Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Cerita Mesum Dengan Tetangga Body Montok".
Kejadian ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, Ketika saya gres beberapa bulan pindah ke sebuah perumahan yang masih sepi dari penghuni.
Jika malam itu yaitu malam sial bagiku, mungkin benar pasalnya siangnya Tasya istriku berangkat ke Semarang dijemput mas Tono kakak lelakinya, untuk menghadiri ijab kabul sepupu mereka, sedangkan saya memang ga ikut alasannya ga mungkin meninggalkan peran kantor yang memang sedang tinggi loadnya di selesai tahun ini
Yang pertama malam ini saya bakal kesepian di rumah, yang kedua gres tadi pagi menstruasi Tasya istriku berhenti, seharusnya malam ini saya dapat jatah setelah selama hampir seminggu kejantananku ga ketemu musuh
Makanya sepulang kantor saya mampir ke Glodok tempat yang memang sehari-hari saya lewati kubeli beberapa filem bokep pikirku lumayan untuk menghabiskan week end ini .
Menjelang memasuki gerbang perumahan yang masih sepi dari penghuni ini, hampir saya mengumpat keras, ketika ingat kalao DVD playerku masih berada di tukang service yang seharusnya sudah bisa diambil beberapa hari yang lalu dan sekarang, gila aja kalau saya harus putar balik menembus kemacetan Jakarta hanya untuk mengambil benda itu .
Aaaah saya ingat mas Budhi satu-satunya tetangga terdekatku yang rumahnya bersebelahan dengan rumahku, saya bisa pinjam dia kembali saya bernafas lega.
Sehabis mandi, segera saya bertandang ke rumah sebelah, saya sempat heran, ga biasanya masih jam 20.30 ruang tamunya sudah gelap, padahal kendaraan beroda empat Avanza hitam miliknya ada di rumah, berarti mas Budhi ada dirumah simpulku sederhana
“ Mas Budhii maaas ” panggilku dari luar pagar, sesekali kuketok-ketokkan gembok ke pagar besi, sehingga terdengar bunyi besi beradu nyaring Agak lama kulihat lampu ruang tamu menyala, tapi pintu tidak segera dibuka, kulihat tirai sedikit tersingkap dan ada yang mengintip dari dalam, tumben pake diintip segala . Biasanya mas budhi eksklusif buka pintu.
“ Eeeiii Bimooo sorry ya ayo masuk pagar ga dikunci kan..?” seru bunyi wanita yang sangat saya kenal, mbak Diana istri mas Budhi keluar dari pintu dengan pakaian tidurnya dilapisi sweater
“ Lho mas Budhi mana mbak sudah tidur..? waduu jadi ngganggu neeh..?” kataku agak kikuk ketika saya sudah duduk di ruang tamu itu mas Budhi ga muncul..
“ Mas Budhi sedang peran ke Medan Bim eh mau minum apa neeh..?” mbak Diana wanita berwajah cantik ini menunjukkan minum yang membuatku semakin jengah untuk duduk berlama-lama disitu,
Pasalnya mba Diana dengan pakaian tidur yang tipis memperlihatkan bayangan celana G-String putihnya saya yakin potongan atas kalau tak tertutup sweater akan membayang BH nya atau mungkin ga pake yang saya tahu ibu ini buah dadanya sangat montok
Sebenarnya antara saya dan mbak Diana sudah erat sekali, bahkan kalo bercanda adakala agak seronok tapi itu justru kalau ada di depan mas Budhi atau ada Tasya istriku.. ketika berdua begini saya jadi kaya mati angin sementara mba Diana masih bersikap wajar
“ Waah.. ga usah repot-repot mbak saya hanya mau pinjem DVD player aja kalo bisa ” kataku dengan agak sungkan
“ Ada kok Bim bentar saya lepasin kabel-kabelnya yah sendirian di rumah mau nonton film jorok ya..?” Tebak mbak Diana yang tengah berlutut di lantai mencabuti kabel DVD player yang berada dibawah kolong membelakangiku sehingga pantatnya yang semok itu ngepress di baju tidurnya yang tipis dengan celana G-String, terlihat pantat semok itu bagaikan tanpa celana mau ga mau kejantananku yang sudah seminggu ga ketemu musuhnya merespon positif mulai menggeliat bangun.
“ Waaah eeehhh anuu buat nonton video pengantin temen yang gres diedit” jawabku sempat gagap
“ Alllaaaaaa ga usah ngelesslaaah iya juga gapapa udah gede ini haa..haaa..” potong mbak Diana sambil meletakkan benda elektronik tipis ini di meja dengan posisi aga menunduk ini mataku menangkap dua gundukan semok putih mulus tanpa lapisan dari sela-sela sweaternya di dalam daster yang memang berleher rendah dan mbak Diana seolah ga merasa akan hal itu
“ Haaa haaa mbak Diana nuduh neeh nonton bokep sendirian ga seru kalo ditemenin mbak Diana gres seruuu ” jawabku mulai terbawa gaya sembarangannya mbak Diana
“ Heeee..??? bener ya Bim..? seumur-umur saya belom pernah nonton bokep soalnya mas Budhi ga pernah ngasih kau ada kan filemnya..?” cerocos mbak Diana tanpa bisa kujawab dan sebelum saya bisa jawab
“ Ya udah sana kau duluan saya ngunciin pintu sama matiin lampu dulu .” Tanpa menunggu jawabanku ibu muda ini sudah menghilang ke belakang
Dengan gontai saya melangkah pulang sambil nenteng DVD player milik mba Diana pikiranku jadi kacau, alasannya mba Diana kepengen ikut nonton bokep sama aku Sampai dirumah sambil masangin kabel-kabel ke monitor saya galau sendiri saya bakal mati gaya.
Nonton bokep berduaan dengan istri orang Lain semasa bujangan dulu, kalo nonton bokep justru cari pendamping yang bisa dijadikan pelampiasan Lulu anak Fakultas Psikologi, pendampingku setia nonton bokep ujung-ujungnya kami saling melampiaskan walaupun hanya sampe oral sex
Lulu ga mau saya setubuhi, katanya waktu itu beliau masih perawan Trus beberapa lagi Titiek, Anita, Mimi kalo mereka bertiga memang sudah dapat predikat ayam kampus. Bahkan pernah saya dikeroyok mereka bertiga semaleman
“ Heeeiii saya datang ! ko malah ngelamun Bim ?” Suara mba Diana membuyarkan lamunanku. Mba Diana datang dengan membawa tentengan berupa beberapa minuman kaleng dan makanan kecil..
“ Busyeeet bekelnya banyak bener ? Mau sampe pagi ?” seruku untuk menetralisir kebingunganku Waddduuu saya pikir mba Diana tadi berganti baju yang lebih pantas, ternyata masih menggunakan baju tidur yang sama ini namanya sial atau keberuntungan siiih..???
“ Heh..? siapa tau sampe pagi ? Bim aslinya sebelum kau datang tadi saya di dalam rumah sendirian, tuh takut tau ga siih..? sepi bangeeet makanya saya bawa banyak bekel, ntar kita ngobrol aja sampe pagi setuju..?” celoteh mba Diana panjang lebar bener-bener ga berubah sikapnya, ada atau ga ada suaminya
“ Sekarang mau nonton yang mana dulu..? silakan nyonya Diana menentukan pilihan ” kataku sambil menyodorkan segepok piringan DVD lengkap dengan sampulnya
Pilihan mba Diana rupanya tepat, pilihan filmnya masih yang XX jadi sewaktu nonton kami masih bisa sambil santai bercanda mengkomentari potongan demi adegan, walaupun 2 jam kemudian setelah film pertama selesai saya lihat wajah mba Diana agak memerah dan sesekali merapatkan sweaternya seakan-akan menyembunyikan dadanya yang semok .
“ Mmm apa sih yang dikuatirkan mas Budhi dengan saya nonton Bokep, kalo beginian sih ga begitu ngaruh saya rasa Bim ?” kata mba Diana sedikit arogan.. sambil milih-milih lagi film yang akan ditonton berikutnya
“ Yang bener aja deeeh Nyonya Diana..?? kalo nontonnya sama suami orang..?” Jawabku menggodanya.. entah kenapa saya bisa menemukan panggilan Nyonya Diana untuknya yang selama ini ga pernah muncul..
