Hampir 2 tahun sudah saya menikahi Mila, istriku yang indah jelita. Waktu kuliah dulu kami sudah pacaran. Mila ialah bunga kampus yang diperebutkan banyak lelaki. Aku beruntung mampu mendapatkannya dan menikahinya kini. Rambut sepundak, kulit putih dan ukuran bra 36B cukuplah membuatku ereksi tiap kali melihatnya sampai kini.
Suatu ketika ia sedang bekerja dengan laptopnya di rumah. Saat ia sedang ke kamar kecil, saya mencuri kesempatan. saya buka file komputernya. Ternyata Mila sedang chatting dengan seorang pria dan obrolannya sangat mesra. Aku membacanya terburu-buru, perasaanku tak karuan. Dan menjadi semakin prah ketika saya membaca obrolannya menyerupai ini:
“thanks ya cantik, kemarin di Bandung enak banget deh. Makara pingin cek in lagi sama kamu”.
Ah asing ternyata Mila selingkuh! Aku berusaha menahan diri dan bersikap seolah tak tahu apa-apa sambil berpikir apa yang harus kulakukan. Esoknya tiba-tiba terbesit sebuah rencana gila. Aku tak ingin terjadi pertengkaran apalagi melabrak laki-laki itu. Tak ada gunanya! Aku cuma ingin beri pelajaran buat istriku.
Aku segera mengontak beberapa kawan-kawan lamaku dulu. Joko, Doni, Robi, Boncel. Kami dulu doyan sekali pesta sex semasa kuliah. Dan kini saya akan kontak mereka lagi untuk rencanaku memberi pelajaran buat istriku yang selingkuh. Sebuah rencana untuk memperkosa istriku bergiliran!
Rencananya: saya akan ngajak istriku Mila untuk cek in di sebuah hotel. lalu saya akan berpura-pura keluar untuk beli rokok. 15 menit kemudian kawan-kawanku akan masuk kamarku dan kemudian segera menggarap istirku.
Seusai rencana, pada hari Sabtu saya berhasil ngajak Mila cek in sebuah hotel di Jakarta Utara. “Sekali-kali bulan madu lagi dong sayang” kataku genit. Mila rupanya menyambut bangga inspirasi ini. saya cek in sekitar jam 14.00 dan bermesraan sebentar dengannya.
1 jam kemudian rencana mulai dijalankan. Joko dan lainnya sudah menunggu di lobby. Aku ijin untuk keluar beli rokok. Kebetulan di hotel ini pintu kamarnya tak dilengkapi dengan ubang pengintip. Makara kalao ada tamu yang ketok pintu, Mila tak mampu melihat siapa di luar.
Aku keluar dengan alasan beli rokok. Sedangkan Mila saya suruh untuk berpakaian sexy.
“kamu jangan pake baju ya sayang. Pake BH dan CD aja ato pake lingerie tapi jangan pake daleman. Biar sexy. Ntar papah balik kita pribadi main” pintaku.
Mila tersenyum genit seraya setuju dengan usulku.
Aku turun ke lobby dan melaksanakan brifing terakhir dengan Joko, Doni, Roby dan Boncel. Mereka sudah menyiapkan sebuah lap dan obat bius. Rencananya nanti mereka akan mengetok pintu kamarku. Mila pasti menduga itu aku. Ia sudah kusuruh mengenakan baju seksi. Dan ketika buka pintu, Joko cs akan pribadi menyrebu masuk dan membekap Mila dengan obat bius kemudian menggarapnya.
Tok tok tok… pintu diketuk dan tak lama kemudian dibuka pelan. Mila agak ngumpet di balik pintu sebab ia cuma memakai tanktop dan CD. Boncel pribadi nerobos masuk dan secepat kilat membungkam Mila dengan obat biusnya. Belum sempat istriku teriak, ia sudah keburu teler.
Ke 4 pria itu segera menjalankan tugasnya. Mereka membawa Mila duduk di bangku dan mengikat kedua tangannya setelah sebelumnya melepas tanktopnya. Setelah itu Joko menawarkan obat penawar bius yang diolesi di depan hidung Mila. Sekejap Mila terbangun dan kaget menyadari dirinya sedang terikat tanpa baju dikelilingi 4 bertopeng.
