Showing posts sorted by relevance for query kumpulan-cerita-seks-kisah-dewasa-ibu. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query kumpulan-cerita-seks-kisah-dewasa-ibu. Sort by date Show all posts

Cerita Sex Perselingkuhan Dengan Sepupu Istriku

Cerita Sex Perselingkuhan Dengan Sepupu Istriku
Cerita Sex - Kisah ini bermula setahun yang lalu, dimana saya harus jaga rumah, alasannya anak dan istriku sedang berkunjung ke saudaranya selama lebih dari seminggu.
Sore itu sekitar jam lima sore, teleponku berdering, lalu kuangkat dan terdengar bunyi lembut seorang wanita namun dengan background yang lumayan ramai.
Cerita Sex Perselingkuhan Dengan Sepupu Istriku Cerita Sex Perselingkuhan Dengan Sepupu Istriku
Cerita Sex Perselingkuhan Dengan Sepupu Istriku

"Halo.., Dik Yanti ada", bunyi itu sepertinya kukenal, namun sungguh saya lupa siapa dia, yang lebih membuatku bertanya-tanya, beliau mencari istriku (Yanti).
Aku pun menjawab apa adanya "Yanti sedang ke Solo, ada yang bisa Saya bantu?".
"Lho, ini Dik Bandi ya.., saya Hesti, Dik, saya sedang di terminal bis, boleh saya mampir ke rumahmu sebentar?", belum sempat kujawab permintaannya, telepon sudah ditutup, dan saya sendiri masih bertanya-tanya, siapa Hesti itu?

Selang satu jam kemudian, ada sebuah taxi yang berhenti di depan rumah, saya melihat dari arah dalam jendela rumah, seorang wanita muda keluar serta menenteng sebuah tas traveler yang lumayan besar. Di bawah keremangan sinar lampu jalan, saya mulai bisa melihat wajahnya. Ya ampun.., ternyata beliau yakni Mbak Hesti, kakak sepupuku. Meskipun beliau kupanggil "Mbak" tapi beliau sepuluh tahun muda dariku, beliau anak budeku, kakak dari ibuku. Tersentak saya dari kekagetanku, manakala beliau berusaha membuka pintu pagar, akupun berlari menyambutnya, menenteng tasnya yang.., ups ternyata lumayan berat. Kupersilakan beliau untuk istirahat sebentar di ruang tamu, dan kuletakkan traveler bagnya di kamar depan, yang memang biasanya selalu kosong itu.

Aku bergegas menemui Mbak Hesti dan mengajaknya ngobrol sebentar.
"Mbak Hesti mau kemana?".
"Aku mau ke Bali Dik, kawasan kerjaku pindah ke sana".
Kenanganpun muncul, tatkala saya menatap wajahnya lekat-lekat. Sungguh ia belum berbeda ketika saya bertemu beliau sembilan tahun yang lalu, ketika ia masih kelas tiga SMP.

Hesti yakni gadis yang manis, sekilas ia menyerupai artis Maudy Koesnaedy. Tubuhnya yang putih bersih dengan tinggi sedang dibalut T-shirt MCM putih dan celana jeans strecth yang membungkus pinggul dan kakinya yang cantik (paling tidak menurutku). Payudaranya sedang besarnya, padahal dulu lumayan kecil jikalau tidak bisa dibilang rata. Aku bisa mengatakan demikian, alasannya dulu sungguh kenangan ini menyerupai barusan kemarin terjadi.

Waktu itu (sembilan tahun yang lalu dan masih bujangan), saya berkunjung ke rumahnya (di sebuah kota besar di Jawa Tengah), selama seminggu saya tinggal di rumahnya yang besar, yang dihuni Bude, Mas Bayu(sulung) dan Mbak Hesti(ragil). Aku sendiri menyerupai menaruh perhatian khusus kepadanya. Aku tidak tahu ini perasaan Sayang atau hanya sekedar suka saja. Ia kelihatan bongsor untuk anak seusianya 14 tahun, namun sungguh, ia menyerupai kekanak-kanakan. Sering di dikala saya membantunya dalam berguru bahasa Inggris, kucium keningnya disaat ia mulai suntuk, untuk memberi semangat supaya giat berguru kembali, namun lama-lama perasaan yang sekedar memberi semangat itupun berubah, saya sering juga mencium kelopak matanya, pipinya dan kesannya kucium bibirnya disaat ia benar-benar ketiduran di atas meja belajarnya, alasannya kupaksa untuk menyelesaikan latihan ulangannya. Kugendong tubuhnya untuk kupindah ke kawasan tidurnya. Mbak Hesti tak bergerak sedikitpun, dikala kubaringkan di ranjangnya, terlalu capek rupanya. Terkesiap sejenak saya dibuatnya, jantungku mulai berdegup kencang, dikala kulihat rok mininya tersingkap ke atas. Penisku mendadak menggeliat bangun.

Kukunci pintu kamarnya, entah dorongan dari mana, ada impian untuk mencium kemaluannya. Perlahan-lahan kuturunkan celana dalamnya dan terlepas. Kulihat lekat-lekat liang kewanitaannya yang tak satupun bulu tumbuh diatasnya, sebuah gundukan daging yang mengundang hasratku untuk segera menciumnya. Kuangkat kedua pahanya, sehingga posisi kakinya membentuk abjad "O". Clitorisnya yang merah muda menyembul keluar. Akupun menciumnya lembut dan aroma kemaluan seorang perawan yang khaspun tercium. Penisku semakin tegang dan sakit, alasannya posisiku yang kurang menguntungkan. Aku terus mencium dan menjilati naik turun. Lubang kemaluannya berair alasannya ludahku.

Sejenak saya kaget, alasannya Mbak Hesti mulai menggeliat, saya cepat-cepat menarik selimut untuk sekedar menutupi posisi kakinya. Namun posisinya tidak berubah hingga ia tertidur kembali. Akupun semakin penasaran untuk mengulangi kembali, kali ini tidak saja kujilati, tapi saya mulai menghisap clitorisnya yang kelihatan semakin memerah, saya menyerupai kesetanan menghisap yang lainnya. Aku berusaha membuka liang kewanitaannya dengan kedua ibu jariku, kelihatan lubang kemaluannya masih kecil dan terlihat nyaris rapat. Kujilati lubangnya, kuusahakan ujung lidahku menerobos lubang yang sempit itu, hingga pada saatnya kemudian ia terbangun dalam keadaan saya masih asyik menjilati bibir kemaluannya.
"Kamu apakan punyaku Dik?".
Tenggorokanku seakan tersekat sesuatu, sehingga tidak bisa menjawab, apalagi melihat wajahnya. Naluriku mengatakan pasti ia benar-benar marah atas kelakuanku tersebut, dan saya tidak tahu, saya harus bagaimana setelah ini, saya hanya bisa menunggu. Sampai beberapa menit kemudian, tangannya meraih wajahku dan mengangkatnya perlahan-lahan, hingga wajahku dan wajahnya berhadap-hadapan.
Sekali lagi beliau bertanya "Diapakan punyaku Dik?".
"Aku Sayang Mbak Hesti.., maafkan saya Mbak" kataku mengiba. Namun keadaan yang tidak kuduga-duga, Mbak Hesti mencium bibirku.
"Aku sudah merasakannya, semenjak Dik Bandi menciumku di meja tadi", bisiknya ditelingaku
Akupun eksklusif melumat bibirnya, tangan kananku berusaha mencari-cari payudaranya yang hanya menyerupai puting saja.

Akupun menyingkap t-shirtnya untuk mengalihkan ke payudaranya. Kuhisap putingnya, Mbak Hesti hanya mendesis-desis dan mencengkeram pinggangku erat-erat. Kuhisap bergantian kiri dan kanan puting payudaranya, hingga kesannya kuhisap kembali liang kewanitaannya yang sudah sangat basah. Kuhisap clitorisnya dengan gemas, dicengkeramnya kepalaku, ia menggerakkan bokongnya naik turun, hingga pada dikala berikutnya, ditendangnya pundakku keras-keras sehingga bibirku terlepas dari liang kewanitaannya. Belakangan saya ketahui ia mengalami orgasme yang hebat, sehingga ia tidak bisa lagi menguasai gerakannya. Kupeluk dia, supaya ia segera dapat menguasai dirinya kembali.

Demi menjaga perasaannya, akupun berusaha untuk mengeluarkan penisku yang sudah tersiksa semenjak tadi dan kuperlihatkan kepadanya. Dielus-elusnya penisku, sambil diamatinya cermat-cermat (mungkin Mbak Hesti gres melihat penis yang membesar itu pertama kali), dipermainkannya penisku hingga digesek-gesekannya ke puting payudaranya, hingga pada dikala saya sudah tidak bisa lagi menahan cairan di penisku keluar kemana-mana.
Mbak Hesti terlihat bergerak sekenanya untuk menghindari.
"Apa itu tadi Dik?".
"Itu spermaku Mbak, itu yang bisa membuat perempuan hamil jikalau sempat masuk ke sini", sambil kuusap liang kewanitaannya.
Mbak Hesti memelukku, akupun menyambutnya dengan mendekapnya erat-erat.

TAMAT

End by Cerita Sex Bergambar - Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Mesum, ABG Bugil, Cerita Ngentot Tante, Kisah Janda Hot dan Cerita Seks Terbaru 2017. Sumber http://www.ceritasex2017.com/
3

Cerita Main Dokter Dokteran Berujung Ngentot

Cerita Sex - Perkenalkan namaku Rendi dan umurku dikala ini 19 tahun. Aku kuliah dikota S yang terkenal dengan sopan santunnya. Aku anak kedua setelah kakakku Ana. Ibuku bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan ayahku juga bekerja di kantor. Tinggi badanku biasa saja layaknya anak seusiaku yakni 169. Di situs ini saya akan menceritakan kisah unikku. Pengalaman pertama dengan apa yang namanya sex. Kisah ini masih saya ingat selamanya alasannya pengalaman pertama memang tak terlupakan. Kisah ini benar benar saya alami tanpa saya rubah sedikit pun.
Cerita Main Dokter Dokteran Berujung Ngentot Cerita Main Dokter Dokteran Berujung Ngentot
Cerita Main Dokter Dokteran Berujung Ngentot

Saat itu usiaku masih 10 tahun pada waktu itu saya masih kelas 4 SD. Aku punya sobat sebayaku namanya Putri, beliau juga duduk di dingklik SD. Aku dan beliau sering main bersama. Dia anak yang sangat manis dan manja. Dia mempunyai dua kakak. Kakak pertama namanya Rio di sudah bekerja di Jakarta. Dan kakaknya yang satu lagi namanya Linda. Saat itu beliau kuliah semester 4 jurusan akuntansi salah satu sekolah tinggi tinggi di kota kelahiranku. Dia lebih mengagumkan dari pada adiknya Putri. Tingginya kira kira 160 cm dan ukuran payudaranya cukup seusianya tidak besar banget tapi kenceng.

Waktu itu hari sangat panas, saya dan Putri sedang main dirumahnya. Maklum rumahku dan rumahnya bersebelahan. Saat itu ortu dari Putri sedang pergi ke Bandung untuk beli kain. Putri ditinggal bersama kakaknya Linda.

"Main dokter dokter yuk, saya bosen nich mainan ini terus"ajak Putri

Segera saya siapkan mainannya. Aku jadi dokter dan beliau jadi pasiennya. Waktu saya periksa beliau buka baju. Kami pun melaksanakan menyerupai itu biasa alasannya belum ada naluri menyerupai orang dewasa, kami menganggap itu mainan dan hal itu biasa alasannya masih kecil. Waktu saya pegang stetoskop dan menyentuhkannya didadanya. Aku tidak tahu perasaannya. Tapi saya menganggapnya mainan. Waktu itu pintu tiba tiba terbuka. Linda pulang dari kampusnya. Dengan masih telanjang dada Putri menghampiri kakaknya di depan pintu masuk.

"Hai kak gres pulang dari kampus"

"Ngapain kau buka baju segala" Kak Linda memandangi adiknya.

"Kita lagi main dokter dokteran, saya pasiennya sedangkan Rendi jadi dokternya, tapi sepi kak masa pasiennya cuma satu. Kakak lelah nggak. Ikutan main ya kak?"

"Oh mainan toh... Ya sudah saya nyusul, saya mau ganti pakaian dulu gerah banget nih"

Kami bertiga pun segera masuk ke kamar lagi, saya dan Putri asyik main dan Kak Linda merebahkan tubuhnya ditempat tidur disamping kami. Aku melihat Kak Linda sangat mengagumkan ketika berbaring. Setelah beberapa menit kemudian beliau memperhatikan kami bermain dan beliau terbengong memikirkan sesuatu.

"Ayo Kak cepetan, malah bengong" ajak Putri pada kakaknya.

Lalu beliau bangun membuka lemari. Dia kepanasan alasannya udaranya. Biasanya beliau menyuruh kami tunggu di luar ketika beliau ganti baju

"Ayo tutup mata kalian, saya mau ganti nih soalnya panas banget" Kak Linda menyuruh kami.

Dia melepaskan pakaian satu persatu dari mulai celana panjangnya, beliau memakai cd warna putih berenda dengan model g-string. Saat itu beliau masih dihadapan kami. Tertampang paha putih bersih tanpa cacat. Setelah itu beliau melepas kemejanya dicopotnya kancing stu perstu. Setelah terbuka seluruh kancingnya, saya dapat melihat bra yang dipakainya. Lalu beliau membelakangi kami, beliau juga melepas branya setelah kemejanya ditanggalkan. Aku pun terbengong melihatnya alasannya belum pernah saya melihat wanita cukup umur telanjang apa lagi ketika saya melihat pantatnya yang uuuhhh. Dia memilih baju agak lama, otomatis saya melihat punggungnya yang mulus dan kesudahannya beliau memakai baby doll dengan potongan leher rendah sekali tanpa bra dan bahannya super tipis kelihatan putingnya yang berwarna coklat muda. Kulitnya sangat putih dan mulus lebih putih dari Putri. Putri melihatku.