“ Haa haaa suami Tasya sih anak kemaren sore mana berani macem-macem..?” sahutnya setengah menantang dengan bibir manisnya dicibirkan padaku
Memang usia mba Diana lebih renta 2-3 tahun dari aku, makanya sering ledekannya kepadaku selalu menyangkut umur dan apalagi memang wajahku kata orang yaitu baby face, innocent seandainya orang tau kelakuanku di jaman kuliah dulu pernah kencan ranjang dengan dosen manajemen pernah pacarin anaknya sekaligus nidurin mamanya ibu kospun pernah saya embat mungkin akan lain kesannya padaku dan kebetulan Tasya istriku saya dapatkan ketika saya sudah di Jakarta dan sama sekali tak tahu masa laluku yang brengsek
“ Biim iihh asyik banget tuh mereka yak..?” Gumam mba Diana yang memang dasar mulutnya ga bisa diem melihat potongan pose 69 kayanya heran banget
“ Emang kau belum pernah mba..?” sahutku polos
“ Eeeh enggak no comment.. sssst diem aja ya sekarang..” kudengar mba Diana menjawab gagap dan suaranya agak bergetar . Benar saja suasana jadi hening, apalagi volume film memang kecil supaya ga kedengaran dari luar .
Tapi kini yang saya dengar yaitu bunyi nafas mba Diana yang tidak teratur, seakan-akan terengah-engah sedangkan saya juga sudah terhanyut dengan potongan syuuur yang terpampang di monitor dan film kali ini yaitu XXX celana pendekku yang gombrong
Di potongan selangkanganku sudah menggembung jawaban batang kemaluanku sudah menegang kencang, makanya kutumpangkan alas dingklik semoga ga terlihat oleh mba Diana awalnya saya ga begitu memperhatikan mba Diana,
Karena saya sangat terbawa oleh potongan dan wajah-wajah seksi di film itu tapi beberapa kali kudengar mba Diana menghela nafas panjangnya dan beberapa kali merubah posisi duduknya, seolah gelisah mulailah saya memperhatikan tingkah wanita yang menahan gejolak birahi .
Kulihat sering nyonya muda ini meregangkan jari-jari tangannya . dan kulihat wajah yang cantik berkulit putih ini makin memerah, menyerupai layaknya orang habis minum arak Satu setengah jam berlalu sesekali kulirik mba Diana yang duduk di sebelahku persis kegelisahannya kulihat semakin hebat dan hilang sudah komentar-komentar konyolnya menyerupai pada film pertama
Pada suatu ketika menjelang film ini selesai mata kami bertemu pandang kulihat sorot mata yang abnormal dari mba Diana sementara kurasa matakupun sudah abnormal juga dimata mba Diana..
“ Biiiiiimmmm .” Kudengar suaranya mendesah memanggil namaku
“ Ya mbaa ” jawabku tak kalah lirih, dalam pandanganku ketika itu yang dihadapanku bukanlah Diana sebagai wanita yang sudah kukenal baik tetapi Diana sebagai wanita yang sangat menggairahkan sedang menggelar libidonya entah siapa yang memulai tahu-tahu tangan kami sudah saling menggenggam kuremas lembut jari-jari halus mba Diana.
Mba Diana menundukkan wajahnya ketika wajahku mendekat, kusibakkan rambut panjangnya yang jatuh menutup sebagian wajahnya kembali beliau mengangkat wajahnya dan wajah kami hampir tak berjarak
Hembusan nafasnya terasa hangat dihidungku.. matanya menatapku penuh makna Entah keberanian dari mana yang mendorongku mengulum bibir mengagumkan yang setengah terbuka milik mba Diana aah reaksi positif kudapatkan kulumanku dibalasnya, sejenak bibir kami berpagutan mesra, sampe jadinya beliau melepaskan pagutan bibirnya dengan nafas terengah-engah.
“ Aaah Biimo jangan jangan diteruskan ancaman ” katanya setengah berbisik sambil berusaha melepaskan rengkuhanku tak akan kulepaskan nyonya cantik ini kepalang tanggung..pikirku.
“ Kenapa mba..? apanya yang berbahaya..?” sahutku sekenanya sambil mendaratkan kecupan bibirku di lehernya yang jenjang sejenak beliau meronta-ronta kecil berusaha menghindari kenakalan bibirku pada leher mulusnya,
Sementara tanganku tengah meremasi kemontokan buah dada yang ternyata memang tak mengenakan bra beberapa kali tangan halusnya menepiskan tanganku dari dadanya tapi segera tanganku kembali ke tempat semula, hingga sesaat kemudian perlawanannya berhenti dengan sendiriny
Berubah dengan desah nafas memburu dan geliatan tubuhnya serangankupun kukendorkan.. kecupan bibirku kuperlembut demikian juga remasan tanganku menjelma elusan lembut pada kulit payudaranya dan gelitikan mesra pada puting susunya yang sudah mengeras
“ Bimo ssss saya ngga tahaaan..” bisiknya pendek, dekat sekali bunyi itu di telingaku ooowww daun telingaku dikulumnya dijilatinya
“ Ikuti aja mba nikmati aja..” bisikku mesra sambil menarik tali daster yang tersimpul di pundaknya, sehingga memperlihatkan kesempurnaan bukit semok di dadanya.. begitu mulus dengan puting mungil mengeras berwarna merah kecoklatan kudaratkan jilatan ujung lidahku pada benda itu, tubuh mba Diana menggeliat sambil mendesah panjang
“ Ssssssshhh aaahh Biimm..ooo.. aku.. takuut mmmmmhh” Tak kupedulikan lagi kalimat-kalimat mba Diana, alasannya nafsukupun sudah di ubun-ubun apalagi menghadapi kenyataan ternyata tubuh ibu muda ini memang tak layak untuk dilewatkan sesentipun desah-desah resah berhamburan dari lisan mba Diana, geliatan tubuhnya sudah menunjukkan kepasrahannya kepada birahinya sendiri tangannya mulai melingkar di leherku, betapa rambutku digerumasinya, betapa kuatnya jari lentik mba Diana mencengkeram kulit punggungku, manakala puting susunya kukulum dalam waktu yang lama .
“ Duuuh ampuuunn ..” desahnya lirih, perutnya yang rata berkulit putih dihiasi lubang pusar berbentuk bagus ini menggeliat erotis, manakala bibirku mengecupinya Tubuh atas mba Diana sudah kutelanjangi, entah kemana daster dan sweaternya jatuh ketika kulempar tadi. Tubuhnya setengah rebah dengan kepala berada di sandaran tangan sofa
Sementara kulihat tangannya meremasi payudaranya sendiri , Mba Diana mengerang panjang dengan menggoyang-goyangkan kepalanya yang mendongak ketika lubang pusarnya kukorek-korek mesra dengan lidahku tubuhnya menggeliat erotis sekali, rupanya disitu yaitu salah satu tempat sensitifnya
“ Owww Biimmoo jangaaan saya ga mauu ” bisiknya sambil tangannya menahan daguku ketika kukecupi gundukan kemaluannya dari balik celana G Stringnya yang sudah tampak bercak basah
“ Kenapa mbak..?” tanyaku lembut..
“ Ssssshh saya belum.. pernah maluuu..” jawab mba Diana, sambil berusaha menarik tubuhku ke atas Busyeet jadi diapain aja tubuh mengagumkan ini sama mas Budhi..? Selanjutnya tanpa permisi celana G String itu kusingkap ke samping .
Fuuuiii..! sebuah gundukan kecil yang dibelah tengah dengan rambut kemaluan ga begitu lebat sebuah bentuk luar kemaluan wanita yang masih orisinil mengagumkan sekali belahan yang lembap kulihat berdenyut-denyut tak ayal lagi lidahku terjulur menyapu cairan yang membasahi belahan mengagumkan itu .
“Aaaaahhh Biiiimmoooo kau bandeeelll ” Erang mba Diana dengan tubuh semakin jago menggeliat sepasang kaki panjangnya semakin terkangkang lebar kaki sebelah kiri terjuntai ke lantai yang beralaskan karpet tebal dan kaki sebelah kanannya ditumpangkan di atas sandaran sofa setelah G Stringnya kutanggalkan.
Rambutku habis diacak-acak tangannya yang gemas yang kadang mencengkeram erat kulit pundakku hal ini membuat saya semakin kesetanan ditambah aroma vaginanya yang segar bibirku menciumi bibir vaginanya selayaknya mencium bibir mulutnya dan lidahku menyelip-nyelip memasuki liang yang lembap itu hingga sedalam-dalamnya . sesekali kukulum clitoris mungil yang sudah mengeras
“ Biiimmmmooo . ampuuuunn nikmaaaaat bangeeettt ” mba Diana merintih-rintih dengan bunyi menyerupai orang mau menangis pinggulnya bergerak-gerak merespon ulah pengecap dan bibirku di selangkangannya
“ Ooowwh Biiimmm sudaaaaahhhh saya ga tahaaaaan ” Suara mba Diana semakin memilukan Tiba-tiba tubuh mba Diana bangun dan mendorong lembut tubuhku yang tengah bersimpuh di karpet tebal kuikuti saja sehingga tubuhku telentang di karpet sedangkan tubuh mba Diana mengikuti arah rebah tubuhku sehingga tubuhku kini ditindihnya .
