Showing posts with label cerita seks 2019. Show all posts
Showing posts with label cerita seks 2019. Show all posts

Baca Kumpulan Dongeng Sex Di Hamili Anak Tetangga

Baca Kumpulan Cerita Sex di Hamili Anak Tetangga - Namaku Lani, seorang ibu rumah tangga, umurku 36 tahun. Suamiku namanya Prasojo, umur 44 tahun, seorang pegawai di pemerintahan di Bantul. Aku senang dengan suami dan kedua anakku. Suamiku seorang pria yang gagah dan bertubuh besar, biasalah dulu ia seorang tentara. Penampilanku walaupun sudah terbilang berumur tapi sangat terawat, sebab adalah saya rajin ke salon dan fitnes dan yoga. Kata orang, saya mirip mirip Sandy Harun.

Tubuhku masih mampu dikatakan langsing, walaupun payudaraku termasuk besar, sebab adalah sudah punya anak dua. Anakku yang pertama bernama Rika, seorang gadis remaja yang beranjak dewasa. Dia sudah mau lulus SMA, yang kedua Sangga,masih sekolah SMA kelas 1. Rika walaupun tinggal serumah dengan kami juga lebih sering menghabiskan waktunya di tempat kosnya di tempat Gejayan.

Kalau si Sangga, sebab adalah pemuda remaja, lebih sering berkumpul dengan teman-temannya ataupun sibuk berkegiatan di sekolahnya. Semenjak tidak lagi sibuk mengurusi anak-anak, kehidupan seksku semakin renta justru semakin menjadi-jadi. Apalagi suamiku selain bertubuh kekar, juga orang yang sangat terbuka soal urusan seks. Akhir-akhir ini, setelah belum dewasa besar, kami berlangganan internet.

Aku dan suamiku sering browsing masalah-masalah seks, baik video, cerita, ataupun foto-foto. Segala macam gaya berhubungan tubuh kami lakukan. Kami bercinta sangat sering, minimal seminggu tiga kali. Entah mengapa, semenjak kami sering berseluncur di internet, gairah seksku semakin menggebu. Sebagai tentara, suami sering tidak ada di rumah, tapi jikalau pas di rumah, kami langsung main kuda-kudaan, hehehe. Sudah lama kami memutuskan untuk tidak punya anak lagi.

Tapi saya sangat takut untuk pasang spiral. Dulu saya pernah mencoba suntik dan pil KB. Tapi kini kami lebih sering pakai kondom, atau lebih seringnya suamiku ‘keluar’ di luar. Biasanya di mukaku, di payudara, atau bahkan di dalam mulutku.

Pokoknya kami sangat hati-hati supaya Sangga tidak punya adik lagi. Dan tenang saja, suamiku sangat ahli mengendalikan muncratannya, jadi saya tidak khawatir muncrat di dalam rahimku. Walaupun sudah dua kali melahirkan tubuhku termasuk sintal dan seksi.

Payudaraku masih cukup kencang sebab adalah terawat. Tapi yang jelas, bodiku masih semlohai, sebab adalah saya masih punya pinggang. Aku sadar, jikalau tubuhku masih tetap membuat para pria menelan air liurnya. Apalagi saya termasuk ibu-ibu yang suka pakai baju yang agak ketat. Sudah kebiasaan sih dari remaja.

Suamiku termasuk seorang pejabat yang baik. Dia ramah pada setiap orang. Di kampung ia termasuk pegawapemerintah yang disukai oleh para tetangga. Apalagi suamiku juga banyak bergaul dengan belum dewasa muda kampung. Kalau pas di rumah, suamiku sering mengajak belum dewasa muda untuk bermain dan bercakap-cakap di teras rumah.

Semenjak setahun yang lalu, di halaman depan rumah kami di bangun semacam gazebo untuk nongkrong para tetangga. Setelah membeli televisi baru, televisi lama kami, ditaruh di gazebo itu, sehingga para tetangga betah nongkrong di situ. Yang jelas, banyak bapak-bapak yang curi-curi pandang ke tubuhku jikalau pas saya bersih-bersih halaman atau ikutan nimbrung sebentar di tempat itu.

Maklumlah, jikalau istilah kerennya, saya ini termasuk MILF, hehehe. Selain bapak-bapak, ada juga pemuda dan remaja yang sering bermain di rumah. Salah satunya sebab adalah gazebo itu juga dipergunakan sebagai perpustakaan untuk warga.

Salah satu anak kampung yang paling sering main ke rumah adalah Indun, yang masih SMP kelas 2. Dia anak tetangga kami yang berjarak 3 rumah dari tempat kami.

Anaknya baik dan ringan tangan. Sama suamiku ia sangat akrab, bahkan sering membantu suamiku jikalau lagi bersih-bersih rumah, atau membelikan kami sesuatu di warung. Sejak masih anak-anak, Indun dekat dengan belum dewasa kami, mereka sering main karambol bareng di gazebo kami. Bahkan kadang kala Indun menginap di situ, sebab adalah jikalau malam, gazebo itu diberi penutup oleh suamiku, sehingga tidak terasa dingin.

Pada suatu malam, saya dan suamiku sedang bermesraan di kamar kami. Semenjak sering melihat adegan blow job di internet, saya jadi kecanduan mengulum penis suamiku. Apalagi penis suamiku adalah penis yang paling gagah sedunia bagiku. Tidak kalah dengan penis-penis yang biasa kulihat di BF. Padahal dulu waktu masih pengantin muda saya selalu menolak jikalau diajak blowjob.

Entah kenapa kini di usia yang sudah pertengahan kepala tiga ini saya justru tergila-gila mengulum batang suamiku. Bahkan saya mampu orgasme hanya dengan mengulum batang besar itu. Tiap nonton film blue pun mulutku serasa gatal.

Kalau pas tidak ada suamiku, saya selalu membawa pisang jikalau nonton film-film gituan. Biasalah, sambil nonton, sambil makan pisang, hehehe. Malam itu pun saya dengan rakus menjilati penis suamiku. Bagi mas Prasojo, mulutku adalah vagina keduanya. Dengan berseloroh, ia pernah bilang jikalau bersama-sama ia sama saja sudah poligami, sebab adalah ia punya dua lubang yang sama-sama hotnya untuk dimasuki.

Ucapan itu ada benarnya, sebab adalah mulutku sudah hampir menyerupai vagina, baik dalam mengulum maupun dalam menyedot. Karena kami menghindari kehamilan, bahkan sebagian besar sperma suamiku masuk ke dalam mulutku. Malam itu kami lupa jikalau Indun tidur di gazebo kami.

Seperti biasa, saya teriak-teriak pada waktu penis suamiku mengaduk-aduk vaginaku. Suamiku sangat kuat. Malam itu saya sudah berkali-kali orgasme, sementara suamiku masih segar bugar dan menggenjotku terus menerus. Tiba-tiba kami tersentak, ketika kami mendengar bunyi berisik di jendela.

Segera suami mencabut batangnya dan membuka jendela. Di luar nampak Indun dengan wajah kaget dan gemetaran tertangkap lembap mengintip kami. Suamiku nampak murka dan melongokkan badannya keluar jendela. Indun yang kaget dan ketakutan meloncat ke belakang. Saking kagetnya, kakinya terantuk selokan kecil di teras rumah. Indun terjerembab dan terjungkal ke belakang. Suamiku tak jadi marah, tapi ia kesal juga.

“Walah, Ndun! Kamu itu ngapain?” bentaknya.
Indun ketakutan setengah mati. Dia sangat menghormati kami. Suamiku yang tadinya kesal pun tak jadi memarahinya. Indun gelagepan. Wajahnya meringis menahan sakit, sepertinya pantatnya terantuk sesuatu di halaman.

Aku tadinya juga sangat malu diintip anak ingusan itu. Tapi saya juga mengasihi Indun, bahkan mirip anakku sendiri. Aku juga sadar, bersama-sama kami yang salah sebab adalah bercinta dengan bunyi segaduh itu. Aku segera meraih dasterku dan ikut menghampiri Indun.

“Aduh, mas. Kasian dia, gak usah dimarahin. Kamu sakit Ndun?” Aku mendekati Indun dan memegang tangannya.
Wajah Indun sangat memelas, antara takut, sakit, dan malu.
“Sudah gak papa. Kamu sakit, Ndun?” tanyaku. “Sini coba kamu berdiri, mampu gak?”
Karena gemeteran, Indun gagal mencoba berdiri, ia malah terjerembab lagi. Secara reflek, saya memegang punggungnya, sehingga kami berdua menjadi berpelukan.

Dadaku menyentuh lengannya, tentu saja ia mampu merasakan lembutnya gundukan besar dadaku, sebab adalah saya hanya memakai daster tipis yang sambungan, sementara di dalamnya saya tidak memakai apa-apa.

“Aduh sorri, Ndun” pekikku.
Tiba-tiba suamiku tertawa. Agak kesal saya melirik suamiku, kenapa ia menertawai kami.
“Aduh Mas ini. Ada anak jatuh kok malah ketawa”
“Hahaha.. lihat itu, Dik. Si Indun ternyata udah gede, hahaha…” kata suamiku sambil menunjuk selangkangan Indun. Weitss… ternyata mungkin tadi Indun mengintip kami sambil mengocok, sebab adalah di atas celananya yang agak melorot, batang kecilnya mencuat ke atas.

Penis kecil itu terlihat sangat tegang dan berwarna kemerahan. Malu juga saya melihat adegan itu, apalagi si Indun. Dia tambah gelagepan.

“Hussh Mas. Kasihan dia, udah malu tuh”, kataku yang justru menambah malu si Indun.
“Kamu suka yang lihat barusan, Ndun? Wah, hayooo… kamu nafsu ya lihat istriku?” goda suamiku.
Suamiku malah ketawa-ketawa sambil berdiri di belakangku. Tentu saja wajah Indun tambah memerah, walaupun tetap saja penis kecilnya tegak berdiri. Kesal juga saya sama suamiku. Udah gak menolonng malah mentertawakan anak ingusan itu.
“Huh, Mas mbok jangan godain dia, mbok tolongin nih, angkat dia”
“Lha ia khan sudah berdiri, ya tho Ndun? Wakakak” kata suamiku.

Aku sungguh tidak tega lihat muka anak itu. Merah padam sebab adalah malu. Aku kemudian berdiri mengangkang di depan anak itu, dan memegang dua tangannya untuk menariknya berdiri. Berat juga badannya. Kutarik kuat-kuat, kesannya ia terangkat.

Tapi gres setengah jalan, mungkin sebab adalah ia masih gemetar dan saya juga kurang kuat, tiba-tiba justru saya yang jatuh menimpanya. Ohhh… saya berusaha untuk menahan badanku supaya tidak menindih anak itu, tapi tanganku malah menekan dada Indun dan membuatnya jatuh terlentang sekali lagi. Bahkan kali ini, saya ikut jatuh terduduk di pangkuannya.

Dan…. ohhhh. Sleppp…. terasa sesuatu menggesek bibir vaginaku.
“Waa…!” saya tersentak dan sesaat galau apa yang terjadi, begitu juga dengan Indun, wajahnya nampak sangat ketakutan. “Aduuuhhh!” teriakku.

Sementara suamiku justru tertawa melihat kami jatuh lagi. Tiba-tiba saya sadar benda apa yang bergesekan dengan vaginaku, penis kecil si Indun! Penis itu menggesek wilayah sensitifku disamping sebab adalah vaginaku masih berair oleh persetubuhanku dengan suamiku, juga sebab adalah saya tidak mengenakan apa-apa di balik daster pendekku.
“Ohhhhh…. apa yang terjadi?” Pikirku.
Mungkin juga sebab adalah penis Indun yang masih imut dan lobang vaginaku yang biasa digagahi penis besar suami, risikonya sangat praktis diselipin batang kecil itu.

“Ohhh.. Masss???” desisku pada suamiku. Kali ini suamiku berhenti tertawa dan agak kaget.
“Napa, say?” tanyanya heran.
Kami bertiga sama-sama kaget, suamiku nampaknya juga menyadari apa yang terjadi. Dia mendekati kami, dan melihat bahwa kelamin kami saling bersentuhan. Beberapa dikala kami bertiga terdiam galau dengan apa yang terjadi. Aku merasakan penis Indun berdenyut-denyut.

Lobangku juga segera meresponnya, mengingat rasa tanggung setelah persetubuhanku dengan suamiku yang tertunda. Aku mencoba bangkit, tapi entah kenapa, kakiku jadi gemetar dan kembali selangkanganku menekan tubuh si Indun. Tentu saja penisnya melesak ke lobangku. Ohhh… saya merasakan sensasi yang biasa kutemui kala sedang bersetubuh.
“Ohhh…” desisku. Indun terpekik tertahan. Wajahnya memerah. Tapi saya merasakan pantatnya sedikit dinaikkan merespon selangkanganku. Slepppp… kembali penis itu menusuk dalam lobangku.
Yang mengherankan suamiku diam saja, entah sebab adalah ia kaget atau apa. Hanya saya lihat wajahnya ikut memerah dan sedikit membuka mulutnya, mungkin galau juga untuk bereaksi dengan situasi absurd ini.

Aku diam saja menahan napas sambil menguatkan tanganku yang menahan tubuhku. Tanganku berada di sisi kanan dan kiri si Indun. Sementara Indun dengan wajah merah padam menatap mukaku dengan panik. Agak mangkel juga saya lihat mukanya, panik, takut, tapi kok penisnya tetap tegang di dalam vaginaku. Dasar anak mesum, pikirku. Tapi absurd juga, saya justru merasakan sensasi yang absurd dengan adanya penis anak yang sudah kuanggap saudaraku sendiri itu dalam vaginaku.

Agak kasihan juga lihat mukanya, dan juga muncul rasa sayang. Pikirku, kasihan juga anak ini, ia sangat berangasan mengintip kami, dan juga apalagi yang dikawatirkan, sebab adalah penisnya sudah terlanjur dalam vaginaku. Aku melirik suamiku sambil tetap duduk di pangkuan si Indun. Suamiku tetap diam saja. Agak kesal juga saya lihat respon mas Prasojo. Tiba-tiba pikiran nakal menyelimuti.

Kenapa tidak kuteruskan saja persetubuhanku dengan Indun, toh penisnya sudah menancap di vaginaku. Apalagi jikalau lihat muka hornynya yang sudah di ubun-ubun, kasihan lihat Indun jikalau tidak diteruskan. Dengan nekat saya kembali menekan pantatku ke depan. Vaginaku meremas penis Indun di dalam. Merasakan remasan itu, Indun terpekik kaget. Suamiku mendengus kaget juga.

“Dik, aaa…paaaa yang kaulakukan?” kata suamiku gagap.
Aku diam saja, hanya saja saya mulai menggoyang pantatku maju mundur.
Suamiku termangu sekarang. Wajahnya mendekat melihat mukaku setengah tak percaya. Indun tidak berani lihat suamiku. Dia menatap wajahku keheranan dan penuh nafsu.
“Mas… saya teruskan saja ya, kasihan si Indun. Apalagi khan sudah terlanjur masuk, toh sama saja…” bisikku berani ke suamiku.
Aku tak mampu lagi menerka perasaan suamiku. Kecelakaan ini benar-benar di luar perkiraan kami semua. Tapi suamiku memegang pundakku, yang kupikir mengijinkan kejadian ini. Entah apa yang ada di pikiranku, saya tiba-tiba sangat ingin menyelesaikan nafsu si Indun.

Si Indun mengerang-erang sambil terbaring di rerumputan halaman rumah kami. Kembali saya memaju-mundurkan pantatku sambil meremas-remas penis kecil itu di dalam lobangku. Remasanku selalu bikin suamiku tak tahan, sebab adalah saya rajin ikut senam. Apalagi ini si Indun, anak ingusan yang tidak berpengalaman.

