Cerita Sex Istri Sedang Dipijat

Cerita Sex Istri Sedang Dipijat - Awalnya Pada hari selasa, kebetulan gua ama istri gua cuti kerja, kemudian kami berniat untuk cari makan siang. Di akrab tempat makan tersebut, ternyata ada 1 ruko pijat reflexi. Di tempat reflexi tersebut berdasarkan klarifikasi pemijatnya tidak hanya kaki saja yg di pijat tapi juga seluruh badan, dari pundak kepala, pundak hingga kaki, dan pemijat nya semua laki-laki. Kebetulan pada hari biasa masih sepi dan cuma ada 2 pemijat.

  kemudian kami berniat untuk cari makan siang Cerita Sex Istri Sedang Dipijat

Ditempat itu ada 2 bilik kamar yg hanya ditutup kain untuk yang mau dipijat semuanya dan tempat beberapa tempat duduk untuk yang mau dipijat kakinya saja . Kita berdua balasannya masuk kesana untuk coba pijat reflexinya, tp lantaran gua laper banget, makanya gua suruh istri gua masuk dan gua cari makan. Sebelum pergi gua liat dulu menyerupai apa sih dipijatnya, istri gua yg memang hanya menggunakan celana pendek dan kaos tanpa lengan, memang keliatan seksi sekali. Istri gua kemudian berbaring dengan santai dan pertama2 memang dipijit telapak kaki, sesudah beberapa ketika memperhatikan kemudian gua pamitan untuk cari makan di keluar.

Setelah selesai makan, gua balik lagi ke tempat refleksi itu, dan gua liat tidak ada orang lagi di depan, jadi gua eksklusif masuk ke dalam, lantaran tidak mau menggangu gua hanya duduk2 di depan bilik kamar istri gua. Sekilas gua dengar bunyi leguhan istri gua, tp itu mungkin lantaran yummy di pijit, tapi lantaran ingin tau balasannya gua coba intip di balik kain bilik kamar tsb. ternyata istri gua memang sedang menikmati pijatan sang pemijat. Pemijat tsb. mulai memijat paha istri gua yang putih, pemijat itu meminta semoga istri gua tidur tengkurap mengharap tempat tidur.

Lalu pemijat itu trus memijat paha istri gua, kemudian meminta dengan sopan semoga celana pendek nya di buka saja, lantaran agak menggangu. Istri gua pertama menolak, tp lantaran di kasih keterangan yang menyakinkan balasannya celana istri gua dibuka juga, tp dengan syarat ditutup selimut. Waktu gua liat istri gua buka celana, eksklusif jantung gua berdebar kencang, ada perasahaan suka melihat istri gua di sentuh oleh lelaki lain. Setelah ditutupi kain putih, si pemijat juga eksklusif mulai memijat di tempat paha, gua liat sempat menyentuh pantat nya dan tempat V nya, istri gua mungkin percaya sama si pemijat atau memang sedang menikmati, krn ia tidak protes sama sekali, dan ini menciptakan si pemijat trus memijat tempat paha dan sekitarnya. Melihat itu gua jadi tambah gila, sambil menggosok si adik yg memang sudah tegang berat.

Si pemijat mungkin sengaja atau tidak, menciptakan kain penutupnya agak terjatuh, sehingga ia bisa melihat eksklusif paha istri gua yang putih mulus, dengan dibungkus cd saja. Sempat si pemijat termangu melihat pemandangan tsb. dan gau perhatikan juga ada tanda berair di cd istri gua. Tanpa sadar istri gua , mungkin juga keenakan, trus dipijat tanpa dilindungi kain, ini menciptakan si pemijat makin berani mencoba meijat tempat pantat dan selankangan istri gua. Akhirnya si pemijat mengambil kembali kain yg jatuh dan menutupi tubuh istri gua lagi, tp yg buat gua kaget, si pemijat meminta istri gua untuk membuka bajunya lantaran akan di pijat tempat punggung dan leher, sesudah di beri klarifikasi balasannya istri gua membuka bajunya sambil masih tiduran, jadi si pemijat tidak melihat krn ditutupi kain.

