Cerita Ngentot ini berawal ketika saya mau pijat alasannya lelah.
“Pak mampu minta tolong untuk panggilkan Mbok Inem tukang urut itu?? Badanku agak pegal dan mau meriang nih”kataku dgn minta tolong.
Jam 7.20 – pintu depan diketok orang dan bergegas saya keluar, ternyata yg dateng Pak Hartoyo dgn perempuan muda lumayan cakep bersih orangnya, tertegun saya jadinya.
“Mas Andi, ini anaknya Mbok Inem, terpaksa saya bawa alasannya ibunya sedang pulang kampung beberapa hari, tapi ia mampu ngurut kok, walaupun gag sepinter ibunya.” kata pak Hartoyo cepat sebelum saya tanya dan ngomel alasannya tidak sesuai dgn perintahku.
“Ya udah eksklusif masuk aja” kataku mempersilahkan.
“Saya balik dulu kepangkalan Mas” pamit pak Hartoyo.
Seperginya pak Hartoyo eksklusif tanpa banyak bicara saya berjalan ke kamarku dan anak Mbok Inem eksklusif mengekor dari belakang.
“Siapa nama kamu?” tanyaku memecah keheningan.
“Meiti Mas” sahutnya pendek.
Sampai di kamar saya eksklusif buka kaos, dgn bertelanjang dada menyerupai biasa kalo diurut sama Mbok Inem, tetapi biasanya saya buka sarung tinggal CELANA DALAM saja, kali ini saya biarkan sarung tetep nempel pada posisinya alasannya tengsin saya sama cewek muda ini.
“Massage creamnya ada di meja belajar” kataku sambil eksklusif tiduran tengkurap.
Tangannya mulai memegang telapak kakiku, terus kebetis, memijat sambil megurut, sama persis dgn apa yg dilakukan ibunya padaku. Mbok Inem emang sudah langganan sama keluarga Bang Johnny, jadi saya juga sudah sering ngurut sama dia. Tapi walaupun cara ngurutnya sama, tetapi serasa berbeda, tangan ini lebih halus dan hangat rasanya.
“Permisi Mas” katanya membuyarkan lamunanku yg gres mulai berkembang, sambil menyingkap sarungku lebih tinggi, hingga ke pangkal pahaku. Urutannya sudah hingga pada paha, sesekali agak tinggi menyentuh pangkal bokongku, agak ke tengah, seerrrrr, rasanya ada Greng, akupun terus saja memejamkan mata sambil menikmati pijatan dan membayangkan jika terjadi hal-hal yg diinginkan.
“Aduh,” saya setengah menahan sakit ( pada hal akal-akalan ), soalnya biasanya Mbok Inem kalo saya kesakitan malah dicari yg sakit dan dipijat lebih lama sehingga enakan, eh, betul juga ia melaksanakan hal yg sama, tapi alasannya test tadi saya ucapkan pada ketika ia mengurut belakang lututku, maka ia sekarang mengurut lebih lama di sana. Wah mampu kalo gitu pikirku, lalu saya merancang yg lebih dari pilot project ini.
“Jangan diurut gitu, sakit diurut saja pake cream” kataku sambil tak lupa berpura-pura sakit. Dia ambil cream dan mulai mengurut serius di situ. Lama cukup ia mengurut di situ terus sekarang sudah mulai menjalar lagi, paha, betis, sampe telapak kaki, pas kembali ke paha dan kali ini agak terlalu dalem, saya eksklusif teriak tertahan, seakan kena episode sakit lagi.
“Mananya Mas ?” tanyanya.
“Agak daleman Sedikit” kataku sambil memegang tangannya dan membimbing pada posisi yg saya mau, letaknya persis di pangkal paha tengah pas jadi kalo diurut-urut yg kena buah zakarku, sengaja saya mengarahkan ke depanan, agar makin pas, lama ia di situ. Cerita Hot ABG
“Kasih cream donk” pintaku, pada ketika ia ambil cream,
Satu tanganku dgn cepat menyingkap CELANA DALAMku supaya kemaluanku keluar dari CELANA DALAM dan bebas, benar juga pada ketika tangannya mengoleskan cream sudah eksklusif ke buah zakarku, supaya buah zakarku mungkin leluasa dan makin mudah diurut,
“Ati-ati jangan kena celananya, nanti kena cream semua” kataku akal-akalan galau kalo CELANA DALAMku kena cream padahal mauku supaya ia membuka lebih lebar CELANA DALAMku, dgn tangannya, beberapa ketika kemudian ia bilang
“Maaf Mas, CELANA DALAMnya dibuka aja, soalnya nanti kena cream, saya sudah coba menghindari tapi susah, Masnya pake sarung aja. ” kata ia mengagetkanku, kaget alasannya gak nyangka ia bilang gitu.
