Showing posts with label Cerita Sex Gangbang. Show all posts
Showing posts with label Cerita Sex Gangbang. Show all posts

Cerita Sex Gangbang Wanita Cantik Di kantor

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Sex Tukar Pasangan Karena Mabuk Minuman".  

Sebut saja nama saya Anwar, usia saya 31 tahun, diumur yang masih tergolong muda saya sudah menjadi Manager disalah satu Bank swasta di kota Kudus ( Jateng). Saya membawahi beberapa anak buah, salah satu anak buah saya berjulukan Galih , ia berposisi sebagai sales marketing, menyerupai biasa peran Sales Marketing ialah menemui customer dan memberi penjelasan mengenai penawaran dari perusahaan. Pada hari itu ialah final pekan, kebetulan pada hari itu ada calon customer yang minta ditemui pada hari itu, kira-kira sekitar puku l1.00 WIB, Calon customer menelefon berasal dari kota Jepara ( tapi agak plosok lokasinya ) meminta presentasi mengenai penawaran yang kami berikan. Galih pun segera berangkat menuju Jepara bersama Feri (sales Marketing juaga). Gini Tinggalah kami ber 3 di kantor, yaitu saya, Denis dan Brian.


Kira-kira setengah jam setelah keberangkatan Galih dan Feri datanglah seorang wanita cantik, ternyata ia ialah Nisa. Kemudian sayapun mempersilahkan Nisa untuk masuk dan menunggu Galih yang sedang dinas keluar. Ia pun juga bilang bila memang disuruh Galih untuk menunggu di kantor. Kebetulan waktu itu Nisa gres saja pulang dari kantor yang jarak kantornya kebetulan tidak terlalu jauh dari kantor kami. Kemudian kami ber 4 pun mengobrol di ruang tengah kantor. Pada ketika itu posisi duduk Nisa di dingklik meja kantor pacarnya, ia mengenakan blazer warna hitam dengan rok yang diatas lutut. Sungguh sangat menarik hati sekali Nisa ketika itu. bila melihat postur tubuhnya boleh dijamin deh, semua laki-laki yang melihatnya pasti akan termakan dengan pesona Nisa.

Oh iya Nisa ini masih berumur 22tahun, tinggi kurang lebih 165 cm, berat 49 kg dan kira-kira ukuran bra Nisa 34 A. Sekitar jam 13.00 Galih menelfon kantor, memberi kabar bila ban belakang mobilnya bocor, padahal posisi GAlih ada di tempat yang jauh dari pemukiman dan belum hingga ke tempat calon customer. Dan Ia pun bergegas mencoba untuk mencari tempat tambal ban di erat lokasi, dan Galih juga sempat bebincang dengan Nisa untuk tabah menunggu. Kemudian Kami pun meneruskan perbincangan kami berempat. Dengan bercanda kami juga menarik hati Nisa dengan cerita-cerita mengenai hubunganya dengan Galih . pada waktu itu cuaca terlihat mulai mendung. Dan benar saja tidak beberapa lama kemudian turun hujan. Aku mencoba menghubungi HP Galih, dan ternyata ia masih mencari tempat tambal ban. Setelah selesai kamkpun melanjutkan obrolan kami,

“ Nisa, gimana “ punya ” Galih , gede nggak? ”, tanya Denis menanyakan sesuatu yang membuat merah padam muka Nisa.

“ Ah…mas Denis…tanyanya kok gitu…rahasia dong ”, jawab Nisa malu-malu.

“ Gedean mana kalo sama punya Pak Anwar …. ”, tanya Denis sambil menyebutkan namaku.

“ Ah… mas Denis… ”, jawab Nisa lagi.

Perbincangan menyerupai itu pun terus berlanjut. Kami semakin memojokkan Nisa dengan pertanyaan-pertanyaan menjurus sex. Kami juga tahu bila Nisa sudah sering berafiliasi tubuh dengan Galih dari kisah Galih sendiri. Dan hal itupun tidak kami tutupi dalam pertanyaan untuk memojokkan Nisa,

“ Eh, kalian berdua jangan anggurin Nisa gitu aja donk, kasih Nisa minum gih !!!!, perintahku kepada Denis dan Brian dengan perintah simbolis. Rupanya Denis dan Brian tahu apa maksudku.

