Cerita Sampaumur Di Malam Jumat

Cerita Dewasa Di Malam Jum'at - Saya mempunyai aneka macam dongeng pengalaman orisinil aku dan aku akan ceritakan satu persatu dan salah satunya ialah pengalaman orisinil yang aku akan ceritakan berikut ini. Jika anda melihat dari judul, niscaya anda akan mengira bahwa dongeng ini berbau horror atau mistik. Saya akan tegaskan bahwa dongeng ini tidak berbau horror a
taupun gaib sehingga anda sanggup membacanya di malam hari.

Kamis Malam ahad kemudian pukul 20:00, aku sedang asyik mengutak atik komputer alasannya aku gres saja menemukan agenda yang sanggup digunakan untuk bermain Play Station di komputer. Mendadak keseriusan aku dikagetkan oleh bunyi telepon dan alasannya di rumah itu tidak ada siapa-siapa makanya aku tetapkan untuk mengangkat telepon itu.

Disaat aku menjawab telepon tersebut, ternyata beliau ialah seorang petugas asuransi yang memperlihatkan produk-produk asuransi. Secara jujur, aku tidak tahu apa-apa mengenai asuransi sehingga aku mengiyakan saja ketika gadis di telepon itu memperlihatkan diri untuk berkunjung ke rumah alasannya dikala itu beliau berada tidak jauh dari rumah aku dan beliau mengetahui rumah aku berdasarkan tumpuan dari sobat ayah aku yang dikala ini sedang bertugas ke Negara Malaysia selama 2 minggu.

Tidak usang sehabis telepon tersebut ditutup, mama aku menelpon aku dan menyuruh aku untuk berhati-hati di rumah alasannya malam ini beliau tidak akan pulang alasannya sedang menemani adik aku yang dikala itu sedang berada di Rumah Sakit Persahabatan alasannya beliau mengalami kecelakaan patah tulang sewaktu bermain-main di belakang halaman rumah. Saya menutup gagang telpon sehabis mama aku menyuruh aku untuk menjaga rumah dan lima menit kemudian, bel rumah aku berbunyi. Saya pribadi berlari ke dapur untuk mengambil kunci pintu depan. Sambil membawa kunci gerbang, aku berlari untuk mengetahui siapakah yang berada di depan pintu, ternyata beliau ialah gadis petugas asuransi yang gres saja menelepon aku dan aku mengetahuinya ketika beliau mengenalkan diri dan mengatakan aku sebuah kartu nama yang bertuliskan namanya.

Namanya ialah Cynthia K**** (edited) dan beliau mempunyai figur tubuh yang cukup menggairahkan dan aku sungguh kaget alasannya beliau ternyata masih berumur 23 tahun dan itu berarti tidak begitu jauh dari umur saya. Saya mempersilakan Chynthia untuk masuk ke dalam rumah aku yang cukup besar. Setelah aku menyuruhnya duduk dan menyiapkan sedikit penganan dan minuman juice untuknya, aku menanyakan keperluan kedatangannya sambil sekali-sekali melihat ke arah balik baju kantornya yang cukup seksi alasannya dikala itu beliau mengenakan baju jalan masuk yang biasa digunakan oleh perempuan wanita karir kebanyakan.

Dia menjelaskan bahwa produk di perusahaannya sangat cocok untuk cowok seumur aku mengingat premi yang aku mesti tangguhkan cukup murah. Saya sebetulnya tidak begitu tertarik dengan produk asuransi dan mengenai uang, aku sebetulnya tidak ada problem dengan itu berhubung tabungan aku cukup banyak di Bank BCA dan di Citybank alasannya biarpun aku masih muda, aku sering sekali mengikuti agenda program share dan investasi berjangka.

Cynthia masih serius sekali menjelaskan produk finansial tersebut kepada aku dan aku tidak memperhatikan satu kalimat pun yang beliau ucapkan alasannya pandangan aku kini sedang memperhatikan gundukan yang mengembung berada di balik selangkangannya dan menciptakan aku menelan ludah berkali-kali.

