Saat dimana kau sedang bersantai dan menonton TV saya melihat Rina yg masih berair habis dari kamar mandi, masih mengenakan baju gemesnya, rupanya beliau mau tidur ibarat biasa sebelum tidur beliau mencuci mukanya, kamar kami memang jadi satu antara kamar mandi , kasur, televisi sperti kamar kos lebih tepatnya, Langsung Rina tiduran disampingku, dan saya lihat beliau mau memajamkan matanya, saya bertanya “kok tidur sih” padahal saya sdh menanti untuk bersenang senang diatas kasur bersamamu soalnya di uajng udah mau minta jatah nih.
“Rina! Kok pribadi tidur sih?”
“Mm..?”Rina membuka matanya. Kemudian ia duduk dan menatapku. Kemudian ia tersenyum manis.
Woow… burungku semakin mengeras. Rina mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tangannya yg lembut halus membelai wajahku. Jantungku berdetak cepat. Kurangkul tubuhnya yg mungil dan hangat. Terasa nyaman sekali. Rina mencium pipiku. Cerita Dewasa
“Cupp..!”“Tidur yg nyenyak yaa…” katanya perlahan.Kemudian ia kembali berbaring dan memejamkan matanya. Tidur! Nah lho? Sial benar. Cuma begitu saja? Aku terbengong beberapa saat.“Rina!..!” saya mengguncang-guncang tubuhnya.
“Umm… udah maleem… Rina ngantuk niih…”Kalau sdh begitu, percuma saja. Dia tidak akan bangun. Padahal saya sedang birahi tinggi dan butuh pernyaluran. Si “ujang” masih tegang dan penasaran minta jatah.
Begitulah Rina. Sebagai istri, beliau hampir sempurna. Wajah dan fisiknya enak dilihat, sifatnya baik dan menarik. Perhatiannya pada kebutuhanku sehari-hari sangat cukup. Hanya saja, kalau di daerah tidur beliau sangat “hemat”. Cerita Sex
Nafsuku terbilang tinggi. Sedangkan Rina, entah kenapa (menurutku) hampir tidak punya nafsu seks. Tidak heran meskipun sdh lebih setahun kami menikah, hingga ketika ini kami belum punya anak. Untuk pelampiasan, saya terkadang selingkuh dgn wanita lain. Rina bukannya tidak tahu. Tp tampaknya beliau tidak terlalu mempermasalahkannya.
Nafsuku sulit ditahan. Rasanya ingin kupaksa saja Rina untuk melayaniku. Tp melihat wajahnya yg sedang pulas, saya jadi tidak tega. Kucium rambutnya. Akhirnya kuputuskan untuk tidur sambil memeluk Rina. Siapa tahu dalam mimpi, Rina mau memuaskanku? Hehehe…
Esoknya ketika jam istirahat kantor, saya makan siang di Citraland Mall. Tidak disangka, disana saya bertemu dgn Tari, sahabatku dan Rina semasa kuliah dahulu. Kulihat Tari bersama dgn seorang wanita yg ibarat dgnnya. Seingatku, Tari tidak punya adik. Ternyata setelah kami diperkenalkan, wanita itu yakni adik sepupu Tari. Lia namanya. Heran juga aku, kok saudara sepupu mampu semirip itu ya? Pendek kata, alhasil kami makan satu meja. Cerita Mesum
Sambil makan, kami mengobrol. Ternyata Lia ibarat juga Tari, tipe yg mudah bersahabat dgn orang baru. Terbukti beliau tidak canggung mengobrol dgnku. Ketika saya menanyakan wacana Joe (suTari Tari, sahabatku semasa kuliah), Tari bilang bahwa Joe sedang pergi ke Surabaya sekitar dua ahad yg kemudian untuk suatu keperluan. Cerita Ngentot
“Paling juga disana beliau main cewek!” begitu komentar Tari.Aku hanya manggut-manggut saja. Aku kenal baik dgn Joe, dan bukan hal yg abnormal kalau Joe ada main dgn wanita lain disana. Saat Lia permisi untuk ke toilet, Tari pribadi bertanya padaku.“Sand, kau ama Rina gimana?”“Baek. Kenapa?”“Dari dulu kau itu kan juga terkenal suka main cewek. Kok mampu ya akur ama Rina?”Aku membisu saja. Cerita Sex Selingkuh
Aku dan Rina memang lumayan akur. Tp di ranjang terang ada masalah. Kalau dituruti nafsuku, pasti setiap hari saya minta jatah dari Rina. Tp kalau Rina dituruti, paling andal sebulan dijatah empat atau lima kali! Itu juga harus main paksa. Seingatku pernah terjadi dalam sebulan saya hanya dua kali dijatah Rina. Jelas saja saya selingkuh! Mana tahan?
