Seorang gadis berjulukan Anita ialah salah satu mahasiswi fakultas kedokteran yang menginjak semester 4 di salah satu universitas terkenal di Jogja. Sebagai mahasisiwi fak. Kedokteran tentu saja Anita sangat merawat tubuhnya dan menjaga kebersihannya. Anita ialah mahasiswi rantauan yang datang ke Jogja untuk menuntut ilmu kedokteran. Bukan ilmu yang didapatkan, namun menginjak semester 4, Anita menerima pengalaman yang sangat suram.
Kali ini pengalaman suram Anita ialah diperkosa oleh bapak kostnya. Anita angat terpukul sebab keperawanannnya telah direnggut dengan cara sadis dan licik. Anita hanya mampu menyesali kejadian itu dan menjadi trauma.
Rutinitas Anita setiap hari ialah pergi ke kampus, pulang mencar ilmu dan tidur di kost. Anita merupakan mahasiswi yang mampu di bilang sangat rajin dan tekun. Saat di kost, Anita jarang sekali keluar untuk main. Bahkan ketika diajak sobat temannya untuk nongkrong atau makan malam pun, Anita memeilih untuk nitip makanan untuk di bungkus dan di makan di kost.
Namanya Om Toni, beliau ialah bapak kost dimana Anita tinggal. Om Toni merawat kost kostan nya bersama anak laki lakinya yang berjulukan Rio. Setiap hari Om Toni selalu membuka gerbang, membersihkan halaman dan merapikan sepeda motor yang parkir kurang teratur. Sedangkan Rio setiap seminggu sekali mengecek para penghuni apakah sudah membayar kost atau ada yang memasukan tamu tak di kenal ke dalam kost.
Namun ketika mereka datang ke kost, Anita merasa terusik dengan pandangan Om Toni dan Rio anaknya. Karena setiap melintas di depan kamar Anita, Om Toni dan Rio selalu memperhatikan lekuk tubuh Anita. Karena ketika di dalam kamar, Anita sering memakai celana pendek ketat dan singlet yang menampakan potongan payudaranya yang berukuran 36 B. Selain cantik, Anita juga sangat seksi, bokong dan payudaranya yang menyembul, membuat kaum pria eksklusif ingin menikmati tubuhnya.
Walau terusik dengan pandangan Om Toni dan Rio setiap melintas di depan kamarnya, namun Anita positif tingking dan menganggap biasa saja namanya juga cowok. Dan Anita pun tetap menyapanya menyerupai biasa. Namun yang mengherankan, pada ketika Anita menyapa keduanya, mereka sama sekali tak membalasnya malah semakin menatap dengan penuh nafsu ke arah payudara Anita. Lama kelamaan rasa risih pun menyelimuti pikiran Anita.
Pada suatu ketika, Anita bangkit pagi dan eksklusif menuju kamar mandi untuk mandi pagi dan persiapan ke kampus untuk kuliah. Anitapun masuk ke kamar mandi yang biasanya di pakai oleh para mahasiswi kost untuk mandi. Om Toni hanya menyediakan kost putri. Saat hendak membuka keran air untuk mengisi kolam mandi, ternyata airnya tidak mengalir. Anita pun segera keluar dan menemui Om Toni yang sedang menyapu halaman Kost.
Dengan menggunakan daster ketat dan handuk Anita berjalan menemui Om Toni. Saat Anita menanyakan keran air tidak mengalir, sontak mata Om Toni eksklusif tak berkedip melihat tubuh Anita yang putih mulus dan putting payudaranya yang menyembul di balik daster tipis. Berulang kali Om Toni terlihat menelan ludah serasa tak tabah ingin menikmati tubuh mulus dan seksi milik anita. Apalagi terlihat kancing pada daster Anita terbuka, dengan terperinci Om Toni dapat melihat dengan mulusnya payudara Anita yang sangat montok.
Kemudian om Toni menyampaikan Anita untuk mandi di kamar mandi rumahnya yang berada di depan kost kostan nya. Karena waktu keburu siang dan masuk kuliah, segeralah Anita berjalan menuju kamar mandi rumah Om Toni yang tak jauh dari kostnya. Sampai di dalam kamar mandi, Anita eksklusif melepas seluruh pakaiannya dan segera mandi. Tiba tiba Om Toni menuju pintu kamar mandi dan mengintip Anita dari celah fentilasi pintu kamar mandi.
Sungguh pemandangan luar biasa, Om Toni berhasil melihat dengan terperinci tubuh putih mulus Anita dengan payudara yang semok serta putting payudaranya yang berwarna cokelat yang gres tumbuh. Ditambah jembut pada memek Anita yang rapi dan bersih. Anita terus membasuh nya dengan sabun mandi sambil meremas remas payudaranya. Tak jjarang, Anita juga mengangkat kakinya dan membersihkan selangkangannya sambil di gosok gosok.
