Tidak seharusnya saya menceritakan dongeng sex yang memalukan ini, tapi mau bagaimana lagi kejadian ini terjadi dan sudah terlanjur basah. Baiklah, saya akan mulai menceritakan kisah sex ini. Perkenalkan namaku Topan, umurku 31 tahun, saya ialah laki-laki yang sudah berkeluarga. Istriku berusia lebih muda dariku 3 tahun, kalau kata orang-orang bau tanah sih selisih usia kami sangatlah bagus.
Dalam rumah tangga kami telah dikaruniai seorang buah hati. Tetapi tidak lama setelah istriku melahirkan anak pertama kami, bentuk tubuhnya tidak seindah dulu, mampu dikatakan mengembanglah istilahnya. Karena saya ingin menerima bentuk tubuh istriku yang menyerupai dulu kala, saya mempunyai inisiatif untuk mengajaknya ke salah satu salon perawatan tubuh.
Tetapi pada ketika itu tawaranku ditolak dengan halus oleh istriku, beliau berkata nanti saja merawat tubuhnya, tunggu hingga anak kami umur berumur 1 tahun dulu, dimana bila beliau tidak menyampaikan asi lagi kepada anak pertama kami. Singkat dongeng 1 tahun-pun telah berlalu. Seperti yang saya janjikan dulu, kesudahannya kami-pun menuju ke salah satu salon tempat perawatan tubuh didaerah kami.
Disalon itu saya membaca jenis pelayanan perawatan tubuh, saya pikir salon sempurna sekali untuk istri saya. Selain jenis pelayanannya lengkap, salon itu juga di support oleh para jago kecantikan dan perawatan tubuh, dan kebetulan sekali para spesialais itu ialah wanita. Perawatan itu-pun mulai berjalan, istriku datang kesalon itu dalam seminggu mampu hingga 3 kali, perawatan itu berjalan selama 3 bulan.
Karena istriku perawatan di salon itu cukup lama, sampai-sampai para pegawai salon tersebut hafal kepada kami. Setelah Gita selasai melaksanakan perawan, istriku-pun kesudahannya menjadi pelanggan setia salon tersebut. Setelah itu-pun kami masih sering ke salon itu. Walaupun istriku sudah tidak perawatan lagi, kami kesana untuk sekedar untuk creambat, facial, atau untuk merapihkan rambut kami.
Oh iya, pada ketika awal bulan pertama perawatan istriku, saya tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruang perawatan bertujuan untuk melihat proses perawatan istriku. Memang seharusnya saya tidak boleh masuk sih, sebab memang salon tersebut memang khusus untuk wanita. Tetapi pada kesudahannya mereka-pun menyampaikan kepadaku sebuah kamar khusus sebab saya ialah pelanggan tetap.
Letak kamar tersebut berada sebuah kamar yang letaknya dibagian dalam salon tersebut. Penginapan itu berupa kamar-kamar untuk pelanggan, dimana terjaga privasinya. Dengan akomodasi kamar AC, Jacuzi, Spa dan tidak lupa springbed yang nyaman, dengan tujuan bagi wanita yang sudah beristri, sang suami mampu ikut menem didalam tanpa mengganggu pelanggan salon yang lain khususnya wanita.
Dengan adanya penawaran menyerupai itu tentu saya ambil. Selesai reservasi kami diantar ke sebuah kamar yang telah saya pesan didepan. Kami dipersilahkan masuk dan menunggu dipanggilkan ahlinya perawatan tubuh. Tidak terlalu lama pintu kamar diketok seseorang. Ternyata datang juga orang yang kami tunggu, beliau seorang wanita berjulukan , kulitnya putih bersih, cantik dan cukup sexy juga menurutku.
Ternyata selama ini lah yang sering menang perawatan tubuh istriku. Waktu saya panggil mbak beliau aib katanya umurnya masih muda dari saya, kesudahannya untuk lebih bersahabat saya panggil saja,
“ Mbak Gita ada keluhan apa? Atau mau sekedar relaksasi saja? ” tanya.
“ Yah sekedar relaksasi aja Tik, saya sudah lumayan lama nih nggk ke salon ini ” jawab Gita.
Lalu Watik-pun mengusulkan kepada Gita kalo massage ringan disertai luluran keseluruh tubuh. Sebelumnya mempersilahkanku duduk disofa didalam kamar tersebut, sambil menyarankan sebuah minuman semacam jamu kepadaku. Yang katanya mampu menambah stamina dan menghilangkan lelah ditubuh. Sembari menunggu istriku akupun memesan minuman yang disarankan Watik.