“Kok diem, Sand?” pertanyaan Tari membuyarkan lamunanku.“Nggak kok…”“Kamu lagi punya dilema ya?”
“Nggaak…”“Jujur aja deh…” Tari mendesak.Kulirik Tari. Wuih, nafsuku muncul. Aku jadi teringat ketika pesta di rumah Joe. Karena nafsuku sdh hingga ke ubun-ubun, maka logika sehatku pun hilang.
“Cerita doong..!” Tari kembali mendesak.“Mir.., kau mau pesta “assoy” lagi nggak?” saya memulai. Tari kelihatan kaget.
“Eh? Kamu jangan macem-macem ya Sand!” kecam Tari.Aduh.., kelihatannya beliau marah.“Sorry! Sorry! Aku nggak serius… sorry yaa…” saya sedikit panik.
Tiba-tiba Tari tertawa kecil.“Keliatannya kau emang punya dilema deh… Oke, nanti sore kita ketemu lagi di sini ya?
Aku juga di rumah nggak ada kerjaan.”Saat itu Lia kembali dari toilet. Kami melanjutkan mengobrol sebentar, setelah itu saya kembali ke kantor. Jam 5 sore saya pulang kantor, dan pribadi menuju daerah yg dijanjikan. Sekitar sepuluh menit saya menunggu sebelum alhasil telepon genggamku berdering. Dari Tari, menanyakan dimana saya berada. Setelah bertemu, Tari pribadi mengajakku naik ke mobilnya. Mobilku kutinggalkan disana. Di jalan Tari pribadi menanyaiku tanpa basa-basi. Cerita Sex Threesome
“Sand, kau lagi butuh seks ya?”Aku kaget juga ditanya ibarat itu.
“Maksud kamu?”
“Kamu nggak usah malu ama aku. Emangnya Rina kenapa?”Aku menghela nafas. Akhirnya kuputuskan untuk mengeluarkan uneg-unegku.
“Mir… Rina itu susah banget… beliau bener-bener pelit kalo soal begitu. Kamu baygin aja, saya selalu nafsu kalo ngeliat dia. Tp beliau hampir nggak pernah ngerespon. Kan nafsu saya numpuk? Aku butuh penyaluran dong!
Untung badannya kecil, jadi adakala saya paksa dia.”Tari tertawa. “Maksudnya kau perkosa beliau ya? Lucu deh, masa istri sendiri diperkosa sih?”
“Dia nggak marah kok. Lagi saya perkosanya nggak kasar.”
“Mana ada perkosa nggak kasar?” Tari tertawa lagi.
“Dan kalo beliau nggak marah, perkosa aja beliau tiap hari.”
“Kasian juga kalo diperkosa tiap hari. Aku nggak tega kalo begitu…”
“Jadi kalo sekali-sekali tega ya?”
“Yah… namanya juga kepepet… Udah deh… nggak usah ngomongin Rina lagi ya?”
“Oke… kita juga hampir sampe nih…”
Aku heran. Ternyata Tari menuju ke sebuah apartemen di Jakarta Barat. Dari tadi saya tidak menyadarinya.
“Mir, apartemen siapa nih?”
“Apartemennya Lia. Pokoknya kita masuk dulu deh…” Lia menyambut kami berdua. Setelah itu saya menunggu di sebuah kursi, sementara Lia dan Tari masuk ke kamar.
Tidak lama kemudian Tari memanggilku dari balik pintu kamar tersebut. Dan ketika saya masuk, si “ujang” pribadi terbangun, alasannya kulihat Tari dan Lia tidak memakai pakaian sama sekali. Mataku tidak berkedip melihat pemandangan andal itu.
Dua wanita yg mengagumkan yg wajahnya ibarat sedang bertelanjang bundar di depanku. Mimpi apa aku?
“Kok terdiam Sand? Katanya kau lagi butuh? Ayo sini..!” panggil Tari lembut.Aku menurut bagai dihipnotis. Lia duduk bersimpuh di ranjang.“Ayo berbaring disini, Mas Sandi.”Aku berbaring di ranjang dgn berbantalkan paha Lia.