Istri gua kini hanya menggunakan bh dan cd saja, ntah apa yang menciptakan ia berani spt itu, apa ada hipnotis ya? tp gua sangat menikmati pemandangan ini. sesudah beberapa ketika memijat tempat punggung, si pemijat meminta ijin untuk membuka kain krn ingin dikasih minyak punggungnya, istri gua hanya mengganguk saja, tp tanpa sadar kali, si pemijat juga membuka bra istri gua dan anehnya istri gua membisu saja. Lalu si pemijat mulai menggosok punggung istri dan gua intip si pemijat juga kadang2 melihat pinggiran tete istri gua yg keliatan dan juga sempat menyentuh nya, krn bh nya sdh terlepas ke samping. Kemudian si pemijat memijit leher dengan sentuhan yang lembut, kayakya ini menciptakan istri gua terangsang, terdengar dari suaranya yang mendesah.

Melihat situasi itu si pemijat kemudian mencoba membuka kain dan mulai memijat daera pantat adn sekitarnya dan ini menciptakan istri gua tambah terangsang keliatan sekali cd nya yg ada tanda basah. Kemudian si pemijat dengan sopan membuka cd istri gua tanpa ijin lagi, dan ia memulai aksinya dengan menggosok gosok tempat selangkangan istri gua. Istri gua sempat bilang jangan tapi si pemijat itu dengan lembut menyampaikan tidak apa2 nikamati saja. Gua resah kok istri gua nurut saja, ada perasaan cemburu tp masih kalah dengan rangsangan jago melihat istri gua di sentuh oleh orang lain (apa ini kelainan ya?). Si pemijat sambil membuka celananya dengan 1 tangan krn tangan yg 1 lagi masih menggosok2 tempat clitoris di selangkangan istri gua. Terlihat kontol si pemijat sudah ngaceng berat dan ukurannya cukup besar dengan bulu2 yg tidak terlalu lebat, mungkin gres di cukur, ketika akan membuka baju nya, si pemijat mengkat pantat istri gua sedikit dan eksklusif menjilat nya, sehinggan ia sanggup membuka bajunya. Istri gua yang di jilat meki nya eksklusif keliatan spt tersengat anutan listri, dan tidak berapa usang kemudian keliatan istri gua mengejang krn titik puncak nya.

Si pemijat tersenyum sinis, krn telah berhasil menciptakan istri gua klimaks. Setelah sama2 telanjang kemudian si pemijat membalikan tubuh istri gua, sehinggan kelihatan lah payudaranya yg indah dengan putih berwarna hitam yg sdh menegang, tp dengan masih malu2 istri gua menutupi dadanya dan bilang takut suaminya datang, dan dengan halus si pemijat bilang tidak usah takut krn gua masih sendang makan di luar. Akhirnya lantaran rangsangan yang jago , istri gua membuka tangannya dan oleh si pemijat tangan istri gua di pegang ke samping kepala istri gua, sehinggan dengan leluasa si pemijat bisa melihat dada adn ketiak istri gua yang mulus dan wangi. Si pemijat mungkin penggemar ketiak lantaran ketiak istri gua di jilat dan di ciumi terus, sehingga istri gua kegelian dan terangsang hebat.

Kemudian si pemijat mulai melepas tangan istri gua tp posisi tangannya tetap terlentang di samping kepala, kemudian mulai menciumi payaudara istri gua yang masih kencang krn kami blm memiliki anak. Istri gua keliatan sangat menikmati puting nya di isap dan di jilat. Setelah selesai menikmati payudara istri gua di mulai menjilat vagina istri gua yg sdh basah, krn mungkin sdh tidak tahan, balasannya si pemijat ingin memasukkan kontol nya tp sebelumnya ia melap vagina istri gua, mungkin lantaran sdh berair dengan cairan vagina dan ludah nya. ketika mau masuk istri gua keliatan agak kaget mungkin lantaran agak sakit alasannya ialah kontolnya si pemijat lebih besar dari gua punya, mungkin itu yang ingin dirasakan oleh istri gua. Istri gua pernah bilang kontol gua ngak besar dan ia kurang menikmatinya, tp mau gimana lagi, krn sdh dikasih menyerupai ini. Si pemijat balasannya berhasil memasukan kontolnya dan mulai menyodoknya serta tidak lupa menciumi payudara istri gua dan juga ketiaknya secara bergantian.

