“Sitta Hallloooo” spa Herman yang menelpon
“Iya man gimana apa kabar” jawabku.
“Kabar saya baik Sit?? Jawan Herman
Aku sedang maen ditempat kost temanku, ya kalau ada waktu coba maen kesini, sahabat temanku mau kenalan sama kau juga??
“Emang tempat mana “Tanyaku
“Daerah Radio Dalam, dateng ya sekarang”
“Ok deh nanti kalau saya dah deket saya telpon ya” kataku
“Ok saya tunggu ya, jangan lupa siapin diri, hehehe..”, katanya lagi
“Lho, emang saya mau diapain?”, tanyaku penasaran
“Mau diperkosa rame-rame siap nggak?”
“Siapa takut..”, jawabku sekenanya.
Lalu saya pun meluncur ke arah Radio Dalam dan sekitar 15 menit akupun hingga di tempat yang telah dijanjikan.
“Hallo Sitta, saya dah di depan nih..”, kataku
“Ok saya keluar ya, sabar..”
Lalu munculah seorang gadis yang sangat seksi tingginya sekitar 175 dengan berat sekitar 55 kg, woww.. buah dadanya lebih besar dari pada punya Sitta. Lalu beliau menghampiri mobilku dan mengetuknya.
“Iya, ada apa?”, jawabku dengan mataku yang tak lepas dari buah dadanya yang molek itu.
“Herman ya..”, kata dia.
“Iya”, kataku.
“Aku Melly temennya Sitta yuk masuk yuk..”, katanya dengan senyum nakalnya.
“Oh.. yuk”, jawabku agak sedikit tergagap.
Wah, bakal ada pesta besar nih pikirku dalam hati.
Sesampai dikamarnya saya disambut dengan pelukan dan ciuman oleh Sitta dan saya diperkenalkan kepada 3 temennya yang lain yang satu berjulukan Dita, Hanip dan Kiki. Dan harus kuakui mereka bertiga tidak kalah menggiurkannya dengan si Melly.
Tiba-tiba Sitta membuka omongan yang bagiku sifatnya hanya basa-basi dan kemudian diteruskan oleh teman-temannya dan lama-kelamaan omongan kami berlanjut ke arah selangkangan. Dan tiba-tiba dari arah belakang ada yang memelukku ketika saya akan menengok,
Dengan cepatnya Melly mencium bibirku dengan liarnya, maka akupun tak kalah bernafsunya saya balas dengan liarnya pula. Dan ternyata yang memelukku dari belakang ialah Sitta beliau terus menciumi leherku dan terus turun ke bawah mencoba membuka bajuku sementara saya masih saja berciuman dengan Melly.
Ketika bajuku dilepaskan oleh Sitta tiba-tiba ada tangan yang membuka celanaku termasuk celana dalamku maka pribadi saja adekku yang telah tegang sedari tadi keluar dari sarangnya. Dan seketika itu juga “Adekku” pribadi dilahap dengan liarnya setelah saya lihat ternyata Dita dengan ganasnya sedang mengulum kemaluanku.
Saat saya sedang diserang oleh tiga wanita ini saya sempat mencari kemana Hanip dan Kiki ternyata mereka ada di sofa akrab situ dan keduanya sudah telanjang bundar dan saya lihat Kiki sedang menjilati vagina Hanip dan Hanip pun mendesah-desah dan meliuk-liukan badannya diatas sofa tersebut sementara saya sendiri sedang kewalahan menangani seranga dari tiga wanita ini, maka saya tidak memperhatikannya.
Langsung saja saya buka baju Melly yang terdekat dengan saya dan ketika Melly sedang membuka seluruh bajunya saya tarik Dita keatas dan kami pun berciuman sementara itu Sitta menggantikan posisi Dita mengulum kemaluanku. Begitu pula dengan Dita saya buka bajunya dan posisinya digantikan oleh Sitta sedangkan posisi Sitta digantikan oleh Melly,
Wow.. ternyata kuluman Melly lebih enak dari pada Sitta dan Dita hingga kesudahannya saya merebahkan diri di ranjang yang berada disitu. Sitta setelah melepas bajunya pribadi saja memgang kemaluanku dan diarahkannya ke liang vaginannya yang ternyata sudah berair sedari tadi setelah pas maka diturunkan pantatnya perlahan-lahan hingga akhirnya.. Bless..,
“Aah..”, desah Sitta.
