Cerita Dewasa Menikmati Tubuh Seksi Mertuaku

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Dewasa Menikmati Tubuh Seksi Mertuaku".

Lazimnya tradisi tahunan untuk pulang mudik lebaran, saya bersama istri dan anak-anakku pun pada hari lebaran kemarin ikut mudik ke rumah mertuaku di kota P, Jawa Barat."Aduh senangnya Oma dan Opa bila kalian datang..", kata mama mertuaku sambil memeluk dan mencium kedua anak-anakku.


Apa kabar, Pa?", kataku sambil menyalami Papa mertua.

"Baik, Roy..", jawab Papa mertuaku sambil tersenyum.

"Apa kabar, Ma?", kataku sambil menyalami mama mertua.

"Mama baik, Roy..", jawab mama mertuaku sambil memeluk dan cium pipiku kiri kanan.

"Mama kangen..", bisik mama mertuaku ketika mencium pipiku

Aku hanya tersenyum. Seperti ceritaku sebelumnya ("Aku dan Mertua"), saya sudah lama menjalin kekerabatan cinta kasih dengan ibu mertuaku.Begitulah, kami semua berkumpul dan melewati hari lebaran di kota P selama 3 hari, dan sesuai dengan rencanaku sebelumnya, saya sekeluarga akan segera pergi menuju kota lain untuk bersilaturahmi dengan saudara-saudara yang lain esok harinya.

"Kalian akan pulang kapan?", tanya Papa mertua kepada istriku.

"Rencananya besok pagi kami akan segera ke Bandung, Pa..", kata istriku.
Terlihat wajah mama mertuaku berubah sambil mencuri pandang ke arahku.
"Kalian akan ke sini lagi tidak?", tanya mama mertua.
"Sepertinya tidak, Ma..", jawab istriku.
"Kami dari Bandung nanti akan eksklusif pulang ke Jakarta..", lanjut istriku.
"Ya bila begitu, kalian nanti malam harus istirahat biar berpengaruh untuk jalan besok", kata mama mertuaku.
"Ya, Ma..", kataku sambil berdiri berdiri.
"Mau kemana, Pa?", tanya istriku.
"Aku mau periksa kondisi kendaraan beroda empat dulu, Ma..", jawabku sambil pergi meninggalkan mereka di ruang keluarga.

Ketika saya sedang memeriksa kondisi mobil, mama mertuaku datang menghampiri."Roy..", tanya mama mertua."Ya ada apa, Ma?", kataku.

"Mama kangen kamu. Apakah kau tidak?", tanya mama mertua. Selintas kulihat istri dan anak-anakku masih mengobrol dengan Papa mertua beserta beberapa saudara.

"Saya juga kangen dengan Mama..", kataku sambil menatap matanya
Mama mertuaku tersenyum manis. Walau umurnya sudah kepala empat, tapi kecantikan dan kemolekan tubuh mertuaku itu masih tampak terang di mataku

"Nanti sore atau malam, mampu tidak bila kita jalan sebentar, Roy?", tanya mama mertuaku penuh harap."Mm.. Kita coba nanti, Ma..", kataku sambil tersenyum. Kami lalu saling melempar senyum penuh arti. Kemudian mama mertuaku pergi dan masuk ke dalam rumah.

Sore harinya.

Pa, Mama ada perlu ke supermarket dulu..", kata mama mertuaku kepada suaminya.Emannya mau beli apa?", tanya Papa mertua."Mama mau belikan sesuatu untuk bawah umur si Roy untuk di jalan besok pagi, sekalian Mama mau beli keperluan Mama..", kata mama mertua.

"Mama mau pinjam dulu si Roy ya, Sayang..?", kata mama mertua kepada istriku.

"Ya, Ma..", kata istriku.

"Mana anak-anak?", tanyaku pada istriku.

"Udah pada tidur sore..", kata istriku.

"Ya sudah, saya pergi ngantar Mama dulu ya, Sayang..", kataku sambil mencium kening istriku. Istriku mengangguk. Kemudian saya dan mama mertua eksklusif pergi."Senang sekali Mama mampu berduaan dengan kamu, Roy", kata mama mertua sambil mengusap pahaku.

