Kenalin, namaku Ramon, gue masih pelajar SMA. Hari itu sangat mendung, saya mulai memasuki gerbang sekolah, untuk berguru dengan baik menyerupai yang dibutuhkan orang tuaku ketika berpamitan.
Di Pintu gerbang saya bertemu dengan Vani, sahabat sekelasku, akupun berjalan bersama Vani menuju kelas. Kumulai sedikit basa-basi kepadanya.“Cantik banget sih, Vani…”
“Eh, saya belum mandi aja dibilang cantik, gimana jikalau saya udah make over ya??”
“Belum mandi??? Jorok banget sih…” Ejekku
“Kayak kau bersih banget, biasanya kau kan bau, apalagi jikalau abis pelajaran olahraga, mana sering deket-deket cewek lagi pas abis olahraga” Balasnya
“Sialan nihh…” Pikirku,
“Ya iyalah… Namanya juga cowok, pasti amis dong abis olahraga…”
“Ah… Si Ucup aja ga amis kalo abis olahraga…”
“Enak aja, mau kau sama dia? Cakepan juga aku”
“Iya juga ya… Cakepan kamu, hehehe”
“Iyalah… Ramon kok, mana ada tandingannya… Hehehe…”
“Haha… Kamu narsis banget sih jadi co…” Katanya sambil mencubit
“Ih… Geli deh… Kamu juga lucu deh…”
Akhirnya kami berdua tiba di kelas, kamipun berguru di kelas hingga pulang, ketika jam belajar, entah kenapa Vani minta untuk duduk sebangku denganku, tentu saja saya tidak menolaknya, maklum, Vani itu salah satu ce paling cantik di sekolahku, ketika saya duduk sebangku dengan Vani, banyak teman-teman yang membicarakan kami berdua, maklum, di sekolah saya termasuk pemuda yang biasa-biasa aja. Kalau deket sama Vani mampu jadi isu gres nih.
Bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi. Aku lalu berjalan keluar bersama Vani.
“Vani, kau pulang sama siapa?” tanyaku
“Gak tau, biasanya sih saya naik angkot, kau mau anterin aku?”
“Boleh, rumah kau kan gak terlalu jauh, asalkan…”
“Asalkan apa? Masa nganterin gitu aja pake syarat sih?” Protes Vani
“…asalkan kau mau cium aku…” Aku mulai nekat, alasannya memang di sekolah saya terkenal nekat.
“Ih… Ada-ada aja, masa pake cium-cium segala sih??”
“Ya udah, berhubung kau cakep, saya mau cium kamu, tapi cari daerah yang sepi dong…”
“Oke… Kita ke toilet belakang sekolah”
“Tapi jangan apa-apain saya lagi yah…”
“Iya deh… Jangan takut kalo sama aku…”
Tibalah kami ke toilet belakang sekolah, di situ Vani menyerupai merasa ketakutan, mungkin alasannya takut diapa-apain, tapi saya ga peduli.
“Nah… Sekarang merem dong, semoga saya cium…” Katanya
“Iya… Iya… Tapi kau merem juga dong…” Suruhku
“Ya udah…”
Vani memejamkan matanya, bibir kami makin berdekatan, setelah cukup dekat, saya membuka mataku dan mulai mencium Vani dengan sangat bernafsu, sambil memeluk tubuhnya saya mencumbui Vani dengan sangat bernafsu.
“Mmmmmmmhhhhhhh……..” erang Vani, tetapi saya tidak perduli, saya masih saja mencumbuinya. Tetapi Vani masih mampu lepas dari dekapanku.Cerita Sex 2015
“Katanya cuma cium, masa kayak gitu??” Katanya sambil sedikit tertawa
“Tapi suka kan?” Bilang aja… Ya kan? Ya kan? Hehe…” Kataku sambil tertawa dan meledek Vani
“Iya sih…”
Aku mulai mencumbuinya lagi, kali ini saya lebih berani, tanganku mulai meraba pantatnya, meremasnya dengan keras. Vani sepertinya mulai meresponnya. Vani melepas lagi cumbuanku.