Sementara Sitta sedang asiknya menaik turnkan pantatnya diatasku, maka saya tarik Melly keatasku dan saya menjilati vaginanya.
“Ahh.. enak Man terus Man ohh..” desah Melly.
“Ahh.. ohh.sst” desah Sitta yang bersahut-sahutan dengan Melly dan Hanip.
“Ohh.. yess lick my pussy Man ohh yess sst” racau Melly ketika klitorisnya saya hisap-hisap.
Sementara itu saya tarik pula si Dita dan saya masukan jari tengahku ke liang vaginanya sehingga membuat Dita meracau dan meliuk-liukan badannya.
“Ohh yes Man enak Man dalem lagi Man ohh..” racau Dita.
Sementara setelah berada dalam posisi menyerupai selama kurang lebih 15 menit kesudahannya Sitta menggenjotnya semakin cepat dan mengerang.
“Ahh.. Man saya keluar Man ah..” desah Sitta dan seketika itu pula tubuhnya melemas dan menggelimpang disampingku.
Ternyata tanpa saya sadari dibawahku sudah ada si Hanip yang dengan cepatnya pribadi melumat kemaluanku maka saya pun menggeliat menahan nikmat hisapan Hanip dan Melly segera turun dari mulutku dan memasukan kemaluanku ke vaginanya dan pribadi digoyangkannya naik turun dan kadang memutar, sementara Dita tidak mau kehilangan kesempatan maka beliau menyodorkan vaginannya ke mulutku dan akupun menjilati dan mengihisap-hisap vaginanya.
Setelah 5 menit saya jilati vagina nya maka tubuh Dita mengejang dan beliau berteriak,
“Man ahh.. saya keluar Man.. ah..” sambil menekan vaginanya ke mulutku pribadi saja saya menghisap vaginanya kuat-kuat dan saya mencicipi mengalir deras cairan dari vaginanya yang pribadi saya sedot dan saya telan habis.
Setelah Dita merebahkan diri di sampingku ternyata Kki juga tidakmau ketinggalan beliau menaiki saya dan kembali saya disodorkan vagina ke 3 siang ini yang pribadi saya lumat habis gres saya memulai menjilati vagina Kiki Melly yang masih bergoyang diatasku kesudahannya mengerang kuat.
“Man saya keluar Man ah.. sst ahh..” racaunya.
Terasa sekali cairanya mengalir deras mambahasi kemaluanku dan seketika itu pula ubuhnya melemas dan menggelimpang disampingku dan ternyata Kiki sudah tidak tahan dan pribadi menurunkan tubuhnya ke bawah dan memasukan penisku ke vaginanya dan..
“Ahh.. sst ahh.. Man mentok Man.. ah..” desahnya.
Sedangkan Hanip yang sedari tadi hanya melihat sambil masturbasi sendiri saya tarik keatasku dan saya jilat dan hisap vaginannya
“Ohh yess ohh lick it honey oh..” desah Hanip.
Setelah 10 menit Kiki diatasku dan menggoyangkan pinggulnya kesudahannya beliau pun mengalami klimaks. Sementara saya sendiri yang sedari tadi belum keluar sebab tidak konsentrasi maka setelah Kiki rebah di sampingku maka saya membalikan tubuh hingga Hanip berada di bawahku dan perlahan-lahan saya masukan penisku ke vaginanya terasa sangat sempit, ketika kepala penisku mulai menyeruak masuk hingga Hanip berteriak.
“Ahh.. pelan-pelan Man sakit”
Maka perlahan-lahan saya masukan lagi setelah setengahnya masuk saya diamkan sebentar biar vagina Hanip terbiasa sebab saya melihat Hanip mengerenyitkan dahinya menahan sakit setelah Hanip hening maka saya sorong pantatku dan kesudahannya seluruh penisku berada dalam vagina Hanip
“Ahh Man sakit ah..” desah Hanip.
Dan perlahan-lahan Hanip mulai menggoyangkan pinggulnya maka saya pun menggenjot pantatku keluar masuk.
Terasa semppit sekali vagina Hanip dan ketika saya melirik kebawah saya melihat ada tetesan darah keluar dari vaginanya yang kesudahannya gres saya ketahui bahwa memang Hanip yang termuda diantara semuanya beliau gres masuk SMU kelas 1 dan hanya beliau yang masih perawan.
