Showing posts with label Kandungku. Show all posts
Showing posts with label Kandungku. Show all posts

Kumpulan Cerita Dewasa Hubungan Antara Bos Dan Pembantu

Kumulan Cerita Dewasa - Kejadian ini berlangsung sekitar 4 tahun kemudian dikala saya berumur 22 th. Saat itu saya masih kuliah di salah satu perguruan tinggi tinggi tinggi di Surabaya. Saya berkenalan via internet dengan seorang janda keturunan china berumur 40th berjulukan berjulukan Jeany, ia mempunyai 2 orang anak berumur 5 dan 9 th.

Mulanya saya hanya tertarik alasannya orangnya ramah dan asyik diajak ngobrol dan cukup sanggup mengikuti gaya anak muda alias lumayan ‘gaul’ lah. Hampir setiap malam ia telepon ke rumah saya. Sampai kadang anak-anaknya ikutan bercanda lewat telepon.

Suatu dikala Jeany akan ada peran dari kantornya ke Surabaya ia menelepon minta dijemput di Airport katanya, wah asyik nih saya sanggup ketemu sekalian sanggup ngobrol dan bercanda.

Pada dikala hari H ia telpon saya lagi ia bilang ia pake baju warna pink dan celana panjang hitam. Hmm sesampainya di airport saya bingung sekali waktu saya lihat-lihat di kedatangan airport yang pakai baju pink dan celana hitam cuman ada satu orang itupun kira-kira masih sekitar umur 30 th menurutku.

Aku beranikan diri untuk menyapa,
“Hmm selamat siang bu, ma’af ibu yang berjulukan Jeany?” dengan senyum yang manis ia langsung merespons,
“Apakabar Iwan”.

Saya langsung melongo alasannya melihat tampangnya yang masih manis dengan tubuh langsing tapi gemuk pada kepingan yang penting tentunya. Tiba-tiba jeany langsung mencium pipiku..
“Mmmuuaachh jangan pake ibu segala ya.. Panggil Jeany aja!”.

Wah-wah saya langsung rada horny.. He.. he..he.. Seharian saya antar ia keliling ke kantor klien-kliennya, setelah jam kerja usai, kita makan malam dan saya antar lagi ia ke airport.

Di perjalanan tiba-tiba ia minta berhenti di pinggir jalan. Saya tanya,
“Kenapa kok berhenti?” tanpa banyak bicara ia langsung mencium bibir saya dan membuka retsleting celana saya, penis saya langsung menegang tanpa basa-basi.

Sambil mengelus-elus batangku ia bergumam,

“Hmm mantap juga batang kau ini”
Ukuran penisku tidak terlalu besar sih sekitar 18 cm panjangnya, tapi berdasarkan Jeany, “helm proyek”-nya ini sanggup bikin nyesek.. He.. he.. he.. he..

Setelah puas melumat bibirku ia langsung menyedot batang kemaluanku yang dari tadi sudah menunggu hisapan lisan sexinya, tak ketinggalan lidahnya menjilat-jilat batang penisku, saya tak mau tinggal diam tanganku berusaha meremas dadanya yang cukup kenyal, tapi ia menepis, “Sudah deh kali ini agar Jeany yang kerja,”

ya.. saya pasrah saja sambil menikmati sedotan bibirnya, tak lama kemudian saya serasa melayang-layang dan kepala penisku serasa makin besar karenanya “Oughh.. ahh..” Crott!! Spermaku keluar di lisan Jeany, Dia makin absurd menyedot semua batangku masuk ke mulutnya seakan nggak mau ada spermaku yang lolos dari mulutnya. Kepala penisku masih berdenyut dikala jeany menyedotnya.

“Ahhmm yummy banget batang kamu, thank’s ya,” kata Jeany,
sambil tersenyum dan menciumku, ia sangat suka dengan penisku, sementara saya hanya sanggup diam dan masih terheran-heran melihat kebinalannya, “Ayo jalan, ntar ketinggalan pesawat nih.”
Tiba-tiba Jeany protes melihat saya hanya terdiam dan membiarkan celanaku terbuka. Pada dikala saya tiba di parkiran airport Jeany berkata, “Kamu masih utang lho sama aku”
“hmm…” saya hanya sanggup senyum sambil kali in saya yang mencium bibir sexy-nya.

Jeany memelukku erat, kami menyerupai pasangan kekasih aja.
Sebulan telah berlalu, kami tetap berhubungan via telepon, kekerabatan kami semakin akrab, kemudian saya tetapkan untuk pergi ke Jakarta untuk bertemu Jeany. Kebetulan anak-anaknya sedang liburan sekolah, sekalian saya bertugas mengajak anaknya jalan-jalan.