“Pelan dikit say… Jangan buru-buru gitu, sekarang diem aja ya, duduk aja di kloset tuh…” Suruhnya, dari sini saya mulai ngerti jikalau Vani itu seorang “PROFESIONAL”, hehehe…
“Iya say, cepetan dong say, bukain, kasih servis sekalian” Suruhku padanya, berhubung udah nafsuan banget nih…
Vani mulai membukakan celanaku, saya juga membuka baju seragamku sendiri, hingga saya telanjang lingkaran sementara Vani masih berpakaian lengkap, Vani mulai mengocok penisku, setelah itu Vani mulai menjilat-jilat penisku, dan menghisap-hisap penisku, mendapat perlakuan menyerupai itu saya sangat menikmatinya, udah gak lama dapet kayak gini, dahsyat bro!!!
Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam toilet daerah kami beraksi.
“Waaaahhhhh…. Ada yang mantap nih…” Kata orang yang masuk itu
“Iya tuh, bagus juga…. Gede loh” Kata orang kedua yang masuk. Orang pertama ialah Chintya, sahabat sekelasku juga dan yang kedua Icha, kakak kelasku yang merupakan sepupu Chintya. Mereka berdua terkenal sebagai ce yang hot di sekolah.
“Boleh ikut ga nih? Tanya Icha pada Vani
“Boleh aja kok…” jawab Vani
Aku merasa sangat terkejut dengan mereka, mereka masuk tiba-tiba dan menyerupai mau ikut dengan agresi kami. Kalo mereka mau ikut, Rejeki jangan ditolak ah…
“Tapi jangan di sini dong tempatnya, masa sempit gini sih?” kata Chintya
“Mending kita ke rumahku aja, kebetulan lagi kosong tuh” tambah Icha
“Ya udah, tapi cepetan dong, nanggung nih… Belum dikeluarin…”
“udah kalem aja, nanti kita keluarin bertiga, kalem aja” jawab Icha
Akupun eksklusif mengenakan seragamku kembali, lalu kami berjalan menuju parkiran, saya naik sepeda motor bersama Vani, Icha dan Chintya naik kendaraan beroda empat mereka, di perjalanan, Vani menggesek-gesekkan dadanya di punggungku, kayaknya ga tabah juga nih si Vani.Cerita Sex 2015
Akhirnya tiba jugalah kami di rumah Icha, Icha dan Chintya sudah hingga duluan di sana, mereka menunggu kami, jadinya kami masuk ke dalam rumah, Icha mengunci pintu rumahnya. Aku duduk di sofa, dan mereka mulai mengelilingi oleh mereka bertiga, Icha mulai melingkarkan tangannya di leherku sambil berdiri, dan eksklusif menciumiku, sementara Chintya dan Vani duduk di sebelah kiri dan kananku. Mereka mulai mengelus-elus dada dan selangkanganku, sesuatu mulai mengeras di selangkanganku.
Lalu saya memeluk Icha, mendekapnya dengan sangat keras, ketika itu saya tidak tahu siapa memegang bab tubuhku yang mana, ketika itu saya mencicipi ada yang membukakan celanaku, lalu menariknya dengan sedikit kesulitan untuk membukanya, tinggallah baju seragamku dengan celana pendek ketatku, tanpa ada apa-apa lagi di dalamnya, saya melepaskan ciumanku dengan Icha, lalu kulepas baju seragamku, kini saya telanjang tanpa menggunakan pakaian apapun, lalu saya mencium Vani, sambil Vani mengocok-ngocok penisku, Chintya mulai menjilati dadaku, menghisap putingku, terasa sangat geli. Icha membuka bajunya, lalu melemparkannya kepada saya dan Vani yang sedang bercumbu. Kulemparkan kembali kepadanya.
Terlihat kulit pada dada Icha yang sangat putih mulus, menyerupai punya mantanku dulu, Sarah.
