Sabtu pukul 7 pagi, HP-ku berbunyi dan terdengar bunyi seorang wanita, dan kulihat ternyata nomor HP Tante Sasa.
"Hallo Sayang.. lagi ngapain nich.. udah bangun?" katanya.
"Oh Tante.. ada apa nich, tumben nelpon pagi-pagi?" kataku.
"Kamu nanti sore ada program nggak?" katanya.
"Nggak ada Tante.. emang mo ke mana Tante?" tanyaku.
"Nggak, nanti sore anter Tante ke puncak yach sama kekerabatan Tante, mampu khan?" katanya.
"Bisa tante.. saya siap kok?" jawabku.
"Oke deh Say.. nanti sore Tante jemput kau di tempatmu", katanya.
"Oke.. Tante", balasku, dengan itu juga pembicaraan di HP terputus dan saya pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi.
Sore jam 5, saya sudah siap-siap dan berpakaian rapi alasannya yakni Tante Sasa akan membawa sobat relasinya. Selang beberapa menit sebuah kendaraan beroda empat mercy new eye warnah hitam berkaca gelap berhenti di depan rumahku. Ternyata itu kendaraan beroda empat Tante Sasa, eksklusif saya keluar menghampiri kendaraan beroda empat itu sesudah saya mengunci seluruh pintu rumah dan jendela.
Aku pun eksklusif masuk ke dalam kendaraan beroda empat itu duduk di jok belakang, setelah masuk kendaraan beroda empat pun bergerak maju menuju tujuan. Di dalam mobil, saya diperkenalkan kepada dua cewek relasinya oleh tante, asing mereka cantik-cantik walaupun umur mereka sudah 40 tahun, namanya Tante Lisa umurnya 41 tahun kulitnya putih, payudaranya besar, beliau merupakan istri seorang pengusaha kaya di Jakarta dan Tante Lala 39 tahun, payudaranya juga besar, kulitnya putih, juga seorang istri pengusaha di Jakarta. Cerita Sex
Mereka yakni kekerabatan bisnis Tante Sasa dari Jakarta yang sedang melaksanakan bisnis di Bandung, dan diajak oleh Tante Sasa refreshing ke villanya di daerah Puncak. Keduanya keturunan Tionghoa. Di dalam mobil, kami pun terlibat obralan ngalor-ngidul, dan mereka diberitahu bahwa saya ini seorang gigolo langganannya dan mereka juga mengatakan ingin mencoba kehebatanku. Selang beberapa menit obrolan pun berhenti, dan kulihat Tante Lisa yang duduk di sebelahku, di sofa belakang, tangannya mulai badung meraba-raba paha dan selangkanganku.
Aku mengerti maksudnya, kugeser dudukku dan berdekatan dengan Tante Lisa, lalu tangan Tante Lisa, meremas batang kemaluanku dari balik celana. Dengan inisatifku sendiri, saya membuka reitsleting celana panjangku dan mengeluarkan batang kemaluanku yang sudah tegak berdiri dan besar itu. Tante Lisa kaget dan matanya melotot ketika melihat batang kemaluanku besar dan sudah membengkak itu. Tante Lisa eksklusif bicara kepadaku, Cerita Mesum
"Wow.. Ded, kontol kau gede amat, punya suamiku aja kalah besar sama punya kamu.." katanya.
"Masa sich Tante", kataku sambil tanganku meremas-remas payudaranya dari luar bajunya.
"Iya.. boleh minta nggak, Tante pengen ngerasain kontol kau ini sambil kontolku dikocok-kocok dan diremas-remas, lalu dibelai mesra?" katanya.
"Boleh aja.. kapan pun Tante mau, pasti Dedi kasih", kataku yang eksklusif disambut Tante Lisa dengan membungkukkan badannya lalu batang kemaluanku dijilat-jilat dan dimasukakkan ke dalam mulutnya, dengan rakusnya batang kemaluanku masuk semua ke dalam mulutnya sambil disedot-sedot dan dikocok-kocok.
Tante Lala yang duduk di jok depan sesekali menelan air liurnya dan tertawa kecil melihat batang kemaluanku yang sedang asyik dinikmati oleh Tante Lisa. Tnganku mulai membuka beberapa kancing baju Tante Lisa dan mengeluarkan kedua payudaranya yang besar itu dari balik BH-nya. lalu kuremas-remas.
“Tante.. susu tante besar sekali.. boleh Dedi minta?" tanyaku.
