CERITA SEX - GILA !! Agus Membolehkan Aku Ngentot Rina Istrinya # Kurasa tidak perlu saya ceritakan ihwal nama dan asalku, serta tempat dan alamatku sekarang. Usiaku kini sudah mendekati empat puluh tahun, bila dipikir-pikir seharusnya saya sudah punya anak, alasannya ialah saya sudah menikah hampir lima belas tahun lamanya. Walaupun saya tidak begitu ganteng, saya cukup beruntung alasannya ialah menerima isteri yang menurutku sangat cantik. Bahkan sanggup dikatakan ia yang tercantik di lingkunganku, yang biasanya menjadikan kecemburuan para tetanggaku.
Rini. Selebihnya saya tidak tahu latar belakang mereka. Boleh dibilang kami ibarat saudara saja alasannya ialah hampir setiap hari kami ngobrol, yang terkadang di teras rumahnya atau sebaliknya.
Sumber : Internet, Pornografi
Pada suatu malam, saya ibarat biasanya berkunjung ke rumahnya, sehabis ngobrol panjang lebar, Agus menawariku nonton VCD blue yang katanya gres dipinjamnya dari temannya. Aku pun tidak menolak alasannya ialah selain belum jauh malam kegiatan lainnya pun tidak ada. Seperti biasanya, film blue tentu ceritanya itu-itu saja. Yang membuatku kaget, tiba-tiba isteri Agus ikut nonton bersama kami.
Waduh, gimana ini Gus..? Nggak lezat nih..!
Nggak apa-apalah Mas, toh itu tontonan kok, nggak sanggup dipegang. Kalau Mas nggak keberatan, Mbak Res diajak sekalian. katanya menyebut isteriku.
Aku tersinggung juga waktu itu. Tapi sehabis kupikir-pikir, apa salahnya? Akhirnya saya pamit sebentar untuk memanggil isteriku yang tinggal sendirian di rumah.
Gila kamu..! Apa enaknya nonton gituan kok sama tetangga..? kata isteriku ketika kuajak.
Akhirnya saya aib juga sama isteriku, kuputuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah Agus. Mendingan eksklusif tidur saja supaya besok cepat bangun. Paginya saya tidak bertemu Agus, alasannya ialah sudah lebih dahulu berangkat. Di teras rumahnya saya hanya melihat isterinya sedang minum teh. Ketika saya lewat, ia menanyaiku ihwal yang tadi malam. Aku bilang Resty tidak mau kuajak sehingga saya eksklusif saja tidur.
Mataku jelalatan menatapinya. Busyet.., dasternya hampir transparan menampakkan lekuk tubuhnya yang semenjak dulu menggodaku. Tapi ah.., mereka kan tetanggaku. Tapi dasar memang pikiranku sudah tidak beres, kutunda keberangkatanku ke kantor, saya kembali ke rumah menemui isteriku. Seperti biasanya bila sudah begini saya eksklusif menarik isteriku ke tempat tidur. Mungkin alasannya ialah sudah biasa Resty tidak banyak protes. Yang luar biasa ialah pagi ini saya benar-benar gila. Aku bergulat dengan isteriku ibarat kesetanan. Kemaluan Resty kujilati hingga tuntas, bahkan kusedot hingga isteriku menjerit. Edan, kok saya hingga segila ini ya, padahal hari masih pagi.Tapi hal itu tidak terpikirkan olehku lagi.
Isteriku hingga terengah-engah menikmati apa yang kulakukan terhadapnya. Resty eksklusif memegang kemaluanku dan mengulumnya, entah kenikmatan apa yang kurasakan dikala itu. Sungguh, tidak sanggup kuceritakan.
Mas.., kini Mas..! pinta isteriku memelas.
Akhirnya saya mendekatkan kemaluanku ke lubang kemaluan Resty. Dan tempat tidur kami pun ikut bergoyang.
Setelah kami berdua sama-sama tergolek, tiba-tiba isteriku bertanya, Kok Mas tiba-tiba nafsu banget sih..?