Aku mulai meraba-raba dada Icha, menyelusup dari luar BHnya, lalu Icha membukakan BHnya, semakin terlihat terang jikalau Icha luar biasa cantiknya, lalu Icha membuka roknya ke bawah, juga CDnya, saya sangat suka melihatnya, lalu saya lepaskan cumbuanku pada Vani, saya berdiri dan eksklusif mencumbu Icha lagi, tanganku meremas-remas memeknya, lalu saya mendorongnya ke sofa, Icha malah berdiri, menarik tanganku, mengajak saya menuju kamarnya, ada sebuah ranjang yang besar, saya eksklusif ditolaknya hingga berbaring di ranjang, kulihat Vani dan Chintya menyusul kami ke sini.
Icha mulai mengocok-ngocok kontolku, tak lama ia mengocok, lalu Icha menghisapnya dengan penuh semangat, saya hingga melayang dibuatnya. Lalu kulihat Chintya dan Vani mulai membuka seluruh pakaian mereka, hingga telanjang bulat, body mereka bagus semua, saya ga bosan-bosan ngeliatin mereka, Chintya lalu memasang posisi meletakkan memeknya ke wajahku, saya eksklusif menjilatinya. Vani juga mengocok memeknya sendiri, saya sangat suka melihat pemandangan menyerupai ini. Mereka semua meraung-raung, mendesah, dan berteriak kenikmatan.
Icha yang sepertinya sudah mulai bosan menghisapi kontolku mulai berdiri dan berusaha menduduki kontolku dan memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah lembap terangsang. Kontolku mencicipi betapa nikmatnya memek Icha, saya menggoyangkan pinggulku dengan cepat, Icha pun meresponnya dengan baik, Icha juga membalas gerakan pinggulku dengan sangat liar, melihat itu, Vani menghampiri Icha dan eksklusif mencium Icha dengan sangat liar, wow! Ini semua sangat hebat, sangat luar biasa rasanya 3 anak SMA ngentot dengan liar begini!
“ngentot, enak banget nih… Akkkhhhhh……..” Desah Icha yang bergoyang liar di atas tubuhku, tak lama kemudian, Icha ambruk ke tubuhku, Icha mengalami orgasme. Icha lalu berdiri dan pindah ke samping kami bertiga, Icha terlihat lemas dan ia tertidur.
Vani meraih kontolku dan menghisapnya, sementara Chintya masih bertahan dengan hisapanku di memeknya, saya masih dalam posisi berbaring di ranjang.
“Vaniii… Aku mau ngerasain kontol si Ramon… Pengen banget nih… Akkkkhhhh….”
“Ya udah, sini dong”
“Entar, kau nungging aja, Chin, semoga doggie” suruhku
Chintya lalu menungging, saya sempat meremas-remas pantat dan memeknya, lalu saya mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya.
“Aaakkkkhhh…. Aaaahhhh….” Itulah yang keluar dari mulutnya ketika kontolku masuk seluruhnya ke dalam memek Chintya
“Aaahhh… Enak banget memek kamu, Chin, saya suka banget… Oooohhh….”
“Kencengin, Mon, Kerasin… Kontolmu enak banget, kenceng beibh…. Ooooooooohhhhhhh……….”
Setelah 7 menit bertahan dalam posisi ini, kurasakan menyerupai ada yang mau keluar dari dalam penisku, jadinya saya ngecrot di dalam memeknya sambil mengangkat badan Chintya dan mencium bibirnya dari samping.
“Oooohhh…. Enak banget beibh… Aku keluar juga nih… Oooohhh…. Aaaahhhh….”
Tubuh kami berdua pun ambruk, dan kontolku masih berada di dalam memeknya, kami tergeletak dalam posisi menyamping. Aku mulai bangkit, kulihat aneka macam spermaku di memek Chintya yang meluber keluar memeknya.
“Enak banget beibh… kontol kau keras banget… Aku suka banget…” katanya, ia pun terbaring lemas, menaruh kepalanya di atas badan Icha
Kulihat Vani mengangkangkan pahanya, dan memasukkan 2 jarinya ke dalam memeknya.