Tante Lisa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu tanganku mulai meremas-remas payudaranya. Tangan kiriku mulai turun ke bawah selangkangannya, dan saya mengelus-ngelus paha yang putih mulus itu lalu naik ke atas selangkangannya, dari balik CD-nya jariku masuk ke dalam memeknya. Saat jariku masuk, mata Tante Lisa merem melek dan medesah kenikmatan, Cerita Ngentot
"Akhhh.. akhhhh.. akhhh.. terus sayang.."Beberapa jam kemudian, saya sudah tidak tahan mau keluar."Tante... Dedi mau keluar nich.." kataku."Keluarain di ekspresi Tante aja", katanya.
Selang beberapa menit, "Crooot.. crooot.. crottt.." air maniku keluar, muncrat di dalam ekspresi Tante Lisa, lalu Tante Lisa menyapu bersih seluruh air maniku. Kemudian saya pun merobah posisi. Kini saya yang membungkukkan badanku, dan mulai menyingkap rok dan melepaskan CD warna hitam yang dipakainya.
Setelah CD-nya terlepas, saya mulai mencium dan menjilat memeknya yang sudah lembap itu. Aku masih terus memainkan memeknya sambil tanganku dimasukkan ke liang senggamanya dan tangan kiriku meremas-remas payudara yang kiri dan kanan.Sepuluh menit kemudian, saya merubah posisi. Kini Tante Lisa kupangku dan kuarahkan batang kemaluanku masuk ke dalam liang senggamanya,
"Blesss.. belssss."
batang kemaluanku masuk ke dalam memeknya, dan Tante Lisa menggelinjang kenikmatan, ku naik-turunkan pinggul Tante Lisa, dan batang kemaluanku keluar masuk dengan leluasa di memeknya. Satu jam kemudian, kami berdua sudah tidak berpengaruh menahan orgasme.
Kemudian kucabut batang kemaluanku dari memeknya, lalu kusuruh Tante Lisa untuk mengocok dan melumat batang kemaluanku dan akhirnya, "Crooot.. crott.. croottt.." air maniku muncrat di dalam ekspresi Tante Lisa.
Seketika itu juga kami berdua terkulai lemas. Kemudian saya pun tertidur di dalam mobil.sesampainya di villa Tante Sasa sekitar jam 8 malam. Lalu kendaraan beroda empat masuk ke dalam pekarangan villa. Kami berempat keluar dari mobil. Tante Sasa memanggil penjaga villa.
Lalu menyuruhnya untuk pulang dan disuruhnya besok sore kembali lagi. kami berempat pun masuk ke dalam villa, alasannya yakni lelah dalam perjalanan saya eksklusif menuju kamar tidur yang biasa kutempati ketika saya diajak ke villa Tante Sasa. Cerita Dewasa
Begitu saya masuk ke dalam kamar dan hendak tidur-tiduran, saya terkejut ketika ke 3 tante itu masuk ke dalam kamarku dalam keadaan telanjang bundar tanpa sehelain benang pun yang menempel di tubuhnya. Kemudian mereka naik ke atas tempat tidurku dan mendorongku untuk tiduran.
Lalu mereka berhasil melucuti pakaianku hingga bugil. Batang kemaluanku diserang oleh Tante Lala dan Tante Sasa, sedangkan Tante Lisa kusuruh beliau mengangkang di atas wajahku, lalu mulai menjilati dan menciumi memek Tante Lisa.
Dengan ganasnya mereka berdua secara bergantian menjilati, menyedot dan mengocok batang kemaluanku, hingga saya kewalahan dan mencicipi nikmat yang luar biasa. Kemudian kulihat Tante Lala sedang mengatur posisi mengangkang di selangkanganku dan mengarahkan batang kemaluanku ke memeknya,
"Blesss.. bleeesss.." batang kemaluanku masuk ke dalam memek Tante Lala, lalu Tante Lala menaik turunkan pinggulnya dan saya mencicipi memek yang hangat dan sudah lembap itu.
Aku terus menjilat-jilat dan sesekali memasukkan jariku ke dalam memek Tante Lisa, sedangakan Tante Sasa meremas-remas payudara Tante Lala. "Beberapa jam kemudian, Tante Lala sudah orgasme dan Tante Lala terkulai lemas dan eksklusif menjatuhkan tubuhnya di sebelahku sambil mencium pipiku.
Kini giliran Tante Sasa yang naik di selangkanganku dan mulai memasukan batang kemaluanku yang masih tegak berdiri ke liang senggamanya, "Bleesss.. bleesss.." batang kemaluanku pun masuk ke dalam memek Tante Sasa.