Tiba-tiba, sebab adalah sensasi yang absurd ini, saya merasakan orgasme di dalam vaginaku. Jarang saya orgasme secepat itu. Aku merintih dan mengerang sambil memegang erat lengan suamiku. Banjir mengalir dalam lobangku. Otomatis remasan dalam vaginaku menguat, dan penis kecil si Indun dijepit dengan luar biasa.
Indun meringis dan mengerang. Pantatnya melengkung naik, dann…. croottttttttt………..
Cairan panas itu membanjiri rahimku. Aku mirip hilang kendali, semua tiba-tiba gelap dan saya diserbu oleh tornado kenikmatan…
“Ohhhhhhhhhh…”

Aku kemudian terkulai sambil menunduk menahan tubuhku dengan kedua tanganku. Nafasku terengah-engah tidak karuan. Sejenak saya diam tak tahu harus bagaimana. Aku dan suamiku saling berpandangan.
“Dik… Indun gak pakai kondom ..?” suamiku terbata-bata.
Kami sama-sama kaget menyadari bahwa percintaan itu tanpa pengaman sama sekali, dan saya telah mendapat aneka macam sperma dalam rahimku, sperma si anak ingusan. Ohhh… tiba-tiba saya sadar akan resiko dari persetubuhan ini. Aku dalam masa subur, dan sangat mampu jadi saya bakalan mengandung anak dari Indun, bocah SMP yang masih ingusan.

Pelan-pelan saya berdiri dan mencabut penis Indun dari vaginaku. Penis itu masih setengah berdiri, dan berkilat berair oleh cairan kami berdua. Aku dan suamiku mengehela nafas. Cepat cepat saya memperbaiki dasterku. Dengan gugup, Indun juga menaikkan celananya dan duduk ketakutan di rerumputan.
“Maa.. ma’af, Bu..” kesannya keluar juga suaranya.
Aku menatap Indun dengan wajah seramah mungkin. Suamiku yang kesannya pegang peranan.
“Sudahlah, Ndun. Sana kamu pulang, mandi dan cuci-cuci!” perintahnya tegas.
“Iya, om. Ma.. maaf ya Om” kata Indun sambil menunduk. Segera ia meluncur pergi lewat halaman samping.
“Masuk!” suamiku melihat ke arahku dengan bunyi agak keras.
Gemetar juga saya mendengar suamiku yang biasanya halus dan mesra padaku. Aduuh, apa yang akan terjadi?bKami berdua masuk ke rumah, saya tercekat tidak mampu memberikan apa-apa. Tiba-tiba pikiran-pikiran buruk menderaku, jangan-jangan suamiku tak memaafkanku.

Ohhh apa yang mampu kulakukan. Di dalam kamar tangisanku pecah. Aku tak berani menatap suamiku. Selama ini saya adalah istri yang setia dan senang bersama suamiku, tapi malam ini… tiba-tiba saya merasa sangat kotor dan hina. Agak lama suamiku membiarkanku menangis. Pada kesannya ia mengelus pundakku.
“Sudahlah bu, ini khan kecelakaan.”
Hatiku sangat lega. Aku menatap suamiku, dan mencium bibirnya. Tiba-tiba saya menjadi sangat takut kehilangan dia. Kami berpelukan lama sekali.
“Tapi mas… jikalau aku…… hamil gimana?” tanyaku memberanikan diri.
“Ah.. mana mungkin, ia khan masih ingusan. Dan jikalau pun Dik Idah hamil khan gak papa, si Sangga juga sudah siap jikalau punya adik lagi”, sanggah suamiku.

Jawaban itu sedikit menenangkan hatiku. Akhirnya kami bercinta lagi. Kurasakan suamiku begitu mengebu-gebu mengerjaiku. Apa yang ada di pikirannya, saya tak tahu, padahal ia barusan saja melihat istrinya disetubuhi anak muda. Sampai-sampai saya kelelehan melayani suamiku. Pada orgasme yang ketiga saya menyerah.
“Mas, keluarin di mulutku saja ya… saya tak kuat lagi” bisikku pada orgasme ketigaku ketika kami dalam posisi doggystye.
Suamiku mengeluarkan penisnya dan menyorongkannya ke mulutku. Sambil terbaring saya menyedot-nyedot penis besar itu. Sekitar setengah jam kemudian, mulutku penuh dengan sperma suamiku. Dengan penuh kasih sayang, saya menelan semua cairan kental itu.

#############
Hari-hari selanjutnya berlalu dengan biasa. Aku dan suamiku tetap dengan kemesraan yang sama. Kami mirip melupakan kejadian malam itu. Hanya saja, Indun belum berani main ke rumah.

Agak kangen juga kami dengan anak itu. Sebenarnya rumah kami dekat dengan rumah Indun, tapi saya juga belum berani untuk melihat keadaan anak itu. Hanya saja saya masih sering ketemu ibunya, dan sering iseng-iseng nanya keadaan Indun. Katanya sih ia baik-baik saja hanya kini lagi sibuk persiapan mau naik kelas 3 SMP.

Seminggu sebelum bulan puasa, Indun datang ke rumah mengantarkan selamatan keluarganya. Wajahnya masih kelihatan malu-malu ketemu aku. Aku sendiri dengan riang menemuinya di depan rumah.
“Hai Ndun, kok kamu jarang main ke rumah?” tanyaku.
“Eh, iya bu. Gak papa kok Bu”, jawabnya sambil tersipu.
“Bilang ke mamamu, makasih ya”
“Iya bu”, jawab Indun dengan canggung. Dia bahkan tak berani menatap wajahku. Entah kenapa saya merasa kangen sekali sama anak itu. Padahal ia terang masih anak ingusan, dan bukan type-type anak SMP yang populer dan gagah kayak yang jago-jago main basket. Jelas si Indun tidak terlalu gagah, tapi ukuran sedang untuk anak SMP. Hanya badannya memang tinggi.

“Ayo masuk dulu. Aku buatin minum ya” ajakku.
Indun tampak masih agak malu dan takut untuk masuk rumah kami. Siang itu suamiku masih dinas ke Kulonprogo. Anak-anak juga tidak ada yang di rumah. Kami bercakap-cakap sebentar ihwal sekolahnya dan sebagainya. Sekali-kali saya merasa Indun melirik ke badanku. Wah, gak tahu kenapa, saya merasa senang juga diperhatiin sama anak itu badanku. Waktu itu saya mengenakan kaos agak ketat sebab adalah barusan ikut kelas yoga bersama ibu-ibu Candra Kirana. Tentunya dadaku terlihat sangat menonjol. Akhirnya tidak begitu lama, Indun pamit pulang. Dia kelihatan lega sikapku padanya tidak berubah setelah kejadian malam itu.

Hingga pada bulan selanjutnya saya tiba-tiba gelisah. Sudah hampir lewat dua minggu saya belum datang bulan. Tentu saja kejadian waktu itu membuatku bertambah panik. Gimana jikalau benar-benar jadi? Aku belum berani bilang pada Mas Prasojo. Untuk melakukan test saja saya sangat takut. Takutnya jikalau positif.

Hingga pada suatu pagi saya melakukan test kehamilan di kamar mandi. Dan, deg! Hatiku mirip mau copot. Lembaran kecil itu memberikan jikalau saya positif hamil!!! Oh Tuhan!
Aku benar-benar kaget dan tak percaya. Jelas ini bukan anak suamiku. Kami selalu bercinta dengan aman. Dan terang sesuai dengan waktu kejadian, ini adalah anak Indun, si anak SMP yang belum cukup umur. Aku benar-benar bingung. Seharian saya tidak mampu berkonsentrasi. Pikiranku berkecamuk tidak karuan. Bukan saja sebab adalah saya tidak siap untuk punya anak lagi, tapi juga bagaimana reaksi suamiku, bahwa saya hamil dari pria lain. Itulah yang paling membuatku bingung.

Hari itu saya belum berani untuk memberi tahu suamiku. Dua hari berikutnya, justru suamiku yang merasakan perbedaan sikapku.
“Dik Lani, ada apa? Kok sepertinya kurang ?” tanyanya penuh perhatian.
Waktu itu kami sedang tidur bedua. Aku tidak mampu mengeluarkan kata-kata. Yang kulakukan hanya memeluk suamiku erat-erat. Suamiku membalas pelukanku.
“Ada apa sayang?” tanyanya.

Badan kekarnya memelukku mesra. Aku selalu merasa tenang dalam pelukan pria perkasa itu. Aku tidak berani menjawab. Suamiku memegang mukaku, dan menghadapkan ke mukanya. Sepertinya ia menyadari apa yang terjadi. Sambil menatap mataku, ia bertanya, “benarkah?”
Aku mengangguk pelan sambil menagis, “aku hamil, mas…”
Jelas suamiku juga kaget. Dia diam saja sambil tetap memelukku. Lalu ia menjawab singkat’
“besok kita ke dokter Merlin”. Aku mengangguk, kemudian kami saling berpelukan hingga pagi tiba.
Hari selanjut sore-sore kami berdua menemui dokter Merlin. Setelah dilakukan test, dokter elok itu memberi selamat pada kami berdua.
“Selamat, Pak dan Bu Prasojo. Anda akan mendapat anak ketiga”, kata dokter itu riang.
Kami mengucapkan terimakasih atas ucapan itu, dan sepanjang jalan pulang tidak berkata sepatah kata pun. Setelah itu, suamiku tidak menyinggung dilema itu, bahkan ia memberi tahu pada belum dewasa jikalau mereka akan punya adik baru.

Anak-anak ternyata senang juga, sebab adalah sudah lama tidak ada anak kecil di rumah. Bagi mereka, adik kecil akan menyemarakkan rumah yang kini sudah tidak lagi ada bunyi anak kecilnya.
Malamnya, setelah tahu saya hamil, suamiku justru menyetubuhiku dengan ganas. Aku tidak tahu apakah ia ingin supaya anak itu gugur atau sebab adalah ia merasa sangat berangasan padaku. Yang terang saya menyambutnya dengan tak kalah bernafsu. Bahkan kami gres tidur menjelang jam 3 dini hari setelah sepanjang malam kami bergelut di kasur kami.


Aku tidak tahu lagi bagaimana wujud mukaku malam itu, sebab adalah sepanjang malam mulutku disodok-sodok penis suamiku, dan dipenuhi oleh muncratan spermanya yang hingga tiga kali membasahi muka dan mulutku. Aku hampir tidak mampu bangun pagi harinya, sebab adalah seluruh tubuhku mirip remuk dikerjain suamiku. Untungnya esok harinya hari libur, jadi saya tidak harus buru-buru menyiapkan sekolah anak-anak.

Hari-hari selanjutnya berlalu dengan luar biasa. Suamiku bertambah hot setiap malam. Aku juga selalu merasa horny. Wah, beruntung juga jikalau semua ibu-ibu ngidamnya penis suami mirip kehamilanku kali ini. Hamil kali ini betul-betul beda dengan kehamilanku sebelumnya, yang biasanya pakai ngidam gak karuan.

Hamil kali ini justru saya merasa sangat santai dan berangasan birahi tinggi. Setiap malam vaginaku terasa senut-senut, ada atau tak ada suamiku. Kalau pas ada enak, saya tinggal naik dan goyang-goyang pinggang. Kalau pas gak ada saya yang sering kebingungan, dan mencari-cari di internet film-film porno.

Sudah itu pasti saya mainin pakai pisang, yang jadi langgananku di pasar setiap pagi, hehehe. Yang jadi masalah, adalah perlukah saya memberi tahu si Indun bahwa saya hamil dari benihnya? Aku tidak berani bertanya pada suamiku. Dia mendukung kehamilanku saja sudah sangat membahagiakanku.

Aku menjadi senang dengan kehamilan ini. Di luar dugaanku, ternyata kami sekeluarga sudah siap menyambut anggota gres keluarga kami. Itulah hal yang sangat saya syukuri.
3

Gejolak Birahi Mamang Si Tukang Sayur

Cerita Dewasa, Cerita Memek Basah, Certa remaja, Buat Anak, Cerita Malam Jumat, Bandarjudi303, Memek Basah, Cerita Hasrat, Cerita Nafsu, 
- Aku Sintia, setelah lulus smu saya dinikahkan ortu ke temen ortu, dah agak berumur si, tapi suamiku itu tampan, tajir kerna meiliki beberapa perusahaan yang berhasil dalam bisnisnya, dan juga sangat workaholik. Aku sangat menikmati kehidupan suami istri ketika berbulan madu. Suamiku menggarap saya setiap ketika dia bernapsu, tetapi begitu kembali ke dunia nyata, diapun kembali ke kebiasaannya ialah workaholik, dia sangat sibuk ngurusi semua perusahaan. Aku secara materi berkecukupan, tapi secara batin sangat kesepian. Apalagi saya menikah masi umur belasan dan ini tahun pernikahanku yang kedua.

Aku memang nurut aja apa kata ortu sehingga ketika dijodohkan ya iya aja. Kebetulan saya sejak kecil suka ikut masak ma ibuku sehingga kebiasaan itu terbawa sampe sekarang walaupun saya masak hanya untuk diriku sendiri kerna suami gak pernah makan dirumah. Pulang selalu dah larut malem sehingga dah cape dianya dan gak ada niat menyentuh aku. Kalo weekend dan dia ada dirumah, kami selalu makan diluar. Itupun jarang kami bermesraan kerna abis makan malem biasanya dia tenggelem ma kerjaannya sampe saya tertidur duluan dan dia nyusul karna dah ngantuk berat.

Aku suka masakan segar sehingga bahannya juga kudu segar, kalo beli di supermarket itu sudah tidak segar kerna dah lama dipetiknya, makanya saya nunggu tukang sayur aja kalo mau masak. Aku si gak punya langganan tukang sayur yang tetep, tapi suatu pagi kuliat ada tukang sayur yang gi berdiri depan rumahku, dia menghadap ke rumahku, rupanya dia lagi kencing. Aku kaget banget liat kon tolnya, item besar panjang padahal lagi gak ngaceng. Palagi kalo gi ngaceng tu, kaya apa gedenya. membayangkan itu memekku jadi basah.

Kerna gak mo mempermalukan si tukang sayur, ku nunggu dia slesai pipis baru kluar rumah. Tu bapak tampangnya kaya orang timteng, pantes kon tolnya gede panjang gitu, tapi logat ngomongnya sunda pisan. Ku panggil ja mamang. “Mang orang sunda ya, atau orang arab”. “Bapak saya arab tapi ibu sunda pisan neng, kenapa nanya gitu”. “Gak apa, iseng ja nanya mang”. Aku beli beberapa sayuran dan dia nawarain nanas jualannya. Kubilang saya males ngupasnya, trus dia jawab nti dia kupasin, cuma setelah dia dagang nti dia balik lagi.

Wah kesempatan ni, pikirku. Kali2 mampu nikmati kon tol jumbonya, saya jadi ngeres kerna masih terbayang terus kon tolnya yang besar panjang dalam keadaan lemes gitu. “Ya boleh deh mang, nanasnya saya ambil semua, tapi bener ya nanti mamang balik lagi buat ngupasin nanasnya”.

Transaksi selesai dan dia pergi sementara saya masuk dan mulai mengolah sayur yang kubeli ditambah beberapa materi laen dari lemari es, sehingga tersajilah beberapa lauk untuk saya makan siang dan makan malem, nasi masi ada sisa kemaren sehingga cukup diangetin aja.

Makan siang selesai, dia blon dateng juga, saya ngantuk dan tertidur, sampe saya bangun rasanya gak ngedenger ada orang ngetok pintu pager. Aku mandi, ketika ditengah kegiatan cuci rambut terdengar ada bel berbunyi, wah nanggung ni, cuci rambut lon beres dia dah datang.

Ya dah ku balut tubuhku pake jas kamar dan membungkus rambutku dengan anduk, Aku gak pake apa2 dibawah jas kamar, ikat pinggang ku ikatkan asal aja sehingga kepingan dada tersingkap jikalau ku bergerak. Aku keluar membukakan pintu pagar dan segera kembali masuk rumah. Kuminta dia ngunci pintu pager dan kupersilah kan dia masuk pribadi ke dapur daerah saya meletakkan nanas2 yang tadi kubeli.