Aku membisu saja alasannya ialah aib menyampaikan bahwa sebetulnya Rini lah yang menaikkan tensiku pagi ini.
Sorenya Agus tiba ke rumahku, Sepertinya Mas punya kelainan sepertiku ya..? tanyanya sehabis kami berbasa-basi.
Maksudmu apa Gus..? tanyaku heran.
Isteriku tadi cerita, katanya tadi pagi ia melihat Mas dan Mbak Resty bergulat sehabis ngobrol dengannya.
Loh, saya heran, dari mana Rini nampak kami melakukannya? Oh iya, gres kusadari ternyata jendela kamar kami saling berhadapan.
Agus eksklusif menambahkan, Nggak usah aib Mas, saya juga maniak Mas. katanya tanpa malu-malu.
Begini saja Mas, tanpa harus memahami perasaanku, Agus eksklusif melanjutkan, Aku punya ide, gimana bila nanti malam kita bikin acara..?
Acara apa Gus..? tanyaku penasaran.
Nanti malam kita bikin pesta di rumahmu, gimana..?
Pesta apaan..? Gila kamu.
Pokoknya damai aja Mas, kau cuman nyediain makan dan musiknya aja Mas, nanti minumannya saya yang nyediain. Kita berempat aja, sekedar refresing ajalah Mas, kan Mas belum pernah mencobanya..?
Malamnya, menjelang pukul 20.00, Agus bersama isterinya sudah ada di rumahku. Sambil makan dan minum, kami ngobrol ihwal masa muda kami. Ternyata ada persamaan di antara kami, yaitu menyukai dan cenderung maniak pada sex. Diiringi musik yang disetel oleh isteriku, ada perasaan yang agak gila kurasakan. Aku tidak sanggup menjelaskan perasaan apa ini, mungkin imbas minuman yang dibawakan Agus dari rumahnya.
Tiba-tiba saja nafsuku bangkit, saya mendekati isteriku dan menariknya ke pangkuanku. Musik yang tidak begitu kencang terasa ibarat menyelimuti pendengaranku. Kulihat Agus juga menarik isterinya dan menciumi bibirnya. Aku semakin terangsang, Resty juga semakin bergairah. Aku belum pernah mencicipi perasaan ibarat ini. Tidak berapa usang Resty sudah telanjang bulat, entah kapan saya menelanjanginya. Sesaat saya merasa bersalah, kenapa saya melaksanakan hal ini di depan orang lain, tetapi kemudian hal itu tidak terpikirkan olehku lagi. Seolah-olah nafsuku sudah menggelegak mengalahkan pikiran normalku.
Kuperhatikan Agus perlahan-lahan mendudukkan Rini di meja yang ada di depan kami, mengangkat rok yang dikenakan isterinya, kemudian membukanya dengan cara mengangkatnya ke atas. Aku semakin tidak karuan memikirkan kenapa hal ini sanggup terjadi di dalam rumahku. Tetapi itu hanya sepintas, berikutnya saya sudah menikmati permainan itu. Rini juga tinggal hanya mengenakan BH dan celana dalamnya saja, dan masih duduk di atas meja dengan lutut tertekuk dan terbuka menantang.
Perlahan-lahan Agus membuka BH Rini, tampak dua bukit putih mulus menantang menyembul sehabis penutupnya terbuka.Kemudian kudekati Rini yang kini tinggal hanya mengenakan celana dalam. Dengan tubuh yang sedikit gemetar alasannya ialah memang ini pengalaman pertamaku melakukannya dengan orang lain, kuraba pahanya yang putih mulus dengan lembut. Sementara Agus kulihat semakin beringas menciumi sekujur tubuh Resty yang biasanya akulah yang melakukannya.
Kegilaan apa lagi ini..? batinku.Seolah-olah Agus mengerti, alasannya ialah selalu saya perhatikan memperlihatkan bergantian denganku. Kulihat isteriku yang masih terbaring di sofa dengan verbal terbuka menantang dengan nafas tersengal menahan nafsu yang menggelora, seperti tidak keberatan bila posisiku digantikan oleh Agus.
