Cerita Sex - Pengalaman saya kali ini berawal beberapa tahun yang lalu. Saat itu saya gres saja mendapatkan kerjaku di kota Surabaya, sehingga untuk mendapatkan rumah dalam waktu erat tidak mungkin saya lakukan sebab terus terang saja saya belum mendapatkan tabungan yang cukup untuk membeli rumah. Akhirnya saya putuskan untuk kost didaerah erat kantor.
Akhirnya saya dapatkan tempat kost yang saya inginkan, perlu pembaca ketahui, nenek kostku mempunyai cucu perempuan yang dikala itu masih berada dibawah kursi SMP, sebut saja namanya Endah. Endah ialah sosok yang mengasyikkan bila dilihat, walaupun ia masih dibangku SMP, Endah mempunyai bentuk tubuh yang molek dan setelah saya banding-bandingkan, Endah ibarat dengan seorang selebitris di Indonesia yang masih single hingga sekarang. Oya, sebelumnya namaku Dandy, 30 tahun seorang karyawan di salah satu perusahaan di Surabaya.
Singkat cerita, tanpa terasa 2 tahun sudah saya menjalani masa kostku dan sebab saya termasuk orang yang supel, saya cepat mengikuti keadaan dengan lingkungan sekitarnya. Dan huruf saya itu membuat Endah yang semakin hari semakin ranum dan sexy, tergila-gila dengan aku. Sampai suatu hari saya beranikan diri untuk mencium bibirnya, diluar dugaanku Endah membalas dengan buasnya. Sampai hasilnya acara itu menjadi kegiatan rutin antara saya dengan Endah, sepulang kantor atau memanfaatkan waktu-waktu sepi di kost-kostan. Setiap melaksanakan hal itu, tanganku yang nakal juga tidak lupa menyelinap di balik CD nya dan sedikit menggesek-gesekan jari telunjukku di ujung clitorisnya. Dan walaupun saya hanya menggesekkan adik kecilku tetapi setiap acara itu, saya selalu mencapai klimaks. 4 tahun ternyata waktu yang sedikit untuk menikmati hal itu. Sampai hasilnya saya harus keluar dari kost-kostan dan Endah harus kuliah di kota cuek Malang.
Setelah sekian tahun lamanya saya tidak mendengar kabar wacana Endah, di tahun 2001 saya iseng-iseng call Endah di rumahnya dan walhasil dari obrolan pertama di telepon tersebut, saya dapatkan nomor phone ia di Malang dan juga ia menyampaikan nomor HP. Akhirnya kita berdua sering kontak via telephone, walaupun saya sudah berstatus nggak bujang lagi, tetapi ia tetap saja bilang kalau masih sayang sama aku. Sampai hasilnya kita janjian untuk ketemu dikala ia week end, sebab setiap hari itu Endah selalu rajin pulang ke Surabaya.
Pucuk ditunggu ulam pun tiba, dengan perasaan deg-degan hasilnya saya bertemu dengan sosok Endah yang dulu masih lugu dan centil, sekarang tumbuh menjadi gadis yang sexy, sintal dengan ukuran bra 34. Waw, semakin saya menelan ludah setiap melihat tubuhnya yang sexy.
"Mas Dandy, gimana khabarnya," tanya Endah merusak pikiranku yang jorok.
"Ee.. baik, bagaimana dengan kamu?" jawabku gugup.
Kita berdua bercerita panjang lebar setelah sekaian lama nggak ketemu, Sampai hasilnya saya harus antar ia balik ke rumahnya di sUrabaya.
"En, kau sudah punya pacar..?" tanyaku.
"Lagi blank nih Mas.. " jawab Endha tangkas
"O yah, kau masih inget nggak dikala saya ajarin kau berciuman dulu?" godaku.
"Ihh, Mas Dandy emang nakal kok," sambil mencubit lenganku.
"Aow..," saya meringis kesakitan.
"Kamu mau nggak kalau saya terusin pelajarannya," tanyaku sekali lagi.
"Mau aja asal Mas yang ajarin," balasan Endah membuat saya merinding.
Setelah kita bercanda dan bercerita panjang lebar, hasilnya saya memperlihatkan diri untuk ketemu ahad depannya lagi.
"Endah, ahad depan ketemu lagi yuk," ajakku.
"Boleh deh Mas..," jawab Endah dengan ceria.
"Tapi nginep ya di hotel?" godaku.