Ku liat dia rapi gak acak2an kaya waktu dagang tadi, rambutnya juga rapi disisirnya, kayanya dia dah mandi dulu seblon ke tempatku. Biat tukang sayur dia cukup kerenlah sebagai lelaki. Matanya membelalak meliat saya yang cuma terbungkus jas kamar yang mini banget. Dadaku tersingkap cukup lebar kerna ikatan dipinggang longgar aja, sehingga belahan toketku nampak. Biar aja deh dia napsu ma aku, kali ja dia mau garap saya setelah beres kupas nanasnya. saya balik ke kemar mandi untuk menyelesaikan kegiatan keramasku. Aku jadi horny sendiri, sambil mandi saya menggosok2 toketku sampe pentilku mengeras. saya ngilik itilku sendiri sampe saya nyampe.

Aku kaget karena cukup lama saya berswalayan, sampe lupa si tukang sayur gi motongin nanas. Segera saya memakai daster tanpa daleman sama sekali dan keluar. “Sori ya mang, lama ya, sekalian nyuci sih”, kataku. “Nyuci apaan neng, kan ada mesin cuci”. “nyuci yang gak mampu pake mesin cuci. Dah beres ya mang ngupasnya”, kataku. “Udah neng, tinggal dipotong kecil2 aja kalo mo dimakan.

Mo sekalian dipotong2”. “Gak usah deh mang, biar nanti ku potong sendiri kalo mo dimakan”. “Prempuan kan gak bole makan nanas banyak2 neng”. “Mangnya kenapa mang”. “Bisa becek”, jawabnya sambil nyengir. “becek apanya mang”, tanyaku pura2 gak ngerti. “Itunya neng, jadi gak seret lagi kan kalo becek”. “apanya yang becek dan seret si”, saya masi terus bersandiwara. Dia mandangi dadaku terus, emang si dasternya tipis jadi pentilku membayang jelas di dasterku. saya hanya mengenakan daster mini, sehingga paha mulusku menjadi tersingkap, matanya bergantian menelusuri dada dan pahaku. “Ih mamang matanya jelalatan gitu”. “Bisnya neng ngasi liat gitu si”. Wah dah konak ni, itu yang kutunggu2, ku jadi nunggu aja ni apa tindakan dia lebi lanjut.

Aku memasukkan nanas yang sudah dikupas ke lemari es, kemudian menarik tangannya untuk duduk di sofa. Ketika duduk dasterku naik keatas. Aku membiarkan ketika tangannya diletakkan perlahan didengkulku. Dia mulai mengelus2 pahaku. Makin lama elusannya makin keatas, dasterku disingkapnya sehingga pahaku terkespose semuanya.

Elusannya mengarah ke selangkanganku, saya mengangkangkan pahaku secara otomatis. Ketika jarinya mulai mengelus memek dari luar cdku, saya melenguh nikmat, “maaang”. “Napa neng”, katanya sambil mencium pipiku. “Geli mang”. Elusannya menjadi gerakan mencongkel, memekku lembap dengan sendirinya dan nyerep ke cdku. itilku menjadi sasaran berikutnya. “Neng dah lembap gini, kamu dah napsu ya”, kembali dia mencium pipiku. “Mamang bandel sih tangannya”, jawabku manja. Akhirnya dia menghadapkan tubuhnya ke arahku. kurasakan bibirnya sudah menyentuh leherku, terus menyusur ke pipiku.

Tubuhnya bergeser merapat, bibirku dilumatnya dengan penuh napsu. Sedang kunikmati lidahnya yang menjelajah di mulutku, kurasakan tangan besarnya membuka kancing daster ku dan kemudian menyelusup kedalam dan meremas toketku. toketku tercakup seluruhnya dalam tangannya. saya rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan. Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan dasterku, leherku dikecup, dijilat kadang digigitnya.

Aku mengangkat tanganku keatas untuk mempermudah dia melepaskan dasterku. Sambil tangannya terus meremas-remas toketku. Bibirnya terus menelusur di permukaan kulitku. Dan mulai pentil kiriku tersentuh lidahnya dan dihisap. Terus pindah ke pentil kanan.

Kadang-kadang seolah seluruh toketku akan dihisap. Dan tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, terasa geli tapi nikmat, napsuku makin berkobar karena elusan tangannya. Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah selangkanganku. memekku yang pasti sudah lembap sekali. Dibelainya celah memekku lagi dengan perlahan. Sesekali jarinya kembali menyentuh itilku. Bergetar semua rasanya tubuhku, kemudian CD ku yang sudah lembap itu dilepaskannya.

Aku mengangkat pantatku semoga dia mampu melepas pembungkus tubuhku yang terakhir. Jarinya mulai sengaja memainkan itilku. Dan balasannya jari besar itu masuk ke dalam memekku. Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali dihisap dan terus menjalar ke perutku. Dan balasannya sampailah ke memekku. Kali ini diciumnya jembutkudan saya rasakan bibir memekku dibuka dengan dua jari.

Dan balasannya kembali memekku dibuat mainan oleh bibirnya, kadang bibirnya dihisap, kadang itilku, namun yang membuat saya tak tahan ialah ketika lidahnya masuk di antara kedua bibir memekku sambil menghisap itilku. Dia benar benar mahir memainkan memekku. Hanya dalam beberapa menit saya benar-benar tak tahan.

Dan.. Aku mengejang dan dengan sekuatnya saya berteriak sambil mengangkat pantatku supaya merapatkan itilku dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya. Dia terus mencumbu memekku, rasanya belum puas dia memainkan memekku hingga napsuku bangun kembali dengan cepat. “Mamang pinter banget ngerangsang aku. Biasanya sama siapa mang maennya. Aku sudah pengen dientot.” kataku memohon sambil kubuka pahaku lebih lebar.

Dia tidak menjawab, bangun dan mengangkat badanku yang sudah lemes dan dibawanya ke kamarku. Aku dibaringkan di ranjang dan dia mulai membuka bajunya, kemudian celananya. Aku terkejut melihat kon tolnya yang besar dan panjang nongol dari kepingan atas CDnya. Kemudian dia juga melepas CD nya.

Sementara itu saya dengan berdebar terbaring menunggu dengan semakin berharap. kon tolnya yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut. Aku merinding apakah muat kon tol segitu besarnya di memekku. Dan ketika dia pelan-pelan menindihku, saya membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar memekku menunggu masuknya kon tol extra gede itu. Aku pejamkan mata.

Dia mulai mendekapku sambil terus mencium bibirku, kurasakan bibir memekku mulai tersentuh ujung kon tolnya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir memekku terdesak menyamping. Terdesak kepala kon tolnya yang besar itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan sesak liang memekku dimasuki kon tolnya. Aku menahan nafas. Dan nikmat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk kon tolnya. Aku mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus.. Akhirnya ujung kon tol itu menyentuh kepingan dalam memekku. Terasa sangat mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia terus menciumi bibir dan leherku.

Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas toketku. Tapi konsentrasi kenikmatanku tetap pada kon tol besar yang mulai dienjotkan halus dan pelan. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat yang belum pernah kualami. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan kon tol besar itu. Maka hanya dalam waktu yang singkat saya makin tak tahan. Dan dia tahu bahwa saya semakin hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku, leherku dan remasan tangannya di toketku makin kuat.

Dengan tusukan kon tolnya yang agak kuat dan dipepetnya itilku dengan menggoyang goyangnya, saya menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya. memekku menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar puncak kenikmatan yang luar biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan. “Maang, saya nyampe maang”, Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku. Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas.

Setelah dua kali saya nyampe dalam waktu relatif singkat, namun terasa nyaman sekali, Dia membelai rambutku yang lembap keringat. Kubuka mataku, Dia tersenyum dan menciumku penuh napsu, tak henti hentinya toketku diremas-remas pelan. Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan diteruskan ke leher serta tangannya meremas-remas toketku lebih kuat.

Napsuku naik lagi dengan cepat, ketika kembali dia mengenjotkan kon tolnya semakin cepat. Uhh, sekali lagi saya nyampe, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali saya berteriak lebih keras lagi. Dia terus mengenjotkan kon tolnya dan kali ini dia ikut menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram lenganku dan satunya menekan toketku. Aku makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan diikuti semburan peju yang kuat di dalam memekku, menyembur berulang kali.

Oh, terasa banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan memenuhi memekku, hangat sekali dan terasa sekali peju yang keluar seolah menyembur menyerupai air yang memancar kuat. Setelah selesai, dia memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut toketku sambil mencium wajahku. “Neng luar biasa, memeknya peret dan nikmat sekali. Gak apa kan saya ngecret didalem”, pujinya sambil membelai dadaku. “Gak apa kok mang, lebih nikmat lagi kesemprot peju anget. Mamang juga hebat. Bisa membuat saya nyampe beberapa kali, dan baru kali ini akubisa nyampe dan merasakan kon tol raksasa. Hihi..” “Jadi neng suka dengan kon tolku?” godanya sambil menggerakkan kon tolnya dan membelai belai wajahku. “Ya mang, kon tol mamang nikmat, besar , panjang dan keras banget” jawabku jujur. Dia memang sangat bakir memperlakukan wanita. Dia tidak pribadi mencabut kontolnya, tapi malah mengajak mengobrol sembari kon tolnya makin mengecil.

Dan tak henti-hentinya dia menciumku, membelai rambutku dan paling suka membelai toketku. Aku merasakan pejunya yang bercampur dengan cairan memekku mengalir keluar. Setelah cukup mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan kon tol yang telah menghantarkan saya ke awang awang itu dicabut sambil dia menciumku. Tak lama kemudian tertidurlah saya dalam pelukannya, merasa nyaman dan benar-benar saya terpuaskan dan merasakan apa yang selama ini hanya kubayangkan saja.

Aku bangun masih dalam pelukannya. Katanya saya tidur nyenyak sekali, sambil membelai rambutku. Hari dah menjelang sore. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia kemudian mengajakku mandi. Dibimbingnya saya ke kamar mandi, ketika berjalan rasanya masih ada yang mengganjal memekku dan ternyata masih ada peju yang mengalir di pahaku, mungkin saking banyaknya dia mengecretkan pejunya di dalam memekku. Dalam bathtub yang berisi air hangat, saya duduk di atas pahanya. Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni punggungnya. Dia memelukku sangat akrab hingga dadanya menekan toketku.

Sesekali saya menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan dengan dadanya yang berbulu dan dipenuhi busa sabun. Pentilku semakin mengeras. Pangkal pahaku yang terendam air hangat tersenggol2 kontolnya. Hal itu menyebabkan napsuku mulai berkobar kembali. Aku di tariknya sehingga menempel lebih akrab ke tubuhnya. Dia menyabuni punggungku. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Dia mengusap-usap pantatku dan diremasnya. kon tolnya pun mulai ngaceng ketika menyentuh memekku. Terasa bibir luar memekku bergesekan dengan kon tolnya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus menyusuri pantatku. Dia mengusap beberapa kali hingga ujung jarinya menyentuh lipatan daging antara lubang pantat dan memekku. “mamang nakal!” desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku.

Walau tengkukku basah, saya merasa bulu roma di tengkukku meremang tamat nikmat dan geli yang mengalir dari memekku. Aku menggeliatkan pinggulku. Ia mengecup leherku berulang kali sambil menyentuh kepingan bawah bibir memekku. Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh menyusur hingga balasannya kurasakan lipatan bibir luar memekku diusap-usap. Dia berulang kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas. ”Aarrgghh.. Sstt.Sstt..” rintihku berulang kali. Lalu saya bangun dari pangkuannya. Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di memekku.

Tapi ketika berdiri, kedua lututku terasa goyah. Dengan cepat dia pun bangun berdiri dan segera membalikkan tubuhku. Dia tak ingin saya terjatuh. Dia menyangga punggungku dengan dadanya. Lalu diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku. Dia menggerakkan tangannya keatas, meremas dengan lembut kedua toketku dan pentil ku dijepit2 dengan jempol dan telunjuknya. Pentil kiri dan kanan diremas bersamaan.

Lalu dia mengusap semakin ke atas dan berhenti di leherku. “Mang, lama amat menyabuninya” rintihku sambil menggeliatkan pinggulku. Aku merasakan kon tolnya semakin keras dan besar. Hal itu mampu kurasakan karena kon tolnya makin dalam terselip di pantatku. Tangan kiriku segera meluncur ke bawah, kemudian meremas biji pelernya dengan gemas. Dia menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal pahaku.

Sesaat dia mengusap usap jembutku, kemudian mengusap memekku berulang kali. Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar memekku. Dia mengusap berulang kali. itilku pun menjadi sasaran usapannya. “Aarrgghh..!” rintihku ketika merasakan kon tolnya makin kuat menekan pantatku. Aku merasa lendir membanjiri memekku. Aku jongkok semoga memekku terendam ke dalam air. Kubersihkan celah diantara bibir memekku dengan mengusapkan 2 jariku.

Ketika menengadah kulihat kon tolnya telah berada persis didepanku. kon tolnya telah ngaceng berat. “Mang, kuat banget sih, baru aja ngecret di memekku sekarang sudah ngaceng lagi”, kataku sambil meremas kon tolnya, kemudian kuarahkan ke mulutku. Kukecup ujung kepala kon tolnya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika saya menjilati kepala kon tolnya. Dia meraih bahuku karena tak mampu lagi menahan napsunya.

Setelah berdiri, kaki kiriku diangkat dan letakkan di pinggir bath tub. Aku dibuatnya menungging sambil memegang dinding di depanku dan dia menyelipkan kepala kon tolnya ke celah di antara bibir memekku. ”Argh, aarrgghh..,!” rintihku. Dia menarik kon tolnya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir luar memekku ikut terdorong bersama kon tolnya. Perlahan-lahan menarik kembali kon tolnya sambil berkata “Enak neng?”. ”Enaak banget mang”, jawabku!” Dia mengenjotkan kon tolnya dengan cepat sambil meremas bongkah pantat ku dan tangan satunya meremas toketku. “Aarrgghh..!” rintihku ketika kurasakan kon tolnya kembali menghunjam memekku. Aku terpaksa berjinjit karena kon tol itu terasa seolah membelah memekku karena besarnya. Terasa memekku sesek kemasukan kon tol besar dan panjang itu.

Kedua tangannya dengan akrab memegang pinggulku dan dia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Terdengar ‘cepak-cepak’ setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pantatku. “Aarrgghh.., aarrgghh..!Mang.., saya nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya.

Rupanya dia juga tidak mampu menahan pejunya lebih lama lagi. “Aarrgghh.., neng”, kata nya sambil menghunjamkan kon tolnya sedalam-dalamnya. “Mang.., sstt, sstt..” kataku karena berulangkali ketika merasa tembakan pejunya dimemekku. “Aarrgghh.., neng, enaknya!” bisiknya ditelingaku. “Mang.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dien tot mamamng”, jawabku karena nikmatnya nyampe. Dia masih mencengkeram pantatku sementara kon tolnya masih nancep dimemekku. Beberapa ketika kami diam di daerah dengan kon tolnya yang masih menancap di memekku. Kemudian dia membimbingku ke shower,menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat.

Setelah selesai saya keluar duluan, sedang dia masih menikmati shower. Selesai dengan rambut yang masih lembap dan masih bertelanjang bulat, saya keluar dari kamar mandi. Hari dah mulai gelap. Aku menyiapkan makan malem sambil tetep bertelanjang bulat. Masakanku tadi siang kuangetin lagi, demikian juga nasinya. Diapun keluar kamar bertelanjang lingkaran juga, sepertinya dia masih mau sekali lagi. Kami nyantap masakan sambil ngobrolin kenikmatan yang baru kami nikmati. “Mamang pengalaman sekali ngegarap tubuhku, sampe saya klojotan berkali2, biasanya garap siapa mang?. “Iya neng, biasanya saya suka maen ma pembantu2 aja yang pengen kugarap, baru sekali ini maen ma yang punya rumah. jau lebi nikmat lah ma neng, neng mana cantik, putih, mulus lagi”.

