Cerita Seks Ngewe Gadis Tomboy Perawan

Cerita Sex - Huh.. Gadis itu koq tomboy sekali. Orangnya pendek, tingginya kurang lebih 150 cm. Jalannya kayak laki-laki, rambutnya selalu dipotong pendek.
Dan yang jelas.. Dia tidak suka laki-laki. Mau bukti?
Sampai ketika ini belum pernah terdengar ia jalan sama laki-laki. Padahal umurnya sudah 35 tahun.
 pemerkosaan perawan dan dongeng remaja hot lainnya yang diambil dari kisah faktual untuk men Cerita Seks Ngewe Gadis Tomboy Perawan
Cerita Seks Ngewe Gadis Tomboy Perawan

Tapi mengapa belum mau nikah juga. Memang sih.. Laki-laki pasti mikir jikalau mau mendekati dia. Jangankan garang untuk mendapatkannya. Dikejar-kejar sama diapun pasti menghindar. Pernah saya tanya sama teman-teman yang lama kerja di kantorku, apa ia pernah punya pacar? Mereka menandakan bahwa selama ini memang ia tidak pernah punya pacar.

Apakah masih perawan? Kata teman-teman,"Nggak tahu, buktikan sendiri."

Itulah gambaran gadis yang kukenal di kantorku. Sudah 5 tahun saya jadi Pegawai Negeri di suatu instansi pemerintah di Jakarta, dan 5 tahun pula kenal dengan dia, sebut saja Nova. Nova memang sudah pegawai senior di instansiku. Walaupun umurnya lebih renta aku, tapi Nova lebih dulu jadi Pegawai Negeri.

Aku sudah beristri dan punya anak satu ketika masuk Instansi tempatku bekerja. Sedangkan Nova ialah seorang pegawai yang belum bersuami. Aku juga tak tahu kenapa ia belum berkeluarga, padahal dari segi umur ia sudah cukup. Sudahlah tidak perlu dipikirkan memang itu mungkin tujuan hidupnya.

Walaupun saya dan Nova beda bab di kantorku, tapi kami sering bertemu dan menyebarkan dongeng perihal pekerjaannya masing-masing. Apalagi kami aktif di organisasi Korpri. Tapi saya belum pernah menanyakan padanya apakah ia punya pacar, atau ia tidak suka cowok, atau lesbi atau.. Apa saja perihal diam-diam pribadinya.

Suatu hari, ketika saya mau pulang kantor saya berpapasan dengan Nova yang keluar dari kamar kecil.

"Eh.. Nov, kau belum pulang," tanyaku. Waktu itu memang kantor sedang sepi alasannya ialah karyawan sudah pulang semua.
"Eh Rudy.. Belum Rud, masih ada kerjaan yang harus diselesaikan," katanya sambil ngeloyor pergi meninggalkan saya yang terbengong-bengong memperhatikan punggung ia yang sedang berjalan menuju ruang kerjanya.

Tiba-tiba ada hasrat yang membuat saya melangkahkan kaki menuju ruang kerjanya. Kulihat ia duduk di depan meja sambil membolak-balik map yang ada di depannya.

"Nov, sibuk ya, mampu kubantu," tanyaku.
"Eh.. Rud.. Ngapain kau kesini tanpa ijin? Nanti kuteriakin maling lho."
"Yey.. Orang mau bantu malah disambut begitu".
"Aku nggak butuh bantuan.." katanya ketus.
"Koq galak amat sih.., saya sun.. Baru tahu rasa.."

Entah mengapa saya tiba-tiba bernafsu ingin mencium bibirnya.

"Coba.. jikalau berani saya tusuk perutmu pakai ini," katanya sambil mengacungkan gunting.

Aku bukannya takut atas ancamannya, tapi jadi penasaran ingin melumat-lumat bibirnya. Tanpa pikir panjang lagi saya pegang pukul tangannya, dan "Awww..!" Nova menjerit kesakitan dan guntingpun terjatuh.

Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan, kudorong bahunya dan ia jatuh terlentang di meja, saya pribadi menindihnya dan kutempelkan bibirku ke bibirnya, saya lumat-lumat bibirnya.

"Ugh.. Ugh.. Ugh.."

Nova meronta-ronta berusaha melepaskan diri. Lalu mendorongku keras-keras. Sampai saya terjatuh. Saat saya berdiri.. Plak.. Plak.. Plak.. Dia menampar pipiku keras-keras.

"Apa-apaan kamu.. Mau memperkosaku ya? Bangsat!!" katanya marah besar.

