Pengalaman Seks Ngentot Bertiga Bersama Istri

Cerita Sex - Cerita ini perihal pria berkeluarga dan WIL nya. Aku sudah berkeluarga, tapi saya punya WIL yang juga sangat kucintai. Aku sudah menganggap ia sebagai istriku saja.
Karena itu saya akan memanggilnya dalam dongeng ini sebagai istriku.
Pengalaman Seks Ngentot Bertiga Bersama Istri Pengalaman Seks Ngentot Bertiga Bersama Istri
Pengalaman Seks Ngentot Bertiga Bersama Istri

Dari obrolan selama ini ia mengatakan bahwa ia ingin melihatku 'bercinta' dengan wanita lain. Akhirnya tibalah pengalaman kami ini. Siang di hari Sabtu itu terasa panas sekali, tiupan AC kendaraan beroda empat yang menerpa eksklusif ke arahku dan 'istriku' kalah dengan radiasi matahari yang tembus melalui kaca-kaca jendela. Aku sedang melaju kencang di jalan tol menuju arah Bogor untuk suatu keperluan bisnis. Seperti telah direncanakan, kubelokkan kendaraan beroda empat ke arah pom bensin di Sentul. setelah tadi tak sempat saya mengisinya. Dalam setiap antrian kendaraan beroda empat yang cukup panjang terlihat ada gadis-gadis penjaja minuman berenergi. Sekilas cukup mencolok alasannya yaitu seragamnya yang cukup kontras dengan warna sekelilingnya.

Dari sederetan gadis-gadis itu tampak ada seorang yang paling cantik, putih, cukup serasi dengan warna-warni seragamnya. Ia terlalu manis untuk bekerja diterik matahari menyerupai ini walaupun menggunakan topi. Tatkala tersenyum, senyumnya lebih mengukuhkan lagi bila di sini bukanlah tempat yang pantas baginya untuk bekerja. Aku sempat khawatir bila ia tidak berada di deretanku dan saya masih hanyut dalam banyak sekali terkaan tentangnya, saya tidak sempat bereaksi ketika ia mengangguk, tersenyum dan memperlihatkan produknya. Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, "Buka dong kacanya.." Segera saya sadar dengan keadaan dan refleks membuka beling jendelaku. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar.
Meluncurlah kata-kata standar yang ia ucapkan setiap kali bertemu calon pembeli. Suaranya enak didengar, tapi saya tak menyimaknya. Aku malah balik bertanya, "Kamu ngapain kerja di sini?"
"Mom, kita kan masih perlu sekretaris, kenapa tidak beliau aja kita coba."
"Ya, boleh aja", jawab istriku.
"Gimana mau?" tanyaku kepada gadis itu.
"Mau.. mau Mas", katanya.
Setelah kenalan sebentar dan saling tukar nomor telepon, kulanjutkan perjalananku setelah mengisi bensin hingga penuh. Istriku kesudahannya tahu bila maksudku yang utama hanyalah ingin 'berkenalan' dengannya. Ia sangat oke dan antusias.

Malam sekitar jam 20:00 HP istriku berdering, sesuai pembicaraan ia akan datang menemui kami. Setelah diberi tahu alamat hotel kami, beberapa ketika kemudian ia muncul dengan penampilan yang cukup rapi. Ia cepat sekali bersahabat dengan istriku alasannya yaitu ternyata berasal dari kawasan yang sama yaitu **** (edited), Jawa Barat. Tidak hingga setengah jam kami sudah merasa betul-betul sebagai suatu keluarga yang akrab. Ia sudah berani mendapatkan ajuan kami untuk ikut menginap bersama. Ia sempat pamit sebentar untuk menyuruh sopir salah satu keluarganya untuk pulang saja, dan telepon ke saudaranya bahwa malam itu ia tidak pulang.
Setelah dongeng kesana-kemari kesudahannya obrolan kami menjurus ke problem seks. Setelah agak kaku sebentar kemudian suasana mencair kembali. Kini beliau mulai menimpali walau agak malu-malu. Singkat dongeng beliau masih perawan, sudah dijodohkan oleh keluarganya yang ia belum begitu puas. Keingintahuannya terhadap problem seks termasuk agak tinggi, tapi pacarnya itu sangat pemalu, termasuk agak hirau taacuh dan agak kampungan walau berpendidikan cukup. Kami ceritakan bahwa dalam problem seks kami selalu terbuka, punya banyak koleksi photo pribadi, bahkan kali ini kami ingin membuat photo ketika 'bercinta'.
"Udah ah, kita sambil tiduran aja yuk ngobrolnya", ajak istriku.
"Nih kau pakai kimono satunya", kata istriku sambil menyampaikan baju inventaris hotel. Sedangkan saya yang tidak ada persiapan untuk menginap kesudahannya hanya menggunakan kaos dan celana dalam. Ia dan istriku sudah merebahkan badannya di tempat tidur, kemudian saya menghampiri istriku eksklusif memeluknya dari atas. Kucumbu istriku dari mulai bibir, pipi, leher, dan buah dadanya. Istriku mengerang menikmatinya. Aku menghentikan cumbuanku sejenak kemudian meminta tamu istimewaku untuk mengambil photo dengan kamera digital yang selalu kami bawa.