Sama menyerupai Tante Lala, pinggul Tante Sasa dinaik-turunkan dan diputar-putar. Setengah jam kemudian, Tante Sasa sudah mencapai puncak orgasme juga dan beliau terkulai lemas juga, eksklusif kucabut batang kemaluanku dari memek Tante Sasa, lalu kusuruh Tante Lisa untuk berdiri sebentar, dan saya mengajaknya untuk duduk di atas meja rias yang ada di kamar itu, lalu kubuka lebar-lebar kedua pahanya dan kuarahkan batang kemaluanku ke memeknya, "Blesss.. .bleeess.." batang kemaluanku masuk ke dalam memek Tante Lisa. Cerita Sex Tante
Kukocok-kocok maju mundur batang kemaluanku di dalam memek Tante Lisa, dan terdengar desahan hebat, "Akhhh.. akhhh.. akhhh.. terus sayang.. enak.." Aku terus mengocok senjataku, selang beberapa menit saya mengubah posisi, kusuruh beliau membungkuk dengan gaya doggy style lalu kumasukan batang kemaluanku dari arah belakang.
"Akhhh.. akhhh.." terdengar lagi desahan Tante Lisa. Aku tidak peduli dengan desahan-desahannya, saya terus mengocok-ngocok batang kemaluanku di memeknya sambil tanganku meremas-remas kedua buah dada yang besar putih yang bergoyang-goyang menggantung itu.
Aku mencicipi memek Tante Lisa lembap dan ternyata Tante Lisa sudah keluar. Aku merubah posisi, kini Tante Lisa kusuruh tiduran di lantai, di atas karpet dan kubuka lebar-lebar pahanya dan kuangkat kedua kakinya lalu kumasukkan batang kemaluanku ke dalam memeknya, "Blesss.. blessss.. blessss.." batang kemaluanku masuk dan mulai bekerja kembali mengocok-ngocok di dalam memeknya.
Selang beberapa menit, saya sudah tidak tahan lagi, lalu kutanya ke Tante Lisa, "Tante, saya mau keluar nich.. di dalam apa di luar?" tanyaku. Kemudian, "Crottt.. crooottt.. croottt.." air maniku muncrat di dalam memek Tante Lisa, kemudian saya jatuh terkulai lemas menindih tubuh Tante Lisa sedangkan kejantananku masih manancap dengan perkasanya di dalam memeknya.
Kami berempat pun tidur di kamarku, keesokan harinya kami berempat melaksanakan hal yang sama di depan TV bersahabat perapian, di kamar mandi, maupun di dapur.
"Oh Tante.. ada apa nich, tumben nelpon pagi-pagi?" kataku.
"Kamu nanti sore ada program nggak?" katanya.
"Nggak ada Tante.. emang mo ke mana Tante?" tanyaku.
"Nggak, nanti sore anter Tante ke puncak yach sama kekerabatan Tante, mampu khan?" katanya.
"Bisa tante.. saya siap kok?" jawabku.
"Oke deh Say.. nanti sore Tante jemput kau di tempatmu", katanya.
"Oke.. Tante", balasku, dengan itu juga pembicaraan di HP terputus dan saya pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi.
Sore jam 5, saya sudah siap-siap dan berpakaian rapi alasannya yakni Tante Sasa akan membawa sobat relasinya. Selang beberapa menit sebuah kendaraan beroda empat mercy new eye warnah hitam berkaca gelap berhenti di depan rumahku. Ternyata itu kendaraan beroda empat Tante Sasa, eksklusif saya keluar menghampiri kendaraan beroda empat itu sesudah saya mengunci seluruh pintu rumah dan jendela.
Aku pun eksklusif masuk ke dalam kendaraan beroda empat itu duduk di jok belakang, setelah masuk kendaraan beroda empat pun bergerak maju menuju tujuan. Di dalam mobil, saya diperkenalkan kepada dua cewek relasinya oleh tante, asing mereka cantik-cantik walaupun umur mereka sudah 40 tahun, namanya Tante Lisa umurnya 41 tahun kulitnya putih, payudaranya besar, beliau merupakan istri seorang pengusaha kaya di Jakarta dan Tante Lala 39 tahun, payudaranya juga besar, kulitnya putih, juga seorang istri pengusaha di Jakarta. Cerita Sex
Mereka yakni kekerabatan bisnis Tante Sasa dari Jakarta yang sedang melaksanakan bisnis di Bandung, dan diajak oleh Tante Sasa refreshing ke villanya di daerah Puncak. Keduanya keturunan Tionghoa. Di dalam mobil, kami pun terlibat obralan ngalor-ngidul, dan mereka diberitahu bahwa saya ini seorang gigolo langganannya dan mereka juga mengatakan ingin mencoba kehebatanku. Selang beberapa menit obrolan pun berhenti, dan kulihat Tante Lisa yang duduk di sebelahku, di sofa belakang, tangannya mulai badung meraba-raba paha dan selangkanganku.