Akupun berdiri dan melepas CELANA DALAMku, kembali pada posisi semula saya tengkurap, lalu Meiti menyingkap kembali sarungku, hingga ke bokong, saya menahan pada posisi agak nunging supaya makin luas bidang yg mampu dicapai tangan Meiti.
Benar juga lama ia mengurut, meremas bjiku, sampe saya sendiri sudah gak karuan rasanya konak banget.
“Agak bawahan Sedikit,” pintaku, ia rogoh makin dalem sampe pangkal gagangku kena pegang, diurutnya dgn agak susah alasannya dari pangkal gagang sampe setengah diurut semua,
“Mas kalo mampu balik badan, soalnya susah kalo gini” pintanya, dgn senang hati saya turuti.
Aku berbalik tubuh dan kemaluanku masih tertutup kain sarung, dgn merogoh ia pegang lagi posisi yg sama.
Diurut-urut, sepertinya saya merasa gayanya menyerupai setengah ngocok, tapi Meiti kayaknya lagi ngurut, dgn matanya melihat sekeliling kamar, ngelamun kali, saya goyangkan pinggul sedikit supaya tangannya terpeleset ke atas, ternyata berhasil, ia lebih banyak ngurut kemaluanku, tiga empat menit berlalu ia sepertinya gak sadar, tapi lama-lama saya merasa ia bukan ngurut atau ngurut, melainkan benar-benar ngocok kemaluanku, walau tidak digenggam, tapi cukup mantap,
Aku sengaja bergerak sambil sedikit menarik ke atas posisi sarungku, sehingga dapat terlihat sekarang tangannya yg sedang ngocok kemaluanku, merasa tangannya tidak lagi tertutup sarung, ia lihat posisi tangannya dan ketika itu seakan gres sadar ia melihat apa yg selama beberapa menit ini diurutnya, tapi ia tidak berhenti, matanya mulai ngelirik ke aku.
Dan tanpa expresi, ia teruskan mengocok, kali ini tangannya lebih mengenggam, jadi saya pastikan ia memang sengaja, jadi dgn sedikit ragu, saya letakkan pada pundaknya, ketika mengurut tadi, posisi ia berlutut di samping ranjang jadi kalo saya taruh tangan ke samping eksklusif jatuh di pundaknya dan eksklusif saya geser turun ke dadanya dan ia membisu saja.
Aku remas dadanya, jadi agresi remas dan kocok berjalan terus beberapa menit, hingga tiba-tiba kepalanya ditundukkan rupanya tanpa basa busuk lagi ia cium Kemaluanku, terus dilanjutkan dgn mengulumnya. Dia sadar bahwa ia dan saya telah sama-sama Dikuasai nafsu, maka tanpa perlu meminta ijin lebih jauh, saya coba untuk membuka baju atasnya, malah ia mambantunya, sehingga terbuka dadanya,
BH nya pun telah ia lepas dan dadanya yg besar disorongkan kearah mulutku, eksklusif aja saya hisap pentilnya,. wow, hangat,. kepalanya lalu direbahkan pada pundakku, sehingga kami menyerupai setengah bergumul alasannya kakinya masih di bawah, kamipun berciuman hangat, lalu saya bangun dan mengangkat tubuhnya menaiki ranjang.
“Kamu ngurutnya lebih enak dari ibu kau ya” kataku ngaco, setelah tau ia menyerupai itu.