Payudaranya yang semok dan kenyal itu kini menempel ketat di dadaku wajah kami begitu dekat dan wajah wanita yang tengah diamuk birahi memang akan semakin terlihat memikat, menyerupai wajah mba Diana ini kulihat semakin mempesonaku
“ Bimooo ayo masukin yaaah..?” Desisnya dengan bibir indahnya kulihat gemetar
Alis mengagumkan di wajah cantik mba Diana mengerinyit dan matanya yang agak sipit semakin menyipit sayu
“ Ouught pelaaan Biiimm ssssss nyeriii ” keluhnya sambil memepererat pelukannya kurasakan liang sanggama ibu muda ini sempit sekali ketika palkonku berusaha menerobosnya
Tapi ibu muda ini sangat bersemangat untuk menuntaskan gairah binalnya walaupun dengan ekspresi yang nampak kesulitan dan kesakitan . diiringi geal-geol pinggulnya jadinya amblaslah seluruh batang kemaluanku tertanam di liang sanggamanya yang sempit..
“ Sssshhh gilaaa gede banget punya kamu hhh hhh tunggu Biimm..” Tubuh sintal mba Diana ambruk ke tubuhku ketika penetrasi itu berhasil kudiamkan sejenak tubuh sintal itu membisu tak bergerak di atas tubuhku dengan nafas memburu tak beraturan besutan-besutan kecil kurasakan ketika mba Diana mulai menggerakkan pinggulnya dan gerakan itu semakin keras dan besutan-besutan itu semakin nikmat kurasakan . saya ga bisa menahan diri lagi untuk mengcounternya saya mulai mengayun batang kemaluanku..
“ Biimmooo oooohhh sssshhhh” hanya itu desah-desah kalimat pendek yang sering terucap dari lisan mba Diana yang dengan gemulai menarikan pinggulnya diiringi erangan dan rintihan kami yang sangat ekspresif sesekali bibir kami berpagutan liar remasan gemas tanganku pada payudara semok yang terayun-ayun itu seakan tak mau lepas
“ Biimm Biimmoooo ssssshh saya hampiiirrr ookkkhhh..” gerakan tubuh mba Diana semakin tak beraturan dan rasanya akupun ga perlu menahan bobolnya tanggul spermaku untuk lebih lama
“ Tunggu mba..” desisku pendek.. dan bagaikan dikomandoin tubuh kami bisa serentak meregang dan saya terpaksa mengayunkan batang kemaluanku sehebat-hebatnya un tuk menghasilkan kenikmatanku secara maksimal
“ Aaaaarrgh.. Biiiimmooo aammmpuuuunn ” Tubuh mbak Diana menggelepar jago di atas tubuhku betapa kejam kuku jarinya mencengkeram dadaku sebagai pelampiasan meledaknya puncak birahi betinanya .
Hening . sesaat setelah terjadinya ledakan hebat kulihat jarum jam didnding menunjukkan angka 11.30 tubuhku tetap rebah telentang sedangkan tubuh mba Diana tergolek disamping membelakangiku Ketika deru nafas memburu kami mulai mereda dan ketika keringat birahi kami mulai mengering .
Kupeluk tubuh sintal mba Diana dari belakang, tapi dengan lembut tanganku diangkat dan dipindahkan ke tubuhku sendiri dan tubuh mbak Diana beringsut menjauhiku kudekati lagi tubuh itu dan kudaratkan kecupan di punggung berkulit mulus itu kudengar isak tangisnya .
“ kenapa mba..?” tanyaku lembut lama ga ada jawaban, isak tangis mba Diana makin keras kubelai lembut pundaknya.. tapi tanganku ditepisnya
“ Bimo saya sedih dengan kejadian ini saya malu sama kamu.. dan saya merasa sudah melukai hati Tasya dan mas Budhi ” terdengar bunyi mba Diana serak
“ Malu kepadaku..? untuk apa malu ? justru saya merasa lebih dekat dan bahagia sama kau mbak.. walaupun bergotong-royong ga seharusnya dengan jalan menyerupai ini selama kita bisa memposisikan problem ini pada porsinya, kurasa mas Budhi ataupun Tasya ga akan merasa kita sakiti..” jawabku panjang lebar.
“ Aku takut mereka tahu apa yang telah kita lakukan..” sahut mba Diana dengan bunyi yang semakin tenang
“ Mereka ga akan tahu selama kita ga memberitahu dan kondisi kita ketika ini yaitu seorang lelaki dan wanita yang punya cita-cita yang harus terpenuhi ketika ini juga kita tidak bisa menghindari mbak..” sahutku lagi, sambil kutumpangkan tanganku dipinggul bulatnya mba Diana tak bereaksi walaupun masih mempunggungiku
“Lebih tepatnya harus terpenuhi malam ini bukan hanya sesaat ” sahut mba Diana sambil membalikkan badannya, sehingga kembali payudara montoknya menempel di dadaku matanya menatapku tajam penuh tantangan.. dan kini wajah sembab sehabis menangis ini tersenyum manis sekali
“ sepanjang malam ini mba..?” tanyaku menegaskan, sambil kulingkarkan lenganku ke pinggangnya yang raping
“ Yah bukankah malam masih panjang Bim ?” bisiknya manja.. wajahnya ditengadahkan ke wajahku.
Kupagut bibir bagus itu dan disambut dengan sangat berangasan . Gairah liar birahi betina mba Diana meletup dahsyat, saya benar-benar tak menyangka ibu muda yang santai dan polos bisa berubah sedemikian agresip Batang kemaluanku rupanya benar-benar membikin ibu muda ini gemas setengah mati tak hentinya tangan berjari lentik ini mengocok dan meremas-remasnya..
“ Bimo saya pengen “ini” kamu..” bisiknya manja sambil meremas lebih keras ketika mengucap kata “ini”
“ Emang bisa..?” sahutku menggoda wooww.. perutku digigit kecil mba Diana dengan gemas
“ Boleeeh enggaaa..?” rajuknya
“ Iyaaaa habisiiin deeeh..” jawabku sambil kuremas pantat bulatnya Awalnya kurasakan mba Diana masih coba-coba dengan tabah saya memberi arahan, alasannya beberapa kali palkonku terkena giginya lumayan sakiit
Selanjutnya, tubuhku dibuat melintir dan menggeliat mencicipi permainan pengecap dan lembutnya bibir mba Diana membasuk batang kemaluanku adakala dengan nekadnya batang kemaluanku ditanamnya dalam-dalam hingga ujung kerongkongannya hingga mba Diana tersedak..
“ Eeeii.. jangan diabisin mbaa..” kataku lembut melihat mba Diana tersedak..
“ Abis gemeees saya Bim punya kau panjaaang bangeeet, gede lagi ” bisiknya manja, memberi alasan
Akhirnya kami membuat posisi 69, mba Diana menindihku dengan posisi mengangkangi wajahku Kami sepakat dengan posisi ini hingga mencapai orgasme kembali erangan dan rintihan kami bersahutan.
Gerak tubuh kami sudah tak berirama, detik-detik selesai mba Dianapun kurasakan beberapa kali kaki panjangnya meregang dan besotan mekinya di bibirku makin liar aksi pengecap dan bibirnya pada batang kemaluankupun makin liar, membuatku semakin mendekati titik kulminasi
“ Eeeeeehhhkkk Biiiimmmm niiiikkkkmaaaattnyaaa ” rengek mba Diana panjang, tubuhnya menggeliat hebat kedua kakinya meregang.. besotan meki ke mulutkupun makin hebat lidahku kujulurkan jauh kedalam liang becek yang kurasakan mengedut-ngedut
“ Oooowww.. mbak akuu.. hampiiirr ” Desahku selang tak lama setelah palkonku kembali dihajar pengecap dan lisan mba Diana busyeeet, bukannya melepaskan kuluman bibirnya di palkonku, mba Diana malah memperhebat aksi lisan dan lidahnya ditambah kocokan tangannya pada batang kemaluanku
Apa dayaku tak ampun lagi diiringi eranganku, tubuhku mengejang keras mengantarkan semprotan spermaku bertubi-tubi di dalam lisan mba Diana yang makin lengket menyerupai lintah menempel di tubuhku tak luput kantong pelerku diremas-remas lembut, seakan spermaku ingin diperas habis setelah dirasa tetes terakhir buru-buru mba Diana bangun dari tubuhku dan menyambar botol aqua yang tadi dibawa dari rumah dan diteguknya hingga tandas
“ Iiih rasanya aneh banyak banget, kentel lagi kenyang deh saya Bim tapi enaak kok, asin ada gurihnya..” komentar mba Diana dengan pengalaman barunya Kembali kami berbaring di karpet tebal mencicipi lemasnya tubuh
Setelah mengguyur tubuh dengan shower di kamar mandi kembali kami rebahan santai di karpet tebal di depan televisi, ketika itulah mba Diana menceritakan diam-diam kehidupan ranjangnya dengan mas Budhi, yang monotone, mas Budhi terlalu polos dan lurus dalam soal sex.. sedikit-sedikit takut dosa.
