Showing posts with label Ibu. Show all posts
Showing posts with label Ibu. Show all posts

Kumpulan Cerita Seks Menikmati Tubuh Istri Karyawanku Di Kantor

Kumpulan Cerita Seks  - Hari itu salah seorang eksekutif perusahaan, Pak Freddy, sedang mengadakan resepsi pernikahan anaknya di sebuah hotel bintang lima di kawasan Senayan. Tentu saja akupun diundang, dan malam itu akupun meluncur menuju kawasan resepsi diadakan. Aku pergi bersama dengan Jason, temanku waktu kuliah di Amerika dahulu. Sesampainya di hotel tampak para permintaan sebagian besar membawa pasangannya masing-masing. Iri juga melihat mereka ditemani oleh istri dan anak mereka, sedangkan aku, lantaran masih bujangan, ditemani oleh si bule ini.

"Selamat malam Pak.." sapa seseorang agak mengagetkanku. Aku menoleh, ternyata Lia sekretarisku yang menyapaku. Dia tiba bersama tunangannya. Tampak sexy dan anggun sekali ia malam itu, disamping juga anggun.
Berbeda sekali jikalau dibandingkan ketika saya sedang menikmati tubuhnya,.. Liar dan nakal. Dengan gaun malam yang berdada rendah, belahan buah dadanya yang besar tampak menggoda. "Malam Lia" balasku. Mata Jason tak henti-hentinya menatap Lia, dengan pandangan kagum.

Lia hanya tersenyum manis saja dilihat dengan penuh nafsu ibarat itu. Tampak ia menjaga tingkah lakunya, lantaran tunangannya berada di sampingnya. Kamipun kemudian berbincang-bincang sekedarnya. Lalu akupun permisi hendak menyapa para permintaan lain yang datang, terutama para klienku. "Malam Pak Robert.." seorang perempuan anggun tiba-tiba menyapaku. Dia yaitu Santi, istri dari Pak Arief, manajer keuangan di kantorku. Mereka gres menikah sekitar tiga bulan yang lalu. "Oh Santi.. Malam" kataku "Pak Arief dimana?" "Sedang ke restroom.. Sendirian aja Pak?" tanyanya. "Sama teman" jawabku sambil memandangi ia yang malam itu tampak anggun dengan gaun malamnya dengan anggun. Belahan gaunnya yang tinggi memamerkan pahanya yang putih menggiurkan. Dadanya walaupun tak sebesar Lia, tampak membusung menantang.

"Makanya, cari istri dong Pak.. Biar ada yang nemenin" katanya sambil tersenyum manis. "Belum ada yang mau nih" "Ahh.. Bapak mampu saja.. Pasti banyak banget cewek yang mau sama bapak.. Kalau belum married saya juga mau lho.." jawabnya menggoda. Memang Santi ini rasanya punya perasaan tertentu padaku. Tampak dari cara bicaranya dan cara ia memandangku. "Oh.. Kalau saya sih mau lho sama kamu biarpun kamu sudah married" kataku sambil menatap wajahnya yang cantik. "Ah.. Pak Robert.. Bisa aja.." jawabnya sambil tersipu malu.

"Bener lho mau saya buktiin?" godaku "Janganlah Pak.. Nanti kalau ketahuan suamiku mampu gawat" jawabnya perlahan sambil tersenyum. "Kalau nggak ketahuan gimana.. Nggak apa khan?" rayuku lagi. Santi tampak tersipu malu. Wah.. Aku mendapatkan angin nih.. Memang saya sejak berkenalan dengan Santi beberapa bulan yang kemudian sudah membayangkan nikmatnya menyetubuhi perempuan ini. Dengan kulit putih, khas orang Bandung, rambut sedikit ikal sebahu, bibir tipis, dan masih muda lagi.

Dia gres berumur 24 tahunan."Gimana nih setelah kawin.. Enak nggak? Pasti masih hot y. "Godaku lagi. "Biasa aja kok Pak.. Kadang enak.. Kadang nggak.. Tergantung moodnya" jawabnya lirih. Dari jawabannya saya punya dugaan bahwa Pak Arief ini tidak begitu memuaskannya di atas kawasan tidur. Mungkin lantaran usia Pak Arief yang sudah berumur dibandingkan dengan dirinya yang masih penuh gejolak hasrat seksual perempuan muda. Pasti jarang sekali ia mengalami orgasme. Uh.. Kasihan sekali pikirku.