“Gak tau Mas, terlanjur kebawa.” ia tak melanjutkan kata-katanya. Cerita Bokep
Aku asyik menciumi sekitar belakang telinga, samping leher, kadang mendenguskan nafas hangat ke telinganya. Dia sudah tampak merancu dgn desah dan erangannya yg makin membuatku di awang, Aku bangun dan memiringkan tubuhnya, kaki kirinya saya letakkan pada bahu kananku, dgn posisi yg agak miring itu saya gesek Kemaluanku pada gerbang Kemaluannya .
Beberapa ketika saya gesek ia mulai mengerang pelan, kemudian saya tata kepala kemaluanku pada gerbang Kemaluan, yg terang sekali sudah sangat lembab dan sedikit basah, saya coba tekan, wah, kok sempit, tapi beberapa kali coba, Akirnya berhasil juga mencapai setengah tubuh kemaluan amblas dalam lorong kegelapan, tampaknya di dalam agak kering, maklum tumitnya kurus kecil, tandanya kalo barangnya cenderung kering, Erangannya walau perlahan masih terus tanpa henti sedari tadi, menambah hangat suasana, terus aja saya goyang sampe cukup lama sebelum saya alhasil minta pindah posisi.
Sekarang kedua kakinya saya panggul di kedua sisi pundakku, ayunan makin ganas alasannya posisi yg lebih leluasa, dan lorong kegelapan makin licin, rupanya ia telah beberapa kali mengeluarkan pelumas, walau bukan orgasme,
“Kamu sekarang nungging” perintahku.
Saat Meiti nungging, saya tekan pundaknya ke kasur dan sisa bokongnya aja yg nungging, dgn sedikit rubah gerak, saya masukkan lagi kemaluan jaguarku, kali ini lebih sensasional, saya pegangan pada pinggulnya yg cukup gede, dan ayunan makin bebas terkendali, beberapa kali hampir terlepas,
Tapi alasannya besarnya si Kemaluanku maka agak sulit juga terlepas secara keseluruhannya, lelah dgn gaya nungging, saya rebahan dan saya suruh ia menaikiku, ia naik dgn membelakangi aku, pada ketika amblasnya gagangku kali ini diiringi dgn nafas tertahannya, kali ini mentok abis.
Meiti membisu sesaat sambil merenungi nikmat yg terasa. Aku mulai ambil inisiatif untuk menggoyang, lalu Meitipun ikut bergoyang,. kali ini putarannya melingkar, enak sekali, yg saya rasakan, lobang yg sempit, hangat, dan cenderung kering,
Tiap kali ia berputar pinggul saya merasa ada sesuatu nabrak kepala kemaluanku, pasti mentok dan ia pasti gak akan lama untuk mencapai titik orgasme demikian pikirku. Benar saja dugaanku, Meiti tampak kejang keras sambil mengucapkan kata-kata yg tidak terang apa maksudnya, cukup lama juga menyerupai itu.
“Aaaa.duuuuuuu..uuuuhhh Mas.. lemes kakiku rasanya..aku gak berpengaruh lagi gerak..” demikian katanya.
Aku coba untuk bangun dan menunggingkannya, lalu saya hajar lobangnya dgn lebih keras, hingga panas rasanya kemaluanku, dan alhasil saya sudah hampir nga’ mampu lagi menahan,. lalu saya cabut dan bilang pada Meiti
“Meiti, kau menghadap ke sini, buka verbal kamu” dan rupanya Meiti mengerti yg saya mau, dgn lemas ia berbalik tubuh dan membuka mulutnya.
Karena ketakutan akan tidak keburu, maka saya segera saja memasukkan kemaluanku dalam mulutnya yg mungil itu dan saya goyang maju mundur, beberapa kali dan keluarlah, creeetttt… creeeee.tttt… creettt…Aku jatuh kecapaian, di sampingnya,
“Meiti, gimana barusan?” tanyaku memecah keheningan.
“Enak sekali Mas, sampe lemes kaki saya, udah gak tau berapa kali keluar” jawab Meiti sambil males-malesan dalam pelukanku.
Dan kamipun tiduran sejenak dalam penat nikmat yg tersisa. Sampai pada ketika saya terjaga mencicipi paha kananku ada sesuatu yg merayap, saya coba walau males, ‘tuk membuka mataku dan, benar-benar terbelalak jadinya, ketika tau apa yg menyentuh pahaku.
