Kumpulan Kisah Sex Nikmatnya Ngentot Dengan Kania Yang Sexy

Kumpulan Cerita Sex 2018 - Awalnya saya tidak pernah menduga kalau balasannya saya akan melaksanakan adegan menyerupai dalam dongeng ngentot, di saat usiaku baru menginjak 18 tahun. Saat ini saya masih duduk di kelas 3 bangku SMU, namaku Bima dari dulu saya memang banyak di dekati cewek baik di sekolah maupun di lingkungan rumahku. Namun saya tidak pernah menanggapi mereka alasannya yakni saya tidak suka untuk menjalin hubungan.

Pikirku dengan pacaran tidak akan membawa apa-apa, apalagi saya seorang gamer hampir setiap ada kesempatan saya selalu di depan gadgetku. Untuk main game dan itu yaitu hobiku sejak saya masih SMP sampai saat ini, meskipun penampilanku memakai kaca mata namun tidak membuatku terlihat cupu alasannya yakni dengan tinggi badan yang profesional di tambah bentuk badan yang lumayan atletis.

Akupun terlihat keren dan bukannya membanggakan diri sendiri, tapi memang sejak dulu saya sering di dekati cewek. Namun hatiku belum terbuka untuk melkaukannya, sampai balasannya akupun sering membuka situs dewasa, dengan seringnya membaca dongeng sex abg dan lainnya membuat saya terkadang ingin menikmatinya tapi saya masih belum mampu melakukannya alasannya yakni saya masih malu.
Pernah sekali saya membawa sahabat cewek ke kamarku, saat itu memang tidak ada orang di rumah.

Tapi saya hanya mencium pipinya dan melihat ia tertunduk malu akupun menjadi tidak berani melanjutkannya, apalagi saya dengar dari temanku si Beni kalau kita akan melaksanakan adegan menyerupai dalam dongeng ngentot mengalir saja tanpa harus ada yang memaksa itu baru nyaman dan begitu terasa.
Sampai balasannya akupun mengenal sosok cewek yang lebih anyir tanah dariku, Kania namanya ia sudah duduk di bangku kuliah. Sebenarnya akupun tidak begitu menyukai Kania namun alasannya yakni ia begitu agresif akupun tergiur padanya, tidak jarang Kania menyentuhku dengan cubitan kecil “Iiihh..lucunya kau Bim..” Katanya saat kami bertemu di sebuah cafe kawasan kami biasa makan.

Perkenalan kamipun berlanjut dan membuat saya semakin mengenalnya lebih bersahabat lagi, sampai pada suatu hari saya di ajak Kania ke rumah temannya. Sampai di sana ternyata ada empat orang cewek termasuk Kania, dan cuma saya perjaka diantara mereka. Kania dengan manja memperkenalkan saya sebagai pacarnya akupun hanya tersenyum di depan mereka, dan ada salah satu temannya yang mengodaku.

Tapi saya berlagak menyerupai perjaka yang sudah dewasa, padahal saya belum pernah sekalipun melaksanakan adegan menyerupai dalam adegan dongeng sex ngentot abg. Hingga balasannya saya di bawa masuk kedalam kamar sahabat Kania “Di dalam aja yuk BIm.. bentar lagi perjaka mereka pada datang..”Malas juga kalau harus ngbrol dengan sahabat perjaka Kania, yang notabene bukan sahabat selistingku.
Akupun masuk ke dalam kamar sahabat Kania, rupanya rumah itu memang di tempati cewek yang tadi ia perkenalkan padaku. Di dalam kamar itu Kania sibuk dengan gadgetnya alasannya yakni merasa di kacangin balasannya akupun merampas gadget yang ia pegang, ternyata Kania sedang membaca dongeng ngentot. Kini saya yang menjadi salah tingkah di depannya tanpa tahu harus berbuat apa, akupun mengembalikan hpnya.

Dia mendekat kemudian memelukku dari belakang “Kenapa..emangnya Bima belum pernah membaca hal ginian..” Akupun menjawab “Kata siapa..itu mah.. biasa dah saya baca..” Kataku dengan sombongnya “Kalau gitu Bima tahu dong caranya..” Glek.. mati aku, pikirku saat Kania berkata menyerupai itu, diapun mendekat dan wajahnya pas berada di depan wajahku.
 Perlahan ia lepas kaca mata yang saya pakai, kemudian ia mendaratkan bibirnya pada bibirku “Bima.. saya sayang kamu..” Kembali ia melumat bibirku dan kamipun berciuman dengan mesranya di dalam kamar itu, meski terdengar suara candaan sahabat Kania dari luar saya tidak perduli. Aku benar-benar terbuai dengan lumatan bibir Kania  yang menggairahkan.

Tangannya mulai meraba-raba tubuhku sampai ia temukan kontolku, perlahan namun pasti menggeliat juga kontolku di remasnya “Oooouuuggggggghhhhhh…… oooouuugggghhh… aaaaggggggghh… Kaniaaaaa… aaaagggghh…” Aku tidak berbuat apa-apa kecuali menikmati sentuhan tangannya pada kontolku, menyerupai dalam adegan dongeng ngentot yang sering saya baca.

Ketika kontolku membesar dan semakin panjang diapun menyuruhku untuk berbaring di atas kawasan tidur. Bagai kerbau yang sudah jinak saya mengikuti perintahnya, dan saya lihat Kania naik ke atas tubuhku dan ia mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya, dan tidak butuh lama untuk melaksanakan hal itu, saya terbelalak saat pantatnya mulai bergoyang di atas tubuhku.

Aku begitu menikmatinya “Ooouuuuuggggghhh… aaaaaaaagggggghh…. aaaaaggggghh… Kaaaniiiiaaaa… aaaggghh.. teruuuuusss… sayaaaang…. aaaggggghhh..” Rasanya tidak mampu saya bayangkan, ternyata menyerupai ini kenikmatan yang di ceritakan Beni padaku, Kania semakin bergelinjangan bahkan ia memutar-mutar tubuhnya dan juga semakin dalam kontolku dalam
memeknya.

Diapun mendesah panjang sambil terus berpegangan pada dadaku “OOoouuggggghh… aaaaaaaggggghhh… ooooouuugggghh… aaaagggggghh.. sayaaaaang… aaaaagggghh..” Desahnya membuat saya semakin tidak mampu menahan kenikmatan, saya berusaha menahannya dengan cara memejamkan mataku. Karena dari tad saya tidak tahan juga melihat badan mulus kania yang terus bergoyang di atasku.

Tubuhnya sudah bersimbah keringat namun ia tetap menyerupai kuda binal yangterus bergerak layaknya dalam adegan dongeng ngentot “Oooouuuggggggghhhh… aaaaagggghh…. ooouuuggggghh.. aaaggghh..” Tiba-tiba saya merasa selangkanganku tidak mampu menahan kenikmatan, kontolku semakin mengeras dan balasannya memuncratkan sesuatu yang terasa hangat dari dalam.
Kania tsenyum ambil berbisik lirih di telingaku “OOoouuugggghh.. Bimaaa.. sayaang… saya puas…. sayaaang….” Dia tidak lag bergerak namun tetap di atas tubuhku, dan saya mendekapnya dengan erat, seakan tidak ingin melepasnya. Aku tahu kalau di luar teman-temannya pasti tahu apa yang kami lakukan, tapi saya tidak takut kalau sampai mereka menggoda kami, alasannya yakni saya benar-benar terpuaskan oleh kania.
Previous
Next Post »
0 Komentar