Kulihat dari sudut pandangku, kedua bab bawah payudara Lia yg menggantung mempesona. Ukurannya lumayan juga. Lia pribadi melucuti pakaian atasku, sementara Tari melucuti pakaianku bab bawah, hingga alhasil saya benar-benar telanjang. Batang k0ntolku mengacung keras pertanda nafsuku yg bergolak. Cerita Sex Seru
“Aku pijat dulu yaa…” kata Tari.Kemudian Tari menjepit k0ntolku dgn kedua payudaranya yg molek itu. Ohh.., kurasakan pijatan daging lembut itu pada k0ntolku. Rasanya benar-benar nyaman.
Kulihat Tari tersenyum kepadaku. Aku hanya mengamati bagaimana kedua payudara Tari yg sedang digunakan untuk memijat batang penisku.“Enak kan, Sand?” Tari bertanya.Aku mengangguk. “Enak banget. Lembut…”
Lia meraih dan membimbing kedua tanganku dgn tangannya untuk mengenggam payudaranya. Dia membungkuk, sehingga kedua payudaranya menggantung bebas di depan wajahku.“Sand, perah susu saya ya?” pintanya nakal.
Aku dgn senang hati melakukannya. Kuperah kedua susunya ibarat memerah susu sapi, sehingga Lia merintih-rintih.“Ahh… aww… akh… terus.. Sand… ahh… ahhh…”Payudara Lia terasa legit dan kenyal. Aku merasa ibarat raja yg dilayani dua wanita cantik. Akhirnya Tari menghentikan pijatan spesialnya. Berganti tangan kanannya menggenggam pangkal si “ujang”. Cerita Sex Birahi
“Dulu diwaktu pesta di rumah aku, kontol kau belum ngerasain pengecap saya ya?” kata Tari, dan kemudian dgn cepat lidahnya menjulur menjilat si “ujang” tepat di bab bawah lubangnya.Aku pribadi merinding keenakan dibuatnya.
Dan beberapa detik kemudian kurasakan hangat, lembut, dan berair pada batang k0ntolku. Si “ujang” telah berada di dalam lisan Tari, tengah disedot dan dimainkan dgn lidahnya. Tidak hanya itu, Tari juga sesekali mengemut telur kembarku sehingga menjadikan rasa ngilu yg nikmat.
Sedotan lisan Tari benar-benar membuatku terbuai, apalagi ketika ia menyedot-nyedot ujung k0ntolku dgn kuat. Enaknya tidak terlukiskan. Sampai kurasakan alat kelTarinku berdenyut-denyut, siap untuk memuntahkan sperma.
“Mir… aku… udah mau.. ke.. luar…”Tari semakin intens mengulum dan menyedot, sehingga alhasil k0ntolku menyemprotkan sperma berkali-kali ke dalam lisan Tari. Lemas badanku dibuatnya. Tanganku yg beraksi pada payudara Lia pun alhasil berhenti.
Tari terus mengulum dan menyedot k0ntolku, sehingga menjadikan rasa ngilu yg amat sangat. Aku tidak tahan dibuatnya.
“Aahh… Tari… udahan dulu dong..!”“Kok cepet banget keluar?” ledeknya.“Uaah.., saya kelewat nafsu sih.. maklum dong, selama ini ditahan terus.” saya membela diri.“Oke deh, kita istirahat sebentar.”
Tari kemudian menindih tubuhku. Payudaranya menekan dadaku, begitu kenyal rasanya. Nafasnya hangat menerpa wajahku. Lia mengambil posisi di selangkanganku, menjilati k0ntolku. Gairahku perlahan-lahan bangun kembali. Kuraba-raba kemaluan Tari hingga alhasil saya menemukan daging kenikmatannya.
Cerita Sex Pelarian Demi Kenikmatan
Kucubit pelan sehingga Tari mendesah perlahan. Kugunakan jari jempol dan telunjukku untuk memainkan daging tersebut, sementara jari manisku kugunakan untuk mengorek liang sanggamanya. Desahan Tari semakin terdengar jelas. VAginanya terasa begitu basah.
Sementara itu Lia terus saja menjilati k0ntolku. Tidak hanya itu, Lia mengosok-gosok lisan dan leher si “ujang”, sehingga sekali lagi bulu kudukku merinding menahan nikmat.
Kali ini saya merasa lebih siap untuk tempur, sehingga pribadi saja saya membalik posisi tubuhku, menindih Tari yg sekarang jadi telentang. Dan pribadi kusodok lubang sanggamanya dgn batang k0ntolku.