Dia Deanny, adik ipar kakakku, Johnny, saya sangka ia ada di rumah temennya, dan yg lebih mengagetkan adalah, ia lihat saya mendekap cewek dan dalam keadaan bugil berdua.
“Andi, loe gila ya, beraninya gak ada orang masukin cewek, gue bilangin Bang John” katanya dgn mata melotot.
“Hei, Dean, denger dulu” kataku sambil mencoba bangun dari tidurku, ketika itu pula Meiti bangun alasannya dengar bunyi orang lain di kamar itu, ia berusaha meraih kain seadanya untuk memutupi tubuh bugilnya sambil bertanya
“Dia siapa Mas ? ”
“Dia ini Deanny, adik ipar kakakku” jawabku pendek.
“Jangan gitu donk, masa loe gak kompak ama gue” jawabku memohon pengertiannya.
“Iya boleh aja gue gak bilang Abang asal gue boleh lihat loe berdua main sekali lagi, gimana?” tanyanya.
Ach ni anak pikirku pasti gampang dech kalo udah gini, paling banter ntar ia pasti gak berpengaruh nahan nafsunya sendiri, demikian pikirku.
“Mas malu saya nggak bisa” saya rada bangun untuk mencium Meiti.
“Udah kau merem aja dan anggap hanya kita berdua dalam kamar ini” kataku menenangkan.
Dan akupun mulai merangsang Meiti dgn ciuman lembut, sambil tanganku berusaha meraba bagian-bagian sensitifnya, beberapa ketika berlalu Meiti mulai terbawa, dan mendesah halus, saya rasakan tangan Deanny mencoba meraih gagangku dan meremas-remasnya, sesekali mengocoknya hingga siap tempur.
Setelah segalanya siap, akupun mulai ambil ancang-ancang untuk memasuki lobang kenikmatan Meiti untuk sesi kedua, pada ketika gagangku amblas, Meiti dan Deanny pun seakan menahan nafas, rupanya Deanny telah terlarut dalam pemandangan depan matanya.
Permainanku dgn Meiti berlangsung beberapa gaya, dan tanpa terasa waktu telah menawarkan pukul 9.47, ketika itu Deanny telah telanjang di samping tubuh Meiti yg sedang saya tindih, lalu tangan kiriku pun mulai bergerilya ke dada Deanny, wah enak sekali, saya pilin pentilnya dan diapun mengerang.
Sambil terus menggenjot Meiti, saya cium juga bibir Deanny dan pendek kata, pinggangku ke bawah menghabisi Meiti sedang pinggangku ke atas menyerang Deanny,. keduanyapun mengerang seru malam itu, makin keras erangan mereka berdua bersahutan makin nafsu saya dibuatnya, terakhir sudah tidak berpengaruh lagi menahan gejolak, saya genjot makin keras si Meiti dan diapun mengerang panjang sambil kejang mendekapku.
Saat itu kami orgasme bersamaan, sedang Deanny masih belum mencapai walau hampir, erangan kami berdua mengkremasi nafsunya, segera saja Deanny memerintahku untuk menghisap memeknya hingga keluar, demikian perintahnya.
Akupun eksklusif memutar badanku untuk mencapai lobang Deanny yg sudah sangat lembap tadi,. tapi kemaluanku tetap tertanam dalam Meiti. Kumainkan lidahku pada gua vertikalnya dan sesekali pada tombol di atas lobang tersebut sampe Deanny mengejang kejang dan,. lemas puas.
Lima belas menit kami masih rebahan tumpang tindih sampe saya bangun dan mencuci peralatanku, lalu kukenakan pakaianku dan kusulut sebatang rokok sambil ngeloyor kejalanan, mencari pak Hartoyo.
“Pak, anaknya Mbok Inem gak usah ditunggu pulangnya, dan tolong bilangin orang rumahnya kalo ia ngak pulang alasannya disuruh nemenin Deanny” alasanku sengaja saya tidak sebut nama Meiti supaya terkesan masih aneh buatku.
Setelah itu saya balik lagi ke rumah dan basuh kaki lalu join bobok bertiga, ntar malem coba saya gerayangi Deanny ach, kali-kali aja dapet nyobain rasanya, pasti asyik dan berarti pula dalam rumah ini ada beberapa stok lobang yg mampu dipake bergantian, khan asyik kalo butuh gak nunggu lama-lama.