Gua yang sdh tidak tahan balasannya mengocok dan mengeluarkan mani gua di sapu tangan yg gua bawa. Si pemijat sesudah 10 menit keliatan mau klimaks, istri gua bilang jangan di buang didalam, balasannya si pemijat mencabut kontolnya dan membuang mani nya di tubuh istri gua, hingga kena ke muka istri gua. Istri gua keliatan puas sekali. Setelah istrihat sebentar gua liat mereka eksklusif beres2 dan si pemijat dengan mesra me lap air main di tubuh dan muka istri gua serta memakaikan bh istri gua dengan meremas remas lagi dan mencium leher istri gua dengan mesranya. lantaran takut gua dateng maka, mereka membereskan semuanya dengan rapi, gua membisu diam eksklusif keluar, dan kemudian masuk lagi, gua liat istri gua dengan wajah cerah, sedang duduk dibangku ruang tunggu dan mengajak gua pulang.

****

Berawal dari sahabatku Arman yang bercerita perihal seorang tukang pijat yang jago dan bisa dipanggil ke rumah, saya jadi tertarik. Apalagi ketika ia berbicara perihal kemampuan tukang pijat itu meningkatkan gairah dan kemampuan seks perempuan dengan pijatan supernya. Arman bercerita dengan cukup detail bagaimana tukang pijat itu yang katanya berjulukan Pak Daru, kakek usia kepala tujuh melaksanakan pijatan super pada istrinya. Hasilnya sungguh luar biasa. Aku jadi ingin mencobanya..

“Tapi loe harus inget, waktu dipijat sama Pak Daru istri loe harus bugil total. Mau nggak dia?” Arman bertanya padaku.
“Hah? Dipijat bugil? Nanti istri gue diapa-apain ama dia?
“Ya enggak laah.. Loe juga ada disitu koq. Lagian Pak Daru itu udah renta banget. Udah gitu ia juga pemijat profesional. Gue jamin ngga masalah. Tapi istri loe harus baiklah dulu.”
“Nanti gue coba tanya ia deh..”
“Pokoknya sip banget deh!”

Malamnya saya bicarakan hal itu dengan Vie istriku. Aku ceritakan apa yang kudengar dari Arman sambil memeluk tubuh mungilnya. Mulanya ia tertarik tetapi ketika mendengar bahwa ia harus telanjang lingkaran mukanya eksklusif merah padam.

“Malu ah.. telanjang di depan orang lain” protesnya.
“Tukang pijatnya udah tua. Lagipula berdasarkan Arman istrinya bilang dipijatnya yummy dan tangannya sama sekali tidak menyentuh atau meraba memek koq”
“Ih..” muka Vie semakin merah.
“Kenapa khusus cewek?”
“Nggak tau juga. Tapi coba dulu deh. Siapa tahu nanti ketagihan.”

Vie mencubit perutku, tapi balasannya mau juga ia mencoba. Besoknya kuhubungi Arman untuk menanyakan cara menghubungi Pak Daru. Setelah itu kucoba menghubungi Pak Daru dari nomor HP yang kudapat dari Arman. Singkatnya Pak Daru akan tiba ke rumahku esok malamnya dengan perlengkapannya. Setelah itu kuberitahu Vie. Esok malamnya sesuai komitmen Pak Daru tiba di rumahku. Perawakannya kurus hitam dan kelihatannya memang sudah renta sekali. Apa bisa ia melaksanakan pijat? Aku terheran-heran sendiri sementara Vie hanya melirikku dengan pandangan ragu. Kami menuju ke ruang tamu dalam dan saya menyingkirkan meja tamu untuk mendapat tempat yang luas. Aku sudah memastikan jikalau pembantu kami Darsih sudah masuk ke kamarnya. Sejenak basa-basi, Pak Daru eksklusif “To the point” menghamparkan selimut tebal di lantai.