Setelah makan, saya ngajak duduk di sofa. dia memintaku duduk di pangkuannya. Aku menurut saja. Sambil mengobrol, saya dimanja dengan belaiannya. Diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, saya mengimbangi ciumannya. Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas gemes toketku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi saya sadar bahwa sesuatu yang saya duduki terasa mulai agak mengeras. Ohh, pribadi saya bangkit.

Aku bersimpuh di depannya dan ternyata kon tolnya sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras. Kepala kon tolnya ku raih, ku belai dan sebelum penuh ngacengnya pribadi saya kulum kon tolnya. Tapi hanya mampu sesaat, alasannya dengan cepatnya kon tolnya makin membengkak dan dia mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh. “Mamang hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk mang”, kataku yang juga sudah terangsang. Rupanya dia makin tak tahan mendapat rangsangan lidahku. Maka saya ditarik dan diajak ke kamar.

Baca Juga - Kumpulan Cerita Seks Ayah Tiriku yang Bejat

Aku berbaring diranjang yang masih awut-awutan sisa pertempuran seru tadi. Kakiku ditahannya sambil tersenyum, diteruskan dengan membuka kakiku dan dia pribadi menelungkup di antara pahaku. “Aku suka melihat memek neng” ujarnya sambil membelai bulu jembutku. Aku merasakan dia terus membelai jembutku dan bibir memekku.

Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik menyerupai mainan. Aku suka memekku dimainkan berlama-lama, saya terkadang melirik apa yang dilakukannya. Seterusnya dengan dua jarinya membuka bibir memekku, saya makin terangsang dan saya merasakan makin banyak keluar cairan dari memekku. Dia terus memainkan memekku seolah tak puas-puas memperhatikan memekku, kadang kadang disentuh sedikit itilku, membuat saya penasaran. Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran.

Maka ketika saya mengangkat pinggulku, pribadi disambut dengan bibirnya. Terasa dia menghisap lubang memekku yang sudah penuh cairan. Lidahnya ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk memekku, dan ketika dihisapnya it ilku dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung itilku, benar benar saya tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat saya tak sadar berteriak..“Aauuhh!!”. Benar benar hebat dia merangsangku, dan saya sudah tak tahan lagi. “Ayo dong mang, saya pingin dientot lagi” ujarku.

Dia pribadi menempatkan tubuhnya makin ke atas dan mengarahkan kon tol gedenya ke arah memekku. Aku masih sempat melirik ketika dia memegang kon tolnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir memekku. Kembali saya berdebar karena berharap. Dan ketika kepala kon tolnya telah menyentuh di antara bibir memekku, saya menahan nafas untuk menikmatinya. Dan dilepasnya dari pegangan ketika kepala kon tolnya mulai menyelinap di antara bibir memekku dan menyelusup lubang memekku hingga saya berdebar nikmat. Pelan-pelan ditekannya dan dia mulai mencium bibirku lembut. Kali ini saya lebih mampu menikmatinya. Makin ke dalam.. Oh, nikmat sekali. kon tolnya semakin masuk. Belum semuanya masuk, Dia menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulku naik mencegahnya semoga tidak lepas.

Beberapa kali dilakukannya hingga balasannya saya ingin tau dan berteriak-teriak sendiri. Setelah dia puas menggodaku, tiba tiba dengan hentakan agak keras, dipercepat gerakan mengenjotnya hingga saya kewalahan. Dan dengan hentakan keras serta digoyang goyangkan, tangan satunya meremas toketku, bibirnya dahsyat menciumi leherku. Akhirnya saya mengelepar-gelepar. Dan sampailah saya kepuncak.

Tak tahan saya berteriak, terus Dia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya saya melewati puncak kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat saya meneruskannya. Aku memohon, tak kuat mendapat rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. Aku terkulai lemas sekali, keringatku bercucuran. Hampir pingsan saya mendapat kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar saya tidak menyesal ngen tot dengan dia, dia memang benar-benar hebat dan mahir dalam ngen tot, dia mampu mengolah tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.

Lamunanku lepas ketika pahanya mulai kembali menjepit kedua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya menindihku serta leherku kembali dicumbu. Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya kembali meremas toketku. Pelan-pelan mulai dienjotkan kon tolnya. Kali ini saya ingin lebih menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh kepingan tubuhku. Tangannya terus menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya merangsang dadaku setiap kali bergeseran mengenai pentilku. Dan kon tolnya dipompakan dengan penuh napsu, bibirnya menjelajah leher dan bibirku. Ohh, luar biasa. Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Aku berusaha menggeliat, tapi tubuhku dipeluk cukup kuat, hanya tanganku yang mulai menggapai apa saja yang kudapat.

Dia makin meningkatkan cumbuannya dan memompakan kon tolnya makin cepat. Gesekan di dinding memekku makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali ini leherku digigitnya agak kuat dan dimasukkan seluruh batang kon tolnya serta digoyang-goyang untuk meningkatkan rangsangan di itilku. Maka jebol lah bendungan, saya mencapai puncak kembali. tiba tiba dia dengan cepat mengenjot lagi. Kembali saya berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, saya meronta sekenaku. Gila, batinku, dia benar-benar membuat saya kewalahan. Kugigit pundaknya ketika saya dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat.

Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi ketika itu dibaliknya tubuhku hingga saya di atas tubuhnya. Aku terkulai di atas tubuhnya. Dengan sisa tenagaku saya keluarkan kon tolnya dari memekku. Dan kuraih batang kon tolnya. Tanpa pikir panjang, kon tol yang masih berlumuran cairan memekku sendiri kukulum dan kukocok. Dan pinggulku diraihnya hingga balasannya saya telungkup di atasnya lagi dengan posisi terbalik. Kembali memekku yang berlumuran cairan jadi mainannya, saya makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian kon tolnya.


Dipeluknya pinggulku hingga sekali lagi saya orgasme. Dihisapnya it ilku sambil ujung lidahnya menari cepat sekali. Tubuhku mengejang dan kujepit kepalanya dengan kedua pahaku dan kurapatkan pinggulku semoga bibir memekku merapat ke bibirnya. Ingin saya berteriak tapi tak mampu karena mulutku penuh, dan tanpa sadar saya menggigit agak kuat kon tolnya dan kucengkeram kuat dengan tanganku ketika saya masih menikmati orgasme.

“Neng, saya mau ngecret di dalam memek neng ya”, katanya sambil menelentangkan aku. “Ya, mang”, jawabku. Dia menaiki saya dan dengan satu hentakan keras, kon tolnya yang besar sudah kembali menyesaki memekku. Dia pribadi mengenjot kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dalam beberapa enjotan saja tubuhnyapun mengejang. Pantat kuhentakkan ke atas dengan kuat sehingga kon tolnya nancap semuanya ke dalam memekku dan balasannya crot .. crot ..crot, pejunya muncrat dalam beberapa kali semburan kuat.

Herannya, ngecretnya yang ketiga masih saja pejunya keluar banyak, memang luar biasa staminanya. Dia menelungkup diatasku sambil memelukku erat2. “Neng, nikmat sekali ngen tot sama neng, memek neng kuat sekali cengkeramannya ke kon tolku”, bisiknya di telingaku. “Ya mang, saya juga nikmat sekali, tentu saja cengkeraman memekku terasa kuat karena kon tol mamang kan gede banget. Rasanya sesek deh memekku jikalau mamang neken kon tolnya masuk semua”. “Sayangnya saya kudu balikl neng, kudu nyiapin dagangan sayur buat besok lagi. Suaminya blon pulang ya neng”. “Ah dia kalo dah kerja ya lupa ma saya mang. Kalau ada kesempatan, saya dientot lagi ya mang”, jawabku.

3

Kumpulan Kisah Sex Cerdik Balig Cukup Nalar Membantu Kak Arliani Latihan Yoga

Kumpulan Cerita sex Dewasa - Sepulang sekolah kurasakan badanku sangat capek sehabis kegiatan ekskul disekolah, kebetulan hari ini ialah jadwalku mengikuti latihan tae kwon do, tapi cukup menyenangkan sanggup latihan kumite bersama sahabat teman,disekolahku memang tidak diwajibkan mengikuti ekskul tae kwon do.namun saya sudah mengikuti seni bela diri dari negri gingseng ini sejak saya masuk sekolah dasar,bisa dibilang saya sudah banyak menguasai teknik dasar smpe lanjutan,mulai dari front kick hingga fly kick,semua sanggup kulakukan dengan baik alasannya yaitu saya punya kelenturan tubuh yang baik,tau sendiri kan latihan tae kwon do menyerupai apa. maka dr itu saya sangat menggemari bela diri ini,

Oiya lupa, namaku deny,sekarang saya kelas 1 SMP, secara postur sih tubuhku memang agak bongsor dari anak2 seumuranku,maklum saya ada keturunan belanda dari kakeku, saya tinggal dengan kaka perempuanku berumur 16 tahun(kelas 1SMA), dan kedua orang tuaku,selain bela diri,hobyku yg lain ialah bermain futsal bersama sahabat sahabat ku,

Tak menyerupai hari hari kemaren,kali ini memang badanku super capek, alasannya yaitu dalam 30 hari kedepan, saya akan mengikuti turnamen antar SMP se kotaku, jadi latihan ku semakin intens,namun saya harus semangat supaya diturnamen nanti saya menang. Sepulang dari sekolah kulihat kendaraan beroda empat kaka sudah digarasi,artinya beliau pulang lebih dulu,namun kendaraan beroda empat mama dan papa belum ada. Aku langsung menuju dapur dan teriak sekenaku memanggil simbok.

“Mbok bikinin deni susu anget” -teriakku
Sambil kunyalakan TV dikamarku, waktu menerangkan pukul 16:15 gak ada jadwal TV yg bagus,kumatikan TV ku kemudian saya menghidupkan komputerku,sembari saya buka baju danbertelanjang dada dengan handuk menggantuk di leherku sperti kang becak aja.karena saya mau mandi, namun saya browsing sebentar mengenai teknik2 kumite di taekwondo,kulihat beberapa video dari para praktisi bela diri ini memainkan sangat apik, ketukan pintu kamarku mebuyarkan konsentrasiku. rupanya simbok yang datang mengantarkan susu hangatku.

“Den, ini susunya”teriak simbok dr luar pintu
“Masuk aja mbok,pintunya gak dikunci” sahutku

Setelah simbok masuk ,aku nanya sama simbok.

“Kak arliani kemana mbok,mobilnya ada garasi,dia udah pulang kan ?”-Tanya ku
“Oh non arlin sedang latihan yoga dikamarnya katanya minta jangan diganggu, alasannya yaitu butuh konsentrasi” ujar simbok

Kesempatanku nih buat gangguin kak arlin,*pikirku dalam hati

“Yaudah mbok ke dapur dulu ya den. jikalau ada apa2 panggil simbok aja”-katanya
“Oke mbok, makasih nih susu angetnya”-balasku

Simbok sudah keluar kamar,namun saya masih melanjutkan menonton video kumite tersebut, hingga pukul 17:00,aku gres sadar ternyata hari sudah gelap. Aku bergegas mandi dikarenakan telah lengket sekali badanku,selesai mandi saya bermain game sebentar di komputerku hingga jam 19:00. kemudian kakak ku memanggilku dari luar kamar.

“Den, lu lagi ngapain sih gak turun, ditunggu mama papa tuh di bawah buat makan malam,” -teriak kakaku dr luar pintu
“Masuk aja kak, lagi ngegame nih bentar lagi menang nih”-jawabku sambil tetap fokus ke monitor.

Kakaku pun masuk ke kamarku dengan pakaian yang sangat hot, yakni atasan kaos ketat yang tidak sanggup menyembunyikan ukuran payudaranya yang besar, dan bawahan celana pendek materi training, kakaku ini memang rada montok badanya bukan gemuk, tapi ya namanya cewe selalu ngerasa kurang, itu alasannya yaitu hobbynya makan n ngemil mulu,dan kini beliau klas 1 SMA, belum punya pacar alasannya yaitu gak pede buat deketin perjaka kataNya. padahal wajahnya cantik, mancung lagi hidungnya,karena gak pede itulah itulah beliau mau latihan yoga untuk mengecilkan badanya.

“Maen game apa sih kayanya seru banget, sampe lupa makan?-tanya nya penasaran
“Ini namanya game dotA 2, lagi booming banget nih disekolah, banyak temen cewe juga yang mainin loh kak”-jawabku sekenanya sambil mata gak lepas dr layar.

Kakaku rebahan dikasur sambil maenan hp, posisinya membelakangiku, krn saya masih dimeja komputer, dikarenakan telah selesai saya ngedotA nya, saya meregangkan otot leherku sambil menoleh ke kiri kanan, ketika saya menolek ke kiri saya terkesima sama tubuh kakaku, alasannya yaitu beliau kini sedang tengkurap ketika mainin hapenya, cuilan tubuhnya yg tak sanggup lepas dr pandanganku ialah bokong indahnya, dengan celana ketat training itu semakin membuat sexy bokong kakaku, namun ketika itu pikiran ngeresku ke kakaku belum ada, jadi liatnya biasa2 aja.maklum ketika itu masih kecil.

“Kak,udah selesai nih saya ngegame nya, ayo turun katanya ngajakin makan?”-ajakku.
*matiin komputer*
“Iya yaudah ayok. Eh besok kau latihan taekwon do gak abis pulang sekolah?-tanyanya
“Mmm. Gak sih kak,emang knapa kak?”-tanyaku sedikit heran
“Taudah jikalau gitu besok temenin kaka beli tanktop sama legging buat latihan yoga kakak ya ke mall? soalnya barusan nyari di OL shop barangnya habis gitu” -ujar kakaku
“Oke, tapi kakak yang nyetir ya.kakiku mungkin bsok masih pegel”-alasanku krn males nyetir hehehe
“Oke deh deal, yaudah yuk makan”-ajak kak arlin
“Bntar tutup pintu kamar dulu”-kubilang

Kuperhatikan bokong kakaku menuruni tangga, nampak sexy sekali, dengan rambutnya yg dikuncir kuda memperlihatkan lehernya yg jenjang itu,uh kak arlin,bikin nafsu aja.

*keesokan harinya*

“Lama banget lu baliknya den?”-kata beliau gak santai.
“Ya sabar kali kak, gres jam berapa ini, mall belum tutup juga kali”-jawabku
“Ya sih. Tp kakak nanti sore mau langsung latihan yoganya”-balesnya
“Lagian pak sapto juga jemputnya lama-_-,kakk sih enak bawa kendaraan beroda empat sendiri”-bela ku
“Yaudah hehehe, buruan ganti baju sana”-tutupnya

Pak sapto ini supir kluarga, ia yg sering antar jemput klw saya sekolah, kenapa saya gak bareng kakaku? Karena sekolah kami beda jalur. sekolah kak arlin di pejaten, dan skolahku de deket depok,
Setelah saya ke kamar untuk ganti baju, saya segera turun kembali ke ruang tamu alasannya yaitu kak arlin sudah menunggu, cabutlah kita menuju ke mall tepatnya di depot town square, langsung parkir mobil, dan masuk ke area mall untuk menuju toko tempat menjual peralatan sport/olahraga.