"Rendi koq termenung belum lihat kakakku buka baju ya? Lagian kakak buka baju nggak nyuruh kita pergi."

Kak Linda ngomel,"Idih kalian masih kecil belum tahu apa apa lagian juga saya nggak ngelihatin kalian langsung. Mau lihat ya Ren?"dia bercanda.

Akupun menundukan mukaku alasannya malu."Tapikan kak, susunya kakak sudah gede segitu apa nggak aib ama Rendi."

Putri menjawab ketus."Kamu aja telanjang kayak itu apa kau juga nggak aib sudah ayo main lagi." Linda menjawab adiknya. Kami pun bermain kembali.

Giliran Kak Linda saya periksa. Dia menyuruh saya memeriksanya, beliau agak melongarkan bajunya. Ketika stetoskop saya masukkan di dalam bajunya lewat lubang lehernya, sempurna kena putingnya. Dia memekik. Aku pun kaget tapi saya pun tidak melihatnya alasannya malu. Dia menyuruhku untuk untuk lama lama didaerah itu. Dia merem melek kayak nahan sesuatu, dipegangnya tanganku lalu ditekan tekan tempat putingnya. Aku merasa sesuatu mengeras.

"Kak ngapain... Emang enak banget diperiksa... Kayak orang sakit beneran banget." Putri Tanya ama kakaknya.

Kak Linda pun berhenti."Yuk kita mandi soalnya sudah sore lagikan kau Putri ada les lho nanti kau ketinggalan." Ajak Kak Linda pada kami berdua. Dia menyuruh bawa handuk ama baju ganti.

Setelah mengisi air, saya pun membuka bajuku tanpa ada beban yang ada dan telanjang lingkaran begitu juga ama Putri. Kamipun bermain air di bathup. Kamar mandi disini amat mewah ada shower bathup dan lain lain lah, maklum beliau anak terkaya dikampungku. Setelah itu pintu digedor ama kakaknya beliau suruh buka pintu kamar mandinya. Aku pun membukanya. Kak Linda melihatku penuh kagum sambil menatap episode bawahku yang sudah tanpa pelindung sedikitpun, saya gres tahu itu namanya lagi horny. Lalu beliau masuk segera di membuka piyama mandinya. Jreng... Hatiku eksklusif berdetak kencang, beliau menggunakan bra tranparan ama cd yang tadi beliau pake dihadapan kami.

"Bolehkan mandi bersama kalian lagian kalian kan masih anak kecil."

"Ihh... Kakak... Punya kakak itu menonjol" ledek adiknya.

Dia hanya tersenyum menarik hati kami terutama aku."biarin"sambil beliau pegang sendiri putting beliau menjawab lalu beliau membasahi badannya ama air di shower. Makin terang apa yang nama payudara cewek lagi berkembang. Beitu kena air dari shower bra Kak Linda agak melorot kebawah. Lucu banget bentuknya pikirku. Payudaranya hendak seakan melompat keluar.

"Ayo cepat turun dulu, saya kasih busa di bathupnya...".

Putri bergegas keluar tapi saya tidak, saya takut jikalau tertangkap berair anuku mengeras, saya aib banget. Baru kali ini saya mengeras gede banget. Lalu Kak Linda mendekat dan melihatku serta menyuruhku untuk turun. Aku turun dengan tertunduk muka Kak Linda melihat episode bawahku yang sudah mengeras sama pada waktu saya bermain tapi bedanya sekarang eksklusif dihadapan mata. Dia hanya tersenyum padaku. Aku kira beliau marah. Dia kayak sengaja menyenggol senjataku dengan paha mulusnya.

"Ooohh... Apa itu..." (pura pura beliau tidak tahu) Putripun tertawa melihatnya.

"Itu yang dinamakan senjatanya laki laki yang lagi mengeras tapi culun ya jikalau belum disunat" Kak Linda memberitahukan pada adiknya.

Setelah busanya melimpah di air kami pun nyebur bareng.

"Adik adik, Kakak boleh nggak membuka bra kakak" pinta Kak Linda pada kami.

"Buka aja to Kak lagian jikalau mandi pakai pakaian kayak orang desa." adiknya menjawab.

Tapi saya nggak mampu jawab. Dengan pelan pelan kancing dibelakang punggung dibukanya lalu lepas sudah pengaman dan pelindung susunya. Dengan telapak tangannya beliau menutupi payudaranya.

"Sudah buka aja sekalian cd nya nanti kotor kena amis cd kakak," ujar Putri kepada kakaknya.

Segera beliau bangun diatas bathup melorotkan cdnya dengan hati hati(kayaknya beliau sangat menunggu ekspresiku ketika melihat wanita telanjang lingkaran dihadapannya). Ketika beliau bangun membetulkan shower diatas kami, saya melihat seluruh tubuhnya yang sudah telanjang bulat.

"Kak anu... anu... Susu kakak besarnya, ama bawahan kakak ada rambutnya dikit," saya memujinya.

beliau hanya tersenyum dan memberitahu jikalau aslinya bawahan nya lebat hanya saja rajin dicukur. Dia agak berlama lama bangun kayaknya makin deket aja episode sensitivenya dengan wajahku, ada sesuatu harum yang berbeda dari tempat sekitar itu. Kak Linda terus bangun sambil melirikku.

Sambil membilasi payudaranya dengan air hangat serta digoyang dikit dikit bokong bahenolnya. Dia menghadap kami sambil mnyiram episode sensitifnya. Aku pun tak berani eksklusif menatapnya. Sambil memainkan payudaranya sendiri beliau punya saran plus inspirasi gila.

"Mainan yuk. Aku jadi ibunya, kau jadi anaknya."

Lalu Kak Linda menyuruh mainan ibu ibuan, beliau menyuruh kami jadi bayi. Lalu beliau menyodorkan susunya pada kami.

"Anakku kasihan, sini ibu beri kau minum" beliau berkata pada kami.

Putri pun eksklusif mengenyot puting susu kakaknya, tapi saya pun tak bergerak sama sekali, lalu beliau eksklusif menyambar kepalaku ditarik ke arah payudaranya.

"Ayo sedot yang kuat... Ahhh... Cepet... Gigit pelan pelan... Acchhh," kata itu keluar.

Tapi koq nggak keluar airnya. Punya Mama keluar air susunya. Tiba tiba Putri berhenti.

"Uhh.. Ini kan namanya mainan jadi nggak beneran. Kamu udahan aja sudah jamnya kau les" Putri pun bergegas turun dan berganti pakaian semenjak dikala itu saya tak memdengar langkah beliau lagi.

Aku pun masih disuruh mainan dengan putingnya tangan kiriku dikomando supaya meremas susu kirinya. Tiba tiba ada sesuatu yang bikin saya bergetar, ada sesuatu yang berambat dan memegangi anuku. Dengan kanan kanan memegangi tangan kiriku untuk meremas payudaranya ternyata tangan kanannya memainkan penisku.

Segera beliau memerintahkan untuk turun dari situ. Kami pun turun dari situ. Lalu. Dia duduk di pingiran sambil membuka selakangannya. Aku gres melihat belakang layar cewe.

"Rendi ini yang dinamakan vagina, punya cewek. Tadi waktu kakak bangun saya tahu jikalau kau memperhatikan episode kakak yang ini. Ayo saya ajarin gimana mainan ama vagina" akupun hanya mengangguk.

Dia menyuruh menjilatinya setelah beliau mengeringkannya dengan handuk. Aku pun menjulurkan lidahku kesana tapi episode luarnya. Dia hanya tersenyum melihatku. Dengan jari tangan nya beliau membuka episode kewanitaan itu. Aku benar benar takjub melihat pemandangan kayak itu. Warnanya merah muda menyerupai sebuah bibir mungil. Setelah beliau buka kemaluannya, lalu beliau suruh saya supaya menjilatinya. Ada cairan sedikit yang keluar dari episode itu rasanya asin tapi enak. Disuruh saya menyodok dengan kedua jariku, terasa sangat becek. Dia menyuruhku berhenti sejenak. Ketika beliau menggosok gosok sendiri dengan tangannya dengan cepat lalu beliau menyambar kepalaku dengan tangannya ditempelkan mukaku dihadapannya.

Seeerrr... Serr.. suara air yang keluar dari vaginanya banyak sekali. Sambil berteriak plus mendesis lagi merem melek. Setelah itu beliau jongkok, saya kaget ketika beliau eksklusif menjilati kepala penisku. Di buka episode kulup sampai kelihatan kepalanya.

"Kakak enggak jijik ya kan buat kencing" saya bertanya pada beliau tapi beliau terus mengulumnya maju mundur.

Sakit dan geli itu yang kurasakan tapi lama lama enak saya eksklusif rasanya menyerupai kencing tapi tidak jadi. Dia menggunakan sabun cair katanya semoga agak licin jadi nggak sakit. Saking enaknya saya bagai melayang badanku bergetar semua. Setelah dibilas beliau mengkulum penisku, semua masuk didalam mulutnya.

"Kak saya mau kencing dulu" saya menyela.

Setelah itu beliau berbaring dilantai beliau menyuruh bermain dengan kacang didalam vaginanya. Pertama saya tidak tahu, beliau memberi tahu setelah beliau sendiri membukanya. Aku sentuh episode itu dengan bernafsu beliau eksklusif menjerit beliau mengajari bagaimana seharusnya melakukannya. Diputar putar jariku disana tiba tiba kacanga itu menjadi sangat keras.

Sekitar 5 menit saya bermain dengan jariku kadang dengan lidahku. Keluar lagi air dari vaginanya. Aku disuruh terus menyedotnya. Dia kayaknya sangat lemas lunglai. Setelah beberapa dikala beliau memegang penisku dan menuntunnya di vagina.

"Coba masukan anumu ke dalam sana pasti saya jamin enak banget rasanya" beliau menyuruhku.

Dengan hati-hati saya masukkan setelah masuk saya membisu saja. Dia menyuruh saya untuk menekan keras. Dan blesss masuk semuanya beliau memberi saran kayak orang memompa. Masuk- keluar.

"Acchc terus... yang cepet... ah... ah... ah..." beliau mendesis, beliau menggoyangkan pantatnya yang besar kesana kemari.

Tapi sekitar 3 menit rasanya penisku kayak diremas oleh kedua daging itu lalu saya ingin sekali pipis. Saat itu penisku kayak ada yang air mengalir. Dan serrr... seeerrrs air kencingku membanjiri episode dalamnya. Setelah kelelahan kami pun keluar beliau eksklusif pergi ke kamar masih keadaan bugil. Kemudian beliau berbaring alasannya lelah, saya mendekatinya dan beliau memelukku menyerupai adiknya, payudaranya nempel di mukaku. Setelah saya melihat wajahnya beliau menangis. Lalu beliau menyuruh saya pulang. Aku mengenakan pakaian dan pulang. Dia menyuruh merahasiakan jikalau saya berbicara ama orang lain saya nggak boleh bermain ama adiknya.

Kami pun terus melakukannya sekitar 1 tahun tanpa ada siapa yang tahu. Sekitar saya kelas 1 SMP beliau kawin ama temannya alasannya beliau hamil. Ketika 2 ahad lalu (saat ini) saya bertemu beliau bertanya masih suka main menyerupai dulu. Akupun hanya tertawa ketika saya tahu itu yang namanya sex dan saya ngucapin terima kasih buat kakak, itu ialah pengalamanku yang pertama.

TAMAT

End by Kumpulan Cerita Sex Bergambar - Cerita Dewasa, Cerita Mesum, ABG Bugil, Cerita Ngentot Tante, Kisah Janda Hot dan Cerita Seks Terbaru 2017. Sumber http://www.ceritasex2017.com/
3

Bercinta Dengan Anak Ibu Kos Yang Masih SMP

Cerita Sex - Ini dongeng lama saya, waktu itu saya dapat peran dari bos saya ke surabaya…gile bener gak nyangka juga saya yang disuruh, setau saya kantor cabang di surabaya gres buka dan yang pasti masih berserakan semuanya. yang jadi pikiran saya dimana saya mo tinggal/ngekos, masalahnya bos saya bilang saya paling lama 3 bulan di surabaya.
Bercinta Dengan Anak Ibu Kos Yang Masih SMP Bercinta Dengan Anak Ibu Kos Yang Masih SMP
Bercinta Dengan Anak Ibu Kos Yang Masih SMP

saya take off dari jkt jam 06.00 pagi pake penerbangan pertama waduh hujan gerimis campur petir lagi…mpot2an juga saya jadinya. untungnya pas landing di juanda cuaca dah terang, eksklusif aja saya pake taksi ke wtc/delta plaza surabaya tempat kantor saya..setelah urusan final dikantor, saya mulai tanya tempat kos sama temen saya disana. beliau bilang, “itu mah gampang, sekarang malam ini kau nginep dulu ditempatku, besok kau tinggal nempatin tempat kosnya aja.” busyet dah…rupanya temen saya dah ngatur semuanya !! thanks god…..

besoknya setelah jam kantor saya dianter sama temen saya ke tempat kos. heran campur bingung, ” koq tempatnya kayak rumah biasa sih mas?” tanya saya. “emang…tapi yang punya rumahnya kenal baik sama sy, terus beliau malah yang nawarin suruh ngekos disini.” jawab temen saya enteng.

rumah itu tempat tinggalnya mbak naniek, suaminya seorang pegawai negeri dan beliau punya 3 orang anak. 2 perempuan n 1 laki2…mbak naniek sendiri punya usaha toko dipasar bersahabat kawasan waru-sidoarjo.
“ya udah, kau tinggal disini aja, anggap aja rumah sendiri.” kata mbak naniek halus. “makasih ya mbak..maaf kalo ngerepotin.” jawabku polos.
“ini hani ana mba yang nomer 2 semoga bongsor gini beliau br kelas 3 samap, yang ini dimas anak bungsu mbak br kelas 5 sd. yang nomer 1 dah kuliah di jogja.” lanjut mbak naniek. gile bener…saya lihat bodi si hani bohay abis…bemper belakang semok n dada dah nongol ky orang gede

dah hampir sebulan saya tinggal di rumah mbak naniek…tiap pulang kantor dg lihat si hani lagi nonton tv sambil ngemil..kadang2 beliau suka nanya..”koq gres pulang om!” atau “lembur terus ya om!” kujawab aja singkat “iya han…capek banget nih! mana ibu? belum pulang ya?. “sebentar lagii kali om” jawab hanipolos.