Sebelum sempat teriak, Boncel sudah mengeluarkan pisau duluan dan mengancam istriku, “heh kau jangan teriak, ato kami akan bunuh kau sekarang juga. Makara jangan macam2” bentaknya. Mila yang ketakutan setengah mati pribadi menurut.
“Pokoknya lo nikmatin aja, layanin kita-kita sampe puas dan jangan teriak ato lapor siapa-siapa, kecuali lu mau mati sekarang” timpal Doni.
Joko kemudian menutup mata Mila dengan kain. Istriku kini dalam kondisi duduk terikat tangannya dan matanya ditutup.
Kini giliranku masuk kamar. Ah gila! Istriku hanya memakai CD yang sudah turun sedengkul dan tanpa
BH. Rancana tahap awal berhasil! Matanya tertutup rapat dan ia tampak ketakutan. Ini sebuah pemandangan yang menggairahkan. Ke 4 kawanku sekarang sudah mulai buka celana dan terlihat penis-penis mereka sudah mulai mengacung keras. Ah permainan segera dimulai!
Joko, Doni, Roby, Boncel mengelilinginya.
“heh dengerin ya manis, kalo kau diem dan nurut kita juga nggak akan nyakitin kamu. Makara kau turutin aja apa yang kita mau” ancam Boncel yang memang kutunjuk jadi ketua geng perkosaan ini.
Mila didudukan di bangku yang menghadap ke kasur. Joko memulai aksinya dengan meremas-remas dada Mila dari belakang sambil menciumi pipinya. Aku dengan leluasa merekam dan memotret semua episode ini.
“oooohhh..jangaaan, ampuuuuun” Mila memelas.
Tapi sesuai instruksi dariku, Boncel mulai membentak “heh lo mau mati disini? Ni golok udah tinggal sabet aja ke leher lo.. udah lu diem aja!” bentaknya. Mila kemudian terdiam. Joko melanjutkan aksinya menggerayangi tubuh istriku. Tiba-tiba Joko menarik CD Mila dengan kencang. Mila kini bugil sepenuhnya sambil duduk terikat tak berdaya.
Aku tahu Mila mulai sangat ketakutan. Tapi justru itu yang membuatku makin terangsang. Aku ingin lihat ia disiksa secara seksual, bergiliran sampai lemas. Aku ingin lihat ia disetubuhi tanpa henti semalaman, diikat tangannya, kakinya, disodok mekinya dengan banyak pen|s dan dilumuri wajah dan tubuhnya dengan sperma. Aku ingin lihat Mila dientot bergilir.
Doni kini membuka celananya dan terlihat penisnya yang sudah ngaceng dengan urat-urat di sekelilingnya. Ia berdiri di depan Mila.
“ayo manis, isep nih” katanya sambil menjambak rambut Mila dan menekan kepalanya ke pen|s yang sudah keras itu.
“mmmmppfffffff….” Karna takut, Mila hanya menurut saja dan kini ia sedang menyepong jalantol Doni.
Aku memotret episode itu dengan penisku yang ngaceng juga. Doni menjambak dan menahan kepala istriku sambil menyodok-nyodok verbal Mila dengan penisnya. Aahhh…nafsuin sekali!
5 menit kemudian Doni membenamkan kepala Mila ke penisnya dan crrettt..crett..crett Doni menyemburkan spermanya ke verbal istriku. Mila terbatuk batuk dengan verbal belepotan peju. Aku merekamnya dengan video di hapeku. Kemudian Joko, Roby dan Boncel juga melaksanakan hal yang sama. Mereka menggilir verbal Mila dan memuntahkan peju di mulutnya.
Lebih setengah jam istriku disuruh giliran mengoral 4 pria itu dan kini mereka melepaskan tali ikatannya. Aku kembali ngumpet di kamar mandi sebab mereka akan membuka tutup mata Mila. Ke 4 pria itu kini kembali memakai masker di wajah biar tak dikenali.
Mereka menarik Mila ke ranjang dan menelentangkan tubuhnya yang telanjang bulat. Joko kembali mengikat tangan Mila ke dua ujung ranjang dan kakinya. Mila kini terlentang terikat membentuk aksara X. joko sengaja menarik kencang ikatannya biar Mila tak mampu berkutik. Ke 4 pria itu mulai menegrubuti istriku.