Disepanjang kita jalan, perjaka perjaka yang jalan bersimpangan dengan kami, pada melotot melihat tubuh kakaku, bahkan hingga ada yang mau menabrak orang lain alasannya yaitu mereka tak jarang hingga ada yg menoleh, saya hanya cekikikan melihat tingkah mereka terhadap kak arlin, masuk logika sih mereka memperhatikan kakaku. alasannya yaitu kakaku kini pakai jeans ketat, pakai heels, dan dress tanpa lengan dengan materi tipis gtu kaya baju kerja,

Skip, kesudahannya kita menemukan juga toko langgananya, tokonya cukup besar dan lengkap serta pramuniaga yang cantik2 dan ganteng2, apalagi mereka sungguh sexy dengan setelan seragam kantor yg memang betema spprty itu, atasan kaos polo ketat, bawahan hot pants pakai topi tenis gitu, sangat ramah menyambut kami, kakaku pun langsung mengutarakan keperluan beliau kemari, guna mencari sehabis pakaian yoga. sembari kakaku memilih milih model setelanya. saya keliling ke toko tersebut untuk melihat barang dagangan yg ada disini, salah satu yg menarik pandanganku ialah setelan baju renang dan training untuk zumba dance yg melekat apik di tubuh patung maneqin itu, saya jadi sempat membayangkan kakaku yg memakai pakaian itu, uhh pasti sexy sekali pikirku,

“Den kau dimana?”panggil kakaku, membuyarkan lamunanku
“Disini kak, di deket rak baju renang,”jawabku.
*kakaku menghampiriku sambil membawa sepotong celana legging ditanganya
“Kamu ngapain liatin baju renang cewek? Hayo lagi bayangin lo ya?”- ledek kakaku
“Enggak. Enak aja iseng aja liat2.abis kakak lama milihnya yaudah saya jalan2 kesini” -bela ku
“Hehehe maaf deh den, abis kakak resah mau pilih yg mana?. Yg ini bagus gak?”-tanya nya sambil menempelkanya di depan pahanya
“Duh selera kakak jelek banget kayak zebra cross gtu”saat itu kakaku memilih model belang2
“Terus yang mana donk?kesini deh bantuin milih”tanyanya
“Yaudah”balasku singkat

Setelah berada di rak tanktop, saya sedikit menelan ludah, buset ini baju sexy sexy abis, pikirku,kakakku nepuk pundaku, hingga lamunanku buyar.

“Den, yang ini bagus gak?”tanyanya
“E-eh iyakak, ah jelek kak kayak sapi gitu”jawabku setengah gugup takut tertangkap berair lagi mupeng perhatiin baju2 sexy ini.
“Tapi kakak suka yg model polka dot kayak gini”jawabnya
Aku melihat tag harga celana legging ini ternyata lumayan mahal juga, yg dipegang kakaku aja harganya 350rb, ckckckck
“Yang ini aja nih kak bagus, polos warnanya, sanggup dikombinasi baju2 kakak nanti”jawabku sok tau hehehe
“Apalagi harganya yg polos lebih murah tuh, kakak kan pemula, beli yg murah2 aja dulu”tambahku

Sebenernya alasanku aja sih supaya saya sanggup melihat tubuh kakaku dengan lebih jelas. jikalau beliau pakai yg ada motifnya nanti gak leluasa perhatiinya.

“Oh gitu ya den. hmm boleh juga saran kamu, jikalau atasanya yg bagus yg mana? tanya beliau kmbali
“Mmm yg warna abu2 bagus juga kak jikalau gak yang warna pink” saranku
“Oke deh kakak ambil 2 stel baju yang pink sama yang yang debu bubuk polos ini”ujar kakaku
“Iya bagus pilihan kakak” kataku

Yes *dalam ati* teriak penuh kemenangan.
Setelah keluar dari toko, tubuh kakaku kembali dilihatin para cowok2 yang ada mall tersebut. kemudian kakaku buru2 masuk lift menuju base floor tempat kendaraan beroda empat kakaku terparkir.

“Masih jam 2 nih, mau kemana lagi kita den? tanya kakaku
“Pulang aja deh kak, tubuh deny masih rada pegel2 juga”jawabku

Alasanku aja sih supaya kakaku segera latihan yoga jadi saya sanggup segera becandain dia. hahaha *ketawaku dlm hati

“Yaudah jikalau minta pulang, tapi drivethru bentar ke mc’d ya kakak rada laper” imbuh kakakku
“Oke kak, saya juga lah sekalian” pintaku
“Iya deh iya kakak beliin, apa sih yang gak buat adek kakak yang ganteng ini” sambil acak2 rambutku.

Gak lama sampailah kita ke rumah, langsung kusantap burger perlindungan kakaku tadi di kamar, sambil menyalakan komputer untuk bermain dotA tentunya.setelah beberapa menit main dotA,terdengar bunyi “gubrak” dr arah kamar kakaku, bunyi itu terdengar terang alasannya yaitu kamarku gak ku kunci, saya segera menuju kekamar kakaku,takit terjadi apa2 sama kakaku.

“Kak kau kenapa?”tanyaku
“Masuk aja, ini nih den tadi kakak mau ngelakuin gerakan kya yg disitu *nunjuk laptopnya* tp tangan kakak gak yampe, jdilah kakak kejengkang, untung gapapa sih” jawabnya sebel

Rupanya kakaku mau mencontoh gerakan kayang, atau back flip gtu, tapi mngkin badanya kurang lentur gitu kyanya. maklum beliau mungkin berfikir sanggup langsung ngelakuin gerakan kya gtu sehari langsung bisa. sekilas saya perhatiin tubuh kakaku yg sedang terkapar dilantai, begitu sexy dengan setelan legging dan bra sport yg beliau kenakan, tampaknya beliau tidak memakai celana dalam, alasannya yaitu gak terlihat belahan CDnya. Adiku sedikit berontak.

“Owalah kakak mau kayang toh, emang kakak udah pemanasan dan peregangan otot sebelum nya?”tanyaku
“Emang ada peregangan segala ya? kaya gimana tuh gerakanya?”- tanyanya penasaran
“Yaelah pantes kakak belum pemanasan n peregangan,jd masih kaku tuh otot kakak” saya mncoba kasih penjelasan.
“Bentar saya ganti celana dlu, pakai materi yg melar, semoga enak gerakanya” soalnya kini saya pakai jeans abis dr mall tadi.
“Oke deh, kakak juga gatau jikalau ada pereganganya segala”

Setelah saya balik dengan celana pendek trainingku, kakaku sedang tengkurap sambil memainkan laptopnya memainkan video yoga di youtube. saya perhatiin punggungnya nampak mulus sekali, gak tertutup krena bra sportnya. Sedangkan kuperhatikan bokongnya nampak lingkaran sempurna, dan kali kupastikan benar2 beliau gak pakai celana dalam, krna dr erat saya lihat tak nampak belahan CDnya,dan beliau kali ini pakai setelan baju yoga warna pink yg td dibeli.

“Kak jadi gak? Malah tiduran” tanyaku
“Jadi lah,ini lagi liat2 tutorial,” jawabnya sambil bangun dr kasur
“Lagian kenapa gak yoga di studio aja sih?” tanyaku lagi
“Gak ah.kakak kan malu ikut2 yg badanya dah pada bagus gitu,mending dirumah dlu jikalau sudah agak langsing gres ikut deh kelas bimbingan yoga” jawabnya mncoba mnjelaskanku
“Oh gitu, tpi jikalau gada yg dampingi kan ancaman sanggup jatoh kaya tadi. untung saya ikut taekwondo jd tau dasar2 pelemasan otot”ujarku.
“Hehehe maaf deh, kan namanya juga pemula,” bela nya

Setelah itu saya peragakan ke kakaku dasar dasar peregangan otot supaya lentur dan enak digerakan, sehabis itu lanjut ke peregangan untuk gerakan kayang, yakni tubuh melingkar kebelakang membentuk abjad “n” kecil. Makara saya intruksikan kakaku untuk maju dari tembok sekitar 50cm. kemudian kusuruh tanganya ke atas untuk menggapai tembok dengan maksud sebagai rambatan beliau semoga sanggup melengkungkan punggungnya. sudah cukup bagus kali ini gerakanya. ketika gerakan inilah kaki kakaku agak diregangkan, sehingga cuilan V nya agak nyeplak dan cuilan leggingnya ada yg masuk sebagian final seusai gerakan ngangkang kan kaki, meki yang indah banget ketika itu kulihat.

“Aduh den mentok segini nih. gabisa hingga lantai nih tangan kakak. kaka takut jatoh lagi” kata kakaku sambil melaksanakan gerakan setengah kayang.
“Udah bagus tuh kak, udah ampir bisa” pujiku

Lalu ku bantu beliau dengan tanganku, untuk kembali tegak menyerupai sebelumnya,

“Nah semoga kakak sanggup lbih lentur lagi punggungnya,nanti saya bantu dengan paha aku. jadi nanti kakak tiduran di pahaku sambil saya duduh di kursi”jelasku
“Oke deh, pakai kursi itu sanggup kan?*sambil nunjuk kursi belajarnya
“Bisa” kataku singkat.

Setelah saya ambil kursi itu,aku mulai memposisikan diriku,duduk dikursi namun kali ini duduknya cuman diujung kursi aja,supaya menyisakan pahaku lbih panjang kedepan,kurapatkan kaki ku,lalu kubilang pada kak arliani.kalau posisi ku dah siap.

“Dah siap nih kak.kakak tiduran aja dipahaku supaya gerakan kayangnya lebih luwes” terangku
“Oke deh” jawab kakaku sambil tiduran.

Posisi tubuh kakaku menghadap ke atas, punggungnya sudah ada dipahaku, namun kubilang mundur lagi, dengan harapan pinggulnyalah yg berada di pahaku, dan kepalanya kebawah hingga menyentuh betisku, kurasakan bokong kakaku kenyal di pahaku. kemudian diregangkannya paha kakaku membuat vagina kakaku kian tercetak terang di celana legging itu, kulihat belahan memeknya terlihat terang dibalik legging ini, berubung kakaku ini tubuhnya padat berisi, jadi memeknya sangat tembem sekali.saat diposisi ini sangatlah terlihat dan nampak membukit, adikku yg sedari tadi diam, dkit2 mulai berontak alasannya yaitu posisi kakaku ini.

Lalu saya membetulkan posisi kontolku supaya gak kliatan ngaceng. ketika saya benerin posisi tadi. kakaku gak melihat alasannya yaitu kepalanya berada dibawah smping kaki kananku.
Setelah itu saya kembali ke gerakan menekan nekan perut atas kakaku dan pahanya. Untuk membantunya melenturkan punggungnya.saat saya tekan tekan, kakaku kegelian

“Jangan ditekan2 den kakak geli”kata kakak smbil kegelian hahaha
“Emang diginiin kak semoga cepet lemes punggungnya” jelasku

Saat kutekan tekan perut atasnya yg hampir kena toketnya. Dia terus kegelian dan sdkit menggelinjang, membuat Payudaranya yg kini sdkit tumpah kebawah okut bergoyang goyang. Tak ktinggalan pahanya juga bergoncang2 membuat belahan memeknya bergerak gerak membuat adiku tak kuasa semakin menegang,sampai pada kesudahannya kakaku menyadari ada yg mngganjal di perutnya.

“Ih itu apa den yg menekan2 perut kakak, kya ada yg neken2 gtu, tanganmu ya? tanyanya
“E-eh i-iya kak tanganku,”jawabku gugup

Aku malu tertangkap berair kakaku jikalau tertangkap berair ngaceng, sanggup gawat.

Lalu beliau bilang “ah masak,coba kaka pegang” smbil tangan kakaku yg sebalah kiri mncoba meraihku dlam posisi tiduran.

Dia meraba raba yg diperut sampingnya,
“Eh ini apa? kok keras tpi kenyal2 gtu sih?” tanya kakaku

Rupanya saya lupa memakai celana dalam -_-
“Eh gak kok kak i-itu a-anu kak mmmm” jawabku makin gugup
“Eh ini burung mu ya den, sambil masih meraba raba celanaku pakai tangan kirinya itu, kakakku memencet mencet kepala kontolku alasannya yaitu cuilan itu yg katanya kenyal.

Galama kakaku bangun dar posisi kayang nya.sambil matanya memperhatiin tonjolan besar di celanaku, maklum kontolku ukuranya 17cm dengan diameter 5cm. jd ckup menonjol di celana, kakakku melihatnya dengan heran, takjup gtu, plus ingin tau juga alasannya yaitu kakaku ga pernah pacaran jd rada polos juga soal sex.

“Eh itu ngangguk2 gtu didalam celana burungmu den, emang kenapa kok sanggup berdiri”tanyanya
“Gatau kak, datang tiba berdiri”jawabku sekenanya
“Kakak pernah lihat aih cmn di anime hentai milik temen kakak, emang aslinya kya gimana sih?-penasaran
“Mmm. nggh ya gitu kak” jawabku malu
“Coba buka den kakak ingin tau bentuknya” pinta kakaku
“Beneran kakak mau lihat? Yaudah nih”

Celanaku saya plorotkan hingga ke lutut, trus Kontolku saya keluarkan.sambil saya posisi duduk d kursi, jadi kontolku tegak melekat perutku, dan mengangguk angguk gtu, dalam keadaan ngaceng sekeras kerasnya.

“Ih bentuknya lucu ya ternyata kaya pisang” smbil beliau nyentuh kepala kontolku pakai telunjuknya.membuat penisku gerak kekanan kekiri.
“Udah ah kak jangan dimainin, deny malu,” jawabku.
“Yaudah hehehe. nanti liat lagi ya. kini lanjutin gerakan yg tadi. abis kakak gatau apa td yg neken2 perut kakak,eh ternyata burung kamu”

Setelah kegiatan mempertontonkan penisku kekakaku dan cuman dipegang2 aja. kakakku melanjutkan gerakan kayangnya.kali ini kulihat.belahan memeknya rada basah. entah bekas keringan atau cairan dr memeknya.

Agen sbobet dan ibcbet terpercaya di jamin aman

“Kak ini kakak kok bengkak, emang tadi pas jatuh ininya kejedot kursi?”*sambil ku pegang gundukan memeknya.namun hanya gerakan menyerupai melekat aja.
“Gak. emang gtu kok dari dlu juga tembem gtu memek kakak”jelasnya.
“Emang jikalau memek bentuknya gimana kak, kok ada belahanya gini? kencingnya dari mana?-tanyaku iseng, sambil menempelkan jariku pada belahan memeknya, rada anget.
“Ah jangan disentuh den. geli tau” protes kakaku
“Masak sih kak, diginiin geli, sambil ku gesek2an belahan cuilan atas(itilnya).
“Ah-ah-ah deny ih geli tau,”sambil posisi kakak masih kayang dipahaku
“Aku remes burungmu nanti semoga gabisa nafas”.
“Biarin wekk.. biarin nih deny gelitikin memek kakak semoga kakak geli,”

Kali ini gerakanku rada kasar menggesek tabrakan jari telunjuku ke belahan memek kakaku. sehingga kakaku teriak teriak kegelian hingga mengenjan ngenjankan kakinya. kya orang elilepsi aja. terus kugesekkean jariku ke memek kakaku.hangat saya rasakan jari telunjuku beserta basah. Hingga teriakan kakaku lambat laun berubah jadi desahan.

“Ah ah ah ahhhhh..deennn kok enak banget” desah kakaku.
“Masa enak sih kak.kalau gitu saya terusin ya kak”balasku

Sambil terus ku gesek gesek memek kakaku namun masih dari luar legging tipisnya. tanpa sadar tangan kakak mencoba meraih celananya untuk di plorotkan namun gak hingga alasannya yaitu posisi badanku setsngah melengkung di pahaku, kemudian saya bantu gerakan menurunkan celana legging kakaku ini. Dan sehabis kuturunkan pelan hingga mata kaki.. saya terbelalak melihat memek kakaku tanpa sehelai pakaian penghalang. oMG memeknya sungguh mulus ditumbuhi bulu2 yg bru tumbuh, dan belahanya berwaena kemerahan,sekerika kontolku makin keras saja.