yang saya perhatiin si hani selalu pake rok mini udah gitu duduknya selenge’an lagi…paha mulusnya keliahatan ke-mana2 cuma beliau hirau taacuh banget, bikin saya tambah gemes…kalo lagi iseng beliau suka nyamperin saya dikamar, suka tanya2 kerjaan saya atau pr sekolahnya dia. kadang saya ngerasa risih tapi mbak naniek n suaminya juga tau kalo si hani suka main2 dikamar saya…tapi so far no problem at all! malahan mbak naniek suka nyuruh si hani buat nemenin saya ngobrol atau ngebantuin kerjaannya dia.

suatu hari saya ijin pulang dari kantor jam 12.00 siang alasannya semalam saya lembur hingga pagi… Yang terang msh ngantuk coy..sampe rumah kos, koq sepi banget ya..pada kemana niy..si dimas gak kelihatan. pas saya buka pintu…eh ada si hani lagi nonton tv sambil tiduran disofa…pake rok mini & tank top…glek! molek banget…! “koq dah pulang om!” tanya si hani..”iya nih..kecape’an kemarin” jawabku singkat. eksklusif aja saya ke kamar ganti baju. “mo makan sakarang gak om?” tanya si hani didepan pintu kamar saya. “nanti aja deh…bikin es teh manis buat om aja deh..eh si dimas mana?” tanyaku “ikut sama ibu ke toko…nih om es tehnya! mo dipijitin gak sama hani?” tanyanya polos yang bikin saya kaget… “boleh juga nih…” pikirku

sambil mijit2 si hani nanya “om dah punya pacar belom? koq gak pernah keliahatan mo ngapel?” “udah tapi jauh dijakarta!” jawabku singkat. “kalo kau dah pacaran belom han?” gantian saya yang nanya. “ya gitu deh…ada temen sekolah, tapi ga berani kesini abisnya gak boleh sama ibu klo tertangkap berair mampu marah2 lagian pacar hani reseh suka minta cium2 terus..!” jawabnya panjang “oh gitu ya…kan enak klo dicium pacar han” jawabku usil “iya sih tapi hani ga mampu klo ciuman pake bibir…” jawab hani…”masa sih gak bisa…mo om ajarin gak?” kataku sambil nyengir

“gimana siy om?” tanya si hani polos banget “bener kau mo om ajarin tapi jangan ngomong ke ibu ya! terus jangan marah klo om keterusan..”

“iya deh..tenang aja om” sambung si hani.

wew…ini beliau pucuk dicinta hornipun tiba….biasanya saya cuma bs ngebayangin bodi si hani tapi sekarang saya dah siap nomplok…. Kebeneran rumah lagi sepi ga ada siapa2 lagi selain hani & saya.

Langsung saya mulai ngajarin beliau cara cipok2 ala kadarnya…saya pegang pipinya yang halus terus saya eksklusif samber bibirnya yang mungil, saya kulum bibirnya terus saya olah persis ibarat adonan kue…saya lihat mata si hani merem tadinya bibirnya tertutup tapi kelamaan ngebuka dikit…saya mainin pengecap saya terus saya kulum lagi lidahnya…persis kayak french kiss getu deh…

“kaya gitu aja han klu ciuman bibir” kataku sambil mengharap lebih. “udah kaya gitu aja om!” tanya si hani heran. “ada lagi sih klo cara om biasanya ibarat ini…kamu tiduran aja sini” jawabku

eksklusif aja saya sosor lagi bibir sihani kali ini tangan saya gak mo tinggal diam, dada si hani yang molek eksklusif saya grepe2 ma tangan kiri n tangan kanan saya mulai ngejelajah pahanya yang montok.dari bibir saya eksklusif sosor lehernya dan gak lupa kuping si hani…saya kulum abis. ‘geli om…..hhmmhhh!” kata si hani pendek campur melenguh. dada si hani saya remes abis sampe ga ada sisa. tangan saya mulai masuk ke bajunya dia….aje gile!!! pentil mungil nan lucunya dah berdiri tanda horni, eksklusif aja saya pelintir kanan-kiri….”mmhhhh…sshhhhh….ahhhh om!” yang keluar dari verbal hani cuma itu. spontan saya isep2 pentilnya si hani, tangan beliau megangin kepala saya sesekali ngejambak rambut saya tanda kegelian…tangan saya mulai turun ke selangkangannya dia, wew…ternyata msh belom ada jeminya vegi-nya dah mulai agak becek dikit. saya mainin kacangya wah si hani msh orisinil rupanya..saya pelorotin celana dalam warna putihnya…”jangan om, hani aib tau…!” pintanya “gak apa2 han, semoga kau nanti tau” jawabku bokis…sengaja saya ga buka roknya sama bajunya…ga pake tedeng aling2 lagi saya eksklusif jilat vegi-nya si hani yang dah becek banget…wuih…wangi-nya khas banget.

“sshhhhhh…ahhhhhhh…geli om! sssshhhhhh…ooohhhhhh!” rintih si hani yang kadang agak keras tapi bodo amat gak ada orang ini pikirku.

warna vegi-nya yng msh merah main nambah horni saya..jilat terus sampe kedalem2…
tiba2 kaki si hani2 ngejepit kepala saya…”hmhhhhhhh…sssshhhhhhh…ohhhhhh…!” cuma itu yang keluar dari verbal si hani sambil ngangkat pantat sedikit tanda klimaks…gak pake nunggu eksklusif saya jilat habis cairan putih khas martabak vegi si hani…..gurih juga !!

“kenapa han? gimana rasanya? mo lagi gak?” tanyaku “tadi pengen kencing om! habis gak berpengaruh nahannya! udah ah om geli banget sih…” jawab hani

“sekali lagi deh ya….yang ini lain lagi han!” kataku sambil tiduran disampinya “lain gimana om? tanya hani penasaran “kamu tiduran aja ya!” jawabku

Si hani nurut aja tiduran…terus saya renggangin kakinya..waduh..vegi-nya si hani imut banget, itu yang bikin saya gak tahan..saya gak mo kelewatan nyodok vegi orisinil kayak gini nih…. saya buka celana pendek saya…si hani termangu lihat saya gak pake celana…tapi beliau gak mampu ngomong apa2 lagi, kepalang tanggung kali…kaki kiri si hani saya angkat n saya taruh di pundak…trus saya tuntun mr.p saya ke vegi-nya si hani…busyet…rapet banget….”ah sakit om….pelan2 aja ya..ssshhhhhh!? rintih si hani. keringet saya dah ngucur sanking semangatnya….saya sodok lagi, masih belum mampu si hani melenguh lagi….”mmmmhhhh…sssshhhhhh…aaahhhhh!” saya tarik lagi trus saya sodok lagi sampe bener masuk e vegi-nya si hani….”bleeeeessssss….” sampe kerasa banget ngedobrak pintu vegi si hani. “aaaahhhhh….aaahhhhh….sssshhhhhhh….oooohhhh” si hani ngejerit sedikit eksklusif aja saya tutup mulutnya pake tangan sambil tidak lupa genjoooootttttt teruussssss….!!! gile bener….lobang si hani bener2 sempit kaya gang senggol! disodok sama mr.p saya kayaknya gak muat kali….terus saya lihat ada bercak warna merah agak pink yang nempel di mr.p saya….sorry hani, you have lost your virginity!!! otomatis ml sama amatiran begini saya yang repot…setelah saya genjot diberbagai posisi si hani cuma mampu melenguh sambil megangin tangan saya atau seprai kasur…bibirnya selalu digigit matanya merem melek…tapi saya dah gak peduli….lalu si hani ngangkat pantatnya lagi pahanya coba ngejepit tubuh saya “ssshhhhhh…oooohhhhh…om hhaannnni gaaaak taaaahhhann laaaggi.. hhhmmhhhhhh.aaahhhhh!” lagi2 si hani muncrat mr.p saya yang belepotan ma oli si hani saya cabut dulu…sedot lagi bleh…..waduh…sekarang saya lihat vegi-nya si hani ada lobangnya…nganga lagi… Hmmmph.gif setelah itu saya sodok lagi, kali ini gak susah banget kayak yang pertama. tapi sekarang saya pake gaya doggie style tapi gak lama si hani dah gak tahan lagi…..muncrat, terus saya suruh beliau telentang lagi..kali ini misionaris style, yang pasti deep penetration saya gak mau lama2 lagi kasihan juga si hani…sambil saya genjot tangan saya ngeremes nenen & pentilnya si hani, terus saya isep. si hani dah gak bs ngapa2in lagi selain “aahhhhh…..ooohhhhhh…sssssshhhhhhh…mmmmhhhhhhh”

Gak lama setelah itu mr.p terasa mau klimaks….genjotan saya cepetin dikit…tapi tiba2 si hani ngejepit tubuh saya lagi…waduh…”bisa2 klimaks bareng nih..tapi kalo muncrat didalem mampu berabe…ah bodo amat gmana nanti aja! paling saya beliin obat anti hamil aja di apotik” pikirku gampang.
“aahhh…..om..hhanni gakk berpengaruh naahhaan laaggi nnihh..!” rintih si hani yang kali ini hampir gak kedengaran. “iya han..om juga dah gak tahan nih…” terus saya genjot…gak lama kemudian….”ooohhhh…” saya mau tarik mr.p saya tapi kaki si hani malah ngejepit pinggul saya, rupanya beliau juga klimaks…”oohhhhh…ssshhh…!” kontan aja saya gak mampu ngapa2in…crrrroooottttt…cccrrrooootttt…ccrrrroooootttt….oli saya dah keluar dulu, ya udah tanggung saya jeblosin lagi ke vegi-nya si hani….ccroooootttt…crroottt crooott…busyet kayaknya vegi-nya si hani banjir sama cairan saya.

Napas saya ngos2an banget sambil tiduran disamping si hanni, saya belai rambutnya sesekali saya raba lagi nenennya…”han, kau gak pa2 kan?” tanyaku “gak pa2 om! enak juga sih tapi ininya hani agak perih nih…ntar jangan bilang sama ibu ya om!” jawab hani
“kalo kau mo kayak gini lagi tinggal bilang sama om ya!” kataku “iya om…kalo besok mampu gak om?” jawabnya polos….busyet nih anak, ke’enakan rupanya…

Setelah pake baju lagi si hani ketiduran dikamar saya…”waduh gimana nih klo ibunya datang?” setelah saya beresin kamar saya eksklusif aja saya ke ruang tamu nonton tv sambil tiduran…badan saya cape banget tapi gak mampu tidur juga…

Dah agak sorean, mba naniek datang…dia heran saya tiduran di sofa…”tumben dah pulang de? koq tiduran disofa?” tanya mbak niniek. “iya mbak, tadi saya ijin pulang kantor, pas hingga rumah si hani lagi tiduran tuh dikamar sambil denger tape” jawabku datar. “biar aja deh mbak semoga saya tiduran disofa dulu” tambahku sama mbak naniek.

Lancar……gak ada masalah….sejak itu selama saya disurabaya kebutuhan buat mr.p saya jadi mudah dan murah. malahan si hani suka diem2 tidur dikamar saya hingga pagi yang pasti saya sikat dulu.

End by Cerita Sex Bergambar - Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Mesum, ABG Bugil, Cerita Ngentot Tante, Kisah Janda Hot dan Cerita Seks Terbaru 2017. Sumber http://www.ceritasex2017.com/
3

Cerita Sex Perawan Nikmat Tubuh Gadis ABG SMP

Cerita Sex - Pengalaman saya kali ini berawal beberapa tahun yang lalu. Saat itu saya gres saja mendapatkan kerjaku di kota Surabaya, sehingga untuk mendapatkan rumah dalam waktu erat tidak mungkin saya lakukan sebab terus terang saja saya belum mendapatkan tabungan yang cukup untuk membeli rumah. Akhirnya saya putuskan untuk kost didaerah erat kantor.
Cerita Sex Perawan Nikmat Tubuh Gadis ABG SMP Cerita Sex Perawan Nikmat Tubuh Gadis ABG SMP
Cerita Sex Perawan Nikmat Tubuh Gadis ABG SMP

Akhirnya saya dapatkan tempat kost yang saya inginkan, perlu pembaca ketahui, nenek kostku mempunyai cucu perempuan yang dikala itu masih berada dibawah kursi SMP, sebut saja namanya Endah. Endah ialah sosok yang mengasyikkan bila dilihat, walaupun ia masih dibangku SMP, Endah mempunyai bentuk tubuh yang molek dan setelah saya banding-bandingkan, Endah ibarat dengan seorang selebitris di Indonesia yang masih single hingga sekarang. Oya, sebelumnya namaku Dandy, 30 tahun seorang karyawan di salah satu perusahaan di Surabaya.

Singkat cerita, tanpa terasa 2 tahun sudah saya menjalani masa kostku dan sebab saya termasuk orang yang supel, saya cepat mengikuti keadaan dengan lingkungan sekitarnya. Dan huruf saya itu membuat Endah yang semakin hari semakin ranum dan sexy, tergila-gila dengan aku. Sampai suatu hari saya beranikan diri untuk mencium bibirnya, diluar dugaanku Endah membalas dengan buasnya. Sampai hasilnya acara itu menjadi kegiatan rutin antara saya dengan Endah, sepulang kantor atau memanfaatkan waktu-waktu sepi di kost-kostan. Setiap melaksanakan hal itu, tanganku yang nakal juga tidak lupa menyelinap di balik CD nya dan sedikit menggesek-gesekan jari telunjukku di ujung clitorisnya. Dan walaupun saya hanya menggesekkan adik kecilku tetapi setiap acara itu, saya selalu mencapai klimaks. 4 tahun ternyata waktu yang sedikit untuk menikmati hal itu. Sampai hasilnya saya harus keluar dari kost-kostan dan Endah harus kuliah di kota cuek Malang.