Dalam hal kepuasan sex sebenernya mba Diana tidak merasa kekurangan, alasannya selain mas Budhi memang punya stamina tubuh yang bagus dengan hidup sehatnya, di sisi lain memang mba Diana yaitu type wanita yang gampang tersulut gairah seksualnya dan dengan cepat mencapai puncak orgasme
“ Pernah hari Minggu pagi saya liat mas Budhi sedang nyuci kendaraan beroda empat dengan kaos yang basah, sehingga nempel dibadannya yang atletis seeerrrr langsung.. lembap juga deh CD ku dan eksklusif kutarik mas budhi kekamar dan saya telanjangi .
haa.. haaa.. dapet dua kali ” tutur mba Diana sambil menyuapi saya dengan anggur yang dibawanya tadi Kembali kami nonton bokep yang belum kami tonton belum seperempat jam Asia Carrera beraksi
“ Biiiimmm nggaaa tahaaan neeh keburu pagi ” Desah mba Diana manja dengan nafas yang sudah ngos-ngosan apalagi dengan membengkaknya batang kemaluanku yang dari tadi ga lepas dari genggamannya.
“ Mba Diana pingin diapain..?” bisikku sambil kudaratkan kecupan di lehernya
“ Pingin kaya di film itu ” jawabnya manja tanpa disuruh mba Diana menelungkupkan tubuhnya di sofa dengan kaki berlutut di karpet agak mengangkang kuminta pantatnya ditunggingkan sehingga gundukan bukit kemaluannya mengarah keluar mba Diana kembali mengerang gemas ketika palkonku mulai merentangkan otot liang sanggamanya ketika pantat semok itu mulai menggeol gemulai dan ketika batang kemaluanku mulai memompa mulailah kuda jantan dan kuda betina ini berpacu birahi
Aku menunjukan mba Diana memang wanita yang cepat mencapai orgasme dan cepat kembali berkobar birahinya dan mba Diana menghendaki berganti posisi setelah beliau mencapai orgasme saking seringnya beliau mencapai orgasme hampir-hampir kami kehabisan posisi dan di setiap posisi mba Diana mengaku bisa mencapai orgasme dengan kenikmatan yang maksimal Ketika pada orgasme mba Diana yang kelima, saya juga mencicipi orgasmeku hampir sampai mba Diana menyadari itu
“ Biimm tumpahkan dimulutku sayaaang saya suka peju kentel kau ” rengeknya disela-sela nafas kuda betinanya dan dengan bernafsu sekali mba Diana menyambut semburan demi semburan sperma kentalku dengan lisan terbuka lebar dan pengecap yang menggapai-gapai
Tubuh mba Diana kembali rebah telentang di karpet setelah menenggak setengah botol aqua rambutnya yang panjang tampak kusut dan lembap oleh keringatnya, tubuhnya yang berkulit putih juga tampak berkilat lembap oleh keringat terlihat sinar matanya yang kecapekan dan wajah agak memucat
Ketika saya keluar dari kamar mandi setelah kembali mengguyur tubuhku dengan shower, kulihat mba Diana tertidur pulas dengan bibir tersenyum kulihat jam menunjukkan jam 03.45 kurebahkan tubuhku disisinya kubelai lembut rambutnya yang masih lembap oleh keringat birahi kukecup keningnya yang sedikit nonong kuamati tubuh telanjang ibu muda ini.
Sebuah struktur yang sempurna wajahnya berbentuk oval, bibir berbentuk bagus, hidung mancung berbentuk ramping, mata agak sipit tapi memanjang dengan kelopak besar bulu mata yang lentik dan panjang alisnya menyerupai di gambar postur tubuhnyapun proporsional antara tinggi dan beratnya sekitar 165 – 170 cm buah dadanya yang semok kutaksir cup branya B .
Memang masih kenyal menggemaskan dengan puting susu kolam perawan, mencuat mungil ke depan, berwarna merah kecoklatan
Perutnya yang rata dengan lubang pusar berbentuk indah pinggang ramping menyambung dengan pinggul yang padat ditopang sepasang kaki yang panjang berbentuk atletis . Rupanya saya tak dapat menahan kantukku
Aku membuka mata kulihat mbak Diana bersimpuh di sebelah tubuhku, dengan pakaian sudah lengkap membalut tubuhnya, rupanya beliau yang membangunkanku kulihat jam dinding menunjukkan pukul 05.15
“Biim, saya pulang dulu yaa..?” kata mbak Diana, wajahnya sudah segar, rupanya sempat mencuci mukanya sebelum membangunkanku
“ Eeeh buru-buru sih..? kan masih pagi “ jawabku sambil menarik pinggangnya
“ Bimo kau gila liat tuh udah terperinci ” protesnya ketika tubuhnya menindih tubuhku jawaban tarikan tanganku dan saya memang gha peduli alasannya menyerupai biasa kalo pagi hari, batang kemaluanku pasti ikut menggeliat bangun ketika saya bangun . kembali kugumuli tubuh mengagumkan yang kini sudah berdaster lengkap dengan sweaternya .
“ Aaaahhh Bimmooo ga mauuk bauuuk ga enak..” protesnya manja tapi tidak menolak bahkan
kudengar desisan panjang ketika batang kemaluanku kembali menggelosor memasuki tubuhnya
“ Biiimmo asli saya ga bisa menolak yang begini iniii ooohhkk ” desisnya gemas mencicipi pompaan batang kemaluanku ke liang sanggamanya yang sempit
“ Ayyuu Biiimmm keburu mbak Suti dateng ” bisik mbak Diana di deket telingaku, setelah orgasmenya yang kedua, mbak Suti yaitu tukang basuh yang tiap pagi datang ke rumahnya .
“Owwkk.. Biiimmm giiilllaa kamuuu saya berasaa lagiii ” rengek mbak Diana lirih.. kurasakan tubuhnya mulai menegang
“ Mmmhh tuungguuu mbaakk..” Kupergencar pompaanku tubuh mbak Diana makin berpengaruh menegang.. memperkuat pelukan dan cengkeramannya di tubuhku
“ Oooowww nggaaaaa tahaaaan Biiiimmm !” teriakan keras mba Diana menghantarkan geleparan tubuhnya yang tak terkontrol hal ini ternyata mendorong dengan cepat semburatnya spermaku kembali memenuhi liang sanggama mba Diana .
Kembali kami terkapar di atas karpet kali ini mbak Diana ngga lagi telanjang hanya dasternya aja tersingkap hingga ke perut Setelah nafsnya kembali teratur mbak Diana beringsut bangun sambil memungut celana G Stringnya dimasukkan ke kantong dasternya
“ Udah ya Bim makasih banget untuk malam panjang ini saya ga akan melupakan malam mengagumkan sama kau ini, tapi saya berharap cukup sekali ini saja jangan hingga kita ulang ya Biim akad ya..?” kata mbak Diana sendu akupun mengangguk saja, ngga ada kalimat yang bisa terucap dari mulutku Kuantar mbak Diana hingga pintu ruang tamu, alasannya saya masih telanjang bulat
Nggak hingga setengah menit mba Diana menutup pintu rumahnya, kulihat dari balik beling jendela mba Suti tukang basuh itu datang
Memang kejadian itu ga terulang lagi hingga ketika ini dan relasi keluarga kami tetap menyerupai sediakala hingga jadinya mba Diana dan Tasya istriku melahirkan anak dengan waktu hampir bersamaan, tapi kejadian semalam itu rupanya benar-benar menjadi ikon yang hidup di hati saya dan mbak Diana beberapa kali kami melaksanakan phone sex setiap kali mbak Diana curhat ihwal kehidupan seksnya yang tetap monotone hanya sebatas itu
Sekali saya pesankan kepada anda para pembaca bahwa kisah ini yaitu sebuah kisah untuk anda yang sudah dewasa, dan kalau ada kesamaan nama serta tempat kejasia itu hanyalah kebetulan saja sekian dan terima kasih.