Saat tiba di Jakarta saya menginap di sebuah hotel yang cukup terkenal di daerah Senayan. Lalu kami bertemu dan jalan-jalan bersama kedua anaknya,
“Hmm sudah menyerupai keluarga aja nih” pikirku dan Jeany terlihat makin cantik, lebih manis dari sebelumnya.
Sepulang dari jalan-jalan, tiba-tiba anak Jeany yang berumur 7th meminta saya untuk menginap di rumahnya, agar kita sanggup main playstation berdua. Asyik juga nih pikirku, alasannya memang saya juga keranjingan main game. Saya dan Dodi (anak sulung Jeany) sudah 2 jam main playstation. Saat itu sudah jam 23.00, Dodi sudah mau tidur sementara Jeany masih sibuk membereskan kamar yang akan saya tempati.

Kelar main PS dengan Dodi, saya langsung mandi alasannya sejak tadi saya belum mandi. Selesai mandi saya lihat Jeany sudah selesai beres dan duduk di sofa ruang keluarga sambil nonton TV. Cantik sekali Jeany dikala itu, dengen baju tidur warna ungu, wah.. yang bikin saya deg-degan dadanya yang berukuran 34b menyembul dibalik gaunnya, dan setelah saya curi-curi pandang ternyata ia tidak memakai bra.



“Kamu masih hutang ama saya lho Wan”, jeany berkata begitu dengen senyum manisnya.
Ya saya langsung jawab aja,
“Iya deh pasti saya lunasin kok” wah kebeneran nih ngerasain vagina janda..
Hehehehe biarpun sudah umur 40-an tapi badannya sangat sexy alasannya memang hobbynya berenang.
“Kita sambil nonton bokep yuk Wan,” kata Jeany.

Sewaktu Jeany memasang VCD rada sedikit nungging, Hmm.. pahanya terlihat mulus den bagian pantatnya terlihat sangat bersih, saya tak tahan langsung aja saya samperin dan menjilat bagian pantatnya dari belakang hingga turun ke selangkangan.
“Ahh sayangg.. Sabar donk.. Aku sudah lama nggak diginiin” Jeany mendesah sambil kakinya gemetaran.
Aku gendong saja ke sofa terus saya ciumin bibrnya, Jeany merespons ciumanku dengan ganasnya,
“Jago juga nih ciumannya”, pikirku.

Sementara kedua tanganku mulai menyelusup ke dadanya yang sejak tadi membusung alasannya menahan nafas,
“Oughh ahh.. Terusin sayang,” desahnya.

Tangan jeany mulai berusaha meraih batang penisku yang sudah menegang dengan helm yang memerah,
“Eitt ini giliranku bayar hutang,” tanganku menepis tangan jeany dengan lembut, ia hanya tersenyum.
Sementara mulutku mulai menjilat-jilat puting jeany yang berwarna pink. Jemarinya mendekap erat kepalaku, sambil mendesah dan kakinya memeluk erat pinggulku,
“Suck my pussy baby” Jeany mendorong kepalaku ke arah vaginanya yang dari tadi cairannya membasahi dadaku.
Hmm asyik benar nih pikirku dalam hati. Saat saya mulai menyapukan lidahku dari kepingan bawah ke atas vaginanya saya merasakan cairan yang sangat nikmat yang saya impikan sejak pertama kali bertemu Jeany. Aku hisap clitorisnya ia makin mengejang dan saya merasakan vaginanya sperti menghisap bibirku.

“Ciuman ama bibir atau vagina sama enaknya nih,” pikirku.
“Oughh sayangghh enak,” gumamnya.
Lidahku mulai bergerak konstan di clitorisnya semakin cepat, pantatnya bergerak naik turun mengikuti irama lidahku, tiba tiba ia berteriak histeris.

“fish.. Ahh ahh oughh ah ahh ahh.. Iwann eghh.,” tubuh Jeany mengejang, tangannya menekan kepalaku ke vaginanya hingga hidung dan hampir semua wajahku lembap alasannya cairan vaginanya.
Nafasnya tersengal-sengal dadanya makin membusung (ini pengalaman pertamaku menjilat vagina, sekarang saya suka sekali menjilat vagina hingga lawan sex-ku mencapai titik puncak alasannya jilatanku). Aku jilati terus dan saya telan semua cairan vaginanya, rasanya yummy banget!!