Akhirnya Cynthia menyadari hal tersebut sehingga presentasinya yang tadi lancar mendadak menjadi tersendat-sendat. Untuk membuatnya tidak curiga dengan 'kegiatan mata' saya, aku kemudian mendekatinya dan berpura-pura menanyakan jumlah premi yang mesti ditangguhkan. Dia kembali menjelaskannya dan aku pribadi mengelus-elus pahanya yang masih tertutup oleh kain tetapi aku kaget sekali alasannya tindakan bandel aku ini hanya didiamkan saja sehingga aku semakin berani untuk mengarahkan tangan aku ke arah 'bagian sensitif'nya. Rupanya biro asuransi ini cukup responsif dengan kenakalan tangan aku dan aku mengetahuinya alasannya beliau mendadak menghentikan presentasinya dan mendesah-desah bahkan beliau mulai memegang payudaranya sendiri yang masih terbungkus oleh pakaiannya.

Saya tentunya tidak tahan lagi untuk bersetubuh dengannya sehingga aku pribadi memeluk dan menciumnya. Pertama kali memang beliau agak sedikit meronta dan melarang aku untuk berbuat zina tetapi lama-lama pertahanannya menjadi goyah alasannya aku terus membujuknya dengan sentuhan-sentuhan di payudara dan selangkangannya dan balasannya beliau bertekuk lutut di hadapanku.

Cynthia masih duduk di dingklik tamu tersebut sementara aku sudah berada di depan selangkangannya. Dengan ganasnya, aku pribadi menjilati selangkangan cynthia yang masih dibalut oleh kain celananya. Permainan pengecap aku di sekitar selangkangannya dan permainan tangan aku di payudaranya menciptakan beliau menjadi mendesah dan menyuruh aku untuk berhenti sebentar. Saya mendapatkan permintaan untuk berhenti sebentar dan Cynthia pribadi membuka seluruh busananya di meja tamu sehingga kini aku sanggup melihat sebuah pemandangan yang merangsang. Sesosok gadis muda dengan payudara yang mancung, berkulit putih mulus, befigur menyerupai gitar spanyol dan yang paling menyenangkan ialah masih adanya rambut-rambut halus di sekitar kawasan terlarangnya.

Setelah aku juga membuka seluruh busana saya, aku pribadi mendekati Cynthia dan mencium bibirnya yang kecil itu sambil tangan aku menggerayangi bibir kemaluannya yang semakin berair itu. "Ohh, Indraa.." desahnya ketika jari-jari aku mulai memasuki liang kenikmatannya. Desah-desah gairahnya menciptakan "senjata" aku semakin menegang sehingga tanpa persetujuannya, aku pribadi memasukkan senjata aku ke dalam sarung"nya. "Bless..", masuklah batang kejantanan aku yang berukuran 17 cm ke dalam liang senggamanya yang masih sempit dan diselingi oleh teriakan histeris dan darah yang mengucur dari dalam liang kewanitaannya. Ternyata, petugas asuransi ini masih perawan dan aku semakin bersemangat alasannya sempitnya liang kewanitaannya yang memijat-mijat batang kemaluan aku menciptakan desahannya semakin mengeras dan beliau mulai meracau tidak karuan dan bahkan beliau mulai menganggap aku sebagai kekasihnya sendiri. Hal ini aku ketahui ketika beliau memanggil aku dengan sebutan "sayang", "hubby" dan bahkan ada kata-kata kotor yang menciptakan aku semakin terangsang.

Liang kewanitaannya semakin berair dan dentuman-dentuman batang kemaluan aku di dalam liang senggamanya menciptakan seluruh tubuh kami menjadi berkeringat. Tiba-tiba, Cynthia memegang pinggul aku dan menyuruh aku untuk mempercepat gerakan aku sambil berkata, "Indra sayangg.. cepetann.. Cynthia udah mau keluarr.." dan tak usang sehabis beliau berkata demikian, beliau berkata dengan terbata-bata, "enakk.. shh.. enakk.. Indraa.. aku klimakss.." sambil memeluk aku dengan erat-erat dan bahkan disaat beliau mencapai puncak kenikmatannya, beliau menggigit punggung aku sehingga aku mencicipi perih di punggung tetapi hal ini semakin menambah gairah seksual saya.

