Cerita Sex: Anak Kos Belakang (100% nyata) – Aku Fadil mahasiswa di Kampus X di jogja, berasal dari keluarga sederhana di kota di luar jogja. Di jogja ini saya tinggal ngekos di sebuah dusun dekat dengan kampus dan rata-rata rumah disini memang dijadikan kos-kosan, baik untuk putri maupun putra. Kosanku berada didaerah bab belakang dusun dan dibagian depanku ada kos putra, disamping ada kos putri, dan di belakang ada kos putri yang dihuni 7 orang. Yang akan saya ceritakan disini yakni pengalamanku dengan penghuni kos putri yang berada di belakang kosku.
Singkat dongeng saya dan penghuni kos putra yang lainnya memang sudah kenal dan tidak mengecewakan dekat dengan penghuni kos putri belakang, jadi kalau ada yang perlu derma tinggal bilang saja. Aku sering sekali main ke kosan putri itu untuk sekedar ngobrol-ngobrol saja diruang tamunya, itupun kalau dikosanku lagi sepi, maklum saja saya sendiri yang angkatan renta yang nyaris gak ada kerjaan, sedangkan yang lainnya masih sibuk dengan kuliah dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Saking seringnya saya main ke kosan belakang, ke-7 cewek penghuninya sudah sangat terbiasa dengan kehadiranku disana, dan ada satu orang cewek berjulukan Ana, tingginya sekitar 165cm, beratnya sekitar 50kg, kulitnya kuning, ukuran Branya mungkin cuma 34A, pernah sehabis mandi masih dengan balutan handuk sejengkal diatas lutut ia lewat didepanku dengan santainya. Aku yang masih sangat normal sebagai lelaki sempat terdiam melihat pahanya yang mulus ternyata, dan ia dingin aja tampaknya.
Sampai suatu hari, sewaktu liburan UAS sekitar menjelang sore ketika saya tiba ke kosan belakang menyerupai biasa, disana hanya ada Ana sendiri, ia menggunakan daster bunga-bunga tipis selutut, ia sedang didepan komputer dikamarnya yang terbuka pintunya, kupikir ia lagi mengerjakan tugas
“lagi ngapain, An? Yang laen kemana?” tanyaku didepan pintu, “eh Mas Fadil, lagi suntuk nih, lagi ngegame aja, yang laen kan pulang kampung mas, trus Mbak rina kan KKN pulangnya malem terus” jawabnya sambil masih memainkan mousenya
“masuk mas”.
Aku pun masuk dan duduk di karpetnya
“ emang kau ga pulang kampung juga An?”
“aku kan ngambil SP mas, males klo harus ngulang reguler” jawabnya.
“lagi ngegame apa sih?” tanyaku lagi
“ini nih maen monopoly, abis yang ada cuma ini” sambil merubah posisi kakinya bersila dan sempat memperlihatkan pahanya, akupun terdiam lagi di sajikan pahanya itu, hingga karenanya ia sadar dan sambil menutup pahanya ia bilang
“hayo ngliatin apa?”
“eh ngga, ga liat apa-apa” jawabku gelagapan
“hayooo ngaku, niscaya nafsu ya, dasar cowo” ia bilang
“yeee jangan cowo aja donk yang salah, yang bikin nafsu kan cewe” kataku membela diri
“wuuu ngeles aja” ia bilang sambil melanjutkan gamenya tadi, “eh mas punya film ga? BT nih”
“film apa ya? Yang di tempatku kan dah di tonton semuanya” jawabku
“yaaah apa aja deeeh” ia memohon
“apa dong, ya emang udah ga ada lagi, ada juga bokep tuh klo mau”
“mau dong mas mau” ia bilang
saya kaget mendengar itu pribadi bilang
“beneran nih, nanti kepengen repot lagi”
“udah sana ambilin, saya iseng ni mas”
“tapi nontonnya bareng ya” kubilang
“iihh ga mau ah, nanti malah mas fadil pengen, dapat diperkosa aku”
“ga bakalan atuh sampe kaya gitu, mau diambilin ga niy? Tapi nonton bareng ya”
“iya deh, ambil sana” pintanya.