Sementara nafas Jeany masih tersengal-sengal saya angkat kedua pahanya sehingga lobang pantatnya pas berada di bibirku. Aku jilati lagi sisa-sisa cairan yang meleleh di lobang pantat jeany sambil saya teruskan jilatanku ke atas dan turun lagi berulang-ulang. Tangan Jeany makin menekan kepalaku, saya makin menikmati permainan ini dan saya lihat kepala jeany menegadah menerangkan ia sangat menikmati jilatanku, hingga karenanya saya berbalik lagi menjilat kepingan lobang vaginanya yang masih berdenyut.

“Sayangghh terusinn saya hampir hingga lagi nihh,”gumamnya sambil menggerak-gerakan pantatnya.
Aku makin enjoy dengan rasa vaginanya yang menyerupai sayur lodeh.. Hehehehe. Aku hisap clitorisnya hingga karenanya ia mulai mengejang-ngejang..

“Oughh enakk sayangku..” Kuku jemarinya terasa perih di belakang leherku.
Jeany mencapai titik puncak untuk kedua kalinya, tanpa menunggu-nunggu lagi saya tancapkan saja batang penisku yang dari tadi sudah menunggu untuk bersarang, Ternyata tak semudah itu, lobang vaginanya memang cukup sempit pertama kali hanya kepala penisku aja yang sanggup masuk, kemudian setelah saya keluarkan dan saya masukkan lagi beberapa kali akhirnya. BLESS..
“Eghh.. Enak banget Wan,” gumamnya Jeany langsung menciumi bibirku dengan penuh nafsu.
Aku mulai memompa vaginanya secara beraturan sambil menjilati puting susunya yang merah dan menegang, yummy benar vagina Jeany, pikirku.

Selama 15 menit saya memompa, perlahan tapi pasti vagina Jeany makin terasa makin menyempit, saya makin merasa enak.

“Ahh.. Ahh oughh” mendesah sambil tangannya mencengkeram pinggiran sofa.
Tiba-tiba cengkeramannya pindah ke punggungku sambil setengah berteriak Jeany mencapai titik puncak yang ketiga kalinya,
“Aghh ahh I LOVE THE WAY YOU fish ME!!” Aku makin mempercepat gerakanku..
Jeany makin menggila.

“fish.. fish.. fish ME.. Oughh ahh ahh,” Jeany benar meracau tak karuan, untung jarak kamar tidur dengan ruang tengah cukup jauh sehingga teriakannya tidak mengganggu tidur kedua anaknya.
Setalah Jeany menikmati sisa-sisa klimaksnya saya ciumin bibrnyai ia dan ia tersenyum,
“Thank’s ya, hutangmu lunas, tapi kau belum keluar sayangku,” ia berkata sambil membalikkan badannya dan kedua tangannya memegang sandaran sofa.

“fish me from behind,” ia mengarahkan penisku yang masih menegang ke arah lobang vaginanya yang sudah lembap kuyup.
Langsung aja saya pompa vaginanya alasannya saya sudah tak tahan ingin cepat-cepat keluar, gres sepuluh kali keluar masuk, Jeany mendesah berat dan vaginanya berdenyut menerangkan ia mencapai klimaksanya, badannya menyerupai kehilangan tenaga, saya tahan pantatnya sambil terus saya pompa vaginanya.

Denyutan vaginanya membuat saya merasa makin nikmat. Dengan mata sayu Jeany berkata,
“Keluarin di mulutku sayangku, saya haus spermamu”.
Aku tidak memperdulikan saya tetap focus mengejar kenikmatanku sendiri hingga karenanya saya akan mencapai puncak kenikmatan saya cabut penisku, dengan sigapnya jeany meraih batang penisku dan mengocok-ngocok di dalam mulutnya.
“Oughh.. Isepin penisku sayanghh ahh..” Crott!! Crott.. Crott..
Cairan spermaku meleleh di dalam mulutnya hingga keluar dari tepi bibir Jeany.

Tiba-tiba ada suara lenguhan yang cukup mengagetkanku
“ahh ahh ahh oughh..,” kami berdua terkaget-kaget dikala saya lihat pembantu Jeany yang berjulukan Dini sudah telentang sambil mengejang di lantai, jemarinya terlihat berada di dalam vaginanya, sementara bajunya sudah tidak karuan. Aku gres sadar jikalau permainan kami diperhatikan oleh pembantu yang kira-kira masih berumur 15 tahun. Namun badannya lumayan bongsor dan mulus, buah dadanya terlihat membusung indah sekali. Namanya Dini.

Ternyata Dini sudah memperhatikan permainan kita sejak tadi. Tanpa malu-malu lagi Jeany memanggilnya,
“Sini kamu!” sambil mukanya memerah Dini berjalan mendekat.
“Kamu ngapain?” tanya Jeany.

