum dan menjilati kemaluanku hingga bersih. "Terimakasih Pak Robert.. Santi puas sekali" katanya ketika ia membersihkan wajahnya dengan tisu. "Sama-sama Santi. Saya hanya berniat membantu kok" jawabku sambil bergegas membetulkan pakaianku kembali. "Ngomong-ngomong, kamu bakir sekali blowjob ya? Sering latihan?" tanyaku. "Santi sering lihat di VCD aja Pak.

Kalau sama suami sih jarang Santi mau begitu. Habis nggak nafsu sih lihatnya" Wah.. Kasihan juga Pak Arief, pikirku geli. Malah saya yang mampu menikmati enaknya dioral oleh istrinya yang anggun jelita itu. "Kapan kita mampu melakukan lagi Pak" kata Santi mengharap ketika kami keluar ruangan meeting itu. "Gimana kalau minggu depan saya suruh suamimu ke luar kota jadi kita mampu bebas bersama?""Hihihi.. Ide bagus tuh Pak.. Janji ya" Santi tampak bangga mendengarnya. Kamipun kembali ke ruangan resepsi.

Santi saya suruh turun terlebih dahulu, gres saya menyusul beberapa menit kemudian. Sesampai di ruang resepsi tampak Jason sedang mencari aku. "Hey man.. Where have you been? I've been looking for you" "Sorry man.., I had to go to the restroom. I had stomachache" jawabku. Tak lama Santi tiba bersama Pak Arief suaminya. "Pak Robert, kami mau pamit dahulu.. Ini Santi nggak enak badan.. Sakit perut katanya" "Oh ya Pak Arief, silakan saja. Istri bapak anggun harus benar- benar dirawat lho.."

Santi tampak tersenyum mendengar perkataanku itu, sementara wajah Pak Arief menyampaikan rasa curiga. He.. He.. Kasihan, pikirku. Mungkin ia akan stress berat berat bila tahu saya gres saja menyetubuhi istrinya yang anggun itu. Tak lama saya dan Jason pun pulang. Sebelum pulang saya berpapasan dengan Lia, sekretarisku. Aku suruh ia untuk mendaftarkan Pak Arief Untk pembinaan ke singapura. Memang baru-baru ini saya mendapatkan tawaran pembinaan ke Singapore dari salah satu perusahaan. Lebih baik Pak Arief saja yang pergi, pikirku.

Toh memang ia yang mengerjakan pekerjaan itu di kantor, sedangkan saya hanya akan menolong istrinya yang anggun mengarungi lautan birahi selama ia pergi nanti. Tak sabar saya menanti minggu depan datang. Nanti akan saya ceritakan lagi pengalamanku bersama Santi bila saatnya tiba. Dengan tidak adanya batas waktu lantaran terburu-buru, tentu saya akan lebih mampu menikmati dirinya.


Cerita Dewasa, Kumpulan Crot, Bersetubuh Dengan Selingkuh, Kumpulan Curatan Rahasia, Cerita Malam Jumat, Cerita selingkuh dengan Teman,
3

Kumpulan Cerita Sex Anak Majikan Ngentot Dengan Pembantu Nya

Kumpulan Cerita Sex 2018 - Lima bulan sudah saya bekerja sebagai seorang pembantu rumahtangga di keluarga Pak Umar. Aku memang bukan seorang yang makan ilmu bertumpuk, hanya lulusan SD saja di kampungku. Tetapi lantaran niatku untuk bekerja memang sudah tidak sanggup ditahan lagi, kesannya saya pergi ke kota jakarta, dan beruntung sanggup memperoleh majikan yang baik dan sanggup memperhatikan kesejahteraanku.

bu umar pernah berkata kepadaku bahwa beliau menerimaku menjadi pembantu rumahtangga dirumahnya lantaran usiaku yang relatif masih muda. Beliau tak tega melihatku luntang-lantung di kota besar ini. “Jangan-jangan kau nanti malah dijadikan wanita panggilan oleh para calo WTS yang tidak bertanggungjawab.” Itulah yang diucapkan beliau kepadaku.
Usiaku memang masih 18 tahun dan terkadang saya sadar bahwa saya memang lumayan cantik, berbeda dengan para gadis desa di kampungku. Pantas saja jikalau Ibu umar berkata begitu terhadapku.
Namun akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, yaitu wacana perlakuan anak majikanku Mas Anto terhadapku. Mas Anto yaitu anak bungsu keluarga Bapak umar. Dia masih kuliah di semester 4, sedangkan kedua kakaknya telah berkeluarga. Mas Anto baik dan sopan terhadapku, hingga saya jadi aga segan bila berada di dekatnya. Sepertinya ada sesuatu yang bergetar di hatiku. Jika saya ke pasar, Mas Anto tak segan untuk mengantarkanku. Bahkan saat naik mobil saya tidak diperbolehkan duduk di jok belakang, harus di sampingnya. Ahh.. Aku selalu jadi merasa tak Enak. Pernah suatu malam sekitar pukul 20.00, Mas anto hendak membikin mie instan di dapur, saya bergegas mengambil alih dengan alasan bahwa yang dilakukannya pada dasarnya yaitu peran dan kewajibanku untuk sanggup melayani majikanku. Tetapi yang terjadi Mas Anto justru berkata kepadaku, “Nggak usah, Sarni. Biar saya saja, ngga apa-apa kok..”
“Nggak.. nggak apa-apa kok, Mas”, jawabku tersipu sembari menyalakan kompor gas.
Tiba-tiba Mas Anto menyentuh pundakku. Dengan lirih beliau berucap, “Kamu sudah capek seharian bekerja, Sarni. Tidurlah, besok kau harus bangkit khan..”
Aku hanya tertunduk tanpa sanggup berbuat apa-apa. Mas Anto kemudian melanjutkan memasak. Namun saya tetap termangu di sudut dapur. Hingga kembali Mas Anto menegurku.
“Sarni, kenapa belum masuk ke kamarmu. Nanti kalau kau kecapekan dan terus sakit, yang repot kan kita juga. Sudahlah, saya sanggup masak sendiri kalau hanya sekedar bikin mie menyerupai ini.”
Belum juga habis ingatanku saat kami berdua sedang nonton televisi di ruang tengah, sedangkan Bapak dan Ibu Umar sedang tidak berada di rumah. Entah kenapa tiba-tiba Mas Anto memandangiku dengan lembut. Pandangannya membuatku jadi salah tingkah.
“Kamu cantik, Sarni.”
Aku cuma tersipu dan berucap,
“Teman-teman Mas Anto di kampus kan lebih cantik-cantik, apalagi mereka kan orang-orang kaya dan pandai.”
“Tapi kau lain, Sarni. Pernah tidak kau membayangkan jikalau suatu saat ada anak majikan menyayangi pembantu rumahtangganya sendiri?”
“Ah.. Mas Anto ini ada-ada saja. Mana ada cerita menyerupai itu”, jawabku.
“Kalau kenyataannya ada, bagaimana?”
“Iya.. nggak tahu deh, Mas.”
Kata-katanya itu yang hingga saat ini membuatku selalu gelisah. Apa benar yang dikatakan oleh Mas Anto bahwa ia mencintaiku? Bukankah beliau anak majikanku yang tentunya orang kaya dan terhormat, sedangkan saya cuma seorang pembantu rumahtangga? Ah, pertanyaan itu selalu terngiang di benakku.
Tibalah saya memasuki bulan ke tujuh masa kerjaku. Sore ini cuaca memang sedang hujan meski tak seberapa lebat. Mobil Mas Anto memasuki garasi. Kulihat perjaka ini berlari menuju teras rumah. Aku bergegas menghampirinya dengan membawa handuk untuk menyeka tubuhnya.

“Bapak belum pulang?” tanyanya padaku.
“Belum, Mas.”
“Ibu.. pergi..?”
“Ke rumah Bude Mami, begitu ibu bilang.”
Mas Anto yang sedang duduk di sofa ruang tengah kulihat masih tak berhenti menyeka kepalanya sembari membuka bajunya yang rada basah. Aku yang telah menyiapkan segelas kopi susu panas menghampirinya. Saat saya hampir meninggalkan ruang tengah, kudengar Mas anto memanggilku. Kembali saya menghampirinya.
“Kamu tiba-tiba membikinkan saya minuman hangat, padahal saya tidak menyuruhmu kan”, ucap Mas Anto sembari berdiri dari tempat duduknya.
“Santi, saya mau bilang bahwa saya menyukaimu.”
“Maksud Mas Apa bagaimana?”
“Apa saya perlu jelaskan?” sahut Mas Anto padaku.
Tanpa sadar saya kini berhadap-hadapan dengan Mas Anto dengan jarak yang sangat dekat, bahkan sanggup dikatakan terlampau dekat. Mas Anto meraih kedua tanganku untuk digenggamnya, dengan sedikit tarikan yang dilakukannya maka tubuhku telah dalam posisi sedikit terangkat merapat di tubuhnya. Sudah pasti dan otomatis pula saya semakin sanggup menikmati wajah ganteng yang rada berair final guyuran hujan tadi. Demikian pula Mas Anto yang semakin sanggup pula menikmati wajah bulatku yang dihiasi bundarnya bola mataku dan mungilnya hidungku.
Kami berdua tak sanggup berkata-kata lagi, hanya saling melempar pandang dengan dalam tanpa tahu rasa masing-masing dalam hati. Tiba-tiba entah lantaran dorongan rasa yang menyerupai apa dan bagaimana bibir Mas Anto menciumi setiap lekuk mukaku yang segera sehabis hingga pada kepingan bibirku, saya membalas pagutan ciumannya. Kurasakan tangan MasAnto merambah naik ke arah dadaku, pada kepingan gumpalan dadaku tangannya meremas lembut yang membuatku tanpa sadar mendesah dan bahkan menjerit lembut. Sampai disini begitu campur aduk perasaanku, saya merasakan nikmat yang berlebih tapi pada kepingan lain saya merasakan nikmat yang berlebih tapi pada kepingan lain saya merasakan takut yang entah bagaimana saya harus melawannya. Namun campuran rasa yang demikian ini segera terhapus oleh rasa nikmat yang mulai sanggup menikmatinya, saya terus melayani dan membalas setiap ciuman bibirnya yang di arahkan pada bibirku berikut setiap lekuk yang ada di kepingan dadaku. Aku semakin tak kuat menahan rasa, saya menggelinjang kecil menahan desakan dan gelora yang semakin memanas.
Ia mulai melepas satu demi satu kancing baju yang kukenakan, sampailah saya telanjang dada hingga buah dada yang begitu ranum menonjol dan memperlihatkan diri pada Mas Anto. Semakin saja Mas Anto memainkan bibirnya pada ujung buah dadaku, dikulumnya, diciuminya, bahkan ia menggigitnya. Golak dan getaran yang tak pernah kurasa sebelumnya, saya kini melayang, terbang, saya ingin menikmati langkah berikutnya, saya merasakan sebuah kenikmatan tanpa batas untuk saat ini.
Aku telah mencoba untuk memerangi gejolak yang meletup kolam gunung yang akan memuntahkan isi kawahnya. Namun suara hujan yang kian menderas, serta situasi rumah yang hanya tinggal kami berdua, serta bisik goda yang saya tak tahu darimana datangnya, kesemua itu membuat kami berdua semakin larut dalam permainan cinta ini. Pagutan dan rabaan Mas Anto ke seluruh tubuhku, membuatku pasrah dalam rintihan kenikmatan yang kurasakan. Tangan Mas Anto mulai mereteli pakaian yang dikenakan, iapun telanjang bulat kini. Aku tak tahan lagi, segera ia menarik dengan keras celana dalam yang kukenakan. Tangannya terus saja menggerayangi sekujur tubuhku. Kemudian pada saat tertentu tangannya membimbing tanganku untuk menuju tempat yang diharapkan, dibagian bawah tubuhnya. Mas Anto dan terdengar merintih.
Buah dadaku yang mungil dan padat tak pernah lepas dari remasan tangan Mas Anto. Sementara tubuhku yang telah telentang di bawah tubuh Mas Anto menggeliat-liat menyerupai cacing kepanasan. Hingga lenguhan di antara kami mulai terdengar sebagai tanda permainan ini telah usai. Keringat ada di sana-sini sementara pakaian kami terlihat berserakan dimana-mana. Ruang tengah ini menjadi begitu berantakan terlebih sofa tempat kami bermain cinta denga penuh gejolak.
Ketika senja mulai datang, usailah pertempuran nafsuku dengan nafsu Mas Anto. Kami duduk di sofa, tempat kami tadi melaksanakan sebuah permainan cinta, dengan rasa sesal yang masing-masing berkecamuk dalam hati. “Aku tidak akan mempermainkan kamu, Sarni. Aku lakukan ini lantaran saya menyayangi kamu. Aku sungguh-sungguh, Sarni. Kamu mau mencintaiku kan..?” Aku terdiam tak sanggup menjawab sepatah katapun.