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
3
Kejadian ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, Ketika saya gres beberapa bulan pindah ke sebuah perumahan yang masih sepi dari penghuni.
Yang pertama malam ini saya bakal kesepian di rumah, yang kedua gres tadi pagi menstruasi Tasya istriku berhenti, seharusnya malam ini saya dapat jatah setelah selama hampir seminggu kejantananku ga ketemu musuh
Makanya sepulang kantor saya mampir ke Glodok tempat yang memang sehari-hari saya lewati kubeli beberapa filem bokep pikirku lumayan untuk menghabiskan week end ini .
Menjelang memasuki gerbang perumahan yang masih sepi dari penghuni ini, hampir saya mengumpat keras, ketika ingat kalao DVD playerku masih berada di tukang service yang seharusnya sudah bisa diambil beberapa hari yang lalu dan sekarang, gila aja kalau saya harus putar balik menembus kemacetan Jakarta hanya untuk mengambil benda itu .
Aaaah saya ingat mas Budhi satu-satunya tetangga terdekatku yang rumahnya bersebelahan dengan rumahku, saya bisa pinjam dia kembali saya bernafas lega.
Sehabis mandi, segera saya bertandang ke rumah sebelah, saya sempat heran, ga biasanya masih jam 20.30 ruang tamunya sudah gelap, padahal kendaraan beroda empat Avanza hitam miliknya ada di rumah, berarti mas Budhi ada dirumah simpulku sederhana
“ Mas Budhii maaas ” panggilku dari luar pagar, sesekali kuketok-ketokkan gembok ke pagar besi, sehingga terdengar bunyi besi beradu nyaring Agak lama kulihat lampu ruang tamu menyala, tapi pintu tidak segera dibuka, kulihat tirai sedikit tersingkap dan ada yang mengintip dari dalam, tumben pake diintip segala . Biasanya mas budhi eksklusif buka pintu.
“ Eeeiii Bimooo sorry ya ayo masuk pagar ga dikunci kan..?” seru bunyi wanita yang sangat saya kenal, mbak Diana istri mas Budhi keluar dari pintu dengan pakaian tidurnya dilapisi sweater
“ Lho mas Budhi mana mbak sudah tidur..? waduu jadi ngganggu neeh..?” kataku agak kikuk ketika saya sudah duduk di ruang tamu itu mas Budhi ga muncul..
“ Mas Budhi sedang peran ke Medan Bim eh mau minum apa neeh..?” mbak Diana wanita berwajah cantik ini menunjukkan minum yang membuatku semakin jengah untuk duduk berlama-lama disitu,
Pasalnya mba Diana dengan pakaian tidur yang tipis memperlihatkan bayangan celana G-String putihnya saya yakin potongan atas kalau tak tertutup sweater akan membayang BH nya atau mungkin ga pake yang saya tahu ibu ini buah dadanya sangat montok
Sebenarnya antara saya dan mbak Diana sudah erat sekali, bahkan kalo bercanda adakala agak seronok tapi itu justru kalau ada di depan mas Budhi atau ada Tasya istriku.. ketika berdua begini saya jadi kaya mati angin sementara mba Diana masih bersikap wajar
“ Waah.. ga usah repot-repot mbak saya hanya mau pinjem DVD player aja kalo bisa ” kataku dengan agak sungkan
“ Ada kok Bim bentar saya lepasin kabel-kabelnya yah sendirian di rumah mau nonton film jorok ya..?” Tebak mbak Diana yang tengah berlutut di lantai mencabuti kabel DVD player yang berada dibawah kolong membelakangiku sehingga pantatnya yang semok itu ngepress di baju tidurnya yang tipis dengan celana G-String, terlihat pantat semok itu bagaikan tanpa celana mau ga mau kejantananku yang sudah seminggu ga ketemu musuhnya merespon positif mulai menggeliat bangun.
“ Waaah eeehhh anuu buat nonton video pengantin temen yang gres diedit” jawabku sempat gagap
“ Alllaaaaaa ga usah ngelesslaaah iya juga gapapa udah gede ini haa..haaa..” potong mbak Diana sambil meletakkan benda elektronik tipis ini di meja dengan posisi aga menunduk ini mataku menangkap dua gundukan semok putih mulus tanpa lapisan dari sela-sela sweaternya di dalam daster yang memang berleher rendah dan mbak Diana seolah ga merasa akan hal itu
“ Haaa haaa mbak Diana nuduh neeh nonton bokep sendirian ga seru kalo ditemenin mbak Diana gres seruuu ” jawabku mulai terbawa gaya sembarangannya mbak Diana
“ Heeee..??? bener ya Bim..? seumur-umur saya belom pernah nonton bokep soalnya mas Budhi ga pernah ngasih kau ada kan filemnya..?” cerocos mbak Diana tanpa bisa kujawab dan sebelum saya bisa jawab
“ Ya udah sana kau duluan saya ngunciin pintu sama matiin lampu dulu .” Tanpa menunggu jawabanku ibu muda ini sudah menghilang ke belakang
Dengan gontai saya melangkah pulang sambil nenteng DVD player milik mba Diana pikiranku jadi kacau, alasannya mba Diana kepengen ikut nonton bokep sama aku Sampai dirumah sambil masangin kabel-kabel ke monitor saya galau sendiri saya bakal mati gaya.
Nonton bokep berduaan dengan istri orang Lain semasa bujangan dulu, kalo nonton bokep justru cari pendamping yang bisa dijadikan pelampiasan Lulu anak Fakultas Psikologi, pendampingku setia nonton bokep ujung-ujungnya kami saling melampiaskan walaupun hanya sampe oral sex
Lulu ga mau saya setubuhi, katanya waktu itu beliau masih perawan Trus beberapa lagi Titiek, Anita, Mimi kalo mereka bertiga memang sudah dapat predikat ayam kampus. Bahkan pernah saya dikeroyok mereka bertiga semaleman
“ Heeeiii saya datang ! ko malah ngelamun Bim ?” Suara mba Diana membuyarkan lamunanku. Mba Diana datang dengan membawa tentengan berupa beberapa minuman kaleng dan makanan kecil..
“ Busyeeet bekelnya banyak bener ? Mau sampe pagi ?” seruku untuk menetralisir kebingunganku Waddduuu saya pikir mba Diana tadi berganti baju yang lebih pantas, ternyata masih menggunakan baju tidur yang sama ini namanya sial atau keberuntungan siiih..???
“ Heh..? siapa tau sampe pagi ? Bim aslinya sebelum kau datang tadi saya di dalam rumah sendirian, tuh takut tau ga siih..? sepi bangeeet makanya saya bawa banyak bekel, ntar kita ngobrol aja sampe pagi setuju..?” celoteh mba Diana panjang lebar bener-bener ga berubah sikapnya, ada atau ga ada suaminya
“ Sekarang mau nonton yang mana dulu..? silakan nyonya Diana menentukan pilihan ” kataku sambil menyodorkan segepok piringan DVD lengkap dengan sampulnya
Pilihan mba Diana rupanya tepat, pilihan filmnya masih yang XX jadi sewaktu nonton kami masih bisa sambil santai bercanda mengkomentari potongan demi adegan, walaupun 2 jam kemudian setelah film pertama selesai saya lihat wajah mba Diana agak memerah dan sesekali merapatkan sweaternya seakan-akan menyembunyikan dadanya yang semok .
“ Mmm apa sih yang dikuatirkan mas Budhi dengan saya nonton Bokep, kalo beginian sih ga begitu ngaruh saya rasa Bim ?” kata mba Diana sedikit arogan.. sambil milih-milih lagi film yang akan ditonton berikutnya
“ Yang bener aja deeeh Nyonya Diana..?? kalo nontonnya sama suami orang..?” Jawabku menggodanya.. entah kenapa saya bisa menemukan panggilan Nyonya Diana untuknya yang selama ini ga pernah muncul..