“Pak mampu minta tolong untuk panggilkan Mbok Inem tukang urut itu?? Badanku agak pegal dan mau meriang nih”kataku dgn minta tolong.
Jam 7.20 – pintu depan diketok orang dan bergegas saya keluar, ternyata yg dateng Pak Hartoyo dgn perempuan muda lumayan cakep bersih orangnya, tertegun saya jadinya.
“Mas Andi, ini anaknya Mbok Inem, terpaksa saya bawa alasannya ibunya sedang pulang kampung beberapa hari, tapi ia mampu ngurut kok, walaupun gag sepinter ibunya.” kata pak Hartoyo cepat sebelum saya tanya dan ngomel alasannya tidak sesuai dgn perintahku.
“Saya balik dulu kepangkalan Mas” pamit pak Hartoyo.
Seperginya pak Hartoyo eksklusif tanpa banyak bicara saya berjalan ke kamarku dan anak Mbok Inem eksklusif mengekor dari belakang.
“Siapa nama kamu?” tanyaku memecah keheningan.
“Meiti Mas” sahutnya pendek.
Sampai di kamar saya eksklusif buka kaos, dgn bertelanjang dada menyerupai biasa kalo diurut sama Mbok Inem, tetapi biasanya saya buka sarung tinggal CELANA DALAM saja, kali ini saya biarkan sarung tetep nempel pada posisinya alasannya tengsin saya sama cewek muda ini.
“Massage creamnya ada di meja belajar” kataku sambil eksklusif tiduran tengkurap.
Tangannya mulai memegang telapak kakiku, terus kebetis, memijat sambil megurut, sama persis dgn apa yg dilakukan ibunya padaku. Mbok Inem emang sudah langganan sama keluarga Bang Johnny, jadi saya juga sudah sering ngurut sama dia. Tapi walaupun cara ngurutnya sama, tetapi serasa berbeda, tangan ini lebih halus dan hangat rasanya.
“Permisi Mas” katanya membuyarkan lamunanku yg gres mulai berkembang, sambil menyingkap sarungku lebih tinggi, hingga ke pangkal pahaku. Urutannya sudah hingga pada paha, sesekali agak tinggi menyentuh pangkal bokongku, agak ke tengah, seerrrrr, rasanya ada Greng, akupun terus saja memejamkan mata sambil menikmati pijatan dan membayangkan jika terjadi hal-hal yg diinginkan.
“Aduh,” saya setengah menahan sakit ( pada hal akal-akalan ), soalnya biasanya Mbok Inem kalo saya kesakitan malah dicari yg sakit dan dipijat lebih lama sehingga enakan, eh, betul juga ia melaksanakan hal yg sama, tapi alasannya test tadi saya ucapkan pada ketika ia mengurut belakang lututku, maka ia sekarang mengurut lebih lama di sana. Wah mampu kalo gitu pikirku, lalu saya merancang yg lebih dari pilot project ini.
“Jangan diurut gitu, sakit diurut saja pake cream” kataku sambil tak lupa berpura-pura sakit. Dia ambil cream dan mulai mengurut serius di situ. Lama cukup ia mengurut di situ terus sekarang sudah mulai menjalar lagi, paha, betis, sampe telapak kaki, pas kembali ke paha dan kali ini agak terlalu dalem, saya eksklusif teriak tertahan, seakan kena episode sakit lagi.
“Mananya Mas ?” tanyanya.
“Agak daleman Sedikit” kataku sambil memegang tangannya dan membimbing pada posisi yg saya mau, letaknya persis di pangkal paha tengah pas jadi kalo diurut-urut yg kena buah zakarku, sengaja saya mengarahkan ke depanan, agar makin pas, lama ia di situ. Cerita Hot ABG
“Kasih cream donk” pintaku, pada ketika ia ambil cream,
Satu tanganku dgn cepat menyingkap CELANA DALAMku supaya kemaluanku keluar dari CELANA DALAM dan bebas, benar juga pada ketika tangannya mengoleskan cream sudah eksklusif ke buah zakarku, supaya buah zakarku mungkin leluasa dan makin mudah diurut,
“Ati-ati jangan kena celananya, nanti kena cream semua” kataku akal-akalan galau kalo CELANA DALAMku kena cream padahal mauku supaya ia membuka lebih lebar CELANA DALAMku, dgn tangannya, beberapa ketika kemudian ia bilang
“Maaf Mas, CELANA DALAMnya dibuka aja, soalnya nanti kena cream, saya sudah coba menghindari tapi susah, Masnya pake sarung aja. ” kata ia mengagetkanku, kaget alasannya gak nyangka ia bilang gitu.