Tak lama Pak Ariefpun tiba dari kejauhan. "Wah.. Pak Arief.. Punya istri anggun begini kok ditinggal sendiri" kataku menggoda. Santi tampak senang saya puji ibarat itu. Tampak dari tatapan matanya yang haus akan kehangatan laki-laki tulen ibarat saya ini. "Iya Pak.. Habis dari belakang nih" jawabnya. Tatapan matanya tampak curiga melihat saya sedang mengobrol dengan istrinya yang jelita itu. Mungkin ia sudah dengar kabar akan ke-playboyanku di kantor. "Ok saya tinggal dulu ya Pak Arief.. Santi" kataku lagi sambil ngeloyor pergi menuju kawasan hidangan.

Aq punmenyantapnya nikmat. Maklum perutku sudah keroncongan, terlalu banyak basa-basi dengan para tamu permintaan tadi. Kulihat si Jason masih ngobrol dengan Lia dan tunangannya. Ketika saya mencari Santi dengan pandanganku, ia juga sedang mencuri pandang padaku sambil tersenyum. Pak Arief tampak sedang mengobrol dengan tamu yang lain.

Memang payah juga bapak yang satu ini, tidak mampu membahagiakan istrinya. Santi kemudian berjalan mengambil hidangan, dan akupun pura-pura menambah hidanganku. "San.. Kita terusin ngobrolnya di luar yuk" ajakku berbisik padanya "Nanti saya dicari suami saya gimana Pak.." "Bilang aja kamu sakit perut.. Perlu ke toilet. Aku tunggu di luar"Kataku sambil menahan nafsu melihat lehernya yang putih jenjang, dan lengannya yang berbulu halus Tak lama Santipun keluar ruangan resepsi menyusulku.

Kamipun pergi ke lantai di atas, dan menuju toilet. Aku berencana untuk bermesraan dengan ia di sana. Kebetulan saya tahu suasananya pasti sepi. Sebelum hingga di toilet, ada sebuah ruangan kOsong,, sebuah meeting room, yang terbuka. Wah kebetulan nih, pikirku. Kutarik Santi ke dalam dan kututup pintunya. Tanpa basa-basi lagi, saya cium bibirnya yang indah itu.

Santipun membalas bergairah. Tangankupun bergerak merambahi buah dadanya, sedangkan tanganku yang satu mencari kaitan retsleting di belakang tubuhnya. Kulepas gaunnya sebagian sehingga tampak buah dadanya yang ranum hanya tertutup BH mungil berwarna krem. Kuciumi leher Santi yang jenjang itu, dan kusibakkan cup BHnya kebawah sehingga buah dadanya mencuat keluar.

Langsung kujilati dengan rakus buah dada itu, saya hisap dan saya permainkan putingnya yang sudah mengeras dengan lidahku. "Oh.. Pak Robertt.." desah Santi sambil menggeliat. "Enak San.." "Enak Pak.. Terus Pak.." desahnya lirih. Tangankupun meraba pahanya yang mulus, dan hingga pada celana dalamnya. Tampak Santi sudah begitu kasar sehingga celananya sudah lembab oleh cairan kewanitaannya. Santipun kemudian tak sabar dan membuka kancing kemeja batikku. Dicium dan dijilatinya putingku..

Lalu terus ke bawah ke perutku. Kemudian ia berlutut dan dibukanya retsleting celanaku, dan tangannya yang lentik berbulu halus itu merogoh ke dalam mengeluarkan kemaluanku dari celana dalamnya. Memang kami sengaja tidak mau telanjang lingkaran lantaran kondisi yang tidak memungkinkan. "Ohh.. Besar sekali Pak Robert.. Santi suka.." katanya sambil mengagumi kemaluanku dari dekat. "Memang punya suamimu seberapa?" tanyaku tersenyum menggoda. "Mungkin cuma separuhnya Pak Robert.. Oh.. Santi suka.." katanya tak melanjutkan lagi jawabannya lantaran mulutnya yang mungil itu sudah mengulum kemaluanku.