“ Haa haaa suami Tasya sih anak kemaren sore mana berani macem-macem..?” sahutnya setengah menantang dengan bibir manisnya dicibirkan padaku
Memang usia mba Diana lebih renta 2-3 tahun dari aku, makanya sering ledekannya kepadaku selalu menyangkut umur dan apalagi memang wajahku kata orang yaitu baby face, innocent seandainya orang tau kelakuanku di jaman kuliah dulu pernah kencan ranjang dengan dosen manajemen pernah pacarin anaknya sekaligus nidurin mamanya ibu kospun pernah saya embat mungkin akan lain kesannya padaku dan kebetulan Tasya istriku saya dapatkan ketika saya sudah di Jakarta dan sama sekali tak tahu masa laluku yang brengsek
“ Biim iihh asyik banget tuh mereka yak..?” Gumam mba Diana yang memang dasar mulutnya ga bisa diem melihat potongan pose 69 kayanya heran banget
“ Emang kau belum pernah mba..?” sahutku polos
“ Eeeh enggak no comment.. sssst diem aja ya sekarang..” kudengar mba Diana menjawab gagap dan suaranya agak bergetar . Benar saja suasana jadi hening, apalagi volume film memang kecil supaya ga kedengaran dari luar .
Tapi kini yang saya dengar yaitu bunyi nafas mba Diana yang tidak teratur, seakan-akan terengah-engah sedangkan saya juga sudah terhanyut dengan potongan syuuur yang terpampang di monitor dan film kali ini yaitu XXX celana pendekku yang gombrong
Di potongan selangkanganku sudah menggembung jawaban batang kemaluanku sudah menegang kencang, makanya kutumpangkan alas dingklik semoga ga terlihat oleh mba Diana awalnya saya ga begitu memperhatikan mba Diana,
Karena saya sangat terbawa oleh potongan dan wajah-wajah seksi di film itu tapi beberapa kali kudengar mba Diana menghela nafas panjangnya dan beberapa kali merubah posisi duduknya, seolah gelisah mulailah saya memperhatikan tingkah wanita yang menahan gejolak birahi .
Kulihat sering nyonya muda ini meregangkan jari-jari tangannya . dan kulihat wajah yang cantik berkulit putih ini makin memerah, menyerupai layaknya orang habis minum arak Satu setengah jam berlalu sesekali kulirik mba Diana yang duduk di sebelahku persis kegelisahannya kulihat semakin hebat dan hilang sudah komentar-komentar konyolnya menyerupai pada film pertama
Pada suatu ketika menjelang film ini selesai mata kami bertemu pandang kulihat sorot mata yang abnormal dari mba Diana sementara kurasa matakupun sudah abnormal juga dimata mba Diana..
“ Biiiiiimmmm .” Kudengar suaranya mendesah memanggil namaku
“ Ya mbaa ” jawabku tak kalah lirih, dalam pandanganku ketika itu yang dihadapanku bukanlah Diana sebagai wanita yang sudah kukenal baik tetapi Diana sebagai wanita yang sangat menggairahkan sedang menggelar libidonya entah siapa yang memulai tahu-tahu tangan kami sudah saling menggenggam kuremas lembut jari-jari halus mba Diana.
Mba Diana menundukkan wajahnya ketika wajahku mendekat, kusibakkan rambut panjangnya yang jatuh menutup sebagian wajahnya kembali beliau mengangkat wajahnya dan wajah kami hampir tak berjarak
Hembusan nafasnya terasa hangat dihidungku.. matanya menatapku penuh makna Entah keberanian dari mana yang mendorongku mengulum bibir mengagumkan yang setengah terbuka milik mba Diana aah reaksi positif kudapatkan kulumanku dibalasnya, sejenak bibir kami berpagutan mesra, sampe jadinya beliau melepaskan pagutan bibirnya dengan nafas terengah-engah.
“ Aaah Biimo jangan jangan diteruskan ancaman ” katanya setengah berbisik sambil berusaha melepaskan rengkuhanku tak akan kulepaskan nyonya cantik ini kepalang tanggung..pikirku.
“ Kenapa mba..? apanya yang berbahaya..?” sahutku sekenanya sambil mendaratkan kecupan bibirku di lehernya yang jenjang sejenak beliau meronta-ronta kecil berusaha menghindari kenakalan bibirku pada leher mulusnya,
Sementara tanganku tengah meremasi kemontokan buah dada yang ternyata memang tak mengenakan bra beberapa kali tangan halusnya menepiskan tanganku dari dadanya tapi segera tanganku kembali ke tempat semula, hingga sesaat kemudian perlawanannya berhenti dengan sendiriny
Berubah dengan desah nafas memburu dan geliatan tubuhnya serangankupun kukendorkan.. kecupan bibirku kuperlembut demikian juga remasan tanganku menjelma elusan lembut pada kulit payudaranya dan gelitikan mesra pada puting susunya yang sudah mengeras
“ Bimo ssss saya ngga tahaaan..” bisiknya pendek, dekat sekali bunyi itu di telingaku ooowww daun telingaku dikulumnya dijilatinya
“ Ikuti aja mba nikmati aja..” bisikku mesra sambil menarik tali daster yang tersimpul di pundaknya, sehingga memperlihatkan kesempurnaan bukit semok di dadanya.. begitu mulus dengan puting mungil mengeras berwarna merah kecoklatan kudaratkan jilatan ujung lidahku pada benda itu, tubuh mba Diana menggeliat sambil mendesah panjang
“ Ssssssshhh aaahh Biimm..ooo.. aku.. takuut mmmmmhh” Tak kupedulikan lagi kalimat-kalimat mba Diana, alasannya nafsukupun sudah di ubun-ubun apalagi menghadapi kenyataan ternyata tubuh ibu muda ini memang tak layak untuk dilewatkan sesentipun desah-desah resah berhamburan dari lisan mba Diana, geliatan tubuhnya sudah menunjukkan kepasrahannya kepada birahinya sendiri tangannya mulai melingkar di leherku, betapa rambutku digerumasinya, betapa kuatnya jari lentik mba Diana mencengkeram kulit punggungku, manakala puting susunya kukulum dalam waktu yang lama .
“ Duuuh ampuuunn ..” desahnya lirih, perutnya yang rata berkulit putih dihiasi lubang pusar berbentuk bagus ini menggeliat erotis, manakala bibirku mengecupinya Tubuh atas mba Diana sudah kutelanjangi, entah kemana daster dan sweaternya jatuh ketika kulempar tadi. Tubuhnya setengah rebah dengan kepala berada di sandaran tangan sofa
Sementara kulihat tangannya meremasi payudaranya sendiri , Mba Diana mengerang panjang dengan menggoyang-goyangkan kepalanya yang mendongak ketika lubang pusarnya kukorek-korek mesra dengan lidahku tubuhnya menggeliat erotis sekali, rupanya disitu yaitu salah satu tempat sensitifnya
“ Owww Biimmoo jangaaan saya ga mauu ” bisiknya sambil tangannya menahan daguku ketika kukecupi gundukan kemaluannya dari balik celana G Stringnya yang sudah tampak bercak basah
“ Kenapa mbak..?” tanyaku lembut..
“ Ssssshh saya belum.. pernah maluuu..” jawab mba Diana, sambil berusaha menarik tubuhku ke atas Busyeet jadi diapain aja tubuh mengagumkan ini sama mas Budhi..? Selanjutnya tanpa permisi celana G String itu kusingkap ke samping .
Fuuuiii..! sebuah gundukan kecil yang dibelah tengah dengan rambut kemaluan ga begitu lebat sebuah bentuk luar kemaluan wanita yang masih orisinil mengagumkan sekali belahan yang lembap kulihat berdenyut-denyut tak ayal lagi lidahku terjulur menyapu cairan yang membasahi belahan mengagumkan itu .
“Aaaaahhh Biiiimmoooo kau bandeeelll ” Erang mba Diana dengan tubuh semakin jago menggeliat sepasang kaki panjangnya semakin terkangkang lebar kaki sebelah kiri terjuntai ke lantai yang beralaskan karpet tebal dan kaki sebelah kanannya ditumpangkan di atas sandaran sofa setelah G Stringnya kutanggalkan.
Rambutku habis diacak-acak tangannya yang gemas yang kadang mencengkeram erat kulit pundakku hal ini membuat saya semakin kesetanan ditambah aroma vaginanya yang segar bibirku menciumi bibir vaginanya selayaknya mencium bibir mulutnya dan lidahku menyelip-nyelip memasuki liang yang lembap itu hingga sedalam-dalamnya . sesekali kukulum clitoris mungil yang sudah mengeras
“ Biiimmmmooo . ampuuuunn nikmaaaaat bangeeettt ” mba Diana merintih-rintih dengan bunyi menyerupai orang mau menangis pinggulnya bergerak-gerak merespon ulah pengecap dan bibirku di selangkangannya
“ Ooowwh Biiimmm sudaaaaahhhh saya ga tahaaaaan ” Suara mba Diana semakin memilukan Tiba-tiba tubuh mba Diana bangun dan mendorong lembut tubuhku yang tengah bersimpuh di karpet tebal kuikuti saja sehingga tubuhku telentang di karpet sedangkan tubuh mba Diana mengikuti arah rebah tubuhku sehingga tubuhku kini ditindihnya .