Mas Anto menyeka butiran air bening di sudut mataku, kemudian mencium pipiku. Seolah beliau menyatakan bahwa hasrat hatinya padaku yaitu kejujuran cintanya, dan akan sanggup membuatku yakin akan ketulusannya. Meski saya tetap bertanya dalam sesalku, “Mungkinkah Mas Anto akan sanggup menikahiku yang hanya seorang pembantu rumahtangga?”
Sekitar pukul 19.30 malam, barulah rumah ini tak berbeda dengan waktu-waktu kemarin. Bapak dan Ibu umar menyerupai biasanya tengah menikmati tayangan jadwal televisi, dan Mas Anto mendekam di kamarnya. Yah, seolah tak ada bencana apa-apa yang pernah terjadi di ruang tengah itu.
Sejak permainan cinta yang penuh nafsu itu kulakukan dengan Mas Anto, waktu yang berjalanpun tak terasa telah memaksa kami untuk terus sanggup mengulangi lagi nikmat dan indahnya permainan cinta tersebut. Dan yang pasti saya menjadi seorang yang harus sanggup menuruti kemauan nafsu yang ada dalam diri. Tak peduli lagi siang atau malam, di sofa ataupun di dapur, asalkan keadaan rumah lagi sepi, kami selalu tenggelam hanyut dalam permainan cinta denga gejolak nafsu birahi. Selalu saja setiap kali saya membayangkan sebuah gaya dalam permainan cinta, tiba-tiba nafsuku bergejolak ingin segera saja rasanya melaksanakan gaya yang sedang melintas dalam benakku tersebut. Kadang saya pun melakukannya sendiri di kamar dengan membayangkan wajah Mas Anto. Bahkan saat di rumah sedang ada Ibu umar namun tiba-tiba nafsuku bergejolak, saya masuk kamar mandi dan memberi instruksi pada Mas Anto untuk menyusulnya. Untung kamar mandi bagi pembantu di keluarga ini letaknya ada di belakang jauh dari jangkauan tuan rumah. Aku melakukannya di sana dengan penuh gejolak di bawah guyuran air mandi, dengan lumuran busa sabun di sana-sini yang rasanya membuatku semakin saja menikmati sebuah rasa tanpa batas wacana kenikmatan.
Walau setiap kali usai melaksanakan hal itu dengan Mas Anto, saya selalu dihantui oleh sebuah pertanyaan yang itu-itu lagi dan dengan praktis mengusik benakku: “Bagaimana jikalau saya hamil nanti? Bagaimana jikalau Mas Anto malu mengakuinya, apakah keluarga Bapak Umar mau merestui kami berdua untuk menikah sekaligus sudi menerimaku sebagai menantu? Ataukah saya bakal di usir dari rumah ini? Atau juga pasti saya disuruh untuk menggugurkan kandungan ini?” Ah.. pertanyaan ini benar-benar membuatku seolah gila dan ingin menjerit sekeras mungkin. Apalagi Mas Anto selama ini hanya berucap: “Aku mencintaimu, Sarni.” Seribu juta kalipun kata itu terlontar dari ekspresi Mas Anto, tidak akan berarti apa-apa jikalau Mas Anto tetap diam tak berterus terang dengan keluarganya atas apa yang telah terjadi dengan kami berdua.
Akhirnya terjadilah apa yang selama ini kutakutkan, bahwa saya mulai sering mual dan muntah, yah.. saya hamil! Mas Anto mulai gugup dan panik atas bencana ini.
“Kenapa kau sanggup hamil sih?” Aku hanya diam tak menjawab.
“Bukankah saya sudah memberimu pil semoga kau nggak hamil. Kalau begini kita yang repot juga..”
“Kenapa mesti repot Mas? Bukankah Mas Anto sudah berjanji akan menikahi Sarni?”
“Iya.. iya.. tapi tidak secepat ini Santi. Aku masih mencintaimu, dan saya pasti akan menikahimu, dan saya pasti akan menikahimu. Tetapi bukan sekarang. Aku butuh waktu yang tepat untuk bicara dengan Bapak dan Ibu bahwa saya mencintaimu..”
Yah.. setiap kali saya mengeluh soal perutku yang kian bertambah usianya dari hari ke hari dan berganti dengan minggu, Mas Anto selalu kebingungan sendiri dan tak pernah mendapatkan jalan keluar. Aku jadi semakin terpojok oleh kondisi dalam rahim yang tentunya kian membesar.
Genap pada usia tiga bulan kehamilanku, keteguhkan hatiku untuk melangkahkan kaki pergi dari rumah keluarga Bapak umar. Kutinggalkan semua kenangan sedih maupun suka yang selama ini kuperoleh di rumah ini. Aku tidak akan menyalahkan Mas Anto. Ini semua salahku yang tak sanggup menjaga kekuatan dinding imanku.
Subuh pagi ini saya meninggalkan rumah ini tanpa pamit, sehabis kusiapkan sarapan dan sepucuk surat di meja makan yang isinya bahwa saya pergi lantaran merasa bersalah terhadap keluarga Bapak Umar.
Hampir setahun sehabis kepergianku dari keluarga Bapak umar, Aku kini telah menikmati kehidupanku sendiri yang tak selayaknya saya jalani, namun saya bahagia. Hingga pada suatu pagi saya membaca surat pembaca di tabloid terkenal. Surat itu isinya bahwa seorang perjaka Anto mencari dan mengharapkan isterinya yang bernama Sarni untuk segera pulang. Pemuda itu tampak sekali berharap sanggup bertemu lagi dengan si calon isterinya lantaran beliau begitu mencintainya.
Aku tahu dan mengerti benar siapa calon isterinya. Namun saya sudah tidak ingin lagi dan pula saya tidak pantas untuk berada di rumah itu lagi, rumah tempat tinggal perjaka bernama Anto itu. Aku sudah tenggelam dalam kubangan ini. Andai saja Mas Anto suka pergi ke lokalisasi, tentu beliau tidak perlu harus menulis surat pembaca itu. Mas Anto pasti akan menemukan calon istrinya yang sangat dicintainya. Agar Mas Anto pun mengerti bahwa hingga kini saya masih merindukan kehangatan cintanya. Cinta yang pertama dan terakhir bagiku.


3

Pembantu Baruku

Hujan dari tadi fajar masih menguyur kota Jakarta, jam sudah menujukkan pukul 10 siang , dengan malas saya melongok keluar jendela , kulihat didepan pekaranganku ada seorang wanita sepertinya berjualan makanan yang berteduh.
Kuperhatikan rupanya mbak penjual pecel , kasian kulihat sambil menggigil beliau berdiri menepi dari hujan, kubukakan pintu , beliau kaget sambil tersenyum beliau menyapaku,


“ Permisi mas numpang neduh “ kulihat paras wanita ini cukup manis , walaupun berair kehujanan.
“ gak papa mbak , jual apa mbak “ saya memastikan.
“ Pecel mas “
:”Oh ayo masuk mbak , saya mau nyoba pecelnya kebeneran blom sarapan “
Dia pun berjalan masuk kerumahku
“ Diluar aja ya mas , abis berair nih baju saya , nanti rumahnya jadi kotor “
“ ngak papa mbak , ayo masuk aja , masak saya makan pecel campur air hujan , jikalau mules mbak tanggung loh “ saya tertawa.
Akhirnya beliau mau masuk juga kerumahku.
“ maaf ya mas , jadi ngotorin , mau pecelnya komplit ya mas ? “
“Iya mbak , udah laku banyak mbak ? “ saya basa basi
“ Ah blom mas, boro-boro , pagi-pagi udah ujan begini mana ada orang mau keluar jajan “

Sambil menyiapkan pecel saya memperhatikan mbak ini , orangnya hitam manis , badannya agak kecil tapi susunya keliatan cukup besar malah kebesaran untuk porsi tubuhnya dan bokongnya juga nonggeng.
Aduh pagi-pagi bikin kontol saya bediri dan pikiran jadi ngeres liatin bodinya.

“ Monggo mas, pecelnya “ saya agak kaget, beliau tertawa sebab melihat saya lagi memperhatikan susunya.
Sambil makan kulihat beliau celingukan melihat kedalam rumah , Kulihat beliau menyerupai orang kebingungan.
“ Ada apa mbak kok kaya resah ?”
“ Ini mas boleh gak saya ikut ke wc mas, saya kebelet banget dari tadi “ sambil mukanya merah menahan malu. “ maaf loh mas merepotkan “
“ Oh ayo masuk aja tuh diujung kiri mbak “
Dia segera buru-buru lari ke wc , setelah bbrp lama beliau keluar dan mukanya telah ceria.
“ Aduh makasih ya mas . udah lega “
“ Mas tinggal dengan siapa mas, kok sepi banget , emang gak ada pembantunya mas?”
Dia nyerocos bertanya , aduh tipikal anak yang ceria sedikit nyinyir hehehe.
“ Saya masih sendiri mbak dan belom ada pembantu, abis gak tau mau cari dimana “
Oh ya saya masih bujangan , kerja di perusahaan alat kedokteran , saya memang gres pindah kesini kurang lebih 1 bulan, jadi belom sempet mikir cari pembantu. Makanya rumahku awut-awutan .
“ Emangnya mau cari yang gimana mas “ Tanya mbak ini
“ Yah yang penting mampu kerja dan mampu masak sedikit lah , sekalian untuk beresin rumah “
“ Emang mau digaji berapa mas ?”

Aku jadi resah , saya tidak tau pasaran berapa.
“ Wah saya juga gak tau mbak , mungkin kira kira 750 ribu untuk awalnya dah, semua saya tanggung”
“Memang mbak ada kenalan yang mau kerja . boleh tuh nanti saya kasih persen ke mbak dah “
“Gimana jikalau saya aja mas, saya capek jualan pecel , keliling tiap hari , penghasilan juga pas makan saja, gak cukup ngirim ibu di kampung , jadi pengen kerja rumahan aja, makan tidur terjamin “
“ Saya aja ya mas, tapi gajinya tambahin ya mas, genepin dah sejuta , hehehe , ntar saya sekalian semua kerjaan saya beresin , mas juga saya pijitin dah kalo cape , iya ya mas “
“Bener nih mbak mau kerja , mampu mbak kerja rumahan , tapi musti rajin loh , saya sih setuju aja gaji mbak sejuta tapi jangan kecewain saya ya “
“ Aduh mas pasti mas , saya kerja rajin , kesepakatan mas , makasih ya mas, “ beliau senang sekali.
“ Eh saya belom tau nama kau sapa mbak “
“Oh ya saya Rohana mas, panggil aja Nana juga boleh , mas siapa namanya “
“ Saya Rony , kau umur berapa na , sudah bekeluarga belom “
“Saya umur 20 mas, saya sudah cerai mas, saya menikah setahun terus suami saya kerja jadi tki , eh gak pulang, udah 2 tahun denger kabar kawin lagi disana “ kulihat muka duka diwajahnya.
“ Sudah jangan disedihin , kau cari uang yang banyak nanti juga cowo ngantri , punya anak ngak “
“ Ngantri kaya beli karcis aja mas hehehe , belom mas saya gak punya anak , dulu saya kawin muda jadi gak mau punya anak dulu , makanya saya kb pake iud mas”
Aduh bener nyinyir nih anak hahaha

“ ya udah kau mau mulai kapan kerjanya “
“ Hari ini juga ya mas, abis ujan saya pulang eksklusif ambil pakaian kemari ya mas , saya udah bosen tinggal dikontrakan sengsara banget mas”

Sore kudengar ada yang mengetuk pintu rumahku , kuliat Nana dengan kantong plastic berisi pakaian berdiri didepan pintu.

“ Ayo masuk , kebeneran hari sabtu saya libur kantor . ayo saya tunjukin kamar mu “
“ Aduh kamarnya enak ya mas, ada kasurnya , kalo di kontrakan cuma ditiker dan sering bocor lagi”
Besok pagi2 saya berdiri kulihat meja makan sudah ada kopi dan sarapan mie instan. Wah inilah enaknya ada pembantu.

Kulihat Nana sedang mengepel . waduh beliau hanya memakai legging pendek yang tipis dan kaos oblong.
Pantatnya lingkaran dan tercetak ketat sebab celana legingnya yg hitam tipis.
Dia terseyum sambil menyapaku

“ Pagi mas, sarapan dulu , udah Nana sediain “
“ Ya makasih ya Na, kau sudah sarapan ?”
“Sudah mas “

Aku duduk di sofa sambil melihat tv, tapi saya tidak konsen, matanya tertuju bongkahan pantatnya
Yang besar dan bergerak-gerak saat beliau ngepel , dan saat beliau menghadap kedepanku, saya melihat susunya yg besar walau dibungkus bh warna hitamnya yang seakan tidak cukup menampung susunya , kulihat belahan susunya ,aduh pusing kepalaku. Kontolku eksklusif bediri , sebab saya hanya memakai celana pendek dari materi katun tanpa celana dalam , maka tonjolan kontolku ketara sekali.

Kulihat beliau melirik melihat tonjolan kontolku sambil tersenyum malu, tapi sesekali tetap melirik.
Semakin bersahabat beliau mengepel ke kawasan dudukku , semakin terang kulihat belahan pantatnya dan belahan susunya. Aku sedang menebak kok kayanya beliau tidak pakai celana dalem sebab tidak keliataan batas celananya. Pantatnya lingkaran tepat dan masih kenceng banget , saya agak menunduk mengintip celah belahan pantatnya , kelihatan tumpukan dua daging menyerupai apem yang menggunduk , wah memeknya tembem banget , belahan memeknya tercetak terang , makin membuat saya pusing , kontolku eksklusif keras.

Benar benar saya pusing , dan tersiksa kontolku rasanya mau keluar.
Ingin kuelus pantatnya, kuremas pantatnya yang montok itu ,untung saya masih sadar, jikalau beliau teriak kan gawat. Tapi belahan memeknya bener bener menggoda, aduh janda ini memiliki memek yang menggiurkan. Rasanya pengen kujilat bibir memeknya yang jerawat , pasti enak banget. Glek glek tak terasa saya menelan ludah.

Kehidupan ku dirumah lebih rame setelah ada Nana, beliau orangnya ceria dan sedikit bawel.
Biasanya sehabis makan malem saya sering menemaninya ngobrol, sebab kasian kalo sendirian nanti kesepian , jikalau gak betah saya repot juga.
Tak terasa sudah 2 ahad beliau bekerja, sehabis makan malam saya bertanya dengan dia

“ Na kau udah 2 ahad kerja, gimana betah gak , ada apa yang kurang gak”
“ Wah betah banget mas, mas baek saya udah kaya dirumah sendiri , makasih ya mas, “
“ Ya sama sama, baguslah , takut kau ngak betah masih duka mikirin bekas suamimu “ saya menggodanya.