Akupun berdiri dan melepas CELANA DALAMku, kembali pada posisi semula saya tengkurap, lalu Meiti menyingkap kembali sarungku, hingga ke bokong, saya menahan pada posisi agak nunging supaya makin luas bidang yg mampu dicapai tangan Meiti.
Benar juga lama ia mengurut, meremas bjiku, sampe saya sendiri sudah gak karuan rasanya konak banget.
“Agak bawahan Sedikit,” pintaku, ia rogoh makin dalem sampe pangkal gagangku kena pegang, diurutnya dgn agak susah alasannya dari pangkal gagang sampe setengah diurut semua,
“Mas kalo mampu balik badan, soalnya susah kalo gini” pintanya, dgn senang hati saya turuti.
Aku berbalik tubuh dan kemaluanku masih tertutup kain sarung, dgn merogoh ia pegang lagi posisi yg sama.
Diurut-urut, sepertinya saya merasa gayanya menyerupai setengah ngocok, tapi Meiti kayaknya lagi ngurut, dgn matanya melihat sekeliling kamar, ngelamun kali, saya goyangkan pinggul sedikit supaya tangannya terpeleset ke atas, ternyata berhasil, ia lebih banyak ngurut kemaluanku, tiga empat menit berlalu ia sepertinya gak sadar, tapi lama-lama saya merasa ia bukan ngurut atau ngurut, melainkan benar-benar ngocok kemaluanku, walau tidak digenggam, tapi cukup mantap,
Aku sengaja bergerak sambil sedikit menarik ke atas posisi sarungku, sehingga dapat terlihat sekarang tangannya yg sedang ngocok kemaluanku, merasa tangannya tidak lagi tertutup sarung, ia lihat posisi tangannya dan ketika itu seakan gres sadar ia melihat apa yg selama beberapa menit ini diurutnya, tapi ia tidak berhenti, matanya mulai ngelirik ke aku.
Dan tanpa expresi, ia teruskan mengocok, kali ini tangannya lebih mengenggam, jadi saya pastikan ia memang sengaja, jadi dgn sedikit ragu, saya letakkan pada pundaknya, ketika mengurut tadi, posisi ia berlutut di samping ranjang jadi kalo saya taruh tangan ke samping eksklusif jatuh di pundaknya dan eksklusif saya geser turun ke dadanya dan ia membisu saja.
Aku remas dadanya, jadi agresi remas dan kocok berjalan terus beberapa menit, hingga tiba-tiba kepalanya ditundukkan rupanya tanpa basa busuk lagi ia cium Kemaluanku, terus dilanjutkan dgn mengulumnya. Dia sadar bahwa ia dan saya telah sama-sama Dikuasai nafsu, maka tanpa perlu meminta ijin lebih jauh, saya coba untuk membuka baju atasnya, malah ia mambantunya, sehingga terbuka dadanya,
BH nya pun telah ia lepas dan dadanya yg besar disorongkan kearah mulutku, eksklusif aja saya hisap pentilnya,. wow, hangat,. kepalanya lalu direbahkan pada pundakku, sehingga kami menyerupai setengah bergumul alasannya kakinya masih di bawah, kamipun berciuman hangat, lalu saya bangun dan mengangkat tubuhnya menaiki ranjang.
“Kamu ngurutnya lebih enak dari ibu kau ya” kataku ngaco, setelah tau ia menyerupai itu.
“Gak tau Mas, terlanjur kebawa.” ia tak melanjutkan kata-katanya. Cerita Bokep
Aku asyik menciumi sekitar belakang telinga, samping leher, kadang mendenguskan nafas hangat ke telinganya. Dia sudah tampak merancu dgn desah dan erangannya yg makin membuatku di awang, Aku bangun dan memiringkan tubuhnya, kaki kirinya saya letakkan pada bahu kananku, dgn posisi yg agak miring itu saya gesek Kemaluanku pada gerbang Kemaluannya .