“ Oh iya, sori Nisa ya Nis…. hhe ” jawab Brian sekenanya sambil akal-akalan berjalan menuju belakang ,padahal ia berjalan kearah belakang dingklik Nisa dan hal itu tidak disadari Nisa. Diluar hujan semakin deras. Dengan gerakan kilat Brian merangkul Nisa dari belakang,

“ Gini.., ” kata Brian dengan mendekap erat Nisa.

“ Kamu pikir deh Nis… umurmu gres 22 dan tubuhmu sangat sexy, bisalah bila kami kami nyobain kau … hhe ” lanjut Brian semakin erat mendekap Nisa yang meronta dan terkejut mendapat perlakuan menyerupai itu.

“ Ah … apa-apaan ini ” teriak Nisa , sehingga tampaklah wajahnya yang ketakutan.

Hal ini semakin membuat kami bertiga jadi nafsu saja. Tiba-tiba saja Denis menarik kaki Nisa,

“ Diam…sebentar Nis..! ” perintahku sambil mencoba melepas kancing blazer yang Nisa pakai.
Lalu Denis dengan terburu buru ikut mencoba melepas rok yang dipakai Nisa dan sambil bicara kepada saya,

“ Dah boss ditidurin aja dulu di lantai ”.

Nisa semakin meronta dan coba berteriak tapi dekapan tangan Brian dan Denis membungkam erat lisan Nisa. Dan teriakan lenyap ditelan bunyi derasnya hujan.

“ Sudah kau ngga usah melawan, yang penting sekarang kau kalem aja di lantai dan ikutin permainan kami ” timpalku.

“ Permainan apa …..? ” tanya Nisa dengan ketakutan.

Tapi kami senang sekali, apalagi saya melihat Nisa menyerupai ini. Saya jadi tambah nafsu,
“ Ok-ok ..baik.., ” kata Nisa tiba-tiba,

“ Kalian semua sudah tahu bila saya sering berafiliasi tubuh dengan mas Galih, tapi jangan ceritakan kejadian ini ya… saya mau melayani permainan kalian… ”, kata Nisa membuat kami bertiga terkejut mendengarnya.

Tiba-tiba saja Nisa pribadi mendekati saya dan segera menciumi saya di bibir. Reflek saya merespon. Lidah kami saling ‘bergerilya’. Kemudian ciuman Nisa berganti ke bibir Brian, hm.. enaknya pikirku. Dan berganti lagi ke bibir Denis. Aku jilati leher Nisa, terusia juga menjilati kuping Denis.

Tanpa sadar Nisa mendesah, “ Ahh, enak, Mas… terus..! ”

“ Sekarang saya buka baju kamu….! Tapi tangan kau tetap Diam ya…. ” kataku.

“ Aduh cuek dong..! Masa mau ML saya yang ditelanjangi dulu..! ” jawab Nisa.

Dengan cepat saya membuka baju Nisa dan pribadi saya lempar. Dengan sigapnya Denis dan Brian pribadi bergerilya di payudara Nisa. Disingkaplah BH Nisa sehingga mereka berdua mampu menggigit kedua Pentil Nisa.

“ Ahh, enak gigitannya…. ” Nisa mendesah pelan.

Samar-samar saya melihat Nisa sambil memperhatikan wajah saya dan ia tersenyum. Sekarang tangan saya mencoba mencari buah payudara Nisa untuk saya remas-remas. Brian dan Denis segera menuju adegan bawah tubuh Nisa.

“ Pokoknya kalem saja Nis…! ” kata Brian sambil menaikkan rok yang dikenakan Nisa.

“ Hmm.., CD model low cut dengan warna hitam nih..! ” ujar Denis sambil bergumam melihat CD yang dipakai Nisa.

“ Kamu tahu saja kesukaan kami..! ” kata Denis, “ Dan kau seksi banget dengan CD warna ini, bikin kita nafsu….! ” kataku. Dan sekarang Nisa sudah berjongkok untuk mulai mengkulum.

“ Oohh, enak, sedot lagi yang besar lengan berkuasa Nis..! ” kata saya sambil mendesah.

Kurang lebih 15 menit Nisa telah mengkulum Kont*l kami bertiga. Kemudian Nisa dengan perlahan melepas sendiri seluruh baju, rok dan pakaia n dalamnya.