“ Ih amit2 mas, Nana mah udah lupa sama beliau , mau enak aja , sorry ya “
“ Bener nih ? ntar kangen sudah lama gak dikelonin ama suami ?” saya tersenyum
“ Ah mas bandel ya godain Nana . gak mas, Nana gak pengen sama dia, “
“ gak pengen sama beliau , kalo sama yg laen mau gak ? “
“ Ya tergantung mas siapa orangnya “ sambil beliau melirik dan tersenyum padaku.
“ Kan kau udah janda , kalo udah lama gak rasa dikelonin kan pasti rasanya gimana gitu “
“ mas ini kaya pengalaman aja , ih mas genit ah “
“ tapi bener kan Na, ayo jujur dah sama mas, pasti pengen , orang bilang kalo udah pernah rasain pasti nagih “

Dia terseyum aib , kucolek pinggangnya beliau terkejut, beliau bales mencubit pinggang ku
“ Ih mas genit ya , tapi emang sih mas, jikalau lagi pengen sampe pusing kepala jikalau gak kesampean ,tapi saya mah gak kepengenan ama suami saya, beliau mah loyo mas, kalo maen sebentar aja udahan , malah bikin Nana pusing “
“ eh kelepasan jadi aib mas nyeritain”
“ gak papa , kan Cuma saya yang denger gak ada orang lain , ajarin dong Na gimana caranya , mas kan belom pernah” hehehe belagak jejaka, padahal mah gak pernah absen.
“ Ih aib mas, makanya mas kawin dong “

“ Kalo kawin mah mau Na, nikahnya ogah , hahahaha “
“ Ih mas mah mau enaknya aja “
“ Ayo dong gimana kau kalo maen sama lakimu “
“ Ya gitu dah mas, suami saya maunya minta di emut dulu itunya mas “
“ Apanya itunya Na “ saya berlagak bego
“ Ya itu mas, kontolnya , eh maaf mas jadi ngomongnya jorok “
“ Gak papa Na, kan Cuma kita bedua, emang enak Na diemut kontolnya ?”
“ Iyalah mas, sampe beliau kelojotan kadang malah muncrat dulu mas , sebel dah “
“ Terus suami mu senengnya ngapain kau ?””
“ beliau paling seneng nyedotin susu saya mas, pentil saya dipelintir sambil disedotin , ih merinding mas bayanginnya “
“ Kamu suka kan , enak gak “
“ Iya enak banget mas, tapi suami saya mah mau enak sendiri, buru-buru maunya masukin kontolnya ke memek Nana , abis gitu gres goyang bbrp kali udah muncrat dah, kan Nana jadi nanngung mas”

Wah saya mendengar dongeng Nana jadi makin napsu , jadi kaya baca dongeng porno hahhaha.
“ Sekarang udah jadi janda kau kalo lagi kepengen gimana Na ?”
“Ihhh mas aib ah , gak gimana lah ditahan aja , paling kalo gak tahan ya sendiri usaha mas, hehe “
Pura-pura kucolek pinggangnya tapi sengaja agak keatas sehingga kena susunya , terasa keras sekali susunya padahal keliatannya beliau pakai bh yang tipis.

“ Es sori salah colek Na”
“gak papa mas, awas lo nanti tuh adeknya bediri “ sambil beliau menunjuk kontolku yang memang sudah bediri.
“ Ih nakutin mas, adeknya bediri gede banget “
Dia tertawa menggodaku.

“Biarin nanti beliau ludahin kau loh “
“ Auuuu takut jangan mas” Nana pura pura ketakutan,

Hari ini lewat dengan aman, adikku yang cape rasanya tegang terus.
Keesokan harinya ahad siang , saya kalem saja dirumah , kuliat Nana sedang menggosok baju dibelakang, beliau tetap menyerupai biasa memakai legging pendek hitam dan kaos oblong. Belahan pantatnya terang sekali tercetak dan dari episode depannya juga terlihat memeknya tercetak tembem banget memeknya , aduh bikin kontolku rasanya mau meledak. Belahan memeknya terang sekali sebab keliatannya Nana sengaja memakainya dengan menarik keatas sehingga belahan memek dan pantatnya terang tercetak.

Otak ngeres saya sudah panas sekali , rasanya pengen sekali meremas pantatnya.
Tiba tiba saya ada akal, diatas meja gosoknya ada lemari yang berisi alat pertukangan ku. Aku pura pura mau mencari obeng , akupun kebelakang,

“ Na , ada liat obeng gak”
“Ngak mas, Nana gak tahu tuh”
“Oh iya kayanya ada dilemari atas kau tuh, sebentar saya liat ya “
Saya menghampiri dia, saya berdiri dibelakangnya pura pura membuka lemari diatasnya, pelan kumajukan badanku hingga kurasa kontolku menyentuh pantatnya , pertama beliau agak kaget, tapi beliau membisu saja.

“ Aduh dimana ya , mas lupa , sebentar mas bongkar dulu “
Aku berpura pura mencari sambil pelan kontolku kutempelkan disela pantatnya , pelan kugesek gesek kontolku sambil mencari barang.

Kulihat Nana gelisah , tapi beliau membisu saja, terus kutempel dan kugosok kontolku kebelahan pantatnya, aduh enak banget rasanya digesek kebelahan pantatnya, gosokan sudah ditarohnya disamping, Nana hanya bediri membisu sambil tangannya memegang meja gosok dengan tegang.

Sengaja kutekan makin besar lengan berkuasa kontolku kebelahan pantatnya, Nana tetap membisu dan keliatannya menikmatinya. Oh enak sekali rasanya kontolku bergesekan dengan pantat Nana.
Sengaja saya bergeser kontolku kekanan , eh pantat Nana mengikuti kemana kontol saya bergerak, hehe rupanya janda muda ini sdh napsu juga. Pelan Nana sedikit mengangkat pantatnya , oh rupanya beliau berusaha menggesekkan kontolku ke episode memeknya. Sekarang posisi Nana sdh sedikit nungging sehingga kurasakan kontolku emang nyelip kebagian bawah memeknya , sekarang malah beliau yg aktif menggesek kontolku ke belakang memeknya. Dalam posisi nungging Nana makin aktif pantatnya ditekan besar lengan berkuasa sekali kebelakang, hingga saya harus menahan jangan hingga terdorong.

Tercium aroma tubuhnya , mungkin ini yang namanya hormon wanita saat birahi , baunya sangat menggairahkan , sulit untuk dideskripsikan tapi benar membuat saya sangat napsu . oh enak sekali baunya.

“ehmmm” kudengar lirih dengusan Nana, kurasakan beliau memegang meja dengan sangat besar lengan berkuasa dan kurasakan celanaku episode kontolnya agak basah. Wah beliau sudah banjir kayanya.

Kurasa kontolku dijepit oleh sela pahanya dengan sangat kuat, kaki Nana kurasakan gemetar mungkin mencicipi kenikmatan yg sudah lama tidak dirasakannya. Ingin rasanya saya memeluk susunya dan lsg menelanjanginya.
Aku segera pura pura sdh selesai mencari obengnya , saya sengaja mau buat beliau nanggung agar beliau ketagihan.

“ Oh gak ada Na, kayanya di kendaraan beroda empat “ sambil saya bergeser menutup lemari atas.
Keliatan beliau kaget dan agak kecewa
“ gak ada ya mas “ tapi matanya keliatan sudah redup banget, keliatannya beliau kecewa saya menyudahi ukiran kontolku.
Hehehe rasain lu dalam hatiku, agar beliau ketagihan dalam hatiku.

Kutinggal Nana , saya kedepan akal-akalan mencari di mobilku, tak lama saya masuk kulihat Nana gak ada , oh rupanya beliau ke kamar mandi, nah loh ngapain ya , saya cepat cepat mendekati kamar mandinya,

Kudengar pelan ada bunyi desahan Nana,
“ohhh mas , ooohh masssss “ suaranya lirih sekali
Kuintip melalui lubang kunci , oh kulihat Nana sedang membungkuk menghadap kedinding, sayang saya hanya mampu melihat punggung dan sedikit pantatnya yang besar , kulihat beliau menunduk dan tangannya memegang memeknya.

Hahaha beliau sedang masturbasi rupanya, beliau udah ngak tahan.
“ Ooooooooo massssss “ hasilnya kulihat beliau menegang, udah keluar rupanya, oh beliau memanggil saya , keliatannya sudah keluar. Kudengar beliau mencuci memeknya , segera saya pergi takut dipergoki olehnya.

Aku duduk disofa sambil melihat tv , saat Nana keluar kamar mandi sengaja ku Tanya
“ kenapa na , sakit perut ? kok kaya kesakitan tadi saya dengar”
“ eh iya mas “ sambil kemaluan beliau menjawabku
“ ah masa kok suaranya begitu “
“ Ah mas bikin saya aib , mas sih yang mulai “
“loh mas salah apa Na ?” Tanya ku akal-akalan gak ngerti
“ gara-gara mas sih , itunya digesekin ama punya Nana “ sambil tertunduk aib Nana tersenyum.
“Tapi enak kan, kan udah lama gak ngerasain “
“ abis kau juga sih pake celana gitu jadi kecetak semua tuh pantatmu”
“hihi mas suka ya mas liatnya “
“ Kalo hingga mas lupa diri ancaman lo Na”
“ Ah biarin aja kalo mas mah Nana gak takut’

Wah gawat kayanya beliau memberi lampu hijau nih.
Kulihat beliau meneruskan gosokannya yang tertinggal gara gara ukiran hahaha

Malam sehabis makan malam saya duduk didepan tv , biasanya Nana sudah duduk dulu didepan menungguku, kok tumben gak keliatan ?

“Na na, kau dimana na , lagi ngapain “
Tidak ada sahutan , saya berdiri mendekat kekamarnya
“Na kenapa na “

Kulihat Nana terbaring diranjang kayanya sedang sakit, Nana terbaring telentang, beliau memakai legging warna cream , saya lsg meyasar belahan memeknya yg jadi lebih menggungung sebab posisinya tidur. Aduh napsuin sekali posisinya sudah tinggal nembak aja hahaha.

“ maaf mas, Nana pusing ?”
“loh kenapa , sini mas periksa “
Kupegang keningnya , ngak panas , saya curiga jangan-jangan beliau akal-akalan memang memancing aku.
Wah kebeneran dah , otak jorok pun bekerja. Aku ingat saya punya stok stetoskop dikamarku, barang sample dari dealer.

“ Sebentar mas periksa ya , mas ambil alat dulu kekamar “
“ ia mas , makasih ya mas repotin “

Akupun bergegas kekamar, kubuka celanaku, saya sengaja ganti dengan celana yang longgar banget dan tanpa cd hingga kontolku saja sering keluar dari samping. Segera kuraih stetoskop .

“ Sini Na, ayo mas periksa “
Stetoskop kutempelkan kedadanya bawah leher terus berpindah , turun pelan kebawah.
“ Na kaosnya buka ya , susah gak mampu denger ketutup kaen “
“Iya mas “ sambil beliau berdiri mencopot kaosnya melalui kepalanya
.
Gilaaaa itu susu kayanya mau meletus dari bh warna merah renta nya. Aku gres pertama kali melihat susu yang penuh banget dibungkus bh begini.
Aku segera akal-akalan mulai memeriksa lagi , masih seputar susunya saya tempelkan stetoskop ku.
Aku akal-akalan kerepotan sebab ada bh nya ,

“ Na ini bh nya ganggu saya gak mampu periksa, dibuka ya bh nya “
Ia mengangguk “ iya mas, terserah mas aja “ sambil tersenyum aib , beliau mencoba membuka bhnya
Saya membantu membuka kaitan belakangnya, saya berdebar-debar menunggu apa yg akan muncul dari balik bh itu.

Wahhh segunduk daging warna coklat padat dan keras dengan ujung pentilnya hitam sebesar ujung jari kelingking ku.

Dalam posisi duduk susunya tetap tegak tidak turun ,oh tepat sekali susu ini, lingkaran dan bentuknya bagus sekali dengan bulatan hitam yg tidak terlalu besar , ujung pentilnya sudah mengeras.

Aku membaringkannya . lalu mulai memeriksa , stetoskopku atau tepatnya telapakku mulai bergerilya , menyenggol ujung pentilnya yg kanan, Nana keliatan agak kaget saat kusentuh pentilnya, beliau memejamkan matanya , sambil menggigit bibir bawahnya.

Kuputar tanganku menjelajahi gunung susunya dari yang kanan terus turun kekiri, saat menemui pentilnya kusenggol senggol ujung pentilnya .
“ Ehmm “ kudengar Nana keliatannya menahan napsu yang sudah menggelora.

Kuelus terus susunya berpindah dari pentil kiri terus ke kanan, sambil sedikit kupijit, muka Nana sudah merah menahan napsu, bibirnya digigit kencang sambil kepalanya sedikit bergoyang.
Pelan tanganku menuntun stetoskop turun keperutnya, perutnya bagus rata , dan mulus , kuputar sekitar pusarnya, beliau tambah belingsatan. Pelan tanganku mengelus dari luar celana leggingnya , kuelus permukaan memeknya , aduh tercapai juga cita-cita mengelus memeknya.
Memeknya benar benar gemuk, dan keliatannya belahan memeknya ketara sekali, pasti tebal nih bibir memeknya.

Pelan kugesek bibir memeknya , Nana makin gak karuan, pelan pelan beliau makin merentangkan pahanya sehingga saya makin gampang menggesek memeknya, pelan kedua jariku menjepit bibir memeknya , kuurut pelan , terus jariku menelusuri belahan memeknya.

“Mas massssss “ Nana sudah gak tahan kayanya
rupanya.ku elus atas daging memeknya , legging sudah berair sekali, pelan tanganku turun menyentuh memeknya, benar, memeknya jerawat besar kaya hamburger.

“ Dibuka ya Na, susah ni ada celananya “
Dia mengangguk sambil membantu mengangkat pantatnya , kutarik leggingnya.
Terpampanglah memek yg hitam mengkilap sebab sudah berair dengan cairan dari memeknya, memeknya menyerupai setangkup daging yang dibelah dua, ya persis kaya hamburger big mac hahaha.
Aku duduk menghadap ke Nana, sengaja celana kuatur sehingga kontolku mengintip dari samping, kontolku sudah tegang sekali sehingga kepalanya muncul dari samping celana ku.
Kulihat Nana sudah membuka matanya , matanya tertuju ke kontolku yang mengintip dari samping celana.