“Silakan Ibu berbaring tengkurap di atas sini” katanya sambil menunjuk selimut sebagai alas.
“Maaf, tapi saya minta Ibu melepas pakaian” sambungnya lagi.

Wajah Vie merona merah. Dia kelihatan nervous lantaran itu saya membantunya melepas dasternya sehingga hanya tinggal mengenakan bra dan celana dalam.

“Untuk sementara begitu saja. Silahkan, Bu” Pak Daru memotong.

Vie berbaring tengkurap diatas selimut. Pak Daru mengeluarkan dua botol kecil obat yang menurutnya ialah obat ramuan belakang layar turun temurun. Kemudian ia membuka yang bertutup hijau dan menggosokkan minyak tersebut pada kedua telapak tangannya. Ia mulai memijat bab belakang hingga samping kepala Vie dengan perlahan. Aku duduk menyaksikan. Entah kenapa ketika itu saya mulai terangsang membayangkan nantinya tubuh istriku akan dijamah oleh kakek renta ini. Tentu saja di bawah sana penisku menegang.

Pijatan di kepala beralih ke tengkuk Vie yang mulus dan dipenuhi rambut halus. Nampaknya Vie merasa yummy dengan pijatan Pak Daru di kepala dan tengkuknya. Ternyata kakek renta ini jago pijatannya. Dari tengkuk diteruskan ke pundak Vie yang terbuka dan dilanjutkan ke lengan hingga telapak tangan. Setelah itu Pak Daru meminta semoga istriku melepas tali bra di punggungnya. Vie melepas kaitan branya sehingga bra tersebut sudah tidak menutupi tubuh Vie dan hanya tergeletak diantara selimut dan kedua susunya yang tergencet sehingga menyembul ke samping. Pak Daru mengolesi punggung Vie dengan minyak dari botol pertama dan mulai mengurut serta memijat punggung. Vie tampak menikmati pijatan ini.

“Maaf Bu, tapi selanjutnya celana dalam harus dilepas. Bagaimana jikalau suami Ibu yang melepasnya?” Pak Daru tiba-tiba berkata.

Wajah Vie memerah lagi. Aku mengikuti undangan Pak Daru melepas celana dalam Vie tanpa mengubah posisinya yang tengkurap. Pantat Vie yang indah dan celah vaginanya terlihat terang menciptakan penisku semakin tegang. Pak Daru melumuri dua bongkahan pantat Vie dengan minyak dan segera memijat dengan perlahan. Kali ini Vie mengeluarkan bunyi tertahan. Jelas Vie mulai terangsang birahinya dengan pijatan Pak Daru. Apalagi ketika Pak Daru memijat pangkal paha bab dalam, tarikan nafas Vie berkembang menjadi lebih berat dan matanya terpejam. Pak Daru tetap memijat menyerupai tidak terjadi apa-apa. Kakek renta itu memijat pantat, paha dan kemudian betis hingga balasannya melaksanakan pijat di telapak kaki.

“Ini ialah salah satu tahap penting dalam pijatan ini” Pak Daru menjelaskan.
“Terdapat titik-titik penting di telapak kaki untuk meningkatkan gairah” lanjutnya.

Kemudian ia mengambil botol minyak kedua bertutup merah yang dari tadi belum pernah dipakainya. Digunakannya untuk memijat telapak kaki Vie. Kali ini pijatannya sangat intensif dan memakan waktu cukup lama. Terkadang Vie merintih, mungkin pijatan si kakek cukup kuat.