“ Sekarang…sentuh tubuh telanjangku….! ” kata Nisa memerintah kami bertiga.

Kesempatan ini tidak kami sia -sia kan. Langsung saja saya rebahkan Nisa di lantai dan saya jilati vag*nanya, dan Brian juga tidak kalah ganasnya menyedot habis kedua putting Nisa sedangkan Denis melumat habis bibir Nisa. .Samar-samar saya mendengar Nisa mulai mendesah. Kali ini saya gantia n ke buah payudara Nisa, saya menjilati dulu pinggirnya secara bergantia n, dari kanan ke kiri. Tetapi saya tidak menyentuh sedikit pun Pentil Nisa. Dan Nisa kemudian bicara,

“ Ayo isep… Pentil saya..! ”

“ Wah ini saatnya ..! ” pikir saya dalam hati.

“ Kamu minta diisep Pentil kamu..! ” jawab saya sambil tersenyum.

Saya lihat Brian dan Denis tersenyum melihat Nisa terkapar pasrah. Tidak lama setelah saya memainkan buah payudara Nisa, saya turun lagi ke vag*nanya. Tampaklah bulu-bulu Vag*na Nisa yang begitu halus dan dicukur rapih. Dengan sigap saya pribadi menghisap Vag*na Nisa.

“ Ohh.. enakk..! Terus donk Mas..! ” sahut Nisa sambil mendesah.

Kalimat itu membuat saya tambah semangat, maka saya tambah lia r untuk menghisap vag*nanya.

“ Ahh….aku mau keluar, ” lirih Nisa.

Dan tiba-tiba saja cairan Vag*na Nisa keluar diiringin teriakan dari Nisa.

“ Mas, kau kok mahir ….mainin memekku..? ” kata Nisa terputus-putus.

Saya hanya tersenyum saja,

“ Masukin punya mas…sekarang..! ” pinta Nisa.

“ Nanti dulu, Pentil kau saya isep lagi..! ” jawab saya.

Maka dengan cepat pribadi Pentil yang berwarna coklat muda itu saya hisap dengan kencangnya secara bergantia n, kiri dan kanan.

“ Ahh, enakk mas..! Kencang lagi..! ” teriak Nisa.

Mendengar bunyi wanita lagi terangsang begitu membuat saya tambah nafsu, apalagi penisku sudah dari tadi menunggu giliran ‘masuk’. Maka pribadi saja saya memasukkan Kont*l saya ke Vag*na Nisa.

“ Sempit banget memek Nisa…! ” pikir saya dalam hati.

Setelah sedikit bersusah payah, hasilnya masuk juga Kont*l saya ke Vag*na Nisa,

“ Nis…memek kau enak dan sempit …. ” kata saya dengan nafas yang mulai tidak teratur.

Dan kalimat saya dibalas dengan senyum oleh Nisa yang sedang merem melek. Begitu masuk, pribadi saya goyangkan. Yang ada hanya bunyi Nisa yang terus mendesah dan teriak.

“ Terus mas… tambah cepet ..! ”

Dan sekilas di samping saya tampak Brian dan Denis dengan Kont*l mereka sudah menegang.

“ Sabar …tunggu giliran Kalian, sekarang saya beresin dulu memek Nisa ini..! ” jawab saya sambil sambil menggoyangkan Nisa.

Brian dan Denis hanya menganggukan kepala. Tidak lama kemudian Nisa minta ganti posisi, kali ini ia mau di atas. Kami pun berganti posisi.

“ Ahh.., enakk.., Kont*l mas terasa banget didalam..! ” teriak Nisa sambil merem melek.
10 menit kemudian Nisa teriak,

“ Ahh.., saya keluar lagi..! ” dan ia pribadi jatuh ke pelukan saya.

Tetapi saya belum keluar. Akhirnya saya ganti dengan gaya dogy. Kali ini kembali Nisa menjerit,

“ Terus… mas..! ”

Tidak lama kemudian saya merasa bila saya sudah mau keluar,

“ Nis, mau keluarin dimana..? ” tanya saya.

“ Di muka saya saja. ” jawabnya cepat.

Kemudian,

“ Croott... Croott...Croott... ” sperma saya saya keluarkan di wajah Nisa.