“Dibuka aja den. semoga lebih enak geseknya”kata kak arlin
“Iya kak. oh gini ya memek perempuan itu. lucu ya.hentuknya tembem gitu kya roti,kataku stelah penasaranku terobati
“Ini jikalau pipis lewat mana kak? sambil kusibak labia memek kak arlin. Menambah geli saja dia.
“Itu kencingnya ditengah belahan itu kayanya”kata kak arlin
“Lanjutin den yg tadi enak banget”kata kak arlin lagi

Kulanjutkan aktivitasku menggesekan jari jariku dipermukaan memek kakaku ini.kali ini kuraih baby oil disampingku agak jauh sehingga agak susah saya mngambilnya.ntah buat apa kak arlin pakai baby oil ini. kuteteskan beberapa tetes minyak baby oil ini diatas permukaan memek kakaku.kini gerakan ku gak hanya dari atas ke bawah.. namun dari menyapu kesamping kiri kanan. pakai 4jariku. Sehingga berbunyi “kecipak cpkcpkcpk cipak cipak”bunyi kulit labia memek kakaku dengan jari2ku.kakaku makin kelonjotan.pahanya menegang,

“Ahh ahhhhh enak denn..ahhh kakak kaya mau pipis deh..ahhhrgghhh” -tubuhnya menegang.posisi tidurnya mulai tak beraturan.
“Enak ya kak..ini saya cepetin kak” kupercepat gerakan ku menggesek memek kak arlin

Tangan kiriku (jempol dan telunjuk) kugunakan untuk menyibak memek kakaku.sehingga cuilan dalam memek kakaku nampak terlihat.termasuk itil mungilnya.. kali ini kugunakan jempol kanan kuuntuk menggesek belahan memek kakaku.sampai berair banget kurasakan di jempolku.gak lama kakak.mendesah panjang..

“Aahhhhh aaaahhhhhh,enaaakkkk ddd ennn” -crit crit crit
“Ah apa ini kak.kencing ya kak?” tanyaku

Dr memek kak arlin muncratin cairan namun gak sederas pipis.,aku ingin tau juga itu apa..setelah cairan itu muncrat.kakaku menggelinjang hebat.otot pahanya menagang kaku sekali.

“Ah tadi apaan ya..enak banget den kya pipis,tapi lbih enak” tanya kakaku yg juga gatau itu apa.
“Aku juga gatau kak.memek kakak jadi berair banget” timpalku

Lalu kakaku bangkit.mengecek memeknya,dan mengelapkanya dengan tissue.
“Wh burungmu kok masih berdiri aja den?” tanya kakaku heran
“Gatau nih kak.drtd keras mulu” jawabku.
“Eh tp kakak pernah lihat di hentai gitu burung perjaka sanggup dimaaukin ke memek cewe den.trus cowoknya ntar keluar gtu muncrat cairanya,baru deh sanggup lemes burungnya” -kakaku mnjelaskan sepengetahuanya
“Masak sih kak? Emang muat masuk situ? -sambil kutunjuk memek kakaku.
“Gatau tapi kyanya muat deh.apa kita coba.soalnya pas burungnya perjaka itu dimasukin si ceweknya teriak2 mendesah keenakan gtu,siapa tau rasanya lbih enak dari tadi”
“Gtu ya kak. Boleh deh dicoba kak”
“Bentar kakak tutup dulu pintunya.td lupa dikunci.untung simbok gamasuk sanggup bahaya,kamu buka aja celanamu,”-kakaku menju pintu
“Oke kak” sambil kulepaskan celana trainingku ke kursi.
Kini kontolku tegak tepat dengan bebas tanpaada penghalang lagi.kakaku menghampiriku dengan masih telanjang,lalu beliau melepaskan tanktopnya.dan nampaklah susunya yg besar dan lingkaran dengan puting mengacung sempurna.kulit kakaku mulus putih,dan putingnya berwarna pink.sungguh payudara cewe yg sempurna.

“Kakak knpa copot baju segala?kan cuman maen di memek?-tanyaku mencari tau
“Ih di film itu nanti cowoknya mainin toket cewenya..jd nanti kau remes2 toket kakak trus isepin juga puting kakak.” -jelasnya
“Oh gtu ya kak,wah kaya bayi donk nyusu segala hehehe” kataku sambil melepas kaos futsalku juga.
“Trus deni nanti ngapain aja kak?- tanyaku gatau
“Oh bentar.kamu liat aja videonya.kayanya kemarenn temen kakak ngirim hentai nya. Bentar kakak cari,”

Posisi kakak nungging sambil mainin macbook dikasurnya..kulihat dr belakang memeknya tembem sekali dan sudah sedikit berair oleh lendirnya sendiri.

“Nih den km lihat dlu videonya.kakak sih udah. Nanti kakak bakal emut burung kamu,gtu sih menurut videonya.” -jelas kak arlin
“Mm oke oke..jadi digesekin dlu burungnya lalu,di arahin ke belahan memeknya,trus ditekan kedalem, trus di maju mundurin ya ..mm oke oke” kataku sehabis melihat videonya.
“Iya gtu..tuh dah tau..yaudah kini kau jongkok di depan memek kakak” perintah kak arlin

Posisi kakaku kini sudah telanjang bulat,dengan toket yang menggantung lingkaran sempurna,dan posisi pahanya sudah mengangkang lebar krena td sudah kuajari peregangan,

“Yaudah posisikan burungmu ke belahan memek kakak.digesek2 dulu ya jangan lupa. -perintah kakaku.
“Oke kak bentar saya pas in dlu ke belahanya”
“Oke udah pas nih kah”
“Yaudah maju mundurin burung kau semoga licin kena belahan memeh kakak”
“Kya gini ya kak” kataku smbil mnggesekan kontolku ke belahan memek kak arlin
“Ya gituuu..uuhh enakkk.geliii den memek kakak.tp enaak. Aahhhh aahhhh trus ”

Setelah 5mnit kugesekan memek kakaku berkedut hebat,dan mata kakaku merem melekk sepeeti menahan keenakan yg tiada tara.
Abis ku tabrakan kencang,teenyata muncrat lagi cairan dr memek kak arlin.dia mendesah sambil mainin toket gede nya.lalu saya disuruh meremas toketnya dan memilin puting pink nya tsb.

“Denn sini remes remes nih susu kakak,sama emut puting kakak juga ya.” -pintanya
“Sluurrpp..ahh..cupcupclurpclup, ahh bunyi mulutku mencipoki pentil mungilnya yg mengeras.saat ku emut pentilnya.kakaku mendesah kencang.lalu kakaku menciumku di bibir.aku gatau jd diam saja.
“Mmpphhh cccrruupph ah.cppp ah..bunyi bibir kakaku menciumi bibirku”sambil keenakan.
“Den..masukin coba burungmu ke memek kaka”
“Bentar kak saya bangun dlu” saya bangun,krena tadi posisiku telungkup di atas tubuh kakaku.
Setelah saya jongkok..aku posisikan rudalku ke belahan memek kakaku.aku sibak dhulu sebelum menusuknya.kurasa sudah pas.lalu kutekan tekan penisku.kulihat ekspresi kakaku kesakitan.lalu kutanya

“Kenapa kak? Sakit ya?ini gamuat kyanya kak sempit banget soalnya”. Kataku sdkit putus asa.
“Sedikit kok tp gpp.udah lanjutin.atau km olesin burungmu pakai baby oil tadi. Supaya licin”
“Oke kak” sambil kuraih vaby oil disampingku,lalu ku oleskan di kepala torpedoku.lalu kuarahkan kembali ke memek kakaku.
“Tahan kak jikalau sakit,ahhhh..udah masuk kepala nya kak,aduh linu banget kepala burungku kak” keluhku
“Ahhhh sakit.pelan pelan den,”kakaku mengaduh
“Ini udah pelan kak bentar kucabut dlu,coba kutekan lagi kak.tahan lagi kak,udah masuk setengah kak” ah linu kurasakan alasannya yaitu memek kakaku sempit sekali.
“Ah terus den nanggung udah setengah..ahh sakit tp enaaakk den,ayo goyang penismu”
“Kak bentar deh kak.kok memek kakak berdarah?”-tanyaku heran bercampur panik,krena siapa tahu itu yg berdarah penisku yg robek.krn memek kak arlin terlalu sempit.
“Mana den?” sambil tngan kakaku mencolek memek kakaknya.
“Wah iya den,darah apa ini ya?mungkin darah perawan den.gpp lanjutin.tadi enak den tinggal goyangin burung kamu”
“Iyakak.aku masukin lagi burungku,” sehabis kupastikan bukan kontolku yg berdarah.aku hujam lagi memek sempit kak arlin itu dengan lembut.

Karena tadi sudah masuk sebagian.jadi pas kutekan lagi sanggup langsung masuk seluruhnya.kudiamkan sejenak kontolku didalam memek.hangat kurasakan memek kakaku ini.dan menyerupai berkedut2 memijit mijit batang torpedoku.aku mngikuti yg di hentai tadi.
Setelah 2mnit ku benamkan.aku mulai menggenjot kakaku.kumundurkan perlahan kontolju namun gak hingga terlepas.lalu kutusukan lagi.begitu terus hingga tubuh kakaku ikut bergoyang goyang,

“Ah enak den,aaaghhhh sodok trus memek kakak..” desah kak arlin
“Iya kak deni juga enak kak menyerupai dipijit pijit burungnya” -smbil menggenjot.memek kak arlin

10mnit bergulum dengan genjotan tadi..lalu kakaku menyuruh lepaskan burungku sbentar.ternyata beliau minta rubah gaya.dia memposisikan tubuhnya miring kekiri.lalu beliau mengangkat kaki kananya ke atas,sehingga kini kulihat memek kak arlin posisinya gorizontal.lalu akupun paham dengan langsung memposisikan jongkoku dibawah paha kiri kak arlin yg masih dikasur.mudah saja bagi karlin untuk mengangkan kaki kananya ke atas krena td sudah latihan peregangan kemudian kupegang paha mulis kak arlin itu.dwngan posisi memeluk dan sambil jongkok.ku hujamkan lagi torpedoku ke memek kakaku itu.

“Aaahhh ya gtu den masukan lbih dalam lagi burung mu itu..arrgghh”
“Iya kak..crepcrepcrepcrep.plokplokplok,suara perurku beradu dengan paha kak arlin yg ku peluk.sambil ku jilati betisnya itu.ternyata dibelakang lututnya itu titik rangsang kak arlin.

Setelah bergumul selama 10mnit dengan gaya tadi.kaki kak arlin pegal juga.lalu beliau minta saya tiduran saja..lalu saya mnurut aja. Aku tiduran dengan kontolku tegak mengacung,kak arlin kemudian meraih baby oil disebelahku untuk dioleskan ke kontolku.lalu beliau jongkok membelakangiku,seperti mau boker saja..lalu beliau meraih kontolku dengan tangan kananya.diarahkanya ke memeknya. Dia nampak menurunkan bokongnya pelan pelan.beberapa ketika di angkat sebentar pahanya.lalu ditekan lagi.nampak kesulitan memasukan kontolku ke memeknya.namun beliau tak putus asa.akhirnya ambleslah kontol ku ditelah memek kak arlin..uh rasanya hingga ke ubun2.dari posisi itu.kak arlin membiarkan kontolku terbenam sesaat.lalu beliau menggerakan pinggulnya kedepan kebelakang sambil 2tanganya bertumpu pda pahaku.

“Enak gak den memeknya digoyang kakak begini? -tanyanya
“E-enaakk baangeert k-k-ak” -jawabku terpatah patah menahan ngilu enak di kontolku.kepalakupun mengadah keatas.saking enaknya.

Kakkau mempercepat goyanganya..rupanya beliau akan keluar lagi ketika itu.,benae dugaanku.dia mmpercepat gerakan pinggulnya.dan gak lama kontolku menyerupai tersiram lahar panas kenikmatan. Itulah cairan memek kakaku. Lalu dicabutnya memek itu dr kontolku.dia teekulai lemas disebelahku..aku gak menyianyiakanya.aku kemudian menyambar memek kakaku yg masih berair dengan lendir itu.
“Slurpphh..sluurrppp ahhhhh..slurp” saya sedot semua cairan memek kakaku tapi gak kutelan.dia mendesah kembali.sambil mengangkat kedua pahanya yg menegang.
Lalu melingkarkan di punggungku.gak lama saya arahkan kmbali kontolku ke memek kak arlin. Yg sedang merekah indah itu.seberti makin infeksi saja memek kakaku ini..good pussy.setlah saya puas menjilatinya.kuhujamkan kembali kontolku ke lubang kenikmatan kakaku ini.

“Aaahhh enakk kak” -desahku.
“Iyaaaa den.kakak juga enak trus.masukan burungmu hingga dalam” rancau kakaku
10mnit berlalu nampaknya saya merasakan ada seauatu yg ingin keluar,lalu saya bilang ke kakaku.
“Kak..k-kayanya a-ku mau keluar d-deehh aaahhh” omonganku gak terang krena saya sedang menggenjot kakaku
“Cabut aja dek nanti jikalau mau keluar masukin ekspresi kakak atau susu kakak.ky yg di film”
“Iyaa kak..”

Setelah kugenjot kakaku dengan ganas..sampailah cairan itu diujung kontolku.rasanya ingin menyeruak keluar,,aku tahan sbentar..tlsetwlah dorongan terankhir saya tusuk paling dalam hingga mentok rahim kakaku. Aku berbegas mencabutnya.

“Ahhhh..crirr crooott..crooor.creoooooooot..ah enak kaak” kuarahkan ke ekspresi kakaku
“Ahhh uhuks uhuks.mpphhh aahhh” seperri tersedak

Maniku sangat kental dan banyak membanjiri ekspresi kakaku.sehingga beliau sulit bernapas.lalu mani itu di telan abis2 oleh kakaku.dengan kepala kontolku masih diemut kakaku.peluhku berjatuhan di dada kakaku. Lalu kak arlin pun menghisap habis kepala penisku hingga tak ada mani tersisa.melihat susu kakaku yg basah.aku jadi bernapsu untuk mengenyotnya lagi.

“Mmmchhh mmmpuahmuach muach” bunyi bibirku mengecup puting kakaku yg mengeras menyerupai krikil.
“Ah ahhhh aahhh..ahhh ” kakaku mengatur nafas alasannya yaitu kelelahan.

Kakaku berdiri mengambil tissue untuk mengelap mulutnya dr sisa mani tadi.lalu rebahan di sebelahku.dia langsung ku kecup keningnya. Dan beliau memeluku.

” maafkan kakak ya den.krn kakak penasaran.kita jadi berhubungan tubuh gini” sesal dia
“Harusnya saya kak yg mnta maaf.sudah bkin kakak gak perawan lagi.” sesalku juga
“Yaudah ini salah kita berdua yg tidak tau apa2” .hibur dia
“Iya kak” sambil kepeluk balik kakaku.

Kita masih ngos ngosan dan berusaha mengatur napas kami sejenak.kepala kak arlin berada di bahu kiriku.posisi badanya sesikit miring.membuat toketnya menggelantung ke samping.langsung saya mainin pakai jariku. Gak lama penisku pun bangun kembali seperri tadi. Lalu kak arlin memainkan kontolku dengan tangan kirinya.

“Ih kok bangun lagi den.kan udah muncrat tadi?” -tanyanya heran.
“Gatau nih kak” -jawabku polos.
“Boleh kakak isep gak den?” -tanyanya
“Boleh kak.kalau kk ga jijik mah”- jawabku.

Belum kak arlin menjawab beliau langsung, nungging menghadap kontolku.lalu mulai mengulum kepala penisku.masih pemula sih.jadi kadang kena gigi kakaku.dan itu rada sakit.tapi beliau perbaiki dengan sedotan sedotan yg mencengkram menyerupai hisapan vacum cleaner.lalu beliau lepaskan kulumanya dan akupun bertnya.

“Kok dilepas kak? Padahal enak hanget tuh tadi” protesku
“Bagaimana jikalau kita pakai gaya kita sendiri.gaya yoga tadi yg kayang tadi.” terang dia
“Terus saya masukinya gimana kak?kalau kakak duduk dipahaku? -tanyaku kebingungan
“Gampang den.kita pakai bantal itu aja.disusun di kursi” nih gini” -sambil ngambil bantal dan menyusunya.

Setelah bantal tersusun rapi.kakaku mulai tiduran di atas bantal tadi..sambil memposisikan tinggi badanku apakah saya sanggup menghujamkan kontolku tepat di memeknya apa nggak..sepertinya kurang tingggi.lali beliau mengambil satu bantal lagi. Kini posisinya bdan kakaku lbih tinggi.dia mulai tiduean diatas bantal tsb..persis waktu saya tadi mengajari posisi kayang tadi..kini posisi memeknya tepat diselangkangan kontolku. Dan kakinya debarkan.sehingga kini posisi memek kak arlin merekah tepat dihadapan kontolku..aku ludahi kepala kontolku.