Aku mengerti maksudnya, kugeser dudukku dan berdekatan dengan Tante Lisa, lalu tangan Tante Lisa, meremas batang kemaluanku dari balik celana. Dengan inisatifku sendiri, saya membuka reitsleting celana panjangku dan mengeluarkan batang kemaluanku yang sudah tegak berdiri dan besar itu. Tante Lisa kaget dan matanya melotot ketika melihat batang kemaluanku besar dan sudah membengkak itu. Tante Lisa eksklusif bicara kepadaku, Cerita Mesum
"Wow.. Ded, kontol kau gede amat, punya suamiku aja kalah besar sama punya kamu.." katanya.
"Masa sich Tante", kataku sambil tanganku meremas-remas payudaranya dari luar bajunya.
"Iya.. boleh minta nggak, Tante pengen ngerasain kontol kau ini sambil kontolku dikocok-kocok dan diremas-remas, lalu dibelai mesra?" katanya.
"Boleh aja.. kapan pun Tante mau, pasti Dedi kasih", kataku yang eksklusif disambut Tante Lisa dengan membungkukkan badannya lalu batang kemaluanku dijilat-jilat dan dimasukakkan ke dalam mulutnya, dengan rakusnya batang kemaluanku masuk semua ke dalam mulutnya sambil disedot-sedot dan dikocok-kocok.
Tante Lala yang duduk di jok depan sesekali menelan air liurnya dan tertawa kecil melihat batang kemaluanku yang sedang asyik dinikmati oleh Tante Lisa. Tnganku mulai membuka beberapa kancing baju Tante Lisa dan mengeluarkan kedua payudaranya yang besar itu dari balik BH-nya. lalu kuremas-remas.
“Tante.. susu tante besar sekali.. boleh Dedi minta?" tanyaku.
Tante Lisa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu tanganku mulai meremas-remas payudaranya. Tangan kiriku mulai turun ke bawah selangkangannya, dan saya mengelus-ngelus paha yang putih mulus itu lalu naik ke atas selangkangannya, dari balik CD-nya jariku masuk ke dalam memeknya. Saat jariku masuk, mata Tante Lisa merem melek dan medesah kenikmatan, Cerita Ngentot
"Akhhh.. akhhhh.. akhhh.. terus sayang.."Beberapa jam kemudian, saya sudah tidak tahan mau keluar."Tante... Dedi mau keluar nich.." kataku."Keluarain di ekspresi Tante aja", katanya.
Selang beberapa menit, "Crooot.. crooot.. crottt.." air maniku keluar, muncrat di dalam ekspresi Tante Lisa, lalu Tante Lisa menyapu bersih seluruh air maniku. Kemudian saya pun merobah posisi. Kini saya yang membungkukkan badanku, dan mulai menyingkap rok dan melepaskan CD warna hitam yang dipakainya.
Setelah CD-nya terlepas, saya mulai mencium dan menjilat memeknya yang sudah lembap itu. Aku masih terus memainkan memeknya sambil tanganku dimasukkan ke liang senggamanya dan tangan kiriku meremas-remas payudara yang kiri dan kanan.Sepuluh menit kemudian, saya merubah posisi. Kini Tante Lisa kupangku dan kuarahkan batang kemaluanku masuk ke dalam liang senggamanya,
"Blesss.. belssss."
batang kemaluanku masuk ke dalam memeknya, dan Tante Lisa menggelinjang kenikmatan, ku naik-turunkan pinggul Tante Lisa, dan batang kemaluanku keluar masuk dengan leluasa di memeknya. Satu jam kemudian, kami berdua sudah tidak berpengaruh menahan orgasme.
Kemudian kucabut batang kemaluanku dari memeknya, lalu kusuruh Tante Lisa untuk mengocok dan melumat batang kemaluanku dan akhirnya, "Crooot.. crott.. croottt.." air maniku muncrat di dalam ekspresi Tante Lisa.
Seketika itu juga kami berdua terkulai lemas. Kemudian saya pun tertidur di dalam mobil.sesampainya di villa Tante Sasa sekitar jam 8 malam. Lalu kendaraan beroda empat masuk ke dalam pekarangan villa. Kami berempat keluar dari mobil. Tante Sasa memanggil penjaga villa.