Secepatnya saya lari ke kos kemudian mengcopy bokep yang ada di komputer dikamarku, saya copy yang bagus-bagus saja, kemudian sesudah selesai saya pribadi berlari ke kamar Ana dan menyerahkannya. Ana pun pribadi mengcopy yang ada di flashdiskku.
Kamipun menontonnya, saya duduk berada disebelah kirinya, dan ia duduk sambil memegang bantal. Kami tak ada bicara ketika film itu dimulai. Baru beberapa menit menonton, saya mulai horny alasannya yakni gres kali ini saya nonton bokep sama cewek yang bukan pacarku berdua saja, kontan saja akupun agak-agak salah tingkah berganti-ganti posisi duduk demi menutupi kontolku yang sudah bangkit tegang. Tak berapa usang tampaknya diapun mulai mencicipi hal yang sama, nafasnya mulai tak teratur dan agak berat menyerupai ada yang ditahan, duduknya pun mulai berganti posisi dan kini bersila sambil memeluk bantalnya itu. Seandainya saya yang jadi bantalnya, hmmmmm. Akhirnya saya memberanikan diri bertanya
“kenapa, An? hayoo”
“apaan sih, ga kenapa-napa ko, mas tuh yang kenapa dari tadi gerak-gerak terus?” ia merengut
“ yahhh, namanya juga nonton bokep An, nontonnya sama cewek manis berdua aja lagi” kubilang
“emangnya kenapa klo nonton ma cewek berdua aja”, tampaknya ia memancingku
nekad saja saya bilang
“ya, jadi kepengen lah jadinya”
“tuuh kan bener yang saya bilang tadi” Dia melanjutkan
“ mas fadil suka ya begituan?”
dan saya jawab asal
“ya sukalah, lezat sih”
“lah kau sendiri suka nonton bokep ya? Dah dari kapan? Jangan-jangan kau juga udah lagi?” pribadi saya cecar saja sekalian
“iihhh, apaan sih” ia bilang,
“udahhh ngaku ajah, udah pernah kan?kalo udah juga ga papa, diam-diam kondusif kok, hehe” saya cecar terus
“mmmm tau ah” ia aib tampaknya, kemudian ia mengalihkan dan bertanya
“mas fadil klo begituan suka jilatin kaya gitu mas” sambil menunjuk adegan pemuda lagi jilatin memek cewek
“iya, suka, di oral juga suka, kenapa? Pengen ya hehehe”
“ihhhh orang cuma nanya” jawabnya malu-malu
“kamu emangnya belom pernah di oral kaya gitu An?”
“belom lah,aku sebenernya pernah ML 2 kali, tp cowokku ga pernah tuh ngejilatin ‘itu’ku, saya terus yang disuruh isepin ‘anu’nya “ karenanya ia ngaku juga
“ wahh keenakan cowokmu donk, diisep terus kontolnya ma kamu, dah jago dunk, jadi pengen, hehe”
“wuuu sana ma pacarmu sana” katanya
“pacarku kan jauh An” jawabku.
Aku pribadi bergeser merapatkan diri disamping dia
“ an, mau saya jilatin memeknya ga?” saya pribadi aja abis udah ga tahan. Dia membisu saja, saya cium pipinya diapun menghadapkan mukanya kearahku, saya dekatkan bibirku ke bibirnya dan kamipun berciuman dengan sangat bernafsu. Tangan kiriku mulai meraba toketnya, diapun melenguh “mmmh” sambil tetap berciuman.