Beberapa ketika saya gesek ia mulai mengerang pelan, kemudian saya tata kepala kemaluanku pada gerbang Kemaluan, yg terang sekali sudah sangat lembab dan sedikit basah, saya coba tekan, wah, kok sempit, tapi beberapa kali coba, Akirnya berhasil juga mencapai setengah tubuh kemaluan amblas dalam lorong kegelapan, tampaknya di dalam agak kering, maklum tumitnya kurus kecil, tandanya kalo barangnya cenderung kering, Erangannya walau perlahan masih terus tanpa henti sedari tadi, menambah hangat suasana, terus aja saya goyang sampe cukup lama sebelum saya alhasil minta pindah posisi.
Sekarang kedua kakinya saya panggul di kedua sisi pundakku, ayunan makin ganas alasannya posisi yg lebih leluasa, dan lorong kegelapan makin licin, rupanya ia telah beberapa kali mengeluarkan pelumas, walau bukan orgasme,
“Kamu sekarang nungging” perintahku.
Saat Meiti nungging, saya tekan pundaknya ke kasur dan sisa bokongnya aja yg nungging, dgn sedikit rubah gerak, saya masukkan lagi kemaluan jaguarku, kali ini lebih sensasional, saya pegangan pada pinggulnya yg cukup gede, dan ayunan makin bebas terkendali, beberapa kali hampir terlepas,
Tapi alasannya besarnya si Kemaluanku maka agak sulit juga terlepas secara keseluruhannya, lelah dgn gaya nungging, saya rebahan dan saya suruh ia menaikiku, ia naik dgn membelakangi aku, pada ketika amblasnya gagangku kali ini diiringi dgn nafas tertahannya, kali ini mentok abis.
Meiti membisu sesaat sambil merenungi nikmat yg terasa. Aku mulai ambil inisiatif untuk menggoyang, lalu Meitipun ikut bergoyang,. kali ini putarannya melingkar, enak sekali, yg saya rasakan, lobang yg sempit, hangat, dan cenderung kering,
Tiap kali ia berputar pinggul saya merasa ada sesuatu nabrak kepala kemaluanku, pasti mentok dan ia pasti gak akan lama untuk mencapai titik orgasme demikian pikirku. Benar saja dugaanku, Meiti tampak kejang keras sambil mengucapkan kata-kata yg tidak terang apa maksudnya, cukup lama juga menyerupai itu.
“Aaaa.duuuuuuu..uuuuhhh Mas.. lemes kakiku rasanya..aku gak berpengaruh lagi gerak..” demikian katanya.
Aku coba untuk bangun dan menunggingkannya, lalu saya hajar lobangnya dgn lebih keras, hingga panas rasanya kemaluanku, dan alhasil saya sudah hampir nga’ mampu lagi menahan,. lalu saya cabut dan bilang pada Meiti
“Meiti, kau menghadap ke sini, buka verbal kamu” dan rupanya Meiti mengerti yg saya mau, dgn lemas ia berbalik tubuh dan membuka mulutnya.
Karena ketakutan akan tidak keburu, maka saya segera saja memasukkan kemaluanku dalam mulutnya yg mungil itu dan saya goyang maju mundur, beberapa kali dan keluarlah, creeetttt… creeeee.tttt… creettt…Aku jatuh kecapaian, di sampingnya,
“Meiti, gimana barusan?” tanyaku memecah keheningan.
“Enak sekali Mas, sampe lemes kaki saya, udah gak tau berapa kali keluar” jawab Meiti sambil males-malesan dalam pelukanku.
Dan kamipun tiduran sejenak dalam penat nikmat yg tersisa. Sampai pada ketika saya terjaga mencicipi paha kananku ada sesuatu yg merayap, saya coba walau males, ‘tuk membuka mataku dan, benar-benar terbelalak jadinya, ketika tau apa yg menyentuh pahaku.
Dia Deanny, adik ipar kakakku, Johnny, saya sangka ia ada di rumah temennya, dan yg lebih mengagetkan adalah, ia lihat saya mendekap cewek dan dalam keadaan bugil berdua.