Setelah beberapa menit kesudahannya datang juga minuman tersebut, sebelumnya saya fikir minuman itu pahit, setelah saya minum ternyata rasanya manis dan disajikan hangat. Tidak lama kesudahannya watik menyalakan sebuah alat aroma terapi untuk menambah suasana yang nyaman dan rilex. Kemudian Gita disuruh melepaskan semua pakaiannya, sebab yang pertama ialah luluran keseluruh tubuh.
Setelah tubuh istriku Gita telanjang total serta merta Gita berbaring diatas kasur memunggungi. Mulailah melumuri punggung hingga kekaki Gita dengan ramuan lulur yang saya sendiri kurang paham. Sambil jari jemari kedua tangannya memijat Gita mulai dari leher, bahu, punggung pantat dan sampe ke kaki. Setelah agak lumayan lama, beliau menyuruh istriku berbalik menghadap kedepan.
Otomatis terlihat-lah buah dada Gita yang dulu sehabis menyusui terlihat kendor dengan warna puting agak kehitam-hitaman, sekarang sudah kencang dan warna putingnya terlihat merah muda menggemaskan. Dilulurinya seluruh tubuh Gita oleh dari atas sampe bawah tak luput buah dada dan kewanitaannya. Mulai pemijatan ringan dari leher turun kedada, sampe buah dada dan puting istriku tak luput dari pijatannya.
“ Gimana mbak Gita, enak yaaa? ” tanya.
“ Iya Tik, pijatanmu bener-bener bikin relax dan nikmat rasanya ” jawab istriku.
Dengar hal menyerupai itu dimana kondisinya yang sangat nyaman dan rilex sepertinya pikiranku cuex aja, aahhh itu khan proses umum dalam terapi pikirku. melanjutkan pijatannya sampe kebawah dan sekarang tidak hanya memijat paha dan kaki Gita saja tetapi jari-jemari yang lentik memainkan bibir Kewanitaan dan klitoris Gita. Karena itu klitoris Gita-pun semakin terlihat, dan sebesar biji kacang tanah.
Semenjak melahirkan istriku Gita selalu mencukur rambut disekitar Kewanitaannya agar nampak bersih. Desahan demi desahan terdengar lirih tapi pasti, nafsu birahi Gita perlahan mulai meninggi. Hebat juga pikirku si ini bener jago dalam merangsang sesama wanita. Ya memang dalam pandangan istriku sebelumnya merasa jijik melihat sex lesbi, tetapi anehnya istriku hanya membisu ketika diperlakukan menyerupai itu oleh watik.
“ Mbak Gita, apa boleh Kewanitaan dalamnya saya beri lulur supaya bersih? ” tanya Watik .
“ Boleh aja kok Tik ” jawab Gita terbata-bata oleh kenikmatan.
“ Mas ngijinin khan, kalo Kewanitaan mbak Gita juga saya bersihkan, supaya kalo berafiliasi lebih nikmat mas ” kata Watik kepadaku sambil merayu dan minta ijin dahulu.
“ Boleh aja kok Tik ”, Jawabku,
Tapi dalam hati berkata, asing juga pikiranku mampu menyerupai itu, selain itu saya juga terangsang melihat perlakuan kepada Gita. Mungkin sebab minuman tadi atau aroma terapi yang bener-bener membuatku rilex dan bersikap cuex. Setelah mendapat ijin, melanjutkan niatnya. Saya lihat jari telunjuk Watik-pun mulai keluar masuk ke dalam kewanitaan Gita yang terlihat menggemaskan itu.
Dengan Pelan-pelan dengan gerakan yang lembut, sedang ibu jari menggosok-gosok klitoris istriku. Tidak terlalu lama dan keliatannya Gita juga belum klimaks, menyudahi permainannya. mengatakan kepadaku bahwa ini kepingan dari ritual rilexsasi katanya, jadi tidak perlu sampe klimaks. Terlihat di raut muka Gita akan ketidakpuasannya.
Selesai hal tersebut, meminta Gita mandi untuk membersihkan badan. Tadinya Gita ogah-ogahan beranjak dari tempat tidur, mungkin aja sebab tidak puas. Tapi berkata katanya ini gres sebagian saja dan nanti akan ada yang lebih hebat. Mau juga Gita mandi dijacuzi dengan air hangat hingga bersih. Selesai mandi dan mengeringkan badannya dengan handuk.
