Nikmatnya Ngentot Istri Yang Lagi Hamil

Nikmatnya Ngentot Istri yang Lagi Hamil - Cerita Ini berjudul nikmatnya ngentot istri yang lagi hamil, memang kebiasaan seorang istri yang lagi hamil cendrung permainan seks semakin meningkat di tambah nafsu sang suami juga sedang menggebu - gebu ,to the poin aja !!! berikut dongeng asyikk !!!!
 Cerita Ini berjudul nikmatnya ngentot istri yang lagi hamil Nikmatnya Ngentot Istri yang Lagi Hamil

Bagaimana rasanya ML dengan perempuan hamil? Nah berikut yakni sebuah cerita ngentot isteri yang sedang hamil. Kisah seks antara sepasang suami isteri yang hipersex yang mana selalu rutin melaksanakan hubungan seks setiap harinya. Selengkapnya, berikut yakni ceritanya!
Mentari pagi menembus tirai jendela kamarku, saya pun terbangun, saya melihat ke arah kiri, istriku masih tertidur pulas, biasanya ia paling rajin lari pagi di pantai, belakang rumahku, mungkin lantaran ia capek lantaran gres pulang dari luar negeri untuk bertemu dengan kakaknya.
Saya termasuk hypersex, dalam sehari minimal HARUS sekali melaksanakan sex, jikalau istriku lagi berhalangan, terpaksa saya gigit jari, tetapi kemarin saya tidak menerima “jatah” dikarenakan istriku pulang sudah malam, dan kita hanya sanggup berbincang sebentar kemudian ia tidur.
Saya membuka selimutnya, kemudian saya dekati tubuhnya dengan mukaku, perlahan-lahan saya mencium aroma tubuhnya yang sangat membangkitkan gairahku. Saya sangat menyukai sekali aroma tubuhnya sewaktu tidur, lantaran aromanya natural bukan buatan, itulah salah satunya kenapa saya sangat mencintainya, tidak ada 1 nilai minuspun yang ada padanya, wajah, tubuh, aroma, hati, sifat, semuanya PERFECT, maka ia merupakan anugrah yang terindah yang kumiliki, tidak ada 1 pun yang sanggup menggantikannya, mungkin saya lebih mencintainya dari pada menyayangi diri sendiri, saya lebih rela kehilangan semua harta dari pada kehilangannya, maka dari itu banyak sifat-sifat buruk saya dahulu, saya buang.
Dahulu saya sering gonta-ganti wanita, sering melaksanakan party sex bersama teman-teman, sering booking para model, beberapa artis, perex luar (Cina/Taiwan/dll), mahasiswi, dll. Tetapi semua itu saya tinggalkan demi dia, banyak sobat yang meninggalkan/tidak pernah menghubungi saya lagi, tetapi saya tidak peduli, saya pikir, saya tidak hidup dari mereka, malah mereka yang banyak “mengambil” uang dari saya untuk “menyewa” para perempuan tsb,. mungkin sudah puluhan milyar saya habiskan untuk itu semua.
Memang saya masih suka selingkuh, tapi itu saya lakukan jikalau ia sedang berhalangan atau sedang pergi ke luar negeri sendiri, ibarat ahad lalu. Sayapun melaksanakan itu tidak ingin hingga ia tahu, makanya saya tidak pernah menawarkan no telp/handphone, jikalau saya butuh, saya yang call. Dan tidak ada seorang karyawan saya (pembantu, satpam, bodyguard) yang berani membuka diam-diam ini, jikalau ada yang berani, saya jamin orang tsb akan segera bertemu dengan “pembuatnya”.
Saking mencintainya, jikalau istriku ingin shopping dan saya sedang sibuk, maka saya utus 3 bodyguard untuk menemaninya.
