Aku gotong royong dulu pernah berkenalan dengan seorang pria lewat sebuah aktivitas chatting dan kisah kasatmata ini yaitu awal kejadian saya kehilangan mahkota yang paling berharga. Pertama kali beliau berkenalan denganku, beliau nampak ibarat seorang gentleman yang benar-benar menarik hatiku sehingga saya waktu itu benar-benar jatuh hati padanya. Domino Poker
Anggap saja namaku yaitu Claudya dan nama pemuda itu yaitu Johanes. Tak lama dari perkenalan kami, saya menjadi bersahabat dengan Johanes. Johanes sering menjemputku dari tempat kuliahku dan saya sempat menganggap bahwa beliau yaitu calon suamiku nantinya alasannya saya benar-benar serius dengannya.
Aib ini berawal dari kesalahanku yang fatal di mana saya mempercayakan beliau untuk memegang kunci kamarku alasannya ketika saya kuliah dulu, saya tinggal di rumah kost bersama dengan belum dewasa dari banyak sekali macam daerah. Suatu ketika, saya sedang tidur nyenyak alasannya saya mencicipi kelelahan yang amat sangat alasannya saya gres saja menyelesaikan skripsiku yang sudah kupersiapkan selama berminggu-minggu.
Tiba-tiba, saya berasa kedinginan dan saya terbangun alasannya perasaan kedinginan tersebut dan ketika saya terbangun, saya kaget sekali alasannya saya melihat Johanes sedang bermasturbasi di depanku, sementara saya sekarang sudah tanpa busana. Aku mengerti akibatnya mengapa saya terbangun alasannya perasaan dingin, rupanya Johanes menelanjangiku dan menjadikanku sebagai obyek masturbasinya.
Aku dengan cepat menutup tubuhku dengan pakaianku, akan tetapi belum selesai saya memakai pakaian, Johanes memelukku dan membuka kembali pakaianku yang sudah awut-awutan dengan paksa. Johanes memukul pipiku dengan keras sehingga saya menjadi menangis ketakutan. Di ketika saya sedang menangis itu, saya menyadari bahwa Johanes yang sekarang berada di depan mataku itu tidak sama ibarat Johanes yang kukenal sebelumnya sebagai seorang pemuda yang pengertian dan sangat gentleman. Yang nampak di depanku sekarang ini tidak lebih dari seorang laki-laki liar yang haus akan seks alasannya sekarang Johanes sedang mendekati tubuhku yang sedang gemetar alasannya ketakutan dan beliau mulai menjilati tubuhku sehingga saya mencicipi geli yang amat sangat. Lidahnya terus-menerus aktif menjilatiku dari leher, buah dada hingga ke pangkal kemaluan. Ketika beliau mulai mencium dan menghisap-hisap klitoris, saya mencicipi sesuatu yang sangat ajaib alasannya suatu pemikiran birahi yang menuntut lebih membuatku menjadi mendesah alasannya mencicipi kenikmatan dan sensasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
Secara tidak sadar, saya mendesah dan saya mengibas-ngibaskan rambutku yang hitam panjang ke kiri dan ke kanan alasannya saya mencicipi kenikmatan yang amat sangat ketika Johanes mulai menjilati setiap inci liang kenikmatanku bahkan saya terus mencicipi kenikmatan itu hingga akibatnya saya menangis bercampur dengan desahan panjang alasannya saya mencicipi liang kenikmatanku mengeluarkan cairan kenikmatan yang terus dijilat oleh Johanes hingga habis tidak tersisa.
Aku menutup mataku alasannya saya masih tidak mengerti apa yang terjadi di dalam diriku alasannya sekarang ini perasaanku bercampur antara benci pada Johanes dan harapan untuk berbuat lebih dengannya alasannya saya ingin mencicipi kenikmatan itu kembali. Walaupun saya hanya berdiam diri atas perlakuannya dan tetap menangis, nampaknya beliau mengerti apa yang kupikirkan sehingga Johanes mulai membuka pakaian dan celananya dan saya melihat batang kemaluannya yang sudah menegang dan siap untuk dimasukkan ke dalam liang kewanitaanku.
Aku menelan ludah berkali-kali alasannya saya ketakutan, saya merasa akan mencicipi sakit alasannya batang kemaluannya yang besar akan memasuki liang kenikmatanku yang masih sempit. Aku menjerit histeris tetapi Johanes dengan sigapnya pribadi menutup mulutku dan pribadi menancapkan batang kemaluannya ke dalam liang kenikmatanku sehingga saya dapat mencicipi pemikiran darah dari liang surgaku. Aku meminta ampun kepada Johanes untuk segera menghentikan aksinya yang menyakitiku, tetapi Johanes tidak peduli dan terus menggenjot tubuhnya sehingga akibatnya saya mencicipi sesuatu pemikiran dari batang kemaluannya yang membasahi liang kewanitaanku. Aku menangis menyadari hal itu alasannya saya takut kalau saya hamil dan saya tidak mau menerima bayi dari laki-laki yang telah merenggut keperawananku secara paksa itu.