Kuelus bibir memeknya dan tanganku menyusuri belahan memeknya yang sudah berair sekali. Nana sudah mendesar terus , kakinya sudah dibuka lebar.
“ Masssssss aduh massssss “

Kubelah memeknya kulihat dalam memeknya merah renta dan berair mengkilap sekali, saya bahu-membahu sudah gak nahan pengen segera menjilati memek ini. Kukorek pelahan memeknya , kucari dibagian atas ada sepotong kecil daging itil yang mengkilat berair dan keras.

Besarnya kira kira kaya kacang tanah, saat kuelus, Nana sdh kaya orang kemasukan.
“ massss aduh massss diapainnn Nana mas “
Memeknya gundul habis dicukur rupanya, saya suka yang begini jadi enak dijilatnya gak ribet ama jembut. Kalo yg gondrong sering jembutnya nyelip di gigi hahahaha.
Kuelus terus itilnya , Nana sdh gak mampu diam, terus goyang, tanganku sudah berair semua.
“ Na kau tau kau sakitnya apa “
“ Apaaa mas, “
“ Kamu sdh lama gak disuntik sama ini “ kataku sambil kukeluarkan kontolku , dan segera Nana memegangnya.
“ Mauuuu mau mas , ayo mas suntik Nana mas pake kontol mas yang gede banget kepalanya ini mas “
“ Aduh mas kontolnya kepalanya kok gede banget mas, Nana ngeri bayangin masuk ke memek Nana “
Kontolku panjang biasa aja Cuma memang kepalanya yg kaya jamur gede banget, banyak wanita yang ampun waktu diterobos sama kepala kontol ini semua bilang sakit tapi enak banget awalnya

“ mas Nana emut ya kontolnya “
Belum kujawab Nana sudah berdiri eksklusif memasukkan kontolku kemulutnya.
Terasa panas kontolku, pelan mulutnya keluar masuk kontolku.

“ oughhh bessall angettt mas , maremmm muass “
Oh enak sekali emutan mulutnya, kontolku ditelusurinya dr atas terus kebawah terus memutar kepala kontolku, digenggamnya kontolku, lalu dibelahnya lobang kencingku dengan lidahnya, aduh ampun rasanya bukan maen, terus diisapnya lubang kencingku. Rasanya mau meledak.

Nana kemudian turun diemutnya biji ku, satu persatu dijilati lalu disedotnya masuk kemulutnya bergantian. Rasanya sudah mau keluar , kemudian kedua biji sekaligus disedotnya masuk kemulutnya dan didalam mulutnya biji ku diputar oleh lidahnya.

Belom pernah saya disepong seenak ini, janda ini memang mahir permainan mulutnya. Lalu beliau berpindah menjilati kontolku sementara tangannya meremas remas bijiku.
Segera kusudahi saya takut keluar duluan.

Aku segera jongkok didepan memeknya,
“ mas mau ngapain mas , jangan mas, kotor mas “
“ oh kau belom pernah diginiin ya Na, wah kau mampu ketagihan “

Segera kubuka pahanya, kujilati mulai dr bibir memeknya, pelan kujilati bibir memeknya , licin sebab sudah banyak cairan lendir yang keluar, lalu ujung lidahku masuk menusuk kedalam belahan memeknya.

Lidahku menari nari dibelahan memeknya , lalu kusedot semua bibir memeknya kucoba masukan kedalam mulutku dan kusedot, terasa cairan agak gurih terhisap,
“ Aduh mas ampun mas enak banget mas, itu diapain mas memek Nana , ooooooo mas “
Lidahku terus mengorek belahan memek Nana yang tembem, saya jadi gemes sekali membayangkan betapa enaknya dijepit oleh memek yg tembem ini.
Lidahku naek keatas kusentuh itilnya , kujilati , Nana sudah gak karuan

“ masssss ampunn mas , enak banget masssss, massss auhhhhh “
Kuisap isap itilnya, terasa enak menyerupai mengulum kacang, kuisap isap pentilnya
“ Auuuuuu masssss Nana keluar massssss “

Kepalaku terasa dijepit oleh kakinya dan tangannya menekan kepalaku kememeknya, saya merasa ada cairan hangat masuk terhisap olehku dan itilnya terasa berdenyut , cairannya gurih dan tidak berbau.
Oh rupanya beliau type yg gampang orgasme.

“ Massss enak banget mas, Nana blom pernah rasain kaya gitu “
Aku tidak memberi kesempatan istirahat, kujilati lagi itil Nana, beliau pertama kegelian , tapi tidak berapa lama beliau mulai terangsang.

“ Mas aduh mas kok kayanya mau enak lagi mas, ampun mas, masukin aja mas kontolnya mas , Nana gak tahan pengen ngerasain kontol mas, ayo masssss “
Aku takut Nana orgasme lagi maka saya segera berdiri dan mulai menindihnya, kuarahkan kontolku ke memeknya, sulit selalu terpeleset, untung Nana segera membantu dipegangnya kontolku lalu diarahkan ujung nya kelubang memeknya.

“ Pelan ya mas, Nana udah lama ngak ngentot “
Memang sulit sekali ujung kontolku mau masuk bibir memeknya yang tebal itu
“ Yah mas udah pas , tekan mas pelahan mas “
“ Oufhhh mas, sakit mas, auhhh auhhhh pelan mas “

Memang kontolku menyerupai menemui jalan buntu. Untung memeknya sudah berair dan licin.
Akhirnya kontolku setelah tekan tarik tekan tarik berhasil juga masuk
“blesssss, auuuhh massssss “
Aku membisu kan sebentar kontolku, terasa kontolku dijepit keras sekali oleh memeknya
Ketika kontolku masuk , kulihat mata Nana terbelalak , melotot sedikit menyerupai orang bingung, gres kemudian beliau bernapas ,

“ Sakit Na ? mau dicabut Na ? “
“ Jangan mas. Biarin mas, terus mas, aduh belom pernah Nana ngerasa memeknya dimasukin kontol yang keras dan gede banget , enak banget mas , sakit dikit tapi enak mas “
“ ayo mas goyang agar tambah enak “

Pelan kutarik dan kutekan masuk lagi kontolku, setiap kutekan mata Nana mendelik, oh sexy sekali ,
“oh mas enak mas, enak banget masssss “
Rupanya beliau tidak mau kalah, pantatnya mulai memutar, aduh kontolku menyerupai diblender, makin lama makin kencang putarannya. Kutekan memeknya sambil saya mengulum pentilnya, kugigit gigit pentilnya
“ massss asing maassss aughhhhh aughhhhh aughhh mas enak “

Mulutku tidak lepas dari pentilnya, kontolku terus bekerja naek turun menembus memek Nana, aduh rasanya enak banget kontolku dijepit keras sekali oleh bibir memeknya yang tebal.
Kata orang memek tebal memang paling enak di entot benar ya.

“ Ayoooayoo massss ayoo Nana mau keluar masss ayoo “
Nana memutar pantatnya menyerupai baling baling , kakinya menjepit menggantung dibadanku, terasa sekali memeknya empot ayam mengisap kontolku. Aku juga merasa sudah hampir keluar.
Segera kusetop,

“ Masss kok berenti , ayo massss Nana mau keluar ‘
“ sebentar Na kau diatas ya “
Segera kubalik Nana, dengan buru-buru Nana mencari kontolku lsg dimasukkannya ke memeknya
Blessss, bunyi memeknya dimasuki oleh kontolku
“ auuuuu mas sedap massss, ayo masss “

Nana eksklusif menggoyangkan pinggulnya, saya telentang melihat susunya yang besar bergoyang, aduh susu janda ini bener bagus, tidak turun sedikitpun.
Kupegang susunya , kuremas remas susunya, Nana menyerupai orang naek kuda binal, beliau menaik turunkan memeknya , sambil sesekali diputarnya memeknya.

Kontolku benar2 kali ini disiksa abis oleh Nana, siksaan nikmat ,
“masss aduh mass Nana enak banget mas , Nana mau tiap hari mas ‘
Aku rasakan menyerupai mau meledak kontolku, tanganku terus meremas susunya
“ Suka ya sama susu Nana ya mas”

Tiba tiga Nana berdiri dicabutnya kontolku,
“ Loh kenapa Na, lagi enak nih Na “
“sebentar mas , Nana urut ya kontol mas pake memek Nana “
Lalu diletakkannya kontolku dihadapkan keatas menempel ke badanku, pelan beliau menempatkan bibir memeknya diatas kontolku.

Nana mulai memaju mundurkan memeknya aduh bibir memeknya menggosok kontolku dr ujung pelir hingga ujung kepala kontolku , beliau terus maju mundur, benar menyerupai kontolku diurut oleh bibir memeknya yang tebal.

Kontolku juga sudah licin makanya enak sekali rasanya kontol diurut dengan memeknya, gres kali ini saya mencicipi model ngentot begini. Enak benar , saat ujung kontolku sudah hingga dibibir memekku saya menduga beliau akan memasukkannya tapi beliau sengaja mundur lagi , aduh rasanya gak tahan

“ Aduh Na kau kok mahir sekali ngentotnya “
“ hehehe sering liat film mas “
Aku sudah gak tahan, kubalik Nana dan eksklusif kurebahkan, segera kontolku kuarahkan kememeknya, dengan kecepatan penuh kugenjot memeknya.

“ Aduh aduh aduh massss enak mas, ouhhhh ouhhh “
Kakinya menjepit menggantung dibadanku. Kugenjot abis memeknya ,
“ Naaaaa mas mau keluar, dimana, “
“ dalam aja mass, ouhhh ouh massss ayo mas Nana juga “
“ Auuuuuu massss, auuuuuuu, “

Kurasakan kontolku disiram sama air hangat, dan akupun hasilnya menyemprotkan isi kontolku
“ auuuuauuuu na,,,,naa “
“Mas aduh mas enak banget anget banget mani mas “

Kontol ku berdenyut denyut ditambah Nana sengaja memeras kontolku dengan memeknya.
Aduh memek yang tepat , bego banget lakinya dulu.
Aku terkapar menindih Nana, kami berair semua, beliau tersenyum lalu mencium ku,
“ makasih ya mas , Nana sudah lama gak pernah rasa enak begini , malah dari awal belom pernah mas …..mau lagi ya mas “

Aku tersenyum , wah siapa nolak..

3

Cerita Dewasa Bosku Yang Haus Sex

Gue pemuda yang masih single. Gue kerja seruang dengan seorang cewek cantik. Dia atasan gue, orangnya mengagumkan dan molek menggoda. Dia suka membuat kontol gue naik terus. Nggak heran beliau punya hobby ngesex. Gue juga punya hobby yang sama. Tapi tidak semaniak dia. Hampir tiap hari beliau ngesex dengan pemuda yang disenanginya, bahkan gue sering diajak 'Anu' sama dia. Disamping gue senang dan menikmati tubuhnya yang aduhai itu, gue juga tidak berani menolak perintahnya.. pokoknya "A.I.S"-lah.. itu..tuu.. Asal Ibu Senang. Dan gue dijanjikan naik pangkat dan tentu saja gaji naik juga dong plus bonus tubuhnya yang molek itu.
 

Dia orangnya mengagumkan meskipun umurnya jauh diatas gue. Karena beliau selalu suka pakai rok 'super' mini warna putih transparan. Maka gue tahu kalau beliau tiap hari nggak pernah pakai CD. Yang gue heran ama dia, pas beliau ada di luar ruang kerja beliau selalu pakai rok biasa bahkan pernah pakai celana. Tapi pas ada di ruang kerja kita beliau selalu pakai rok 'super' mini itu. Kaprikornus kalau ada sesuatu yang beliau butuhkan beliau selalu minta tolong gue yang ngurus. Meja kerjanya yang berada di depan gue, jadi gue mampu melihat apa yang dikerjakannya. Tiap menit beliau selalu memancing nafsu gue. Dia sering akal-akalan lihat suasana diluar jendela, padahal beliau ingin memeperlihatkan kemontokan pantatnya yang super molek itu. Lalu beliau akal-akalan melihat hasil kerja gue sambil dekat-dekat terus beliau menundukkan kepalanya.. lalu yah jelaslah payudaranya yang tergantung bebas tanpa halangan dari BH. Dia goyangkan badannya, maka bergoyanglah payudara itu kiri-kanan-kiri lagi.. Tapi yang paling parah, beliau akal-akalan menjatuhkan bulpen di lantai, terus beliau jongkok membelakangi gue. Pas beliau nunduk, roknya tersingkap keatas jadi terlihatlah pantatnya yang molek putih dan memeknya yang putih kemerahan dengan bulu yang tampak menantang untuk dijamah. Pas beliau udah ambil itu bolpoint, eh.. dijatuhin lagi terus nungging lagi.. lagi.. lagi.. Dia goyangin itu pantatnya maju-mundur, bawah-atas..lalu beliau renggangkan kakinya sehingga memeknya yang lezat itu merekah bagai bunga 'mawar' dan begitu seterusnya. Hingga gue nggak tahan akan kelakuannya itu. Langsung aja gue deketin beliau terus gue obok-obok 'anu-nya'.. Dan ternyata.. apa yang terjadi.. ohh..

Dia menikmati sentuhan-sentuhan gue. Saat ini gue bekerja dengan pengecap gue. Gue jilat sedikit kacangnya dan di "suck" semoga basah. Nggak samapai dua menit udah tampak ada cairan bening di memeknya. Karena kontol gue udah nggak tahan, lalu gue masukin kontol gue ke memeknya. Dia mendesis - meronta - mengerang nikmat(3M) demikian juga gue. Hangat dan lembab. Lalu gue mula goyang kiri kanan, maju-mundur dan kadang kala gue putar. Dia bener-bener hebat, setelah gue agak pasif dalam gerakan gue alasannya udah hampir nyampe. Dia dengan perkasa menggoyang tubuhnya maju-mundur, kanan-kiri dan berputar dengan garang.

Sementara gue makin berat nahan orgasme gue, akhirnya..

"Bu boleh keluarin di dalam..?"kataku.

"Boleh aja sayang, emang sudah hampir.. ya?"katanya sambil terus menggenjot pantatnya maju-mundur.

"Ya, bu"kataku.