Saya pernah berpesan kepada semua bodyguard, tidak ada yang boleh mengganggu istriku, jikalau hingga sehelai rambutnya rontok lantaran ulah seseorang, maka orang tsb harus mendapatkan “hadiah” yang berharga. Pernah ada kejadian dimuat di hampir semua surat kabar Jakarta, kejadiannya di depan Keris Gallery Menteng, istri saya ditodong, dan tanpa ampun orang tsb dikasih hadiah di keningnya berupa “timah”. Mereka melaksanakan itu semua lantaran perintah dari saya, alasannya yakni saya pernah berkata: “jika sampah di rumah tidak segera dibuang, maka rumah tsb akan terdapat kuman dan kuman yang menciptakan penghuninya tidak sehat, negarapun seharusnya demikian, jikalau ada “sampah masyarakat” harus segera dimusnahkan semoga negara ini sehat”. Dan motto itu selalu saya jalankan, dan saya perintahkan ke semua bodyguard untuk menjalankan, belum ada 1 orang pun yang pernah menodong/merampok saya sekeluarga masuk ke sel, tetapi selalu masuk ke tanah. Untuk apa orang ibarat itu masuk ke sel, keluar akan meresahkan masyarakat kembali, jikalau ia masuk ke tanah, masyarakat akan ikut tenang.
Setelah puas mencium aroma tubuhnya, perlahan-lahan saya membuka pakaian tidurnya, ia selalu tidak pernah menggunakan pakaian dalam. Saya membuka pahanya perlan-pelan dan memperhatikan vaginanya, sangat elok sekali, berwarna merah muda. Gairahku berdiri kembali, pribadi saya menciumi perlahan-lahan Mulutku dengan cepat melekat ketat pada kedua bibir kemaluannya dan lidahku menyapu serta menjilat gundukan daging kecil pada belahan atas lubang kemaluannya. Segera terasa badannya bergetar dengan ahli dan kedua tangannya mencengkeram kepadaku, ternyata istriku telah terbangun dari tidurnya. Dia menekan ke bawah disertai kedua pahanya yang menegang dengan kuat.
Keluhan panjang keluar dari mulutnya”Oohh.., oohh.., oohh..!”
Saya merubah posisi 69, batang kemaluanku dipegang olehnya, kemudian saya mencicipi ujung lidahnya mulai bermain-main di seputar kepala penisku, suatu perasaan nikmat tiba-tiba menjalar dari bawah terus naik ke seluruh badanku, sehingga dengan tidak terasa keluar erangan kenikmatan dari mulutku. Kami terus bercumbu, saling hisap-mengisap, jilat-menjilat seolah-olah berlomba-lomba ingin menawarkan kepuasan pada satu sama lain. Setelah 8 menitan bertempur, istriku mulai mengejang dan berteriak.
“Aahh.. aahh..” jeritannya disertai dengan merapatnya kedua paha, serta dicakar-cakarnya buah pantatku.
Satu setengah menit ia menjepit kepalaku, hingga alhasil ia terkulai, sementara saya terus dengan aksiku menjilati setiap tetes air yang mengalir dari lubuk vaginanya.
“Enough.. honey.. auuow..” rintihnya.
Dia menjatuhkan diri dan telentang pasrah sambil menarik nafas panjang, pandangan matanya menerawang ke langit-langit kamar.
“Sudah tidak yach, lantaran ditinggal 1 minggu”, katanya.
“Iya nich, 1 ahad gue cuma sanggup gigit jari, kini lu harus bayar semua” balasku.
“He he he..” istriku tersenyum manis.
Beberapa ketika kemudian saya menyuruhnya untuk menungging. Dalam keadaan menungging begitu ia kelihatan lebih aduhai!
Bongkahan pantatnya yang putih dan mulus itu yang bikin saya tidak tahan. Kupegang penisku dan pribadi kuarahkan ke vaginanya, kemudian pribadi kukayuh perlahan-lahan, sesudah sekian usang Kuraih badannya yang kelihatan sudah mulai mengendur. Kupeluk dari belakang, kutaruh tanganku di bawah payudaranya, dengan agak bergairah kuurut payudaranya dari bawah ke atas dan kuremas dengan keras.