Seperti biasa, saya gesek2 memek nya hingga basah..dia mendesah ahli dan menggelinjang..beberapa kali ku tahan pnggulnya dengan kedua tanganku.dengan posisi kayang(back flip)sperti ini kontolku akan mudah masuk ke dlam lubang memeknya.setelah kurasa berair memeh kakaku.kudorong kepala penisku sebagian.kutarik..lalu ku twkan lagi.dengan satu dorongan dan blessshh..kakaku terpekik.karena ini langsung satu dorongan.tubuhnya menggelinjang.menerima tusakan langsung ku.kugoyang pinggulku.dengan cepat,tampak memek kakaku merekah semakin lebar final penisku didalamnya..kali ini tenagaku gak sekuat tadi..setelah 15mnit kurasakan saya ingin muntah.namun saya tak bilang kakaku.ternyata

“Aaarrghh denn..kakak keluar lagi..crrrrrcreetr creett”kepala kakaku mendongak seperri ini bangun dr tidurnya. cairanya menyembur di dlam memeknya dan membuat kontolku semakin licin saja.
Kupercepat gerakanku,dan bebrapa detik kemudian
“Crrroottt ccrrooott crrooottt..” kuhujamkan penisku dalam dalam selama maniku keluar.
“Ahhhh kak arliinn saya keluar di daaalam, enaakkk”

Setelah kontolku lemas namun masih kubiarkan didalam.ku peluk kakaku yg masih dalam posisi kayang..lalu kuciumi toket kanan kirinya..kuemut kedua pentilnya..hingga beliau terpekik..sambil kuciumi lehernya dan kubisikan

“Kak maafin deni.td gatahan dikeluarin didalam” sesalku
“Ahhh.gapapa den.kakak juga gres kali ini merasakan semburan mani perjaka di rahim kakak”

Lalu ku cabut penisku “ploop” diikuti lelehan sperma ku yg kental.lalu kutarik tanganya untuk bangun dr atas bantal2 tadi. Dia langsung jongkok di lantai.sambil mengamati memeknya. Dia melihat cairan sperma ku meleleh keluar daei lubang memeknya. Dan menetes kelantai.

Waktu menerangkan pukul 16:15.sudah sore juga.gak kerasa kami main hingga 2jam an.dan kami bergantian untuk membersihkan diri kami..lalu gak lama kakaku memanggilku dari dalam kamar mandi.

“Den sini masuk aja.barengan.sekalian kakak sabuni badanmu”
“Iya kak”akupun menurut saja

Didalam kamar mandi kakaku sudah telanjang lingkaran dibawah sower.akupun menghampirinya dan memeluk dari depan.mencium bibir nya dengan bakat alamiku.ciuman kakaku lbih dasyat.dibawah guyuran sower yg lumayan hangat.menaikan libidoku kembali.kontolku kembali mengeras.lalu kak arlin membelakangiku,kini sowernya telah mati.kak arlin meraih sabun cair didepanya. Lalu menaruh ditanganya untuk diusapkan penisku. Aaahhhh rasanya enak sekali usapan tangan kak arlin,kemudian beliau merapatkan pahanya dan membimbing kontolku untuk masuk di celah paha dan memeknya.lalu kupegang bokong bulatnya.kuusap usap kemudian kupegang pinggulnya untuk peganganku menghujamkan penisku di belahan pahanya..lalu beliau meraih tangan kananku kemudian di pencetlah sabun itu tumpah di telapak tanganku. Lalu di pegangnya tanganku ke arah dadanya. Rupanya ia ingin saya menyabuni toket besarnya,aku paham dan segera melaksanakan untuk telapak tangan kiriku. Dengan gerakan mengusap usap dr belakang dan sedikit menekan toket kak arlin.sukses membuat beliau mendesah ringan.lalu kupilin2 puting imutnya yg sudah mengeras.kali ini saya gak sanggup mengenyotnya. Lalu punggungnya disenderkan ke dadaku dan berbisik.

“Makasih ya den,kakak enak sekali,tapi papa bentar lagi akan pulang jd kita gabisa bermain lagi”-bisiknya
“Gapapa kak..ini sudah lebih dr cukup bagiku “-balasku dengan bisikan ke telinganya

Kepercepat genjotanku penisku dipaha kak arlin.namun belum keluar juga ini maniku..lalu tetap kusabuni toket kakaku.namun sedikit gerakan turun ke perut dan area memeknya.melihaku kesulitan mngecretkan maniku.kak arlin bersimpuh didepanku.serta meraih kontolku.dan mulai mengocoknya

“Biar kakak kocok aja ya den.kita harus buruan mandi”-ujarnya
“Iyaaa k-kak aahhh” saya merancau keenakan dengan kocokan kak arlin.
“Ahhh mau keluar kak..aaahhhhh creeert creeeettr crrett” maniku tumpah ke muka kak arlin.
“Maaf kak malah ke muka”- sesalku
“Gapapa.emang kakak sendiri yg arahin kok”
“Yaudah yuk lanjutin mandinya..”

Kini giliran kakaku yg menyabuni aki mulai dari dadaku yg bidang hingga mata kaki.tak luput dari belaian dan usapanya. Akupun tak kalah.ikut menyabuni punggung kak arlin juga.setelah mandi kita mengeringkan tubuh masing.aku masih memakai pakaianku tadi.sedangkan kak arlin memakai pakaian gres yakni celana pendek hot pants.dengan kaos hitam,dan bra merah.aku melihat beliau ganti baju dan kini kak arlin sudah tak canggung lagi, beliau mengenakan CD renda waena merah.menambah kesan sexy kakak ku ini.
Namun kita dikejutkan dengan sprei kasur yg bernoda merah final darah kak arlin.nodanya terlihat terang krn sprei itu waena putih. Kita sepakat untuk membuangnya dlu dan menggantinya dengan sprei baru..aku membawa spre itu ke kamarku untuk nanti sore kubuang ke TPA deket rumah supaya aman.dan gak ditanya simbok atau mama waktu dijemur nanti.

Setelah itu kita masih dikejutkan dengan kakaku yg kemungkinan hamil final ulahku. Dia sih awalnya merasakan sakit perut.namun setwlah itu napsunya makin naik..kuketahui sehabis itu.kalau cewe mau mens katanya emang napsunya lagi gede2nya. Kita sepakat untuk menunggu hingga satu mnggu apakah ada tanda2 kehamilan atau gak..selama itu pula kita was was. Didepan ortu kami.kami bersikap biasa layaknya kakak adik. Namun di hari ketujuh. Kakak masuk ke kamarku dengan muka putus asa. Aku yg sesang maen game pun sejenak menghentikannya.lalu ku tatap wajah kak arlin.

“Hey kenapa? Something bad news?-suaraku lembut sambil kubpeluk kepalanya.
“Aku siap mempertanggung jawabkanya didepan papa you know”- sambungku

Lalu kakau tertawa cekikikan,mendengar kata kataku.

“Hey ngapain bilang kya gitu..kakak ngerjain kau doang kali den”-kelakarnya hahaha
“Kakak gak hamil kok.udah dites barusan pakai 3tespek dengan merk yg berbwda.dan hasilnya negativ kok”- jelasnya
” puji tuhan.syukurlah kak jikalau gak hamil”- tertawa bahagia

Kami rebahan dikasur,dan menatap langit langit kamar menyerupai mengenang kegilaan kami berdua.tempo hari. Lalu alasannya yaitu saya gemas.aku geletikin toket kaku dengan gemas..

“Nakal ya ngerjain deni..hufft..rasain nih nih..nih “-canda ku
“Hentikan den..ahh..hahahah..geli..geli ahhh”-pinta kakak
“Makanya jangan ngerjain orang -_-“- ucapku
“Iya iya adiku ganteng,hahaha jangan cemverut donk..yuk latihan yoga lagi”- ajaknya
“Ayuk. Tapi kya kemaren lagi ya?”- candaku.
“Ihh nakal,boleh aja.tapi kali ini kau beli kondom dlu sana di minimarket”-
“Oke kak..nanti hingga sore lagi ya kak..aku tadi udah liat di situs bokep.gaya gaya gres buat kita nanti”
“Hahaha dasar adekku ini malah ketahihan.ingat jangan hingga mama papa tau ya”
“Siap boss” tegasku

Sejak ketika itu kami selalu melakukanya sama ortu kami tidak ada.bahkan ketika simbok ke pasar kami melakukanya sambil menggendong kakaku ke dapur,kita doggy sttle di dapur saar kakak lagi bantuin simbok masak.hingga kakaku nikah diusia 20tahun.barulah kita menghentikan kegiatan itu alasannya yaitu kakaku pindah ke surabaya. Kini saya kuliah smester 1.dan sudah punya pacar untuk selalu saya setubuhi kapanpun saya mau.

3

Kumpulan Cerita Seks Ayah Tiriku Yang Bejat

Kumpulan Cerita Seks 2019 - Ayahku sudah sekitar 3 tahun meninggal dunia, meninggalkan ibu dan anak-anak, saya dan adikku Charles yang masih kecil. Kini Charles sudah duduk di kelas 8 SD sedang saya sudah tamat SMU, mulai kuliah di Akademi Pariwisata dan Perhotelan. Meski mendapatkan dana pensiun tetapi amat kecil jumlahnya.

Maklum, ayahku hanya pegawai kecil di Pemda KMS. Untuk menyambung hidup dan membiayai sekolahku dan Charles, ibuku terpaksa membuka toko jamu di samping rumah. Lumayan, sebab yaitu selain jualan jamu ibu juga menjual rokok, permen, alat-alat tulis, pakaian belum dewasa dan sebagainya. Tentu saja, saya membantu ibu dengan sekuat tenaga. Siapa lagi yang sanggup membantu ia selain aku?

Charles masih terlalu kecil untuk sanggup membantu dan mengerti ihwal kesulitan hidup. Meski usia ibu sudah berkepala empat tetapi masih anggun dan bentuk tubuhnya masih molek dan menarik. Maklum ibu memang suka memelihara tubuhnya dengan jamu Jawa. Selain itu, sejak muda ibu memang cantik. Ibuku blasteran, ayahnya belanda dan Ibu Sunda. Ayahku sendiri dari suku Ambon tetapi kelahiran Banyumas. Ia lebih Jawa ketimbang Ambon, meski namanya Ambon. Selama hidup sampai meninggal ayah bahkan belum pernah melihat Ambon.

Ayah meninggal karena kecelakaan bus ketika bertugas di Jakarta. Bus yang ditumpanginya ngebut dan nabrak truk tangki yang memuat materi bakar bensin. Truk dan bus sama-sama terbakar dan tak ada seorang penumpangpun yang selamat termasuk ayahku.

Sejak itu, ibuku menjanda sampai tiga tahun lamanya. Baru setahun yang kemudian rahasia ibu pacaran dengan duda tanpa anak, sobat sekantor ayahku dulu. Namanya Sutoyo, usianya sama dengan ibuku, 42 tahun. Sebenarnya saya sudah curiga, sebab yaitu Pak Toyo (aku memanggil-nya “Pak” karena sobat ayahku) yang rumahnya jauh sering tiba minum jamu dan ngobrol dengan ibuku. Lama-lama mereka jadi akrab dan lebih banyak ngobrolnya daripada minum jamu. Kecurigaanku terbukti ketika pada suatu hari. ibu memanggilku dan diajaknya bicara secara khusus.
“Begini Cyn”, kata ibu waktu itu.
“Ayahmu kan sudah tiga tahun meninggalkan kita, sehingga ibu sudah cukup lama menjanda.”

Aku langsung sanggup menebak apa yang akan dikatakan ibu selanjutnya. Aku sudah cukup dewasa untuk mengetahui betapa sepinya ibu ditinggal ayah. Ibu masih muda dan cantik, tentunya ia butuh seseorang untuk mendampinginya, melanjutkan kehidupan. Aku sadar sebab yaitu saya juga perempuan meski belum pernah menikah.

“Ibu tak sanggup terus menerus hidup sendiri. Ibu butuh seseorang untuk mendampingi ibu dan merawat kalian berdua, kamu dan adikmu masih butuh perlindungan, masih butuh kasih sayang dan tentu saja butuh biaya untuk melanjutkan studi, kalian demi ibu sudi menikah kembali dengan Pak Toyo dengan harapan masa depan kalian lebih terjamin.
Kamu mengerti?” begitu kata ibu.
“Ibu mau menikah dengan Pak Toyo?” saya langsung saja memotongnya.
“Tidak apa-apa kok Bu, Pak Toyo kan orang baik, duda lagi. Apalagi beliau kan bekas sobat ayah dulu!”.
“Rupanya kamu sudah cukup dewasa untuk sanggup membaca segala sesuatu yang terjadi sekelilingmu, Cyn”, ibu tersenyum. “Kamu benar-benar mirip ayahmu.”

Tak berapa lama kemudian ibu menikah dengan Pak Toyo dengan sangat sederhana dan hanya dihadiri oleh kerabat dekat. Sesudah itu ibu diboyong ke rumah Pak Toyo, dan rumah kami, kios dan segala isinya menjadi tanggung jawabku. Ibu tiba pagi hari sehabis kios saya buka dan pulang sore hari dijemput Pak Toyo sepulangnya dari kantor.

Kehidupan kami senang dan biasa-biasa saja sampai pada suatu hari, sekitar empat bulan sehabis ibu menikah, suatu peristiwa di rumah tangga terjadi tanpa setahu ibuku. Aku memang sengaja diam dan tidak membicarakan insiden itu kepada ibuku, saya tidak ingin melukai perasaannya. Aku terlalu sayang pada ibu dan biarlah kutanggung sendiri.

Kejadian itu bermula ketika saya sedang berada di rumah ibuku (rumah Pak Toyo) mengambil beberapa barang dagangan atas suruhan ibu. Hal tersebut biasa kulakukan apabila saya sedang tidak kuliah. Bahkan saya juga sering tidur di rumah ibuku bersama adik. Tak jarang sehari penuh saya berada di rumah ibu ketika ibu berada di rumah kami menjaga kios jamu.

Kadangkala saya memang butuh ketenangan berguru ketika sedang menghadapi ujian semester. Rumah ibu Sepi di siang hari sebab yaitu Pak Toyo bekerja dan ibu menjaga kios, sementara di rumah itu tidak ada pembantu. Siang itu ibu menyuruhku mengambil beberapa barang di rumah Pak Toyo karena persediaan di kios habis. Ibu memberiku kunci semoga saya sanggup masuk rumah dengan leluasa. Tetapi ketika saya tiba ternyata rumah tidak dikunci sebab yaitu Pak Toyo ada di rumah. Aku sedikit heran, kenapa Pak Toyo pulang kantor begitu awal, apakah sakit?
“Lho, Bapak kok sudah pulang?” tanyaku dengan sedikit heran. “Sakit ya Pak?”.
“Ah tidak”, jawab Pak Toyo.” Ada beberapa surat ketinggalan. kamu sendiri kenapa kemari? Disuruh ibumu ya?”.
“Iya Pak, ambil beberapa barang dagangan”, jawabku biasa-biasa saja. Seperti biasa saya terus saja nyelonong masuk ke ruang dalam untuk mengambil barang yang kuperlukan.

Tak kusangka, Pak Toyo mengikutiku dari belakang. Ketika saya sudah mengambil barang dan hendak berbalik, Pak Toyo berdiri begitu akrab dengan diriku sehingga hampir saja kami bertubrukan. Aku kaget dan lebih kaget lagi ketika tiba-tiba Pak Toyo memeluk pinggangku. Belum sempat saya protes, Pak Toyo sudah mencium bibirku, dengan lekatnya.