Boncel mulai menciumi wajah Mila sementara tangannya memilin puting susunya. Sementara Roby dan Doni menciumi dan menjilati paha Mila sambil mengelus2 paha dan betisnya. Doni menciumi perut Mila sambil jemarinya menyusup ke bibir vag|na dan memainkan klitoris istriku. Mila kini terlihat meronta-ronta tapi tak mampu berkutik sebab terikat. Sesekali ia teriak, entah menahan sakit atau menahan nikmat. Yang terang ia kini sedang dekurubuti oleh 4 pria haus seks.
“toloooong..jangan perkosa saya” Mila berkali-kali memohon.
Tapi ke 4 pria itu semakin brutal memainkan tubuh istriku. Doni kini bahkan sedang membuka lebar meki istriku.
“wah meki lu lebar banget..lu sering dientot ya?” kata Doni sambil tertawa.
Boncel asik meremas dan menggigit puting susu Mila dengan ganas.
“toket lu mantep banget nih, kalo diestrum pasti bakal asik” katanya.
Hampir 15 menit episode itu berlangsung, Joko kini mengambil posisi di depan istriku.
“ayo manis kita ngentot sekarang,” katanya.
Joko memasukkan penisnya ke liang vag|na istriku.
“aaahhhhhhhhhhhh… sakiiiiiiit…..” rintih Mila.
Tapi Joko tak peduli. Rintihan itu justru menambah nafsunya. Pantatnya mulai digenjot, penisnya mulai memompa meki istriku. Makin lama makin cepat. Aku melihat Mila hanya mampu meringis dan kadang membuka mulutnya dan kemudian dikulum oleh verbal Joko. Setelah dientot hampir 30 menit, kesannya Joko memuntahkan spermanya di atas perut istriku.
Ke 3 pria lain segera memperlakukan hal yang sama pada Mila. Ia digilir habis2an dan disemprot sperma. Doni menyemprotkan spermanya di wajah istriku dan setelah itu menyuruh istriku untuk membersihkan penisnya dengan mulutnya.
“ayo isep ni sampe bersih” kata Doni.
Mila kini dilepas ikatannya dan disuruh berlutut di lantai depan kasur dalam keadaan bugil dan lemas. Aku mengikuti episode ini dengan mengintip melalui pintu kamar mandi yang kubuka sedikit. Kuatir kalau-kalau tutup matanya terlepas. Mila masih lemas tapi Doni dan Roby menyeretnya.
Adegan itu membuatku makin terangsang. Istriku yang bugil tak berdaya diseret-seret di lantai. Kebetulan kamar hotel cukup luas sebab saya memesan kamar suite. Ia kemudian disuruh nungging. Aku mampu melihat Mila mulai panik wajahnya.
“nah kita mau rasain nikmatnya pantat lo” kata Joko
2 tahun kami menikah Mila memang tak mau melaksanakan anal. Kali ini saya akan menyaksikan bagaimana penis2 kawanku ini menjebol anus istriku satu persatu dan tentunya saya juga mendapat giliran.
“buka pantat lo cepetaaan” hardik Roby.
Mila kemudian memegang kedua belah pantatnya sambil menariknya sampai lubang anusnya kini makin terang terlihat. 4 lelaki itu kemudian tertawa keras. Aku mampu melihat Mila mulai ketakutan tapi saya semakin terangsang jadinya. Lalu Boncel membalurkan V Gel di dubur istriku, cukup banyak tampaknya. Mungkin sebab penis2 besar mereka akan menembus anus istriku jadi diperlukan banyak pelumas.
Joko kemudian meraih kedua tangan Mila dan mengikatnya menyerupai seekor bebek.
“Nikmatin aja ya sayaang.. kita mau ngerasain pantat seksi lo!” kata Joko. Mila semakin ketakutan dan lemas. Tak apalah! Aku ngaceng abis melihatnya.
Dimulai dengan Roby, cowok Flores yang kekar dan punya pen|s paling besar ini mulai menggesek2an penisnya pada lubang anus istriku. Dan pelan2 jalantol gede itu mulai menerobos anus Mila. Terdengarlah teriakan panjang yang sangat seksi. Wajah Mila menahan sakit luar biasa, mulutnya menganga dengan wajahnya ke atas. Ia menahan sakit dan sekaligus nikmat.