"Enak Pak?" tanyanya sambil melirik badung kepadaku. Tangannya sibuk meremas-remas buah zakarku sementara lidahnya menjilati batang kemaluanku. "Enak sayang.. Ayo isap lagi" jawabku menahan rasa nikmat yang menjalar hebat. sementara kedua tangannya meremas-remas pantatku. Sangat sexy sekali melihat pemandangan itu. Seorang perempuan anggun yang sudah bersuami, bertubuh padat, sedang berlutut didepanku dengan pipi yang menggelembung menghisap kemaluanku. Terlebih ketika kemaluanku keluar dari mulutnya, tanpa menggunakan tangannya dan hanya menggerakkan kepalanya mengikuti gerak kemaluanku, Santi mengulumnya kembali.

"Hm.. tongkol bapak enak banget.. Santi suka tongkol yang besar begini" desahnya. Tiba-tiba terdengar bunyi handphone. Santipun menghentikan isapannya. "Iya Mas.. Ada apa?" jawabnya. "Lho Mas udah pikun ya.. Khan Santi tadi usah bilang.. Santi mau ke toilet.. Sakit perut.. Gimana sih" Santi berbicara kepada suaminya yang tak sabar menunggu. Sementara tangan Santi yang satu tetap meraba dan mengocok kemaluan atasan suaminya ini. "Iya Mas.. Mungkin salah makan nih.. Sebentar lagi Mas.. Sabar ya.." Kemudian tampak suaminya berbicara agak panjang di telpon, sehingga waktu tersebut digunakan Santi untuk kembali mengulum kemaluanku sementara tangannya masih memegang handphonenya.

"Iya Mas.. Santi juga cinta sama Mas.." katanya sambil menutup telponnya. "Suamiku sudah nunggu. Tapi biarin aja deh ia nunggu agak lama, soalnya Santi pengin puas dulu". Sambil tersenyum badung Santi kembali menjilati kemaluanku. Aku sudah ingin menikmati kehangatan tubuh perempuan istri bawahanku ini. Kutarik tangannya semoga berdiri, dan akupun tiduran di atas meja meeting di ruangan itu. Tanpa perlu dikomando lagi Santi menaiki tubuhku dan menyibak gaun dan celana dalamnya sehingga vaginanya tepat berada di atas kemaluanku yang sudah menjulang menahan gairah.

Santi kemudian menurunkan tubuhnya sehingga kemaluankupun menerobos liang vaginanya yang masih sempit itu. "Oh.. My god.." jeritnya tertahan. Kupegang pinggangnya dan kemudian saya naik-turunkan sehingga kemaluanku maju mundur menjelajahi liang nikmat istri anggun Pak Arief ini. Kemudian tanganku bergerak meremas buah dadanya yang bergoyang ketika Santi bergerak naik turun di atas tubuhku. Sesekali kutarik badannya sehingga buah dadanya bergerak ke depan wajahku untuk kemudian saya hisap dengan gemas.

"Ohh Pak Robertt.. Bapak memang jantan.." desahnya "Ayo Pak.. Puaskan Santi Pak.." Santi berkata sambil menggoyang-goyangkan badannya maju mundur di atas kemaluanku.Setelah itu ia kembali menggerakkan badannya naik turun mengejar kepuasan bercinta yang tak didapatkan dari suaminya. Setelah beberapa menit saya turunkan tubuhnya dan saya suruh ia menungging sambil berpegangan pada tepian meja.

Aku sibakkan gaunnya, dan tampak pantatnya yang putih menggairahkan hanya tertutup oleh celana dalam yang sudah tersibak kesamping. Kuarahkan kemaluanku ke vaginanya, dan langsung kugenjot dia, sambil tanganku meremas-remas rambutnya yang ikal itu. "Kamu suka San?" kataku sambil menarik rambutnya ke belakang. "Suka Pak.. Robert.. Suka..""Suamimu memang nggak mampu ya" "Dia lemah Pak.. Oh.. God.. Enak Pak.. Ohh" "Ayo bilang.. Kamu lebih suka ngent*tin suamimu atau aku" tanyaku sambil mencium wajahnya yang mendongak ke belakang lantaran rambutnya saya tarik. "Santi lebih suka dient*tin Pak Robert.. Pak Robert jantan..