Aku beristirahat sejenak, kontolku masih lemas dari orgasme tadi. 10 menit saya beristirahat sambil kupejamkan mataku. Kulihat Vani sedang mengocok-ngocok memeknya dengan jarinya, saya eksklusif menghampirinya, dan mencumbuinya, saya mulai dari bibir, leher, lalu saya menyusu di dadanya, dadanya sangat besar, berukuran sekitar 36B, alasannya tubuhnya termasuk besar. Lalu saya menjilati memeknya, dan mengocok-ngocok memeknya dengan jariku, Vani mengalami orgasmenya.Cerita Sex 2015
“Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh……………. Ennnnaaakkkkkk…….”
Kudiamkan jariku di dalam memeknya sesaat, lalu kukeluarkan.
“Kamu mau ngentot, sayang?” tanyaku
“Mau banget, sayang, ayo dong, cepetan…! Masukin…!”
Kini saya berada di antara kedua pahanya, mengangkat kedua kakinya ke atas bahuku, lalu mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah lembap dan merekah merah.
Masuklah kontolku ke dalam memeknya.
“Oooohhh… Aaaahhhh… Eeennnaaakkkk…” Erangnya ketika saya menggoyang kontolku
Semakin cepat saya menggoyang kontolku. Kali ini rasanya kontolku lebih tahan dari pada tadi, mungkin alasannya sudah dikeluarin sekali pikirku, lama dalam posisi menyerupai ini, saya meminta Vani untuk tidur menyamping, tanpa mengeluarkan kontolku dari dalam memeknya, saya memutar posisinya miring ke kiri, dengan posisi ini saya masih menggoyang pinggulku dengan kencang. Tanganku dalam posisi meremas-remas pantat dan dadanya yang merah bekas cupang, pantatnya merah alasannya kutampar-tampar.
Kulihat Icha dan Chintya mulai bangun, mereka tiduran sambil menonton permainan saya dan Vani.
Sambil saya ngentot dengan Vani, Icha menghampiriku dan menciumiku, sepertinya ia mau lagi, semakin kencang saya menggoyangkan pinggulku, lalu kuberhenti sebentar, saya memutar badan Vani ke posisi doggie, alasannya saya suka sekali posisi ini, dalam posisi ini saya meremas-remas dada Vani, semakin Vani mendesah dan berteriak, sementara sambil menggoyang saya berciuman dengan Icha, semakin kukencangkan goyanganku dan jadinya Vani mengalami orgasmenya.
Langsung kulepas kontolku dari memek Vani, saya eksklusif bergerak menuju Icha yang sudah telentang membuka pahanya, saya memasukkan kontolku ke dalam vaginanya.
Aku menggoyang badan Icha sambil menindihnya, kami berciuman, kami berdua bertahan lama dalam posisi ini.
“Mon… Mau keluar nih aku… Aaaahhh…. Enak banget…”
“Aku juga kak…”
Wajah Chintya dan Vani berada di atas perut dan dada Icha, menyerupai menungguku untuk orgasme.
Akhirnya saya cabut kontolku keluar memeknya, dan keluarlah cipratan orgasme Icha, sangat deras. Lalu saya menembakkan spermaku ke wajah Chintya dan Vani, Chintya eksklusif menghisap kontolku hingga lemas.
Akhirnya kami bertiga tergeletak lemas di atas ranjang, di depanku ada Icha, di kiriku ada Chintya, dan di dadaku terbaring badan Vani.
“Thanx banget, Mon. Aku suka banget kontol kamu, lain kali kita mampu main lagi kan?” kata Icha
“Iya, Mon. Kita suka banget kontol kamu, walaupun ga terlalu gede, tapi kau mampu main lama” puji Vani
“Kapan mampu main lagi, Mon?” tanya Chintya
“Kapan aja saya mampu kok main sama kalian, kalo mau juga di mana aja saya lakuin, di sekolahan juga jadi!”
“Bener nih? Gimana kalo besok kita main lagi di sekolahan?” kata Icha
“Ah asing ah… Aku ga mau” tolak Chintya
“Boleh… Asalkan pas udah sepi…”
“Ga enak dong kalo sepi, ga seru…” Kata Icha lagi
“Ah, saya tetep ga mau…” Kata Chintya, Chintya mulai memejamkan matanya dan sepertinya ia kelelahan dan tidur.