Setelah sekian tahun lamanya saya tidak mendengar kabar wacana Endah, di tahun 2001 saya iseng-iseng call Endah di rumahnya dan walhasil dari obrolan pertama di telepon tersebut, saya dapatkan nomor phone ia di Malang dan juga ia menyampaikan nomor HP. Akhirnya kita berdua sering kontak via telephone, walaupun saya sudah berstatus nggak bujang lagi, tetapi ia tetap saja bilang kalau masih sayang sama aku. Sampai hasilnya kita janjian untuk ketemu dikala ia week end, sebab setiap hari itu Endah selalu rajin pulang ke Surabaya.

Pucuk ditunggu ulam pun tiba, dengan perasaan deg-degan hasilnya saya bertemu dengan sosok Endah yang dulu masih lugu dan centil, sekarang tumbuh menjadi gadis yang sexy, sintal dengan ukuran bra 34. Waw, semakin saya menelan ludah setiap melihat tubuhnya yang sexy.
"Mas Dandy, gimana khabarnya," tanya Endah merusak pikiranku yang jorok.
"Ee.. baik, bagaimana dengan kamu?" jawabku gugup.
Kita berdua bercerita panjang lebar setelah sekaian lama nggak ketemu, Sampai hasilnya saya harus antar ia balik ke rumahnya di sUrabaya.
"En, kau sudah punya pacar..?" tanyaku.
"Lagi blank nih Mas.. " jawab Endha tangkas
"O yah, kau masih inget nggak dikala saya ajarin kau berciuman dulu?" godaku.
"Ihh, Mas Dandy emang nakal kok," sambil mencubit lenganku.
"Aow..," saya meringis kesakitan.
"Kamu mau nggak kalau saya terusin pelajarannya," tanyaku sekali lagi.
"Mau aja asal Mas yang ajarin," balasan Endah membuat saya merinding.

Setelah kita bercanda dan bercerita panjang lebar, hasilnya saya memperlihatkan diri untuk ketemu ahad depannya lagi.
"Endah, ahad depan ketemu lagi yuk," ajakku.
"Boleh deh Mas..," jawab Endah dengan ceria.
"Tapi nginep ya di hotel?" godaku.
"Lho ngapain?" Endah balas bertanya.
"Katanya mau lanjutin pelajarannya.." saya mencoba memancing .
"Nakaall Mas Dandy.. nih."

Tanpa terasa hasilnya Endah harus turun di erat rumahnya.
"Ma kasih ya Mas, hingga ketemu ahad depan," sambil pamit Endah mengecup pipiku. Alamak, darah mudaku bergejolak mendapatkan sentuhan bibirnya yang mungil. Aku perhatikan lenggak-lenggok pinggulnya meninggalkan kendaraan beroda empat starletku, sembari saya membayangkan seandainya saya mampu menikmati tubuh kau Endah, duh betapa bahagainya diriku.

Satu ahad tanpa terasa saya lewatin, sampailah saya ketemu dengan Endah. Kali ini saya sudah booking hotel berbintang di pinggiran kota untuk satu malam. Tepat pukul 16.30, sepulang kantor saya bergegas mengemasi pekerjaan saya dan meluncur di tempat yang sudah kita sepakati bersama.
Bulu kudukku merinding dikala ia memasuki mobilku, parfumnya yang harum sontak menggugah saraf kelaki-lakianku.

Tanpa pikir panjang, saya segera meluncur menuju hotel yang sudah saya booking sehari sebelumnya. Jujur saja, buat Endah ini ialah hal yang pertama masuk di hotel, sehingga ia sedikit kaku untuk lingkungan yang ada. Setelah chek ni, saya bergegas menuju lift untuk pribadi ke kamar.
"Mas, saya mau mandi dulu ya..?" pinta Endah.
"Oke silahkan, apa mau saya mandiin," godaku.
"Nggak ah, nakal Mas Dandy nih.." sambil menjawab ibarat itu, Endah bergegas menuju kamar mandi, dengan dibalut sehelai handuk, Endah berjalan gontai menuju kamar mandi. Mataku benar-benar tidak mampu berkedip melihat pemandangan tubuh Endah yang benar-benar menggairahkan. Pikiranku melayang dikala membayangkan kemolekan tubuhnya.

20 menit berikutnya Endah keluar kamar mandi dengan menggunakan gaun tidur yang tipis, hingga membuat darah sex saya naik ke ubun-ubun. Akan tetapi saya berusaha mengendalikan gejolak nafsuku di depan Endah sebab memang di depan dia, saya ialah figur seorang kakak yang baik.
"O ya Endah, kau mau makan apa sekalian pesannya," tanyaku untuk menutupi gejolak bathinku.
"Terserah Mas deh," jawabnya.

Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul 20.15 menit dan tanpa terasa kami sudah bercerita panjang lebar, untuk sekedar melepas kangen. Kita berdua bercengkrama, bercanda kisah wacana apapun, hingga akhirnya..
"En, kau serius mau lanjutin pelajarannya," tanyaku serius.
"He eh Mas Dandy," jawabnya.
"Endah.." saya tidak meneruskan pertanyaanku sebab dengan cepat saya pribadi menyerbu bibir Endah yang mungil.
"Mas.." Endah mendesah sambil memeluk badanku erat, tangannya yang nakal mulai meraba tempat sensitifku, sesekali memainkan rambutku. Endah mengelus kudukku sehingga membuat saya terangsang hebat.
Lidah Endah yang nakal, sesekali mengimbangi lidahku yag menjelajah seluruh bibirnya. Jemariku mulai bergerilya untuk melepas pengait BH Endah. Pengait BH nya terlepas,
"Mas.. kau memang guru yang baik," sambil saya benamkan dalam-dalam wajahku dalam serpihan payudaranya yang montok.

Sekitar 15 saya bercumbu dengan Endah, saya semakin penasaran dengan apa yang ada dibalik CD nya. Dengan perlahan saya mulai berusaha membuka CD yang dikenakan oleh Endah dan kegiatan saya semakin mudah sebab Endah berusaha mengangkat pantatnya sehingga memudahkan saya untuk mempreteli CD nya. Alamak! bulu yang tumbuh masih halus sekali dan baunya wow.. ranum sekali segar, tanpa berpikir panjang saya segera membuka kedua pahanya dan mengunci dengan lenganku sehingga vagina Endah yang masih merah terpampang terang didepan mataku. Dengan usapan halus, lidahku yang nakal mulai menjelajahi setiap mm permukaan vagina Endah.

"Oh.. Mas Dandy.. asyik sekali Mas.. ughh," rintih Endah dikala lidahku mulai nakal menguak lubang surganya. Tubuh Endah ibarat cacing kepanasan mendapatkan setiapa jilatan lidahku, hisapan lidahku dan sesekali mengangkat pantatnya dikala lidahku masuk dalam-dalam lubang vaginanya. Sesekali tangannya meremas rambutku yang sedikit gondrong, dan hal itu membuat gairahku semakin naik.
"Mas Dandy.. enak sekali Mas.. oh.. kenapa nggak dulu-dulu Mas," rengek Endah sambil melihat lidahku sedang mengerjai vaginanya. Clitorisnya yang semakin membesar memudahkanku untuk membuat Endah melayang. Ternyata Endah type orang yang mudah orgasme terbukti 15 menit pertama ia mengerang sambil menaik turunkan pantatnya.
"Mas.. Mas Dandy, Endah kebelet pipis Mas.. aduh," rintih Enda.
"Pipis aja sayang di verbal Mas.." jawabku.
"Mas.. aduh.. Endah nggak kuat.." Endah menjerit lirih sambil menggapitkan kedua pahanya di kepalaku. Dengan cekatan saya pribadi membuka lebar mulutku dan cairan yang keluar begitu banyak sehingga saya mencicipi minum air putih.
"Aduh Mas Dandy.. sudah sayang.. uh.. nikmat sekali Mas, kau memang pintar dalam bercinta aakhh.." kata Endah. Aku tidak mendengar kan rintihannya, sebab saya berkonsentrasi untuk ronde berikutnya sebab saya ingin Endah mencicipi nikmatnya bercinta dengan aku.

Setelah cairan yang keluar saya berihkan dengan cara saya jilatin, Endah kembali terangsang dikala clitorisnya saya gesek dengan batang kemaluanku.
"Wow.. panjang sekali Mas Dandy.. saya suka banget."
Endah mulai menjilati dan mengulum batang kemaluanku, sepertinya ia sangat pintar mengoral cowok.
"Aakhh.. Endah.. kau pinter tuh," erangku.
Endah tidak menjawab pujianku, ia semakin lahap menelan dan mengulum serta meghisap penisku, saya merem melek setiap penisku masuk dalam mulutnya.

Dasar aku, dengan kecepatan yang tidak diduga, saya pribadi meraih selangkangan Endah sehingga posisi kau menjadi 69. Kita berdua saling membuat rangsangan pada daerah-daerah yang sensitif.
Tidak selang berapa lama,
"Mmm, Mas Dandy.. aku.. pipis lagi.. oh.." Endah menggelepar kedua kalinya mendapatkan serangan lidahku dan saya tidak tinggal diam, segera saya membalikan tubuh Endah dihadapanku dan,
"Endah kau masih virgin?" tanyaku.
"Mungkin sudah tidak Mas,?" jawab Endah.
Aku sedikit kaget sembari bertanya, "Siapa yang lakukan pertama?"
"Aku pernah jatuh Mas, terus ngeluarin darah."
Sambil membisikna kata mesra, saya berusaha mencari lubang untuk adik kecilku yang sudah mulai menegang 7 kali lipat dari biasanya. Dengan derma sisa cairan yang masih ada di sekitar vagina Endah, penisku mulai mencari lubangnya dan bless.
"Mas Dandy.. enak sekali sayang."
Endah membantu mempermudah saya untuk memasukan penisku, sambil mendekap tubuhku, ia mulai memutar pinggulnya, sehingga penisku terasa ada yang memijit.
"Ooh.. Mas Dandy, kenapa tidak dari dulu kau berikan kenikmatan ini padaku.." Endah berkelenjotan mendapatkan sodokan penisku.
"Crek crekk crek" penisku keluar masuk dalam lubang vaginanya yang sudah mulai becek dan lembap kuyup.
"Mas.. Endah, pipis lagi.. ahh.." Endah menjerit panjang dikala orgasme yang ketiga diraihnya.

Aku sudah tidak mempedulikan keadaan ia yang masih lemas setelah 3 kali orgasme, saya pribadi membalik tubuh Endah sehingga posisi Endah sekarang ibarat doggi style. Dengan leluasa saya mampu mengentot Endah dari belakang dengan keringat bercucuran.
"Mas.. kau memang jago.. ooh.. uughh.." Endah merintih dikala penisku masuk semua hingga pangkal batang kemaluanku. Tangannya yang halus hanya mampu mencengkeran seprei hotel dikala menahan kenikmatan yang saya berikan. Pikiranku hanya satu, saya harus mampu menyampaikan kepuasan yang infinit untuk Endah, sehingga kalau ia butuh lagi pasti mencariku.

45 menit sudah pergumulan ini terjadi, entah berapa kali sudah Endah orgasme. Sampai hasilnya saya sendiri sudah mencicipi klimaks sudah di ubun-ubun.
"Endah.. Mas mau keluar nih..," rintihku.
"Iya Mas, jangan dikeluarin didalam ya Mas..," pinta Endah.
"Iyaa.. sayang.. duh, tubuh kau benar-benar molek sayang.. uughh."
Aku merintih dikala ia mulai meggoyang untuk ke sekian kalinya, asing gadis muda yang dulu saya kenal masih lugu, sekarang sudah menjadi pasanganku untuk bercinta.
"Endah.. ohh Mas keluar..," secepat kilat saya mencabut penisku dan mengarahkan ke verbal Endah.
"Aowww.." spermaku muncrat diwajah Endah. Endah menjilati penisku dengn lahap hingga tidak tesisa sedikitpun spermaku yang keluar.
"Mas, kau memang guru jempolan.. saya sudah 9 kali orgasme, Mas Dandy gres sekali.. kau andal Mas," kisah Endah.
"Kamu suka sayang," tanyaku.
"Suka banget, kau maukan selalu berikan kenikmatan itu untukku?" balas Endah bertanya.
"Iya sayang, saya komitmen menyampaikan kenikmatan itu."

Endah memelukku dan membimbing saya untuk ke kamar mandi, dan dalam kamar mandipun saya juga melaksanakan lagi hingga pukul 3 dini hari. Sangat romantis bercinta dengan mantan anak ibu kost, sebab ia juga gres pertama ini mengalami orgasme yang luar biasa dan hingga sekarang saya masih kontak-kontak sama dia, tepatnya dikala ia butuh, saya segera atur jadwalku.

End by Cerita Sex Bergambar - Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Mesum, ABG Bugil, Cerita Ngentot Tante, Kisah Janda Hot dan Cerita Seks Terbaru 2017. Sumber http://www.ceritasex2017.com/
3

Cerita Ngentot Cewek Pegawai Toko Buku

Cerita Sex - pada suatu siang sekitar jam 12-an saya berada di sebuah toko buku Gramedia di Gatot Subroto untuk membeli majalah edisi khusus, yang katanya sih edisi terbatas. Hari itu saya mengenakan kaos t-shirt putih dan celana katun abu-abu. Sebenarnya cuilan badanku sih biasa saja, tinggi 170 cm berat 63 kg, tubuh cukup tegap, rambut cepak. Wajahku biasa saja, bahkan cenderung terkesan sangar. Agak kotak, hidung biasa, tidak mancung dan tidak pesek, mataku agak kecil selalu menatap dengan tajam, alisku tebal dan jidatku cukup pas deh. Makara tidak ada yang istimewa denganku.
 pemerkosaan perawan dan dongeng sampaumur hot lainnya yang diambil dari kisah konkret untuk men Cerita Ngentot Cewek Pegawai Toko Buku
Cerita Ngentot Cewek Pegawai Toko Buku

Saat itu keadaan di toko buku tersebut tidak terlalu ramai, meskipun dikala itu ialah jam makan siang, hanya ada sekitar 7-8 orang. Aku segera mendatangi rak bab majalah. Nah, ketika saya hendak mengambil majalah tersebut ada tangan yang juga hendak mengambil majalah tersebut. Kami sempat saling merebut sesaat (sepersekian detik) dan kemudian saling melepaskan pegangan pada majalah tersebut hingga majalah tersebut jatuh ke lantai. ?Maaf..? kataku sambil memungut majalah tersebut dan memberikannya kepada orang tersebut yang ternyata ialah seorang wanita yang berumur sekitar 37 tahun (dan ternyata tebakanku salah, yang benar 36 tahun), berwajah bulat, bermata tajam (bahkan agak berani), tingginya sama denganku (memakai sepatu hak tinggi), dan dadanya cukup membusung. ?Busyet! bahenol juga nih ibu-ibu?, pikirku.