Kemudian Nisa dengan cepat membersihkan Kont*l saya, bahkan saya hingga ngilu dengan hisapannya. Tidak lama saya pun jatuh lemas di sampingnya. Saya melihat Brian dan Denis meremas Kont*l masing-masing dan ia pun melihat Nisa dengan tatapan ingin mendapat perlakuaan yang sama menyerupai saya. Tiba-tiba saja Denis mencium Nisa dengan ganasnya. Secara reflek Nisa membalasnya. Kemudian ciuman Denis mulai turun ke leher Nisa dan payudara Nisa. Nisa hanya pasrah diperlakukan menyerupai itu. Payudara Nisa diremas-remas oleh Denis dan sapuan lidahnya mulai turun ke kawasan bawah.

“ Hmm.., Vag*na kau bakal saya bikin lembap lagi…..! ” kata Denis dengan bunyi menggoda.

Kemudian tanpa diperintah Denis segera mencium dan menjilati Vag*na Nisa dengan lahapnya menyerupai orang yang kelaparan.

“ Ahh.. ahh.. ahh.., enak mas..! ” timpal Nisa.

Kemudian Brian tidak mau kalah, segera Brian raih buah payudara Nisa dan segera menghisapnya. Brian mulai dari Pentilnya yang kanan, kemudian beralih ke yang kiri, Brian juga remas-remas buah payudara Nisa.

“ Yang kencang mas..! ” kata Nisa lirih.

Kurang lebih 5 menit Brian memainkan payudara Nisa, kemudian Brian turun ke vag*nanya. Tampaklah Vag*na Nisa yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang rapih itu sudah tampak basah.

“ Memek kau sudah lembap Nis.., sudah ngga tahan yach..? ” kata Brian sambil tersenyum.

Nisa hanya menangguk saja tanpa mengeluarkan bunyi sedikit pun. Kemudian Brian mendekatkan mulutnya ke depan Vag*na Nisa, dan pribadi Brian hisap jilati Vag*na Nisa,

“ Teruss..! Enak…mas! ” itulah bunyi yang terdengar dari lisan Nisa.

Setelah 10 menit Brian memainkan Vag*na Nisa, Brian melaksanakan gerakan lebih jauh. Dan dengan segera Brian memasukkan penisnya ke dalam Vag*na Nisa.

“ Pelan-pelan….! ” kata Nisa.

Brian hanya tersenyum dan segera mencium Nisa, dan Nisa pun membalasnya dengan penuh semangat. Bless, seluruh Kont*l Brian kini berada di dalam Vag*na Nisa. Dan tanpa dikomando lagi Brian segera bergerak diikuti goyangan pinggul Nisa. Nisa memeluk Brian begitu eratnya dan Brian memperhatikan wajah Nisa yang sedang merem melek seperti tidak ingin berhenti memperoleh kenikmatan.

5 menit kemudian Nisa ingin berganti posisi.

“ Gantia n dogy …! ” pinta Nisa

Brian turuti saja kemauan Nisa.

“ Bless, bless.., bless..! ”
Sedikit terdengar bunyi penis dan vagina yang sedang berlomba, sebab Vag*na Nisa sudah lembap dan menurut Brian, Nisa tidak lama lagi akan keluar. Dan benar saja dugaan Brian, tiba-tiba saja Nisa teriak,

“ Ah.., ahh.., ahh.., saya keluar..! ”

Kemudian Nisa pribadi jatuh lemas dengan posisi telungkup, sementara Kont*l Brian masih tertancap dalam Vag*na Nisa. Brian segera menggerakkan penisnya agar dapat juga segera keluar. Tidak lama Brian terasa ingin keluar.

“ Keluarin di mana Nis..? ” tanya Brian.

“ Di dalam …..! ” jawab Nisa dengan bunyi yang terbata-bata.

Lalu, “ Crott, crott..! ” Kont*l Brian segera mengeluarkan semburan spermanya.

“ Ahh..! ” Brian bersuara dengan keras, “ Enak….! ” lanjut Brian.
Kemudian Brian pribadi rebah di sebelah kanan Nisa, sementara Denis tersenyum memperhatikan mereka berdua sebab belum merasakan Nisa.

“ Wah capek kau Nisa..? ” tanya Denis.