“Ya lihat Ibu sama Mas Iwan begituan,” jawabnya dengan lugu sambil melirik ke arah penisku yang masih tegak.
Jeany berbisik,
“Aku sudah cape nih, saya rela kok kau main sama Dini, tuh penis kau masih tegak,” sambil menciumku Jeany membisikkan hal yang benar-benar saya inginkan dan cukup mengejutkan bagiku.

Sambil menunjuk ke arah VCD bokep yang sedang beradegan anal, Jeany berkata kepada Dini,
“Kamu mau ngent*t menyerupai di TV itu ya Dini”
Dengan muka makin memerah Dini menjawab dengan perlahan dan gemetaran,

“Eng.. Engga bu, ma’afkan Dini”.
Dengan nada sedikit membentak Jeany memerintah,
“Pokoknya kau harus layani Mas Iwan hingga ia puas!! Siapa suruh ngelihat kita ngent*t sambil mainan vagina pula, isepin tuh penis Mas Iwan!”.

Sambil perlahan-lahan mendekat, tangan Dini yang masih terlihat lembap alasannya cairan vaginanya, meraih batang penisku, perlahan Dini mulai mengocok-ngocok sambil mengulum penisku.. Hmm yummy sekali bibr mungil Dini. Aku elus pipinya ia memandang ke arahku, saya tanya si Dini,
“Kamu sudah pernah ngent*t ya?”

Dengan senyum malu-malu Dini menjawab,
“Sudah Mas, dulu waktu Dini masih di kampung sama teman-teman”
“Hahh ama teman-teman?, rame-rame Donk?” saya bertanya kembali.
Dini hanya mengangguk kemudian melanjutkan kulumannya.

Aku lihat Jeany sudah terlelap kecapean. Tanpa sadar saya meremas-remas payudara Dini sambil memelintir putingnya. Dini mendesah menikmati sambil terus berusaha mengulum penisku. Dengan lugu Dini berkata,
“Mass ahh tolong donk dimulai, masukin Mass”.
Aku langsung mengangangkan kedua paha Dini dan Bless ternyata memang benar ia sudah tidak perawan lagi. Dini mendesah perlahan..
“Ouhh penis Mas besar sekali, gres kali ini saya ngent*t sama orang dewasa.”

Dini terus menggoyang-goyangkan pantatnya sambil meremas payudaranya sendiri. Wah..cukup pengalaman juga nih anak pikirku. Matanya terpejam sambil bibirnya mendesis menyerupai orang kebanyakan cabe..
“Ssshh ahh enakk Mass eghh.”

Tiba-tiba ia berusaha bangkit sambil mendorong badanku,
“Aku mau diatas mass ahh saya mau keluar”
Aku oke-in aja deh saya telentang, Dini berjongkok sambil menggoyangkan pantatnya, ia menciumi leherku saya remas remas kedua payudaranya yang ranum denga puting kecoklatan. Genjotannya semakin keras saya mengimbangi goyangan pantatnya, saya naik turunkan pinggulku juga. Dini mendesah tak karuan sambil rebah di dadaku.

“Ahh mass ahh ahh oughh saya keluar Mass ahh saya mau lagi Mass.. Ahh..,” bibirnya melumat bibirku penuh nafsu, ia bangkit dan menghadap tembok.

“Ayo Mass, kita main lagi, saya ingin dient*t sambil berdiri,” dengan sedikit mengangkat pantatnya saya lesakkan batang penisku ke dalam vaginanya.

Dini menoleh ke arahku dan ia cuman tersenyum sambil berkata,
“Boleh nggak yang menyerupai di TV Mas?”
Wah.. binal juga nih anak pikirku, dalam hati saya juga ingin ngent*t pantat nih, kebetulan.

Pantat Dini memang bagus banget kenyal dan bulat, saya makin nafsu melihatnya. Dini membimbing penisku masik ke lobang anusnya, oughh sempit banget rasanya tapi enak. Langsung aja saya dorong penisku keras keras,
“Arrghh oughh Mass enakk teruss mass”
Dini benar-benar sexy, bacin badannya yang wangi rada asem dikit membuatku semakin terangsang, saya jilatin punggung dan leher kepingan belakangnya sambil meremas payudaranya dari belakang. Gerakan bokongnya benar-benar menyerupai Inul penyanyi dangdut.. Hehehe. Sambil terus mendesah, Dini meraih tanganku dan dibimbingnye masuk ke lubang vaginanya yang banjir sejak tadi.

“Kocokin jarimu Mass di dalam vaginaku.. Ahh ahh oughh enakk!!”
Tiba-tiba pantatnya mengejang dan berdenyut (baru kali ini saya tahu kalau pantat dient*t juga sanggup klimaks)
“Ahh Mass keluarin di pantatku, Mass aoughh saya keluar Mass.. Oughh ahh ahh” Dini meremas-remas payudaranya sendiri.