“Maaf Bu, untuk tahap berikutnya saya akan memijat di tempat bab depan tubuh. Sebaiknya Ibu duduk bersila membelakangi saya dan menghadap ke arah Pak Saldy semoga saya tidak melihat tubuh bab depan Ibu.” kata Pak Daru sesudah selesai memijat kaki istriku.

Kali ini kelihatannya Vie sudah mulai terbiasa dan kemudian ia mengambil posisi duduk bersila membelakangi Pak Daru. Tubuh indah Vie yang telanjang lingkaran berhadapan denganku. Pak Daru kembali menggosokkan minyak kedua pada telapak tangannya. Pak Daru terlebih dahulu meminta persetujuan saya dan Vie.

“Saya minta izin kepada Pak Saldy dan Ibu Vie untuk melaksanakan pijatan di tubuh bab depan Ibu Vie..”
“Silakan, Pak Daru” jawabku
“Silakan..” jawab Vie.

Langkah pertama Pak Daru ialah melumuri bab sekitar vagina Vie dengan minyak dari botol bertutup merah dan mulai melaksanakan pijatan di tempat itu dari belakang. Walaupun tidak menyentuh vagina, tetapi tangannya memijat meliputi pangkal paha, pinggul depan, termasuk tempat yang ditumbuhi bulu kemaluan. Mulut Vie sedikit terbuka. Aku tahu Vie mencicipi nikmat disamping rasa malu. Pijatan Pak Daru niscaya menciptakan birahinya naik ke ubun-ubun. Beberapa kali tangannya terlihat seakan hendak menyusup ke dalam celah vagina Vie yang menciptakan Vie menahan nafas tetapi kemudian beralih. Bulu kemaluan Vie dibasahi oleh minyak pijat Pak Daru sementara Vaginanya berair oleh cairan nafsunya.

Pak Daru melanjutkan pijatannya ke bab perut Vie, dan memijat perut terutama bab pusar sehingga menciptakan Vie kegelian. Hanya sebentar saja, sesudah itu Pak Daru meminta Vie mengangkat tangannya.

“Maaf Bu, tapi ini ialah tahap terakhir dan saya harus memijat di bab ketiak dan payudara. Coba angkat kedua tangan Ibu.”

Vie mengangkat tangan dan meletakkan kedua tangannya di atas kepala. Pak Daru memulai pijatannya di tempat ketiak dari belakang.

“Ihh.. geli pak..” Vie menggelinjang.
“Ditahan Bu. ”

Pak Daru mengabaikan Vie yang sedikit menggeliat menahan geli dan melanjutkan pijatannya di ketiak Vie. Setelah itu Pak Daru mengambil minyaknya lagi dan dituangkan ke telapak tangannya. Selanjutnya dari belakang tangannya meraup kedua gunung susu milik Vie yang eksklusif menciptakan Vie mendesah. Pak Daru melaksanakan massage lembut pada susu Vie yang sudah tegang. Terkadang kakek itu melaksanakan gerakan mengusap. Jari-jari terampil yang memijat pada kedua susunya menciptakan Vie sangat terangsang dan lupa diri, mengeluarkan bunyi erangan nikmat.

Aku melotot melihat pemandangan luar biasa itu. Payudara istriku yang berusia 27 tahun, mulus, kenyal, dan berlumur minyak sedang dicengkeram dan diusap oleh tangan kasar hitam seorang kakek berusai 70-an, membuatku sangat bernafsu. Berbeda dengan Pak Daru yang sama sekali tidak bereaksi apa-apa, Vie merintih dan mendesah. Posisinya sudah berubah tidak lagi duduk bersila, tetapi duduk mengangkang menawarkan vaginanya yang sudah becek kepadaku sambil tangannya mencengkeram rambut.

“Ukhh..” kali ini Vie mendesah keras. Aku sangat terangsang mendengarnya. Ingin sekali saya menggantikan Pak Daru memijat susu Vie.

Pak Daru menarik puting susu Vie dengan telunjuk dan jempolnya dengan perlahan sehingga menciptakan Vie mengeluarkan bunyi menyerupai tercekik. Sampai balasannya Vie merintih pelan, panjang. Vaginanya banjir. Hebat sekali pijatan si kakek ini.