Aku dimarahi menyerupai itu semakin garang untuk memperkosanya. Kudorong bahunya dan ia jatuh terlentang di meja, saya pribadi menindihnya lagi dan kekutempelkan bibirku ke bibirnya, saya lumat-lumat bibirnya. Dia meronta-ronta berusaha melepaskan diri. Tapi saya semakin erat memegang bahunya dan semakin lahap melumat bibirnya. Nova terus meronta-ronta..

"Ugh.. Ugh.. Ugh.."

Napasnya tersenggal-senggal. Aku semakin asyik melumatnya bibirnya. Ada cairan hangat membasahi pipiku, saya menghentikan aksiku. Masih dalam posisi menindihnya, saya lihat ada cairan bening mengalir dipipinya. Aku jadi nggak tega. Aku menghentikan aksiku. Aku berdiri, kulihat Nova masih terlentang dan menatapku. Dipipinya mengalir deras air mata.

"Eh.. Nov, maafin aku.. Aku tak bermaksud menyakitimu. Aku minta maaf atas kelancanganku."
"Kamu jahat, kau mau memperkosaku," katanya sambil menatapku nanar.
"Maafin aku, saya tidak bermaksud memperkosamu, dan saya berjanji tidak akan berbuat menyerupai itu lagi".
"Benar?"
"Sumpah"
"Baik saya maafin.." katanya sambil berdiri.
"Sebagai tanda persahabatan, bolehkah saya menciummu," kataku mulai pembangkang lagi.

Nova menatapku sejenak.. Tapi kemudian mengangguk. Akhirnya saya dekatkan wajahku kewajahnya, kukecup bibirnya lembut.

Nova tersenyum, "Trim.. ," katanya.
Tiba-tiba.. Kukulum bibirnya sekali lagi.
"Ugh.." Nova mendorongku, "Kamu mulai lagi ya, dasar nakal," katanya marah.
"Aku.. Pingin sih.. Apa kau nggak pengin"
"Aku juga sebetulnya pengin.." katanya lirih.

Aku terhenyak kaget. Akhirnya, saya mendorongnya ke meja, saya menindihnya, kulumat-lumat bibirnya. Kali ini Nova menikmatinya. Aku ciumi pipinya, kuciumi lehernya..

"Ugh.. Ugh.. Enak.. Rud.. Akuu sukaa.." Nova merintih.

Aku terus menciumi bibir, pipi dan leher. Tanganku mencopoti kancing bajunya dan segera melepas bajunya, serta BHnya. Wow.. Gadis tomboy itu susunya mengagumkan sekali. Aku lepas bajuku.

"Kamu apa-apaan.. Kenapa bajuku kau lep.. Aww enakk.. Putingnya giiggiit.. Aduh.. Enaak.. Wow.. Wowww.. Wowww.."

Nova menjerit-jerit ketika saya mulai meremas-remas susunya dan mengulum puting susunya serta memainkannya dengan lidah. Kubuka celanaku dan kupelorotkan Cdku, kupelorotkan roknya dan kupelorotkan CDnya.

"Nov.. penisku ngaceng.. Kumasukkan ke vagina.."
"Jangan.. Ja.. Awww.. Sssaakiit.." teriaknya ketika saya menekan penisku yang sudah tegang ke liang vaginanya. Dan.. Bless.. penisku masuk dengan susah payah.
"Sssaakitt.."
Aku tak peduli mau sakit mau nggak, saya mainkan maju mundur. Dan bles.. Sloop bless.. Sloop..

"Aw.. Aw.. Aw.. Saakii.. Eeenaak aduuh ennaak.."
"Nova.. Uuueenaakk.."
"Awww.."

Akhirnya spermaku kumuntahkan dalam perut Nova. Aku terkulai lemas.. Nova terkulai lemas..

"Rud.. Enak sekali saya suka"
"Iya.. Kamu hebat"

Kami masih di atas meja diantara tumpukan map kerja. Nova memelukku, kepalanya bersandar didadaku, tangannya meremas-remas penisku. Kubalas pelukannya dan jari tanganku kukorek-korek ke liang vaginanya.

"Rud.. Enak.. Aku suka.."
"Iya saya juga suka, saya kira kau tak suka penis"
"Kalau penis kau saya suka banget.., tapi vaginaku perih sekali," katanya lirih.
"Tapi jikalau vaginamu dimasukin penisku lagi pasti enak," kataku sambil memeluknya. Tak terasa penisku mulai bangkit lagi.
"Nov.. penisku ngaceng masukin lagi ya.."
"Iya deh.."
"Coba kau nungging"
"Nungging?" katanya terheran-heran, tapi kesudahannya Nova mau juga nungging.