Aku pompa pantatnya kencang-kencang alasannya denyutan anusnya saya nggak tahan sementara tanganku terus bergerak keluar masuk vaginanya. Dini menengadah ke atas sambil terus meremas-remas payudaranya dan..
“Ahh mass saya keluar lagi.. Ahh ahh..”

Mendengar desahannya saya makin bergairah dan kepala penisku semakin membesar mau bongkar muatan,
“Oughh Dini pantatmu enakk banget.. Ahh” Semprotan spermaku membasahi kepingan dalam anus Dini yang masih berdenyut.

Lutut Dini bergetar dan ia terkulai lemas di lantai, penisku juga mulai melemas, kami berpelukan kecapean. Benar-benar malam yang liar malam ini, waktu sudah memperlihatkan pukul 04.00 pagi.. Wah tidak terasa sudah hampir 5 jam saya bermain sex dengan dua wanita liar ini. Selama saya tinggal di rumah Jeany, tiap malam saya ngent*t dengannya dan paginya Dini selalu menyediakanku sarapan pagi dan ia tidak pernah memakai celana dalam, saya sarapan sambil ngent*t sama Dini. Hehehehe. Enakk tenan.

3

Kumpulan Kisah Sex Aku Dan Kakak Ngentot Dengan Ibu Kandungku Sendiri

Kumpulan Cerita Sex 2018 - Sudah 2 minggu Papaku berada di luar kota alasannya yakni urusan kantornya. Aku dirumah tinggal bersama Mama (41 tahun), Adik perempuanku (12 tahun), dan Kakak laki-lakiku (20 tahun), sedangkan saya sendiri berumur 18 tahun.
Mamaku seorang perempuan yang sangat menarik, wajahnya cukup cantik, kulitnya mulus, tapi saya nggak pernah kepikiran untuk menyetubuhinya, sampai pada suatu siang, saya nggak kekampus, adikku masih disekolah, sedangkan kakakku ada dikamarnya.
“Ataa…kemari sebentar, sayang!” Terdengar bunyi mama memanggilku dari arah kamar mandi. Aku langsung bergegas kesana,
“Ada apa, mama?” Tanyaku.
“Sayang, tolong diputar kran air ini, keras sekali” Mama hanya mengenakkan handuk yang tidak terlalu lebar di tubuhnya. Paha mulusnya terlihat jelas, serta belahan dadanya yang indah nampak juga. Darahku sempat berdesir menyaksikan pemandangan itu.Aku langsung menuju keran air dan memutarnya, ternyata keran itu benar-benar keras. Aku mengerahkan semua tenagaku, dan akhirnya air memancar dengan deras sehingga mengenai sebagian pakaianku.
“Aku jadi berair nih mama” Kataku.
“Buka aja pakaian kamu, semoga nanti mama yang nyuciin” Aku langsung membuka pakaianku kecuali celana dalam yang saya kenakan.
“Itu juga kan basah, dibuka aja sekalian” Kata mama. Aku jadi malu telanjang didepan mama. Akhirnya saya melepaskan celana dalamku. Batang penisku setengah berdiri menggelantung di selangkanganku. Mama tersenyum,
“Wah, besar juga anu kamu” Wajahku memerah, mama kemudian melepas handuknya dan memberikannya padaku
“Nih keringin tubuh kau dengan ini”. Aku sangat terkejut, mama tidak memakai BH beliau hanya mengenakkan CD saja. Buah dadanya yang bundar indah terpamapang terperinci didapan mataku.
“Kok kau jadi terdiam begitu, belun pernah liat yang ginian yah?” Mukaku tambah merah. Mama kemudian membalikkan tubuhnya dan segera mandi dengan air yang memancar dari shower.
Aku belum beranjak sedikitpun.
“Nak, tolong punggung mama disabunin”. Aku mengambil sabun cair, dan mulai menggosokkan punggung mama. Aku rasakan kulit mama yang masih kencang dan lembut. Punggung mama yang mulus saya gosok namun mampu desebut membelai dari pada menggosok punggung mama.
Kami menghadap sebuah cermin besar yang ada dikamar mandi, sampai kepingan depan tubuh mama terlihat terperinci dengan payudara yang masih kencang dan besar juga putting payudara mama yang berwarna coklat renta namun sangan indah dan kontras dengan kulit mama yang putih. Mama memejamkan matanya menikmati usapanku. Jantungku berdetak keras tanda deras nya fatwa darah di dalam tubuhku yang membangkitkan hormon kejantananku dan juga nafsu yang semakin naik.
