Kejadiannya ini sudah agak lama, kira-kira 3 tahun yang lalu, ketika saya duduk di dingklik SMP.
Pada suatu hari, saya bersama teman-teman saya banyak sedang mengadakan kegiatan pramuka di sekolah. Kejadiannya sangatlah lama, dan di ruangan terbuka yang dapat dikatakan udara cukup panas. Saat itu, tepat pukul 13:00. Pada waktu itu, kami melaksanakan beberapa kegiatan rutin yang biasa kami jalani setiap harinya.
Tak lama kemudian, datanglah sobat saya berjulukan Jetprak, anak yang selalu bermain bersama saya dan “sedikit rusak”. Saat itu, ia mengatakan, bahwa ada orang yang menitipkan barangnya di Lapangan Olahraga di Lantai 5. Karena ada rasa sedikit curiga, maka saya pergi ke sana untuk memastikan ada apa di sana.
Setelah saya tiba di sana, saya melihat ada sebuah kantongan di bersahabat sebuah panggung pergelaran. Sebelum saya beranjak untuk melihatn6ya, saya pastikan dulu, bahwa tidak ada jebakan. Setelah saya cek, ternyata tidak ada sama sekali jebakan. Lalu, sayapun segera melihat apa isi dari Barang tersebut.
Setelah saya pegang benda tersebut, saya buka kantongnya satu persatu. Ternyata, pembungkus benda tersebut sangatlah banyak, sehingga saya pusing untuk membukanya satu persatu. Sampai pada akhirnya, Kantonga itu habis terbuka pada bungkusan yang kelima puluh. Setelah saya lihat, ternyata isinya yaitu banyak sekali macam foto-foto yang dapat dikatakan “rusak” dan banyak sekali macam alat KB dan Seks. Tetapi saya sempat bertanya keheranan “siapa dan untuk apa ini?”. Karena merasa tidak sopan, maka kukembalikan lagi kepada tempatnya. Setelah sekian lama, saya hanya menunggu sang waktu berlalu. Kebetulan pada ketika itu tidak ada orang, maka saya mampu bersantai sejenak di sana.
Setelah sekian lama, saya ingat, bahwa saya akan bertanding lomba Catur antar 1 Sekolah. Saat itu, saya telah mencapai Final, dan lawan saya yang berikutnya, yaitu Fahris (Sekarang ia anggota Dark Falcon). Karena tidak ada orang, maka saya berlatih sendiri di daerah itu.
Sesudah saya berlatih selama 1 jam, saya merasa kelelahan. Maka, saya putuskan untuk beristirahat dengan melaksanakan Break Dance. Beberapa waktu yang lalu, saya diajarkan oleh salah seorang sobat saya untuk berlatih Break Dance, menyerupai Salto, Rolling, Hip Hop, dan lain sebagainya. Akan tetapi, saya tertarik akan salah satu gerakan yang sangat sukar, yaitu Tornado Roll (Rolling di Udara).
Karena ketika itu tidak ada orang, saya iseng untuk mencobanya dengan naik di atas tiang penyangga. Saat itu, saya menaikinya dengan memanjatnya. Saat saya akan melakukannya, tiba-tiba ada 2 orang yang masuk ke ruangan itu. Tidak disangka, itu yaitu Fahris, lawan Finalku nanti, dan yang satu lagi, yaitu anak yang terdapat di Foto-foto yang kulihat tadi, alasannya namanya cukup panjang, sebut saja NT.
Karena daerah itu cukup luas, saya mencoba untuk mendengarkan bunyi mereka dengan mendengarkan gemanya. Kulihat Fahris mulai membuka kantongan tersebut, dan:
“Lihat, sekarang kau percaya kan? Aku ini tidak pernah berbohong, jangan macam-macam kamu!” kata Fahris.
“Ih.. kau kok jahat! Awas, nanti saya adukan ke guru lho!” sambung NT.
“Mangkanya, lebih baik kau harus tunduk kepadaku, atau..” pembicaraan terpotong.
“Atau apa hah?” teriak NT agak keras.
“Atau saya Renggut Keperawananmu!” Teriakan Fahris menggelegar.
“Jangan macam-macam kamu, cepat serahkan!” NT meneruskan.
Belum sempat NT bergerak, Fahris sudah menerjang NT dan eksklusif menelanjangi NT dengan kasarnya.
“Ah.. Jangan Far.. Jangan!!” Teriakan NT keras sambil menangis tersedu-sedu.
“Segera kuambil keperawananmu!!” Lanjut Fahris.
Fahrispun memulai aksinya dengan sangat gesit, ia melaksanakan ML pemanasan dengan rasa sangat Hot. Tetapi, saya berusaha untuk tetap berada di langit-langit meskipun saya hanya bertumpu dengan Tiang datar dengan lebar 30 cm.
Setelah ia melaksanakan pemanasan, iapun kesannya siap untuk memulai agresi tergilanya.
“Ah.. jangan far.. jangan ambil keperawananku.. tolonglah..” pelas NT.
Tetapi, Fahris tidak mempedulikan perkataannya, dan akhirnya, iapun melaksanakan seks dengan NT.
“Earrgghh..” Teriak NT begitu batang kemaluan Fahris memasuki liang senggama nya.
Setelah itu, Fahripun mulai melaksanakan penggesekan terus menerus hingga ia berhenti setelah menit kesepuluh.
dongeng sex,cerita dewasa,cerita mesum,cerita ngentot, ngentot artis, dongeng bokep
“Bagaimana, enak kan, mangkanya, jangan coba-coba!” kata Fahris puas.