Nisa yang sudah lemas hanya dapat tersenyum. Singkat kisah setelah istirahat beberapa menit, Nisa melanjutkan meladeni permainan Denis. Tanpa terasa hampir tiga jam kami menikmati tubuh Nisa. Setelah selesai kira-kira setengah jam sebelum jam 4 sore Galih datang. Kami hanya tersenyum melihat Galih yang ketika itu mencium pipi Nisa dengan mesranya. Sungguh skadal gangbang yang menakjubkan dan tak terlupakan. Maafkan kami sahabat kami telah menyetubuhi pacarmu ( kata dalam hati kami ).

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3

Cerita Sex Threesome Dengan Para Gadis Binal

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Sex Threesome Dengan Para Gadis Binal".

Namaku Dody. Aku yaitu seorang karyawan salah satu perusahaan IT di Bandung. Saat ini usiaku 28 tahun dan masih single. Seperti halnya orang lain, di usiaku ini kehidupan seksku semakin menggebu. Tetapi ada satu perbedaannya, yaitu saya ini termasuk biseks. Aku anggap ini yaitu suatu kelebihan, alasannya yaitu disamping saya suka cewek juga saya suka laki-laki. Dan fantasi seksku yang paling saya sukai yaitu bermain seks bersama seorang laki-laki dan seorang perempuan (threesomes). Aku impikan kesempatan ini tiap hari, hingga pada suatu ketika, tepatnya awal tahun 2001, sekitar bulan Februari, kesempatan ini alhasil terlaksana juga.


Jauh hari sebelum kejadian itu saya bersahabat dengan sahabat sekantor, namanya Andri (bukan nama sebenarnya). Sebelumnya saya tidak begitu bersahabat dengan beliau alasannya yaitu divisi kami yang berbeda. Tapi alasannya yaitu kami dilibatkan dalam satu proyek, maka alhasil kami menjadi dekat. Terus terperinci saya kagum sekali dengannya. Wajahnya sih biasa saja, tetapi badannya sangat atletis, tingginya sekitar 178 cm lebih pendek 4 cm dari tinggiku (tinggiku sekitar 182 cm). Usianya sekitar 32 tahun dan beliau sudah berkeluarga dan mempunyai 1 anak. Kadang-kadang di sela kesibukan kami, beliau selalu mencuri pandang ke arahku, dan kadang kala selalu menatapku. Aku sendiri jadi galau apa gerangan yang ada di hatinya, dan saya balas lagi tatapannya sehingga alhasil kami saling berpandangan selama beberapa detik dan kuakhiri dengan menawarkan senyuman.

Semenjak ketika itu kami jadi bersahabat sekali, dan kadang kala kami pergi ke toilet di kantor bersamaan. Ketika kami buang air kecil, kami selalu saling melihat penis masing-masing (kontes), dan kadang kami saling tertawa melihat kelakuan kami ini ibarat anak SMP saja. Akhirnya saya tahu bahwa beliau sudah ditinggalkan istrinya sekitar 2 bulanan.

Aku tidak tahu alasannya kenapa, alasannya yaitu saya tidak mau terlibat dengan urusan rumah tangganya. Sehingga jikalau saya kerja lembur dan pulangnya malam saya selalu ditawari menginap di rumahnya. Aku setujui saja alasannya yaitu dari pada saya pulang jauh-jauh ke rumahku yang berada di luar kota Bandung, lebih baik saya menginap di rumahnya sambil dapat mengenal lebih bersahabat lagi dengan Mas Andri (itulah panggilan saya ke dia).

Karena di rumahnya tidak ada siapa-siapa, kami selalu berpelukan sambil menonton televisi layaknya seorang adik dengan kakak. Walau bagaimanapun saya masih menaruh hormat bahwa beliau yaitu sahabat kerjaku, walaupun kadang kala penisku ini bangun dari tidurnya. Dan hingga ketika itu saya tidak tahu bagaimana dia, apa beliau mempunyai fantasi ibarat aku?