"Lho ngapain?" Endah balas bertanya.
"Katanya mau lanjutin pelajarannya.." saya mencoba memancing .
"Nakaall Mas Dandy.. nih."
Tanpa terasa hasilnya Endah harus turun di erat rumahnya.
"Ma kasih ya Mas, hingga ketemu ahad depan," sambil pamit Endah mengecup pipiku. Alamak, darah mudaku bergejolak mendapatkan sentuhan bibirnya yang mungil. Aku perhatikan lenggak-lenggok pinggulnya meninggalkan kendaraan beroda empat starletku, sembari saya membayangkan seandainya saya mampu menikmati tubuh kau Endah, duh betapa bahagainya diriku.
Satu ahad tanpa terasa saya lewatin, sampailah saya ketemu dengan Endah. Kali ini saya sudah booking hotel berbintang di pinggiran kota untuk satu malam. Tepat pukul 16.30, sepulang kantor saya bergegas mengemasi pekerjaan saya dan meluncur di tempat yang sudah kita sepakati bersama.
Bulu kudukku merinding dikala ia memasuki mobilku, parfumnya yang harum sontak menggugah saraf kelaki-lakianku.
Tanpa pikir panjang, saya segera meluncur menuju hotel yang sudah saya booking sehari sebelumnya. Jujur saja, buat Endah ini ialah hal yang pertama masuk di hotel, sehingga ia sedikit kaku untuk lingkungan yang ada. Setelah chek ni, saya bergegas menuju lift untuk pribadi ke kamar.
"Mas, saya mau mandi dulu ya..?" pinta Endah.
"Oke silahkan, apa mau saya mandiin," godaku.
"Nggak ah, nakal Mas Dandy nih.." sambil menjawab ibarat itu, Endah bergegas menuju kamar mandi, dengan dibalut sehelai handuk, Endah berjalan gontai menuju kamar mandi. Mataku benar-benar tidak mampu berkedip melihat pemandangan tubuh Endah yang benar-benar menggairahkan. Pikiranku melayang dikala membayangkan kemolekan tubuhnya.
20 menit berikutnya Endah keluar kamar mandi dengan menggunakan gaun tidur yang tipis, hingga membuat darah sex saya naik ke ubun-ubun. Akan tetapi saya berusaha mengendalikan gejolak nafsuku di depan Endah sebab memang di depan dia, saya ialah figur seorang kakak yang baik.
"O ya Endah, kau mau makan apa sekalian pesannya," tanyaku untuk menutupi gejolak bathinku.
"Terserah Mas deh," jawabnya.
Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul 20.15 menit dan tanpa terasa kami sudah bercerita panjang lebar, untuk sekedar melepas kangen. Kita berdua bercengkrama, bercanda kisah wacana apapun, hingga akhirnya..
"En, kau serius mau lanjutin pelajarannya," tanyaku serius.
"He eh Mas Dandy," jawabnya.
"Endah.." saya tidak meneruskan pertanyaanku sebab dengan cepat saya pribadi menyerbu bibir Endah yang mungil.
"Mas.." Endah mendesah sambil memeluk badanku erat, tangannya yang nakal mulai meraba tempat sensitifku, sesekali memainkan rambutku. Endah mengelus kudukku sehingga membuat saya terangsang hebat.
Lidah Endah yang nakal, sesekali mengimbangi lidahku yag menjelajah seluruh bibirnya. Jemariku mulai bergerilya untuk melepas pengait BH Endah. Pengait BH nya terlepas,
"Mas.. kau memang guru yang baik," sambil saya benamkan dalam-dalam wajahku dalam serpihan payudaranya yang montok.
Sekitar 15 saya bercumbu dengan Endah, saya semakin penasaran dengan apa yang ada dibalik CD nya. Dengan perlahan saya mulai berusaha membuka CD yang dikenakan oleh Endah dan kegiatan saya semakin mudah sebab Endah berusaha mengangkat pantatnya sehingga memudahkan saya untuk mempreteli CD nya. Alamak! bulu yang tumbuh masih halus sekali dan baunya wow.. ranum sekali segar, tanpa berpikir panjang saya segera membuka kedua pahanya dan mengunci dengan lenganku sehingga vagina Endah yang masih merah terpampang terang didepan mataku. Dengan usapan halus, lidahku yang nakal mulai menjelajahi setiap mm permukaan vagina Endah.