“An, udah usang saya pingin ngerasain ngentot sama kamu” kataku
“aku juga mas, saya kan sering mancing mas fadil, tapi mas kayanya ga ngerasa” ia bilang
“ihh pake mancing-mancing segala, kan tinggal ajak aja saya niscaya mau”
“yeee masa saya yang ajak” katanya manja sambil menggelayutkan tangannya dileherku
“berarti boleh dong memeknya saya jilat” sambil kuturunkan tanganku ke memeknya yang masih terbalut dasternya
“lom diijinin aja tangannya udah megang memekku nih” sambil tersenyum kemudian menciumiku.
Aku pribadi melumat bibirnya sambil mengangkat dasternya hingga tanganku dan memeknya hanya dibatasi CD tipis saja. Ana sudah mulai memasukkan tangannya kedalam celana(saat itu saya hanya menggunakan celana boxer) dan CD ku hingga menyentuh kontolku dan kemudian mengelusnya lembut
“mmmhhh Ana sayang”
Aku membuka kaosku kemudian melepaskan dasternya sekalian hingga tersisa CD dan bra nya saja.
“kamu seksi An”
“mas fadil juga kontolnya gede, Ana suka banget, Ana isep ya?”
“iya An, saya juga ga sabar pingin memek km”
Akupun berdiri, Ana memelorotkan celana sekaligus CDku hingga kontolku menyerupai melompat kedepan mukanya saking tegangnya, Ana sedikit kaget ketika melihat kontolku yang mempunyai panjang sekitar 17cm
“mas, gede ih, pacarku ga segede ini kontolnya”
Saat ia sudah membuka mulutnya ingin melahap kontolku, saya pribadi menariknya hingga berdiri
“sebentar sayang, dah ga sabaran pengen isep ya?”
Ana mengangguk manyun
“kita 69 yuk sayang”
Aku membuka tali bra nya dan kemudian cdnya kuturunkan, terlihat higienis memeknya tanpa jembut.
“memek kau higienis sayang”
“baru kemaren saya cukur mas, abis suka gatel kalo ada bulunya, mas suka ngga?”
“suka banget sayang” sambil kuciumi memeknya.
Ana naik ke kasurnya dengan posisi telentang mengundangku, akupun naik dan memposisikan kontolku berhadapan dengan mukanya kemudian mukaku didepan memeknya.
Aku mulai menjilati memeknya dengan lembut , Ana tanpa ragu memasukkan kontolku ke mulutnya dan mengocoknya perlahan
“oughhh, mmmhhh Ana sayang” memek Ana terasa sangat legit saya menjilati klitorisnya yang kemerahan
“hmpffhhh….mmmpphhh” Ana melenguh
Sekitar 5 menit kami di posisi ini, kami sudah sama-sama tidak tahan, saya mengubah posisiku berada di atas badan telentang Ana dan mengarahkan kontolku ke memeknya. Memeknya sudah agak lembap sesudah oral tadi, saya menggesek-gesekkan kontolku sesaat
“ohhhh, masukin masku sayang, Ana ga tahan lagi mmmmhhh”
Aku bahagia mendengarnya memohon minta di entot. Aku menekankan kontolku perlahan, gres kepalanya yang masuk, agak sulit, saya hentakkan sedikit, Ana menggigit bibirnya, dan karenanya kontolku berhasil memasuki lubang senggamanya, sempit dan seret rasanya membuatku mencicipi kenikmatan ketika saya awal bercinta dengan pacarku, namun ini terasa lebih mungkin alasannya yakni lebih menantang. Aku memompa memeknya perlahan-lahan, Ana mengikuti gerakanku dengan menggerakkan pinggulnya mengarahkan memeknya. Aku genjot terus sambil kupeluk Ana dan menciumi bibirnya yang merah basah.
“mmh. Hmmpppf….sayang lezat banget sayang, memek kau sempit banget, kontolku kaya dipijet-pijet”
“ he emh mas, oughhh terus mas, masukin terus mas, semoga Ana jepit kontolnya, ahhhhh” bicaranya terengah-engah
Aku menggenjot terus hingga karenanya kontolku amblas didalam memeknya. Aku semakin cepat memompa liang senggamanya.
