Namaku Dody. Aku yaitu seorang karyawan salah satu perusahaan IT di Bandung. Saat ini usiaku 28 tahun dan masih single. Seperti halnya orang lain, di usiaku ini kehidupan seksku semakin menggebu. Tetapi ada satu perbedaannya, yaitu saya ini termasuk biseks. Aku anggap ini yaitu suatu kelebihan, alasannya yaitu disamping saya suka cewek juga saya suka laki-laki. Dan fantasi seksku yang paling saya sukai yaitu bermain seks bersama seorang laki-laki dan seorang perempuan (threesomes). Aku impikan kesempatan ini tiap hari, hingga pada suatu ketika, tepatnya awal tahun 2001, sekitar bulan Februari, kesempatan ini alhasil terlaksana juga.
Semenjak ketika itu kami jadi bersahabat sekali, dan kadang kala kami pergi ke toilet di kantor bersamaan. Ketika kami buang air kecil, kami selalu saling melihat penis masing-masing (kontes), dan kadang kami saling tertawa melihat kelakuan kami ini ibarat anak SMP saja. Akhirnya saya tahu bahwa beliau sudah ditinggalkan istrinya sekitar 2 bulanan.
Aku tidak tahu alasannya kenapa, alasannya yaitu saya tidak mau terlibat dengan urusan rumah tangganya. Sehingga jikalau saya kerja lembur dan pulangnya malam saya selalu ditawari menginap di rumahnya. Aku setujui saja alasannya yaitu dari pada saya pulang jauh-jauh ke rumahku yang berada di luar kota Bandung, lebih baik saya menginap di rumahnya sambil dapat mengenal lebih bersahabat lagi dengan Mas Andri (itulah panggilan saya ke dia).
Karena di rumahnya tidak ada siapa-siapa, kami selalu berpelukan sambil menonton televisi layaknya seorang adik dengan kakak. Walau bagaimanapun saya masih menaruh hormat bahwa beliau yaitu sahabat kerjaku, walaupun kadang kala penisku ini bangun dari tidurnya. Dan hingga ketika itu saya tidak tahu bagaimana dia, apa beliau mempunyai fantasi ibarat aku?
Pada suatu waktu kami ditugaskan ke luar kota untuk melaksanakan presentasi. Dan hanya saya dan Mas Andri saja yang ditugaskan. Kebetulan di kota S itu saya mempunyai sahabat cewek namanya Rita. Kami sudah berkenalan selama setengah tahun melalui chating, dan kami selalu saling komunikasi dan saling tukar foto. Dari fotonya saya melihat beliau begitu cantik dan seksi. Dan setelah pekerjaan kantorku dengan Mas Andri selesai, saya telepon beliau untuk datang ke hotelku (aku dan Mas Andri menyewa 1 kamar). Akhirnya Rita mau datang tapi agak malaman.
Ketika malam tiba, alhasil bel pintu hotel berbunyi. Lau saya buka, ternyata wow, seorang gadis cantik sedang berdiri. Ternyata Rita ini tinggi, sekitar 168 cm, kulitnya putih mulus, kakinya jenjang, rambutnya panjang terurai dan amboi.. dadanya itu yang membuat mata tidak mau mengalihkan ke arah lain. Di usianya yang ke 26 ini beliau kelihatan begitu seksi dengan rok pendeknya ibarat seorang super model yang sedang berpose. Aku terkesima hingga beberapa detik.
"Apa betul ini kamarnya Pak Dody..?" tanyanya."Betul.. kau pasti Rita yah..?" jawabku."Dan kau pasti Dody yah..?" jawabnya.Kami alhasil saling berjabat tangan, dan saya persilakan beliau untuk masuk. Tidak lupa kukenalkan pada Mas Andri."Maaf yah kamarnya berantakan..," kataku."Ah ndak apa-apa kok saya ngerti kok kalian kan laki-laki," katanya sambil senyum.Aduh mak.., senyumnya begitu seksi sekali, kelihatan bahwa beliau itu orang yang ramah.Singkat kisah kami bertiga ngobrol hingga malam, dan alhasil kami pesan makan malam lewat room servicenya hotel. Dan tidak kerasa waktu sudah menunjukkan jam 10 malam. Dari obrolan sebelumnya saya jadi tahu bahwa Rita tinggal kost di kota S ini. Dia kerja sebagai sekretaris di perusahaan onderdil kendaraan beroda empat terkemuka. Orangtuanya tinggal di luar kota. Kaprikornus beliau bebas-bebas saja kalau pulangnya malam. Obrolan kami sudah tidak karuan lagi, dan mengarah pada hal seks.
"Mas, pantas yah kalau saya jadi pacarnya Rita..?" tanyaku ke Mas Andri sambil bercanda.
Aku mendekati Rita dan duduk di sampingnya sambil memeluknya serasa beliau pacarku.
"Wah pantas sekali.. tapi lebih pantasnya lagi kalau sama Mas saja.." kata Mas Andri sambil tersenyum.
"Yah sudah.. kalau kalian mau.. dua-duanya aja. Aku senang kok pada kalian berdua," katanya sambil senyum.