Setelah itu Gita duduk disofa disampingku sambil berbalut handuk saja. sedikit ngobrol-ngobrol dan katanya,
“ apa mau dilanjutkan atau istirahat dahulu? ”
Belum sempat saya jawab ehh Gita udah nggak tabah ngomong duluan, katanya
“ ok aja selagi seger badannya. ”
“ Apa ndak sebaiknya mbak Gita minta pendapat dan ijin dari mas Topan sebagai suami? ” Pinta kepada Gita.
“ Gimana mas boleh ndak proposal tadi? ” pinta Gita.
“ Boleh-boleh aja khan memang sudah seharusnya ” jawabku.
Karena dalam pikiranku memang menyerupai itu prosesnya. Kemudian saya menanyakan pada ,
“ Sebetulnya proses selanjutnya menyerupai apa? ”
Kemudian watik-pun menerangkan,
“ Untuk selanjutnya pijatan-pijatan yang ringan dan kalo mau juga mampu hingga kepuasan kenikmatan yang dalam, itupun kalo mas Topan mengijinkan ”, terangnya kepadaku.
“ Bukannya saya tadi sudah memperbolehkan ” jawabku.
“ Iya mas, tapi nanti ada satu syarat bila mas Topan bener-bener menyetujui ” kata .
“ Kira-kira menyerupai apa syarat tersebut? ” tanyaku.
Watik-pun menjelaskan bahwa sebenarnya syaratnya sangat mudah yaitu menyuruhku tetap membisu dan tidak boleh mencampurinya waktu bekerja, atau tidak menjamin akan kesuksesan terapi ini. Dengan berat hati asal mampu menyenangkan istriku ndak apa-apa untuk mengambil resikonya. Setelah semua setuju kesudahannya meminta Gita melepaskan ikatan handuk yang melingkar menutupi keindahan tubuh sexy nya.
Lalu Watik menyuruh Gita untuk berbaring rilex di tempat tidur dengan menghadap kedepan. Perlahan-lahan tapi pasti mulai memijat kembali seluruh tubuh Gita. Tak lupa kedua buah dada Gita ikut diremas-remas dan dipilin putingnya hingga tegak berdiri. Dan tak lupa kewanitaannya Gita juga digosok dan lubangnya dimasukin jari telunjuk , dengan gerakan yang simultan, mulai kelihatan desahan-desahan Gita.
Terlihat kewanitaannya mulai berair dan licin. Desahan kenikmatan dan racauan Gita mulai terdengar sangat jelas. Sebentar lagi terlihat istriku Gita akan klimaks, secara disengaja menghentikan aktifitasnya.
“ Tik kenapa berhenti? Aku hampir nyampee nichh ” kata Gita.
“ Tenang aja mbak Gita, sekarang mbak tanya suami dulu apa masih mau diteruskan atau tidak ” jawab Gita.
“ Mas bolehh yaaa diterusin, saya dah nanggung nich please yaaa please banget ” Gita merayuku.
“ Gimana mas Topan? ” tanya Watik .
Akupun mengiyakan sebab kulihat Gita sudah bener Birahi Tinggi. Kemudian tiba-tiba saja mengajakku pindah dari sofa dan duduk dikursi kayu biasa dan dengan cekatan beliau mengikatku dengan kencang ke kursi. Sebelum hilang kagetku mencoba menenangkanku, katanya ini sebagai jaminan kata-kataku supaya tidak mengganggu pekerjaannya.
Setelah itu keluar kamar, didalam saya lihat Gita sepertinya sudah tidak memperdulikan saya lagi. Kulihat kedua tangannya sibuk meremas buah dada dan menggosok bibir kewanitaannya, seperti sudah tidak sabar. Sesaat kemudian masuk, dan yang bikin saya kaget dibelakangnya beliau mengajak 2 orang laki-laki tinggi sekitar 182 cm, berkulit hitam dan berotot kekar.
Keduanya memakai piyama, memperkenalkan bahwa keduanya ialah asistennya dan ini ialah service plus dari salon. Belum sempat hilang kagetku, memberi isyarat kepada keduanya. Serta merta mereka melepaskan piyamanya. Busyet ternyata dibalik piyama, mereka tidak mengenakan selembar kainpun. Terlihat kejantanannya belum bangun tapi sudah lumayan besar.