Tari mendesis pendek, kemudian menghela nafasnya. Seluruh batang k0ntolku terbenam ke dalam rahim Tari. Aku mulai mengocok maju mundur. Tari melingkarkan tangannya memeluk tubuhku. Lia yg menganggur melaksanakan matsurbasi sambil mengamati kami berdua yg sedang bersatu dalam kenikmatan bersetubuh. Cerita Sex HOT
Tari mengeluarkan jeritan-jeritan kecil, hingga alhasil berteriak ketika mencapai puncak kenikmatannya, berbeda dgnku yg lebih besar lengan berkuasa setelah sebelumnya mencapai orgasme.
Kucabut batang k0ntolku dari vagina Tari, dan pribadi kuraih tubuh Lia. Untuk mengistirahatkan si “ujang”, saya menggunakan jari-jariku untuk mengobok-obok vagina Lia. Kugosok-gosok klitorisnya sehingga Lia mengerang keras.
Kujilati dan kugigit lembut sekujur payudaranya, kanan dan kiri. Lia meremas rambutku, nafasnya terengah-engah dan memburu. Setelah kurasakan cukup merangsang Lia, saya bersedia untuk main course.
Lia nampaknya sdh siap untuk mendapatkan seranganku, dan pribadi mengambil doggy style. Vaginanya yg dihiasi bulu-bulu keriting nampak sdh berair kuyup. Kumasukkan k0ntolku ke dalam liang kenikmatannya dgn pelan tp pasti. Lia merintih-rintih keras ketika proses penetrasi berlangsung.
Setelah masuk seluruh penisku, kudiamkan beberapa ketika untuk menikmati kehangatan yg diberikan oleh jepitan vagina Lia. Hangat sekali, lebih hangat dari milik Tari. Setelah itu kumulai menyodok Lia maju mundur.
Lia memang berisik sekali! Saat kami melaksanakan sanggama, teriakan-teriakannya terdengar kencang. Tp saya suka juga mendengarnya. Kedua payudaranya bergelantungan bergerak liar seiring dgn gerakan kami.
Kupikir sayang kalau tidak dimanfaatkan, maka kuraih saja kedua danging kenyal tersebut dan pribadi kuremas-remas sepuasnya. Nafsuku semakin memuncak, sehingga sodokanku semakin kupercepat, membuat Lia semakin keras mengeluarkan suara.“Aaahh… Aaahh… Aku keluaar… Aaah..” teriak Lia dgn lantang.
Lia terkulai lemas, sementara saya terus menyetubuhinya. Beberapa ketika kemudian saya merasa mulai mendekati puncak kepuasan.“Fit… saya mau keluar nih…”Lia pribadi melepaskan vAginanya dari k0ntolku, dan pribadi mengulum k0ntolku sehingga alhasil saya memuntahkan spermaku di dalam lisan Lia, yg ditelan oleh Lia hingga habis.
Aku berbaring, capek. Nikmat dan puas sekali rasanya. Tari berbaring di sisiku. Payudaranya terasa lembut dan hangat menyentuh lengan kananku. Lia masih membersihkan batang k0ntolku dgn mulutnya.
“Gimana Sand? Puas?” Tari bertanya.“Puas banget deh… Otak saya ringan banget rasanya.”“Aku mandi dulu ya?” Lia memotong pembicaraan kami.Kemudian ia menuju kamar mandi.
“Aku begini juga karena saya lagi pengen kok. Joe udah dua ahad pergi. Nggak tau baliknya kapan.” Tari menjelaskan.
“Nggak dilema kok. Aku juga emang lagi butuh sih. Lain kali juga saya nggak keberatan.”“Huss! Sembarangan kamu. Aku selingkuh cuma sekali-sekali aja, cuma pengen balas dendam ama Joe. Dia suka selingkuh juga sih! Beda kasusnya ama kamu!”
Aku membisu saja. Tari bangun dari ranjang dan mengingatkanku.“Udah hampir setengah delapan malem tuh. Nanti Rina galau lho!”
Aku jadi tersadar. Cepat-cepat kukenakan pakaianku, tanpa mandi terlebih dahulu. Setelah pTarit dgn Lia, Tari mengantarku kembali ke Citraland. Disana kami berpisah, dan saya kembali ke rumah dgn mobilku.
Di rumah, tentu saja Rina menanyakan darimana saja saya hingga malam belum pulang. Kujawab saja saya habis makan malam bersama teman.