"Yang bener nih..?" tanyaku sambil jantungku ini mulai berdebar-debar.
"Rita serius kok.. malahan dua rius." katanya.
Mendengar perkataan Rita ibarat itu, otomatis jiwa kelelakian kami terpanggil serasa ada lampu hijau yang mempersilakan untuk jalan terus.
Sekilas kulihat Mas Andri juga mengalami hal yang sama denganku. Nafsu seks saya pada ketika itu begitu menggebu-gebu. Tanpa malu-malu saya eratkan pelukanku ke tubuh bab atas Rita hingga buah dadanya terasa sekali di dadaku. Aku ciumi lehernya, dan perlahan-lahan kuciumi hingga ke bawah dan hingga ke buah dadanya. Melihat episode itu, Mas Andri juga tidak mau kalah, beliau menciumi sedikit demi sedikit kaki mulusnya Rita, mulai dari betis hingga ke paha. Karena posisi kami yang tidak mengenakan ini, kami boyong tubuh Rita ke atas kasur dan kedengaran nafas Rita yang mulai tidak teratur.
Aku mulai mencium bibir Rita yang mungil itu. Kukulum bibirnya dan sesekali kuhisap dengan desahan-desahan yang membuat beliau semakin terangsang. Tanpa kusadari, ternyata Mas Andri sudah berada di bibir kami. Akhirnya kami bertiga saling berciuman, dan terasa sekali nikmatnya hisapan-hisapan bibir kami yang membuat kami bertiga semakin terangsang. Aku mulai membuka t-shirt 'polo'-ku, dan begitu juga Mas Andri dengan kemejanya. Mas Andri mulai membuka bajunya Rita, dan tampaklah BH-nya Rita yang bewarna coklat muda dengan renda-renda di pinggirnya. Sehingga tampaklah dua buah gunung yang menjulang ke atas. Dan dengan tanpa basa-basi lagi Mas Andri pribadi melepaskan BH-nya Rita, dan tampak buah dada Rita yang putih mulus, dan tampak putingnya yang sudah keras dan memerah.
Melihat pemandangan yang begitu menggoda, Mas Andri pribadi menghisap buah dada yang sebelah kiri. Tanpa menunggu perintah dari Mas Andri, saya pribadi ikutan menghisap buah dada Rita yang sebelah kanan. Kuhisap dan hisap terus, kadang kala kujilat putingnya yang keras itu, dan terdengar rintihan dan desahan-desahan nikmat Rita. Karena penis saya yang dari tadi sudah kepingen ikutan menikmati pemandangan yang mengagumkan itu sehingga beliau tidak nyaman di tempatnya, maka kulepaskan celanaku dan CD-ku. Tampaklah penisku yang menyembul keluar. Ukuran penisku sekitar 18 cm, dengan batang yang agak besar dengan ukuran helm yang lebih besar dari batangku.
Mas Andri juga ikut-ikutan melepaskan celana dan CD-nya juga. Tampaklah penisnya yang tidak terlalu besar, sekitar 14 cm tetapi mempunyai batang yang besar. Aku gres sekali ini melihat penisnya Mas Andri yang sudah berdiri tegak. Sebelumnya saya belum pernah melihat penis Mas Andri yang tegak sekali ibarat sekarang ini, mungkin alasannya yaitu terangsang sekali menikmati pemandangan yang mengagumkan ini, sehingga saya pun ikut semakin terangsang. Kulepaskan juga rok dan CD hitamnya Rita, sehingga kami bertiga berbugil ria tanpa sehelai benang pun di tubuh kami.
Aku mulai menciumi dan menghisap puting buah dadanya Rita lagi. Dan Mas Andri mulai menghisap lubang vaginanya Rita. Nafas Rita mulai tidak teratur dan tampak Rita mengelinjang-gelinjang. Aku semakin terangsang melihatnya. Apalagi melihat Mas Andri yang semakin semangat menghisap, dan lidahnya yang panjang mejilati lubang kenikmatannya Rita. Beberapa menit kemudian Rita mulai orgasme, dan tampak tubuh Rita menegang diiringi dengan bunyi jeritan, "Auuch..," tanda keenakan.
Mendengar jeritan bunyi Rita itu, penisku tambah tegak dan rasanya ingin kumasukkan cepat-cepat ke lubang vagina Rita, tapi saya lihat Mas Andri mulai memasukkan penisnya ke dalam lubang vaginanya Rita, dan tangan Mas Andri memegangi penisnya semoga dapat masuk ke dalam vagina Rita. Setelah kelihatan masuk, Mas Andri mulai menggenjot dan memasuk-keluarkan penisnya. Tiba-tba tangan Rita sudah memegang penisku dan menuntunku ke dalam mulutnya. Akhirnya penisku sudah ada di depan mulutnya Rita. Rita mulai memainkan lidahnya menjilati penisku dan sesekali dimasukkannya penisku sambil dihisapnya.