Ketika itu mereka menggandeng tangan Gita istriku untuk turun dari tempat tidur. Sesaat kemudian menyerupai kerbau yang dicokok hidungnya, Gita eksklusif berjongkok dihadapan mereka. Tanpa ada perintah, Gita eksklusif menghisap salah satu kejantanan pria tersebut hingga bener-bener membesar. Kira-kira besarnya sebesar kaleng fanta slim dan panjangnya sekitar 21cm.
Aku lihat Gita hanya berhasil mengulum topi bajanya tidak hingga mampu masuk semua di mulutnya yang mungil. Salah seorang laki-laki negro tersebut mengangkat Gita dan membaringkannya diatas tempat tidur. Ditempelkan kejantanannya yang besar dibibir kewanitaan istriku, secara perlahan-lahan dan pasti kejantanan itu dipaksa masuk kelubang kewanitaan Gita.
Bleeezzz masuk juga kejantanan tersebut disertai erangan, desahan kenikmatan Gita. Mula-mula kejantanan tersebut dimaju mundurkan secara perlahan-lahan hingga kewanitaan Gita terbiasa dan tidak merasa sakit. Terlihat sangat terang sekali kejantanan orang negro itu menggosok dan mengaduk-aduk kewanitaan Gita. Terlihat wajah Gita hanya sesaat sudah akan mencapai klimaksnya yang tertunda.
“ Aaaahhhaaahhh akuuu keeluarrr ssssstttttt ” teriak Gita.
Melihat Gita yang semakin bergairah, satu orang negro yang laen mendekatkan kejantanannya kemulut Gita. Tanpa ada perintah, eksklusif kejantanan hitam dan besar dikulum walaupun hanya topi bajanya saja yang masuk. Gerakan kejantanan sinegro dalam kewanitaan Gita yang beraturan keluar masuk membuat Gita semakin larut dalam nafsu sexnya.
Sambil mengulum kejantanan sesekali dikeluarkan serta meracau,
“ ohhhoohhhh yesss eennakk teeruusss… kenthuuu akku sepuaassmu aahhhhaaahhh… akuu.. saya mau nyaammpeee ooooohhhhhhhhh. ” desah Gita,
Sampai kesudahannya Gita-pun menerima klimaks yang kedua hanya dalam selang waktu kurang dari lima menit dan aku-pun hanya mampu menonton dari dekat.
“ Gimana mbak Gita, enak mana dikenthu suamimu apa mencicipi kejantanan orang negro ini? ” tanya .
“ Eeenakkk baangettt Tik, aku… akuuu pengen terruuusss… aaaahhhhh aakkuuu keluar lagiiii Annn. ” jawab Gita.
Seperti sebuah shock therapy ditelingaku mendengar balasan Gita istriku.
“ Wah mas Topan terangsang jugaaa yah liatin istrinya dikerjain orang laen. ” kata Watik .
Memang jujur saja saya bener-bener terangsang, sampe si adikku keliatan menyembul didalam celana jeans panjangku. Negro yang dikulum kejantanannya gantian menggantikan temannya untuk mencicipi kewanitaannya Gita. Sekarang Gita disuruh Dogstyle, tak kalah besar kejantanan yang kedua ini dengan mudah masuk dan mengobok-ngobok kewanitaan istriku. Karena kewanitaannya Gita sudah berair dengan sperma kewanitaannya yang telah 2 kali klimaks.
“ Gimana mbak Gita, tuh lihat suami kau juga terangsang liat mbak dientotin orang, liat tuh adiknya keliatan khan nonjol dalam celana hehehe… ” canda watik kepada istriku.
“ Maaasss… masss suka yaaa liat Gita diiientotin ama orang laen sssshhhhhh… ” kata Gita sambil mendesah keenakan.
“ Ngomong aja mas ndak usah aib ini service gratis kok dari kami, khan itung-itung sebagai suatu variasi kenikmatan sex dalam keluarga hehehe… ” rayu Watik kepadaku.
Mau ndak mau saya mengakuinya sebagai suatu rekreasi kehidupan sex. Aku liat Gita sedang di Dogstyle dan dari depan Gita mengulum kejantanan negro yang satunya. Dengan sangat bernafsu, Gita mengulum kejantanan si negro hingga keluar air liur dan terdengar suara-suara srruuuupp… sruuuup… menyerupai orang sedang makan sup. Setelah itu menyuruh kedua negro tadi melaksanakan penetrasi ke anus dan kewanitaan Gita. Mendengar itu Gita kaget dan berusaha menolak.