Setelah Johanes melakukan agresi bejadnya, beliau pribadi memakai kembali bajunya dan meninggalkanku seorang diri dan ketika beliau meninggalkanku, saya pribadi memakai baju dan celanaku. Tidak berapa lama, pintu kamar kost-ku terbuka kembali dan sekarang saya melihat Johanes sedang mendekatiku yang masih menangis sambil menggandeng seorang gadis bagus dan mengenalkan gadis itu kepadaku sebagai tunangannya.
Hatiku sakit sekali melihat hal tersebut dan saya ingin sekali mengadukan perbuatan yang gres saja kualami kepada tunangannya. Akan tetapi, belum selesai saya berbicara, gadis yang mengaku berjulukan Claudya tersebut menamparku sambil berkata, “Gue gres tau bahwa di dunia ini ada juga cewek yang suka memperkosa cowok”. Kata-kata Claudya membuat batinku menjadi semakin sakit alasannya sekarang saya sedang dituduh memperkosa Johanes dan walaupun saya berkata bahwa itu bohong dan fitnah, Claudya tidak mempercayai omonganku dan bahkan setiap kali saya berkata, “Itu Bohong!” atau “Itu Fitnah!”, Claudya hanya memperlihatkan respon dengan cibiran bibir dan diiringi oleh pukulan di wajahku yang putih bersih ini sehingga alasannya pukulan yang kuterima dari Claudya, wajahku menjadi biru bercampur merah dan tentu saja saya mencicipi sakit yang amat sangat alasannya gres saja menerima pukulan bertubi-tubi dari Claudya.
Aku terus-menerus memohon kepada Claudya bahwa saya tidak pernah memperkosa Johanes bahkan saya bercerita bahwa Johanes lah yang telah memperkosaku barusan sebelum Claudya masuk ke dalam kamar kost-ku. Tetapi sekarang gantian Johanes yang memukuliku alasannya beliau merasa difitnah di depan Claudya sehingga bab tubuhku yang masih sakit semakin sakit alasannya pukulan Johanes yang tentunya lebih keras dari Claudya. Aku tidak mampu bicara apa-apa lagi dan pada detik yang bersamaan, rasa sayangku pada Johanes berubah total menjadi kebencian dan perasaan untuk membalas dendam atas perbuatannya.
Untunglah, tak berapa lama setelah kejadian tersebut, Om kost tempatku tinggal masuk ke kamarku alasannya beliau akan menagih uang sewa kamar. Masuknya Om kost-ku ke kamar menolongku dari pukulan-pukulan mereka alasannya mereka meninggalkanku di ketika Om Bambang (Om Kost-ku) masuk ke dalam kamar. Aku pribadi menceritakan kepada Om Bambang semua yang terjadi dan beliau menyarankan semoga saya lapor ke polisi tetapi saya tidak ingin keluargaku tahu bahwa saya gres saja mengalami kejadian yang membuatku kehilangan harga diri dan keperawanan yang kujaga selama ini.
Untunglah sekarang ini saya memiliki kekasih yang sangat baik dan tidak memperdulikan masa laluku yang hitam kelam ini. Memang kalau dibandingkan, kekasihku yang sekarang ini tidak begitu ganteng kalau dibandingkan dengan Johanes tetapi pengalaman burukku di masa lalu membuatku benci dengan laki-laki yang berwajah tampan.
Sekarang ini, saya mengetahui bahwa Johanes telah menikah dengan Claudya. Akan tetapi rupanya hukum hukuman alam itu selalu berlaku di dalam hidup setiap orang alasannya dari isu yang kuterima dari teman-temanku yang juga mengenal Johanes dan Claudya, Johanes meninggal dalam kerusuhan yang lalu dan istrinya, Claudya juga meninggal pada ketika yang bersamaan. Claudya meninggal alasannya beliau telah diperkosa oleh puluhan orang yang memakai busana tentara sedangkan Johanes meninggal alasannya siksaan dari orang-orang yang memperkosa Claudya alasannya beliau mencoba menyelamatkan Claudya. Di ketika saya mendengar isu itu dan mengkonfirmasi isu tersebut lewat koran dan telepon ke keluarganya, saya tersenyum dalam hati dan saya merasa senang alasannya sworn enemy-ku telah menerima hukuman yang setimpal atas perbuatan yang dilakukan padaku.

0 Komentar