"Oh.. Mas Dandy.. asyik sekali Mas.. ughh," rintih Endah dikala lidahku mulai nakal menguak lubang surganya. Tubuh Endah ibarat cacing kepanasan mendapatkan setiapa jilatan lidahku, hisapan lidahku dan sesekali mengangkat pantatnya dikala lidahku masuk dalam-dalam lubang vaginanya. Sesekali tangannya meremas rambutku yang sedikit gondrong, dan hal itu membuat gairahku semakin naik.
"Mas Dandy.. enak sekali Mas.. oh.. kenapa nggak dulu-dulu Mas," rengek Endah sambil melihat lidahku sedang mengerjai vaginanya. Clitorisnya yang semakin membesar memudahkanku untuk membuat Endah melayang. Ternyata Endah type orang yang mudah orgasme terbukti 15 menit pertama ia mengerang sambil menaik turunkan pantatnya.
"Mas.. Mas Dandy, Endah kebelet pipis Mas.. aduh," rintih Enda.
"Pipis aja sayang di verbal Mas.." jawabku.
"Mas.. aduh.. Endah nggak kuat.." Endah menjerit lirih sambil menggapitkan kedua pahanya di kepalaku. Dengan cekatan saya pribadi membuka lebar mulutku dan cairan yang keluar begitu banyak sehingga saya mencicipi minum air putih.
"Aduh Mas Dandy.. sudah sayang.. uh.. nikmat sekali Mas, kau memang pintar dalam bercinta aakhh.." kata Endah. Aku tidak mendengar kan rintihannya, sebab saya berkonsentrasi untuk ronde berikutnya sebab saya ingin Endah mencicipi nikmatnya bercinta dengan aku.
Setelah cairan yang keluar saya berihkan dengan cara saya jilatin, Endah kembali terangsang dikala clitorisnya saya gesek dengan batang kemaluanku.
"Wow.. panjang sekali Mas Dandy.. saya suka banget."
Endah mulai menjilati dan mengulum batang kemaluanku, sepertinya ia sangat pintar mengoral cowok.
"Aakhh.. Endah.. kau pinter tuh," erangku.
Endah tidak menjawab pujianku, ia semakin lahap menelan dan mengulum serta meghisap penisku, saya merem melek setiap penisku masuk dalam mulutnya.
Dasar aku, dengan kecepatan yang tidak diduga, saya pribadi meraih selangkangan Endah sehingga posisi kau menjadi 69. Kita berdua saling membuat rangsangan pada daerah-daerah yang sensitif.
Tidak selang berapa lama,
"Mmm, Mas Dandy.. aku.. pipis lagi.. oh.." Endah menggelepar kedua kalinya mendapatkan serangan lidahku dan saya tidak tinggal diam, segera saya membalikan tubuh Endah dihadapanku dan,
"Endah kau masih virgin?" tanyaku.
"Mungkin sudah tidak Mas,?" jawab Endah.
Aku sedikit kaget sembari bertanya, "Siapa yang lakukan pertama?"
"Aku pernah jatuh Mas, terus ngeluarin darah."
Sambil membisikna kata mesra, saya berusaha mencari lubang untuk adik kecilku yang sudah mulai menegang 7 kali lipat dari biasanya. Dengan derma sisa cairan yang masih ada di sekitar vagina Endah, penisku mulai mencari lubangnya dan bless.
"Mas Dandy.. enak sekali sayang."
Endah membantu mempermudah saya untuk memasukan penisku, sambil mendekap tubuhku, ia mulai memutar pinggulnya, sehingga penisku terasa ada yang memijit.
"Ooh.. Mas Dandy, kenapa tidak dari dulu kau berikan kenikmatan ini padaku.." Endah berkelenjotan mendapatkan sodokan penisku.
"Crek crekk crek" penisku keluar masuk dalam lubang vaginanya yang sudah mulai becek dan lembap kuyup.
"Mas.. Endah, pipis lagi.. ahh.." Endah menjerit panjang dikala orgasme yang ketiga diraihnya.
Aku sudah tidak mempedulikan keadaan ia yang masih lemas setelah 3 kali orgasme, saya pribadi membalik tubuh Endah sehingga posisi Endah sekarang ibarat doggi style. Dengan leluasa saya mampu mengentot Endah dari belakang dengan keringat bercucuran.
