Cerita Seks Terbaru - Vita Mahasiswi Kampus Yang Digilir 2 Pria # Sore itu saya gres pulang dari rumah temanku. Karena perjalanan pulang melewati kampusku, maka sekalian saya menyempatkan diri untuk mampir ke sana dengan tujuan melihat nilai UTS-ku dan mencatat jadwal SP (Semester Pendek). Kumasuki halaman kampus dan kuparkirkan sepeda motor Honda Vario ku. Saat itu waktu telah menawarkan jam 17.35, di daerah parkir pun hanya terlihat 3-4 kendaraan.
Sekarang Vita sudah mulai berhenti meronta sehingga tangan Pak Atmo sudah mulai melepaskan pegangannya dan perlahan-lahan mulai turun ke payudara kanan Vita kemudian meremas-remasnya dengan gemas. Entah mengapa dari tadi saya hanya membisu saja tanpa berbuat apa-apa selain terdiam menonton adegan panas itu, sangat kontras nampaknya Vita yang berparas anggun itu sedang digerayangi oleh Pak Atmo yang bau tanah dan bopengan itu, menyerupai beauty and the beast saja, dalam hati berkata, "Dasar bandot tua, sudah ganggu program orang masih minta bab pula."
Ciuman Pak Atmo pada bibir Vita sekarang mulai merambat turun ke lehernya, dijilatinya leher jenjang Vita kemudian beliau mulai menciumi payudara Vita sambil tangannya mengobok-obok liang vagina Vita. Diperlakukan menyerupai itu Vita sudah tidak sanggup apa-apa lagi, hanya pasrah sambil mendesah-desah, "Pak.. aakhh.. jangan.. eemmhh.. sudah Pak!" Setelah puas "menyusu" Pak Atmo mulai menjelajahi badan bab bawah Vita dengan jilatan dan ciumannya. Setelah mengambil posisi berjongkok Pak Atmo mengaitkan kaki kanan Vita di bahunya dan mengarahkan mulutnya untuk mencium kemaluan yang sudah berair itu sambil sesekali menusukan jarinya. Sementara Pak Atmo mengerjai bab bawah, saya melumat bibirnya dan meremas buah dadanya yang semok itu, putingnya yang sudah tegang itu kupencet dan kupuntir.
Masih tampak terang warna kemerahan bekas gigitan dan sisa-sisa ludah pada payudara kirinya yang tadi menjadi bulan-bulanan Pak Atmo. Tak usang kemudian kurasakan beliau mencengkram lenganku dengan keras dan nafasnya makin memburu, ciumannya pun makin dalam. Rupanya beliau mencapai orgasme alasannya yaitu oral seks-nya Pak Atmo dan kulihat Pak Atmo juga sedang asyik menghisap cairan yang keluar dari liang senggamanya sehingga menciptakan badan Vita menegang beberapa ketika dan dari mulutnya terdengar erangan-erangan yang terhambat oleh ciumanku. Sekarang saya menciptakan posisi Vita menungging di matras yang kugelar di lantai. Kesetubuhi beliau dari belakang, sambil meremas-remas pantat dan payudaranya.
Pak Atmo melepaskan pakaiannya hingga bugil, kemudian beliau berlutut di depan wajah Vita. Tanpa diperintah Vita segera meraih penis yang besar dan hitam itu, mula-mula dijilatinya benda itu, dikulumnya buah pelir itu sejenak kemudian dimasukkannya benda itu ke mulutnya. Pak Atmo mendengus dan merem melek kenikmatan oleh kuluman Vita, beliau menjejali penis itu hingga masuk seluruhnya ke lisan Vita.
Vita pun agak kewalahan diserang dari 2 arah menyerupai ini. Beberapa ketika kemudian Pak Atmo mengeluarkan geraman panjang, beliau menahan kepala Vita yang ingin mengeluarkan penisnya dari mulutnya, sementara saya makin mempercepat goyanganku dari belakang. Tubuh Vita mulai bergetar jago alasannya yaitu sodokan-sodokanku dan juga alasannya yaitu Pak Atmo yang sudah titik puncak menahan kepalanya dan menyeburkan spermanya di dalam lisan Vita, sangat banyak sperma Pak Atmo yang tercurah hingga cairan putih itu meluap keluar membasahi bibirnya, jeritan titik puncak Vita tersumbat oleh penis Pak Atmo yang cukup besar sehingga dari mulutnya hanya terdengar, "Emmpphh.. mm.. hmmpphh.." tangannya menggapai-gapai, dan matanya terbeliak-beliak nikmat.
Kemudian Pak Atmo melepas penisnya dari lisan Vita, kemudian beliau berbaring telentang dan menyuruh Vita memasukkan penis yang bangun kokoh itu ke dalam vaginanya. Sesuai perintah Pak Atmo, beliau menduduki dan memasukkan penis Pak Atmo, ekspresi kesakitan nampak pada wajahnya alasannya yaitu penis Pak Atmo yang besar tidak gampang memasuki liang vaginanya yang masih sempit, Pak Atmo meremas-remas payudara Vita yang sedang bergoyang di atas penisnya itu. Aku kemudian memintanya untuk membersihkan barangku yang sudah belepotan sperma dan cairan kemaluannya, ketika penisku sedang dijilati dan dikulum olehnya, kutarik ikat rambutnya hingga rambutnya tergerai bebas. "Wah anggun banget si Mbak ini, mana memeknya masih sempit lagi, benar-benar beruntung saya malam ini," kata Pak Atmo memuji Vita. "Dasar muka nanas, kalo beliau pacar gua udah gua hajar lo dari tadi!" gerutuku dalam hati.
Setelah penisku dibersihkan Vita, kuatur posisinya tengkurap di atas Pak Atmo, dan kumasukkan penisku ke duburnya, sungguh sempit liang anusnya itu hingga beliau menjerit histeris ketika saya berhasil menancapkan penisku di sana. Kami bertiga kemudian mengatur gerakan biar sanggup harmonis antara penis Pak Atmo di vaginanya dan penisku di anusnya. Aku menghujam-hujamkan penisku dengan ganas sambil meremas-remas payudara dan pantatnya juga sesekali kujilati lehernya. Sementara Pak Atmo juga aktif memainkan payudara yang hanya beberapa sentimeter dari wajahnya itu. Tak usang kemudian Vita menjerit keras, "Akkhh..!" tubuhnya menegang dan tersentak-sentak kemudian terkulai lemah menelungkup, begitu tubuhnya rebah eksklusif disambut Pak Atmo dengan kuluman di bibirnya. Aku dan Pak Atmo melepas penis kami dan bangun di depan Vita secara bergantian beliau mengulum dan mengocok penis kami hingga sperma kami muncrat membasahi wajahnya.
Selamat membaca, semoga terhibur dengan Cerita Sex di atas. Jangan lupa bookmark web Video Hot, Video Sex, Video Seks, Video Mesum, Video 17, Video Porno, Video Bugil, Video Ngentot, Video Bokep, Video Dewasa, Video ABG, Film Bokep, Film Porno, Film Dewasa, Cerita Sex , Cerita 17 Tahun, Cerita Bokep, Cerita Dewasa, Cerita Hot, Cerita Hot, Cerita Kenikmatan, Cerita Ngentot, Cerita Porno, Cerita Artis, Cerita Tante, Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Sex Dewasa, Tante Girang, Cerita Seks Tante, Ngentot Memek, Cersex, Cerita Ngentot, Cerita Janda, Cerita ABG, Cerita 17, Cerita Mesum
0 Komentar