?Nggak pa-pa kok, nyari majalah X juga yah.. saya sudah mencari ke mana-mana tapi nggak dapet?, katanya sambil tersenyum manis.

?Yah, edisi ini katanya sih terbatas Mbak..?

?Kamu suka juga fotografi yah??

?Nggak kok, cuma buat koleksi aja kok..?

Lalu kami berbicara banyak wacana fotografi hingga akhirnya, ?Mah, Mamah.. Ira sudah dapet komiknya, beli dua ya Mah?, potong seorang gadis cilik masih berseragam SD.

?Sudah dapet Ra.. oh ya maaf ya Dik, Mbak duluan?, katanya sambil menggandeng anaknya.

Ya sudah, nggak dapat majalah ya nggak pa-pa, saya lihat-lihat buku terbitan yang gres saja.

Sekitar setengah jam kemudian ada yang menegurku.

?Hi, asyik amat baca bukunya?, tegur bunyi wanita yang halus dan ternyata yang menegurku ialah wanita yang tadi pergi bersama anaknya. Rupanaya beliau balik lagi, nggak bawa anaknya.

?Ada yang kelupaan Mbak??

?Oh tidak.?

?Putrinya mana, Mbak?

?Les piano di daerah Tebet?

?Nggak dianter?

?Oh, supir yang nganter.?

Kemudian kami terlibat pembicaraan wacana fotografi, cukup lama kami berbicara hingga kaki ini pegal dan verbal pun jadi haus. Akhirnya mbak yang berjulukan Maya tersebut mengajakku makan fast food di lantai bawah. Aku duduk di akrab jendela dan Mbak Maya duduk di sampingku. Harum parfum dan tubuhnnya membuatku konak. Dan saya merasa, semakin lama beliau semakin mendekatkan badannya padaku, saya juga mencicipi tubuhnya sangat hangat.

Busyet dah, lengan kananku selalu bergesekan dengan lengan kirinya, tidak keras dan bernafsu tapi sehalus mungkin. Kemudian, kutempelkan paha kananku pada paha kirinya, terus kunaik-turunkan tumitku sehingga pahaku menggesek-gesek dengan perlahan paha kirinya. Terlihat beliau beberapa kali menelan ludah dan menggaruk-garukkan tangannya ke rambutnya. Wah beliau udah kena nih, pikirku. Akhirnya beliau mengajakku pergi meninggalkan restoran tersebut.

?Ke mana?? tanyaku.

?Terserah kau saja?, balasnya mesra.

?Kamu tahu nggak tempat yang privat yang enak buat ngobrol?, kataku memberanikan diri, terus terang aja nih, maksudku sih motel.

?Aku tahu tempat yang privat dan enak buat ngobrol?, katanya sambil tersenyum.

Kami menggunakan taksi, dan di dalam taksi itu kami hanya berdiam diri lalu kuberanikan untuk meremas-remas jemarinya dan beliau pun membalasnya dengan cukup hot. Sambil meremas-remas kutaruh tanganku di atas pahanya, dan kugesek-gesekkan. Hawa tubuh kami meningkat dengan tajam, saya tidak tahu apakah alasannya ialah AC di taksi itu sangat buruk apa nafsu kami sudah sangat tinggi.

Kami tiba di sebuah motel di daerah kota dan pribadi memesan kamar standart. Kami masuk lift diantar oleh seorang room boy, dan di dalam lift tersebut saya memilih berdiri di belakang Mbak Maya yang berdiri sejajar dengan sang room boy. Kugesek-gesekan dengan perlahan burungku ke pantat Mbak Maya, Mbak Maya pun memberi respon dengan menggoyang-goyangkan pantatnya berlawanan arah dengan gesekanku. Ketika room boy meninggalkan kami di kamar, pribadi kepeluk Mbak Maya dari belakang, kuremas-remas dadanya yang membusung dan kucium tengkuknya. ?Mmhhh.. kau badung sekali deh dari tadi.. hhm, saya sudah tidak tahan nih?, sambil dengan cepat beliau membuka bajunya dan dilanjutkan dengan membuka roknya. Ketika tangannya mencari reitsleting roknya, masih sempat-sempatnya tangannya meremas batanganku.

Dia segera membalikkan tubuhnya, payudaranya yang berada di balik BH-nya telah membusung. ?Buka dong bajumu?, pintanya dengan penuh kemesraan. Dengan cepat kutarik kaosku ke atas, dan celanaku ke bawah. Dia sempat terbelalak ketika melihat batang kemaluanku yang sudah keluar dari CD-ku. Kepala batangku cuma 1/2 cm dari pusar. Aku sih tidak mau ambil pusing, segera kucium bibirnya yang tipis dan kulumat, segera terjadi pertempuran pengecap yang cukup dahsyat hingga nafasku ngos-ngosan dibuatnya.

Sambil berciuman, kutarik kedua cup BH-nya ke atas (ini ialah cara paling gampang membuka BH, tidak perlu mencari kaitannya). Dan bleggh.., payudaranya sangat besar dan bulat, dengan puting yang kecil warnanya coklat dan terlihat urat-uratnya kebiruan. Tangan kananku segera memilin puting sebelah kiri dan tangan kiriku sibuk menurunkan CD-nya. Ketika CD-nya sudah mendekati lutut segera kuaktifkan jempol kaki kananku untuk menurunkan CD yang menggantung akrab lututnya, dan bibirku terus turun melalui lehernya yang cukup jenjang. Nafas Mbak Maya semakin mendengus-dengus dan kedua tangannya meremas-remas buah pantatku dan kadang kala memencetnya.

Akhirnya mulutku hingga juga ke buah semangkanya. Gila, besar sekali.. ampun deh, kurasa BH-nya diimpor secara khusus kali. Kudorong tubuhnya secara perlahan hingga kami balasannya saling menindih di atas kasur yang cukup empuk. Segera kunikmati payudaranya dengan menggunakan tangan dan lidahku bergantian antara kiri dan kanan. Setelah cukup puas, saya segera menurunkan ciumanku semakin ke bawah, ketika ciumanku mencapai bab iga, Mbak Maya menggeliat-geliat, saya tidak tahu apakah ini alasannya ialah efek ciumanku atau kedua tanganku yang memilin-milin putingnya yang sudah keras. Dan semakin ke bawah terlihat bulu kemaluannya yang tercukur rapi, dan anyir khas wanita yang sangat merangsang membuatku bergegas menuju liang senggamanya dan segera kujilat bab atasnya beberapa kali.

Kulihat Mbak Maya segera menghentak-hentakkan pinggulnya ketika saya memainkan klitorisnya. Dan sekarang terlihat dengan terang klitorisnya yang kecil. Dengan rakus kujilat dengan keras dan cepat. Mbak Maya bergoyang (maju mundur) dengan cepat, jadi sasaran jilatanku nggak begitu tepat, segera kutekan pinggulnya. Kujilat lagi dengan cepat dan tepat, Mbak Maya ingin menggerak-gerakkan pinggulnya tapi tertahan. Tenaga pinggulnya luar biasa kuatnya. Aku berusaha menahan dengan sekuat tenaga dan erangan Mbak Maya yang tadinya sayup-sayup sekarang menjadi keras dan liar. Dan kuhisap-hisap klitorisnya, dan saya merasa ada yang masuk ke dalam mulutku, segera kujepit diantara gigi atasku dan bibir bawahku dan segera kugerak-gerakkan bibir bawahku ke kiri dan ke kanan sambil menarik ke atas. Mbak Maya menjerit-jerit keras dan tubuhnya melenting tinggi, saya sudah tidak kuasa untuk menahan pinggulnya yang bergerak melenting ke atas. Terasa liang kewanitaannya sangat berair oleh cairan kenikmatannya. Dan dengan segera kupersiapkan batanganku, kuarahkan ke liang senggamanya dan, ?Slebbb?? tidak masuk, hanya ujung batanganku saja yang menempel dan Mbak Maya merintih kesakitan.

?Pelan-pelan Ndi?, pintanya lemah.

?Ya deh Mbak?, dan kuulangi lagi, tidak masuk juga. Busyet nih cewek, sudah punya anak tapi masih kayak perawan begini. Segera kukorek cairan di dalam liang kewanitaannya untuk melumuri kepala kemaluanku, lalu perlahan-lahan tapi pasti kudorong lagi senjataku. ?Aarrghh.. pelan Ndi..? Busyet padahal gres kepalanya saja, sudah susah masuknya. Kutarik perlahan, dan kumasukan perlahan juga. Pada hitungan ketiga, kutancap agak keras. ?Arrhhghh?? Mbak Maya menjerit, terlihat air matanya meleleh di sisi matanya.

?Kenapa Mbak, mau udahan dulu?? bisikku padda Mbak Maya setelah melihatnya kesakitan.

?Jangan Ndi, terus aja?, balasnya manja.

Kemudian kumainkan maju mundur dan pada hitungan ketiga kutancap dengan keras. Yah, bibir kemaluannya ikut masuk ke dalam. Wah sakit juga, habis hingga bulu kemaluannya ikut masuk, bayangkan aja, bulu kemaluan kan kasar, terus menempel di batanganku dan dijepit oleh bibir kewanitaan Mbak Maya yang ketat sekali.

Dengan usaha tiga hitungan tersebut, balasannya mentok juga batanganku di dalam liang senggama Mbak Maya. Terus terang saja, usahaku ini sangat menguras tenaga, hal ini mampu dilihat dari keringatku yang mengalir sangat deras.

Setelah Mbak Maya tenang, segera senjataku kugerakkan maju mundur dengan perlahan dan Mbak Maya mulai menikmatinya. Mulai ikut bergoyang dan suaranya mulai ikut mengalun bersama genjotanku. Akhirnya liang kewanitaan Mbak Maya mulai terasa licin dan rasa sakit yang diakibatkan oleh bernafsu dan lebatnya bulu kemaluannya sedikit berkurang dan bagiku ini ialah sangat nikmat.

Baru sekitar 12 menitan menggenjot, tiba-tiba beliau memelukku dengan kencang dan, ?Auuwwww?.?, jeritannya sangat keras, dan beberapa detik kemudian beliau melepaskan pelukannya dan terbaring lemas.

?Istirahat dulu Mbak?, tanyaku.

?Ya Ndi.. saya ingin istirahat, abis capek banget sich.. Tulang-tulang Mbak terasa mau lepas Ndi?, bisiknya dengan nada manja.

?Oke deh Mbak, kita lanjutkan nanti aja..?, balasku tak kalah mesranya.

?Ndi, kau sering ya ginian sama wanita lain..?, pancing Mbak Maya.

?Ah nggak kok Mbak, gres kali ini?, jawabku berbohong.

?Tapi dari caramu tadi terlihat profesional Ndi, Kamu jago Ndi.. Sungguh perkasa?, puji Mbak Maya.

?Mbak juga hebat, lubang surga Mbak sempit banget sich.., padahal kan Mbak udah punya anak?, balasku balik memuji.

?Ah kau mampu aja, jika itu sich diam-diam dapur?, balasnya manja.

Kamipun tertawa berdua sambil berpelukan.

Tak terasa alasannya ialah lelah, kami berdua tertidur pulas sambil berpelukan dan kami kaget dikala terbangun, rupanya kami tertidur selama tiga jam. Kami pun melanjutkan permainan yang tertunda tadi. Kali ini permainan lebih buas dan liar, kami bercinta dengan bermacam-macam posisi. Dan yang lebih menggembirakan lagi, pada permainan tahap kedua ini kami tidak menemui kesulitan yang berarti, alasannya ialah selain kami sudah sama-sama berpengalaman, ternyata liang senggama Mbak Maya tidak sesempit yang pertama tadi, mungkin alasannya ialah sudah ditembus oleh senjataku yang luar biasa ini sehingga kini lancarlah senjataku memasuki liang sorganya. Tapi permainan ini tidak berlangsung lama alasannya ialah Mbak Maya harus cepat-cepat pulang menemui anaknya yang sudah pulang dari les piano. Tapi sebelum berpisah kami saling memperlihatkan alamat dan nomer telepon sehingga kami mampu bercinta lagi di lain dikala dengan tenang dan tenang

End by Cerita Sex Bergambar - Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Mesum, ABG Bugil, Cerita Ngentot Tante, Kisah Janda Hot dan Cerita Seks Terbaru 2017. Sumber http://www.ceritasex2017.com/
3

Cerita Dewasa Ketagihan Dientot Sama Paman

Cerita Dewasa Ketagihan Dientot Sama Paman - Kumpulan kisah sex terbaru, kisah ngentot janda, kisah seks tante, kisah mesum abg, kisah panas selingkuh, pemerkosaan perawan dan kisah sampaumur hot lainnya yang diambil dari kisah faktual untuk menghibur pembaca Cerita Sex Bergambar. lihat juga bacaan sebelumnya yang tak kalah seru untuk di baca : Pengalaman Ngesex Pertama Kali yang Berkesan.