Dengan tangan yang agak gemetar saya mulai memutar gosokan tanganku di punggung mama agak ke dapan dan membelai kepingan sisi tubuh mama. Aku semakin tak dpat mengontrol nafsu dan libidoku. Jiwa ku bergejolak antara tidak atau lakukan untuk mulai merangsang mama. Namun pertahanan iktikad ku jebol juga. Aku dekatkan tubuhku yang bugil makin mendekat tubuh mama, dan saya dekatkan kepalaku ke leher mama. Lalu kemudian kuberanikan diri untuk muncium leher mama, tanganku mulai meremas buah dadanya.
“Jangan, sayang, ini mama kamu”. Tapi mama tidak berusaha untuk melemaskan diri. Aku terus meremas-remas buah dadanya. Aku rasakan buah dada mama yang kenyal dan empuk. Dengan sabun yang masih ada di telapak tanganku, buah dada mama terasa sangat licin namun saya sangat menikmati remasanku di payudara mama. Mama memejamkan matanya dan bibirnya mulai terbuka dan saya melihat mama menggigit bibir nya sendiri, mungkin mama juga menikmati perlakuan aku, anak kandung nya sendiri.
“Oohh..sshh..jangaann, Ataaa..”. Tiba-tiba mama sadar, ia berbalik kearahku, mukanya sangat marah dan.. “Plaakk” tangan kirinya menamparku. Aku dan mama kemudian diam seribu bahasa. Lalu mama bersuara..
“Apa yang kau lakukan tadi, kau mau menyetubuhi mama?”. Aku masih diam. Mama maju mendekatiku, saya jadi takut kalau mama akan menamparku lagi. Aku semakin tak karuan alasannya yakni ketakutan. Ingin rasanya saya langsung lari keluar dan tidak akan bertemu mama lagi, namun..
“Kalo kau mau begitu, baiklah, terus terang mama juga terangsang dan ingin merasakan batang penis kau ini, tapi jangan sampai orang lain tahu.” Mama berkata sambil memegang batang penisku yang sudah tegang.
Seperti mendengar petir di siang bolong..!! nafsu ku yang sudah tidak mampu saya kontrol akhirnya mendapatkan penyaluran nya dan gejolak jiwaku lepas sudah ketika mendengar perkataan mama tadi. Aku langsung memeluknya, ketika tubuh bugil ku bersentuhan dengan tubuh bugil mama yang berair seakan ada hentakan listrik di dalam tubuhku. Kulit tubuh mama yang lembut sekarang bersentuhan kulit tubuhku. Libido ku naik sampai puncakya. Dan entah apa yang mampu saya lukiskan dengan kata-kata ketika saya mencium bibir mama.
Bibir ku bersentuhan dengan bibirnya, ku cium dengan penuh nafsu, mama pun membalasnya dengan liar. “Mmmmmhh..mmmhhh”. Lidah kami saling beradu satu sama lain. Tubuh kami saling berhimpit, buah dada mama menekan di dadaku,terasa hangat dan sensasi yang mama berikan sangat indah dan nikmat. Penisku juga menekan kepingan bawah perut mama yang masih terbilang agak rata walaupun ada sedikit menggembung. Aku rasakan kehangatan tubuh mama walaupun tubuh kami dalam keadaan basah.Tangan mama megusap penisku.
Akh.. nikmatnya ketika jari-jemari mama yang panjang lemtik dan telapak tangan mama mengusap permukaan penisku yang makin keras dari pangkal sampai ujung kepala penis, sementara tanganku berada di buah dadanya. Aku remas dengan nafsu,namun saya ingin mama juga menikmati remasan anak nya pada buah dada mamanya, saya berusana meremasnya dengan lembut namun..
Mama kemudian turun kebawah kemudian jongkok, wajahnya sekarang berada tepat didepan batang penisku yang sudah tegang. Mama menjulurkan lidahnya kekepala pelirku dan akhirnya memasukkan batang penisku kemulutnya.
“Ooohh..sshh..eenaakk mama..maa”. Mama terus mengisap batang penisku. Lidahnya menjalar diseluruh permukaan batang sampai ke kantung zakar. Hangatnya rongga verbal mama sangat terasa di seluruh permukaan batang penisku. Mama memainkan pengecap nya di uah jakarku. Lidah mama menyentuh lubang penisku, kemudian turun sewrah dengan urat penisku, makin ke pangkalnya, kemudian mama megulum buah jakarku. Cerita Dewasa
Aku bergidik menahan dan merasakan kenikmatan itu, pengecap nya kemudian naik lagi menuju kepala penis dan ketika sampai di ujung penisku, mama dengan lahap memasukan lagi penisku ke dalam mulutnya dang kemudian menghisapnya dengan keras. Aku pegang kepala mama ku sambil membelai rambutnya dan agak sedikti menekan kepala mama ke selangkangan ku.