Pada suatu waktu kami ditugaskan ke luar kota untuk melaksanakan presentasi. Dan hanya saya dan Mas Andri saja yang ditugaskan. Kebetulan di kota S itu saya mempunyai sahabat cewek namanya Rita. Kami sudah berkenalan selama setengah tahun melalui chating, dan kami selalu saling komunikasi dan saling tukar foto. Dari fotonya saya melihat beliau begitu cantik dan seksi. Dan setelah pekerjaan kantorku dengan Mas Andri selesai, saya telepon beliau untuk datang ke hotelku (aku dan Mas Andri menyewa 1 kamar). Akhirnya Rita mau datang tapi agak malaman.

Ketika malam tiba, alhasil bel pintu hotel berbunyi. Lau saya buka, ternyata wow, seorang gadis cantik sedang berdiri. Ternyata Rita ini tinggi, sekitar 168 cm, kulitnya putih mulus, kakinya jenjang, rambutnya panjang terurai dan amboi.. dadanya itu yang membuat mata tidak mau mengalihkan ke arah lain. Di usianya yang ke 26 ini beliau kelihatan begitu seksi dengan rok pendeknya ibarat seorang super model yang sedang berpose. Aku terkesima hingga beberapa detik.

"Apa betul ini kamarnya Pak Dody..?" tanyanya."Betul.. kau pasti Rita yah..?" jawabku."Dan kau pasti Dody yah..?" jawabnya.Kami alhasil saling berjabat tangan, dan saya persilakan beliau untuk masuk. Tidak lupa kukenalkan pada Mas Andri."Maaf yah kamarnya berantakan..," kataku."Ah ndak apa-apa kok saya ngerti kok kalian kan laki-laki," katanya sambil senyum.Aduh mak.., senyumnya begitu seksi sekali, kelihatan bahwa beliau itu orang yang ramah.Singkat kisah kami bertiga ngobrol hingga malam, dan alhasil kami pesan makan malam lewat room servicenya hotel. Dan tidak kerasa waktu sudah menunjukkan jam 10 malam. Dari obrolan sebelumnya saya jadi tahu bahwa Rita tinggal kost di kota S ini. Dia kerja sebagai sekretaris di perusahaan onderdil kendaraan beroda empat terkemuka. Orangtuanya tinggal di luar kota. Kaprikornus beliau bebas-bebas saja kalau pulangnya malam. Obrolan kami sudah tidak karuan lagi, dan mengarah pada hal seks.

"Mas, pantas yah kalau saya jadi pacarnya Rita..?" tanyaku ke Mas Andri sambil bercanda.
Aku mendekati Rita dan duduk di sampingnya sambil memeluknya serasa beliau pacarku.
"Wah pantas sekali.. tapi lebih pantasnya lagi kalau sama Mas saja.." kata Mas Andri sambil tersenyum.
"Yah sudah.. kalau kalian mau.. dua-duanya aja. Aku senang kok pada kalian berdua," katanya sambil senyum.
"Yang bener nih..?" tanyaku sambil jantungku ini mulai berdebar-debar.
"Rita serius kok.. malahan dua rius." katanya.
Mendengar perkataan Rita ibarat itu, otomatis jiwa kelelakian kami terpanggil serasa ada lampu hijau yang mempersilakan untuk jalan terus.

Sekilas kulihat Mas Andri juga mengalami hal yang sama denganku. Nafsu seks saya pada ketika itu begitu menggebu-gebu. Tanpa malu-malu saya eratkan pelukanku ke tubuh bab atas Rita hingga buah dadanya terasa sekali di dadaku. Aku ciumi lehernya, dan perlahan-lahan kuciumi hingga ke bawah dan hingga ke buah dadanya. Melihat episode itu, Mas Andri juga tidak mau kalah, beliau menciumi sedikit demi sedikit kaki mulusnya Rita, mulai dari betis hingga ke paha. Karena posisi kami yang tidak mengenakan ini, kami boyong tubuh Rita ke atas kasur dan kedengaran nafas Rita yang mulai tidak teratur.

Aku mulai mencium bibir Rita yang mungil itu. Kukulum bibirnya dan sesekali kuhisap dengan desahan-desahan yang membuat beliau semakin terangsang. Tanpa kusadari, ternyata Mas Andri sudah berada di bibir kami. Akhirnya kami bertiga saling berciuman, dan terasa sekali nikmatnya hisapan-hisapan bibir kami yang membuat kami bertiga semakin terangsang. Aku mulai membuka t-shirt 'polo'-ku, dan begitu juga Mas Andri dengan kemejanya. Mas Andri mulai membuka bajunya Rita, dan tampaklah BH-nya Rita yang bewarna coklat muda dengan renda-renda di pinggirnya. Sehingga tampaklah dua buah gunung yang menjulang ke atas. Dan dengan tanpa basa-basi lagi Mas Andri pribadi melepaskan BH-nya Rita, dan tampak buah dada Rita yang putih mulus, dan tampak putingnya yang sudah keras dan memerah.