"Mas.. kau memang jago.. ooh.. uughh.." Endah merintih dikala penisku masuk semua hingga pangkal batang kemaluanku. Tangannya yang halus hanya mampu mencengkeran seprei hotel dikala menahan kenikmatan yang saya berikan. Pikiranku hanya satu, saya harus mampu menyampaikan kepuasan yang infinit untuk Endah, sehingga kalau ia butuh lagi pasti mencariku.
45 menit sudah pergumulan ini terjadi, entah berapa kali sudah Endah orgasme. Sampai hasilnya saya sendiri sudah mencicipi klimaks sudah di ubun-ubun.
"Endah.. Mas mau keluar nih..," rintihku.
"Iya Mas, jangan dikeluarin didalam ya Mas..," pinta Endah.
"Iyaa.. sayang.. duh, tubuh kau benar-benar molek sayang.. uughh."
Aku merintih dikala ia mulai meggoyang untuk ke sekian kalinya, asing gadis muda yang dulu saya kenal masih lugu, sekarang sudah menjadi pasanganku untuk bercinta.
"Endah.. ohh Mas keluar..," secepat kilat saya mencabut penisku dan mengarahkan ke verbal Endah.
"Aowww.." spermaku muncrat diwajah Endah. Endah menjilati penisku dengn lahap hingga tidak tesisa sedikitpun spermaku yang keluar.
"Mas, kau memang guru jempolan.. saya sudah 9 kali orgasme, Mas Dandy gres sekali.. kau andal Mas," kisah Endah.
"Kamu suka sayang," tanyaku.
"Suka banget, kau maukan selalu berikan kenikmatan itu untukku?" balas Endah bertanya.
"Iya sayang, saya komitmen menyampaikan kenikmatan itu."
Endah memelukku dan membimbing saya untuk ke kamar mandi, dan dalam kamar mandipun saya juga melaksanakan lagi hingga pukul 3 dini hari. Sangat romantis bercinta dengan mantan anak ibu kost, sebab ia juga gres pertama ini mengalami orgasme yang luar biasa dan hingga sekarang saya masih kontak-kontak sama dia, tepatnya dikala ia butuh, saya segera atur jadwalku.
End by Cerita Sex Bergambar - Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Mesum, ABG Bugil, Cerita Ngentot Tante, Kisah Janda Hot dan Cerita Seks Terbaru 2017. Sumber http://www.ceritasex2017.com/
![]() |
| Cerita Sex Perawan Nikmat Tubuh Gadis ABG SMP |
Akhirnya saya dapatkan tempat kost yang saya inginkan, perlu pembaca ketahui, nenek kostku mempunyai cucu perempuan yang dikala itu masih berada dibawah kursi SMP, sebut saja namanya Endah. Endah ialah sosok yang mengasyikkan bila dilihat, walaupun ia masih dibangku SMP, Endah mempunyai bentuk tubuh yang molek dan setelah saya banding-bandingkan, Endah ibarat dengan seorang selebitris di Indonesia yang masih single hingga sekarang. Oya, sebelumnya namaku Dandy, 30 tahun seorang karyawan di salah satu perusahaan di Surabaya.
Singkat cerita, tanpa terasa 2 tahun sudah saya menjalani masa kostku dan sebab saya termasuk orang yang supel, saya cepat mengikuti keadaan dengan lingkungan sekitarnya. Dan huruf saya itu membuat Endah yang semakin hari semakin ranum dan sexy, tergila-gila dengan aku. Sampai suatu hari saya beranikan diri untuk mencium bibirnya, diluar dugaanku Endah membalas dengan buasnya. Sampai hasilnya acara itu menjadi kegiatan rutin antara saya dengan Endah, sepulang kantor atau memanfaatkan waktu-waktu sepi di kost-kostan. Setiap melaksanakan hal itu, tanganku yang nakal juga tidak lupa menyelinap di balik CD nya dan sedikit menggesek-gesekan jari telunjukku di ujung clitorisnya. Dan walaupun saya hanya menggesekkan adik kecilku tetapi setiap acara itu, saya selalu mencapai klimaks. 4 tahun ternyata waktu yang sedikit untuk menikmati hal itu. Sampai hasilnya saya harus keluar dari kost-kostan dan Endah harus kuliah di kota cuek Malang.