“Terserah kalian semualah… Yang penting kalo lagi pengen, hubungi aja aku… Hahaha…”
Itulah kisahku bersama 3 gadis hot sekolahku, lain kali akan kuceritakan pengalamanku bersama mereka lagi ketika ada pertandingan futsal di sekolah…
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, erita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.
“Eh, saya belum mandi aja dibilang cantik, gimana jikalau saya udah make over ya??”
“Belum mandi??? Jorok banget sih…” Ejekku
“Kayak kau bersih banget, biasanya kau kan bau, apalagi jikalau abis pelajaran olahraga, mana sering deket-deket cewek lagi pas abis olahraga” Balasnya
“Sialan nihh…” Pikirku,
“Ya iyalah… Namanya juga cowok, pasti amis dong abis olahraga…”
“Ah… Si Ucup aja ga amis kalo abis olahraga…”
“Enak aja, mau kau sama dia? Cakepan juga aku”
“Iya juga ya… Cakepan kamu, hehehe”
“Iyalah… Ramon kok, mana ada tandingannya… Hehehe…”
“Haha… Kamu narsis banget sih jadi co…” Katanya sambil mencubit
“Ih… Geli deh… Kamu juga lucu deh…”
Akhirnya kami berdua tiba di kelas, kamipun berguru di kelas hingga pulang, ketika jam belajar, entah kenapa Vani minta untuk duduk sebangku denganku, tentu saja saya tidak menolaknya, maklum, Vani itu salah satu ce paling cantik di sekolahku, ketika saya duduk sebangku dengan Vani, banyak teman-teman yang membicarakan kami berdua, maklum, di sekolah saya termasuk pemuda yang biasa-biasa aja. Kalau deket sama Vani mampu jadi isu gres nih.
Bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi. Aku lalu berjalan keluar bersama Vani.
“Vani, kau pulang sama siapa?” tanyaku
“Gak tau, biasanya sih saya naik angkot, kau mau anterin aku?”
“Boleh, rumah kau kan gak terlalu jauh, asalkan…”
“Asalkan apa? Masa nganterin gitu aja pake syarat sih?” Protes Vani
“…asalkan kau mau cium aku…” Aku mulai nekat, alasannya memang di sekolah saya terkenal nekat.
“Ih… Ada-ada aja, masa pake cium-cium segala sih??”
“Ya udah, berhubung kau cakep, saya mau cium kamu, tapi cari daerah yang sepi dong…”
“Oke… Kita ke toilet belakang sekolah”
“Tapi jangan apa-apain saya lagi yah…”
“Iya deh… Jangan takut kalo sama aku…”
Tibalah kami ke toilet belakang sekolah, di situ Vani menyerupai merasa ketakutan, mungkin alasannya takut diapa-apain, tapi saya ga peduli.
“Nah… Sekarang merem dong, semoga saya cium…” Katanya
“Iya… Iya… Tapi kau merem juga dong…” Suruhku
“Ya udah…”
Vani memejamkan matanya, bibir kami makin berdekatan, setelah cukup dekat, saya membuka mataku dan mulai mencium Vani dengan sangat bernafsu, sambil memeluk tubuhnya saya mencumbui Vani dengan sangat bernafsu.
“Mmmmmmmhhhhhhh……..” erang Vani, tetapi saya tidak perduli, saya masih saja mencumbuinya. Tetapi Vani masih mampu lepas dari dekapanku.Cerita Sex 2015
“Katanya cuma cium, masa kayak gitu??” Katanya sambil sedikit tertawa
“Tapi suka kan?” Bilang aja… Ya kan? Ya kan? Hehe…” Kataku sambil tertawa dan meledek Vani
“Iya sih…”
Aku mulai mencumbuinya lagi, kali ini saya lebih berani, tanganku mulai meraba pantatnya, meremasnya dengan keras. Vani sepertinya mulai meresponnya. Vani melepas lagi cumbuanku.