“ahhh,,ohhhh, masku,,,ohh,,entot saya ohh..enak banget mas sayang, Ana pingin oohhhhh dientot mas terus, ayo ooougghhh” Ana sudah tak karuan omongannya saking menikmatinya.
15 menitan kami bercinta dalam posisi tersebut dan saya memintanya nungging untuk posisi doggy , Ana berdasarkan saja, saya masukkan kontolku kememeknya lagi dan kini sudah agak lancar walaupun masih terasa sempitnya menyerupai memeras dan menyedot kontolku masuk. Aku memegang pantatnya yang mulus higienis sambil saya pompa tak terlalu cepat, Anapun memajumundurkan memeknya hingga menyerupai akan menelan kontolku seluruhnya dan sangat nikmat rasanya.
Aku mempercepat genjotanku di memeknya, Ana sedikit berteriak kenikmatan
“auhh mas,, mmmhh terus mas, lezat ahhh…kontol mas…oohhh sayang”
Nafasku semakin memburu dan berangasan mendengar ocehannya itu menciptakan genjotanku menjadi sangat cepat
“sayang, saya kluarin dimana sayang…ah ah oughh”
“didalem…argh aja sayang auuhhh ga papa, Ana juga mau keluar mmmhhh”
Genjotanku cepat sekali alasannya yakni spermaku sudah tak tertahankan lagi mau keluar.
“arrrgghhh saya keluar sayanggg”
Dan ketika itu juga badan Ana mengejang orgasme
“ahhhhhhh, saya juga ssssshh mas”
Aku muntahkan spermaku dalam lubang memek Ana, saya memutar badan Ana dengan kontol masih tertancap di memeknya,aku memeluk dan menciumnya
“kamu mahir sayang, memek kau mahir jepitannya”
“mas fadil juga”
Dia mengajakku ke kamar mandi untuk membersihkan badan kami, dengan masih telanjang kami keluar kamar dan menuju kamar mandi. Aku membersihkan seluruh tubuhnya dengan perasaan sayang yang luar biasa, dan diapun melaksanakan hal yang sama kepadaku.
Setelah selesai membersihkan badan kami, kami kembali kekamarnya dan menggunakan kembali pakaian kami,saat itu ia bilang kepadaku
“makasih ya mas, udah ngasih kepuasan buat aku, lezat banget ngentot sama kau mas”
“sama-sama sayang, besok-besok lagi ya?”
“siap mas. Muachh” jawabnya sambil menciumku
Saking seringnya saya main ke kosan belakang, ke-7 cewek penghuninya sudah sangat terbiasa dengan kehadiranku disana, dan ada satu orang cewek berjulukan Ana, tingginya sekitar 165cm, beratnya sekitar 50kg, kulitnya kuning, ukuran Branya mungkin cuma 34A, pernah sehabis mandi masih dengan balutan handuk sejengkal diatas lutut ia lewat didepanku dengan santainya. Aku yang masih sangat normal sebagai lelaki sempat terdiam melihat pahanya yang mulus ternyata, dan ia dingin aja tampaknya.
Sampai suatu hari, sewaktu liburan UAS sekitar menjelang sore ketika saya tiba ke kosan belakang menyerupai biasa, disana hanya ada Ana sendiri, ia menggunakan daster bunga-bunga tipis selutut, ia sedang didepan komputer dikamarnya yang terbuka pintunya, kupikir ia lagi mengerjakan tugas
“lagi ngapain, An? Yang laen kemana?” tanyaku didepan pintu, “eh Mas Fadil, lagi suntuk nih, lagi ngegame aja, yang laen kan pulang kampung mas, trus Mbak rina kan KKN pulangnya malem terus” jawabnya sambil masih memainkan mousenya
“masuk mas”.
Aku pun masuk dan duduk di karpetnya
“ emang kau ga pulang kampung juga An?”
“aku kan ngambil SP mas, males klo harus ngulang reguler” jawabnya.