"Kita sama-sama ya, hmm..ohh..".

Dengan sisa tenaga gue goyang lagi hingga gue terasa enak bener alasannya orgasme gue udah hingga deket pintu helm "NAZI".

Lalu gue peluk beliau dari belakang sambil gue remes dadanya. Dan cret.. cret.. cret. cret, air mani gue muncrat didalam lubang memeknya. Dan diapun merintih ohh yes dan lalu mencengkeram bangku dengan erat serta badannya bergetar dan menegang.. Rupanya beliau klimaks juga. Dengan kontol dan memek masih bersatu gue tetep peluk beliau dari belakang.

Dia tersenyum puas lalu melumat bibirku. Dia bilang kontolku enak banget sih. Dia kangen katanya kalau nggak dicoblos kontolku barang sehari. Nggak lama gue peluk pinggangnya kuat-kuat dari belakang sambil ngerintih akhh.. akhhgg dan lalu di dinding memeknya kubikin terasa hangat alasannya semprotan sperma gue tadi. Nggak ke tulungan enaknya katanya, tapi beliau harus buru-buru ngrapiin baju dan nyuci memeknya. Habis gituan luemes banget dan nggak mampu kerja lagi. Abis sambil berdiri sih.

Enak juga lho making love di kantor. Apalagi kalau lembur jangan dibilang. Di meja kerja, di WC, di lift, di lantai atas gedung atau juga di dalam mobilnya juga bisa, rasa takut tertangkap lembap itu selalu ada, tapi kenikmatannya lain dari pada yang lain, pokoknya sensasinya lain.

Malamnya gue diajak ke pub. Setelah jam dua belas malam, gue ajak beliau pulang. Dia kutuntun ke mobilku alasannya beliau mulai mabuk akhir terlalu banyak mengkonsumsi minuman dan kuantarkan ke apartemennya. Gue resah mengapa beliau nggak pulang ke rumahnya sendiri.. mengapa kesini. Kuantar hingga ke dalam kamarnya di lantai 7, gue istirahat sejenak di sofanya. Dia bangun dan menghampiri gue untuk mengucapkan terima kasih dan selamat malam.. tapi tubuhnya jatuh dalam pelukan gue sehingga nafsu gue untuk meng'anu'nya mulai bangkit. Kuciumi dari kening, mata, hidung hingga ekspresi sensualnya disambutnya ciuman gue dengan permainan lidahnya yang sudah profesional.

Lama kami berciuman dan gue mulai meremas teteknya yang agak kenyal.. lalu kubuka resleting bajunya..kemudian kususupkan tanganku ke dalam behanya untuk meremas teteknya lagi dan memainkan putingnya.. sambil terus berciuman. Satu persatu pakaiannya jatuh ke lantai.. BH.. CD.. tapi kami masih berciuman. tanganku tak tinggal diam.. meremas diatas sesekali memainkan puting dan meraba dan memainkan di episode memeknya.. oi.. jembutnya yang menggoda.. lezatnya..

Memeknya telah banjir akhir otot memeknya mengeluarkan cairan alasannya rangsangan dari gue.. tangannya mulai membuka satu persatu pakaianku hingga kami berdua full bugil. Kusodok sodok jari tengahku ke dalam memeknya ..sshh.. oohh.. gung.. please.. sshh.. don't stop..aahh.. terus jariku telunjukku memainkan itilnya yang mulai menegang .. sshh.. aahh.. dan beliau mulai merebahkan badannya di sofa kuciumi lagi putingnya dan kusodok-sodok lagi memeknya dengan dua jari.. sshh.. aahh..oohh my goodd..sshh .. beliau mulai mencari-cari kontolku yang sudah tegang semenjak tadi.. dan mulai menghisap kontolku .. mulai dari kepala .. sshh .. aahh.. buu.. aahh.. sshh .. perlahan lahan mulutnya masuk dan melahap kontolku semuanya sshh ..hhmm.. kutambah jariku satu lagi hingga tiga yang masuk ke dalam memeknya sshh.. aachh.. tambah satu lagi hingga hanya jempol saja yang masih di luar memainkan itilnya..sshh.. hhmm.. gue lepaskan kontolku dari mulutnya dan mulai kuarahkan ke bibir memeknya yang banjir.. perlahan lahan kudorong kontolku.. sshh.. oohh.. honey.. hhmm.. bibir bawahnya menggigit bibir atasnya.. kuangkat kedua pahanya dan kusandarkan di sandaran sofa yang sebelah kiri sedang yang kanan kuangkat.. dan bless.. aahh.. sshh.. kuayunkan perlahan lahan..sshh.. oohh my god.. come on.. sshh..terus kuayunkan hingga kupercepat ayunanku .. sshh.. buu.. saya mau keluar buu..sshh.. keluarin di dalem aja sayang..ohh aahh.. kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku sambil terus menggoyangkan pantatnya sshh.. aahh..

Tiba-tiba beliau menjerit histeris oohh..sshh.. sshh..sshh.. ternyata beliau sudah keluar.. gue terus menggenjot pantatku semakin cepat dan keras hingga mentok ke dasar memeknya sshh.. aahh.. dan aagghh.. crett.. crreett.. ccrreett..kutekan pantatku hingga kontolku menempel dasar memeknya.. dan keluarlah pejuku ke dalam liang memeknya.. sshh.. bbrr.. ketika terakhir pejuku keluar.. guepun lemas tetapi tidak gue cabut melainkan menaikan lagi kedua pahanya hingga dengan terang gue lihat bagaimana kontolku masuk ke dalam memeknya yang di kelilingi oleh jembutnya yang menggoda.. kubelai jembutnya sambil sesekali menyentuh itilnya. Ssshh.. aahh.. gue mulai mengayunkan kembali kontolku.. biar agak ngilu gue paksakan..kapan lagi.. sshh.. aahh.. hhmm.. gue meminta beliau untuk posisi nungging dengan tidak melepaskan kontolku dalam memeknya.. kontolku terasa dipelintir oleh memeknya.. terus kugenjot lagi ..sshh dan.. sshh.. beliau mendorong pantatnya dan aachh.. lebih cepet honey ..sshh.. beliau sudah keluar lagi. Gue masih asik mengoyang pantatku sambil meremas teteknya yang dari tadi gue biarkan.. sshh.. hhmm..aahh.. dan creett.. creett.. guepun menekan pantatku dan menarik pinggulnya hingga kontolku mentok lagi di dasar memeknya.. kami berdua sama lemas..

Dia ambil sebatang rokok.. dinyalakannya dan beliau hisap itu rokok.. persis ibarat ketika beliau menghisap kontol gue.. kami duduk dan sama menikmati permainan tersebut sambil beliau merokok kami saling mengobok-obok kemaluan masing-masing.. Kuangkat tubuhnya ke daerah tidur.. kami tidak membereskan pakaian kami yang masih berantakan di lantai ruang tamu.. gue putar jam bekerja sempurna pukul 5 soalnya gue mau pulang.. Dia mulai merapatkan matanya sambil tangannya merangkul dan tubuhnya yang berkeringat merapat ke tubuhku.. meskipun udara di rungan sudah dingin tetapi tubuh kami masih berkeringat akhir permainan tadi..

Pada kesempatan lain gue datang ke rumahnya nganterin surat-surat penting. Kebetulan siang itu beliau lagi sendiri. "Oh kau sayang.. ayo cepet masuk..ehhmm"katanya sambil nutup pintu. "Iya bu, saya cuma mau ngantar surat
ini "kataku.

Terus gue minta pamit pulang.. tapi.. "Aduh koq buru-buru amat sih.. ibu mau minta tolong lagi.. boleh khan .."katanya manja. Lalu, matanya merem melek sambil lidahnya dikeluarkan, gue udah tahu pasti beliau pengen ngentot lagi nich. Pokoknya udah nggak tahan deh. Langsung gue diajak beliau masuk dan duduk di teras. Waktu itu beliau pakai baju kulot putih transparan. Terlihat payudaranya yang molek dengan putingnya yang menyembul dari balik bajunya. Gue lihat beliau lagi 'super' nafsu, lalu beliau pancing gue untuk making love. Gue sih "A.I.S" saja.

Lalu kulot dan CD dilepaskan step by step, lalu memeknya gue raba-raba, dan kelentitnya gue diplintir hingga beliau terangsang banget. Terus baju, celana dan CD gue diplorotin. Lalu kita duduk di lantai teras. Dalam posisi duduk kalem kakiku selonjor, beliau sedot-sedot kontolku hingga gue mendesah-desah dan kontolku menjadi tegang dan keras. Dia kangkangi kakinya terus beliau pegang kontolku yang udah keras sambil mengarahkan ke memeknya yang sudah lembap dan merekah itu.

Aduh enaknya terus beliau naik turun terus sambil digoyang-goyang terus dikocok terus hingga kenikmatan yang tak terhingga. Rasanya beliau jadi lemas dan capai, tapi beliau berusaha tidak mau udahan. Kayaknya teriak tertahan, mungkin beliau takut kedengaran tetangga. Dia terus naik turun dan gue juga ngimbangi dari bawah, terus hingga risikonya gue dan beliau pelukan erat-erat alasannya beliau sudah merasa hampir klimaks, dan nggak lama beliau pun menegang dan risikonya sama-sama puncak dan keluar. Pokoknya nikmat banget, dan tubuh gue juga terasa lemas tak bertenaga kepinginnya nggak mau lepas dari tubuhnya. Tanpa pakai celana dulu beliau pergi ke kamar mandi. Pantatnya yang molek bergoyang kanan-kiri-kanan-kiri.. Kadang beliau menundukkan tubuhnya sehingga posisinya nungging ke arah gue.. sehingga memeknya terlihat merekah.. ohh. Gue melotot lihat tingkahnya begitu seronok. Ah gue masbodoh aja. Yang penting.. uueennaakk.. ooii..

3

Cerita Ngentot Anak Tukang Urut Hobi Mesum

Cerita Ngentot ini berawal ketika saya mau pijat alasannya lelah.
“Pak mampu minta tolong untuk panggilkan Mbok Inem tukang urut itu?? Badanku agak pegal dan mau meriang nih”kataku dgn minta tolong.
Jam 7.20 – pintu depan diketok orang dan bergegas saya keluar, ternyata yg dateng Pak Hartoyo dgn perempuan muda lumayan cakep bersih orangnya, tertegun saya jadinya.
“Mas Andi, ini anaknya Mbok Inem, terpaksa saya bawa alasannya ibunya sedang pulang kampung beberapa hari, tapi ia mampu ngurut kok, walaupun gag sepinter ibunya.” kata pak Hartoyo cepat sebelum saya tanya dan ngomel alasannya tidak sesuai dgn perintahku.


 “Ya udah eksklusif masuk aja” kataku mempersilahkan.
“Saya balik dulu kepangkalan Mas” pamit pak Hartoyo.
Seperginya pak Hartoyo eksklusif tanpa banyak bicara saya berjalan ke kamarku dan anak Mbok Inem eksklusif mengekor dari belakang.
“Siapa nama kamu?” tanyaku memecah keheningan.
“Meiti Mas” sahutnya pendek.
Sampai di kamar saya eksklusif buka kaos, dgn bertelanjang dada menyerupai biasa kalo diurut sama Mbok Inem, tetapi biasanya saya buka sarung tinggal CELANA DALAM saja, kali ini saya biarkan sarung tetep nempel pada posisinya alasannya tengsin saya sama cewek muda ini.
“Massage creamnya ada di meja belajar” kataku sambil eksklusif tiduran tengkurap.
Tangannya mulai memegang telapak kakiku, terus kebetis, memijat sambil megurut, sama persis dgn apa yg dilakukan ibunya padaku. Mbok Inem emang sudah langganan sama keluarga Bang Johnny, jadi saya juga sudah sering ngurut sama dia. Tapi walaupun cara ngurutnya sama, tetapi serasa berbeda, tangan ini lebih halus dan hangat rasanya.
“Permisi Mas” katanya membuyarkan lamunanku yg gres mulai berkembang, sambil menyingkap sarungku lebih tinggi, hingga ke pangkal pahaku. Urutannya sudah hingga pada paha, sesekali agak tinggi menyentuh pangkal bokongku, agak ke tengah, seerrrrr, rasanya ada Greng, akupun terus saja memejamkan mata sambil menikmati pijatan dan membayangkan jika terjadi hal-hal yg diinginkan.
“Aduh,” saya setengah menahan sakit ( pada hal akal-akalan ), soalnya biasanya Mbok Inem kalo saya kesakitan malah dicari yg sakit dan dipijat lebih lama sehingga enakan, eh, betul juga ia melaksanakan hal yg sama, tapi alasannya test tadi saya ucapkan pada ketika ia mengurut belakang lututku, maka ia sekarang mengurut lebih lama di sana. Wah mampu kalo gitu pikirku, lalu saya merancang yg lebih dari pilot project ini.