Suamiku lemah.. Ohh.. God.." jawabnya. "Kamu suka tongkol besar ya?" tanyaku lagi "Iya Pak.. Oh.. Terus Pak.. Punya suamiku kecil Pak.. Oh yeah.. Pak Robert besar.. Ohh yeah oh.. God. Suamiku jelek.. Pak Robert ganteng. Oh god. Enakhh.." Santi mulai meracau kenikmatan. "Oh.. Pak.. Santi hampir hingga Pak.. Ayo Pak puaskan Santi Pak.." jeritnya. "Tentu sayang.. Aku bukan suamimu yang lemah itu.." jawabku sambil terus mengenjot ia dari belakang. Tangankupun sibuk meremas-remas buah dadanya yang bergoyang menggemaskan. "Ahh.. Santi hingga Pak.." Santi melenguh ketika gelombang orgasme menerpanya. Akupun hampir sampai. Kemaluanku sudah berdenyut- denyut ingin mengeluarkan laharnya.

Kutarik tubuh Santi hingga ia kembali berlutut di depanku. Kukocok-kocok kemaluanku dan tak lama tersemburlah spermaku ke wajahnya yang cantik. Kuoles- oleskan sisa-sisa cairan dari kemaluanku ke seluruh wajahnya. Kemudian Santipun mengulum dan menjilati kemaluanku hingga bersih. "Terimakasih Pak Robert.. Santi puas sekali" katanya ketika ia membersihkan wajahnya dengan tisu. "Sama-sama Santi. Saya hanya berniat membantu kok" jawabku sambil bergegas membetulkan pakaianku kembali. "Ngomong-ngomong, kamu bakir sekali blowjob ya? Sering latihan?" tanyaku. "Santi sering lihat di VCD aja Pak.

Kalau sama suami sih jarang Santi mau begitu. Habis nggak nafsu sih lihatnya" Wah.. Kasihan juga Pak Arief, pikirku geli. Malah saya yang mampu menikmati enaknya dioral oleh istrinya yang anggun jelita itu. "Kapan kita mampu melakukan lagi Pak" kata Santi mengharap ketika kami keluar ruangan meeting itu. "Gimana kalau minggu depan saya suruh suamimu ke luar kota jadi kita mampu bebas bersama?""Hihihi.. Ide bagus tuh Pak.. Janji ya" Santi tampak bangga mendengarnya. Kamipun kembali ke ruangan resepsi.

Santi saya suruh turun terlebih dahulu, gres saya menyusul beberapa menit kemudian. Sesampai di ruang resepsi tampak Jason sedang mencari aku. "Hey man.. Where have you been? I've been looking for you" "Sorry man.., I had to go to the restroom. I had stomachache" jawabku. Tak lama Santi tiba bersama Pak Arief suaminya. "Pak Robert, kami mau pamit dahulu.. Ini Santi nggak enak badan.. Sakit perut katanya" "Oh ya Pak Arief, silakan saja. Istri bapak anggun harus benar- benar dirawat lho.."

Santi tampak tersenyum mendengar perkataanku itu, sementara wajah Pak Arief menyampaikan rasa curiga. He.. He.. Kasihan, pikirku. Mungkin ia akan stress berat berat bila tahu saya gres saja menyetubuhi istrinya yang anggun itu. Tak lama saya dan Jason pun pulang. Sebelum pulang saya berpapasan dengan Lia, sekretarisku. Aku suruh ia untuk mendaftarkan Pak Arief Untk pembinaan ke singapura. Memang baru-baru ini saya mendapatkan tawaran pembinaan ke Singapore dari salah satu perusahaan. Lebih baik Pak Arief saja yang pergi, pikirku.

Toh memang ia yang mengerjakan pekerjaan itu di kantor, sedangkan saya hanya akan menolong istrinya yang anggun mengarungi lautan birahi selama ia pergi nanti. Tak sabar saya menanti minggu depan datang. Nanti akan saya ceritakan lagi pengalamanku bersama Santi bila saatnya tiba. Dengan tidak adanya batas waktu lantaran terburu-buru, tentu saya akan lebih mampu menikmati dirinya.