“Ahh.. sst.. terus Man enak Man oh.. dalam lagi Man..” racau Hanip.
Maka saya menarik Hanip kepinggiran tempat tidur dengan posisi kakinya berada di pundak saya sementara saya berdiri memang Hanip tidak kelihatan menyerupai anak gres masuk SMU dengan tingginya sekitar 170 dan buah dadanya berukuran 36 B.
Setelah 10 menit saya menggenjot Hanip kesudahannya beliau pun mengerang.
“Man saya keluar Man ohh.. Man..”
Namun saya tidak perduli saya terus menggenjot Hanip sebab saya sendiri mengejar klimaks ku, setelah itu saya balikan tubuh Hanip sambil terus menggenjotnya hingga kesudahannya Hanip berada dalam posisi menungging dan saya terus menggenjotnya dari belakang sambil meremas buah dadanya 36Bnya yang mengHanipn-Hanipn.
Ketika saya sedang menggenjot dari arah bawah belakang saya mencicipi ada yang menjilati buah pelirku dan ternya Melly sudah berdiri lagi sehingga setelah 10 menit saya menggenjot Hanip dari belakang beliau pun mengalami orgasme kembali.
“Ahh Man saya keluar lagi Man ah..” dan seketika itu tubuhnya benar-benar melemas melihat kondisinya yang menyerupai itu maka saya tidak tega dan pribadi saya tarik Melly untuk mengangkang dan saya bacokan penisku ke vaginanya dan Melly dengan posisi dibawah mendesah-desah menyerupai orang yang kepedasan.
“Ahh.. Man terus Man.. esst enak Man terus Man oh..” racaunya.
“Enak Mel, aah.. esst ahh”, racauku tidak karuan sebab mencicipi sedotan-sedotan di vagina Melly yang kata orang-orang ’empot ayam’.
Maka dengan semangatnya saya menggenjot Melly dan setelah 10 menit Melly berkata,
“Man saya mau keluar Man.. Man ahh”
“Ntar Melll gue juga mau keluar barengan ya ahh” kataku. Akhirnya,
“Man gue nggak besar lengan berkuasa Man ah..”, ser.. ser.. ser.., terasa deras sekali semprotan Melly.
“Ahh gue juga Mell ah..”, crot.. crot.. crott.., kesudahannya akupun orgasme bersamaan.
Akhirnya Kamipun ketiduran dengan posisi saya diatas Melly. Kira-kira saya tertidur 15 menit tiba-tiba saya mencicipi penisku dijilat-jilat dan dihisap-hiasap setelah saya membuka mataku ternyata Dita sedang mengulum penisku. Maka seketika itu juga saya pribadi meracau,
“Ah.. ohh.. enak Dit terus Dit”
Tapi Dita tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada beliau pribadi naik keatas tubuhku dan memasukkan penisku ke liang vagiannya, memang dari ‘peperangan’ tadi hanya Dita yang belum mencicipi penisku maka ketika yang lain lain sedang tidur Dita memanfaatkan momen tersebut sebaik-baiknya.
Terus beliau menggoyangkan pinggulnya.
“Ahh.. esst enak Man ah..” Aku pun mencicipi keenakan dengan goyangan Dita sebab goyangannya benar-benar menyerupai penari ular beliau memutar-mutarkan pantatnya diatas penisku.
Lama beliau melaksanakan itu hingga kesudahannya kami keluar bersamaan.
“Ahh Man enak Man ayo Man keluarin barengan ohh..” Akhirnya,
“Dit saya mau keluar ahh ohh crot.. crot..” Kami pun lemas dan Dita menciumku bibirku mesra
“Makasih ya Man, enak lho bener yang Sitta bilang” katanya.
“Emang Sitta bilang apa?” tanyaku penasaran.
“tongkol kau enak, kau mampu bikin cewek ketagihan nanti lagi ya” katanya.
Aku hanya tersenyum dan memeluk dia.
Akhirnya saya pun menginap disitu dan kami ber-enampun melakukannya berulang kali. Kadang saya mengeluarkan spermaku di dalam vagina Melly, Hanip ataupun yang lainnya secara bergantian. Hingga sekarang pun kami masih sering melaksanakan kadang satu lawan satu, kadang three some, ataupun pribadi berenam lagi.
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.

0 Komentar