Lalu menyuruhnya untuk pulang dan disuruhnya besok sore kembali lagi. kami berempat pun masuk ke dalam villa, alasannya yakni lelah dalam perjalanan saya eksklusif menuju kamar tidur yang biasa kutempati ketika saya diajak ke villa Tante Sasa. Cerita Dewasa
Begitu saya masuk ke dalam kamar dan hendak tidur-tiduran, saya terkejut ketika ke 3 tante itu masuk ke dalam kamarku dalam keadaan telanjang bundar tanpa sehelain benang pun yang menempel di tubuhnya. Kemudian mereka naik ke atas tempat tidurku dan mendorongku untuk tiduran.
Lalu mereka berhasil melucuti pakaianku hingga bugil. Batang kemaluanku diserang oleh Tante Lala dan Tante Sasa, sedangkan Tante Lisa kusuruh beliau mengangkang di atas wajahku, lalu mulai menjilati dan menciumi memek Tante Lisa.
Dengan ganasnya mereka berdua secara bergantian menjilati, menyedot dan mengocok batang kemaluanku, hingga saya kewalahan dan mencicipi nikmat yang luar biasa. Kemudian kulihat Tante Lala sedang mengatur posisi mengangkang di selangkanganku dan mengarahkan batang kemaluanku ke memeknya,
"Blesss.. bleeesss.." batang kemaluanku masuk ke dalam memek Tante Lala, lalu Tante Lala menaik turunkan pinggulnya dan saya mencicipi memek yang hangat dan sudah lembap itu.
Aku terus menjilat-jilat dan sesekali memasukkan jariku ke dalam memek Tante Lisa, sedangakan Tante Sasa meremas-remas payudara Tante Lala. "Beberapa jam kemudian, Tante Lala sudah orgasme dan Tante Lala terkulai lemas dan eksklusif menjatuhkan tubuhnya di sebelahku sambil mencium pipiku.
Kini giliran Tante Sasa yang naik di selangkanganku dan mulai memasukan batang kemaluanku yang masih tegak berdiri ke liang senggamanya, "Bleesss.. bleesss.." batang kemaluanku pun masuk ke dalam memek Tante Sasa.
Sama menyerupai Tante Lala, pinggul Tante Sasa dinaik-turunkan dan diputar-putar. Setengah jam kemudian, Tante Sasa sudah mencapai puncak orgasme juga dan beliau terkulai lemas juga, eksklusif kucabut batang kemaluanku dari memek Tante Sasa, lalu kusuruh Tante Lisa untuk berdiri sebentar, dan saya mengajaknya untuk duduk di atas meja rias yang ada di kamar itu, lalu kubuka lebar-lebar kedua pahanya dan kuarahkan batang kemaluanku ke memeknya, "Blesss.. .bleeess.." batang kemaluanku masuk ke dalam memek Tante Lisa. Cerita Sex Tante
Kukocok-kocok maju mundur batang kemaluanku di dalam memek Tante Lisa, dan terdengar desahan hebat, "Akhhh.. akhhh.. akhhh.. terus sayang.. enak.." Aku terus mengocok senjataku, selang beberapa menit saya mengubah posisi, kusuruh beliau membungkuk dengan gaya doggy style lalu kumasukan batang kemaluanku dari arah belakang.
"Akhhh.. akhhh.." terdengar lagi desahan Tante Lisa. Aku tidak peduli dengan desahan-desahannya, saya terus mengocok-ngocok batang kemaluanku di memeknya sambil tanganku meremas-remas kedua buah dada yang besar putih yang bergoyang-goyang menggantung itu.
Aku mencicipi memek Tante Lisa lembap dan ternyata Tante Lisa sudah keluar. Aku merubah posisi, kini Tante Lisa kusuruh tiduran di lantai, di atas karpet dan kubuka lebar-lebar pahanya dan kuangkat kedua kakinya lalu kumasukkan batang kemaluanku ke dalam memeknya, "Blesss.. blessss.. blessss.." batang kemaluanku masuk dan mulai bekerja kembali mengocok-ngocok di dalam memeknya.
Selang beberapa menit, saya sudah tidak tahan lagi, lalu kutanya ke Tante Lisa, "Tante, saya mau keluar nich.. di dalam apa di luar?" tanyaku. Kemudian, "Crottt.. crooottt.. croottt.." air maniku muncrat di dalam memek Tante Lisa, kemudian saya jatuh terkulai lemas menindih tubuh Tante Lisa sedangkan kejantananku masih manancap dengan perkasanya di dalam memeknya.
Kami berempat pun tidur di kamarku, keesokan harinya kami berempat melaksanakan hal yang sama di depan TV bersahabat perapian, di kamar mandi, maupun di dapur.

0 Komentar