“Jangan diurut gitu, sakit diurut saja pake cream” kataku sambil tak lupa berpura-pura sakit. Dia ambil cream dan mulai mengurut serius di situ. Lama cukup ia mengurut di situ terus sekarang sudah mulai menjalar lagi, paha, betis, sampe telapak kaki, pas kembali ke paha dan kali ini agak terlalu dalem, saya eksklusif teriak tertahan, seakan kena episode sakit lagi.
“Mananya Mas ?” tanyanya.
“Agak daleman Sedikit” kataku sambil memegang tangannya dan membimbing pada posisi yg saya mau, letaknya persis di pangkal paha tengah pas jadi kalo diurut-urut yg kena buah zakarku, sengaja saya mengarahkan ke depanan, agar makin pas, lama ia di situ. Cerita Hot ABG
“Kasih cream donk” pintaku, pada ketika ia ambil cream,
Satu tanganku dgn cepat menyingkap CELANA DALAMku supaya kemaluanku keluar dari CELANA DALAM dan bebas, benar juga pada ketika tangannya mengoleskan cream sudah eksklusif ke buah zakarku, supaya buah zakarku mungkin leluasa dan makin mudah diurut,
“Ati-ati jangan kena celananya, nanti kena cream semua” kataku akal-akalan galau kalo CELANA DALAMku kena cream padahal mauku supaya ia membuka lebih lebar CELANA DALAMku, dgn tangannya, beberapa ketika kemudian ia bilang
“Maaf Mas, CELANA DALAMnya dibuka aja, soalnya nanti kena cream, saya sudah coba menghindari tapi susah, Masnya pake sarung aja. ” kata ia mengagetkanku, kaget alasannya gak nyangka ia bilang gitu.
Akupun berdiri dan melepas CELANA DALAMku, kembali pada posisi semula saya tengkurap, lalu Meiti menyingkap kembali sarungku, hingga ke bokong, saya menahan pada posisi agak nunging supaya makin luas bidang yg mampu dicapai tangan Meiti.
Benar juga lama ia mengurut, meremas bjiku, sampe saya sendiri sudah gak karuan rasanya konak banget.
“Agak bawahan Sedikit,” pintaku, ia rogoh makin dalem sampe pangkal gagangku kena pegang, diurutnya dgn agak susah alasannya dari pangkal gagang sampe setengah diurut semua,
“Mas kalo mampu balik badan, soalnya susah kalo gini” pintanya, dgn senang hati saya turuti.
Aku berbalik tubuh dan kemaluanku masih tertutup kain sarung, dgn merogoh ia pegang lagi posisi yg sama.
Diurut-urut, sepertinya saya merasa gayanya menyerupai setengah ngocok, tapi Meiti kayaknya lagi ngurut, dgn matanya melihat sekeliling kamar, ngelamun kali, saya goyangkan pinggul sedikit supaya tangannya terpeleset ke atas, ternyata berhasil, ia lebih banyak ngurut kemaluanku, tiga empat menit berlalu ia sepertinya gak sadar, tapi lama-lama saya merasa ia bukan ngurut atau ngurut, melainkan benar-benar ngocok kemaluanku, walau tidak digenggam, tapi cukup mantap,
Aku sengaja bergerak sambil sedikit menarik ke atas posisi sarungku, sehingga dapat terlihat sekarang tangannya yg sedang ngocok kemaluanku, merasa tangannya tidak lagi tertutup sarung, ia lihat posisi tangannya dan ketika itu seakan gres sadar ia melihat apa yg selama beberapa menit ini diurutnya, tapi ia tidak berhenti, matanya mulai ngelirik ke aku.

Dan tanpa expresi, ia teruskan mengocok, kali ini tangannya lebih mengenggam, jadi saya pastikan ia memang sengaja, jadi dgn sedikit ragu, saya letakkan pada pundaknya, ketika mengurut tadi, posisi ia berlutut di samping ranjang jadi kalo saya taruh tangan ke samping eksklusif jatuh di pundaknya dan eksklusif saya geser turun ke dadanya dan ia membisu saja.
Aku remas dadanya, jadi agresi remas dan kocok berjalan terus beberapa menit, hingga tiba-tiba kepalanya ditundukkan rupanya tanpa basa busuk lagi ia cium Kemaluanku, terus dilanjutkan dgn mengulumnya. Dia sadar bahwa ia dan saya telah sama-sama Dikuasai nafsu, maka tanpa perlu meminta ijin lebih jauh, saya coba untuk membuka baju atasnya, malah ia mambantunya, sehingga terbuka dadanya,
BH nya pun telah ia lepas dan dadanya yg besar disorongkan kearah mulutku, eksklusif aja saya hisap pentilnya,. wow, hangat,. kepalanya lalu direbahkan pada pundakku, sehingga kami menyerupai setengah bergumul alasannya kakinya masih di bawah, kamipun berciuman hangat, lalu saya bangun dan mengangkat tubuhnya menaiki ranjang.
“Kamu ngurutnya lebih enak dari ibu kau ya” kataku ngaco, setelah tau ia menyerupai itu.
“Gak tau Mas, terlanjur kebawa.” ia tak melanjutkan kata-katanya. Cerita Bokep
Aku asyik menciumi sekitar belakang telinga, samping leher, kadang mendenguskan nafas hangat ke telinganya. Dia sudah tampak merancu dgn desah dan erangannya yg makin membuatku di awang, Aku bangun dan memiringkan tubuhnya, kaki kirinya saya letakkan pada bahu kananku, dgn posisi yg agak miring itu saya gesek Kemaluanku pada gerbang Kemaluannya .
Beberapa ketika saya gesek ia mulai mengerang pelan, kemudian saya tata kepala kemaluanku pada gerbang Kemaluan, yg terang sekali sudah sangat lembab dan sedikit basah, saya coba tekan, wah, kok sempit, tapi beberapa kali coba, Akirnya berhasil juga mencapai setengah tubuh kemaluan amblas dalam lorong kegelapan, tampaknya di dalam agak kering, maklum tumitnya kurus kecil, tandanya kalo barangnya cenderung kering, Erangannya walau perlahan masih terus tanpa henti sedari tadi, menambah hangat suasana, terus aja saya goyang sampe cukup lama sebelum saya alhasil minta pindah posisi.
Sekarang kedua kakinya saya panggul di kedua sisi pundakku, ayunan makin ganas alasannya posisi yg lebih leluasa, dan lorong kegelapan makin licin, rupanya ia telah beberapa kali mengeluarkan pelumas, walau bukan orgasme,
“Kamu sekarang nungging” perintahku.
Saat Meiti nungging, saya tekan pundaknya ke kasur dan sisa bokongnya aja yg nungging, dgn sedikit rubah gerak, saya masukkan lagi kemaluan jaguarku, kali ini lebih sensasional, saya pegangan pada pinggulnya yg cukup gede, dan ayunan makin bebas terkendali, beberapa kali hampir terlepas,
Tapi alasannya besarnya si Kemaluanku maka agak sulit juga terlepas secara keseluruhannya, lelah dgn gaya nungging, saya rebahan dan saya suruh ia menaikiku, ia naik dgn membelakangi aku, pada ketika amblasnya gagangku kali ini diiringi dgn nafas tertahannya, kali ini mentok abis.
Meiti membisu sesaat sambil merenungi nikmat yg terasa. Aku mulai ambil inisiatif untuk menggoyang, lalu Meitipun ikut bergoyang,. kali ini putarannya melingkar, enak sekali, yg saya rasakan, lobang yg sempit, hangat, dan cenderung kering,

Tiap kali ia berputar pinggul saya merasa ada sesuatu nabrak kepala kemaluanku, pasti mentok dan ia pasti gak akan lama untuk mencapai titik orgasme demikian pikirku. Benar saja dugaanku, Meiti tampak kejang keras sambil mengucapkan kata-kata yg tidak terang apa maksudnya, cukup lama juga menyerupai itu.
“Aaaa.duuuuuuu..uuuuhhh Mas.. lemes kakiku rasanya..aku gak berpengaruh lagi gerak..” demikian katanya.
Aku coba untuk bangun dan menunggingkannya, lalu saya hajar lobangnya dgn lebih keras, hingga panas rasanya kemaluanku, dan alhasil saya sudah hampir nga’ mampu lagi menahan,. lalu saya cabut dan bilang pada Meiti
“Meiti, kau menghadap ke sini, buka verbal kamu” dan rupanya Meiti mengerti yg saya mau, dgn lemas ia berbalik tubuh dan membuka mulutnya.
Karena ketakutan akan tidak keburu, maka saya segera saja memasukkan kemaluanku dalam mulutnya yg mungil itu dan saya goyang maju mundur, beberapa kali dan keluarlah, creeetttt… creeeee.tttt… creettt…Aku jatuh kecapaian, di sampingnya,
“Meiti, gimana barusan?” tanyaku memecah keheningan.
“Enak sekali Mas, sampe lemes kaki saya, udah gak tau berapa kali keluar” jawab Meiti sambil males-malesan dalam pelukanku.
Dan kamipun tiduran sejenak dalam penat nikmat yg tersisa. Sampai pada ketika saya terjaga mencicipi paha kananku ada sesuatu yg merayap, saya coba walau males, ‘tuk membuka mataku dan, benar-benar terbelalak jadinya, ketika tau apa yg menyentuh pahaku.
Dia Deanny, adik ipar kakakku, Johnny, saya sangka ia ada di rumah temennya, dan yg lebih mengagetkan adalah, ia lihat saya mendekap cewek dan dalam keadaan bugil berdua.
“Andi, loe gila ya, beraninya gak ada orang masukin cewek, gue bilangin Bang John” katanya dgn mata melotot.
“Hei, Dean, denger dulu” kataku sambil mencoba bangun dari tidurku, ketika itu pula Meiti bangun alasannya dengar bunyi orang lain di kamar itu, ia berusaha meraih kain seadanya untuk memutupi tubuh bugilnya sambil bertanya
“Dia siapa Mas ? ”
“Dia ini Deanny, adik ipar kakakku” jawabku pendek.
“Jangan gitu donk, masa loe gak kompak ama gue” jawabku memohon pengertiannya.
“Iya boleh aja gue gak bilang Abang asal gue boleh lihat loe berdua main sekali lagi, gimana?” tanyanya.
Ach ni anak pikirku pasti gampang dech kalo udah gini, paling banter ntar ia pasti gak berpengaruh nahan nafsunya sendiri, demikian pikirku.
“Mas malu saya nggak bisa” saya rada bangun untuk mencium Meiti.
“Udah kau merem aja dan anggap hanya kita berdua dalam kamar ini” kataku menenangkan.
Dan akupun mulai merangsang Meiti dgn ciuman lembut, sambil tanganku berusaha meraba bagian-bagian sensitifnya, beberapa ketika berlalu Meiti mulai terbawa, dan mendesah halus, saya rasakan tangan Deanny mencoba meraih gagangku dan meremas-remasnya, sesekali mengocoknya hingga siap tempur.
Setelah segalanya siap, akupun mulai ambil ancang-ancang untuk memasuki lobang kenikmatan Meiti untuk sesi kedua, pada ketika gagangku amblas, Meiti dan Deanny pun seakan menahan nafas, rupanya Deanny telah terlarut dalam pemandangan depan matanya.
Permainanku dgn Meiti berlangsung beberapa gaya, dan tanpa terasa waktu telah menawarkan pukul 9.47, ketika itu Deanny telah telanjang di samping tubuh Meiti yg sedang saya tindih, lalu tangan kiriku pun mulai bergerilya ke dada Deanny, wah enak sekali, saya pilin pentilnya dan diapun mengerang.

Sambil terus menggenjot Meiti, saya cium juga bibir Deanny dan pendek kata, pinggangku ke bawah menghabisi Meiti sedang pinggangku ke atas menyerang Deanny,. keduanyapun mengerang seru malam itu, makin keras erangan mereka berdua bersahutan makin nafsu saya dibuatnya, terakhir sudah tidak berpengaruh lagi menahan gejolak, saya genjot makin keras si Meiti dan diapun mengerang panjang sambil kejang mendekapku.
Saat itu kami orgasme bersamaan, sedang Deanny masih belum mencapai walau hampir, erangan kami berdua mengkremasi nafsunya, segera saja Deanny memerintahku untuk menghisap memeknya hingga keluar, demikian perintahnya.
Akupun eksklusif memutar badanku untuk mencapai lobang Deanny yg sudah sangat lembap tadi,. tapi kemaluanku tetap tertanam dalam Meiti. Kumainkan lidahku pada gua vertikalnya dan sesekali pada tombol di atas lobang tersebut sampe Deanny mengejang kejang dan,. lemas puas.
Lima belas menit kami masih rebahan tumpang tindih sampe saya bangun dan mencuci peralatanku, lalu kukenakan pakaianku dan kusulut sebatang rokok sambil ngeloyor kejalanan, mencari pak Hartoyo.
“Pak, anaknya Mbok Inem gak usah ditunggu pulangnya, dan tolong bilangin orang rumahnya kalo ia ngak pulang alasannya disuruh nemenin Deanny” alasanku sengaja saya tidak sebut nama Meiti supaya terkesan masih aneh buatku.
Setelah itu saya balik lagi ke rumah dan basuh kaki lalu join bobok bertiga, ntar malem coba saya gerayangi Deanny ach, kali-kali aja dapet nyobain rasanya, pasti asyik dan berarti pula dalam rumah ini ada beberapa stok lobang yg mampu dipake bergantian, khan asyik kalo butuh gak nunggu lama-lama.

3

Cerita Dewasa Pembantu Janda Butuh Seks

Kejadian ini terjadi tepatnya pada tahun 2016, nama gue Donny Suhendra… Gue berasal dari suatu keluarga yang cukup berada di bilangan Jakarta Timur. Gue merupakan anak ke empat dari lima bersaudara yang sekarang berumur 25 tahun… gue punya pembokat namanya Dian yang hingga sekarang masih setia ngabdi di keluarga gue sejak masih gadis hingga udah menikah dan kemudian cerai dengan suaminya.


Kriteria pembokat gue dengan postur body menantang toket ukuran 36 B plus bokong yang kolam bemper yang padet, tinggi badannya kira kira 160 dan berkulit putih…. alasannya ialah pembantu gue ini orang asal Kota Bandung, umurnya sekarang kira kira 29 tahun. silakan bayangkan gimana bodynya, gue aja kalo liat beliau lagi ngepel eksklusif otomatis dede yang di dalem celana eksklusif mengeliak dikala bongkahan dadanya memaksa keluar dari celah kerah bajunya.

Terkadang di pikiran gue terlintas pedoman kapan yang mampu nyicipin tubuh montok pembokat gue yang aduhai itu… udah naga bonar gak mampu di ajak kompromi lagi, liat sedikit aja eksklusif bangkit dari tidurnya…

Pernah suatu hari gue lagi mau ganti baju di dalam kamar pas waktu itu gue lupa ngunci pintu… tiba tiba gue kaget pembokat gue masuk tanpa ngetuk ngetuk lagi, mungkin beliau pikir udah lama kerja sama keluarga gue n udah kenal gue dari gue masih SD…

“Eh…, lagi ganti baju ya… Donn” kata pembantu gue sambil buka pintu kamar gue tanpa ada rasa kegelisahan apa apa dikala liat gue gak pake apa apa… cuma tinggal CD aja yang belom gue lepas.