“lagi ngegame apa sih?” tanyaku lagi
“ini nih maen monopoly, abis yang ada cuma ini” sambil merubah posisi kakinya bersila dan sempat memperlihatkan pahanya, akupun terdiam lagi di sajikan pahanya itu, hingga karenanya ia sadar dan sambil menutup pahanya ia bilang
“hayo ngliatin apa?”
“eh ngga, ga liat apa-apa” jawabku gelagapan
“hayooo ngaku, niscaya nafsu ya, dasar cowo” ia bilang
“yeee jangan cowo aja donk yang salah, yang bikin nafsu kan cewe” kataku membela diri
“wuuu ngeles aja” ia bilang sambil melanjutkan gamenya tadi, “eh mas punya film ga? BT nih”
“film apa ya? Yang di tempatku kan dah di tonton semuanya” jawabku
“yaaah apa aja deeeh” ia memohon
“apa dong, ya emang udah ga ada lagi, ada juga bokep tuh klo mau”
“mau dong mas mau” ia bilang
saya kaget mendengar itu pribadi bilang
“beneran nih, nanti kepengen repot lagi”
“udah sana ambilin, saya iseng ni mas”
“tapi nontonnya bareng ya” kubilang
“iihh ga mau ah, nanti malah mas fadil pengen, dapat diperkosa aku”
“ga bakalan atuh sampe kaya gitu, mau diambilin ga niy? Tapi nonton bareng ya”
“iya deh, ambil sana” pintanya.
Secepatnya saya lari ke kos kemudian mengcopy bokep yang ada di komputer dikamarku, saya copy yang bagus-bagus saja, kemudian sesudah selesai saya pribadi berlari ke kamar Ana dan menyerahkannya. Ana pun pribadi mengcopy yang ada di flashdiskku.
Kamipun menontonnya, saya duduk berada disebelah kirinya, dan ia duduk sambil memegang bantal. Kami tak ada bicara ketika film itu dimulai. Baru beberapa menit menonton, saya mulai horny alasannya yakni gres kali ini saya nonton bokep sama cewek yang bukan pacarku berdua saja, kontan saja akupun agak-agak salah tingkah berganti-ganti posisi duduk demi menutupi kontolku yang sudah bangkit tegang. Tak berapa usang tampaknya diapun mulai mencicipi hal yang sama, nafasnya mulai tak teratur dan agak berat menyerupai ada yang ditahan, duduknya pun mulai berganti posisi dan kini bersila sambil memeluk bantalnya itu. Seandainya saya yang jadi bantalnya, hmmmmm. Akhirnya saya memberanikan diri bertanya
“kenapa, An? hayoo”
“apaan sih, ga kenapa-napa ko, mas tuh yang kenapa dari tadi gerak-gerak terus?” ia merengut
“ yahhh, namanya juga nonton bokep An, nontonnya sama cewek manis berdua aja lagi” kubilang
“emangnya kenapa klo nonton ma cewek berdua aja”, tampaknya ia memancingku
nekad saja saya bilang
“ya, jadi kepengen lah jadinya”
“tuuh kan bener yang saya bilang tadi” Dia melanjutkan
“ mas fadil suka ya begituan?”
dan saya jawab asal
“ya sukalah, lezat sih”
“lah kau sendiri suka nonton bokep ya? Dah dari kapan? Jangan-jangan kau juga udah lagi?” pribadi saya cecar saja sekalian
“iihhh, apaan sih” ia bilang,
“udahhh ngaku ajah, udah pernah kan?kalo udah juga ga papa, diam-diam kondusif kok, hehe” saya cecar terus
“mmmm tau ah” ia aib tampaknya, kemudian ia mengalihkan dan bertanya
“mas fadil klo begituan suka jilatin kaya gitu mas” sambil menunjuk adegan pemuda lagi jilatin memek cewek
“iya, suka, di oral juga suka, kenapa? Pengen ya hehehe”
“ihhhh orang cuma nanya” jawabnya malu-malu
“kamu emangnya belom pernah di oral kaya gitu An?”