Setelah itu, Fahrispun mulai kembali melancarkan aksinya untuk kembali melaksanakan persetubuhan.
Selama mereka melaksanakan persetubuhan, NT terus mengerang-erang kesakitan
“Eng.. eugh.. ough.. aekh.. eakh.. eikh.. oekh..” Desahan NT turut membuatku terangsang. Tetapi, alasannya pada ketika itu, saya belum pernah bermasturbasi, maka saya membisu saja dan terus menyaksikan.
Setelah sekian lama, kesannya mereka berhenti dan tertidur lemas. Sepertinya, mereka telah Orgasme bersama, dan kulihat NT berdarah. Mungkin ia telah kehilangan keperawanannya. Karena kesempatan tidak ada orang, maka sayapun segera mengambil kamera, dan menfoto beberapa foto yang menunjukan Fahris bersalah. Setelah itu, sayapun berniat kabur melalui Jendela Ventilasi di dekatku.
Ketika hendak keluar, saya mendengar ada bunyi gebrakan. Setelah kulihat ada sumber bunyi tersebut, tenyata itu yaitu Gloria yang masuk lewat Pintu dan terjatuh dan kakinya mengenai Lantai dan sepertinya ia Lumpuh sementara (Paralyze). Seketika itu pula, bangunlah Fahris dalam keadaan segar bugar menyerupai tidak sehabis bercinta. Iapun mendekati Gloria.
“Hai, cewek, kau sudah melihat perbuatan kami ya?” kata Fahris.
“Lihat apa? Aku gres saja masuk ke ruangan ini.” terperinci Gloria.
“Jangan bercanda, lagipula kau kan juga mengintip saya ketika bercinta dengan SOS tadi kan di kelas” lanjut Fahris.
“Kamu jangan macam-macam. Aku tak tahu!” sangkal Gloria.
“Sudah, lebih baik kau bercinta juga saja denganku!” Perintah Fahris.
“Jangan.. jangan sentuh aku.. jangan..” Teriak Gloria.
Karena saya tidak tega melihat Gloria yang begitu Cantik dan Seksi yang masih perawan, akupun berbuat nekat. Entah apa yang merasuki pikiranku, saya eksklusif saja melompat menuju ke Fahris dan melaksanakan Tornado Roll. Dan akhirnya, berhasil, sayapun berhasil menghajarnya dan membuatnya pingsan. Akan tetapi, akupun eksklusif lumpuh total seketika. Tetapi, saya belum menyerah. Sayapun menunjukkan Kamera yang saya gunakan untuk menfoto Fahris dan NT tadi. Dan akhirnya, akupun pingsan.
Keesokan harinya, saya terbangun di atas daerah tidur. Aku melihat sekelilingku, dan ternyata, saya berada di rumah sakit. Akupun segera berbaring kembali, tetapi tidak tidur. Karena keluargaku jauh dariku, maka tidak ada sama sekali yang datang menjengukku. Saya sangat merasa sedih ketika itu. Tidak lama kemudian, Gloria datang dan menghampiriku. Ia berjalan menyerupai orang normal. Aku pikir Paralyzenya sudah sembuh.
“Ali, apakah lukamu masih sakit?” tanyanya.
“Tidak juga sih, tapi sudah mendingan.” sahutku.
“Eh, terima kasih ya, kau sudah menolongku pada ketika itu.” ucapnya
“Ah, tidak apa-apa. Aku memang sudah biasa melakukannya.” jawabku seenaknya.
“Lantas mengapa NT pada ketika itu tidak kau tolong?” tanyanya.
Waduh, mati aku. Aku tidak mungkin mengatakan bahwa saya membedakan sesama insan (dalam arti Gloria dan NT). Lalu akupun menemukan tanggapan sempurna.
“Oh, pada ketika itukan Fahris masih dalam keadaan Fit, jadi saya tidak mungkin dapat menghadapinya secara fisik.”
“Kalau mental?” tanyanya lagi.
“Itu mungkin saja dapat kuatasi. Oh ya, bagaimana dengan kejuaraan catur hari ini? Aku kan tidak dapat ikut?” tanyaku.
Gloriapun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Ternyata, ia mengeluarkan kameraku dan kertas yang menyatakan bahwa saya eksklusif memenangkan pertandingan alasannya Fahris melaksanakan perbuatan yang tidak terhormat. Akupun merasa lega, dan kesannya akupun bertanya lagi.
“Bagaimana pendapatmu?” tanyaku.
“Yah.. hebat.. boleh juga..” katanya.
Entah apa yang menghantui pikiranku, akupun menyatakan cinta padanya, tetapi ia menjawab
“Waduh, jangan dulu ya, saya masih belum mau pacaran, lain kali saja ya. Sementara ini, ayo kita berteman dan melaksanakan petualangan bersama di Sekolah.”
“Jadi, kau juga suka menyusup ya?” tanyaku.
“Iya, semenjak kecil, saya suka sekali berpetualang, jadi, kau kan juga sama, mari kita satukan hobi kita bersama.” jelasnya.
“Sebagai Team Partners kan?” tanyaku kembali.
“Tentu, kita pasti akan menjadi Tag yang sempurna” Jelasnya.
Setelah hari itu, saya menjadi sahabat dengan Gloria, dan akhirnya, kamipun bertualang bersama-sama. Begitulah ceritanya bagaimana saya mampu berpetualang bersama Gloria hingga hingga ketika ini.
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.

0 Komentar