Tampak ia agak kikuk, kurang menguasai keadaan ketika saya menolehnya. Setelah saya mengajarinya bagaimana menggunakan kamera yang kuberikan itu, kemudian kuteruskan mencumbu istriku. Dengan telaten kucumbu istriku dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kini tamuku tampaknya sudah menguasai keadaan, ia dengan leluasa mengintip kami dari lensa kamera dari segala sudut. Akhirnya istriku mencapai klimaksnya setelah liang senggamanya kumainkan dengan lidah, dengan jari, dan terakhir dengan batang istimewaku. Sedangkan saya belum apa-apa.
"Sekarang gantian Rin, kau yang maen saya yang ngambil photonya", kata istriku.
"Ah Mbak ini ada-ada aja", kata Rini malu-malu.

Sebagai laki-laki, saya sangat paham dari bahasa tubuhnya bahwa beliau tidak menolak. Dalam keadaan telanjang lingkaran saya bangkit dan eksklusif memeluk Rini yang sedang memegang kamera. Tangan kirinya ditekuk menyerupai akan memegang pinggangku, tapi telapaknya hanya dikepal seolah ragu atau malu. Kuraih kamera yang masih di tangan kanannya kemudian kuberikan kepada istriku.
Kini saya lebih leluasa memeluk dan mencumbunya, kuciumi pipi dan lehernya, sedang tanganku terus menggerayang dari bahu hingga lekukan pantatnya. Pundaknya beberapakali bergerak merinding kegelian. Kedua tangannya kini ternyata sudah berani membalas memelukku. Kemudian saya memangkunya dan merebahkannya di tempat tidur. Kukulum bibir mungilnya, kuciumi pipinya, kugigit-gigit kecil telinganya, kemudian kuciumi lehernya punuh tabah dan telaten. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang dan kadang badannya menggelinjang-gelinjang.

Tidak terlalu susah saya membuka kimononya, sejenak kemudian tampak pemandangan yang cukup mempesona. Dua bukit yang cukup segar terbungkus rapi dalam BH yang pas dengan ukurannya. Kulitnya putih, bersih dengan postur tubuh yang cukup indah. Sejenak saya menoleh ke bawah, tampak pahanya cukup menawan. Sementara itu onggokan kecil di selangkangan pahanya yang terbungkus CD menambah panorama keindahan.
Ia tidak menolak ketika saya membuka BH-nya, demikian juga ketika saya melepaskan kimononya melewati kedua tangannya. Kuteruskan permainanku dengan mengitari sekitar bukit-bukit segar itu. Seluruh titik di bab atasnya telah kutelusuri tidak ada yang terlewatkan, kini kedua bukti itu kuremas perlahan. Ia mendesah, "Eeehhh.."
Tatkala kukulum puting susunya, badannya refleks bergerak-gerak, desahnya pun semakin terang terdengar. Kuulangi lagi cumbuanku dari mulai mengulum bibirnya, mencium pipinya, kemudian lehernya. Kemudian kuciumi lagi bukit-bukit cantik itu, dan kemudian kupermainkan kedua puting susunya dengan lidahku. Gelinjangnya semakin terasa bergerak mengiringi desahannya yang terasa merdu sekali.