“ Tenang aja mbak Gita, paling sakit sedikit kok, mau khan bikin suasananya tambah panas? ” rayu .
Belum sempat dijawab, seorang negro yang lagi memompa kejantanannya dalam kewanitaan Gita eksklusif mengeluarkan kejantanannya dan mengarahkan ke anusnya Gita. Sedang yang seorang lagi sudah siap dengan berbaring menunggu Gita memasukan kejantanannya kedalam kewanitaannya. Zlebbb… 2 kejantanan melaksanakan penetrasi saling bergantian di anus dan di kewanitaan istriku Gita.
Mendapatkan sensasi permainan sex yang baru, membuat Gita kehilangan kontrol meracau mendesah mengeluarkan kata-kata yang sungguh mengagetkan.
“ Ooohhhh yaaaa teerruuusss… terruuus eenntooot akuuu ssoodomi akkku enntottt kewanitaaniikkuuu… ohhh yeeeesss ooohhhh maasss aaakkuuu… aaakkkuuu uuddaahhh ....aggghhhh........ ” teriak Gita.
Entah berapa kali Gita mengalami klimaks dan saya liat kedua negro sudah sekitar satu jam menyetubuhi istriku. Melihat itu hanya senyum-senyum, kemudian beliau melepaskan ikatanku sebab saya juga merasa tidak akan mengganggu. Kemudian 2 orang negro mulai keliatan akan klimaks, dengan komando kedua negro itu mencabut kejantanannya sejurus kemudian membaringkan Gita terlentang diatas tempat tidur.
Dan satu persatu mereka menyemprotkan spermanya ke dalam verbal istriku dan dipaksanya untuk menelan. Terlihat sperma kedua negro itu putih kekuning-kuningan serta lengket dan agak bau. Mau tidak mau istriku menelannya, bener-bener bagaikan seorang pelacur. Selesai kedua negro itu memakai piyamanya dan ngeloyor keluar kamar.
“ Gimana mbak, puas dengan permainan tadi? ” tanya .
“ Puas sekali An makasih yaaa.. ” “ Buat mas Topan juga makasih mas ” jawab Gita.
“ Tenang mbak Gita, masih punya haGita juga buat mas Topan ” jawab .
Belum hilang rasa penasaranku apa yang bakal saya terima. Tiba-tiba melepaskan semua bajunya dan telanjang bundar didepanku.
“ Tadi mas khan dah liat istrinya bermain sama orang lain, sekarang mas gantian saya service , mau khan mas? ” tanya Watik.
Tanpa menunggu lama, saya lepas juga semua pakaian yang menempel dibadanku. Aku ciumi bibirnya terus turun ke bukitnya yang putih dan montok. Aku remas-remas dan sedikit digigit, sedang tangan kananku mengexplorasi kewanitaannya . Aku masukin satu jari telunjuk kekewanitaannya, tambah lagi 2 jari tengah dan jari manis mengobok-obok kewanitaannya . Kini hanya mampu mendesah dan meracau kenikmatan.
“ Mass… masss Topan akuuu keluar masss aaahhh ssssshhhhh ” teriak pada klimaks pertamanya.
Tanpa menunggu foreplay yang lebih lama sebab ketika itu adikku sudah bangun tegak walaupun tak sebesar punya kedua negro tadi, saya masukin ke kewanitaannya . Langsung saya pompa dengan keras hinga terdengar tabrakan bunyi ketika buah pelirku memukul-mukul bibir Kewanitaannya . Aku terlentangkan sambil saya kulum kedua bukit buah dadanya bergantian. Kemudian saya balik beliau dengan posisi Dogystyle hingga mencapai 2kali klimaks.
“ Teruuusss maasss ooohhh nikmat banget masss…. terruuuussss entoott akuuu masss ssshhhhh aahhhhh aakkkuu keluaarrrr… ” teriak .
Setelah sekitar lebih dari 30 menit, kurasakan kejantananku mulai berdenyut tanda mau klimaks. Cepat-cepat saya minta untuk mengulumnya aaahhh.. kesudahannya saya keluarin spermaku kedalam verbal dan ditelan oleh . Selama percintaanku dengan , istriku Gita hanya melihat disamping kami. Tidak mengganggu atau melarang menyerupai saya melihat Gita ketika bersetubuh dengan 2 pria negro.
“ Wah mbak Gita, ternyata suami kau hebat juga yaaaa. Aku aja ampe 2 kali keluar. ” Puji Watik kepadaku .