Cerita Dewasa, Kumpulan Crot, Bersetubuh Dengan Selingkuh, Kumpulan Curatan Rahasia, Cerita Malam Jumat, Cerita selingkuh dengan Teman,
3

Kumpulan Kisah Sex Aku Dan Kakak Ngentot Dengan Ibu Kandungku Sendiri

Kumpulan Cerita Sex 2018 - Sudah 2 minggu Papaku berada di luar kota alasannya yakni urusan kantornya. Aku dirumah tinggal bersama Mama (41 tahun), Adik perempuanku (12 tahun), dan Kakak laki-lakiku (20 tahun), sedangkan saya sendiri berumur 18 tahun.
Mamaku seorang perempuan yang sangat menarik, wajahnya cukup cantik, kulitnya mulus, tapi saya nggak pernah kepikiran untuk menyetubuhinya, sampai pada suatu siang, saya nggak kekampus, adikku masih disekolah, sedangkan kakakku ada dikamarnya.
“Ataa…kemari sebentar, sayang!” Terdengar bunyi mama memanggilku dari arah kamar mandi. Aku langsung bergegas kesana,
“Ada apa, mama?” Tanyaku.
“Sayang, tolong diputar kran air ini, keras sekali” Mama hanya mengenakkan handuk yang tidak terlalu lebar di tubuhnya. Paha mulusnya terlihat jelas, serta belahan dadanya yang indah nampak juga. Darahku sempat berdesir menyaksikan pemandangan itu.Aku langsung menuju keran air dan memutarnya, ternyata keran itu benar-benar keras. Aku mengerahkan semua tenagaku, dan akhirnya air memancar dengan deras sehingga mengenai sebagian pakaianku.
“Aku jadi berair nih mama” Kataku.
“Buka aja pakaian kamu, semoga nanti mama yang nyuciin” Aku langsung membuka pakaianku kecuali celana dalam yang saya kenakan.
“Itu juga kan basah, dibuka aja sekalian” Kata mama. Aku jadi malu telanjang didepan mama. Akhirnya saya melepaskan celana dalamku. Batang penisku setengah berdiri menggelantung di selangkanganku. Mama tersenyum,
“Wah, besar juga anu kamu” Wajahku memerah, mama kemudian melepas handuknya dan memberikannya padaku
“Nih keringin tubuh kau dengan ini”. Aku sangat terkejut, mama tidak memakai BH beliau hanya mengenakkan CD saja. Buah dadanya yang bundar indah terpamapang terperinci didapan mataku.
“Kok kau jadi terdiam begitu, belun pernah liat yang ginian yah?” Mukaku tambah merah. Mama kemudian membalikkan tubuhnya dan segera mandi dengan air yang memancar dari shower.
Aku belum beranjak sedikitpun.
“Nak, tolong punggung mama disabunin”. Aku mengambil sabun cair, dan mulai menggosokkan punggung mama. Aku rasakan kulit mama yang masih kencang dan lembut. Punggung mama yang mulus saya gosok namun mampu desebut membelai dari pada menggosok punggung mama.
Kami menghadap sebuah cermin besar yang ada dikamar mandi, sampai kepingan depan tubuh mama terlihat terperinci dengan payudara yang masih kencang dan besar juga putting payudara mama yang berwarna coklat renta namun sangan indah dan kontras dengan kulit mama yang putih. Mama memejamkan matanya menikmati usapanku. Jantungku berdetak keras tanda deras nya fatwa darah di dalam tubuhku yang membangkitkan hormon kejantananku dan juga nafsu yang semakin naik.
Dengan tangan yang agak gemetar saya mulai memutar gosokan tanganku di punggung mama agak ke dapan dan membelai kepingan sisi tubuh mama. Aku semakin tak dpat mengontrol nafsu dan libidoku. Jiwa ku bergejolak antara tidak atau lakukan untuk mulai merangsang mama. Namun pertahanan iktikad ku jebol juga. Aku dekatkan tubuhku yang bugil makin mendekat tubuh mama, dan saya dekatkan kepalaku ke leher mama. Lalu kemudian kuberanikan diri untuk muncium leher mama, tanganku mulai meremas buah dadanya.