Cerita Dewasa Ketagihan Dientot Sama Paman

Cerita Sex - Cerita ku ini bermula ketika saya sedang memenuhi panggilan interview pekerjaan di pusat kota Surabaya, meski lulusan sebuah perguruan tinggi tinggi yang cukup ternama di Malang, namun berpuluh kali saya mengikuti interview namun tak satu pun mengangkatku menjadi salah satu pegawainya.
Cerita Dewasa Ketagihan Dientot Sama Paman Cerita Dewasa Ketagihan Dientot Sama Paman
Cerita Dewasa Ketagihan Dientot Sama Paman

Aku menginap di rumah tetangga kampung yang pindah ke Surabaya namun sudah ku anggap saudara sendiri alasannya ialah mereka cukup baik pada keluargaku dan sudah kuanggap sebagai keluarga dan saya memanggil mereka Paman dan Bibi, hari itu kebetulan saya sedang mengikuti interview di hotel Tunjungan Plasa Surabaya.

Oh ya.. namaku Rinelda. 24 tahun. Aku pernah menjadi Finalis Putri sebuah kontes kecantikan di malang, Aku pernah menikah tapi belum mempunyai anak alasannya ialah usia perkimpoianku gres berjalan 4 bulan dan sudah 3 bulan ini menjanda alasannya ialah suamiku sangat pencemburu risikonya ia menceraikan saya dengan alasan saya terlalu mudah bergaul dan gampang di ajak sahabat laki-lakiku.

Dari sahabat dan suami saya mendapat kebanggaan bahwa saya cantik, tubuh yang cukup sintal dengan tinggi 173 cm mulus dan 2 bongkahan Susu yang tak terlalu gede tapi untuk ukuran seorang janda tak mengecewakanlah, cocok dengan body ku yang cukup atletis. Soal sexs, dulu setiap ber “ah-uh” dengan suamiku saya merasa kurang, mungkin alasannya ialah gairah sex yang kumiliki sangat berpengaruh sehingga kadang kala suamiku yang merasa tak bisa memuaskan tempikku, meski saya bisa orgasme tetapi masih kurang puas!

Kulihat jam di tangan ku sudah menandakan pukul 16.15 menit, saya sedikit dongkol alasannya ialah seharusnya saya sudah dipanggil semenjak pukul 15.00 tadi, padahal saya sudah datang semenjak pukul 14.30 tadi. “He..eh” saya pun Cuma bisa menggerutu sambil mencoba untuk memahami bahwa saya butuh kerja untuk ketika ini.

“Hallo!” bunyi perempuan mengagetkan ku dari lamunan.
“Ya !” jawabku sambil berdiri. Sejurus saya memandang kearah perempuan itu, Cantik!
“Nona Rinelda ?” beliau bertanya sambilmengulurkan tangan mempersilahkan saya kembali duduk.

Beberapa ketika kami berbicara dan ku tahu namanya ialah Rifda, beliau memakai jam gede di tangan kanannya, dengan nama dan pakaian yang lumayan seksi mengingatkan ku pada sahabat SMP ku di Malang, ternyata beliau mengaku seorang pengusaha yang memiliki banyak perusahaan dan sedang mencari model, setelah berbicara perihal diriku panjang lebar risikonya beliau berkata bahwa saya cocok untuk menjadi salah satu Modelnya. Akhirnya saya menerima kepastian esok hari saya akan bekerja, saya pun berjalan pulang dengan langkah seolah lebih ringan dari biasanya.

Sesampainya di jalan sebelum rumahku , sekedar anda tahu bahwa semenjak saya mencari kerja saya tinggal di rumah Bibi Tatik saudara dari Ibu ku. Ada beberapa anak muda bergerombol, ketika saya lewat di depannya, mereka menatapku dengan mata yang seperti mengikuti gerakan pantatku yang kata teman-teman ku memng mengundang mata lelaki untuk meremas dan mendekapnya.

“Wuih, kalau saya jadi suaminya ga tak bolehin beliau pake celana dalam !” Ucap salah satu dari mereka namun terdengar terperinci di telingaku.
“Rai mu ngacengan!” timpal temannya, disambut tawa teman-teman lainya.

Sampai di rumah pukul 18.30. saya eksklusif mandi untuk mengusir kepenatan dan panas yang hari itu kurasa sangat menyengat.
“Gimana hasil kau hari ini Rin?” ku dengar bunyi Bibi Tatik dari dalam kamarnya.
“Besok saya sudah mulai kerja Bibi?jawabku.” kerja yang benar jangan melawan sama atasan terima saja perintah atasan alasannya ialah mencari pekerjaan itu sulit dan yang penting kau suka dan menikmati apa yang kau kerjakan?kata-kata dan wejangan dari orang bau tanah pada umumnya namun ada poin tertentu yang terasa ganjil menurutku.

Sosok Bibi Tatik ialah Wanita yang dalam berbicara cukup seronok apalagi kalau berbicara dengan cowok di kampungnya sekitar 38 tahun an, cukup seksi dalam penampilannya, suaminya ialah seorang PNS di KMS, beliau pun juga tak kalah ngawur kalau berbicara yang berbau saru dengan Bibi atau teman-temannya. Tak berapa lama setelah ngobrol saya pun beranjak ke kamar,

Kamarku sendiri ialah bekas ruang tamu yang dipasang sekat dari triplek. Sekitar pukul 22.30 an saya mendengar bunyi abnormal bercampur derit kursi menyerupai didongong atau ditarik berulang-ulang dari ruang tamu depan kamarku persis, sejenak kuperhatikan secara seksama bunyi tersebut dan saya penasaran dengan bunyi tersebut.

Sedikit kubuka pintu kamarku, betapa kaget setelah mengetahui Bibi sedang duduk di kursi sambil mengakangkan kakinya sementara Paman di depannya sambil memegang kedua kaki Bibi pada bahu sedangkan pantat nya bergerak maju mundur..

“Och?u..o..” bunyi yang keluar dari ekspresi Bibi. Seolah menikmati apa yang dilakukan oleh suaminya, badanku terasa panas dan pikiran yang tak tahu harus bagaimana alasannya ialah gres kali ini saya benar-benar melihat hal ini live di depan mataku. Selama kurang lebih 10 menit kedua orang itu melaksanakan sambil duduk risikonya Paman menarik kontolnya dari dalam Tempik Bibi, Yak ampun ternyata kontol nya lumayan gede lebih gede dari pada milik mantan suamiku yang biasa mengocok isi tempikku, akhir-akhir ini saya sering nonton BF ketika Paman dan Bibi sedang kerja, pernah sekali saya hampir kepergok oleh Paman ketika saya sedang nonton BF sambil mempermainkan liang nikmatku, namun ternyata Paman tidak peduli dan mungkin mengetahui bahwa saya seorang wanita yang butuh kesenangan pada salah satu bab tubuhku, namun ketika itu Paman hanya tersenyum sambil mengambil sesuatu dari dalam kamarnya yang mungkin tertinggal dan segera pergi lagi.

Kusaksikan Bibi mengambil posisi menungging dengan kedua tangan nya memegang kursi di hadapannya “ayo mas cepet keburu tempiknya kering” pinta Bibi dengan bunyi yang pelan mungkin supaya orang luar tidak mendengar dan mengetahui tapi kenyataanya saya malah menyaksikan dan memperhatikan secara detil apa yang mereka perbuat. Kulihat kali ini Paman mengeloco kontolnya sebelum dimasukkan ke tempik yang sudah minta di jejeli tersebut.

“Ach?ack?sh” bunyi yang keluar dari ekspresi laki-laki tersebut. risikonya kulihat lagi serpihan itu dari belakang alasannya ialah mereka menmbelakangi kamarku. Ada yang berdenyut pada tempikku tanpa terasa tangan ku masuk ke dalam celana dalam yang kupakai, ku tekan pada itilnya “ahk” terasa geli dan benar terangsang tempikku kali ini. Aku tersenyum menerima pengalaman ini.

“Tempikmu… ue.nak .Tik pe… res… kontol ku” kata kata terputus dari Paman seolah tak kuasa menahan nikmat yang dirasakannya.
“Lebih cepat… mas… cep… at!” Bibi pun seakan mengharapkan serangan dari suaminya lebih mahir lagi.

“A… ach… saya keluar ma… s!” bunyi Bibi terdengar setengah berteriak.Wanita itu terlihat melemas tapi Paman tetap menggenjot dengan lebih giat kali ini tangan nya memegang pantat Bibi yang lingkaran mulus itu dan risikonya laki-laki itupun menekan kontolnya lebih dalam kearah tempik didepannya tersebut. Sambil menahan sesuatu.

Ketika konsentrasiku tertuju pada kontol dan tempik yang sedang beradu tersebut tanpa kusadari sambil digenjot Bibi menoleh ke arah pintu kamarku dan tersenyum, ?hek?aku kaget setengah mati segera ku tutup pelan-pelan pintu kamar dan kembali ke kawasan tidurku, beribu pikiran menyeruak dalam benakku antara resah dan takut alasannya ialah mungkin kepergok ketika mengintip tadi. Aku kecewa alasannya ialah tidak melihat bagaimana raut muka Paman ketika mencapai puncak kepuasan.

Terasa ada yang berair di selangkanganku ketika saya menyaksikan serpihan tadi, ?yah saya terangsang?terakhir kali saya mencicipi nikmatnya berburu nafsu dengan suamiku ialah hampir 4 bulan yang lalu.

Memang saya mudah terangsang kalau melihat hal-hal yang berbau porno. Sering kali saya melaksanakan masturbasi dengan membayangkan laki-laki yang kekar dan memiliki batang kontol yang kokoh tegak berdiri dan risikonya saya memasukkan sesuatu ke dalam tempikku yang seolah lapar akan terjangan kontol laki-laki, tapi terkadang saya merasa ada yang kurang dan memang saya butuh kontol yang sebenarnya, Tanpa kupungkiri saya butuh yang satu itu. Kulihat jam didinding kamarku menandakan pukul 11.35, ya ampun besiok saya kan mulai kerja! Sialan gara-gara kontol dan tempik perang diruang tamu risikonya saya tidur kemalaman! Emang dikamar kurang luas apa? “ah sialan!” umpatku dalam hati.

Pukul 04.30 saya terbangun, ketika akan membuka pintu kamar saya teringat akan kejadian yang gres saya saksikan semalam, pelan-pelan kubuka ternyata tak kulihat orang diluar, saya eksklusif menuju dapur untuk memulai acara pagi, terkadang saya harus membantu memasakkan sarapan pagi dan menyapu lantai sebelum menjalankan altivitasku sendiri, saya merasa ialah suatu vyang lumrah alasannya ialah saya menumpang disini.

Aku berjalan melewati depan pintu kamar Bibi yang terbuka lebar, sekali lagi saya terhenyak kali ini saya menyaksikan dua orang sedang tidur tanpa memakai baju sama sekali, kulihat senyum di bibir Bibi Tatik, tanda kepuasan atas perlakuan suaminya tadi malam mungkin.

Di kamar mandi saya kembali memikirkan kejadian semalam yang membuatku “terus terang cukup terangsang” apalagi kalau mengingat kontol yang gede milik Paman. “ahh” rupanya tangan ku sudah berada di sela-sela pahaku yang mulus dan bulu hitam yang tampak olehku cukup lebat meski tak terlalu banyak diantara garis melintang ditengahnya, tiba-tiba nafasku berburu kala kuteruskan untuk menggosok bab atasnya, “sialan!” pikirku dalam hati. Kusiram tubuhku untuk mengusir nafsu yang mulai mengusik alam pikiran ku.

Sebelum berangkat kerja di hari pertamaku, kusempatkan untuk sarapan pagi siapa tahu nanti saya harus kerja keras di kantor.
“Jaga diri baik-baik Rin” kata Bibi sambil menepuk pundakku,
“Eh.. iya.. Bibi Rinel tahu kok” kataku sambil ngangguk. Kulihat Bibi gres keluar kamar dengan mengenakan handuk pada bab susu hingga atas lulutnya wajahnya tampak masih berseri meskipun tampak kecapean.

“Edan udah jam 7!” pekikku dalam hati.
“Bibi saya berangkat dulu” pamit ku.
“Yo ati-ati Nduk ingat ikuti dengan baik perintah atasan lakukan dengan baik tanpa banyak kesalahan?katanya sambil tersenyum padaku, senyum itu penuh makna sama menyerupai tadi malam.
“Enggeh Bibi… ” saya pun keluar rumah menuju kawasan kerjaku yang baru.

Dari depan kantor itu saya berjalan menuju pos sekuriti,
“Permisi” saya mendekati seorang sekuriti,
“Ada yang bias saya Bantu mbak?” Tanya nya dengan sopan. Tubuh yang lumayan atletis tangan yang kekar serta tonjolan di bawah perutnya cukup menantang dibalut celana yang agak ketat di bab pahanya.

“Ruangan Ibu Rifda dimana ya?” tanyaku.
“Bu Rifda Miranti? pasti sampeyan mbak Rinelda!” terlihat senyum dibibirnya masih dengan ramah dan sopan. Aku cuma mengangguk.

“Tunggu sebentar mbak” sambil mengangkat intercom di depannya, ketika beliau berbicara dengan seseorang saya melihat suasana sekeliling “Kok sepi ya?” tanyaku dalam hati.
“Sebentar lagi karyawan Ibu Rifda akan menemui mbak, silahkan menunggu” katanya sambil menunjuk kursi sofa di tengah ruangan yang cukup besar. Ketika saya gres akan meletakkan pantatku saya melihat sesuatu yang ganjil di lingkungan perkantoran ini, tak terlalu banyak orang yang biasa ada pada sebuah perkantoran, kuperhatikan sekuriti tadi kulihat beliau berbicara dengan temannya tersenyum-senyum sambil memandang kearahku, tak berapa lama kudengar namaku dipanggil seorang wanita
“Rinelda?”
“Saya” jawabku sambil memalingkan muka kea rah datangnya bunyi tadi,
“Hai, kau mau kerja disini?” tanyanya lagi.