“Mbak, ketok dulu dong kalo mau masuk kamar Donny… gimana kalo pas masuk Donny lagi telanjang…” celetuk gue sama dia
“Emangnya kenapa sih Donn, saya kan udah lama kerja di keluarga Donny… ,lagian’kan waktu masih SD juga kau suka pake CD aja kalo di rumah…”. Kata Dian sama gue yang kayaknya hirau terhadap posisi gue yang telanjang.

“Mbak… itu’kan dulu, waktu saya masih SD. Sekarang’kan saya sudah besar… Mbak memang gak aib yah liat saya kalo telanjang bundar gak pake apa apa…” celetuk asal keluar dari mulut.

“Iiiihhh…. aib gapain… lagian saya juga gak mau liat… yah udah sana kalo mau ganti baju, mbak mau beresin kamar kau nih yang berserakan mulu tiap hari kayak sangkar sapi…”

Karena beliau menjawab dengan rasa yang tidak keberatan kalo gue ganti baju disaat ada dia. Dengan kalem gue mulai turunin CD gue yang nutupin kont*l gue yang udah mulai agak kenceng dikit…

Tanpa sengaja gue tangkap lirikan matanya yang memandang ke arak selangkangan gue yang di tumbuhin rambut yang lebat…

“Nah… tuh ngeliatin mulu… katanya tadi mbak Dian gak mau liat, sekarang liat mulu…”
“Siapa yang liat… wong saya lagi beresin sprei yang berserakan ini kok…” bantah beliau alasannya ialah aib mungkin kepergok ngelihat kearah selangkangan gue.

AKhirnya gue tinggal beliau di dalam kamar gue yang sedang beresin kamar gue yang berserakan itu, di luar gue jadi teringat gimana yah caranya buat mampu nikmatin tubuh pembantu gue yang semok ini… dan gue rasa beliau juga kayaknya penasaran sama kont*l gue yang gede ini… buktinya beberapa kali gue pergokin beliau ngelirik terus kearah gue.

Pas suatu hari libur, hari ahad keluarga gue pada pergi ke rumah kerabat gue yang mau nikahin anaknya.

“Donny… kau mau ikut gak. Mama semuanya mau pergi ke pesta ijab kabul anaknya tante Henny di Bandung…”. Tanya Mama gue.

“Kapan pulangnya Ma,…” Jawab gue sambil ngucek ngucek mata alasannya ialah gres bangun…

“Mhhhmmm,… mungkin 2 hari deh gres pulang dari Bandung, kan capek dong Donn… kalo eksklusif pulang…
kau tanya kapan pulang, kau mau ikut gak… atau mau di rumah saja” tanya mamaku kembali…

“Kayaknya dirumah aja deh Ma… abis capek ah, jauh… lagian besok Donny ada program sama sobat teman Donny…” jawab

ku seraya kembali membenamkan kepalaku kembali ke bantal…
“Yah udah… mama mau berangkat jalan kau baik baik yah jaga rumah… mau apa minta aja sama Mbak dian…”
“Dian… Dian… Dian…” panggil Mamaku
“Iyah Nyah…, Maaf saya lagi nyuci.

Kurang denger tadi Nyonya panggil. Kenapa Nyah…” Jawab Mbak Dian Sambil datang dari belakang yang ternyata sedang basuh baju… baju yang dikenakan sebetulnya tidaklah menantang, namun

alasannya ialah terkena air sewaktu mencuci menjadi bab paha dan dadanya seakan transparan menantang…
“Dian… kau jaga rumah yah selama saya dan tuan pergi ke Bandung”
“Iyah Nyah… ,” jawab kembali pembokat gue itu ke mama gue…

Setelah kira kira selang beberapa jam setelah keberangkatan mamaku… alhasil saya keluar dari kamar hendak buang air kecil.

Perlu Bro Bf ketahui jarak antara daerah pembantu gue nyuci sama kamar mandi deket banget… waktu gue jalan ke kamar mandi, gue liat pembantu gue yang lagi nyuci baju dengan posisi duduknya yang buat naga di dalam cd gue bangun…
Pembantu gue pake T shirt putih yang tipis alasannya ialah dah lama di tambah lagi kaosnya kena air, secara eksklusif keliatan terperinci banget BH krem yang dipake pembantu gue berserta paha mulusnya yang udah agak terbuka alasannya ialah duduknya hingga keliatan CD putihnya…

“Anjriiit, mulus juga nih pembantu gue meskipun udah janda anak satu tapi dari paha dan teteknya masih keliatan kenceng, kayak cewek yang belum pernah kesentuh sama laki laki”.oceh gue dalam hati sambil kencing trus ngelirik ke pahanya yang mulus itu.
Sambil kencing gue mikir gimana caranya buka omongan sama pembantu gue, biar gue mampu agak lamaan liat CD dan teteknya yang aduhai itu… pantes banyak tukang sayur selalu suka nanyain Mbak Dian mulu kalo tiap pagi…
“Mbak gimana kabar Ani, sekarang udah umur berapa… Mbak Dian kok mampu hingga cerai sih sama suaminya”Iseng gue tanya seputar kekerabatan beliau sama mantan suaminya yang sekarang udah cerai, dan kenapa mampu hingga cerai… gugup juga sih gua waktu nanyanya kayak gue nih psikolog aja…

“Kok tiba tiba Donny tanya wacana itu sih sama Mbak… ”
“Gak pa pa kan Mbak… “

“Anak mbak sekarang udah umur lima tahun, mbak cerai sama suami mbak alasannya ialah beliau pengangguran… mau nya enak doang.
Mau bikinnya tapi gak mau besarin. Yah… lebih baik mbak minta cerai aja. masa sih mbak sendiri yang banting tulang cari uang,

sedangkan suami mbak cuman bangun, makan, main judi hingga subuh… males Donn punya suami pengangguran, lebih baik
sendiri… sama aja kok” Jawab pembantu ku panjang lebar, seraya tangannya tetap membilas baju yang sedang ia cuci.

Ini beliau masuk ke dalam dialog yang sebenarnya… alhasil pembicaraan yang gue maksud semoga gue arahin pembicaraan hingga wacana duduk perkara kekerabatan intim.

“Lah… bukannya enakan punya suami, mbak… daripada gak ada…”
“Enak dari mananya Donn… punya suami sama gak punya sama aja ah…”
“Loh beda dong mbak…”
“Beda dari mananya Donn… coba jelasin, aah kau ngomongnya kayak kau dah pernah ngerasain menikah aja sih Donn…” tanya pembantuku sambil bercanda kecil.

“Yah beda lah mbak… dulu kalo masih ada suami kan kalo lagi pengen tinggal minta sama suami mbak… sekarang udah cerai

pas lagi pengen… mau minta sama siapa…” Jawab gue sambil menjuruskan kalimat kalimat yang gue tuju ke hal yang gue inginin.

“Maksud Donny apa sih… mau apa. Ngomongnya jangan yang bikin mbak resah dong Donn…”

“Gini mbak, maksudnya apa mbak gak pernah pengen atau kangen sama ini nya laki laki…” waktu gue ngomong gitu sambil gue turunin dikit celana pendek gue, trus gue keluarin punya gue ngadep ke depan mukanya…

“Iiih gede banget punya kau Donn… punya mantan suami mbak sih gak begitu gede kayak gini…” Jawab mbak dian sambil melotot ke kont*l gue yang udah Super tegang, alasannya ialah dari tadi udah minta di keluarin.

“Kangen gak sama Kont*l laki laki mbak…” tanya kembali saya yang sempat membuyarkan pandangan mbak dian yang dari
setadi tak lepas memandang kont*lku terus.
“…… waduh mbak gak tahu deh Donn…, kalo punya mbak dimasukin sama punya kau yang gede kayak gini. Gimana rasanya mbak gak mampu ngebayangin…”

“Loh… mbak saya kan gak tanya apa rasanya di masukin sama punya saya yang lebih gede dari punya mantan suami mbak. Saya kan cuman tanya apa mbak gak kangen sama punyanya laki laki”Padahal didalam hati gue udah tahu harapan beliau yang pengen ngerasain kont*l gue yang super size ini…

“mmmmhhhhh… maksud mbak dian sih… yah ada kangen sama punya laki laki… tapi kadang kadang mbak tahan aja, abis
mbak kan dah cerai sama suami… ” jawab mbak dian yang keliatan di pipinya merona alasannya ialah merasa jawabannya ngawur
dari apa yang gue tanyain ke dia”

“Mbak… boleh gak saya pegang tetek mbak ”
“Iiihh… Donn kok mintanya sama mbak sih, minta dong sama pacar Donny… masa sama mbak…”
“Yah… gak pa pa sih, saya mau ngerasain begituan sama mbak dian… gimana sih begitu sama ce yang udah pernah punya
anak… boleh yah mbak… ” kata gue sambil mendekatkan kontol gue lebih akrab ke mulutnya…

“iiih donny… punya kau kena ekspresi mbak nih… memangnya kau gak aib gituan sama mbak dian…” jawab mbak dian sambil merubah posisi duduknya sambil menghadap ke kont*l gue dan ngelepasin baju yang sedang beliau bilas…

“Yah gak lah kan gak ada yang tahu… lagian kan gak ada yang tahu, kan sekarang gak ada orang selain mbak dian sama saya” jawab gue sambil yakinin ke dia, biar di mau kasih yang gue pengen.

“Tapi jangan keterusan yah… trus kau mau di apain sama mbak…”
“Mbak mulutnya di buka dikit dong, saya mau masukin punya saya ke dalam ekspresi mbak dian…”
“Iih… gak ah jijik… masa punya kau di masukin ke dalam ekspresi mbak… mbak gak pernah lakuin kayak gini sama mantan
suami mbak, gak ahh… ” tapi posisi tangannya sekarang malah megang kont*l gue sambil ngocok ngocok maju mundur.
“Cobain dulu mbak enak loh… anggap aja mbak dian lagi kemut permen lolipop atau es krim yang panjang” rayu gue ngarep mbak dian mau masukin kontol gue ke dalam mulutnya yang mungil itu.
Akhirnya seruan gue diturutin tanpa banyak ngomong lagi mbak dian majuin mukanya kearah kontol gue yang udah

super tegang itu kedalam mulutnya yang mungil… sementara beliau kemut kontol gue maju mundur yang terkadang di selingin jilatan jilatan yang bikin gue pegang kepalanya trus gue tarik maju hingga kepala kontol gue mentok sampe kerongkongan mbak dian.

“Ooooooh… mbak emut truuuus mbak…. ennnnak banget” sambil tangan gue mulai turun megang tet*knya yang mengoda itu.

Tangan gue masuk lewat kerah kaosnya, trus eksklusif gue remes monyet tet*knya… Tangan mbak dian juga kayaknya gak mau

kalah sama gue. Dia malah makin ngedorong pantat gue dengan tangannya hingga hidungnya nempel sama jembut gue…

Karena tempatnya kurang sempurna untuk bertempur lalu gue ajak mbak dian ke ruangan tengah sambil ngemut kontol gue jalan ke ruangan tengah. Perlu di ketahui mbak dian merangkak menyerupai ****** yang haus sex gak mau lepas dari kontol gue, merangkak berjalan ngikutin langkah kaki gue yang mundur ke arah ruang tengah.

Gue liat mulutnya yang mungil sekarang terisi kontol gue… tangannya sambil remas remas buah dadanya sendiri…

” Mbak dian lepasin dulu dong kontol saya, buka dulu baju mbak dian. Entarkan mbak juga nikmatin sepenuhnya punya saya…”

” Donnn…. punya kau enak banget… mbak kira dari dulu jijik kalo liat ce ngemut punyanya cowok… ehh ternyata nikmatnya bener bener bikin ketagihan Donn…”

Dengan cepat cepat mbak dian membuka seluruh baju dan roknya yang tadi berair alasannya ialah kena air… Wooow, sungguh pemandangan yang sangat indah… kini di hadapan gue telah ada seorang wanita yang telanjang tanpa tertutup sehelai benang… berjalan menghampiri gue dengan posisi doggie style mbak dian kembali memasukkan kontol gue ke dalam mulutnya yang mungil itu.

Dengan jels mampu gue liat buah dada yang gelantungan dan bongkahan pantat yang begitu padat, yang slama ini udah banyak bikin kontol gue penasaran pengen di selipin diantara bongkahan itu… nafas bunyi mbak dian semakin lama semakin membara terpacu seiringin dengan birahi yang selama ini terkubur di dalam dirinya. Sekarang terbangun dan menerima suatu kepuasan seks yang selama ini ia tahan tahan.

Sementara mbak dian ngemut kontol gue, gue remas tet*knya yang menantang itu terkadang gue pegang MQ nya yang ternyata udah banjir oleh cairan kenikmatan.

Gue tusuk tusuk jari tengah gue ke dalam memeknya hingga mbak dian ngeluarin desahan sambil meluk pantat gue…

” Mmmmhhhhh….. ooooooohhhhhh……” desahannya begitu menambah gue buat semakin cepat menusuk nusuk liang kenikmatannya semakin cepat.

“Donnn…..OOooooohhhh…. Donnn… enak donnn… enak….” Desahan mbak dian benar benar membuat semakin terangsang… bacokan jari yang gue sodok sodok pun semakin gencar…

” Aaaaaahhhh…. Donnnyyyyyy…. OOOhhhhh Dooooonnn… mbakkkkk….. mmmmbb….. klllluuuaar… ” bersamaan dengan desahan mbak Dian yang panjang, alhasil mbak Dian telah mencapai puncak kenikmatannya yang terasa di jari tengah yang gue sodok sodok ke lubang MQ nya waktu mbak Dian menyemprot cairan kenikmatannya….