Hal ini membuat Om Toni tak berpengaruh menahan nafsu birahinya. Om Toni menyerupai kehilangan kendali untuk mengendalikan birahinya. Rasanya ingin menikmati tubuh mulus Anita. Apalagi pada ketika itu Om Toni sedang berada di rumah sendiri. Anita pun sudah selesei mandi dan hanya mengenakan handuk. Ketika hendak keluar dari kamar mandi, Om Toni dengan kasarnya mendorong Anita ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya.
Dengan bringasnya Om Toni menciumi tubuh Anita dan meremas remas payudaranya. Anita sontak melaksanakan perlawanan dan terus mendesah pada om toni untuk melepaskannya, namun Anita sudah tak sanggup berbuat apa apa lagi sebab tenaga om Toni terlalu kuat. Kedua tangan Anitta dicengkeram dengan kuat. Anita aib apabila harus berteriak. Takut jikalau semua orang dengar dan pasti beliau juga yang akan malu.
Sekuat tenaga Anita lakukan untuk menolak nafsu om Toni. Tapi apa boleh buat Anita hanya seorang wanita lemah yang tak sanggup apa appalgi. Melihat Anita semakin lemas, kemudian perlahan Om Toni menciumi putting payudara Anita dan meremas remasnya menggunakan kepala om Toni. Memeknya pun di elus elus dengan tangan om Toni. Anita pun lama kelamaan menikmati irama nafsu om Toni.
Tangannya yang tadi mendorong tubuh om Toni, kini berganti memeluk dan memegang kepala om Toni. Payudara Anita dicepok dengan sangat keras sehingga bercap merah dari lisan om Toni, putting payudaranya di emut dan ditarik sampai Anita mencicipi ksakitan namun nikmat. Kemudian sebab tak tabah dan keburu anaknya tau, om Toni eksklusif melepas celananya dan mengarahkan kontolnya yang sudah tegang tak terkendali ke arah lobang memek Anita.
Anitapun hanya menahan perih ketika ujung kontol om Toni menembus bibir memek Anita yang masih perawan. Om Toni pun mencicipi sulit sekali menembus selaput darah Anita. Kemudian om Toni mencabut kontolnya dan meludahi lobang memek Anita dan kembali diarahkannya kontolnya ke lobang memek Anita. Sambil mendorong masuk, om Toni terus menciumi bibir manis Anita dan anita terus menggelengkan kepala. Dengan sekuat tenaga dengan dorongan berpengaruh akhirnya.
Kontol Om tOni berhasil karam ke dalam memek Anita dan sontak Anita pun meneteskan air mata dan menangis duka campur sakit. Karena kesuciannya selama ini telah direnggut oleh bapak kostnya sendiri dengan cara biadab. Om Toni sangat bersemangat dan terus menyodokan kontolnya keluar masuk kedalam memek Anita yang terus meneteskan darah perawannya.
Om Toni malah semakin semangat mendengar jeritan halus tangis dari Anita. Kemudian om toni membalikan tubuh Anita untuk menghadap ketembok. Om Toni memaksa Anita untuk nungging dan kemudian om Toni memasukan kontolnya dari belakang. Sungguh terasa sangat nikmat sekali mencicipi gaya doggie style dengan Anita. Kedua payudara Anita terus diremas remas sambil menciumi punggung Anita. Anita hanya pasrah sambil bersimpuh di dinding menahan kelakuan bejat om Toni. Akhirnya dengan genjotan yang sangat cepat kemudian om Toni mencabut kontolnya dan mengocoknya di bokong Anita.
Keluarlah seluruh sperma om Toni dengan sangat kentalsekali membasahi pantat semok Anita. Tak kuasa menahan kekecewaan dan kesedihan serta rasa sakit yang luar biasa. Anita segera memakai handuk dan lari kekamarnya biar tak ada orang yang tau kejadian yang menimpa dirinya. Om Toni sangat mencicipi kepuasaan yang luar biasa. Setelah itu Anita memutuskan untuk pindah kost dan tidak mau menatap muka om Toni lagi sebab stress berat yang sangat mendalam bagi hidup Anita.
Dan kini anita sudah menjadi dokter seorang mahir anak di kawasan Surabaya. Kenangan silam mengakibatkan dirinya takut bahkan sampai usia 30 tahun Anita masih memilih sendiri dan menekuni pekerjaannya sebagai dokter spesialis.

0 Komentar