Nafasku makin teregah-engah, kemudian saya melihat ke bawah ke arah mama yang dengan nafsu dan cepat mengocok batang penisku di dalam mulutnya. Aku melihat ekspresi wajah mama yang elok dan terasa semakin elok ketika melihat ia mengulum dan mengocok penisku. Aku makin merasakan sensai itu ketika mama memandang saya kemudian berusaha terseyum walau penisku masih ada di dalam mulutnya.
“Sayaaang, kalo kau udah pengen keluar, keluarin aja, nanti mama telan” sahut mama sambil mengulum kepala penisku. Terlihat ludah mama membasahi seluruh permukaan penisku sampai terlihat mengkilat dan ada cairan yang sedikit kental yang menempel di antara bibir dan batang penisku.
Aku yang memang sangat menikmati perlakuan mama sudah tidak mampu menahan untuk orgasme. Sambil melanjutkan kocokan nya mama meremas pantat ku Aku kemudian menyemprotkan cairan spermaku… “Crot..crot..crot…” saya semprotkan semua air mani ku di dalam verbal mama. Sambil sedikit mengerang dan sedikit berteriak saya leaskan seluruh nafsu itu di dalam verbal mama ku yang cantik. Mama langsung menelan semuanya, semua calon cucu-cucunya mama telan habis.
Aku merasakan hisapan besar lengan berkuasa di penisku.terdengat bunyi “Glek..” ketika mama menelan semua cairan kental dari penisku. Lalu mama mengeluarkan penisku dari dalam mulutnya, mama mengusap bibirnya yang berair oleh spermaku dan kemudian melanjutkan mengulum penisku membersihkan sisa spermaku. Tubuhku seakan lemas, lutut ku seakan tidak mampu menahan lagi berat tubuh ini, penisku mulai melembek dan terasa agak linu di ujung nya tapi yang absurd biasanya kalau saya onani, sesudah saya menyemprotkan sperma.
Tak ada 1 menit penisku langsung lembek dan mengecil namun ketika ini mungkin kodisinya masih keras 80%, melihat itu mama kemudian tersenyum. Aku di biarkan oleh mamaku untuk beristirahat sebentar,namun tidak sampai 2 menit penisku mulai mengeras lagi, nafsu dan libido ku naik lagi melihat mama yang bugil. Mama kemudian berbaring dilantai,
“Naaakk, vagina mama di hisap yaa..!” Aku langsung membungkuk dan menjiati seluruh permukaan memeknya.Kelentitnya saya jilat dan kugigit-gigit. Aku mencium aroma khas kewanitaan mama yang mebuat nafsu ku tak terkendali lagi. Aku merasakan cairan vagina mama yang bening dan terasa nikmat dan gurih. Aku hisap lubang tempat saya lahir dulu, saya masukan pengecap ku ke dalam vagina mama yang lembut dan hangat itu. Vagina mama makin berair oleh cairan vagina mama dan juga oleh ludahku.
“Ssssshhhh…yeeeeeaaahh…teerruuss sayaaang” Tidak lama kemudian, mama sudah tidak tahan lagi, tubuhnya mengejang, pantatnya bergerak-gerak tak karuan.
“Ataa..sshh..mamaa sudah maauu keluaarr…sshh..ooh..yeeess” Cairan putih mengalir dari lubang senggamanya, saya langsung menelan seluruh cairan itu. Emh nikmat nya..
Tiba-tiba pintu kamar mandi yang tidak terkunci itu terbuka, kakakku Rudi masuk, beliau sangat kaget melihat yang saya dan mamaku lakukan.
“Apa-apaan kalian, awas nanti saya adukan ke papa”
“Jangan, Rudi sayang, jangan dilaporin ama papa, kalo kau mau kau boleh ikut juga”. Kata mama Sementara saya hanya diam dan tak tahuapa yang harus lakukan.
“Boleh nih mam?” Rudi langsung melepaskan pakaiannya. Mama merubah posisinya. Dia sekarang nungging, kak Rudi berada didepannya, penisnya sedang dihisap mama. Kak Rudi terlihat menikmati isapan mama di batang penis nya. Aku berada dibagian pantat mama. Bongkahan pantatnya ku remas, batang penisku kumasukkan kedalam liang senggamanya. Liang itu masih terasa sempit.