“Jangan, sayang, ini mama kamu”. Tapi mama tidak berusaha untuk melemaskan diri. Aku terus meremas-remas buah dadanya. Aku rasakan buah dada mama yang kenyal dan empuk. Dengan sabun yang masih ada di telapak tanganku, buah dada mama terasa sangat licin namun saya sangat menikmati remasanku di payudara mama. Mama memejamkan matanya dan bibirnya mulai terbuka dan saya melihat mama menggigit bibir nya sendiri, mungkin mama juga menikmati perlakuan aku, anak kandung nya sendiri.
“Oohh..sshh..jangaann, Ataaa..”. Tiba-tiba mama sadar, ia berbalik kearahku, mukanya sangat marah dan.. “Plaakk” tangan kirinya menamparku. Aku dan mama kemudian diam seribu bahasa. Lalu mama bersuara..
“Apa yang kau lakukan tadi, kau mau menyetubuhi mama?”. Aku masih diam. Mama maju mendekatiku, saya jadi takut kalau mama akan menamparku lagi. Aku semakin tak karuan alasannya yakni ketakutan. Ingin rasanya saya langsung lari keluar dan tidak akan bertemu mama lagi, namun..
“Kalo kau mau begitu, baiklah, terus terang mama juga terangsang dan ingin merasakan batang penis kau ini, tapi jangan sampai orang lain tahu.” Mama berkata sambil memegang batang penisku yang sudah tegang.
Seperti mendengar petir di siang bolong..!! nafsu ku yang sudah tidak mampu saya kontrol akhirnya mendapatkan penyaluran nya dan gejolak jiwaku lepas sudah ketika mendengar perkataan mama tadi. Aku langsung memeluknya, ketika tubuh bugil ku bersentuhan dengan tubuh bugil mama yang berair seakan ada hentakan listrik di dalam tubuhku. Kulit tubuh mama yang lembut sekarang bersentuhan kulit tubuhku. Libido ku naik sampai puncakya. Dan entah apa yang mampu saya lukiskan dengan kata-kata ketika saya mencium bibir mama.
Bibir ku bersentuhan dengan bibirnya, ku cium dengan penuh nafsu, mama pun membalasnya dengan liar. “Mmmmmhh..mmmhhh”. Lidah kami saling beradu satu sama lain. Tubuh kami saling berhimpit, buah dada mama menekan di dadaku,terasa hangat dan sensasi yang mama berikan sangat indah dan nikmat. Penisku juga menekan kepingan bawah perut mama yang masih terbilang agak rata walaupun ada sedikit menggembung. Aku rasakan kehangatan tubuh mama walaupun tubuh kami dalam keadaan basah.Tangan mama megusap penisku.
Akh.. nikmatnya ketika jari-jemari mama yang panjang lemtik dan telapak tangan mama mengusap permukaan penisku yang makin keras dari pangkal sampai ujung kepala penis, sementara tanganku berada di buah dadanya. Aku remas dengan nafsu,namun saya ingin mama juga menikmati remasan anak nya pada buah dada mamanya, saya berusana meremasnya dengan lembut namun..
Mama kemudian turun kebawah kemudian jongkok, wajahnya sekarang berada tepat didepan batang penisku yang sudah tegang. Mama menjulurkan lidahnya kekepala pelirku dan akhirnya memasukkan batang penisku kemulutnya.
“Ooohh..sshh..eenaakk mama..maa”. Mama terus mengisap batang penisku. Lidahnya menjalar diseluruh permukaan batang sampai ke kantung zakar. Hangatnya rongga verbal mama sangat terasa di seluruh permukaan batang penisku. Mama memainkan pengecap nya di uah jakarku. Lidah mama menyentuh lubang penisku, kemudian turun sewrah dengan urat penisku, makin ke pangkalnya, kemudian mama megulum buah jakarku. Cerita Dewasa
Aku bergidik menahan dan merasakan kenikmatan itu, pengecap nya kemudian naik lagi menuju kepala penis dan ketika sampai di ujung penisku, mama dengan lahap memasukan lagi penisku ke dalam mulutnya dang kemudian menghisapnya dengan keras. Aku pegang kepala mama ku sambil membelai rambutnya dan agak sedikti menekan kepala mama ke selangkangan ku.
Nafasku makin teregah-engah, kemudian saya melihat ke bawah ke arah mama yang dengan nafsu dan cepat mengocok batang penisku di dalam mulutnya. Aku melihat ekspresi wajah mama yang elok dan terasa semakin elok ketika melihat ia mengulum dan mengocok penisku. Aku makin merasakan sensai itu ketika mama memandang saya kemudian berusaha terseyum walau penisku masih ada di dalam mulutnya.