Payudaranya yang semok dan kenyal itu kini menempel ketat di dadaku wajah kami begitu dekat dan wajah wanita yang tengah diamuk birahi memang akan semakin terlihat memikat, menyerupai wajah mba Diana ini kulihat semakin mempesonaku
“ Bimooo ayo masukin yaaah..?” Desisnya dengan bibir indahnya kulihat gemetar
Alis mengagumkan di wajah cantik mba Diana mengerinyit dan matanya yang agak sipit semakin menyipit sayu
“ Ouught pelaaan Biiimm ssssss nyeriii ” keluhnya sambil memepererat pelukannya kurasakan liang sanggama ibu muda ini sempit sekali ketika palkonku berusaha menerobosnya
Tapi ibu muda ini sangat bersemangat untuk menuntaskan gairah binalnya walaupun dengan ekspresi yang nampak kesulitan dan kesakitan . diiringi geal-geol pinggulnya jadinya amblaslah seluruh batang kemaluanku tertanam di liang sanggamanya yang sempit..
“ Sssshhh gilaaa gede banget punya kamu hhh hhh tunggu Biimm..” Tubuh sintal mba Diana ambruk ke tubuhku ketika penetrasi itu berhasil kudiamkan sejenak tubuh sintal itu membisu tak bergerak di atas tubuhku dengan nafas memburu tak beraturan besutan-besutan kecil kurasakan ketika mba Diana mulai menggerakkan pinggulnya dan gerakan itu semakin keras dan besutan-besutan itu semakin nikmat kurasakan . saya ga bisa menahan diri lagi untuk mengcounternya saya mulai mengayun batang kemaluanku..
“ Biimmooo oooohhh sssshhhh” hanya itu desah-desah kalimat pendek yang sering terucap dari lisan mba Diana yang dengan gemulai menarikan pinggulnya diiringi erangan dan rintihan kami yang sangat ekspresif sesekali bibir kami berpagutan liar remasan gemas tanganku pada payudara semok yang terayun-ayun itu seakan tak mau lepas
“ Biimm Biimmoooo ssssshh saya hampiiirrr ookkkhhh..” gerakan tubuh mba Diana semakin tak beraturan dan rasanya akupun ga perlu menahan bobolnya tanggul spermaku untuk lebih lama
“ Tunggu mba..” desisku pendek.. dan bagaikan dikomandoin tubuh kami bisa serentak meregang dan saya terpaksa mengayunkan batang kemaluanku sehebat-hebatnya un tuk menghasilkan kenikmatanku secara maksimal
“ Aaaaarrgh.. Biiiimmooo aammmpuuuunn ” Tubuh mbak Diana menggelepar jago di atas tubuhku betapa kejam kuku jarinya mencengkeram dadaku sebagai pelampiasan meledaknya puncak birahi betinanya .
Hening . sesaat setelah terjadinya ledakan hebat kulihat jarum jam didnding menunjukkan angka 11.30 tubuhku tetap rebah telentang sedangkan tubuh mba Diana tergolek disamping membelakangiku Ketika deru nafas memburu kami mulai mereda dan ketika keringat birahi kami mulai mengering .
Kupeluk tubuh sintal mba Diana dari belakang, tapi dengan lembut tanganku diangkat dan dipindahkan ke tubuhku sendiri dan tubuh mbak Diana beringsut menjauhiku kudekati lagi tubuh itu dan kudaratkan kecupan di punggung berkulit mulus itu kudengar isak tangisnya .
“ kenapa mba..?” tanyaku lembut lama ga ada jawaban, isak tangis mba Diana makin keras kubelai lembut pundaknya.. tapi tanganku ditepisnya
“ Bimo saya sedih dengan kejadian ini saya malu sama kamu.. dan saya merasa sudah melukai hati Tasya dan mas Budhi ” terdengar bunyi mba Diana serak
“ Malu kepadaku..? untuk apa malu ? justru saya merasa lebih dekat dan bahagia sama kau mbak.. walaupun bergotong-royong ga seharusnya dengan jalan menyerupai ini selama kita bisa memposisikan problem ini pada porsinya, kurasa mas Budhi ataupun Tasya ga akan merasa kita sakiti..” jawabku panjang lebar.
“ Aku takut mereka tahu apa yang telah kita lakukan..” sahut mba Diana dengan bunyi yang semakin tenang
“ Mereka ga akan tahu selama kita ga memberitahu dan kondisi kita ketika ini yaitu seorang lelaki dan wanita yang punya cita-cita yang harus terpenuhi ketika ini juga kita tidak bisa menghindari mbak..” sahutku lagi, sambil kutumpangkan tanganku dipinggul bulatnya mba Diana tak bereaksi walaupun masih mempunggungiku
“Lebih tepatnya harus terpenuhi malam ini bukan hanya sesaat ” sahut mba Diana sambil membalikkan badannya, sehingga kembali payudara montoknya menempel di dadaku matanya menatapku tajam penuh tantangan.. dan kini wajah sembab sehabis menangis ini tersenyum manis sekali
“ sepanjang malam ini mba..?” tanyaku menegaskan, sambil kulingkarkan lenganku ke pinggangnya yang raping
“ Yah bukankah malam masih panjang Bim ?” bisiknya manja.. wajahnya ditengadahkan ke wajahku.
Kupagut bibir bagus itu dan disambut dengan sangat berangasan . Gairah liar birahi betina mba Diana meletup dahsyat, saya benar-benar tak menyangka ibu muda yang santai dan polos bisa berubah sedemikian agresip Batang kemaluanku rupanya benar-benar membikin ibu muda ini gemas setengah mati tak hentinya tangan berjari lentik ini mengocok dan meremas-remasnya..
“ Bimo saya pengen “ini” kamu..” bisiknya manja sambil meremas lebih keras ketika mengucap kata “ini”
“ Emang bisa..?” sahutku menggoda wooww.. perutku digigit kecil mba Diana dengan gemas
“ Boleeeh enggaaa..?” rajuknya
“ Iyaaaa habisiiin deeeh..” jawabku sambil kuremas pantat bulatnya Awalnya kurasakan mba Diana masih coba-coba dengan tabah saya memberi arahan, alasannya beberapa kali palkonku terkena giginya lumayan sakiit
Selanjutnya, tubuhku dibuat melintir dan menggeliat mencicipi permainan pengecap dan lembutnya bibir mba Diana membasuk batang kemaluanku adakala dengan nekadnya batang kemaluanku ditanamnya dalam-dalam hingga ujung kerongkongannya hingga mba Diana tersedak..
“ Eeeii.. jangan diabisin mbaa..” kataku lembut melihat mba Diana tersedak..
“ Abis gemeees saya Bim punya kau panjaaang bangeeet, gede lagi ” bisiknya manja, memberi alasan
Akhirnya kami membuat posisi 69, mba Diana menindihku dengan posisi mengangkangi wajahku Kami sepakat dengan posisi ini hingga mencapai orgasme kembali erangan dan rintihan kami bersahutan.
Gerak tubuh kami sudah tak berirama, detik-detik selesai mba Dianapun kurasakan beberapa kali kaki panjangnya meregang dan besotan mekinya di bibirku makin liar aksi pengecap dan bibirnya pada batang kemaluankupun makin liar, membuatku semakin mendekati titik kulminasi
“ Eeeeeehhhkkk Biiiimmmm niiiikkkkmaaaattnyaaa ” rengek mba Diana panjang, tubuhnya menggeliat hebat kedua kakinya meregang.. besotan meki ke mulutkupun makin hebat lidahku kujulurkan jauh kedalam liang becek yang kurasakan mengedut-ngedut
“ Oooowww.. mbak akuu.. hampiiirr ” Desahku selang tak lama setelah palkonku kembali dihajar pengecap dan lisan mba Diana busyeeet, bukannya melepaskan kuluman bibirnya di palkonku, mba Diana malah memperhebat aksi lisan dan lidahnya ditambah kocokan tangannya pada batang kemaluanku
Apa dayaku tak ampun lagi diiringi eranganku, tubuhku mengejang keras mengantarkan semprotan spermaku bertubi-tubi di dalam lisan mba Diana yang makin lengket menyerupai lintah menempel di tubuhku tak luput kantong pelerku diremas-remas lembut, seakan spermaku ingin diperas habis setelah dirasa tetes terakhir buru-buru mba Diana bangun dari tubuhku dan menyambar botol aqua yang tadi dibawa dari rumah dan diteguknya hingga tandas
“ Iiih rasanya aneh banyak banget, kentel lagi kenyang deh saya Bim tapi enaak kok, asin ada gurihnya..” komentar mba Diana dengan pengalaman barunya Kembali kami berbaring di karpet tebal mencicipi lemasnya tubuh
Setelah mengguyur tubuh dengan shower di kamar mandi kembali kami rebahan santai di karpet tebal di depan televisi, ketika itulah mba Diana menceritakan diam-diam kehidupan ranjangnya dengan mas Budhi, yang monotone, mas Budhi terlalu polos dan lurus dalam soal sex.. sedikit-sedikit takut dosa.