“Eengghh.. oohh.. ohh.. aahh”, tidak usang sesudah itu bendunganku jebol, kutusuk keras banget, dan spermaku menyemprot lima kali di dalam.
Setelah istirahat sejenak, kami kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Lalu kembali ke ranjang. Sambil tiduran kami ngobrol dan becanda, hingga saya terangsang kembali. Kemudian sambil telentang saya menarik ia ke atasku, sehingga kini ia tidur tertelungkup di atasku. Badannya dengan pelan kudorong agak ke bawah dan kedua pahanya kupentangkan. Kedua lututku dan pantatku agak kunaikkan ke atas, sehingga dengan terasa penisku yang panjang dan masih sangat tegang itu pribadi terjepit di antara kedua bibir kemaluannya. Dengan suatu tekanan oleh tanganku pada pantatnya dan sentakan ke atas pantatku, maka penisku pribadi menerobos masuk ke dalam lubang kemaluannya. Amblas semua batangku.
“Aahh..!” terdengar keluhan panjang kenikmatan keluar dari mulutnya.
Saya segera menggoyang pinggulku dengan cepat lantaran kelihatan bahwa ia sudah mau klimaks. Saya tambah semangat juga ikut mengimbangi dengan menggoyang pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku. Kulihat wajahnya yang cantik, matanya setengah terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai, sedang kedua buah dadanya yang sexy itu bergoyang-goyang di atasku.
Ketika kulihat pada cermin besar di lemari, kelihatan pinggulnya yang sedang berayun-ayun di atasku. Batang penisku sebentar terlihat sebentar hilang ketika ia bergerak naik turun di atasku. Hal ini membuatku jadi makin terangsang. Tiba-tiba sesuatu mendesak dari dalam penisku mencari jalan keluar, hal ini mengakibatkan suatu perasaan nikmat pada seluruh badanku. Kemudian air maniku tanpa sanggup ditahan menyemprot dengan keras ke dalam lubang vaginanya, yang pada ketika bersamaan pula terasa berdenyut-denyut dengan kencangnya disertai badannya yang berada di atasku bergetar dengan ahli dan terlonjak-lonjak. Kedua tangannya mendekap badanku dengan keras. Pada ketika bersamaan kami berdua mengalami orgasme dengan dasyat. Akhirnya ia tertelungkup di atas badanku dengan lemas sambil dari mulutnya terlihat senyuman puas.
“Thanks yach, lu sudah menawarkan breakfast yang nikmat sekali..!” katanya
Saya membalasnya dengan memberi ciuman di keningnya.
“Honey.. i wanna to tell you something” lanjutnya.
“What honey?” jawabku
“You must be promise 1st”
“Promise for what?”
“Promise don’t mad with me”
“I can’t mad to you honey” jawabku sambil mencium keningnya lagi.
“OK.. I’m pregnant” katanya pelan.
“WHAT.. are you serious?”
“Yes.. honey”
Mungkin lantaran terlalu senang, ibarat orang kesurupan, saya pribadi memeluknya dengan erat, dan menciuminya bertubi-tubi.
Kami berpelukan dan berciuman disertai kedua tangan kami yang saling mengelus-elus dan memijit-mijit satu sama lain, sehingga dengan cepat nafsu kami terbangkit kembali. Lidah kami saling berpilin dan menyedot, yummy sekali rasanya. Kupencet-pencet puting susunya sambil terus berciuman. Sekarang mulutku berpindah ke leher jenjangnya, kujilat lehernya dan tanganku makin ganas di dadanya. Istriku membalik tubuhnya dan berada di atasku, kemudian ia mengambil posisi 69, tanpa basa kedaluwarsa dijilatinya barangku mulai dari buah pelir ke kepalanya, kemudian dimasukkan ke mulutnya. Saya pribadi menjilati klitorisnya yang sudah berair itu dan dibalasnya dengan sedotan-sedotannya yang nikmat, ia membiarkan batang kemaluanku dalam mulutnya dan dimain-mainkan dengan lidahnya sambil dihisap, sementara saya mengigit pelan bibir kemaluannya.