Gita hanya mengiyakan saja mendengar kebanggaan untukku. Kemudian mengingatkan kalo tadi sepertinya Gita berkata lonthe untuk dirinya. Mendengar itu Gita jadi tersipu-sipu aib sambil mencubit . Posisi kami bertiga ketika ini sedang telanjang semua. akan memberi haGita lagi kepada Gita, pikirku ini haGita kagak ada habis-habisnya.
“ Semoga mbak Gita dan mas Topan tetep berkunjung ke salon kami. Maka kasih haGita spesial buat mbak Gita, semoga mbak Gita tidak tersinggung. ” kata .
Sesaat merogoh tas yang dibawanya dan mengeluarkan seuntai kalung berwarna silver, ditengahnya ada gantungan bertuliskan salon tersebut dan diujung kalung tersebut di sambungkan oleh 2 cicin menyerupai anting. eksklusif menelpon ke recepsionist untuk mendatangkan kembali kedua negro tadi. Kaget juga saya dan Gita, apa mau ada percintaan lagi pikir kami berdua. Sebelum kami bertanya eksklusif menenangkan kami.
“ Jangan takut mas, hanya minta tunjangan tenaga mereka berdua aja kok. ” kata Watik .
Akhirnya datang juga kedua negro tadi. meminta istriku Gita berbaring terlentang di atas tempat tidur. Setelah itu kedua negro itupun naik ke kasur dan tanpa kode mereka menjilati kedua puting susu istriku. Terlihat kedua puting susu istriku semakin mencuat menegang tanda istriku mulai terangsang. eksklusif memerintahkan mereka berdua memegangi kedua tangan dan kaki istriku. juga meminta istriku menggigit pelindung gigi. Heran pikirku mau diapakan lagi istriku ini.
“ Jangan khawatir mas dan mbak, relax aja nanti pasti bagus deh hasilnya. ” katanya.
Belum hingga saya mau menjawab tiba-tiba saya melihat sudah memegang jarum, dan keliatannya jarum tersebut biasa dipakai buat bikin lubang piercing. Langsung blesss… blesss… dua kali menusukan jarum tersebut ke kedua puting Gita yang sudah menegang. Dan dengan cekatan, memasukkan ujung kalung tadi yang ada antingnya, masing-masing ujung ke satu puting.
Terlihat istriku Gita meronta kesakitan sambil menggigit pelindung giginya yang diberikan oleh . Sebelum dan kedua negro tersebut pergi, mengajakku untuk menonton kepingan percintaan kembali Gita dengan si negro. Aku dan hanya menonton Gita disetubuhi untuk yang kedua kalinya dan sekarang kedua negro tersebut menyetubuhi Gita bergantian hingga satu jam lebih.
Dengan tehnik bergantian saling menggantikan, bila sang negro satu mau keluar beliau berhenti dan digantikan rekannya begitu terus berlanjut. Terdengar racauan, teriakan dan desahan kenikmatan Gita yang tak terlukiskan hebatnya. Hal ini menerima tepuk tangan dari dan berkata,
“ Sekarang mbak Gita bener-bener menyerupai lonte sejati dan selamat buat mas Topan yang sudah menjadi germonya. ”
“ Plok… plok… plok… ” bunyi tepuk tangan merak dengan meriahnya.
Memang itu dikatakan dalam suasana yang sangat bersahabat jadi tidak sampe rasanya saya pengen marah. Setelah satu jam lebih, kesudahannya kedua negro itupun mencapai klimaksnya dan menumpahkan seluruh spermanya ke dalam rahim istriku Gita. Akhirnya mengucapkan terima kasih pada kami berdua atas kunjungannya dan kami pun chekout.
“ Mas, lain kali kita kesana lagi yaaa. ” pinta Gita.
Aku jawab, “ ok aja, asal saya juga boleh main sama tukang salonnya yang cantik-cantik.
Dalam perjalanan kerumah, kami bercerita ihwal kesan-kesan di salon tersebut. Dan tak lupa istriku Gita terus memandangi kalung barunya yang menggantung didada, tepatnya menggantung dikedua puting susunya. Karena pulangnya ternyata Gita hanya mengenakan baju yang sedikit longgar tanpa memakai Bra yang dipakainya sebelum ke salon. Kami ketika itu hanya berfikir senang saja tanpa memikirkan apakah perbuatan kami ini salah atau benar.
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.

0 Komentar