“Pelan dikit say… Jangan buru-buru gitu, sekarang diem aja ya, duduk aja di kloset tuh…” Suruhnya, dari sini saya mulai ngerti jikalau Vani itu seorang “PROFESIONAL”, hehehe…
“Iya say, cepetan dong say, bukain, kasih servis sekalian” Suruhku padanya, berhubung udah nafsuan banget nih…
Vani mulai membukakan celanaku, saya juga membuka baju seragamku sendiri, hingga saya telanjang lingkaran sementara Vani masih berpakaian lengkap, Vani mulai mengocok penisku, setelah itu Vani mulai menjilat-jilat penisku, dan menghisap-hisap penisku, mendapat perlakuan menyerupai itu saya sangat menikmatinya, udah gak lama dapet kayak gini, dahsyat bro!!!
Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam toilet daerah kami beraksi.
“Waaaahhhhh…. Ada yang mantap nih…” Kata orang yang masuk itu
“Iya tuh, bagus juga…. Gede loh” Kata orang kedua yang masuk. Orang pertama ialah Chintya, sahabat sekelasku juga dan yang kedua Icha, kakak kelasku yang merupakan sepupu Chintya. Mereka berdua terkenal sebagai ce yang hot di sekolah.
“Boleh ikut ga nih? Tanya Icha pada Vani
“Boleh aja kok…” jawab Vani
Aku merasa sangat terkejut dengan mereka, mereka masuk tiba-tiba dan menyerupai mau ikut dengan agresi kami. Kalo mereka mau ikut, Rejeki jangan ditolak ah…
“Tapi jangan di sini dong tempatnya, masa sempit gini sih?” kata Chintya
“Mending kita ke rumahku aja, kebetulan lagi kosong tuh” tambah Icha
“Ya udah, tapi cepetan dong, nanggung nih… Belum dikeluarin…”
“udah kalem aja, nanti kita keluarin bertiga, kalem aja” jawab Icha
Akupun eksklusif mengenakan seragamku kembali, lalu kami berjalan menuju parkiran, saya naik sepeda motor bersama Vani, Icha dan Chintya naik kendaraan beroda empat mereka, di perjalanan, Vani menggesek-gesekkan dadanya di punggungku, kayaknya ga tabah juga nih si Vani.Cerita Sex 2015
Akhirnya tiba jugalah kami di rumah Icha, Icha dan Chintya sudah hingga duluan di sana, mereka menunggu kami, jadinya kami masuk ke dalam rumah, Icha mengunci pintu rumahnya. Aku duduk di sofa, dan mereka mulai mengelilingi oleh mereka bertiga, Icha mulai melingkarkan tangannya di leherku sambil berdiri, dan eksklusif menciumiku, sementara Chintya dan Vani duduk di sebelah kiri dan kananku. Mereka mulai mengelus-elus dada dan selangkanganku, sesuatu mulai mengeras di selangkanganku.
Lalu saya memeluk Icha, mendekapnya dengan sangat keras, ketika itu saya tidak tahu siapa memegang bab tubuhku yang mana, ketika itu saya mencicipi ada yang membukakan celanaku, lalu menariknya dengan sedikit kesulitan untuk membukanya, tinggallah baju seragamku dengan celana pendek ketatku, tanpa ada apa-apa lagi di dalamnya, saya melepaskan ciumanku dengan Icha, lalu kulepas baju seragamku, kini saya telanjang tanpa menggunakan pakaian apapun, lalu saya mencium Vani, sambil Vani mengocok-ngocok penisku, Chintya mulai menjilati dadaku, menghisap putingku, terasa sangat geli. Icha membuka bajunya, lalu melemparkannya kepada saya dan Vani yang sedang bercumbu. Kulemparkan kembali kepadanya.
Terlihat kulit pada dada Icha yang sangat putih mulus, menyerupai punya mantanku dulu, Sarah.
Aku mulai meraba-raba dada Icha, menyelusup dari luar BHnya, lalu Icha membukakan BHnya, semakin terlihat terang jikalau Icha luar biasa cantiknya, lalu Icha membuka roknya ke bawah, juga CDnya, saya sangat suka melihatnya, lalu saya lepaskan cumbuanku pada Vani, saya berdiri dan eksklusif mencumbu Icha lagi, tanganku meremas-remas memeknya, lalu saya mendorongnya ke sofa, Icha malah berdiri, menarik tanganku, mengajak saya menuju kamarnya, ada sebuah ranjang yang besar, saya eksklusif ditolaknya hingga berbaring di ranjang, kulihat Vani dan Chintya menyusul kami ke sini.