Melihat pemandangan yang begitu menggoda, Mas Andri pribadi menghisap buah dada yang sebelah kiri. Tanpa menunggu perintah dari Mas Andri, saya pribadi ikutan menghisap buah dada Rita yang sebelah kanan. Kuhisap dan hisap terus, kadang kala kujilat putingnya yang keras itu, dan terdengar rintihan dan desahan-desahan nikmat Rita. Karena penis saya yang dari tadi sudah kepingen ikutan menikmati pemandangan yang mengagumkan itu sehingga beliau tidak nyaman di tempatnya, maka kulepaskan celanaku dan CD-ku. Tampaklah penisku yang menyembul keluar. Ukuran penisku sekitar 18 cm, dengan batang yang agak besar dengan ukuran helm yang lebih besar dari batangku.

Mas Andri juga ikut-ikutan melepaskan celana dan CD-nya juga. Tampaklah penisnya yang tidak terlalu besar, sekitar 14 cm tetapi mempunyai batang yang besar. Aku gres sekali ini melihat penisnya Mas Andri yang sudah berdiri tegak. Sebelumnya saya belum pernah melihat penis Mas Andri yang tegak sekali ibarat sekarang ini, mungkin alasannya yaitu terangsang sekali menikmati pemandangan yang mengagumkan ini, sehingga saya pun ikut semakin terangsang. Kulepaskan juga rok dan CD hitamnya Rita, sehingga kami bertiga berbugil ria tanpa sehelai benang pun di tubuh kami.

Aku mulai menciumi dan menghisap puting buah dadanya Rita lagi. Dan Mas Andri mulai menghisap lubang vaginanya Rita. Nafas Rita mulai tidak teratur dan tampak Rita mengelinjang-gelinjang. Aku semakin terangsang melihatnya. Apalagi melihat Mas Andri yang semakin semangat menghisap, dan lidahnya yang panjang mejilati lubang kenikmatannya Rita. Beberapa menit kemudian Rita mulai orgasme, dan tampak tubuh Rita menegang diiringi dengan bunyi jeritan, "Auuch..," tanda keenakan.

Mendengar jeritan bunyi Rita itu, penisku tambah tegak dan rasanya ingin kumasukkan cepat-cepat ke lubang vagina Rita, tapi saya lihat Mas Andri mulai memasukkan penisnya ke dalam lubang vaginanya Rita, dan tangan Mas Andri memegangi penisnya semoga dapat masuk ke dalam vagina Rita. Setelah kelihatan masuk, Mas Andri mulai menggenjot dan memasuk-keluarkan penisnya. Tiba-tba tangan Rita sudah memegang penisku dan menuntunku ke dalam mulutnya. Akhirnya penisku sudah ada di depan mulutnya Rita. Rita mulai memainkan lidahnya menjilati penisku dan sesekali dimasukkannya penisku sambil dihisapnya.

Tiap hisapannya rasanya bagaikan terbang di awan, apalagi melihat genjotan Mas Andri yang semakin cepat di vaginanya Rita. Tampak beliau begitu seksi dan gagah, dan saya sengaja mendekatkan wajahku pada wajah Mas Andri. Aku ingin sekali meciumi bibirnya yang seksi, tapi saya takut Mas Andri tidkak suka. Tapi tanpa diduga, Mas Andri mulai mencium bibirku, dan kubalas. Kami saling berciuman dengan penuh nafsu, sementara Mas Andri tetap menggejot Rita dan penisku masih tetap dihisap oleh Rita.