Tiap hisapannya rasanya bagaikan terbang di awan, apalagi melihat genjotan Mas Andri yang semakin cepat di vaginanya Rita. Tampak beliau begitu seksi dan gagah, dan saya sengaja mendekatkan wajahku pada wajah Mas Andri. Aku ingin sekali meciumi bibirnya yang seksi, tapi saya takut Mas Andri tidkak suka. Tapi tanpa diduga, Mas Andri mulai mencium bibirku, dan kubalas. Kami saling berciuman dengan penuh nafsu, sementara Mas Andri tetap menggejot Rita dan penisku masih tetap dihisap oleh Rita.
Akhirnya kami ganti posisi ke posisi doggy sytle, dimana Rita menungging dan gantian saya yang memasukan penisku ke dalam vaginanya Rita. Untuk pertamanya saya sulit sekali memasukkan penisku ke dalam vaginanya, mungkin alasannya yaitu ukuran penisku yang agak besar dibanding punyanya Mas Andri. Tapi sedikit demi sedikit saya masukkan, dan akhirnya, "Bless.." penisku dapat masuk. Uhh.., enak sekali rasanya, ternyata lubang vagina Rita masih sempit, dan saya mencicipi penisku bagai diremas-remas. Aku masuk dan keluarkan penisku, dan kulakukan semakin cepat. Sekarang giliran penis Mas Andri yang dihisap oleh Rita. Rasanya enak sekali menggenjot Rita dan melihat Mas Andri yang keenakan dihisap oleh Rita. Mungkin inilah yang dinamakan surga dunia, dan saya bagaikan terbang di awan.
"Uh.. ah.. uh.. ah..," bunyi rintihan Rita.
"Terus.. Mas.. oh.. enak Mas.. terus..!" teriaknya.
Kugenjot terus dan semakin cepat kugenjot, dan alhasil Rita berteriak, "Mass.., saya mau keluarr.."
Tubuh Rita menegang dan terasa vagina Rita berdenyut-denyut, terasa ada yang membasahi penisku. Akhirnya Rita orgasme yang kedua. Kukeluarkan penisku yang masih tegak berdiri, dan tampak ada sebagian cairannya Rita. Mas Andri pribadi menjilati penisku dan menjilati semua cairan yang ada hingga habis. Dan tanpa kuduga, Mas Andri terus saja menjilati penisku dan mulai memasukkannya ke dalam mulutnya. Oh.., enak sekali hisapannya, berbeda dengan hisapan Rita tadi. Kali ini lebih berangasan dan lebih dalam sedotannya, bagaikan vacuum cleaner yang sedang menyedot debu.
Setelah berdiri dari istirahatnya, Rita kemudian menghampiri kami dan mulai memegangi penisnya Mas Andri dan memaksa kami untuk berdiri di lantai. Akhirnya saya dan Mas Andri berdiri berhadapan, dan Rita memegangi penis kami sambil jongkok. Penis kami bergantian dihisapnya. Dan kadang kala keduanya dimasukkan ke dalam mulutnya sambil tangannya mengocok penis kami berdua. Sambil keenakan kuhisap putingnya Mas Andri dan kujilati. Tampak lenguhan Mas Andri yang mencicipi keenakan.
"Uh.. terus Dod, teruus enaak..!" katanya setiap kujilat putingnya.
Mendengar desahan Mas Andri dan melihat Rita yang sedang asyik menikmati penis kami, saya semakin terangsang, dan alhasil ada sesuatu yang ingin keluar dari penis kami.
"Mas, saya ingin keluuaar.." kataku.
"Aku juga.." kata Mas Andri.
Akhirnya kami memegang penis kami masing-masing dan mengocoknya. Wajah Rita sudah berada di depan penis kami.
Kupercepat kocokkanku, dan, "Ahh.. crot.. crot.. crot.." air maniku keluar persis di bibir merahnya Rita.
Begitu juga dengan Mas Andri. Tampak badannya menegang dan matanya terpejam menikmati sesuatu yang enak, yang mungkin selama ini belum dialaminya.
Dan seiring dengan lenguhan panjangnya Mas Andri, "Ahh.., crot.. crot.." air maninya keluar mengenai wajah Rita yang kelihatan menikmatinya juga.
Rita mengusapkan semua cairan mani tersebut ke seluruh wajah dan badannya. Kuciumi bibir Rita yang masih terasa air mani yang saya dan Mas Andri keluarkan tadi. Akhirnya kami bertiga saling berciuman, dan kami pun naik ke atas kasur. Kami saling berpelukan, dan tanpa terasa alhasil kami tertidur.
Besoknya, sekitar jam 10 pagi kami bangun dan mandi bertiga. Kami mengulangi permainan seks ibarat semalam lagi, tetapi sekarang lebih cepat kami lakukan, alasannya yaitu Rita harus segera pulang dan berkemas-kemas untuk kerja. Dengan perasaan puas ibarat semalam, alhasil kami akhiri permainan tersebut, dan kami pun segera untuk berkemas-kemas pulang ke Bandung. Saat perpisahan, Rita menciumi kami berdua, dan beliau minta semoga kami selalu mengontak beliau jikalau kami ingin bermain three somes lagi.
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, erita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.

0 Komentar