“Saya rasa sudah cukup. Silakan Ibu mengenakan pakaian. Sementara itu ada yang ingin saya bicarakan dengan Pak Saldy” Pak Daru menyudahi aksinya.
“Ya Pak?”

Pak Daru menyerahkan sebuah botol kecil berisi carian kepadaku.

“Apa ini, Pak Daru?”
“Pijatan saya itu menciptakan gairah seorang perempuan meledak-ledak tetapi orgasmenya akan menjadi lebih cepat. Selain itu ini ialah ramuan untuk menciptakan susu perempuan tetap kencang dan padat. Usapkan dengan gerakan memeras. Saya yakin Pak Saldy bisa.” bisiknya sambil tersenyum.

Setelah itu saya membayar Pak Daru dan ia pamit pulang. Vie sudah mengenakan pakaiannya lagi.

“Eh.. buka lagi bajunya. Aku mau coba hasil pijatan Pak Daru.” kataku.

Vie tidak menjawab, tetapi dari sinar matanya saya tahu ketika ini ia sedang dalam gairah yang tinggi. Mukanya merah dan nafasnya memburu. Aku segera meraihnya dan mencium bibirnya. Ciuman yang ganas lantaran saya sendiri semenjak tadi menahan nafsuku melihat tubuh Vie yang sedang dipijat. Vie membalas tak kalah berangasan sambil melucuti pakaiannya sendiri dan eksklusif melucuti pakaianku sehingga kami berdua telanjang lingkaran di ruang tamu.

“Senggamai aku.. saya ingin segera ****** kau masuk ke sini” Vie meracau sambil menunjuk vaginanya yang sudah berair kuyup semenjak tadi.
“Beres sayang.. ”

Aku segera memutar tubuhnya menghadap dinding dan mencoba menyetubuhinya dari belakang. Vie segera mengambil posisi tangan bertumpu pada dinding. Dengan perlahan-lahan penisku menerobos vaginanya yang sempit dan licin. Adalah proses yang sangat nikmat luar biasa ketika penis memasuki vagina. Aku pejamkan mataku mencicipi sensasinya sementara Vie merintih nikmat. Sampai balasannya seluruh penisku masuk de dalam vaginanya yang panas berlendir dan nikmat.

“Aahh..” Vie menghela nafas, tubuhnya bergetar.

Nikmat sekali. Vaginanya yang panas itu mencengkeram penisku dengan kuat. Jepitannya lebih jago dari biasanya. Sementara dengan sudut mataku saya melihat jikalau ternyata pembantu kami, Darsih, sedang mengintip dari balik dinding ruang tamu. Aku bisikkan ke indera pendengaran Vie perihal hal itu.

“Masa bodoh. Biar ia nonton kau entotin aku.” Vie balas berbisik.
“Okee..”

Aku gunakan kakiku untuk mengambil bajuku dan mengeluarkan botol pertolongan Pak Daru dengan tanganku tanpa melepas penisku yang sudah menancap. Lalu saya tuangkan pada tanganku.

“Apa itu..?” tanya Vie heran.
“Ini minyak dari Pak Daru, elok buat payudara kamu”
“Ya udah.. cepetan! Terserah kau mau ngapain. Yang penting garap saya hingga kau puas.”

Aku segera mengusapkan tanganku yang berlumur minyak itu pada kedua susunya yang bergelantungan bebas. Lalu saya mulai mengocok vaginanya dengan lembut. Vie menghelas nafas dengan keras. Akh.. nikmat sekali rasanya sambil meremas daging kenyalnya. Tangan kanan di susu kanan, tangan kiri di susu kiri. Seiring kupercepat sodokanku, kumainkan puting susunya dan sesekali kuremas miliknya itu dengan lebih kuat. Rasanya menjadi lebih dahsyat terutama lantaran kami mengetahui bahwa kami bersanggama sambil ditonton Darsih secara sembunyi-sembunyi. Mungkin ia mengintip sambil onani, saya tidak perduli.