Setelah sekian tahun lamanya saya tidak mendengar kabar wacana Endah, di tahun 2001 saya iseng-iseng call Endah di rumahnya dan walhasil dari obrolan pertama di telepon tersebut, saya dapatkan nomor phone ia di Malang dan juga ia menyampaikan nomor HP. Akhirnya kita berdua sering kontak via telephone, walaupun saya sudah berstatus nggak bujang lagi, tetapi ia tetap saja bilang kalau masih sayang sama aku. Sampai hasilnya kita janjian untuk ketemu dikala ia week end, sebab setiap hari itu Endah selalu rajin pulang ke Surabaya.
Pucuk ditunggu ulam pun tiba, dengan perasaan deg-degan hasilnya saya bertemu dengan sosok Endah yang dulu masih lugu dan centil, sekarang tumbuh menjadi gadis yang sexy, sintal dengan ukuran bra 34. Waw, semakin saya menelan ludah setiap melihat tubuhnya yang sexy.
"Mas Dandy, gimana khabarnya," tanya Endah merusak pikiranku yang jorok.
"Ee.. baik, bagaimana dengan kamu?" jawabku gugup.
Kita berdua bercerita panjang lebar setelah sekaian lama nggak ketemu, Sampai hasilnya saya harus antar ia balik ke rumahnya di sUrabaya.
"En, kau sudah punya pacar..?" tanyaku.
"Lagi blank nih Mas.. " jawab Endha tangkas
"O yah, kau masih inget nggak dikala saya ajarin kau berciuman dulu?" godaku.
"Ihh, Mas Dandy emang nakal kok," sambil mencubit lenganku.
"Aow..," saya meringis kesakitan.
"Kamu mau nggak kalau saya terusin pelajarannya," tanyaku sekali lagi.
"Mau aja asal Mas yang ajarin," balasan Endah membuat saya merinding.
Setelah kita bercanda dan bercerita panjang lebar, hasilnya saya memperlihatkan diri untuk ketemu ahad depannya lagi.
"Endah, ahad depan ketemu lagi yuk," ajakku.
"Boleh deh Mas..," jawab Endah dengan ceria.
"Tapi nginep ya di hotel?" godaku.
"Lho ngapain?" Endah balas bertanya.
"Katanya mau lanjutin pelajarannya.." saya mencoba memancing .
"Nakaall Mas Dandy.. nih."
Tanpa terasa hasilnya Endah harus turun di erat rumahnya.
"Ma kasih ya Mas, hingga ketemu ahad depan," sambil pamit Endah mengecup pipiku. Alamak, darah mudaku bergejolak mendapatkan sentuhan bibirnya yang mungil. Aku perhatikan lenggak-lenggok pinggulnya meninggalkan kendaraan beroda empat starletku, sembari saya membayangkan seandainya saya mampu menikmati tubuh kau Endah, duh betapa bahagainya diriku.
Satu ahad tanpa terasa saya lewatin, sampailah saya ketemu dengan Endah. Kali ini saya sudah booking hotel berbintang di pinggiran kota untuk satu malam. Tepat pukul 16.30, sepulang kantor saya bergegas mengemasi pekerjaan saya dan meluncur di tempat yang sudah kita sepakati bersama.
Bulu kudukku merinding dikala ia memasuki mobilku, parfumnya yang harum sontak menggugah saraf kelaki-lakianku.
Tanpa pikir panjang, saya segera meluncur menuju hotel yang sudah saya booking sehari sebelumnya. Jujur saja, buat Endah ini ialah hal yang pertama masuk di hotel, sehingga ia sedikit kaku untuk lingkungan yang ada. Setelah chek ni, saya bergegas menuju lift untuk pribadi ke kamar.
"Mas, saya mau mandi dulu ya..?" pinta Endah.
"Oke silahkan, apa mau saya mandiin," godaku.
"Nggak ah, nakal Mas Dandy nih.." sambil menjawab ibarat itu, Endah bergegas menuju kamar mandi, dengan dibalut sehelai handuk, Endah berjalan gontai menuju kamar mandi. Mataku benar-benar tidak mampu berkedip melihat pemandangan tubuh Endah yang benar-benar menggairahkan. Pikiranku melayang dikala membayangkan kemolekan tubuhnya.
20 menit berikutnya Endah keluar kamar mandi dengan menggunakan gaun tidur yang tipis, hingga membuat darah sex saya naik ke ubun-ubun. Akan tetapi saya berusaha mengendalikan gejolak nafsuku di depan Endah sebab memang di depan dia, saya ialah figur seorang kakak yang baik.