“Yaa… padahal Rina udah siapin makan malem.” Rina kelihatan kecewa.Sebenarnya saya belum makan malam. Aku lapar.“Ya udah, Sandi makan lagi aja deh… tp Sandi mau mandi dulu.” kataku sambil mencium dahinya.Rina kelihatan bingung, tp tidak berkata apa-apa.
“Mm..?”Rina membuka matanya. Kemudian ia duduk dan menatapku. Kemudian ia tersenyum manis.
Woow… burungku semakin mengeras. Rina mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tangannya yg lembut halus membelai wajahku. Jantungku berdetak cepat. Kurangkul tubuhnya yg mungil dan hangat. Terasa nyaman sekali. Rina mencium pipiku. Cerita Dewasa
“Cupp..!”“Tidur yg nyenyak yaa…” katanya perlahan.Kemudian ia kembali berbaring dan memejamkan matanya. Tidur! Nah lho? Sial benar. Cuma begitu saja? Aku terbengong beberapa saat.“Rina!..!” saya mengguncang-guncang tubuhnya.
“Umm… udah maleem… Rina ngantuk niih…”Kalau sdh begitu, percuma saja. Dia tidak akan bangun. Padahal saya sedang birahi tinggi dan butuh pernyaluran. Si “ujang” masih tegang dan penasaran minta jatah.
Begitulah Rina. Sebagai istri, beliau hampir sempurna. Wajah dan fisiknya enak dilihat, sifatnya baik dan menarik. Perhatiannya pada kebutuhanku sehari-hari sangat cukup. Hanya saja, kalau di daerah tidur beliau sangat “hemat”. Cerita Sex
Nafsuku terbilang tinggi. Sedangkan Rina, entah kenapa (menurutku) hampir tidak punya nafsu seks. Tidak heran meskipun sdh lebih setahun kami menikah, hingga ketika ini kami belum punya anak. Untuk pelampiasan, saya terkadang selingkuh dgn wanita lain. Rina bukannya tidak tahu. Tp tampaknya beliau tidak terlalu mempermasalahkannya.
Nafsuku sulit ditahan. Rasanya ingin kupaksa saja Rina untuk melayaniku. Tp melihat wajahnya yg sedang pulas, saya jadi tidak tega. Kucium rambutnya. Akhirnya kuputuskan untuk tidur sambil memeluk Rina. Siapa tahu dalam mimpi, Rina mau memuaskanku? Hehehe…
Esoknya ketika jam istirahat kantor, saya makan siang di Citraland Mall. Tidak disangka, disana saya bertemu dgn Tari, sahabatku dan Rina semasa kuliah dahulu. Kulihat Tari bersama dgn seorang wanita yg ibarat dgnnya. Seingatku, Tari tidak punya adik. Ternyata setelah kami diperkenalkan, wanita itu yakni adik sepupu Tari. Lia namanya. Heran juga aku, kok saudara sepupu mampu semirip itu ya? Pendek kata, alhasil kami makan satu meja. Cerita Mesum
Sambil makan, kami mengobrol. Ternyata Lia ibarat juga Tari, tipe yg mudah bersahabat dgn orang baru. Terbukti beliau tidak canggung mengobrol dgnku. Ketika saya menanyakan wacana Joe (suTari Tari, sahabatku semasa kuliah), Tari bilang bahwa Joe sedang pergi ke Surabaya sekitar dua ahad yg kemudian untuk suatu keperluan. Cerita Ngentot
“Paling juga disana beliau main cewek!” begitu komentar Tari.Aku hanya manggut-manggut saja. Aku kenal baik dgn Joe, dan bukan hal yg abnormal kalau Joe ada main dgn wanita lain disana. Saat Lia permisi untuk ke toilet, Tari pribadi bertanya padaku.“Sand, kau ama Rina gimana?”“Baek. Kenapa?”“Dari dulu kau itu kan juga terkenal suka main cewek. Kok mampu ya akur ama Rina?”Aku membisu saja. Cerita Sex Selingkuh
Aku dan Rina memang lumayan akur. Tp di ranjang terang ada masalah. Kalau dituruti nafsuku, pasti setiap hari saya minta jatah dari Rina. Tp kalau Rina dituruti, paling andal sebulan dijatah empat atau lima kali! Itu juga harus main paksa. Seingatku pernah terjadi dalam sebulan saya hanya dua kali dijatah Rina. Jelas saja saya selingkuh! Mana tahan?