Roby terus menggenjot penisnya di anus Mila sambil meremas toketnya dari belakang. Doni yang tak tahan lagi, mengambil posisi di depan istriku dan menjambak rambutnya.
“isep ni jalantol sampe keluar ya” hardik Doni. Dan setelah Roby ngecrot, Doni mengambil posisi nyodok anus Mila, Joko kini yang giliran minta disepong. Begitu seterusnya bergiliran sampai istriku nyaris pingsan.
Doni kemudian melepas ikatan tangannya. Ia dibiarkan terbaring di lantai dengan peju yang belepotan di pantat dan mulutnya. Aku semakin ngaceng melihat episode ini sambel merekamnya dengan video.
“sekarang lu gua kasih pilihan. Kalo elu lapor polisi, kita udah tau alamat lu dan kita siap culik elu kapan aja. dan elu pasti bakal malu kan kalo ketauan dapet malu kayak gini? Udahlah mending lu diem aja, anggep aja ini semua nggak terjadi dan kita nggak bakal ganggu lo lagi. Gimana?” kata Boncel.
Mila hanya membisu saja tak berdaya.
“ampuuuunnnnn..” katanya lirih.
Joko kemudian memerintahkan untuk membawa Mila ke kamar mandi.
“ayo sekarang lu mandi dulu” kata Joko.
Istriku diseret ke kamar mandi dan dimandikan oleh Doni, Joko dan Robi. Sementara saya dan Boncel menyiapkan siksaan berikutnya: sebuah alat setrum.
Cukup lama mereka memandikan Mila. Ternyata Mila sedang diikat tangannya ke atas shower sambil tubuhnya dilumuri sabun dan dikobel mekinya. “ayo manis sini dimandiin juga dalemnya” kata Joko sambil mengorek vag|na istriku.
Selsai dimandikan, mata Mila kembali ditutup dan diseret ke kasur. Boncel kembali mengikat tangan dan kaki Mila membentuk aksara X. namun kali ini kaki Mila dibuka lebih lebar. Bahkan mekinya kini terlihat lebih menganga lebar. Doni kemudian mengambil kabel2 dengan jepitan di ujungnya. Ia kemudian menjepit puting susu Mila dan sebagian lagi dijepitkan di potongan klitoris.
“nah sekarang kita main main dikit, nggak sakit kok manis” kata Joko.
“tadi enak nggak dientot rame-rame?” tanya Boncel.
Mila hanya membisu saja tak menjawab. Dan kemudian bbzzzzzzzzzzztttt… aliran listrik mengalir ke sekujur pentil dan klitorisnya.
“aaaaaaaawwwwwhhhh…” Mila teriak sambil meringis dan menaikkan pantatnya.
Toket dan mekinya disterum!
“jawab.. enak nggak tadi dientot?” hardik Boncel.
“mmmm….iyaaaa…enaak” jawab Mila lirih dan disambut tawa kami.
“ngemut jalantol gue enak nggak?” timpal Doni dan Mila hanya mampu menjawab pelan “iyaaa…enak bang” dan kemudian aliran listrik kembali menyengatnya.
Siksaan ini terus berlangsung sampai Mila kesannya lemas dan nyaris pingsan. Tapi saya belum puas. Sebagai penutup, saya menyuruh mereka untuk kembali memperkosa Mila bergiliran.
Pukul 23.00, semuanya selesai dan kami meninggalkan kamar. Aku juga ikut keluar dan 15 menit kemudian saya masuk kembali dengan scenario dongeng yang sudah kami rancang. Pintu kamar kuketuk dan agak lama gres dibuka. Kulihat Mila dengan wajah kucel, matanya sembab. Aku akal-akalan bertanya,
“ada apa sayang? Kamu nangis ya? Maaf papah lama beli rokoknya. Tadi papah dicopet tapi copetnya ketangkep trus papah harus ke polisi buat laporan. Hape papah lobat jadi nggak mampu telpon”. Mila membisu saja dan hanya menjawab
“aku..tiba-tiba nggak enak badan. Aku istriahat aja ya malem ini?”
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.

0 Komentar