Icha mulai mengocok-ngocok kontolku, tak lama ia mengocok, lalu Icha menghisapnya dengan penuh semangat, saya hingga melayang dibuatnya. Lalu kulihat Chintya dan Vani mulai membuka seluruh pakaian mereka, hingga telanjang bulat, body mereka bagus semua, saya ga bosan-bosan ngeliatin mereka, Chintya lalu memasang posisi meletakkan memeknya ke wajahku, saya eksklusif menjilatinya. Vani juga mengocok memeknya sendiri, saya sangat suka melihat pemandangan menyerupai ini. Mereka semua meraung-raung, mendesah, dan berteriak kenikmatan.
Icha yang sepertinya sudah mulai bosan menghisapi kontolku mulai berdiri dan berusaha menduduki kontolku dan memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah lembap terangsang. Kontolku mencicipi betapa nikmatnya memek Icha, saya menggoyangkan pinggulku dengan cepat, Icha pun meresponnya dengan baik, Icha juga membalas gerakan pinggulku dengan sangat liar, melihat itu, Vani menghampiri Icha dan eksklusif mencium Icha dengan sangat liar, wow! Ini semua sangat hebat, sangat luar biasa rasanya 3 anak SMA ngentot dengan liar begini!
“ngentot, enak banget nih… Akkkhhhhh……..” Desah Icha yang bergoyang liar di atas tubuhku, tak lama kemudian, Icha ambruk ke tubuhku, Icha mengalami orgasme. Icha lalu berdiri dan pindah ke samping kami bertiga, Icha terlihat lemas dan ia tertidur.
Vani meraih kontolku dan menghisapnya, sementara Chintya masih bertahan dengan hisapanku di memeknya, saya masih dalam posisi berbaring di ranjang.
“Vaniii… Aku mau ngerasain kontol si Ramon… Pengen banget nih… Akkkkhhhh….”
“Ya udah, sini dong”
“Entar, kau nungging aja, Chin, semoga doggie” suruhku
Chintya lalu menungging, saya sempat meremas-remas pantat dan memeknya, lalu saya mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya.
“Aaakkkkhhh…. Aaaahhhh….” Itulah yang keluar dari mulutnya ketika kontolku masuk seluruhnya ke dalam memek Chintya
“Aaahhh… Enak banget memek kamu, Chin, saya suka banget… Oooohhh….”
“Kencengin, Mon, Kerasin… Kontolmu enak banget, kenceng beibh…. Ooooooooohhhhhhh……….”
Setelah 7 menit bertahan dalam posisi ini, kurasakan menyerupai ada yang mau keluar dari dalam penisku, jadinya saya ngecrot di dalam memeknya sambil mengangkat badan Chintya dan mencium bibirnya dari samping.
“Oooohhh…. Enak banget beibh… Aku keluar juga nih… Oooohhh…. Aaaahhhh….”
Tubuh kami berdua pun ambruk, dan kontolku masih berada di dalam memeknya, kami tergeletak dalam posisi menyamping. Aku mulai bangkit, kulihat aneka macam spermaku di memek Chintya yang meluber keluar memeknya.
“Enak banget beibh… kontol kau keras banget… Aku suka banget…” katanya, ia pun terbaring lemas, menaruh kepalanya di atas badan Icha
Kulihat Vani mengangkangkan pahanya, dan memasukkan 2 jarinya ke dalam memeknya.
Aku beristirahat sejenak, kontolku masih lemas dari orgasme tadi. 10 menit saya beristirahat sambil kupejamkan mataku. Kulihat Vani sedang mengocok-ngocok memeknya dengan jarinya, saya eksklusif menghampirinya, dan mencumbuinya, saya mulai dari bibir, leher, lalu saya menyusu di dadanya, dadanya sangat besar, berukuran sekitar 36B, alasannya tubuhnya termasuk besar. Lalu saya menjilati memeknya, dan mengocok-ngocok memeknya dengan jariku, Vani mengalami orgasmenya.Cerita Sex 2015
“Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh……………. Ennnnaaakkkkkk…….”