Dalam hal kepuasan sex sebenernya mba Diana tidak merasa kekurangan, alasannya selain mas Budhi memang punya stamina tubuh yang bagus dengan hidup sehatnya, di sisi lain memang mba Diana yaitu type wanita yang gampang tersulut gairah seksualnya dan dengan cepat mencapai puncak orgasme
“ Pernah hari Minggu pagi saya liat mas Budhi sedang nyuci kendaraan beroda empat dengan kaos yang basah, sehingga nempel dibadannya yang atletis seeerrrr langsung.. lembap juga deh CD ku dan eksklusif kutarik mas budhi kekamar dan saya telanjangi .
haa.. haaa.. dapet dua kali ” tutur mba Diana sambil menyuapi saya dengan anggur yang dibawanya tadi Kembali kami nonton bokep yang belum kami tonton belum seperempat jam Asia Carrera beraksi
“ Biiiimmm nggaaa tahaaan neeh keburu pagi ” Desah mba Diana manja dengan nafas yang sudah ngos-ngosan apalagi dengan membengkaknya batang kemaluanku yang dari tadi ga lepas dari genggamannya.
“ Mba Diana pingin diapain..?” bisikku sambil kudaratkan kecupan di lehernya
“ Pingin kaya di film itu ” jawabnya manja tanpa disuruh mba Diana menelungkupkan tubuhnya di sofa dengan kaki berlutut di karpet agak mengangkang kuminta pantatnya ditunggingkan sehingga gundukan bukit kemaluannya mengarah keluar mba Diana kembali mengerang gemas ketika palkonku mulai merentangkan otot liang sanggamanya ketika pantat semok itu mulai menggeol gemulai dan ketika batang kemaluanku mulai memompa mulailah kuda jantan dan kuda betina ini berpacu birahi
Aku menunjukan mba Diana memang wanita yang cepat mencapai orgasme dan cepat kembali berkobar birahinya dan mba Diana menghendaki berganti posisi setelah beliau mencapai orgasme saking seringnya beliau mencapai orgasme hampir-hampir kami kehabisan posisi dan di setiap posisi mba Diana mengaku bisa mencapai orgasme dengan kenikmatan yang maksimal Ketika pada orgasme mba Diana yang kelima, saya juga mencicipi orgasmeku hampir sampai mba Diana menyadari itu
“ Biimm tumpahkan dimulutku sayaaang saya suka peju kentel kau ” rengeknya disela-sela nafas kuda betinanya dan dengan bernafsu sekali mba Diana menyambut semburan demi semburan sperma kentalku dengan lisan terbuka lebar dan pengecap yang menggapai-gapai
Tubuh mba Diana kembali rebah telentang di karpet setelah menenggak setengah botol aqua rambutnya yang panjang tampak kusut dan lembap oleh keringatnya, tubuhnya yang berkulit putih juga tampak berkilat lembap oleh keringat terlihat sinar matanya yang kecapekan dan wajah agak memucat
Ketika saya keluar dari kamar mandi setelah kembali mengguyur tubuhku dengan shower, kulihat mba Diana tertidur pulas dengan bibir tersenyum kulihat jam menunjukkan jam 03.45 kurebahkan tubuhku disisinya kubelai lembut rambutnya yang masih lembap oleh keringat birahi kukecup keningnya yang sedikit nonong kuamati tubuh telanjang ibu muda ini.
Sebuah struktur yang sempurna wajahnya berbentuk oval, bibir berbentuk bagus, hidung mancung berbentuk ramping, mata agak sipit tapi memanjang dengan kelopak besar bulu mata yang lentik dan panjang alisnya menyerupai di gambar postur tubuhnyapun proporsional antara tinggi dan beratnya sekitar 165 – 170 cm buah dadanya yang semok kutaksir cup branya B .
Memang masih kenyal menggemaskan dengan puting susu kolam perawan, mencuat mungil ke depan, berwarna merah kecoklatan
Perutnya yang rata dengan lubang pusar berbentuk indah pinggang ramping menyambung dengan pinggul yang padat ditopang sepasang kaki yang panjang berbentuk atletis . Rupanya saya tak dapat menahan kantukku
Aku membuka mata kulihat mbak Diana bersimpuh di sebelah tubuhku, dengan pakaian sudah lengkap membalut tubuhnya, rupanya beliau yang membangunkanku kulihat jam dinding menunjukkan pukul 05.15
“Biim, saya pulang dulu yaa..?” kata mbak Diana, wajahnya sudah segar, rupanya sempat mencuci mukanya sebelum membangunkanku
“ Eeeh buru-buru sih..? kan masih pagi “ jawabku sambil menarik pinggangnya
“ Bimo kau gila liat tuh udah terperinci ” protesnya ketika tubuhnya menindih tubuhku jawaban tarikan tanganku dan saya memang gha peduli alasannya menyerupai biasa kalo pagi hari, batang kemaluanku pasti ikut menggeliat bangun ketika saya bangun . kembali kugumuli tubuh mengagumkan yang kini sudah berdaster lengkap dengan sweaternya .
“ Aaaahhh Bimmooo ga mauuk bauuuk ga enak..” protesnya manja tapi tidak menolak bahkan
kudengar desisan panjang ketika batang kemaluanku kembali menggelosor memasuki tubuhnya
“ Biiimmo asli saya ga bisa menolak yang begini iniii ooohhkk ” desisnya gemas mencicipi pompaan batang kemaluanku ke liang sanggamanya yang sempit
“ Ayyuu Biiimmm keburu mbak Suti dateng ” bisik mbak Diana di deket telingaku, setelah orgasmenya yang kedua, mbak Suti yaitu tukang basuh yang tiap pagi datang ke rumahnya .
“Owwkk.. Biiimmm giiilllaa kamuuu saya berasaa lagiii ” rengek mbak Diana lirih.. kurasakan tubuhnya mulai menegang
“ Mmmhh tuungguuu mbaakk..” Kupergencar pompaanku tubuh mbak Diana makin berpengaruh menegang.. memperkuat pelukan dan cengkeramannya di tubuhku
“ Oooowww nggaaaaa tahaaaan Biiiimmm !” teriakan keras mba Diana menghantarkan geleparan tubuhnya yang tak terkontrol hal ini ternyata mendorong dengan cepat semburatnya spermaku kembali memenuhi liang sanggama mba Diana .
Kembali kami terkapar di atas karpet kali ini mbak Diana ngga lagi telanjang hanya dasternya aja tersingkap hingga ke perut Setelah nafsnya kembali teratur mbak Diana beringsut bangun sambil memungut celana G Stringnya dimasukkan ke kantong dasternya
“ Udah ya Bim makasih banget untuk malam panjang ini saya ga akan melupakan malam mengagumkan sama kau ini, tapi saya berharap cukup sekali ini saja jangan hingga kita ulang ya Biim akad ya..?” kata mbak Diana sendu akupun mengangguk saja, ngga ada kalimat yang bisa terucap dari mulutku Kuantar mbak Diana hingga pintu ruang tamu, alasannya saya masih telanjang bulat
Nggak hingga setengah menit mba Diana menutup pintu rumahnya, kulihat dari balik beling jendela mba Suti tukang basuh itu datang
Memang kejadian itu ga terulang lagi hingga ketika ini dan relasi keluarga kami tetap menyerupai sediakala hingga jadinya mba Diana dan Tasya istriku melahirkan anak dengan waktu hampir bersamaan, tapi kejadian semalam itu rupanya benar-benar menjadi ikon yang hidup di hati saya dan mbak Diana beberapa kali kami melaksanakan phone sex setiap kali mbak Diana curhat ihwal kehidupan seksnya yang tetap monotone hanya sebatas itu
Sekali saya pesankan kepada anda para pembaca bahwa kisah ini yaitu sebuah kisah untuk anda yang sudah dewasa, dan kalau ada kesamaan nama serta tempat kejasia itu hanyalah kebetulan saja sekian dan terima kasih.
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