Disaat itu, aku masih tegar dan belum memperlihatkan gejala-gejala ingin titik puncak tetapi tentunya birahi aku masih tinggi sekali. Saya bosan dengan gerakan aku sehingga aku pribadi menyuruh Cynthia untuk berbalik badan. Cynthia menuruti aku dan beliau berbalik tubuh dengan tangannya yang bertumpu pada dingklik sofa di ruang tamu, batang kemaluan aku yang masih menegang pribadi aku masukkan ke dalam lubang pantatnya. Pertama kali batang kemaluan aku menembus liang duburnya, beliau berteriak histeris tetapi sehabis aku mendiamkan batang kemaluan aku yang cukup besar di dalamnya, beliau justru mulai menyenangi permainan ini dan menyuruh aku untuk mengeluar masukkan batang kemaluan aku di dalam liang analnya.

Sekarang gantian aku yang mendesah-desah alasannya liang analnya mulai memijit-mijit batang kemaluan aku secara nikmat sekali. Saya terus melaksanakan doggy style ini dalam waktu 10 menit kedepan dan aku masih dalam keadaan yang masih berpengaruh dalam permainan. Saya kemudian menuntaskan permainan itu. Saya mengambil kertas koran yang tidak jauh dari dingklik tamu tersebut dan menaruhnya di atas lantai, kemudian aku tidur di atas kertas koran tersebut dan aku mengajak Cynthia untuk berada di atas diri saya. Cynthia menyetujui undangan aku dan beliau pribadi mulai memasukkan batang kemaluan aku yang masih tegang ke dalam liang senggamannya.

"Bless.." dengan penuh sensasi, Cynthia secara refleks pribadi menggerakkan naik turun sehingga batang kemaluan aku menyerupai dipijit pijit dan aku yakin Cynthia semakin usang menyukai permainan ini alasannya liang senggamanya yang semula mengering kembali berair dan hangat dan ini menunjukan bahwa beliau mulai terangsang kembali. Sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya, beliau mulai mengelus-elus dada aku sementara disaat yang bersamaan aku mulai memijit payudara dan pentil dadanya sehingga beliau menjadi mendesah secara nikmat. Kami bergumul cukup lama.

Setelah 10 menit kemudian, aku mencicipi ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam batang kemaluan saya. Saya tidak peduli apakah beliau akan hamil nantinya atau tidak, yang niscaya aku sangat puas jikalau aku sanggup memasukkan semua sperma aku ke dalam liang kewanitaan perempuan.

Saya semakin mempercepat dan Cynthia mengatakan respon yang cukup baik alasannya beliau juga mempercepat gerakan naik turunnya sehingga gerakan kami semakin cepat dan semakin asing sehingga aku balasannya melepaskan semua sperma aku di dalam liang kewanitaannya sementara disaat yang bersamaan, Cynthia juga telah mencapai puncak kenikmatan tersebut alasannya beliau memeluk aku erat-erat dan aku mencicipi cairan yang menetes dari dalam liang senggamanya yang membanjiri batang kemaluan dan menyatu dengan sperma aku yang sudah keluar duluan. Setelah kami sama sama melepas kenikmatan ini, kami berdua sama sama roboh dan tertidur.

Setelah kami sama sama telah bangun, aku meminta aplikasi asuransi dari Cynthia dan aku mengatakan segala gosip mengenai aku kepada Cynthia dan tak usang kemudian, beliau mohon pamit untuk pulang dan juga berterima kasih alasannya mengatakan beliau sesuatu yang sangat nikmat dan takkan pernah terlupakan selama hidupnya.

TAMAT
Previous
Next Post »
0 Komentar