“Sayaaang, kalo kau udah pengen keluar, keluarin aja, nanti mama telan” sahut mama sambil mengulum kepala penisku. Terlihat ludah mama membasahi seluruh permukaan penisku sampai terlihat mengkilat dan ada cairan yang sedikit kental yang menempel di antara bibir dan batang penisku.
Aku yang memang sangat menikmati perlakuan mama sudah tidak mampu menahan untuk orgasme. Sambil melanjutkan kocokan nya mama meremas pantat ku Aku kemudian menyemprotkan cairan spermaku… “Crot..crot..crot…” saya semprotkan semua air mani ku di dalam verbal mama. Sambil sedikit mengerang dan sedikit berteriak saya leaskan seluruh nafsu itu di dalam verbal mama ku yang cantik. Mama langsung menelan semuanya, semua calon cucu-cucunya mama telan habis.
Aku merasakan hisapan besar lengan berkuasa di penisku.terdengat bunyi “Glek..” ketika mama menelan semua cairan kental dari penisku. Lalu mama mengeluarkan penisku dari dalam mulutnya, mama mengusap bibirnya yang berair oleh spermaku dan kemudian melanjutkan mengulum penisku membersihkan sisa spermaku. Tubuhku seakan lemas, lutut ku seakan tidak mampu menahan lagi berat tubuh ini, penisku mulai melembek dan terasa agak linu di ujung nya tapi yang absurd biasanya kalau saya onani, sesudah saya menyemprotkan sperma.
Tak ada 1 menit penisku langsung lembek dan mengecil namun ketika ini mungkin kodisinya masih keras 80%, melihat itu mama kemudian tersenyum. Aku di biarkan oleh mamaku untuk beristirahat sebentar,namun tidak sampai 2 menit penisku mulai mengeras lagi, nafsu dan libido ku naik lagi melihat mama yang bugil. Mama kemudian berbaring dilantai,
“Naaakk, vagina mama di hisap yaa..!” Aku langsung membungkuk dan menjiati seluruh permukaan memeknya.Kelentitnya saya jilat dan kugigit-gigit. Aku mencium aroma khas kewanitaan mama yang mebuat nafsu ku tak terkendali lagi. Aku merasakan cairan vagina mama yang bening dan terasa nikmat dan gurih. Aku hisap lubang tempat saya lahir dulu, saya masukan pengecap ku ke dalam vagina mama yang lembut dan hangat itu. Vagina mama makin berair oleh cairan vagina mama dan juga oleh ludahku.
“Ssssshhhh…yeeeeeaaahh…teerruuss sayaaang” Tidak lama kemudian, mama sudah tidak tahan lagi, tubuhnya mengejang, pantatnya bergerak-gerak tak karuan.
“Ataa..sshh..mamaa sudah maauu keluaarr…sshh..ooh..yeeess” Cairan putih mengalir dari lubang senggamanya, saya langsung menelan seluruh cairan itu. Emh nikmat nya..
Tiba-tiba pintu kamar mandi yang tidak terkunci itu terbuka, kakakku Rudi masuk, beliau sangat kaget melihat yang saya dan mamaku lakukan.
“Apa-apaan kalian, awas nanti saya adukan ke papa”
“Jangan, Rudi sayang, jangan dilaporin ama papa, kalo kau mau kau boleh ikut juga”. Kata mama Sementara saya hanya diam dan tak tahuapa yang harus lakukan.
“Boleh nih mam?” Rudi langsung melepaskan pakaiannya. Mama merubah posisinya. Dia sekarang nungging, kak Rudi berada didepannya, penisnya sedang dihisap mama. Kak Rudi terlihat menikmati isapan mama di batang penis nya. Aku berada dibagian pantat mama. Bongkahan pantatnya ku remas, batang penisku kumasukkan kedalam liang senggamanya. Liang itu masih terasa sempit.
“Oohh…yeess…mmhh…sshh”. mama mendesah ketika perlahan batang penisku masuk menusuk ke dalam vagina mami yang lembut dan hangat.Aku memaju-mundurkan pantatku. “Clook..clookk..clook” saya merasakan jepitan dan remasan otot vagina mami di batang penisku. Daging vagina mama yang lembu, berair dan licin semakin membuat gerakan keluar masuk penisku makin lancar. Sambil saya kocok penisku di dalam vagina mama, saya remas buah dada mama dari belakang dan juga saya cium kepingan belakang lehernya.