“Kok diem, Sand?” pertanyaan Tari membuyarkan lamunanku.“Nggak kok…”“Kamu lagi punya dilema ya?”
“Nggaak…”“Jujur aja deh…” Tari mendesak.Kulirik Tari. Wuih, nafsuku muncul. Aku jadi teringat ketika pesta di rumah Joe. Karena nafsuku sdh hingga ke ubun-ubun, maka logika sehatku pun hilang.
“Cerita doong..!” Tari kembali mendesak.“Mir.., kau mau pesta “assoy” lagi nggak?” saya memulai. Tari kelihatan kaget.
“Eh? Kamu jangan macem-macem ya Sand!” kecam Tari.Aduh.., kelihatannya beliau marah.“Sorry! Sorry! Aku nggak serius… sorry yaa…” saya sedikit panik.
Tiba-tiba Tari tertawa kecil.“Keliatannya kau emang punya dilema deh… Oke, nanti sore kita ketemu lagi di sini ya?
Aku juga di rumah nggak ada kerjaan.”Saat itu Lia kembali dari toilet. Kami melanjutkan mengobrol sebentar, setelah itu saya kembali ke kantor. Jam 5 sore saya pulang kantor, dan pribadi menuju daerah yg dijanjikan. Sekitar sepuluh menit saya menunggu sebelum alhasil telepon genggamku berdering. Dari Tari, menanyakan dimana saya berada. Setelah bertemu, Tari pribadi mengajakku naik ke mobilnya. Mobilku kutinggalkan disana. Di jalan Tari pribadi menanyaiku tanpa basa-basi. Cerita Sex Threesome
“Sand, kau lagi butuh seks ya?”Aku kaget juga ditanya ibarat itu.
“Maksud kamu?”
“Kamu nggak usah malu ama aku. Emangnya Rina kenapa?”Aku menghela nafas. Akhirnya kuputuskan untuk mengeluarkan uneg-unegku.
“Mir… Rina itu susah banget… beliau bener-bener pelit kalo soal begitu. Kamu baygin aja, saya selalu nafsu kalo ngeliat dia. Tp beliau hampir nggak pernah ngerespon. Kan nafsu saya numpuk? Aku butuh penyaluran dong!
Untung badannya kecil, jadi adakala saya paksa dia.”Tari tertawa. “Maksudnya kau perkosa beliau ya? Lucu deh, masa istri sendiri diperkosa sih?”
“Dia nggak marah kok. Lagi saya perkosanya nggak kasar.”
“Mana ada perkosa nggak kasar?” Tari tertawa lagi.
“Dan kalo beliau nggak marah, perkosa aja beliau tiap hari.”
“Kasian juga kalo diperkosa tiap hari. Aku nggak tega kalo begitu…”
“Jadi kalo sekali-sekali tega ya?”
“Yah… namanya juga kepepet… Udah deh… nggak usah ngomongin Rina lagi ya?”
“Oke… kita juga hampir sampe nih…”
Aku heran. Ternyata Tari menuju ke sebuah apartemen di Jakarta Barat. Dari tadi saya tidak menyadarinya.
“Mir, apartemen siapa nih?”
“Apartemennya Lia. Pokoknya kita masuk dulu deh…” Lia menyambut kami berdua. Setelah itu saya menunggu di sebuah kursi, sementara Lia dan Tari masuk ke kamar.
Tidak lama kemudian Tari memanggilku dari balik pintu kamar tersebut. Dan ketika saya masuk, si “ujang” pribadi terbangun, alasannya kulihat Tari dan Lia tidak memakai pakaian sama sekali. Mataku tidak berkedip melihat pemandangan andal itu.
Dua wanita yg mengagumkan yg wajahnya ibarat sedang bertelanjang bundar di depanku. Mimpi apa aku?
“Kok terdiam Sand? Katanya kau lagi butuh? Ayo sini..!” panggil Tari lembut.Aku menurut bagai dihipnotis. Lia duduk bersimpuh di ranjang.“Ayo berbaring disini, Mas Sandi.”Aku berbaring di ranjang dgn berbantalkan paha Lia.
Kulihat dari sudut pandangku, kedua bab bawah payudara Lia yg menggantung mempesona. Ukurannya lumayan juga. Lia pribadi melucuti pakaian atasku, sementara Tari melucuti pakaianku bab bawah, hingga alhasil saya benar-benar telanjang. Batang k0ntolku mengacung keras pertanda nafsuku yg bergolak. Cerita Sex Seru
“Aku pijat dulu yaa…” kata Tari.Kemudian Tari menjepit k0ntolku dgn kedua payudaranya yg molek itu. Ohh.., kurasakan pijatan daging lembut itu pada k0ntolku. Rasanya benar-benar nyaman.