Kudiamkan jariku di dalam memeknya sesaat, lalu kukeluarkan.
“Kamu mau ngentot, sayang?” tanyaku
“Mau banget, sayang, ayo dong, cepetan…! Masukin…!”
Kini saya berada di antara kedua pahanya, mengangkat kedua kakinya ke atas bahuku, lalu mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah lembap dan merekah merah.
Masuklah kontolku ke dalam memeknya.
“Oooohhh… Aaaahhhh… Eeennnaaakkkk…” Erangnya ketika saya menggoyang kontolku
Semakin cepat saya menggoyang kontolku. Kali ini rasanya kontolku lebih tahan dari pada tadi, mungkin alasannya sudah dikeluarin sekali pikirku, lama dalam posisi menyerupai ini, saya meminta Vani untuk tidur menyamping, tanpa mengeluarkan kontolku dari dalam memeknya, saya memutar posisinya miring ke kiri, dengan posisi ini saya masih menggoyang pinggulku dengan kencang. Tanganku dalam posisi meremas-remas pantat dan dadanya yang merah bekas cupang, pantatnya merah alasannya kutampar-tampar.
Kulihat Icha dan Chintya mulai bangun, mereka tiduran sambil menonton permainan saya dan Vani.
Sambil saya ngentot dengan Vani, Icha menghampiriku dan menciumiku, sepertinya ia mau lagi, semakin kencang saya menggoyangkan pinggulku, lalu kuberhenti sebentar, saya memutar badan Vani ke posisi doggie, alasannya saya suka sekali posisi ini, dalam posisi ini saya meremas-remas dada Vani, semakin Vani mendesah dan berteriak, sementara sambil menggoyang saya berciuman dengan Icha, semakin kukencangkan goyanganku dan jadinya Vani mengalami orgasmenya.
Langsung kulepas kontolku dari memek Vani, saya eksklusif bergerak menuju Icha yang sudah telentang membuka pahanya, saya memasukkan kontolku ke dalam vaginanya.
Aku menggoyang badan Icha sambil menindihnya, kami berciuman, kami berdua bertahan lama dalam posisi ini.
“Mon… Mau keluar nih aku… Aaaahhh…. Enak banget…”
“Aku juga kak…”
Wajah Chintya dan Vani berada di atas perut dan dada Icha, menyerupai menungguku untuk orgasme.
Akhirnya saya cabut kontolku keluar memeknya, dan keluarlah cipratan orgasme Icha, sangat deras. Lalu saya menembakkan spermaku ke wajah Chintya dan Vani, Chintya eksklusif menghisap kontolku hingga lemas.
Akhirnya kami bertiga tergeletak lemas di atas ranjang, di depanku ada Icha, di kiriku ada Chintya, dan di dadaku terbaring badan Vani.
“Thanx banget, Mon. Aku suka banget kontol kamu, lain kali kita mampu main lagi kan?” kata Icha
“Iya, Mon. Kita suka banget kontol kamu, walaupun ga terlalu gede, tapi kau mampu main lama” puji Vani
“Kapan mampu main lagi, Mon?” tanya Chintya
“Kapan aja saya mampu kok main sama kalian, kalo mau juga di mana aja saya lakuin, di sekolahan juga jadi!”
“Bener nih? Gimana kalo besok kita main lagi di sekolahan?” kata Icha
“Ah asing ah… Aku ga mau” tolak Chintya
“Boleh… Asalkan pas udah sepi…”
“Ga enak dong kalo sepi, ga seru…” Kata Icha lagi
“Ah, saya tetep ga mau…” Kata Chintya, Chintya mulai memejamkan matanya dan sepertinya ia kelelahan dan tidur.
“Terserah kalian semualah… Yang penting kalo lagi pengen, hubungi aja aku… Hahaha…”
Itulah kisahku bersama 3 gadis hot sekolahku, lain kali akan kuceritakan pengalamanku bersama mereka lagi ketika ada pertandingan futsal di sekolah…
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, erita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.

0 Komentar