Aku hanya tersenyum sambil melirik ke mertuaku yang tangannya mulai pembangkang naik dan masuk ke dalam celana Hawaii-ku, lalu jarinya mulai mengelus selangkanganku."Sudah beberapa bulan Mama tidak merasakan..", kata mama mertua sambil mengusap-ngusap dan meremas kontolku yang sudah mulai berdiri dari luar celana dalamku.


"Kita kemana, Ma?", tanyaku sambil mencicipi desiran kenikmatan ketika tangan mertuaku meremas dan mengocok kontolku pelan.

"Ke daerah biasa saja, Roy..", kata mertuaku.

"Iya, Ma.. Tapi tangan Mama udah dulu dong, ah.. Nanti saya tidak mampu jalan..", kataku sambil tersenyum

"Hi.. Hi.. Iya deh..", kata mama mertuaku pembangkang sambil tertawa.Tak lama kemudian kumasukkan kendaraan beroda empat ke pelataran hotel kelas melati di kota P tersebut. Setelah check-in, segera saya dan mama mertua masuk ke kamar yang telah ditentukan.

"Mama sangat kangen, Roy..", kata mama mertua sambil memelukku erat setelah di dalam kamar.
"Saya juga kangen sama Mama..", kataku sambil mengecup bibirnya.

"Mm.. Mmhh..", gumam mama mertua sambil belas melumat bibirku sementara tangannya eksklusif masuk ke dalam celana Hawaii-ku, lalu masuk lagi ke celana dalam.

"Ohh.. Enak, Ma..", bisikku ke telinganya sambil meremas buah dadanya yang besar.

"Mama selalu pengen bersahabat dengan kamu, Roy..", bisik mama mertua sambil menurunkan celana Hawaii-ku dan memerosotkannya hingga lepas.

Akupun segera melepas kaos yang kupakai dan celana dalam yang sudah menggembung. Sementara mama mertua juga sama melepas semua pakaiannya hingga telanjang bulat.

Cerita seks -  "Sudah berapa lamu saya tidak bersama Mama?", tanyaku sambil memeluk tubuh telanjang mama mertuaku. Kontolku yang sudah tegang dan tegak menyentuh-nyentuh bulu memek dan perut mertuaku."Sudah tiga bulan kau tidak kunjungi Mama, Roy..", kata mama mertua sambil memegang dan mengocok kontolku.

"Mama rasanya hampir gila tidak mampu bersama kau selama itu", katanya lalu melumat bibirku.Lama kami berciuman sambil saling usap, saling raba, saling remas tubuh masing-masing.Ohh.. Mmhh..", desah mama mertua ketika tanganku mengusap potongan memeknya lalu jariku masuk ke lubang memeknya yang sudah sangat basah.

Royy.. Oohh..", desah mama mertua makin keras ketika saya menurunkan kepala ke dadanya lalu kujilati puting susunya bergantian sembari tangan dan jariku masih tetap memainkan memeknya.

"Royy.. Mama sudah tidak berpengaruh lagiihh..", bisik mama mertuaku sambil menggerakan pinggulnya seiring bacokan jariku ke memeknya.

"Setubuhi Mama sekarang..", pintanya lirih sambil melepaskan diri dari pelukanku lalu ia berbaring di ranjang.

Aku tersenyum, lalu saya pun segera naik ke atas ranjang dan kunaiki tubuh telanjang mama mertuaku."Ayo lekas lakukan, Roy..", katanya sambil meraih kontolku lalu diarahkan ke lubang memeknya.Mama nggak tabah amat sih..", kataku sambil tersenyum lalu kukecup bibirnya, kemudian kutekan kontolku perlahan hingga alhasil kontolku masuk semua ke dalam memek mertuaku.

"Ohh.. Shh.. Enakk, Royy..", desah mertuaku sambil menggoyang pinggulnya.

"Mama tidak tabah sebab sudah lama tidak menerima kenikmatan dari kamu, sayang..", bisik mama mertuaku.

"Makanya ketika Mama mendapat kabar bila kau akan datang berkunjung, hati Mama sangat senang.. Ohh..", lanjut mertuaku.