“belom lah,aku sebenernya pernah ML 2 kali, tp cowokku ga pernah tuh ngejilatin ‘itu’ku, saya terus yang disuruh isepin ‘anu’nya “ karenanya ia ngaku juga
“ wahh keenakan cowokmu donk, diisep terus kontolnya ma kamu, dah jago dunk, jadi pengen, hehe”
“wuuu sana ma pacarmu sana” katanya
“pacarku kan jauh An” jawabku.
Aku pribadi bergeser merapatkan diri disamping dia
“ an, mau saya jilatin memeknya ga?” saya pribadi aja abis udah ga tahan. Dia membisu saja, saya cium pipinya diapun menghadapkan mukanya kearahku, saya dekatkan bibirku ke bibirnya dan kamipun berciuman dengan sangat bernafsu. Tangan kiriku mulai meraba toketnya, diapun melenguh “mmmh” sambil tetap berciuman.
“An, udah usang saya pingin ngerasain ngentot sama kamu” kataku
“aku juga mas, saya kan sering mancing mas fadil, tapi mas kayanya ga ngerasa” ia bilang
“ihh pake mancing-mancing segala, kan tinggal ajak aja saya niscaya mau”
“yeee masa saya yang ajak” katanya manja sambil menggelayutkan tangannya dileherku
“berarti boleh dong memeknya saya jilat” sambil kuturunkan tanganku ke memeknya yang masih terbalut dasternya
“lom diijinin aja tangannya udah megang memekku nih” sambil tersenyum kemudian menciumiku.
Aku pribadi melumat bibirnya sambil mengangkat dasternya hingga tanganku dan memeknya hanya dibatasi CD tipis saja. Ana sudah mulai memasukkan tangannya kedalam celana(saat itu saya hanya menggunakan celana boxer) dan CD ku hingga menyentuh kontolku dan kemudian mengelusnya lembut
“mmmhhh Ana sayang”
Aku membuka kaosku kemudian melepaskan dasternya sekalian hingga tersisa CD dan bra nya saja.
“kamu seksi An”
“mas fadil juga kontolnya gede, Ana suka banget, Ana isep ya?”
“iya An, saya juga ga sabar pingin memek km”
Akupun berdiri, Ana memelorotkan celana sekaligus CDku hingga kontolku menyerupai melompat kedepan mukanya saking tegangnya, Ana sedikit kaget ketika melihat kontolku yang mempunyai panjang sekitar 17cm
“mas, gede ih, pacarku ga segede ini kontolnya”
Saat ia sudah membuka mulutnya ingin melahap kontolku, saya pribadi menariknya hingga berdiri
“sebentar sayang, dah ga sabaran pengen isep ya?”
Ana mengangguk manyun
“kita 69 yuk sayang”
Aku membuka tali bra nya dan kemudian cdnya kuturunkan, terlihat higienis memeknya tanpa jembut.
“memek kau higienis sayang”
“baru kemaren saya cukur mas, abis suka gatel kalo ada bulunya, mas suka ngga?”
“suka banget sayang” sambil kuciumi memeknya.
Ana naik ke kasurnya dengan posisi telentang mengundangku, akupun naik dan memposisikan kontolku berhadapan dengan mukanya kemudian mukaku didepan memeknya.