"O ya Endah, kau mau makan apa sekalian pesannya," tanyaku untuk menutupi gejolak bathinku.
"Terserah Mas deh," jawabnya.
Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul 20.15 menit dan tanpa terasa kami sudah bercerita panjang lebar, untuk sekedar melepas kangen. Kita berdua bercengkrama, bercanda kisah wacana apapun, hingga akhirnya..
"En, kau serius mau lanjutin pelajarannya," tanyaku serius.
"He eh Mas Dandy," jawabnya.
"Endah.." saya tidak meneruskan pertanyaanku sebab dengan cepat saya pribadi menyerbu bibir Endah yang mungil.
"Mas.." Endah mendesah sambil memeluk badanku erat, tangannya yang nakal mulai meraba tempat sensitifku, sesekali memainkan rambutku. Endah mengelus kudukku sehingga membuat saya terangsang hebat.
Lidah Endah yang nakal, sesekali mengimbangi lidahku yag menjelajah seluruh bibirnya. Jemariku mulai bergerilya untuk melepas pengait BH Endah. Pengait BH nya terlepas,
"Mas.. kau memang guru yang baik," sambil saya benamkan dalam-dalam wajahku dalam serpihan payudaranya yang montok.
Sekitar 15 saya bercumbu dengan Endah, saya semakin penasaran dengan apa yang ada dibalik CD nya. Dengan perlahan saya mulai berusaha membuka CD yang dikenakan oleh Endah dan kegiatan saya semakin mudah sebab Endah berusaha mengangkat pantatnya sehingga memudahkan saya untuk mempreteli CD nya. Alamak! bulu yang tumbuh masih halus sekali dan baunya wow.. ranum sekali segar, tanpa berpikir panjang saya segera membuka kedua pahanya dan mengunci dengan lenganku sehingga vagina Endah yang masih merah terpampang terang didepan mataku. Dengan usapan halus, lidahku yang nakal mulai menjelajahi setiap mm permukaan vagina Endah.
"Oh.. Mas Dandy.. asyik sekali Mas.. ughh," rintih Endah dikala lidahku mulai nakal menguak lubang surganya. Tubuh Endah ibarat cacing kepanasan mendapatkan setiapa jilatan lidahku, hisapan lidahku dan sesekali mengangkat pantatnya dikala lidahku masuk dalam-dalam lubang vaginanya. Sesekali tangannya meremas rambutku yang sedikit gondrong, dan hal itu membuat gairahku semakin naik.
"Mas Dandy.. enak sekali Mas.. oh.. kenapa nggak dulu-dulu Mas," rengek Endah sambil melihat lidahku sedang mengerjai vaginanya. Clitorisnya yang semakin membesar memudahkanku untuk membuat Endah melayang. Ternyata Endah type orang yang mudah orgasme terbukti 15 menit pertama ia mengerang sambil menaik turunkan pantatnya.
"Mas.. Mas Dandy, Endah kebelet pipis Mas.. aduh," rintih Enda.
"Pipis aja sayang di verbal Mas.." jawabku.
"Mas.. aduh.. Endah nggak kuat.." Endah menjerit lirih sambil menggapitkan kedua pahanya di kepalaku. Dengan cekatan saya pribadi membuka lebar mulutku dan cairan yang keluar begitu banyak sehingga saya mencicipi minum air putih.
"Aduh Mas Dandy.. sudah sayang.. uh.. nikmat sekali Mas, kau memang pintar dalam bercinta aakhh.." kata Endah. Aku tidak mendengar kan rintihannya, sebab saya berkonsentrasi untuk ronde berikutnya sebab saya ingin Endah mencicipi nikmatnya bercinta dengan aku.
Setelah cairan yang keluar saya berihkan dengan cara saya jilatin, Endah kembali terangsang dikala clitorisnya saya gesek dengan batang kemaluanku.
"Wow.. panjang sekali Mas Dandy.. saya suka banget."
Endah mulai menjilati dan mengulum batang kemaluanku, sepertinya ia sangat pintar mengoral cowok.
"Aakhh.. Endah.. kau pinter tuh," erangku.
Endah tidak menjawab pujianku, ia semakin lahap menelan dan mengulum serta meghisap penisku, saya merem melek setiap penisku masuk dalam mulutnya.