Kulihat Tari tersenyum kepadaku. Aku hanya mengamati bagaimana kedua payudara Tari yg sedang digunakan untuk memijat batang penisku.“Enak kan, Sand?” Tari bertanya.Aku mengangguk. “Enak banget. Lembut…”
Lia meraih dan membimbing kedua tanganku dgn tangannya untuk mengenggam payudaranya. Dia membungkuk, sehingga kedua payudaranya menggantung bebas di depan wajahku.“Sand, perah susu saya ya?” pintanya nakal.
Aku dgn senang hati melakukannya. Kuperah kedua susunya ibarat memerah susu sapi, sehingga Lia merintih-rintih.“Ahh… aww… akh… terus.. Sand… ahh… ahhh…”Payudara Lia terasa legit dan kenyal. Aku merasa ibarat raja yg dilayani dua wanita cantik. Akhirnya Tari menghentikan pijatan spesialnya. Berganti tangan kanannya menggenggam pangkal si “ujang”. Cerita Sex Birahi
“Dulu diwaktu pesta di rumah aku, kontol kau belum ngerasain pengecap saya ya?” kata Tari, dan kemudian dgn cepat lidahnya menjulur menjilat si “ujang” tepat di bab bawah lubangnya.Aku pribadi merinding keenakan dibuatnya.
Dan beberapa detik kemudian kurasakan hangat, lembut, dan berair pada batang k0ntolku. Si “ujang” telah berada di dalam lisan Tari, tengah disedot dan dimainkan dgn lidahnya. Tidak hanya itu, Tari juga sesekali mengemut telur kembarku sehingga menjadikan rasa ngilu yg nikmat.
Sedotan lisan Tari benar-benar membuatku terbuai, apalagi ketika ia menyedot-nyedot ujung k0ntolku dgn kuat. Enaknya tidak terlukiskan. Sampai kurasakan alat kelTarinku berdenyut-denyut, siap untuk memuntahkan sperma.
“Mir… aku… udah mau.. ke.. luar…”Tari semakin intens mengulum dan menyedot, sehingga alhasil k0ntolku menyemprotkan sperma berkali-kali ke dalam lisan Tari. Lemas badanku dibuatnya. Tanganku yg beraksi pada payudara Lia pun alhasil berhenti.
Tari terus mengulum dan menyedot k0ntolku, sehingga menjadikan rasa ngilu yg amat sangat. Aku tidak tahan dibuatnya.
“Aahh… Tari… udahan dulu dong..!”“Kok cepet banget keluar?” ledeknya.“Uaah.., saya kelewat nafsu sih.. maklum dong, selama ini ditahan terus.” saya membela diri.“Oke deh, kita istirahat sebentar.”
Tari kemudian menindih tubuhku. Payudaranya menekan dadaku, begitu kenyal rasanya. Nafasnya hangat menerpa wajahku. Lia mengambil posisi di selangkanganku, menjilati k0ntolku. Gairahku perlahan-lahan bangun kembali. Kuraba-raba kemaluan Tari hingga alhasil saya menemukan daging kenikmatannya.
Cerita Sex Pelarian Demi Kenikmatan
Kucubit pelan sehingga Tari mendesah perlahan. Kugunakan jari jempol dan telunjukku untuk memainkan daging tersebut, sementara jari manisku kugunakan untuk mengorek liang sanggamanya. Desahan Tari semakin terdengar jelas. VAginanya terasa begitu basah.
Sementara itu Lia terus saja menjilati k0ntolku. Tidak hanya itu, Lia mengosok-gosok lisan dan leher si “ujang”, sehingga sekali lagi bulu kudukku merinding menahan nikmat.
Kali ini saya merasa lebih siap untuk tempur, sehingga pribadi saja saya membalik posisi tubuhku, menindih Tari yg sekarang jadi telentang. Dan pribadi kusodok lubang sanggamanya dgn batang k0ntolku.
Tari mendesis pendek, kemudian menghela nafasnya. Seluruh batang k0ntolku terbenam ke dalam rahim Tari. Aku mulai mengocok maju mundur. Tari melingkarkan tangannya memeluk tubuhku. Lia yg menganggur melaksanakan matsurbasi sambil mengamati kami berdua yg sedang bersatu dalam kenikmatan bersetubuh. Cerita Sex HOT
Tari mengeluarkan jeritan-jeritan kecil, hingga alhasil berteriak ketika mencapai puncak kenikmatannya, berbeda dgnku yg lebih besar lengan berkuasa setelah sebelumnya mencapai orgasme.