“Andi, loe gila ya, beraninya gak ada orang masukin cewek, gue bilangin Bang John” katanya dgn mata melotot.
“Hei, Dean, denger dulu” kataku sambil mencoba bangun dari tidurku, ketika itu pula Meiti bangun alasannya dengar bunyi orang lain di kamar itu, ia berusaha meraih kain seadanya untuk memutupi tubuh bugilnya sambil bertanya
“Dia siapa Mas ? ”
“Dia ini Deanny, adik ipar kakakku” jawabku pendek.
“Jangan gitu donk, masa loe gak kompak ama gue” jawabku memohon pengertiannya.
“Iya boleh aja gue gak bilang Abang asal gue boleh lihat loe berdua main sekali lagi, gimana?” tanyanya.
Ach ni anak pikirku pasti gampang dech kalo udah gini, paling banter ntar ia pasti gak berpengaruh nahan nafsunya sendiri, demikian pikirku.
“Mas malu saya nggak bisa” saya rada bangun untuk mencium Meiti.
“Udah kau merem aja dan anggap hanya kita berdua dalam kamar ini” kataku menenangkan.
Dan akupun mulai merangsang Meiti dgn ciuman lembut, sambil tanganku berusaha meraba bagian-bagian sensitifnya, beberapa ketika berlalu Meiti mulai terbawa, dan mendesah halus, saya rasakan tangan Deanny mencoba meraih gagangku dan meremas-remasnya, sesekali mengocoknya hingga siap tempur.
Setelah segalanya siap, akupun mulai ambil ancang-ancang untuk memasuki lobang kenikmatan Meiti untuk sesi kedua, pada ketika gagangku amblas, Meiti dan Deanny pun seakan menahan nafas, rupanya Deanny telah terlarut dalam pemandangan depan matanya.
Permainanku dgn Meiti berlangsung beberapa gaya, dan tanpa terasa waktu telah menawarkan pukul 9.47, ketika itu Deanny telah telanjang di samping tubuh Meiti yg sedang saya tindih, lalu tangan kiriku pun mulai bergerilya ke dada Deanny, wah enak sekali, saya pilin pentilnya dan diapun mengerang.
Sambil terus menggenjot Meiti, saya cium juga bibir Deanny dan pendek kata, pinggangku ke bawah menghabisi Meiti sedang pinggangku ke atas menyerang Deanny,. keduanyapun mengerang seru malam itu, makin keras erangan mereka berdua bersahutan makin nafsu saya dibuatnya, terakhir sudah tidak berpengaruh lagi menahan gejolak, saya genjot makin keras si Meiti dan diapun mengerang panjang sambil kejang mendekapku.
Saat itu kami orgasme bersamaan, sedang Deanny masih belum mencapai walau hampir, erangan kami berdua mengkremasi nafsunya, segera saja Deanny memerintahku untuk menghisap memeknya hingga keluar, demikian perintahnya.
Akupun eksklusif memutar badanku untuk mencapai lobang Deanny yg sudah sangat lembap tadi,. tapi kemaluanku tetap tertanam dalam Meiti. Kumainkan lidahku pada gua vertikalnya dan sesekali pada tombol di atas lobang tersebut sampe Deanny mengejang kejang dan,. lemas puas.
Lima belas menit kami masih rebahan tumpang tindih sampe saya bangun dan mencuci peralatanku, lalu kukenakan pakaianku dan kusulut sebatang rokok sambil ngeloyor kejalanan, mencari pak Hartoyo.
“Pak, anaknya Mbok Inem gak usah ditunggu pulangnya, dan tolong bilangin orang rumahnya kalo ia ngak pulang alasannya disuruh nemenin Deanny” alasanku sengaja saya tidak sebut nama Meiti supaya terkesan masih aneh buatku.
Setelah itu saya balik lagi ke rumah dan basuh kaki lalu join bobok bertiga, ntar malem coba saya gerayangi Deanny ach, kali-kali aja dapet nyobain rasanya, pasti asyik dan berarti pula dalam rumah ini ada beberapa stok lobang yg mampu dipake bergantian, khan asyik kalo butuh gak nunggu lama-lama.

0 Komentar