“Oohh…yeess…mmhh…sshh”. mama mendesah ketika perlahan batang penisku masuk menusuk ke dalam vagina mami yang lembut dan hangat.Aku memaju-mundurkan pantatku. “Clook..clookk..clook” saya merasakan jepitan dan remasan otot vagina mami di batang penisku. Daging vagina mama yang lembu, berair dan licin semakin membuat gerakan keluar masuk penisku makin lancar. Sambil saya kocok penisku di dalam vagina mama, saya remas buah dada mama dari belakang dan juga saya cium kepingan belakang lehernya.
Aku remas pantat mama, saya belai tubuhnya yang maiknbasah oleh keringat. Aku pegang pinggang mama yang ramping sambil saya tarik seirama dengan gerakan tusukan penisku di dalam vagina nya. Mama tampak sangat menikmatinya. Kupompa penisku menghujam vagina mama. Pantatnya yang bahenol beradu dengan pangkal pahaku. Kupeluk mamaku dari belakang sambil terus bergoyang perlahan meremas payudaranya.
15 menit kemudian mama berbaring menyamping, kak Rudi menyetubuhi dari belakang. Pantat kak Rudi maju mundur, kaki kanan mama terangkat keatas, tangan mama mengocok-ngocok batang penisku. Suara erangan aku, rintihan nikmat kak rudi dan desahan mama memenuhi ruangan kamar mandi kami. Lalu, kak Rudi berbaring terlentang dilantai, mama naik diatas tubuhnya, penis kak Rudi berada diliang senggama mama, mama menaik turunkan pantatnya, sesekali mama membungkuk dan mereka saling mengulum di bibir.
“Maa, punyaku dimasukkan dimana niih” Tanyaku.
“Sini sayang masukkan di lubang pantat mama”. Kata mama sambil terengah-engah dan mendesah menikmati sodokan dari kak Rudi. Aku kemudian jongkok di belakang tubuh mama, saya pengang pinggulnya semoga pantat dan pinggul mama yang berputar dan bergoyang berhent, kak rudi tidak berhenti-hentiya meremas buah dada mama malah kadang mengulum putting payudara mama yang menbuat mama semakin keenakan. Aku kemudian memasukkan batang penisku ke lubang anus mama. Aku rasakan lubang anus mama yang sempit dan juga hangat, dan dengan batual ludah gerakan masuk-keluar penisku di anus mama menjadi lancar.
Mama sangat menikmati perlakuan kedua anak kandungnya itu. Terlihat dari ekspresi wajah mama, mama mendesah nikmat, mengerang dan menjerit pelan ketika kenikmatan yang mama rasakan makin memuncak. Nampak dicermin mama sedang disetubuhi oleh kedua anak laki-lakinya, posisi mama berada diantara saya dan kak Rudi.
“Sshh…sssshh..yeess..oohhyeee” celoteh mama yang makin tak kuasa menahan kenikmatan yang di berikan kedua anak kandung nya, dan benar tak lama tubuh mama tiba-tiba bergetar, bergidik dan diakhhiri desahan dan lengguhan panjang yang keluar dari verbal mama sampai tubuh mama abruk di atas tubuh kak Rudi. Kami yang menyadari mama telah orgasme mebiarkan beberapa ketika untuk mama menikmati orgasmenya sebelum kami lanjutkan gerakan penis kami masing-masing di dalam tubuh mama.
Beberapa menit kemudian saya dan kak Rudi sudah hampir orgasme.
“Sini sayang,” kata mama. Mama jongkok dilantai, saya dan Rudi berdiri dedepannya. Mama mengocok dan mengulum penis kami berdua secara bergantian. Dan akhirnya ‘Crot..crot..crot..’ kami berdua orgasme, cairan sperma kami memancar hampir bersamaan. Aku dan kak rudi menikmati ketika cairan kental dari penis kami muncrat dan memancar ke arah verbal mama.
“srluup…srllllp… ” Mama menelan habis cairan kami. Sebelum menelan habis cairan sperma kami berdua, mama memainkan dulu cairan sperma kami berdua di mulutnya dan memperlihatkan kepada kami ketika cairan putih kental itu memenuhi rongga verbal mama.
Memang tidak semua cairan sperma kak rudi dan saya mama telan ada sebagian yang menyebar di pipi mama. Lalu akhirnya mama kembali menelan calon-calon cucunya lagi. Mama membersihkan bibirnya dari sisa air mani kami berdua dengan mengusapkan tangan nya, kemudian kami berciuman.
Lalu kau bertiga mandi bersama-sama. Sampai sekarang kami bertiga sering bersetubuh. Kadang-kadang saya dan mama tanpa kak Rudi atau sebaliknya, tapi tanpa sepengetahuan papa.

3