Setelah 10 menit, lantaran saya tidak mau cepat-cepat orgasme kusuruh ia berhenti. Kali ini ia tidur telentang, saya menindihnya dan kumasukkan batang kemaluan ke dalam liang kewanitaannya. saya mulai memompanya. Kugerakkan pantatku naik turun dan ia pun mengikuti gerakan tubuhku. Dia mulai ribut merintih sambil mengigiti jarinya, menggeleng-gelengkan kepalanya, dan kakinya sudah melingkari pinggangku, sesekali ia juga mencium bibirku.
“Ohh.. mooree..!”
Makin usang makin kupercepat gerakanku, kami semakin liar di ranjang, kalau ranjangnya murahan bisa-bisa ambruk lantaran guncangan sekuat ini. 30 menit kami berada dalam posisi ini, tubuh kami sudah mandi keringat. Akhirnya kurasakan ia mulai mengejang, kedua kakinya semakin kencang menjepit pinggangku, tangannya memelukku erat-erat bahkan kurasakan kukunya mulai menggores punggungku, tapi tak kuhiraukan.
Akhirnya cairan hangat kurasakan membasahi batang kemaluanku disertai lolongan panjangnya. Tapi saya masih belum orgasme, kuteruskan menggenjotnya hingga 5 menit kemudian giliranku yang menyemburkan maniku di dalam liang kewanitaannya. Tubuhku mulai melemas, kami saling cium sambil berguling-guling hingga alhasil berbaring dengan nafas terengah-engah.
“I’m very glad you pregnant!” kataku terbata-bata lantaran nafasku masih tidak sanggup teratur.
“I love you” balasnya sambil menyeka keringat di dahiku.
Mendadak ia menciumku turun ke leher, dada, perut, alhasil batang kemaluanku. Dikulumnya batang kemaluanku yang masih berlumur sperma dan cairan liang kewanitaannya itu dengan rakus. Batang kemaluanku yang tadinya mulai loyo kembali menegang di mulutnya. Saya mengubah posisiku bersandar di ujung ranjang sehingga saya sanggup memijat-mijat payudaranya yang berukuran sexsy itu.
Setelah membersihkan batang kemaluanku, ia duduk di pangkuanku dengan posisi berlutut. Sambil kuelus-elus pantatnya ia perlahan-lahan menurunkan badannya hingga batang kemaluanku tertanam di liang senggamanya. Tanpa kuperintah, ia pribadi menggerakkan tubuhnya turun naik ibarat naik kuda. Payudaranya yang sempurna di depan wajahku ikut bergoyang-goyang naik turun seirama gerakan badannya. Kuhisap payudara kirinya sementara yang kanan kupijat-pijat dengan lembut sesekali kuputar & kutarik puting merah muda yang sudah keras itu.
Sebelum titik puncak kedua kalinya kusuruh ia berganti posisi. Kali ini ia menungging di depanku, ingin main belakang rupanya sekarang. Kumasukkan batang kemaluanku dan tanganku meremas-remas payudaranya yang menggantung itu. Genjotanku membuatnya mengerang-erang nikmat sambil terus memacu tubuhnya mengimbangi gerakanku. Butir-butir keringatnya berjatuhan di ranjang.
Setelah 15 menit bermain doggy style, kita orgasme bareng, spermaku menyemprot 2X ke dalam rahimnya.
Setelah kami istirahat 1 jam, kami pergi ke restaurant untuk merayakan kehamilan yang pertama ini. Ternyata istriku ke luar negeri tidak hanya untuk menjenguk kakaknya, tetapi juga untuk menyidik kehamilannya.
Saya mohon doa kepada semua pembaca untuk keselamatan istri dan anakku yang masih di kandungannya.
Previous
Next Post »
0 Komentar