Aku mulai menjilati memeknya dengan lembut , Ana tanpa ragu memasukkan kontolku ke mulutnya dan mengocoknya perlahan
“oughhh, mmmhhh Ana sayang” memek Ana terasa sangat legit saya menjilati klitorisnya yang kemerahan
“hmpffhhh….mmmpphhh” Ana melenguh
Sekitar 5 menit kami di posisi ini, kami sudah sama-sama tidak tahan, saya mengubah posisiku berada di atas badan telentang Ana dan mengarahkan kontolku ke memeknya. Memeknya sudah agak lembap sesudah oral tadi, saya menggesek-gesekkan kontolku sesaat
“ohhhh, masukin masku sayang, Ana ga tahan lagi mmmmhhh”
Aku bahagia mendengarnya memohon minta di entot. Aku menekankan kontolku perlahan, gres kepalanya yang masuk, agak sulit, saya hentakkan sedikit, Ana menggigit bibirnya, dan karenanya kontolku berhasil memasuki lubang senggamanya, sempit dan seret rasanya membuatku mencicipi kenikmatan ketika saya awal bercinta dengan pacarku, namun ini terasa lebih mungkin alasannya yakni lebih menantang. Aku memompa memeknya perlahan-lahan, Ana mengikuti gerakanku dengan menggerakkan pinggulnya mengarahkan memeknya. Aku genjot terus sambil kupeluk Ana dan menciumi bibirnya yang merah basah.
“mmh. Hmmpppf….sayang lezat banget sayang, memek kau sempit banget, kontolku kaya dipijet-pijet”
“ he emh mas, oughhh terus mas, masukin terus mas, semoga Ana jepit kontolnya, ahhhhh” bicaranya terengah-engah
Aku menggenjot terus hingga karenanya kontolku amblas didalam memeknya. Aku semakin cepat memompa liang senggamanya.
“ahhh,,ohhhh, masku,,,ohh,,entot saya ohh..enak banget mas sayang, Ana pingin oohhhhh dientot mas terus, ayo ooougghhh” Ana sudah tak karuan omongannya saking menikmatinya.
15 menitan kami bercinta dalam posisi tersebut dan saya memintanya nungging untuk posisi doggy , Ana berdasarkan saja, saya masukkan kontolku kememeknya lagi dan kini sudah agak lancar walaupun masih terasa sempitnya menyerupai memeras dan menyedot kontolku masuk. Aku memegang pantatnya yang mulus higienis sambil saya pompa tak terlalu cepat, Anapun memajumundurkan memeknya hingga menyerupai akan menelan kontolku seluruhnya dan sangat nikmat rasanya.
Aku mempercepat genjotanku di memeknya, Ana sedikit berteriak kenikmatan
“auhh mas,, mmmhh terus mas, lezat ahhh…kontol mas…oohhh sayang”
Nafasku semakin memburu dan berangasan mendengar ocehannya itu menciptakan genjotanku menjadi sangat cepat
“sayang, saya kluarin dimana sayang…ah ah oughh”
“didalem…argh aja sayang auuhhh ga papa, Ana juga mau keluar mmmhhh”
Genjotanku cepat sekali alasannya yakni spermaku sudah tak tertahankan lagi mau keluar.
“arrrgghhh saya keluar sayanggg”
Dan ketika itu juga badan Ana mengejang orgasme
“ahhhhhhh, saya juga ssssshh mas”
Aku muntahkan spermaku dalam lubang memek Ana, saya memutar badan Ana dengan kontol masih tertancap di memeknya,aku memeluk dan menciumnya
“kamu mahir sayang, memek kau mahir jepitannya”
“mas fadil juga”
Dia mengajakku ke kamar mandi untuk membersihkan badan kami, dengan masih telanjang kami keluar kamar dan menuju kamar mandi. Aku membersihkan seluruh tubuhnya dengan perasaan sayang yang luar biasa, dan diapun melaksanakan hal yang sama kepadaku.
Setelah selesai membersihkan badan kami, kami kembali kekamarnya dan menggunakan kembali pakaian kami,saat itu ia bilang kepadaku
“makasih ya mas, udah ngasih kepuasan buat aku, lezat banget ngentot sama kau mas”
“sama-sama sayang, besok-besok lagi ya?”
“siap mas. Muachh” jawabnya sambil menciumku
Nonton Film Bokep DISINI
Akupun kembali ke kosku dengan hati sangat bahagia dan ketika ada kesempatan berdua kamipun melakukannya lagi. Atau ketika sama-sama tidak tahan kami janjian ke hotel untuk memuaskan nafsu kami.
0 Komentar