Aku remas pantat mama, saya belai tubuhnya yang maiknbasah oleh keringat. Aku pegang pinggang mama yang ramping sambil saya tarik seirama dengan gerakan tusukan penisku di dalam vagina nya. Mama tampak sangat menikmatinya. Kupompa penisku menghujam vagina mama. Pantatnya yang bahenol beradu dengan pangkal pahaku. Kupeluk mamaku dari belakang sambil terus bergoyang perlahan meremas payudaranya.
15 menit kemudian mama berbaring menyamping, kak Rudi menyetubuhi dari belakang. Pantat kak Rudi maju mundur, kaki kanan mama terangkat keatas, tangan mama mengocok-ngocok batang penisku. Suara erangan aku, rintihan nikmat kak rudi dan desahan mama memenuhi ruangan kamar mandi kami. Lalu, kak Rudi berbaring terlentang dilantai, mama naik diatas tubuhnya, penis kak Rudi berada diliang senggama mama, mama menaik turunkan pantatnya, sesekali mama membungkuk dan mereka saling mengulum di bibir.
“Maa, punyaku dimasukkan dimana niih” Tanyaku.
“Sini sayang masukkan di lubang pantat mama”. Kata mama sambil terengah-engah dan mendesah menikmati sodokan dari kak Rudi. Aku kemudian jongkok di belakang tubuh mama, saya pengang pinggulnya semoga pantat dan pinggul mama yang berputar dan bergoyang berhent, kak rudi tidak berhenti-hentiya meremas buah dada mama malah kadang mengulum putting payudara mama yang menbuat mama semakin keenakan. Aku kemudian memasukkan batang penisku ke lubang anus mama. Aku rasakan lubang anus mama yang sempit dan juga hangat, dan dengan batual ludah gerakan masuk-keluar penisku di anus mama menjadi lancar.
Mama sangat menikmati perlakuan kedua anak kandungnya itu. Terlihat dari ekspresi wajah mama, mama mendesah nikmat, mengerang dan menjerit pelan ketika kenikmatan yang mama rasakan makin memuncak. Nampak dicermin mama sedang disetubuhi oleh kedua anak laki-lakinya, posisi mama berada diantara saya dan kak Rudi.
“Sshh…sssshh..yeess..oohhyeee” celoteh mama yang makin tak kuasa menahan kenikmatan yang di berikan kedua anak kandung nya, dan benar tak lama tubuh mama tiba-tiba bergetar, bergidik dan diakhhiri desahan dan lengguhan panjang yang keluar dari verbal mama sampai tubuh mama abruk di atas tubuh kak Rudi. Kami yang menyadari mama telah orgasme mebiarkan beberapa ketika untuk mama menikmati orgasmenya sebelum kami lanjutkan gerakan penis kami masing-masing di dalam tubuh mama.
Beberapa menit kemudian saya dan kak Rudi sudah hampir orgasme.
“Sini sayang,” kata mama. Mama jongkok dilantai, saya dan Rudi berdiri dedepannya. Mama mengocok dan mengulum penis kami berdua secara bergantian. Dan akhirnya ‘Crot..crot..crot..’ kami berdua orgasme, cairan sperma kami memancar hampir bersamaan. Aku dan kak rudi menikmati ketika cairan kental dari penis kami muncrat dan memancar ke arah verbal mama.
“srluup…srllllp… ” Mama menelan habis cairan kami. Sebelum menelan habis cairan sperma kami berdua, mama memainkan dulu cairan sperma kami berdua di mulutnya dan memperlihatkan kepada kami ketika cairan putih kental itu memenuhi rongga verbal mama.
Memang tidak semua cairan sperma kak rudi dan saya mama telan ada sebagian yang menyebar di pipi mama. Lalu akhirnya mama kembali menelan calon-calon cucunya lagi. Mama membersihkan bibirnya dari sisa air mani kami berdua dengan mengusapkan tangan nya, kemudian kami berciuman.
Lalu kau bertiga mandi bersama-sama. Sampai sekarang kami bertiga sering bersetubuh. Kadang-kadang saya dan mama tanpa kak Rudi atau sebaliknya, tapi tanpa sepengetahuan papa.

3