Petualanganku kuteruskan ke bab bawahnya. Ia mencegah ketika saya akan membuka CD-nya yang merupakan pakaian satu-satunya yang tersisa. "Ya nggak usah dibuka" ujarku, "Aku elus-elus aja ya bab atasnya pakai punyaku", bujukku. Ia tidak bereaksi, tapi saya eksklusif saja menyingsingkan CD-nya ke bawah. Tampaklah dua bibir yang mengapit lembah cintanya dihiasi bulu-bulu tipis. Kupegang burungku sambil duduk mengangkang di atas kedua pahanya, kemudian kuelus-eluskan burung itu ke ujung lembah yang sebagian masih tertutup CD. Agak lama dengan permainan itu, kesudahannya mungkin alasannya yaitu ia juga penasaran, maka ia tidak menolak ketika kulepaskan CD-nya.
Kini kami sama-sama telanjang, tak satu helai benang pun yang tersisa. Kuteruskan permainan burungku dengan lebih leluasa. Tak lama kemudian cairan kenikmatannya pun sudah meleleh menyatakan kehadirannya. Burungku pun lebih lancar menjelajah. Tapi alasannya yaitu lembahnya masih perawan agak susah juga untuk menembusnya.

Ketika kucoba untuk memasukkan burungku ke dalam lembah sorganya, tampak bibir-bibir kenikmatannya ikut terdorong bersama kepala burungku. Menyadari alam yang dilaluinya belum pernah dijamah, saya cukup tabah untuk melaksanakan permainan hingga lembah kenikmatannya betul-betul menerimanya secara alami. Gelinjang, desahan, dan lisan wajahnya yang sedang menahan kenikmatan membuatku semakin bersemangat dan lebih percaya diri untuk tidak segera ejakulasi. Ia sudah tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Akhirnya kepala burungku berhasil menembus lubang kenikmatan itu.
Kuteruskan permainanku dengan mengeluarkan dan memasukkan lagi kepala burungku. Ia merintih kenikmatan, ia pasrah saja dengan keadaan yang terjadi, alasannya yaitu itu saya yakin bahwa rintihan itu bukan rintihan kesakitan, kalaupun ada, maka akan kalah dengan kenikmatan yang diperolehnya. Selanjutnya kulihat burung yang beruntung itu lebih mendesak ke dalam. Aku sudah tidak tahan untuk memasukkan seluruh burungku ke tempatnya yang terindah.

Kemudian kurebahkan badanku di atas tubuhnya yang indah, kuciumi pipinya sambil pantatku kugerakkan naik turun. Sementara burungku lebih jauh menjangkau ke dalam lembah nikmatnya. Akhirnya seluruh berat badanku kuhempaskan ke tubuh mungil itu. Dan.., "Blesss...." seluruh burungku masuk ke dalam surga dunia yang indah. Ia mengerang, gerakan burungku pun segera kuhentikan hingga liang kewanitaannya menyesuaikan dengan situasi yang baru.
Setelah agak lama saya pun mulai lagi memainkan gerakan-gerakanku dengan gentle. Kini ia mulai mengikuti iramaku dengan menggerak-gerakkan pinggulnya. Selang berapa lama kedua tangannya lekat mencengkram punggungku, kakinya ikut menjepit kedua kakiku. Kemudian muncul erangan panjang diikuti denyut-denyut dari lembah sorganya. "Eeehhh..." desahnya. Aku pun sudah tidak tahan lagi untuk menumpahkan seluruh kenikmatan, segera kucabut burungku kemudian kumuntahkan di luar dengan menekan ke selangkangannya. "Eeehhh..." erangku juga. Kami berdua menarik nafas panjang.

Setelah agak lama kemudian saya duduk, kuraih kaos dalamku kemudian saya mengelap selangkangnya yang penuh dengan air kenikmatanku. Tampak tempat tidurnya berair oleh cairan-cairan bercampur bercak-bercak merah. Ia pun segera duduk, sejenak dari raut wajahnya tampak keraguan terhadap situasi yang telah dialaminya. Aku dan istriku memberi keyakinan untuk tidak menyesali apa yang pernah terjadi.
Besok paginya saya sempat bermain lagi dengannya sebelum check out. Betul-betul suatu simpulan pekan yang susah dilupakan. Akhirnya ia kutitipkan bekerja di perusahaan temanku.

End by Ceritasex2017.com - Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Mesum, ABG Bugil, Cerita Ngentot Tante, Kisah Janda Hot dan Cerita Seks Terbaru 2017. Sumber http://www.ceritasex2017.com/
Previous
Next Post »
0 Komentar