Barang dagangan terjatuh dari tanganku ketika saya berusaha mendorong tubuh Pak Toyo semoga melepaskan tubuhku yang dipeluknya erat sekali. Tetapi ternyata Pak Toyo sudah kerasukan setan jahanam. Ia sama sekali tak menghiraukan doronganku dan bahkan semakin mempererat pelukannya. Aku tak berhasil melepaskan diri. Pak Toyo menekan tubuhku dengan tubuhnya yang besar dan berat. Aku mau berteriak tetapi tiba-tiba ajudan Pak Toyo menutup mulutku.
“Kalau kamu berteriak, semua tetangga akan berdatangan dan ibumu akan sangat malu”, katanya dengan bunyi serak.
Nafasnya terengah-engah menahan nafsu. “Berteriaklah semoga kita semua malu!”

Aku jadi ketakutan dan tak berani berteriak. Rasa takut dan kasihan kepada ibu membuat saya luluh. Pikirku, bagaimana jikalau sampai orang lain tahu apa yang sedang terjadi dan apa yang diperbuat suami ibuku terhadapku.

Belum lagi saya jernih berpikir Pak Toyo menyeretku masuk ke kamar tidur dan mendorongku sampai jatuh telentang di tempat tidur. Dengan garangnya Pak Toyo menindih tubuhku dan menciumi wajahku. Sementara tangannya yang kanan tetap mendekap mulutku, tangan kirinya mengambil sesuatu dari dalam saku celananya. Benda kecil licin segera dipaksakan masuk ke dalam mulutku. Benda kecil yang ternyata kapsul lunak itu pecah di dalam lisan dan terpaksa tertelan. Setelah menelan kapsul itu mataku jadi berkunang-kunang, kepalaku jadi berat sekali dan anehnya, gairah seksku timbul secara tiba-tiba. Jantungku berdebar keras sekali dan fatwa darahku terasa amat cepat. Entah bagaimana, saya pasrah saja dan bahkan begitu mendambakan sentuhan seorang lelaki. Gairah itu begitu memuncak dan menggebu-gebu itu tiba secara tiba-tiba menyerang seluruh tubuhku.

Samar-samar kulihat wajah Pak Toyo menyeringai di atasku. Perlahan-lahan ia berdiri dan melepaskan seluruh pakaianku. Kemudian ia membuka pakaiannya sendiri. Aku tak sanggup menolak. Diriku mirip terbang di awang-awang dan meski tahu apa yang sedang terjadi, tetapi sama sekali tak ada niat untuk melawan.

Begitu juga ketika Pak Toyo yang sudah tak berpakaian menindih tubuhku dan menggerayangi seluruh badanku, saya pasrah saja. Bahkan ketika saya merasakan suatu benda asing memasuki tubuhku, saya tak sanggup berbuat apa-apa. Tak kuasa untuk menolak, karena saya merasakan kenikmatan luar biasa dari benda asing yang mulai menembus dan bergerak-gerak di dalam liang kewanitaanku. Kesadaranku entah berada di mana. Hanya saja saya tahu, apa yang sedang terjadi pada diriku, Aku telah diperkosa Pak Toyo!

Ketika siuman, kudapati diriku telentang di ranjang Pak Toyo (yang juga ranjang ibuku) tanpa busana. Pakaianku acak-acakan di bawah ranjang. Sprei morat-marit dan kulihat bercak darah di sprel itu. Aku menangis…, saya sudah tidak perawan lagi! Aku sudah kehi1angan apa yang paling bernilai dalam hidup seorang wanita. Aku merasa jijik dan kotor. Aku berdiri dan cuilan bawah tubuhku terasa sakit sekali…, nyeri! Tetapi saya tetap berusaha berdiri dan dengan tertatih-tatih berjalan ke kamar mandi. Kulihat jam dinding, Wah…, Sudah tiga jam saya berada di rumah itu. Aku harus segera pulang semoga ibu tidak menunggu-nunggu. Aku segera mandi dan membersihkan diri serta berdandan dengan cepat.

Kuambil barang dagangan yang tercecer di lantai dan segera pulang. Pak Toyo sudah tidak kelihatan lagi, mungkin sudah kembali ke kantor. Kubiarkan ranjang morat-marit dan sprei berdarah itu tetap berada di sana. Aku tak peduli. Hatiku sungguh hancur lebur. Kebencianku kepada Pak Toyo begitu dalam. Pada suatu saat, saya akan membalasnya.
“Kok lama sekali?” tanya ibu ketika saya datang.
“Bannya kempes Bu, nambal dulu!” jawabku sambil mencoba menutupi perubahan wajahku yang tentu saja pucat dan malu. Kuletakkan barang dagangan di meja dan rasanya ingin sekali saya memeluk ibu dan memohon maaf serta menceritakan apa yang telah dilakukan suaminya kepadaku.

Tetapi hati kecilku melarang. Aku tak ingin membuat ibu murung dan kecewa. Aku tak ingin ibuku kehilangan kebahagiaan yang baru saja didapatnya. Aku tak kuasa membayangkan bagaimana hancurnya hati Ibu bila mengetahui apa yang telah dilakukan suaminya kepadaku. Biarlah Untuk sementara kusimpan sendiri kepedihan hati ini.

Dengan alasan hendak ke rumah teman, saya mandi dan membersihkan diriku (lagi). Di kamar mandi saya menangis sendiri, menggosok seluruh tubuhku dengan sabun berkali-kali. Jijik rasanya saya terhadap tubuhku sendiri. Begitu keluar dan kamar mandi saya langsung dandan dan pamit untuk ke rumah teman. Padahal saya tidak ke rumah siapa-siapa. Aku larikan motorku keluar kota dan memarkirnya di tambak yang sepi. Aku duduk menyepi sendiri di sana sambil menguras air mataku.
“Ya Tuhan, ampunilah segala dosa-dosaku” ratapku seorang diri.

Baru sore menjelang magrib saya pulang. Ibu sudah dijemput Pak Toyo pulang ke rumahnya sehingga saya tak perlu bertemu dengan lelaki bejat itu. Kios masih buka dan adik yang menjaganya. Ketika saya pulang, saya yang menggantikan menjaga kios dan adik masuk untuk belajar.

Untuk beberapa hari lamanya saya sengaja tidak ingin bertemu Pak Toyo. Malu, benci dan takut bercampur aduk dalam hatiku. Aku sengaja menyibukkan diri di belakang apabila pagi-pagi Pak Toyo tiba mengantar ibu ke kios. Sorenya saya sengaja pergi dengan banyak sekali alasan ketika Pak Toyo menjemput ibu pulang.

Namun meski saya sudah berusaha untuk terus menghindar, insiden itu toh terulang lagi. Peristiwa kedua itu sengaja diciptakan Pak Toyo dengan nalar liciknya. Ketika sore hari menjemput ibu, Pak Toyo memberikan bahwa ia baru saja membeli sebuah sepeda kecil untuk adikku, Charles. Sepeda itu ada di rumah Pak Toyo dan adik harus diambil nya sendiri.

Tentu saja adikku amat besar hati dan ketika Pak Toyo menyarankan semoga adik tidur di rumahnya, adik oke dan bahkan ibu dengan senang hati mendorongnya. Bertiga mereka naik mobil dinas Pak Toyo pulang ke rumah mereka. Karena tidak ada orang lain di rumah, sebelum Pukul sembilan kios sudah kututup.

Rupanya, sehabis sampai di rumah dan menyerahkan sepeda kecil kepada adik, Pak Toyo beralasan harus kembali ke kantor karena ada pekerjaan yang harus diselesaikannya malam itu juga. Ibu tidak curiga dan sama sekali tidak mengira kelau kepergian suaminya sebetulnya tidak ke kantor, melainkan kembali ke kios untuk nemperkosaku.

Waktu itu sudah pukul sepuluh malam dan kios sudah lama saya tutup. Tiba-tiba saja Pak Toyo sudah ada di dalam rumah. Rupanya Ia punya kunci milik ibu sehinga ia sanggup bebas keluar masuk rumah kami. Aku amat kaget dan ingin mendampratnya, tetapi kembali dengan hening dan wajah menyeringai, Pak Toyo mengancamku “Ayo, berteriaklah semoga semua tetangga tiba dan tahu apa yang sudah saya lakukan terhadapmu!” ancamnya serius. “Ayo berteriaklah semoga ibumu malu dan seluruh keluargamu tercoreng!” tambahnya dengan bunyi serak.

Sekali lagi saya terperangah. Mulutku sudah mau berteriak tetapi kata-kata Pak Toyo sekali mengusik hatiku. Perasaan takut akan terdengar tetangga, ketakutan nama ibuku akan menjadi tercoreng, kecemasan bahwa tetangga akan mengetahui insiden perkosaanku, saya hanya berdiri terpaku memandang wajah penuh nafsu yang siap menerkamku. Aku tak sanggup berpikir jernih tagi. Hanya perasaan takut dan takut yang terus mendesak naluriku.

Sebelum saya sanggup mengambil keputusan apa yang akan kulakukan, Pak Toyo sudah maju dan mendekap tubuhku. Sekali lagi saya ingin berteriak tetapi suaraku tersendat di tenggorokan. Entah bagaimana awalnya namun yang saya tahu lelaki itu sudah menindih tubuhku dengan tanpa busana. Yang jelas, malam itu saya terpaksa melayani nafsu suami ibuku yang menggebu-gebu.

Dengan ganas ayah tiriku itu memperlakukan saya mirip pelacur. Ia memperkosaku berkali-kali tanpa belas kasihan. Dengus nafasnya yang berat dan tubuhnya yang menindih tubuhku apalagi ketika ada sesuatu benda keras mulai masuk menyeruak membelah cuilan sensitif dan paling terhormat bagi kewanitaanku membuat saya merintih kesakitan. Aku benar-benar dijadikannya pemuas nafsu yang benar-benar tak berdaya.

Pak-Toyo kuat sekali. Ia memaksaku berbalik kesana kemari berganti posisi berkali-kali dan saya terpaksa menurut saja. Hampir dua jam Pak Toyo menjadikan tubuhku sebagai bulan-bulanan nafsu seksnya. Bukan main! Begitu ia akan selesai kulihat Pak Toyo mencabut batangannya dari kemaluanku dengan gerakan cepat ia mengocok-ngocokkan batangannya yang keras itu dengan sebelah tangannya dan dalam hitungan beberapa detik kulihat cairan putih kental menyemprot dengan banyak dan derasnya keluar dari batang kejantanannya, cairan putih kental itu dengan hangatnya menyemprot membasahi wajah dan tubuhku, ada rasa jijik di hatiku selain kurasakan amis dan asin yang kurasakan ketika cairan itu meleleh menuju bibirku, sehabis itu ia lunglai dan terkapar di samping tubuhku, tubuhku sendiri bagai hancur dan tak bertenaga.

Seluruh tubuhku terasa amat sakit, dan air mata bercucunan di pipiku. Namun terus terang saja, saya juga mencapai orgasme. Sesuatu yang belum pernah kualami sebelumnya. Entah apa yang membuat ada sedikit perasaan senang di dalam hatiku. Rasa puas dan kenikmatan yang sama sekali tak sanggup saya pahami. Aku sendiri tidak tahu bagaimana sanggup terjadi, tetapi kadangkala saya justru rindu dengan perlakuan Pak Toyo terhadapku itu. Aku sudah berusaha berkali-kali menepis perasaan itu, tetapi selalu saja muncul di benakku. Bahkan kadangkala saya menginginkan lagi dan lagi! Gila bukan?

Dan memang, ketika pada suatu sore ibu sedang pergi ke luar kota dan Pak Toyo mandatangiku lagi, saya tak menolaknya. Ketika ia sudah berada di atas tubuhku yang telanjang, saya justru menikmati dan mengimbanginya dengan penuh semangat. Rupanya apa yang dilakukan Pak Toyo terhadapku telah menjadi semacam candu yang membuatku menjadi kecanduan dan ketagihan. Aku kini mulai menikmati seluruh permainan dan gairah yang luar biasa yang tak sanggup kuceritakan ketika ini dengan kata-kata.

Pak Toyo begitu kasar dan menikmati seluruh lekuk-lekuk tubuhku dengan liarnya, akupun mulai berani mencoba untuk merasakan bagian-bagian tubuh seorang lelaki, akupun kini mulai berani untuk balas mencumbui, membelai seluruh cuilan tubuhnya dan mulai berani untuk menjamah batang kejantanan ayah tiriku ini, begitu keras, panjang dan hangat. Aku menikmati dengan sungguh-sungguh, Luar Biasa!

Pada simpulan permainan Pak Toyo terlihat amat puas dan begitu juga aku. Namun karena malu, saya tak berkata apa-apa ketika Pak Toyo meninggalkan kamarku. Aku sengaja diam saja, semoga tak memberikan bahwa saya juga puas dengan permainan itu. Bagaimanapun juga saya yaitu seorang perempuan yeng masih punya rasa malu. Akan tetapi, ketika Pak Toyo sudah pergi ada rasa sesal di dalam hati. Ada perasaan malu dan takut. Bagaimanapun Pak Toyo yaitu suami ibuku. Pak Toyo telah menikahi ibuku secara sah sehingga ia menjadi ayah tiriku, pengganti ayah kandungku.

Adalah dosa besar melakukan korelasi tak senonoh antara anak dan ayah tiri. Haruskah kulanjutkan pertemuan dan korelasi penuh nafsu dan maksiat ini?

Di saat-saat sepi sediri saya termenung dan memutuskan untuk menjauh dan Pak Toyo, serta tidak melakukan korelasi gelap itu lagi. Namun di saat-saat ada kesempatan dan Pak Toyo mendatangiku serta mengajak “bermain” saya tak pernah kuasa menolaknya. Bahkan kadangkala bila dua atau tiga hari saja Pak Toyo tidak tiba menjengukku, saya merasa kangen dan ingin sekali merasakan jamahan-jamahan hangat darinya.

Perasaan itulah yang kemudian membuat saya semakin tersesat dan semakin tergila-gila oleh “permainan” Pak Toyo yang luar biasa hebat. Dengan penuh kesadaran akibatnya saya menjadi perempuan simpanan Pak Toyo di luar pengetahuan ibuku.

Sampai kini rahasia kami masih tertutup rapat dan pertemuan kami sudah tidak terjadi di rumah lagi, tetapi lebih banyak di losmen, hotel-hotel kecil dan di tempat-tempat peristirahatan. Yah, disana saya dan Pak Toyo sanggup bermain cinta dengan penuh rasa sensasi yang tinggi dan tidak kuatir akan kepergok oleh ibuku, kini saya dan ayah tiriku sudah mirip menjadi suami istri.

Untuk mencegah hal-hal yang sangat mungkin terjadi, dalam melakukan korelasi seks Pak Toyo selalu memakai kondom dan saya pun rajin minum jamu terlambat bulan. Semua itu tentu saja di luar sepengetahuan ibu. Aku memang puas dan senang dalam soal pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi sebetulnya jauh di dalam lubuk hati-aku sungguh terguncang. Bagaimana tidak? Aku telah merebut suami ibuku sendiri dan ‘memakannya’ secara bergantian.

Kadangkala saya juga merasa kasihan kepada ibu yang sangat mencintaiku. Kalau saja sampai ibu tahu korelasi gelapku dengan Pak Toyo, Ibu pasti akan murung sekali. Hatinya bakal hancur dan jiwanya tercabik-cabik. Bagaimana mungkin anak yang amat disayanginya sanggup tidur dengan suaminya? Sampai kapan saya akan menjalani hidup yang tak senonoh dan penuh dengan maksiat ini?

Entahlah, kini ini saya masih kuliah. Mungkin bila nanti sudah lulus dan jadi sarjana saya sanggup keluar dan lingkugan rumah dan bekerja di kota lain. Saat ini mungkin saya belum punya kekuatan untuk pergi, tetapi suatu ketika nanti saya pasti akan pergi jauh dan mencari lelaki yang benar-benar sesuai dan sanggup kuandalkan sebagai suami yang baik, dan tentunya kuharapkan lebih perkasa dari yang kudapatkan dan kurasakan sekarang.
Mungkin dengan cara itu saya sanggup melupakan Pak Toyo dan melupakan peristiwa-peristiwa yang sangat memalukan itu.

3