“Mhh.. terus.. aah.. ” Vie merintih terengah-engah. Seiring gerakan keluar masuk penisku di vaginanya semakin intens, Vie menggeliat.

Aku lepaskan tanganku dari payudaranya, membiarkan kedua daging menggairahkan itu bergelantung bergoyang-goyang mengikuti sodokan penisku. Tanganku berganti menggosok-gosok vaginanya yang berlepotan cairan nafsunya. sesekali kugesek klitorisnya sehingga Vie menjerit keenakan. Tiba-tiba tubuh Vie menyentak dan vaginanya terasa menyempit menciptakan penisku menyerupai diperas oleh dinding kenikmatannya. Lalu Vie melepaskan orgasmenya disertai erangan panjang dan kemudian ia terkulai. Benar kata Pak Daru, Vie orgasme cepat sekali. Aku terus menyodok vaginanya mengabaikan tubuhnya yang lemas. Tak usang Vie berdiri kembali nafsunya dan mulai merintih-rintih.

“Saldy sayaang.. aku.. ingin kamu.. entotin saya dengan kasaar..” Vie meracau menciptakan saya tercengang.
“Nanti kau kesakitan..” jawabku cepat disela kenikmatan.
“Biaar.. masa bodoh.. saya sukaa.. aa.. ahh”
“As you wish.. Istriku yang cantiik..”

Aku keluarkan sebagian besar penisku dari vaginanya, kemudian dengan satu hentakan cepat dan kasar saya sodok ke dalam. Penisku terasa ngilu dan nikmat.

“Eaahh..” Vie menjerit keras.
“Aah..iya..ah.. begiituu..”

Aku lakukan gerakan tadi berulang diiringi jeritan-jeritan Vie. Berisik sekali.. mungkin tetangga mengira saya sedang menyiksa Vie. Entah apa yang ada di pikiran Darsih yang sedang mengintip.

“Teruuss.. sayaang.. remas susuku ini.. dengan kuat.. akh! Aku.. ingin merasakan.. tenagamu.. uuhh..”

Aku meraih susunya yang semenjak tadi hanya berayun-ayun, kemudian sesuai keinginannya saya remas dengan besar lengan berkuasa sambil terus menyodok vaginanya dengan kasar. Lagi-lagi Vie menjerit keras. Aku yakin ia kesakitan tapi bercampur nikmat.

“Lebih kuaatt.. lebih besar lengan berkuasa dari itu..” Vie setengah berteriak.
“Jangan ngaco.. sayang..”
“Ngga apa ap.. aa.. aah..!”

Vie kembali orgasme. Sudah kepalang tanggung, saya ingin mencapai puncak secepatnya. Kukocok dengan cepat vagina Vie hingga pinggangku pegal. Vie mendesah lemah.

“Keluarin.. yang banyak di dalam..” katanya pelan.
“Aku.. sedang subur.. biar jadi anak..”

Tak usang saya mencicipi denyutan di penisku yang menerangkan saya sudah mendekati puncak. Dan balasannya penisku menyemprotkan sperma yang sangat banyak dan berkali-kali ke dalam rahim Vie. Kami berdua jatuh berlutut di lantai sementara penisku masih bersarang di vaginanya.

“Anget..” Vie menggumam.
“Apanya?” tanyaku terengah-engah.
“Sperma kamu, di rahimku..”
“Emang biasanya hambar ya?”
“Yang kini lebih..”

Aku mengusap rambutnya, dan memeluknya dengan sayang. Sementara itu Darsih sudah menghilang. Puas sudah ia melihat “Live show” kami. Setelah itu kami berdua membersihkan tubuh kami, terutama Vie yang tubuhnya penuh minyak. Tetapi sesudah selesai mandi Vie kembali ganas dan “Memperkosa” aku. Gila! Aku benar-benar KO malam itu.. kalah telak!
Previous
Next Post »
0 Komentar