"Apalagi ketika melihat kau datang, gairah Mama eksklusif muncul.. Hanya saja Mama tahan terus..", katanya sambil melumat bibirku.

Saya juga waktu melihat Mama menyambut, eksklusif pengen..", kataku sambil terus memompa kontol di memeknya.
"Ohh.. Nikmat sekali, Royy..", desah kenikmatan keluar dari mulutnya.

"Setubuhi mama lebih cepat, sayang..", pintanya sambil mencengkram tubuhku erat.

Aku mengerti bila mama mertuaku hampir mencapai orgasmenya, maka saya segera mempercepat pompaan kontolku.

"Ohh.. Ohh.. Mama mau keluarr.. Ohh..", lenguhan panjang terdengar dari ekspresi mertuaku sambil memejamkan matanya. Serr! Serr! Lendir birahi mama mertua menyembur disertai dekapan yang sangat erat di tubuhku.

"Rooyy.. Nikmat sekalii..", desah mama mertua sambil badannya terkulai lemas.

Aku tersenyum melihat mama mertua memejamkan matanya sebab menikmati kenikmatan yang tiada tara.



"Ma, balikkan badannya dong..", pintaku sambil mencabut kontolku dari memeknya.

"Apa, Roy? Nungging?", tanya mama mertua.

"Bukan, Ma.. Mama tengkurap saja", kataku.



Mama mertuaku menuruti apa permintaanku. Dia tengkurap sambil membuka kakinya agak lebar sehingga memeknya tampak merekah merangsang. Lalu kuarahkan kontolku ke lubang memeknya kemudian kutekan hingga masuk semua.

"Mmhh.. Enak sekali, Ma..", kataku sambil mengeluarmasukkan kontolku di memeknya.

"Ohh.. Roy.. Enak sekali..", kata mama mertuaku sambil menggoyangkan pantatnya.

Aku terus mengeluarmasukkan kontolku sambil meremas-remas bongkahan pantat mama mertua yang besar dan bulat. Sesekali kusentuh lubang pantatnya dengan jariku.

"Roy, kau ngapain?", tanya mama mertua ketika saya mencoba memasukkan sedikit ujung jariku ke lubang pantatnya.

"Nggak apa-apa, Ma.. Tapi enak kan, Ma?", tanyaku sambil tetap memompa kontolku di memeknya.

"Iya sih enak.. Tapi jijik kan, Roy..", kata mama mertua sambil memejamkan mata ketika kumasukkan jariku sedikit lebih dalam lagi ke lubang pantatnya.

Tak lama kurasakan sesuatu yang ingin menyembur dari kontolku. Kupercepat gerakan kontolku sambil menikmati perasaan nyaman yang mulai meningkat di kontolku.

"Saya mau keluar, Ma..", kataku serak.

"Keluarkan di memek Mama saja Roy.. Biar enak..", kata mama mertua.
Croott! Crott! Croott! Air maniku menyembur banyak di dalam memek mama mertuaku. Kutekan kontolku dalam-dalam ke memeknya. Terasa kontolku berdenyut-denyut nikmat. Kudekap mama mertua dari belakang tanpa melepas kontolku dari lubang memeknya.

"Nikmat sekali, Ma.. Memek mama masih nikmat..", pujiku.

"Makanya, sering-seringlah kau kunjungi Mama biar Mama mampu berikan semua kasih sayang dan kenikmatan buat kamu..", bisik mama mertuaku.

Setelah beres-beres, saya dan mama mertua segera keluar dari hotel tersebut lalu menuju supermarket untuk berbelanja keperluan yang dibutuhkan. Kulihat wajah mama mertuaku sangat cerah dan ceria. Sangat jauh berbeda daripada ketika sebelum kami bersetubuh lebih dari 1 jam yang lalu tadi.

Selesai berbelanja, kami lalu segera pulang. Di rumah, mama mertua dan saya berlaku menyerupai tidak ada apa-apa yang telah terjadi di antara kami sehingga tidak ada yang curiga.

Keesokan paginya saya sekeluarga segera pergi menuju Bandung untuk mengunjungi sanak saudara lainnya.

Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
Previous
Next Post »
0 Komentar