Perlahan-lahan jari-jemariku mendekati kawasan kemaluan Rini. Kuelus bab itu, walau masih tertutup celana dalam, tetapi aroma khas kemaluan perempuan sudah terasa, dan bab tersebut sudah mulai basah. Perlahan-lahan kulepas celana dalamnya dengan hati-hati sambil merebahkan badannya di atas meja. Nampak bulu-bulu yang belum begitu panjang menghiasi bab yang berada di antara kedua paha Rini ini.
Peluklah saya Mas, tolonglah Mas..! erang Rini seolah sudah siap untuk melakukannya.
Tetapi saya tidak melakukannya. Aku ingin menyampaikan kenikmatan yang betul-betul kenikmatan kepadanya malam ini. Kutatapi seluruh bab tubuh Rini yang memang betul-betul sempurna. Biasanya saya hanya sanggup melihatnya dari kejauhan, itu pun dengan terhalang pakaian. Berbeda kini bukan hanya melihat, tapi sanggup menikmati. Sungguh, ini suatu yang tidak pernah terduga olehku. Seperti ingin melahapnya saja.
Kemudian kujilati seluruhnya tanpa sisa, sementara tangan kiriku meraba kemaluannya yang ditumbuhi bulu hitam halus yang tidak begitu tebal. Bagian ini terasa sangat lembut sekali, verbal kemaluannya sudah mulai basah. Perlahan kumasukkan jari telunjukku ke dalam.
Sshh.., akh..! Rini menggelinjang nikmat.
Kuteruskan melakukannya, kini lebih dalam dan memakai dua jari, Rini mendesis.
Kini mulutku menuju dua bukit menonjol di dada Rini, kuhisap bab putingnya, tubuh Rini bergetar panas. Tiba-tiba tangannya meraih kemaluanku, menggenggam dengan kedua telapaknya seolah takut lepas. Posisi Rini kini berbaring miring, sementara saya berlutut, sehingga kemaluanku tepat ke mulutnya. Perlahan ia mulai menjilati kemaluanku. Gantian badanku kini yang bergetar hebat.
Rini memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Ya ampun, hampir saya tidak sanggup menikmatinya. Luar biasa enaknya, sungguh..! Belum pernah kurasakan ibarat ini. Sementara di atas Sofa Agus dan isteriku ibarat membentuk angka 69. Resty ada di bawah sambil mengulum kemaluan Agus, sementara Agus menjilati kemaluan Resty. Napas kami berempat saling berkejaran, seperti melaksanakan perjalanan panjang yang melelahkan. Bunyi Music yang entah sudah beberapa lagu seolah menambah semangat kami.
Kini tiga jari kumasukkan ke dalam kemaluan Rini, ia melenguh andal hingga kemaluanku terlepas dari mulutnya. Gantian saya kini yang menciumi kemaluannya. Kepalaku ibarat terjepit di antara kedua belah pahanya yang mulus. Kujulurkan lidahku sepanjang-panjangnya dan kumasukkan ke dalam kemaluannya sambil kupermainkan di dalamnya. Aroma dan rasanya semakin memuncakkan nafsuku. Sekarang Rini terengah-engah dan kemudian menjerit tertahan meminta supaya saya segera memasukkan kemaluanku ke lubangnya.
Selamat membaca, biar terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web Video Hot, Video Sex, Video Seks, Video Mesum, Video 17, Video Porno, Video Bugil, Video Ngentot, Video Bokep, Video Dewasa, Video ABG, Film Bokep, Film Porno, Film Dewasa, Cerita Sex , Cerita 17 Tahun, Cerita Bokep, Cerita Dewasa, Cerita Hot, Cerita Hot, Cerita Kenikmatan, Cerita Ngentot, Cerita Porno, Cerita Artis, Cerita Tante, Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Sex Dewasa, Tante Girang, Cerita Seks Tante, Ngentot Memek, Cersex, Cerita Ngentot, Cerita Janda, Cerita ABG, Cerita 17, Cerita Mesum
0 Komentar