Karena mbak Dian telah mengalami organismenya yang pertama, maka Gue pun tak mau kala. Irama sodokkan kontol gue percepat kedalam ekspresi mbak Dian berkali kali hingga desahan panjang gue pun mulai keluar yang menunjukan sperma gue akan muncrat… anuanuan.gif

” Mbak Donny mau kkkkelllluaaar…. aaaaahhhh…. sedot mbak… sedot peju Donny…. ” kata gue sama Mbak Dian sambil menahan kepalanya untuk memendamkan kontol gue hingga masuk ke tenggorokannya. Namun Mbak Dian meronta ronta tidak menginginkan sperma gue keluar di dalam mulutnya… sia sia rontahan mbak Dian Sperma gue alhasil keluar hingga penuh di dalam mulutnya.

Crroooot…. Crooot… crooot… crotz.gif alhasil Gue semburkan berkali kali peju gue di dalam ekspresi mbak Dian. Meskipun pada dikala Mbak Dian tidak ingin menelan Sperma gue namun gue memaksanya untuk menelannya dan menikmati Sperma gue yang segar itu.

Posisi mbak Dian masih sama menyerupai sebelumnya, namun sekarang kakinya menyerupai kehilangan tenaga untuk menahan berat badannya mengalami kenikmatannya… dari sela sela bibirnya mengalir sisa spermaku yang di jilat kembali. Tubuh mbak Dian kini terkapar tak berdaya namun menampilkan sosok wajah penuh dengan kepuasan yang selama ini tak ia dapatkan.

Melihat expresi wajahnya membuat gue kembali semakin nafsu… alasannya ialah dari tadi gue anggap hanyalah pemanasan.

Gue berjalan mendekat ke tubuh mbak dian yang sedang lemes… trus menelentangkan posisi tubuhnya dan gue rengangkan kedua belah pahanya. Dengan tangan sebelah kanan gue genggam kontol gue yang udah tegang terus menerus mengesek goresan kepala kontol gue di atas permukaaan Mem*k mbak dian yang udah licin, berair alasannya ialah cairan kenikmatan milik mbak dian. Saat Gue mau menjebloskan kontol gue yang udah menyibak bibir memeknya, tiba tiba mbak dian menahan dada gue dan berharap gue gak masukin kontol gue ke dalam memeknya yang sudah lima tahun gak pernah terisi sama kontol laki laki…

Karena dikala itu nafsu gue udah sampe otak, gue dah gak perduli lagi sambil tetap ngeliat ke bawah daerah dimana kontol gue sekarang akan menembus liang kenikmatan yang sungguh sungguh mengiurkan…

“Tenang mbak tahan dikit… saya ngerti mungkin kontol saya terlihat terlalu besar dibandingkan memek mbak. Tapi nanti disaat udah masuk kedalam memek mbak… nikmatnya akan 10x lipat nikmat yang pernah mbak dian rasain sama mantan suami mbak…” gue mampu liat di matanya takut dikala detik detik gue akan menghujang basoka yang besar ini kedalam memeknya yang terbilang sempit…

” Dooonnnn….. peeellllannn… mbak ngeri liat punya kau yang besar banget itu…. ” kata mbak Dia sambil melirik ke arah basoka rambo yang siap mengaduk gaduk isi memeknya.

” Iya… Donny coba pelan pelan masukin nya… mbak tahan dikit yah… mungkin alasannya ialah dah lama aja mbak kali mbak… ” kataku kembali kepada mbak Dian seraya meyakinkan hatinya.

Sambil kembali menaikkan kembali libidonya, gue gesek gesek kepala kontol gue sempurna diatas bibir memeknya yang mulai kembali berair sama cairan kewanitaannya. Terkadang gue selipin sedikit demi sedikit ke dalam liang memeknya mbak Dian, lalu gue tarik kembali dan mengesekkan kembali ke itil nya yang merah segar itu.

sleep…sleep… sleeep… mungkin sangkin basahnya memek mbak Dian hingga menjadikan bunyi menyerupai itu….

” hhmmmmm… eeee… ssstttt….. Donnn… Donnn… Kamu apain punya mbak Dian. ” tanya mbak Dian sambil matanya terpejam mengigit bibir bawahnya sendiri…

” Donn… udah dong… jangan bikin mbak Dian kayak gini trus…. masukkin aja Donn “

” Mbak mohon kasihan kamu… entot*n mbak… mbak gak tahan lagi… ooohhh… eemmmm… ” rengge mbak Dian sama gue mengharap segera kontol gue masuk ke dalam memeknya dan memompa dia.

” Tahan mbak yah… ” lalu tanpa menunggu balasan selanjutnya ku tancapkan seluruh batang kontol gue yang udah dari tadi mau mengobok gobok isi memeknya.

” Doooooonn…… ” sahut mbak Dian di dikala pertama gue terobos memeknya, tangannya eksklusif merangkul leher gue. Seperti orang yang mengantungkan setengah badannya.

” Pelan… pelan… Donn… nyeri… bannngeet …”

Namun gue gak sahutin ucapan mbak Dian, alasannya ialah gue lagi nikmatin sesuatu yang memijit kontol gue yang terkadang menyedot yedod kontol gue ini. Rasanya begitu nikmat hingga gue tanjap lagi lebih dalam hingga terasa kontol gue mentok di dasar rahim mbak Dian yang motok ini.

Desahan liar mbak Dian pun semakin tak karuan… terkadang dengan tangannya sendiri mbak Dian memelintir puting susunya yang udah mengeras…

” Gimana Mbak masih sakit… sekarang rasanya apa… enak gak mbak… ” tanya ku kepada mbak Dian setelah gue liat raut mukanya yang penuh dengan expresi kenikmatan. Gerakkannya dan goyangan pinggulnya yang mengikuti irama enjotan gue pun semakin lama semakin liar. Kadang kadang pantatnya di hentakkan ke atas yang berbarengan dengan sodok sodokkan yang gue hujam ke memeknya.

” Donnn… Donnn… kau ahli banget… Donnnn….”

” Donnn… mmmmmaaauuu… mmmmmbbbaaakk keluar lagi nih… OOOOOoooooohhh ” Cengkraman tangannya di punggungku dan lipatan kedua kakinya pada pinggangku bersamaan dengan erangan panjang yang menandai bahwa mbak

Dian akan menyemburkan air maninya untuk kedua kalinya…

Karena gue masih ngaceng dan semakin bertambah bergairah setelah ngeliat raut muka seorang janda beranak satu ini merasa kepuasaan, lalu tanpa banyak buang waktu lagi.

Gue eksklusif membalikkan tubuh mbak Dian dan memintanya untuk menungging, ternyata mbak Dian tanpa bertanya kembali ia menuruti seruan gue yang ingin cepat cepat menghajar kembali memeknya…

” Donnn, kau memang ahli Donn… mbak gres pertama kali di entot sama laki laki lain selain mantan suami mbak sendiri “

” Donnn, sekarang kau mau apain aja mbak ikutin aja… yang penting mbak mampu ikut nikmatin peju kau Donn… ” kata mbak Dian sambil mempersiapkan memeknya dengan membersihkan memeknya dari cairannya sendiri yang mengalir hingga di kedua pangkal pahanya. Beberapa kali ia seka memeknya sendiri hingga bersih dan terlihat kering kembali… dan siap untuk di santap kembali.

Sekarang di hadapan gue mbak Dian sudah siap dengan 2 pasang bongkahan pantatnya yang masih kenceng, dengan posisi kepalanya lebih rendah dari pada pantatnya. Liang kewanitaannya seakan akan menantang kontol gue untuk memompa memeknya mbak Dian kembali…

Jelas terlihat cuilan bibir memeknya yang membuka sedikit mengintip dari celah daging segar alasannya ialah barusan gue entot.

Dengan tangan sebelah kanan gue pegang batang kontol gue dan tangan sebelah kirinya gue membuka cuilan pantatnya yang mulus sambil terkadang gue usap permukaan memeknya yang tandus bukan alasannya ialah suka di cukur namun memang sudah keturunan, setiap wanita dikeluarga tidak akan memiliki bulu/jembut pada memek. Sungguh cantik sekali pemandangan yang terpampang, memek yang mengiurkan terjepit oleh dua bongkahan pantatnya yang semok itu.

Kumajukan kontol gue hingga menempel di permukaan memek mbak Dian, mengorek gorek permukaan memeknya dengan kepala kontol gue. Ternyata apa yang gue lakukan ini sangat dinikmati oleh mbak Dian sendiri… yang terkadang selalu mendesah setiap kali bibir memeknya tersibak alasannya ialah goresan kepala kontol gue.

Lalu dengan gerakan perlahan gue tusuk memek mbak Dian perlahan biar sesasi yang timbul akan semakin nikmat disaat itilnya ikut masuk bersama dengan dorongan kontol gue yang mulai terpendam.
” Geli banget Donn rasanya… tapi lebih enak Donn rasanya daripada sebelumnya… “

” Donn… lebih keras…. Donn… entot*n mbak… puasin mbak Donn… ” pinta mbak Dian sembari memeras buah dadanya sendiri.

” Donn… lagiii… laggiii… Donn… lebiiihhh.. kencenggg lagi… ” pinta kembali mbak Dian sambil mulutnya yang ter engap engap menyerupai ikan yang gres saja keluar dari air.

Hujangan kontol ku kini semakin cepat dan semakin gencar ke dalam memeknya… hingga menimbulkan bunyi suara yang terjadi alasannya ialah sodokan sodokan kontol gue itu. Tingkat acara yang gue lakukanpun kini semakin gencar. Tangan gue memeras buah dada mbak Dian hingga erangan mbak Dian pun semakin menjadi tak kala hentakan kontol gue yang kencang mengesek dinding liang kewanitaannya.

Cukup lama juga gue mengentot*n mbak Dian dengan style doggie ini, hingga gue menyuruh mbak Dian berganti variasi seks. Posisi mbak dian sekarang tidur terlentang namun kakinya menimpa pada kaki sebelahnya dan badannya agak miring, dengan posisi ini memeknya yang terhimpit terlihat seakan membentuk cuilan memek.

Lalu kembali lagi gue masukin kontol gue yang masih keras ini kedalam memek mbak Dian, dengan tangan sebelah gue menahan di pinggulnya. Kali ini dengan mudah kontol gue masuk menerobos liang kewanitaannya, enjotan gue kali ini benar benar nikmat banget alasannya ialah sekarang posisinya kontol gue serasa di jepit sama pantatnya.

Setiap dorongan kontol gue menimbulkan sensasi yang lebih di raut muka mbak Dian. Mukanya mendahak ke arah gue sambil memegang lengan tangan sebelah kiri sambil mulutnya terbuka menyerupai pelacur yang haus kontol kontol para pelanggan setianya.

” Mbak… enak gak… kontol Donn… ” tanya gue sama mbak Dian dengan nafas yang telah terengah engah.

” Enaaaak… Donnn …. Truuus …. Donnn…. jgan brenti… “

” Ngomong mbak Dian kalo mulai dikala ini mbak memang pelacur Donn… mbak suka banget sama kontol Donn…” Suruh gue ke mbak Dian buat niru ucapan gue.

” Mbak memang pelacur Donnny… kapan aja Donnny mau… mbak layani… sssstt… Dooonn… “

” Mbak suka bngeeeeet… koooont*l Donnnnyyy… ennnntot*n mbak Diannn tiap hari Donnnn… entot*n… entot*n…. trussss “

Mendengar seruan mbak Dian yang tertahan tahan alasannya ialah nafsu yang besar kini sudah menyelubungi seluruh saraf ditbuhnya, menambah birahi gue semakin memuncak. Menambah gue semakin cepat dan cepat mengentot*n mbak Dian, hingga sampai goyangan buah dadanya seiringan dengan dorongan yang gue berikan ke dalam memek…

Akhirnya mbak Dian kembali mencapai puncaknya kembali, sambil memasukan jarinya kedalam lubang anusnya sendiri…

” Donnnn… mbak.. mmmmau… kllllluaaar laaagi…. ooooooohhh…Doooonnn…. ” erang mbak Dian yang hendak memuncratkan air semakin membuat ku terangsang alasannya ialah mimik mukanya yang sungguh sungguh mengairahkan.

Dengan tubuh yang telah lunglai, mbak Dian terkapar menyerupai orang yang lemah tak berdaya. Namun pompaan kontol gue yang keluar masuk tetap gak berhenti malah semakin lama semakin cepat.

Tiba tiba gue ngerasain sesuatu yang berdenyut denyut disekitar pangkal kontol gue. Dengan keadaan mbak Dian yang sudah tidak berdaya saya terus mengentot*n memeknya tanpa memperdulikan keadaan mbak Dian yang sekujur tubuhnya berkeringat alasannya ialah kelelahan setelah gue entot*n dari setadi.

” Mbaaaak… Dooonnn…nyyy mmmaaau.. kkklarrrr… Aaaahhhh…. ” Seruku disaat sesuatu hendak mau menyembur keluar dan terus menerus memaksa.

Crrrooot… Crrrooot… CCrooot… alhasil gue tersenyum puas dan mencabut kontol gue dari dalam memek mbak Dian dan menghampiri mbak Dian dan memangku kepalanya dan meminta mbak Dian membersihkan bekas bekas peju gue yang bececeran di selangkangan gue…

Baca Juga : Adik Iparku yang masih Perawan

Gak pernah gue sia sia in dikala berdua dirumah… setiap dikala gue mau, eksklusif gue entot mbak Dian. Saat mbak Dian lagi ngegosok baju tiba tiba gue sergap beliau dari belakang dan eksklusif buka celananya dan gue entot mbak Dian dalam keadaan berdiri dan slalu gue keluarin di dalam memeknya dan yang terkadang gue suruh mbak Dian sepong kontol gue lalu gue keluarin di dalam mulutnya serta eksklusif di nikmatin peju gue itu… katanya nikmat manis…

Hari hari yang sangat sungguh cantik selama beberapa hari gue selalu entotin mbak Dian dengan banyak sekali variasi seks… hingga hingga mbak Dian sekarang ahli dalam mengemut kontol gue… Mbak Dian pun gak pernah menolak dikala gue membutuhkan memeknya alasannya ialah beliau juga sudah ketagihan sodokan kontol gue. Sering malam malam mbak Dian suka masuk ke kamar gue dan suka sepongin kontol gue hingga gue bangkit dan eksklusif gue entot mbak Dian.

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, erita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3