Akhirnya kami ganti posisi ke posisi doggy sytle, dimana Rita menungging dan gantian saya yang memasukan penisku ke dalam vaginanya Rita. Untuk pertamanya saya sulit sekali memasukkan penisku ke dalam vaginanya, mungkin alasannya yaitu ukuran penisku yang agak besar dibanding punyanya Mas Andri. Tapi sedikit demi sedikit saya masukkan, dan akhirnya, "Bless.." penisku dapat masuk. Uhh.., enak sekali rasanya, ternyata lubang vagina Rita masih sempit, dan saya mencicipi penisku bagai diremas-remas. Aku masuk dan keluarkan penisku, dan kulakukan semakin cepat. Sekarang giliran penis Mas Andri yang dihisap oleh Rita. Rasanya enak sekali menggenjot Rita dan melihat Mas Andri yang keenakan dihisap oleh Rita. Mungkin inilah yang dinamakan surga dunia, dan saya bagaikan terbang di awan.

"Uh.. ah.. uh.. ah..," bunyi rintihan Rita.
"Terus.. Mas.. oh.. enak Mas.. terus..!" teriaknya.
Kugenjot terus dan semakin cepat kugenjot, dan alhasil Rita berteriak, "Mass.., saya mau keluarr.."
Tubuh Rita menegang dan terasa vagina Rita berdenyut-denyut, terasa ada yang membasahi penisku. Akhirnya Rita orgasme yang kedua. Kukeluarkan penisku yang masih tegak berdiri, dan tampak ada sebagian cairannya Rita. Mas Andri pribadi menjilati penisku dan menjilati semua cairan yang ada hingga habis. Dan tanpa kuduga, Mas Andri terus saja menjilati penisku dan mulai memasukkannya ke dalam mulutnya. Oh.., enak sekali hisapannya, berbeda dengan hisapan Rita tadi. Kali ini lebih berangasan dan lebih dalam sedotannya, bagaikan vacuum cleaner yang sedang menyedot debu.

Setelah berdiri dari istirahatnya, Rita kemudian menghampiri kami dan mulai memegangi penisnya Mas Andri dan memaksa kami untuk berdiri di lantai. Akhirnya saya dan Mas Andri berdiri berhadapan, dan Rita memegangi penis kami sambil jongkok. Penis kami bergantian dihisapnya. Dan kadang kala keduanya dimasukkan ke dalam mulutnya sambil tangannya mengocok penis kami berdua. Sambil keenakan kuhisap putingnya Mas Andri dan kujilati. Tampak lenguhan Mas Andri yang mencicipi keenakan.

"Uh.. terus Dod, teruus enaak..!" katanya setiap kujilat putingnya.
Mendengar desahan Mas Andri dan melihat Rita yang sedang asyik menikmati penis kami, saya semakin terangsang, dan alhasil ada sesuatu yang ingin keluar dari penis kami.
"Mas, saya ingin keluuaar.." kataku.
"Aku juga.." kata Mas Andri.
Akhirnya kami memegang penis kami masing-masing dan mengocoknya. Wajah Rita sudah berada di depan penis kami.

Kupercepat kocokkanku, dan, "Ahh.. crot.. crot.. crot.." air maniku keluar persis di bibir merahnya Rita.
Begitu juga dengan Mas Andri. Tampak badannya menegang dan matanya terpejam menikmati sesuatu yang enak, yang mungkin selama ini belum dialaminya.
Dan seiring dengan lenguhan panjangnya Mas Andri, "Ahh.., crot.. crot.." air maninya keluar mengenai wajah Rita yang kelihatan menikmatinya juga.
Rita mengusapkan semua cairan mani tersebut ke seluruh wajah dan badannya. Kuciumi bibir Rita yang masih terasa air mani yang saya dan Mas Andri keluarkan tadi. Akhirnya kami bertiga saling berciuman, dan kami pun naik ke atas kasur. Kami saling berpelukan, dan tanpa terasa alhasil kami tertidur.

Besoknya, sekitar jam 10 pagi kami bangun dan mandi bertiga. Kami mengulangi permainan seks ibarat semalam lagi, tetapi sekarang lebih cepat kami lakukan, alasannya yaitu Rita harus segera pulang dan berkemas-kemas untuk kerja. Dengan perasaan puas ibarat semalam, alhasil kami akhiri permainan tersebut, dan kami pun segera untuk berkemas-kemas pulang ke Bandung. Saat perpisahan, Rita menciumi kami berdua, dan beliau minta semoga kami selalu mengontak beliau jikalau kami ingin bermain three somes lagi.

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, erita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3