“Lho Agatha, kau kerja disini ya?” kataku sambil kenbali bertanya
“Tadi saya disuruh sama bu Rifda untuk menemui kamu, ayo ikut aku!” sambil ngobrol kami pun berjalan menaiki tangga menuju ruangan Bu Rifda.

“Tunggu sebentar ya” kata Agatha. Pintu di ruangan itu sedikit terbuka ketika beliau masuk kulihat didalamnya ada 3 wanita yang menurutku cantik, berbusana mahal dan seksi. Itu mungkin beberapa model yang dimilikinya.

“Masuk Rin” Agatha membuka pintu lebih lebar. Ternyata didalam ada 2 laki-laki yang sedang melihat 3 wanita didepannya ?nah ini beliau cewek gres yang saya dapatkan kemarin di Tunjungan, namanya Rinelda?kata bu Rifda sambil menunjuk ke arahku pada ke dua laki-laki itu.

“Rin, mas-mas ini dari Jakarta mereka akan menguji kemampuan kau dalam memakai barang mereka” saya segera mengambil kesimpulan bahwa mereka ialah desainer atau rekan kerja bu Rifda. Aku mendekat dan berjabat tangan dengan keduanya,
“Rif, kami perlu kerja di dalam studio” kata laki-laki yang sedari tadi melotot melihat 3 wanita dihadapannya sambil menenteng kamera. Lelaki itu berjalan diikuti oleh ketiga gadis.

“Tunggu sebentar ya Rin” kata bu Rifda sambil mengajak lelaki yang satunya serta Agatha. Aku melamun sebentar sambil melihat ruangan yang cukup besar tersebut, ketika melewati ruangan yang gres di masuki oleh tiga gadis dan seorang lelaki tadi saya mendengar bunyi tertawa wanita kegelian dari dalamnya, ku coba untuk mendekat pada ruangan itu, saya semakin penasaran lerja macam apa kok suaranya seperti… Yah saya ingat bunyi itu menyerupai desahan Bibi Tatik semalam! Kucoba lebih bersahabat untuk mengetahuinya tapi… “Rin?” tiba-tiba Bu Rifda sudah berada di sampingku.

“Ada yang mau saya tunjukan padamu” katanya sambil berjalan ke ruangan pribadinya, tertulis didepan pintu ruangan tersebut.
“Mana Agatha? Sama lelaki yang tadi??tanyaku dalam hati. Didalam ruangan itu terdapat banyak Foto diatas meja.

“Duduk Rin?katanya mengetahui saya sedang menunggu dipersilahkan.
“Bu, maaf kamar kecil dimana? Saya kebelet pipis?tanyaku sambil nyengir menahan sesuatu dibawah selakangku. ?ah..ya..?dia menunjuk kearah belakangnya. Aku eksklusif bergerak ke sana, masuk kamar kecil itu saya eksklusif melorotkan celana dalam yang kupakai dan Chessh??Suara khas air

yang keluar dari tempikku, ketika ku jongkok saya mendengar samara-samar bunyi laki-laki.
“Aah?uh?ya ?ayo..terus ?sedot?ah nah gitu dong? setelah itu terdengar bunyi wanita tertawa, segera lu ceboki tempikku, kuangkat kembali CD, sebentar saya melamun sambil mencari asal bunyi tadi, setelah yakin tak kudengar lagi akupun keluar dan menuju ke meja bu rifda sambil bertanya-tanya dalam hati apa yang bahwasanya pekerjaan disini, ketika ku berjalan mendekati meja bu Rifda kulihat wanita itu sedang berganti pakaian, kulihat tubuh yang sangat seksi dan mulus, pahanya yang putih dan pantatnya lingkaran putih cukup memberi bagiku untuk berkesimpulan bahwa beliau ialah wanita yang sempurna.

“Maaf bu” kataku,
“Oh tidak apa-apa kok Rin, bisa tolong ambilkan itu” katanya sambil menunjuk kearah kursi kerjanya, “ini bu?” kulihat sebentar ini ialah baju yang sering dipakai oleh pemain drama luar negri “ah” saya teringat ketika saya melihatnya di sebuah film BF. Aku berikan padanya dan beliau memakainya dengan cekatan terlihat bahwa ia sudah terbiasa mengenakan pakaian model itu.
“Kita bekerja dengan scenario dan harus tampil cantik serta se-seksi mungkin alasannya ialah target penjualan kita ialah kaum Pria” kata nya sambil membenahi pakaianya,

“Hari ini ialah ketika dimana kau akan menjadi seorang entertainer menyerupai gadis-gadis diluar tadi” , saya mendengarkannya sambil mengira-ira apa kerjaku sebenarnya;
“Maaf sebelumnya Agatha di sini sebagai apa bu?” tanyaku,
“Kenapa?” beliau balik bertanya,
“Kamu mau tahu peran dia?” katanya sambil mengambil sebuah remote control di laci mejanya,

“Tugas beliau ialah menjamu para tamu dan melayani mereka sebelum mereka memulai kerja yang sebenarnya” katanya sambil menunjuk sebuah televise berukuran raksasa di belakangku, betapa kaget saya melihat apa yang terpampang dihadapanku, ternyata Agatha sedang bergumul dengan laki-laki di

sebuah ruangan kosong yang hanya di lapisi karpet tebal diseluruh ruangan itu, setengah tak percaya kembali kulihat kea rah bu Rifda, beliau hanya tersenyum sambil matanya berbinar-binar seolah berangasan alasannya ialah melihat kejadian di layer tersebut, saya segera mengetahui apa yang sedang dan akan kualami maka saya berjalan menuju pintu keluar, tapi apa yang ku dapat pintu itu terkunci! Aku menoleh kearah wanita itu tapi wanita itu hanya tersenyum sambil matanya tetap menyaksikan serpihan Agatha dan laki-laki itu dihadapanya.

“Kamu bisa berteriak kalau kau mau tapi itu tak akan berkhasiat alasannya ialah seluruh ruangan disini telah kedap jadi tak akan ada yang mendengar” katanya.
“Duduklah maka tidak akan terjadi sesuatu padamu atau kalau tidak saya panggilkan satpam didepan supaya membuatmu diam?kali ini nadanya terdengar sedikit mengancam. Aku pun telah paham bahwa saya tak bias berbuat apa-apa, ketika terduduk saya dihampiri oleh wanita itu dan tanpa kusadari beliau telah menarik tangan ku kebelakang dan mengikatnya dengan tangkas, saya berontak tapi tak bisa alasannya ialah kursi yang ku duduki besar dan berat, risikonya saya terdiam.

“Sudah kita nikmati saja tontonan yang disuguhkan sahabat SMP kau itu” katanya, sialan rupanya Agatha telah bercerita banyak perihal aku, Agatha ialah temanku ketika duduk di dingklik SMP di Malang, beliau ialah type cewek yang cukup berani tampil seksi dan punya sahabat cowok yang cukup banyak, dan beliau pun telah kehilangan keperawanannya ketika perayaan kelulusan di suatu program yang diadakan oleh teman-temannya,
“Kurang ajar, kenapa saya harus melewati hari yang menyerupai ini?” kataku dalam hati.

Dari layer raksasa dhadapanku kulihat Agatha sedang duduk di atas pria itu sambil menaik-turunkan pantatnya yang bahenol.
‘Oh… oh… ouh… ha… enak maass??tiba-tiba bunyi Agatha terdengar sangat keras, rupanya Bu Rifda menikan volume pada remote controlnya.

“Ga seru kalau tidak ada suaranya ya Rin?” kata wanita itu namun saya tak mempedulikan kata-katanya. Aku menunduk tak mau melihat apa yang ada dilayar TV besar itu, tapi bunyi yang menarik hati nafsu itu tetap terdengar.
“Setiap saya kesini… kurasa… tempik kau masih… ouckh… tetap… keset… Th..ah” bunyi laki itu tersendat-sendat.

“Tapi kontol mas?kok rasanya.. tam.. baa.. ah… aha…” bunyi Agatha tak terselesaikan.
?Jangan munafik Rin kau past terangsang kan?” lagi bunyi Rifda terdengar tak kupercaya wanita yang kemarin kutemui ini terlihat anggun dan sopan kini…
“Perempuan macam apa kau Rif?” kataku tapi tak kudengar tanggapan darinya yang kudengar hanya bunyi beliau sedikit tertawa.

Tak berapa lama kembali kudengar Agatha berteriak
“Ack… a… yah… terus… tete… rus… sentak lagi… mas!” kali ini saya mengangkat kepalaku untuk melihat apa yang ketika ini dilakukan laki-laki itu pada Agatha, kulihat Agatha sudah nungging dengan bertumpu pada lututnya sementara laki-laki itu menekan-nekan kontolnya yang besar itu maju-mundur ke arah tempik Agatha yang tampak menganga dan berdenyut-denyut itu, cukup lama mereka saling mengimbangi gerakan maju mundur itu satu sama lainnya, akhirnya…
“Aku… ke… luar… mas… aih… ya… ah!” nampak Agatha telah mencapai puncak orgasme tubuhnya terlihat sedikit melemah namun si lelaki itu terus mengocok kontolnya yang masih menegang itu sambil tangannya memegang bongkahan pantat Agatha, saya sendiri terangsang melihat semua ini dan merasa ada yang mulai membasah di tempikku, seandainya tanganku tidak di ikat pasti saya sudah memegang itil kecil ku.

“Ackh… sh… oh… sh… ” nampaknya laki itu sudah memuntahkan pejunya di dalam tempik Agatha. Tiba-tiba Rifda mematikan layer tersebut dan berkata
“Gimana Rin, apa yang kau rasakan pada Tempikmu?” seolah mengetahui apa yang saya rasakan.

“Lepaskan! Aku mau keluar dari kawasan ini!” teriakku menutupi rangsangan yang saya rasakan.
“Keluar? sebentar, ada yang mau saya perlihatkan sama kamu!” lalu beliau menekan kembali remote di tangannya kea rah layer raksasa di dan… “ya ampun!” ternyata Bibi Tatik!
Mengenakan baju berwarna merah menantang menyerupai yang dipakai oleh Rifda, beliau sedang sibuk mengulum kontol seorang laki-laki disebuah ruangan yang hanya terdapat sebuah ranjang yang cukup bagus, ku lihat Pria itu memegang kepala Bibi supaya lebih cepat emutannya, sementara tangan kiri
Bibi mempermain kan tempiknya sendiri.

“Eh… eh… e… gm… emph… !” bunyi wanita dilayar itu menyerupai menikmati kontol yang panjang dan besar di dalam mulutnya.
“Itu di rekam 2 hari yang lalu” kata Rifda menyerupai sedang menerangkan sesuatu padaku.
“Maksudmu?” tanyaku,
“Lihat dulu gres komentar sayang!” saya pun kembali menyaksikan serpihan di depanku itu, belum pernah saya menyaksikan orang yang saya kenal berbuat dengan orang lain menyerupai yang dilakukan oleh Bibi dan Agatha.

“Kontol mu hot banget mas… besar pa… njang… aku… akua… suka… !” kali ini Bibi nampak gemas memegang kontol besar itu dengan kedua tangannya, kontol Pria itu memang sangat besar dibanding dengan milik Paman yang kulihat semalam kelihatan kokoh berdiri dan lebih berotot apalagi kepala kontol Pria ini nampak besar dan mengkilap alasannya ialah sinar dari kamera, nampak sekali bahwa pria itu sangat menikmati emutan ekspresi Bibi, mendengar bunyi Bibi dan laki-laki itu saling ah..uh.. membuat saya jadi terangsang, saya jadi salah tingkah karenanya, ku toleh ke arah Rifda ternyata wanita itu sedang sibuk memasukan sesuatu kebawah tubuhnya kutahu beliau sedang mencari kenikmatan di tempiknya mengetahui saya melihatnya wanita itu mendekati saya dang menandakan sebuah tongkat kecil yang mirip… kontol!

“Kamu akan suka dengan yang menyerupai ini sayang” katanya sambil menarik kedua kakiku hingga saya terlentang di atas kursi besar itu.
“Tenang Rin, cari nikmatnya dulu ya” saya membisu dan tak terlalu banyak bergerak saya tak tahu mengapa saya membisu dengan perlakuan Rifda di hadapanku kali ini, Rifda mengosok-gosokkan kontol mainan itu ke arah selakanganku, saya menggelinjang geli karenanya, saya tahu apa yang akan dilakukannya, dan benar! Dia membuka resleting celanaku, sekali lagi saya membisu saya terangsang terasa tempikku berdenyut-denyut menginginkan sesuatu. Dengan tangkas Rifda sudah menarik ke bawah celana yang kupakai, diringi bunyi desahan nikmat yang disuarakan Bibi Tatik dari layer didepanku

“Oh… yaa… ya… be… nar… yang situ enak… mas… sh… ah!” kali ini kulihat laki-laki itu sedang menciumi tempik Bibi yang mengakang memberi ruang yang bebas pada laki-laki itu, terdengar pula bunyi ekspresi laki-laki itu berkecipak. Nampak bokong Bibi yang lingkaran itu diangkat supaya ekspresi laki-laki itu dapat masuk lebih jauh mempermainkan lidahnya. Tanpa kusadari paha dan selakangan ku terasa hambar ternyata Rifda telah sukses melepaskan CD ku.
“Wah ternyata Jembut kau tebal juga Rin” kata Rifda kemudian tangannya menyentuh ekspresi tempikku, terasa hangat tangannya, kutatap matanya seolah ingin kubiarkan apa yang dilakukannya, sudah kepalang berair kubiarkan apapun yang dikerjakannya,

Saat Rifda sedang sibuk meng emek-emek tempikku dari depan, tiba-tiba lampu ruangan mennjadi sangat terang, dan kulihat ada dua orang laki-laki masing memegang kamera dan mengabadikan suasana di ruangan ini. Tak kusadari ada sentuhan tangan pada pundakku.
“Rin, rupanya kau sudah mencicipi kenyamanan di ruangan ini” ternyata saya kenal bunyi laki-laki dari belakangku yah itu bunyi Paman! tanganku berusaha menutupi bab bawahku yang menganga alasannya ialah ulah Rifda.
“Sudah nikmati saja, toh saya tahu kau butuh yang menyerupai ini” kata Paman sambil menempelkan sesuatu yang hangat lunak dan membesar ditanganku yang masih terikat kebelakang. Kupegang dan tahu apa yang saya pegang namun terasa makin hangat dan memanjang.