Kucabut batang k0ntolku dari vagina Tari, dan pribadi kuraih tubuh Lia. Untuk mengistirahatkan si “ujang”, saya menggunakan jari-jariku untuk mengobok-obok vagina Lia. Kugosok-gosok klitorisnya sehingga Lia mengerang keras.
Kujilati dan kugigit lembut sekujur payudaranya, kanan dan kiri. Lia meremas rambutku, nafasnya terengah-engah dan memburu. Setelah kurasakan cukup merangsang Lia, saya bersedia untuk main course.
Lia nampaknya sdh siap untuk mendapatkan seranganku, dan pribadi mengambil doggy style. Vaginanya yg dihiasi bulu-bulu keriting nampak sdh berair kuyup. Kumasukkan k0ntolku ke dalam liang kenikmatannya dgn pelan tp pasti. Lia merintih-rintih keras ketika proses penetrasi berlangsung.
Setelah masuk seluruh penisku, kudiamkan beberapa ketika untuk menikmati kehangatan yg diberikan oleh jepitan vagina Lia. Hangat sekali, lebih hangat dari milik Tari. Setelah itu kumulai menyodok Lia maju mundur.
Lia memang berisik sekali! Saat kami melaksanakan sanggama, teriakan-teriakannya terdengar kencang. Tp saya suka juga mendengarnya. Kedua payudaranya bergelantungan bergerak liar seiring dgn gerakan kami.
Kupikir sayang kalau tidak dimanfaatkan, maka kuraih saja kedua danging kenyal tersebut dan pribadi kuremas-remas sepuasnya. Nafsuku semakin memuncak, sehingga sodokanku semakin kupercepat, membuat Lia semakin keras mengeluarkan suara.“Aaahh… Aaahh… Aku keluaar… Aaah..” teriak Lia dgn lantang.
Lia terkulai lemas, sementara saya terus menyetubuhinya. Beberapa ketika kemudian saya merasa mulai mendekati puncak kepuasan.“Fit… saya mau keluar nih…”Lia pribadi melepaskan vAginanya dari k0ntolku, dan pribadi mengulum k0ntolku sehingga alhasil saya memuntahkan spermaku di dalam lisan Lia, yg ditelan oleh Lia hingga habis.
Aku berbaring, capek. Nikmat dan puas sekali rasanya. Tari berbaring di sisiku. Payudaranya terasa lembut dan hangat menyentuh lengan kananku. Lia masih membersihkan batang k0ntolku dgn mulutnya.
“Gimana Sand? Puas?” Tari bertanya.“Puas banget deh… Otak saya ringan banget rasanya.”“Aku mandi dulu ya?” Lia memotong pembicaraan kami.Kemudian ia menuju kamar mandi.
“Aku begini juga karena saya lagi pengen kok. Joe udah dua ahad pergi. Nggak tau baliknya kapan.” Tari menjelaskan.
“Nggak dilema kok. Aku juga emang lagi butuh sih. Lain kali juga saya nggak keberatan.”“Huss! Sembarangan kamu. Aku selingkuh cuma sekali-sekali aja, cuma pengen balas dendam ama Joe. Dia suka selingkuh juga sih! Beda kasusnya ama kamu!”
Aku membisu saja. Tari bangun dari ranjang dan mengingatkanku.“Udah hampir setengah delapan malem tuh. Nanti Rina galau lho!”
Aku jadi tersadar. Cepat-cepat kukenakan pakaianku, tanpa mandi terlebih dahulu. Setelah pTarit dgn Lia, Tari mengantarku kembali ke Citraland. Disana kami berpisah, dan saya kembali ke rumah dgn mobilku.
Di rumah, tentu saja Rina menanyakan darimana saja saya hingga malam belum pulang. Kujawab saja saya habis makan malam bersama teman.
“Yaa… padahal Rina udah siapin makan malem.” Rina kelihatan kecewa.Sebenarnya saya belum makan malam. Aku lapar.“Ya udah, Sandi makan lagi aja deh… tp Sandi mau mandi dulu.” kataku sambil mencium dahinya.Rina kelihatan bingung, tp tidak berkata apa-apa.

0 Komentar