Kulihat pantat Nova yang gede.. Wow.. Betapa indahnya vagina tersembul warna hitam dengan bulu-bulu tipis. Kunaiki Nova yang sedang nungging kupeluk dan kuremas-remas susunya.

"Oh.. Enak.. Rud.. Terus Rud.. klitorisku nyut-nyutan.. Aku penggiin penis.."
"Nova penisku kenceng bangeet.."
"Iya.. Masuukiinn doong.."
Aku nggak tahan dan upp emhh, saya teken penisku ke vaginanya yang tersembul.
"Terus.. Tekenn Rudd.."
Aku teken-teken.. Tapi alasannya ialah posisinya yang nungging penisku tidak mampu masuk. Susah sekali..
"Ayo Rud.. Aku nggak tahan, masukin dong.. Awww.."
"Iya.. Ini juga kumasukan tapi vaginamu kenyal dan rapet.."
"Terus Rud dikit lagi.. Aw.."
Aku terus berusaha sekuat tenaga, kutekan terus penisku, dan.. Akhir.. Bless..
"Ennaak.. Nov.. Wow.. Sedepp.." Aku mencicipi nikmat yang luar biasa.
"Rud.. Aduuh.. Sakiitt.. Janggann kesitu.. Sssakitt.."
"Enakk.. Nov.." Aku terus menggenjotnya maju mundur. Bless.. Sloop.. Plup.. Bless..
"Sakit Rud.. Itu bukan.. vagina.. Itu liang dubur.."

"Hah?" Aku kaget dan berhenti menggenjot.. Tapi penisku masih didalam duburnya.
"Nov.. Ini penisku di duburmu ya?"
"I.. Iya.. Sakit sekkallii.. Aduh.."
"Tapi sudah terlanjur masuk.. Genjot ya?"
"Jangan.. Cabut.. Cepet.. Cabut.. Sakit".
"Iya deh saya cabut," kataku sambil menekan penisku masuk lebih dalam lagi ke liang duburnya. Dan saya menggenjotnya lagi maju mundur. Slep.. Bless.. Slep.. Bless..

"Oh.. Nova.. Silitmu ennakk sekallii.. Aduh saya suka sekali.." Slep bless.. Nova meronta-ronta..

"Aduh.. Sakit.. Cabut.. Sakit.. Cabut.. Awww.. Enaak.. Terus.. Genjot.. Tusuk terus.. Enakk, wow.. ingin.. E'e'.. Ennaak.." Slep.. Bless.. Slepp.. Bless..
"Nov.. Cabut ya penisnya di dubur.. Wow.. Enaknya"
"Jangan Rud.. Jangan cabut.. Aduh.. Mama.. Enaak.. Ingin.. Penismuu..".

Bless.. Plup.. Aku mencabut penisku dari dubur dan kulihat penisku masih tegang..
"Rudii.. Kenapa di cabut.."
Kuarahkan penisku ke vaginanya. Dan Bless.. Akhirnya masuk..
"Awww.. Rudi.. Itu lubang vagina.. Enaakk.. Aku suka Rudi.."
"Iya.. Akku juga suka.."

Aku terus menggenjotnya lagi kali ini tambah bersemangat.

"Rud.. Ennaak.. Taddi di bersihin dulu nggak.. penisnyaa..?"
"Aduh.. Nggak.. Wow.." Aku terus menggenjotnya
"Ada.. E'e'nya dong rud.."
"Iyya.."
"Terus Rud.. Genjot rud..

Gerakanku semakin lama semakin cepat dan terus.. Kupacu. Akhirnya..

"Rud.. Aku nggak tahan ingin keluar.."
"Aku.. Juggaa.."
"Awww.. Kelluuarr.."
"Ahh.."
Akhirnya spermaku kembali muncrat di dalam perutnya. Kami terkulai lemas saling berpelukan.

Diantara darah perawan yang menetes di meja.. Ada ribuan sperma yang masuk ke perutnya.. Dan bila menghasilkan anak, saya tak tahu apakah saya akan bertanggung jawab? Yang terjadi adalah.. Aku termenung menatap langit-langit dan Nova menangis memelukku menyesali apa yang telah terjadi..

Tapi.. Kami tak tahu hari esok.

End by Kumpulan Cerita Sex Bergambar - Cerita Dewasa, Cerita Mesum, ABG Bugil, Cerita Ngentot Tante, Kisah Janda Hot dan Cerita Seks Terbaru 2017. Sumber http://www.ceritasex2017.com/
Previous
Next Post »
0 Komentar