Aku membisu memikirkan semua rentetan dan semua orang yang ada disekitar ku ketika ini, ketika kuterdiam ternyata Rifda berdiri di depanku dengan menggerakan pengecap ke bibir sambil memainkan celah tempiknya dan matanya menatap ke arah Paman, laki-laki itu tahu apa yang dinginkan Rifda dan segera berdiri mendekat dengan tangan memegang pantat Rifda.
“Ayoh, kita bikin janda muda ini tersiksa dan memohon supaya tempiknya di isi sesuatu yang hangat! Ha… ha… ha… !” kata Rifda sambil melihatku, tangannya yang cekatan dan terampil mulai mengurut-urut kontol Paman yang sudah mulai kembali menegang, sementara tangan Paman meremas-remas susu Rifda yang Cuma terbuka pada putingnya sementara saya tetap menatap mereka berdua seolah tak percaya.

“U… uh” kata Rifda gemas mengocok kontol di tangannya.
“Sudah, eksklusif aja masukin kontolmu pak!”

“Lho Rin, tempik Rifda sudah basah! Kamu ga pengin niih?” Kata Paman yang mempermainkan tangannya di sekitar tempik Rifda. Kusaksikan gerakan Rifda membalikkan badannya memnbelakangi tubuh Paman, dengan cukup sigap Paman segera menggiring batang kontol yang dipegangnya kearah tempik Rifda yang berada ditengah bongkahan pantat mulus Rifda yang sudah menganga alasannya ialah bibir tempiknya di kuak sendiri oleh tangan kanannya sementara tangan kirinya menggosok itil yang sedikit menonjol di bab atasnya.
“Hrm ouch… masukin… te… rus… ah hingga men… tock pak!” kata Rifda sambil menarik pantat Paman supaya segera menekankan kontolnya lebih dalam.

Kali ini mereka merubah posisinya menyampingiku sehingga tampak susu Rifda bergerak-gerak alasannya ialah gerakan tubuhnya sementara kontol Paman yang sedang berusaha memasuki liang sempit itu semakin didorong kedepan.

“Ah?” kontol itu sudah karam kedalam tempik rifda Paman kemudian menarik kontolnya pelan-pelan tampak olehku buah pelir kontol itu menggelantung.
“Sabar ya Rif, sebentar… ” kata Paman sambil menoleh kea rah ku sambil mengedipkan mata kirinya seolah berkata.”Tunggu giliranmu”.

“Betapa nikmat kalau kontol itu bersarang pada tempikku” kembali saya sudah dirasuki hawa nafsu yang sedari tadi menghinggapi pikiranku yang mulai tak terkontrol. Aku mulai menggepit paha supaya tempikku yang terasa gatal dan membasah tak diketahui oleh mereka, andai tangan ku tak terikat mungkin saya sudah melaksanakan sesuatu yang nikmat!

“Eh… ah… mpffh… yang cepat dong… genjot… terus… pak!” teriakan nikmat Rifda sambil menggerakan bongkahan pantatnya kekiri ?kanan mengimbangi sentakan Paman.
“Plak… plak… ” bunyi benturan paha kedua orang didepanku serta kecipak tempik Rifda yang diterjang kontol gede itu seolah bersorak senang.

Saat ku sedang memperhatikan mereka ikatan pada pergelangan tanganku terasa melonggar sedikit kutari tangan kananku dan terlepas! Sebentar saya resah apa yang harus kulakukan, namun diluar kesadaran ku ketika itu ternyata saya tidak mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri lagi pula disitu ada 2 pria berkamera yang pasti akan mennghentikan ku, yah otakku mungkin sudah dirasuki nafsu. Aku butuh keprluan biologis itu! Aku butuh kontol yang hangat dengan terjangan yang sesungguhnya bukan menyerupai yang selama ini kudapatkan dengan masturbasi! Semakin kuperhatikan secara seksama apa yang dikerjakan Paman dab Rifda didepanku, Rifda nampak sangat menikmati genjotan Paman dari arah belakang.

‘Ay… o.. pak… ayo… terus… kerasin… sentakanmu pak… !?
“Tempik nakal… nakal… nakal… ” kata Paman setiap kali si kontol menerobos tempik Rifda.
Kulihat tongkat mainan persis kontol yang diletakkan dimeja oleh Rifda, tak kuhiraukan 2 orang berkamera yang sedang mengabadikan setiap gerakan dan erangan nikmat Paman dan Rifda, kuambil mainan wanita itu dan mulai kugesekkan pada tempikku, tak kuhiraukan segalanya!

Aku tersenyum alasannya ialah saya merasa tak tersiksa sama sekali dengan keadaanku ketika ini, kali ini saya bermaksud memasukkan kontol mainan lembut ini pada liang tempikku dan…
“Eh… auch… ” bersamaan dengan sodokan Paman pada tempik Rifda setiap Paman menarik kontolnya kutarik pula mainan ini dari tempikku.Saat saya sedang menikmati tontonan didepanku tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan masuk seorang laki-laki yang tadi bergumul dengan Agatha menghampiriku sambil tersenyum, sambil berjalan beliau melepas satu persatu kancing baju dan membuka resleting celananya. Kukeluarkan pelan-pelan kontol mainan dari dalam tempikku.

Aku membayangkan isi didalam celana itu ialah kontol besar menyerupai yang dirasakan oleh Agatha tadi, yang pasti akan memberi kenikmatan pada tempikku yang sangat merindukan kontol, kutatap matanya seolah saya memberinya ijin untuk segera menyerang tubuhku, saya sadar bahwa semua perbuatanku ketika ini akan direkam dan disebar luaskan, saya tak pedulikan itu saya Cuma butuh laki-laki ketika ini yang bisa membuatku menggelepar penuh kenikmatan! Ketika Rifda mengetahui laki-laki itu lewat didepannya tangan kanannya memegang kontol laki-laki itu.

“Tempikku… masih… cukup… ah..ah… untuk… kontolmu… auh… Rudi… say… ang… eh… ” Rifda berkata sambil menikmati sodokan Paman. Sebentar laki-laki itu berhenti dan memasukan kontolnya kemulut Rifda.

“Ech… mpfh… Rud… empfh… di..kont… tol… ” tampak ekspresi Rifda menyerupai kewalahan menelan sebuah Pisang yang besar, saya segera berdiri dan menghampiri mereka, yaah saya tak rela kalau kontol dihadapanku ini akan di telan juga oleh tempik Rifda dan saya lagi-lagi jadi penonton, Rifda dan Paman tidak terlalu kaget melihatku.

“Oh… rupanya kau gres bisa lepas dari tali tadi ha… ha… ha!” Rifda tertawa setelah kontol dimulutnya terlepas setelah laki-laki berjulukan Rudi itu membalikkan diri padaku tampak kontol besar setengah mengacum itu mengarah padaku.
“Wao… ” Tanpa kuhiraukan si Rudi saya eksklusif jongkok didepannya dan bersiap mengulum Kontol idamanku itu.

“Lihat pak… ah… si… ja… ech… janda… tak tahan… juga… a yes… !” kata Rifda
seolah senang dengan apa yang kuperbuat, kumasukan kedalam mulutku dan kepalaku mulai bergerak maju mundur, kurasa sesuatu yang besar sedang berdenyut-benyut di dalam mulutku,
“Ach… ternyata bakir juga kau mempermain kan kontol dengan mulut.
“Oh… !” tangan Rudi mulai meremas pentil susuku yang mulai mengeras.

Aku memang bakir melaksanakan oral sex hal itu pun diakui oleh mantan suamiku dulu bahwa mulutku sangat mahir dal;am hal ciuman bibir dan mengulum kontolnya bahkan sering kali ketika oral sex suamiku mengeluarkan spermanya di mulutku.

“Ehm… ehm… ehm… ” Aku sangat senang dan sangat merindukan batang hangat dan kenyal ini! “Oh… oh… ya… ouh… ” Rudi tampak sangat menyukai kulumanku kupermainkan lidahku pada kepala kontolnya, sambil menunjukkan Rudi kenikmatan kulihat Paman semakin mempercepat genjotannya, tak lama kemudian.

“Arch… a… ah… aku… sudah… kel… luar… pa… ak… a… ” kata Rifda, matanya
merem-melek menahan sesuatu yang keluar dari dalam tempiknya. Saat Rifda mulai sedikit lemas ternyata Paman mengeluarkan kontolnya dan melihat kearah Rudi seolah mengetahui maksud Paman Rudi pelan-pelan menarik kontolnya dari mulutku, yah Paman menuju kearahku sedang Rudi menuju tubuh Rifda, saya ragu apakaha saya akan melakukannya dengan orang yang sudah saya anggap sebagai orang tuaku ini, namun Paman ternyata eksklusif menarik pantatku hingga tuibuhku telentang pada kursi besar di belakangku dan kontolnya berada tepat didepan tempikku, mengetahui saya sudah terangsang dengan sekali tekan kontol Paman segera menerobos lobang tempikku sesaat terasa sakit

“Adu… h… pelan-pelan… dong Paman… !” Teriakku.
“Ah sorry Rin, lupa aku, tempik kau sudah lama tak terisi ya! Tahan sebentar ya… kau tahu ini ..enak..” kata Paman sambil menarik kontolnya dari dalam tempikku, saya merasa seluiruh isi tempikku tertarik.

“Pelan-pelan… ” kataku lagi, tapi ternyata Paman eksklusif menggenjot kontolnya itu keluar masuk. Tiba-tiba rasa sakit yang kurasakan menjadi rasa geli dan nikmat
“Ah… a… ayou… lagi Paman… terus… sh… haa… ” yang kurasakan tempikku jebol
luar dalam namun ennaak sekali, sudah cukup lama bagiku waktu 4 bulan menanti yang menyerupai ini, saya tak peduli meski ini kudapat dari seorang yang selama ini menampungku. Saat sibuk menikmati sodokan kontol di tempikku sempat kulihat Rudi memompa pantatnya sementara Rifda mulutnya terbuka menahan nikmat yang akan beliau dapat untuk kedua kalinya dengan posisi miring dan kaki kirinya terangkat sehingga memudahkan kontol gede milik Rudi mengobrak abrik isi tempiknya, tak berapa lama Rifda sudah memekik…

“Sudah Rud… aku… ah… !” tampak Rifda sudah mengalami orgasme yang keduanya. sementara kulihat muka Paman memerah menahan sesuatu
“Rin… torok… kamu… serr… et… saya tak… tahan… ah” Paman rupanya sudah menerima ganjaran alasannya ialah berani memasukan kontolnya ke milikku yang memang masih peret, beliau menarik kontolnya dan mengeluarkan pejunya pada Susuku dan wajahku
“Ah… ah… ” teriak Paman setiap kali cairan itu keluar dari kepala kontolnya.

“Ya… Paman… !” kataku kecewa, saya belum merasa orgasme! Tak kuhiraukan Paman sibuk dengan kontolnya yang mulai mengecil, ketika kumandang Rudi yang mengocok kontolnya sendiri beliau tersenyum padaku dan risikonya kontol yang cukup gede itu datang padaku, tangan Rudi memegang pantatku, saya tahu beliau ingin posisi anjing nungging, kubalik tubuhku menghadap sandaran kursi sedang kedua lututku tersangga pinggiran kursi, tak nerapa lama kontol Rudi sudah digesekgesekkan pada pantatku yang putih mulus,
“Ayoh Rud kau mau mencicipi menyerupai yang di rasakan Paman?” kataku nakal, saya tak tahu dan tak mau tahu apa yang kulakukan yang pasti saya mendapatkannya ketika ini, risikonya Rudi pun memasukan kontolnya ke dalam tempikku.

“A… euh… ah… em… ya… ” kontol yang menerobos di bawahku memang terasa sangat gede seolah menyentuh rongga-rongga di dalam tempikku. Pantas Rifda ekspresi Rifda tak bersuara apa-apa ternyata ini yang dirasakannya.
“Eh… eh… eh… ” Rudi menekan maju mundur kontolnya sementara tangannya meremas susuku dan bibirnya mencium punggungku, cukup lama Rudi menggenjot tubuhku dari belakang, kini beliau memintaku untuk berdiri menghadap tubuhnya dengan mengangkat kaki kiriku beliau memasukan kontolnya dari depan

“Ya… h… he… he..lagi… lagi… ” nafasku terengah-engah menahan serangan Rudi yang belum pernah ku lakukan dengan mantan suamiku dulu. Sensansi yang luar biasa saya dapatkan dari laki-laki ini, sentakannya sangat mantab dan sodokkan kontolnya sangat luar biasa
“Rud… puaskan… puaskan… a.. ku… kontol… Ter… us… sh… ” kata-kataku tak terkontrol lagi alasannya ialah tempikku mencicipi hal yang sangat luar biasa dan belum pernah saya mencicipi yang menyerupai ini. Akhirnya saya merasa kebelet pipis dan geli bercampur menjadi satu…
“Aku… ae… kelu… ar Rud… ah..” Puas, saya puas! Jeritku dalam hati ini kontol yang saya harapkan setiap masturbasi, sementara Rudi tetap mengocok kontolnya sambil menahan tubuhku yang terasa lemas supaya tak terjatuh,
“Pepek kamu… mem… mang… enak… ach” risikonya Rudi menarik kontolnya dari tempikku dan menyemprotkan Spermanya ke mukaku.
“Ah… hangat… enakkan… Rud?” tampaknya tempikku memuaskan Rudi.

Cahaya terang dari kamera yang merekam semua tadi tampak meng-close up muka ku yang tampak ceria!

End by Cerita Sex Bergambar - Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Mesum, ABG Bugil, Cerita Ngentot Tante, Kisah Janda Hot dan Cerita Seks Terbaru 2017. Sumber http://www.ceritasex2017.com/
3