Dasar aku, dengan kecepatan yang tidak diduga, saya pribadi meraih selangkangan Endah sehingga posisi kau menjadi 69. Kita berdua saling membuat rangsangan pada daerah-daerah yang sensitif.
Tidak selang berapa lama,
"Mmm, Mas Dandy.. aku.. pipis lagi.. oh.." Endah menggelepar kedua kalinya mendapatkan serangan lidahku dan saya tidak tinggal diam, segera saya membalikan tubuh Endah dihadapanku dan,
"Endah kau masih virgin?" tanyaku.
"Mungkin sudah tidak Mas,?" jawab Endah.
Aku sedikit kaget sembari bertanya, "Siapa yang lakukan pertama?"
"Aku pernah jatuh Mas, terus ngeluarin darah."
Sambil membisikna kata mesra, saya berusaha mencari lubang untuk adik kecilku yang sudah mulai menegang 7 kali lipat dari biasanya. Dengan derma sisa cairan yang masih ada di sekitar vagina Endah, penisku mulai mencari lubangnya dan bless.
"Mas Dandy.. enak sekali sayang."
Endah membantu mempermudah saya untuk memasukan penisku, sambil mendekap tubuhku, ia mulai memutar pinggulnya, sehingga penisku terasa ada yang memijit.
"Ooh.. Mas Dandy, kenapa tidak dari dulu kau berikan kenikmatan ini padaku.." Endah berkelenjotan mendapatkan sodokan penisku.
"Crek crekk crek" penisku keluar masuk dalam lubang vaginanya yang sudah mulai becek dan lembap kuyup.
"Mas.. Endah, pipis lagi.. ahh.." Endah menjerit panjang dikala orgasme yang ketiga diraihnya.
Aku sudah tidak mempedulikan keadaan ia yang masih lemas setelah 3 kali orgasme, saya pribadi membalik tubuh Endah sehingga posisi Endah sekarang ibarat doggi style. Dengan leluasa saya mampu mengentot Endah dari belakang dengan keringat bercucuran.
"Mas.. kau memang jago.. ooh.. uughh.." Endah merintih dikala penisku masuk semua hingga pangkal batang kemaluanku. Tangannya yang halus hanya mampu mencengkeran seprei hotel dikala menahan kenikmatan yang saya berikan. Pikiranku hanya satu, saya harus mampu menyampaikan kepuasan yang infinit untuk Endah, sehingga kalau ia butuh lagi pasti mencariku.
45 menit sudah pergumulan ini terjadi, entah berapa kali sudah Endah orgasme. Sampai hasilnya saya sendiri sudah mencicipi klimaks sudah di ubun-ubun.
"Endah.. Mas mau keluar nih..," rintihku.
"Iya Mas, jangan dikeluarin didalam ya Mas..," pinta Endah.
"Iyaa.. sayang.. duh, tubuh kau benar-benar molek sayang.. uughh."
Aku merintih dikala ia mulai meggoyang untuk ke sekian kalinya, asing gadis muda yang dulu saya kenal masih lugu, sekarang sudah menjadi pasanganku untuk bercinta.
"Endah.. ohh Mas keluar..," secepat kilat saya mencabut penisku dan mengarahkan ke verbal Endah.
"Aowww.." spermaku muncrat diwajah Endah. Endah menjilati penisku dengn lahap hingga tidak tesisa sedikitpun spermaku yang keluar.
"Mas, kau memang guru jempolan.. saya sudah 9 kali orgasme, Mas Dandy gres sekali.. kau andal Mas," kisah Endah.
"Kamu suka sayang," tanyaku.
"Suka banget, kau maukan selalu berikan kenikmatan itu untukku?" balas Endah bertanya.
"Iya sayang, saya komitmen menyampaikan kenikmatan itu."
Endah memelukku dan membimbing saya untuk ke kamar mandi, dan dalam kamar mandipun saya juga melaksanakan lagi hingga pukul 3 dini hari. Sangat romantis bercinta dengan mantan anak ibu kost, sebab ia juga gres pertama ini mengalami orgasme yang luar biasa dan hingga sekarang saya masih kontak-kontak sama dia, tepatnya dikala ia butuh, saya segera atur jadwalku.
End by Cerita Sex Bergambar - Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Mesum, ABG Bugil, Cerita Ngentot Tante, Kisah Janda Hot dan Cerita Seks Terbaru 2017. Sumber http://www.ceritasex2017.com/

0 Komentar